Anda di halaman 1dari 5

2

Definisi Etiologi : Penatalaksanaan :


Stroke (infark cerebrum) merupakan suatu Embolisme serebral (bekuan darah atau material lain yang Stadium hiperakut
kondisi kehilangan fungsi otak secara dibawa ke otak dari bagian tubuh yang lain)
mendadak yang diakibatkan oleh gangguan
Dilakukan di IGD, merupakan tindakan
Abnormalitas patologik pada jantung kiri, seperti resusitasi serebro-kardio-pulmonal agar
suplai darah ke bagian otak yang menyebabkan endokarditis, infark miokard serta infeksi pulmonal
deficit neurologis mendadak sebagai akibat kerusakan jaringan otak tidak meluas.
adalah tempat-tempat asal emboli
iskemia atau hemoragik sirkulasi saraf otak. Embolus biasanya menyumbat arteri serebral tengah atau
Stadium akut
cabang-cabang yang merusak sirkulasi serebral. Penanganan etioligi dan faktor penyulit.
Stroke Emboli adalah jenis stroke iskemik (non Stadium subakut
hemoragik) yaitu penyempitan arteri yang Terapi kognitif, tingkah laku, menelan,
mengarah ke otak karena embolus (kotoran) terapi wicara dan bladder training
yang terlepas dari jantung atau arteri Stroke
StrokeInfark
InfarkEmboli
Emboli
(termasuk terapi fisik).
ekstrakranii (arteri yang berada di luar
tengkorak) yang menyebabkan sumbatan arteri
intrakranii (arteri dalam tengkorak).
Manifestasi klinis:
Defisit Motorik (Hemiparese, hemiplegia)
Defisit Sensori
Defisit Bahasa/Komunikasi
Komplikasi: Defisit Intelektual
Dini (0-48 jam pertama) Disfungsi Aktivitas Mental dan Psikologis
Edema serebri, defisit neurologis berat, Gangguan Eliminasi (Kandung kemih dan
peningkatan TIK dan herniasi. usus)
Jangka pendek (1-14 hari) Gangguan Kesadaran
Pneumonia,Manifestasi
infark miokard, emboli
klinis : paru
dan strok rekuren.
Gejala yang muncul pada neglected fraktur
Jangka panjang (>
femur 14 hari)
sama dengan gejala fraktur pada
Strok rekuren, infark miokard dan
umumnya, namun nyeri yang dirasakan Pemeriksaan Diagnostik :
gangguan vascular lain.
berlangsung dari awal terjadinya fraktur dan
Laboratorium, kadar glukosa darah, elektrolit,
dibiarkan
Discharge Planning : tanpa penanganan. analisa gas darah, hematologi lengkap,
Pemeriksaan
Mencegah terjadinya Diagnostik
luka dikulit akibat : kadar ureum, kreatinin, enzim jantung,
tertekan. Anamnesis
Nyeri hebat padauntuklokasimengkaji
fraktur riwayat
prothrombin time (PT) dan (aPTT)
Mencegah terjadinya terjadinya
kekakuan ototfraktur
dan sendi. Angiografi Serebri, membantu menentukan
Memulai latihan denganPemeriksaan
mengaktifkan
Tidak Fisik
batang meliputi
mampu menggerakkan penyebab
inspeksi stroke.
ekstremitas
tubuh atau torso. (periksa Lumbal Fungsi, CT Scan, EEG, MRI.
bawah adanya deformitas, perdarahan,
Mengontrol faktor risiko palpasi (mengetahui adanya nyeri Stroke Score)
stroke.
syok), SSS (Siriraj
Diet rendah garam, lemak
tekan,dan 0: Lihat hasil CT Scan
berhenti dan periksa pergerakan.
krepitasi),
Rotasi luar dari kaki lebih pendek - 1 : Infark / Ischemik
merokok. Pemeriksaan Radiologis untuk menentukan
Kelola stress dengan baik. ≥ 1 : Hemorrhagic
keadaan, lokasi,seperti
Gejala umum, serta ekstensi
: fungsi fraktur
berubah,
Mengetahui tanda dan gejala strok.
bengkak, krepitasi, sepsis pada fraktur
terbuka, deformitas. 3
Pengkajian :
ASUHAN KEPERAWATAN
Identitas klien 8. Pola kognitif dan persepsi
Riwayat kesehatan (keluhan utama, 9. Pola mekanisme koping
riwayat penyakit sekarang, dahulu 10. Pola seksual
dan keluarga) 11. Pola hubungan peran Diagnosis Keperawatan yang sering muncul adalah :
Pemeriksaan fisik 12. Pola keyakinan Nyeri Akut
Pola persepsi 13. Pemeriksaan diagnostik Resiko Ketidakefektifan Perfusi Jaringan Cerebral
Pola nutrisi
Pola eliminasi
Hambatan Komunikasi Verbal
Pola tidur dan aktivitas Hambatan Mobilitas Fisik
Ketidakseimbangan Nutrisi Kurang dari Kebutuhan Tubuh

