Anda di halaman 1dari 74

MODUL PRAKTIKUM PROYEK SISTEM MULTIMEDIA 1

DAFTAR PUSTAKA

Praktikum 1
Pengenalan Photosop ..................................................................................... 3
Praktikum 2
Blending Mode Photosop................................................................................ 12
Praktikum 3
Layouting Photoshop ...................................................................................... 15
Praktikum 4
Pengenalan Adobe Illustrator ......................................................................... 19
Praktikum 5
Desain Vektor Illustator .................................................................................. 26
Praktikum 6
Produksi Audio 1 ............................................................................................. 34
Praktikum 7
Produksi Audio 2 ............................................................................................. 39
Praktikum 8
Adobe Primier Pro 1........................................................................................ 49
Praktikum 9
Adobe Primier Pro 2........................................................................................ 57
Praktikum 10
Color Grading Perimier Pro ............................................................................. 66
Praktikum 11
Rendering Primier Pro..................................................................................... 70

MODUL PRAKTIKUM PROYEK SISTEM MULTIMEDIA 2


PRAKTIKUM KE-1
PENGENALAN PHOTOSHOP
1. Tujuan
a. Mahasiswa dapat mengoperasikan komponen photoshop
b. Mahasiswa dapat melakukan proses editing gambar bitmap

2. Materi
a. Pengantar Photoshop
b. Selection dan Tool
c. Layering
d. Coloring

3. Alat dan Bahan


a. Adobe Photoshop CS3, CS4, CS5, CS6, CC
b. Picture

4. Prosedur Praktikum
a. Peserta membaca dan mempelajari materi praktikum
b. Dosen/Instruktur menerangkan teori dan cara kerja
c. Mahasiswa mempraktikkan materi percobaan

5. Teori
A. Mengenal Area Kerja
Adobe Photoshop adalah software pengolah gambar yang sangat powerfull dengan segala
fasilitasnya. Hasil gambar olah dengan Adobe Photoshop ini banyak dilihat di berbagai
website, brosur, koran, majalah, dan media lainnya.
Jalankan Adobe Photoshop kemudian pilih menu File -> Open. Kemudian pilih buka gambar
apa saja. Sebagai contoh di buka gambar sensei.jpg

MODUL PRAKTIKUM PROYEK SISTEM MULTIMEDIA 3


Keterangan Gambar :
A. Menu Bar, berisi perintah utama untuk membuka file, save, mengubah ukuran
gambar, filter dan lain-lain.
B. Option, berisi pilihan dari tool yang Anda pilih. Misalnya dipilih kuas/brush, maka
ukuran/diameter brush ada di sini.
C. Gambar, menampilkan gambar yang sedang dibuat atau diedit.
D. Pallete Well, cara cepat untuk mengakses palet brushes, tool resets dan Layer Comps.
Juga dapat digunakan untuk meletakkan palet yang sering digunakan.
E. Toolbox, berisi tool untuk menyeleksi dan memodifikasi gambar.
F. Palette, berisi jendela-jendela kecil yang di dalamnya terdapat perintah dan pilihan
untuk dokumen/gambar yang sedang dikerjakan.

B. Selection dan Tools


Seringkali letak tool-tool (palette) Adobe Photoshop sudah berubah dimodifikasi oleh
pengguna sebelumnya. Untuk mengembalikan letak palette ini gunakan menu Windows
-> Workspace -> Reset Palette Location.

MODUL PRAKTIKUM PROYEK SISTEM MULTIMEDIA 4


Menyeleksi Gambar

Menyeleksi berarti memilih bagian tertentu dari gambar. Dengan seleksi kita dapat
mengcopy, mengubah, menggeser, atau menambahkan efek kepada bagian yang terseleksi
tanpa mempengaruhi bagian lain.
Ada tiga cara menyeleksi yaitu:
1. Marquee Tool, yaitu menyeleksi dalam bentuk kotak, elips, row, dan kolom
2. Lasso Tool, untuk menyeleksi dalam bentuk bebas, poligonal atau kekontrasan gambar
(Magnetic Lasso Tool).
3. Magic Wand Tool, untuk menyeleksi berdasarkan persamaan warna.
Tipe seleksi ada dua (dapat dipilih pada Option Bar), yaitu:
1. Normal, memiliki pinggiran yang tajam.
2. Feather, memiliki pinggiran yang halus atau kabur.

Rectangular Marquee Tool


Gunakan rectangular marquee tool untuk memotong gambar dalam bentuk kotak. Gunakan
menu Select -> Transform Selection untuk mengubah seleksi dan menu Select -> Feather
untuk mengatur ketajaman pinggiran potongan.

Elliptical Marquee Tool


Digunakan untuk membuat seleksi elips atau lingkaran. Anda dapat menggunakan Select ->
Transform Selection (atau klik kanan) untuk mengubah bidang yang mau diseleksi. Gunakan
menu Select -> Feather untuk mengatur ketajaman tepi gambar. Gunakan Select -> Inverse
untuk membalik seleksi.
Lasso Tool
Seleksi ini digunakan untuk menyeleksi bentuk bebas dengan mouse.

Polygonal Lasso Tool


Polygonal Lasso Tool digunakan untuk menyeleksi gambar yang memiliki tepi garis lurus,
misalnya piramida pada gambar 2.5. Jika tombol Alt ditekan maka Polygonal Lasso Tool akan
berfungsi seperti Lasso Tool biasa. Contoh gambar hasil seleksi piramida diperkecil dan
diletakkan pada sudut kanan bawah.

Magnetic Lasso Tool


Magnetic Lasso Tool penggunaanya cukup mudah, karena dengan tool ini seleksi gambar akan
secara otomatis membuat garis seleksi pada gambar yang berwarna kontras.

Magic Wand Tool


Magic wand tool akan menyeleksi gambar yang memiliki warna sama

Crop Tool
Crop tool digunakan untuk menghilangkan bagian yang tidak diseleksi. Contoh penggunaanya
di sini digunakan untuk memperbaiki hasil scan yang miring.

