Anda di halaman 1dari 48

Workshop Penulisan Laporan dan Jurnal Ilmiah

cover

WORKSHOP PENULISAN LAPORAN DAN JURNAL ILMIAH CPNS 2017

cover WORKSHOP PENULISAN LAPORAN DAN JURNAL ILMIAH CPNS 2017 BIRO KEPEGAWAIAN DAN ORTALA SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN

BIRO KEPEGAWAIAN DAN ORTALA SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN PUPR

2018

1
1

Workshop Penulisan Laporan dan Jurnal Ilmiah

TIM FASILITATOR:

(Tim TRUSTCO Jakarta)

B.S.Wibowo, SKM. MARS. MM. CPHR

Giri Susilo Hadi Joko Purnomo, SS, MM, CRMO Dr. Indra Kusumah, S.Psi., M.Si., CHt

Irwanda Wisnu Wardhana, SST Akt, MPP, PhD Muhammad Apud Kusaeri, S.Pd. M.Si Nursama Heru Aprianto, S.Si. M.Si. Ph.D Achmad Rizal, S.Pi. M.Si. Ph.D

2
2

Workshop Penulisan Laporan dan Jurnal Ilmiah

KATA PENGANTAR

Kementerian PUPR sesuai kondisi jaman harus mampu menjadi World Class Organization untuk menjawab tantangan di atas, sedang SDM adalah mesin penggerak suatu organisasi. Terlebih di era industri 4.0, maka SDM Kementerian PUPR harus memiliki basis pengetahuan yang kuat untuk mendukung layanan publik lebih berkualias dan kelancaran tugas dan pekerjan. Salah komponen penting pelaksanan reformasi birokrasi adalah manajemen perubahan yang bertumpu kuat pada manajemen pengetahuan (knowledge management). SDM Kementerian PUPR harus memiliki basis keilmuan yang kuat di bidang keahliannya, sedangkan ukuran kekuatan keilmuan adalah kemempuan menulis yang terakait di bidang kerjanya.

Setelah CPNS tahun 2017 melakuan OJT selama tahun 2018, diharapkan mereka dapat menghasilkan karya-karya ilmiah yang bermanfaat, sebagaimana pernah dilakukan pada periode CPNS tahun 2015 lalu. Karya ilmiah tersebut merupakan wujud manajemen pengetahuan (knowledge management) agar dapat distribusikan pada publik (knowledge sharing). Dengan membangun tradasi sharing pengetahuan ini, maka organisasi akan semakin kuat.

Langkah terakhir dari OJT adalah membuat laporan. Bagaimanapun baiknya kegiatan yang telah dilaksanakan, jika hasilnya tidak diketahui orang lain maka efek dimino pengetahuannya menjadi lemah. Hasil OJT harus dilaporkan dan ditulis, karena laporan tersebut merupakan media komunikasi antara CPNS dengan pimpinan, mitra kerja dan publik. Tanpa ada penulisan laporan, hasil OJT akan merupakan barang mati yang hanya dinikmati sendiri. Sebagaimana harapan dalam program RB, agar tradisi menejemen pengetahuan harus menjadi budaya positif. Tulisan OJT yang ditulis, dishare dan dipublikasikan hasilnya sebagai sumbangsih ilmuan kepada ilmu pengetahuan. Hasil karya OJT tersebut dapat juga diterapkan dengan segera di tempat lain, atau bermanfaat bagi publik yang membacanya, serta dapat penambah khasanah ilmu pengetahuan.

Diharapkan setelah selesai acara ini peserta akan dapat: Menulis laporan hasil penugsan kerja, Melaporkan kegiatan secara tertulis kepada pimpinan, Meningkatkan profesionalisme kerja dengan penulisan laporan OJT, Meningkatkan kemampuan manajemen pengetahuan dan mampu melakuakn sharing pengetahuan dalam bentuk presentasi dalam bentuk seminar publik. Diharapkan dengan workshop ini seluruh CPNS dapat mengumpulkan tugas tahap III dengan tepat waktu pada tanggal 15 Oktober 2018 dalam bentuk laporan pimpinan, tulisan ilmiah atau jurnal ilmiah yang siap untuk submit atau dipresentasikan.

Asep Arofah Permana, ST. MT. MM Kepala Biro Kepegawaian dan Ortala Setjen Kementerian PUPR

3
3

Workshop Penulisan Laporan dan Jurnal Ilmiah

4
4

Workshop Penulisan Laporan dan Jurnal Ilmiah

Daftar Isi

1. Reformasi Birokrasi Dan Manajemen Pengetahuan Untuk Masa Depan

2. Manajemen Pengetahuan Dan Jabatan Fungsional (Angka Kredit, Reportasi, Publikasi Dan Presentasi)

3. Teknik Penulisan Laporan

4. Laporan Magang: Teknik Menulis Studi Kasus

5. Penulisan Artikel Dan Jurnal Ilmiah

6. Pembuatan Rilis Media

5
5

Workshop Penulisan Laporan dan Jurnal Ilmiah

REFORMASI BIROKRASI DAN MANAJEMEN PENGETAHUAN UNTUK MASA DEPAN

Reformasi Birokrasi

Reformasi birokrasi (RB) adalah prasyarat dari kemajuan ekonomi, politik, sosial dan budaya secara berkelanjutan. Namun demikian tidaklah mudah mereformasi birokrasi, proses reformasi birokrasi memerlukan kerja keras yang panjang. RB bertujuan untuk menciptakan birokrasi pemerintah yang profesional dengan karakteristik adaptif, berintegritas, berkinerja tinggi, bersih dan bebas dari KKN, mampu melayani publik, netral, sejahtera, berdedikasi, dan memegang teguh nilai-nilai dasar dan kode etik aparatur negara.

Tujuan dan kondisi birokrasi yang diinginkan telah tercantum dalam Peraturan Presiden No 81 TH 2010 tentang Grand Design RB 20102025 dan Permen Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 20 Tahun 2010 tentang Road Map Reformasi Birokrasi 20102014. RB ini merupakan wujud dari komitmen berkelanjutan pemerintah. Secara khusus, pada tahun 2025 diharapkan Indonesia berada pada fase yang benar-benar bergerak menuju negara maju yang mewujudkan pemerintahan kelas dunia, yaitu pemerintahan yang profesional dan berintegritas tinggi yang mampu menyelenggarakan pelayanan prima kepada masyarakat dan manajemen pemerintahan yang demokratis serta diharapkan mampu menghadapi tantangan pada abad ke-21 melalui tata pemerintahan yang baik pada tahun 2025. Area 8 perubahan penting dalam RB, yaitu: Organisasi, Tata Laksana, Peraturan Perundang-Undangan, SDM Aparatur, Pengawasan, Akuntabilitas, Pelayanan Publik, Serta Pola Pikir Dan Budaya (Mindset Dan Cultural Set)

Banyak permasalahan dalam birokrasi pemerintah yang menjadi isu publik di Indonesia dewasa ini. Mulai dari proses kerja yang rumit dan cenderung tidak efisien, penerapan strategi dan teknik yang kurang baik dalam proses pekerjaan, struktur organisasi pemerintah yang belum tepat ukuran maupun perannya, serta kualitas, dan kapasitas SDM aparatur yang masih relatif rendah dihadapi oleh pemerintah.

Permasalahan yang dihadapi seharusnya diselesaikan sesuai masing-masing area inovasi administrasi negara. Untuk menyelesaikan permasalahan proses kerja yang rumit dan cenderung tidak efisien, misalnya, dapat dilakukan melalui inovasi proses (process innovation)

6
6

Workshop Penulisan Laporan dan Jurnal Ilmiah

yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas proses kerja agar lebih sederhana dan lebih efisien.

Demikian halnya dalam menyelesaikan permasalahan lainnya.

Aparatur Sipil Negara (ASN) diarahkan untuk bertransformasi dari rule based bureaucracy

menjadi performance based bureaucracy, dan nanti bertransformasi menjadi dynamic

governance pada tahun 2025. Pada era dynamic, segalanya sudah tertata. Setiap ASN harus

memiliki tiga kompetensi, yaitu kompetensi manajerial, kompetensi sosio-kultural, dan

kompetensi teknis.

Program Manajemen Pengetahuan

Tujuan Reformasi birokrasi antara lain untuk mendorong terwujudnya organisasi yang efektif

dan efisien. Untuk mewujudkan organisasi seperti itu, setiap instansi pemerintah harus siap

untuk memanfaatkan kekayaan pengetahuan yang dimilikinya, termasuk belajar dari

pengalaman-pengalaman di masa lampau. Jadi untuk mempercepat pelaksanaan RB

dibutuhkan dukungan manajemen pengetahuan. Kendala yang sering dihadapi adalah

kenyataan bahwa pengetahuan dan pengalaman dalam organisasi tersebut sering kali tersebar,

tidak terdokumentasi dan bahkan mungkin masih ada di dalam kepala masing-masing individu

dalam organisasi.

Manajemen Pengetahuan atau knowledge management merupakan upaya untuk meningkatkan

kemampuan organisasi dalam mengelola aset intelektualnya: pengetahuan dan pengalaman

yang ada. KM juga untuk memanfaatkan aset pengetahuan dalam mencapai kinerja organisasi

yang lebih baik, atau mempercepat pencapaian tujuan pelaksanaan reformasi birokrasi.

No

AREA

HASIL YANG

KEBUTUHAN

PERUBAHAN

DIHARAPKAN

PENGETAHUAN

1

Organisasi

Organisasi yang tepat fungsi dan tepat ukuran (right sizing)

Fungsi yang merupakan jabaran dari tugas dalam rangka mencapai tujuan organisasi dan perlu dikembangkan kapabilitasnya. Pengetahuan ini perlu dipadukan dan disempurnakan terus menerus sejalan dengan dinamika perubahan dan dengan perkembangan/ tuntutan kebutuhan jaman

2

Tatalaksana

Sistem, proses dan prosedur kerja yang jelas, efektif, efisien,

Indikator kinerja, cara mengukur dan mengevaluasi hasil maupun pelaksanaan proses.

7
7

Workshop Penulisan Laporan dan Jurnal Ilmiah

   

terukur dan sesuai prinsip-prinsip good governance

 

3

Peraturan

Regulasi yang lebih tertib, tidak tumpang tindih dan kondusif

Peta perundangan yang relevan, yang menghambat, jenis hambatan, kondisi-kondisi tertentu yang membuat regulasi sulit diterapkan, faktor penyimpangan yang bisa ditoleransi/devias

Perundang-

undangan

 

4

Sumber Daya

SDM aparatur yang berintegritas, netral, kompeten, capable, profesional, berkinerja tinggi dan sejahtera

Indikator kinerja SDM, cara pengukuran dan evaluasinya, cara pengembangan

Manusia

Aparatur

 

5

Pengawasan

Meningkatnya penyelenggaraan pemerintahan yang bebas KKN

Potensi fraud, cara deteksi fraud, sistem deteksi dini, sistem restorasi, pembedaan fraud dan deviasi

6

Akuntabilitas

Meningkatnya kapasitas dan kapabilitas kinerja birokrasi

Indikator akuntabilitas, cara mengukur dan evaluasinya

7

Pelayanan

Pelayanan prima sesuai kebutuhan dan harapan masyarakat

Indikator pemenuhan kebutuhan, persepsi masyarakat, cara mengukur dan mengevaluasinya.

publik

8

Mindset dan

Birokrasi dengan integritas dan kinerja yang tinggi

Tersedianya berbagai pengetahuan pada butir 1-7, dan praktek untuk penyebaran dan pemanfaatan pengetahuan lainnya yang relevan dalam organisasi

cultural Set

Aparatur

 

Manajemen pengetahuan adalah upaya terstruktur dan sistematis dalam mengembangkan dan

menggunakan pengetahuan yang dimiliki untuk membantu proses pengambilan keputusan bagi

peningkatan kinerja organisasi. Aktivitas dalam manajemen pengetahuan meliputi upaya

perolehan, penyimpanan, pengolahan dan pengambilan kembali, penggunaan dan penyebaran,

serta evaluasi dan penyempurnaan terhadap pengetahuan sebagai aset intelektual organisasi.

