Anda di halaman 1dari 16

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama sekolah : SMK NASIONAL PATI


Mata Pelajaran : Kimia
Kelas/Semester : X/2
Alokasi waktu : 12 x 45 menit

A. Kompetensi Inti
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
2. Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, ramah
lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan proaktif) dan
menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan
diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
3. Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual,
konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup
kajian/kerja kimia pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan
potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional,
regional, dan internasional.
4. Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang
lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kajian/kerja Kimia.
Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai
dengan standar kompetensi kerja.
Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif,
produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan
tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.
Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir,
menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan
langsung.

B. Kompetensi Dasar

3.10 Menganalisis manfaat dan kerugian Radiokimia dalam kehidupan sehari – hari
4.10 Mengajukan gagasan untuk mengatasi dampak negatif dari Radiokimia

C. Indikator
3.10.1 Menganalisis penemuan sinar radioaktif dapat dijelaskan dengan benar
3.10.2 Menjelaskan Sifat-sifat sinar radiokatif dapat dengan benar
3.10.3 Menjelaskan proses Peluruhan radioaktif alami dengan benar
3.10.4 Mendeskripsikan Reaksi transmutasi buatan dengan benar
3.10.5 Mendefinisikan kembali konsep dasar radio kimia dengan benar
3.10.6 Menjelaskan aplikasi radiokimia dalam berbagai bidang dengan benar
4.10.1 Melatih diri akan Bahaya radiasi dari radioaktif dengan benar
4.10.2 Mempraktekkan Reaksi fisi dan fusi dengan benar

D. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari uraian materi kegiatan belajar ini, siswa dapat :
1. Menjelaskan penemuan sinar radioaktif dengan benar
2. Menjelaskan sifat-sifat sinar radiokatif dengan benar
3. Menjelaskan peluruhan radioaktif alami dengan benar
4. Mendeskripsikan reaksi transmutasi buatan dengan benar
5. Menjelaskan bahaya radiasi dari radioaktif dengan benar
6. Menjelaskan reaksi fisi dan fusi dengan benar

E. Materi Ajar
1. Penemuan sinar radioaktif
2. Sifat-sifat sinar radioaktif
3. Peluruhan radioaktif alami
4. Reaksi transmutasi buatan
5. Bahaya sinar-sinar radioaktif
6. Reaksi fisi dan fusi

F. Metode Pembelajaran
Pendekatan pembelajaran : saintifik (scientific).
Metode Pembelajaran : koperatif (cooperative learning)
Metode : diskusi yang berbasis masalah (problem-based learning).

G. Langkah-langkah Pembelajaran

Pertemuan 1-2

Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi


Waktu
Pendahuluan  Guru memberikan salam dan mengajak semua siswa 15 menit
berdoa menurut agama dan keyakinan masing-
masing.
 Guru mengecek kehadiran siswa dan kebersihan
kelas
 Guru menyampaikan tema materi dan memberi
pertanyaan kepada siswa
 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
 Guru menyampaikan rencana kegiatan yang akan
dilaksanakan yaitu bertanya jawab, berkelompok dan
diskusi.
 Motivasi : dengan mencontohkan pengunaan kimia
inti dalam PLTN

Inti 100
Eksplorasi menit
1. Diskusi dan informasi tentang sejarah penemuan
radioaktif
2. Diskusi dan informasi tentang sifat sinar radioaktif
3. Mendengarkan informasi tentang peluruhan alami
4. Mendengarkan informasi tentang transmutasi buatan
5. Mendengarkan informasi tentang bahaya radioaktif
6. Mendengarkan informasi tentang reaksi fisi dan fusi
Elaborasi
1. Memberikan kesempatan siswa untuk mengemukakan
ide dan hasil pekerjaannya
2. Memberikan kesempatan siswa mengerjakan soal-
soal yang berhubungan dengan tujuan pembelajaran
3. Memberikan kesempatan pada siswa untuk
berkolaborasi dengan teman lain dalam belajar
Konfirmasi
1. Membahas soal-soal yang telah diberikan
2. Memberikan motivasi kepada siswa yang belum bisa
menyelesaikan tugasnya
Memberikan tanggapan positif berupa penguatan pada
siswa yang telah dapat menyelesaikan tugasnya

Penutup  Resume: Guru membimbing siswa menyimpulkan 20 menit


tentang materi
 Pemberian tugas tentang radioaktif
 Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan salam dan
memberikan pesan untuk tetap belajar.

