Anda di halaman 1dari 4

Taman Nasional Baluran

Taman Nasional Baluran merupakan perwakilan ekosistem hutan spesifik kering di


Pulau Jawa. Hutan di taman ini terdiri dari tipe vegetasi savana, hutan mangrove, hutan
musim, hutan pantai, hutan pegunungan bawah, hutan rawa dan hutan yang selalu hijau
sepanjang tahun. Taman Nasional Baluran memiliki berbagai macam flora dan fauna
dan ekosistem.
Tumbuhan di taman nasional ini sebanyak 444 jenis. Di antara jenis tumbuhan di
sini terdapat tumbuhan asli yang khas dan menarik yaitu widoro bukol (Ziziphus
rotundifolia), mimba (Azadirachta indica), dan pilang (Acacia leucophloea). Widoro
bukol, mimba, dan pilang merupakan tumbuhan yang mampu beradaptasi dalam kondisi
yang sangat kering (masih kelihatan hijau), walaupun tumbuhan lainnya sudah layu dan
mengering.
Tumbuhan yang lain seperti asam (Tamarindus indica), gadung (Dioscorea
hispida), kemiri (Aleurites moluccana), gebang (Corypha utan), api-api (Avicennia sp.),
kendal (Cordia obliqua), manting (Syzygium polyanthum), dan kepuh (Sterculia foetida).
Di taman ini juga terdapat 26 jenis mamalia diantaranya banteng (Bos javanicus
javanicus), kerbau liar (Bubalus bubalis), ajag (Cuon alpinus javanicus), kijang
(Muntiacus muntjak muntjak), rusa (Cervus timorensis russa), macan tutul (Panthera
pardus melas), kancil (Tragulus javanicus pelandoc), dan kucing bakau (Prionailurus
viverrinus). Satwa banteng merupakan maskot/ciri khas Taman Nasional Baluran.
Selain itu, terdapat sekitar 155 jenis burung di antaranya termasuk yang langka
seperti layang-layang api (Hirundo rustica), tuwuk/tuwur asia (Eudynamys scolopacea),
burung merak (Pavo muticus), ayam hutan merah (Gallus gallus), kangkareng
(Anthracoceros convecus), rangkong (Buceros rhinoceros), dan bangau tong-tong
(Leptoptilos javanicus).
Taman nasional memiliki beragam manfaat berupa produk jasa lingkungan, seperti
udara bersih dan pemandangan alam. Kedua manfaat tersebut berada pada suatu
ruang dan waktu yang sama. Diperlukan suatu bentuk kebijakan yang mampu mengatur
pengalokasian sumberdaya dalam kaitannya dengan pemenuhan kebutuhan
masyarakat dengan tetap memperhatikan daya dukung lingkungan dan aspek sosial
ekonomi masyarakat sekitarnya.
Sumber: http://www.mikirbae.com

TUGAS

(1) Temukan 2 contoh kalimat simpleks dalam teks di atas.


(2) Temukan 2 kalimat kompleks.
(4) Presentasikan hasil kerjamu di depan kelas.
A. Kalimat Simpleks karena pada umumnya mereka berfungsi sebagai keterangan kalimat,
contoh kalimat kompleks:

Kalimat simpleks adalah tipe kalimat yang hanya terdiri dari satu subjek
dan satu predikat. Dengan kata lain, kalimat simpleks merupakan kalimat Saya tidak berangkat ke sekolah karena hujan.
yang hanya terdiri dari satu klausa. Karena hanya terdiri dari satu predikat,
sudah barang tentu kalimat simpleks hanya memberikan satu informasi. Dia tidak kaya semenjak kecil.
Oleh karena itu, kalimat simpleks juga bisa disebut dengan kalimat tunggal. Saya menilai dia orang yang baik.
Perhatikan contoh kalimat simpleks di bawah ini:

Bapak itu dokter bedah. [S,P]


