Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI

UJI KUALITAS MIKROBIOLOGI AIR BERDASARKAN NILAI MOST


PROBABLE NUMBER (MPN) COLIFORM

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Mikrobiologi


dibimbing oleh Prof. Dr. Dra. Utami Sri Hastuti, M.Pd.

Disusun oleh
Offering G/Kelompok 1 :
Afif Qoiri Putri ( 160342606250 )
Dania Merit Novitasari ( 160342606251 )
Krismonik Dwi Maulida ( 160342606270 )
Maulidya Nur Aisyah Putri ( 160342606259 )
Rizal Fanany ( 160342606255 )

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
Maret 2018
A. TOPIK
Uji kualitas mikrobiologi air berdasarkan nilai Most Probable Number (MPN)
Coliform.

B. TUJUAN
1. Untuk mengetahuii nilai MPN Coliform sampel air minum.
2. Untuk menentukan kualitas mikrobiologi air minum berdasarkan nilai Most
Probable Number (MPN) Coliform.

C. WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN


Hari, tanggal : Rabu, 14 Maret 2018
Tempat : Laboratorium Mikrobiologi O5.305 Jurusan
Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang

D. DASAR TEORI
Air adalah bagian dari kehidupan di permukaan bumi. Tidak ada kehidupan di
muka bumi ini yang dapat berlangsung tanpa adanya air. Oleh karena itu, air
dikatakan sebagai benda mutlak yang harus ada dalam kehidupan manusia. Coliform
adalah jenis bakteri yang umum digunakan sebagai indikator penentuan kualitas
sanitasi makanan dan air. Peraturan standar baku mutu air sesuai keputusan menteri
kesehatan Nomor 907/Menkes/SK//VII/2002, bakteri golongan Coliform dan
Escherichia coli yang memenuhi syarat untuk air bersih bukan perpipaan adalah < 50
MPN/100 ml untuk dapat menjadi air yang layak dikonsumsi oleh masyarakat
(Mantawali, 2012).
Bakteri yang termasuk kelompok Coliform merupakan salah satu flora mormal
usus manusia. Bakteri ini seringkali terdapat di dalam feaces. Keberadaan bakteri
coliform di dalam air minum dijadikan sebagai indikator terjadinya pencemaran pada
air minum tersebut. Kualitas mikrobiologi air minum dapat ditentukan berdasarkan
Nilai MPN Coliform (Hastuti,2015).
Penyebaran bakteri Escherichia coli di tanah sangat dipengaruhi oleh porositas
tanah. Pergerakan horizontal sukar dipastikan karena tergantung pada faktor antara
lain: jenis tanah, ketinggian permukaan air tanah, aliran air tanah, konstruksi sumur
gali, jumlah pemakai sumur gali dangkal dan jumlah orang yang membuang feses
(Mantawali, 2012).
Bakteri Coliform dapat dibedakan menjadi 2 kelompok :
1. Coliform fekal, contoh : Escherichia coli, merupakan bakteri yang berasal
dari kotoran hewan dan manusia. Adanya Escherichia coli dalam air minum,
hal ini menunjukkan bahwa air minum yang dikomsumsi telah
terkontaminasi oleh feses manusia, oleh karena itu standar air minum
mensyaratkan Escherichia coli harus 0/100 ml.
2. Coliform non fekal misalnya : Enterobakter aerogenes
Bagi manusia air minum ialah salah satu kebutuhan utama mengingat air
sebagai faktor utama dalam penularan penyakit khususnya dalam
masyarakat, maka tujuan utama penyedian air bersih atau air minum adalah
untuk mencegah penyakit yang dibawa oleh air (Suriawira, 1996) dalam
(Sunarti, 2015)
E. ALAT DAN BAHAN

Alat Bahan

1. Botol volume 100ml 1. Sampel air minum (Air Club


2. LAF (Laminar Air Flow) Gelasan)
3. Tabung reaksi kecil 2. Aquades steril
4. Tabung Durham 3. Medium KL (Kaldu Laktose)
5. Vortex 4. Medium BGLB (Briliant Green
6. Gelas ukur 10 ml Lactose Bile Broth)
7. Pipet ukur 5. Medium MCA (Mac Conkey
8. Lampu spiritus Agar)
9. Inkubator 6. Alkohol 70%
10. Rak tabung reaksi 7. Lisol
8. Sabun cuci
9. Korek api
10. Lap

F. PROSEDUR
1. Tes Pendugaan
Disediakan 100 ml sampel Air Club gelasan yang akan
diperiksa.

Disiapkan 3 tabung reaksi berisi 9 ml aquades steril dan 9


tabung reaksi berisi tabung durham yang telah diisi 3 ml
medium Kaldu Laktose.

