Anda di halaman 1dari 58

LAPORAN KERJA PRAKTIK

KANTOR PERWAKILAN BANK INDONESIA


PROVINSI KALIMANTAN BARAT

DISUSUSN OLEH:

ALBERTO TRIATMOJO H1011151002


PUTRA YUDHA PRANATA H1011151014
HARI RAHMAN ALAM H1011151024
JOSUA H1011151025
UMAR SYAKUR H1011151043
AGENG WICAKSONO H1011151055
MUHAMAD REKSY MULIA H1051151017
ARCIL AULIA NAJAHY MAJID H1051151035
SYARIFAH INTAN JAMILA H1021151016
HERIANTO MAKEAS C1021151011
NOVI HASRIANTI D0215076
EKA NURINDAH RAMADHANTI 155090501111045

PONTIANAK
KALIMANTAN BARAT
2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas
berkat rahmat dan hidayah-Nyalah karya tulis ilmiah ini dapat terselesaikan. Terima
kasih penulis haturkan kepada para pembimbing yang telah membimbing penulis
dalam menyelesaikan laporan kerja praktik ini yang berjudul “Laporan Kerja
Praktik Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat”. Laporan
ini disusun dalam rangka memenuhi mata kuliah Kerja Praktik (KP).
Penulis juga turut mengucapkan terima kasih kepada segala pihak yang
telah ikut membantu dalam terselesaikannya laporan ini. Oleh karena itu penulis
ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada :
1. Neva Satyahadewi, S.Si., M.Si
2. Dedi Triyanto S.T., M.T
3. Nurhasanah S.Si., M.Si
4. Dr. Nurliza, SP., MM
5. Nurjannah, S.Si., M.Phil., Ph.D
6. Sri Hastjarjo, S.Sos., Ph.D
7. Seluruh Karyawan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat
8. keluarga dan teman-teman atas dukungan dan doa
Demikian laporan ini ini kami buat. Kritik dan saran yang membangun
sangat dibutuhkan sebagai evaluasi kedepannya. Semoga apa yang kami tuliskan
dalam laporan ini dapat bermanfaat bagi pembaca.

Pontianak, 23 Agustus 2018

Penulis

i
DAFTAR ISI

Halaman
KATA PENGANTAR ............................................................................................. i
DAFTAR ISI ........................................................................................................... ii
BAB 1 PENDAHULUAN .......................................................................................1
1.1 Latar Belakang .............................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah ........................................................................................1
1.3 Tujuan Penulisan ..........................................................................................2
1.4 Manfaat ........................................................................................................2
BAB 2 TELAAH PUSTAKA ..................................................................................3
2.1 Bank Indonesia .............................................................................................3
2.1.1 Gambaran Umum Bank Indonesia ...................................................3
2.1.2 Status dan Kedudukan Bank Indonesia ............................................4
2.1.3 KpwBI Provinsi Kalimantan Barat ..................................................5
2.2 Struktur Organisasi.......................................................................................6
2.3 Tugas Pokok, Produk Pokok dan Fungsi .....................................................6
BAB 3 HASIL DAN PEMBAHASAN..................................................................32
3.1 Tugas dan Kegiatan ....................................................................................32
3.1.1 Fungsi Data dan Statistik Ekonomi dan Keuangan ........................32
3.1.2 Satuan Layanan dan Adminitrasi ...................................................33
3.1.3 Fungsi Asesmen Ekonomi dan Surveilans .....................................37
3.1.4 Fungsi Koordinasi dan Komunikasi Kebijakan .............................38
3.1.5 Operasional Sistem Pembayaran ....................................................40
3.1.6 Pengawasan SP, PUR dan KI .........................................................41
3.1.7 Fungsi Pelaksanaan dan Pengembangan UMKM ..........................43
BAB 4 SIMPULAN ...............................................................................................45
4.1 Simpulan ....................................................................................................45
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................46
LAMPIRAN ...........................................................................................................47

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dunia pendidikan adalah dunia yang berorientasi untuk melahirkan individu-


individu yang unggul dalam berbagai bidang. Globalisasi menuntut dunia
pendidikan untuk meningkatkan kualitasnya agar sumber daya manusia yang
dilahirkan juga berkualitas dan siap terjun dalam dunia kerja. Berdasarkan tuntutan
itu banyak Lembaga Pendidikan yang membuat suatu program yang bertujuan
menyiapkan tenaga kerja yang siap dan berkulitas di bidang masing-masing.
Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Tanjungpura Pontianak merupakan
satu diantara lembaga pendidikan yang membuat program Kerja Praktik agar
mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmunya dilapangan pekerjaan.
Kerja Praktik (KP) merupakan mata kuliah wajib yang harus diambil oleh
mahasiswa matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Tanjungpura Pontianak yang telah menyelesaikan mata kuliah diatas
110 sks. Tujuan dari mata kuliah kerja praktik ini adalah untuk mengenalkan dan
mempersiapkan mahasiswa dengan dunia kerja serta mengaplikasikan ilmunya
dilapangan pekerjaan. Mata kuliah ini diakhiri dengan seminar hasil kerja praktik
dan membuat laporan hasil kerja praktik.
Kerja praktik yang diikuti oleh mahasiswa matematika Fakultas Matematika
dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Tanjungpura Pontianak dapat
dilaksanakan di berbagai instansi yang membuka program magang. Dalam hal ini
kami melaksanakan kerja praktik di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi
Kalimantan Barat (KpwBI Prov.Kalbar).

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang, ada dua rumusan masalah yang akan bahas
dalam laporan ini yaitu:
a. Apa saja tugas pokok dan produk pokok masing-masing unit di Kantor
Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat?

1
b. Bagaimana tugas dan wewenang Kantor Perwakilan Bank Indonesia
Provinsi Kalimantan Barat?
1.3 Tujuan
Adapun tujuan dari penulisan laporan ini adalah:
a. Untuk mengetahui apa saja tugas pokok dan produk pokok masing-masing
unit di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat.
b. Dapat memahami tugas dan wewenang masing-masing unit di Kantor
Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat.

1.4 Manfaat
Adapun manfaat dari penulisan laporan ini adalah:
a. Untuk mengetahui apa saja tugas pokok dan produk pokok masing-masing
unit di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat.
b. Utuk mengetahui tugas dan wewenang masing-masing unit di Kantor
Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat.

2
BAB II

TELAAH PUSTAKA

2.1 Bank Indonesia

Bank Indonesia (BI) adalah bank sentral di Negara Republik Indonesia.


Artinya BI adalah suatu institusi yang bertanggung jawab untuk menjaga stabilitas
harga atau nilai suatu mata uang yang berlaku di Indonesia, yang dalam hal ini
dikenal dengan istilah inflasi atau naiknya harga-harga yang dalam arti lain
turunnya suatu nilai uang.

2.1.1 Gambaran Umum Bank Indonesia

Sebelum Bank Indonesia berdiri, Bank Indonesia meiliki pendahulu yang


bernama De Javasche Bank (DJB). De Javasche Bank didirikan pada tahun 1828 di
masa pemerintahan hindia-belanda sebagai bank sirkulasi yang mempunyai tugas
melacak dan mengedarkan uang kertas serta uang logam.
Pada tahun 1953, Undang-Undang Pokok Bank Indonesia menetapkan
pendirian Bnak Indonesia untuk menggantikan fungsi De Javasche Bank sebagai
bank sentral di Republik Indonesia, dengantugas utama pada bidang moneter,
perbankan, dan sistem pembayaran. Di samping itu, Bank Indonesia diberi tugas
penting lain yang hubungan dengan Pemerintah dan melanjutkan fungsi bank
komersial yang dilakukan oleh DJB sebelumnya.
Pada tahun 1999 merupakan babak baru dalam sejarah Bank Indonesia, sesuai
dengan UU No. 23 Tahun 1999 yang menetapkan tujuan tunggan Bank Indonesia
yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Kestabilan nilai rupiah
tercermin alam dua spek, yaitu kestabilan nilai rupiah terhadap mata uang negara
lain.
Pada tahun 1968 diterbitkan Undang-Undang Bank Sentral yang mengatur
kedudukan dn tugas Bank Indonesia sebagai bank sentral, terpisah dari bank-bank
lain yang melakukan fungsi komersial. Selain tiga tugas pokok bank sentral, Bank
Indonesia juga bertugas membantu Pemerintah sebagai agen pembangunan

3
mendorong kelancaran dan pembangunan serta memperluas kesempatan kerja guna
meningkatkan taraf hidup rakyat.
Pada tahun 2004, Undang-Undang Bank Indonesia diamandemen dengan
fokus pada aspek penting yang terkait dengan pelaksanaan tugas dan wewenang
Bank Indonesia, termasuk penguatan governance. Pada tahun 2008, Pemerintah
mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 2 Tahun 2008
tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang No. 23 Tahun 1999 tentang Bank
Indonesia sebagai bagian dai upaya menjaga stabilitas sistem keuangan.
Amandemen dimaksudka untuk meningktkan ketahanan penakan nasional dalam
mengahadapi krisi global melalui peningkatan akses perbankan terhadap Fasilitas
Pembiayaan Jangka Pendek dari Bank Indonesia.

2.1.2 Status dan Kedudukan Bank Indonesia

BI dalam pemerintahan memiliki dua status kedudukan yaitu:


a. Sebagai Lembaga Negara yang Independen
Babak baru dalam sejarah Bank Indonesia sebagai Bank Sentral yang
independen dimulai ketika sebuah undang-undang baru, yaitu UU No. 23 tahun
1999 tentang Bank Indonesia, dinyatakan berlaku pada tanggal 17 Mei 1999.
Undang-Undang ini memberikan status dan kedudukan sebagai suatu lembaga
negara independen dan bebas dari camur tangan pemerintah ataupun pihak
lainnya. Sebagai suatu lembaga negara yang independden, Bank Indonesia
mempunyai otonomi penuh dalam merumuskan dan melaksanakan setiap tugas
dan wewenangnya sebagaimana ditentukan dalam undang-undang tersebut.
Pihak luar tidak dibenarkan mencampuri pelaksanaan tugas Bank
Indonesia, Bank Indonesia juga berkewajiban untuk menolak atau
mengabaikan invensi dalam bentuk apapun dari pihak manapun juga. Untuk
lebih menjamin independen tersebut, undang-undang ini telah memberikan
kedudukan khusus kepada Bank Indonesia dalam struktur ketatanegaraan
Republik Indonesia. Sebagai Lembaga Negara yang independen kedudukan
Bank Indonesia tidak sejajar dengan Lembaga Tinggi Negara. Dikarenakan
kedudukan Bank Indonesia berada diluar Pemerintah, sehingga kedudukan
Bank Indonesia tidak sama dengan Departemen. Status dan kedudukan yang

4
khusus tersebut diperlukan agar Bank Indonesia dapat melaksanakan peran
fungsinya sebagai otoritas moneter secara lebih efektif dan efesien.
b. Sebagai Badan Hukum
Status Bank Indonesia baik sebagai badan hukum publik maupun badan

hukum perdata dutetapkan dengan undang-undang. Sebagai badan hukum

publik Bank Indonesia berwenang menetapkan peraturan-peraturan hukum

yang merupakan pelaksanaan dari undang-undang yang mengikat seluruh

masyarakat luas sesuai dengan tugas dan wewenangnya. Sebagai badan hukum

pedata, Bank Indonesia dapat nertindak untuk dan atas nama seniri dalam

maupun di luar peradilan.