Pengetahuan adalah pemahaman tentang sesuatu hal berdasarkan interpretasi atas sebuah

konteks permasalahan tertentu. Kategori pengetahuan dalam organisasi adalah:

1. Pengetahuan implisit (tacit knowledge), yaitu pengetahuan yang masih berada dalam

pikiran individu yang memiliki pengetahuan tersebut. Pengetahuan implisit terdiri

komponen kognitif dan komponen teknis. Komponen kognitif merupakan kerangka

berpikir yang tidak dapat begitu saja diutarakan dalam sebuah representasi data yang

terstruktur, sehingga kerap kali disebut pengetahuan tak terstruktur. Sementara

8
8

Workshop Penulisan Laporan dan Jurnal Ilmiah

komponen teknis adalah konsep konkrit yang bisa diutarakan secara eksplisit, sehingga sering kali disebut pengetahuan terstruktur. 2. Pengetahuan eksplisit (explicit knowledge), yaitu pengetahuan yang sudah secara eksplisit diutarakan dan tersedia dalam organisasi. Umumnya pengetahuan eksplisit bersifat terstruktur dan tercermin dalam berbagai rujukan peraturan dan standar kerja dalam organisasi. Pengetahuan akan dapat memberikan manfaat terbesar bagi organisasi mana kala bisa disebarkan kepada segenap pihak yang berkepentingan dalam organisasi tersebut.

Pengelolaan Pengetahuan

Sistem manajemen pengetahuan (Knowledge Management System) adalah system yang umumnya berbasis teknologi informasi yang digunakan untuk melakukan pengelolaan atas pengetahuan pada tiap tahapan, baik saat perolehan, penyimpanan, pengambilan kembali, pemanfaatan maupun penyempurnaannya. Pada prinsipnya ada tiga proses dasar dalam Manajemen Pengetahuan: perolehan/akuisisi pengetahuan, berbagi pengetahuan, dan pemanfaatan pengetahuan:

a. perolehan/Akuisisi pengetahuan, yaitu proses perolehan ataupun pengembangan aset intelektual, termasuk pemahaman personal, keahlian, pengalaman dan relasi antar data. Dalam proses ini terjadi perekaman data dan penyimpanannya ke dalam database pengetahuan organisasi atau knowledge repository.

b. Berbagi pengetahuan, yaitu proses menyebarkan dan membuat pengetahuan tersedia untuk berbagai kalangan yang membutuhkan di dalam organisasi penggunanya. Proses berbagi dapat terbentuk melalui proses sosial pada kultur organisasi yang menghargai aktivitas berbagi pengetahuan. Proses tersebut dapat berlangsung secara tradisional melalui diskusi dan kolokium, maupun melalui medium modern dengan berbasiskan teknologi.

c. Memanfaatkan pengetahuan, yaituprosespenggunaanpengetahuan di dalam organisasi. Termasuk di dalamnya adalah penerapannya dalam pembentukan panduan-panduan kerja berdasarkan pengalaman dan pengetahuan di masa lampau. Dalam proses ini juga terjadi aktivitas pengembangan dan penyempurnaan lebih lanjut dari pengetahuan yang telah didapatkan.

Program terkait menajemen pengetahuan seperti : dokumentasi pengetahuan, sharing pengetahuan (knowledge sharing forum), benchmarking, dll

9
9

Workshop Penulisan Laporan dan Jurnal Ilmiah

Praktek Manajemen Pengetahuan Dalam Organisasi

Kegiatan ini dilakukan untuk mengidentifikasikan bagaimana data dan informasi dikelola di dalam organisasi. Di beberapa organisasi, penguasaan data dan informasi sebagai basis dalam bekerja hanya terpusat pada sekelompok orang atau pada unit tertentu saja (eksklusif) sehingga pengambilan keputusan tidak tercipta dengan baik. Sebagai ilustrasi, riset dari Delphi Group (2007) menunjukkan bahwa secara persentase pengetahuan (knowledge) di dalam organisasi tersimpan dengan komposisi:

NO

DISTRIBUSI PENGETAHUAN

 

%

1

Dalam pikiran (otak) pegawai

42

%

2

Dalam dokumen hard copy (kertas)

25

%

3

Dalam dokumen elektronik

20

%

4

Dalam electronic-based knowledge

12

%

Peran data dan informasi di dalam organisasi pemerintah sangatlah signifikan, dan juga kepemilikan atas data dan informasi tidak hanya berpengaruh pada posisi dan mobilitas vertikal, tetapi seringkali juga memiliki nilai material yang bisa diperjual-belikan. Sebagai contoh, pengembangan dan pemanfaatan Manajemen Pengetahuan di salah satu instansi terkemuka dilakukan karena alasan:

Menghindari terjadinya keluarnya pengetahuan yang dibawa oleh para pegawai yang sudah tidak bekerja lagi di perusahaan;

Menghindari hilangnya pengetahuan yang berharga; dan

Menghindari terjadinya pengulangan proses.

Kondisi tersebut merupakan pintu pertama yang harus didobrak jika ingin mengimplementasikan manajemen pengetahuan. Segenap individu dalam organisasi harus disadarkan (dan dipaksa untuk sadar) bahwa semua aktivitas yang mereka lakukan adalah untuk kepentingan institusi.

Benchmarking: Sistem Birokrasi Terbaik Dunia

Pada perang Korea tahun 1950-an, masyarakat Korea Selatan terpuruk dan berantakan. Akan tetapi Korea Selatan bangkit usai perang itu, masyarakat yang maju serta negara yang terus mendorong rakyatnya untuk mencintai teknologi menjadikan negara ini sebagai salah satu raksasa teknologi yang hampir menyaingi Jepang. Pemerintahan Korea Selatan juga telah

10
10

Workshop Penulisan Laporan dan Jurnal Ilmiah

berhasil dalam mewujudkan good governance, serta pengelolaan tata kota yang diimbangi

dengan keserasian alam, taman kota yang indah dan sungai bersih yang menjadi andalan

utama pariwisata di Korea Selatan. Dalam Sistem Birokrasi, Korea Selatan mendapat

pengakuan PBB sebagai sistem birokrasi pemerintahan terbaik di dunia.

TAHUN

REFORMASI MANAJEMEN PENGETAHUAN KOREA

HASIL

1950-an

Masa awal kemerdekaan

Korea dan Indonesia terpuruk ekonominya

1960-1n

Korea dan Indonesia mulai membangun

Dimasa ini, Indonesia lebih baik dibandingkan dengan Korea

1970-an

Sistem Birokrasi Korea mulai dilandasi komputerisasi

Sistem pemerintahan Korea Selatan yang lebih efektif, transparan dan efisien yang membuat pemerintahannya lebih bersih karena bisa langsung diawasi oleh rakyat dan lembaga independen lainnya

1980-an

Komputerisasi seluruh database birokrasi di Korea

Next step

Korea mMembangun jaringan koneksi internet cepat untuk mengkoneksi data

Faktor utama penentu keberhasilan adalah Pemerintah Korea Selatan determinan, didukung

oleh para petinggi Pemerintah yang menjalankan prinsip walk the talk, yaitu kesesuaian

perkataan dengan perbuatan. Semangat untuk mengalahkan Jepang di segala bidang,

khususnya di bidang teknologi, semakin memperkuat daya juang masyarakat Korea Selatan.

Kenyataannya saat ini beberapa produk Korea Selatan telah berhasil menyamai bahkan

mengalahkan produk Jepang.

Keberhasilan Korea Selatan juga didukung oleh faktor kecintaan terhadap produk dalam negeri.

Strategi pemasaran yang dilakukan oleh Korea Selatan juga mumpuni. Terbukti dengan

semakin memimpinnya Korea Selatan dengan berbagai inovasi yang mengagumkan, yang

semakin mengokohkannya sebagai salah satu pemain bisnis dunia yang diperhitungkan.

Misalnya dalam hal pengadaan listrik, kinerja KEPCO (Korea Electric Power Corporation) luar

biasa, KEPCO tidak hanya memasok kebutuhan listrik dalam negeri, namun telah membantu

pembangunan pembangkit listrik di 22 negara, diantaranya Arab Saudi dan China. Kunci utama

keberhasilan KEPCO terletak pada efisiensi biaya, R & D, teknologi ramah lingkungan, serta

berlandaskan etika bisnis dalam mendukung bisnis yang berkelanjutan. Berbagai energi

terbarukan juga dikembangkan, seperti panas bumi, tenaga angin, gelombang laut, dan tenaga

surya.

11
11

Workshop Penulisan Laporan dan Jurnal Ilmiah

Bangsa Korea Selatan bersungguh-sungguh dalam bekerja. Hal ini tercermin dari antusiasme generasi muda yang ingin menjadi pegawai negeri. Bahkan sampai ada yang berkali-kali ikut test dengan tingkat kesulitan yang tinggi. Di Korea Selatan, menjadi pegawai negeri merupakan pencapaian prestasi bagi anak muda. Seleksi dan rekrutmen pegawai negeri dilakukan secara sentralistis oleh MOPAS (Ministry of Public Administration and Security) untuk menjamin standar nasional yang tinggi. Pendidikan tidak lagi menjadi syarat penempatan seorang pelamar dalam tingkat jabatan tertentu, namun yang menentukan posisi seseorang adalah kelulusan pada ujian tingkat tertentu.

Renungan: Urgensi Manajemen Pengetahuan

Bangsa yang adaptif dan inovatif akan dapat mempertahankan negaranya dan berhasil di masa depan. Sehingga inovasi administrasi negara harus terus didorong agar permasalahan-permasalahan yang ada dalam birokrasi dapat segera diatasi.

Para pemegang jabatan harus mempunyai ide melakukan suatu perubahan, dan system birokrasi harus mampu memantau kelanjutan dari inovasi yang telah dibuat.

Jangan berhenti berinovasi, karena bangsa yang akan bertahan dan berhasil di masa depan adalah bangsa yang kreatif, adaptif, dan inovatif”.

Mengintegrasikan kekuatan SDM, Teknologi dan Proses dalam proses Pembelajaran Organsiasi.

12
12

Workshop Penulisan Laporan dan Jurnal Ilmiah

MANAJEMEN PENGETAHUAN DAN JABATAN FUNGSIONAL (Angka Kredit, Reportasi, Publikasi dan Presentasi)

Pengembangan SDM Kementerian PUPR

Secara khusus, fungsi Pengembangan SDM di lingkungan kementerian PU-PR adalah untuk mewujudkan ASN Kementerian Pekerjaan PUPR yang kompeten, profesional, qualified, dan berintegritas melalui pengembangan karir dan kompetensi, profesionalisme, kualifikasi, dan integritas melalui kebijakan:

Penilaian Kompetensi, Pemetaan Karir dan Pemantauan Kinerja dalam rangka pelaksanaan sistem manajemen SDM aparatur

Peningkatan kapasitas dan kompetensi melalui pendidikan, pelatihan, seminar, kursus dan penataran untuk mendukung pencapaian kinerja pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan perumahan rakyat

Pembinaan dan Pengembangan karir dan kompetensi Jabatan Fungsional Kementerian PUPR

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Pengembangan Jabatan Fungsional Badan Pengembangan SDM Kementerian PUPR mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis dan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan manajemen, serta pelaksanaan pengembangan jabatan fungsional. Dalam melaksanakan tugasnya Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Pengembangan Jabatan Fungsional menyelenggarakan fungsi:

penyiapan penyusunan kebijakan teknis, kerjasama, rencana dan kebutuhan pendidikan dan pelatihan manajemen;

koordinasi dan pembinaan teknis substantif pendidikan dan pelatihan manajemen;

penyusunan dan standarisasi sistem/pola, teknik dan materi pendidikan dan pelatihan manajemen;

penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan manajemen;

penyusunan rencana dan program pengembangan jabatan fungsional;

pelaksanaan fasilitasi administrasi pengembangan jabatan fungsional bidang pekerjaan umum dan perumahan rakyat;

13
13

Workshop Penulisan Laporan dan Jurnal Ilmiah

pembinaan penilaian jabatan fungsional bidang pekerjaan umum dan perumahan rakyat;

pemantauan, evaluasi. dan penyusunan laporan kinerja dan program serta penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan manajemen dan pengembangan jabatan fungsional; dan

pelaksanaan penyusunan program dan anggaran serta urusan tata usaha Pusat.