MODUL PRAKTIKUM PROYEK SISTEM MULTIMEDIA 5


Healing Brush Tool
Healing Brush Tool digunakan untuk memperbaiki gambar pada bagian tertentu. Aktifkan tool
ini, kemudian tekan Alt + Klik pada objek pada bagian yang tidak berkeriput, kemudian klik
pada bagian yang keriputnya ingin dihilangkan.

Spot Healing Brush Tool


Spot Healing Brush Tool digunakan untuk memperbaiki kerusakan gambar. Di sini Anda tidak
perlu menentukan area yang akan digunakan sebagai patokan, karena akan secara otomatis
terpilih dari area di sekitarnya.

Patch Tool
Patch Tool digunakan untuk memperbaiki gambar. Tool ini dibuat dengan cara membuat
selection dengan mouse atau dengan menahan tombol ALT untuk menghasilkan bentuk
poligonal. Selanjutnya drag ke daerah yang akan dijadikan patokan perbaikan.

Red Eye Tool


Red Eye Tool digunakan untuk memperbaiki warna merah pada mata.

Clone Stamp Tool


Clone Stamp Tool digunakan untuk membuat duplikat area pada gambar, atau yang disebut
cloning. Tekan ALT pada objek yang akan dikloning, kemudian gunakan mouse pada area
tempat objek baru mau diletakkan.

Background Eraser Tool


Tool ini digunakan untuk menghapus background yang memiliki kemiripan warna. Misalnya
digunakan untuk menghapus background langit pada gambar kupu-kupu.

Magic Eraser Tool


Seperti Background Eraser Tool, tool ini akan menghapus area dengan warna sama, namun
efeknya adalah ke seluruh gambar, bukan hanya area yang diklik.

Color Replacement Tool


Color Replacement Tool akan mengubah warna gambar tanpa mengubah bentuk dari gambar
tersebut. Tool ini akan secara otomatis hanya mengubah area dengan warna sama menjadi
warna lain yang dikehendaki.

Blur, Sharpen, dan Smugde Tool


Blur Tool digunakan untuk mengaburkan area. Misalnya digunakan untuk menghilangkan
bintik-bintik pada wajah. Sharpen Tool merupakan kebalikan dari Blur Tool. Dengan Sharpen
Tool, gambar akan menjadi lebih tajam. Smugde Tool digunakan untuk mengubah bentuk
gambar dengan cara drag mouse.

MODUL PRAKTIKUM PROYEK SISTEM MULTIMEDIA 6


Dogde, Burn, dan Sponge Tool
Dogde Tool digunakan untuk membuat area menjadi lebih terang. Burn Tool digunakan untuk
mempergelap area. Spong Tool digunakan untuk mencerahkan (saturate) atau mengurangi
warna (desaturate).

C. COLORING
Warna apapun dapat dinyatakan dalam tiga warna dasar (RGB) yaitu merah, hijau, dan biru.
Cara menyatakan warna yang lain adalah dengan mode HSL yaitu Hue, Saturation, dan
Lightness. Mode lain adalah CMYK (Cyan, Magenta, Yellow, Black). Pada bab ini akan dibahas
mengenai permainan warna, mulai dari mengatur latar belakang gambar, membuat gradient,
mengatur brightness & contrast, dan masih banyak lagi tool-tool yang menarik. Pada subbab
selanjutnya Anda dapat langsung praktek dengan didampingi instruktur.
Paint Bucket Tool
Paint Bucket Tool digunakan untuk mengganti background yang memiliki warna sama atau
mirip. Background dapat diganti dengan pattern.

Gradient Tool
Gradient tool digunakan untuk menghasilkan warna gradasi. Jangan lupa lakukan seleksi
terlebih dahulu bagian mana yang akan diisi warna gradasi. Jika tidak, maka seluruh kanvas
terisi dengan gradasi.

Brush Tool
Brush Tool digunakan sebagai kuas dalam mengambar dengan mouse. Atur besar kecilnya
brush, hardness, opacity, dan flow. Bush Tool dapat juga bekerja pada mode Air Brush.

Brightness/Contrast
Brightness digunakan untuk mengatur kecerahan gambar. Contrast digunakan untuk
mengatur ketajaman gambar. Gunakan menu Image -> Adjustment -> Brightness/Contrast.

Level
Level berfungsi mirip dengan Brightness/Contrast namun lebih fleksible karena warna dapat
diatur warna gelap, warna menengah, dan warna terang. Level dapat bekerja pada selection
atau seluruh kanvas. Gunakan menu Image -> Adjustment -> Level.

Curves
Curves bekerja seperti level, namun Anda mengatur warna RGB dalam bentuk curva. Gunakan
menu Image -> Adjustment -> Curves. Curva dapat diatur otomatis, mode RGB atau diatur
sendiri-sendiri untuk tiap-tiap warna.

Color Balance
Melalui menu Image -> Adjustment -> Color Balance kita dapat mengatur keseimbangan
warna.

MODUL PRAKTIKUM PROYEK SISTEM MULTIMEDIA 7


Photo Filter
Photo filter digunakan untuk memberikan filter pada gambar. Mirip seperti filter yang
diletakkan di depan lensa kamera. Gunakan menu Image -> Adjustment -> Photofilter.

Replace Color
Replace Color digunakan untuk mengganti warna tertentu dalam gambar, sedangkan warna
yang lain tidak ikut berubah. Misalnya untuk mengganti warna apel dengan tanpa mengubah
warna background. Gunakan menu Image -> Adjusments -> Replace Color.

Hue/Saturation
Hue/Saturation digunakan untuk mengganti warna pada keseluruhan gambar/seleksi. Hue
adalah warna, sedangkan Saturation adalah tebal/tipisnya warna. Gunakan tool ini melalui
Image -> Adjustment -> Hue/Saturation. Perubahan warna dapat diatur pada chanel master,
atau tiap-tiap warna.

Match Color
Match Color akan menyamakan warna gambar source kepada gambar yang akan diubah.
Misalnya di sini akan diubah gambar danau3.jpg, menjadi suasana matahati terbit seperti
gambar acuan. Gunakan tool ini melalui menu Image -> Adjustment -> Match Color.