Pertemuan 3-4

Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi


Waktu
Pendahuluan  Guru memberikan salam dan mengajak semua 15 menit
siswa berdoa menurut agama dan keyakinan
masing-masing.
 Guru mengecek kehadiran siswa dan kebersihan
kelas
 Guru memberikan apersepsi dan motivasi
kepadapeserta didik.
 Memberikan pertanyaan menanyakan pada siswa
tentang pertemuan sebelumnya tentang reaksi fisi
dan fusi

Inti 100
Eksplorasi menit
1. Mendengarkan informasi tentang konsep dasar
radio kimia
2. Diskusi dan informasi tentang penggunaan radio
kimia
Elaborasi
1. Memberikan kesempatan siswa untuk
mengemukakan ide dan hasil pekerjaannya
2. Memberikan kesempatan siswa mengerjakan soal-
soal yang berhubungan dengan tujuan
pembelajaran
3. Memberikan kesempatan pada siswa untuk
berkolaborasi dengan teman lain dalam belajar
Konfirmasi
1. Membahas soal-soal yang telah diberikan
2. Memberikan motivasi kepada siswa yang belum
bisa menyelesaikan tugasnya
Memberikan tanggapan positif berupa penguatan
pada siswa yang telah dapat menyelesaikan
tugasnya
Penutup  Guru dan Peserta didik melakukan refleksi 20 menit
mengenai materi yang telah diajarkan.
 Peserta didik dan guru mereview hasil
pembelajaran perlindungan logam dari korosi
 Memberikan penghargaan kepada kelompok yang
berkinerja baik
 Memberikan tugas mempelajari materi
berikutnya.
 Guru menutup pelajaran dengan mengucapkan
salam.

H. Penilaian dan tindak lanjut


a. Penilaian
1. Untuk menilai aspek PPK dengan tes tertulis dan lisan
2. Untuk menilai sikap melalui observasi
b. Tindak Lanjut
1. Siswa yang telah mencapai KKM diberi pengayaan
2. Siswa yang belum mencapai KKM diberi remedial

I. Alat/Bahan/Sumber Belajar
II. Alat Pelajaran : LCD ,komputer dan papan tulis,besi, besi berkarat, air, air garam
III. Sumber Pelajaran : Buku Kimia kelas X dan Tabel periodik

Mengetahui Pati, Juli 2017


Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran

Drs. Ponco Sugiharto, M.Pd. Teguh Wahyu Setiawan, S.Si


NIP. 19670427 199303 1 011

LAMPIRAN PENILAIAN

Tabel 1. Kisi-Kisi, Soal Pengetahuan, Kunci Jawaban, dan Cara Pengolahan Nilai
Mata Pelajaran: Kimia
3. 10 Menganalisis manfaat dan kerugian Radiokimia dalam kehidupan sehari – hari