Kalimat yang dicetak tebal adalah klausa utama/kalimat inti. Sedangkan
Mereka membuat roti [S,P,O] kalimat yang diawali dengan kata hubung adalah klausa penghubung.
Kepandaian Winda sudah diakui teman-temannya [S,P,Pel] "Karena hujan, semenjak kecil, orang yang baik" adalah contoh klausa
penghubung dan mereka tidak bisa berdiri sendiri sebagai sebuah kalimat.
Kami berangkat pagi [S,P,K] Hal ini berbeda dengan kalimat yang dicetak tebal dimana bisa menjadi
kalimat sendiri. Kalimat kompleks dapat kita identifikasikan dengan adanya
Diam! [P] dua klausa yang menggunakan kata hubung seperti:
Kelima contoh kalimat tersebut adalah kalimat simpleks karena hanya ada
satu predikat dan satu subjek. Pada contoh kalimat imperatif, umumnya
subjeknya tidak ditampakan. Pada kalimat "diam!", bentuk lengkapnya sejak, semenjak
adalah "kamu diam!"

ketika, sambil, selama


B. Kalimat Kompleks

setelah, sebelum, sehabis, selesai


Kalimat kompleks juga sering disebut dengan kalimat majemuk bertingkat.
Kalimat kompleks terdiri dari dua klausa, yaitu klausa utama yang disebut
dengan induk kalimat (inti kalimat) dan klausa penghubung yang disebut asalkan, apabila, jika, jikalau, manakala, tatkala
dengan anak kalimat. Klausa utama bisa berdiri sendiri sebagai kalimat,
sedangkan klausa penghubung tidak bisa berdiri sendiri sebagai kalimat
seandainya, seumpama Klausa utama 1: Saya membeli sayur.

agar, supaya Klausa utama 2: Ibu membeli roti.

walaupun, meskipun, kendatipun, sekalipun, b. Ayah memakan kolak, tetapi adik memakan es campur.

sehingga, sampai, maka Klausa utama 1: Ayah memakan kolak.

dengan, tanpa Klausa utama 2: Adik memesan es campur.

yang, c. Mahasiswa dilarang makan atau minum di dalam kelas.

bahwa Klausa utama 1: Mahasiswa dilarang makan di dalam kelas.

C. Kalimat Majemuk Klausa utama 2: Mahasiswa dilarang minum di dalam kelas.

Kalimat majemuk adalah kalimat yang terdiri dari dua klausa utama yang Kata hubung atau konjungsi yang biasa digunakan dalam kalimat majemuk
digabungkan sehingga masing-masing klausa tersebut bisa menjadi adalah dan, tetapi, atau, sedangkan, serta
kalimat sendiri-sendiri jika dipecah. Perhatikan contoh kalimat majemuk di
bawah ini:
D. Kalimat Majemuk Kompleks

a. Saya membeli sayur dan ibu membeli roti.


Kalimat majemuk kompleks adalah kalimat yang terdiri dari tiga atau lebih Ciri klausa utama adalah bisa menjadi kalimat mandiri ; berdiri sendiri.
klausa dengan komposisi dua klausa adalah klausa utama dan satunya
adalah klausa penghubung. Perhatikan contoh kalimat majemuk kompleks
di bawah ini: Ciri klausa penghubung adalah diawali dengan tanda hubung seperti
meskipun, tetapi, ketika, dll dan tidak bisa menjadi kalimat mandiri.

a. Ibu sedang menulis surat dan ayah sedang mencuci mobil ketika
tsunami melanda kota Aceh.

Klausa utama 1: ibu sedang menulis surat

Klausa utama 2: ayah sedang mencuci mobil

Klausa penghubung: ketika tsunami melanda kota Aceh.

b. Jika uang THR turun, ibu akan membelikan saya sepatu, sedankan ayah
akan membelikan sarung.

Klausa utama 1: ibu akan membelikan saya sepatu.

Klausa utama 2: ayah akan membelikan sarung.

E. Catatan Penting