Anda di halaman 1dari 6

Prosiding Seminar Nasional Biologi Edukasi 2017 | SEMNAS Bio-Edu 1

VALIDITY OF HANDOUT BASED CONTEXTUAL TEACHING AND


LEARNING ON ECOSYSTEM MATTER FOR VII CLASS OF
JUNIOR HIGH SHOOL

VALIDITAS HANDOUT BERBASIS PENDEKATAN


KONTEKSTUAL PADA MATERI EKOSISTEM
UNTUK SISWA SMP KELAS VII

Nopika Eriza Kufri


Program Studi Pendidikan Biologi STKIP PGRI Sumatra Barat
Jl. Gunung Pangilun Padang, Kota Padang, Sumatera Barat
Email: nofikaeriza@gmail.com

ABSTRACT
The research aims to generate validity handout based contextual approach based
on ecosystem material. This study is the research development of a model that
uses 4-D comprising the steps define, designe, development and disseminate.
Disseminate stage was not done because of time constraints. This research consist
of 5 validator, 3 lecturers and 2 teachers in SMP N 1 Ranah Ampek Hulu Tapan.
The date analysis with parsentase technik and descriptive process. Test result
validity handout overall was to 90,59% with a very valid criteria. Based on the
result of this study concluded that handout validity contextual approach based on
ecosystem materials produced to fill are very valid.

Keywords: handouts, based contextual, ecosystem

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan validitas handout berbasis
pendekatan kontekstual pada materi ekosistem. Penelitian ini merupakan
penelitian pengembangan yang menggunakan model 4-D yang terdiri dari tahap
define, design, develop dan disseminate. Tahap disseminate tidak dilakukan
karena katerbatasan waktu. Penelitian ini terdiri dari 5 orang validator yaitu 3
orang dosen dan 2 orang guru di SMP N 1 Ranah Ampek Hulu Tapan. Data di
analisis dengan teknik persentase dan disajikan secara deskriptif. Hasil uji
validitas handout yang telah dilakukan menunjukkan pada kriteria sangat valid
(90,59%). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa validitas
handout berbasis pendekatan kontekstual pada materi ekosistem yang dihasilkan
memenuhi kriteria sangat valid.

Kata kunci : handout, kontekstual, ekosistem

ISSN 2579-7766 50
Prosiding Seminar Nasional Biologi Edukasi 2017 | SEMNAS Bio-Edu 1

I. PENDAHULUAN
Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu
guru atau instruktor dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Bahan ajar
bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran serta meningkatkan minat dan
memotivasi siswa untuk belajar. Bahan ajar bisa berupa LKS, handout, modul,
chart dan lain sebagainya. Salah satu jenis bahan ajar yang bisa dikembangkan
oleh guru adalah handout. Menurut Majid (2011:173), bahan ajar ini diberikan
kepada siswa guna memudahkan mereka saat mengikuti proses pembelajaran.
Dengan demikian bahan yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun tidak
tertulis.
Sementara itu, dalam realitas pendidikan di lapangan beberapa pendidik
yang masih menggunakan bahan ajar yang tinggal pakai, tinggal beli, instan, serta
tanpa upaya merencanakan, menyiapkan dan menyusunnya sendiri. Dengan
demikian, pada umumnya bahan yang dipakai tidak kontekstual, tidak menarik
dan tidak sesuai dengan kebutuhan siswa.
Pada materi ekosistem, siswa dituntut untuk bisa menghubungkan materi
pelajaran dengan lingkungannya. Materi ekosistem merupakan materi yang
mengkaji tentang kehidupan makhluk hidup yang dekat dengan kehidupan di
sekitar kita, diantaranya interaksi yang terjadi antara makhluk hidup dengan
lingkungan biotik dan abiotik, selain itu juga membahas tentang komponen-
komponen yang terdapat dalam ekosistem.
Berdasarkan hasil observasi penulis di SMP N 1 Ranah Ampek Hulu pada
tanggal 5 Agustus 2016 didapatkan keterangan bahwa dalam proses pembelajaran
di sekolah siswa sudah memiliki bahan ajar berupa buku paket. Di dalam buku
paket yang dipinjamkan kepada siswa belum termuat contoh-contoh yang
berhubungan dengan kondisi nyata, dan gambar pada buku tidak memiliki warna
sesuai aslinya sehingga siswa kurang termotivasi dalam belajar. Selain itu, proses
pembelajaran di SMP N 1 Ranah Ampek Hulu Tapan belum pernah menggunakan
handout, kecuali menggunakan buku paket di perpustakaan, sehingga tujuan
pembelajaran tidak tercapai karena keterbatasan bahan ajar. Maka dari itu dengan
adanya bahan ajar berupa handout ini diharapkan seorang guru mampu
menyampaikan materi dan membantu siswa untuk bisa memaknai materi yang

