Anda di halaman 1dari 5

Langkah kerja

Pada praktikum kali ini akan dilakukan pembuatan sediaan bedak stabur steril. Proses
pembuatan sediaan bedak tabur steril dimulai dengan sterilisasi peralatan serta pengemas yang akan
digunakan seperti mortar, stamfer, cawan porselein, dan pipet tetes dengan menggunakan oven
180ᵒC selama 30 menit sedangkan untuk spatel dan pengayak disterilisasi dengan autoklaf 121ᵒC
selama 15 menit. Talkum di gerus dalam lumpang dan diayak dengan ayakan mesh nomor 100
(massa 1). Kemudian menthol dan sulfanilamida dilarutkan dengan etanol 96% secukupnya sampai
etanol menguap (massa 2), Lalu masukkan massa 2 kedalam massa 1 sedikit demi sedikit sambil
digerus. Ditempat lain, Magnesium Stearat di gerus dan diayak dengan ayakan mesh nomor 100 dan
dimasukkan ke dalam massa 1, gerus. Setelah itu, dan masukkan sisa talkum kedalamnya dan gerus
halus. Setelah itu sediaan yang telah jadi di dalam lumpang diayak dengan ayakan mesh nomor 100.
Lalu dimasukkan kedala, pengemas dan di Sterilisasi akhir dalam oven.
Tempat dan waktu
Praktikum pembuatan sediaan bedak tabur ini dilaksanakan pada tanggal 29 Agustus 2017
hari Selasa di ruangan Laboratorium Teknologi Farmasi, Universitas Sriwijaya Inderalaya.

I. ANALISIS DATA
1. Uji keseragaman ukuran
Tabel hasil uji keseragaman ukuran
Kolmogorov- Shapiro-Wilk
Smirnov
kel Stat d Sig. Stat. df Sig
f
Bobot 1 .175 3 . 1.000 3 1.000
Terayak
2 .175 3 . 1.000 3 1.000
Bobot 1 .175 3 . 1.000 3 1.000
Terting
gal
2 .175 3 . 1.000 3 1.000
Berdasarkan uji keseragaman ukuran didapatkan nilai normalitas dari kedua kelompok>
0,05 yakni sebesar 1,000 dan 1,000 baik pada bobot terayak dan bobot tertinggal. Maka dapat
disimpulkan bahwa terdistribusi normal. Digunakannya jenis metode Shapiro-wilk karena data yang
digunakan <50.
2. Uji sifat alir
Tabel hasil uji sifat alir
Kolmogorov- Shapiro-Wilk
Smimov
Kel. Stat df Sig. Stat. D Sig
f
Sifat 1 .175 3 . 1.000 3 1.000
Alir

2 .175 3 . 1.000 3 1.000


Berdasarkan uji sifat alir didapatkan nilai normalitas dari kedua kelompok >0,05 yakni pada
kelompok pertama sebesar 1,000 dan pada kelompok kedua sebesar 1,000. Data ini menunjukkan
bahwa data yang diperoleh terdistribusi normal.
3. Uji luas partikel
Tabel hasil uji luas partikel
Kolmogorov- Shapiro-Wilk
smimov
Kel Stat df Sig. Stat D Sig.
f
Luas 1 .260 10 .055 .854 10 066
Permu
kaan 2 .190 10 .200’ .963 10 .888

Berdasarkan uji luas partikel didapatkan nilai normalitas dari kedua kelompok >0,05 yakni
pada kelompok pertama sebesar 0.066 dan pada kelompok kedua sebesar 0.888 . Hal ini
menunjukkan data terdistribusi normal.
4. Uji homogenitas
Berdasarkan uji yang dilakukan pada sediaan kelompok pertama maupun sediaan kelompok
kedua diketahui bahwa bedak tabur dapat lolos dari ayakan no 40. Hal ini menandakan bahwa tidak
terdapat butiran kasar pada sediaan.
5. Uji pengemas
Uji yang dilakukan adalah uji kebocoran, berdasarkan uji yang telah dilakukan, pada
pengemas kelompok pertama dan pengemas kelompok kedua disimpulkan bahwa pengemas tidak
mengalami kebocoran setelah direndam dengan larutan metilene blue selama 30 menit.
Uji Aktivitas Antibakteri
a. Pembuatan Medium
Nutrient agar (NA) dilarutkan dalam air suling hingga 1 liter kemudian disterilkan dalam
autoklaf pada suhu 121°C selama 15 menit.
b. Peremajaan Biakan Murni
Peremajaan isolat dilakukan dengan cara mengambil medium NA yang masih cair dan
dimasukkan ke dalam tabung reaksi lalu dimiringkan, dibiarkan memadat. S. epidermidis yang
berasal dari stok diambil dengan jarum ose steril dimasukan ke dalam tabung reaksi yang berisi NA
padat secara aseptik dan diinkubasi pada suhu 37°C selama 24 jam.
c. Pembuatan Suspensi Bakteri
Diambil bakteri S. epidermidis dari koloni peremajaan biakan menggunakan jarum ose
steril, dimasukkan ke dalam tabung reaksi yang telah diisi air suling dan dihomogenkan. d. Uji daya
hambat Nutrient agar sebanyak 15 ml dituang ke dalam cawan petri, dibiarkan memadat. Diusapkan
suspensi bakteri pada permukaan agar hingga rata. Ditempelkan paper disc yang berisi ekstrak
gambir dengan konsentrasi 3%, 6%, 9%, control positif, dan control negatif. Diinkubasi selama 24
jam pada suhu 35°C. Diukur zona hambat yang terbentuk.
6. Formula Bedak

