Anda di halaman 1dari 12

8/28/2018 Selenium-Lithium: makalah kimia dampak pembakaran bahan bakar terhadap lingkungan

More yudibass@gmail.com Dashboard Sign Out

Selenium-Lithium
corat-coret online. semoga bermanfaat!

Selasa, 17 Mei 2016

Arsip Blog
makalah kimia dampak
▼ 2016 (7)
► November (3)
pembakaran bahan
▼ Mei (4) bakar terhadap Click to enable
Adobe Flash Player
BUMI DAN
ENERGI
lingkungan
KALOR
makalah
kimia
dampak BAB I Mengenai Saya
pembakar PENDAHULUAN
an bahan
bakar
terhad... LATAR BELAKANG
Contoh Kata
Penganta Salah satu dampak pembakaran bahan
r Makalah selinda purnama
Pelajaran
bakar yang berlebihan adalah pencemaran udara.
Ikuti 0
Kimia Pencemaran udara atau polusi udara adalah
masuknya zat-zat asing ke udara atau Lihat profil lengkapku
Karya Ilmiah
atau meningkatnya konsentrasi salah satu komponen
Karya udara dalam jumlah maupun batas waktu tertentu
Tulis
yang secara karakteristik mengubah susunan udara
► 2015 (2)
normal sehingga mampu menimbulkan gangguan-
gangguan bagi kehidupan maupun benda-benda
lain.
Zat-zat yang menimbulkan pencemaran
disebut pencemaran atau polutan. Dalam jumlah
dan batas waktu tertentu, ssetiap zat pencemar
dapat mengakibatkan pengaruh bagi kehidupan.
Salah satu ukuran yang dapat dipakai untuk
menunjukkan batas banyaknya bahan-bahan atau
gas udara yang belum berbahaya untuk kesehatan
disebut nilai ambang batas (NAB). NAB berfungsi
sebagai indikator untuk sedini mungkin
mengetahui bahwa suatu lingkungan udara sudah
muai tercemari oleh suatu zat yang dinyatakan
sebagai NAB-nya.
Zat-zat hasil pembakaran bahan bakar
yang menimbulkan pencemaran udara antara lain
partikula, karbon monokida (CO), karbon dioksida
(CO2) dan oksida belerang (SOx).

https://salendah.blogspot.com/2016/05/makalah-kimia-dampak-pembakaran-bahan.html 1/12
8/28/2018 Selenium-Lithium: makalah kimia dampak pembakaran bahan bakar terhadap lingkungan

BAB II
PEMBAHASAN

A. Karbon dioksida (CO2)


Karbon dioksida dihasilkan oleh
semua hewan, tumbuh-tumbuhan,
fungi dan mikroorganisme pada
peroses respirasi dan digunakan oleh
tumbuhan pada proses fotosintesis.
Adanya karbon dioksida yang
berlebihan di atmosfer dapat
menimbulkan efek rumah kaca (green
house effect). Disebut demikian karena
kenaikan temperatur akibat kenaikan
kadar karbon dioksida sama dengan
kenaikan temperatur yang terjadi
dalam rumah kaca. Sinar matahari
dapat menembus atap kaca, tetapi sinar
infra merah yang dipantulkan tidak
dapat menembusnya. Sinar infra merah
yang tidak keluar itu terperangkap
didalam rumah kaca. Akibatnya,
temperatur didalam rumah kaca makin
lama makin panas. Hal itu juga terjadi
pada karbon dioksida di udara.
Akibatnya, temperatur dipermukaan
bumi makin panas jika kadar karbon
dioksida makin banyak.
Banyaknya gas CO2 tersebut dapat
menaikkan temperatur dipermukaan
bumi yang menyebabkan cairnya es-es
didaerah kutub yang dapat berakibat
naiknya permukaan air laut. Juga dapat
memperbanyak penguapan air yang
berakibat mempertinggi curah hujan
dan menyebabkan banjir. Juga
dikhawatirkan salju dipuncak gunung
dan kutub mencair. Juga
mengakibatkan adanya perubahan
iklim yang sangat ekstrim dibumi. Hal
ini dapat mengakibatkan terganggunya
hutan dan ekosistem lainnya,sehingga
mengurangi kemampuannya untuk
menyerap karbon dioksida di atmosfer.
Meningkatnya konsentrasi gas CO2
ini disebabkan oleh banyaknya
pembakaran bahan bakar minyak, batu
bara dan bahan bakar lainnya yang
melebihi kemampuan tumbuhan-
tumbuhan untuk menyerapnya.