Kompetensi Jenis
Indikator Indikator Soal Soal
Dasar Soal
Menganalisis  Menganalisis  Siswa mampu Tertulis 1. Berapa fraksi atom
manfaat dan penemuan sinar menganalisis waktu radioaktif tersisa
kerugian radioaktif dapat paruh dari atom setelah 5 waktu
dijelaskan dengan  Siswa mampu paruh?
Radiokimia
benar mendeskripsikan 2. Jelaskan bahaya
dalam bahaya unsur dari unsur
 Menjelaskan Sifat-
kehidupan radiasi radioaktif!
sifat sinar radiokatif
sehari – hari  Siswa mampu 3. Apa yang
dapat dengan benar menjelaskan dimaksud dengan
 Menjelaskan proses pengertian radiasi radiasi?
Peluruhan radioaktif  Siswa mampu 4. Sebutkan sifat-sifat
alami dengan benar menghitung waktu sinar yang
 Mendeskripsikan peluruhan zat dipancarkan oleh zat
Reaksi transmutasi radioaktif radioaktif!
buatan dengan benar 5. Suatu radioisotop
 Mendefinisikan memiliki massa 8
mg. Setelah
kembali konsep dasar
beberapa hari,
radio kimia dengan massanya berkurang
benar menjadi 2 mg. Jika
 Menjelaskan aplikasi waktu paruh
radiokimia dalam radioisotop tersebut
berbagai bidang 20 hari, telah berapa
lamakah radioisotop
dengan benar
tersebut meluruh?

Kunci Jawaban Soal:


1. Setelah 1 waktu paruh, tersisa 1/2 bagian
Setelah 2 waktu paruh, tersisa 1/2 x 1/2 = 1/4 bagian
Setelah 3 waktu paruh, tersisa 1/2 x 1/4 = 1/8 bagian
Setelah 4 waktu paruh, tersisa 1/2 x (1/2)3 = (1/2)4 = 1/16 bagian
Setelah 5 waktu paruh, tersisa 1/2 x (1/2)4 = (1/2)5 = 1/32 bagian
2. Bahaya unsur-unsur radioaktif
• Radiasi : dpt menguntungkan & merugikan
• Partikel berenergi tinggi & ionsinar melepaskan e- dr atom
• Jk tjd dlm tubuh akan berbahaya, misalnya H2 HO 2O2
• Merusak sel darah putih
• Mempengaruhi sumsum tulang anemia
• Merangsang leukimia
• Perubahan molekul DNA mutasi
3. Inti yang tidak stabil secara spontan akan memancarkan energi untuk mencapai keadaan yang
Kompetensi Jenis
Indikator Indikator Soal Soal
Dasar Soal
lebih stabil. Energi yang dipancarkan oleh inti tidak stabil disebut radiasi
4. Sinar yang dipancarkan oleh unsur radioaktif memiliki sifat-sifat:
 dapat menembus lempeng logam tipis;
 dapat menghitamkan pelat film;
 dalam medan magnet terurai menjadi tiga berkas sinar.
5. Diketahui
Nt = 2 mg
N0 = 8 mg
t 1/2 = 20 hari
Nt = ( 1/2 )n x N0
2 = ( 1/2 )n x 8
( 1/2 )n = 1/4
n=2
n= t
t1/2
t = n × t 1/2 = 2 x 20 = 40
Jadi, radioisotop tersebut telah meluruh selama 40 hari.

Penskoran Jawaban dan Pengolahan Nilai


1. Nilai 20 : jika sesuai kunci jawaban dan ada pengembangan jawaban
2. Nilai 10 : jika jawaban kurang sesuai dengan kunci jawaban
3. Nilai 2 :jika jawaban tidak sesuai dengan kunci jawaban

Contoh Pengolahan Nilai


IPK No Soal SkorPenilaian Nilai
Nilai perolehan KD pegetahuan : rerata dari nilai IPK
1. 1-5 20
5 * 20 = 100

Prosedur Penilaian:

No Aspek yang dinilai Teknik Penilaian Waktu Penilaian


1. Sikap Pengamatan Selama pembelajaran dan
a. Terlibat aktif dalam saat diskusi
pembelajaran kimia.
b. Bekerjasama dalam
kegiatan kelompok.
c. Toleran terhadap proses
pemecahan masalah yang
berbeda dan kreatif.
2. Pengetahuan
No Aspek yang dinilai Teknik Penilaian Waktu Penilaian
a. Menjelaskan kembali Pengamatan dan tes Penyelesaian tugas individu
peranan ilmu kimia dan kelompok
dalam kehidupan sehari-
hari
4. Menyatakan kembali
metode ilmiah dan
keselamatan kerja.
.

