Anda di halaman 1dari 10

1. Apa saja macam-macam gangguan suasana perasaan?

Macam-macam mood:
 Mood disforik: mood yang tidak menyenangkan
 Mood eutimik: mood dalam rentang normal
 Mood yang meluap-luap (expansive mood): ekspresi perasaan seseorang tanpa
pembatasan, seringkali dengan penilaian yang berlebihan terhadap kepentingan atau makna
seseorang
 Mood yang iritabel (irritable mood): mudah diganggu atau dibuat marah
 Pergeseran mood (mood yang labil): osilasi antara euphoria dan depresi atau kecemasan
 Elevated mood: suasana mood yang meninggi
 Euphoria: elasi yang kuat dengan perasaan kebesaran
 Kegembiraan yang luar biasa (ecstasy): perasaan kegairahan yang kuat
 Depresi: perasaan kesedihan yang psikopatologis
 Anhedonia: hilangnya minat terhadap dan menarik diri dari semua aktivitas rutin dan
menyenangkan, sering kali disertai dengan depresi
 Dukacita atau berkabung: kesedihan yang sesuai dengan kehilangan yang nyata
 Aleksitimia: ketidakmampuan atau kesulitan dalam menggambarkan atau menyadari emosi
atau mood seseorang
Kaplan & Saddock

Menurut DSM-IV:
Gangguan mood yang utama adalah gangguan depresif berat dan gangguan bipolar
Igangguan afektif
 Gangguan Depresif berat (unipolar)pasien hanya menderita episode depresif
 Gangguan bipolar Ipasien dengan episode manic dan depresif atau pasien dengan
episode manic saja
Gangguan mood tambahan:
 Distimik
 Siklotimik
Kedua gangguan diatas adalah:
 Ditandai dengan adanya gejala yang kurang parah daripada gejala gangguan
depresif berat dan gangguan bipolar I
 Adalah sindrom yang berhubungan dengan depresi (gangguan depresif ringan,
gangguan depresif rekuren, gangguan disforik pasca menstruasi) dan gangguan
bipolar II
 Gangguan mood karena kondisi medis umum
 Gangguan mood akibat zat
 Gangguan mood yang tidak ditentukan lain

Afek: tonus perasaan subyektif yang menyertai suatu idea tau representasi mental; unsure
perilaku objektif diungkapkan sebagai tumpul (menurun berat), datar(absen),
restriksi(menurun), apropriat(serasi), inapropriat(tidak serasi), dan labil(tak stabil)

Macam Afek

 Afek sesuai (appropriate affect): irama perasaan harmonis dg pikiran dan


pembicaraan, rentang emosi lengkap/luas diekspresikan scr sesuai
 Afek tdk sesuai (inappropriate affect): irama perasaan tdk harmonis dg pikiran
dan pembicaraan
 Afek terbatas (restricted or constricted affect): penurunan irama perasaan kurang
parah
 Afek tumpul (blanted affect): penurunan berat pd intensitas irama perasaan
 Afek datar (flat affect): hampir tdk ada – tdk ada tanda ekspresi afek, suara
monoton wajah kosong tdk ada gerakan

Afek labil (labile affect): perubahan irama perasaan yg cepat dan tiba-tiba yg tdk berhubungan dg
situasi eksternal

Perjalanan penyakit :
a. Episode depresi berat
 Lebih dari 2 minggu mengalami perasaan depresi dan kehilangan interes atau kesenangan
pada aktivitas normal
 Gejala-gejala sama dengan diagnosis PPDGJ III
b. Episode manik
 suatu periode di mana perasaan “meningkat” secara abnormal.
 Pada mania akut gejala umumnya terjadi secara tiba-tiba dlm beberapa hari.
 perubahan musim, antidepresan, cahaya terang, dan ECT dapat menyebabkan terjadinya
mania
 Tahap parah episode manik menyerupai skizoprenia paranoid dengan gejala halusinasi,
khayalan. Sampai 20 % pasien bipolar memiliki gangguan pikiran, dan 5% di antaranya akan
didiagnose skizoprenia
c. Episode hipomanik
 hipomania menggambarkan bentuk mania yang tidak terlalu parah
 Terjadi peningkatan perasaan yang abnormal, sedikitnya dalam 4 hari tanda-tandanya sama
dengan mania, tetapi belum sampai menyebabkan gangguan sosial maupun fungsional
mungkin mirip pada penggunaan kokain, antidepresan atau doping
 Dalam episode hipomanik pasien mungkin justru berfungsi lebih baik, lebih kreatif, dan
produktif
 Kadang-kadang status hipomania ini justru mrpk sesuatu yang diharapkan karena pasien
merasa gembira, merasa lebih bertenaga dan produktif, dan energi meningkat tapi harus
dimonitor karena 5-15 % pasien dengan status hipomania dapat berubah (switch) menjadi
mania
d. Episode campuran
 dikatakan episode campuran jika gejala depresi dan mania terjadi bergantian hampir setiap
hari dalam waktu satu minggu terjadi kelabilan emosi yang cukup parah dan dapat
menyebabkan gangguan fungsi sosial dan pekerjaan dan memerlukan perawatan diRS
 penderita dengan episode campuran seringkali sulit didiagnosa dan diobati karena adanya
fluktuasi gambaran klinik
 prognosis umumnya tidak baik, angka bunuh diri lebih besar, dan kurang berespon terhadap
mood stabilizer
e. Siklus cepat (rapid cycling)
 Terjadi perubahan mood yang fluktuasi sangat cepat