Nama bahan Konsentrasi


Miconazole nitrat 2%
Zink Oksida 5%
kaolin 10 %
Menthol q.s
Talk ad 75 g

Fomula bedak Miconazole Nitrate, Miconazole Nitrate Ditambahkan talk, digerus sampai
homogen. Ditambahkan kaolin, zink oksida, Menthol dan sisa talkum digerus ad 75 g homogen
Diayak dengan pengayak mesh 100 dan dikemas.
II. HASIL DAN PEMBAHASAN
Serbuk dipahami sebagai campuran homogen dua atau lebih obat yang diserbukkan, karena
mempunyai luas permukaan yang luas, serbuk lebih mudah terdispersi dan lebih larut dari pada
bentuk sediaan yang dipadatkan. Serbuk tabur dipahami sebagai serbuk ringan untuk penggunaan
topical, dapat dikemas dalam wadah yang bagian atasnya berlubang halus, untuk memudahkan
penggunaan pada kulit. Umumnya harus lewat ayakan 100 mesh agar tidak menimbulkan iritasi
pada bagian yang peka ( 1 mesh = dalam setiap panjang 1 inchi ada 100 lubang ). Seluruh serbuk
harus terayak semuanya, yang tertinggal diayakan dihaluskan lagi sampai seluruhnya terayak.
Setelah semua serbuk terayak, dicampur dan diaduk lagi. Jangan digunakan serbuk sebelum
tercampur homogen seluruhnya.
Serbuk tabur atau bedak (Pulvis Adspersorius) adalah serbuk ringan untuk penggunaan
topikal, dapat dikemas dalam wadah yang bagian atasnya berlubang halus untuk memudahkan
penggunaan pada kulit. Serbuk tabur harus melewati ayakan dengan derajat halus 100 mesh (harus
halus, tidak boleh ada butiran-butiran kasar agar tidak menimbulkan iritasi pada bagian yang peka
dan tidak boleh digunakan untuk luka terbuka
Farmakologi dari sediaan serbuk tabur yaitu ketika serbuk tabur dipakai pada kulit, serbuk
akan melalui folikel rambut, kelenjar keringat atau kelenjar lemak, atau sel-sel selaput ke lapisan
epidermis. Setelah itu serbuk akan diadsorpsi, adsorbsi adalah penyerapan partikel hanya terdapat
pada permukaan saja. Adsorpsi serbuk pada umumnya disebabkan oleh penetrasi melalui stratus
corneum dan kenaikan suhu pada kulit dapat menambah kemampuan penetran zat yang dipakai.
Pada saat serbuk tabur di adsorbsi maka akan masuk ke dalam lapisan kulit yang telah
teriritasi oleh jamur, bakteri dan bahkan akibat peradangan dan kerusakan lapisan kulit tanduk.
Bahan-bahan dalam serbuk tabur akan ikut teradsorbsi dan menghasilkan efek terapi dari gejala-
gejala tersebut.
Sebelum proses pembuatan bedak tabur asam salisilat dilaksanakan, terlebih dahulu
dilakukan sterilisasi alat yaitu lumpang dan alu, pengemas, pengayak, cawan persolen, spatel, beker
glass, kaca arloji, gelas ukur, pipet tetes. Tahap sterilisasi panas kering dilakukan di oven. Suhu
yang digunakan dalam sterilisasi yaitu 180ᵒC dalam waktu 15-30 menit dan tahap sterilisasi ini
bertujuan untuk membuktikan bahwa alat yang digunakan dapat mempengaruhi hasil dari sediaan
yang berkualitas.
Pada pengujian bedak tabur dilakukan beberapa pengujian yang didapat pada analisis data
seperti yang pertama uji keseragaman ukuran dan uji sifat alir. Dilakukan perhitungan dan didapat
nilai normalitas dari kedua kelompok >0,05 yakni sebesar 1,000 dan 1,000 baik pada bobot terayak
dan bobot tertinggal. Maka dapat disimpulkan bahwa data terdistribusi normal. Berikutnya
pengujian berdasarkan uji luas partikel didapatkan nilai normalitas dari kedua kelompok > 0,05
yakni pada kelompok pertama sebesar 0.066 dan pada kelompok kedua sebesar 0.888 . Hal ini
menunjukkan bahwa data terdistribusi normal.
Pengujian homogentitas sediaan yang dilakukan pada sediaan bedak tabur asam salisilat
diketahui bahwa bedak tabur dapat lolos dari ayakan mesh nomor 40. Hal ini menandakan bahwa
tidak terdapat butiran kasar pada sediaan. Dan pada pengujian yang dilakukan untuk uji pengemas
adalah uji kebocoran, berdasarkan uji yang telah dilakukan, pada pengemas disimpulkan bahwa
pengemas tidak mengalami kebocoran setelah direndam dengan larutan metilene blue selama 30
menit.
Pengujian sifat alir bedak tabur miconazole nitrate, dilakukan dengan mengalirkan bedak
kedalam corong, lalu dihitung waktu nya. Bedak tabur Miconazole nitrate dapat mengalir dan
membutuhkan 11 detik. Sedangkan untuk memenuhi persyaratan sifat alir yang baik, serbuk harus
mengalir 1 detik/gram. Hal ini dikarenakan semakin kecil ukuran serbuk maka semakin buruk pula
sifat ali serbuk tersebut.

