Anda di halaman 1dari 12

Asam lemak atau asam amino?

Kalo setau saya asam lemak lebih dikelompokin antara yg :


- unsatturated (ada ikatan double antara 2 carbon C=C)
contoh : omega 3 , omega 6, omega 9
- saturated (yg tdk punya ikatan C=C)

Naah, asam amino yg biasanya dikelompokin antara essential (yg gak bisa disintesis manusia,
sumbernya dr makanan) dan non-essential (yg bisa dihasilkan di tubuh manusia).

asam amino essential ada 9 :


histidine, isoleucine, leucine, lysine, methionine, phenylalanine, threonine, tryptophan, dan
valine. Arginine kadang sering dimasukin ke dalam golongan essential, tp kdg2 jg gak ... krn Arg
gak selalu essential, ada kondisi2 dimana Arg jd non-essential.
Kalo maksudnya asam amino non essential (yg bisa diproduksi di tubuh) ada 11 :
arginine (Arg), alanine (Ala), asparagine (Arn), aspartic acid (Asp) , cysteine (Cys), glutamine
(Gln), glutamic acid (Glu), glycine (Gly), proline (Pro), serine (Ser), dan tyrosine (Tyr).

Kalo maksudnya asam amino non essential (yg bisa diproduksi di tubuh) ada 11 :
arginine (Arg), alanine (Ala), asparagine (Arn), aspartic acid (Asp) , cysteine (Cys), glutamine
(Gln), glutamic acid (Glu), glycine (Gly), proline (Pro), serine (Ser), dan tyrosine (Tyr).

Kalau yg essential (yg dptnya dr makanan, tdk bs diproduksi di tubuh manusia) :


isoleucine, leucine, lysine, methionine, phenylalanine, threonine, tryptophan, dan valine.
MINERAL MIKRO
Diarsipkan di bawah: Gizi Dasar — Tag:Gizi Dasar — hasanah619 @ 6:04 pm
Mineral mikro terdapat dalam jumlah sangat kecil di dalam tubuh, namun mempunyai peranan
essensial untuk kehidupan, kesehatan dan reproduksi. Kandungan mineral mikro bahan makanan
sangat tergantung pada konsentrasi mineral mikro tanah asal bahan makanan tersebut.
Widya Karya Gizi Nasional tahun 2004 telah menetapkan Angka Kecukupan Rata-rata sehari
untuk mineral mikro besi (Fe), seng (Zn), Iodium (I), dan Selenium (Se), Tembaga (Cu), Mangan
(Mn), Fluor (F), khrom (Cr) dan Molibden (Mo). Sedangkan kebutuhan manusia akan mineral
mikro arsen (As), Nikel (Ni), Silikon (Si), dan Boron (Bo) masih dalam penelitian.

. Pengaruh Kelebihan dan Kekurangan Mineral Mikro


1. Zat besi (Fe)
Kelebihan zat besi dapat menurunkan penyerapan dan penggunaan seng dan tembaga serta
peningkatan penggunaan vitamin antioksidan. Kelebihan zat besi juga dapat menyebabkan
gangguan fungsi hati, jantung bahkan meninggal dunia. Gejalanya adalah rasa nek, muntah, diare,
denyut jantung meningkat, sakit kepala, mengigau.
Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia, gangguan fungsional tubuh, baik mental
maupun fisik, pucat, rasa lemah, letih, pusing, kurang nafsu makan, menurunnya angka
kebugaran tubuh, menurunnya kemampuan kerja, menurunnya kekebalan tubuh dan gangguan
penyembuhan luka, kemempuan mengatur suhu tubuh menurun. Pada anak-anak menimbulkan
apatis, mudah tersinggung, menurunnya kemampuan untuk berkonsentrasi dan belajar.

