Anda di halaman 1dari 20

MARASMUS

1. Reni, anak perempuan usia 18 bulan, dibawa ibunya ke poli anak RSMP dengan
keluhan muntah dan BAB cair sejak 3 hari yang lalu. Reni mengalami muntah dengan
frekuensi 2 kali sehari banyaknya sekitar 1-3 sendok makan. Frekuensi BAB 3 kali
sehari dengan konsistensi cair, jumlah setiap kali BAB sekitar 1/4 gelas belimbing.
BAB tidak disertai lendir dan darah.
A. Bagaimana hubungan umur dan jenis kelamin dengan keluhan muntah dan BAB
cair sejak 3 hari yang lalu?
Hubungan usia :
 Sebagian besar diare terjadi pada anak dibawah usia 2 tahun.
 umur balita 12-24 bulan mempunyai resiko terjadi diare 2,23 kali
dibandingkan anak umur 25-59 bulan.
Hubungan JK :
 Kejadian diare pada anak laki-laki hampir sama dengan anak perempuan.

B. Apa saja kemungkinan penyebab penyakit (muntah BAB cair dan muntah) pada
anak usia 18 bulan ?
Muntah :
1. Obstruksi
o Stenosis pilorus
2. Non Obstruksi
o Intoleransi Laktosa
o Gastroenteritis
3. Sistem Syaraf Pusat
o Meningitis
o Ensefalitis
o Peningkatan Tekanan Intra Kranial
4. Non Organik
o Tekhnik Makan
o Erofologi
o Motion Sickness
BAB Cair
1. INFEKSI
o Golongan Bakteri
o Golongan Virus
o Golongan Parasit
2. Malabsorbsi
o Malabsorbsi karbohidrat : disakarida (intoleransi laktosa, maltose
dan sukrosa), monosakarida (intoleransi glukosa, fruktosa, dan
galaktosa).
o Factor makanan : makanan basi, beracun, alergi terhadap makanan

C. Apa makna muntah dan BAB cair 3 hari yang lalu dengan frekuensi 2 kali sehari
sekitar 1-3 sendok makan. BAB 3 kali sehari dengan konsistensi cair, jumlah setiap
kali BAB sekitar ¼ gelas belimbing, BAB tidak disertai lendir dan darah dan telah
berlangsung sejak 3 hari yang lalu dan juga mengalami dengan frekuensi 2 kali
sehari banyaknya sekitar 1-3 sendok makan?
BAB 3x sehari :
o Frekuensi : 3x sehari tanpa ada penurunan BB  normal pada bayi
o Bila frekuensi >3x + penurunan bb  abnormal
o Makna pada kasus reni mengalami diare akut < 14 hari

BAB dengan jumlah ¼ gelas belimbing dengan frekuensi 1-3 sendok :


o Banyaknya cairan yang keluar dari tubuh Reni. BAB cair + muntah= ( ¼
gelas belimbing x 3) + (3 sendok makan x 2)
= ± 200- 210 ml/ hari

BAB tidak disertai darah dan lendir : menyingkirkan DD disentri

D. Bagaimana patofisiologi BAB dan muntah pada Reni ?


Mekanisme BAB cair (diare)
o Malnutrisi → ↑ pemecahan cadangan energy → berlangsung terus menerus
→ ↓cadangan energy tubuh termasuk organ-organ dalam (intestinum tenue)
→ atrofi villi-villi intestinum tenue → fungsi villi untuk absorbsi air dan
nutrisi terganggu, sel kripta menyekresikan air → ↑ gerakan peristaltik usus
→ cairan dan sisa makanan terdorong keluar melalui anus → BAB cair
(diare)
Muntah
o Malnutrisi → ↑ pemecahan cadangan energy → berlangsung terus menerus
→ ↓cadangan energy tubuh termasuk organ-organ dalam (intestinum tenue)
→ atrofi villi-villi intestinum tenue → fungsi villi untuk absorbsi air dan
nutrisi terganggu, sel kripta menyekresikan air → ↑ gerakan peristaltik usus
→ distensi usus → stimulasi nervus vagus → muntah

Apabila terjadi keluhan akibat infeksi :


BAB Cair :
o Infeksi bakteri  bakteri menempel pada mukosa usus  mukosa teriritasi,
sekresi meningkat dan absorbsi menurun  enterotoksin mengaktifkan 2nd
messenger  elektrolit disekresikan ke lumen dengan air  air keluar
dengan cairan sebagai pertahanan untuk mengeluarkan bakteri  Bab cair
Muntah :
o Absorbsi dan digesti  ↑ tekanan koloid osmotik lumen usus  makanan
dan cairan di lumen usus banyak lumen usus distensi  meresepon
reseptor muntah  muntah.