Horisontal Type Tool


Horisontal Type Tool digunakan untuk membuat teks secar horisontal. Hasil teks dapat
dipindahkan dengan Move Tool.

Horisontal Type Mask Tool


Horisontal Type Mask Tool digunakan untuk menyeleksi dalam bentuk teks.

Pen Tool
Peen Tool digunakan untuk membuat garis lurus dan garis lengkung dalam bentuk vektor. Klik
sekali untuk membuat anchor point, kemudian jika kurva telah terbentuk, drag anchor point
untuk membuat direction point. Path yang dibuat oleh Pen Tool dapat diubah menjadi
selection.

Rectangle, Ellipse, Poligon, dan Custom Shape Tool


Tool ini berguna untuk menghasilkan bentuk kotak (rectangle), ellips, poligon, dan berbagai
macam bentuk lain yang telah disediakan oleh Adobne Photoshop. Bentuk-bentuk tersebut
misalnya hati, lampu, not balok, dan lain sebagainya

D. LATIHAN
1. Membuka dokumen baru File -> NEW (Ctrl + N)
2. Buka gambar sensei.jpeg dengan cara File -> Open -> Cari gambar sensei.jpeg pada
hardisk. (Ctrl + O)
3. Pada Layer Background, klik Kanan dan pilih Duplicate Layer (Ctrl J). Maka layer akan
menjadi dua

MODUL PRAKTIKUM PROYEK SISTEM MULTIMEDIA 8


4. Pada layar ke-2 beri nama “seleksi”

5. Gunakan Magic Wand Tool untuk menyeleksi bagian badan

6. Duplicate layer seleksi dengan menekan Ctrl J

7. Non Aktifkan Layer seleksi dengan klik untuk me-non aktifkan layer
8. Hasil seleksi akan terlihat pada layer 1

MODUL PRAKTIKUM PROYEK SISTEM MULTIMEDIA 9


9. Buat dokumen baru dengan komposisi sbb :

10. Pindahkan objek dokter pada layer 1 dengan cara DRAG menuju dokumen baru
11. Seleksi objek dokter pada layer 1 dengan cara menekan Ctrl T. Kecilkan objek dokter
se-proporsional mungkin

12. Klik gambar untuk memunculkan beberapa pilihan


13. Pilih pattern dan atur pattern sesuai keinginan anda
14. Pindahkan layer 1 diatas layer pattern

15. Buat objek baru menggunakan Rectangular Marquee Tool dengan sebelumnya
membuat layer baru
16. Beri warna objek baru tersebut dengan Paint Bucket Tool (Ctrl G)
17. Pindahkan objek baru tersebut dibawah layer 1

MODUL PRAKTIKUM PROYEK SISTEM MULTIMEDIA 10


18. Pilih horizontal type tool untuk meberikan text pada gambar
19. Jika ingin mengkostumasi huruf seperti mengubah warna, seleksi terlebih dahulu huruf
tersebut dan cari warna sesuai keinginan anda

20. Jika telah selesai pilih menu File - > Save as

MODUL PRAKTIKUM PROYEK SISTEM MULTIMEDIA 11


PRAKTIKUM KE-2
BLENDING MODE
1. Tujuan
a. Mahasiswa dapat mengoperasikan komponen photoshop
b. Mahasiswa dapat melakukan proses editing gambar bitmap
c. Mahasiswa dapat melakukan proses pembuatan sticker

2. Materi
a. Selection dan Tools
b. Layering
c. Coloring
d. Layer Style

3. Alat dan Bahan


a. Adobe Photoshop CS3, CS4, CS5, CS6, CC
b. Picture

4. Prosedur Praktikum
a. Peserta membaca dan mempelajari materi praktikum
b. Dosen/Instruktur menerangkan teori dan cara kerja
c. Mahasiswa mempraktikkan materi percobaan

5. Teori
Dengan hanya operasi dasar yang diutarakan pada pertemuan sebelumnya, karya
yang dihasilkan masih terbatas dan belum tentu memuaskan. Misalnya untuk
menggambar warna emas, kristal, efek pencahayaan lensa, dll, akan sulit dilakukan. Untuk
itu Photoshop menyediakan fungsi efek, antara lain:
a. Blending Mode, menentukan hasil pencampuran warna-warna pada gambar.
Pengubahan jenis blending mode akan menghasilkan warna yang berbeda pula. Bisa
diubah melalui palet layers, misalnya: Normal, Dissolve, Darken, dll.
b. Layer Style, mengatur style yang diterapkan pada suatu layer. Bisa diakses melalui
menu Layer - Layer Style. Anda bisa memanipulasi style lebih lanjut termasuk
menerapkan, menyimpan style dengan palet style.
c. Filter, digunakan untuk membuat efek tertentu (special effect) secara otomatis pada
gambar. Ada 14 filter built-in dalam Photoshop, meliputi : Artistic, Blur, Brush Strokes,
Distort, Noise, Pixelate, Render, Sharpen, Sketch, Stylize, Texture, Video, Other, dan
Digimarc.

MODUL PRAKTIKUM PROYEK SISTEM MULTIMEDIA 12


A. LAYER STYLE WITH TEXT

Kali ini kita akan membuat text yang biasa digunakan dalam pembuatan sticker. Disini
kita akan menggunakan layer style sebagai tools dalam proses mendekorasi teks.

Before = After

Langkah 1
Buka adobe photoshop, buka halaman baru (File> New)
kemudian pilih ukuran gambar yang sesuai dengan yang
anda inginkan. Pilih Text Tool (T), kemudian mulai ketikkan
huruf yang akan anda rubah menjadi Sticker Style, atur
ukuran text dan warna sesuai dengan yang anda inginkan.

Langkah 2

Pada layer text pilih icon di bagaian bawah toolbox layers. Akan muncul beberapa
pilihan menu. Pilih Stroke dan atur komposisi stroke sebagai berikut.

Langkah 3
Untuk memberikan kesan realistic pada text, pilih Drop Shadow pada layer style dan
aturlah komposisinya sebagai berikut.