B. Karbon monoksida (CO)


Karbon monoksida atau CO
adalah gas yang tidak berbau
(sehingga kadang kita tidak
https://salendah.blogspot.com/2016/05/makalah-kimia-dampak-pembakaran-bahan.html 2/12
8/28/2018 Selenium-Lithium: makalah kimia dampak pembakaran bahan bakar terhadap lingkungan

menyadari ketika menghirupnya),


tidak berasa dan tidak terlihat
sehingga gas karbon monoksida
sering disebut silent killer
(pembunuh diam-diam) karena
sangat beracun dan telah membuuh
banyak orang tiap tahun tanpa
pernah memberi tanda bahaya
terlebih dahulu.Akibat gas CO bagi
manusia sama dengan akibat
kekurangan oksigen. Adanya gas
CO sangat menggangu kerja
hemoglobin (Hb) dalam sel darah
merah.

Bagaimana karbon monoksida membunuh kita?

Saat kita bernafas dengan menghirup


karbon monoksida, maka karbonmonoksida akan
masuk ke paru-paru dan mengikat hemoglobin
pada sel darah merah. Permasalahannya adalah
hemoglobin lebih mudah terikat pada karbon
monoksida disbanding oksigen. Sehingga jika
jumlah karbon monoksida meningkat akan
mengakibatkan jumlah oksigen yang terikat
berkurang, dan akan terjadi kekurangan oksigen
atau hipoksia.
Pada konsentrasi rendah, gejala keracunan
karbon monoksida mirip dengan gejala flu: sakit
kepala, mual dan kelelahan. Kemudian pada
paparan berikutnya atau konsentrasi lebih tinggi
dapat menyebabkan kebingungan, pusing, lemah,
mengantuk, sakit kepala parah, dan pingsan. Jika
otak tidak lagi memperoleh oksigen yang cukup,
karbon monoksida akan menyebabkan . Tidak
sadarkan diri, koma, kerusakan otak permanen dan
kematian. Efek dapat menjadi mematikan dalam
beberapa menit, tetapi paparan tingkat rendah
jangka panjang tidak jarang dan menyebabkan
kerusakan organ, penyakit, dan kematian lebih
lambat. Bayi, anak-anak, dan hewan peliharaan
lebih rentan terhadap efek dari karbon monoksida
daripada orang dewasa , sehingga mereka berada
pada risiko yang lebih besar untuk keracunan
dengan akibat adalah kematian. Paparan jangka
panjang dapat menyebabkan kerusakan sistem
saraf dan peredaran darah, bahkan pada tingkat
yang cukup rendah sekalipun yang pada orang
dewasa tidak berefek besar.

Sumber karbon monoksida


Karbon monoksida secara alami terjadi di udara,
namun tingkat berbahaya yang diproduksi oleh
jenis pembakaran tidak sempurna yang terjadi
pada berbagai mesin, misalnya:
• pembakaran tidak lengkap bahan bakar, seperti
propana, bensin, minyak tanah, gas alam
•asap knalpot kendaraan bermotor
• asap tembakau/rokok
• cerobong asap yang tersumbat/rusak
• pembakaran bahan bakar dalam ruang tertutup
misalnya jenset/diesel
• peralatan gas yang berfungsi dengan baik
• tungku kayu

https://salendah.blogspot.com/2016/05/makalah-kimia-dampak-pembakaran-bahan.html 3/12
8/28/2018 Selenium-Lithium: makalah kimia dampak pembakaran bahan bakar terhadap lingkungan
Cara mencegah keracunan karbon monoksida

Di beberapa negara maju telah disediakan


alarm karbon monoksida yang akan member tahu
secara otomatis jika kadar gas tersebut tinggi yang
dipasang di setiap tempat dengan resiko tinggi
terpapar gas karbon monoksida misalnya kamar
yang terpasang peralatan gas, perapian dan garasi.
Selain itu bias juga dengan selalu membuka akses
sirkulasi udara pada ruangan-ruangan tersebut
sehingga udara segar dapar masuk dan
menggantikan gas CO.