Nyeri Akut Resiko Ketidakefektifan Perfusi Hambatan Komunikasi Verbal Hambatan Mobilitas Fisik Ketidakseimbangan Nutrisi
NOC : Pain Control Jaringan Cerebral Kurang dari Kebutuhan tubuh
Setelah dilakukan tindakan NOC: Sensory function: hearing & NOC : Activity Tolerance
keperawatan selama 1 x 60 menit NOC : Tissue Prefusion : cerebral vision
Setelah dilakukan tindakan Setelah dilakukan tindakan NOC: Nutritional
nyeri pasien menurun, dengan keperawatan selama 1 x 60 menit Setelah dilakukan tindakan selama keperawatan selama 3 x 24 status:Adequacy of
kriteria : diharapkan suplai aliran darah keotak 1x24 jam, masalah teratasi dengan jam pasien mampu nutrient,Nutritional Status : food
Mampu mengontrol nyeri lancar dengan kriteria hasil: kriteria hasil: beraktivitas, dengan kriteria : and Fluid Intake, Weight Control
Melaporkam nyeri berkurang Nyeri kepala / vertigo berkurang Kriteria Hasil : Mampu mendapat keringanan
sampai dengan hilang Setelah dilakukan tindakan selama
1. Komunikasi : penerimaan dalam melaksanakan ADL 3x24 jam, masalah teratasi dengan
Berfungsinya saraf dengan baik
Pain Management interpretasi dan ekspresi pesan, kriteria hasil:
Tanda-tanda vital stabil
Lakukan pengkajian nyeri NIC : Neurologis monitoring tulisan, dan non verbal Activity Therapy 1. Pasien mampu makan tanpa
secara komprehensif (lokasi, Monitor ukuran, kesimetrisan, meningkat Tentukan komitmen pasien disertai muntah
karakteristik, durasi, reaksi dan bentuk pupil 2. Komunikasi ekspresif dalam meningkatkan 2. Tidak terjadi penurunan BB
frekuensi, kualitas) Monitor tingkat kesadaran klien (kesulitan): ekspresif pesan frekuensi rentang gerak NIC: Nutrition Management
Kaji isyarat nonverbal untuk Monitir tanda-tanda vital verbal dan atau no verbal yang Bantu pasien untuk focus pada 1. Kaji adanya alergi makanan
menyatakan nyeri Monitor keluhan nyeri kepala, bermakna aktivitas yang dapat
mual, muntah
2. Kolaborasi dengan ahli gizi
Ajarkan teknik non- 3. Komunikasi reseptif : (kesulitan dilakukan untuk menentukan jumlah
farmakologis untuk Monitor respon klien terhadap mendengar) : penerimaan Ajarkan teknik ROM pasif kalori dan nutrisi yang
pengobatan
mengatasi nyeri (distraksi, komunikasi dan interpretasi maupun aktif dibutuhkan pasien
Hindari aktivitas jika TIK
napas dalam, relaksasi) meningkat NIC: Instruksikan pasien atau 3. Yakinkan diet yang dimakan
Anjurkan pasien untuk Observasi kondisi fisik klien Communication Enhancement: keluarga akan adanya mengandung tinggi serat untuk
istirahat yang adekuat NIC : Oxsygen theraphy Speech Deficit perubahan peran dalam mencegah konstipasi
Bersihkan jalan nafas dari sekret 1. Minta bantuan keluarga untuk keluarga secara fisik, 4. Kolaborasi pemberian
Analgesic Administration Pertahankan jalan nafas tetap memahami bicara pasien social, spiritual, dan antiemetik
Cek instruksi dokter tentang 2. Gunakan kalimat yang sederhana kognitif 5. Monitor adanya penurunan BB
efektif
jenis obat, dosis, dan dan jelas Bantu pasien untuk dan guladarah
Berikan oksigen sesuai intruksi
frekuensi 3. Gunakan isyarat tangan jika memotivasi dan 6. Monitor lingkungan selama
Cek riwayat alergi Monitor aliran oksigen, kanul
diperlukan memberikan dorongan makan
Tentukan pilihan analgesic oksigen 4. Berdiri di depan pasien ketika pada diri sendiri 7. Jadwalkan pengobatan dan
dari tipe dan beratnya nyeri berbicara Sediakan alat bantu tambahan tindakan tidak selama jam
Berikan obat sesuai rute 5. Biarkan pasien sering –sering untuk meringankan makan
pemberian mendengarkan bahasa aktivitas (kursi roda) 8. Monitor mual dan muntah
Monitor ttv pasien sebelum pembicaraan 9. Monitor intake nuntrisi.
dan sesudah pengobatan 6. Berikan reinforcement positif.
Berikan analgesic tepat 4
waktu terutama saat nyeri
Pathway

Etiologi :
Embolisme serebral (bekuan darah atau material lain yang
dibawa ke otak dari bagian tubuh yang lain) Eritrosit
Abnormalitas patologik pada jantung kiri, seperti Aliran darah Emboli Penyumbatan bergumpal,
endokarditis, infark miokard serta infeksi pulmonal terhambat Cerebral darah otak endotel rusak
adalah tempat-tempat asal emboli
Embolus biasanya menyumbat arteri serebral tengah atau
Infark
cabang-cabang yang merusak sirkulasi serebral.
Edema
Saraf
cerebral
Kranial

Nervus 1, 2 Nervus 3, Nervus 5 Nervus 7 Nervus 8 Nervus 9, Peningkatan


Olfaktorius Trigeminus Fascialis Vestibulo 10, 11 Nervus 12 TIK
4, 6
Optikus Okulomotoriu, kokhlearis Gloso Hipo
Troklearis, faringeus, glosus
Abdusens
Wajah vagus, Nyeri
Penurunan Penurunan
kemampuan tidak pendengaran
asesorius Akut
Ggn mengunyah simetris Penurunan
dan
reflex
penglihatan Reflek kelopak dan menelan keseimbangan
mata, mengunyah
dan Penurunan Resiko
Penurunan kemampuan Ketidakefektifan
penciuman Hambatan
lapang menelan Perfusi Jaringan
pandang, reflek Ketidak Komunikasi Cerebral
cahaya, dan seimbangan Verbal
ukuran pupil. nutrisi Kelemahan
kurang dari anggota
kebutuhan gerak
Resiko tubuh
Jatuh
Ggn Hambatan Mobilitas
Rasa Fisik
Nyaman