Anda di halaman 1dari 9

BAB III MINERALOGI FISIK

3.1. Pengertian Mineralogi dan Mineral


Mineralogi terdiri dari kata mineral dan logos. Logos yang berarti ilmu apabila digabungkan
dengan mineral maka arti Mineralogi adalah Ilmu tentang Mineral.

Mineralogi adalah salah satu cabang ilmu kebumian yang memperlajari tentang mineral-
mineral,komposisi,bagaimana cara terjadinya,struktur Kristal,sifat-sifat fisik dan kimianya serta
klasifikasi dan pemanfaatannya.

Pada awalnya, mineralogi lebih menitikberatkan pada sistem klasifikasi mineral pembentuk
batuan. Adalah IMA( International Mineralogical Association) organisasi yang beranggotakan
organisasi-organisasi yang mewakili para ahli mineralogy-mineralogi dari berbagi negara. Yang
aktivitasnya mencakup mengelolaan penamaan mineral (melalui Komisi Mineral Baru dan Nama
Mineral), lokasi mineral yang telah diketahui, dsb. Sampai dengan 2004 telah terdapat lebih dari
4000 spesies mineral yang diakui oleh IMA. Dari kesemua itu, 150 dapat digolongkan “umum”,
50 lainnya “kadang-kadang”, dan sisanya “jarang” sampai “sangat jarang”.

Banyak sekali definisi dari mineral itu sendiri,berikut pendapat bebrapa ahli tentang mineral :

 Mineral adalah materi penyusun bumi,yang merupakan unsur anorganik ,tebentuk secara alami
mempunyai sifat dan komposisi terntu,mempunyai sifat fisik tertentu,mempunyai struktur dalam
yang teratur dan berbentuk Kristal (Bates dan Jackson,1990:424)
 Mineral adalah senyawa anorganik yang terbentuk di alam, yang memiliki sifat fisik dan
kimia tertentu, serta susunan kristal teratur atau gabungannya yang membentuk batuan, baik
dalam bentuk lepas ataupun dalam bentuk yang padu.( UU Nomor 4 Tahun 2009)

Dapat di ambil kesimpulan bahwa mineral ialah suatu benda padat homogen yang terbentuk di
alam secara anorganik, mempunyai komposisi kimia tertentu, dan susunan atom yang teratur

3.2. Proses Pembentukan Mineral


Secara umum proses pembentukan mineral diakibatkan oleh aktivitas magma,selain dari aktivitas
magma,proses pembentukan mineral dapat terjadi dikarenakan dari proses alterasi, yaitu mineral
hasil ubahan dari mineral yang telah ada karena suatu faktor.

Menurut M. Bateman, proses pembentukan mineral dapat dibagi atas beberapa proses yang
menghasilkan jenis mineral tertentu.

1. Proses Magmatik
Proses ini sebagian besar berasal dari magma primer yang bersifat ultra basa, lalu mengalami
pendinginan dan pembekuan membentuk mineral-mineral silikat dan bijih. Pada temperatur
tinggi (>600˚C) stadium liquido magmatis mulai membentuk mineral-mineral, baik logam
maupun non-logam. Asosiasi mineral yang terbentuk sesuai dengan temperatur pendinginan saat
itu. Proses magmatis ini dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu :

1. Early magmatis, yang terbagi atas:


 Disseminated, contohnya Intan
 Segregasi, contohnya Crhomite
 Injeksi, contohnya Kiruna

2. Late magmatis, yang terbagi atas:


 Residual liquid segregation, contohnya magmatis Taberg
 Residual liquid injection, contohnya magmatis Adirondack
 Immiscible liquid segregation, contohnya sulfide Insizwa
 Immiscible liquid injection, contohnya Vlackfontein

2. Proses Pegmatik Granitik


Setelah proses pembentukan magmatis, larutan sisa magma (larutan pegmatisme) yang terdiri
dari cairan dan gas. Stadium endapan ini berkisar antara 600˚C sampai 450˚C berupa larutan
magma sisa. Asosiasi batuan umumnya Granit.

