Anda di halaman 1dari 9

f-

TREN LAHffi MATI DAN KEMATIAN NEONATAL DI INDONESIA,


BASIL SURVEIKESEHATAN TAHUN 1995-2007

Trend of Stillbirth and Neonatal Mortality in Indonesia,


Based On Health Survey Result Year 1995-2007

Sarimawar Djaja*, Joko Irianto*, Lamria Pangaribuan*

Abstract. Neonatal health problem in Indonesia has not been handled optimally yet; the result of Indonesia
Demography Health Survey 2007 showed that the Neonatal Mortality Rate in 5 years period did not
decrease significantly, still in range of 19-20 per 1,000 LB. The MDG of reducing mortality among
children under five by two-third in 2015 cannot be achieved without strengthening the neonatal program
seriously. The purpose of these literature study is to find out the trend of stillbirth and early neonatal (aged
0-6 days) death (END) proportion, as well as the neonatal cause of death from Household Health Surveys
1995,2001, and Baseline Research 2007. The methodology of the three surveys were cross sectional, using
National Socio-Economic Survey Core 1995, 2001, and 2007. The number of sample were consisting of
206,000, 211,000, and 280,000 households respectively, chosen through probability proportional to size
selection. The results showed that stillbirth and END proportion in Indonesia decreased gradually from
1995-2007. Respiratory disorders proportion (birth asphyxia, respiratory distress syndrome, meconium
aspiration), and sepsis as early neonatal cause of death tend increased, while in late neonatal death (aged 7-
28 days) more diseases as cause of death increased that is respiratory disorders, premature and low birth
weight, sepsis, and congenital anomaly. Over all, the diseases should be handled seriously was respiratory
disorders, premature and low birth weight, sepsis neonatorum. Again, the program manager should
seriously be concerned and take care of maternal hypertension disorder, and maternal delivery complication
such as antepartum haemorrhage, intrapartum infection, to prevent pregnant mothers and their babies from
maternal and neonatal death.

Key words: Stillbirth, Neonatal, Mortality, national survey

PENDAHULUAN infeksi seperti diare, pneumonia, dan


penyakit-penyakit yang dapat dicegah oleh
Status kesehatan bayi merupakan
imunisasi (Budiarso, L. Ratna dkk, 1986).
salah satu indikator yang sensitif untuk
Seiring dengan peningkatan cakupan
menilai kesehatan masyarakat di suatu
imunisasi pada bayi dan pemahaman akan
negara. Untuk melahirkan generasi dengan
pola hidup bersih dari orang tua bayi, maka
kualitas fisik dan mental yang baik,
angka kematian bayi akan menurun sampai
diperlukan suatu upaya untuk meningkatkan
pada suatu angka terendah dimana penyebab
kesehatan maternal agar mampu melahirkan
dasar kematian sudah bukan lagi diakibatkan
bayi-bayi yang sehat. Pemerintah Indonesia
oleh penyakit infeksi yang dapat dicegah oleh
sejak di masa tahun 1980, telah berusaha
imunisasi. Pada posisi tersebut, penurunan
keras untuk meningkatkan kesehatan ibu dan
angka kematian bayi hams difokuskan pada
bayi serta menurunkan angka kematian
penyakit atau gangguan yang terjadi pada
maternal dan bayi. Pada tahun 1986, di mana
masa neonatal. Data-data dari sebagian besar
angka kematian maternal masih 618 per
negara-negara berkembang di dunia
100.000 Kelahiran Hidup (KH) (Budiarso, L.
menunjukkan bahwa kematian neonatal 40
Ratna dkk, 1986) dan angka kematian bayi
persen dari kematian anak di bawah 5 tahun.
sebesar 71 per 1000 KH hasil Sensus
Penurunan angka kematian bayi yang
Penduduk 1990 (Tim Kajian AKI-AKA,
signifikan yang terjadi pada tahun 2000
2004) secara perlahan-lahan telah turun
hampir seluruhnya terjadi pada masa
menjadi 228 per 100.000 KH (SDKI, 2007)
neonatal lanjut (7-28 hari) dan postneonatal
dan 37 per 1000 KH (EPS dan Macro, 2007)
(29 hari-11 bulan) (Dean T. Jamison, 2006).
pada tahun 2002-2003.
Masa yang paling rentan dari
Pada saat angka kematian bayi masih
sepanjang kehidupan bayi adalah periode
tinggi di tahun 1980an, dan penyebab
neonatal (0-28 hari), dimana data review
kematian bayi pada umumnya penyakit
* Peneliti pada Puslitbang Ekologi & Status Kesehatan