E. Bagaimana dampak keluhan diare dan muntah terhadap pertumbuhan dan


perkembangan Reni ?
o Diare  gangguan cairan elektrolit + dehidrasi  dampak atrofi pada
sistem gastrointestinal  penyerapan makanan dan nutrisi di usus terganggu
 tubuh tidak mendapat nutrisi  gangguan tumbang

F. Berapa frekuensi dan volume BAB normal pada anak usia 18 bulan ?
o Sembilan puluh lima persen anak berusia 1 sampai 4 tahun mengalami BAB
3 kali sehari hingga dua hari sekali atau tiga kali seminggu.
2. Satu bulan yang lalu Reni mengalami demam tidak terlalu tinggi, turun naik, disertai
batuk dan pilek, namun tidak mengalami sesak nafas.
A. Apa makna 1 bulan yang lalu Reni mengalami demam tidak terlalu tinggi, turun
naik, batuk, dan pilek, dan tidak sesak nafas ?
o Malnutrisi  kekurangan energi protein  penurunan imunitas 
berkurangnya respon sel radang lymp T  mudah terinfeksi
o Makna tidak mengalami sesak nafas : menyingkirkan DD khasiokor yang
ditandai sesak akibat edema yang menekan dipraghma

B. Adakah hubungan antara Reni mengalami demam tidak terlalu tinggi, turun naik,
batuk, dan pilek, dan tidak sesak nafas dengan keluhan BAB cair dan muntah ?
o Pada awalnya pasien ini memang sudah mengalami malnutrisi (gizi buruk)
yang menyebabkan imunitas menurun sehingga mudah terserang infeksi dan
demam.

C. Bagaimana patofisiologi demam tidak terlalu tinggi, turun naik, batuk, dan pilek ?
o Demam tidak terlalu tinggi: Infeksi dari mikroorganisme → pelepasan
pirogen eksogen → pelepasan pirogen endogen dari leukosit (IL 1) → IL 1
masuk ke dalam sirkulasi dan mencapai hipotalamus → pelepasan
arakidonat di hipotalamus → memacu sintesis prostaglandin meningkat →
Prostalglandin mengacaukan set point suhu di hipotalamus → hipotalamus
mendeteksi seolah-olah suhu lingkungan menurun → merangsang
hipotalamus meningkatkan thermostat tubuh dengan vasokontriksi di perifer
→ suhu tubuh meningkat ( demam )
o Mikroorganisme (bakteri) masuk melalui inhalasi → mikroorganisme
berada di saluran pernapasan atas → mikroorganisme menempel pada
mukosa hidung → merangsang sel goblet untuk mengeluarkan mukus →
mukus dikeluarkan melalui hidung → pilek
o Batuk : ( fase inspirasi) Inhalasi udara yang mengandung benda asing →
menempel pd faring (reseptor iritan) → reseptor iritan mengirim impuls ke
pusat batuk di medulla oblongata melalui serabut-serabut aferen → medulla
oblongata merespon implus tersebut → medulla oblongata mengirim
respon ke efektor melalui serabut eferen → (fase kompresi) epiglotis
tertutup untuk menjerat udara dalam paru → tekanan dalam paru-paru
meningkat → otot-otot abdomen dan otot-otot ekspirasi berkontraksi
dengan kuat mendorong diafragma → ( fase ekspirasi ) epiglotis terbuka
dengan tiba-tiba → udara keluar menggetarkan jaringan saluran napas →
batuk

