Anda di halaman 1dari 30

BAB 4

HASIL PENELITIAN

4.1 GAMBARAN UMUM WILAYAH


4.1.1 Letak Geografis
Pemerintahan Kota Administrasi Jakarta Utara adalah salah satu bagian
wilayah administrasi di bawah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pemerintahan
Kota Administrasi Jakarta Utara terbagi atas 6 Kecamatan, yaitu Kecamatan Koja,
Kecamatan Cilincing, Kecamatan Kelapa Gading, Kecamatan Tanjung Priok,
Kecamatan Pademangan dan Kecamatan Penjaringan. Jumlah Kelurahan yang
terdapat dalam Kota Administrasi Jakarta Utara adalah sebanyak 32 Kelurahan.
Puskesmas Kelurahan Rorotan terletak di wilayah Kelurahan Rorotan,
Kecamatan Cilincing, Kota Administrasi Jakarta Utara. Puskesmas Kelurahan
Rorotan beralamat di Jl. Rorotan IX RT 011/RW 010. Cakupan wilayah kerja
Puskesmas Kelurahan Rorotan meliputi seluruh wilayah Kelurahan Rorotan
dengan luas wilayah 10,64 km2 yang terdiri atas 13 RW dan 144 RT

4.1.2 Batas Wilayah


Batas-batas wilayah Kelurahan Rorotan adalah sebagai berikut:
1. Sebelah Utara berbatasan dengan Marunda
2. Sebelah Barat berbatasan dengan Kelurahan Sukapura
3. Sebelah Timur berbatasan dengan Kota Bekasi
4. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kelurahan Cakung Timur

Gambar 4.1. Peta Batas Wilayah Kelurahan Rorotan

42
4.1.3.1 Jumlah Penduduk
Jumlah penduduk di wilayah Kelurahan Rorotan pada akhir bulan Desember
2016 adalah sebanyak 40,713 jiwa yang terdiri atas 14,430 Kepala Keluarga meliputi
13,889 Kepala Keluarga laki-laki dan 541 Kepala Keluarga perempuan. Kepadatan
penduduk di wilayah Kelurahan Rorotan adalah sebanyak 80 Jiwa/Km.

4.1.4 Susunan Penduduk

Gambar 4.2 Kependudukan Kelurahan Rorotan

Gambar 4.3 Kependudukan Tiap RW di Kelurahan Rorotan

43
4.1.5. Gambaran Umum Puskesmas Kelurahan Rorotan
Gambar 4.4 Struktur Pegawai Puskesmas Kelurahan Rorotan

4.1.6. Jenis Pelayanan Puskesmas Kelurahan Rorotan

44
Berikut ini merupakan jenis pelayanan kesehatan yang terdapat di Puskesmas Kelurahan
Rorotan. Jenis pelayanan Puskesmas Kelurahan Rorotan adalah umum (bayar sesuai dengan
retribusi Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta dan BPJS Kesehatan.

BP Umum Poli ANC

BP Gigi Rumah Bersalin (RB)

Keur Kesehatan Poli TB Paru

Pelayanan Surat Kematian Poli Kusta

Poli Kesehatan Ibu Kamar Obat ( Apotek )

Poli Keluarga Berencana

Tabel 4.1 Sarana Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Kelurahan Rorotan


(Sumber: Puskesmas Kelurahan Rorotan)

4.2. Analisis Univariat


Analisis univariat yang diteliti dalam penelitian ini meliputi :
Karakteristik remaja (umur dan jenis kelamin), karakteristik orang tua

45
(pendidikan dan pekerjaan orang tua), pendidikan seks oleh orang tua dan
perilaku seksual remaja (pengetahuan, sikap dan tindakan).

4.2.1. Karakteristik Remaja dan Karakteristik Orang Tua


Tabel 4.1. Karakteristik Remaja dan Karakteristik Orang Tua di Madrasah
Tsanawiyah Negeri 38 Tahun 2018

No Latar Belakang Jumlah (orang) Presentase (%)


Karakteristik Remaja
1 Umur
12 Tahun 5 5.0
13 Tahun 27 27.0
14 Tahun 53 53.0
15 Tahun 12 12.0
16 Tahun 3 3.0
Jumlah 100 100,0
2 Jenis Kelamin
Laki-laki 21 21.0
Perempuan 79 79.0
Jumlah 100 100,0
3. Pendidikan Ayah
SD 37 37.0
SMP 23 23.0
SMA 38 38.0
Perguruan Tinggi 1 1.0
Jumlah 99 99.0

Tabel 4.1 (Lanjutan)

No Latar Belakang Jumlah (orang) Presentase (%)


4 Pendidikan Ibu
SD 31 31.0
SMP 28 28.0
SMA 37 37.0
Perguruan Tinggi 4 4.0

46
Jumlah 100 100.0
5 Pekerjaan Ayah
Petani 10 10.0
Pegawai Swasta 37 37.0
Wiraswasta 36 36.0
Pedagang 9 9.0
Kontraktor 2 2.0
PNS 2 2.0
Jumlah 96 96.0
6 Pekerjaan Ibu
IRT 75 75.0
Pedagang 13 13.0
Pegawai Swasta 12 12.0
Jumlah 100 100.0

Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja


berumur 14 tahun sebanyak 53 orang (53%) dan sebagian kecil berumur 16
tahun sebanyak 3 orang (3%). Berdasarkan jenis kelamin bahwa sebagian
besar remaja perempuan sebanyak 79 orang (79%) dan sebagian kecil jenis
kelamin laki-laki sebanyak 21 orang (21%). Berdasarkan pendidikan orang
tua, sebagian besar ayah berpendidikan SMA sebanyak 38 orang (38%) dan
sebagian kecil berpendidikan Perguruan tinggi sebanyak 1 orang (1%).
Berdasarkan pendidikan ibu sebagian besar ibu berpendidikan SMA sebanyak
37 orang (37%) dan sebagian kecil berpendidikan Perguruan tinggi sebanyak
4 orang (4%). Berdasarkan pekerjaan orang tua, sebagian besar pekerjaan
ayah sebagai pegawai swasta sebanyak 37 orang (37%) dan sebagian kecil
bekerja sebagai PNS dan kontraktor sebanyak masing-maisng 2 orang (2%).
Berdasarkan pekerjaan ibu sebagian besar sebagai Ibu Rumah tangga (IRT)
sebanyak 75 orang (75%) dan sebagian kecil ibu bekerja sebagai Pegawai
Swasta 12 orang (12%)