937
Jurnal Ekologi Kesehatan Vol. 8 No. 2, Juni 2009 : 937 - 945

menunjukkan duapertiga dari kematian bay! penyebab kematian di masyarakat, termasuk


terjadi pada bulan pertama dari kehidupannya data penyebab kematian neonatal. Analisis
(Hill K., 1992). Dari periode neonatal, masa ini bertujuan mengetahui tren proporsi lahir
yang paling rentan adalah ketika bayi mati dan kematian neonatal dini dan tren
berumur 0-6 hari (neonatal dini), di mana penyebab kematian neonatal dari berbagai
kondisi bayi baru lahir sangat dipengaruhi survei tersebut. Diharapkan hasil studi
oleh faktor biologis yaitu kondisi janin ketika literatur ini dapat memberi masukkan bagi
di dalam kandungan dimana pengaruh faktor para pengelola program kesehatan.
ibu cukup dominan (Stoll, B., 1997; Steketee,
R., 1996). Kematian neonatal di kabupaten
Cirebon tahun 2004 menunjukkan bahwa 65 BAHAN DAN CARA
persen dari kematian neonatal dini berkaitan
Analisis ini menggunakan data Riset
dengan komplikasi obstetrik yang terjadi
Kesehatan Dasar 2007, Studi mortalitas
pada ibu bayi (Sarimawar, 2005). Kaitan
Surkesnas 2001, dan Survei Kesehatan
komplikasi obsterik dengan kematian
Rumah Tangga (SKRT) 1995 yang
neonatal juga dilaporkan oleh peneliti dari
merupakan data berbasis masyarakat dengan
John Hopkins University, yaitu komplikasi
penyebab kematian yang dikumpulkan
kehamilan seperti placenta praevia dan
melalui tehnik autopsi verbal (AV) dengan
solutio placenta, komplikasi persalinan
desain studi potong-lintang. Studi Riset
termasuk intrapartum asphyxia, trauma
Kesehatan Dasar 2007, Surkesnas 2001, dan
kelahiran, dan kelahiran prematur (Reproline SKRT 1995 terintegrasi dengan Susenas
MNH, 2003). Selain faktor biologis, juga
2007, 2001, dan 1995 dalam hal pengambilan
faktor luar yaitu manajemen pada persalinan
sampel termasuk sampel rumah tangga yang
dan penanganan bayi baru lahir sangat diambil secara Probability Proportional to
mempengaruhi kelangsungan hidup bayi baru Size (PPS). Riset Kesehatan Dasar 2007,
lahir (Besley, 1992). Untuk kasus-kasus Surkesnas 2001, dan Survei Kesehatan
komplikasi, perlu dipikirkan pemberian Rumah Tangga 1995 menggunakan sampel
insentif bagi petugas kesehatan (bidan) agar Susenas Kor dan atau Modul yang mencakup
mereka terus menerus meningkatkan 280.000, 211.168, dan 206.240 rumah
identifikasi dan manajemen malpresentasi tangga.
dan partus lama, serta menghilangkan
hambatan dalam proses rujukan, termasuk Unit analisis diambil dari semua data
hambatan transportasi dari ibu dan perawatan kematian anggota rumah tangga yang
terhadap anak lainnya (Reproline MNH, berumur 0-28 hari pada masing-masing
2003). survei, di mana data kematian dikumpulkan
dalam kurun waktu satu tahun sebelum survei
Apabila perhatian terhadap kematian tersebut dilakukan. Kasus kematian
neonatal berkurang, maka target Millenium diidentifikasi oleh dokter sebagai
Development Goals (MDGs) pada tahun pewawancara pada SKRT 1995, dan
2015 untuk menurunkan angka kematian di Surkesnas 2001, dan pewawancara non
bawah umur 5 tahun sebesar dua pertiganya dokter pada Riskesdas 2007. Instrumen
diperkirakan akan sulit tercapai (Dean T. dirancang secara khusus untuk pewawancara
Jamison, 2006). Beberapa alasan dokter (SKRT95.MORT dan
penanganan bayi neonatal yang terabaikan SKRT01.MORT) dan pewawancara non
yaitu karena rendahnya status wanita dan dokter (RKD07.AV1). Diagnosis yang
bayi baru lahir, terabaikannya kebijakan dan ditegakkan pada ke tiga survei tersebut
program implementasi kematian neonatal, menggunakan konsep WHO yaitu
kualitas data yang tersedia inadekuat, serta Underlying Cause of Death yang
terdapat celah antara safe motherhood dan diklasifikasikan menurut International
program child survival (Lawn, 2001). Classification of Diseases 10 (ICD-10).
Departemen Kesehatan melalui Analisis dilakukan secara deskriptif
pelaksanaan Survei Kesehatan Rumah untuk melihat tren penyebab kematian
Tangga 1995, Survei Kesehatan Nasional neonatal dari tiga waktu survei yang berbeda.
(Surkesnas) 2001, dan Riset Kesehatan Dasar Serta beberapa variabel yang tersedia dari
(Riskesdas) 2007 telah mengumpulkan data