Ada dua jenis kluster besar SDM, yaitu jabatan struktural yang menangani aspek kepemimpinan dan manajerial, serta jabatan structural yang menangan aspek teknis dan administrastif organisasi.

Menejemen Pengetahuan Dalam Kerja

Sistem manajemen pengetahuan (Knowledge Management System) adalah system yang umumnya berbasis teknologi informasi yang digunakan untuk melakukan pengelolaan atas pengetahuan pada tiap tahapan, baik saat perolehan, penyimpanan, pengambilan kembali, pemanfaatan maupun penyempurnaannya. Pada prinsipnya ada tiga proses dasar dalam Manajemen Pengetahuan: 1. Perolehan/akuisisi pengetahuan, 2. Berbagi pengetahuan, dan 3. Pemanfaatan pengetahuan:

2. Berbagi pengetahuan, dan 3. Pemanfaatan pengetahuan: Pepatah mengatakan bahwa “ Pengalaman adalah guru yang

Pepatah mengatakan bahwa Pengalaman adalah guru yang terbaik. Sebenarnya pengalaan akan menjadi guru jika peristiwa pengalaman tersebut sudah ditransformasi menjadi pengetahuan yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan. Fase transformasi itu dimulai dari mengumpulkan data hingga mensintesa gagasan agar dapat digunakan untuk proses pengambilan keputusan.

14
14

Workshop Penulisan Laporan dan Jurnal Ilmiah

PROSES

SASARAN

KEGIATAN

Perolehan/

Perolehan ataupun pengembangan aset intelektual, termasuk pemahaman personal, keahlian, pengalaman dan relasi antar data

REPORTASI:

Akuisisi

Perekaman data dan penyimpanannya ke dalam pangkalan data, arsip, database pengetahuan organisasi atau knowledge repository

Pengetahuan

Berbagi

Penyebarkan dan membuat pengetahuan tersedia untuk berbagai kalangan yang membutuhkan di dalam organisasi penggunanya.

PUBLIKASI/ PRESENTASI:

Pengetahuan

Proses berbagi pengetahuan dapat berlangsung secara tradisional melalui rapat, diskusi dan kolokium. Penulisan pengalaman dan publikasi melalui berbagai media dan jurnal ilmiah. Atau publikasi melalui medium modern dengan berbasiskan teknologi atau internet.

Memanfaatkan

Penggunaan pengetahuan di dalam berbagai kebutuhan organisasi untuk meningkatkan kualitas organisasi.

APLIKASI:

Pengetahuan

Penerapannya dalam pembentukan panduan- panduan kerja berdasarkan pengalaman dan pengetahuan di masa lampau. Pengembangan dan penyempurnaan berkelanjutan pengetahuan dari pengalaman baru yang telah didapatkan.

Ada proses sekuensial dalam manajemen pengetahuan dari reportasi, publikasi dan

presentasi, hingga aplikasi

Berikut ini beberapa model manajemen pengatahuan. Dari berbagai model tersebut, siklus

untuk pelipatgandaan efek sosial ilmu dapat dalam bentuk mulai mendapatkan pengetahuan,

mendistribusikan pengetahuan, menshare pengetahuan.

Implementasi Pengetahuan

Berikut ini aktivitas yang dilakukan pada Tahap Perencanaan Implementasi Manajemen

Pengetahuan, yaitu mencakup kegiatan:

1. Analisis Situasi: a. Identifikasi peran strategis pengetahuan di dalam organisasi; b.

Inventori sumber - sumber pengetahuan, kategori pengetahuan di dalam organisasi dan

kebutuhan informasi; c. Analisis budaya organisasi yang ada saat ini.

2. Strategi Manajemen Pengetahuan: a. Tata kelola manajemen pengetahuan; b.

Manajemen data; c. Penggunaan teknologi; d. Penggunaan dan valuasi manajemen

pengetahuan; e. Dukungan budaya organisasi.

15
15

Workshop Penulisan Laporan dan Jurnal Ilmiah

3. Rencana Implementasi Manajemen Pengetahuan: a. Tahapan dan aktivitas - aktivitas yang akan dilakukan, termasuk waktu pekerjaan dan penyelesaian; b. Indikator kinerja utama.

pekerjaan dan penyelesaian; b. Indikator kinerja utama. Budaya Publikasi dan Sharing Pengetahuan Semua angka Kredit

Budaya Publikasi dan Sharing Pengetahuan

Semua angka Kredit Point dari seluruh Jabatan Fungsional selalu ada aspek penulisan ilmiah, baik dalam bentuk buku, penulisan di majalah, jurnal dan atau jurnal internasional. Selain bentuk penulisan, aktivitas lain yaitu mengikuti seminar, kongres atau pelatihan. Semua kegiatan ini adalah bagian penting dari sharing pengetahuan. Untuk melembagakan budaya menejemen pengetahuan, pemerintah mengaitkan kegiatan menajemen pengetahuan dengan prestasi ASN yang memiliki jabatan fungsional dengan angka kredit. Dari seluruh jabatan fungsional berikut, semua memiliki angka kredit poin tentang penulisan atau publikasi pengetahuan.

16
16

Workshop Penulisan Laporan dan Jurnal Ilmiah

TEKNIK PENULISAN LAPORAN

Anda bukan seorang reporter, tetapi kegiatan reportasi adalah bagian penting dalam menejemen pengetahuan. Oleh karena itu sangat penting memiliki kemampuan membuat laporan/ report atau reportasi. Laporan merupakan suatu alat yang digunakan untuk menyampaikan informasi-inforamsi penting ditulis oleh seseorang yang diberi tugas atau pekerjaan. Dalam hal ini kita menekankan laporan sebagai suatu bentuk tulisan. Tulisan itu berfungsi sebagai alat komunikasi yang didalamnya ada informasi-inforamsi penting bagi seseorang, lembaga pemerintah atau publik. Seseorang yang membuat laporan tentu berkaitan dengan tugas atau pekerjaannya terhadap objek yang dilaporkan tersebut. Bahkan laporan dapat dibuat untuk menemukan masalah dan mencari solusi atas masalah tersebut.

Laporan adalah bentuk penyajian fakta tentang suatu keadaan atau suatu kegiatan.pada dasarnya, fakta yang disajikan itu berkenaan dengan tanggung jawab yang ditugaskan kepada si pelapor. Fakta yang disajikan merupakan bahan atau keterangan berdasarkan keadaan objektif yang dialami sendiri oleh si pelapor/ reporter (dilihat, didengar, atau dirasakan sendiri) ketika si pelapor melakukan suatu kegiatan. Kemudian, laporan itu diberitahukan oleh si pelapor.

Dalam pembuatan suatu laporan formal bahasa yang digunakan haruslah bahasa yang baik, jelas dan teratur. Bahasa yang baik tidak berarti bahwa laporan itu mempergunakan gaya bahasa yang penuh hiasan, melainkan dari segi sintaksis bahasanya teratur, jelas memperlihatkan hubungan yang baik antara satu kata dengan kata yang lain dan antara satu kalimat dengan kalimat lain. Agar laporan dapat menemui fungsinya ada beberapa syarat yang harus diperhatikan yaitu:

a. Objektif, artinya hal-hal yang tercantum dalam laporan tersebut adalah fakta-fakta yang sesuai dengan keadaan di lapangan.

b. Lengkap dan sempurna, artinya informasi yang ada dalam laporan tersebut memuat hal- hal yang dibutuhkan bagi orang yang menerima laporan.

c. Tepat waktu, artinya laporan itu segera diserahkan untuk mengetahui kondisi yang ada, jangan menyerahkan laporan saat kondisi sudah berubah atau penerima laporan tidak memerlukannya lagi.

d. Menarik, artiknya laporan itu menarik penyampaiannya baik susunan maupun penggunaan bahasanya karena itu laporan hendaklah sistematis dan menggunakan bahasa yang resmi Suatu laporan normalnya adalah produk (hasil) akhir dari sebuah percobaan, kerja lapangan, proyek penelitian, atau riset/penyelidikan.

e. Memberikan perhitungan dan hasil kegiatan atau tugas-tugas yang terkait. Laporan Anda harus menunjukkan kepada pembaca, kompetensi (kemampuan) dan keahlian / keterampilan anda dalam melakukan kegiatan-kegiatan, dan mengorganisasian serta meringkasnya.

17
17

Workshop Penulisan Laporan dan Jurnal Ilmiah

Gaya Laporan antara yang satu dengan yang lainnya berbeda/bervariasi, oleh karena itu sangat penting bagi Anda untuk mempelajari permintaan tugas-tugas secara hati-hati (teliti) untuk mengerti secara pasti apa yang diperlukan. Secara umum laporan yang baik harus mencakup:

Laporan secara tepat dan jelas apa yang telah, hingga laporan tersebut selesai disusun.

Merefleksikan keefektifan dan keefisiensian keterampilan yang Anda gunakan untuk menjadikan pekerjaan / tugas lengkap.

Menyajikan informasi dalam urutan yang dapat diterima atau masuk akal (logis).

Ditulis dengan gaya yang jelas.

Ditulis dalam bahasa yang benar dan tepat.

Mencantumkan semua sumber informasi (referensi) secara proporsional / sesuai dengan kebutuhan.

Intinya, seorang reporter harus mampu menyajikan informasi agar orang tertarik membaca dan enak dibaca. Oleh karena itu, hal-hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan laporan kegiatan

 Singkat dan padat  Tidak menggunakan kata-kata yang berteleh-teleh.  Sistematis  Mudah di
 Singkat dan padat
 Tidak menggunakan kata-kata yang
berteleh-teleh.
 Sistematis
 Mudah di pahami
 Isi lengkap
 Menarik penyajiannya
 Fakta dan akurat
 Tepat waktu

Jenis - jenis Laporan Kegiatan. Dilihat dari segi penyampaian laporan : Laporan lisan, adalah jenis laporan kegiatan yang bentuk penyampainnya secara langsung (lisan) kepada atasan. Bentuk laporan ini biasa di laporan atau dilakukan secara langsung dengan tatap muka, wawancara, telpon, dan lainnya. Laporan tulisan, adalah jenis laporan kegiatan yang bentuk penyampainnya secara tulisan.

Dilihat dari segi tata bahasa : Laporan dengan tata bahasa populer, biasanya menggunakan tata bahasa yang sederhana, kadang juga di selingi dengan kata-kata humor/lucu.

Agar sistematis, maka laporan kegiatan hendaknya mengandung unsur di bawah ini :

Apa (What)

Mengapa (Why)

Siapa (Who)

Dimana (Where)

Kapan (Bagaimana)

Bagaimana (How)

18
18

Workshop Penulisan Laporan dan Jurnal Ilmiah

Laporan dengan Siaran Pers (Press Release)

Siaran pers adalah naskah berita atau informasi yang dibuat oleh praktisi humas (PR/Public Relations Officer) sebuah lembaga atau organisasi untuk dipublikasikan di media massa.

Isi siaran pers biasanya berupa data atau informasi tentang sebuah kegiatan pra ataupun pasca. Naskah siaran pers yang disampaikan kepada wartawan atau kantor redaksi media melalui email, fax, atau surat.

