Anda di halaman 1dari 18

NAMA : PANDU PRASOJO

NIM : 18050209710194
NUPTK : 6647769670130022
MAPEL SERTIFIKASI : 097 - ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA)
SEKOLAH ASAL : SMP WAHID HASYIM 8 WARU - SIDOARJO
Tugas IPA Modul 6 TUGAS AKHIR
Instruksi :
Pada bagian terakhir dari rangkaian modul IPA 6 yang telah Anda pelajari, Anda akan diminta
untuk memecahkan persoalan dan secara kritis menjawab pertanyaan yang diberikan.
Jawablah sesuai dengan pemahaman yang telah Anda dapatkan.
Dalam sebuah gelas kimia terdapat campuran yang berwujud padatan terdiri dari naftalena,
garam dapur, dan batu kapur. Warna dari ketiga zat tersebut adalah putih. Tugas anda
sekarang adalah mencari prosedur yang tepat sehingga ketiga zat tersebut dapat dipisahkan
dengan sempurna. Pada bagian tugas ini, Anda akan diberikan strategi dalam memecahkan
persoalan.
1. Identifikasi sifat-sifat fisika dan kimia dari masing-masing zat tersebut.
2. Identifikasi adakah zat yang mudah menyublim, zat yang mudah larut dalam air, dan zat
yang sukar larut dalam air.
3. Cari prosedur yang tepat untuk memisahkan zat yang mudah menyublim.
4. Pertimbangkan kelarutan kedua zat terakhir dalam pelarut air.
5. Cari prosedur yang tepat untuk memisahkan zat-zat tersebut berdasarkan kelarutannya
dalam air.
6. Zat apakah yang pertama kali Anda dapatkan sebagai hasil dari proses pemisahan.
7. Zat apakah yang terakhir kali Anda dapatkan sebagai hasil dari proses pemisahan.
8. Tulis kesimpulan yang Anda peroleh
Rubrik Penilaian
Supaya tugas yang Anda kerjakan menjadi terarah dan Anda dapat menyelesaikan tugas
tersebut dengan baik, maka gunakanlah rubrik penilaian berikut untuk mengukur keberhasilan
Anda dalam memahami materi.
Aspek Bobot
Sifat-sifat fisika dan kimia dari masing-masing zat. 20%
Identifikasi Zat 10%
Prosedur Pemisahan Zat 60%
Kesimpulan 10%
TUGAS 1