4.2.2. Pendidikan Seks oleh Orang Tua

47
Untuk melihat pendidikan seks pada siswa Madrasah Tsanawiyah
Negeri 38 disusun sebanyak 21 pernyataan dan dapat dijabarkan sebagai
berikut :

Tabel 4.2. Distribusi Jawaban Remaja tentang Pendidikan


Seks Orang Tua di Madrasah Tsanawiyah Negeri 38 Tahun
2018

jawaban
No Pernyataan pernah Tidak pernah
n % n %
1 Apakah orangtua anda pernah memberikan 18 19.00 81 81.00
informasi tentang alat reproduksi laki-laki dan
perempuan seperti vagina dan penis?
2 Apakah orang tua anda pernah memberikan 31 31.00 69 69.00
informasi tentang organ reproduksi dan
fungsinya. Misalnya: vagina berfungsi sebagai
saluran keluarnya menstruasi dan penis
sebagai saluran aing kencing juga berfungsi
sebagai saluran keluarnya sperma?
3 Apakah orang tua anda pernah memberikan 83 83.00 17 17.00
informasi tentang proses terjadinya
menstruasi (perempuan) dan mimpi basah
(laki-laki) yang terjadi pada saat memasuki
masa dewasa?
4 Apakah orang tua anda pernah memberikan 66 66.00 34 34.00
informasi tentang perubahan yang terjadi
pada masa pubertas. Misalnya : pada anak
wanita pembesaran payudara dan pada anak
laki-laki pembesaran suara ?
5 Apakah orang tua anda pernah memberikan 63 63.0 37 37.00
informasi bahwa pada saat memasuki usia
dewasa akan terjadi perubahan fisik seperti

48
tumbuhnya rambut di daerah kemaluan
maupun ketiak
6 Apakah orang tua anda pernah memberikan 33 33.0 67 67.00
informasi tentang cara membersihkan alat
genitalia (alat kelamin) dari depan
kebelakang?
7 Apakah orang tua anda pernah memberikan 53 53.0 47 47.00
informasi tentang tujuan perawatan alat
genitalia (alat kelamin) yaitu agar terhindar
dari penyakit yang di sebabkan oleh virus,
bakteri, protozoa?
8 Apakah orang tua anda pernah memberikan 42 42.0 58 58.00
informasi mendasar tentang terjadinya
kehamilan
9 Apakah orang tua anda pernah memberikan 27 27.0 73 73.00
informasi bahwa seks adalah hubungan
laki-laki dan perempuan yang didasari
hasrat atau keinginan (libido) dengan tujuan
mencari kenikmatan
10 Apakah orang tua anda pernah memberikan 58 58.0 42 42.00
informasi bahwa tindakan ingin mencoba
melakukan hubungan seksual sebelum
menikah akan memberikan dampak dan
merugikan masa depan?
11 Apakah orang tua anda pernah memberikan 77 77.0 23 23.00
informasi bahwa hubungan seks hanya
boleh dilakukan bagi pasangan yang sudah
menikah?
12 Apakah orang tua anda pernah memberikan 77 77.0 23 23.00
informasi bahwa melakukan hubungan seks
bebas dilarang karena merupakan perbuatan
dosa
13 Apakah orang tua anda pernah memberikan 44 6.0 94 94.00
informasi tentang bahaya aborsi

49
(menggugurkan kandungan)?
14 Apakah orang tua anda pernah memberikan 41 41.00 59 59.00
informasi bahwa penyakit menular seksual
adalah penyakit yang dapat ditularkan
melalui hubungan seksual?
15 Apakah orang tua pernah memberikan 42 42.00 58 58.00
informasi tentang jenis-jenis penyakit
menular seksual seperti ghonorhoe (kencing
nanah) HIV/AIDS?
16 Apakah orang tua pernah memberikan 34 34.00 66 66.00
informasi bahwa pekerja seks komersial
(PSK) tergolong kedalam resiko tinggi
terkena penyakit menular seksual?
17 Apakah orang tua anda pernah memberikan 47 47.00 53 53.00
informasi bahwa penyakit menular seksual
disebabkan oleh berbagai macam virus,
bakteri, jamur, dll yang sebagian besar
ditularkan melalui hubungan seksual
dengan orang yang telah terinfeksi.
18 Apakah orang tua anda pernah memberikan 42 42.00 58 58.00
informasi bahwa bila anda melakukan
hubungan seksual sekali saja dengan
penderita penyakit menular seksual,
akanberdampak tertular penyakit menular
seksual?
19 Apakah orang tua anda pernah 35 35.00 65 65.00
memberikan informasi bahwa gejala
penyakit menular seksual dapat muncul
dan menyerang mata, mulut, saluran
pencernaan, hati, otak, dan organ tubuh
lainnya?
20 Apakah orang tua anda pernah memberikan 29 29.00 61 61.00
informasi bahwa melakukan hubungan

50
seksual lewat anus atau dubur paling
berisiko tertular penyakit menular seksual?
21 Apakah orang tua anda pernah memberikan 46 46.00 54 54.00
informasi bahwa akibat buruk terjadinya
seksual pra nikah bagi remaja adalah
kehamilan yang tidak diinginkan?

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada 100 remaja


menunjukkan bahwa sebagian besar remaja menjawab pernyataan pernah
diberikan pendidikan seks dari orang tua yaitu apakah orang tua anda pernah
memberikan informasi tentang proses terjadinya menstruasi (perempuan) dan
mimpi basah (laki-laki) yang terjadi pada saat memasuki masa dewasa
memberikan informasi bahwa tentang perubahan yang terjadi pada tubuh saat
pubertas sebanyak 83 orang (83%) dan sebagian kecil menjawab Apakah orangtua
anda pernah memberikan informasi tentang alat reproduksi laki-laki dan
perempuan seperti vagina dan penis sebanyak 18 orang (18%)
Hasil pengukuran pendidikan seks orang tua kemudian dikategorikan
seperti pada tabel 4.3 dibawah ini
Tabel 4.3. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Pendidikan Seks Orang Tua
di Madrasah Tsanawiyah Negeri 38 Tahun 2018

No Kategori Pendidikan Seks F %


1 Kurang Baik 60 60.0
2 Baik 40 40.0
Jumlah 100 100

Berdasarkan tabel 4.3 dapat dilihat bahwa pendidikan seks orang tua
sebagian besar pada kategori kurang baik sebanyak 60 remaja (60.0%) dan
sebagian kecil pada kategori kurang baik sebanyak 40 remaja (40.0%).