C. Perbedaan Karbon Monoksida


dan Karbon Dioksida:
Karbon monoksida dan karbon
dioksida keduanya gas tidak berwarna
dan tidak berbau.
Karbon monoksida memiliki rumus
molekul CO sedangkan karbon
dioksida CO2.
Karbon monoksida terdiri dari satu
atom karbon dan satu atom oksigen
sedangkan karbon dioksida terdiri
dari satu atom karbon dan dua atom
oksigen.
Karbon monoksida dihasilkan dari
pembakaran tidak sempurna bahan
bakar fosil seperti gas, batu bara,
minyak, dan peralatan bahan bakar
padat, sementara karbon dioksida
dihasilkan dari pernafasan manusia
dan hewan dan dari pembakaran
bahan organik seperti daun dan kayu.
Karbon dioksida adalah penting
dalam proses respirasi dan
fotosintesis.
Karbon monoksida mengalami
peningkatan tingkat beracun yang
kemungkinan akan mengakibatkan
kematian.

D. Oksida Belerang (SOx)


Gas belerang dioksida merupakan gas
yang tidak berwarna, berbau sengak dan
tajam, berbahaya bagi manusia, dan terdapat
± 18% dari total polutan udara. Sebagian
besar pencemaran udara oleh gas belerang
oksida (SOx) berasal dari pembakaran bahan
bakar fosil, terutama batubara yang
menghasilkan SO2 dan SO3. Dalam hal ini
pembakaran akan menghasilkan SO2 lebih
banyak dari SO3. Walaupun gas SO2 lebih
dominan, akan tetapi pertemuannya dengan
udara yang mengandung oksigen akan
menghasilkan gas SO3.
Adanya uap air (H2O) dalam udara akan
menyebabkan terjadinya reaksi pembentukan
asam sulfit maupun asam sulfat, dan bila
keduanya terkondensasi di udara dan kemudian
https://salendah.blogspot.com/2016/05/makalah-kimia-dampak-pembakaran-bahan.html 4/12
8/28/2018 Selenium-Lithium: makalah kimia dampak pembakaran bahan bakar terhadap lingkungan
jatuh bersama-sama air hujan sehingga
pencemaran berupa hujan asam tak dapat
dihindari. Hujan asam ini dapat merusak tanaman,
termasuk tanaman hutan. Kerusakan hutan akan
mengakibatkan terjadinya pengikisan tanah
lapisan tanah yang subur, sehingga berisiko
mengalami ketandusan dan menurunkan daya
dukung alam bagi kelangsungan hidup manusia.
Manusia dan hewan dapat terganggu oleh
udara yang tercemar oleh gas SOx berkonsentrasi
lebih tinggi, yaitu lebih dari 0,4 ppm. Udara yang
telah tercemar SOx akan menyebabkan gangguan
pada sistem pernapasan. Gas SOx yang asam akan
mudah menyerang selaput lendir pada hidung,
tenggorokan, dan saluran napas lain sampai ke
paru-paru. Serangan SOx tersebut menyebabkan
iritasi pada bagian tubuh yang terkena.
Daya iritasi SO2 pada setiap orang tidak
sama, ada yang sensitif da mudah teriritasi hanya
dengan kadar 1-2 ppm, ada pula yang baru akan
teriritasi tenggorokan bila telah mencapai 6 ppm.
Gas ini sangat berbahaya bagi anak-anak,
orangtua, penderita penyakit pernapasan kronis,
dan penyakit kardiovaskuler.
Otot saluran pernapasan dapat mengalami
kejang (spasme) bila teriritasi oleh SO2 dan
semakin tinggi pada konsentrasi tinggi atau pada
suhu rendah. Bila terpapar cukup lama, maka akan
terjadi peradangan yang hebat pada selaput lendir
yang diikuti oleh paralysis cilia (kelumpuhan
sistem pernapasan), kerusakan lapisan ephitelium
yang bisa berakhir pada kematian.
Bila konsentrasi SO2 relatif rendah dan
terpapar dalam waktu pendek namun berulang,
maka gas tersebut akan menyebabkan terjadinya
hiperplasia dan metaplasia sel-sel epitel yang bisa
mengakibatkan terjadinya kanker.
Tak hanya mahluk hidup yang menderita
akibat pencemaran komponen ini, benda mati pun
akan cepat rusak bila terpapar SO2, karena
sifatnya korosif. Cat pada gedung atau rumah,
misalnya, akan menjadi kusam kehitam-hitaman.
Ini akibat timbal oksida PbO sebagai bahan cat
bereaksi terhadap SOx menjadi PbS. Jembatan
menjadi rapuh karena proses pengkaratan yang
dipercepat oleh SOx.
E. Dampak pencemaran udara
dan kesehatan oleh SOx