Menulis siaran pers pada dasarnya sama dengan menulis berita (news), seperti dilakukan para wartawan. Oleh karenanya, siaran pers sering diartikan pula sebagai “berita yang dibuat oleh humas”.

Karakteristik dan Struktur Naskah Siaran Pers

Karakteristik dan struktur penulisan siaran pers sama dengan menulis berita. Karakteristik siaran pers adalah memiliki “nilai berita” (news values), yakni aktual, faktual, penting, dan menarik. Struktur penulisan siaran pers hakikatnya sama dengan dengan struktur naskah berita: Head (judul), Dateline (baris tanggal), Lead (teras berita), dan News body (tubuh atau isi berita).

Format Siaran Pers

Karena berasal dari lembaga formal, maka siaran pers umumnya juga formal. Ada format khusus dalam naskah siaran pers, salah satunya seperti disarankan Media College sebagai berikut:

1. Bagian atas naskah berisi "Untuk Disiarkan Segera" atau "Untuk Disiarkan Tanggal

2. Headline. Judul siaran pers. Judul berita yang harus menggambarkan isi siaran pers.

3. Dateline. Baris Tanggal. Berisi nama kota dan tanggal.

4. Body. Konten atau isi siaran pers, terdiri dari Lead (Teras) dan Tubuh Berita (Body).

5. Info Lembaga. Di bagian akhir naskah, cantumkan informasi tentang lembaga atau instansi yang mengirimkan rilis.

6. Informasi Kontak. Setelah itu, di bawahnya dicantumkan nama dan alamat lembaga, no. telepon, fax, email, website, termasuk CP (Contact Person) yang bisa dihubungi.

"

Naskah siaran pers:

1. Ditulis dengan gaya penulisan berita.

2. Jangan terlalu panjang cukup satu lembar.

3. To the point, langsung saja ke pokok masalahnya.

4. Memenuhi unsur berita 5W+1H.

5. Berikan lebih dari satu nomor kontak: kantor, pribadi, HP, e-mail, dan fax.

6. Jika memungkinkan, buatlah usulan mengenai orang-orang yang dapat diwawancara.

7. Cek/konfirmasi siaran pers yang sudah dikirimkan melaui fax, surat, atau e-mail.

8. Jika perlu, seratakan ilustrasi foto, tabel, atau grafik atau bahan pendukung lainnya makalah, naskah pidato, susunan acara, dsb.

9. Tuliskan pada kertas berkop-surat sehingga benar-benar resmi.

Selain itu, naskah siaran pers hendaknya ditandatangani oleh pejabat paling berwenang, misalnya manajer humas, ketua panitia, dan/atau ketua lembaga/perusahaan.

19
19

Workshop Penulisan Laporan dan Jurnal Ilmiah

LAPORAN MAGANG: TEKNIK MENULIS STUDI KASUS

Berbagai bidang banyak menggunakan studi kasus dalam bentuknya masing-masing, namun biasanya studi kasus digunakan dalam konteks akademis dan bisnis. Studi kasus yang bersifat akademis berfokus pada perorangan atau sejumlah orang, yang menghasilkan laporan yang terperinci tetapi tidak umum berdasarkan riset selama berbulan-bulan. Di dunia bisnis, studi kasus pemasaran menggambarkan kisah sukses yang digunakan untuk mengembangkan perusahaan.

Pembuatan Laporan Kegiatan Kerja Lapangan (OJT)

1. Rencana OJT. CPNS yang akan membuat laporan OJT diwajibkan untuk membuat kerangka, outline atau proposal laporan OJT, sebagai gambaran dari penelitian yang akan dilakukan oleh CPNS yang bersangkutan serta rencana isi dari laporan OJT yang akan ditulis. Proposal ini harus disetujui oleh pejabat yang ditunjuk sebagai mentor. Oleh sebab itu pembahasan dengan mentor merupakan keharusan. Proposal laporan OJT harus dibuat secara formal sesuai ketentuan yang berlaku. Proposal atau outline laporan OJT harus dibahas terlebih dahulu dengan mentor. Setelah disetujui, outline tersebut harus diserahkan kepada lembaga untuk diperiksa mengenai ada / tidaknya duplikasi judul atau kesamaannya dengan karya tulis/ laporan OJT / karya tulis tugas akhir lainnya guna mendapat persetujuan. Dalam membuat proposal OJT dilampirkan rencana kegiatan dan gambaran waktu.

2. Outline Isi Laporan. Isi Outline laporan OJT pada dasarnya merupakan usulan atau rencana penelitian. Isi outline meliputi :

a. Bagian awal laporan terdiri dari : a. Halaman judul (lihat contoh). b. Tanda persetujuan (lihat contoh) c. Daftar isi.

b. Bagian isi (Batang Tubuh) yang terdiri dari :

i. Pendahuluan. Berisi tentang gambaran umum kondisi kasus yang akan dilaporkan, identifikasi problem atau tujuan kegiatan yang ingin dicapai ii. Pengembangan Teori. Berisi uraian teori yang akan digunakan untuk melaksanakan kegiatan atau memecahkan masalah yang sudah dirumuskan.

20
20

Workshop Penulisan Laporan dan Jurnal Ilmiah

iii. Metode penelitian. Bagian ini menjelaskan mengenai cara pengumpulan data yang direncanakan, apakah melalui studi kepustakaan atau penelitian langsung.

iv. Hasil. Menjelaskan fakta / praktik yang diamati berdasarkan teori tertentu, atau dengan pendekatan normatif yang bertujuan untuk memberikan saran - saran atau fakta / praktik yang diamati berdasarkan pada teori tertentu.

v. Pembahasan. Memberikan analisa terhadap data yang telah diperoleh di lapangan. Pembahasan harus mengkerujut pada sebuah kesimpulan.

vi. Kesimpulan. Berisi formulasi “pengetahuan baru yang sangat bermanfaat”. Formulasi pelajaran penting yang bermafaat dapat diimplementasikan dengan cara merumuskan rekomendasi atau saran-saran konkrit terhadap perbaikan system yang sudah ada.

vii. Daftar pustaka atau refferensi. Bagian ini memuat daftar literatur (buku, teks,

artikel, dsb) yang digunakan dalam penulisan laporan OJT.

3. Cara Penulisan. Outline harus disusun sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ketentuan umum penulisan adalah sebagai berikut : Kertas HVS 60 - 80 gram ukuran kuarto, Marjin teks Marjin kiri 1,5 inch, kanan 1 inch, atas 1 inch dan bawah 1 inch, Jarak Baris Jarak baris untuk teks adalah 2 spasi, Bahasa yang digunakan adalah Bahasa Indonesia yang baik dan benar, Pengetikan Outline dapat diketik dengan computer, Ukuran huruf 12 jenis font arial. Hasil akhir diberi sampul dan dijilid dengan rapi.

Menulis Studi Kasus dari OJT untuk Majalah Ilmiah

Tentukan subyek penelitian. Studi kasus memfokuskan pada perorangan, sekelompok orang dalam jumlah sedikit, atau terkadang satu peristiwa. Anda akan mengadakan riset kualitatif untuk mencari data dan deskripsi khusus tentang bagaimana pokok permasalahan terpengaruh.

Misalnya, studi kasus di bidang medis mungkin mengkaji bagaimana seorang pasien terpengaruh luka. Studi kasus di bidang psikologi mungkin mengkaji sekelompok orang dalam bentuk percobaan terapi.

Studi kasus tidak dirancang untuk kelompok kajian yang besar atau analisis statistik.

Putuskan apakah mau mengadakan riset prospektif atau restrospektif. Studi kasus prospektif melakukan kajian baru sendiri, yang melibatkan individu-individu atau kelompok- kelompok kecil. Studi kasus retrospektif menelaah sejumlah kasus di masa lampau yang

21
21

Workshop Penulisan Laporan dan Jurnal Ilmiah

berkaitan dengan permasalahan kajian, dan tidak memerlukan keterlibatan baru dengan permasalahan kasus-kasus tersebut.

Studi kasus mungkin atau tidak mungkin memasukkan kedua jenis riset tersebut.

Persempit tujuan riset Anda. Hal ini mungkin sudah diberikan pada Anda oleh dosen atau atasan Anda sebelumnya, atau mungkin Anda mengembangkannya sendiri. Berikut ini jenis- jenis utama studi kasus, berdasarkan tujuannya: [1]

Studi kasus ilustratif menggambarkan situasi tidak dikenal untuk membantu orang memahaminya. Misalnya, studi kasus pada orang yang menderita depresi, dirancang untuk membantu mengomunikasikan pengalaman subjektif depresi pada para calon terapis.

Studi kasus penjelahajah adalah proyek persiapan untuk membantu membimbing proyek mendatang dalam skala yang lebih besar. Studi kasus itu dimaksudkan untuk mengidentifikasi pertanyaan-pertanyaan riset dan pendekatan-pendekatan riset yang mungkin. Misalnya, studi kasus terhadap tiga program pengajaran sekolah akan menggambarkan pro dan kontra dari tiap pendekatan, dan memberikan rekomendasi sementara mengenai bagaimana program pengajaran yang baru bisa diatur.

Studi kasus critical instance terfokus pada sebuah kasus yang unik, tanpa tujuan yang disamaratakan. Contohnya adalah studi deskriptif terhadap seorang pasien yang mengalami kondisi langka, atau kajian kasus yang spesifik untuk menentukan apakah teori yang banyak diaplikasikan secara "universal" benar-benar bisa diaplikasikan atau berguna pada semua kasus.

Ajukan pendaftaran untuk mendapat persetujuan etik. Hampir semua studi kasus, menurut ketentuan hukum, harus memperoleh persetujuan etik sebelum bisa dimulai. Hubungi institusi atau departemen Anda dan ajukan studi kasus Anda pada orang-orang yang bertanggung jawab masalah kekeliruan etika. Anda mungkin akan diminta untuk membuktikan bahwa studi kasus tersebut tidak membahayakan pada pesertanya.

Ikuti langkah ini meskipun Anda sedang mengadakan studi kasus retrospektif. Pada beberapa kasus, mempublikasikan interpretasi baru dapat menyebabkan bahaya pada peserta dalam kajian awal.

Rencanakan studi jangka panjang. Mayoritas studi kasus akademis bertahan paling tidak selama 3-6 bulan, dan banyak di antaranya terus berlanjut selama bertahun-tahun. Anda

22
22

Workshop Penulisan Laporan dan Jurnal Ilmiah

mungkin dibatasi oleh pendanaan riset atau lamanya program gelar Anda, tetapi Anda sebaiknya menyisakan waktu setidak-tidaknya beberapa minggu untuk mengadakan kajian.

Rancanglah strategi riset secara terperinci. Buat uraian yang menggambarkan bagaimana Anda akan mengumpulkan data dan menjawab pertanyaan-pertanyaan riset. Pendekatan pastinya terserah Anda, tetapi saran-saran berikut ini mungkin akan membantu:

Buat empat atau lima point yang hendak Anda jawab, kalau mungkin, dalam kajian itu. Pertimbangkan pandangan-pandangan tentang cara menjawab pertanyaan itu beserta poin-poinnya.

Pilih paling sedikit dua, dan lebih baik lagi kalau lebih, dari sumber-sumber data ini:

koleksi laporan, riset Internet, riset perpustakaan, mewawancara subjek riset, mewawancara para ahli, bidang pekerjaan lain, dan konsep pemetaan atau tipologi.

Rancanglah pertanyaan-pertanyaan wawancara yang akan mendorong jawaban mendalam dan perbincangan yang berlanjut yang berhubungan dengan tujuan riset.