2.1.3 KpwBI Provinsi Kalimantan Barat

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KpwBI) Provinsi Kalimantan Barat


mulai berdiri sejak periode De Javasche Bank yaiut pada tanggal 1 April 1905
bertempat di Lariverpark No. 3. Kantor Bank Indonesia Pontianak mulai dibangun
tanggal 22 April 1926 oleh perancang Hulswit Fermont ed. Cuypers. Setelah
Belanda dikalahkan oleh Jepang, pada tanggal 20 Oktober 1942, Bank Indonesia
Pontianak untuk sementara ditutup. Setelah perang kemerdekaan, tepatnya pada
tanggal 22 Juni 1946 Bank Indonesia Pontianak kembali dibuka. Status KBI
Pontianak saat ini dalah KBI kelas III yang dipimpin oleh pejabat setingkat G.VI.
Pada tanggal 26 Januari 2011, Kantor Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat
dipindahkan ke gedung baru yang beralamat di jalan Ahmad Yani No. 02 RT 001
RW 004. Fungsi dan Tujuan KpwBI Provinsi Kalimantan Barat tertera dalam visi
misi yang dimilikinya, yaitu memiliki Visi Bank Indonesia menjadi lembaga bank
sentral yang kredible dan terbaik di regional melalui penguatan nilai-nilai strategis
yang dimiliki serta pencapaian inflasi yang rendah dan nilai tukar yang stabil.
Sedangkan misi yang dimilikinya adalah sebagai berikut:
1. Mencapai stabilitas nilai Rupiah dan menjaga efektivitas transmisi kebijakan
moneter untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.
2. Mendorong sistem keuangan nasional secara efektif dan efisien serta mampu
bertahan terhadap gejolak internal dan eksternal untuk mendukung alokasi

5
sumber pendanaan/pembiayaan dapat berkontribusi pada pertumbuhan dan
stabilitas perekonomian nasional.
3. Mewujudkan sistem pembayaran yang aman, efisien dan lancar yang
berkontribusi terhadap perekonomian, stabilitas moneter dan stabilitas sistem
keuangan dengan memperhatikan aspek perluasan akses dan kepentingan
nasional.
4. Meningkatkan dan memelihara organisasi dan SDM BI yang menjunjung
tinggi nilai-nilai strategis dan berbasis kinerja, serta melaksanakan tata kelola
(governance) yang berkualitas dalam rangka melaksanakan tugas yang
diamanatkan undang-undang.

2.2 Struktur Organisasi

Struktur organisasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi


Kalimantan Barat adalah sebagai berikut.

Gambar 2.1 Struktur Organisasi KpwBI Provinsi Kalimantan Barat

2.3 Tugas Pokok, Produk Pokok dan Fungsi


Adapun Tugas Pokok, Produk Pokok dan Fungsi dari tiap unit di KPwBI
Kalbar sebagai berikut:
a. Unit Operasional Sistem Pembayaran (OSP)

6
Unit Operasional Sistem Pembayaran (OSP) adalah salah satu unit yang
berada pada Tim SP, PUR, Layanan dan Administrasi di Bank Indonesia.
Sebagaimana tertuang dalam pasal 8 Undang-undang nomor 23 tahun 1999 tentang
Bank Indonesia, dalam rangka mencapai dan memelihara kestabilan Rupiah maka
Bank Indonesia juga diberikan wewenang untuk mengatur dan menjaga kelancaran
sistem pembayaran. Berdasarkan undang-undang tersebut, OSP menjadi unit yang
memiliki tugas fokus pada wewenang mengatur dan menjaga kelancaran sistem
pembayaran. Tugas pokok dan produk pokok dari OSP dapat dilihat pada Tabel 2.1.

Tabel 2.1 Fungsi dan Produk Pokok Unit OSP

No Tugas Pokok Produk Pokok


1 Melakukan penatausahaan dan Pelaksanaan penatausahaan dan
pengelolaan administrasi Sistem pengelolaan administrasi Sistem
Pembayaran Pembayaran antara lain Sistem Kliring
Nasional Bank Indonesia (SKNBI),
Bank Indonesia Real Time Gross
Settelment (BI-RTGS), Bank Indonesia
Scripless Securities Settelment System
(BI-SSSS), Bank Indonesia Electronic
Trading Platform (BI_ETP) serta Bank
Indonesai Sentralisasi Otomasi Sistem
Akunting (BI-SOSA)
2 Mengelola pembukuan transaksi Pengelolaan pembukuan transaksi
internal dan eksternal internal dan eksternal meliputi proses
awal hari (BI-SOSA), transaksi realisasi
anggaran, Pembuku Transaksi Anggaran
(PTA), Setelmen transaksi melalui BI-
SOSA, Mencetak laporan keuangan, dan
mengelola transaksi proses akhir hari
(BI-SOSA)

7
3 Melakukan fasilitas pertukaran Fasilitasi pertukaran warkat debet dan
warkat debet (Koordinator klring pengembalian debet.
Pertukaran Warkat Debet/KPWD)
4 Mengelola Business Continuity Plan Laporan pelaksanaan BCP termasuk
(BCP) Sistem Pembayaran tersedianya layanan guest bank (SKNBI,
BI-RTGS,BI-SSSS, BI-ETP).
5 Mengelola administrasi dan tata Administrasi dan tata usaha KLBI dan
usaha Kredit Likuiditas Bank TSL.
Indonesia (KLBI) dan Two Step
Loan (TSL).

Untuk memenuhi wewenang pada dalam pasal 8 Undang-undang nomor 23 tahun


1999 tentang Bank Indonesia, OSP memiliki produk-produk dalam Melakukan
penatausahaan dan pengelolaan administrasi Sistem Pembayaran. Adapun
penjelasan lebih lanjut tentang produk tersebut sebagai berikut:

1. Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI)


Dalam kegiatan mewujudkan sistem pembayaran yang efisien, cepat,
aman dan andal yang mendukung stabilitas sistem keuangan maka sesuai Pasal
16 UU BI, Bank Indonesia menyelenggarakan sistem kliring antar bank yang
dikenal dengan nama Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia atau dikenal
dengan nama SKNBI.
SKNBI adalah sistem transfer dana elektronik yang meliputi kliring
debet dan kliring kredit yang penyelesaian setiap transaksinya dilakukan secara
nasional. Sejak dioperasikan oleh Bank Indonesia pada tahun 2005, SKNBI
berperan penting dalam pemrosesan aktivitas transaksi pembayaran, khususnya
untuk memproses transaksi pembayaran yang termasuk Retail Value Payment
System (RVPS) atau transaksi bernilai kecil (retail) yaitu transaksi di bawah
Rp.100 juta.
Kliring menggunakan metoda Net settlement dalam rangka penyelesaian
akhir. Net settlement adalah proses penyelesaian akhir transaksi-transaksi
pembayaran yang dilakukan pada akhir suatu periode dengan melakukan
offsetting antara kewajibankewajiban pembayaran dengan hak-hak penerimaan

8
sehingga hanya ada 1 net hak atau kewajiban yang akan disettle untuk masing-
masing rekening peserta.
Dengan demikian terdapat risiko pada akhir hari bahwa suatu bank akan
mengalami kekalahan kliring dalam jumlah yang cukup besar karena selama ini
seluruh transaksi antar bank baik yang bersifat retail transaction maupun large
value transaction dilaksanakan melalui kliring. Apabila jumlah kekalahan
kliring ini melampaui saldo rekeningnya di Bank Indonesia, maka saldo bank
tersebut di Bank Indonesia akan menjadi negatif (overdraft) yang pada
gilirannya nanti akan menyulitkan Bank Indonesia apabila bank tersebut tidak
mampu menutup overdraft keesokan harinya.
2. Bank Indonesia Real Time Gross Settelment (BI-RTGS)
BI-RTGS adalah sistem transfer dana elektronik yang penyelesaian
setiap transaksinya dilakukan dalam waktu seketika. Sejak dioperasikan oleh
Bank Indonesia pada tanggal 17 November 2000, BI-RTGS berperan penting
dalam pemrosesan aktivitas transaksi pembayaran, khususnya untuk
memproses transaksi pembayaran yang termasuk High Value Payment
System (HVPS) atau transaksi bernilai besar yaitu transaksi Rp.100 juta ke atas
dan bersifat segera (urgent).
Sistem BI-RTGS memberikan banyak manfaat, selain berfungsi
meningkatkan kepastian penyelesaian akhir (settlement finality) setiap transaksi
pembayaran, yang berarti mengurangi risiko penyelesaian akhir (minimizing
settlement risk) , BI RTGS juga menjadi sarana transfer dana antar-bank yang
praktis, cepat, efisien, aman dan handal. Disamping itu BI-RTGS yang
dilengkapi dengan mekanisme sentralisasi rekening giro menjadi sarana yang
dapat diandalkan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan dana
(management fund) baik bagi peserta maupun pihak otoritas moneter dan
perbankan. Bagi otoritas informasi mengenai pengelolaan dana perbankan
menjadi informasi pendukung dalam menjalankan kegiatan operasi moneter
dan early warning system pengawasan bank.
3. Bank Indonesia Scripless Securities Settelment System (BI-SSSS)
Bank Indonesia-Scripless Securities Settlement System (BI-SSSS)
adalah sarana transaksi dengan Bank Indonesia (Operasi Pasar Terbuka,