4.2.3. Perilaku Seksual Remaja

1. Pengetahuan

51
Untuk melihat pengetahuan pada siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri
38 disusun sebanyak 15 pertanyaan dan dapat dijabarkan sebagai berikut :

Tabel 4.4 Distribusi Jawaban Remaja tentang Pengetahuan Seks Remaja di


Madrasah Tsanawiyah Negeri 38 Tahun 2018

jawaban
No Pertanyaan benar salah
n % n %
1 Yang dimaksud dengan organ reproduksi adalah? 35 35.0 65 65.0
Yang bukan merupakan fungsi dari sistem
2 73 73.0 23 23.0
reproduksi adalah
Perubahan yang terjadi saat masa pubertas
3 80 80.0 20 20.0
pada remaja laki-laki dan perempuan adalah?
Yang merupakan cara membersihkan alat kelamin
4 65 65.0 35 35.0
adalah?
Yang merupakan tujuan dari perawatan alat
5 95 95.0 5 5.0
kelamin adalah?
Yang dimaksud dengan Penyakit Menular Seksual
6 90 90.0 10 10.0
(PMS) adalah?
Yang bukan merupakan jenis-jenis penyakit
7 84 84.0 16 16.0
menular seksual adalah?
8 Yang dimaksud dengan perilaku seksual adalah? 22 22.0 78 78.0
Melakukan hubungan secara dini dapat
9 86 86.0 14 14.0
mengakibatkan?
Apakah pengaruh buruk akibat terjadinya seksual
10 34 34.0 66 66.0
pranikah bagi remaja
11 Berganti–ganti pasangan dapat menyebabkan? 90 90.0 10 10.0
Dampak melakukan perilaku seksual secara fisik
12 69 69.0 31 31.0
dapat mengakibatkan..
Dampak melakukan perilaku seksual secara
13 32 32.0 68 68.0
psikologis dapat mengakibatkan
Kontak fisik antara organ seksual pria (penis)
14 dengan organ reproduksi wanita (vagina) 48 48.0 52 52.0
merupakan perilaku seksual dengan cara
15 Bagaimana cara mengatasi agar terhindar dari 88 88.0 12 12.0

52
perilaku seksual remaja yang menyimpang?

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada 100 remaja


menunjukkan bahwa sebagian besar remaja menjawab benar pada pertanyaan
yang dimaksud dengan penyakit menular seksual dan dampak berganti-ganti
pasangan sebanyak 90 orang (90%) , dan sebagian kecil remaja menjawab
benar pada pertanyaan yang dimaksud perilaku seksual sebanyak 22 orang
(22%). Berdasarkan pertanyaan salah sebagian besar remaja menjawab
pertanyaan tentang yang dimaksud dengan perilaku seksual sebanyak 48
orang (73,8%) dan sebagian kecil remaja menjawab tujuan perawatan alat
kelamin sebanyak 5 orang (5%).

Hasil pengukuran pengetahuan kemudian dikategorikan seperti pada tabel 4.5


dibawah ini
Tabel 4.5 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Pengetahuan Seks Remaja di
Madrasah Tsanawiyah Negeri 38 Tahun 2018

No Kategori Pengetahuan F %
1 Kurang Baik 13 13
2 Baik 87 87
Jumlah 100 100

Berdasarkan tabel 4.5 dapat dilihat bahwa pengetahuan remaja


sebagian besar pada kategori baik sebanyak 87 remaja (87%) dan sebagian
kecil pada kategori kurang baik sebanyak 13 remaja (13 %).

2. Sikap
Untuk melihat sikap pada siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri
38 disusun sebanyak 15 pernyataan dan dapat dijabarkan sebagai
berikut :
Tabel 4.6. Distribusi Jawaban Remaja tentang Sikap Seks Remaja di
Madrasah Tsanawiyah Negeri 38 Tahun 2018

53
Pilihan jawaban
No Pernyataan SS S TS STS
n % n % n % n %
1 Hubungan seksual dengan 10 10.0 33 33.0 1 1.0 56 56.0
bergonta ganti pasangan dapat
menyebabkan penyakit menular
seksual
2 Berpacaran adalah suatu hal 10 10.0 1 1.0 34 34.0 55 55.0
yang wajar
3 Sebagai seorang remaja, saya 15 15.0 33 33.0 41 41.0 2 2.0
seharusnya lebih terbukan dan
mau bercerita kepada orangtua
4 Bergaul dengan anak remaja lain 2 2.0 19 19.0 26 26.0 53 53.0
baik laki-laki naupun perempuan
adalah menyenangkan
5 Pulang jharus tepat waktu 9 9.0 25 25.0 49 49.0 17 17.0
setelah kegiatan sekolah selesai
6 Hubungan seks boleh dilakukan 0 0.0 24 24.0 35 35.0 41 41.0
remaja sebagai ekspresi tulus
kepada pacar
7 Menonton film pornografi dapat 70 70.0 26 26.0 2 2.0 2 2.0
mengganggu perkembangan
mental dan waktu belajar saya
8 Bertanya tentang perilaku seks 13 13.0 17 17.0 18 18.0 51 51.0
adalah tabu
9 Saya memilih teman yang belum 30 30.0 26 26.0 21 21.0 16 16.0
mempunyai pacar
10 Menonton film pornografi 6 6.0 16 16.0 42 42.0 31 31.0
merupakan hal yang menarik
11 Perilaku seks menyimpang dapat 53 53.0 14 14.0 16 16.0 16 16.0
mengakibatkan pernikahan dini
12 Memegang tangan ketika jalan 18 18.0 11 11.0 47 47.0 21 21.0
berdua antara perempuan dan
laki-laki adalah hal yang biasa
13 Orangtua berperan dlam 6 6.0 35 35.0 34 34.0 25 25.0
menentukan dengan siapa

54
anaknya berteman
14 Memiliki pacar lebih dari satu 26 26.0 13 13.0 44 44.0 17 17.0
merupakan hal yang biasa bagi
remaja
15 Orangtua perlu mengajarkan 42 42.0 47 47.0 8 8.0 1 1.0
tentang dampak perilaku seks
bebas

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada 65 remaja menunjukkan bahwa


remaja sebagian besar menjawab pernyataan sangat setuju tentang Menonton film
pornografi dapat mengganggu perkembangan mental dan waktu belajar sebanyak 70
orang (70%). Berdasarkan pernyataan setuju sebagian besar tentang Orangtua perlu
mengajarkan tentang dampak perilaku seks bebas sebanyak 47 orang (47%). Berdasarkan
pernyataan tidak setuju sebagian besar tentang pulang harus tepat wwaktu sepulang
sebanyak 49 orang (49%). Berdasarkan pernyataan sangat tidak setuju Hubungan seksual
dengan bergonta ganti pasangan dapat menyebabkan penyakit menular seksual sebanyak
56 orang (56%).