MODUL PRAKTIKUM PROYEK SISTEM MULTIMEDIA 13


B. LATIHAN
1. Buka dokumen baru File -> NEW (Ctrl + N)
2. Atur dokumen baru dengan ukuran
3. Buka gambar-gambar bahan praktikum dengan File -> Open -> file gambar atau
gunakan teknik Drag and Drop

4. Seleksi satu per satu gambar-gambar diatas sehingga pada akhirnya akan menghasilkan
stiker seperti gambar di bawah ini :

MODUL PRAKTIKUM PROYEK SISTEM MULTIMEDIA 14


PRAKTIKUM KE-3
LAYOUTING PHOTOSHOP
1. Tujuan
a. Mahasiswa dapat mengoperasikan komponen photoshop
b. Mahasiswa dapat melakukan proses editing gambar bitmap
c. Mahasiswa dapat melakukan proses pembuatan leaflet

2. Materi
a. Selection dan Tools
b. Layering
c. Coloring
d. Layer Style
e. Image Adjustments

3. Alat dan Bahan


a. Adobe Photoshop CS3, CS4, CS5, CS6, CC
b. Picture

4. Prosedur Praktikum
a. Peserta membaca dan mempelajari materi praktikum
b. Dosen/Instruktur menerangkan teori dan cara kerja
c. Mahasiswa mempraktikkan materi percobaan

5. Teori
Leaflet adalah salah satu bentuk publikasi singkat yang biasanya berbentuk selebaran
yang berisi keterangan atau informasi tentang perusahaan, produk, organisasi atau bentuk
layanan lainnya yang perlu diketahui khalayak umum.
Leaflet biasanya berbentuk lembaran kertas berukuran kecil yang mengandung pesan
tercetak untuk disebarkan kepada umum yang berisi informasi mengenai suatu hal atau
peristiwa yang dirasa pentig untuk disebarkan secara luas. Pada dasarnya sebuah leaflet bias
saja terdiri dari beberapa halaman, di mana pada bentuk seperti ini biasanya sebuah leaflet
akan di lipat sedemikian rupa sehingga lebih menarik untuk dibaca.
Umumnya leaflet terdiri dari 200-400 karakter / huruf yang ditata dan diselingi
beberapa gambar yang menarik. Ukuran tidak terlalu besar yakni sekitar 20-30 cm. Leaflet
dibuat sebagai ajang promosi bagi sebuah produk atau perusahaan yang mana dalam bentuk
fisiknya sebuah leaflet harus habis dinikmati dalam satu kali sapuan mata saja, sehingga tidak
dibutuhkan bahasa yang bertele-tele dan panjang di dalam sebuah leaflet.

MODUL PRAKTIKUM PROYEK SISTEM MULTIMEDIA 15


A. DESAIN LEAFLET

Kali ini kita akan leaflet menggunakan Adobe Photoshop. Disini kita akan
menggunakan bantuan Guide sebagai tools untuk menjadi alat bantu menentukan
margin/batas-batas lembar kerja pada proses pembuatan leaflet.

Contoh penggunaan Guide pada desain Leaflet

Langkah 1
Buka adobe photoshop, buka halaman baru (File> New) kemudian pilih ukuran gambar
yang sesuai dengan ukuran kertas A4 dengan page layout Landscape.

MODUL PRAKTIKUM PROYEK SISTEM MULTIMEDIA 16


Langkah 2
Terlebih dahulu aturlah garis bantu / guide untuk memudahkan proses pengerjaan
pembuatan leaflet dengan cara pilih menu View -> New Guide

Ulangi cara diatas dengan membagi dokumen seolah-olah menjadi 3 bagian leaflet atau
leaflet akan dilipat menjadi 3 bagian sebagai outputnya.

MODUL PRAKTIKUM PROYEK SISTEM MULTIMEDIA 17


Langkah 3
Setelah guide terpasang dengan benar, maka langkah selanjutnya adalah mengisi dengan
konten yang anda inginkan sehingga menjadi desain leaflet yang menarik.

B. LATIHAN
1. Buka dokumen baru File -> NEW (Ctrl + N)
2. Atur dokumen baru dengan ukuran A4
3. Buatlah desain leaflet menjadi 3 bagian, dan desainlah konten dari leaflet tersebut
sesuai keinginan anda.

MODUL PRAKTIKUM PROYEK SISTEM MULTIMEDIA 18


PRAKTIKUM KE-4
ADOBE ILLUSTRATOR
1. Tujuan
a. Mahasiswa dapat mengoperasikan komponen illustrator
b. Mahasiswa dapat melakukan proses editing gambar vector
c. Mahasiswa dapat melakukan proses pembuatan logo, kata, dan simbol

2. Materi
a. Drawing
b. Shape
c. Transform
d. Pathfinder
e. Seceltion

3. Alat dan Bahan


a. Adobe Illustrator CS3, CS4, CS5, CS6, CC
b. Picture

4. Prosedur Praktikum
a. Peserta membaca dan mempelajari materi praktikum
b. Dosen/Instruktur menerangkan teori dan cara kerja
c. Mahasiswa mempraktikkan materi percobaan

5. Teori

Interface dari produk Adobe sebagian besar terdiri dari menu-menu yang berada
dalam tab. Tab-tab tersebut masih bisa di-expand atau minimize dengan cara mengklik tanda
panah yang tepat berada di samping nama tab atau dengan mengklik ganda nama masing-
masing tab. Cara ini memudahkan kita untuk me-manage ruang kerja kita sesuai dengan
tingkat kenyamanan.
Berikut penjelasan masing-masing tools pada Adobe Illustrator dari berbagai versi :

MODUL PRAKTIKUM PROYEK SISTEM MULTIMEDIA 19


MODUL PRAKTIKUM PROYEK SISTEM MULTIMEDIA 20
MODUL PRAKTIKUM PROYEK SISTEM MULTIMEDIA 21
A. BEKERJA DENGAN LAYER

Dengan layer akan memudahkan kita dalam mengatur pekerjaan dalam tingkatan
yang berbeda yang dapat diedit dan dipandang sebagai masing-masing unit. Setiap dokumen
Illustrator berisi setidaknya satu layer (lapisan/tingkatan). Dengan membuat beberapa layer
memungkinkan kita dengan mudah mengontrol bagaimana karya seni dicetak, ditampilkan,
dan diedit. Kita akan menggunakan Layers Palette saat membuat dokumen, sehingga sangat
penting untuk memahami apa yang bisa dilakukan dan bagaimana menggunakannya.