Bekeja dalam Tim. Mungin apa yang anda laporankan perlu membutuhkan orang lebih dari satu. Anda mungkin sudah memikirkan seseorang, atau mungkin perlu merekrut orang dari teman lain (sesame CPNS). Pilihlah tim yang memiliki kebutuhkan kriteria riset Anda. Jelaskan metode dan batasan waktu riset kepada tim secara gamblang. Komunikasi yang tidak jelas bisa termasuk pelanggaran etika, atau bisa menyebabkan peserta keluar di tengah jalan melalui kajian, sehingga membuang-buang banyak waktu percuma. Karena Anda tidak sedang mengadakan analisis statistik, Anda tidak perlu merekrut lapisan masyarakat yang beraneka ragam. Anda harus menyadari adanya bias dalam contoh kecil Anda, dan jelaskan tentang bias itu dalam laporan Anda, tetapi bias tersebut tidak bisa menihilkan riset Anda

23
23

Workshop Penulisan Laporan dan Jurnal Ilmiah

PENULISAN ARTIKEL DAN JURNAL ILMIAH

Setiap jurnal ilmiah memiliki syarat yang berbeda-beda. Adda banyak panduan yang bisa membantu Anda dalam menulis sebuah jurnal ilmiah. Panduan yang satu ini, mungkin bisa dijadikan referensi. Format umum untuk jurnal ilmiah biasanya terdiri dari:

1. Judul. Setiap jurnal ilmiah harus memiliki judul yang jelas. Dengan membaca judul, akan

memudahkan pembaca mengetahui inti jurnal tanpa harus membaca keseluruhan dari jurnal tersebut. Misalnya, judul "Laporan Lab Biologi". Dengan judul seperti ini, maka tidak ada pembaca yang mau membacanya karena tidak menggambarkan isi jurnal. Contoh judul yang jelas, misalnya "Pengaruh Cahaya dan Suhu terhadap Pertumbuhan Populasi Bakteri Escherichia Coli". Judul ini sudah sedikit banyak melaporkan isi dari jurnal.

2. Abstrak. Abstrak berbeda dengan ringkasan. Bagian abstrak dalam jurnal ilmiah berfungsi

untuk mencerna secara singkat isi jurnal. Abstrak di sini dimaksudkan untuk menjadi penjelas tanpa mengacu pada jurnal. Bagian abstrak harus menyajikan sekitar 250 kata yang merangkum tujuan, metode, hasil, dan kesimpulan. Jangan gunakan singkatan atau kutipan dalam abstrak. Pada abstrak harus dapat berdiri sendiri tanpa catatan kaki. Abstrak ini biasanya ditulis terakhir. Cara mudah untuk menulis abstrak adalah mengutip poin yang paling penting di setiap bagian jurnal. Kemudian menggunakan poin-poin untuk menyusun sebuah deskripsi singkat tentang studi Anda.

3. Pendahuluan. Pendahuluan adalah pernyataan dari kasus yang Anda diselidiki, yang memberikan informasi kepada pembaca untuk memahami tujuan spesifik Anda dalam kerangka

teoritis yang lebih besar. Bagian ini juga dapat mencakup informasi tentang latar belakang masalah, seperti ringkasan dari setiap penelitian yang telah dilakukan dan bagaimana sebuah percobaan akan membantu untuk menjelaskan atau memperluas pengetahuan dalam bidang umum. Semua informasi latar belakang yang dikumpulkan dari sumber lain harus menjadi kutipan.

4. Bahan dan Metode. Bagian ini menjelaskan ketika percobaan telah dilakukan. Peneliti

menjelaskan desain percobaan, peralatan, metode pengumpulan data, dan jenis pengendalian. Jika percobaan dilakukan di alam, maka penulis menggambarkan daerah penelitian, lokasi, dan juga menjelaskan pekerjaaan yang dilakukan. Aturan umum yang perlu diingat adalah bagian

24
24

Workshop Penulisan Laporan dan Jurnal Ilmiah

ini harus memaparkan secara rinci dan jelas sehingga pembaca memiliki pengetahuan dan teknik dasar agar bisa diduplikasikan.

5. Hasil. Di sini peneliti menyajikan data yang ringkas dengan tinjauan menggunakan teks

naratif, tabel, atau gambar. Ingat hanya hasil yang disajikan, tidak ada interpretasi data atau kesimpulan dari data dalam bagian ini. Data yang dikumpulkan dalam tabel/gambar harus dilengkapi teks naratif dan disajikan dalam bentuk yang mudah dimengerti. Jangan ulangi secara panjang lebar data yang telah disajikan dalam tabel dan gambar.

6. Pembahasan. Pada bagian ini, peneliti menafsirkan data dengan pola yang diamati. Setiap

hubungan antar variabel percobaan yang penting dan setiap korelasi antara variabel dapat dilihat jelas. Peneliti harus menyertakan penjelasan yang berbeda dari hipotesis atau hasil yang berbeda atau serupa dengan setiap percobaan terkait dilakukan oleh peneliti lain. Ingat bahwa setiap percobaan tidak selalu harus menunjukkan perbedaan besar atau kecenderungan untuk menjadi penting. Hasil yang negatif juga perlu dijelaskan dan mungkin merupakan sesuatu yang penting untuk diubah dalam penelitian Anda.

7. Kesimpulan. Bagian ini hanya menyatakan bahwa peneliti berpikir mengenai setiap data

yang disajikan berhubungan kembali pada pertanyaan yang dinyatakan dalam pendahuluan. Dengan mengacu pada bagian pendahuluan dan kesimpulan, seorang pembaca harus memiliki ide yang baik dari penelitian ini, meski pun hanya rincian spesifik.

8. Daftar Pustaka. Semua informasi (kutipan) yang didapat peneliti harus ditulis sesuai abjad

pada bagian ini. Hal tersebut berguna untuk pembaca yang ingin merujuk pada literatur asli. Perhatikan bahwa referensi yang dikutip benar-benar disebutkan pada jurnal Anda.

25
25

Workshop Penulisan Laporan dan Jurnal Ilmiah

PEDOMAN PENULISAN JURNAL AIR INDONESIA

(UPPERCASE, CENTER, BOLD, FONT ARIAL 12). Sub Judul Ditulis di sini (Titlecase, center, regular, font Arial 12). Nama Penulis (Titlecase, Center, Bold, Font Arial 10)

Abstract

Abstract ditulis dalam bahasa inggris, di sini anda diminta untuk menjelaskan hal-hal yang telah dilakukan, hasil utama, dan kesimpulan dari artikel yang anda tulis secara jelas dan singkat. Jumlah kata tidak lebih dari 250 (jarak tulisan ke sisi kiri dan kanan adalah 4 cm). ditulis dengan sentence case, Justify, Italic, Font Arial 10.

Kata kunci: paling banyak 10 kata terpenting dalam artikel. Ditulis dengan sentence case, justify, regular, font arial 10.

1. PENDAHULUAN (UPPERCASE, LEFT, BOLD, FONT ARIAL 10) Format utama penulisan jurnal ini terdiri dari 2 kolom, yang ditulis dengan MS Word, page size A4, 1 spasi sentence case, justify, regular font arial 10. Margin kiri, kanan, margin atas dan bawah 2,5 cm. jarak antar kolom 0,6 cm. margin untuk header 1,25 cm, dan footer 1,5 cm. pada page stup , di klik mirror margines, layout header dan footer di klik bagian different odd and even. Awal paragraph menjorok ke dalam 1 cm (format pada tab). Pada bagian pendahuluan tuliskan latar belakang, penjelasan mengenai penelitian (jika ada). Selain itu dijelaskan pula hal-hal spesifik dalam penelitian anda. Kutipan dari referensi atau daftar pustaka dibuat dengan tanda superscript, dengan superscript tersebut menunjukkan nomor dalam daftar pustaka, istilah dalam bahasa asing dan symbol matematika ditulis dengan huruf miring.

2. BAHASAN (UPPERCASE, LEFT, BOLD, FONT ARIAL 10

Di sini dituliskan penjelasan mengenai bahan dan metode penelitiannya. Anda dapat pula menggunakan nama teori dan metode eksperimen sebagai pengganti judul pasal 2 di atas.

2.1 Judul berisi bahasan (Tilecase, Left, Bold, Arial 10)

Judul dan subjudul yang muncul dalam bab ini bertingkat seperti contoh ini.

dituliskan dengan nomor

2.1.1 Subjudul Isi Bahasan (Tilecase, Left, Bold, Arial 10) Rumus kimia atau matematika dituliskan seperti contoh berikut:

kimia atau matematika dituliskan seperti contoh berikut: (1) Tabel dan gambar dapat disisipkan di tengah-tengah

(1)

Tabel dan gambar dapat disisipkan di tengah-tengah artikel. Contoh. Table 1. Judul table (tilecase,center,regular)

3. KESIMPULAN (UPPERCASE, LEFT, BOLD, FONT ARIAL 10) Berisi rangkuman kesimpulan atas hasil penelitian yang dibahas pada bab-bab sebelumnya.

26
26

Workshop Penulisan Laporan dan Jurnal Ilmiah

DAFTAR PUSTAKA (UPPERCASE, LEFT, BOLD, FONT ARIAL 10)

Semua ditulis dengan Tilecase, justify, regular, font arial 10 dengan format berikut ini:

1. Nama, tahun, judul, penerbit, vol (no), hal. (perhatikan cara saat menulis nama ke-1 dan ke-2 pada contoh dibawah ini).

2. Garno, Y.S. 2000, Uji BOD Indikator kekuatan limbah yang masih bermasalah, J. Tek.Ling, P3TL-BPPT. 1(1)96-100.

3. Komara widjaja W, dan Y.S. Garno 2000:

4. Uji Kualitatif Potensi Mikroba Penitrifikasi Lingkungan Perairan Tambak Udang di Tangerang dan Jepara. JSTI-BPPT. 2(4): 108-11

27
27

Workshop Penulisan Laporan dan Jurnal Ilmiah

PEDOMAN PENULISAN ARTIKEL UNTUK JURNAL IRIGASI

Sistematika Penulisan Jurnal Irigasi Sekurangnya Memuat

1. Judul: Singkat (maksimal 14 kata(, spesifik dan informative yang menggambarkan substansi isi naskah (efektif) dan menarik.

2. Nama Penulis: Nama ditulis lengkap disertai keterangan alamat instansi, no telp, fax, dan email.

3. Abstrak: ditulis dalam bahasa Indonesia dan Inggris, memuat 150-200 kata dalam satu alinea

4. Kata kunci (key words): kata kunci mencerminkan konsep yang dikandung artikel terkait, 5 kata

5. Pendahuluan: terdiri dari sub bab:

a. Latar belakang berisi alas an ilmiah dan fenomena aktual yang penting diteliti

b. Tujuan penelitian

c. Hipotesa

d. Lokasi

6. Kajian Pustaka: Pustaka yang diacu untuk mendukung substansi naskah. Diharapkan merujuk pustaka 10 tahun terakhir dengan proporsi pustaka primer (buku,jurnal) minimal 80%. Kecuali untuk handbook yang belum ada cetakan revisi/terbaru

7. Metodologi: metode menghimpun dan mengolah data primer/sekunder untuk mencapai sasaran atau tujuan hasil substansi naskah.

8. Hasil dan Pembahasan: Bahasan singkat tentang hasil analisis, verifikasi

9. Kesimpulan: konsisten dengan tujuan, metode, hasil dan pembahasan serta berhubungan dengan judul

10. Daftar Pustaka: Memuat referensi dengan tujuan, metode, hasil dan pembahasan serta

berhubungan dengan judul

11. Deskripsi dan istilah

12. Ucapan terima kasih atau validasi

13. Jenis huruf: cambria

28
28

Workshop Penulisan Laporan dan Jurnal Ilmiah

PEDOMAN PENULISAN JURNAL TEKNIK JALAN DAN JEMBATAN

Sistematika penulisan disusun sebagai berikut:

Bagian Awal: nama penulis, abstrak (abstrak dan kata kunci ditulis dengan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris dengan huruf Italic).

Bagian utama: pendahuluan, kajian pustaka, hipotesis, metodologi, hasil dan analisa, pembahasan, kesimpulan dan saran.