Hasil pengukuran sikap kemudian dikategorikan seperti pada table 4.7 dibawah ini
Tabel 4.7. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Sikap Seks Remaja di
Madrasah Tsanawiyah Negeri 38 Tahun 2018

No Kategori Sikap F %
1 Kurang Baik 9 9.0
2 Baik 91 91.0
Jumlah 65 100

Berdasarkan tabel 4.7 dapat dilihat bahwa sikap remaja sebagian besar
pada kategori baik sebanyak 91 remaja (91.0%) dan sebagian kecil pada
kategori kurang baik sebanyak 9 remaja (9.0%).

3. Tindakan

55
Untuk melihat tindakan pada siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri 38
disusun sebanyak 10 pertanyaan dan dapat dijabarkan sebagai berikut :

Tabel 4.8. Distribusi Jawaban Remaja tentang Tindakan Seks Remaja di


Madrasah Tsanawiyah Negeri 38 Tahun 2018

jawaban
No Pertanyaan ya tidak
n % n %
1 Pacar saya memegang tangan saya ketika jalan 45 45.0 55 55.0
berdua
2 Saya pergi berkencan dengan pacar saya setiap 18 18.0 82 82.0
hari minggu
3 Saya tertarik dengan lawn jenis saya di sekolah 61 61.0 39 39.0
4 Saya dan pacar saling berpelukan dengan erat 11 11.0 89 89.0
sebagai bukti kasih saying
5 Pacar saya suka mencium pipi saya 15 15.0 85 85.0
6 Pacar saya suka mencium bibir saya 13 13.0 87 87.0
7 Pacar saya meraba bagian sensitive saya seperti 7 7.0 93 93.0
alat kelamin
8 Saya pernah melakukan hubungan seks dengan 6 6.0 94 94.0
cara oral (mulut) bersama pacar saya
9 Saya pernah melakukan hubungan seks (hubungan 2 2.0 98 98.0
intim) dengan pacar saya
10 Saya dan pacar melakukan hubungan intim 5 5.0 95 95.0
dengan menggunakan kondom supaya tidak hamil

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada 100 remaja


menunjukkan bahwa sebagian besar remaja menjawab ya dilakukan ketertarikan
terhadap lawan jenis di sekolah sebanyak 61 orang (61%) dan sebagian kecil
remaja menjawab ya dilakukan tentang saya pernah melakukan pernah melakukan
hubungan seks (hubungan intim) dengan pacar sebanyak 2 orang (2%).
Berdasarkan tidak dilakukan sebagian besar remaja menjawab tentang pernah
melakukan hubungan seks (hubungan intim) dengan pacar sebanyak 98 orang
(98%) dan sebagian kecil remaja menjawab tidak dilakukan menjawab
ketertarikan terhadap lawan jenis sebanyak 39 orang (39%).

56
Hasil pengukuran tindakan kemudian dikategorikan seperti pada table 4.9
dibawah ini :
Tabel 4.9. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Tindakan Seks Remaja di
Madrasah Tsanawiyah Negeri 38 Tahun 2018

No Kategori Tindakan F %
1 Ringan 89 89.0
2 Berat 11 11.0
Jumlah 100 100

Berdasarkan tabel 4.9 dapat dilihat bahwa tindakan remaja sebagian


besar pada kategori ringan sebanyak 89 remaja (89%) dan sebagian kecil pada
kategori berat sebanyak 11 remaja (11.0 %).

4.3. Analisis Bivariat


Pada analisis bivariat ini dilakukan untuk menghubungkan variabel
independen dengan variabel dependen. Hasil pengolahan data disajikan pada
tabel silang dan disertakan nilai dari uji chi-square.

4.3.1. Hubungan Karakteristik Remaja (Umur dan Jenis Kelamin)


dengan Pengetahuan Seks Remaja di Madrasah Tsanawiyah
Negeri 38 Tahun 2018
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, maka dapat dilihat
karakteristik remaja (umur dan jenis dan kelamin) dengan pengetahuan seks
remaja pada tabel dibawah ini:
Tabel 4.10. Karakteristik Remaja (Umur dan Jenis Kelamin) dengan
Pengetahuan Seks Remaja Madrasah Tsanawiyah Negeri 38 Tahun 2018
Pengetahuan seks
total
variabel Kurang baik baik p
n % n % n %

57
Umur
12 tahun 0 0.0 5 5.8 5 5 0.161
13 tahun 2 15,3 25 28.8 27 27
14 tahun 11 84,7 42 48.3 53 53
15 tahun 0 0.0 12 13.7 12 12
16 tahun 0 0.0 3 3.4 3 3
Jenis Kelamin
Laki-laki 2 15.4 19 21.8 21 21 0.594
Perempuan 11 84.6 68 78.2 79 79

Berdasarkan hasil penelitian hubungan karakteristik remaja (umur


dan jenis kelamin) dengan pengetahuan seks remaja diperoleh berdasarkan
umur sebagian besar remaja memiliki pengetahuan kurang baik terdapat pada
umur 14 tahun sebanyak 11 orang (84.7%) dan sebagian besar memiliki
pengetahuan baik terdapat pada umur 14 tahun sebanyak 42 orang (48.3%).
Dari hasil uji chi square diperoleh nilai signifikan p value (0,161) > α (0,05)
maka Ho diterima sehingga tidak ada hubungan antara umur dengan
pengetahuan seks remaja.
Berdasarkan jenis kelamin sebagian besar remaja memiliki
pengetahuan kurang baik terdapat pada perempuan sebanyak 11 orang
(15.4%) dan sebagian besar memiliki pengetahuan baik terdapat pada
perempuan sebanyak 68 orang (78.2 %). Dari hasil uji chi square diperoleh
nilai signifikan p value (0,594) < α (0,05) maka Ho ditolak sehingga ada
hubungan antara jenis kelamin dengan pengetahuan seks remaja.