Diinokulasikan secara aseptik 1 ml sampel air ke dalam tabung


reaksi berisi 9 ml aquades steril, kemudian dikocok sehingga
diperoleh pengenceran 10-1.

Dilakukan pengenceran dengan cara yang sama sehingga


diperoleh pengenceran 10-2 dan 10-3.
Disiapkan 9 tabung reaksi berisi medium kaldu laktose, diberi
kode A1, A2, A3, B1, B2, B3, C1, C2, dan C3. Dimasukkan 1 ml
sampel 10-1 ke tabung A1, A2, A3, begitu pula pengenceran 10-2
untuk tabung B1, B2, B3, dan pengenceran 10-3 untuk tabung
C1, C2, dan C3.

Diinkubasikan semua tabung ada suhu 370C selama 1 x 24


jam. Jika timbul gas dalam Tabung Durham pada bagian dasar,
dilakukan tes penegasan. Jika tidak ada gas, menunggu sampai
1 x 24 jam kemudian. jika tetap tidak ada gas, maka tidak perlu
diuji lanjut.

2. Tes Penegasan

Diinokulasi air minum yang menghasilkan gas pada tes


pendugaan. Diperlakuakn sama seperti pada tes pendugaan,
tetapi menggunakan medium BGLB (Brillian Green Lactose
Bile Broth).

Diinkubasi semua tabung pada suhu 440C selama 1 x 24 jam.


Jika terdapat gas pada dasar tabung durham, berarti dalam
sampel air minum terdapat bakteri Caliform fekal. Jika tidak
terdapat gas, maka ditunggu sampai 2 x 24 jam.

3. Tes Kepatian

Diinokulasikan 0,1 ml sampel air minum dari masing-masing


tingkat pengenceran pada medium Mac Conkey Agar (MCA).

Diinkubasi semua tabung pada suhu 370C selama 1 x 24 jam


atau 2 x 24 jam.

Diamati koloni bakteri yang berwarna merah pada permukaan


medium. Dihitung jumlah koloni dan reratanya.
G. DATA PENGAMATAN
a. Tabel Hasil Pengamatan Tes Pendugaan
Tingkat Pengenceran 10-1 (A) 10-2 (B) 10-3 (C)
A1 A2 A3 B1 B2 B3 C1 C2 C3
1 2 - - - - 1 - -
3 0 1
Nilai MPN < 39

Rumus = Nilai MPN Coliform : Nilai MPN Tabel x


1
𝑇𝑖𝑛𝑔𝑘𝑎𝑡 𝑃𝑒𝑛𝑔𝑒𝑛𝑐𝑒𝑟𝑎𝑛 𝑇𝑒𝑛𝑔𝑎ℎ

1
: < 0,39 x = < 39 Cfu /
10−2

ml

b. Tabel Hasil Pengamatan Tes Penegasan


Tingkat Pengenceran 10-1 (A) 10-2 (B) 10-3 (C)
A1 A2 A3 B1 B2 B3 C1 C2 C3
1 - - - 1 1 1 1 1
1 2 3
Nilai MPN 24

