Anda di halaman 1dari 3

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah


Diabetes melitus (DM) atau disebut diabetes saja merupakan penyakit
gangguan metabolik menahun akibat pankreas tidak memproduksi cukup insulin
atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi secara efektif.
Insulin adalah hormon yang mengatur keseimbangan kadar gula darah. Akibatnya
terjadi peningkatan konsentrasi glukosa dalam darah (hiperglikemia). Estimasi
terakhir International Diabetes Federation (IDF), terdapat 382 juta orang yang
hidup dengan diabetes di dunia pada tahun 2013. Pada tahun 2035 jumlah tersebut
diperkirakan akan meningkat menjadi 592 juta orang. Diperkirakan dari 382 juta
orang tersebut, 175 juta diantaranya belum terdiagnosis, sehingga terancam
berkembang progresif menjadi komplikasi tanpa disadari dan tanpa pencegahan.
Orang yang menderita diabetes kronis banyak yang menggunakan obat
dalam kesehariannya untuk menurunkan gula darah, karena hormon insulin yang
bertugas mengatur gula darah tidak mencukupi. Penggunaan obat yang terus
menerus dalam waktu lama dapat menyebabkan komplikasi. Salah satu
komplikasi yang sering pada penderita diabetes kronis yang mengonsumsi obat-
obatan adalah kerusakan ginjal. Kerusakan ginjal akibat dari konsumsi obat-
obatan diabetes merupakan kasus yang tidak jarang terjadi di Indonesia.
Salah satu cara untuk memperlambat kerusakan ginjal pada pasien
diabetes melitus adalah dengan mempertahankan gula darah agar selalu dalam
batas normal dan untuk pasien yang mengonsumsi obat penurun gula darah,
penggunaan obat harus rasional dan sesuai dosis. Penggunaan obat dalam jangka
panjang akan memberatkan kerja ginjal untuk memetabolisme dan
mengekskresikan obat tersebut. Semakin berat kerja ginjal, maka kerusakan ginjal
akan terjadi lebih cepat terutama pada pasien diabetes yang kadar gula darahnya
tidak terkontrol.
Bligo (Benincasa hispida) merupakan salah satu jenis buah yang banyak
digunakan sebagai alternatif obat herbal. Pemanfaatan buah bligo sebagai bahan
pangan masih terbatas di Indonesia, dan belum banyak penelitian yang
menyebutkan kandungan dan kegunaan buah blingo secara spesifik. Salah satu
penelitian menyebutkan bahwa ekstrak buah bligo ini mempunyai efek
nefroprotektif oleh karena kandungan hydro-alcoholic extract, terhadap
nefrotoksisitas pada tikus yang diinduksi oleh parasetamol.
Penelitian sebelumnya tentang kegunaan dan kandungan buah bligo yang
dikembangkan adalah sebagai berikut :
Tabel 1.1 Riwayat penelitian buah bligo
Judul Kelemahan Referensi
Uji Efek Anti Hiperglikemik Air Tidak menjelaskan Sukarna, 2001
Perasan Buah Labu Bligo komplikasi diabetes
(Benincasa hispida Cogn.) Pada mellitus terhadap
Tikus Putih Jantan Sebagai Terapi ginjal yang dapat
Alternatif Diabetes Mellitus dipengaruhi dengan
pemberian buah bligo.
A pharmacognostical and Tidak menjelaskan Ghosh, 2011
Physiochemical Study of efek farmakologi dari
Benincasa hispida with Ayurvedic buah bligo terhadap
Review ginjal
The Pharmacological Importance Tidak menjelaskan Al Snafi, 2013
of Benincasa hispida. A review efek nefroprotektif
terhadap obat lain
selain parasetamol

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah dalam penelitian ini
yaitu efektivitas buah bligo sebagai penghambat kerusakan ginjal pada pasien
diabetes melitus kronis pengonsumsi obat penurun gula darah jangka panjang.

1.3 Tujuan Penelitian


Penelitian ini bertujuan untuk
1. Menganalisa efektivitas buah bligo sebagai penghambat kerusakan ginjal
pada pasien diabetes melitus kronis pengonsumsi obat penurun gula darah
jangka panjang.
2. Mengkarakterisasi buah bligo untuk pemanfaatannya sebagai penghambat
kerusakan ginjal pada pasien diabetes melitus kronis pengonsumsi obat
penurun gula darah jangka panjang.

1.4 Urgensi Penelitian


1. Pengembangan buah bligo untuk solusi penghambat kerusakan ginjal pada
pasien diabetes melitus kronis pengonsumsi obat penurun gula darah jangka
panjang.
2. Pemanfaatan buah bligo untuk solusi penghambat kerusakan ginjal pada
pasien diabetes melitus kronis pengonsumsi obat penurun gula darah jangka
panjang.

1.5 Luaran yang Diharapkan


Luaran yang diharapkan yaitu publikasi ilmiah dalam bentuk jurnal dan
pemanfaatan buah bligo sebagai penghambat kerusakan ginjal pada pasien
diabetes melitus kronis pengonsumsi obat penurun gula darah jangka panjang.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Buah bligo


Bligo (Benincasa hispida) merupakan sayuran buah yang termasuk ke
dalam famili Cucurbitaceae atau tanaman labu (Hendro 2010). Tanaman labu
biasanya terdapat di daerah yang beriklim hangat, karena itu bligo dapat
tumbuh subur di Indonesia. Buah bligo atau sering disebut dengan buah
kundur jarang dikonsumsi oleh masyarakat, sehingga belum banyak
dibudidayakan orang. Kalaupun diolah, buah bligo hanya dimanfaatkan
dengan cara ditumis, dibuat sup, atau dibuat manisan, seperti sukade.
Terbatasnya pengolahan buah bligo sebagai makanan disebabkan oleh rasa
buah yang sedikit langu.

2.2