Anda di halaman 1dari 8

PENYUSUNAN SISTEM INFORMASI

Final Report Pengendalian Pemanfaatan Ruang


KAWASAN MAMMINASATA

BAB 1 – PENDAHULUAN

K
awasan Perkotaan Mamminasata merupakan salah satu Kawasan Strategis Nasional
(KSN) yang penataan ruangnya diprioritaskan. Hal ini karena secara nasional KSN
berpengaruh sangat penting terhadap kedaulatan negara, pertahanan dan
keamanan negara, ekonomi, sosial, budaya, dan/atau lingkungan, termasuk wilayah di
dalamnya yang ditetapkan sebagai warisan dunia. Dalam penyelenggaraan pembangunan
daerah yang luas dan heterogen diperlukan data yang baik dan berakurasi serta mudah dicari
pada saat digunakan. Kendala yang dihadapi pada kondisi data yang terdapat di Kawasan
Perkotaan Mamminasata termasuk geografisnya, belum tertata dengan baik, tersistematisasi
dan belum terstruktur dengan benar. Melihat kendala tersebut maka prospek sistem informasi
khususnya sistem informasi geografis dalam pengembangan wilayah.

Sistem informasi geografis yang secara umum didefinisikan sebagai suatu sistem yan berbasis
komputer yang dapat memanajemen, memanipulasi, dan menganalisis data atau informasi
geografis. SIG mempunyai peran cukup strategis, karena SIG mampu menyajikan aspek spasial,
dari fakta yang dikaji. SIG dapat digunakan untuk aplikasi–aplikasi pada pemerintahan daerah
yaitu, sebagai alat bantu perencanaan daerah dan tata ruang yang diperuntukkan lahan untuk
calon investor, informasi potensi, dan komoditi daerah, untuk pemetaan dan pengelolaan
sumber daya alam. Dengan adanya dukungan sistem informasi geografis akan memudahkan
mendapatkan informasi mengenai perkembangan dan potensi daerah dari wilayah Kawasan
Perkotaan Mamminasata dan informasi yang ditampilkan akan lebih baik, karena
menggunakan data spatial(geografis).
A. LATAR BELAKANG
UU Nomor 26 tahun 2007 telah mengamanatkan semua daerah provinsi, kabupaten, dan
kota harus mempunyai Rencana Tata Ruang Wilayah dan Rencana Rinci Tata Ruang agar
pembangunan di daerah dapat dilaksanakan dengan baik. Untuk mewujudkan

CV. CIPTA PERSADA NUSANTARA KONSULTAN TEKNIK &


MANAJEMEN BAB I - 1
PENYUSUNAN SISTEM INFORMASI
Final Report Pengendalian Pemanfaatan Ruang
KAWASAN MAMMINASATA

penyelenggaraan penataan ruang yang sesuai aturan hukum ternyata pada pemerintah
daerah masih dihadapi persoalan-persoalan yang cukup mendasar, diantaranya yang
merupakan hal terpenting adalah keterbatasan SDM di dalam memahami dan
penyelenggaraan penataan ruang. Dilain pihak tuntutan masyarakat yang didasari atas
kesadaran masyarakat akan fungsi dan peran penataan ruang yang baik juga telah
meningkat.

Agar tujuan penyelenggaraan penataan ruang yang baik yang bisa diterima semua pihak
maka perlu didukung oleh upaya-upaya yang teratur, konsisten, dan berkelanjutan. Salah
satu upaya yang dilakukan oleh UPT Mamminasata Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya
dan Tata Ruang Provinsi Sulawesi Selatan adalah kegiatan Pengadaan Sistem Informasi
Pengendalian Pemanfaatan Ruang Kawasan Mamminasata. Kegiatan ini sangat erat
kaitannya dengan aspek pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang di
Provinsi Sulawesi Selatan. Dengan adanya kegiatan ini, maka diharapkan dapat digunakan
untuk memberikan informasi terkait kegiatan pemanfaatan ruang yang ada di Wilayah
Perkotaan Mamminasata, diantaranya Kebijakan dan Strategi penataan ruang Kawasan
Perkotaan Mamminasata, Rencana Struktur dan Pola Ruang Kawasan Perkotaan
Mamminasata yang diintegrasikan dengan Rencana dan Pola Ruang pada RTRW
Kabupaten/Kota dalam pengambilan keputusan pemberian izin pemanfaatan ruang.