3. Proses Pneumatolisis
Setelah temperatur mulai turun, antara 550-450˚C, akumulasi gas mulai membentuk jebakan
pneumatolisis dan tinggal larutan sisa magma makin encer. Unsur volatile akan bergerak
menerobos batuan beku yang telah ada dan batuan samping disekitarnya, kemudian akan
membentuk mineral baik karena proses sublimasi maupun karena reaksi unsur volatile tersebut
dengan batuan-batuan yang diterobosnya sehingga terbentuk endapan mineral yang disebut
mineral pneumatolitis.

4. Proses Hydrotermal
Merupakan proses pembentuk mineral yang terjadi oleh pengaruh temperatur dan tekanan yang
sangat rendah, dan larutan magma yang terbentuk sebelumnya. Contoh: Kuarsa, Klorit,
Kalkosit.

5. Proses Replacement (Metasomatic replacement)


Adalah proses dalam pembentukan endapan-endapan mineral epigenetic yang didominasi oleh
pembentukan endapan-endapan hipotermal, mesotermal dan sangat penting dalam grup
epitermal. Mineral-mineral bijih pada endapan metasomatic kontak telah dibentuk oleh proses
ini, dimana proses ini dikontrol oleh pengayaan unsur-unsur sulfide dan dominasi pada formasi
unsur-unsur endapan mineral lainnya.

3.3. Mineral Utama Penyusun Kerak Bumi


Mineral utama yang berperan sebagai penyusun kerak bumi adalah Silica ( SiO2 ) ,mineral ini
jumlahnya hampir 90 % dari berat kerak-Bumi,dan hampir 100 % dari mantel Bumi (sampai
kedalaman 2900 Km dari kerak Bumi) Mineral silikat adalah mineral yang memiliki unsure
pembentuknya yaitu silica ( SiO2 ), yang merupakan hasil pembekuan magma. Silicat
merupakan 25% dari mineral yang dikenal dan 40% dari mineral yang dikenali.

Macam mineral silikat dapat digolongkan berdasarkan komposisi kimianya. Mineral silikat
ferromagnesian adalah mineral silikat yang mengandung ion besi dan atau magnesium di dalam
struktur mineralnya. Mineral-mineral silikat yang tidak mengandung ion-ion besi
dan magnesium disebut mineral non feromagnesian. Mineral-mineral silikat feromegnesian
dicirikan oleh warnanya yang gelap dan mempunyai berat jenis antara 3,2 sampai 3,6.
Sebaliknya mineral-mineral silikat non feromagnesian pada umumnya mempunyai warna terang
dan berat jenis rata-rata 2,7. perbedaan tersebut terutama disebabkan oleh ada tidaknya unsur
besi didalam mineral tersebut.

3.4. Sifat Fisik dan Sifat Kimia Mineral


Sifat Fisik Mineral
Untuk mengetahui jenis mineral,dapat dilakukan dengan 2 cara, yang pertama adalah dengan cara
mengenal sifat fisiknya. Adapun cara yang kedua adalah melalui analisa kimiawi atau analisa difraksi
sinar X, cara ini pada umumnya sangat mahal dan memakan waktu yang lama. Berikut ini adalah sifat-
sifat fisik mineral yang dapat dipakai untuk mengenal mineral secara cepat, yaitu:

1. Warna
Indiokromatik : Warna yang konstan ( tetap).Contoh Olivin (Hijau) , Alamandin (Merah)
Allochomatic :Warna yang bermacam-macam akibat pengotoran.Contoh Orthoklas
(Kuning),Turmalin (Hijau)

2. Kilap
Kilap adalah kenampakan mineral yang ditunjukan oleh pemantulan cahaya yang diterimanya,kilap
dibagi menjadi dua kelompok,Kilap Logam (Metalic) dan Kilap Bukan Logam (nonmetallic)

3. Cerat atau goresan


Cerat adalah warna mineral dalam bentuk bubuk yang didapatkan ketika mineral digoreskan pada
sebuh keeping porselin,warna cerat tetap walaupun warna mineral berubah-ubah.

