Anda di halaman 1dari 21

A.

LATAR BELAKANG

Perkembangan otonomi daerah telah membawa sejumlah implikasi terhadap


Pemerintah Daerah dalam berbagai kebijakan, baik dalam kelembagaan, pemanfaatan
dan penggalian sumber daya alam, sumber daya manusia serta sumber-sumber
kegiatan ekonomi lainnya. Salah satu sumber kegiatan ekonomi adalah Pasar. Pasar
dalam pengertian fisik merupakan tempat bertemunya antara penjual dan pembeli
sedangkan dalam pengertian ekonomi pasar merupakan tempat bertemunya
permintaan dan penawaran. Salah satu tugas pemerintah daerah khususnya Dinas
Pengelolaan Pasar dibentuk berdasarkan Peraturan daerah Nomor 14 Tahun 2014
tentang perubahan kedua atas Peraturan Daerah Nomor 05 Tahun 2011 Tentang
Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten Pesawaran Tahun 2014, adalah
melaksanakan kerjasama dan koordinasi dibidang pelaksanaan pengelolaan pasar,
kebersihan dan keindahan pasar, pembangunan dan pemeliharaan pasar dan
melakukan pembinaan, pengawasan dan koordinasi dengan instasi pemerintah dan
organisasi lainnya. Berdasarkan data terdapat sejumlah kepemilikan pasar yang
berada di Kabupaten Pesawaran, hal ini dapat dilihat ditabel 1 dan 2.

Tabel 1. Pasar Pemerintah Daerah Kabupaten Pesawaran

Sarana &Prasarana Jumlah Keterangan


No Kecamatan Desa Toko Kios los Hamparan Pedagang
Gedong -
1 Sukaraja 12 128 176 104 420
Tataan
Kios Pasif 18
2 Tegineneng Trimulyo 0 64 120 110 294
Los Pasif 80
Padang Padang -
3 0 12 81 81 174
Cermin Cermin
4 Marga Pundo Maja 0 12 119 51 182 -
Toko Pasif 8
5 Kedondong Pasar Baru 60 250 131 184 625 Kios Pasif 20
Los Pasif 20
Jumlah 72 466 627 530 1695
Sumber : Dinas Pengelolaan Pasar Kabupaten Pesawaran, 2016
Tabel 2. Pasar Desa Kabupaten Pesawaran

Sarana & Prasarana Status


Kepemilikan
Jumlah
No Kecamatan Desa
Toko Kios Los Hamparan Pedagang

1. Padang Cermin a. Tanjung Mas 0 0 0 202 202 Desa

2. Teluk Pandan a. Hanura 31 65 81 20 197 Desa

a. Rowo Rejo 10 20 180 42 252 Perorangan


b. Purwo Rejo 0 7 49 40 96 Desa
c. Kali Rejo 0 10 0 0 10 Desa
d. PoncoKresno 0 84 70 8 162 Desa
3. Negeri Katon
e. Pujo Rahayu 1 1 50 20 72 Desa
f. Tresno Maju 18 16 50 25 115 Desa
g. BangunSari 30 15 56 200 301 Desa
h. Karang Rejo 0 0 0 70 80 Desa
a. Bumi Agung 0 0 50 39 89 Desa
b. Masgar 0 5 30 5 40 Desa
4. Tegineneng
c. Gerning 10 14 22 30 158 Desa

a. Desa Bernung 0 5 50 0 55 Perorangan


5. Gedong Tataan b. Desa Wiyono 0 3 90 25 118 Perorangan

a. Paguyuban 0 1 8 3 12 Perorangan
6. Way Lima b. Gunung Sari 9 17 24 50 150 Desa

a. Bunut 0 0 0 80 110 Desa

7. Way Ratai b. Kluwih 0 0 0 150 600 Desa


c. Gunung Rejo 0 5 57 20 82 Desa

8. Punduh Pedada a. Bawang 0 0 0 25 20 Desa

Jumlah 109 268 867 1054 2921

Sumber : Dinas Pengelolaan Pasar Kabupaten Pesawaran,2016


Saat ini kondisi pasar tradisional di Kabupaten Pesawaran masih dalam tahap stagnan,
dimana pasar yang ada bersifat mingguan/hari tertentu (2x seminggu), dari pantauan/dialog
yang dilakukan ada beberapa faktor penghambat diantaranya :