Rumus = Nilai MPN Coliform : Nilai MPN Tabel x


1
𝑇𝑖𝑛𝑔𝑘𝑎𝑡 𝑃𝑒𝑛𝑔𝑒𝑛𝑐𝑒𝑟𝑎𝑛 𝑇𝑒𝑛𝑔𝑎ℎ

1
: 0,24 x = 24 Cfu / ml
10−2

c. Tabel Hasil Pengamatan Tes Kepastian


Tingkat 10-1 10-2 10-3
Pengenceran
2 1 3
Nilai MPN 34

Rumus = Nilai MPN Coliform : Nilai MPN Tabel x


1
𝑇𝑖𝑛𝑔𝑘𝑎𝑡 𝑃𝑒𝑛𝑔𝑒𝑛𝑐𝑒𝑟𝑎𝑛 𝑇𝑒𝑛𝑔𝑎ℎ

1
: 0,34 x = 34 Cfu / ml
10−2

H. ANALISIS DATA

Berdasarkan hasil pengamatan di atas, sampel air mineral merk “Club” yang telah
diencerkan hingga pengenceran 10-3 masing-masing dibagi menjadi tiga tabung yang
berisi medium Kaldu Laktose untuk tes pendugaan . Setelah tabung-tabung tersebut
diinkubasikan pada suhu 37℃ selama 1x24 jam didapatkan beberapa tabung yang
berisi gelembung di dalamnya. Kemudian dihitung nilai MPN coliformnya sesuai
dengan rumus yang tersedia dan didapatkan hasil yaitu Nilai MPN Coliform pada
sampel air mineral merk “Club” sebesar < 39 Cfu/ml.

Selanjutnya sampel air mineral merk “Club” diperlakukan pada tes penegasan
dengan medium BGLB. Setelah diinkubasi selama 1x24 jam pada suhu 44℃,
didapatkan tabung yang berisi gelembung dengan jumlah tertera pada data. Kemudian
pada penghitungan nilai MPN Coliform didapatkan hasil sebesar 24 Cfu/ml

Pada Tes kepastian, sampel air mineral merk “Club” diinokulasikan pada medium
MCA (Mac Conkey Agar) pada suhu 37℃ kemudian pada masing masing tabung
didapatkan perhitungan nilai MPN Coliform sebesar 34 Cfu/ml
I. PEMBAHASAN