938
Tren Lahir Mati.. .(Sarimawar, Joko & Lamria)

ketiga survei sehingga dapat menunjukkan HASIL


kondisi status kesehatan ibu dan sistem
Kematian perinatal pada Riskesdas
pemeliharaan kesehatan yang diterima
2007 sejumlah 217 kasus, yang terdiri dari 75
ibu/bayi dari survei di atas. Variabel-
lahir mati dan 142 kematian neonatal dini.
variabel tersebut di atas adalah umur ibu,
Jumlah kematian perinatal pada SKRT 1995
jumlah kehamilan, pertolongan persalinan,
sebesar 270 kasus, yang terdiri dari 129 lahir
tempat bersalin, proses persalinan. Limitasi
mati dan 161 kematian neonatal dini.
dari penelitian ini adalah semua penilaian
Kematian perinatal pada Surkesnas 2001
terhadap variabel-variabel tersebut di atas
sebesar 258 kasus (115 lahir mati, 143
hanya terbatas pada kasus bayi yang
kematian neonatal dini dan pada Riskesdas
meninggal sehingga tidak mempunyai
2007 sebesar 217 kasus (75 lahir mati, 142
pembanding kasus bayi yang hidup (survive).
kematian neonatal dini). Penurunan proporsi
lahir mati dan kematian bayi berumur 0-6
hari (neonatal dini) dari tahun 1995-2007
tampak pada Gambar 1.

80.3 78.4

47.8

SKRT 1995 Surkesnas 2001 Riskesdas 2007

I Lahir mati a Neonatal dini


i

Gambar 1. Proporsi lahir mati dan proporsi kematian neonatal dini dari SKRT 1995,
Surkesnas 2001, Riskesdas 2007

Ibu hamil yang mengalami gangguan sedangkan ibu yang mengalami gangguan
kesehatan pada kejadian lahir mati sebesar kesehatan pada kematian neonatal dini
bahwa 95.5 persen, yaitu hipertensi maternal sebesar 97,4 persen yaitu ketuban pecah dini
23,6 persen, komplikasi saat bersalin 17,5 23 persen, hipertensi maternal 21,8 persen,
persen, ketuban pecah dini 12,7 persen, komplikasi pada persalinan 16 persen,
perdarahan antepartum 12,7 persen, ibu antepartum haemorrhagia 6,9 persen dan lain
cedera 10,9 persen dan lain sebagainya, sebagainya. (Tabel 1).

939
Jurnal Ekologi Kesehatan Vol. 8 No. 2, Juni 2009 : 937 - 945

Tabel 1. Proporsi kontribusi faktor ibu terhadap lahir mati dan kematian neonatal dini,
Riskesdas 2007

No. Lahir mati (n=75) Kematian 0-6 hari (n=142)


1 Hipertensi pada maternal 23.6 Ketuban pecah dini 23,0
2 Komplikasi kelahiran dan persalinan 17,5 Hipertensi pada maternal 21,8
3 Ketuban pecah dini 12.7 Komplikasi kelahiran dan persalinan 16,0
4 Perdarahan antepartum 12,7 Gangguan nutrisi pada maternal 10,3
5 Cedera pada maternal 10,9 Kehamilan lebih dari satu 6,9
6 Persalinan letak bokong dan ekstraksi 5.5 Perdarahan antepartum 6,9
7 Kehamilan lebih dari satu 3.6 Persalinan letak bokong dan ekstraksi 5,7
8 Infeksi intrapartum 3,6 Infeksi intrapartum 3,4
9 Presentasi, posisi abnormal, disproporsi 3,6 Kompresi dari tali pusat yang 2,3
selama persalinan mengelilingi leher bayi

Penyakit penyebab kematian badan lahir rendah (BBLR). Sepsis


neonatal hasil Surkesnas 2001 dan Riskesdas neonatorum dan hipothermi juga mengalami
2007 menunjukkan bahwa penyebab peningkatan dibandingkan Surkesnas 2001.
kematian neonatal dini (0-6 hari) terbanyak Penyebab kematian neonatal dini karena
adalah gangguan sistem pernafasan dan di tetanus telah mengalami penurunan dari 4,2
urutan ke dua adalah prematur dan berat persen menjadi 0 (Gambar 2).