- Keterbatasan modal menyebabkan kuantitas dan kualitas dagangan belum


memadai, demikian juga dengan keragaman barang yang terbatas
- Para pedagang yang ada hanya sebatas pendistribusi barang dari para
pengumpul atau tengkulak
- Kurangnya minat masyarakat/pembeli atas keterbatasan aktivitas pasar
sehingga potensial beralih kepasar lain (Kota Bandar Lampung dan Pringsewu)

Dari berbagai hambatan diatas maka dapat dirumuskan permasalahan yaitu


belum adanya kelembagaan ekonomi dan aspek permodalan
Oleh karena itu diperlukan kebijakan transformasi fungsi pasar, sehingga pasar
tidak saja sebagai tempat bertemunya penjual dan pembeli, tetapi juga pasar
dapat berfungsi sebagai pusat penguatan kelembagaan ekonomi dan penguatan
aspek permodalan. Kedua transformasi tersebut dapat dilakukan dengan
membentuk dan membina koperasi pedagang pasar.

Hal – hal diatas yang melatarbelakangi penulisan laporan ini, sehingga


rancangan proyek perubahan ini berjudul “ Kebijakan Transformasi Fungsi
Pasar pada Dinas Pengelolaan Pasar kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung “.
B. DESKRIPSI

Pasar tradisional merupakan wadah utama penjualan produk-produk berskala


ekonomi rakyat seperti : petani, nelayan, pengrajin dan home industri ( industri
rakyat ) yang keberadaannya merupakan kegiatan pusat ekonomi sangat
dibutuhkan oleh masyarakat luas.

Pemerintah Kabupaten Pesawaran lebih serius dalam menata dan


mempertahankan eksistensi pasar tradisional, saat ini melakukan perbaikan
infrastruktur, penataan sarana dan prasarana pasar, kenyamanan diprioritaskan;
pasar kedondong, pasar tegineneng yang letaknya dipinggir jalan sering
menyebabkan kemacetan saat ini sedang dilakukan relokasi tempat lahan parkir
yang dipergunakan untuk berdagang.

Pasar tradisional yang ada tersebar di 11 kecamatan meliputi 5 pasar dikelola


pemerintah daerah, 21 pasar dikelola pemerintahan desa hanya melakukan
aktifitas mingguan atau hari tertentu ( 2x seminggu ) sampai saat ini.

Terbatasnya kebutuhan masyarakat mengakibatkan terjadinya perpindahan


pembeli diluar Kabupaten Pesawaran ( Kota Bandar Lampung, Pringsewu )
sehingga menurunnya daya beli masyarakat dan krisis kepercayaan.

Upaya mewujudkan eksistensi pasar tradisional yang ada di Kabupaten


Pesawaran diperlukan langkah-langkah, “ Kebijakan transformasi fungsi pasar
pada Dinas Pengelolaan Pasar Kabupaten Pesawaran”.

Melalui transformasi fungsi pasar, pasar menjadi pusat kelembagaan ekonomi dan
aspek permodalan dilakukan dengan membentuk dan membina koperasi
pedagang pasar.Dalam hal ini Pemerintah Daerah memfasilitasi terbentuknya
koperasi pedagang pasar, pengelola pasar, ikatan persaudaraan pedagang pasar
serta memberikan jaminan kepada pihak perbankan/ dunia usaha/ individu untuk
memberikan bantuan dan kerjasama akses permodalan.