Gas belerang oksida atau


sering ditulis dengan SOx terdiri
atas gas SO2 dan gas SO3 yang
keduanya mempunyai sifat
berbeda. Gas SO2 berbau tajam dan
tidak mudah terbakar, sedangkan
gas SO3 bersifat sangat reaktif. Gas
SO3 mudah bereaksi dengan uap
air yang ada diudara untuk
membentuk asam sulfat atau
H2SO4. Asam sulfat ini sangat
reaktif, mudah bereaksi (memakan)
benda-benda lain yang
mengakibatkan kerusakan, seperti
proses perkaratan (korosi) dan
proses kimiawi lainnya.
https://salendah.blogspot.com/2016/05/makalah-kimia-dampak-pembakaran-bahan.html 5/12
8/28/2018 Selenium-Lithium: makalah kimia dampak pembakaran bahan bakar terhadap lingkungan
SOx mempunyai ciri bau yang
tajam, bersifat korosif (penyebab
karat), beracun karena selalu
mengikat oksigen untuk mencapai
kestabilan phasa gasnya. Sox
menimbulkan gangguan sitem
pernafasan, jika kadar 400-500
ppm akan sangat berbahaya, 8-12
ppm menimbulkan iritasi mata, 3-5
ppm menimbulkan bau.

SO2 mempunyai pengaruh


yang kuat terhadap kesehatan yang
akut dan kronis. dalam bentuk gas,
SO2 dapat mengiritasi sistem
pernapasan; pada paparan yang
tinggi (waktu singkat)
mempengaruhi fungsi paru-paru.
SO2 merupakan produk sampingan
H2SO4 yang mempengaruhi sistem
pernapasan. Senyawanya, terdiri
dari garam ammonium polinuklir
atau organosulfat, mempengaruhi
kerja alveoli dan sebagai bahan
kimia yang larut, mereka melewati
membran selaput lendir pada
sistem pernapasan pada makhluk
hidup.
Aerosol partikulat dibentuk oleh
gas ke pembentukan partikel
ditemukan bergabung dengan
pengaruh kesehatan yang banyak.
Secara global, senyawa-senyawa
belerang dalam jumlah cukup besar
masuk ke atmosfer melalui
aktivitas manusia sekitar 100 juta
metric ton belerang setiap
tahunnya, terutama sebagai SO2
dari pembakaran batu bara dan gas
buangan pembakaran bensin.
Jumlah yang cukup besar dari
senyawa belerang juga dihasilkan
oleh kegiatan gunung berapi dalam
bentuk H2S, proses perombakan
bahan organik, dan reduksi sulfat
secara biologis. Jumlah yang
dihasilkan oleh proses biologis ini
dapat mencapai lebih 1 juta metric
ton H2S per tahun.

F. Pengaruh hujan asam terhadap


tanaman
1. Kerusakan pada jaringan
sel-sel tanaman
2. Menekan laju pertumbuhan
3. Mengakibatkan sters pada
proses penyerbukan dan
reproduksi lainnya;
4. Proses fiksasi nitrogen juga
terhambat karena
perkembangan
mikrobakteria dalam tanah
mengalami gangguan

https://salendah.blogspot.com/2016/05/makalah-kimia-dampak-pembakaran-bahan.html 6/12
8/28/2018 Selenium-Lithium: makalah kimia dampak pembakaran bahan bakar terhadap lingkungan
5. Tambahan unsur belerang
dari air hujan pada tanaman
ternyata dapat
meningkatkan produktivitas
tanaman. Namun, pada
kondisi yang demikian,
tanaman sensitif terhadap
cahaya. Peningkatan jumlah
cahaya yang diterima dapat
mengakibatkan luka
jaringan yang akhirnya
tanaman mati.
6. Hujan asam juga dapat
menggangu kehidupan air
sebab air menjadi asam.
Akibatnya, beberapa ikan
seperti ikan salmon akan
mati pada pH <5,5. Pada
umunya, organisme hidup
yang ada dalam air akan
mati pada pH<4.