Catatan: Untuk memunculkan Layers Pallete klik Window > Layers.

a. Ikon Mata (menyembunyikan/memunculkan)


b. Membuat/melepaskan clipping mask
c. Membuat Sub layer baru

MODUL PRAKTIKUM PROYEK SISTEM MULTIMEDIA 22


d. Membuat layer baru
e. Menghapus layer baru

Menggunakan Selection Tool

Dalam illustrator kita akan sering menggunakan selection tool, sehingga sangat
penting untuk memahami apa yang akan kita lakukan dan bagaimana menggunakannya.
Untuk memilih salah satu objek, pilih selection tool dari toolbox dan klik pada objek yang ingin
kita pilih. Ketika objek sudah terpilih, kita dapat memindahkan, mentransformasikan dan
mengubah sifat-sifatnya.
Beberapa pilihan mungkin lebih mudah untuk membuat dengan membuat tenda di
sekitar objek. Untuk membuat seleksi marquee, lakukan hal berikut:
1. Pilih Selection tool dari toolbar.
2. Klik dan tarik alat Seleksi pada beberapa objek untuk memilih mereka semua.
CATATAN: Dengan menekan SHIFT Anda dapat membuat beberapa pilihan marquee.

B. DESAIN VECTOR

Langkah 1
Buatlah dokumen baru dengan cara klik menu File -> New atau dengan menekan Ctrl + N pada
keyboard Anda.

MODUL PRAKTIKUM PROYEK SISTEM MULTIMEDIA 23


Langkah 2
Untuk memudahkan anda dalam melakukan desain terhadap suatu objek, gunakanlah
fasilitas grid sebagai garis bantu. Untuk memunculkan grid pilih menu View -> Show Grid, atau
dengan menekan Ctrl + “ pada keyboard.

Langkah 3
Desainlah beberapa objek pada area putih tersebut atau dalam illustrator dikenal sebagai
Artboard. Dengan menggunakan beberapa tools seperti Pen Tool, Selection Tool, dan Direct
Seletion Tools.

MODUL PRAKTIKUM PROYEK SISTEM MULTIMEDIA 24


C. LATIHAN
1. Buka dokumen baru File -> NEW (Ctrl + N)
2. Atur dokumen baru dengan ukuran 800 x 800 pixel
3. Buatlah desain objek berupa logo, symbol, dan kata

MODUL PRAKTIKUM PROYEK SISTEM MULTIMEDIA 25


PRAKTIKUM KE-5
DESAIN VECTOR ILLUSTRATOR
1. Tujuan
a. Mahasiswa dapat mengoperasikan komponen illustrator
b. Mahasiswa dapat melakukan proses editing gambar vector
c. Mahasiswa dapat melakukan proses pembuatan symbol dan poster

2. Materi
a. Drawing
b. Shape
c. Transform
d. Pathfinder
e. Selection
f. Group
g. Clipping Mask

3. Alat dan Bahan


a. Adobe Illustrator CS3, CS4, CS5, CS6, CC
b. Picture

4. Prosedur Praktikum
a. Peserta membaca dan mempelajari materi praktikum
b. Dosen/Instruktur menerangkan teori dan cara kerja
c. Mahasiswa mempraktikkan materi percobaan

5. Teori

Untuk memudahkan anda dalam melakukan proses desain pada Adobe Illustrator
anda perlu mengingat beberapa shortcut di bawah ini :
• Ctrl+[ = Send Backward (mengirim object ke belakang/bawah 1 tingkat)
• Ctrl+] = Bring Forward (mengirim object kedepan/atas 1 tingkat)
• Ctrl+Shift+[ = Send to Back (mengirim object ke tempat paling
belakang/bawah)
• Ctrl+Shift+] = Bring to Front (mengirim object ke tempat paling depan/atas)
• Ctrl+F = Paste in Front (akan mem-paste object diatasnya dengan posisi yang
sama)

MODUL PRAKTIKUM PROYEK SISTEM MULTIMEDIA 26


A. DESAIN STICKMAN

Langkah 1
Buatlah dokumen baru dengan cara klik menu File -> New atau dengan menekan Ctrl + N pada
keyboard Anda.

Langkah 2
Untuk memudahkan anda dalam melakukan desain terhadap suatu objek, gunakanlah
fasilitas grid sebagai garis bantu. Untuk memunculkan grid pilih menu View -> Show Grid, atau
dengan menekan Ctrl + “ pada keyboard.

MODUL PRAKTIKUM PROYEK SISTEM MULTIMEDIA 27


Langkah 3
Kita akan melakukan proses desain symbol Stick Man seperti contoh di bawah ini

Dengan menggunakan Ellipse tools (L) buatlah terlebih dahulu desain kepala karakter.

Langkah 4
Desain area badan / bodyshape karakter laki-laki dengan menggunakan Rectangle Tool (M).
Dan gunakan Rounded Rectangle Tool untuk desain bagian kaki dan tangan.

MODUL PRAKTIKUM PROYEK SISTEM MULTIMEDIA 28


Langkah 5

Blok / seleksi semua area kecuali bagian kepala, kemudia pada pathfinder pilih Unite
untuk menyatukan bagian-bagian yang diseleksi.