C. TUJUAN

Adapun tujuan dari Proyek Perubahan ini adalah :

1. Mengembangkan fungsi pasar tradisional menjadi fungsi kelembagaan


ekonomi dan aspek permodalan;
2. Aktifitas pasar dilakukan setiap hari, kebutuhan masyarakat terpenuhi, tidak
adanya perpindahan pasar ke daerah lain;
3. Dampak Perputaran ekonomi dapat membantu perkembangan di daerah
tersebut
4. Pasar tradisional dapat tumbuh dan berkembang lebih cepat;
5. Pasar tradisional menjadi penyeimbang koorporasi waralaba seperti indomart,
alfamart yang sudah merambat kepelosok desa.
D. MANFAAT

Adapun manfaat dari Proyek Perubahan ini adalahuntuk :

A. Bagi Dinas Pengelolaan Pasar Kabupaten Pesawaran


1. Tercapainya visi menjadikan Dinas Pengelolaan Pasar mampu
mewujudkan pasar sebagai sumber kesejahteraan pedagang dan
masyarakat
2. Mewujudkan eksistensi pasar tradisional di tengah-tengah pertumbuhan
pusat perbelanjaan dan toko modern
3. Sektor penerimaan retribusi daerah meningkat

B. Bagi Pedagang
1. Pedagang dapat memenuhi kebutuhan berbagai jenis dan beraneka ragam
2. Barang-barang kebutuhan merupakan hasil tanam atau produksi sendiri
sehingga harga jual lebih murah dan keuntungan pedagang lebih tinggi.
3. Pedagang dapat menjual barang dalam partai besar yang mampu bersaing
dan kerjasama dengan pedagang pasar di luar daerah/ Provinsi
4. Dapat memenuhi kebutuhan masyarakat/partai skala besar ( rumah makan,
hotel, pasar modern )

C. Bagi Masyarakat

1. Masyarakat dapat memenuhi kebutuhannya di daerah sendiri dengan


banyak pilihan dan harga menjadi lebih murah
2. Masyarakat saling memperkuat dan saling menguntungkan keberadaan
pasar tradisional yang ada di wilayahnya
3. Masyarakat dapat menjadikan pasar sebagai sumber investasi/
menanamkan modal melalui kemitraan dengan pedagang kecil dan
menengah, koperasi serta pedagang tradisional di lembaga
keuangan/koperasi

D. Bagi Dunia Usaha

Dunia usaha dalam mengakses permodalan berkembang lebih cepat dan


menyebar keseluruh aspek kelembagaan masyarakat
E. RUANG LINGKUP

Adapun ruang lingkup dalam pelaksanaan Transformasi Fungsi Pasar (TFP)

meliputi :

1. Penataan sarana dan prasarana pasar.


2. Pembinaan bagi pengelola dan pedagang yang ada di pasar.
3. Peraturan Bupati tentang Perlindungan, Pengelolaan dan Pemberdayaan Pasar
tradisional dan modern
4. Dibentuk koperasi pedagang pasar
5. Dibentuk ikatan para pedagang pasar
6. MoU dengan pihak Perbankan, BUMN/BUMD.

F. OUTPUT KUNCI (KEY PROJECT)

1. Adanya sarana dan prasarana


2. Pembinaan bagi pengelola dan pedagang pasar
3. Peraturan Bupati tentang tentang Perlindungan, Pengelolaan dan
Pemberdayaan Pasar tradisional dan modern
4. Dibentuknya koperasi
5. Dunia usaha (masyrakat, lembaga keuangan / perbankan)

G. PENTAHAPAN (MILESTONES)

Dalam rangka mencapai tujuan seperti yang telah diuraikan pada bagian
sebelumnya dilakukan pentahapan (milestones) untuk Trasnformasi Fungsi Pasar
(TFP) di Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung seperti yang terlihat pada
table3 berikut :

