Anda di halaman 1dari 4

Biomarker pada tumor phylodes

Saat ini, sudah banyak diteliti mengenai biomarker untuk kasus tumor phylodes,
beberapa berhubungan dengan grading tumor. Tetapi penggunaan biomarker dalam
penentuan grading masih terbatas.1 Beberapa penelitian telah dilakukan untuk menemukan
biomarker-biomarker pada tumor phylodes. Penelitian yang dilakukan Vilela et al (2014)
menemukan bahwa ekspresi stroma dari Ki-67, CD10, CD34 dan p53 berhubungan dengan
grade tumor phylodes. Biomarker Ki-67, CD10 dan CD34 secara signifikan dapat
membedakan tumor phylodes jinak dengan borderline serta tumor phylodes jinak dengan
ganas. Sedangkan p53 hanya signifikan dalam membedakan tumor phylodes jinak dan
ganas.2
Pada penelitian lain yang dilakukan oleh Tan et al (2014), menemukan bahwa
terdapat korelasi positif antara ekspresi stromal Six1 dan Pax3 dengan grade tumor phylodes.
Tetapi berkolerasi negatif antara ekspresi nuclear epithelial dari Six1 dan Pax 3 dengan grade
tumor phylodes.3

Gambar 1. Korelasi antara ekspresi Six1 dan Pax3 dengan grade tumor phylodes

Terapi Tumor Phylodes


Terapi utama pada kasus tumor phylodes adalah eksisi luas dengan margin > 1 cm.
Mastektomi diindikasikan pada kasus dimana eksisi dengan margin 1 cm tidak dapat
dilakukan. Margin yang kurang dari 1 cm memiliki korelasi dengan peningkatan resiko
kekambuhan, tetapi bukan merupakan indikasi absolut untuk dilakukan mastektomi.4
Gambar 2. Tatalaksana pada tumor phylodes4

Saat ini belum ada penelitian uji klinis yang membuktikan manfaat kemoterapi
adjuvant untukkasus tumor phylodes ganas. Walaupun dari penelitian didapatkan bahwa
terdapat reseptor estrogen dan progesteron pada tumor phylodes, tetapi terapi hormon tidak
dapat digunakan pada tumor phylodes. Hal ini karena pada tumor phylodes, reseptor estrogen
beta lebih banyak dibandingkan hormon reseptor alfa yang banyak terdapat pada karsinoma
payudara.1
Pada tumor phylodes rekuren, terapi utama tetap eksisi luas dengan margin > 1 cm
dengan mempertimbangkan pemberian terapi radiasi setelah dilakukan eksisi pada tumor.4
Tetapi pada tumor phylodes rekuren yang telah metastasis, terapi diberikan berdasarkan
prinsip tatalaksana sarkoma jaringan lunak (gambar 3).5

Gambar 3. Prinsip tatalaksana sarkoma jaringan lunak5

Daftar Pustaka
1. Tan BY, Acs G, Apple SK, Badve S, Bleiweiss IJ, Brogi E, et al. Phyllodes tumours of
the breast: a consensus review. Histopathology. 2016 Jan;68(1):5–21.
2. Vilela MHT, de Almeida FM, de Paula GM, Ribeiro NB, Cirqueira MB, Silva ALP, et al.
Utility of Ki-67, CD10, CD34, p53, CD117, and Mast Cell Content in the Differential
Diagnosis of Cellular Fibroadenomas and in the Classification of Phyllodes Tumors of
the Breast. Int J Surg Pathol. 2014 Sep 1;22(6):485–91.
3. Tan WJ, Thike AA, Bay BH, Tan PH. Immunohistochemical expression of
homeoproteins Six1 and Pax3 in breast phyllodes tumours correlates with histological
grade and clinical outcome. Histopathology. 2014 May;64(6):807–17.
4. Gradishar WJ, Anderson BO, Balassanian R, Blair SL, Burstein HJ, Cyr A, et al. Breast
Cancer Version 3.2015. J Natl Compr Canc Netw. 2015 Apr;13(4):448–75.
5. DeVita VT, Lawrence TS, Rosenberg SA, editors. Devita, Hellman, and Rosenberg’s
cancer: principles & practice of oncology. 10th edition. Philadelphia: Wolters Kluwer;
2015.