4. Bentuk atau shape


Bentuk mineral dibagi menjadi dua,yaitu mineral kristalin dan mineral yang tidak berbentuk atau
dapat disebut juga dengan mineral amorf.
5. Belahan
Belahan ialaha kecendrungan mineral membelah diri satu arah atau lebih.

6. Pecahan
Mineral dapat berubah melalui arah bidang belahan da ada juga yang terbelah secara tidak
teratur,contoh pecahan adalah Concoidal,Even,Uneven,Hackly,Splintery,Earthy.

7. Kekerasan
Kekerasan dalah ketahan mineral terhadap goresan,biasanya mineral yang diuji dibandingkan
dengan mineral yang sudah menjadi standar kekeran yaitu Skala Mosh

8. Berat Jenis
Widagdo Mangunwijoto(1959:28-29) menyebutkan bahwa berat jenis dapat dihitung dengan:
1. Piknometer
2. Gelas Ukur
3. Neraca Air

9. Tenacity
Tenacity adalah daya tahan mineral untuk menjadi pecah.

10. Diaphaneity
Diaphanecity adalah cara mineral untuk meneruskan cahaya

11. Lain-lain (Sifat Khusus)


Rasa
Bau
Kelistrikan
Kemagnetan
Daya hantar panas
Keradioaktifan
Posporisensi
Fluorisensi
Sifat Kimia
Berdasarkan senyawa kimiawinya, mineral dapat dikelompokkan menjadi mineral Silikat dan
Non Silikat,Terdapat 8 (delapan) kelompok mineral Non-silikat, yaitu kelompok Oksida,
Sulfida, Sulfat, Native elemen, Halit, Karbonat, Hidroksida, dan Phospate.Sedangkan Mineral
Silikat dibagi menjadi dua,yaitu ferromagnesium dan nonferromagnesium

1.Mineral Silikat

Silikat merupakan bagian utama yang membentuk batuan baik itu sedimen, batuan beku maupun batuan
malihan. Silikat pembentuk batuan yang umum
Hampir 90 % mineral pembentuk batuan adalah dari kelompok ini, yang merupakan persenyawaan antara
silikon dan oksigen dengan beberapa unsur metal. Karena jumlahnya yang besar, maka hampir 90 % dari
berat kerak-Bumi terdiri dari mineral silikat

Contoh Mineral Silikat Ferromganesium


1. Olivin (Mg,Fe) SiO
2. Pyroksen (Mg,Fe,Ca,Na)(Mg,Fe,Al)Si O
3. Amfibol (Na,Ca) (Mg,Fe,Al) (Si,Al) O (OH)

Contoh Mineral Silikat Nonferromagnesium


1. Kuarsa ( SiO );
2. Felspar Alkali ( KAlSi O )
3. Mika Muskovit (K Al (Si Al O )(OH,F)

2.Mineral Sulfida
Kelas mineral sulfida atau dikenal juga dengan nama sulfosalt ini terbentuk dari kombinasi
antara unsur tertentu dengan sulfur (belerang). Pada umumnya unsure utamanya adalah logam
(metal). Pembentukan mineral kelas ini pada umumnya terbentuk disekitar wilayah gunung api
yang memiliki kandungan sulfur yang tinggi. Proses mineralisasinya terjadi pada tempat-tempat
keluarnya atau sumber sulfur. Unsur utama yang bercampur dengan sulfur tersebut berasal dari
magma, kemudian terkontaminasi oleh sulfur yang ada disekitarnya. Pembentukan mineralnya
biasanya terjadi dibawah kondisi air tempat terendapnya unsur sulfur. Proses tersebut biasanya
dikenal sebagai alterasi mineral dengan sifat pembentukan yang terkait dengan hidrotermal (air
panas).Mineral kelas sulfida ini juga termasuk mineral-mineral pembentuk bijih (ores). Dan oleh
karena itu, mineral-mineral sulfida memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Khususnya
karena unsur utamanya umumnya adalah logam. Pada industri logam, mineral-mineral sulfides
tersebut akan diproses untuk memisahkan unsur logam dari sulfurnya.Beberapa penciri kelas
mineral ini adalah memiliki kilap logam karena unsur utamanya umumnya logam, berat jenis
yang tinggi dan memiliki tingkat atau nilai kekerasan yang rendah. Hal tersebut berkaitan dengan
unsur pembentuknya yang bersifat logam.Beberapa contoh mineral sulfides yang terkenal adalah
pyrite (FeS3), Chalcocite (Cu2S), Galena (PbS), sphalerite (ZnS) dan proustite (Ag3AsS3). Dan
termasuk juga didalamnya selenides, tellurides, arsenides, antimonides, bismuthinides dan juga
sulfosalt.