Bagian Akhir: keterangan symbol, ucapan terima kasih, daftar pustaka minimal 10 referensi (wajib berupa buku teks atau jurnal terbaru dan lampiran.

1.

Judul naskah sesingkat mungkin dan harus mencerminkan isi tulisan serta tidak memberikan peluang penafsiran yang beraneka ragam, ditulis dengan huruf capital posisi tengah.

2.

Nama Penulis ditulis:

a.

Dibawah judul tanpa gelar diawali huruf capital ditulis di posisi tengah dan tidak diawali dengan kata “oleh”; apabila penulis lebih dari satu orang, nama-nama tersebut ditulis pada satu baris.

b.

Nama lengkap disertai keterangan alamat instansi dan kotanya, apabila penulis lebih dari satu orang, semua nama penulis dicantumkan secara lengkap.

3.

Abstrak memuat permasalahan, tujuan, metodologi, hasil dan kesimpulan (antara 150- 250 kata) ditulis dalam satu alinea, ditulis dalam bahasa Indonesia-Inggris. Hindari penggunaan singkatan dalam abstrak. Di bawah abstrak dicantumkan minimal 5 kata

kunci.

4.

Teknik Penulisan:

a. Naskah ditulis pada kertas A4 potrait ( 210x297 mm), ketikan 1 spasi dengan 2 kolom, jarak kolom pertama dan kedua 1 cm.

b. Margin: tepi atas 3cm, tepi bawah 3 cm, sisi kiri 2,5 cm dan kanan 2,5 cm. alinea baru diberi tambahan spasi (enter)

c. Penggunaan font Times New Roman:

Judul, ditulis di tengah halaman, 14 pt. capital bold

Nama Penulis, ditulis di tengah halaman, 11 pt, bold

Nama Instansi dan email, ditulis di tepi kiri, capital 11 pt, bold

Alamat Instansi dan email, ditulis di tengah halaman, 10 pt, bold

Sub judul, ditulis di tepi kiri capital, 11 pt, bold

Isi Abstrak, 10 pt, italic

d. Kata asing ditulis dengan huruf italic, apabila sudah ada bahasa Indonesia, kata asing ditulis dalam kurung, untuk selanjutnya istilah yang sama cukup ditulis istilah indonesianya. Bilangan ditulis dengan angka kecuali pada awal kalimat.

e. Ketentuan Tabel/Gambar:

Tabel dan gambar harus diberi keterangan yang jelas. Judul table di letakkan di bagian bawah gambar (rata kiri dengan gambar)

Table dan gambar tidak menggunakn garis pinggir, table menggunakan jenis table “simple 1”,

29
29

Workshop Penulisan Laporan dan Jurnal Ilmiah

Gambar, foto dan grafik berwarna

Sumber table dan gambar dicantumkan di bawah table dan gambar.

f. Sumber pustaka (sitasi dalam teks) terdiri dari nama penulis dan tahun penerbitan yang diacu, ditulis dalam kurung. Contoh: (Calvez 2004).untuk kutipan langsung ditambah nimor halaman ( Calvez 2004,73).

g. Daftar pustaka dan sitasi biografis menggunakan Chicago Manual of Style ( Author- Date System), ditulis dalam urutan abjad nama penulis dan disusun dengan urutan:

a. Untk Buku : bpengarang (nama keluarga diikuti nama pertama), tahun terbit, judul buku, kota, nama penerbit.

b. Untuk Jurnal: pengarang (nama keluarga diikuti nama pertam), tahun terbit, judul buku, kota dan nama penerbit, volume, nomor, bulan, halaman.

c. Karya di internet: URL dan karya tersebut diakses

Contoh:

Buku (monograf) Okuda, Michael, dan Denis Okuda. 1993. Star Trek Chronology: The history of the Future. New York: Pocket Books. Artikel Jurnal Wilcox, Rhonda V. “ Shifting Roles and Synthetic Woman in Star Trek: The next Generation. “ Studies in Popular Cultur 13 (April 1991):53-65. Terbitan Pemerintah Indonesia, Kementerian Pekerjaan Umum, Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan. 2010. Pedoman Perangcangan Perkerasan Lentur. Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum.

h. Jika dalam daftar pustaka ada pencantuman nama seseorang lebih dari 1 kali, nama kedua tidak perlu ditulis kembali, cukup mengganti nama dengan titik putus-putus.

i. Contohdaftar pustaka ada pencantuman nama seseorang lebih dari satu kali, nama

kedua tidak perlu ditulis kembali, cukup mengganti nama dengan titik putus-putus.

j. Contoh daftar pustaka tanpa tahun dan tahun penerbit

a. Caltrans California Department of Transportation. [s.n]. Highway Manual. Califirnia: D.O.T

b. Caltrans California Department of Transportation. 1996. Highway Design Manual.

California: [s.n]

5. Dewan redaksi tidak bertanggung jawab terhadap si naskah.

6. Penulis wajib menyertakan alamat korenpondensi dengan jelas.

7. Dewan redaksi dapat menyesuaikan bahasa atau istilah tanpa mengubah isi dan pengertiannya dengan tidak memberitahukan kepada penulis, dan apabila dianggap perlu akan berkonsultasi dahulu dengan penulis.

30
30

Workshop Penulisan Laporan dan Jurnal Ilmiah

PEDOMAN PENULISAN ARTIKEL UNTUK JURNAL PERMUKIMAN

Bagian Awal : Judul, Keterangan Penulis, Abstrak disusun dalam satu alinea antara 150-200 kata berisi: alasan penelitian dilakukan, pernyataan singkat apa yang telah dilakuakan (metode), pernyataan singkat apa yang telah ditemukan, pernyataan singkat apa yang telah disimpulkan disertai minimal 5 kunci. Judul, abstrak dan kata kunci disusun dalam 2 (dua) bahasa (Indonesia-inggris).

Bagian Utama: pendahuluan, metode, hasil dan pembahasan, kesimpulan.

Bagian Akhir: ucapan terima kasih, daftar pustaka dan lampiran

Teknik penulisan:

a. Naskah ditulis pada kertas A4 potrait ( 210x297 mm), ketikan 1 spasi dengan 2 kolom, jarak kolom pertama dan kedua 1 cm.

b. Margin: tepi atas 3cm, tepi bawah 2,5 cm, sisi kiri 3 cm dan kanan 2 cm. alinea baru diberi tambahan spasi (enter) Penggunaan huruf:

Judul, ditulis di tengah halaman, cambria 14 pt. capital bold

Isi abstrak, cambria 10 pt italic 1 spasi

Sub judul, ditulis di tepi kiri, cambria capital 11 pt, bold.

Isi, cambria 10 pt, 1 spasi

Penomoran halaman menggunakan angka arab

c. Daftar pustaka sebaiknya menggunakan referensi terbaru, maksimal penerbitan 5 tahun terakhir, kecuali untuk handbook yang belum ada cetakan/revisi terbaru.

d. Daftar pustaka ditulis sesuai contoh sebagai berikut:

e. Buku (monograf)

f. Kourik, R. 1998. The lavender garden: beautiful varieties to grow and gather. San fransisco: Chronicle books. Artikel Jurnal Terborgh, J. 1974. Preservation of natural diversitiy: the problem of extinction-prone species. Bioscience 24:715-22 Situs Web Thomas, Trevor M. 1956. Wales: Land of Mines and Quaries. Geographical Review 46, No. 1: 59-81. http://www.jstor.org/ (accessed June 30, 2005).

31
31

Workshop Penulisan Laporan dan Jurnal Ilmiah

32
32

Workshop Penulisan Laporan dan Jurnal Ilmiah

PEDOMAN PENULISAN ARTIKEL UNTUK JURNAL TEKNIK HIDRAULIK

Sistematika penulisan disusun sekurang-kurangnya sebagai berikut:

a.

Judul (merupakan kalimat efektif dan menarik terdiri atas 9-15 kata, bukan metode atau

nama kegiatan)

b.

Nama, Penulis, Nama Instansi dan Alamat nama penulis lengkap tanpa gelar disertai keterangan alamat instansi dan kota. Apabila penulis lebih dari satu, nama-nama ditulis dalam satu baris. Masing-masing penulis diberi nomor urut (superscript).

c.

Abstrak (Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris)

i) Abstrak sekurang-kurangnya memuat 4 unsur sebagai berikut:

1. Alasan penelitian dilakukan (mengapa)

2. Pernyataan singkat apa yang telah dilakukan (bagaimana/metode)

3. Pernyataan singkat apa yang telah ditemukan

4. Pernyataan sinbgkat apa yang telah disimpulkan (Simpulan Utama)

ii) Abstrak ditulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, Penggunaan bahasa Inggris harus sesuai kaidahnya

iii) Abstrak memuat 150-200 kata, ditulis dalam satu alinea

iv) Dalam abstrak, hindari penggunaan singkatan

v) Di bawah abstrak dicantumkan minilmal 5 kata kunci.

d.

Pendahuluan Pendahuluan sekurang-kurangnya memuat:

i) Latar belakang berisi alas an ilmiah dan fenomena aktual yang penting diteliti

ii) Pengantar tentang profil wilayah kajian/riset beserta penjelasan mengenai alasan pemilihannya

iii) Masalah aktual apa yang perlu solusi

iv) Tujuan penelitian

e.

Kajian Pustaka

f.

Hipotesis

g.

Metodologi

Metode sekurang-kurangnya memuat:

i) Metode penelitian secara umum

ii) Metode penelitian untuk menjawab tujuan dan sasaran

iii) Hipotesis dengan bahasa yang lebih popular

iv) Lokasi

v) Metoda menghimpun data primer atau sampling cara pengukuran dan pengukian statistic

vi) Metode mencakup uji hipotesis probabilistic dan deterministic

h.

Hasil dan Pembahasan

Hasil dan diskusi sekurang-kurangnya memuat:

i) Hasil analisis fenomena di wilayah penelitian yang relevan dengan tema sentral kajian, dan tujuan serta sasaran penelitian

ii) Bahasan singkat tentang hasil analisis, verifikasi dan validasi

iii) Penjabaran hasil verifikasi/validasi

i.

Kesimpulan

33
33

Workshop Penulisan Laporan dan Jurnal Ilmiah

Kesimpulan memuat:

i) Kesimpulan khusus dari hasil analisis atau hasil uji hipotesis tentang fenomena

ii) Kesimpulan umum sebagai hasil generalisasi atau keterkaitan fenomena serupa di wilayah dari publikasi terdahulu

iii) Masalah-tujuan-hasil dan pembahasan-kesimpulan harus konstisten sebagai uapaya cek dan re-cek

j. Daftar Pustaka

i) Hindari indikasi plagiat

ii) Hanya referensi yang muncul pada naskah yang dicantumkan dalam daftar pustaka atau sebaliknya

iii) Sebaiknya referensi terbaru, 80 makalah ilmiah 10 tahun terakhir, kecuali untuk

handbook yang belum ada cetakan revisi terbaru

iv) Sebaiknya tidak terlalu sering mengutip tulisannya sendiri

v) Disusun secara alfabetis, tidak menggunakam nomor

vi) Menggunakan system Chicago Style

k. Keterangan Simbol dan Istilah

l. Ucapan Terima kasih

m. Lampiran

Teknik Penulisan

a. Naskah ditulis pada kertas ukuran A4 (210x280)

b. Alinea Baru masuk 1 cm

c. Margin: dalam 3 cm, luar 2cm, Atas: 3cm, Bawah 2,5cm, Header 1,5 cm, Footer 1,5cm

d. Mirror margin:

i) Halaman Genap (kiri):

1. Header membuat judul, volume, nomor, waktu terbit dan cakupan halaman,

rata kiri

2. Footer memuat nomor halaman, catatan kaki

3. Jenis huruf calbiri 10 pt. nomor halaman 12pt

ii) Halaman Ganjil (Kanan)

1. Header memuat judul artikel dan nama pengarang, rata kanan

2. Footer memuat nomor halaman, catatan kaki

3. Jenis huruf calbiri 10 pt, nomor halam 12 pt

e. Layout halaman dua kolom, jarak antar kolom 0,5 cm

f. Judul artikel ditulis di tengah halaman, cambria 14 pt, capital bold, posisi3 cm di atas

g. Nama penulis ditulis di tengah halaman, cambria 10 pt.