LATIHAN
1. Buka dokumen baru File -> NEW (Ctrl + N)
2. Atur dokumen baru dengan ukuran 800 x 800 pixel
3. Buatlah desain STICKMAN berkarakter wanita dengan menerapkan teknik diatas

MODUL PRAKTIKUM PROYEK SISTEM MULTIMEDIA 29


B. DESAIN POSTER

Pada latihan kali ini kita akan membuat desain poster online seperti contoh di bawah ini :

Langkah 1
Buat dokumen baru seperti contoh di bawah ini :

MODUL PRAKTIKUM PROYEK SISTEM MULTIMEDIA 30


Langkah 2
Buat desain yang merepresentasikan darah / blood menggunakan Ellipse Tools.
Dengan menggunakan direct selection tools tariklah titik (anchor point) paling atas pada objek ellipse
tersebut seperti contoh di bawah ini :

Tarik garis guide anchor point ke kiri dan ke kanan untuk menjadikan sudut objek menjadi lebih kecil.

Langkah 3
Gunakan Pen Tools untuk memberikan shading pada objek.

MODUL PRAKTIKUM PROYEK SISTEM MULTIMEDIA 31


Warnai garis tersebut dengan warna putih. Dan ubah pengaturan pada garis tersebut pada panel yang
ada diatas.

Agar garis tidak berubah ubah saat dilakukan proses transformasi atau scale, maka objek tersebut
harus di konversi dengan cara Object -> Expand Appearance

Langkah 4
Dengan menggunakan fasilitas pathfinder Minus Front, potonglah object yang merepresentasikan
darah tersebut.

Langkah 5
Lengkapi poster tersebut dengan background dan tipografi yang menarik.

MODUL PRAKTIKUM PROYEK SISTEM MULTIMEDIA 32


LATIHAN

1. Buat artboard baru dengan ukuran A4, CMYK, 300ppi


2. Desain sebuah poster seperti contoh di bawah ini

MODUL PRAKTIKUM PROYEK SISTEM MULTIMEDIA 33


PRAKTIKUM KE-6
PRODUKSI AUDIO 1
1. Tujuan
a. Mahasiswa dapat mengoperasikan komponen Adobe Audition
b. Mahasiswa dapat melakukan proses editing audio
c. Mahasiswa dapat melakukan proses recording audio
d. Mahasiswa dapat melakukan proses mixing dan komposisi audio

2. Materi
a. Editing (Cut, Copy, Paste, MIx)
b. Saving
c. Recording
d. Sound Effect
e. Mixing
f. Multitrack

3. Alat dan Bahan


a. Adobe Audition 3.0, CS6, CC
b. Sound Files

4. Prosedur Praktikum
a. Peserta membaca dan mempelajari materi praktikum
b. Dosen/Instruktur menerangkan teori dan cara kerja
c. Mahasiswa mempraktikkan materi percobaan

5. Teori

Komposisi berarti penempatan dan mixing berarti mencampur. Di dalam Adobe


Audition CS6 ini komposisi dan mixing yang dimaksud adalah menempatkan beberapa file
audio di waktu yang tepat dan memadukannya dengan file audio yang lainnya sehingga
membentuk sebuah instrumen musik yang enak didengar.
Di bagian mixing ini editor akan melakukan beberapa langkah untuk membuat hasil
rekaman suara menjadi lebih baik. Langkah pertama editor akan melakukan compressing
terhadap file audio yang sudah diedit tersebut. Bagian ini dilakukan untuk mengurangi rentang
dinamis rekaman audio, yang merupakan perbedaan antara keras dan suara paling lembut yang
melalui rantai rekaman. Sehingga akan terjadi balancing suara antara keseluruhan hasil rekaman
suara yang sudah diedit. Kemudian di dalam mixing ini dilakukan juga proses filtering untuk
menyamakan equalizer sehingga suara yang dihasilkan menjadi lebih halus lagi. Setelah itu proses
berikutnya adalah menormalisasi semua volume suara sebelum menjadikan hasil rekaman master
digital recording.
Setelah selesai diedit dan di-mixing, proses selanjutnya dilakukan preview terlebih dahulu
sebelum di jadikan master audionya. Proses preview ini dilakukan dengan cara mendengarkan
hasil rekaman audio yang sudah selesai diolah, apakah masih ada kekurangan atau hasil olahan
audio ini sudah bisa di finalisasi. Kemudian setelah dinyatakan final, barulah rekaman audio ini

MODUL PRAKTIKUM PROYEK SISTEM MULTIMEDIA 34


sudah bisa bisa di-mastering. Mastering merupakan proses terakhir dalam tahapan pasca
produksi. Proses ini dilakukan untuk membuat satu data master yang biasanya direkam ke dalam
bentuk CD Audio untuk selanjutnya sebagai bahan penggandaan hasil dari produksi audio ke
kepingan-kepingan cd lainnya. Setelah selesai digandakan barulah hasil produksi rekaman audio
ini siap untuk didistribusikan atau diperdengarkan ke para pendengar.

A. MIXING AUDIO FILE

Kali ini kita akan belajar bagaimana cara mixing dan mengkomposisi audio dengan langkah-
langkah yang benar.
1. Buat Session baru
Buat Multi track session baru dengan cara File > New > Multitrack Session (CTRL + N)
2. Masukkan file-file audio yang akan dikomposisi dan mixing ke dalam waveform library

Tampilan waveform library

3. Drag and drop file audio ke dalam timeline multitrack. Satu fila audio berada pada
satu multitrack saja

MODUL PRAKTIKUM PROYEK SISTEM MULTIMEDIA 35


Multitrack Timeline

4. Tekan tombol pla untuk memutar semua audio dan coba dengarkan

MODUL PRAKTIKUM PROYEK SISTEM MULTIMEDIA 36


5. Jika tidak terdengar enak, tata kembali satu persatu file audio ke dalam tempo yang
tepat

6. Atur volume masing-masing audio sehingga dapat dipadukan (mixing) dengan pas dan
suaranya tidak ada salah satu yang menonjol (balancing). Atur volume dengan
memutar ke kiri dan kanan tombol lingkaran di sebelah kiri.