9
fasilitas pendanaan BI kepada Bank dan transaksi SBN untuk dan atas nama
Pemerintah) termasuk penatausahaannya dan penatausahaan surat berharga
secara elektronik dan terhubung langsung dengan peserta BI-SSSS (online)
yang terintegrasi dengan Sistem Bank Indonesia – Real Time Gross Settlement
(Sistem BI-RTGS).
4. Bank Indonesia Electronic Trading Platform (BI_ETP)
BI-ETP adalah sarana transaksi Bank Indonesia terkait operasi moneter,
transaksi Pemerintah dalam pengelolaan Surat Berharga Negara (SBN),
transaksi pasar uang antar bank baik oleh perbankan konvensional (Pasar Uang
Antar Bank/PUAB) maupun syariah (Pasar Uang Antar Syariah/PUAS).
5. Bank Indonesai Sentralisasi Otomasi Sistem Akunting (BI-SOSA)
BI-SOSA adalah Sistem keuangan Bank Indonesia yang telah
disempurnakan yang meliputi sistem akunting dan anggaran. BI-SOSA
memiliki beberapa karakteristik yaitu:
a. Suatu sistem keuangan yang terintegrasi yang dapat menunjang fungsi
planning, actuating, reporting, dan monitoring terhadap kegiatan keuangan
intern Bank Indonesia.
b. Suatu sistem yang dapat memproses transaksi keuangan untuk
menghasilkan data yang akurat, lengkap, dan tepat waktu, yang pada
akhirnya dapat dimanfaatkan oleh sistem data warehouse Bank Indonesia
untuk menunjang kebutuhan sistem informasi core function suatu Bank
Sentral.
c. Suatu sistem yang dapat menghasilkan informasi/laporan yang dapat
digunakan untuk kebutuhan deteksi dini (early warning) dan analisis dalam
rangka menunjang fungsi pengendalian keuangan (management control)
dan manajemen resiko yang pada akhirnya menunjang proses pengambilan
keputusan yang berbasis informasi (information-based decision making).
d. Suatu sistem yang terintegrasi meliputi General Ledger System dan
Subsidiary Ledger, yang menunjang kebutuhan fungsi financial accounting
dan management accounting.
e. Suatu sistem yang didasarkan pada proses dan prosedur akunting serta
kaidah-kaidah kebijakan akuntansi yang diterima umum (best practice), dan
praktek-praktek akuntansi di bank-Bank Sentral.

10
f. Suatu sistem yang dapat digunakan untuk memantau pertanggungjawaban
setiap satuan kerja atas apa yang telah dilakukannya secara finansial,
sebagaimana suatu entitas melaksanakan responsibility accounting pada
umumnya.
g. Suatu sistem yang dapat memudahkan penelusuran informasi dan data ke
sumber dokumen aslinya (audit trail).
Suatu sistem yang dapat berinteraksi (interface) dengan sistemsistem aplikasi
lainnya, khususnya yang bersifat finansial secara lancar, aman, dan terkendali.

b. Unit Pengawasan SP, PUR dan KI


Fungsi Perizinan dan Pengawasan SP PUR
No. Tugas Pokok Produk Pokok
1. Melaksanakan perizinan a. Izin Kegiatan Usaha Pedagang
(pembukaan, perpanjangan, dan Valuta Asing Bukan Bank
pencabutan) Kegiatan Layanan (KUPVA BB) dan
Uang Layanan (KLU). Penyelengara Transfer Dana
(PTD);
b. Izin pembawaan Uang Kertas
Asing (UKA);
c. Izin Koordinator Pertukaran
Warkat Debet (KPWD) non
BI.
2. Melaksanakan pengawasan a. Laporan Hasil Pengawasan
KLU. KUPVA BB dan PTD;
b. Laporan pengawasan
pembawaan UKA;
c. Laporan KPWD;
d. Laporan pengawasan
kewajiban penggunaan uang
Rupiah.

11
3. Memberikan rekomendasi a. Rekomendasi pembukaan dan
pembukaan dan perpanjangan/penutupan kas
perpanjangan/penutupan, serta titipan;
melaksanakan pengawasan kas b. Laporan pengawasan kas
titipan. titipan.

2. Fungsi Perizinan dan Pengawasan SP PUR

No. Tugas Pokok Produk Pokok


Mengelola data dan informasi Data dan informasi SP dan PUR, serta
1. SP dan PUR serta KI. KI.
2. Menghitung Estimasi Kebutuhan a. Hasil survei kebutuhan dan
Uang (EKU). preferensi uang;
b. Usulan EKU kepada KP;
c. Evaluasi kecukupan kas;
d. Statistik pengelolaan uang.
Menyusun analisis/kajian terkait Hasil analisis/kajian SP dan PUR serta
3. SP dan PUR serta KI. KI.
Merencanakan dan Rencana dan laporan pelaksanaan
4. melaksanakan program KI. program KI (a.l. elektronifikasi).
5. Melakukan
koordinasi/kerjasama dan/atau Laporan koordinasi/kerjasama
implementasi program KI. dan/atau implementasi program KI.
Layanan informasi dan mediasi
Memberikan layanan informasi pengaduan konsumen sistem
dan mediasi perlindungan pembayaran termasuk pemberian
6. konsumen sistem pembayaran. keterangan ahli.

Keuangan Inklusif

Keuangan inklusif (financial inclusion) adalah seluruh upaya yang


bertujuan meniadakan segala bentuk hambatan yang bersifat harga maupun non

12
harga, terhadap akses masyarakat dalam memanfaatkan layanan jasa keuangan.
Keuangan inklusif ini merupakan strategi nasional untuk mendorong pertumbuhan
ekonomi melalui pemerataan pendapatan, pengentasan kemiskinan serta stabilitas
sistem keuangan. Istilah financial inclusion atau keuangan inklusif menjadi tren
paska krisis 2008 terutama didasari dampak krisis kepada kelompok in the bottom
of the pyramid (pendapatan rendah dan tidak teratur, tinggal di daerah terpencil,
orang cacat, buruh yang tidak mempunyai dokumen identitas legal, dan masyarakat
pinggiran) yang umumnya unbanked yang tercatat sangat tinggi di luar negara
maju.

Berbagai alasan menyebabkan masyarakat dimaksud menjadi unbanked,


baik dari sisi supply (penyedia jasa) maupun demand (masyarakat), yaitu karena
price barrier (mahal), information barrier (tidak mengetahui), design produk barrier
(produk yang cocok) dan channel barrier (sarana yang sesuai). Keuangan inklusif
mampu menjawab alasan tersebut dengan memberikan banyak manfaat yang dapat
dinikmati oleh masyarakat, regulator, pemerintah dan pihak swasta, antara lain
sebagai berikut:

a) Meningkatkan efisiensi ekonomi.


b) Mendukung stabilitas sistem keuangan.
c) Mengurangi shadow banking atau irresponsible finance.
d) Mendukung pendalaman pasar keuangan.
e) Memberikan potensi pasar baru bagi perbankan.
f) Mendukung peningkatan Human Development Index (HDI) Indonesia.
g) Berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional yang
sustain dan berkelanjutan.
h) Mengurangi kesenjangan (inequality) dan rigiditas low income trap, sehingga
dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang pada akhirnya berujung
pada penurunan tingkat kemiskinan.

World Bank (2010) mengungkapkan setidaknya terdapat empat jenis


layanan jasa keuangan yang dianggap vital bagi kehidupan masyarakat yakni
layanan penyimpanan dana, layanan kredit, layanan sistem pembayaran dan
asuransi termasuk di dalamnya dana pensiun. Keempat aspek inilah yang menjadi

13
persyaratan mendasar yang harus dimiliki setiap masyarakat untuk memperoleh
kehidupan yang lebih baik. Peningkatkan akses masyarakat kepada lembaga
keuangan tersebut tentunya merupakan masalah kompleksitas yang memerlukan
koordinasi lintas sektoral yang melibatkan otoritas perbankan, jasa keuangan non
bank dan kementerian atau lembaga lain yang menaruh perhatian pada upaya
pengentasan kemiskinan, sehingga diperlukan kebijakan komprehensif serta
menyeluruh dalam suatu Strategi Nasional Keuangan Inklusif.

Kerangka kerja umum keuangan inklusif dibangun di atas enam pilar


sebagai berikut:

1. Edukasi Keuangan.
Bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat luas tentang
produk-produk dan jasa-jasa keuangan yang ada dalam pasar keuangan formal,
aspek perlindungan konsumen dan pemahaman manajemen risiko. Ruang lingkup
edukasi keuangan ini meliputi: a) pengetahuan dan kesadaran tentang ragam
produk dan jasa keuangan, b) pengetahuan dan kesadaran tentang risiko terkait
dengan produk keuangan, c) perlindungan nasabah, d) ketrampilan mengelola
keuangan.

2. Fasilitas Keuangan Publik


Strategi pada pilar ini mengacu pada kemampuan dan peran pemerintah
dalam penyediaan pembiayaan keuangan publik baik secara langsung maupun
bersyarat guna mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat. Beberapa inisiatif
dalam pilar ini meliputi: a) subsidi dan bantuan sosial, b) pemberdayaan
masyarakat, c) pemberdayaan UMKM.

3. Pemetaan Informasi Keuangan


Bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat terutama yang
sebenarnya dikategorikan tidak layak untuk menjadi layak atau dari unbankable
menjadi bankable oleh institusi keuangan normal, terutama kaum miskin produktif
serta usaha mikro kecil. Inisiatif yang dilakukan di pilar ini meliputi: a) peningkatan
kapasitas (melalui penyediaan pelatihan dan bantuan teknis), b) sistem jaminan

14
alternatif (lebih sederhana namun tetap memperhatikan risiko terkait), c)
penyediaan layanan kredit yang lebih sederhana, d) identifikasi nasabah potensial.
4. Kebijakan/Peraturan yang mendukung
Pelaksanaan program keuangan inklusif membutuhkan dukungan kebijakan
baik oleh pemerintah maupun Bank Indonesia guna meningkatkan akses akan
layanan jasa keuangan. Inisiatif untuk mendukung pilar ini antara lain meliputi: a)
Kebijakan mendorong sosialisasi produk jasa keuangan yang sesuai dengan
kebutuhan masyarakat, b) menyusun skema produk yang sesuai dengan kebutuhan
masyarakat, c) mendorong perubahan ketentuan dengan tetap memperhatikan
prinsip kehati-hatian secara proporsional, d) menyusun peraturan mekanisme
penyaluran dana bantuan melalui perbankan, e) memperkuat landasan hukum untuk
meningkatkan perlindungan konsumen jasa keuangan, f) menyusun kajian yang
berkaitan dengan keuangan inklusif untuk menentukan arah kebijakan secara
berkelanjutan.
5. Fasilitas Intermediasi dan Saluran Distribusi
Bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lembaga keuangan akan
keberadaan segmen potensional di masyarakat dan memperluas jangkauan layanan
jasa keuangan dengan memanfaatkan metode distribusi alternatif. Beberapa aspek
pada pilar ini meliputi: a) fasilitasi forum intermediasi dengan mempertemukan
lembaga keuangan dengan kelompok masyarakat produktif (layak dan unbanked)
untuk mengatasi masalah informasi yang asimetris, b) peningkatan kerjasama antar
lembaga keuangan untuk meningkatkan skala usaha, c) eksplorasi berbagai
kemungkinan produk, layanan, jasa dan saluran distribusi inovatif dengan tetap
memberikan perhatian pada prinsip kehati-hatian.
6. Perlindungan Konsumen
Bertujuan agar masyarakat memiliki jaminan rasa aman dalam berinteraksi
dengan institusi keuangan dalam memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan
yang ditawarkan. Komponen yang berada pada pilar ini meliputi: a) transparansi
produk, b) penanganan keluhan nasabah, c) mediasi, d) edukasi konsumen.
c. Fungsi Data dan Statistik Ekonomi dan Keuangan (FDSEK)