Era komputerisasi telah membuka wawasan dan paradigma baru dalam proses
pengambilan keputusan dan penyebaran informasi. Data yang mempresentasikan “dunia
nyata” dapat disimpan dan diproses sedemikian rupa sehingga dapat menyajikan dalam
bentuk-bentuk sederhana dan sesuai kebutuhan. Sistem Informasi Pengendalian
Pemanfaatan Ruang ini merupakan bagian tidak terpisahkan dari kegiatan penyusunan
perancangan Basis Data secara menyeluruh. Bobot utama pekerjaan sistem informasi ini
lebih menekankan pada sistem penyebaran informasi tentang kegiatan pemanfaatan
ruang melalui aplikasi WEB GIS. Data yang dihimpun dan diintegrasikan pada sistem
merupakan data dasar yang bersifat umum, seperti peta dasar, data citra satelit, peta pola
ruang dan struktur ruang serta data-data prasarana umum beserta atributnya. Selain itu
beberapa fungsi analisis spasial pada sistem ini dapat dikembangkan secara maksimal.
Salah satu strategi yang ditempuh untuk mewujudkan hal tersebut yaitu dengan
meningkatkan Sistem Informasi Pengendalian Pemanfaatan Ruang Kawasan
Mamminasata. Melalui kerjasama antara kota/kabupaten akan sangat membantu data
spasial agar mendukung informasi pengendalian pemanfaatan ruang.
CV. CIPTA PERSADA NUSANTARA KONSULTAN TEKNIK &
MANAJEMEN BAB I - 2
PENYUSUNAN SISTEM INFORMASI
Final Report Pengendalian Pemanfaatan Ruang
KAWASAN MAMMINASATA

B. MANFAAT DAN TUJUAN KEGIATAN


Maksud kegiatan ini adalah :
Untuk menyiapkan aplikasi Sistem Informasi Pengendalian Pemanfaatan Ruang Kawasan
Mamminasata kepada aparat pemerintah daerah dalam penyelenggaraan penataan ruang
agar terjadi konsistensi dan keserasian dalam perencanaan dan pemanfaatan ruang, baik
di tingkat kabupaten, maupun pada tingkat provinsi serta meningkatkan kemampuan
aparat daerah dalam penyelenggaraan penataan ruang.
Tujuan kegiatan ini adalah :
1. Tersedianya sistem informasi penataan ruang berbasis data spasial, yang meliputi
rencana struktur dan pola ruang kawasan perkotaan Mamminasata, serta rencana
struktur dan pola ruang Kabupaten/Kota dalam lingkup Wilayah KSN Mamminasata.
2. Tersedianya alat pengolah database spasial guna mengolah informasi spasial
mengenai perkembangan pemanfaatan ruang di Kawasan Perkotaan Mamminasata.
3. Tersedianya Sistem Informasi Pengendalian Pemanfaatan Ruang berbasis Website di
Kawasan Perkotaan Mamminasata.
4. Meningkatnya pengetahuan dan kapasitas aparatur tentang sistem informasi
pengendalian pemanfaatan ruang di Kawasan Perkotaan Mamminasata..
5. Memberikan arahan teknis kepada pemerintah kabupaten/kota tentang substansi
pelaksanaan pemanfaatan ruang.
C. SASARAN KEGIATAN
Sasaran yang hendak dicapai dalam kegiatan ini adalah :
1. Terbentuk dan terbangunnya suatu Sistem Informasi Pengendalian Pemanfaatan
Ruang yang dapat berfungsi sebagai alat bantu bagi proses pengambilan keputusan
aparat pemerintah daerah dalam pelaksanaan pemanfaatan ruang di Kawasan
Perkotaan Mamminasata.
2. Terciptanya keserasian perencanaan, pemanfaatan dan pengendalian pemanfaatan
ruang di Kawasan Perkotaan Mamminasata sebagaimana yang diamanatkan dalam
UU Nomor 26 tahun 2007 tentang penataan ruang dan Peraturan Presiden Nomor 55
Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Mamminasata.
D. LANDASAN HUKUM
Adapun Landasan Hukum dalam penyusunan Sistem Informasi Pengendalian Pemanfaatan
Ruang Kawasan Mamminasata merujuk pada;
CV. CIPTA PERSADA NUSANTARA KONSULTAN TEKNIK &
MANAJEMEN BAB I - 3
PENYUSUNAN SISTEM INFORMASI
Final Report Pengendalian Pemanfaatan Ruang
KAWASAN MAMMINASATA

1. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang;


2. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang;
3. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).
4. Undang-Undang No. 32 tahun 2009; tentang perlindungan dan pengelolaan
lingkungan hidup.
5. Undang-Undang No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
6. Peraturan Presiden Nomor 36 tahun 2005 tentang Pengelolaan Tanah bagi
Pelaksanaan Pembangunan untuk Kepentingan Umum;
7. Peraturan Presiden No. 55 Tahun 2011 tentang Kawasan Perkotaan Maminasata.
8. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2000 tentang Tingkat
Ketelitian Peta untuk Penataan Ruang Wilayah;
9. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan
Pemerintah dan Kewenangan Provinsi sebagai Daerah Otonom;
10. Peraturan Pemerintah RI Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah
Nasional;
11. Peraturan Daerah No. 4 Tahun 2015 Tentang Rencana tata ruang wilayah Kota
Makassar Tahun 2015-2035
12. Peraturan Daerah No. 15 Tahun 2012 Tentang Rencana tata ruang wilayah Kabupaten
Gowa Tahun 2012-2032
13. Peraturan Daerah No. 4 Tahun 2012 Tentang Rencana tata ruang wilayah Kabupaten
Maros Tahun 2012-2032
14. Peraturan Daerah No. 6 Tahun 2012 Tentang Rencana tata ruang wilayah Kabupaten
Takalar Tahun 2012-2031
15. Rencana Tata Rang Wilayah (RTRW) Kota Makassar Tahun 2015-2035
16. Rencana Tata Rang Wilayah (RTRW) Kabupaten Gowa Tahun 2012-2032
17. Rencana Tata Rang Wilayah (RTRW) Kabupaten Maros Tahun 2012-2032
18. Rencana Tata Rang Wilayah (RTRW) Kabupaten Takalar Tahun 2012-2031
E. SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS
1. Pengertian Sistem Informasi Geografis (SIG)
Sistem Informasi Geografis (bahasa Inggris: Geographic Information
System disingkat GIS) adalah sistem informasi khusus yang mengelola data
yang memiliki informasi spasial (bereferensi keruangan). Atau dalam arti yang
CV. CIPTA PERSADA NUSANTARA KONSULTAN TEKNIK &
MANAJEMEN BAB I - 4
PENYUSUNAN SISTEM INFORMASI
Final Report Pengendalian Pemanfaatan Ruang
KAWASAN MAMMINASATA

lebih sempit, adalah sistem komputer yang memiliki kemampuan untuk


membangun, menyimpan, mengelola dan menampilkan informasi berefrensi
geografis, misalnya data yang diidentifikasi menurut lokasinya, dalam
sebuah database. Para praktisi juga memasukkan orang yang membangun
dan mengoperasikannya dan data sebagai bagian dari sistem ini.

Teknologi Sistem Informasi Geografis dapat digunakan untuk investigasi


ilmiah, pengelolaan sumber daya, perencanaan pembangunan, kartografidan
perencanaan rute. Misalnya, SIG bisa membantu perencana untuk secara
cepat menghitung waktu tanggap darurat saat terjadi bencana alam, atau SIG
dapat digunaan untuk mencari lahan basah (wetlands) yang membutuhkan
perlindungan dari polusi.
Pada prinsipnya terdapat dua jenis data untuk mendukung SIG yaitu :
1) Data Spasial
Data spasial adalah gambaran nyata suatu wilayah yang terdapat di
permukaan bumi. Umumnya direpresentasikan berupa grafik, peta,
gambar dengan format digital dan disimpan dalam bentuk koordinat x,y
(vektor) atau dalam bentuk image (raster) yang memiliki nilai tertentu.
2) Data Non Spasial (Atribut)
Data non spasial adalah data berbentuk tabel dimana tabel tersebut berisi
informasi- informasi yang dimiliki oleh obyek dalam data spasial. Data
tersebut berbentuk data tabular yang saling terintegrasi dengan data
spasial yang ada.