3. Keterampilan
Terampil menerapkan Pengamatan Penyelesaian tugas (baik
konsep/prinsip metode individu maupun kelompok)
ilmiah dan keselamatan dan saat diskusi
kerja di laboratorium.

Instrumen Jurnal Sikap


Jurnal Sikap Spiritual
No Tanggal Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap

1 Wahyu Selalu berdoa setiap Taqwa kepada


mengawali sesuatu Tuhan
pekerjaan

Jurnal Sikap Sosial


No Tanggal Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap

1 Agus Selalu mengembalikan Kejujuran,


peralatan seperti semula disiplin,
tanggung jawab
LAMPIRAN MATERI

Keradioaktifan Alam

Definisi : Bagian dari ilmu kimia yang mempelajari unsur-unsur yang bersifat radiokatif
MACAMNYA
KERADIOAKTIFAN ALAM
– Terjadi secara spontan
Misalnya: 92238 U ® 90224 Th + 24 He
1. Jenis peluruhan
a. Radiasi Alfa
– terdiri dari inti 24 He
– merupakan partikel yang massif
– kecepatan 0.1 C
– di udara hanya berjalan beberapa cm sebelum menumbuk
molekul udara
b. Radiasi Beta
– terdiri dari elektron -10 e atau -10 beta
– terjadi karena perubahan neutron 01 n ® 1 1 p + -10 e
– di udara kering bergerak sejauh 300 cm
c. Radiasi Gamma
– merupakan radiasi elektromagnetik yang berenergi tinggi
– berasal dari inti
– merupakan gejala spontan dari isotop radioaktif
d. Emisi Positron
– terdiri dari partikel yang bermuatan positif dan hampir sama
dengan elektron
– terjadi dari proton yang berubah menjadi neutron 1 1 p ® 01
n + +10 e
e. Emisi Neutron
– tidak menghasilkan isotop unsur lain

2. Kestabilan inti
– Pada umumnya unsur dengan nomor atom lebih besar dari 83
adalah radioaktif.
– Kestabilan inti dipengaruhi oleh perbandingan antara neutron dan
proton di dalam inti.
* isotop dengan n/p di atas pita kestabilan menjadi stabil dengan
memancarkan partikel beta.
* isotop dengan n/p di bawah pita kestabilan menjadi stabil
dengan menangkap elektron.
* emisi positron terjadi pada inti ringan.
* penangkapan elektron terjadi pada inti berat.

3. Deret keradioaktifan
Deret radioaktif ialah suatu kumpulan unsur-unsur hasil peluruhan suatu radioaktif yang
berakhir dengan terbentuknya unsur yang stabil.
a. Deret Uranium-Radium
Dimulai dengan 92 238 U dan berakhir dengan 82 206 Pb
b. Deret Thorium
Dimulai oleh peluruhan 90 232 Th dan berakhir dengan 82 208 Pb
c. Deret Aktinium
Dimulai dengan peluruhan 92 235 U dan berakhir dengan 82 207 Pb
d. Deret Neptunium
Dimulai dengan peluruhan 93 237 Np dan berakhir dengan 83 209
Bi
KERADIOAKTIFAN BUATAN
Perubahan inti yang terjadi karena ditembak oleh partikel.
Prinsip penembakan:
o Jumlah nomor atom sebelum penembakan = jumlah nomor atom setelah penembakan.
o Jumlah nomor massa sebelum penembakan = jumlah nomor massa setelah penembakan.
Misalnya: 714 N + 24 He ® 817 O + 11 p