Kualitas air minum di Indonesia harus memenuhi persyaratan yang tertuang


didalam Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 173/Menkes/Per/VIII/77 dan
Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 90 /Menkes/Sk/Vii/2002 tentang syarat-
syarat dan pengawasan kualitas air minum. Dalam Permenkes tersebut dikatakan,
untuk penilaian kualitas air dari segi biologis parameter yang digunakan adalah
bakteri koliform, kolfirm tinja dan jumlah kuman. Batas standar kualitas air untuk air
minum dalam PERMENKES tersebut adalah JPT bakteri koliform tinja 0 per 100 ml
JPT bakteri golongan koliform 0 per 100 m (Adam, 2001).
Praktikum ini bertujuan untuk menguji ada tidaknya bakteri koliform dalam
sampel air, sehingga dapat diketahui layak ataupun tidak layak minuman tersebut
untuk dikonsumsi. Uji kualitatif koliform secara lengkap terdiri dari tiga tahap
yaitu uji pendugan, uji penguat, uji pelengkap. Uji penduga juga merupakan uji
kualitatif koliform menggunakan metode MPN. Uji kualitatif koliform tidak harus
selalu di lakukan secara lengkap, tergantung dari berbagai factor misalnya waktu,
mutu contoh yang di uji, biaya, tujuan analisis, dan factor-faktor lainya (Cappuccino,
2000).
Tahap pertama yaitu Uji Pendugaan dengan menggunakan medium KL
(Kaldu Laktose), bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya mikroorganisme pada
air dengan indicator ada atau tidaknya gelembung pada medium dalam waktu 1x24
jam. Berdasarkan data diketahui terbentuk gelembung pada 1 tabung seri A1 dan 2
tabung pada seri A2 dan 1 tabung pada seri C2, dapat diambil kesimpulan untuk uji
pendugaan bahwa ditemukan mikroba yang mampu memfermentasiakan laktosa
dimana berarti mikroba tersebut menghasilkan gas pada tabung Durham.
Terbentuknya gelembung gas dalam tabung Durham disebabkan karena adanya
mikroba pembentuk gas (Fardiaz S., 1992). Didukung oleh sumber lain bahwa
timbulnya gas disebabkan karena kemampuan bakteri coliform yang terdapat pada
sampel air dalam memfermentasikan laktosa dengan menghasilkan asam dan gas
dalam waktu 48 jam dan pada suhu 350 C (Pelczar dan Chan., 2006). Dengan
demikian didapatkan nilai MPN tabel sebesar <39 Cfu/ml.
Tahap kedua adalah uji penegasan. Dalam uji ini digunakan medium BGLB
(Brilliant Green Lactose Bile Broth). Menurut Adam (2001) BGLBB merupakan
medium selektif yang mengandung asam bile sehingga dapat menghambat bakteri
gram positif termasuk koliform. Inkubasi di lakukan pada suhu 35oC selama 24-48
jam dan tabung di nyatakan positif bila terebentuk gas sebanyak 10 % atau lebih dari
volume di dalam tabung Durham. Tabung yang tidak menunjukan terbentuknya gas
di perpanjang lagi inkubasinya hingga 48 jam. Jika tetap tidak terbentuk gas, di
hitung sebagai tabung negatif. Jumlah tabung yang positif di hitung pada masing-
masing seri. Hijau berlian yang terdapat pada uji penegasan berguna untuk
menghambat pertumbuhan bakteri Gram positif dan menggiatkan pertumbuhan
bakteri golongan kolon dengan melihat ada atau tidaknya gas sebelum 48 jam
berakhir. Dengan demikian hanya bakteri golongan kolon saja yang dapat tumbuh di
medium ini (Dwijoseputro, 2005). Setelah 2x24 jam didapatkan data yang diperoleh
yakni terdapat gelembung pada 1 tabung seri A1 dan 1 tabung pada seri B2 dan 1
tabung pada seri C1, C2 dan C3, dengan demikian didapatkan nilai MPN tabel
sebesar 24 Cfu/ml. sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat bakter kolon dalam
sampel air Club tersebut.
Terbentuknya gas dalam lactose broth atau dalam BGLBB tidak selalu
menunjukan bakteri coli karena mikroba lainya mugkin juga ada yang dapat
memfermentasikan laktosa dengan membentuk gas, oleh karena itu dillakukan uji
yang terakhir yakni uji kepastian, yakni pengujian dengan medium MCA (Mac
Conkey Agar). Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya bakteri E.coli
pada sampel air yang diuji dengan melihat ada tidaknya koloni E.coli berwarna
merah. Dari data yang kami peroleh mengenai uji ini diketahui bahwa pada sampel
air yang di uji ditemukan adanya E.coli pada pengenceran 10-1 dan 10-3
Bakteri E.Coli atau Coliform Fekal hanya ditemukan dalam saluran usus
hewan atau manusia. Istilah “fekal” diambil dari suatu materi yang berada bersama
feses atau kotoran manusia (Buchanan, 2003). Bakteri coliform merupakan parameter
mikrobiologis terpenting kualitas air minum. Meskipun jenis bakteri ini tidak
menimbulkan penyakit tertentu secara langsung, keberadaannya di dalam air
menunjukkan tingkat sanitasi rendah. Oleh karena itu, air yang akan dikonsumsi
harus bebas dari semua jenis coliform. Semakin tinggi tingkat kontaminasi bakteri
coliform, semakin tinggi pula risiko kehadiran bakteri-bakteri patogen lain yang biasa
hidup dalam kotoran manusia dan hewan. (Fardiaz, 1989).

J. SIMPULAN
1. Bakteri coliform merupakan parameter mikrobiologis terpenting kualitas air
minum. Untuk mengetahui nilai MPN Coliform sampel air minum (kandungan
Coliform) dengan mengunakan tes pendugaan dan tes penegasan pada sampel air
minum. Jika pada sampel terdapat gelembung maka dinilai positif dan diberi angka
angka 1 pada tabung sedangkan sampel yang tidak memngandung gelembung
dinilai negatif dan diberi nilai nol.
2. Pada uji pendugaan didapatkan nilai MPN Coliform <39 Cfu/ml dan paling banyak
didapatkan pada tingkat pengeceran 10-1 bahwa ditemukan mikroba yang mampu
memfermentasiakan laktosa dimana berarti mikroba tersebut menghasilkan gas
pada tabung Durham Pada uji penegasan didapatkan nilai MPN Coliform 24
Cfu/ml dan paling banyak didapatkan pada tingkat pengenceran 10-3, menunjukkan
disimpulkan bahwa terdapat bakteri kolon dalam sampel air Club. Pada uji
kepastian sampel air didaptkan nilai MPN Coliform sebesar 34 Cfu/ml dan paling
banyak pada tingkat pengenceran 10-3, diketahui bahwa terdapat bakteri (E. coli)
berwarna merah, sehingga terdapat bakteri yang dapat menfermentasikan laktose.