4.3.2. Hubungan Karakteristik Orang Tua (Pendidikan dan Pekerjaan)


dengan Pengetahuan Seks Remaja di Madrasah Tsanawiyah
Negeri 38 Tahun 2018
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, maka dapat dilihat
karakteristik orang tua (pendidikan dan pekerjaan) dengan pengetahuan seks
remaja pada tabel dibawah ini
Tabel 4.11. Karakteristik Orang Tua (Pendidikan dan Pekerjaan) dengan
Pengetahuan Seks Remaja di Madrasah Tsanawiyah Negeri 38 Tahun
2018

58
Pengetahuan seks
total
Kurang baik baik
variabel n p
n % n %
%
Pendidikan Ayah
SD 4 30,7% 33 38.4 37 37.0 0.079
SMP 3 23,1% 20 23.2 23 23.0
SMA 5 38,4% 33 38.4 38 38.0
Perguruan Tinggi 1 7,6% 0 0.0 1 1.0
Pendidikan Ibu
SD 3 23.1 28 32.2 31 31.0 0.835
SMP 4 30.7 24 27.6 28 28.0
SMA 5 38.4 32 36.8 37 37.0
Perguruan Tinggi 1 7.6 3 3.4 4 4.0
Pekerjaan Ayah
Petani 0 0 10 25.0 10 21.3 0.676
Pegawai swasta 7 53.9 30 75.0 37 78.7
Wiraswasta 5 38.4 31 72.1 36 73.5
Pedagang 1 7.7 8 18.6 9 18.4
Kontraktor 0 0.0 2 4.6 2 4.1
PNS 0 0.0 2 4.6 2 4.1
Pekerjaan ibu
IRT 7 53.9 68 78.1 75 75.0 0.07
Pedagang 1 7.7 12 13.8 13 13.0
Pegawai Swasta 5 38.4 7 8.1 12 12.0

Berdasarkan hasil penelitian hubungan karakteristik orang tua


(pendidikan dan pekerjaan) dengan pengetahuan seks remaja diperoleh
berdasarkan pendidikan ayah sebagian besar remaja memiliki pengetahuan
kurang baik terdapat pada pendidikan SMA sebanyak 5 orang (38.4%) dan
sebagian besar memiliki pengetahuan baik terdapat pada pendidikan SMA
sebanyak 33 orang (38.4%). Berdasarkan pendidikan ibu sebagian besar
remaja memiliki pengetahuan kurang baik terdapat pada pendidikan SMA
sebanyak 5 orang (38.4%) dan sebagian besar memiliki pengetahuan baik
terdapat pada pendidikan SMA sebanyak 32 orang (36.8%).
Dari hasil uji chi square pendidikan ayah diperoleh nilai signifikan p
value (0,079) < α (0,05) maka Ho diterima sehingga tidak ada hubungan
antara pendidikan ayah dengan pengetahuan seks remaja. Dari hasil uji chi

59
square pendidikan ibu diperoleh nilai signifikan p value (0,835) < α (0,05)
maka Ho diterima sehingga tidak ada hubungan antara pendidikan ibu dengan
pengetahuan seks remaja.
Berdasarkan pekerjaan ayah sebagian besar remaja memiliki
pengetahuan kurang baik terdapat pada pekerjaan sebagai Pegawai swasta
sebanyak 7 orang (53.9%) dan sebagian besar memiliki pengetahuan baik
terdapat pada pekerjaan sebagai wiraswasta sebanyak 31 orang (72.1%).
Berdasarkan pekerjaan ibu sebagian besar remaja memiliki pengetahuan
kurang baik terdapat pada pekerjaan sebagai IRT (Ibu Rumah Tangga)
sebanyak 7 orang (53.9%) dan sebagian besar memiliki pengetahuan baik
terdapat pada pekerjaan sebagai IRT sebanyak 68 orang (78.1%).
Dari hasil uji chi square pekerjaan ayah diperoleh nilai signifikan p
value (0,676) < α (0,05) maka Ho diterima sehingga tidak ada hubungan
antara pekerjaan ayah dengan pengetahuan seks remaja. Dari hasil uji chi
square pekerjaan ibu diperoleh nilai signifikan p value (0,07) < α (0,05) maka
Ho diterima sehingga tidak ada hubungan antara pekerjaan ibu dengan
pengetahuan seks remaja.

4.3.3. Hubungan Pendidikan Seks oleh Orang Tua dengan Pengetahuan


Seks Remaja di Madrasah Tsanawiyah Negeri 38 Tahun 20184
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, maka dapat dilihat
pendidikan seks oleh orang tua dengan pengetahuan seks remaja pada
tabel dibawah ini:

Tabel 4.12. Pendidikan Seks oleh Orang Tua dengan Pengetahuan Seks
Remaja di Madrasah Tsanawiyah Negeri 38 Tahun 2018

Pengetahuan seks
Kurang total
variabel baik p
baik
n % n % n %
Pendidikan seks

60
baik 36 41.4 4 30.7 40 40.0 0.531
Kurang Baik 51 58.6 9 69.2 60 60.0

Berdasarkan hasil penelitian hubungan pendidikan seks oleh orang tua


dengan pengetahuan seks remaja diperoleh pendidikan seks oleh orang tua
yang kurang baik sebagian besar remaja memiliki pengetahuan kurang baik
yaitu sebanyak 9 orang (69.2%) dan sebagian besar remaja memiliki
pengetahuan baik terdapat pada pendidikan seks oleh orang tua yang baik
sebanyak 36 orang (41.4%).
Dari hasil uji chi square pendidikan seks orang tua diperoleh nilai
signifikan p value (0,531) < α (0,05) maka Ho diterima sehingga tidak ada
hubungan antara pendidikan seks orang tua dengan pengetahuan seks remaja.