RUMUS

k = (2.3/t) log (No/Nt)


k = 0.693/t1/2
t = 3.32 . t1/2 . log No/Nt

k = tetapan laju peluruhan


t = waktu peluruhan
No = jumlah bahan radioaktif mula-mula
Nt = jumlah bahan radioaktif pada saat t
t1/2 = waktu paruh

RINGKASAN
1. Kestabilan inti: umumnya suatu isotop dikatakan tidak stabil bila:
a. n/p > (1-1.6)
b. e > 83
e = elektron
n = neutron
p = proton
2. Peluruhan radioaktif:
a. Nt = No . e-1
b. 2.303 log No/Nt = k . t
c. k . t1/2 = 0.693
d. (1/2)n = Nt/No
t1/2 x n = t
No = jumiah zat radioaktif mula-mula (sebelum meluruh)
Nt = jumiah zat radioaktif sisa (setelah meluruh)
k = tetapan peluruhan
t = waktu peluruhan
t1/2 = waktu paruh
n = faktor peluruhan

Unsur Radioaktif
1. Kimia inti
Kimia inti adalah kajian mengenai perubahan-perubahan dalam inti atom (prpton dan
neutron). Perubahan ini disebut reaksi inti. Peluruhan radioaktif dan transmutasi inti merupakan
reaksi inti.
2. Radiasi
Inti yang tidak stabil secara spontan akan memancarkan energi untuk mencapai keadaan
yang lebih stabil. Energi yang dipancarkan oleh inti tidak stabil disebut radiasi. Unsur yang
mengandung inti tidak stabil disebut unsur radioaktif. Unsur radioaktif merupakan unsur-unsur
yang menunjukkan peristiwa radioaktivitas.
3. Sinar-sinar radioaktif
a. Penemuan sinar radioaktif
Penemuan partikel-partikel dimulai dari penemuan sinar X pada tahun 1895 oleh Wilhelm
Konrad Rontgen, dilanjutkan dengan penemuan keradioaktifan pada tahun 1896 oleh Henry
Becuerel dari garam uranil sulfat mengeluarkan sinar secara spontan yang dinamakan sinar
radioaktif.
Dan gejala dari pemancaran sinar radioaktif dengan spontan disebut gejala keradioaktifan.
Kemudian penemuan isotop radioaktif Radium (Ra) dan Polonium (Po) pada tahun 1898 oleh
Curie dan Marie Curie. Radio isotop tersebut dapat memamncarkan sinar radioaktif dengan
spontan.
b.Sifat-sifat sinar radioaktif
Sinar radioaktif yang dipancarkan oleh inti atom yang tidak stabil berupa partikel alfa, beta
dan gamma mempunyai karakteristik yang berbeda.

Partikel alfa
 Inti atom helium

4 4
Lambangnya α atau He
2 2
 Dalam medan magnet membelok ke kutub negatif jadi bermuatan positif
 Daya tembusnya kecil
 Dapat mengionkan benda-benda yang dilaluinya

Sifat sinar beta


Adalah pancaran elektron dengan kecepatan mendeteksi kecepatan cahaya
0 0
Lambangnya: β atau e
-1 -1
 Dalam medan magnet membelok ke kutub positif maka bermuatan negatif.
 Daya tembus lebih besar dari sinar alfa.
 Dapat mengionkan benda-benda yang dilaluinya, tetapi tidak sehebat sinar alfa.

Sifat sinar gamma


Adalah gelombang elektromagnetik dengan panjang gelombang yang pendek

Lambangnya :γ
0
 Tidak terpengaruh oleh medan magnet dan medan listrik.
 Daya tembus sangat besar oleh karenanya sangat berbahaya.
 Dapat mengionkan benda-benda yang dilaluinya tetapi tidak sehebat alfa dan beta.
 Partikel-partikel lain dalam proses radioaktif : proton, neutron dan positron.