Metode yang digunakan untuk mengukur derajat halus bedak tabur adalah metode
pengayakan. Metode ini dilakukan dengan cara menempatkan 100 g bedak di dalam satu seri
pengayak dan dihentak dengan alat pengentapan. Bedak tabur dihentakkan sebanyak 100 kali dan
serbuk yang melalui satu pengayak akan ditahan oleh pengayak berikutnya yang lebih halus. Serbuk
yang lolos di tiap pengayak dikumpulkan dan ditimbang. Dari hasil uji ukuran partikel, bedak tabur
gambir dikategorikan serbuk agak halus. Padahal pada saat pembuatan, bedak tabur telah diayak
dengan pengayak mesh 20. Serbuk bedak yang tidak lolos dihaluskan lagi dan kembali diayak
dengan pengayak mesh 20 untuk menjamain kehalusan bedak. Semakin besar konsentrasi zat aktif
formula semakin besar pengaruhnya terhadap derajat halus bedak(14). Derajat halus serbuk penting
dalam formulasi bedak tabur. Bedak tabur yang kurang halus akan mengurangi kenyamanan dan
menyebabkan iritasi pada wajah saat pemakaian. Sedangkan bedak tabur yang halus akan mudah
disapukan dan menyebar lebih merata, menutupi pori-pori kulit lebih sempurna sehingga dapat
mencegah iritasi kulit yang disebabkan oleh bakteri.
Pada pengujian daya hambat bakteri yang menggunakan media PDA dan NA dan
ditambahkan bedak tabur Miconazole Nitrate, setelah di inkubasi selama 24 jam. Hasil yang didapat
ialah tidak adanya bakteri yang mengkontaminasi media agar. Hal ini disebabkan karena media agar
ditutup dengan rapat dan juga diberikan bedak tabur miconazole yang berfungsi sebagai
antimikroba
III. KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan

2. Pembuatan bedak tabur Miconazole nitrate digunakan metode aseptis karena bahan yang
digunakan tidak tahan panas
3. Sediaan bedak tabur Miconazole nitrat telah memenuhi persyaratan uji keseragaman ukuran dan
uji sifat alir dimana didapatkan hasil analisis data yang terdistribusi normal.
4. Pada pengujian homogenitas sediaan, bedak tabur Miconazole nitrate melewati ayakan no 20
yang menunjukkan bahwa sediaan bebas dari partikel kasar.
5. Serbuk tabur adalah serbuk ringan yang bebas dari butiran kasar, digunakan untuk penggunaan
topical yang umumnya harus melewati ayakan dengan derajat halus 100 mesh agar tidak
menimbulkan iritasi pada bagian yang peka.