35.9
33.6
ID Surkesnas 2001 D Riskesdas 2007 !

Gb 2. Proporsi penyakit penyebab kematian neonatal dini (early neonatal death) hasil Surkesnas
2001 dan Riskesdas 2007
Proporsi penyakit penyebab Penyebab kematian karena tetanus telah
kematian neonatal lanjut (bayi berumur 7-28 mengalami penurunan pada Riskesdas 2007
hari) hasil Riskesdas 2007) menunjukkan dibandingkan Surkesnas 2001. Namun
bahwa sepsis, gangguan pernafasan, prematur demikian, proporsi kematian karena sepsis
dan BBLR, mengalami peningkatan yang neonatorum meningkat dari 8,6 persen
signifikan dibandingkan Surkesnas 2001. menjadi 20,5 persen (Gambar 3).

940
Tren Lahir Mali.. .(Sarimawar, Joko & Lamria)

CD Surkesnas 2001 O Riskesdas 2007 31.4

20.5
18.1
15.4
14.
12.8 12.8

5.7

2.6 2.8 2.6 2.1

Gb 3. Proporsi penyakit penyebab kematian neonatal lanjut (late neonatal death) hasil Surkesnas
2001 dan Riskesdas 2007
Beberapa variabel yang berkaitan mengalami peningkatan. Penolong
dengan kematian neonatal seperti faktor persalinan oleh tenaga kesehatan telah
intrinsik ibu (umur ketika melahirkan, jumlah meningkat dari 57,2 persen menjadi 73,6
kehamilan), penolong persalinan, proses persen (Tabel 2).
kelahiran, tempat persalinan, dikumpulkan
dan dianalisis pada ke dua survei. Dari
Surkesnas 2001 dan Riskesdas 2007 PEMBAHASAN
menunjukkan bahwa proporsi ibu berumur di Di Indonesia, penurunan angka
bawah 20 tahun dari neonatal yang
kematian neonatal cukup signifikan dari 30
meninggal telah menurun dari 22 persen
per 1.000 KH pada tahun 1994 menjadi 20
menjadi 13,2 persen, namun proporsi ibu per 1.000 KH pada tahun 2002, namun
berumur 40-49 tahun dari neonatal yang penurunan angka kematian neonatal tahun
meninggal mengalami peningkatan dari 4 2007 tidak berbeda jauh dibandingkan
persen menjadi 7,5 persen. Proporsi bayi
dengan survei sebelumnya yaitu sebesar 19
neonatal yang meninggal dari ibu dengan per 1.000 KH (BPS dan Macro, 1995, 2003,
gravida pertama dan kedua mengalami
2007). Selama ini perhatian penurunan
penurunan, sedangkan dengan gravida ketiga
angka kematian bayi masih terfokus pada
mengalami peningkatan. Penolong penyakit-penyakit yang tercatat mempunyai
persalinan oleh tenaga kesehatan telah
prevalensi tinggi sebagai penyebab kematian
meningkat dari 57,2 persen menjadi 73,6 bayi. Hal ini menunjukkan bahwa masalah
persen (Tabel 2). kesehatan bayi neonatal belum ditangani
Dari Surkesnas 2001 dan Riskesdas secara optimal, dan penanganan bayi
2007 menunjukkan bahwa proporsi ibu neonatal yang tidak bisa dipersamakan
berumur di bawah 20 tahun dari neonatal dengan penanganan bayi yang berumur lebih
yang meninggal telah menurun dari 22 persen tua. Sekarang ini, para pengelola program
menjadi 13,2 persen, namun proporsi ibu kesehatan harus lebih memfokuskan diri pada
berumur 40-49 tahun dari neonatal yang penanganan bayi berusia 0-28 hari. Apabila
meninggal mengalami peningkatan dari 4 perhatian terhadap kematian neonatal
persen menjadi 7,5 persen. Proporsi bayi berkurang, maka target Millenium
neonatal yang meninggal dari ibu dengan Development Goals (MDGs) pada tahun
gravida pertama dan kedua mengalami 2015 untuk menurunkan angka kematian di
penurunan, sedangkan dengan gravida ketiga