ASI hanya
sampai 2 bulan

Imunitas kurang*

Pemberian sufor dan MP


yang tidak adekuat

Demam
Mudah infeksi
batuk pilek

Kebutuhan
nutrisi
meningkat dan
akan terjadi
anoreksia

Defisiensi makro dan


mikro nutrisi

Atrofi mukosa
Malnutrisi energy
usus halus
protein
Intoleransi diare
laktosa didapat
Penurunan
enzim laktase
3. Berat badan reni tidak naik sejak 10 bulan yang lalu, malah bahkan turun. Berat badan
tertinggi pada saat usia 8 bulan yaitu 6,6 kg dan saat ini berat badan turun menjadi 6
kg.
A. Apa makna BB Reni tidak mengalami kenaikan sejak usia 10 bulan, BB tertinggi
saat usia 8 bulan yaitu 6,6 dan saait ini BB turun menjadi 6 kg ?
Maknanya, Reni telah mengalami gangguan pertumbuhan (Failure to Thrive)

B. Bagaimana keadaan normal BB usia 8 bulan ?

C. Apa penyebab penurunan BB ?


Penyebab langsung :
 Kurangnya jumlah dan kualitas makanan yang dikonsumsi
 Menderita penyakit kronis
 Cacat bawaan dan menderita penyakit kanker
 Anak yang mendapat makanan cukup baik tetapi seringdiserang atau
demam akhirnya menderita gizi buruk
Penyebab tidak langsung :
 Ketersediaan pangan rumah tangga
 Perilaku
 Pelayanan kesehatan
 Kemiskinan
 Pendidikan rendah

4. Reni diberi ASI eksklusif hanya sampai usia 2 bulan. Sejak usia 2 bulan dilanjutkan
dengan ASI dan susu formula 3 kali sebanyak 2 sendok takar (dalam 60 ml air) dan
ditambah porsinya secara bertahap menjadi 5 kali sehari sebanyak 4 sendok takar
(dalam 120 ml air) pada usia 8 bulan.
A. Apa makna pemberian ASI sampai usia 2 bulan ?
o Berarti makanan atau nutrisi Reni pada 6 bulan pertama kurang. Karena,
idealnya ASI eksklusif untuk 6 bulan pertama harus tercukupi tanpa
memerlukan MP-ASI.
o Karena hanya mengkonsumsi 2 bln  timbul gangguang kesehatan
o Pada kasus ini Reni hanya ASI sampai 2 bulan dan sudah mendapat susu
formula jadi tindakan ibu Reni tidak tepat dalam pengasuhan anak.

B. Bagaimana pemberian nutrisi pada anak 0-18 bulan ?


Umur ASI Makanan Makanan Makanan
(Bulan) Lumat Lembik Keluarga
0-6
6-9
9-12
12-24

C. Berapa lama idealnya bayi diberi ASI eksklusif ?


Asi ekslusif idealnya diberikan selama 6 bulan

D. Apa manfaat ASI ?


o ASI sebagai nutrisi.
o ASI meningkatkan daya tahan tubuh.
o ASI yang keluar saat kelahiran bayi sampai hari ke-4 atau ke-7 (kolostrum)
mengandung zat kekebalan 10-17 kali lebih banyak dari susu matang
(mature). Zat ini akan melindungi bayi dari penyakit diare (mencret).
o ASI meningkatkan kecerdasan.
o Nutrien pada ASI yang diperlukan untuk pertumbuhan otak bayi adalah
taurin, laktosa, dan asam lemak ikatan panjang (DHA, AA, omega-3,
omega-6)
E. Apa dampak tidak diberi ASI ?
o Anak yang tidak diberikan ASI eksklusif sampai 6 bulan sangat berisiko
terkena infeksi karena tidak terbentuk antibodi (igA) yang baik, terganggu
proses perkembangan otak, malnutrisi pada anak, kecerdasan yang tidak
sempurna.