Bahan Sifat Fisika Sifat Kimia


Naftalena/kapur Dapat menyublim Harum, berwarna putih
barus
garam dapur Dapat menguap Dapat larut dalam zat cair
batu kapur Tidak dapat menguap dan Tidak dapat larut dalam air
menyublim
TUGAS 2
Campuran adalah materi yang terdiri atas dua macam zat atau lebih dan masih memiliki
sifat-sifat zat asalnya.Jika kita mencampur minyak dengan air, terlihat ada batas di antara kedua
cairan tersebut.Jika kita mencampur dengan alkohol, batas antara keduanya tidak terlihat.Minyak
dan air membentuk campuran heterogen.
Campuran heterogen adalah campuran yang tidak serbasama, membentuk dua fasa atau
lebih, dan terdapat batas yang jelas di antara fasa-fasa tersebut.Alkohol dan air membentuk
campuran homogen.Campuran homogen adalah campuran yang serbasama di seluruh bagiannya
dan membentuk satu fasa.
Contoh campuran heterogen :
 campuran tepung beras dengan air,
 campuran kapur dengan pasir,
 campuran serbuk besi dengan karbon.
Contoh campuran homogen :
 campuran gula atau garam dapur dengan air,
 air teh yang sudah disaring,
 campuran gas di udara.
Campuran homogen biasa disebut larutan.Larutan adalah campuran homogen antara zat
terlarut (solute) dan zat pelarut (solvent).Larutan dapat berwujud padat, cair, dan gas.
1. Larutan berwujud padat. Larutan berwujud padat biasa ditemukan pada paduan
logam.contohnya, kuningan yang merupakan paduan seng dan tembaga.
2. Larutan berwujud cair. Contohnya, larutan gula dalam pelarut air.
3. Larutan dalam wujud gas. Contohnya, udara yang terdiri atas bermacam-macam gas, diantaranya
adalah nitrogen, oksigen, dan karbon dioksida
TUGAS 3
METODE PEMISAHAN CAMPURAN
Metode pemisahan merupakan suatu cara yang digunakan untuk memisahkan atau
memurnikan suatu senyawa atau skelompok senyawa yang mempunyai susunan kimia yang
berkaitan dari suatu bahan, baik dalam skala laboratorium maupun skala industri. Metode
pemisahan bertujuan untuk mendapatkan zat murni atau beberapa zat murni dari suatu campuran,
sering disebut sebagai pemurnian dan juga untuk mengetahui keberadaan suatu zat dalam suatu
sampel (analisis laboratorium).
Berdasarkan tahap proses pemisahan, metode pemisahan dapat dibedakan menjadi dua
golongan, yaitu metode pemisahan sederhana dan metode pemisahan kompleks.
 Metode Pemisahan Sederhana
Metode pemisahan sederhana adalah metode yang menggunakan cara satu tahap. Proses ini
terbatas untuk memisahkan campuran atau larutan yang relatif sederhana.
 Metode Pemisahan Kompleks
Metode pemisahan kompleks memerlukan beberapa tahapan kerja, diantaranya penambahan
bahan tertentu,pengaturan proses mekanik alat, dan reaksi-reaksi kimia yang diperlukan. Metode
ini biasanya menggabungkan dua atau lebih metode sederhana. Contohnya, pengolahan bijih dari
pertambangan memerlukan proses pemisahan kompleks.
Keadaan zat yang diinginkan dan dalam keadaan campuran harus diperhatiakn untuk
menghindari kesalahan pemilihan metode pemisahan yang akan menimbulkan kerusakan hasil
atau melainkan tidak berhasil. Beberapa faktor yang perlu diperhatikan antara lain :
1. Keadaan zat yang diinginkan terhadap campuran, apakah zat ada di dalam sel makhluk hidup,
apakah bahan terikat secara kimia, dan sebagainya.
2. Kadar zat yang diinginkan terhadap campurannya, apakah kadarnya kecil atau besar.
3. Sifat khusus dari zat yang diinginkan dan campurannya, misalnya zat tidak tahan panas, mudah
menguap, kelarutan terhadap pelarut tertentu, titik didih, dan sebagainya.
4. Standar kemurnian yang diinginkan. Kemurnian 100% memerlukan tahap yang berbeda dengan
96%.
5. zat pencemar dan campurannya yang mengotori beserta sifatnya.
6. Nilai guna zat yang diinginkan, harga, dan biaya proses pemisahan.
C. DASAR-DASAR METODE PEMISAHAN
Suatu zat dapat dipisahkan dari campurannya karena mempunyai perbedaan sifat.Hal ini
dinamakan dasr pemisahan. Beberapa dasar pemisahan campuran antara lain sebagai berikut :
1. Ukuran partikel
Bila ukuran partikel zat yang diinginkan berbeda dengan zat yang tidak diinginkan (zat
pencmpur) dapat dipisahkan dengan metode filtrasi (penyaringan).jika partikel zat hasil lebih
kecil daripada zat pencampurnya, maka dapat dipilih penyring atau media berpori yang sesuai
dengan ukuran partikel zat yang diinginkan. Partikel zat hasil akan melewati penyaring dan zat
pencampurnya akan terhalang.
2. Titik didih
Bila antara zat hasil dan zat pencampur memiliki titik didih yang jauh berbeda dapat dipishkan
dengan metode destilasi.Apabila titik didih zat hasil lebih rendah daripada zat pencampur, maka
bahan dipanaskan antara suhu didih zat hasil dan di bawah suhu didih zat pencampur. Zat hasil
akan lebih cepat menguap, sedangkan zat pencampur tetap dalam keadaan cair dan sedikit
menguap ketika titik didihnya terlewati. Proses pemisahan dengan dasar perbedaan titik didih ini
bila dilakukan dengan kontrol suhu yang ketat akan dapat memisahkan suatu zat dari
campuranya dengan baik, karena suhu selalu dikontrol untuk tidak melewati titik didih
campuran.
3. Kelarutan
Suatu zat selalu memiliki spesifikasi kelarutan yang berbeda, artinya suatu zat selalu
memiliki spesifikasi kelarutan yang berbeda, artinya suatu zat mungkin larut dalam
pelarut A tetapi tidak larut dalam pelarut B, atau sebaliknya. Secara umum pelarut dibagi
menjadi dua, yaitu pelarut polar, misalnya air, dan pelarut nonpolar (disebut juga pelarut
organik) seperti alkohol, aseton, methanol, petroleum eter, kloroform, dan eter.
Dengan melihat kelarutan suatu zat yang berbeda dengan zat-zat lain dalam
campurannya, maka kita dapat memisahkan zat yang diinginkan tersebut dengan
menggunakan pelarut tertentu.
4. Pengendapan
Suatu zat akan memiliki kecepatan mengendap yang berbeda dalam suatu campuran atau larutan
tertentu. Zat-zat dengan berat jenis yng lebih besar daripada pelarutnya akan segera mengendap.
Jika dalam suatu campuran mengandung satu atau beberapa zat dengan kecepatan pengendapan
yang berbeda dan kita hanya menginginkan salah satu zat, maka dapat dipisahkan dengan metode
sedimentasi atau sentrifugasi. Namun jika dalam campuran mengandung lebih dari satu zat yang
akan kita inginkan, maka digunakan metode presipitasi. Metode presipitasi biasanya dikombinasi
dengan metode filtrasi.
5. Difusi
Dua macm zat berwujud cair atau gas bila dicampur dapat berdifusi (bergerak mengalir dan
bercampur) satu sama lain. Gerak partikel dapat dipengaruhi oleh muatan listrik. Listrik yang
diatur sedemikian rupa (baik besarnya tegangan maupun kuat arusnya) akan menarik partikel zat
hasil ke arah tertentu sehingga diperoleh zat yang murni. Metode pemisahan zat dengan
menggunakan bantuan arus listrik disebut elektrodialisis. Selain itu kita mengenal juga istilah
elektroforesis, yaitu pemisahan zat berdasarkan banyaknya nukleotida (satuan penyusun DNA)
dapat dilakukan dengan elektroforesis menggunakan suatu media agar yang disebut gel agarosa.
6. Adsorbsi
Adsorbsi merupakan penarikan suatu zat oleh bahan pengadsorbsi secara kuat sehingga
menempel pada permukaan dari bahan pengadsorbsi.Penggunaan metode ini diterapkan pada
pemurnian air dan kotoran renik atau organisme.