2. Seng (Zn)
Konsumsi seng secara berlebihan (sepuluh kali anjuran) dapat terjadi karena konsumsi suplemen
seng dan makanan yang terkena polusi (udara, alat masak dan kaleng). Kelebihan seng akan
menurunkan penyerapan zat besi dan tembaga, mual, diare, pusing, melemahnya peran syaraf
yang mengkoordinasi sistem kerja anggota badan, demam, kelelahan yang sangat, anemia,
gangguan reproduksi, dan gangguan pada fungsi hati dan imunitas tubuh. Kelebihan sampai
sepuluh kali AKG mempengaruhi metabolism kolesterol, mengubah nilai lipoprotein, dan
tampaknya dapat mempercepat timbulnya aterosklerosis.
Kekurangan seng dapat menyebabkan pertumbuhan terhambat, gangguan kematangan seksual
dan daya kekebalan tubuh menurun. Gangguan fungsi pencernaan karena gangguan fungsi
pankreas, gangguan pembentukan kilomikron, dan kerusakan permukaan saluran cerna.
Gangguan metabolism vitamin A, gangguan kelenjar tiroid dan laju metabolisme, gangguan nafsu
makan, penurunan ketajaman indra rasa serta memperlambat penyembuhan luka.
3. Iodium (I)
Konsumsi yodium diatas 2000 mg per hari dianggap berlebihan dan akan berdampak negative
pada kesehatan manusia. Konsumsi sebanyak ini bisa terjadi karena mengkonsumsi rumput laut,
suplemen atau pangan yang difortifikasi yodium secara belebihan. Kelebihan yodium dapat
menghambat pelepasan yodium dari tiroid. Kelebihan pada tingkat selanjutnya akan
menimbulkan gondok seperti halnya kekurangan yodium.
Gangguan akibat kekurangan yodium (GAKY) berupa gangguan fisik dan mental, gondok,
kretin, malas dan lamban, kelenjar tiroid membesar. Pada ibu hamil dapat mengganggu
pertumbuhan dan perkembangan janin. Pada anak-anak menyebabkan kemampuan belajar
rendah, dan lain-lain.
4. Selenium (Se)
Pengaruh negatif selenium bagi kesehatan ditemukan pada orang yang mengkonsumsi diatas 850
mg perhari yang ditandai oleh mual, muntah dan diare. Bila konsumsi di atas 5000 mg akan
terjadi perubahan pada kuku dan rambut yang pada akhirnya terjadi kerontokan rambut.
Kekurangan selenium menyebabkan aktivitas enzim glutation peroksidase terhambat, kekebalan
tubuh menurun.
5. Tembaga (Cu)
Kelebihan tembaga secara kronis menyebabkan penumpukan tembaga didalam hati yang dapat
menyebabkan nekrosis hati atau sirosis hati. Kelebihan tembaga dapat terjadi karena
mengkonsumsi suplemen tembaga atau menggunakan alat memasak terbuat dari tembaga,
terutama apabila digunakan untuk memasak cairan yang bersifat asam. Konsumsi sebanyak 10-15
mg perhari dapat menimbulkan muntah-muntah dan diare. Berbagai tahap pendarahan
intravaskuler dapat terjadi, begitupun nekrosi sel hati dan gagal ginjal. Konsumsi dosis tinggi
menyebabkan kematian.
Kekurangan tembaga dapat menyebabkan gagal tumbuh kembang, edema dengan serum albumin
rendah, gangguan fungsi kekebalan, menghambat pembentukan hemoglobin, anemia dengan
perubahan pada metabolisme besi dan perubahan pada jaringan tulang, perubahan pada kerangka
tubuh yang dapat menyebabkan patah tulang dan osteoporosis, hernia dan pelebaran pembuluh
darah karena kegagalan pengikatan silang kolagen dan elastin, depigmentasi rambut dan kulit.
6. Mangan (Mn)
Keracunan karena kelebihan mangan dapat terjadi bila lingkungan terkontaminasi oleh mangan,
biasanya dalam jangka waktu lama, menunjukkan gejala-gejala kelainan otak disertai penampilan
dan tingkah laku abnormal, yang menyerupai penyakit Parkinson.
Penyakit karena kekurangan mangan jarang terjadi. Kebutuhan mangan kecil, sedangkan mangan
banyak terdapat pada bahan makanan nabati kekurangan mangan menyababkan steril pada hewan
jantan dan betina. Keturunan dari induk yang menderita kekurangan mangan, menunjukkan
kelainan kerangka dan gangguan kerangka otot.
7. Fluor (F)
Kelebihan fluor dapat menyebabkan keracunan. Hal ini baru terjadi pada dosis sangat tinggi atau
setelah bertahun-tahun menggunakan suplemen fluor sebanyak 20-80 mg perhari. Gejalanya
adalah flurosis (perubahan warna gigi menjadi kekuningan), mulas, diare, sakit di daerah dada,
gatal dan muntah.
Kekurangan fluor dapat menyebabkan karies dentis.
8. Khrom (Cr)
Kelebihan krom karena makanan belum pernah ditemukan. Pekerja yang terkena limbah industri
dan cat yang mengandung krom tinggi dikaitkan dengan kejadian penyakit hati dan kanker paru-
paru.
9. Molibden (Mo)
Konsumsi berlebihan dihubungkan dengan sindroma mirip penyakit gout, disertai peningkatan
nilai molibden, asam urat dan oksidase xantin di dalam darah. Konsumsi sampai 0.54 mg sehari
dapat menyebabkan kehilangan tembaga melalui urin.
10. Nikel (Ni)
Kekurangan nikel dapat menyebabkan kerusakan hati dan alat tubuh lain.
Pentingnya mineral Makro

Calcium Kalsium
-bone and teeth formation, 99% of body calcium is in the bones and teeth -Pembentukan
tulang dan gigi, 99% kalsium tubuh berada di tulang dan gigi
-milk production -Produksi susu
-antler composition -Tanduk komposisi
Phosphorus Fosfor
-bone and teeth formation, 80% of body phosphorus is in the bones and teeth -as a
component of protein in soft tissue -Pembentukan tulang dan gigi, 80% fosfor tubuh
dalam tulang dan gigi-sebagai komponen protein dalam jaringan lunak
-milk production -Produksi susu
-reproduction performance -Reproduksi kinerja
-antler composition -Tanduk komposisi
Sodium and chlorine Natrium dan klorin
-formation of digestive juices -Pembentukan cairan pencernaan
-nervous system function -Fungsi sistem saraf
-necessary for many enzyme systems -Diperlukan untuk sistem enzim banyak
Potassium Kalium
-serves as an electrolyte -Berfungsi sebagai elektrolit
-necessary for rumen digestion -Diperlukan untuk pencernaan rumen
-neuro muscular activity Neuro-aktivitas otot
Zinc Seng
-immune function -Fungsi kekebalan tubuh
-antler composition -Tanduk komposisi

Copper Tembaga
-synthesis of keratin for hair and elastic tissue -Sintesis dari keratin untuk rambut dan
jaringan elastis
-iron absorption Penyerapan besi
-muscle coordination -Otot koordinasi
-bone metabolism -Tulang metabolisme
-important for various enzyme systems Penting untuk sistem enzim berbagai
Manganese Mangan
-reproductive performance and development -Reproduksi kinerja dan pengembangan
-fetal development -Janin pengembangan
-udder development -Ambing pengembangan
-skeletal development -Rangka pengembangan
Cobalt Kobalt
-rumen synthesis of vitamin B12 -Rumen sintesis vitamin B12
Iron Besi
-hemoglobin production -Hemoglobin produksi
-essential for oxygen transport and utilization -Penting untuk transportasi oksigen dan
pemanfaatan
Selenium Selenium
-Vitamin E absorption and utilization -Vitamin E penyerapan dan pemanfaatan
-immune function -Fungsi kekebalan tubuh
-reproductive fertility -Reproduksi kesuburan
-muscle development -Otot pengembangan
Vitamins Vitamin
Vitamin A Vitamin A
-eyesight -Penglihatan
-bone formation Pembentukan tulang
-essential for health of the epithelial cells -Penting untuk kesehatan sel-sel epitel