F. Apa perbedaan susu ASI dan susu Formula ?


o Susu asi mengandung Antibodi yang diperlukan bayi + molekul yang lebih
mudah disrap
o Susu formula tidak mengandung Antibodi yang diperlukan bayi _ molekul
yang lebih sulit diserap sehingga rentan terjadi diare

G. Bagaimana takaran susu formula pada anak usia 8 bulan ?


o Umur 2 minggu – 2 bulan : 100 – 120 ml/kali minum
o Umur 2 – 3 bulan : 120 – 140 ml/kali minum
o Umur 3 – 4 bulan : 140 – 160 ml/kali minum
o Umur 4 – 5 bulan : 160 – 200 ml/kali minum
o Umur 5 – 6 bulan : 200 – 220 ml/kali minum
o Umur 6 bulan keatas : 200 – 250 ml/kali minum
Jadi, untuk usia 8 bulan itu sekitar 200 – 250 ml/kali minum.

5. Makanan pendamping ASI dimulai usia 8 bulan sampai dengan sekarang. Saat ini Reni
makan nasi 3x1 sdm/hari dengan lauk hanya kecap manis dan kerupuk, susu formula
600ml/hari, cemilan (snack, wafer, kerupuk, teh gelas), air putih.
A. Kapan pemberian makanan pendamping ASI ?
Usia normal anak diberikan MP ASI adalah usia 6-24 bulan.
B. bagaimana pemilihan jenis makanan yang baik diberikan pada bayi 8 bulan?
C. Apa saja kandungan gizi makanan yang dikonsumsi Reni ?
o Kalori nasi 3 x 1 sdm/hari = 13 kalori
o Kalori kecap manis = 46 kalori
o Kalori kerupuk = 79 kalori
o Kalori susu formula 600 ml/hari = 144 kalori
o Kalori teh gelas = 80 kalori
Jadi jumlah kalori yang didapatkan Reni dari makanan yang diberikan selama ini
adalah 362 kalori/hari.
D. Bagaimana jumlah kalori yang dibutuhkan pada usia 8 bulan ?
Kebutuhan nutrisi :
BB ideal Reni 8,5 kg

Tabel kebutuhan nutrisi :


Usia RDA
(tahun ) (kkal/kgBB)
0-1 100-120
1-3 100
4-6 90
7-9 80
10-12 L: 60-70
P: 50-60
12-18 L: 50-60
P: 40-50
Rumus menghitung kebutuhan kalori :
BB ideal x RDA
=(8,5x100)-(8,5x120)
=850-1020 kalori/hari
Nutrisi yang diberikan pada Reni sangat kurang. Dimana nutrisi yang harus Reni
dapatkan sekitar 850-1020 kalori/hari sedangkan yang Reni dapatkan hanya 362,
sehingga kebutuhan kalori yang tidak terpenuhi sebanyak 488-658 kalori/hari
sehingga kebutuhan kalori sangat kurang

E. Apa makna Reni makan nasi 3x1 sdm/hari dengan lauk hanya kecap manis dan
kerupuk, susu formula 600ml/hari, cemilan (snack, wafer, kerupuk, teh gelas), air
putih?
Reni tidak mendapat nutrisi yang mencukupi  kekurangan protein mako dan
mikro  gangguan pertumbuhan  failure to trhive
6. Riwayat Kehamilan dan persalinan :
Reni anak pertama dari ibu usia 24 tahun. Selama hamil ibu sehat dan periksa hamil 4
kali ke bidan. Lahir spontan pada kehamilan 37 minggu. Segera setelah lahir langsung
menangis, skor APGAR 1 menit 9 dan 5 menit 10. Berat badan lahir 3000 gram.
Panjang badan lahir 48 cm. Lingkar kepala lahir 33 cm.
A. APA INTERPRETASI ?

Kasus Interpretasi keterangan

Lahir spontan kehamilan 37 Normal Kelahiran aterm ( cukup


minggu bulan)

Lahir langsung menangis Normal Tidak asfiksia

Skor APGAR Normal Tidak asfiksia

1 menit 9 Nilai :

5 menit 10 - 0-3 : asfiksia berat


- 4-6 : asfiksia ringan
- 7-10 : normal
Berat badan lahir 3000 gram Normal Normal (2500gram-
3500gram)

Panjang badan lahir 48 cm Normal Normal (48cm-53cm)

Lingkar kepala lahir 33 cm Normal Normal (33cm-35cm)

7. Riwayat Imunisasi : BCG 1 kali, DPT 1 kali, Polio 1 kali.


A. APA INTERPRETASI ?
Riwayat imunisasi tidak lengkap, rentan terkena infeksi
B. IMUNISASI APA YANG KURANG ?

 BCG: 1x
 DPT: 4x
 Polio: 4x
 Hepatitis: 2x
 Campak: 1x
 HIB: 4x
 Pneumokokus (PCV): 4x
 Influenza: diberikan tiap tahun
8. Riwayat Pertumbuhan : berikut gambar KMS Reni.