Diagnosis
F31.0 Gangguan afektif bipolar, episode kini hipomanik
 episode yang sekarang harus memenuhi kriteria untuk hipomania
 harus ada sekurang-kurangnya satu episode afektif lain (hipomanik,manik,depresif,atau
campuran)di masa lampau
F31.1 Gangguan afektif bipolar episode kini manik tanpa gejala psikotik
 episode yang sekarang harus memenuhi kriteria untuk mania tanpa gejala psikotik, dan
 harus ada sekurang-kurangnya satu episode afektif lain(hipomanik,manik,depresif,atau
campuran)di masa lampau
F31.2 Gangguan afektif bipolar, episode kini manik dengan gejala psikotik
 episode sekarang harus memenuhi kriteria untuk mania dengan gejala psikotik.
 harus ada sekurang-kurangnya satu episode afektif lain (hipomanik,manik,depresif,atau
campuran)di masa lampau
F31.3 Gangguan afektif bipolar, episode kini depresif ringan atau sedang
 episode yangs ekarang harus memenuhi kriteria untuk episode depresif ringan ataupun
sedang dan
 harus ada sekurang-kurangnya satu episode afektif hipomanik,manik,atau campuran
dimasa lampau
F31.4 Gangguan afektif bipolar, episode kini depresif berat tanpa gejala psikotik
 episode yang sekarang harus memenuhi kriteria untuk episode depresif berat tanpa
gejala psikotik
 harus ada sekurang-kurangnya satu episode afektif hipomanik,manik,atau campuran
dimasa lampau.
F31.5 Gangguan afektif bipolar, episode kini depresif berat dengan gejala psikotik
 episode yang sekarang harus memenuhi kriteria untuk episode deperesif berat dengan
gejala psikotik
 harus ada sekurang-kurangnya satu episode afektif hipomanik,manik,atau campuran
dimasa lampau.
F31.6 Gangguan afektif bipolar episode kini campuran
 episode yang sekarang menunjukkan gejala-gejala manik,hipomanik,dan depresif yang
tercampur atau bergantian dengan cepat (gejala mania/hipomania dan depresi sama-
sama mencolok selama masa terbesar dari episode penyakit yang sekarang, dan telah
berlangsung sekurang-kurangnya 2minggu)
 harus ada sekurang-kurangnya satu episode afektif hipomanik,manik,atau campuran di
masa lampau.

F31.7 Gangguan afektif bipolar, kini dalam remisi


sekarang tidak menderita gangguan afektif yang nyata selama beberapa bulan terakhir
ini,tetapi pernah mengalami sekurang-kurangnya satu episode afektif hipomanik, manik, atau
campuran di masa lampau dan ditambah sekurang-kurangnya satu episode afektif lain.
F31.8 Gangguan afektif bipolar lainnya
F31.9 Gangguan afektif bipolar yang tidak tergolongkan
2. Apa penyebab dari gangguan mood dan afektif?