G. Oksida Nitrogen
Bahan utama oksida nitrogen yang
ada diudara adalah pembakaran
bahan bakar industri dan kendaraan
bermotor. Nitrogen dan oksigen
tidak bereaksi pada suhu rendah,
tetapi beraksi pada suhu dan
tekanan tinggi. Reaksi dapat
terjadi, misalnya didalam mesin
kendraan bermotor dan industri.

H. Dampak Pencemaran Nitrogen


Oksida (NOx) dan
Pengaruhnya terhadap
Kesehatan
Nitrogen oksida sering disebut dengan NOx
karena oksida nitrogen mempunyai 2 bentuk yang
sifatnya berbeda, yakni gas NO2 dan gas NOx.
Sifat gas NO2 adalh berwarna dan berbau,
sedangakn gas NO tidak berwarna dan tidak
berbau. Warna gas NO2 adalah merah kecoklatan
dan berbau tajam menyengat hidung.
Kadar NOx diudara daearah perkotaan yang
berpenduduk padat akan lebih tinggi dari daerah
pedesaan yang berpenduduk sedikit. Hal ini
disebabkan karena berbagai macam kegiatan yang
menunjang kehidupan manusia akan menambah
kadar NOx di udara, seperti transportasi, generator
pembangkit listrik, pembuangan sampah dan lain-
lain.
Pencemaran gas NOx diudara teruatam berasal
dari gas buangan hasil pembakaran yang keluar
dari generator pembangkit listrik stasioner atau
mesin-mesin yang menggunakan bahan bakar gas
alami. Keberadaan NOx diudara dapat
dipengaruhi oleh sinar matahari yang mengikuti
daur reaksi fotolitik NO2 sebagai berikut :

NO2 + sinar matahari → NO + O

O + O2 → O3 (ozon)

https://salendah.blogspot.com/2016/05/makalah-kimia-dampak-pembakaran-bahan.html 7/12
8/28/2018 Selenium-Lithium: makalah kimia dampak pembakaran bahan bakar terhadap lingkungan

O3 + NO → NO2 + O2

Ada dua cara untuk menghindari pembakaran


tidak sempurna, maka dilakukan 2 proses
pembakaran yaitu :

1. Bahan bakar dibakar pada temperatur tinggi


dengan sejumlah udara sesuai dengan persamaan
stoikiometri, misalnya dengan 90 -95% udara.
Pembakaran NO dibatasi tidak dengan adanya
kelebihan udara.

2. Bahan bakar dibakar sempurna pada suhu relatif


rendah dengan udara berlebih. Suhu rendah
menghindarkan pembentukan NO.

Kedua proses ini menurunkan pembentukan NO


sampai 90%. NO2 pada manusia dapat meracuni
paru-paru, kadar 100 ppm dapat menimbulkan
kematian, 5 ppm setelah 5 menit menimbulkan
sesak nafas.

Dampak Pencemaran Nitrogen Oksida


(NOx)
Udara yang telah tercemar oleh gas
nitrogen oksida tidak hanya berbahaya bagi
manusia dan hewan saja, tetapi juga berbahaya
bagi kehidupan tanaman. Pengaruh gas NOx pada
tanaman antara lain timbulnya bintik-bintik pada
permukaan daun. Pada konsentrasi yang lebih
tinggi gas tersebut dapat menyebabkan nekrosis
atau kerusakan pada jaringan daun. Dalam
keadaan seperti ini daun tidak dapat berfungsi
sempurna sebagai temapat terbentuknya
karbohidrat melalui proses fotosintesis. Akibatnya
tanaman tidak dapat berproduksi seperti yang
diharapkan. Konsentrasi NO sebanyak 10 ppm
sudah dapat menurunkan kemampuan fotosintesis
daun sampai sekitar 60% hingga 70%.
Pencemaran udara oleh gas NOx dapat
menyebabkan timbulnya Peroxy Acetil Nitrates
yang disingkat dengan PAN. Peroxi Acetil Nitrates
ini menyebabkan iritasi pada mata yang
menyebabkan mata terasa pedih dan berair.
Campuran PAN bersama senyawa kimia lainnya
yang ada di udara dapat menyebabkan terjadinya
kabut foto kimia atau Photo Chemistry Smog yang
sangat menggangu lingkungan.

