Anda di halaman 1dari 3

HORMON

(ESTRIOL)

Zat ini merupakan pro-drug yang di dalam hati dirubah menjadi


ketodesogestrel (=etonogestrel) aktif dengan masa paruh 25-31 jam. Berdaya
antigonadotrop kuat dengan menekan opulasi dan mengentalkan lendir servix. Juga
berdaya antiestrogen kuat dan bersifat androgen lemah. Desogestrel terutama
digunakan dalam pil antihamil kombinasi dari generasi ketiga.

Estrogen steroid
Estrogen steroid adalah senyawa yang dapat menimbulkan efek estrogenik
dan mengandung inti steroid. Contoh : estron estriol, estradiol, etinilestradiol,
mestranol dan kuinestrol.

Hubungan struktur-aktivitas :

1. Allen dan Doissy (1923), telah dapat mengisolasi dari ekstrak ovarium wanita
senyawa-senyawa turunan steroid yang mempunyai aktivitas estrogenik, yaitu
estron, estriol dan 17β-estradiol. Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa 17β-
estradiol mempunyai aktivitas estrogenik tiga kali lebih besar dibanding estron
dan enam kali lebih besar dibanding estriol. 17β-estradiol mudah dipecah dan
menjadfi titik aktif oleh mikkroorganisme dalam saluran cerna. Senyawa cepat
diserap diusus dan cepat pula dimetbolisme dihati. Oleh karena itu 17β—
estradiol hanya aktif pada pemberian intramuscular, sedang pemberian secara
oral menurunkan aktivitas secara dramatis.

2. Penelitian mengenai hubungan struktur dan aktivitas menunjukkan bahwa


hilangnya atom O yang gterikat pada C3 dan C17, epimerisasi gugus 17β-
hidroksi menjadi konfigurasi 17α, dan adanya ikatan rangkap pada cincin B dapat
menurunkan aktivitas estrogenik.

3. Perluasan cincin B akan menurunkan aktivitas estrogenik secara aktif. D-


homoestradiol dan D-homoestron mempunyai aktivitas yang lebih rendah
dibanding estradiol dan estron.

4. Modifikasi struktur estron menunjukkan bahwa pemasukan gugus OH pada


posisi C6, C7, dan C11 menurunkan aktivitas estrogenik. Dalam suasana basa
kuat (KOH), cincin D dari estron akan pecah, membentuk asam doisinolat, yang
mempunyai aktivitas estrogenik yang lebih besar dibanding estron. Hal ini
menunjukkan bahwa cincin D kurang berperan terhadap aktivitas estrogenik.

5. Esterifikasi gugus 17β-hidroksi atau 3-hidroksiestradiol dapat memperpanjang


masa kerja obat oleh karena pada in vivo bentuk ester dihidrolisis dengan lambat
melepaskan estrogenm bebas secara perlahan-lahan. Bentuk ester ini hanya aktif
pada pemberian secara intramuscular. Contoh bentuk ester dari estradiol antara
lain adalah ester 3-benzoat, 3,17-dipropionat, 17-valerat dan ester 17-
siklopentilpropionat (sipionat).
6. Bentuk eter estradiol mempunyai kelarutan dalam lemak lebih besar,
penembusan membran biologis menjadi lebih baik sehingga dapat meningkatkan
aktivitas estrogenik dan memperapanjang masa kerja obat.

7. Pemasukan gugus etinil pada posisi 17α dapat memperlambat proses oksidasi
estradiol oleh bakteri usus karena adanya pengaruh halangan ruang, sehingga
pada pemberian secara oral aktivitas estrogenik 17α-etinolestradiol 15-20 kali
lebih besar dibanding aktivitas estradiol., sedang pada pemberian secara
intramuscular aktivitasnya sama.

8. Bentuk eter pada gugus 3-hidroksi dari 17α-etinilestradiol akan meningkatkan


kelarutan dalam lemak dan memperpanjang masa kerja obat.