Tabel 3. Pentahapan Utama Pelaksanaan proyek Perubahan

TAHAPAN KEGIATAN WAKTU OUTPUT/BUKTI


JANGKA PENDEK
1. Pembentukan 1. Rapat Pembentukan Tim Minggu ke-1 Undangan
Tim Efektif 2. Identifikasi kebutuhan Tim Agustus Notulen Rapat & Foto
3. Terbitnya SK Tim Efektif SK Tim
2. Pembahasan 1. Rapat awal dengan Tim Minggu ke-2 Undangan rapat
awal 2. Menyusun rencana kerja Agustus Notulen Rapat& Foto
kebutuhan 3. Menyusun kebutuhan proyek Rencana Kerja
TFP
3. Identifikasi 1. Pengumpulan data dan Minggu ke-1 Data / dokumen
Kebutuhan informasi ( 26 unit pasar ) September
TFP 2. Pemutahiran data
3. Konsolidasi 26 unit pasar Berita acara kesiapan
dengan stage holder internal,
eksternal
TAHAPAN KEGIATAN WAKTU OUTPUT/BUKTI
4. - Draf Koordinasi dengan bagian Minggu ke-2 Dokumen Peraturan
Peraturan hokum dan intansi terkait September Bupati
Bupati tentang
PPP Pasar
tradisional dan
modern
- Draf MOU Perjanjian / Pembahasan
dengan kesepakatan pemerintah dan Dokumen MOU
puhak perbankan
perbankan

5. Rancangan 1. Rapat Pembiayaan di 2 unit Minggu ke-3 Draf usulan


usulan pasar (pasar gedong tataan dan September
APBDP 2016 pasar gerning ) :
- Koperasi pedagang pasar
- Ikatan persaudaraan
pedagang pasar
- Pengelola pasar
2. Pembiayaan rapat
6. Pelaksanaan 1. Sosialisasi 2 unit pasar (pasar Minggu ke-4 Dokumen laporan
APBDP 2016 gedong tataan dan pasar September
gerning ) :
- Pembentukan koperasi
pedagang pasar di 2 pasar
- Sosialisasi ikatan
persaudaraan pedagang pasar
di 2 pasar
- Sosialisasi pembentukan
pengelola pasar di 2 pasar
7. Pengesahan Rekomendasi dan Koordinasi Minggu ke-4 Dokumen pengesahan
koperasi dan satker terkait Oktober2016
kepengurusan

8. Pelaporan Monitoring evaluasi Minggu ke-3 Data/ dokumen


Rapat Tim Efektif Desember
2016

9. Rancangan 1. Rapat Pembiayaan di 24 unit Minggu ke-4 Draf usulan


usulan APBD pasar se-Kabupaten oktober 2016
Tahun 2017 Pesawaran
TAHAPAN KEGIATAN WAKTU OUTPUT/BUKTI
JANGKA MENENGAH
Pelaksanaan 1. Penjadwalan ( 24 unit pasar) Minggu ke-2 Dokumen Laporan
APBD 2017 2. Sosialisasi ( 24 unit pasar ) Februari 2017

3. Rapat Tim efektif Draf usulan

Pengesahan Rekomendasi dan Koordinasi Minggu ke-3 Dokumen Pengesahan


koperasi dan satker terkait Mei 2017
kepengurusan

Minggu ke-3
Monitoring Kunjungan Tim terkait Dokumen Laporan
Agustus 2017

Pelaporan Evaluasi , Rapat tim efektif Minggu ke- 2 Data / Dokumen


Desember
JANGKA PANJANG
1. Pembinaan 1. Pemantauan / pengawasan Maret 2018 Data / Dokumen
dan fasilitasi 2. Akses permodalan
akses
permodalan
2. Pelaporan Monitoring evaluasi Minggu ke-2 Data / Dokumen
Rapat Tim Efektif Desember

Sumber : Data diolah, 2016

Adapun pentahapan berdasarkan waktu pelaksanaan dapat digambarkan dalam


tahapan berikut ini :

