Anda di halaman 1dari 3

1.

Evolusi dari segi biologi adalah perubahan pada sifat-sifat terwariskan


suatu populasi organisme dari satu generasi ke generasi berikutnya. Perubahan-perubahan ini
disebabkan oleh kombinasi tiga proses utama: variasi, reproduksi, dan seleksi. Sifat-sifat yang
menjadi dasar evolusi ini dibawa oleh gen yang diwariskan kepada keturunan suatu makhluk
hidup dan menjadi bervariasi dalam suatu populasi. Ketika organisme bereproduksi,
keturunannya akan mempunyai sifat-sifat yang baru. Sifat baru dapat diperoleh dari
perubahan gen akibat mutasi ataupun transfer gen antar populasi dan antar spesies. Pada
spesies yang bereproduksi secara seksual, kombinasi gen yang baru juga dihasilkan
oleh rekombinasi genetika, yang dapat meningkatkan variasi antara organisme. Evolusi terjadi
ketika perbedaan-perbedaan terwariskan ini menjadi lebih umum atau langka dalam suatu
populasi.
2. 3 Teori evolusi :
1. Jean Baptis Lamark
idenya mengenai evolusi, di tuangkan di dalam buku berjudul Philosophic zoologique" Dalam
buku tsb, LAmark mengungkapkan:
- Alam sekitar/lingkungan mempunyai pengaruh pada ciri-ciri atau sifat yang diwariskan.
-Ciri-ciri/sifat tsb akan diwariskan kepada keturunannya.
-organ yang sering digunakan akan berkembang, sedangkan apabila tidak digunakan akan
mengalami kemunduran bahkan hilang
contoh: Lamark berpendapat bahwa dahulu, jerapah memiliki leher yang pendek. Bagi
keturunan jerapah yang dapat beradaptasi baik dengan lingkungan (dapat mengambil
makanan, di pohon yang tinggi), leher jerapah akan berkembang menjadi lebih panjang
jerapah yang telah beradaptasi menjadi leher panjang tsb , akan mewariskan sifat-sifat kepada
keturunannya . namun sebaliknya, bagi keturunan jerapah yang tidak dapat beradaptasi baik
dengan lingkungannya, maka ia akan mengalami kemunduran.
2. charles darwin
charles darwin juga menerbitkan buku mengenai asal mula spesies pada tahun 1859 dengan
judul " on the ofiginof spesies by means of natural selection" atau "the preservation of favored
races in the struggle for life"mengenai evolusi, darwin berpendapat"
-yang menjadi dasar evolusi organik buka dari adaptasi lingkungan, melainkan karena seleksi
alam dan seksual
-Seleksi alam berupa "pertarungan dalam kehidupan , yang kuat akan terus hidup
-setiap populasi berkecenderungan untuk tumbuh banyak karena proses reproduksi.
-untuk berkembang biak , diperlukan adanya makanan dan ruang yang cukup.
-bertambahnya suatu populasi tidak berjalan terus-menerus
3. Aristoteles (384-322 SM)
Menurut Aristoteles, evolusi dapat terjadi yang didasarkan pada metafisika alam. Metafisika
alam adalah mengubah organisme dan habitatnya dari bentuk sederhana ke bentuk yang lebih
kompleks.

3. Faktor-Faktor Evolusi :

 Perkawinan Tak Acak

Pada kenyataannya, tidak ada perkawinan yang benar-benar acak. Perkawinan umumnya
dipengaruhi faktor pilihan. Misalnya : burung merak betina lebih memilih merek jantan
dengan bulu ekor yang besar dan indah, dan manusia cenderung mengembangkan hewan atau
tumbuhan yang mengguntungkan sehingga akan terjadi kepunahan pada suatu spesies.

 Migrasi

Suatu spesies dapat terasing dari spesies-spesies sesamanya & hidup didaratan yang berbeda
karena dipisahkan oleh suatu larutan, misalnya apa yang terjadi pada sejenis kumbang
(Xylocopa nobilis) yang hidup dipulau sangihe. Bila Xylocopa nobilis dari pulau sangihe
bermigrasi kedaerah manado dan terjadi perkawinan antara xylocopa dari pulau sangihe
dengan Xylocopa dari manado, maka akan terjadi perubahan gen pada generasi berikutnya,
Sehingga dapat diartikan bahwa migrasi adalah peristiwa berpindahnya suatu organisme dari
suatu bioma kebioma yang lain (Bioma adalah sekelompok hewan atau tumbuhan yang tinggal
disuatu lokasi geografis tertentu).