Pengaruh bagi kesehatan


Nitrogen dioksida merupakan polutan
udara yang dihasilkan pada proses pembakaran.
Ketika nitrogen dioksida hadir, nitrogen oksida
juga ditemukan ; gabungan dari NO dan NO2
secara kolektif mengacu kepada nitrogen oksida
(NOx).
Pada sangat konsentrasi tinggi, dimana mungkin
hanya dialami pada kecelakaan industri yang fatal,
paparan NO2 dapat mengakibatkan kerusakan
paru-paru yang berat dan cepat. Pengaruh
kesehatan mungkin juga terjadi pada konsentrasi
ambient yang jauh lebih rendah seperti pada
pengamatan selama peristiwa polusi di kota. Bukti

https://salendah.blogspot.com/2016/05/makalah-kimia-dampak-pembakaran-bahan.html 8/12
8/28/2018 Selenium-Lithium: makalah kimia dampak pembakaran bahan bakar terhadap lingkungan
yang didapatkan menyarankan bahwa penyebaran
ambient kemungkinan akibat dari pengaruh kronik
dan akut, khususnya pada sub-grup populasi orang
yang terkena asma.
Nitrogen dioksida merupakan polutan udara yang
dihasilkan pada proses pembakaran. Ketika
nitrogen dioksida hadir, nitrogen oksida juga
ditemukan ; gabungan dari NO dan NO2 secara
kolektif mengacu kepada nitrogen oksida (NOx).
Pada sangat konsentrasi tinggi, dimana mungkin
hanya dialami pada kecelakaan industri yang fatal,
paparan NO2 dapat mengakibatkan kerusakan
paru-paru yang berat dan cepat. Pengaruh
kesehatan mungkin juga terjadi pada konsentrasi
ambient yang jauh lebih rendah seperti pada
pengamatan selama peristiwa polusi di kota. Bukti
yang didapatkan menyarankan bahwa penyebaran
ambient kemungkinan akibat dari pengaruh kronik
dan akut, khususnya pada sub-grup populasi orang
yang terkena asma.

I. Asap dan Kabut


Oksida nitrogen berubah menjadi
pencemar setelah bereaksi dengan zat
pencemar lain. Reaksi itu menimbulkan
asap (smoke) dan kabut (smog).
Pencemaran itu biasa disebut asbut.
Asbut dapat menyebabkan iritasi pada
mata, menggangu pandangan dan
menyebabkan tumbuhan menjadi layu.
Asbut merupakan campuran yang
terdiri atas beberapa gas dan partikel-
partikel padat serta cair. Asbut
dihasilkan oleh serangkaian reaksi
fotokimia, yaitu reaksi kimia karena
pengaruh panas matahari.
Pembakaran pada mesin kendaraan
bermotor juga menghasilkan senyawa
hidrokarbon yang tidak terbakar.
Hidrokarbon itu dapat beraksi dengan
atom oksigen yang dihasilkan oleh
reaksi fotokimia. Reaksi itu
menghasilkan hidrokarbon bermuatan
listrik yang sangat reaktif disebut
radikal hidrokarbon.

J. Akibat efek rumah kaca


1. Meningkatnya suhu dipermukaan
bumi
2. Terganggunya ekosistem hutan
3. Mencairnya suhu air laut, dapat
menyebabkan air laut
mengembang. Terjadilah kenaikan
dipermukaan air laut
4. Perubahan iklim yang ekstrim
5. Jika perubahan iklim ekstrim,
beberapa mahluk hidup akan
punah.

K. Penyebab efek rumah kaca


1. Penggunaan CFC pada lemari
pendingin yang dapat mengurangi
lapisan ozon
2. Banyaknya gas CO2

https://salendah.blogspot.com/2016/05/makalah-kimia-dampak-pembakaran-bahan.html 9/12
8/28/2018 Selenium-Lithium: makalah kimia dampak pembakaran bahan bakar terhadap lingkungan
3. Pembakaran bahan-bahan limbah
padat
4. Pembakaran fosil
5. Metana
6. Nitrogen dioksida