D. JENIS-JENIS METODE PEMISAHAN


1. Sentrifugasi
Sentrifugasi adalah pemisahan dengan menggunakan gaya putaran atau gaya sentrifugal. Partikel
dipisahkan dari liquid dengan adanya gaya sentrifugal pada berbagai variasi ukuran dan densitas
campuran larutan.
Pada operasi sentrifugasi dengan cara pengendapan, kecepatan pengendapan dipengaruhi oleh :
kecepatan sudut (ω) disamping faktor-faktor lain seperti pada perhitungan kecepatan
sedimentasi. laju alir volumetrik umpan dipengaruhi oleh kecepatan sudut (ω), diameter partikel
(Dp), densiti partikel dan cairan, viskositas dan diameter tabung centrifuge.

2. Dekantasi
Dekantasi yaitu pemisahan komponen-komponen dalam campuran dengan cara dituang secara
langsung. Dekantasi dapat dilakukan untuk memisahkan campuran zat cair dan zat padat atau zat
cair dengan zat cair yang tidak saling campur (suspensi).
Contoh: Pemisahan campuran air dan pasir.

3. Filtrasi
Filtrasi atau penyaringan merupakan metode pemisahan untuk memisahkan zat padat dari
cairannya dengan menggunakan alat berpori (penyaring).Dasar pemisahan metode ini adalah
perbedaan ukuran partikel antara pelarut dan zat terlarutnya. Penyaring akan menahan zat padat
yang mempunyai ukuran partikel lebih besar dari pori saringan dan meneruskan pelarut.
Proses filtrasi yang dilakukan adalah bahan harus dibuat dalam bentuk larutan atau berwujud cair
kemudian disaring. Hasil penyaringan disebut filtrat sedangkan sisa yang tertinggal dipenyaring
disebut residu. (ampas).
Metode ini dimanfaatkan untuk membersihkan air dari sampah pada pengolahan air,
menjernihkan preparat kimia di laboratorium, menghilangkan pirogen (pengotor) pada air suntik
injeksi dan obat-obat injeksi, dan membersihkan sirup dari kotoran yang ada pada gula.
Penyaringan di laboratorium dapat menggunakan kertas saring dan penyaring buchner.
Penyaring buchner adalah penyaring yang terbuat dari bahan kaca yang kuat dilengkapi dengan
alat penghisap.