Factor biologis

Amin Biogenik

NE dan Serotonin merupakan neurotransmitter yang berperan


dalam patofisiologi gangguan mood

Norepinefrin

Melibatkan reseptor adrenergic-alfa2, karena aktivasi reseptor


tersebut menyebabkan penurunan jumlah NE yang dilepaskan

Adanya noradrenergic yang hampir murni, obat antidepresan yang


efektif secara klinis, sebagai contohnya Desipramine (Norpramine),
mendukung lebih lanjut peranan NE di dalam patofisiologi
sekurangnya gejala depresi

Serotonin

Penurunan serotonin mencetuskan depresi

Beberapa pasien yang bunuh diri memiliki konsentrasi metabolit


serotonin di dalam cairan serebrospinal yang rendah dan
konsentrasi tempat ambilan serotonin yang rendah di trombosit

Dopamine

Aktivitas dopamine menurun pada depresi dan meningkat pada


mania
Jalur dopamine mesolimbik mungkin mengalami disfungsi pada
depresi dan bahwa reseptor dopamine tipe 1 (D1) mungkin hipoaktif
pada depresi

Factor neurokimiawi lain

Neurotransmitter asam amino, khususnya gamma-aminobutyric


acid (GABA) dan peptide neuroaktif (khususnya vasopressin dan
opiate endogen), juga telah dilibatkan dalam patofisiologi gangguan
mood

System second-messenger, seperti adenylate cyclase,


phosphotidylinositol dan regulasi kalsium, mungkin juga memiliki
relevansi penyebab

Regulasi neuroendokrin

Sumbu neuroendokrin utama yang menarik perhatian di dalam


gangguan mood adalah sumbu adrenal, tiroid dan hormone
pertumbuhan

Yang lainnya adalah penurunan sekresi nocturnal melantonin,


penurunan pelepasan prolaktin terhadap pemberian tryptophan,
penurunan kadar dasar FSH dan LH dan penurunan kadar
testosterone pada laki-laki

Sumbu adrenal à pelepasan kortisol adalah diatur pada orang


normal ataupun yang mengalami depresi.

Neuron di nucleus paraventrikuler (PVN) à corticotrophin-releasing hormone (CRH) à


ACTH (dilepaskan bersama dengan endorphin beta dan lipoprotein-beta) à menstimulasi
kortisol dari korteks adrenal à kortisol memberikan feedback melalui dua mekanisme

Obat Anti-Mania ( Mood Modulators, Mood Stabilizers, Antimanics )

 Penggolongan
 Mania Akut
 Haloperidol ( Haldol, Searle, Govotil )
 Carbamazepine ( Tegretol, Bagetol )
 Valproic Acid ( Depakene )
 Divalproex Na ( Depakote )
 Profilaksis Mania
 Lithium Carbonate
 Indikasi
 Untuk Sindrom Mania
 Kontraindikasi
Sebelum & selama penggunaan Obat Anti-Mania Lithium Carbonate perlu dilakukan
pemeriksaan laboratorium scr periodik :

 Kadar serum Na dan K ( Li & Na saling mempengaruhi di tubulus proximalis


renalis). Kadar ini merendah pd pasien diet garam dan menggunakan
diuretika.
 Tes fungsi ginjal ( serum creatinine ). Hampir semua kadar Lithium dlm darah
diekskresikan mll ginjal.
 Tes fungsi kelenjar tiroid ( serum T3 & T4 ). Lithium merendahkan kadar
serum yodium.
 Pemeriksaan EKG ( Lithium mempengaruhi ”cardiac repolarization”.
Wanita hamil adl kontraindikasi penggunaan Lithium ( bersifat teratogenik ). Lithium
bisa melalui placenta dan masuk keperedaran darah janin, khususnya mempengaruhi
kelenjar tiroid.

 Mekanisme kerja
Lithium Carbonate merupakan obat pilihan utama untuk meredakan Sindrom Mania
Akut atau Profilaksis terhadap serangan Sindrom Mania yang kambuhan pada
Gangguan Afektif Bipolar.

 efek anti mania dari Lithium disebabkan kemampuannya mengurangi “ dopamine


receptor supersensitivity” meningkatkan “ cholinergik-muscarinic activity”, dan
mengahambat “cyclic AMP (adenosine monophosphate) & phosphoinositides”.

 Dosis
Dalam pengaturan dosis harus mempertimbangkan :

 Onset efek primr ( efek klinis ) : 7 – 10 hari ( 1-2 minggu )


 Rentan kadar serum terapeutik = 0,8 – 1,2 mEq/L ( dicapai dg dosis sekitar 2
/ 3 x 500 mg / hari )
 Kadar serum toksik = diatas 1,5 mEq/L

 Efek Samping
 Efek samping Lithium berhub erat dg dosis dan kondisi fisik pasien.
 Gejala efeksamping dini pada pengobatan jangka panjang :
- mulut kering, haus, gastrointestinal distress (mual, muntah, diare,
feses lunak), kelemahan otot, poli-uri, tremor halus (fine tremor,
lebih nyata pada pasien usia lanjut dan penggunaan bersama dg
neuroleptika dan antidepresan)
- tdk ada efek sedasi dan gg ekstrapiramidal
 Efek samping lain : hypothyroidism, peningkatan BB, perubahan fungsi
thyroid ( penurunan kadar thyroxine dan peningkatan kadar TSH ), oedema
pada tungkai, “ metalic taste”, lekositosis, gg daya ingat dan konsentrasi
pikiran.

Fase Tidur

Terdapat dua fase utama tidur, yaitu Non-Rapid Eye Moevement (NREM) dan Rapid Eye Movement
(REM). Keterangan serta tahapan-tahapan yang terjadi di dalamnya adalah sebagai berikut.

Fase Tidur: Non-REM (NREM)

Non-rapid eye movement terbagi menjadi 4 tahap: N1 – N4, yang masing-masingnya lebih dalam dari
yang lainnya.

 N1 – dimulai saat kita mulai tertidur dan berlangsung dalam waktu yang sangat singkat,
sekitar 5 menit. Mata bergerak sangat lambat di bawah kelopak, aktifitas otot menurun,
dan pada tahap ini kita sangat mudah terbangun. Banyak orang yang merasakan sensasi
seperti ‘terjatuh’ pada tahap ini, yang menyebabkan kontraksi otot secara tiba-tiba (disebut
hypnic myoclonia).
 N2 – tahap ini bisa dikatakan sebagai tahap awal saat kita benar-benar tidur, dan
berlangsung antara 10-30 menit. Pada tahap ini otot tubuh menjadi sangat rileks, aktifitas
otak lebih lambat, gerakan mata berhenti, detak jantung melambat dan temperatur tubuh
menurun. Seseorang agak susah terbangun di tahap ini.
 N3 & N4 – kedua tahap ini merupakan tahap paling dalam dari tidur NREM. Sangat sulit
untuk terbangun pada tahap ini, dan jika terbangun kita akan mengalami disorientasi serta
membutuhkan penyesuaian selama beberapa menit. Pada bagian terdalam dari tahap ini,
aktifitas otak sangat lambat, dan aliran darah lebih banyak diarahkan ke otot, mengisi
energi fisik tubuh.

Selama tahap tidur lelap (deep sleep) pada fase NREM, tubuh akan meregenerasi dan memperbaiki
sel-sel tubuh, serta memperkuat sistem imun tubuh.

Fase Tidur: REM

Fase REM biasanya terjadi 70 – 90 menit setelah kita tertidur. Fase tidur ini lebih dalam dari NREM.
Selama fase REM ini, biasanya mata bergerak-gerak/berkedut (itulah mengapa fase ini disebut rapid
eye movement) dan napas menjadi lebih tidak teratur, aktifitas otak dan ritme detak jantung juga
meningkat.

Umumnya mimpi terjadi saat fase tidur REM. Namun otak ‘melumpuhkan’ otot-otot tubuh,
khususnya tangan dan kaki, sehingga kita tidak ikut bergerak saat bermimpi.

Siklus NREM dan REM dalam Tidur


Selama tidur, seseorang biasanya melewati setidaknya 3 tahapan dalam NREM sebelum
masuk ke fase REM. Siklus atau perputaran antara dua fase ini akan terus berulang selama
tidur, yang masing-masingya membutuhkan waktu antara 1 – 2 jam. Dan siklus ini dapat
berulang sekitar 3 hingga 4 kali dalam satu malam.
Gangguan Bipolar
Definisi
Merupakan gangguan mood yang bersifat siklik dengan fluktuasi perasaan, energi, dan kelakuan dari
ujung-ujung yang ekstrim.Gangguan ini tersifat oleh episode berulang (sekurang-kurangnya dua
episode) dimana afek pasien dan tingkat aktivitasnya jelas terganggu, pada waktu tertentu terdiri dari
peningkatan afek disertai penambahan energi dan aktivitas (mania atau hipomania), dan pada waktu
lain berupa penurunan afek disertai pengurangan energi dan aktivitas (depresi).
Khasnya adalah bahwa biasanya ada penyembuhan sempurna antar episode. Episode manik
biasanya mulai dengan tiba-tiba dan berlangsung antara 2 minggu sampai 4-5 bulan, episode depresi
cenderung berlangsung lebih lama (rata-rata sekitar 6 bulan) meskipun jarang melebihi 1 tahun
(kecuali pada orang usia lanjut).
UNIPOLAR  atau gangguan depresi (gangguan depresi mayor) terjadi pada salah satu
atau lebih dari episode depresi tanpa adanya latar belakang dari kejadian manik atau
hipomanik.
seseorang dapat mengalami satu episode depresif mayor yang diikuti oleh kembalinya pada
keadaan awal fungsionalnya.

BIPOLAR  gangguan dengan satu atau lebih episode manik/ hipomanik serta
hiperaktifitas dimana penilaian dan perilaku penderita pada keadaan ini seringkali
terganggu.
episode manik atau hipomanik sering bergantian dengan episode depresif mayor dengan
periode gangguan dari suasana hati yang normal

BIPOLAR memiliki dua kutub, manik dan depresi. menurut PDGJ JILID III gangguan ini
bersifat episode berulang yang menunjukkan suasana perasaan pasien dan tingkat
aktivitasnya jelas terganggu, dan gangguan ini pada waktu tertentu terdiri dari peninggian
suasana perasaan serta peningkatan energi dan aktivitas (mania atau hipomania) dan pada
waktu yang lain berupa penurunan suasana perasaan serta pengurangan energi dan
aktivitas (depresi).
Klasifikasi
Menurut American Psychiatric Association, bipolar dibagi menjadi 4 katagori:
 bipolar I : ditandai dengan terjadinya satu atau lebih episode manik atau episode
campuran, dan biasanya diikuti dengan episode depresi mayor umumnya cukup parah dan
perlu perawatan di rumah sakit
 bipolar II : dikarakterisir oleh satu atau lebih episode depresi mayor dan diikuti sedikitnya
satu episode hipomanik
 siklotimik (cyclothymic) : ditandai dengan adanya sejumlah episode hipomanik atau gejala
depresi, tapi gejala itu belum termasuk dlm criteria manik atau depresi mayor masih ringan
tapi mungkin bisa berkembang menjadi bipolar I atau II pada 15-50% pasien
 Bipolar non-spesifik : ditandai dengan tanda-tanda bipolar tapi tidak memenuhi kriteria
gangguan bipolar spesifik
Perjalanan penyakit :
f. Episode depresi berat
 Lebih dari 2 minggu mengalami perasaan depresi dan kehilangan interes atau kesenangan
pada aktivitas normal
 Gejala-gejala sama dengan diagnosis PPDGJ III
g. Episode manik
 suatu periode di mana perasaan “meningkat” secara abnormal.
 Pada mania akut gejala umumnya terjadi secara tiba-tiba dlm beberapa hari.
 perubahan musim, antidepresan, cahaya terang, dan ECT dapat menyebabkan terjadinya
mania
 Tahap parah episode manik menyerupai skizoprenia paranoid dengan gejala halusinasi,
khayalan. Sampai 20 % pasien bipolar memiliki gangguan pikiran, dan 5% di antaranya akan
didiagnose skizoprenia
h. Episode hipomanik
 hipomania menggambarkan bentuk mania yang tidak terlalu parah
 Terjadi peningkatan perasaan yang abnormal, sedikitnya dalam 4 hari tanda-tandanya sama
dengan mania, tetapi belum sampai menyebabkan gangguan sosial maupun fungsional
mungkin mirip pada penggunaan kokain, antidepresan atau doping
 Dalam episode hipomanik pasien mungkin justru berfungsi lebih baik, lebih kreatif, dan
produktif
 Kadang-kadang status hipomania ini justru mrpk sesuatu yang diharapkan karena pasien
merasa gembira, merasa lebih bertenaga dan produktif, dan energi meningkat tapi harus
dimonitor karena 5-15 % pasien dengan status hipomania dapat berubah (switch) menjadi
mania
i. Episode campuran
 dikatakan episode campuran jika gejala depresi dan mania terjadi bergantian hampir setiap
hari dalam waktu satu minggu terjadi kelabilan emosi yang cukup parah dan dapat
menyebabkan gangguan fungsi sosial dan pekerjaan dan memerlukan perawatan diRS
 penderita dengan episode campuran seringkali sulit didiagnosa dan diobati karena adanya
fluktuasi gambaran klinik
 prognosis umumnya tidak baik, angka bunuh diri lebih besar, dan kurang berespon
terhadap mood stabilizer
j. Siklus cepat (rapid cycling)
 Terjadi perubahan mood yang fluktuasi sangat cepat