941
Jurnal Ekologi Kesehatan Vol. 8 No. 2, Juni 2009 : 937 - 945

bawah umur 5 tahun diperkirakan akan sulit disamping kondisi kesehatan bayi itu sendiri
tercapai (Reproline MNH, 2003). (Dean T. Jamison, 2006). Pengaruh dari
output kesehatan ibu ketika hamil, proses
Ada penyebab kematian neonatal
kelahiran biasanya mempunyai dampak
yang bersifat langsung (direct cause) dan ada
terhadap kejadian lahir mat! dan kesehatan
pula yang bersifat tidak langsung (indirect
cause), mengingat masa neonatal merupakan bayi sampai berusia 6 hari (Sven G.
Hinderaker, 2003).
output dari kesehatan ibu ketika hamil bayi
tersebut, proses kelahiran bayi neonatal,

Tabel 2. Proporsi Neonatal yang Meninggal menurut Karakteristik Bayi dan


Ibu pada Surkesnas 2001 dan Riskesdas 2007

Karakteristik Surkesnas 2001 (n=1 73) Riskesdas 2007 (n=l81)


Jenis kelamin bayi
- laki-laki 60,2 59,5
- perempuan 39,8 40,5
Tempat meninggal
-RS 39,6 43,3
- Rumah 54,2 54,4
- Lainnya 6,2 2,4
Umur ibu
- kurang dari 20 tahun 22,0 13,2
- 20-29 tahun 38,7 43,4
- 30-39 tahun 35,3 36,0
- 40-49 tahun 4,0 7,5
Jumlah kchamilan
-pertama 30,2 23,5
- kedua 29,1 21,6
- ketiga ke atas 40,7 54,9
Penolong persalinan
- nakes 57,2 73,6
- non-nakes 42,8 26,4
Proses kelahiran
- normal 88,9 80,8
- vakum/operasi 11,1 19,2
Tempat bersalin
-rumah 54,2 54,4
- fasilitas kesehatan 36,7 43,3

Proporsi lahir mati dari tahun 1995 dengan tingkat pendapatan yang rendah-
sampai dengan 2007 telah mengalami menengah kejadian lahir mati sangat berbeda
penurunan secara bertahap dari 48 persen bermakna dengan negara yang mempunyai
menjadi 35 persen, namun untuk kematian tingkat pendapatan tinggi. Penelitian di
neonatal dini penurunannya tidak sebesar daerah perdesaan Tanzania menunjukkan
penurunan kasus lahir mati. Berbagai bahwa proporsi lahir mati hampir 50 persen,
penelitian yang membahas kejadian lahir kematian neonatal dini 38 persen, sisanya
mati menunjukkan bahwa kondisi sosio- kematian neonatal lanjut (Sven G.
ekonomi suatu negara sangat erat dengan Hinderaker, 2003). Banyak di negara miskin,
tingginya proporsi lahir mati. Di negara ibu bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan

942
Tren Lahir Mali...(Sarimawar, Joko & Lamria)

hidup keluarga. Ibu yang bekerja keras secara komplikasi waktu melahirkan 13,0 persen,
manual selama hamil akan meningkatkan gangguan perdarahan antepartum, infark
risiko kejadian lahir mati (Aldona G, 2007). plasenta, prolapsus tali pusat sebesar 9,1
Peneliti yang sama juga mengemukakan persen (Badan Litbangkes, 1997).
bahwa risiko tertinggi dari kejadian perinatal Sedangkan Surkesnas 2001 menunjukkan
berkaitan dengan pertolongan obstetrik ketika bahwa 60,1 persen ibu mengalami gangguan
persalinan dan keadaan patologis pada yang mungkin berkontribusi terhadap
kehamilannya (Aldona G, 2003). Kejadian kematian neonatal dini yaitu gangguan
lahir mati di negara maju pada umumnya kesehatan ibu selama hamil seperti malaria,
hanya satu persen dari pada total kelahiran, pneumonia, infeksi saluran kemih, jantung,
serta penyebabnya tidak dapat diduga. Hal asma sebesar 21,9 persen, perdarahan
ini akan memberikan pandangan bahwa antepartum 5,8 persen, demam intrapartum
penurunan angka kematian perinatal pada 2,3 persen, pre-eklampsia 1,7 persen,
negara dengan tingkat pendapatan tinggi hiperemesis berat 28,3 persen (Sarimawar,
disebabkan karena peningkatan sosio- 2003). Penelitian pada bayi baru lahir di
ekonomi dan kondisi lingkungan (Loudon I, kabupaten Cirebon memperlihatkan adanya
1991). Karena penyebabnya tidak dapat hubungan antara gestational hipertensi,
secara pasti diketahui sebelumnya, maka infeksi pada saat kehamilan, dan komplikasi
tindakan pencegahan tidak dapat kehamilan seperti ketuban pecah dini,
dipersiapkan dengan tepat seperti bayi lahir perdarahan antepartum, dengan birth asfiksia
hidup. dan sepsis pada bayi baru lahir (Sarimawar,
2006). Riskesdas 2007 menunjukkan faktor
Beberapa kemungkinan penyebab
ibu yang berperan adalah ketuban pecah dini,
lahir mati dari beberapa hasil penelitian
hipertensi maternal, dan komplikasi
adalah anomali, prematur, serta ibu
persalinan. Oleh karenanya, diharapkan ibu
mengalami cedera dan sakit (Joanne
bersalin memperoleh akses yang lebih baik
Caccitiore, 2008). Penelitian lainnya
untuk mendapatkan perawatan obstetrik yang
menunjukkan bahwa partus lama,
tepat selama bersalin dan melahirkan (Me
preeklampsia, dan infeksi yang tidak
Clure EM, 2009).
ditangani dapat menyebabkan lahir mati (Me
Clure EM, 2006). Risiko kematian perinatal Kematian neonatal dini SKRT 2001
akan meningkatkan sebesar 13 dan 12 kali, dibandingkan Riskesdas 2007 mengalami
pada ibu yang mengalami sepsis selama sedikit penurunan yaitu dari 80.3 persen
melahirkan dan plasenta praevia dengan menjadi 78.4 persen. Kematian neonatal dini
perdarahan (Aldona G, 2003). Penyebab (bayi berumur 0-6 hari) di Indonesia
kematian perinatal pada SKRT 1995 mengambil proporsi yang sangat besar dari
menunjukkan penyebab kematian terbesar seluruh kematian neonatal. Demikian pula
adalah gangguan pernapasan 45,5 persen, dengan hasil penelitian di kabupaten Cirebon
kemudian prematur dan BBLR 32,8 persen, menunjukkan bahwa kematian neonatal dini
sepsis 6,9 persen, hipotermi 5,9 persen, dan sekitar 80 persen dari semua kematian
tetanus neonatorum 3,4 persen (Badan neonatal (Sarimawar, 2007). Penyebab
Litbangkes, 1997). Penyebab kematian kematian neonatal dini tertinggi adalah
terbesar untuk bayi baru lahir di daerah prematur dan berat badan lahir rendah
perdesaan Tanzania adalah kematian yang (BBLR) sebesar 35 persen, gangguan
berhubungan dengan asphyxia (Sven G. pernapasan sebesar 36 persen dan dari bayi
Hinderaker, 2003). neonatal yang meninggal 57 persen
kelahirannya ditolong oleh tenaga kesehatan
Dari sudut pandang faktor ibu, maka
(Surkesnas, 2001). Pada tahun 2004-2005,
hasil SKRT 1995 menunjukkan bahwa
Program Appropriate Technology of Health
penyebab ibu yang berkontribusi terhadap
telah melaksanakan pelatihan dan
kematian perinatal sebesar 72,1 persen, dan
penggunaan alat resusitasi untuk
27,9 persen tanpa kontribusi ibu. Proporsi
dipergunakan oleh bidan desa menangani
terbesar adalah penyakit/gangguan kesehatan
bayi baru lahir dengan asphyxia di kabupaten
ibu selama hamil (hipertensi, malaria, kurang
Cirebon, ternyata terbukti menurunkan angka
gizi/anemi, infeksi) 31,2 persen, selanjutnya
kematian neonatal secara signifikan (5,1 per
komplikasi waktu hamil 18,8 persen,