L. Pencegahan efek rumah kaca


Penanaman satu miliar pohon per
tahun bisa menurunkan emisi gas
rumah kaca, sehingga target 26 persen
pada 2020 diharapkan bisa tercapai.
Penurunan emisi gas rumah kaca
(GRK) sekitar 26 persen pada 2020
mendatang, antara lain melakukan
upaya pengendalian kerusakan hutan,
penggunaan energi dan transportasi,
serta pengolahan limbah. Penurunan
gas rumah kaca di Indonesia bisa
diturunkan hingga 41 persen, bila
mendapatkan dukungan dari luar
negeri. Kalau ada dukungan dari luar
negeri, maka penurunan emisi bisa
bertambah 15 persen, sehingga bisa 41
persen penurunannya.
Penting dilakukan upaya pengendalian
kebakaran hutan dan lahan,
pengelolaan sistem jaringan dan tata
air, rehabilitasi hutan dan lahan,
pemberantasan pembalakan liar,
pencegahan deforestasi dan
pemberdayaan masyarakat.
Penggunaan energi ramah lingkungan
dan transportasi yang efisien juga bisa
membantu mengurangi emisi gas
rumah kaca. Kawasan Konservasi
Mangrove ini sangat baik untuk
membantu penurunan emisi gas rumah
kaca, selain merupakan elemen yang
paling banyak berperan dalam
menyeimbangkan kualitas lingkungan
dan menetralisir bahan-bahan
pencemar.

BAB III PENUTUP


KESIMPULAN
Pembakaran bahan bakar ini memiliki
banyak sekali dampak negative
dibanding dengan dampak positif. Diantara
dampak negative yang akan timbul akibat
pembakaran ini adalah dampak terhadap udara
seperti udara yang semakin kotor akibat banyak
polutan, sehingga dapat mengganggu kesehatan
manusia, hewan, juga tumbuhan.

Kemudian tanah akan semakin asam, sehingga


tumbuhan akan sulit untuk tumbuh, air pun akan
tercemar. Atau dapat disimpulkan bahwa hal
tersebut dapat mengganggu kelanggsungan hidup
makhluk hidup.

DAFTAR PUSTAKA

https://salendah.blogspot.com/2016/05/makalah-kimia-dampak-pembakaran-bahan.html 10/12
8/28/2018 Selenium-Lithium: makalah kimia dampak pembakaran bahan bakar terhadap lingkungan

1. Rahardjo, Sentot Budi. 2012. Kimia berbasis


eksperimen 1 untuk kelas X SMA dan MA. Solo:
Platinum.
2. Susilowati, Endang. 2012. Kimia 1untuk kelas X
SMA dan MA. Global.
3. [online] tersedia pada :
https://id.m.wikipedia.org/wiki/karbon_dioksida
[16 mei 2016-21:43]
4. [online] tersedia pada :
https://id.m.wikipedia.org/wiki/efek-rumah-kaca
[16 mei 2016-22:05]
5. [online] tersedia pada : http://jokowarino.id/apa-
sih-penyebab-dari-efek-rumah-kaca/ [16 mei
2016-22:10]
6. [online] tersedia pada :
https://masunardi.com/2014/02/26/mengapa-
karbon-monoksida-bisa-membunuh-kita/ [17 mei
2016-13:26]
7. [online] tersedia pada :
http://jakartapedia.bpadjakarta.net/index.php/Beler
ang_Oksida_%28SOx%29 [17 mei 2016-13:40]
8. [online] tersedia pada :
http://choirulanamkimiaituguebanget.blogspot.co.i
d/2012/03/dampak-pencemaran-udara-oleh-
belerang_21.html [17 mei 2016-13:42]
9. [online] tersedia pada :
http://industri22errytrigunadi.blogspot.co.id/2013/
07/dampak-pencemaran-nitrogen-oksida-nox.html
[17 mei 2016 - 14:04]

Diposting oleh selinda purnama di 04.42


lucu (0) menarik (0)
Reaksi:
keren (0)

https://salendah.blogspot.com/2016/05/makalah-kimia-dampak-pembakaran-bahan.html 11/12
8/28/2018 Selenium-Lithium: makalah kimia dampak pembakaran bahan bakar terhadap lingkungan

1 komentar

Tambahkan komentar sebagai


Yudi Basselo

Komentar teratas

selinda purnama melalui


Google+
2 tahun yang lalu  - 
Dibagikan kepada publik
 
makalah kimia dampak
pembakaran bahan bakar
terhadap lingkungan
BAB
I PENDAHULUAN LATAR

Posting Lebih Baru Bera Posting Lama


nda

Langganan: Posting Komentar (Atom)

Tema PT Keren Sekali. Diberdayakan oleh Blogger.

https://salendah.blogspot.com/2016/05/makalah-kimia-dampak-pembakaran-bahan.html 12/12