Anda di halaman 1dari 4

Prinsip pemeriksaan dengue NS1 rapid

Ketika serum / plasma / wholeblood pasien yang mengandung Dengue NS1 Ag diteteskan
pada lubang sampel , dengue NS1 Ag sebagai antigen akan bereaksi dengan anti-dengue NS1
Ag yang dilapisi pada strip sebagai antibodi membentuk kompleks antigen – antibodi yang
akan bergerak di sepanjang membran secara kromatografi menuju daerah T yang dilapisi oleh
antibodi spesifik terhadap virus dengue membentuk kompleks antibodi – antigen – antibodi
yang akan menghasilkan garis pada strip.

Pemeriksaan Anti-Dengue IgG / IgM


Ketika serum / plasma / wholeblood pasien yang mengandung anti dengue IgG / IgM diteteskan
pada lubang sampel, antidengue IgG / IgM akan bereaksi dengan rekombinan virus dengue yang
terdapat dalam membran , membentuk kompleks antigen – antibodi kemudian kompleks antigen
– antibodi tersebut akan bermigrasi sepanjang membran kemudian akan mengikat antibodi
dengue IgG / IgM yang spesifik yang terletak pada daerah “ M “ dan “T” membentuk kompleks
antibodi – antigen – antibodi sehingga akan menghasilkan garis.

Masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Saat ini yang menjadi
pilihan adalah IgG/IgM Dengue dan NS1 Ag Dengue karena akurasinya yang bagus, kecepatan
selesai hasil yang cepat, mudahnya cara pemakaian serta biaya yang relatif murah dibanding
pemeriksaan yang lain.

IgG/IgM Dengue adalah rapid test yang muncul lebih dulu dibanding NS1 Ag Dengue,
pemeriksaan ini mendeteksi adanya antibodi terhadap virus dengue. Ada dua antibodi yang
dideteksi yaitu Imunoglobulin G dan Imunoglobulin M, dua jenis antibodi ini muncul sebagai
respon tubuh terhadap masuknya virus ke dalam tubuh penderita.

Imunoglobulin G akan muncul sekitar hari ke-4 dari awal infeksi dan akan bertahan hingga enam
bulan pasca infeksi. Atas dasar itulah maka antibodi ini menunjukkan kalau seseorang pernah
terserang infeksi virus dengue, setidaknya dalam enam bulan terakhir.

Imunoglobulin M juga diproduksi sekitar hari ke-4 dari infeksi dengue, tetapi antibodi jenis ini
lebih cepat hilang dari tubuh. Adanya Imunoglobulin M dalam tubuh seseorang menandakan
adanya infeksi akut dengue atau dengan kata lain 5 menunjukkan kalau penderita sedang terkena
infeksi virus dengue. Sensitivitas dan spesifitas pemeriksaan ini cukup tinggi dalam menentukan
adanya infeksi virus dengue.

Pemeriksaan NS1 Ag yang berarti nonstructural-1 antigen adalah pemeriksaan yang mendeteksi
bagian tubuh virus dengue sendiri. Karena mendeteksi bagian tubuh virus dan tidak menunggu
respon tubuh terhadap infeksi maka pemeriksaan ini dilakukan paling baik saat panas hari ke-0
hingga hari ke -4, karena itulah pemeriksaan ini dapat mendeteksi infeksi virus dengue bahkan
sebelum terjadi penurunan trombosit. Setelah hari keempat kadar NS1 antigen ini mulai menurun
dan akan hilang setelah hari ke-9 infeksi. Angka sensitivitas dan spesifisitasnya pun juga tinggi.
Bila ada hasil NS1 yang positif menunjukkan kalau seseorang „hampir pasti‟ terkena infeksi
virus dengue. Sedangkan kalau hasil NS1 Ag dengue menunjukkan hasil negatif tidak
menghilangkan kemungkinan infeksi virus dengue dan masih perlu dilakukan observasi serta
pemeriksaan lanjutan.

Pemeriksaan Dengue NS1 Ag


1. Alat dan bahan disiapkan dan dikondisikan dalam suhu ruang.
2. Test kit dikeluarkan dari kemasan dan diletakkan pada meja yang datar dan kering.
3. Sampel serum / plasma / wholeblood dipipet menggunakan pipet dissposible kemudian
diteteskan sebanyak 3 tetes (± 100 μL) ke dalam lubang sampel
4. Tes akan mulai bekerja, yang ditunjukkan dengan terlihatnya warna ungu bergerak di jendela
hasil di tengah perangkat uji.
5. Hasil tes diinterpretasikan dalam selang waktu 15 – 20 menit setelah sampel serum / plasma /
wholeblood ditambahkan.

Pemeriksaan Anti – Dengue IgG / IgM


1. Alat dan bahan disiapkan.
2. Sebelum dilakukan pemeriksaan reagen dihomogenkan dikondisikan pada suhu ruang (20º -
25º C)
3. Kaset dan pipet MicroSafe dikeluarkan dari kemasan dan diletakkan pada meja yang datar
sesaat sebelum digunakan.
4. 10 uL sampel ( whole blood, plasma atau serum) diteteskan ke dalam sumur yang berbentuk
lingkaran ( lubang sampel ) menggunakan mikropipet 10 μl atau MicroSafe pipet.
5. Sampel dibiarkan beberapa saat sampai sepenuhnya terserap ke dalam sumur.
6. 2 tetes buffer ditambahkan ke dalam sumur yang berbentuk persegi. Cara penambahan buffer
yaitu dengan memegang botol buffer secara vertical kira – kira 1 cm di atas sumur. Jangan
memegang botol secara horizontal ketika meneteskan larutan buffer dan jangan sampai ujung
botol menyetuh sumur saat meneteskan buffer.
7. Hasil dibaca tepat 15 menit setelah penambahan buffer ke kaset.
8. Hasil yang dibaca setelah / lebih dari 15 menit dianggap invalid dan harus diulang

Pemeriksaan Dengue NS1 Ag


Hasil negatif : Hanya ada satu band / garis warna pada garis “C” pada jendela uji.

Hasil positif : Terdapat dua band/garis warna pada garis “T” dan “C “ pada jendela uji.

Hasil tidak valid :

Tidak ada garis warna pada band C maupun T dalam jendela hasil.
Hanya terbentuk garis warna pada Band T dalam jendela hasil

Pemeriksaan Anti – Dengue IgG / IgM

Infeksi primer : Muncul garis merah muda pada IgM test line “M” dan pada daerah control “C”.
Tes ini positif untuk keberadaan antibodi IgM dan menandakan infeksi dengue primer.

Infeksi sekunder :
- Muncul garis merah muda pada di IgM test line “M”, IgG test line “G” dan daerah control “C”.
Tes ini positif untuk keberadaan antibodi IgM dan IgG dan menandakan infeksi dengue sekunder.

Muncul garis merah muda pada pada IgG test line dan pada daerah control tes ini positif untuk
keberadaan antibodi IgG

Negatif : Muncul garis merah muda pada daerah control ”C” saja. Antibodi IgG dan IgM dengue
tidak terdeteksi. Hasil ini belum tentu menandakan bahwa seseorang tidak terkena infeksi dengue.
Pengulangan tes dalam 3-4 hari dapat dilakukan pada pasien diduga dengue.
Invalid : tidak muncul garis merah muda pada daerah control “C”. Tes ini adalah tidak sah dan
harus diulang.