943
Jurnal Ekologi Kesehatan Vol. 8 No. 2, Juni 2009 : 937 - 945

1000 KH menjadi 2,7 per 1000 KH) (Iwan sistem yang sudah berjalan. Pemeliharaan
Ariawan). Selain itu juga dikemukakan gizi yang cukup bagi ibu hamil dan asupan
bahwa terjadi keterlambatan memutuskan pemeriksaan kehamilan berkualitas harus
membawa bay! asphyxia ke rumah sakit, terus ditingkatkan. Saat ini yang perlu
transportasi, dan manajemen kasus di unit dilakukan adalah mengevaluasi penanganan
emergensi. komplikasi maternal dan bayi lahir (terutama
asphyxia) melalui program Pelayanan
Laporan Diseases Control Priorities
Obstetri Neonatal Emergensi Dasar
Project menunjukkan bahwa penurunan
(PONED) dan Pelayanan Obstetri Neonatal
Neonatal Mortality Rate (NMR) pada tahun
Emergensi Komprehensif (PONEK).
1983-2000 lebih signifikan mencapai 60
Penggunaan alat resusitasi untuk bayi yang
persen pada negara dengan tingkat
lahir dengan asphyxia oleh bidan di desa
pendapatan tinggi dibandingkan negara
dapat dipertimbangkan sebagai upaya
dengan tingkat pendapatan rendah dan
terobosan, sebagai bagian dari program
menengah, yang penurunannya hanya 15
PONED.
persen. Di Indonesia, Bangladesh, Srilanka
penurunan NMR mencapai 40-50 persen, hal
ini disebabkan karena peningkatan cakupan
UCAPAN TERIMA KASIH
vaksinasi TT pada ibu hamil yang memberi
efek pencegahan terhadap tetanus Terima kasih kami sampaikan
neonatorum serta upaya penanganan kepada Kepala Badan Litbang Kesehatan
persalinan yang bersih (Dean T. Jamison, et yang telah memberi kesempatan kepada
al, 2006). Niat pemerintah untuk penulis untuk mengolah data dan
melaksanakan usaha safe motherhood yang mempublikasikan di Jurnal Ekologi
sudah dimulai sejak tahun 1988 (Jeremy Kesehatan. Terima kasih kepada semua
Shiftman, 2003) seyogyanya ditindaklanjuti pihak yang telah membantu pengolahan data
oleh Pemda dan Dinas Kesehatan dengan dan penulisan makalah ini.
sungguh-sungguh.

DAFTAR PUSTAKA
KESIMPULAN Aldona Gaizauskiene, Zilvinas Padaiga, Skirmante
Berdasarkan tren kematian neonatal Starkuviene, Ruta Mizeriene (2007).
Prediction of Perinatal Mortality at an Early
dari tahun 1995-2007, maka Stage of Pregnancy. Scandinavian Journal of
penyakit/gangguan kesehatan yang perlu Public Health, 35: 564-569. [Cited 2008
mendapat perhatian adalah: gangguan Nov 12]. Available from
pernapasan ketika lahir (birth asphyxia, http://sip.sagepub.com
Aldona Gaizauskiene, Zilvinas Padaiga, Vytantas
respiratory distress syndrome, aspirasi Basys, Grigorij Grigorjev, Ruta Mizeriene
meconium), prematur dan berat badan lahir (2003). Risk Factors of Perinatal Mortality in
rendah untuk bayi neonatal dini, serta sepsis Lithuania 1997-1998. Scandinavian Journal
neonatorum untuk bayi neonatal lanjut. Ibu of Public Health, 31: 137-142. [Cited 2008
Nov 12]. Available from
hamil yang mengalami hipertensi maternal
http://sip.sagepub.com
serta ibu bersalin yang mengalami Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan,
komplikasi persalinan juga akan Departemen Kesehatan RI (1997). Laporan
mempengaruhi kesehatan bayi ketika lahir Survei Kesehatan Rumah Tangga 1995.
dan pada masa neonatal dini. Badan Pusat Statistik (BPS) dan Macro Internasional
(Macro) (2007). Survei Demografi dan
Kesehatan Indonesia 2007, Ringkasan Hasil,
Calverton, Maryland, USA.
SARAN Badan Pusat Statistik-Statistics Indonesia (BPS),
National Family Planning Coordinating
Untuk mencapai target Millenium Board, Ministry of Health, ORC Macro
Development Goal (MDG) menurunkan (2003). Indonesia Demographic and Health
angka kematian neonatal pada tahun 2015, Survey 2002-2003. Calverton, Maryland:
BPS and ORC Macro.
intervensi yang ditujukan kepada bayi
Badan Pusat Statistik-Statistics Indonesia (BPS),
neonatal harus dilaksanakan dengan cost- National Family Planning Coordinating
effective, dan efisien dengan memaksimalkan Board, Ministry of Health, ORC Macro
(1995). Indonesia Demographic and Health