Vitamin D Vitamin D
-primary function in calcium and phosphorus metabolism -Fungsi utama dalam
metabolisme kalsium dan fosfor
-plays a major role in growth and strength of the skeletal system -Memainkan peran
utama dalam pertumbuhan dan kekuatan sistem kerangka
Vitamin E Vitamin E
-Bertindak sebagai antioksidan, yang mempromosikan fungsi kekebalan
Fungsi :
Fungsi Sebagai bahan pembentuk bermacam-macam jaringan tubuh Memelihara keseimbangan
asam dan basa di dalam tubuh Mengkatalisis reaksi yang berkaitan dengan pemecahan
karbohidrat, lemak dan protein maupun menkatalisis pembentukan lemak dan protein tubuh.
Merupakan komponen hormon dan enzim Membantu dalam pengiriman isyarat saraf ke seluruh
tubuh (Ca, K dan Na) Merupakan bagian dari cairan usus (Ca, Mg, K dan Na) Mengatur
kepekaan saraf dan kontraksi otot (Ca, K dan Na) Mengatur proses pembekuan darah (Ca)

Pengertian :
Pengertian Mineral adalah zat organik yang diperlukan oleh tubuh dalam jumlah kecil untuk
membantu reaksi fungsional tubuh. Mineral memegang peranan penting dalam pemeliharaan
tubuh, baik pada tingkat sel, organ maupun fungsi tubuh secara keseluruhan Mineral makro
adalah mineral yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah lebih dari 100 mg sehari

Sumber :
Sumber Sumber paling baik mineral adalah makanan hewani, kecuali magnesium yang lebih
banyak terdapat dalam makanan nabati. Makanan hewani mengandung lebih sedikit bahan
pengikat mineral daripada makanan nabati

Mineral makro :
Mineral makro kalsium (Ca), Klor (Cl), Natrium (Na), kalium (K), fosfor (P) magnesium (Mg).

Kalsium (Ca) :
Kalsium (Ca) Kalsium merupakan mineral yang paling banyak terdapat di dalam tubuh manusia
99% kalsium: tulang dan gigi 1% kalsium terdapat pada darah, dan jaringan lunak

Sumber :
Sumber Bahan Makanan Hewani Ikan, Udang,susu, kuning telur, dan daging sapi Bahan
Makanan Nabati sayuran daun hijau seperti sawi, bayam, brokoli,daun pepaya,daun singkong,
daun labu. Selain itu biji-bijian(kenari, wijen, almond) dan kacang-kacangan serta hasil
olahannya (kedelai, kacang merah, kacang polo, tempe, tahu).

Fungsi :
Fungsi Membentuk serta mempertahankan tulang dan gigi yang sehat. Mencegah osteoporosis
Membantu proses pembekuan darah dan penyembuhan luka Mengatur kontraksi otot Sebagai
komponen penting dalam produksi hormon dan enzim yang mengatur proses pencernaan, energi
dan metabolisme lemak Pembentukan gigi Katalisator reaksi-reaksi biologik

Absorpsi :
Absorpsi Dalam keadaan normal sebanyak 30-50% kalsium yang dikonsumsi diabsorpsi tubuh
Absorpsi kalsium terjadi di bagian atas usus halus yaitu duodenum. Absorpsi kalsium dilakukan
secara aktif dengan menggunakan alat angkut protein-pengikat kalsium sedangkan absorpsi pasif
terjadi pada permukaan saluran cerna. Kalsium yang tidak diabsorpsi dikeluarkan melalui feses

Gangguan :
Gangguan Akibat Kekurangan Kalsium Gangguan pertumbuhan Osteoporosis, dan patah tulang
Osteomalasia/riketsia Tetani atau kejang Akibat Kelebihan kalsium Kelebihan kalsium dapat
menyebabkan terjadinya batu ginjal atau gangguan ginjal, konstipasi (susah buang air besar)

Natrium :
Natrium kation utama dalam cairan ekstraseluler 35-40% natrium ada di dalam kerangka tubuh.
Cairan saluran cerna, sama seperti cairan empedu dan pancreas, mengandung banyak natrium
Sumber utama natrium adalah garam dapur atau NaCl. kebutuhan natrium sehari untuk orang
dewasa adalah sebanyak 500 mg.

Fungsi :
Fungsi Sebagai kontrol tekanan darah Sebagai kontrol osmose Kontrol asam basa
Absorpsi :
Absorpsi Hampir seluruh natrium yang dikonsumsi diabsorpsi terutama di dalam usus halus
Natrium yang diabsorpsi dibawa oleh aliran darah ke ginjal. Di sini natrium disaring dan
dikembalikan ke aliran darah dalam jumlah yang cukup untuk mempertahankan taraf natrium
dalam darah.