Gambar 1.1 GIS dengan gvGis


CV. CIPTA PERSADA NUSANTARA KONSULTAN TEKNIK &
MANAJEMEN BAB I - 5
PENYUSUNAN SISTEM INFORMASI
Final Report Pengendalian Pemanfaatan Ruang
KAWASAN MAMMINASATA

2. MANFAAT SIG DI BERBAGAI BIDANG


a) Manajemen tata guna lahan
Pemanfaatan dan penggunaan lahan merupakan bagian kajian geografi yang perlu
dilakukan dengan penuh pertimbangan dari berbagai segi. Tujuannya adalah untuk
menentukan zonifikasi lahan yang sesuai dengan karakteristik lahan yang ada.
Misalnya, wilayah pemanfaatan lahan di kota biasanya dibagi menjadi daerah
pemukiman, industri, perdagangan, perkantoran, fasilitas umum,dan jalur hijau.

SIG dapat membantu pembuatan perencanaan masing-masing wilayah tersebut


dan hasilnya dapat digunakan sebagai acuan untuk pembangunanutilitas-utilitas
yang diperlukan. Lokasi dari utilitas-utilitas yang akan dibangun di daerah perkotaan
(urban) perlu dipertimbangkan agar efektif dan tidak melanggar kriteria-kriteria
tertentuyang bisa menyebabkan ketidakselarasan. Contohnya, pembangunan
tempat sampah. Kriteria-kriteria yang bisa dijadikan parameter antara lain: di luar
area pemukiman, berada dalam radius 10 meter dari genangan air, berjarak 5 meter
dari jalan raya, dan sebagainya. Dengan kemampuan SIG yang bisa memetakan apa
yang ada di luar dan di dalam suatu area, kriteria-kriteriaini nanti digabungkan
sehingga memunculkan irisan daerah yang tidak sesuai, agak sesuai, dan sangat
sesuai dengan seluruh kriteria. Di daerah pedesaan (rural) manajemen tata guna
lahan lebih banyak mengarah ke sektor pertanian.

Dengan terpetakannya curah hujan, iklim, kondisitanah, ketinggian, dan keadaan


alam, akan membantu penentuan lokasi tanaman, pupuk yang dipakai, dan
bagaimana proses pengolahan lahannya. Pembangunan saluran irigasi agar dapat
merata dan minimal biayanya dapat dibantu dengan peta sawah ladang, peta
pemukiman penduduk, ketinggian masing-masing tempat dan peta kondisi tanah.
Penentuan lokasi gudang dan pemasaran hasil pertanian dapat terbantu dengan
memanfaatkan peta produksi pangan, penyebarankonsumen, dan peta jaringan
transportasi. Selain untuk manajemen pemanfaatan lahan, SIG juga dapat
membantu dalam hal penataan ruang. Tujuannya adalah agar penentuan pola
pemanfaatan ruang disesuaikan dengan kondisi fisik dan sosial yang ada, sehingga
lebih efektif dan efisien. Misalnya penataan ruang perkotaan, pedesaan,
permukiman,kawasan industri, dan lainnya.
CV. CIPTA PERSADA NUSANTARA KONSULTAN TEKNIK &
MANAJEMEN BAB I - 6
PENYUSUNAN SISTEM INFORMASI
Final Report Pengendalian Pemanfaatan Ruang
KAWASAN MAMMINASATA