FDSEK adalah salah satu unit yang berada pada Tim Advisory dan
Pengembangan Ekonomi. FDSEK merupakan penopang utama dari unit Fungsi

15
Asesmen Ekonomi dan Surveilans (FAES), karena unit FAES melakukan kajian
dan penelitian berdasarkan hasil perolehan data hasil survei yang dilakukan oleh
FDSEK. Berikut ini adalah tugas pokok dan produk pokok dari FDSEK :

Table 3.1 Tugas dan Produk Pokok FDSEK

No Tugas Pokok Produk Pokok


1 Mengumpulkan informasi, a. Buku Statistik Ekonomi dan
mengolah, dan menyusun statistik Keuangan Daerah (SEKDA);
ekonomi dan keuangan daerah b. Data olahan (moneter,
untuk kebutuhan stakeholders stabilitas sistem keuangan,
internal dan eksternal sistem pembayaran dan
pengelolaan uang Rupiah)
2 Melaksanakan survei dalam Statistik dan/atau laporan hasil survei.
rangka mendukung perumusan
kebijakan Bank Indonesia dan
fungsi advisory
3 Melaksanakan kegiatan liaison a. Diary Notes Liaison;
dalam rangka mendukung b. Laporan liaison bulanan dan
perumusan kebijakan Bank triwulan
Indonesia dan fungsi advisory
4 Menyusun Regional Financial RFA/RBS
Account dan/atau Regional
Balance Sheet (RFA/RBS)
5 Mengelola dan menatausahakan Data laporan bank dan non bank (sandi
laporan bank dan non bank (sandi dan hak akses, absensi, validasi
dan hak akses, absensi, validasi kewajaran data
kewajaran data, pembinaan dan
layanan helpdesk)
6 Mengelola pelayanan Informasi IDI dan layanan keluhan masyarakat
Debitur Individual (IDI) dan terkait SID
penanganan keluhan terkait data
Sistem Informasi Debitur (SID)

16
7 Melaksanakan komunikasi dan Informasi terkait pemenuhan Giro
klarifikasi terkait dengan Wajib Minimum bank yang berkantor
pemenuhan Giro Wajib Minimum pusat di wilayah KPwDN
bank yang berkantor pusat di
wilayah KPwDN atas permintaan
satuan kerja Kantor Pusat terkait.

Fungsi Data Statistik, Ekonomi dan Keuangan adalah unit yang


kegiatannya mengumpulkan, mengelola kemudian menyediakan data untuk
unit lainnya. Adapun data yang di maksud terdapat pada tiga poin berikut,
yaitu Data Statistik, Survei dan Liaison.
1) Data Statistik
Beberapa produk data statistik yang terdapat di Fungsi Data Statistik,
Ekonomi dan Keuangan diantaranya:
a. SEKDA
Statistik Ekonomi dan Keuangan Daerah (SEKDA) adalah publikasi
statistik Bank Indonesia secara bulanan yang berisi data ekonomi dan
keuangan daerah. Tujuan dari Publikasi SEKDA yaitu membantu
penggunaan untuk memahami perkembangan ekonomi dan keuangan di
daerah. Adapun publikasinya disajikan dalam bentuk cetak publikasi dan CD
serta bisa diakses melalui website Bank Indonesia.
b. Peringkat Bank
Data peringkat bank tujuannya untuk memberikan informasi kepada
perbankan setiap bulannya berupa data peringkat masing-masing bank yang
ada di Kalimantan Barat. Hal ini dilakukan untuk dijadikan tolak ukur dan
masukan bagi perkembangan perbankan itu sendiri. Data yang di sajikan
berupa peringkat aset,dana pihak ketiga, kredit, NPL (kredit bermasalah) dan
laba rugi.
c. Jaringan Kantor Bank
Data Jaringan Kantor Bank yaitu data yang dilakukan dengan peng-
update-an secara bulanan tentang perkembangan jumlah bank dan jumlah
kantor bank. Data perbankan dan jaringan komputer tersebut akan

17
dipergunakan untuk menyusun KEKR, SEKDA, buku saku dan penelitian
lainnya.
d. Permintaan Data Pihak Ketiga
Permintaan data pihak ketiga merupakan data perbankan yang di minta
atau diberikan berupa data perbankan yang bersifat tidak rahasia kepada
pihak ketiga yang membutuhkan, seperti instansi, perusahaan, media maupun
mahasiswa untuk kepentingan umum. Contoh diantaranya adalah penerbitan
buku, melakukan penelitian, penyusunan skripsi dan tesis serta
perkembangan perbankan terkini.
e. Penyusunan Database Perekonomian
Tujuannya untuk menyusun basis data indikator ekonomi. Data yang
dikelola Fungsi Data Statistik, Ekonomi dan Keuangan. Misalnya tentang
data curah hujan, peti kemas, data arus barang, data perdagangan, dan lain
sebagainya. Penyusunan database perekonomian akan berguna dalam
penyusunan analisa perekonomian.
2) Survey
Beberapa survey yang terdapat di Fungsi Data Statistik, Ekonomi dan
Keuangan diantaranya:
a. Survei kegiatan dunia usaha (SKDU)
Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) merupakan survei triwulan yang
dilakukan terhadap perusahaan yang tersebar di Kalimatan Barat dan dipilih
hanya untuk sebagai sampling. Hal ini bertujuan untuk mengetahui
perkembangan realisasi kegiatan usaha.
b. Survei Konsumen (SK)
Survei konsumen merupakan survey bulanan yang dilakukan dengan
tujuan untuk memperoleh informasi mengenai persepsi responden terhadap
kondisi ekonomi.
c. Survei Pemantauan Harga (SPH)
Survei ini dilakukan untuk mengetahui naik turunnya harga komoditi.
Survei ini dilakukan dalam mingguan tetapi pelaporan datanya dilakukan
secara mingguan.
d. Survei Harga Properti dan Residential (PHPR)

18
Survei ini dilakukan triwulanan untuk mengetahui perkembangan harga
properti seperti rumah tinggal dan ruko. Alasan dilakukan survei ini karena
pergerakan harga properti di kota Pontianak sendiri pekembangannya sangat
pesat.
3) Liaison
Liaison adalah pengumpulan data dengan metode wawancara.
Wawancara yang dilakukan yaitu wawancara ke perusahaan mengenai
kegiatan perusahaan. Perusahaan yang diwawancarai di utamakan perusahaan
berskala besar.
Adapun kegiatan-kegiatan liaison sebagai berikut:
a. Diary Note
Diary note merupakan rekaman kegiatan wawancara. Rekaman berupa
catatan yang dilakukan dengan cara menulis diary bukan rekaman
menggunakan media perekam.
b. Laporan Liaison
Laporan liaison merupakan hasil komplikasi dari beberapa diary note
dan laporan ini dilaporkan secara triwulanan.

c. Fungsi Koordinasi dan Komunikasi Kebijakan (FKKK)

FKKK merupakan bagian unit KPwBI di bidang Advisory dan


Pengembangan Ekonomi. FKKK berperan sebagai fasilitator dan humas untuk
semua unit yang ada di KpwBI Kalbar. FKKK juga sebagai pusat data dan
informasi untuk pengguna internal dan eksternal. Berikut ini adalah table 3.2
yang merupakan tugas dan produk pokok unit FKKK :

Table 3.2 Tugas dan Produk Pokok FKKK

No Tugas Pokok Produk Pokok


1 Melaksanakan koordinasi dengan Terlaksananya koordinasi pengendalian
stakeholders dalam rangka inflasi (high level meeting, rapat teknis,
pengendalian inflasi dalam wilayah rapat koordinasi dalam wilayah
kerja dan/atau antar wilayah kerja koordinasi, dan kegiatan lain terkait
pengendalian inflasi).

19
2 Melakukan koordinasi dan program Kegiatan kerjasama pengembangan
kerjasama dalam rangka ekonomi daerah (Regional Investor
pengembangan ekonomi daerah dan Relation Unit (RIRU), peningkatan
hubungan investor daya saing, investasi, ekonomi dan
keuangan syariah).
3 Menyusun dan melaksanakan program Laporan pelaksanaan program
komunikasi kebijakan dan isu strategis komunikasi di daerah (media briefing,
BI Wide (One Voice), termasuk focus group dicussion, seminar dan talk
memfasilitasi atau mengkoordinasikan show).
pelaksanaan komunikasi satuan kerja
Kantor Pusat di daerah.
4 Menyusun dan melaksanakan program a. Rencana kegiatan;
komunikasi hasil kajian dan isu b. Laporan pelaksanaan program
regional lainnya, termasuk melakukan komunikasi dan materi
penyesuaian terhadap materi/publikasi komunikasi di daerah (media
eksternal sesuai dengan kebutuhan briefing, focus group dicussion,
daerah. seminar dan talk show).
5 Melaksanakan forum – forum terkait Terlaksananya program
dengan pengembangan dan kerjasama networking/jejaring dengan
ekonomi yang melibatkan stakeholders stakeholders daerah melalui forum –
daerah. forum koordinasi di daerah.
6 Melakukan kegiatan sosialisasi dan Laporan pelaksanaan sosialisasi dan
capacity building kepada stakeholders. capacity building.
7 Menyediakan Layanan Informasi Pelayanan data dan informasi kepada
Publikasi Publik (termasuk Pejabat publik.
Pengelola Informasi dan
Dokumentasi/PPID daerah).
8 Mengelola Pelaksanaan Program a. Usulan dan strategi pelaksanaan
Sosial Bank Indonesia (PSBI), PSBI;
termasuk beasiswa. b. Laporan pelaksanaan PSBI,
termasuk beasiswa.

