Anda di halaman 1dari 1

Manfaat penampungan air hujan

Membuat tambak dan pembudidayaan ikan , manfaat waduk dan danau salah satunya adalah sebagai media yang
tepat untuk melakukan pembudidayaan ikan. hal ini tidak hanya meningkatkan taraf ekonomi masyarakat
sekitar, namun juga meningkatkan kualitas gizi masyarakat apabila ikan hasil tambak juga dimanfaatkan untuk
konsumsi.
Irigasi / Pengairan , Dengan menampung air hujan disaat musim hujan tiba, air tersebut bisa dimanfaatkan untuk
Irigasi / pengairan sawah dan ladang di musim kemarau atau musim kering (baca : pembagian musim di
indonesia ). Sehingga masyarakat pedesaan tidak memiliki ketergantungan berlebih terhadap air sungai yang
bersifat fluktuatif. Hal ini juga mencegah kerugian panen untuk masyarakat pedesaan.
Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) , Pada beberapa waduk yang tingkat curah airnya tinggi, masyarakat
atau pemerintah memanfaatkannya untuk dijadikan PLTA. Hal ini lebih hemat dibandingkan pembangkit listrik
tenaga minyak, batu bara atau bahkan gas bumi . Contoh dari waduk yang dimanfaatkan untuk PLTA adalah
waduk Jati Luhur.
Sponsors Link
Mencegah Banjir air , Pada daerah dengan curah hujan tinggi (baca : ), danau dan waduk dapat menampung air
hujan tersebut sehingga tidak langsung mengalir ke pemukiman warga.
Cadangan air bersih , Saat banjir melanda ataupun kekeringan panjang, SPAH dapat dimanfaatkan sebagai
cadangan air bersih untuk minum, memasak, mandi, dan mencuci.
Beternak, Air adalah kebutuhan utama bukan hanya untuk manusia namun juga untuk makhluk hidup lainnya
seperti hewan dan tumbuhan. Sebelumnya telah dibahas fungsi penampungan air untuk pengairan lahan sawah
dan tumbuh-tumbuhan (baca : jenis-jenis irigasi). Selain itu Air dari penampungan dapat dimanfaatkan untuk
beternak. Seperti untuk minum hewan ternak, mengolah makanan ternak dan mandi hewan ternak.
Komersil, Dalam jumlah besar, saat air yang tertampung sudah melimpah. Air dapat dimanfaatkan untuk tujuan
komersil. Misalkan untuk dijual kembali menjadi air isi ulang, dll.
Penghematan penggunaan air, Ketersediaan air tawar dari total jumlah air di bumi hanya sekitar 2,4 %.
Meskipun jumlah air laut keseluruhan lebih banyak dari pada daratan (baca : ekosistem darat) , namun untuk
mengolahnya menjadi air bersih membutuhkan cost yang cukup banyak. Dengan penampungan air, kita dapat
menghemat penggunaan air tanah, hal ini juga berfungsi untuk mencegah kelangkaan air dunia yang
diperkirakan terjadi pada tahun 2025, menurut data United Nation.
Sistem Penampungan Air Hujan
Sistem penampungan air hujan adalah teknologi terintegrasi yang digunakan untuk penampungan dan
pemanfaatan air hujan guna keperluan sehari-hari. Sistem penampungan air hujan itu sendiri terdiri dari sebuah
bangunan seperti waduk mini dan sumur buatan, yang keduanya dihubungkan oleh sebuah selang untuk
mengalirkan air hujan dari waduk ke sumur. Di dalam sumur, diberikan filter alami yang terdiri dari susunan
batu-batuan, kerikil, pasir, serabut kelapa, dan lain-lain. Filter alami ini berfungsi untuk melakukan penyaringan
air hujan agar dapat digunakan untuk minum atau memasak.

Pada beberapa daerah pedesaan masih menggunakan sistem penampungan air hujan yang lebih sederhana. Air
hujan yang jatuh ke atap rumah penduduk akan mengalir menuju saluran pengumpul (talang) yang terbuat dari
metal (Galvanized Iron Pipe), PVC, atau bahan lainnya yang cukup kuat. Talang ini di arahkan menuju tempat
penampungan seperti bak atau tangki yang memiliki water tap yang digunakan sebagai outlet apabila air akan
digunakan untuk keperluan sehari-hari.