Mengatur volume masing-masing file audio

MODUL PRAKTIKUM PROYEK SISTEM MULTIMEDIA 37


7. Setelah semua komposisi dan mixing dilakukan dengan benar, satukan semua file
audio menjadi satu file berformat mp3 atau mp4. Pilih File > Export > Multitrack
Mixdown > Entire Session

Export File

8. Beri nama file dan pilih lokasi hasil export. Pastikan file tersebut berformat mp3 atau
format lain sesuai dengan keinginan anda

MODUL PRAKTIKUM PROYEK SISTEM MULTIMEDIA 38


PRAKTIKUM KE-7
PRODUKSI AUDIO 2
1. Tujuan
a. Mahasiswa dapat mengoperasikan komponen Adobe Audition
b. Mahasiswa dapat melakukan proses editing audio
c. Mahasiswa dapat melakukan proses recording audio

2. Materi
a. Editing (Cut, Copy, Paste, MIx)
b. Saving
c. Recording
d. Sound Effect

3. Alat dan Bahan


a. Adobe Audition 3.0, CS6, CC
b. Sound Files

4. Prosedur Praktikum
a. Peserta membaca dan mempelajari materi praktikum
b. Dosen/Instruktur menerangkan teori dan cara kerja
c. Mahasiswa mempraktikkan materi percobaan

5. Teori

Adobe Audition adalah software aplikasi penyunting suara standard yang profesional
untuk memproduksi suara yang baik. Apakah untuk menciptakan berbagai format file suara,
mengedit dan mencampur suara, menganalisa suara, merekam suara pada CD. Anda akan
temukan fleksibilitas dan kemudahan Adobe Audition yang ideal untuk kreativitas
penyuntingan suara anda.
Kebutuhan Sistem untuk Adobe Audition 3.0
a. Processor Intel Dual Core atau Core 2 Duo (Processor tipe AMD menyesuaikan)
b. Operating System Microsoft Windows 7, 8, 8.1, dan 10.
c. RAM 1 GB
d. Harddisk 700 MB ruang harddisk yang tersedia (5.5 GB direkomendasikan untuk
menginstal klip audio opsional)
e. Display 1,024 x 768 display (1280 X 1024 direkomendasikan)
f. Microsoft DirectX atau ASIO-compatible sound card (Multitrack ASIO card
direkomendasikan)
g. CD-ROM drive (DVD-ROM drive direkomendasikan untuk menginstal klip audio
opsional)
h. CD-RW drive untuk membuat audio CD
i. Speakers or headphones direkomendasikan

MODUL PRAKTIKUM PROYEK SISTEM MULTIMEDIA 39


Tampilan Adobe Audition CS6 Classic Mode

Tampilan Edit View

Anda dapat menggunakan Edit View untuk merekam, memainkan, mengubah dan mengedit satu
waveform. Juga, Anda dapat menambah efek suara hingga mengurangi noise.

MODUL PRAKTIKUM PROYEK SISTEM MULTIMEDIA 40


A. MEMAINKAN FILE SUARA

Untuk memulai latihan bukalah sembarang dokumen yang ada pada PC Anda menggunakan
menu File > Open.

Tampilan File di Adobe Audition CS6

Karena stereo maka pada Waveform Display akan terlihat bentuk waveform yang terdiri dari dua
bagian. Bagian atas menunjukkan channel kiri dan bawah berarti channel kanan.

Tampilan Gelombang Audio

Anda dapat mendengarkan suara seluruh waveform dengan menekan tombol Play, dan
Playback cursor akan berjalan dari kiri ke kanan.

MODUL PRAKTIKUM PROYEK SISTEM MULTIMEDIA 41


Anda dapat mendengarkan suara seluruh waveform dengan menekan tombol Play, dan Playback
cursor akan berjalan dari kiri ke kanan.

Setelah itu gunakan Time Ruler di bagian bawah layar atau Display Range Bar di bagian atas layar
untuk menggeser tampilan waveform secara horisontal.

Tampilan Horizontal Zoom

Tampilan Vertical Zoom

MODUL PRAKTIKUM PROYEK SISTEM MULTIMEDIA 42


B. MELAKUKAN EDITING DASAR

Dalam proses editing, editor sering sekali melakukan seleksi pada waweform. Anda
dapat menyeleksi sebagian waveform dengan klik tombol kiri dan drag ke kanan atau kiri. Maka
akan terlihat blok dengan warna lain. Tekan tombol Play lagi untuk memainkan sebagian
waveform.

Menyeleksi gelombang secara keseluruhan

Anda dapat pula menyeleksi sebagian waveform pada salah satu channel dengan cara sama.
Arahkan pointer ke bagian atas channel kiri untuk memilih channel kiri saja, atau bagian bawah
channel kanan untuk memilih channel kanan saja.

Menyeleksi gelombang pada suatu channel

MODUL PRAKTIKUM PROYEK SISTEM MULTIMEDIA 43


Dan untuk dapat memilih semua channel lagi, klik pada bagian tengah antara channel kiri dan
kanan. Anda dapat pula menyeleksi seluruh waveform dengan double klik.

Menyeleksi Gelombang Seluruhnya

Setelah Anda dapat menyeleksi waveform, kini Anda dapat berlatih untuk melakukan
editing dasar, yaitu Cut, Copy, Paste dan Mix. Copy berguna untuk memindahkan bagian
waveform yang terseleksi ke dalam internal clipboard. Cut berguna untuk memotong bagian
waveform yang diseleksi dan memindahkannya ke dalam internal clipboard. Paste berguna
untuk menambahkan data dari internal clipboard pada insertion point atau menggantikan
bagian waveform yang terseleksi. Mix Paste hampir sama dengan Paste, bedanya Mix Paste
akan mencampur antara waveform yang terseleksi atau mulai insertion point dengan data
internal clipboard.

CUT – COPY – PASTE


Anda dapat menyeleksi sebagian waveform, misalnya bagian akhir.

Dan kemudian gunakan menu Edit > Cut. Maka bagian waveform yang terseleksi akan hilang, dan
perhatikan panjang waveform setelah dipotong. Dan tekan tombol Play untuk mendengarkan
hasilnya.

Sama halnya dengan perintah Cut, Copy dan Paste juga tidak jauh berbeda cara pengerjaannya
dengan proses Cut.