A. APA INTERPRETASI ?

o Pada usia 0-8 bulan, BB terletak di antara 0 dan -2 yang menandakan


normal.
o Tetapi pada usia 18 bulan, BB terletak di bawah -3 yang menandakan berat
badan sangat kurang.

9. Riwayat Perkembangan : Saat ini Reni sudah bisa duduk namun dengan berpegangan,
dapat menggapai benda.
A. APA INTERPRETASI ?
Reni mengalami gangguan perkembangan karena pada usia 18 bulan anak
seharusnya sudah bisa berjalan dan pada usia tersebut juga anak sudah dapat
berbicara dengan sederhana (1-2 kata).

B. BAGAIMANA PERKEMBANGAN ANAK NORMAL USIA 18 BULAN ?


pada usia 18-24 bulan antara lain:
o Naik turun tangga
o Menyusun 6 kotak
o Menunjuk mata dan hiduungnya
o Menyusun kalimat dengan 2 kata
o Belajar makan sendiri
o Belajar mengontrol BAK/BAB
o Menaruh minat apa yang dikerjakan orang-orang yang lebih besar
o Bermain-main dengan anak-anak lain

10. Riwayat Pengobatan : Pernah berobat ke bidan tapi tidak sembuh. Sejak usia 10 bulan,
Reni tidak pernah lagi dibawa ke posyandu.
A. APA MAKNA BEROBAT KE BIDAN TAPI TIDAK SEMBUH ?
o Hanya berobat secara symtomp penyakit , tetapi masalah gizi yang dialami
tidak pernah diobati secara komperehensif.

B. APA DAMPAK TIDAK PERNAH DIBAWA KE POSYANDU ?


o Kurangny deteksi dini untuk tumbuh kembang anak serta kurang imunisasi
dasar yang harus dipenuhi

11. Pemeriksaan Fisik :


Keadaan umum : Tampak kurus, apatis, cengeng, berat badan 6 kg, panjang badan 71
cm, lingkaran kepala 45 cm
Tanda vital : HR : 112x/menit, RR : 32x/menit, T : 37,5°C
A. APA INTERPRETASI ?
Hasil Pemeriksaan Nilai Normal Interpretasi
fisik umum
Tampak kurus Ideal Kurang nutrisi
Apatis Compos mentis Penurun kesadaran
Cengeng Abnormal, biasa pada
anak malnutrisi
Berat badan 6 kg Sangat kurus dibawah
percentil -3
Panjang badan 71 cm Sangat pendek
Lingkar kepala 45 Normal
cm
HR 112x/menit >1 tahun : < 140 Normal

RR 32x/menit 12 bln – 5 thn : Normal


< 40

T 37,5o C 36,5-37,2oC Demam

12. Keadaan Spesifik :


Kepala :
 Wajah dismorfik tidak ada
 Wajah seperti wajah orang tua
 Rambut kepala tipis warna merah kekuningan mudah dicabut
 Kontak mata baik
 Melihat dan menangis kepada pemeriksa
 Menoleh ketika dipanggil namanya
Thoraks : Iga gambang (Piano sign)
Abdomen : cekung
Ekstremitas :
 Edema tidak ada
 Tidak ada kelainan anatomi pada kedua tungkai dan kaki
 Baggy pants (+)
Kulit : kelainan kulit (dermatosis) tidak ada
A. INTERPRETASI
o Wajah dismorfik tidak ada  Normal
o Wajah seperti wajah orang tua  khas pada marasmus
o Rambut kepala tipis warna merah kekuningan mudah dicabut  khas pada
marasmus
o Kontak mata baik Normal
o Melihat dan menangis kepada pemeriksa  Abnormal
o Menoleh ketika dipanggil namanya  Normal
o Thoraks: iga gambang (piano sign)  Abnormal
o Abdomen: cekung  Abnormal
o Genitalia: baggy pants (+)  Abnormal, khas pada marasmus
o Ekstremitas: Edema tidak ada  Normal, Tidak ada kelainan anatomi pada
kedua tungkai dan kaki  Normal
o Kulit: kelainan kulit (dermatosis) tidak ada  Normal