Sinar/partikel yang dipancarkan unsur radioaktif

Sinar / Massa Muatan Simbol Jenis


Partikel (SMA)
Alfa 4 +2 4 4 Partikel
α atau He 2 2
Beta 0 -1 -1 -1 Partikel
β atau e
0 0
Gamma 0 0 radiasi elektromagne

Neutron 1 0 Partikel
Proton 1 +1 1 1 Partikel
p atau H
1 1
Positron 0 +1 0 0 Partikel
β atau e
+1 +1

4. Peluruhan radioaktif
Adalah peristiwa nuklida radioaktif memancarkan sinar/partikel radioaktif hingga berubah
menjadi inti yang stabil/lebih stabil. Nuklida adalah suatu inti atom yang ditandai dengan jumlah
proton dan neutron.
Secara kimia peluruhan radiosktif merupakan reaksi nuklir atau reaksi inti yang dapat
dirumuskan dengan persamaan kimia sebagai berikut:
a c e
X →Y+ Z
b d f
Dalam proses tersebut berlaku hukum kekekalan energi dan muatan. Maka reaksi tersebut
berlaku a = c + e dan b = d + f.
1. Pita kestabilan dan jenis-jenis isotop
Perbandingan proton dengan neutron (n/p) merupakan salah satu faktor penentu kestabilan
atom. Inti atom yang stabil memiliki nilai n/p antara 1 sampai dengan 1,6. Jika inti atom
memilki nilai n/p di luar pita kestabilan maka atom tersebut tidak stabil atau bersifat radioaktif,
sehingga akan meluruh untuk mencapai keadaan yang lebih stabil.
Peluruhan isotop –isotop tak stabil dibedakan atas:
1. Peluruhan inti ringan
Adalah peluruhan nuklida yang harga z-nya (nomor atom) kurang dari 20 (unsur terletak di
bawah atau di atas pita kestabilan.
a. isotop dibawah pita kestabilan untuk mencapai kestabilan
- memancarkan positron, suatu partikel yang massanya sama dengan
0
elektron dan bermuatan 1+ dengan simbul: e+1
11 11 0
Contoh:C → B+e
6 5 +1
- Penangkapan elektron K, artinya elektron yang terdapat pada kulit K.
90 0 90
Contoh: Mo + e →Nb
42 +1 41
b. Isotop nuklida yang terletak di atas pita kestabilan untuk mencapai kestabilan nuklida.
- memancarkan neutron,
- memancarkan sinar beta,
2. Peluruhan inti berat
Adalah peluruhan nuklida dengan nomor atom lebih besar dari 83 dan umumnya radioaktif,
untuk mencapai kestabilan nuklida memancarkan sinar alfa.
238 234 4
Contoh : U → Th + He
92 90 2
238 234 4
Po → Pb + He
84 82 2

90 82 2 -1
3. Peluruhan radioaktif buatan
Pada tahun 1919, Rutherford berhasil menembak gas nitrogen dengan partikel alfa dan
menghasilkan hidrogen dan oksigen. Reaksi ini merupakan transmutasi buatan pertama, yaitu
perubahan satu unsur menjadi unsur lain.
Pada tahun 1934, Irene Joliot-Curie, berhasil membuat atom fosfor yang bersifat radioaktif
dengan menembakkan aluminium dengan sinar alfa yang berasal dari polonium.
Unsur radioaktif terjadi karena dibuat melalui reaksi inti yang kemudian dikenal sebagai
radioisotop.
Beberapa contoh reaksi inti:
1) Penembakan atom litium-7 dengan proton menghasilkan 2 atom helium-4
2) Penembakan nitrogen-14 dengan neutron menghasilkan karbon-14 dan hidrogen.
3) Penembakan aluminium-27 dengan proton menghasilkan magnesium-24 dan helium-4.
Laju Peluruhan
v = dengan v = laju peluruhan (keaktifan), yaitu banyaknya peluruhan dalam satu satuan
waktu.
tetapan peluruhan(serupa k dalam persamaan laju reaksi),nilainya bergantung pada jenis
radioiaotop.
N = jumlah nuklida radioaktif
Waktu Paruh
Yaitu perioda waktu dimana 50% dari jml atom semula yang ada telah meluruh.Fraksi zat
radioaktif yang masih tersisa setelah n kali waktu sesuai dengan persamaan berikut:
No = jumlah zat radioaktif mula-mula
Nt = jumlah zat radioaktif yang masih tersisa pada waktu t
Oleh karena keaktifan sebanding dengan jumlah atom radioaktif maka:

