Anda di halaman 1dari 9

ASMARA

Ketika lonceng cinta mulai berbunyi


Tak akan ada yang bisa menghentikanya
Ketika panah cinta mulai menusuk hati
Tak akan ada yang bisa mengobatinya
Walau seribu duka telah menghampiri
Dan gejolak hatipun tak bisa dipungkiri
Inilah cinta suci yang kumiliki
Untukmu ku persambahkan wahai pujaan hati
KERETA MALAM
Suara angin mendesir di keheningan malam
Kerlipan lampu lentera yang menghiasi kota
Rel kereta menjadi saksi bisu perjalananya
Murka diantara kita
Hilang bagai disapu langit
Kini tinggal kenangan
Atau hanya angan – angan
Pyonyang tempat kita berjumpa
PINTU KEHENINGAN MALAM
Denting jam menunjukkan pukul tiga
Bangunkan diriku
Tuk bersujud dan menyebut nama-Mu
Setiap kali ku mengingat-Mu
Diriku merasakan kesejukan jiwa
Betapa sejuknya angin malam
Yang tak semua dapat merasakan
Istiqomahkan diriku ini
Agar selalu dapat menikmati ke agungan-Mu
Di keheningan malam
TERIMA KASIHKU
Lewat puisi ini aku persembahkan
Salam sayang, dan teriring doa
Terima kasih ku ucapkan
Cemas, tawa, dan haru menjadi satu
Tepuk tangan yang syahdu
Menjadi semangatku
Bukan aku yang terbaik
Dan bukan pula yang terhebat
Melainkan itu semua karna doamu
HANYA KAU SEGALANYA
Bermusim sudah ku merinduimu
Mataku kelu dan membeku
Tetapi teringat sinaran wajahmu
Meyakinkan diriku
Walaupun dilanda cemburu
Hanya kau yang ku rindu
Pancaran cinta ku dekap di kalbu
Dan terasa indah
Andai disulam kasih dan sayang
Walaupun terasa pahit
Pasrah ditelan
SYURGA DI TELAPAK KAKI IBU
Bercucuran air mata bila mendengarkan
Betapakah besar budi ibunda berikan
Siang malam menderita, namun tak kau endahkan
Sungguh besar pengorbanan yang engkau berikan
Duhai apakah kah gerangan
Yang bisa membalas budimu
Bagi insan yang melahirkan, dan membesarkan
Betapakah besar budi ibunda berikan
Tiada bahagia, tiada rasa tanpa doa restu
Syurga itu ditelapak kaki Ibu
GADIS KECIL YANG MALANG
Hidupmu penuh kau abdikan
Balasanya adalah sebuah siksaan
Walaupun terasa mencekam
Tetap tegar seolah bak terasa nyaman
Gadis kecil yang malang
Belaian kasih bunda yang kau harapkan
Bak menggapai bintang di kegelapan malam
Kasih sayang yang diberikanya
Sirna setelah kepergianya
Semoga Tuhan memberimu ketabahan
Tuk menjalani kehidupan
PADAMU NEGARAKU
Tiap kali ku menyanyikan lagumu
Mengetuk hatiku yang sekeras batu
Jiwa berkata, betapa sengsaranya perjuangan
kunikmati sekarang adalah sebuah kemenangan
Luka bersimbah darah tak kau hiraukan
Kemenangan yang ingin kau persembahkan
Ku selalu ingin melanjutkan
Atas apa yang telah kau berikan
Hanya bakti negara yang bisa kulakukan
Biografi Penulis
Chifni Darun Naja, lahir di Kediri, 14 Januari
1998 anak kedua dari pasangan Bapak Yajid dan
Ibu Malikah dan beralamat di Desa Keniten,
Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri.
Pendidikan mulai dari TK sampai tingkat SMA
diselesaikan di Kota Kelahiranya. Saat ini sedang
menempuh pendidikan di perguruan tinggi di
Universitas Negeri Malang Prodi S1 Pendidikan
Administrasi Perkantoran lewat jalur SBMPTN
Bidikmisi.
Semasa sekolah pernah aktif di beberapa
organisasi yaitu PMR di SMPN 1 MOJO dan juga
pengurus OSIS di SMPN 1 MOJO periode 2011-
2012. Dan juga menjadi anggota dan pengurus
DJM ( Dewan Jama’ah Masjid di SMKN 2
KEDIRI.