Gangguan :
Gangguan Akibat Kekurangan Natrium kejang, apatis, dan kehilangan nafsu makan Akibat
Kelebihan Natrium menimbulkan keracunan yang dalam keadaan akut menyebabkan oedema dan
hipertensi

Kalium (K) :
Kalium (K) merupakan ion bermuatan positif yang terdapat di dalam sel. Sebanyak 95% kalium
tubuh berada di dalam cairan intraselular. Sumber utama adalah makanan mentah/segar, terutama
buah, sayuran dan kacang-kacangan. Kebutuhan minimum kalium ditaksir sebanyak 2000 mg
sehari

Fungsi :
Fungsi Mempertahankan keseimbangan air Mempertahankan tekanan osmose Mempertahankan
keseimbangan asam basa Transmisi saraf dan relaksasi otot

Absorpsi :
Absorpsi Kalium diabsorbsi dengan mudah dalam usus halus. Sebanyak 80-90% kalium yang
dimakan diekskresi melalui urin selebihnya dikeluarkan melalui feses dan sedikit melalui
keringat dan lambung

Gangguan :
Gangguan Kekurangan: menyebabkan lemah, lesu, kehilangan nafsu makan, kelumpuhan,
mengigau, dan konstipasi. Jantung akan berdebar detaknya, dan menurunkan kemampuannya
untuk memompa darah. Kelebihan Hiperkalemia akut dapat menyebabkan gagal jantung yang
berakibat kematian

Klor (Cl) :
Klor (Cl) Klor merupakan anion utama cairan ekstraselular. Klor merupakan 0,15% berat badan
Sumber: sebagian besar klor diperoleh dari makanan olahan yang diberi garam dapur Kebutuhan
minimum klor sehari ditaksir sebanyak 750 mg.

Fungsi :
Fungsi Memelihara keseimbangan cairan dan elektrolit. Memelihara suasana asam di dalam
lambung. Mempertahankan keseimbangan asam basa

Absorpsi :
Absorpsi Tubuh dapat menyimpan sejumlah klor terutama dalam jaringan kulit dan subkutan.
Penyerapan dan ekskresinya mengikuti pola natrium

Gangguan :
Gangguan Kekurangan klor terjadi pada muntah-muntah, diare kronis, dan keringat berlebih. ASI
mengandung lebih banyak klorida dari pada susu sapi. Bila klorida tidak ditambahkan dalam
pembuatan susu formula bayi, akan terjadi kekurangan klor yang dapat membawa kematian.

Fosfor (P) :
Fosfor (P) Fosfor merupakan mineral kedua terbanyak di dalam tubuh, yaitu 1 % dari berat
badan. Kurang lebih 85 % fosfor di dalam tubuh terdapat sebagai garam kalsium fosfat Fosfor
terdapat di dalam semua makanan, terutama makanan kaya protein, seperti daging, ayam, ikan,
telur, susu dan hasilnya, kacang-kacangan dan hasilnya, serta serealia

Fungsi :
Fungsi Kalsifikasi tulang dan gigi Mengatur pengalihan energi Absorpsi dan transportasi zat gizi
Pengaturan keseimbangan asam basa

Absorpsi :
Absorpsi Fosfor dapat diabsorpsi secara efisien sebagai fosfor bebas di dalam usus setelah
dihidrolisis dan dilepas dari makanan. Fosfor dibebaskan dari makanan oleh enzim alkalin
fosfatase di dalam mukosa usus halus halus dan diabsorpsi secara aktif dan difusi pasif.

Gangguan :
Gangguan Kekurangan: menyebabkan kerusakan tulang. Gejalanya adalah rasa lelah, kurang
nafsu makan dan kerusakan tulang. Bayi prematur juga dapat menderita kekurangan fosfor,
karena cepatnya pembentukan tulang sehingga kebutuhan fosfor tidak bisa dipenuhi oleh ASI.
Kelebihan: Bila kadar fosfor darah terlalu tinggi, ion fosfat akan mengikat kalsium sehingga
dapat menimbulkan kejang.

Magnesium :
Magnesium Magnesium adalah kation nomor dua paling banyak setelah natrium di dalam cairan
intraselular. ± 60% dari 20-28 mg magnesium di dalam tubuh terdapat di dalam tulang dan gigi,
26% di dalam otot dan selebihnya di dalam jaringan lunak lainnya serta cairan tubuh

Fungsi :
Fungsi Magnesium bertindak di dalam semua sel jaringan lunak sebagai katalisator dalam reaksi-
reaksi biologik termasuk reaksi-reaksi yang berkaitan dengan metabolisme energi, karbohidrat,
lipida, protein dan asam nukleat serta dalam sintesis, degradasi, dan stabilitas bahan gen DNA Di
dalam cairan sel ekstraselular magnesium berperan dalam transmisi saraf, kontraksi otot dan
pembekuan darah
:
Magnesium didistribusikan dalam makanan secara luas dan merupakan ion mineral dari klorofil,
karena itu sayur-sayuran menjadi sumber makanan yang sangat penting. kecukupan untuk orang
dewasa laki-laki adalah 280 mg/hari dan untuk wanita dewasa 250 mg/hari.

Gangguan :
Gangguan Kekurangan: Gangguan mental, emosi dan otot-otot, “Tetani ” yang serupa dengan
hipoglikemia, pengontrolan terhadap otot hilang, perubahan yang mempengaruhi kerusakan
sistem ginjal dan kardiovaskuler. Kelebihan: kelebihan magnesium belum di ketahui dengan
pasti, namun biasanya terjadi pada penyakit gagal ginjal.

Sulfur (S) :
Sulfur (S) Sulfur merupakan bagian dari zat-zat gizi esensial, seperti vitamin tiamin dan biotin,
serta asam amino metionin dan sistein Sulfur terutama terdapat di dalam tulang rawan, kulit,
rambut dan kuku yang banyak mengandung jaringan ikat yang bersifat kaku. Sumber: Kacang-
kacangan, bawang putih, bawang merah, bawang bombay, gandum, dan kubis-kubisan.