b) Inventarisasi sumber daya alam


Secara sederhana manfaat SIG dalam data kekayaan sumber daya alamialah
sebagai berikut:
1) Untuk mengetahui persebaran berbagai sumber daya alam, misalnya
minyak bumi, batubara, emas, besi dan barang tambang lainnya.
2) Untuk mengetahui persebaran kawasan lahan, misalnya:
 Kawasan lahan potensial dan lahan kritis;
 Kawasan hutan yang masih baik dan hutan rusak;
 Kawasan lahan pertanian dan perkebunan;
 Pemanfaatan perubahan penggunaan lahan;
 Rehabilitasi dan konservasi lahan.
c) Untuk pengawasan daerah bencana alam
Kemampuan SIG untuk pengawasan daerah bencana alam, misalnya:
1) Memantau luas wilayah bencana alam;
2) Pencegahan terjadinya bencana alam pada masa datang;
3) Menyusun rencana-rencana pembangunan kembali daerah bencana;
4) Penentuan tingkat bahaya erosi;
5) Prediksi ketinggian banjir;
6) Prediksi tingkat kekeringan.
d) Bagi perencanaan Wilayah dan Kota
1) Untuk bidang sumber daya, seperti kesesuaian lahan pemukiman,
pertanian, perkebunan, tata guna lahan, pertambangan dan energi, analisis
daerah rawan bencana.
2) Untuk bidang perencanaan ruang, seperti perencanaan tata ruang wilayah,
perencanaan kawasan industri, pasar, kawasan permukiman, penataan
sistem dan status pertahanan.
3) Untuk bidang manajemen atau sarana-prasarana suatu wilayah, seperti
manajemen sistem informasi jaringan air bersih, perencanaan dan
perluasan jaringan listrik.
4) Untuk bidang pariwisata, seperti inventarisasi pariwisata dan analisis
potensi pariwisata suatu daerah.
5) Untuk bidang transportasi, seperti inventarisasi jaringan transportasi
publik, kesesuaian rute alternatif, perencanaan perluasan sistem jaringan
jalan, analisis kawasan rawan kemacetan dan kecelakaaan.
CV. CIPTA PERSADA NUSANTARA KONSULTAN TEKNIK &
MANAJEMEN BAB I - 7
PENYUSUNAN SISTEM INFORMASI
Final Report Pengendalian Pemanfaatan Ruang
KAWASAN MAMMINASATA

6) Untuk bidang sosial dan budaya, seperti untuk mengetahui luas dan
persebaran penduduk suatu wilayah, mengetahui luas dan persebaran
lahan pertanian serta kemungkinan pola drainasenya, pendataan dan
pengembangan pusat-pusat pertumbuhan dan pembangunan pada suatu
kawasan, pendataan dan pengembangan pemukiman penduduk, kawasan
industri, sekolah, rumah sakit, sarana hiburan dan perkantoran.
F. SISTEMATIKA PEMBAHASAN
Pada sub bahasan ini merupakan sistematika pembahasan dimana menjelaskan tentang
bagian-bagian pembahasan yang termuat pada bab-bab bahasan, sehingga secara garis
besar memberikan pemahaman singkat tentang isi pada setiap bab pembahasan. Untuk
lebih jelasnya, sebagai berikut;
BAB I pada bahasan ini memuat tentang; Latar belakang, manfaat dan tujuan kegiatan,
sasaran kegiatan, landasan hukum, sistem informasi geografis, sistematika
pembahasan.
BAB II pada bahasan ini memuat tentang; Metode Teknis Sistem informasi Tata Ruang,
Tahapan Pelaksanaan, Contoh Model Pengembangan Sistem Informasi Tata
Ruang (SIMTARU).
BAB III pada bahasan ini memuat tentang gambaran umum wilayah; a. Aspek Fisik
Dasar ; Kondisi Letak Geografis, Kondisi Topografi dan Kemiringan Lereng,
Kondisi Keadaan Iklim, Kondisi Geologi dan Jenis Tanah, Kondisi Hidrologi,
Kondisi Ekologi, Kondisi Penggunaan Lahan, Bencana Alam, b. Kependudukan;
Jumlah dan perkembangan penduduk, Jumlah penduduk menurut jenis kelamin,
Jumlah penduduk menurut kelompok umur.
BAB IV pada bahasan ini memuat tentang; Desain Basis data, diantaranya; 1.Arsitektur,
Manajemen data, Mendesai GUI dan Detail Proses. Model basis (S-iPPR)
Kawasan Mamminasata, diantaranya ; Tampilan layar Home (Beranda), Tampilan
layar profil, Tampilan Layar Kabar terkini, Tampilan layar peraturan, Tampilan
layar Informasi pengendalian, Tampilan layar lokasi, Tampilan layar
laanan/pengaduan, Tampilan layar Album peta.

CV. CIPTA PERSADA NUSANTARA KONSULTAN TEKNIK &


MANAJEMEN BAB I - 8