A =keaktifan pada waktu t


Ao=keaktifan awal

Kegunaan radioaktif di bidang Industri


Chemistricks.com - Kegunaan radioaktif di bidang Industri
Di negara-negara maju penggunaan dan penerapan radioisotop telah dilakukan dalam
berbagai bidang. Radioisotop adalah isotop suatu unsur radioaktif yang memancarkan sinar
radioaktif. Radioisotop sudah banyak digunakan untuk kesejahteraan manusia melalui
penggunaan energi nuklir yang dihasilkanberbagai bidang, misalnya untuk pembangkit tenaga
listrik. Isotop suatu unsur baik stabil maupun yang radioaktif memiliki sifat kimia yang sama.
Penggunaan radioisotop dapat dibagi ke dalam penggunaan sebagai perunut dan penggunaan
sebagai sumber radiasi.
Radioisotop sebagai perunut digunakan untuk mengikuti unsur dalam suatu proses yang
menyangkut senyawa atau sekelompok senyawa. Radioisotop dapat digunakan sebagai sumber
sinar sebagai pengganti sumber lain misal sumber sinar X. Radioisotop dapat digunakan sebagai
perunut sebab energi sinar yang dipancarkan serta waktu paruhnya merupakan sifat khas
radioisotop tersebut. Pada contoh di bawah ini akan diberikan beberapa contoh penggunaan
radioisotop baik sebagai perunut maupun sebagai sumber radiasi.
Pada Bidang Industri Radiaktif memiliki kegunaan dan digunakan untuk meningkatkan kualitas
produksi, seperti pada :

a. Industri makanan, sinar gama untuk mengawetkan makanan, membunuh mikroorganisme yang
menyebabkan pembusukan pada sayur dan buahbuahan.
ilustrasi makanan

a. Industri metalurgi, digunakan untuk mendeteksi rongga udara pada besi cor, mendeteksi
sambungan pipa saluran air, keretakan pada pesawat terbang, dan lain-lain. Penggunaan
radioisotop dalam bidang industri juga untuk mendeteksi kebocoran pipa yang ditanam di dalam
tanah atau dalam beton. Dengan menggunakan radioisotop yang dimasukkan ke dalam aliran
pipa kebocoran pipa dapat dideteksi tanpa penggalian tanah atau pembongkaran beton.
Penyinaran radiasi dapat digunakan untuk menentukan keausan atau kekeroposan yang terjadi
pada bagian pengelasan antarlogam. Jika bahan ini disinari dengan sinar gamma dan dibalik
bahan itu diletakkan film foto maka pada bagian yang aus atau keropos akan memberikan
gambar yang tidak merata.
b. Industri otomotif, mempelajari pengaruh oli dan aditif pada mesin selama mesin bekerja.

Sebagai sumber radiasi radioisotop berguna sebagai:


a. Perbaikan mutu kayu dengan penambahan monomer yang sudah diradiasi, kayu menjadi lebih
keras dan lebih awet.
b. Perbaikan mutu serat tekstil dengan meradiasi serat tekstil, sehingga titik leleh lebih tinggi dan
mudah mengisap zat warna serta air.
c. Mengontrol ketebalan produk yang dihasilkan, seperti lembaran kertas, film, dan lempeng
logam.
d. 60Co untuk penyamakan kulit, sehingga daya rentang kulit yang disamak dengan cara ini lebih

baik daripada kulit yang disamak dengan cara biasa.