A. Jangka Pendek (s.d 90 hari) :


1. Terbentuknya langkah kerja Transformasi Fungsi Pasar.
2. Adanya rencana kerja Penerapan Transformasi Fungsi Pasar.
3. Konsolidasi Stage holder ( 26 pasar daerah dan pasar desa )
4. Terbitnya dokumen Perbup dan MOU
5. Tersedianya Anggaran
6. Terbentuknya kepengurusan ikatan persaudaraan pedagang pasar ( Gedong
tataan dan Gerning )
7. Pengesahan akte pendirian koperasi ( Gedong Tataan dan Gerning )
8. Monev dan pelaporan
B. Jangka Menengah (s.d 1 tahun)
1. Rapat tim efektif
2. Penjadwalan waktu pelaksanaan sosialisasi
3. Sosialisasi ( Pembentukan koperasi, pengelola pasar ikatan persaudaraan
pedagang pasar di 24 pasar )
4. Terbentuknya kepengurusan koperasi pedagang pasar di 24 pasar
5. Terbentuknya kepengurusan ikatan persaudaraan pedagang pasar di 24
pasar
6. Terbentuknya kepengurusan pengelola pasar di 24 pasar
7. Tersedianya akte pendirian koperasi untuk 24 koperasi
8. Monev dan pelaporan

C. Jangka Panjang (> 1 tahun)

1. Pembinaan dan fasilitasi permodalan dengan lembaga keuangan badan


uasaha dengan pola kemitraan
2. Monitoring Evaluasi dan Pelaporan

H. IDENTIFIKASI STAKEHOLDER

Stakeholder adalah setiap pihak baik individu maupun organisasi yang


berkepentingan dan yang akan memberikan dampak terhadap hasil akhir
perubahan baik dampak positif maupun dampak negatif. Dampak yang bersifat
positif akan memberikan dukunganterhadap pelaksanaan proyek perubahan ini
dan yang negatif akan menjadi faktor penghambat.

Stakeholder dapat dibedakan antara stakeholder internal dan stakeholder


eksternal yaitu instansi lain atau kelompok maupun individu yang yang
memberikan pengaruh dariluar instansi yang melaksanakan proyek perubahan
yaitu:
1. Stakeholder Internal
 Dinas Pengelolaan Pasar
 Koperasi
2. Stakeholder Ekternal
a. eksternal pemerintah :
 Pedagang
 Stakeholder
b. eksternal non pemerintah :
 Pembeli
 Masyarakat
a. Net- Map

DINAS
PENGELOLAAN
PASAR

KOPERASI

FUNGSI
PEMBELI PEDAGANG
PASAR

KELEMBAGAAN

PERMODALAN

MASYARAKAT STAKEHOLDER

Keterangan :

: Internal Instansi Pemerintah Garis Komando

: Eksternal Pemerintah Garis Koordinasi

: Eksternal non Pemerintah Garis Konsultasi

Gambar 1. Transformasi Fungsi Pasar


Sedangkan strategi untuk mengatasi masalah dapat dilihat pada Tabel 4 :

Tabel 4. Analisis SWOT

ANALISIS SWOT
STRENGTH OPORTUNITY

 Pengelola Pasar  Political Will (Bupati)


 Pengembangan Koperasi  Partisipasi Dunia Usaha

WEAKNESS THREAT

 Kelembagaan Ekonomi  Keinginan Untuk Maju


 Kemampuan Pemodalan  Sarana & Prasarana

Jadi, Strategi Transformasi Fungsi Pasar yang akan dilakukan adalah:


1. Strategi S-O
Strategi ini dilakukan dengan menggunakan kekuatan dengan memanfaatkan peluang
2. Strategi S-T
Strategi ini dilakukan dengan menggunakan kekuatan dan mengatasi ancaman
3. Strategi W-O
Strategi ini dilakukan dengan memperbaiki kelemahan dan memanfaatkan peluang
4. Strategi W-T
Strategi ini dilakukan dengan memperbaiki kelemahan dengan mengatasi ancaman

I. TIM EFEKTIF DAN STRUKTUR ORGANISASI PELAKSANA

A. Tim Efektif
Untuk menjamin terlaksananya rencana proyek peubahan ini sangat dibutuhkan
pembentukan tim efektif yang berguna untuk memecahkan setiap masalah yang
bersifat jangka pendek. Diharapkan tim yang dibentuk ini merupakan tim yang
berkualitas sehingga saling bersinergi dan melengkapi.
B. Struktur Organisasi Pelaksana

PROJECT SPONSOR

Drs. HENDARMA

COACH PROJECT LEADER

Ir. HARI BAKTIO, MURT SAM HERMAN, S.E., M.M.