Fungsi :
Fungsi Bersama protein, sulfur menjadi bahan pembentuk jaringan sendi, rambut, kuku, dan kulit.
Bersama dengan vitamin B kompleks dan boron, sulfur melancarkan metabolisme dasar tubuh
serta membantu tubuh melawan infeksi akibat bakteri.

Absorpsi :
Absorpsi Sulfur diabsorpsi sebagai bagian dari asam amino atau sebagai sulfat anorganik. Dalam
bentuk teroksidasi sulfur dihubungkan dengan mukopolisakarida yang berperan dalam
melarutkan sisa metabolisme sehingga bisa dikeluarkan melalui urin (terutama sisa metabolisme
hormon steroid dan obat-obat tertentu).

A.Mineral.
Mineral merupakan komponen inorganik yang terdapat dalam tubuh manusia.
Berdasarkan dari kebutuhannya, mineral terbagi menjadi 2 kelompok yaitu mineral
makro dan mineral mikro. Mineral makro dibutuhkan dengan jumlah > 100 mg per
hari sedangkan mineral mikro dibutuhkan dengan jumlah <100 mg per hari.
Mineral-mineral yang dibutuhkan tubuh akan memiliki fungsi khas-nya masing-
masing seperti kalsium yang berperan dalam pembentukan struktur tulang & gigi,
natrium berfungsi dalam menjaga kesimbangan cairan tubuh atau juga kalsium
yang berfungsi untuk memperlancar peredaran darah.
B.Klasifikasi Mineral
Menurut jenisnya, klasifikasi mineral dibedakan