20
9 Melaksanakan edukasi Pelaksanaan edukasi kebanksentralan,
kebanksentralan, termasuk program termasuk program magang.
magang.
10 Mengelola perpustakaan Bank Pengelolaan perpustakaan Bank
Indonesia. Indonesia.

d. Fungsi Asesmen Ekonomi dan Surveilans (FAES)

FAES adalah salah satu unit yang berada pada Tim Advisory dan
Pengembangan Ekonomi. FAES adalah bidang yang mengkaji suatu data yang
berhubungan dengan ekonomi. Fungsi ini berkaitan erat dengan Fungsi Data
Statistik Ekonomi dan Keuangan (FDSEK). Data yang diperoleh FDSEK melalui
berbagai macam survei akan dikaji oleh FAES menjadi sebuah informasi.

No. Tugas Pokok Produk Pokok

1 Melakukan pengumpulan informasi asesmen ekonomi daerah, a.l. :


ekonomi strategis serta asesmen
a. Kajian Ekonomi dan Keuangan
ekonomi dan keuangan untuk
Regional (KEKR) Provinsi,
mendukung perumusan rekomendasi
Ringkasan Ekonomi Regional
kebijakan kepada Kantor Pusat Bank
(RER), Laporan Analisis Inflasi;
Indonesia dan/atau Pemerintah Daerah
b. Kajian bersama dengan Satuan
Kerja Kantor Pusat dan/atau
Departemen Regional;

c. Analytical Notes/Occasional
Paper dan/atau Kajian Isu
Strategis

2 Melakukan fasilitasi upaya Fasilitasi upaya penyelesaian


penyelesaian permasalahan permasalahan perekonomian
perekonomian daerah yang daerah dan/atau penyusunan
rencana aksi.

21
membutuhkan penyelesaian dari
pemerintah pusat.

3 Melaksanakan Regional Financial a. Laporan kegiatan RFS, a.l. :


Surveillance (RFS)
- Laporan Surveilans Sistem
Keuangan/asesmen (Ad Hoc);

- Laporan asesmen RFS;

- Data dan informasi hasil


pemeriksaan;

- Laporan riset tematik dan


inisiatif (Ad Hoc);

- Laporan hasil koordinasi


dengan pihak internal/eksternal
Bank Indonesia (Ad Hoc)

b. Data dan informasi untuk


pengawasan Moneter, Surveilans
Sistem Keuangan, SP dan PUR,
dan Market berdasarkan
riskbased.

4 Menyusun proyeksi makroekonomi Hasil proyeksi dan asumsi


daerah. makroekonomi daerah

5 Menyusun rekomendasi kebijakan Rekomendasi kebijakan ekonomi


ekonomi dan keuangan daerah dan keuangan daerah kepada
berdasarkan hasil asesmen dan kajian Kepala Daerah (advisory)

Beberapa produk dari FAES , yaitu :

1. Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional (KEKR) Provinsi

22
adalah publikasi berupa buku terkait kajian ekonomi dan keuangan oleh
Bank Indonesia yang dirangkum dalam per triwulanan. Tujuan dari
Publikasi KEKR adalah untuk mempermudah instansi terkait untuk
memahami beberapa informasi ekonomi dan keuangan Provinsi
Kalimantan Barat.
2. Ringkasan Ekonomi Regional (RER)
Tujuan RER ini untuk meringkas suatu informasi menjadi singkat, padat
dan jelas ke instansi-instansi yang terkait dalam menjaga kestabilan nilai
rupiah melalui seminar. Sama halnya dengan KEKR, RER juga dibuat
Triwulanan.
3. Laporan Analisis Inflasi
Laporan yang dibuat untuk menginformasikan tentang analisis inflasi yang
akan ditujukan untuk internal Bank Indonesia . Laporan ini dibuat setiap
bulannya seiring dengan terbitnya siaran inflasi dari Badan Pusat Statistik
(BPS).
4. Ad Hoc
Mengadakan kajian Ad hoc atas inisiatif Bank Indonesia ataupun kerjasama
denagan kantor pusat atau stakeholders daerah.
Hubungan kerja Fungsi Asesmen dan Keuangan Survailens (FAES) dengan fungsi
lainnya
Fungsi FAES mempunyai hubungan yang erat dengan bidang lainnya,
FAES dapat data yang akan dikaji dari hasil survey dari Fungsi Data Statistik
Ekonomi dan Keuangan (FDSEK). Hasil pengkajian yang dibuat FAES akan
menjadi sebuah informasi untuk dipublikasikan oleh Fungsi Komunikasi dan
Koordinasi Kebijakan (FKKK) kepada lembaga terkait termasuk kepada Tim
Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan juga kepada masyarakat. Sedangkan
hubungan FAES dengan Fungsi Pengembangan Potensi UMKM (FPPU) adalah
FAES memberikan informasi kepada FPPU tentang UMKM yang cocok untuk
diteliti dari hasil kajian tersebut.
e. Unit Satuan Layanan dan Administrasi
Satuan Layanan dan Administrasi (SLA) merupakan salah satu unit di Kantor
Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat. Dalam unit SLA ada

23
beberapa satuan yaitu: Sekretariat, Protokol, Pengamanan, Kepegawaian dan
Logistik.

Visi dan Misi Unit Satuan Layanan dan Administrasi

Adapun visi dan misi unit Satuan Layanan dan Administrasi adalah sebagai
berikut ini:

• Visi
Memberikan pelayanan yang prima di bidang SDM, pengamanan dan protokol
yang berorientasi pada customer focus dan zero complain sesuai dengan
ketentuan yang berlaku dalam rangka mendukung pelaksanaan kebijakan Bank
Indonesia di daerah.
• Misi
Menjadi unit kerja yang kredible dalam pelaksanaan tugas dengan berpedoman
pada ketentuan yang berlaku dan berorientasi pada best practice dalam
berkontribusi terhadap pelaksanaan tugas Bank Indonesia.
• Motto Unit Kerja
“hari ini harus lebih baik daripada hari kemaren, dan hari esok harus lebih baik
daripada hari ini”
Tugas dan produk pokok unit Satuan Layanan dan Administrasi dijelaskan
dalam bentuk tabel 3.9 berikut ini.

Tabel 3.9 Tugas dan produk pokok unit Satuan Layanan dan Administrasi

No Tugas Pokok Produk Pokok


1. Bertanggungjawab melaksanakan a. Layanan dan administrasi gaji serta
administrasi data dan informasi SDM di penghasilan pegawai
satker b. Layanan administrasi manfaat serta
fasilitas pegawai dan keluarga
(misalnya : fasilitas kesehatan dan
PMP)
c. Administrasi kehadiran dan data
kepegawaian

24
d. Administrasi pelaksanaan
ketentuan disiplin dan tata tertib
pegawai satker
e. Rekapitulasi kebutuhan
pengembangan SDM satker;
f. Data dan informasi SDM satker
terkini;
g. Administrasi kepegawaian lainnya
2. Bertanggungjawab melaksanakan Pelaksanaan pengelolaan SDM non
pelaksanaan pengelolaan SDM non organik : penerimaan, penempatan,
organik pengembangan, pembinaan dan penilaian
kinerja serta pemutusan hubungan kerja
sesuai ketentuan yang berlaku.
3. Bertanggungjawab melaksanakan
perencanaan, pemenuhan, Perencanaan, pemenuhan, penatausahaan
penatausahaan dan pemeliharaan dan pemelihataan inventaris kantor, ATK
inventaris kantor, ATK satker, satuan kerja, penyediaan jasa pihak
penyediaan jasa pihak ketiga serta ketiga serta barang habis pakai.
barang habis pakai
4. Bertanggungjawab melaksanakan a. WRA dan laporan reaisasi
fungsi perencanaan anggaran (PA) dan anggaran satker;
administrasi pajak satker b. Administrasi perpajakan
5. Bertanggungjawab melaksanakan
pelaksanaan penghitungan, koreksi, Hasil perhitungan, koreksi, penyetoran
penyetoran dan pelaporan pajak KPw dan pelaporan pajak KPw DN
DN
6. Bertanggungjawab melaksanakan
Administrasi dan layanan perjalanan
administrasi perjalanan dinas satuan
dinas satuan kerja
kerja
7. Bertanggungjawab untuk
Terlaksananya kegiatan protokoler
melaksanakan kegiatan protokoler

25
8. Bertanggungjawab melaksanakan
Tersedianya akomodasi, transportasi dan
penyediaan akomodasi, transportasi,
perizinan dalam rangka penyelenggaraan
perizinan, sarana dan prasarana dalam
kegiatan kedinasan di wilayah kerjanya.
rangka kegiatan keprotokolan.

3.4.1 Sekretariat

Satuan Layanan dan Administrasi memiliki satuan sekretariat yang mempunyai


tugas meliputi:
a. Menyusun agenda kegiatan pertemuan Kepala Kantor Perwakilan Bank
Indonesia Provinsi Kalimantan Barat.
b. Membuat berita acara serah terima (BAST) yang berhubungan dengan
perjalanan dinas dan cuti Kepala Perwakilan dan Deputi Kepala Perwakilan.
c. Melaksanakan klasifikasi dan pendistribusian dokumen yang masuk ke
pimpinan Satker (Satuan Kerja) yang selanjutnya akan diserahkan ke Unit
Pengolah (UP).
d. Menjadi frontliner atau orang yang berhubungan langsung dengan stakeholder
maupun tamu Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia.
e. Mengerjakan pekerjaan administratif seperti pengelolaan surat/dokumen
masuk dan keluar, disposisi surat dll.
f. Sebagai operator komunikasi (telepon, faximili) bertugas menerima,
meneruskan dan menyeleksi telepon/faksimili masuk dari pihak luar dan
sebaliknya.
g. Mengelola biaya representasi yang dikeluarkan saat pihak Bank Indonesia
melakukan pertemuan dengan stakeholder maupun saat rapat intern dan
ekstern (penarikan dan penatausahaan anggaran).
h. Sebagai petugas arsip dan mengelola arsip Kantor Perwakilan Bank Indonesia
Provinsi Kalimantan Barat berdasarkan MLBI (Manajemen Logistik Bank
Indonesia).
i. Mengelola data kardeks (Kartu Indeks Pegawai) pegawai.