B. MEKANISME
TERLAMPIR

13. Status Neurologikus

 Gerakan normal, kekuatan 4

 Refleks fisiologis normal

 Klonus dan tonus normal

 Tidak ada gerakan yang tidak terkontrol

 Refleks patologis (-)

A. INTERPRETASI
o Gerakan normal, kekuatan 4  ada parese
o Reflex fisiologis normal  normal
o Klonus dan tonus normal  normal
o Tidak ada gerakan yang tidak terkontrol normal
o Reflekspatologis (-)  normal

B. MEKANISME
TERLAMPIR
TATA LAKSANA
10 Tahapan Managemen Terapi pada anak dengan malnutrisi, yaitu :

1. Pengobatan atau pencegahan hipoglikemia (kadar gula dalam darah rendah)


o Jika anak sadar dan dapat menerima makanan usahakan memberikan makanan
saring/cair 2-3 jam sekali.
o Jika anak tidak dapat makan (tetapi masih dapat minum) berikan air gula dengan
sendok.
o Jika anak mengalami gangguan kesadaran, berikan infus cairan glukosa

2. Pengobatan dan pencegahan hipotermia (suhu tubuh rendah)


o ibu atau orang dewasa lain mendekap anak di dadanya lalu ditutupi selimut
o membungkus anak dengan selimut tebal, dan meletakkan lampu didekatnya

3. Pengobatan dan Pencegahan kekurangan cairan


o Jika anak masih menyusui, teruskan ASI dan berikan setiap setengah jam sekali tanpa
berhenti
o Jika anak masih dapat minum, lakukan tindakan rehidrasi oral dengan memberi
minum anak 50 ml (3 sendok makan) setiap 30 menit dengan sendok

4. Lakukan pemulihan gangguan keseimbangan elektrolit


o Makanan tanpa diberi garam/rendah garam
o Untuk rehidrasi, berikan cairan oralit 1 liter yang diencerkan 2 X (dengan penambahan
1 liter air) ditambah 4 gr KCL dan 50 gr gula

5. Lakukan Pengobatan dan pencegahan infeksi


6. Pemberian makanan balita KEP berat/Gizi buruk
Fase Stabilisasi ( 1-2 hari)
o FORMULA 70 (energi 75 Kkal dan protein 0.9-1.0 g per 100 ml)
o Pada fase ini jangan beri makanan lebih dari 100 Kkal/Kg bb/hari
7. tumbuh kejar balita (catch- up growth)
Pada fase ini meliputi 2 fase yaitu fase transisi dan fase rehabilitasi :
Fase Transisi (minggu ke 2)
o Ganti formula khusus awal (energi 75 Kkal dan protein 0.9-1.0 g per 100 ml) dengan
formula khusus lanjutan (energi 100 Kkal dan protein 2.9 gram per 100 ml) dalam
jangka waktu 48 jam

Fase Rehabilitasi
o Formula WHO-F 135/pengganti/Modisco 1½ dengan jumlah tidak terbatas dan sering
o Energi : 150-220 kkal/kgbb/hari
o Protein 4-6 g/kgbb/hari

8. Lakukan penanggulangan kekurangan zat gizi mikro

o Tambahan multivitamin
o Bila berat badan mulai naik berikan zat besi dalam bentuk tablet besi folat atau sirup
besi

9. Berikan stimulasi sensorik dan dukungan emosional

o Kasih sayang
o Ciptakan lingkungan yang menyenangkan

10. Persiapan untuk tindak lanjut di rumah

o Melakukan kunjungan ulang setiap minggu, periksa secara teratur di Puskesmas


o pemberian makan yang sering dengan kandungan energi dan nutrien yang padat
o Pemberian suntikan imunisasi sesuai jadwal

Pandangan islam
QS. Al-Baqarah ayat 233: “Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun
penuh yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan