Anda di halaman 1dari 2

4.5.1.

Croup
ichrc.org/451-croup

Croup (laringotrakeobronkitis viral) menyebabkan obstruksi/penyumbatan saluran


respiratorik atas, jika berat, dapat mengancam jiwa. Paling berat terjadi pada masa bayi. Di
bawah ini dibahas croup yang disebabkan berbagai virus respiratorik.

Diagnosis

Croup ringan ditandai dengan:

demam
suara serak
batuk menggonggong
stridor yang hanya terdengar jika anak gelisah.

Croup berat ditandai dengan:

Stridor terdengar walaupun anak tenang


Napas cepat dan tarikan dinding dada bagian bawah ke dalam.

Tatalaksana

Croup ringan dapat ditangani di rumah dengan perawatan penunjang, meliputi pemberian
cairan oral, pemberian ASI atau pemberian makanan yang sesuai.

Anak dengan croup berat harus dirawat di rumah sakit untuk perawatan sebagai berikut:

Steroid. Beri dosis tunggal deksametason (0.6 mg/kgBB IM/oral) atau jenis steroid
lain dengan dosis yang sesuai, dan dapat diulang dalam 6-24 jam (lihat lampiran 2
untuk deksametason dan prednisolon).
Epinefrin (adrenalin). Beri 2 ml adrenalin 1/1 000 ditambahkan ke dalam 2-3 ml
garam normal, diberikan dengan nebulizer selama 20 menit.
Antibiotik. Tidak efektif dan seharusnya tidak diberikan.

Pada anak dengan croup berat yang memburuk, dipertimbangkan pemberian:

1. Oksigen

Hindari memberikan oksigen kecuali jika terjadi obstruksi saluran respiratorik. Tanda
tarikan dinding dada bagian bawah ke dalam yang berat dan gelisah merupakan
indikasi dilakukan trakeostomi (atau intubasi) daripada pemberian oksigen.
Penggunaan nasal prongs atau kateter hidung atau kateter nasofaring dapat
membuat anak tidak nyaman dan mencetuskan obstruksi saluran respiratorik.
Walaupun demikian, oksigen harus diberikan, jika mulai terjadi obstruksi saluran
respiratorik dan perlu dipertimbangkan tindakan trakeostomi.

2. Intubasi dan trakeostomi

1/2
Jika terdapat tanda obstruksi saluran respiratorik seperti tarikan dinding dada bagian
bawah ke dalam yang berat dan anak gelisah, lakukan intubasi sedini mungkin.
Jika tidak mungkin, rujuk anak tersebut ke rumah sakit yang memungkinkan untuk
dilakukan intubasi atau tindakan trakeostomi dengan cepat.
Jika tidak mungkin, pantau ketat anak tersebut dan pastikan tersedianya fasilitas
untuk secepatnya dilakukan trakeostomi, karena obstruksi saluran respiratorik dapat
terjadi tiba-tiba.
Trakeostomi hanya boleh dilakukan oleh orang yang berpengalaman.

Perawatan penunjang

Hindari manipulasi yang berlebihan yang dapat memperberat obstruksi (misalnya


pemasangan infus yang tidak perlu).
Jika anak demam (≥ 39ºC) yang tampaknya menyebabkan distres, berikan
parasetamol.
Pemberian ASI dan makanan cair.
Bujuk anak untuk makan, segera setelah memungkinkan.

Pemantauan

Keadaan anak terutama status respiratorik harus diperiksa oleh perawat sedikitnya 3 jam
sekali dan oleh dokter 1 kali sehari.

2/2