 Hanyutan Genetik (ingsut genetik)

Hanyutan genetik merupakan perubahan frekuensi alel dari satu generasi kegenerasi
berikutnya yang terjadi karena alel pada suatu keturunan merupakan sample acak (random
sample) dari orang tuanya, selain itu ia juga terjadi karena peranan probatilitas (kemungkinan)
dalam penentuan apakah suatu individu akan bertahan hidup dan berproduksi atau tidak.

Salah satu sebab dari hanyutan genetika adalah founder effect. Founder, yang dalam bahasa
inggris berarati penemu atau pendiri mengacu pada sekelompok individu yang menempati
tempat baru dan membentuk koloni tersendiri. Koloni baru ini dapat memiliki frekuensi alel
yang berbeda dengan populasi induknya karena mereka menikah dengan sesame anggota
koloninya. Alel tertentu bisa menjadi lebih umum, sedangkan alel yang lain bisa menjadi
berkurang frekuensinya atau bahkan menghilang. Frekuensi gen akibat hanyutan genetik amat
sulit diprediksi karena bersifat acak.

Bottleneck effect juga dapat menjadi salah satu penyebab terjadinya hanyutan genetika. Hal ini
terjadi jika banyak anggota populasi yang mati dan sisanya saling kawin hingga jumlah
populasinya kembali seperti semula. Hanyutan genetika dapat berakibatkan buruk jika terjadi
penurunan variasi gen. Penurunan variasi gen menyebabkan suatu populasi menjadi rentan
terhadap kepunahan apabila terjadi perubahan lingkungan atau gaya hidup.

 Seleksi Alam

Seleksi alam merupakan proses dimana mutasi genetik yang meningkatkan keberlangsungan
dan reproduksi suatu organisme menjadi atau tetap/lebih umum dari generasi yang satu
kegenerasi yang lain pada suatu populsi. Ia sering disebut sebagai mekanisme yang terbukti
sendiri karena :

o variasi terwariskan terdapat pada dalam populasi organisme

o organisme menghasilkan keturunan lebih dari yang dapat bertahan hidup

o keturunan-keturunan ini bervariasi dalam kemampuannya dalam bertahan dan berproduksi.

 Mutasi

Mutasi adalah perubahan yang terjadi pada bahan genetik (DNA maupun RNA) baik pada
taraf urutan gen (disebut mutasi titik) maupun pada taraf kromosom. Mutasi gen merupakan
perubahan struktur kimiawi dari gen yang terjadi tanpa atau karena pengaruh faktor luar alami
buatan.

 Rekombinasi dan Seleksi

Rekombinasi genetik adalah proses pemutusan seunting bahan genetik (biasanya DNA, namun
juga bisa RNA) yang kemudian diikuti oleh penggabungan dengan molekul DNA lainnya.
Rekombinasi genetik berlangsung melalui perkawinan dan dapat menimbulkan perubahan gen
pada generasi berikutnya. Percobaan seleksi yang dilakukan W.L Johannsen tahun 1905 pada
biji kacang merah kecil dan biji kacang merah besar yang ditanam pada kondisi tanah yang
sama menghasilkan biji-biji yang besarnya bervariasi. Berdasarkan hasil percobaannya,
Johannsen mengambil kesimpulan bahwa seleksi alam dan lingkungan tidak berpengaruh pada
proses tejadinya variasi baru, karena kacang berbiji besar selalu menghasilkan keturunan
dengan sifat-sifat yang sama dengan induknya, begitu juga dengan kacang yang berbiji kecil.
Percobaan seleksi lainnya dilakukan oleh ahli-ahli pertanian dari Universitas Illionis pada biji
jagung berkadar minyak 4,7 % yang ditanam dari generasi kegenerasi. Ternyata setelah genersi
ke-50, biji jagung menunjukkan kadar minyak yang berbeda-beda, ada yang naik 15,4% dan
ada juga yang berkurang 1 % . Dari percobaan ini disimpulkan bahwa seleksi jagung dapat
menghasilkan perubahan sifat. Perubahan ini menunjukkan bahwa rekombinasi gen-gen yang
terjadi akibat adanya perkawinan silang dapat menghasilkan variasi pada generasi berikutnya.

4. Seleksi alam dihubungkan dengan piramida energi