4.3.4. Hubungan Karakteristik Remaja (Umur dan Jenis Kelamin) dengan Sikap
Seks Remaja di Madrasah Tsanawiyah Negeri 38 Tahun 2018
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, maka dapat dilihat
karakteristik remaja (umur dan jenis kelamin) dengan sikap seks remaja pada
table dibawah ini:
Tabel 4.13. Karakteristik Remaja (Umur dan Jenis Kelamin) dengan
Sikap Seks Remaja di Madrasah Tsanawiyah Negeri 38 Tahun 2018

Sikap seks
total
variabel Kurang baik baik p
n % n % n %
Umur
12 tahun 0 0.0 5 5.7 5 5.0 0.649
13 tahun 3 33.3 24 27.6 27 27.0
14 tahun 6 66.7 47 54.1 53 53.0
15 tahun 0 0.0 12 13.8 12 12.0
16 tahun 0 0.0 3 3.4 3 3.0
Jenis Kelamin
Laki-laki 2 22.2 19 20.9 21 21.0 0.925
Perempuan 7 79.8 72 79.1 79 79.0

61
Berdasarkan hasil penelitian hubungan karakteristik remaja (umur
dan jenis kelamin) dengan sikap seks remaja diperoleh berdasarkan umur
sebagian besar remaja memiliki sikap kurang baik terdapat pada umur 14
tahun sebanyak 6 orang (66.7%) dan sebagian besar memiliki sikap baik
terdapat pada umur 14 tahun sebanyak 47 orang (54.1%). Dari hasil uji chi
square diperoleh nilai signifikan p value (0,649) < α (0,05) maka Ho diterima
sehingga tidak ada hubungan antara umur dengan sikap seks remaja.
Berdasarkan jenis kelamin sebagian besar remaja memiliki sikap
kurang baik terdapat pada perempuan sebanyak 7 orang (79.8%) dan sebagian
besar memiliki sikap baik terdapat pada perempuan sebanyak 72 orang
(79.1%). Dari hasil uji chi square diperoleh nilai signifikan p value (0,925) <
α (0,05) maka Ho diterima sehingga tidak ada hubungan antara jenis kelamin
dengan sikap seks remaja.

4.3.5. Hubungan Karakteristik Orang Tua (Pendidikan dan Pekerjaan)


dengan Sikap Seks Remaja di Madrasah Tsanawiyah Negeri 38
Tahun 2018
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, maka dapat dilihat
karakteristik orang tua (pendidikan dan pekerjaan) dengan sikap seks remaja pada
tabel dibawah ini:
Tabel 4.14. Karakteristik Orang Tua (Pendidikan dan Pekerjaan)
dengan Sikap Seks Remaja di Madrasah Tsanawiyah Negeri 38
Tahun 2018
sikap seks
total
variabel Kurang baik baik p
n % n % n %
Pendidikan Ayah
SD 1 11.1 36 40.0 37 37.4 0.262
SMP 2 22.2 21 23.3 23 23.2
SMA 6 66.7 32 35.6 38 38.4
Perguruan Tinggi 0 0.0 1 1.1 1 1.1
Pendidikan Ibu
SD 1 11.1 30 32.9 31 31.0 0.118
SMP 1 11.1 27 29.7 28 28.0

62
SMA 6 66.7 31 34.1 37 37.0
Perguruan Tinggi 1 11.1 3 3.3 4 4.0
Pekerjaan Ayah
Petani 0 0.0 10 11.5 10 10.4 0.200
Pegawai swasta7 7 77.8 30 34.5 37 38.5
Wiraswasta1 1 11.1 35 40.2 36 37.5
Pedagang 1 11.1 8 9.2 9 9.4
Kontraktor 0 0.0 2 2.3 2 2.8
PNS 0 0.0 2 2.3 2 2.8
Pekerjaan ibu
IRT 6 66.7 69 75.8 75 75.0 0.613
Pedagang 1 11.1 12 13.2 13 13.0
Pegawai Swasta 2 22.2 10 12.0 12 12.0

Berdasarkan hasil penelitian hubungan karakteristik orang tua (pendidikan


dan pekerjaan) dengan sikap seks remaja diperoleh berdasarkan pendidikan ayah
sebagian besar remaja memiliki sikap kurang baik terdapat pada pendidikan SMA
sebanyak 6 orang (66.7%) dan sebagian besar memiliki sikap baik terdapat pada
pendidikan SD sebanyak 36 orang (40.0%). Berdasarkan pendidikan ibu sebagian
besar remaja memiliki pengetahuan kurang baik terdapat pada
pendidikan SMA sebanyak 6 orang (%) dan sebagian besar memiliki sikap
baik terdapat pada pendidikan SMA sebanyak 31 orang (%).
Dari hasil uji chi square pendidikan ayah diperoleh nilai signifikan p
value
(0,262) < α (0,05) maka Ho diterima sehingga tidak ada hubungan antara
pendidikan ayah dengan sikap2 seks remaja. Dari hasil uji chi square pendidikan
ibu diperoleh nilai signifikan p value (0,118) < α (0,05) maka Ho diterima
sehingga tidak ada hubungan antara pendidikan ibu dengan sikap seks remaja.
Berdasarkan pekerjaan ayah sebagian besar remaja memiliki sikap
kurang baik terdapat pada pekerjaan sebagai pegawai swasta sebanyak 7 orang
(77.8%) dan sebagian besar memiliki sikap baik terdapat pada pekerjaan
sebagai wiraswasta sebanyak 35 orang (40.2%). Berdasarkan pekerjaan ibu
sebagian besar remaja memiliki sikap kurang baik terdapat pada pekerjaan
sebagai IRT (Ibu Rumah Tangga) sebanyak 6 orang (66.7%) dan sebagian

63
besar memiliki sikap baik terdapat pada pekerjaan sebagai IRT sebanyak 69
orang (75.8%).
Dari hasil uji chi square pekerjaan ayah diperoleh nilai signifikan p
value (0,200) < α (0,05) maka Ho diterima sehingga tidak ada hubungan
antara pekerjaan ayah dengan sikap seks remaja. Dari hasil uji chi square
pekerjaan ibu diperoleh nilai signifikan p value (0,613) < α (0,05) maka Ho
diterima sehingga tidak ada hubungan antara pekerjaan ibu dengan sikap seks
remaja.