34
34

Workshop Penulisan Laporan dan Jurnal Ilmiah

h. Nama alamat instansi ditulis di tengah halaman

i. Tanggal diterima dan disetujui artikel, ditulis di tengah halaman, cambria 9 pt.

j. Judul bab ditulis tebal, rata kiri, capital, dan berjarak

k. Abstrak:

i) Judul Abstrak di tengah, cambria 10 pt italic bold

ii) Jenis huruf isi abstrak, cambria 10 pt italic 1 spasi

iii) Judul kata kunci, jenis huruf cambria 10 pt italic 1 spasi

iv) Jenis huruf kata kunci, cambria 10 pt italic 1 spasi

v) Ditulis dalam satu al]inea

vi) Ditulis dalam satu kolom

l. Isi makalah menggunakan huruf cambria 10

m. Table dan gambar menggunakan calbiri 10, di tengah dengan resolusi min 300 dpi

n. Table tidak menggunakan garis tepi di kanan dan kirinya

o. Satuan menggunakan standar internasional

35
35

Workshop Penulisan Laporan dan Jurnal Ilmiah

36
36

Workshop Penulisan Laporan dan Jurnal Ilmiah

PEDOMAN PENULISAN JURNAL JAFUNG TEKNIK PENGAIRAN

1. Judul ditulis dengan spesifik, jelas, ringkas, informative, menggambarkan substansi atau isi dari tulisan, menggugah rasa untuk membaca.

2. Nama, Jabatan, dan Unit Kerja (Jabatan yang dimaksud adalah jenjang jabatan fungsional ybs)

3. Abstrak dan Kata Kunci

a. Permasalahan pokok

b. Alasan apa penelitian / tinjauan, ulasan / review, dan kajian dilakukan

c. Bagaimana pemelitian / tinjauan, ulasan / review, dan kajian dilakukan, menggunakan metode apa

d. Pertanyaan singkat apa yang telah dilakukan atau apa hasil dan prospeknya

e. Abstrak ditulis bukan dalam bentuk matematis, pertanyaan, dan dugaan

f. Abstrak ditulis menerus (1 paragraf, bukan paragraf-paragraf dan bukan “subheading” tanpa acuan

g. Tanpa footnote / kutipan pustaka

h. Tanpa singkatan / akronim

4. Pendahuluan

a. Latar Belakang Menjelaskan fenomena antara lain: teknis/sosial/kultural aktual bermasalah yang penting untuk diteliti/ditinjau/diulas/dikaji serta alas an ilmiah atau mempresentasikan teori yang didukung acuan pustaka. Perlu ada review mengenai penelitian/tinjauan/ulasan/kajian terkait yang pernah dilakukan sendiri maupun orang lain dan menjelaskan perbedaan dengan penelitian yang sedang dijalankan.

b. Permasalahan / Rumusan Masalah Permasalahan yang terjadi diidentifikasikan dengan pertanyaan-pertanyaan penelitian.

c. Tujuan dan Manfaat Penelitian Tinjauan, ulasan / review, dan kajian. Berisi atau menggambarkan tujuan dan manfaat dari penelitian / tinjauan, ulasan / review, dan kajian yang akan diperoleh dan keterkaitannya dengan apa yang telah dilaporkan / diperoleh sebelumnya. Tujuan disampaikan secara spesifik.

d. Hipotesis (bila ada dapat dicantumkan) Tidak semua penelitian mutlak harus memiliki hipotesis. Penggunaan hipotesis dalam suatu penelitian didasarkan pada masalah atau tujuan penelitian. Hipotesis

37
37

Workshop Penulisan Laporan dan Jurnal Ilmiah

dan operasionalisasi konsep mutlak diperlukan khususnya dalam penelitian kuantitatif.]

e. Rancangan Penelitian Laboratorium atau percobaan, dapat disampaikan jika dianggap perlu.

5. Tinjauan Pustaka / Landasan Teori

Teori-teori yang mendukung atau yang relevan dengan kegiatan penelitian yang dilakukan. Penyajian scientific method atau landasan teori memerlukan acuan pustaka yang kuat, tajam dan mutakhir. Cara menyitir / mengutip pernyataan peneliti / penulis harus mengikuti ketentuan yang berlaku, yaitu system penomoran atau cataatan perut (pengacuan berkurung).

6. Metode

a. Disarankan pada ciri-ciri keilmuan, yaitu: rasional, empiris, dan sistematis dengan sasaran hasil penelitian yang mutakhir.

b. Perlu acuan pustaka, apabila sudah pernah dipublikasikan sebelumnya, yaitu mencerminkan seberapa valid metode yang digunakan.

c. Mengemukakaan cara bagaimana peneliti menangani penelitiannya, mulai dari dimensi “pendekatan”, cara data dikumpulkan, dan cara menganalisis datanya.

d. Harus jelas sehingga dapat diulang oleh pembacanya (resep). Metode yang mengaci pada orang lain tidak perlu ditulis ulang, sebutkan sumbernya, kecuali kalau ada modifikasi.

e. Metode mencakup uraian dan penjelasan sebagai berikut:

Penjelasan mengenai bahan dan peralatan serta metode yang digunakan (termasuk pisau analisis).

Deskripsi / uraian mengenai perosedur yang dilakukan.

Cantumkan rumusan matematisnya sehingga hasil numeriknya bisa dicek.

Jelaskan cukup rinci sehingga metode ini dapat dilulangi (repeatability).

7. Hasil dan Pembahasan (termasuk ilustrasi: gambar, tebel, grafik, foto, diagram, dll).

a. Penampilan / pencantuman / tabulasi data hasil penelitian yang dilaksanakan sesuai dengan metodologi

b. Berikan interpretasi terhadap hasil analisis dan bahasan untuk memperoleh jawaban, nilai tambah, dan kemanfaatan terkait dengan permasalahan dan tujuan penelitian.

38
38

Workshop Penulisan Laporan dan Jurnal Ilmiah

c. Merupakan hasil analisis fenomena di wilayah penelitian yang relevan dengan tema sentral kajian, hasil yang diperoleh dapat berupa deskriptif naratif, angka-angka, gambar / table, suatu alat.

d. Penulisan runut diawali dari pemeriksaan data (verifikasi / validasi), ]sengulas struktur dan hubungan antar kelompok, analisisnya, interpretasi hasil berdasar teori

dan tidak bergeser dari alur yang tidak ditetapkan oleh hipotesis.

e. Hasil analisis berbentuk interpretasi (jika kualitatif), statistic atau tabulasi epsilon (jika kuantitatif).

f. Hasil harus menjawab permaslahan dan tujuan penelitian. Berisi tentang penjelsan perbandingan hasil dengan hal lain yang memiliki kaitan maupun bagian dari suatu keragaman masalah yang telah dipublikasikan oleh orang lain, atau hasil dari penelitian sebelumnya jika merupakan rangkaian dari suatu kegiatan penelitian.

g. Pembahasan ditulis dengan ringkas dan focus kepada interpretasi dari hasil yang diperoleh, BUKAN pengulangan dari hasil.

h. Acauan pustaka dimunculkan bila harus membandingkan hasil atau publikasi sebelumnya.

i. Ilustrasi: merupakan rangkuman dari hasil aktivitas / kegiatan penelitian yang dapat berupa table gambar, foto, dan sebagainya.

8. Kesimpulan. Merupakan bagian akhir suatu tulisan ilmiah, diperoleh dari hasil analisis dan pembahasna atau fenomena yang diteliti dan BUKAN tulisan ulang dari pembahasan, BUKAN ringkasan. Disampaikan secara singkat dalam bentuk kalimat utuh atau dalam bentuk penyampaian butir-butir kesimpulan secara berurutan. Kesimpulan khusus berasal dari analisis, sedangkan kesimpulan umum adalah hasil dari generalisasi atau keterkaitan dengan fenimena serupa di eilayah lain yang diacu dari publikasi terdahulu. Harus menjawab pertanyaan dan permasalahan riset yang diungkapkan pada pendahuluan.

9. Saran. Dapat berisi rekomendasi akademik atau tindak lanjut nyata atas kesimpulan yang diperoleh.

10. Daftar Pustaka.

39
39

Workshop Penulisan Laporan dan Jurnal Ilmiah

PEDOMAN PENULISAN JURNAL PROFESIONAL & PRODUKTIVITAS

1. Judul. Ditulis dengan spesifik, jelas, ringkas, informatif

2. Nama Penulis. Ditulis lengkap dengan Jabatan, Unit Kerja dan alamat email.

3. Abstrak. Berisi tentang permasalahan, tujuan, metode, hasil, kesimpulan dan kata kunci. Ditulis 1 spasi maksimal setengah halaman (maksimal 300 kata).

4. Pendahuluan. Ditulis tentang Latar Belakang, Permasalahan/ Rumusan Masalah, Tujuan dan Manfaat Penelitian

5. Tinjauan Pustaka/ Landasan Teori. Ditulis teori-teori yang mendukung atau yang relevan dengan kegiatan penelitian yang dilakukan. Penyajian scientific method atau landasan teori memerlukan acuan pustaka yang kuat, tajam dan mutakhir.

6. Metode Penelitian. Memuat jenis penelitian, waktu, tempat, populasi/ sampel, alat dan bahan, metode pengolahan data, serta informasi lain yang dibutuhkan atau relevan dengan jenis penelitiannya.

7. Hasil: Menampilkan hasil dalam bentuk ilustrasi: gambar, tebel, grafik, foto, diagram, dll. Memberikan interpretasi terhadap data hasil. Dapat berupa hasil analisis fenomena di wilayah penelitian yang relevan, hasil yang diperoleh dapat berupa deskriptif naratif, angka-angka, gambar / table, suatu alat. Penelitian kualitatif penulisan hasil berbentuk interpretasi, sedangkan penelitian kuantitatif hasil dalam bentuk statistik. Hasil harus menyajikan data permaslahan dan tujuan penelitian.

8. Pembahasan. Pembahasan ditulis dengan ringkas dan fokus kepada interpretasi dari hasil yang diperoleh, BUKAN pengulangan dari hasil. Pembahasan dengan acauan pustaka dimunculkan bila harus membandingkan hasil atau publikasi sebelumnya. Arah pembahasan untuk menjawab tujuan penelitian. Akhir dari uraian pembahasan harus mampu menunjukan pernyataan kesimpulan.

9. Kesimpulan. Diperoleh dari hasil analisis dan pembahasan, disampaikan secara singkat dalam bentuk kalimat utuh. Harus menjawab pertanyaan dan permasalahan riset yang diungkapkan pada pendahuluan.

10. Saran. Berisi rekomendasi akademik atau tindak lanjut nyata dari kesimpulan yang diperoleh.

11. Daftar Pustaka. Ditulis nama, tahun publikasi, judul artikel/ buku, lokasi penerbit, nama penerbit (berdasarkan referensi APA).