3.4.2 Protokol

26
Tugas bagian protokol adalah melaksanakan kegiatan keprotokolan di Bank
Indonesia. Adapun kegiatan keprotokolan di Bank Indonesia antara lain:
1. Mempersiapkan perjalanan dinas
2. Mempersiapkan pelayanan kepada tamu internal maupun eksternal
3. Bertanggungjawab terhadap kendaraan dinas di Bank Indonesia
4. Menjalin relasi dengan stakeholder terutama yang berhubungan dengan
kegiatan keprotokolan
5. Membuat atau menjalin kerjasama dengan hotel di Pontianak dan hotel lainnya
6. Membuat kerjasama dengan bengkel/reparasi kendaraan termasuk asuransi
kendaraan
7. Membuat pass masuk bandara
8. Penatausahaan arsip dan dokumen protocol
9. Menginput PPh Pasal 21 dalam rangka perjalanan dinas pegawai

3.4.3 Pengamanan

Pengamanan adalah segala upaya dan kegiatan preventif (pencegahan) dan


reprensif (penindakan) terhadap segala bentuk ancaman dan gangguan keamanan
dan ketertiban yang datang dari luar maupun dari dalam. Dalam melaksanakan
tugasnya bidang pengamanan di Bank Indonesia berpedoman pada Surat Edaran
No.7/102/INTERN tanggal 26 Desember 2005.
Unsur Petugas Pengamanan terdiri dari 3 unsur, yaitu:
• Pam Organik
• Pam Non Organik (Out Sourcing)
• Tenaga POLRI

3.4.4 Kepegawaian

Adapun tugas dari satuan kepegawaian meliputi:

1. Pengkinian Data
Melakukan pengkinian data pegawai meliputi perubahan data/informasi
pribadi, data keluarga, data kepegawaian, riwayat pendidikan, riwayat jabatan,

27
jenjang karir, data kesehatan, dan lain-lain melalui aplikasi SIMASDAM
(Sistem Informasi Manajemen Sumber Daya Manusia).
2. Kesehatan
Menangani administrasi terkait pemberian fasilitas kesehatan pegawai beserta
keluarga melalui aplikasi BIKES (Bank Indonesia Administrasi Kesehatan).
3. Sistem Kehadiran
Pengelolaan dara absensi, cuti (cuti tahunan, cuti besar, cuti ekstra, dan cuti
bersama), dan lembur (lembur umum, lembur khusus, dan lembur tutup buku)
pegawai melalui aplikasi BI-SIKAP (Bank Indonesia Sistem Kehadiran
Pegawai).
4. Sistem Penggajian
Menangani proses pembayaran gaji kepada pegawai dengan aplikasi BISAP
(Bank Indonesia Sistem Aplikasi Penggajian). Mekanisme pembayaran gaji
dilakukan secara sentralisasi oleh kantor pusat.
5. Perpajakan
Kewajiban Pajak Bank Indonesia meliputi:
• Pemotong PPh
• Sebagai PPh Badan
• Sebagai Pengusaha Kena Pajak

Ketiga kewajiban Pajak Bank Indonesia tersebut diinput melalui aplikasi


BIJAK (Bank Indonesia Aplikasi Pajak)

6. Pinjaman
Jenis Pinjaman terdiri dari 2, yaitu:
• Multiguna, diterima 3 tahun sekali setelah masa kerja 3 tahun dan bergulir.
• Dakesra (Dana Kesejahteraan Karyawan), diterima setelah 6 tahun masa
kerja diberikan oleh YYKBI (Yayasan Kesejahteraan Karyawan Bank
Indonesia)
7. Kearsipan
Kearsipan meliputi pemberkasan, penyimpanan, pemeliharaan, dan
penyusutan. Penyimpanan arsip mengacu kepada ketentuan MDBI
(Manajemen Dokumen Bank Indonesia). Sejak Mei 2014 penyimpanan arsip

28
juga diinput secara online melalui aplikasi BI-RMS (Bank Indonesia Records
Management System)
8. Logistik
Kegiatan kelogistikan di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi
Kalimantan Barat mengacu pada Peraturan Dewan Gubernur (PDG)
No.10/1/PDG/2008 tanggal 18 Januari 2008 dan PDG No.11/2/PDG/2009
tanggal 20 Februari 2009 tentang Manajemen Logistik Bank Indonesia
(MLBI). Manajemen Logistik Bank Indonesia (MLBI) adalah suatu rangkaian
kegiatan perencanaan, pengadaaan, pemeliharaan, penatausahaan,
pemanfaaatan, penghapusan, dan pengawasan barang dan/atau jasa di Bank
Indonesia.
Adapun lingkup dan pelaksanaan MLBI antara lain:
a) Perencanaan
b) Pengadaan
c) Pemeliharaan
d) Pemanfaatan
e) Penatausahaan
f) Penghapusan
g) Pengawasan

f. Fungsi Pelaksanaan Pengembangan UMKM (FPPU)

FPPU merupakan unit yang bertugas menjalankan program upaya


pengembangan sektor rill dan UMKM. Pada dasarnya tugas dari unit ini adalah
untuk membantu Bank Indonesia untuk mencapai tujuannya yaitu menstabilkan
harga-harga di daerah. FPPU berupaya dengan menjalankannya melalui program-
program yang dilakukan dengan tujuan untuk menekan dengan inflasi daerah.
Berikut ini adalah tugas dan produk pokok unit FPPU:

29
No Tugas Pokok Produk Pokok
1 Melaksanakan program a. Kajian dan rekomendasi dalam
pengembangan UMKM dalam rangka mendorong
rangka peningkatan kapasitas pengembangan UMKM
ekonomi daerah dan pengendalian b. Terlaksananya kegiatan bantuan
inflasi. teknis (penelitian, pelatihan,
penyediaan informasi dan/atau
fasilitasi)
c. Implementasi program
pengembangan UMKM (a.l
pengembangan komoditi
strategis, program pengembangan
ekonomi berbasis komunitas,
Local Economic Development
(LED), Value Chain Financing,
Perusahaan Penjaminan Kredit
Daerah (PPKD), credit rating,
fasilitasi)
2 Melakukan kegiatan dalam rangka Terlaksanannya fasilitasi upaya
peningkatan akses keuangan peningkatan akses UMKM kepada
UMKM a.l melalui infrastruktur perbankan (a.l. melalui penyusunan
keuangan, fasilitasi program lending model, value chain financing,
pemerintah yang memberikan nilai perusahaan penjaminan kredit
tambah, dan penyaluran kredit daeraah, credit rating)
UMKM dan Kredit Usaha Rakyat
(KUR)
3 Melaksakan penyediaan dan Penyediaan informasi terkait UMKM
diseminasi informasi terkait (a.l data profil UMKM, data hasil
pengembangan UMKM kajian komoditas produk jenis usaha
(KPJU) unggulan UMKM dan
lending model)

30
4 Melakukan kegiatan koordinasi Laporan koordinasi dan kerjasama
dan kerjasama dengan stakeholder dengan stakeholders (pemerintah
setempat dalam rangka daerah, perbankan dan internal bank
pengembangan UMKM. indonesia)

31
BAB III

HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Tugas dan Kegiatan

Berdasarkan hasil kerja praktik yang dilaksanakan selama 30 hari kerja di


enam unit, berikut adalah daftar tugas dan kegiatan yang telah kami dilaksanakan
di masing-masing unit kerja KPwBI Kalbar.

3.1.1 Fungsi Data dan Statistik Ekonomi dan Keuangan

Minggu Kegiatan
1 - Mempelajari tentang pemahaman dasar mengenai
Inflasi
- Menyebarkan surat undangan Diseminasi Kalbar
Perkembangan Perekonomian Kal-Bar
- Menginput data Statistika ekonomi Keuangan Daerah
(SEKDA)
- Melaksanakan dan Menginput data Quality Control
(Call Back) Survei Konsumen
- Menghadiri Inkubator Bisnis Fintech
- Mentoring
2 - Mengarsipkan Surat
- Menyusun Laporan Perjalanan Dinas
- Menginput data harga komoditas PIHPS
- Membuat Infografis mengenai komoditas PIHPS
- Merekap dan Menginput data sanksi BMPK BPR
- Mentoring
3 - Menginput data harga komoditas PIHPS
- Membuat Infografis mengenai komoditas PIHPS
- Menghadiri acara Focus Group Discussion mengenai
Kubu Raya dalam Angka 2018

32
- Menyiapkan buku KEKR untuk dikirimkan kepada
Stakeholders
- Memeriksa data yang terdapat di buku Kubu Raya
dalam Angka 2018
- Menginput Pph21 ke aplikasi BI-JAK
- Mempelajari pemahaman dasar mengenai PDRB

4 - Menghubungi kontak untuk Liaison


- Mengarsipkan Surat
- Menginput data harga komoditas PIHPS
- Membuat Infografis mengenai komoditas PIHPS

5 - Menginput data harga komoditas PIHPS


- Membuat Infografis mengenai komoditas PIHPS
- Menyiapkan Surat Undangan mengenai SBR0004
- Mengunjungi taman Makam Pahlawan
6 - Menginput data harga komoditas PIHPS
- Membuat Infografis mengenai komoditas PIHPS
- Melaksanakan dan Menginput data Quality Control
(Call Back) Survei Konsumen
- Mencari Jurnal mengenai Pengaruh semen terhadap
PDRB
- Menghadiri Gema Takbir
- Menginput data informasi untuk Buletin Survei
Konsumen
- Menginput Pph21 ke aplikasi BI-JAK
- Mencetak warkat

3.1.2 Satuan Layanan dan Adminitrasi

PEKAN KEGIATAN
1. Perkenalan ruang kerja/ unit di Bank Indonesia
1
2. Input jumlah nilai PPh pasal 23

33
3. Memeriksa identitas PPh pasal 21 dan PPh pasal 26
4. Mengantar surat undangan kegiatan
5. Mentoring dari unit Safety
6. Mentoring tentang Unit FKKK(
7. Mentoring tentang unit FPPU
8. Mentoring tentang unit FAES
9. Mentoring tentang pilar ke-2 Bank Indonesia
10. Mentoring tentang unit SLA
1. Mentoring tentang unit Pengawasan SP, PUR, dan KI
2. Mentoring tentang unit FKKK
3. Mentoring tentang unit OSP
4. Membuat uraian tugas unit SLA
2 5. Melakukan print laporan, fotocopy dan mengantarkan
surat
6. Mengecek persedian ATK
7. Mentoring tentang unit FDSEK
8. Mengantar ATK ke unit SP,PUR dan KI
1. Pengantaran warkat
2. Print, scan dan fotocopy
3. Mencetak jadwal dan harga tiket pesawat garuda kelas
ekonomi
3 4. Menginput nama semua barang persedian ATK
kedalam database
5. Menginput jumlah PPh 23
6. Pengecekan hasil dari cetakan PPh 23
7. Mengecek persedian barang/logistik di ATK
1. Melakukan scan dan fotocopy
2. Melakukan Pengantaran warkat
4 3. Mencetak jadwal dan harga tiket pesawat garuda kelas
ekonomi

4. Mengecek PPh 23

34
5. Mencetak absensi pegawai non-organik dari januari-
juli 2018
1. Melakukan scan dan fotocopy
2. Mencetak absensi pegawai non-organik
3. Mencetak dan membuat buku saku P3K
5 4. Menyusun arsip di ruang TKA
5. Menginput dan mengecek PPh 21
6. melakukan kegiatan upacara bendera 17 AGUSTUS
7. Menghitung uang perjalanan dinas
1. Melakukan scan dan fotocopy
6 2. Mencetak absensi pegawai non-organik
3. Mengantar surat masuk

PEMBUATAN APLIKASI PERMINTAAN ATK , PEMINJAMAN


RUANGAN, SERVICE KENDARAAN, PENGISIAN BBM, PENGGUNAAN
MOBIL DINAS

Latar Belakang Pembuatan Aplikasi

Perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat pada zaman ini


menyebabkan segala hal saling berhubungan dengan teknologi informasi. Salah
satu teknologi yang berkembang pesat pada saat ini adalah sistem informasi. Sistem
informasi adalah sistem yang dibuat oleh manusia yang berisi himpunan terintegrasi
dari komponen-komponen manual dan komponen-komponen terkomputerisasi
yang bertujuan untuk mengumpulkan data, menyimpan data, memproses data, dan
menghasilkan informasi.