4.3.6. Hubungan Pendidikan Seks oleh Orang Tua dengan Sikap Seks
Remaja di Madrasah Tsanawiyah Negeri 38 Tahun 2018
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, maka dapat dilihat
pendidikan seks oleh orang tua dengan sikap seks remaja pada tabel
dibawah ini

Tabel 4.15. Pendidikan Seks oleh Orang Tua dengan Sikap Seks Remaja
di Madrasah Tsanawiyah Negeri 38 Tahun 2018

Sikap seks
total
variabel baik Kurang baik p
n % n % n %
Pendidikan seks
baik 39 42.8 1 11.1 40 40.0 0.064
Kurang Baik 52 57.1 8 88.9 60 60.0

Berdasarkan pendidikan seks oleh orang tua yang kurang baik


sebagian besar remaja memiliki sikap kurang baik yaitu sebanyak 52 orang
(57.1%) dan sebagian besar remaja memiliki sikap baik terdapat pada
pendidikan seks yang baik sebanyak 39 orang (422.8%).
Dari hasil uji chi square pendidikan seks oleh orang tua diperoleh nilai
signifikan p value (0,064) > α (0,05) maka Ho ditolak sehingga tidak ada
hubungan antara pendidikan seks oleh orang tua dengan sikap seks remaja.

64
4.3.7. Hubungan Karakteristik Remaja (Umur dan Jenis Kelamin)
dengan Tindakan Seks Remaja di Madrasah Tsanawiyah Negeri
38 Tahun 2018
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, maka dapat dilihat
karakteristik remaja (umur dan jenis kelamin) dengan tindakan seks
remaja pada tabel dibawah ini:
Tabel 4.16. Karakteristik Remaja (Umur dan Jenis Kelamin) dengan
Tindakan Seks Remaja di Madrasah Tsanawiyah Negeri 38 Tahun 2018

Tindakan seks
total
variabel berat ringan p
n % n % n %
Umur
12 tahun 0 0.0 5 5.6 5 5.0 0.440
13 tahun 1 9.1 26 29.2 27 27.0
14 tahun 8 72.8 45 50.6 53 53.0
15 tahun 2 18.2 10 11.2 12 12.0
16 tahun 0 0.0 3 3,4 3 3.0
Jenis Kelamin
Laki-laki 5 45.5 16 18.0 21 21.0 0.5
Perempuan 6 54.5 73 82.0 79 79.0

Berdasarkan hasil penelitian hubungan karakteristik remaja (umur dan


jenis kelamin) dengan tindakan seks remaja diperoleh berdasarkan umur
sebagian besar remaja memiliki tindakan yang berat terdapat pada umur 14
tahun sebanyak 8 orang (72.8%) dan sebagian besar memiliki tindakan yang
ringan terdapat pada umur 14 tahun sebanyak 45 orang (50.6%). Dari hasil uji
chi square diperoleh nilai signifikan p value (0,440) < α (0,05) maka Ho
diterima sehingga tidak ada hubungan antara umur dengan tindakan seks
remaja.
Berdasarkan jenis kelamin sebagian besar remaja memiliki tindakan
yang berat terdapat pada perempuan sebanyak 6 orang (54.5%) dan sebagian
besar memiliki tindakan yang ringan terdapat pada perempuan sebanyak 73
orang (82.0%). Dari hasil uji chi square diperoleh nilai signifikan p value

65
(0,5) < α (0,05) maka Ho diterima sehingga tidak ada hubungan antara jenis
kelamin dengan tindakan seks remaja.

4.3.8. Hubungan Karakteristik Orang Tua (Pendidikan dan Pekerjaan)


dengan Tindakan Seks Remaja di Madrasah Tsanawiyah Negeri
38 Tahun 2018

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, maka dapat dilihat


karakteristik orang tua (pendidikan dan pekerjaan) dengan tindakan seks
remaja pada tabel dibawah ini:
Tabel 4.17 Karakteristik Orang Tua (Pendidikan dan Pekerjaan) dengan
Tindakan Seks Remaja di Madrasah Tsanawiyah Negeri 38 Tahun 201

Tindakan seks
total
variabel berat ringan p
n % n % n %
Pendidikan Ayah
SD 5 45.4 32 36.3 37 37.4 0.843
SMP 3 27.3 20 22.7 23 23.2
SMA 3 27.3 35 39.8 38 38.4
Perguruan Tinggi 0 0.0 1 1.2 1 1.0
Pendidikan Ibu
SD 3 27.3 28 31.4 31 31.0 0.835
SMP 3 27.3 25 28.1 28 28.0
SMA 4 36.3 33 37.1 37 37.0
Perguruan Tinggi 1 9.1 3 3.4 4 4.0
Pekerjaan Ayah
Petani 0 0.0 10 11.7 10 10.5 0.299
Pegawai swasta 4 36.4 33 38.9 37 38.4
Wiraswasta 4 36.4 32 37.7 36 37.5
Pedagang 3 27.2 6 7.1 9 9.4
Kontraktor 0 0.0 2 2.3 2 2.1
PNS 0 0.0 2 2.3 2 2.1
Pekerjaan ibu
IRT 8 72.7 67 75.3 75 75.0 0.761
Pedagang 1 9.1 12 13.5 13 13.0
Pegawai Swasta 2 18.2 10 11.2 12 12.0

66
Berdasarkan hasil penelitian hubungan karakteristik orang tua
(pendidikan dan pekerjaan) dengan tindakan seks remaja diperoleh
berdasarkan pendidikan ayah sebagian besar remaja memiliki tindakan yang
berat terdapat pada pendidikan SD sebanyak 5 orang (45.4%) dan sebagian
besar memiliki tindakan yang ringan terdapat pada pendidikan SMA sebanyak
35 orang (39.8%). Berdasarkan pendidikan ibu sebagian besar remaja
memiliki tindakan yang berat terdapat pada pendidikan SMA sebanyak 4
orang (36.3%) dan sebagian besar memiliki tindakan yang ringan terdapat
pada pendidikan SMA sebanyak 33 orang (37.1%).