4. Destilasi
Destilasi merupakan metode pemisahan untuk memperoleh suatu bahan yang berwujud cair yang
terkotori oleh zat padat atau bahan lain yang mempunyai titik didih yang berbeda. Dasar
pemisahan adalah titik didih yang berbeda.Bahan yang dipisahkan dengan metode ini adalah
bentuk larutan atau cair, tahan terhadap pemanasan, dan perbedaan titik didihnya tidak terlalu
dekat. Proses pemisahan yang dilakukan adalah bahan campuran dipanaskan pada suhu diantara
titik didih bahan yang diinginkan. Pelarut bahan yang diinginkan akan menguap, uap dilewatkan
pada tabung pengembun (kondensor). Uap yang mencair ditampung dalam wadah. Bahan hasil
pada proses ini disebut destilat, sedangkan sisanya disebut residu.
Contoh destilasi adalah proses penyulingan minyak bumi, pembuatan minyak kayu putih, dan
memurnikan air minum.
5. Kristalisasi
Kristalisasi merupakan metode pemisahan untuk memperoleh zat padat yang terlarut dalam suatu
larutan.Dasar metode ini adalah kelarutan bahan dalam suatu pelarut dan perbedaan titik beku.
Kristalisasi ada dua cara yaitu kristalisasi penguapan dan kristalisasi pendinginan.
Contoh proses kristalisasi dalam kehidupan sehari-hari adalah pembuatan garam dapur dari air
laut. Mula-mula air laut ditampung dalam suatu tambak, kemudian dengan bantuan sinar
matahari dibiarkan menguap. Setelah proses penguapan, dihasilkan garam dalam bentuk kasar
dan masih bercampur dengan pengotornya, sehingga untuk mendapatkan garam yang bersih
diperlukan proses rekristalisasi (pengkristalan kembali)
Contoh lain adalah pembuatan gula putih dari tebu. Batang tebu dihancurkan dan diperas untuk
diambil sarinya, kemudian diuapkan dengan penguap hampa udara sehingga air tebu tersebut
menjadi kental, lewat jenuh, dan terjadi pengkristalan gula.Kristal ini kemudian dikeringkan
sehingga diperoleh gula putih atau gula pasir.

6. Sublimasi
Sublimasi merupakan metode pemisahan campuran sesama zat padat berdasarkan
perubahan wujud zat. Zat padat yang menyublim (berubah wujud menjadi gas atau sebaliknya)
dapat dipisahkan dengan campurannya dengan zat padat yang tidak dapat menyublim
menggunakan metode sublimasi.
7. Ekstraksi pelarut
Metoda ekstraksi pelarut didasarkan pada perbedaan kelarutan komponen campuran pada
pelarut tertentu dimana kedua pelarut tidak saling melarutkan.
Bila suatu campuran cair,m komponen A dan B, larut dalam air A tidak larut dalam
kloroform sedangkan B larut baik dalam kloroform. Maka untuk memisahkan campuran ini
digunakan ekstraksi pelarut dengan menggunakan pelarut kedua kloroform yang tidak saling
melarutkan dengan air. Komponen B akan larut dalam fasa kloroform sedangkan komponen A
akan tetap dalam fasa air.

Untuk memilih jenis pelarut yang sesuai harus diperhatikan faktor-faktor sebagai berikut:
1.Harga konstanta distribusi tinggi untuk gugus yang bersangkutan dan konstanta distribusi rendah
untuk gugus pengotor lainnya.
2. Kelarutan pelarut organik rendah dalam air.
3.Viskositas kecil dan tidak membentuk emulsi dengan air.
4.Tidak mudah terbakar dan tidak bersifat racun.
5.Mudah melepas kembali gugus yang terlarut didalamnya untuk keperluan analisa lebih lanjut.