ISSN 2579-7766 51
Prosiding Seminar Nasional Biologi Edukasi 2017 | SEMNAS Bio-Edu 1

dipelajarinya dan menghubungkan dengan kehidupan sehari-hari salah satunya


yaitu berupa pendekatan kontekstual.
Pendekatan kontekstual merupakan konsep pembelajaran yang membantu
guru untuk mengaitkan antara materi ajar dengan situasi dunia nyata. Hal ini dapat
mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dipelajari dengan
penerapannya dalam kehidupan para siswa, baik sebagai anggota keluarga
maupun kehidupan masyarakat. Dengan menggunakan pendekatan kontekstual
lebih memudahkan siswa memahami materi berdasarkan fakta yang ada
disekelilingnya, salah satunya pada materi ekosistem. Pada materi ekosistem,
siswa dituntut untuk bisa menghubungkan materi pelajaran dengan lingkungannya.
Materi ekosistem merupakan materi yang mengkaji tentang kehidupan makhluk
hidup yang dekat dengan kehidupan di sekitar kita, diantaranya interaksi yang
terjadi antara makhluk hidup dengan lingkungan biotik dan abiotik. Selain itu juga
membahas tentang komponen-komponen yang terdapat dalam ekosistem.
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan validitas handout berbasis
pendekatan kontekstual pada materi ekosistem yang dikembangkan.

II. METODE PENELITIAN


Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (development
research). Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Ranah Ampek Hulu
Tapan pada kelas VIII semester 2, bulan Februari pada Tahun Pelajaran
2016/2017. Uji validitas dilakukan 5 orang validator yang terdiri dari 3 orang
dosen dan 2 orang guru biologi di SMPN 1 Ranah Ampek Hulu Tapan. Prosedur
penelitian terdiri dari 4 tahapan yang telah dimodifikasi menjadi 3 tahap yaitu: (1)
Define (2) Design (3) Develop yang terdiri dari validitas. Instrumen penelitian
terdiri dari angket validitas oleh dosen dan guru. Teknik analisis hasil validasi
handout dengan analisis deskriptif. Analisis validitas handout dilakukan beberapa
langkah:
a. Memberikan skor jawaban dengan kriteria berdasarkan skala Likert dari
Riduwan (2013: 13) yaitu:
81% - 100% = Sangat Praktis
61% - 80% = Praktis
41% - 60% = Cukup Praktis

ISSN 2579-7766 52
Prosiding Seminar Nasional Biologi Edukasi 2017 | SEMNAS Bio-Edu 1

21% - 40% = Kurang Praktis


0% - 20% = Tidak Praktis

b. Menentukan skor tertinggi


Skor tertinggi = jumlah validator x jumlah indikator x skor maksimum
c. Menentukan jumlah skor dari masing-masing validator dengan menjumlahkan
semua skor yang diperoleh dari masing-masing indikator.
d. Menentukan skor yang diperoleh dengan menjumlahkan skor dari masing-
masing validator.
e. Mentukan nilai validasi dengan cara berikut ini:
Nilai validasi = skor item yang diperoleh x 100%
jumlah skor tertinggi

III. HASIL
Hasil dari tahap design, membuat rancangan handout berbasis pendekatan
kontekstual yang terdiri dari cover, kata pengantar, daftar (isi dan gambar),
halaman awal, uraian materi, materi kontekstual, informasi kontekstual, latihan,
rangkuman, evaluasi, daftar pustaka, daftar istilah dan tampilan handout
semenarik mungkin dengan pemilihan warna sesuai karakteristik atau kesukaan
siswa. Sedangkan pada materi sesuai dengan kebutuhan materi (bahan ajar). Hasil
uji validitas handout berbasis pendekatan kontekstual oleh dosen dan guru biologi
SMP Negeri 1 Ranah Ampek Hulu Tapan dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1. Hasil Uji Validitas Handout berbasis Pendekatan Kontekstual oleh Dosen dan Guru.
No Aspek Jumlah Nilai Kriteria
1 Kelayakan isi 280 93% Sangat valid
2 Kebahasaan 107 85,6% Sangat valid
3 Penyajian 209 92,44% Sangat valid
4 Kegrafikaan 137 91,33% Sangat valid
Total 362,37%
Rata-rata 90,59% Sangat valid

Berdasarkan Tabel 1 di atas dapat dilihat bahwa untuk aspek kelayakan isi,
kebahasaan, penyajian, dan kegrafikaan didapatkan kriteria sangat valid dengan
rata-rata validitas handout dari kelima validator adalah 90,59%.

