Anda di halaman 1dari 2

LIST PERTANYAAN FILSAFAT EPISTEMOLOGI

1. CITRA _ Menurut khun bahwa revolusi ilmu pengetahuan ditandai dengan kejadian
dimana sebuah paradigma baru menggantikan paradigma ilmu pengetahuannya.

Pertanyaan:

Bagaimana perkembangan paradigma ilmu akuntansi keuangan jika kita kaitkan


dengan pendekatan teori paradigma Thomas Khun serta jelaskan hakikat kebenaran

dalam epistemologi ilmu akuntansi?

Kuhn menyatakan : paradigm yang sudah dibangun tidak hanya disalahkan (falsified) oleh
sebuah bukti empiris, tetapi paradigm lama yang digugurkan harus diganti dengan
paradigm baru. Lebih lanjut Kuhn menyatakan bahwa paradigm baru akan bergabung
dengan paradigm lama yg sifatnya melengkapi, dan bukan me-replace seperti konsep
falsifikasi popper.

Contoh perubahan paradigm dalam akuntansi adalah Historical Cost. Selama kurang lebih
80 tahun paradigm historical cost digunakan dalam akuntansi dan belum ada
penandingnya. Namun ketika masa krisis di US pada tahun 70an, historical cost tidak lagi
mampu menjelaskan efek perubahan harga yg cepat akibat krisis. Dari sini munculah
anomaly, lalu muncul paradigm baru yaitu current value.

Historical cost sampai saat ini tidak digugurkan, namun current value menjadi paradigm
baru yg melengkapi penggunaan prinsip pengukuran.

Hakikat kebenaran akuntansi? Sebelum sampai pada hakikat kebenaran, dijabarkan dulu
kebenaran ilmu alam dan ilmu social. Akuntansi sebagai ilmu social tentu berbeda dengan
ilmu alam. Kebenaran ilmu alam diungkap dengan menggunakan penelitian empiris yang
kemudian didapat hasil penelitian yg berdasarkan pada bukti-bukti nyata dari objek
penelitian, yaitu alam. Kebenaran dalam ilmu alam didasarkan dari fakta-fakta empiris
tersebut.
Sedangkan kebenaran dalam ilmu social bukan terletak pada fakta empiris, melainkan
sangat tergantung pada kekuasaan. Kekuasaan ini dapat diartikan luas, dapat berupa
regulator, system aturan atau regulasi,dll., dimana kekuasaan tertinggi terletak pada Tuhan.

Dalam dunia akuntansi dikenal 2 aliran besar, yakni teori akuntansi normative (dengan
konsep what should be) dan positive (dengan konsep what it is). Untuk menggali hakikat
kebenaran akuntansi, apabila menggunakan pendekatan teori positif makan kebenaran
tidak akan tercapai, karena teori positif pada dasarnya hanya menjelaskan ttg praktik-
praktik atau fenomena akuntansi yg terjadi tanpa memutuskan sebuah kebenaran dari
fenomena tersebut. Sedangkan pendekatan normative menjelaskan tentang bagaimana
seharusnya praktik akuntansi dilakukan.

Karena akuntansi merupakan ilmu social, dan kebenaran ilmu social tergantung pada
kekuasaan, dan kekuasaan tertinggi adalah pada Tuhan, dan sebagai muslim harus
meyakini bahwa Alqur’an adalah sumber kebenaran mutlak. Maka kebenaran akuntansi
seharusnya merujuk pada nilai-nilai dalam Al-qur’an. Bagaimana menjelaskan tentang
praktik manajemen laba, benar atau salah, seharusnya mencari jawabannya pada Al-qur’an.
Bagaimana menjelaskan asumsi yg digunakan dalam teori akuntansi positif tentang self-
intereset dan maximation wealth, seharusnya mencari jawabannya pada Al-qur’an.

Anda mungkin juga menyukai