1. Mineral Organik
Adalah mineral yang dibutuhkan serta berguna bagi tubuh kita, yang dapat kita
peroleh melalui makanan yang kita konsumsi setiap hari seperti nasi, ayam, ikan,
telur, sayur-sayuran serta buah-buahan, atau vitamin tambahan.
2. Mineral Anorganik
Adalah mineral yang tidak dibutuhkan serta tidak berguna bagi tubuh
kita.Contohnya:Timbal Hitam (Pb), Iron Oxide (Besi Teroksidasi), Mercuri,
Arsenik, Magnesium, Aluminium atau bahan-bahan kimia hasil dari resapan tanah
dan lain.
Menurut bentuknya, klasifikasi mineral dibedakan menjadi 2, yaitu :
1. Mineral Makro
Contohnya:
Kalsiumϖ
Fosforϖ
Magnesiumϖ
ϖ Natrium
Kloridaϖ
Kaliumϖ
2. Mineral Mikro
Contohnya:
ϖ Besi
Sengϖ
Iodiumϖ
Seleniumϖ
Tembagaϖ
Manganϖ
ϖ Kromium
Fluorϖ
C.Jenis Mineral Mikro dan Gangguannya
Mineral Mikro merupakan mineral yang jumlah kebutuhannya kurang dari (<100
mg per hari) atau lebih sedikit di bandingkan dengan mineral makro.Yang
termasuk mineral mikro antara lain:
Besiϖ
Zat besi merupakan salah satu mineral yang dapat membuat tubuh sehat Tubuh
manusia mengandung lebih kurang 3,5 - 4,5 gram zat besi, di mana dua per tiganya
ditemukan di dalam darah, sementara sisanya ditemukan di dalam hati, sumsum
tulang, otot. Peranannya dalam produksi sel darah merah sudah sangat terkenal,
terutama untuk kaum wanita.
Sel darah merah mengandung protein yang bernama hemoglobin, dan setiap
hemoglobin memiliki 4 atom zat besi. Zat besi dalam hemoglobin inilah yang
mengikat oksigen dalam darah pada paruparu untuk bisa disebarkan ke seluruh
tubuh. Setelah melepas oksigen, hemoglobin kemudian mengikat karbondioksida
(C02) untuk dilepaskan oleh paru-pare. Jadi bisa dibayangkan pentingnya zat besi
untuk individu yang ingin suplai oksigen dan energi yang tinggi.
Beberapa gejala kekurangan zat besi adalah: kesulitan bernafas (nafas terengah-
engah), jantung yang berdetak lebih cepat, kelelahan, kesulitan memusatkan
perhatian, tidur yang tidak pulas, sakit saat menstruasi, ujung bibir yang pecah-
pecah, iritasi mata, dan bahkan kerontokan rambut.
Sumber-sumber alami za besi adalah: daging sapi, daging ayam, dan sayur-sayuran
berwarna hijau tua.
ϖ Zinc/Seng
Seng adalah salah satu mineral yang dibutuhkan oleh tubuh dan dikelompokkan
dalam golongan trace mineral. Namun bagi manusia, arti penting zat seng
sebenarnya baru terungkap pada tahun 1956. Fungsi seng terbilang sangat vital bagi
kelangsungan hidup sel-sel tubuh manusia. Salah satunya sebagai zat perantara bagi
lebih 70 macam enzim dan protein yang ada di tubuh manusia. Enzim sendiri
berperan dalam metabolisme seluruh sel-sel ditubuh manusia, maka jika enzim-
enzim tidak terbentuk sempurna, fungsi sel tubuh akan terganggu. Selain itu, seng
berperan pula dalam proses pembentukan genetik, yaitu pada DNA
(DeoxyribosenucleidAcid).
Dengan konsentrasi yang cukup besar dalam tubuh yakni menempati posisi kedua
setelah zat besi,
Seng dapat mudah ditemukan pada berbagai jenis makanan yang kaya akan
kandungan protein seperti daging, kacang-kacangan dan polong polongan.Asupan
seng yang dibutuhkan tubuh manusia sebenarnya sangat sedikit, namun ternyata
penyerapan seng oleh tubuh pun sangatlah kecil. Dari sekitar 4-14 mg/hari jumlah
seng yang dianjurkan untuk dikonsumsi, hanya sekitar 10-40% saja yang dapat
diserap.Kehadiran zat mineral lain yang tinggi dalam tubuh, seperti zat besi dan
tembaga serta adanya kandungan phytat pada bayam, kangkung dan sayuran lain,
ternyata menghambat penyerapan seng di mukosa usus. Namun, jika zat-zat
tersebut difermentasikan, malah dapat meningkatkan penyerapan seng. Jika tubuh
Anda tidak mendapat suplai seng yang cukup, biasanya akan muncul tanda-tanda
atau gejala.
Berikut adalah tanda-tanda bila mengalami kekurangan seng menurut U.S.
National Library of Medicine:
Rata-rata pertumbuhan yang lambat.
Tidak ada selera atau nafsu makan.
Penyembuhan luka yang lambat, muncul lesi pada kulit dan infeksi yang tak
kunjung sembuh.
Kelelahan yang hebat.
Kerontokan pada rambut.
Ketidaknormalan pada kemampuan mengecap rasa dan mencium bau.
Kesulitan dalam melihat dikegelapan.
Menurunnya produksi hormon pada pria (infertilitas).
Khusus untuk poin terakhir, kekurangan seng akan mengganggu proses
pembentukan sperma dan perkembangan organ seks primer dan sekunder pada
pria.
Kekurangan seng pada pria menyebabkan menurunnya fungsi testikular (testicular
hypofunction) yang berdampak pada terganggunya proses spermatogenesis dan
produksi hormon testosteron oleh sel-sel Leydig. Testosteron adalah hormon yang
mempengaruhi libido dan ciri-ciri kelamin sekunder laki-laki.
Dalam keadaan normal atau sehat jumlah yang dianjurkan untuk pria dewasa
sebanyak 15 mg per hari, sedangkan wanita 12 mg per hari.
ϖ Yodium/iudium
Jenis mineral ini, selalu dihubung-hubungkan dengan garam. Bahkan WHO,
lembaga kesehatan dunia milik PBB, pernah mencanangkan gerakan konsumsi
garam beryodium di negara berkembang.
Pada ibu hamil, kekurangan hormon tiroid, dikhawatikan bayinya akan mengalami
cretenisma, yaitu tinggi badan di bawah ukuran normal (cebol) yang disertai dengan
keterlambatan perkembangan jiwa dan tingkat kecerdasan.
Lalu, apa yang terjadi jika tubuh kita kelebihan yodium?
Kelebihan yodium di dalam tubuh dikenal juga sebagai hipertiroid. Hipertiroid
terjadi karena kelenjar tiroid terlalu aktif memroduksi hormon tiroksin. Biasanya
ditandai gejala mudah cemas, lemah, sensitif.
Seleniumϖ
Selenium telah menunjukkan diri sebagai salah satu dari agen-agen antikanker yang
lebih kuat. Apabila ia digabungkan dengan vitamin E, efektivitas keduanya
terhadap kanker akan sangat meningkat.
Tembagaϖ
a. Sumber makanan utama :
Daging, tiram, kacang-kacangan, tanaman polong yang dikeringkan, gandum.
b. Fungsi utama dalam tubuh :
• Komponen enzim
• Pembentukan sel darah merah
Pembentukan tulang
c. Akibat Dari Kekurangan & Kelebihan :
Kekurangan : Anemia pada anak² yg menderita malnutrisi.
Kelebihan : Pengendapan tembaga dalam otak, kerusakan hati.
d. Kebutuhan Harian Dewasa :
Dibutuhkan 2 miligram
Sistem tubuh pada orang-orang yang menderita kanker telah didapati kekurangan
tembaga. Oleh karenanya, tembaga tercakup dalam suplemen-suplemen lainnya
disamping mineral-mineral cairan.
Manganϖ
a. Sumber makanan utama :
Gandum, buah-buahan yg dikeringkan
b. Fungsi utama dalam tubuh :
Komponen enzim