POKJA I POKJA II POKJA II POKJA IV

ADMINISTRASI PENGELOLAAN KEBERSIHAN& PEMBANGUNAN DAN


PASAR KEINDAHAN PEMELIHARAAN PASAR
PASAR

Tugas dan tanggung jawab masing-masing komponen yang terlibat dalam tata
kelola proyek perubahan adalah sebagai berikut :

1. Project Sponsor/Mentor (Sekretaris Daerah Kabupaten Pesawaran) :


a. Membimbing Project Leader berdasarkan sikap profesionalisme
b. Memberikan dukungan kepada Project Leader dalam mempersiapkan
proyek perubahan yang akan dilakukan
c. Mendukung project leader dalam melakukan inovasi-inovasi yang
diperlukan
d. Memberikan dukungan penuh dalam mengimplementasikan proyek
perubahan

2. Coach (Ir. Hari Baktio, MURT) :


a. Melakukan bimbingan kepada project leader
b. Melakukan monitoring kegiatan proyek leadership selama tahapan taking
owner ship dan selama tahap laboratorium kepemimpinan
c. Melakukan koordinasi dan memberikan masukan kepada project leader
d. Mengkomunikasikan kemajuan dan hasil coaching kepada penyelenggara
Diklatpim Tingkat II
3. Project Leader (Kepala Dinas Pengelolaan Pasar Kabupaten Pesawaran) :
a. Mempersiapkan instrument dan waktu yang diperlukan sebelum
berkoordinasi dengan mentor
b. Membangun komunikasi dan kesepakatan dengan stakheholder baik
internal maupun eksternal dalam rancangan proyek perubahan
c. Menggerakkan seluruh stakeholder yang terkait dalam mendukung
pelaksanaan proyek perubahan dan bertanggungjawab terhadap
pelaksanaannya
d. Memimpin dalam pelaksanaan proyek perubahan seluruh tahapan kegiatan
e. Membuat laporan proyek perubahan

4. Ketua-ketua Pokja bertugas :


a. Pokja I (Ir. Nasrial) sebagai Sekretaris yang memiliki wewenang
melakukan administrasi program dan administrasi lainnya
b. Pokja II (Mursalin,A.Md) sebagai Kepala Bidang Pengelolaan Pasar
memiliki kewenangan untuk melakukan koordinasi dengan pedagang
sebagai stakeholder
c. Pokja III (Drs. Purnomo Edy,S) sebagai Kepala Bidang Kebersihan&
Keindahan Pasar memiliki kewenangan untuk melakukan pengawasan
terhadap pedagang sekaligus melakukan pembinaan
d. Pokja IV (Zurnah, S.E) sebagai Kepala Bidang Pembangunan &
Pemeliharaan Pasar memiliki kewenangan untuk evaluasi terhadap
pedagang.

J. IDENTIFIKASI POTENSI, KENDALA, DAN MASALAH PELAKSANAAN.

Ada beberapa potensi yang dapat dikembangkan antara lain :

 Adanya pasar terpadu dan pasar sejenis


 Pengembangan koperasi yang sedang digalakkan
 Sarana & Prasarana pasar yang akan dikembangkan.
Adapun kendala Internal antara lain :

 Sarana prasarana yang dimiliki kurang memadai


 Ketrampilan/kemampuan sumber daya manusia yang terbatas dalam
melaksanakan TFP.

Sedangkan kendala Eksternal antara lain :

 Keraguan pedagang untuk menjadi anggota koperasi.