IV. PEMBAHASAN
Hasil analisis data pada angket uji validitas handout oleh dosen dan guru
diperoleh nilai rata-rata validitas sebesar 90,59% dengan kriteria sangat valid. Hal

ISSN 2579-7766 53
Prosiding Seminar Nasional Biologi Edukasi 2017 | SEMNAS Bio-Edu 1

ini ditinjau berdasarkan uji validitas handout yang mencakup kelayakan isi,
kebahasaan, penyajian dan kegrafikaan. Dilihat dari kelayakan isi, handout ini
dengan kriteria sangat valid dengan nilai 93%. Hal ini sesuai dengan pendapat
Riduwan (2013:15), bahwa bahan ajar dikatakan sagat valid dari rentangan nilai
81-100%. Dimana pada handout ini telah disesuaikan dengan KTSP 2006 yang
mencakup kesesuaian materi dengan SK dan KD yang akan dicapai siswa. Hal ini
sesuai dengan pendapat Prastowo (2011:28) yang menyatakan bahwa dalam
membuat suatu bahan ajar yang baik harus terdapat kompetensi yang akan dicapai
siswa.
Dilihat dari aspek kebahasaan, handout ini dinyatakan sangat valid
dengan nilai rata- rata 85%. Menurut Riduwan (2013:15), rentangan angka dari
81-100% dikategorikan sangat valid. Hal ini menunjukan bahwa bahasa yang
digunakan dalam handout telah sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang
benar, baik dari segi keterbacaan, kejelasan informasi yang disampaikan. Hal ini
sesuai dengan pendapat Depdiknas (2008:18) bahwa dalam menulis handout
perlunya bahasa yang mudah menyangkut mengalirnya kosa kata, jelasnya
kalimat, jelasnya hubungan antar kalimat, kalimat yang tidak terlalu panjang.
Dengan demikian informasi pada materi pembelajaran yang disampaikan penulis
dalam handout mudah dipahami oleh pembaca.
Dari hasil uji validitas handout berbasis pendekatan kontekstual dari aspek
penyajian dengan nilai rata-rata 92,44% dengan kriteria sangat valid. Handout
yang sudah dikembangkan sudah memuat indikator pembelajaran yang jelas
urutan penyajian sesuai dengan indikator, urutan penyajian materi sudah
sistematis, memuat pokok dan rincian materi yang lengkap serta ilustrasi gambar
yang disajikan relevan dengan materi. Hal ini sesuai dengan pendapat Arif dan
Napitupulu (1997 dalam Prastowo, 2011:374) bahwa bahan ajar hendaklah sesuai
dengan tujuan pembelajaran, sesuai dengan kebutuhan peserta didik, penyajiannya
harus faktual, menggambarkan latar belakang dan suasana yang dihayati oleh
peserta didik, mudah dan ekonomis penggunaannya, serta lingkungan bahan ajar
yang digunakan harus tepat sesuai dengan media yang digunakan.
Dari hasil uji validitas handout berdasarkan aspek kegrafikaan yang
berkaitan dengan tampilan handout memiliki nilai rata-rata 91,33% dengan

ISSN 2579-7766 54
Prosiding Seminar Nasional Biologi Edukasi 2017 | SEMNAS Bio-Edu 1

kriteria sangat valid. Dimana aspek yang dinilai meliputi penggunaan font, jenis
dan ukuran huruf, layout atau tata letak handout, ilustrasi gambar dan foto yang
sesuai dan desain tampilan secara keseluruhan sudah menarik. Gambar yang
terdapat dalam handout sesuai dengan materi selain itu terdapat keterangan dan
sumber gambar. Hal ini sesuai dengan pendapat Prastowo (2011:100) bahwa
dengan gambar informasi yang disampaikan dapat lebih jelas dipahami. Warna
yang bervariasi pada tampilan telah disesuaikan berdasarkan warna kesukaan
siswa.
Secara keseluruhan dari hasil uji validitas handout berbasis pendakatan
kontekstual pada materi ekosistem untuk siswa kelas VII yang telah dilakukan
oleh lima orang validator dengan nilai rata-rata 90,59% dikategorikan sangat valid.

V. KESIMPULAN
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat di simpulkan bahwa
pengembangan handout berbasis pendekatan kontekstual pada materi ekosistem
untuk siswa SMP kelas VII yang dikembangkan sangat valid. Saran untuk peneliti
selanjutnya untuk melanjutkan penelitian ini pada tahap praktikalitas dan
efektifitas, dan bagi siswa dan guru diharapkan handout ini dapat digunakan
sebagai bahan ajar dalam proses pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA
Depdiknas. 2008. Panduan Pengembangan Bahan Ajar. Jakarta: Direktrot Jendral
Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah.
Majid, Abdul. 2011. Perencanaan Pembelajaran Mengembangkan Standar
Kompetensi Guru. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Prastowo, A. 2011. Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif : Menciptakan
Metode Pembelajaran yang Menarik dan Menyenangkan. Jogjakarta: Diva
Press.
Riduwan. 2013. Variabel-variabel Penelitian. Jakarta: Bumi Aksara.

ISSN 2579-7766 55