c. Akibat Dari Kekurangan & Kelebihan :
Kekurangan :
• Penurunan berat badan,
• iritasi kulit,
• mual & muntah,
• perubahan warna rambut,
• pertumbuhan rambut yg lambat
Kelebihan :Kerusakan saraf
d. Kebutuhan Harian Dewasa :
Dibutuhkan 3,5 miligram
Chromiumϖ
Chromium adalah sejenis mineral mikro yang esensial bagi tubuh. Esensial dalam
hal ini berarti tidak bisa diproduksi oleh tubuh dan harus didapatkan dari sumber
luar (seperti makanan dan suplementasi). Fungsinya hampir sama dengan insulin
yang diproduksi oleh tubuh yaitu untuk mendorong glukosa (karbohidrat) ke dalam
sel untuk dijadikan energi. Asupan chromium yang optimal tampaknya
menurunkan jumlah insulin yang diproduksi agar tidak terlalu banyak menjaga
kadar gula darah.
Di dalam tubuh manusia dewasa pada umumnya mengandung 0,4 mg hingga 6 mg
Chromium, dengan kadar yang lebih rendah umumnya dimiliki oleh individu yang
berusia lanjut. Dalam beberapa studi kesehatan berdasarkan variasi geografis
(tempat tinggal), ditemukan adanya hubungan yang kuat antara asupan gizi
Chromium dengan penyakit diabetes dan jantung. Di tempat yang masyarakatnya
mengkonsumsi cukup Chromium, jumlah penderita diabetes dan jantung jauh lebih
sedikit daripada tempat yang masyarakatnya tidak mengkonsumsikan cukup
Chromium.
Sumber alami Chromium: Gandum, kuning telur, bayam, daging sapi, susu dan
kacang hijau.
Fluorϖ
Sudah ada kontroversi tentang fluor yang ditambahkan ke dalam air. Walaupun
tidak begitu diperlukan, fluor terbukti dapat melindungi lubang gigi saat
dikonsumsi dalam jumlah menengah (di bawah 4 mg/l). Fluor bertanggung jawab
terhadap pencegahan kerusakan gigi yang terjadi di Amerika Serikat mulai
pertengahan tahun 1980-an. Tindakan khusus harus dilakukan saat jumlah fluor
yang dikonsumsi oleh anak-anak. Tingkat fluor diatas 2mg/l dapat merusak
pertumbuhan gigi orang dewasa sebelum menjadi gigi tetap
Sumber fluor di antaranya adalah air, makanan laut, tanaman, ikan dan makanan
hasil ternak. Sedangkan fungsi fluor di antaranya adalah :
• Untuk pertumbuhan dan pembentukkan struktur gigi.
• Untuk mencegah karies gigi.
1. VITAMIN A
* Sumber: unsur hewani berupa ikan, telur, daging, hati sapi dan susu; serta unsur nabati berupa
sayuran seperti wortel, labu dan bayam.
* Manfaat: membangun sel-sel kulit, melindungi mata, menjaga tubuh dari infeksi, sekaligus
untuk pertahanan dan perbaikan sel-sel tubuh, maupun untuk pertumbuhan gigi dan tulang.
* Bila kekurangan: menimbulkan kerentanan terhadap penyakit-penyakit infeksi, gangguan
penglihatan seperti buta senja, xeroftalmia atau kekeringan pada selaput dan kornea mata, serta
pecahnya biji mata maupun kekeringan pada kulit tubuh.
* Bila kelebihan: menimbulkan “keracunan” yang mengakibatkan tulang rapuh, menyebabkan
nyeri pada persendian, sakit kepala, kelelahan, kulit kering, bersisik dan berubah warna menjadi
kekuning-kuningan serta kerusakan/pembengkakan hati. Sedangkan pada wanita hamil dapat
mengakibatkan janinnya cacat. Namun, kecenderungan yang terjadi adalah kekurangan vitamin
bukan kelebihan vitamin.
2. VITAMIN B KOMPLEKS
Vitamin B dibedakan atas B1 (tiamin), B2 (riboflavin), B3 (niasin), B6 (piridoksin) dan B12
(kobalamin). Masing-masing vitamin tersebut pada dasarnya memiliki tugas dan fungsi yang
tidak jauh berbeda. Sebagai suatu kelompok, Vitamin B kompleks berperan penting dalam
metabolisme pembentukan energi yang diperlukan sel-sel otak.
a. VITAMIN B1 (Tiamin)
* Sumber: padi-padian, roti, sereal, daging dan produk olahannya, ginjal, hati, makanan laut
(kerang, kepiting, ikan dan lain-lain), unggas, telur, tempe dan susu.
* Manfaat: mendorong nafsu makan, berperan dalam sistem saraf dan otot, selain menjaga tingkat
kesehatan dan memproduksi energi.
* Bila kekurangan: rentan terserang beri-beri, mengalami penurunan daya tahan tubuh hingga
mudah terancam berbagai penyakit infeksi.
* Bila kelebihan: jarang terjadi dan kalaupun kelebihan, vitamin ini akan dibuang keluar tubuh
bersama urin. Namun, jika terjadi “kesalahan prosedur” hingga tak bisa dibuang,
kemungkinannya akan terjadi gagal ginjal.
b. VITAMIN B2 (Riboflavin)
* Sumber: jamur, brokoli, kacang almon,susu, keju, telur, serta yoghurt.
* Manfaat: memperbaiki kulit, mata, dan membantu produksi energi.
* Bila kekurangan: kepekaan terhadap cahaya berkurang, sudut bibir pecah-pecah, muncul
gangguan kulit di sekitar hidung dan bibir.
* Bila kelebihan: jarang terjadi, sama seperti vitamin B lainnya.
c. VITAMIN B3 (Niasin)
* Sumber: sereal, beras, susu, sayur, kacang-kacangan, maupun produk olahan nabati dan
hewani.
* Manfaat: menetralisir zat racun dan berperan dalam sintesa lemak, meningkatkan nafsu makan,
membantu sistem pencernaan, memperbaiki kulit dan saraf.
* Bila kekurangan: kulit gampang rusak, lidah jadi licin, mudah terserang diare, jadi
temperamental (mudah marah), atau sering bingung.
* Bila kelebihan: jarang terjadi, sama seperti vitamin B lainnya.
d. VITAMIN B6 (Piridoksin)
* Sumber: ikan, daging, telur, susu, hati, padi-padian, kacang merah dan polong-polongan.
* Manfaat: membantu metabolisme protein, membantu pembentukan antibodi dan saraf,
mengatur penggunaan protein, lemak, karbohidrat, disamping berperan dalam
regenerasi/pembaruan sel darah merah.
* Bila kekurangan: kulit rusak, dermatitis, sudut bibir pecah-pecah, lidah licin, sariawan, mual,
pening, anemia, muncul batu ginjal, letih, lemah, lesu, nafsu makan turun, rentan terhadap infeksi
dan kejang-kejang, rasa sakit pada pergelangan tangan, gampang depresi.
* Bila kelebihan: meski jarang terjadi, dalam jangka panjang dapat menimbulkan kerusakan
saraf.
e. VITAMIN B12 (Kobalamin)
* Sumber: daging beserta produk olahannya, ginjal, hati, kerang, ketam, kepiting, ikan (salmon
dan tuna), ragam makanan laut lainnya, unggas, telur, susu dan produk olahannya, produk
fermentasi kedelai (tauco dan tempe yang diolah secara tradisional), susu kedelai yang diperkaya
dengan vitamin dan mineral, sereal.
* Manfaat: membantu pembentukan sel darah merah, mengatur sistem saraf, berperan dalam
sintesa DNA yang mengontrol pembentukan sel-sel baru, mencegah kerusakan sistem saraf,
meningkatkan nafsu makan, mencegah anemia, menjaga kesehatan jantung dan kekebalan tubuh,
berperan dalam metabolisme protein, memicu produksi hormon untuk kesehatan kulit dan
rambut.