Sistem informasi merupakan salah satu hal yang penting dalam suatu
perusahaan. Dengan adanya sistem informasi maka instansi atau perusahaan dapat
menjamin kualitas informasi yang disajikan dan dapat mengambil keputusan
berdasarkan informasi tersebut. Penggunaan sistem informasi pada suatu instansi
dilakukan untuk mendukung efisiensi dan efektivitas dalam pelaksanaan tugas

35
instansi tersebut dalam mencapai target yang maksimal. Penggunaan sistem
informasi pada suatu instansi dapat mengurangi beban tugas pegawai. Kontribusi
yang optimal dari suatu sistem informasi membuat waktu kerja pegawai dapat
digunakan untuk mengerjakan tugas lainnya. Sistem informasi yang dibangun di
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat (KPwBI) ini
bertujuan untuk mengurangi beban pekerjaan pegawai Bank Indonesia di bagian
Satuan Layanan Administrasi.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat (KPwBI


Prov.Kalbar) adalah bank sentral yang bertujuan mencapai dan memelihara
kestabilan nilai rupiah kedalam negeri terhadap barang dan jasa, dan keluar negeri
terhadap nilai tukar mata uang rupiah dengan mata uang negara lain. Kantor
Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat merupakan lembaga negara
yang independen dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya, bebas dari campur
tangan pemerintah atau pihak lain, kecuali untuk hal-hal lain yang secara tegas
diatur dalam undang-undang tentang BI.

Aplikasi yang dibangun pada Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi


Kalimantan Barat ini menangani tugas tugas yang biasanya dilakukan dengan cara
mencetak secara manual alat tulis kantor yang ingin diminta dan penggunaan mobil
dinas, mencatat secara manual tanggal penggunaan ruangan, pengisian bbm, servis
kendaraan, oleh pegawai di Satuan Layanan dan Administrasi (SLA) Bank
Indonesia. Sebelum adanya aplikasi ini, permintaan alat tulis kantor, peminjaman
ruangan, formulir servis kendaraan, formulir pengisian BBM, dan formulir
penggunaan mobil dinas. Aplikasi ini dibangun berbasis website menggunakan
Bahasa pemrograman Hypertext Preprocessor (PHP) dan database MySQL.
Aplikasi yang dibangun ini berjalan di secara local, jadi hanya komputer yang
saling terhubung dan berada di dalam satu jaringan yang sama saja yang dapat
menggunakan aplikasi ini.

Dengan adanya aplikasi yang telah dibangun ini, diharapkan dapat


meringankan pekerjaan pegawai di bagian Satuan Layanan dan Administrasi (SLA)
Bank Indonesia dalam urusan permintaan alat tulis kantor (ATK), peminjaman
ruangan untuk kegiatan, penggunaan mobil dinas, servis kendaraan, dan pengisian

36
BBM. Sehingga waktu yang digunakan dalam mengurus hal hal tersebut lebih
cepat, dan pegawai bagian Satuan Layanan dan Administrasi (SLA) dapat
melakukan pekerjaan lain yang membuat waktu kerja menjadi lebih efektif dan
efisien.
(Cara Penggunaan Aplikasi Terlampir)

3.1.3 Fungsi Asesmen Ekonomi dan Surveilans


Minggu ke- Kegiatan
1 - Meringkas berita koran harian berkaitan dengan
kajian ekonomi dan keuangan untuk weekly report
- Mempelajari tentang pemahaman dasar mengenai
inflasi
- Menyebarkan surat undangan untuk Diseminasi
Perkembangan Perekonomian Kalbar
- Mengatur registrasi Diseminasi KEKR
2 - Meringkas berita koran harian berkaitan dengan
kajian ekonomi dan keuangan untuk weekly report
- Mencari dan menginput data penunjang kajian
ekonomi seperti Nilai Tukar Petani (NTP),
wisatawan mancanegara, wisatawan nusantara dan
lain-lain
3 - Meringkas berita koran harian berkaitan dengan
kajian ekonomi dan keuangan untuk weekly report
- Mengunjungi BPS untuk mengikuti Berita Resmi
Statistik yang menyampaikan tentang Inflasi, Nilai
Tukar Petani, Wisatawan Mancanegara, Rata-rata
lama menginap, Bongkar muat dan Ekspor-Impor
- Menyiapkan bahan kiriman berupa Statistik
Ekonomi dan Keuangan Daerah (SEKDA), CD
tentang SEKDA dan Infografis tentang inflasi
kepada stakeholders

37
- Memeriksa data yang terdapat di buku Kubu Raya
dalam Angka 2018
4 - Meringkas berita koran harian berkaitan dengan
kajian ekonomi dan keuangan untuk weekly report
- Mempelajari tentang makroekonomi
5 - Meringkas berita koran harian berkaitan dengan
kajian ekonomi dan keuangan untuk weekly report
- Menyiapkan surat undangan untuk acara Savings
Bond Ritel (SBR) 0004
- Menjaga registrasi acara SBR0004
- Mengunjungi taman makam pahlawan
- Menginput nomor surat dan memorandum yang
masuk
- Mencetak Surat Inflasi
6 - Meringkas berita koran harian berkaitan dengan
kajian ekonomi dan keuangan untuk weekly report
- Menginput nomor surat dan memorandum yang
masuk

3.1.4 Fungsi Koordinasi dan Komunikasi Kebijakan

Pekan Jenis Aktivitas Magang


Pengenalan & pengadaptasian dengan lingkungan BI.
Pengenalan unit dan pegawai BI
Penempatan mahasiswa pada unit masing-masing. Penulis
1 ditempatkan di FKKK.
Penginformasian kepada mahasiswa/i magang untuk
mentoring.
Mengikuti mentoring Safety.
Penginformasian kepada mahasiswa/i magang untuk
mentoring.

38
Menyiapkan berkas dan surat jalan dalam agenda dinas
Monitoring PSBI. Agenda dinas monitoring PSBI yang
dilakukan pada tanggal 24 Juli- 29 Juli 2018 bertempat di
Kabupaten Mempawah, Kabupaten Landak dan Kabupaten
2 Sambas.
Membuat naskah Iklan dan menyusun perencanaan serta
melakukan kordinasi dan penawaran kerjasama pemasangan
iklan di Radio RRI Pontianak.
Menyusun buku di perpustakaan sesuai dengan nomor pada
3 punggung buku dan diletakkan sesuai dengan nomor rak
yang telah ditentukan.
Membuat beberapa memorandum/surat penolakan proposal.
Menyiapkan berkas-berkas dan konsep acara dalam kegiatan
Pekan BI mengajar di SMA Santu Petrus Pontianak dalam
4 rangkaian kegiatan HUT RI ke 73 dan HUT BI ke 65
Menyiapkan berkas-berkas lomba dalam keterbukaan
inrformasi Badan Publik yang diselenggarakan oleh Komisi
Informasi Provinsi Kalimantan Barat
Mencari dan menyiapkan berkas berkas PSBI tahun 2013
sampai dengan tanhun 2018 sebagai salah satu antisipasi
dalam pemeriksaan BPK terhadap KpwBI Kalbar
5 Mengelola perpustakaan seperti menyiapkan berkas berkas
dalam Akreditasi Perpustakaan
Menyiapkan acara Seminar Kebangsentralan bersama FEB
Untan dalam rangkaian kegiatan PKKMB
Membuat surat penerimaan magang untuk periode Agustus
sampai Oktober 2018
Menyiapkan surat keterangan untuk mahasiswa yang akan
6 selesai magang, sebagai salah satu bukti bahwa pernah
magang di KpwBI Kalbar periode Juli sampai dengan
Agustus 2018

39
Membuat memorandum persetujuan dalam kegiatan
Mempawah Mangrove Festival 2018

3.1.5 Operasional Sistem Pembayaran

Pekan Tugas/Kegiatan
Perkenalan
Belajar input warkat+cap
Input+ download absensi
Menyusun arsip data
1 menginput data stor tarik bank
Membuat plot data stor tarik bank
mentoring
Mengikuti agenda PINTAR
input peserta kliring
Menyusun arsip data
Input stor tarik bank
mentoring
Menginput data stor tarik bank
membuat plot stor tarik bank
membantu menyiapkan kebutuhan ATK unit
2 Mempersiapkan acara sosialisasi Rekening giro antar
bank
Mengetik surat
Menyusun surat
mengikuti agenda PINTAR
mengikuti inkubator wirausaha
Memperbanyak surat
Mengirim fax
menginput data stor tarik bank
3
membuat plot stor tarik bank
mengecek arsip data (WRA)

40
mengecek/mengoreksi rumus pada data excel
Mengikuti agenda PINTAR
meresensi buku
menyusun arsip data
menginput data stor tarik bank
Menyusun arsip data
4 membantu menyiapkan kebutuhan ATK unit
download absensi
Membantu distribusi berkas
menginput data stor tarik bank
Menyusun arsip data
Membantu distribusi berkas
5 membuat surat
download absensi
upacara 17 agustus
membagikan surat
menginput data stor tarik bank
Menyusun arsip data
cap warkap
6
mengikuti acara idul adha
Membantu distribusi berkas
memperbanyak berkas

3.1.6 Pengawasan SP, PUR dan KI

Pekan Tugas/Kegiatan
1 a. Kegiatan doa bersama dimana penulis dan
mahasiswa PKL lainnya diberi kesempatan
memperkenalkan diri.
b. Sebelum memulai aktifitas, penulis dan
mahasiswa PKL lainnya diperkenalkan dan
ditempatkan di unit masing-masing.
c. Memilah dan menginput data kuesioner
Pengukuran Pelaksanaan Program Edukasi
Bansos.