DISKUSI
1. Bandingkan nilai MPN dari sampel air minum, kemudian jelaskan kualitas
biologi air minum itu dengan memperhatikan jarak antar sumur dengan septic-
tank serta sifat tanah sebagai data pendukung!
Jawab: pada iar sampel bukan merupakan air sumur seg=hingga tidak ada data
pendukung berupa jarak antar sumur dengan septic-tank serta sifat tanah. Pada
uji pendugaan dapat diketahui nilai MPN <39 Cfu/ml. Dari hasil tersebut
setelah dibandingkan dengan nilai MPN tabel diketahui bahwa air sampel
menunjukan hasil yang negatif terhadap uji pendugaan. Untuk uji penegasan
diperoleh nilai MPN sebesar MPN 24 cfu/ml. Hasil tersebut menunjukkan
bahwa air sampel negatif terhadap uji penegasan. Sedangkan untuk uji
kepastian diketahui bahwa tidak terdapat bakteri berwarna merah maupun
bakteri yang tidak berwarna merah, sehingga tidak terdapat bakteri yang dapat
menfermentasikan laktose maupun yang dapat menfermentasikan laktose. Hal
ini karena air sampel yang digunakan adalah air indomaret yang diambil dari
sumbut mata air dan sudah melalui beberapa proses sterilisasi.

2. Mengapa digunakan medium Mac Conkey Agar ?


Jawab:
medium Mac Conkey Agar adalah medium yang bersifat selektif dan
diferensial artinya medium Mac Conkey Agar mampu menghambat
pertumbuhan bakteri gram positif sehingga hanya bakteri garam negatif
yang akan tumbuh. Dalam praktikum uji MPN Coliform merupakan media
tumbuh bakteri coliform (bakteri E.coli) yang terdapat pada sampel air
yang diteliti pada tahap tes Kepastian.
Daftar Rujukan
Adam, MR. 2001. Microbiology of Fermented Food .Elsivier Applied Science
Publisher,Ltd. New York.

Buchanan,RE. & Gibbons,NE. 2003. Bergey’s Manual of Determinative


Bacteriology. The William & Wilkins Company Baltimore.USA.

Cappuccino,JG.& Sherman,N. 2000. Microbiology: A Laboratory Manual. The


Benjamin/Cummings Publishing Company,Inc. California.

Dwijoseputro. 2005. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Jakarta : Penerbit Jambatan.

Fardiaz, S.,.1989. Analisis Mikrobiologi Pangan, Departemen Pendidikan dan


Kebudayaan, IPB.
Fardiaz, S.,.1992. Analisis Mikrobiologi Pangan, Departemen Pendidikan dan
Kebudayaan, IPB

Hastuti, U. S. 2015. Petunjuk Praktikum Mikrobiologi. Malang: Universitas


Muhammadiyah Malang.

Mantawali, L. 2012. Uji Kualitas Air Sumur Gali pada Topografi Tanah Miring dan
Tanah Datar di Lihat dari Bakteri Coliform dan Escherichia coli di Desa
Pilohayanga Barat Kecamatan Telaga Kabupaten Gorontalo. Public Health
Journal. 1(1): 1-7. (Online),
http://id.portalgaruda.org/index.php?ref=browse&mod=viewarticle&article=25
5955.

Sunarti, R. N. 2015. Uji Kualitas Air Sumur Dengan Menggunakan Metode MPN
(Most Probable Numbers). Bioilmi. 1(1): 30-34. (Online),
http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/bioilmi/article/download/1128/946.
LAMPIRAN

a. Uji pendugaan

b. Uji penegasan

c. Uji kepastian
d. Pembuatana medium