Faktor-faktor yang mempengaruhi laju ekstraksi adalah:


 Tipe persiapan sampel
 Waktu ekstraksi
 Kuantitas pelarut
 Suhu pelarut
 Tipe pelarut
Alat dan bahan

Bahan :
 apur (CaCO3)
 Aquades
 Garam Dapur (NaCl) Teknis
 NaCl (p.a)
 HNO3
 Larutan AgNO3
 Naftalena
 Minyak Goreng

Alat-Alat :
 Sentrifuse
 Tabung Sentrifuse
 Corong
 Kertas saring
 Spatula
 Kaca arloji
 Piala gelas
 Alat destilasi
 Corong pisah
CARA KERJA
1. Sentrifugasi
Timbang 0,5 gram kapur dan dimasukkan ke dalam gelas piala kemudian ditambahkan
air sampai 100 mL. Larutan dimasukkan ke dalam 3 tabung sentrifuse yang berbeda dan
kemudian dilakukan sentrifugasi dengan variasi waktu yaitu 1 menit, 2 menit, dan 3
menit dengan kecepatan yang sama.
2. Dekantasi
Masukkan ½ sendok kapur tulis ke dalam gelass piala yang telah berisi 25 mL air. Aduk
dan biarkan sampai campuran terpisah. Pisahkan sentrat (bagian yang bening) dari
endapan dengan dekantasi.
3. Filtrasi dan Rekristalisasi
Sebanyak 5 gram garam dapur teknis/kotor berwarna kekuning-kuningan yang dilarutkan
dengan 25 mL air. Kemudian larutan tersebut disaring menggunakan kertas saring. Filtrat
berupa larutan garam dapur ditampung, lalu dipanaskan hingga kandungan air dalam
garam tersebut habis teruapkan.
4. Destilasi
Larutan NaCl p.a dipipet sebanyak 200 mL dan dimasukkan ke dalam labu destilasi. Ke

dalam larutan ditambahkan beberapa butir batu didih. Alat destilasi dirangkai sedemikian

ruupa dan lakukan proses destilasi sampai larutan tersebut bersisa 1/3 bagiannya. Hasil

destilat ditampung dengan erlenmeyer. Uap air terbentuk saat titik 60o C dan ketika titik

90o C uap air jenuh yang terbentuk dicairkan melalui kondensor hingga terbentuk tetesan

pertama pada labu destilat. Destilat berupa air murniyang dipisahkan dari larutan NaCl

diuji menggunakan HNO3 dan AgNO3 .

5. Sublimasi
Sebanyak 1 gram naftalena dicampur dengan garam dapur (1:1), dan diaduk sampai rata.
Campuran dua zat tersebut ditutup dengan menggunakan kertas saring yang telah diberi
lubang-lubang jarum. Kemudian ditutup dengan corong gelas yang ujungnya sudah
disumbat dengan kertas penyumbat. Setelah ditutup lalu campuran kedua zat tersebut
dipanaskan sampai terbentuk uap yang terlihat di corong gelas.
6. Ekstraksi Pelarut
30 mL air dan 10 mL minyak goreng dicampur dalam corong pisah. Kemudian campuran

tersebut di kocok hingga tak terlihat kedua fasenya. Campuran kedua larutan tersebut

dibiarkan beberapa saat sampai terlihat perbedaan kedua fase dengan jelas. Setelah itu,

kran pada corong pisah dibuka dan air yang berada dibawah minyak dibiarkan keluar

melewati kran hingga minyak dan air terpisah.