* Bila kekurangan: dapat mengganggu sistem saraf, menurunkan daya ingat, mudah bingung dan
murung, gampang mengalami delusi (berkhayal), lelah, hilang keseimbangan, refleks menurun,
mati rasa, menimbulkan gangguan pendengaran, menyebabkan gejala anemia yang meliputi
kelelahan, hilang nafsu makan, diare, menimbulkan gangguan pembentukan sel saraf,
mengakibatkan kerusakan sistem saraf.
* Bila kelebihan: sama seperti vitamin B lainnya, jarang terjadi.
3. VITAMIN C
* Sumber: buah-buahan seperti jambu biji, jeruk, tomat, arbei, stroberi; sayur-mayur seperti
asparagus dan kol; susu, mentega, kentang, ikan dan hati.
* Manfaat: membantu pembentukan tulang, otot dan kulit, berperan dalam proses penyerapan zat
besi, berperan dalam penyembuhan luka, menghambat infeksi karena kemampuannya melindungi
tubuh dari radikal bebas.
* Bila kekurangan: sariawan di mulut maupun perut, kulit cenderung kasar, gusi tidak sehat
hingga gigi mudah goyah dan tanggal, menyebabkan rawan perdarahan di bawah kulit (sekitar
mata dan gusi), cepat lelah, otot lemah, mudah mengalami depresi, gampang terkena anemia
pernisiosa dengan gejala-gejala kelelahan, sakit kepala, dan lekas marah.
* Bila kelebihan: dapat mengakibatkan diare, pusing, sakit kepala, dan lelah. Dampaknya hampir
sama dengan kekurangan vitamin C.
4. VITAMIN D
* Sumber: keju, telur, margarin, ikan, tahu, tempe, susu, minyak ikan.
* Manfaat: meningkatkan penyerapan kalsium dan fostor untuk kekuatan tulang dan gigi,
mengatur kadar kalsium dalam darah, dan mengatur produksi hormon.
* Bila kekurangan: pertumbuhan lambat, tungkai bengkok, muncul tonjolan pada perut,
pembentukan gigi salah.
* Bila kelebihan: jarang terjadi.
5. VITAMIN E
* Sumber: minyak sayur, alpukat, kacang-kacangan, sayuran, margarin, tepung gandum, daging,
susu dan produk olahan susu, ikan, telur, salad, dan makanan segar lainnya.
* Manfaat: menyehatkan kulit, menguatkan sel darah merah, melindungi tubuh dari radikal bebas,
mengurangi risiko penyakit jantung dan kanker, memelihara struktur dan fungsi sistem saraf,
membantu pengeringan luka, membantu perkembangan otak.
* Bila kekurangan: menekan produksi antibodi dan merusak respon kekebalan, serta
memperlambat perkembangan saraf otot.
* Bila kelebihan: meningkatkan risiko pendarahan dalam tubuh.
1. ZAT BESI (Fe)
* Sumber: sayur-mayur, buah-buahan, kacang-kacangan.
* Manfaat: membantu pembentukan sel darah merah, menambah energi, memperkuat sistem
kekebalan tubuh, mencegah anemia.
* Bila kekurangan: menyebabkan anemia dengan gejala pucat, mudah lelah, dan bila terjadi pada
anak ia menjadi rewel yang mungkin disertai gangguan perkembangan motorik, gangguan
tingkah laku, gangguan fungsi berpikir kognitif, dan menurunkan daya konsentrasi serta sistem
kekebalan tubuh.
* Bila kelebihan: menyebabkan kelainan metabolisme, misalnya pembentukan zat besi pada
darah jadi berlebihan. Akan tetapi, hal ini jarang terjadi karena tubuh sudah bisa mengontrol
sendiri.
2. KALSIUM (Ca)
* Sumber: susu, brokoli, ikan salmon, sarden dan aneka makanan laut lainnya.
* Manfaat: menguatkan dan mengatur pembentukan tulang, mengatur tekanan darah, berperan
dalam kelenturan otot dan fungsi saraf normal, mencegah penyakit jantung, menurunkan risiko
kanker usus, membantu mineralisasi gigi, mencegah pendarahan akar gigi, mengatasi keluhan
kulit kering dan pecah-pecah pada kaki dan tangan.
* Bila kekurangan: menyebabkan pengeroposan tulang.
* Bila kelebihan: jarang terjadi.
3. YODIUM (I)
* Sumber: garam beryodium, makanan laut
* Manfaat: berperan dalam pembentukan hormon tioriksin, memicu pertumbuhan otak,
menyehatkan kelenjar tiroid, menyehatkan proses tumbuh-kembang janin hingga usia produktif.
* Bila kekurangan: menyebabkan penyakit gondok, bila terjadi pada ibu hamil, anaknya
berpeluang jadi manusia cebol dan mengalami keterbelakangan mental.
* Bila kelebihan: jarang terjadi, karena umumnya yang muncul adalah kekurangan yodium.