3.Mineral oksida dan hidroksida

Mineral oksida dan hidroksida ini merupakan mineral yang terbentuk dari kombinasi unsur
tertentu dengan gugus anion oksida (O) dan gugus hidroksil hidroksida (OH atau H). Mineral
oksida terbentuk sebagai akibat persenyawaan langsung antara oksigen dan unsur tertentu.
Susunannya lebih sederhana dibanding silikat. Mineral oksida umumnya lebih keras dibanding
mineral lainnya kecuali silikat. Mereka juga lebih berat kecuali sulfida. Unsur yang paling utama
dalam oksida adalah besi, chrome, mangan, timah dan aluminium. Beberapa mineral oksida yang
paling umum adalah “es” (H2O), korondum (Al2O3), hematit (Fe2O3) dan kassiterit (SnO2).
Seperti mineral oksida, mineral hidroksida terbentuk akibat pencampuran atau persenyawaan
unsur-unsur tertentu dengan hidroksida (OH). Reaksi pembentukannya dapat juga terkait dengan
pengikatan dengan air. Sama seperti oksida, pada mineral hidroksida, unsur utamanya pada
umumnya adalah unsur-unsur logam. Beberapa contoh mineral hidroksida adalah goethit
(FeOOH) dan limonite (Fe2O3.H2O).

4.Mineral Karbonat
Merupakan persenyawaan dengan ion (CO3)2-, dan disebut “karbonat”, umpamanya
persenyawaan dengan Ca dinamakan “kalsium karbonat”, CaCO3 dikenal sebagai mineral
“kalsit”. Mineral ini merupakan susunan utama yang membentuk batuan sedimen. Carbonat
terbentuk pada lingkungan laut oleh endapan bangkai plankton. Carbonat juga terbentuk pada
daerah evaporitic dan pada daerah karst yang membentuk gua (caves), stalaktit, dan stalagmite.
Dalam kelas carbonat ini juga termasuk nitrat (NO3) dan juga Borat (BO3).Carbonat, nitrat dan
borat memiliki kombinasi antara logam atau semilogam dengan anion yang kompleks dari
senyawa-senyawa tersebut (CO3, NO3, dan BO3).Beberapa contoh mineral yang termasuk
kedalam kelas carbonat ini adalah dolomite (CaMg(CO3)2, calcite (CaCO3), dan magnesite
(MgCO3). Dan contoh mineral nitrat dan borat adalahniter (NaNO3) dan borak
(Na2B4O5(OH)4.8H2O).

5.Mineral Sulfat
Sulfat terdiri dari anion sulfat (SO42-). Mineral sulfat adalah kombinasi logam dengan
anion sufat tersebut. Pembentukan mineral sulfat biasanya terjadi pada daerah
evaporitik (penguapan) yang tinggi kadar airnya, kemudian perlahan-lahan menguap
sehingga formasi sulfat dan halida berinteraksi. Pada kelas sulfat termasuk juga mineral-
mineral molibdat, kromat, dan tungstat. Dan sama seperti sulfat, mineral-mineral
tersebut juga terbentuk dari kombinasi logam dengan anion-anionnya masing-masing.
Contoh-contoh mineral yang termasuk kedalam kelas ini adalah anhydrite (calcium
sulfate), Celestine (strontium sulfate), barite (barium sulfate), dan gypsum (hydrated
calcium sulfate). Juga termasuk didalamnya mineral chromate, molybdate, selenate,
sulfite, tellurate