HASIL DAN PEMBAHASAN
NO Jenis Pemisahan Perlakuan Pengamatan
1 Sentrifugasi - 0,4992 g CaCO3 + 200 mL -1 menit : Endapan belum
air terendapkan sempurna dan
- Dimasukkan ke dalam 3 warna larutannya jernih
tabung sentrifuse -2 menit : Endapan belum
- Masing-masing mengendap sempurna dan warna
disentrifugasi selama 1, 2, larutannya jernih
dan 3 menit dengan -3 menit : Endapan mengendap
kecepatan sama sempurna dan warna larutannya
jernih
2 Dekantasi - ½ sendok kapur tulis + air -Terbentuk endapan setelah
25 mL diaduk diaduk dan didiamkan
- Sentrat dipisahkan dari -Sebelum disaring filtrat agak
endapan keruh
-Setelah disaring larutan jernih
dan tidak ada endapan
3 Filtrasi dan - 5 g garam dapur + air 25 -Pada saat dilarutkan ada
rekristalisasi mL diaduk sebagian NaCl yang tidak larut
- Disaring ( dalam kertas -Pada proses penyaringan,
saring ) dikertas saring terdapat residu
- Filtrat dipanaskan sampai NaCl yang berwarna kuning
kandungan air dalam garam kecoklatan
teruapkan -Setelah filtrat diuapkan
terbentuk kristal garam
berwarna putih
4 Destilasi  Pembuatan NaCl 10% -Hasil destilasi berupa larutan
20 g NaCl ditambah air sampai 200 jernih
mL - Setelah diuji dengan AgNO3
- 200 mL NaCl 10% + batu terbentuk endapan putih
didih
- Didestilasi sampai larutan
1/3 bagiannya
- Diuji dengan HNO3 dan
AgNO3
5 Sublimasi 1 g naftalen + NaCl (1:1) diaduk Campuran naftalena dan garam
Ditutup dengan kertas saring yang dapur dipanaskan menghasilkan
telah dilubangi gas. Gas tersebut membentuk
padatan kembali yang
menempel pada corong
(naftalen), untuk garam dapur
masih tertinggal pada gelas piala
karena tidak ikut menyublim
6 Ekstraksi  Air 30 mL + minyak 10 mL Sebelum diekstraksi terdapat
Pelarut dicampurkan dua fasa (air dan minyak
 Diekstraksi goreng) ketika diekstraksi
 Larutan yang terbentuk campuran tersebut bercampur
diantara dua fasa dipisahkan menjadi satu fasa berwarna
kuning keruh. Kemudian setelah
didiamkan membentuk dua fasa
kembali ( air : keruh dan minyak
goreng : kuning keruh). Setelah
dipisahkan, air berwarna putih
keruh
Pembahasan :
Praktikum Pemisahan ini dilakukan agar praktikan memahami teknik-teknik pemisahan
campuran dengan baik dan benar.Pada praktikum ini dilakukan enam macam teknik pemisahan,
yaitu sentrifugasi, dekantasi, penyaringan/filtrasi, rekristalisasi, destilasi, sublimasi, dan ekstaksi
pelarut.
Pemisahan sentrifugasi antara kapur dengan air dilakukan dengan variasi waktu yaitu 1
menit, 2 menit, dan 3menit. Dalam sentrifuge, ketiga campuran diputar dengan kecepatan yang
sama sehingga dengan adanya gaya sentrifugal, partikel kapur akan mengendap. Dari hasil
percobaan, air yang paling bening dan menghasilkan endapan paling banyak adalah campuran
yang diputar dengan waktu paling lama. Semakin lama campuran diputar dalam sentrifuge, maka
semakin banyak pula jumlah partikel kapur yang mengendap dan larutan akan semakin bening.
Hal ini dikarenakan semakin lama suatu campuran disentrifugasi, maka akan semakin cepat
proses sedimentasi yang terjadi dan semakin banyak pula partikel padat yang mengendap.
Campuran kapur dan air juga dipisahkan secara dekantasi, dimana kapur yang tidak larut
dalam air akan terpisah dengan adanya gaya gravitasi. Hal ini juga dipengaruhi oleh perbedaan
berat jenis antara kapur dan air. Kapur (CaCO3) yang memiliki berat jenis 2.83 gr/cm3 lebih
besar dari berat jenis air (1 gr/cm3), sehingga kapur akan mengendap di bawah lapisan air. Dari
hasil percobaan kapur yang mengendap hanya sedikit dan cairan masih terlihat keruh,
dikarenakan partikel kapur belum semuanya mengendap.
Dalam praktikum pemisahan secara filtrasi ini digunakan sampel garam dapur
teknis/kotor berwarna kekuning-kuningan yang dilarutkan menggunakan sedikit aquades.
Kemudian larutan tersebut disaring menggunakan kertas saring sehingga filtrat turun karena
adanya gaya gravitasi dan zat pengotor akan tertahan diatas kertas saring. Filtrat berupa larutan
garam dapur lalu dipanaskan hingga kandungan air dalam garam tersebut habis
teruapkan.Sehingga diperoleh kembali garam murni yang berkualitas lebih baik berwarna putih
kristal dibandingkan dengan garam sebelum difiltrasi dan direkristalisasi yang berwarna
kekuning-kuningan dan kotor.
Percobaan destilasi ini dilakukan untuk campuran yang terdiri dari zat-zat berfasa cair-
cair dan dipisahkan berdasarkan perbedaan titik didih. NaCl memiliki titik didih 1465oC yang
jauh lebih tinggi daripada air (100oC) sehingga air akan lebih cepat membentuk fase uap,
sedangkan NaCl tetap dalam fase cair. Uap air terbentuk saat suhu 60oC dan ketika suhu 90oC
uap air jenuh yang terbentuk dicairkan melalui kondensor hingga terbentuk tetesan pertama pada
labu destilat destilat berupa air murni.
Destilat berupa air murni yang dipisahkan dari larutan NaCl diuji menggunakan HNO3
dan AgNO3. Hasil pengujian menunjukkan destilat tetap bening dan tak berwarna (tidak
terbentuk endapan putih). Hal ini membuktikan bahwa air terpisah secara murni dari larutan
NaCl karena tidak ada lagi kandungan ion Cl- dalam destilat yaitu air. Destilasi merupakan cara
pemisahan yang memberikan hasil pemisahan cair-cair yang terbaik
Sublimasi adalah proses pemisahan campuran yang dapat digunakan untuk memisahkan
komponen yang dapat menyublim dari campurannya yang tidak dapat menyublim. Kapur barus
merupakan zat yang dapat menyublim jika dipanaskan. Jika kapur barus ini bercampur dengan zat
pengotor seperti pasir, untuk memisahkan kapur barus dengan zat pengotor dapat dilakukan dengan
proses sublimasi. Ketika campuran kapur barus dan pasir dipanaskan, kapur barus akan menguap
sedangkan pasir tidak. Uap kapur barus akan segera mengkristal ketika menemui daerah yang cukup
dingin. Dengan demikian kapur barus murni dapat diperoleh kembali. Proses sublimasi dapat juga
digunakan untuk memisahkan iodin dari zat pengotornya.
Pemisahan campuran juga dapat dilakukan dengan cara ekstraksi pelarut, contohnya adalah
seperti pemisahan air dengan minyak. Campuran dua jenis zat cair yang tidak saling melarutkan
dapat dipisahkan dengan corong pisah lalu didiamkan selama beberapa saat sampai membentuk
dua lapisan terpisah
TUGAS 4