944
Tren Lahir Mali.. .(Sarimawar, Joko & Lamria)

Survey 1994. Calverton, Maryland: BPS and rez.Pubmed.Pubmed ResultsPanel.Pubmed


ORC Macro. DiscoveryPanel.Pubmed DiscovervRA&link
Besley, M (1992). "Global Overview of Newborn pos=5&log$=relatedreviews&logdbfrom=pu
Health." Summary of oral report to Director- bmed
General of WHO at 89* meeting of WHO Me Clure EM, Saleem S, Pasha 0, Goldenberg RL
Executive Board, January. (2009). Stillbirth in developing countries: a
Budiarso, L. Ratna dkk (1986). Survei Kesehatan review of causes, risk factors and prevention
Rumah Tangga 1986. Pusat Penelitian strategies. J Matem Fetal Neonatal Med.
Ekologi Kesehatan, Badan Litbangkes, Mar;22(3): 183-90. [cited 2009 April 28].
Departemen Kesehatan Jakarta. Available from:
Dean T. Jamison, et al (2006). Maternal and Neonatal http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/190897
Health, Cost-Effective Strategies for the 79?ordinalpos=l&itool=EntrezSvstem2.PEnt
Excess of Burden of Diseases in the rez.Pubmed.Pubmed ResultsPanel.Pubmed
Developing Countries, Priorities in Health. DiscoveryPanel.Pubmed DiscovervRA&link
Diseases Control Priorities Project. The pos=3&log$=relatedarticles&logdbfrom=pub
World Bank Group, [cited 2009 March 28]. med
Available from: Reproline Maternal and Neonatal Health (2003).
http://www.ncbi.nlm.nih. gov/books/bv.fcgi?r Special Report: Reducing Perinatal and
id=dcp2.section.3815 Neonatal Mortality. Last Updated: 2003 July
Hill K. (1992). Approaches to the Measurement of 09 [cited 2009 March 28]. Available from:
Childhood Mortality: A Comparative review. http://www.reproline.ihu.edu/
IIVRS paper No.51. John Hopskin Sarimawar Djaja, Soeharsono Soemantri (2003).
University, School of Hygiene and Public Penyebab Kematian Bayi Baru Lahir
Health, September. (Neonatal) dan Sistem Pelayanan Kesehatan
Iwan Ariawan, Mardiana Agustini, Yancy Seamans, yang Berkaitan di Indonesia, Survei
Vivien Tsu, James T Litch, M. Sholeh Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) 2001.
Kosim. Managing Birth Asphyxia in Home Bulletin Penelitian Kesehatan, Vol.31 (3):
Based Deliveries: The Impact of Village 155-165.
Midwives Training and Supervision on Sarimawar Djaja, Soewarta Kosen, Felly P. Senewe,
Newborn Resuscitation in Cirebon, Iwan Ariawan (2005). Survei Kematian
Indonesia. Path [Cited 2009 April 28]. Neonatal (Studi Autopsi Verbal) di
Available from: Kabupaten Cirebon, 2004. Bulletin
http://www.esdproi.org/site/DocServer/NIC8 Penelitian Kesehatan, Vol.33 (1): 41-52.
Iwan Ariawan.pdf?docID=1098 Sarimawar Djaja, Dwi Hapsari, Soewarta Kosen
Jeremy Shiffman (2003). Generating Political Will for (2006). Pengaruh Faktor Kesehatan Ibu
Safe Motherhood in Indonesia. Social terhadap Kematian Bayi Baru Lahir di
Science and Medicine 56:1197-1207. Kabupaten Cirebon, 2004. Majalah
Joanne Cacciatore, Suzanne Bushfield (2008). Kedokteran Damianus Vol. 5 (3): 201-210.
Stillbirth: A Sociopolitical Issue. Journal of Tim Kajian AKI-AKA (2004). Laporan Kajian
Women and Social Work, vol 23 (4): 378- Kematian Ibu dan Anak di Indonesia. Badan
387, Nov. [Cited 2009 April 28]. Available Penelitian dan Pengembangan Kesehatan,
from: http://aff.sagepub.com. Departemen Kesehatan RI.
Lawn, J., Brian J. Me Carthy, Susan Rae Ross (2001). Steketee, R., Wirima, J.J., Campbell, C.C. (1996).
The Healthy Newborn, Part 1. Care-CDC Developing Effective Strategies for Malaria
Health Initiative, p.9-11. Prevention Programs for African Pregnant
Loudon I. (1991). On Maternal and Infant Mortality, Women. Am J Trop Med Hyg, Vol.55 (Suppl
1900-1960. Soc Hist Med; 4: 29-73. [cited I), pp 95-100.
from Avoidable stillbirths and neonatal Stoll, B. The Global Impact of Neonatal Infection
deaths in rural Tanzania]. (review). Clin Perinatal. Vol 24 (1): 1-27
Me Clure EM, Nalubamba-Phiri M, Goldenberg RL [cited from The Healthy New Born].
(2006). Stillbirth in developing countries. Sven G. Hinderaker et al. (2003). Avoidable Stillbirths
Int J Gvnaecol Obstet.. Aug; 94(2):82- and Neonatal Deaths in Rural Tanzania
90. Epub 2006 May 30. [cited 2009 (2003). BJOG: an International Journal of
April 28]. Available from: Obstetrics and Gynaecology, vol 110, pp
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/167307 616-623.
26?ordinalpos= 1 &itool-EntrezSvsteni2. PEnt

945