41
d. PINTAR, dimana seluruh karyawan dan mitra
kerja lainnya belajar bersama mengenai Teori
Resiko
e. Menginput Laporan Saldo per Akun Anggaran
f. Menginput data Kuesioner Penyaluran PKH dan
BPNT Secara Non-Tunai
g. Meninginput MDa Non Pegawai di Bijak
h. Mentoring mengenai unit Safety berisi materi
mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja
i. Menginput data kuesioner Penyaluran PKH dan
BPNT Secara Non-Tunai
j. Ketik Risalah Rapat Koordinasi Monitoring
Bansos Non Tunai
k. Input MDa Non Pegawai di Bijak
l. Mentoring kebanksentralan
m. Menginput kuesioner Pengukuran Pelaksanaan
Program Edukasi Bansos
n. Mentoring kebanksentralan
o. Mentoring unit SLA dijelaskan mengenai fungsi
SDM, logistik, anggaran, sekretariat, protocol,
dan keamanan

2 a. Mentoring Pengawasan SP, PUR, dan KI


disampaikan materi tentang Sistem
Pembayaran, KI, dan tugas pokok
b. Mentoring unit FKKK mengenai peningkatan
produksi pangan pokok dan hubungan BI
dengan Pemerintah
c. PINTAR, materi mengenai Sistem Keuangan
Indonesia
d. Mentoring OSP berisi materi tentang BI-RTGS
dan SKNBI)
e. Input MDa Non Pegawai di Bijak
f. Merapikan kertas Hasil Evaluasi Pengawasan
dan Pemeriksaan Terhadap Kas Titipan BI di
Kas Titipan Putussibau
g. Setor uang di OSP
h. Mentoring unit FDSEK mengenai materi
berbagai jenis survei yang dilakukan FDSEK
3 a. Bantu cetak slip pembayaran
b. Setor uang di OSP
c. PINTAR, membahas tentang Assesing
Operational Risk
d. Menyusun berkas Laporan Hasil Pemeriksaan
Kas Titipan Putussibau Tahun 2018
e. Menginput Laporan Saldo per Akun Anggaran
f. Menyusun dan menyebarkan undangan
sisialisasi GPN

42
g. Membantu registrasi sosialisasi GPN
h. Mengambil slip pembayaran di unit OSP
i. Mengantar surat ke ekspedisi
j. Mengetik kuesioner Pemantauan Kegiatan Kas
Titipan
k. Simulasi kebakaran
4 a. Menempel amplop SPPD untuk dikirim
b. Menulis (list) warkat realisasi anggaran
c. Menyusun undangan dan mengirim undangan
rapat teknis GPN
d. Membantu registrasi rapat teknis GPN
5 a. Input dan print PPh Non pegawai
b. PINTAR, materi tentang GPN
c. Mempersiapkan dan megirim undangan HUT
RI ke 73
d. Menginterpretasikan hasil pengolahan data
kuesioner Penyaluran PKH dan BPNT secara
Non-Tunai dan data kuesioner Mentoring
Bantuan Sosial Non-Tunai 2018
e. Mempersiapkan dan mengirim undangan
Zumba dalam rangka sosialisasi GPN
f. Mendata pegawai yang ingin menukarkan kartu
debet berlogo GPN
g. Upacara HUT RI ke 73
6 a. Mendata pegawai yang ingin menukarkan kartu
debet berlogo GPN
b. Menginput data pegawai yang ingin
menukarkan kartu debet berlogo GPN
c. Mengedarkan form penukaran kartu debet
berlogo GPN
d. Menginput dan menginterpretasikan hasil
pengolahan data kuesioner Penyaluran PKH
dan BPNT secara Non-Tunai dan data
kuesioner Mentoring Bantuan Sosial Non-Tunai
2018
e. Mencetak dan mengirim amplop undangan
penukaran kartu debet berlogo GPN
f. Tabligh Akbar dalam rangka memperingati hari
raya Idul Adha

3.1.7 Fungsi Pelaksanaan dan Pengembangan UMKM

Pekan Tugas/Kegiatan
Perkenalan
Menjaga registrasi serta mengikuti pelatihan penanganan Analisis
1
Pemberian Kredit dan Penanganan Kredit UMKM Bermasalah
Mengikuti pelatihan Inkubator Bisnis Fintech Bank Indonesia

43
Mentoring
Membuat front-end web
2 Merekap kuesioner Halal Value Chain
Photocopy materi Inkubator Bisnis Fintech Bank Indonesia
Membuat front-end web
Mengikuti serta membantu pelaksanaan Inkubator Bisnis Fintech Bank
3
Indonesia
Pemetaan menggunakan Google Mymaps
Pemetaan menggunakan Google Mymaps
Mengikuti serta membantu pelaksanaan Inkubator Bisnis Fintech Bank
Indonesia
4
Membuat back-end web
Install ulang laptop
Merekap kuesioner Inkubator Bisnis Fintech Bank Indonesia
Merekap kuesioner Inkubator Bisnis Fintech Bank Indonesia
Mengikuti serta membantu pelaksanaan Inkubator Bisnis Fintech Bank
Indonesia
5 Membuat back-end web
Membuat diagram inovasi teknologi
Upacara peringatan kemerdekaan
Mencetak undangan acara Idul Adha
Photocopy sertifikat
6
Mengikuti acara Idul Adha
Photocopy materi Inkubator Bisnis Fintech Bank Indonesia

44
BAB IV

SIMPULAN

4.1 Simpulan
Selama pelaksanaan kerja praktik di KPwBI Provinsi Kalimantan Barat, dapat
disimpulkan:
a. Kegiatan kerja praktik ini sangat berguna dan memberikan manfaat yang
sangat besar, karena dilaksanakan dalam waktu satu bulan dari tanggal 16
Juli sampai dengan 24 agustus 2018. Banyak pengalaman dan pengetahuan
yang diperoleh mengenai kegiatan maupun tugas KPwBI Kalbar dan tidak
perlu banyak waktu untuk beradaptasi pada lingkungan kerja.
b. Selama kegiatan, pembimbing memberikan nasehat bahwa beberapa
informasi bersifat rahasia sehingga tidak bisa dicantumkan dalam laporan
dan disebarluaskan.
c. Dalam pelaksanaan kerja praktik di KPwBI Kalbar kami dapat mengetahui
tugas dan tanggung jawab dari masing-masing bagian atau unit kerja.
d. Kami mahasiswa kerja praktik mendapatkan pengalaman kerja yang sangat
berharga dalam melaksanakan kerja praktik di KPwBI Kalbar.

45
DAFTAR PUSTAKA

Website resmi Bank Indonesia (www.bi.go.id)

46
LAMPIRAN 1

FOTO KEGIATAN KERJA PRAKTIK

47
LAMPIRAN 2
CARA MENGGUNAKAN APLIKASI PERMINTAAN ATK,
PEMINJAMAN RUANGAN, SERVICE KENDARAAN, PENGGUNAAN
MOBIL DINAS DAN PENGISIAN BBM
1. Masukkan username dan password untuk masuk ke dalam aplikasi

Gambar 1. Halaman login aplikasi permintaan ATK dan peminjaman ruangan

2. Pilih menu Data ATK untuk melihat stok ATK yang tersedia.

Gambar 2. Halaman awal aplikasi permintaan ATK dan peminjaman ruangan

3. Tekan tombol Form Permintaan ATK untuk melakukan permintaan ATK

48
Gambar 3. Halaman Stok ATK

4. Isi formulir permintaan ATK lalu tekan tombol simpan, jika ATK yang diminta
lebih dari satu jenis, isi kembali formulir permintaan ATK dengan nomor formulir
yang sama

Gambar 4. Halaman Formulir Permintaan ATK

5. Untuk peminjaman ruangan, pilih menu Peminjaman Ruangan

49
Gambar 5. Halaman awal aplikasi permintaan ATK dan peminjaman ruangan

6. Lihat jadwal ruangan yang telah digunakan dan sesuaikan dengan jadwal
ruangan yang ingin dipinjam, lalu klik tombol pinjam ruangan

Gambar 6. Halaman Jadwal Peminjaman Ruangan

7. Isi formulir peminjaman ruangan lalu klik tombol simpan

50
Gambar 7. Halaman formulir peminjaman ruangan

CARA MENGGUNAKAN APLIKASI PEMINJAMAN MOBIL DINAS,


SERVICE KENDARAAN DAN PENGISIAN BBM

1. Masukkan username dan password untuk masuk ke dalam aplikasi

Gambar 8. Halaman login aplikasi permintaan ATK dan peminjaman ruangan

2. Pilih menu Mobil Dinas untuk penggunaan mobil dinas

51
Gambar 9. Halaman awal aplikasi peminjaman mobil dinas, service kendaraan dan pengisian
bbm

3. Cek Mobil dinas yang sudah digunakan dan sesuaikan dengan waktu
penggunaan mobil dinas yang diinginkan, lalu isi formulir penggunaan mobil
dinas

Gambar 10. Halaman riwayat penggunaan mobil dinas

4. Isi formulir penggunaan mobil dinas lalu tekan tombol simpan

52
Gambar 11. Halaman formulir penggunaan mobil dinas

5. Untuk service kendaraan, pilih menu service kendaraan

Gambar 12. Halaman awal aplikasi peminjaman mobil dinas, service kendaraan dan pengisian
BBM

6. Isi formulir rencana pengerjaan service kendaraan lalu tekan tombol simpan

53
Gambar 13. Halaman formulir rencana pengerjaan service

7. Jika service kendaraan telah dilakukan, isi kembali formulir pasca service
kendaraan. Isi nomor formulir dengan nomor formulir yang sama pada saat
perencanaan service lalu tekan tombol simpan

Gambar 14. Halaman formulir pasca service kendaraan

8. Untuk pengisian BBM pilih menu Pengisian BBM

54
Gambar 15. Halaman awal aplikasi peminjaman mobil dinas, service kendaraan dan pengisian
BBM

9. Isi Formulir Pengisian BBM lalu tekan tombol simpan

Gambar 16. Halaman formulir pengisian BBM

55