 Adanya jaminan kebendaan (agunan) yang diminta oleh bank

K. FAKTOR KUNCI KEBERHASILAN

1. Adanya dukungan dari Kepala Daerah dalam melaksanakan Kebijakan


Tranformasi Fungsi Pasar Pada Dinas Pengelolaan Pasar Kabupaten
Pesawaran.
2. Adanya komitmen bersama pegawai Dinas Pengelolaan Pasar Kabupaten
Pesawaran dalam mendukung Pelaksanaan Tranformasi Fungsi Pasar.
3. Dukungan stakeholder terkait kepada dunia usaha untuk mensukseskan
Tranformasi Fungsi Pasar.
4. Adanya kesadaran para pedagang akan pentingnya penguatan kelembagaan
ekonomi dan penguatan aspek permodalan.
XII. Rencana Kegiatan (Time schedule) Pelaksanaan Proyek Perubahan
A. Jangka Pendek ( s.d 90 hari )

2016
No Kegiatan Agustus September Oktober Desember Pelaksana Output
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 3
Milestone 1.1 Pembentukan Tim Efektif
1 Rapat pembentukan Tim Efektif Project Leader Notulensi
Pokja I, II, III Absensi,undangan
dan IV Dokumentasi
2 Identifikasi kebutuhan Tim Efektif Project Leader Notulen
Pokja I, II, III Absensi
dan IV
3 Penerbitan SK Tim Efektif Project Leader SK Tim Efektif
Pokja I
Milestone 1.2 Pembahasan awal kebutuhan Tim TFP
1 Terlaksananya rapat awal dengan Tim Notulensi
Project Leader Absensi, undangan
Pokja I, II, III Dokumentasi
2 Tersususnnya rencana kerja dan IV Draf rencana kerja
3 Tersususnnya kebutuhan proyek Draf kebutuhan proyek
Milestone 1.3 Identifikasi kebutuhan TFP
1 Pengumpulan data dan informasi data dan Data / Dokumen
informasi ( 26unit pasar) Project Leader
2 Pemutahiran data Pokja I, II, III Berita acara kesiapan
3 Konsulidasi ( 26 unit pasar )dengan stage dan IV
holder internal, eksternal
Milestone 1.4 Draf Peraturan Bupati tentang PPP Pasar Tradisional dan Modern
1 Koordinasi dengan bagian hukum dan Dokumen Peraturan Bupati
instansi terkait
2 Perjanjian / Pembahasan kesepakatan Project Leader Dokumen MOU
Pemerintah dan Perbankan Pokja I, II, III
dan IV
2016
Kegiatan Agustus September Oktober Desember Pelaksana Output
No 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 3
Milestone 1.5 Rancangan Usulan APBDP 2016
1 Rapat Pembiayaan di 2 unit pasar ( Pasar Project Leader Draft Usulan
Gedong Tataan dan Gerning ) : Pokja I, II, III
- Koperasi pedagang pasar dan IV
- Ikatan persaudaraan pedagang pasar
- Pengelolaa Pasar
Pembiayaan Rapat
Milestone 1.6 Pelaksanaan APBDP 2016
1 Sosialisasi 2 unit pasar ( pasar Gedong Project Leader Dokumen Laporan
Tataan & Gerning ) : Pokja I, II, III
- Pembentukan koperasi pedagang pasar dan IV
di 2 pasar
- Sosialisasi ikatan persaudaraan
pedagang pasar di 2 pasar
- Sosialisasi pembentukan pengelola
pasar di 2 pasar
Milestone 1.7 Pengesahan Koperasi dan Kepengurusan
1 Rekomendasi dan koordinasi Satker terkait Project Leader Dokumen Pengesahan
Pokja I, II, III
dan IV
Milestone 1.8 Pelaporan
1 Monitoring evaluasi Rapat Tim Evektif Project Leader Data / Dokumen
Pokja I, II, III
dan IV
Milestone 1.9 Rancangan usulan APBD Tahun 2017
1 Rapat pembiayaan di 24 unit pasar se- Project Leader Draft Usulan
Kabupaten Pesawaran Pokja I, II, III
dan IV
A. Jangka Menengah (s.d 1 tahun)
TAHUN 2017
No Kegiatan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Pelaksana Output
Milestone 2.1 Pelaksanaan APBD 2017
1 Penjadwalan ( 24 unit pasar ) Dokumen
2 Sosialisasi ( 24 pasar ) Laporan
Project Leader
Pokja I, II, III dan IV
3 Rapat Tim Efektif
Draft Usulan
Milestone 2.2 Pengesahan Koperasi dan Kepengurusan
1 Rekomendasi dan koordinasi satker Project Leader Dokumen
terkait Pokja I, II, III dan IV Pengesahan
Milestone 2.3 Monitoring
1 Kunjungan Tim tekait Project Leader Dokumen
Pokja I, II, III dan IV Laporan
Milestone 2.4 Pelaporan
1 Evaluasi, Rapat tim evektif Project Leader Data /
Pokja I, II, III dan IV Dokumen
B. Jangka Panjang (> 1 tahun)

 1 TAHUN (2018)
No Kegiatan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Pelaksana Output
Milestone 3.1 Pembinaan dan fasilitasi akses permodalan
1 Pemantauan /Pengawasan Data/Dokumen
Project Leader
2 Akses Permodalan
Pokja I, II, III
Milestone 3.2 Pelaporan
dan IV
1 Monitoring evaluasi Rapat Tim Efektif Data/Dokumen
Tabel 1. Pasar Pemerintah Daerah Kabupaten Pesawaran

Sarana &Prasarana Jumlah Keterangan


No Kecamatan Desa Toko Kios los Hamparan Pedagang
Gedong -
1 Sukaraja 12 128 176 104 420
Tataan
Kios Pasif 18
2 Tegineneng Trimulyo 0 64 120 110 294
Los Pasif 80
Padang Padang -
3 0 12 81 81 174
Cermin Cermin
4 Marga Pundo Maja 0 12 119 51 182 -
Toko Pasif 8
5 Kedondong Pasar Baru 60 250 131 184 625 Kios Pasif 20
Los Pasif 20
Jumlah 72 466 627 530 1695
Sumber : Dinas Pengelolaan Pasar Kabupaten Pesawaran, 2016
Tabel 2. Pasar Desa Kabupaten Pesawaran

Sarana & Prasarana Status


Kepemilikan
Jumlah
No Kecamatan Desa
Toko Kios Los Hamparan Pedagang

1. Padang Cermin a. Tanjung Mas 0 0 0 202 202 Desa

2. Teluk Pandan a. Hanura 31 65 81 20 197 Desa

a. Rowo Rejo 10 20 180 42 252 Perorangan


b. Purwo Rejo 0 7 49 40 96 Desa
c. Kali Rejo 0 10 0 0 10 Desa
d. PoncoKresno 0 84 70 8 162 Desa
3. Negeri Katon
e. Pujo Rahayu 1 1 50 20 72 Desa
f. Tresno Maju 18 16 50 25 115 Desa
g. BangunSari 30 15 56 200 301 Desa
h. Karang Rejo 0 0 0 70 80 Desa
a. Bumi Agung 0 0 50 39 89 Desa
b. Masgar 0 5 30 5 40 Desa
4. Tegineneng
c. Gerning 10 14 22 30 158 Desa

a. Desa Bernung 0 5 50 0 55 Perorangan


5. Gedong Tataan b. Desa Wiyono 0 3 90 25 118 Perorangan

a. Paguyuban 0 1 8 3 12 Perorangan
6. Way Lima b. Gunung Sari 9 17 24 50 150 Desa

a. Bunut 0 0 0 80 110 Desa

7. Way Ratai b. Kluwih 0 0 0 150 600 Desa


c. Gunung Rejo 0 5 57 20 82 Desa

8. Punduh Pedada a. Bawang 0 0 0 25 20 Desa

Jumlah 109 268 867 1054 2921

Sumber : Dinas Pengelolaan Pasar Kabupaten Pesawaran,2016