40
40

Workshop Penulisan Laporan dan Jurnal Ilmiah

41
41

Workshop Penulisan Laporan dan Jurnal Ilmiah

PEMBUATAN RILIS MEDIA

Apa dan Mengapa dengan Press Rilis

Orang menyebut rilis media atau pers rilis (press release). Pres Rilis adalah pernyataan tertulis ke media. Di dalamnya bisa terdapat serangkaian berita, termasuk jadwal kegiatan, kenaikan pangkat pegawai, penghargaan, produk dan layanan baru, hasil penjualan, dll. Rilis pers juga dapat digunakan untuk membuat berita istimewa. Reporter biasanya akan lebih mempertimbangkan sebuah ide berita jika mereka menerima rilis pers terlebih dulu. Ini merupakan alat hubungan masyarakat yang sangat mendasar, yang bisa digunakan oleh siapa saja yang mau menggunakannya dalam format yang tepat. Kami akan menunjukkan bagaimana caranya. Press release adalah tempat untuk memberikan info info, berita, ataupun kegiatan kegiatan yang lainnya melalui siaran pers, media rilis, pernyataan pers atau rilis video adalah komunikasi tertulis atau direkam diarahkan pada anggota media berita untuk tujuan mengumumkan sesuatu seolah-olah berita. Biasanya, mereka dikirim, fax, atau e-mail ke editor penugasan di surat kabar, majalah, stasiun radio, stasiun televisi, atau jaringan televisi. Tujuan pembuatan press conference dan pentingnya membuat press release saat menyelenggarakan kegiatan, yaitu untuk: menghindarkan kesalahan penulisan nama/istilah, bila ada wartawan yang datang lebih awal, serta bila ada wartawan yang terlambat datang. Tom Kelleher menyatakan dalam bukunya, Public Relations Online: Konsep Abadi untuk Mengubah Media, bahwa "mengingat bahwa publik berita-driven Anda termasuk wartawan bonafide serta orang lain yang membaca dan melaporkan berita online, siaran pers istilah tampaknya bekerja lebih baik secara online dari siaran pers ". Fraser Seitel juga mengacu pada siaran pers sebagai, "kakek PR menulis kendaraan." Website telah mengubah cara siaran pers yang disampaikan. Komersial, jasa fee-based press release distribusi, seperti layanan berita kawat, atau layanan website gratis co-ada, membuat distribusi berita lebih terjangkau dan meratakan lapangan bermain untuk usaha kecil. Website seperti memegang repositori siaran pers dan mengaku membuat berita perusahaan lebih menonjol di web dan dapat dicari melalui mesin pencari utama.

42
42

Workshop Penulisan Laporan dan Jurnal Ilmiah

Hal penting dalam membuat Pers Rilis

Bagi seorang profesional Public Relations, menulis press release adalah kewajiban yang harus dilakukan minimal sebulan sekali agar citra dan brand perusahaan yang diwakili tetap menjadi top of mind bagi konsumen dan pasar yang dibidik. Tidak sedikit dari PRO (Public Relations Officer) yang mengandalkan alat publisitas ini untuk meningkatkan penjualan. Selain gratis dan tidak dipungut biaya oleh media yang memuatnya, press release bisa menjadi soft- selling yang sangat ampuh untuk promosi. Namun pernahkah Anda merasa bahwa banyak media, khususnya wartawan sebagai pintu pertama sebelum editor, tidak mengindahkan press release Anda? Bahan promosi berbungkus berita yang Anda emailkan ke media-media berakhir di Deleted Item komputer mereka Seolah- olah ada informasi yang jauh lebih bernilai ketimbang berita Anda. Mengapa bisa terjadi demikian? Untuk menghindari peristiwa seperti itu, ada baiknya Anda memperhatikan sifat press release.

Arti dan Sifat Penting Pres Rilis

Masing-masing praktisi public relations dapat mengembangkan dan menemukan caranya sendiri dalam menulis dan menyebarkan press release. Setidaknya, berikut ini dapat dijadikan pedoman dalam membuat pres rilis.

1. Press Release bukanlah Advetorial. Banyak praktisi PR menulis press release dengan pola seperti advertorial. Ini adalah kesalahan fatal! Menulis press release sama seperti menulis berita. Itulah sebabnya hampir rata-rata seorang yang bekerja sebagai PRO dulunya pernah bekerja juga sebagai wartawan. Jika advertorial lebih menekankan pada penjualan sehingga banyak kata-kata yang indah (flowering word), maka press release lebih banyak menekankan pada unsur informasi dengan gaya penulisan piramida terbalik. Press release bergaya advertorial biasanya akan dicuekin oleh wartawan yang menerimanya, kecuali kalau perusahaan mengadakan press conference sehingga para wartawan bisa menulis sendiri kegiatan berdasarkan laporan pandangan mata. Namun jika tujuan Anda hanya untuk menginformasikan produk baru atau kegiatan yang telah berlangsung, maka buatlah tulisan bergaya berita sehingga press release Anda akan diperlakukan secara „terhormat‟.

43
43

Workshop Penulisan Laporan dan Jurnal Ilmiah

2. Gunakan Third Endorsment. Wartawan yang kritis biasanya tidak mau begitu saja memuat press release Anda yang hanya mencantumkan sudut pandang perusahaan. Mereka akan mencari opini lain dari pakar atau tokoh yang berhubungan dengan tema press release. Misalkan Anda menulis tentang kegiatan CSR berupa penanaman pohon. Alih-alih sekedar menulis pernyataan Direktur Utama tentang pentingnya pelestarian alam, mengapa Anda tidak meminta pendapat (dengan mewawancarai) pakar lingkungan hidup untuk dimasukkan ke dalam rilis Anda? Press release Anda akan menjadi lebih berbobot ketimbang hanya memuat apa kata CEO tentang program CSR tersebut.

3. Perhatikan Rubriknya. Perusahaan Anda bergerak di bidang IT, namun Anda mengirim press release ke wartawan properti. Dijamin tidak akan dimuat. Atau perusahaan Anda bergerak di bidang properti dan Anda mengirim ke rubrik properti, namun ternyata tidak dimuat juga. Apa sebab? Karena berita yang Anda kirimkan adalah peluncuran produk properti dengan mengundang artis-artis ibukota. Penekanannya lebih kepada artis yang diundang sebagai penarik berita. Percayalah, sekalipun artis tersebut sedang naik daun, media tidak akan memuatnya, apalagi kalau produk yang diluncurkan tidak istimewa. Namun press release Anda bisa dimuat kalau dikirim ke media hiburan.

4. Email dan lupakan! Ini adalah salah satu „penyakit‟ seorang PRO khususnya yang baru terjun di bidang ini. Banyak dari mereka setelah mengirim press release baik berupa email atau fax setelah itu tidak ditindaklanjuti lagi apakah redaksi sudah menerima atau tidak. Jangankan follow-up, bahkan mencantumkan nomor kontak saja tidak. Bagaimana wartawan bisa bertanya-tanya kalau PRO-nya menutup diri dari media, dan hanya bertujuan untuk mempublikasikan beritanya?

5. Perlakukan secara Pribadi. Biasanya PRO mengirim email press release sekaligus pada banyak wartawan (email blast). Sebisa mungkin hindari cara ini karena wartawan akan menganggap tidak ada yang istimewa dari perlakuan perusahaan kepada dirinya. Sangat direkomendasikan untuk mengirim satu persatu per email kepada wartawan. Cantumkan nama mereka dan sapalah secara pribadi. Dengan demikian peluang press release Anda untuk dimuat menjadi lebih besar.

Teknik Pembuatan Pers Rilis

Tulislah judul yang orisinil. Judul harus singkat, jelas, dan langsung ke sasaran; dengan kata lain, suatu versi yang sangat padat dari poin utama dalam rilis pers. Banyak ahli hubungan

44
44

Workshop Penulisan Laporan dan Jurnal Ilmiah

masyarakat yang menyarankan judul sebaiknya ditulis terakhir, setelah seluruh konten lainnya telah ditulis. Jika Anda mengikuti instruksi tersebut, teruslah menulis rilis pers dan tulis judul setelahnya. Judul merupakan penarik perhatian dan merupakan bagian rilis pers yang sangat penting.

wikiHow terkenal sebagai sumber informasi yang paling terkenal. Anda sudah melihatnya bukan? Sekaran Anda ingin mengetahui lebih banyak tentang beritanya! Judul harus mampu menarik perhatian jurnalis, seperti halnya judul berita di koran menarik pembaca. Judul mungkin mendeskripsikan pencapaian terbaru dari suatu organisasi, kejadian yang patutu diliput, atau produku atau layanan baru. Wikihow memiliki tagline dengan “Kami berupaya membantu semua orang di seluruh dunia belajar cara

melakukan apapun”.

Judul harus ditulis dengan hurug tebal! Suatu judul biasanya ditulis tebal dan menggunakan ukuran huruf yang lebih besar dibandingkan tubuh naskah.

Huruf pertama menggunakan huruf kapital. Dan juga seluruh kata benda yang harus dikapitalisasi. Kebanyakan kata-kata di judul menggunakan huruf kecil, walaupun penggunaan "huruf kapital berukuran kecil" dapat membuat penampilan yang lebih menarik secara visual. Jangan mengkapitalisasi seluruh kata.

Gunakan kata kunci penting. Cara paling sederhana untuk membuat judul rilis pers adalah dengan mengambil kata kunci paling penting dalam rilis pers Anda. Dari kata- kata kunci ini, cobalah untuk membentuk pernyataan yang logis dan menarik perhatian. Jika Anda menyertakan kalimat ringkasan setelah judul, Anda dapat menggunakan cara yang sama. Menggunakan kata kunci di awal akan membuat halaman Anda lebih mudah dicari di mesin pencarian, dan akan lebih mudah bagi jurnalis dan pembaca untuk menangkap ide dari isi rilis pers Anda. Lihatlah seluruh penjelasan dalam langkah pertama ini, dan perhatikan bahwa semuanya bisa menjadi judul rilis pers.

Press Release atau Siaran Pers merupakan tulisan yang dibuat pleh organisasi/perusahaan untuk memberitahukan kegiatannya, baik yang telah maupun yang akan dilakukan. Teknik pengiriman berupa perangko, kuru, atau fax.

Ada 3 bentuk Press Release antara lain : News Release, Foto Release dan Feature Release Ada 2 model penulisan Press Release yaitu: Model format berita (Press Klaar) dan Model pointers

45
45

Workshop Penulisan Laporan dan Jurnal Ilmiah

Pers rilis dalam mengelola event meliputi aspek penting: Pemberitahuan (announcement), Peningkatan pelayanan dan Community relations.

Press Conference atau Konperensi Pers adalah pertemuan dengan wartawan karena diundang kehadirannya oleh organisasi/ perusahaan. Membuat press conference untuk event

1. Bila ada sesuatu yang baru (Novelty),

contoh Peresmian kantor/ pabrik baru

Pengenalan produk / jasa baru (LAUNCHING) Pengenalan pimpinan yang baru

2. Bila ada bantahan yang bersifat prinsip

3. Bila ada kegiatan yang berskala besar

contoh: pameran atau muktamar

Mengapa perlu perencanaan untuk menyelenggarakan press conference ? karena penyelenggaraan press conference membutuhkan biaya untuk :

1. Sewa tempat bila organisasi/perusahaan belum memiliki tempat pertemuan yang representative

2. Pemberian souvenir, apalagi pada waktu Launching, Penyediaan menu,

3. Uang amplop yang merupakan sikap budaya, Sesungguhnya kode etik melarang pemberian dan penerimaan amplop. Selama ini hanya wartawan Harian Umum Kompas yang menolak amplop.

Siapa wartawan yang akan kita undang ?

1. Wartawan yang tercantum namanya dalam mailing list organisasi/ perusahaan.

2. Disesuaikan dengan tema Press Conference

3. Selera atasan

4. LKBN ANTARA (Lembaga Kantor Berita Nasional) untuk organisasi/perusahaan yang memiliki cabang atau akses ke daerah-daerah karena LKBN ANTARA menerbitkan buletin ATARA yang banyak dikutip koran daerah.

5. Radio & Televisi

HUMAS harus memonitori penerbitan media sesudah press conference dan membuat klipping. Bila dimungkinkan, sertakan komentar HUMAS dan buat surat ucapan terima kasih untuk wartawan dan/ atau media tersebut.

Referensi:

46
46

Workshop Penulisan Laporan dan Jurnal Ilmiah

ttps://www.linkedin.com/pulse/5-hal-penting-sebelum-menulis-press-release-muhammad-zulkifli

http://id.wikihow.com/Halaman-Utama

47
47