KESIMPULAN
 Pemisahan dengan metoda sentrifugasi tergantung dari kecepatan putaran dan
waktu/lamanya proses sentrifugal
 Pemisahan dengan metoda dekantasi dipengaruhi oleh gaya gravitasi dan juga dipengaruhi
oleh berat patikel padatan
 Metoda pemisahan campuran cair-padat yang paling baik adalah metode rekristalisasi dan
filtrasi
 Pemisahan dengan metoda rekristalisasi merupakan metoda untuk pemurnian suatu padatan
(kristal)
 Metoda pemisahan campuran cair-cair yang paling baik adalah metoda destilasi.
 Pemisahan dengan metoda destilasi merupakan pemisahan yang berdasarkan perbedaan titik
didih.
 Hasil destilasi mengandung Cl- , ketika direaksikan dengan AgNO3 terbentuk endapan AgCl
yang berwarna putih
 Sublimasi adalah proses pemisahan campuran yang dapat digunakan untuk memisahkan komponen
yang dapat menyublim dari campurannya yang tidak dapat menyublim.
 Naftalen jika dipanaskan akan menjadi gas dan menjadi padatan kembali (menyublim)
 Pemisahan dengan metoda ekstraksi berdasarkan perbedaan kepolaran dan kelarutan
komponen.
 Air dan minyak bila dicampurkan akan terbentuk 2 fasa dan saat dipisahkan air menjadi
keruh.