Dari hasil uji chi square pendidikan ayah diperoleh nilai signifikan p
value (0,843) < α (0,05) maka Ho diterima sehingga tidak ada hubungan
antara pendidikan ayah dengan tindakan seks remaja. Dari hasil uji chi square
pendidikan ibu diperoleh nilai signifikan p value (0,835) > α (0,05) maka Ho
diterima sehingga tidak ada hubungan antara pendidikan ibu dengan tindakan
seks remaja.
Berdasarkan pekerjaan ayah sebagian besar remaja memiliki
tindakan yang berat terdapat pada pekerjaan pegawai swasta dan wiraswasta
sebanyak 4 orang (36.4%) dan sebagian besar memiliki tindakan yang ringan
terdapat pada pekerjaan pegawai swasta sebanyak 33 orang (38.9%).
Berdasarkan pekerjaan ibu sebagian besar remaja memiliki tindakan yang
berat terdapat pada pekerjaan sebagai IRT (Ibu Rumah Tangga) sebanyak 8
orang (72.7%) dan sebagian besar memiliki tindakan yang ringan terdapat
pada pekerjaan sebagai IRT sebanyak 67 orang (75.3%).
Dari hasil uji chi square pekerjaan ayah diperoleh nilai signifikan p
value (0,299) > α (0,05) maka Ho diterima sehingga tidak ada hubungan
antara pekerjaan ayah dengan tindakan seks remaja. Dari hasil uji chi square
pekerjaan ibu diperoleh nilai signifikan p value (0,761) > α (0,05) maka Ho
diterima sehingga tidak ada hubungan antara pekerjaan ibu dengan tindakan
seks remaja.

67
4.3.9. Hubungan Pendidikan Seks oleh Orang Tua dengan Tindakan Seks
Remaja Madrasah Tsanawiyah Negeri 38 Tahun 2018
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, maka dapat dilihat
pendidikan seks oleh orang tua dengan tindakan seks remaja pada tabel dibawah
ini:
Tabel 4.18. Pendidikan Seks Orang Tua dengan Tindakan Seks Remaja di
Madrasah Tsanawiyah Negeri 38 Tahun 2018

Tindakan seks
total
variabel berat ringan p
n % n % n %
Pendidikan seks
baik 2 18.2 38 42.7 40 40.0 0.192
Kurang Baik 9 81.8 51 57.3 60 60.0

Berdasarkan hasil penelitian hubungan pendidikan seks oleh orang tua


dengan tindakan seks remaja diperoleh pendidikan seks oleh orang tua yang
baik sebagian besar remaja memiliki tindakan yang berat yaitu sebanyak 2
orang (18.2%) dan sebagian besar remaja memiliki tindakan yang ringan
terdapat pada pendidikan seks oleh yang baik sebanyak 38 orang (42.7%).
Dari hasil uji chi square pendidikan seks oleh orang tua diperoleh nilai
signifikan p value (0,0192) > α (0,05) maka Ho diterima sehingga tidak ada
hubungan antara pendidikan seks orang tua dengan tindakan seks remaja.

4.3.10. Hubungan Pengetahuan Seks Remaja dengan Sikap Seks Remaja


di Madrasah Tsanawiyah Negeri 38 Tahun 2018
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, maka dapat dilihat
pengetahuan seks remaja dengan sikap seks remaja pada tabel dibawah
ini:

Tabel 4.19. Pengetahuan Seks Remaja dengan Sikap Seks Remaja di


Madrasah Tsanawiyah Negeri 38 Tahun 2018

68
Sikap seks
total
variabel baik Kurang baik p
n % n % n %
Pengetahuan seks
baik 84 92.3 3 33.3 87 87.0
Kurang Baik 7 7.7 6 66.7 13 13.0

Berdasarkan hasil penelitian hubungan pengetahuan seks remaja


dengan sikap seks remaja diperoleh pengetahuan yang kurang baik sebagian
besar remaja memiliki sikap yang kurang baik sebanyak 6 orang (66,7%) dan
sebagian besar remaja memiliki pengetahuan yang baik terdapat pada sikap
seks yang baik sebanyak 84 orang (92,3%). Dari hasil uji chi square diperoleh
nilai signifikan p value (0,001) < α (0,05) maka Ho ditolak sehingga ada
hubungan antara pengetahuan seks remaja dengan sikap seks remaja.

4.3.11. Hubungan Pengetahuan Seks Remaja dengan Tindakan Seks


Remaja di Madrasah Tsanawiyah Negeri 38 Tahun 2018
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, maka dapat dilihat
pengetahuan seks remaja dengan tindakan seks remaja pada tabel
dibawah ini:
Tabel 4.20. Pengetahuan Seks Remaja dengan Tindakan Seks Remaja di
Madrasah Tsanawiyah Negeri 38 Tahun 2018

Tindakan seks
total
variabel berat ringan p
n % n % n %
Pengetahuan seks
baik 5 45.4 82 92.1 87 87.0 0.00
kurang baik 6 54.6 7 17.9 13 13.0

Berdasarkan hasil penelitian hubungan pengetahuan remaja dengan


tindakan seks remaja diperoleh pengetahuan yang kurang baik sebagian besar
remaja memiliki tindakan yang ringan sebanyak 7 orang (17.9%) dan sebagian
besar remaja memiliki pengetahuan yang baik terdapat pada tindakan seks

69
yang ringan sebanyak 82 orang (92.1%). Dari hasil uji chi square pendidikan
seks orang tua diperoleh nilai signifikan p value (0,00) < α (0,05) maka Ho
ditolak sehingga ada hubungan antara pengetahuan seks remaja dengan
tindakan seks remaja.

4.3.12. Hubungan Sikap Seks Remaja dengan Tindakan Seks Remaja di


Madrasah Tsanawiyah Negeri 38 Tahun 2018
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, maka dapat dilihat sikap
seks remaja dengan tindakan seks remaja pada tabel dibawah ini:
Tabel 4.21. Sikap Seks Remaja dengan Tindakan Seks Remaja di
Madrasah Tsanawiyah Negeri 38 Tahun 2018

Tindakan seks
total
variabel berat ringan p
n % n % n %
Sikap seks
baik 5 45.4 86 96.6 91 91.0 0.00
Kurang Baik 6 54.6 3 3.4 9 9.0

Berdasarkan hasil penelitian hubungan sikap remaja dengan tindakan


seks remaja diperoleh sikap yang kurang baik sebagian besar remaja
melakukan tindakan yang ringan sebanyak 3 orang (3.4%) dan sebagian besar
remaja memiliki sikap yang baik melakukan tindakan seks ringan sebanyak 86
orang (96.6%). Dari hasil uji chi square pendidikan seks orang tua diperoleh
nilai signifikan p value (0,00) < α (0,05) maka Ho ditolak sehingga ada
hubungan antara sikap seks remaja dengan tindakan seks remaja.

70
71