MODUL PRAKTIKUM PROYEK SISTEM MULTIMEDIA 44


C. MEREKAM SUARA

Langkah pertama adalah mengatur peralatan untuk merekam. Pastikan kabel Mic telah
terpasang pada soundcard dengan benar telah diaktifkan. Kemudian membuat file baru
dengan menu File > New > Audio File

Atur settingnya sesuai dengan sumber suaranya dan akhiri dengan menekan tombol OK.
Berikutnya Anda dapat memulai merekan dengan menekan tombol Record di bagian bawah
layar. Dan hentikan dengan menekan tombol Record sekali lagi.

Setelah proses rekaman selesai, anda dapat menyimpan hasilnya dengan cara File > Save As

MODUL PRAKTIKUM PROYEK SISTEM MULTIMEDIA 45


D. MENGURANGI NOISE

Kadang pada saat merekam suara ternyata muncul suara yang tidak diharapkan, misalnya
suara kipas angin atau AC. Anda dapat melihat bagian awal klip terdapat noise yang akan
menimbulkan suara berisik ketika dimainkan.

Noise pada waveform

Untuk itu Anda dapat menguranginya dengan cara menyeleksi bagian yang hanya terdapat
noise yang akan dihilangkan dan tidak terdapat suara lainnya.

Seleksi bagian yang terdaoat noise

Kemudia gunakan menu Effects > Noise Reduction / Restoration > Noise Reduction (Process)

MODUL PRAKTIKUM PROYEK SISTEM MULTIMEDIA 46


Kemudian klik Capture Noise Print untuk mengambil informasi dari sample noise yang anda
seleksi. Akhiri dengan Close Kemudian pilihlah seluruh klip dengan menu Edit > Select entire
wave atau sebagian waveform saja.

Seleksi semua waveform

MODUL PRAKTIKUM PROYEK SISTEM MULTIMEDIA 47


Kemudia gunakan lagi Effects > Noise Reduction / Restoration > Noise Reduction (Process)
dan akhiri dengen Apply.

Waveform setelah proses noise reduction

E. MENAMBAH/MENGURANGI VOLUME

Anda dapat menambah/ mengurangi volume waveform dengan menu Effects >
Amplitude and Compression > Amplify. Kemudian Anda dapat menggeser slider pada
Amplification ke kanan (+) untuk menambah volume dan ke kiri (-) untuk mengurangi volume.
Atau Anda dapat mencoba pilihan yang terdapat dalam Presets, misalnya 6dB Boost. Dan
dengarkan hasilnya dengan menekan tombol Preview.

Anda telah berhasil menambah volume suara, berikutnya Anda dapat mencoba efek yang
lain pada menu yang sama. Untuk itu Anda dapat membatalkan perintah terakhir dengan
Undo.

MODUL PRAKTIKUM PROYEK SISTEM MULTIMEDIA 48


PRAKTIKUM KE-8
ADOBE PREMIER PRO 1
1. Tujuan
a. Mahasiswa dapat mengoperasikan komponen Adobe Premiere Pro
b. Mahasiswa dapat mengoperasikan GUI dan perangkat (tools) Adobe Premiere Pro
c. Mahasiswa dapat membuat project baru Adobe Premiere Pro
d. Mahasiswa dapat mengimport dan melakukan trimming video

2. Materi
a. Saving
b. Trim
c. Compositing
d. Import

3. Alat dan Bahan


a. Adobe Premiere Pro CS3, CS4, CS5, CS6, CC
b. Video Files

4. Prosedur Praktikum
a. Peserta membaca dan mempelajari materi praktikum
b. Dosen/Instruktur menerangkan teori dan cara kerja
c. Mahasiswa mempraktikkan materi percobaan

5. Teori
A. Tampilan Awal
Jalankan program Adobe Premiere Pro yang telah anda install. Maka Tampilan awal
adobe premiere pro akan seperti ini.

Tampilan Awal Adobe Premiere Pro CS6

MODUL PRAKTIKUM PROYEK SISTEM MULTIMEDIA 49


B. Membuat Project Baru
Setelah menjalankan Adobe Premiere Pro maka langkah selanjutnya adalah
membuat project baru dan men-setting, langkahnya adalah sebagai berikut : Klik
menu New Project.

Setelah itu akan muncul tampilan kotak menu yang kedua. Kotak menu ini
memberikan pilihan bagaimana format film yang akan dihasilkan. Pilihan tersebut ada
di kotak sebelah kiri yang memberikan pilihan DV dan HDV. Tampilan HDV mempunyai
kualitas lebih bagus, sedangkan kualitas DV berada di bawahnya dengan dua pilihan
yaitu DV PAL dan DV NTSC. DV PAL merupakan format untuk penyiaran di Indonesia,
sedangkan DV NTSC merupakan format video untuk penyiaran di kawasan eropa.
Untuk kualitas yang lebih bagus lebih disarankan untuk menggunakan HDV namun
dalam menu semua rasio layar dalam ukuran 16:9 (tampilan memanjang seperti di
bioskop). Bila anda menginginkan tampilan seperti di televisi model lama atau rasio
4:3 anda bisa menggunakan DV atau DV PAL. Berikut ini tampilan menunya:

MODUL PRAKTIKUM PROYEK SISTEM MULTIMEDIA 50


Selanjutnya pilih format yang disesuaikan dengan pilihan user untuk memulai
komposisi yang baru.

Setelah itu klik OK, dan akan muncul lembar kerja dari Adobe Premiere Pro.

Terdapat lima bagian dalam tampilan awal (default) Adobe Premiere Pro. Berikut
penjelasannya :

MODUL PRAKTIKUM PROYEK SISTEM MULTIMEDIA 51


a. tempat file-file yantg telah dimasukkan aplikasi (diimport)
b. tempat tampilan menu-menu dan kontrol editing yang lebih detail
c. tempat tampilan file video yang diputar dan telah diletakkan dalam track (e)
d. folder-folder yang berisi effect audio maupun effect video
e. track, tempat kita menyambung, memotong, dan menyesuaikan file suara
maupun file video sesuai urutan waktu.

Project Window
Project Window adalah tempat dimana Anda menyimpan clip/footage (sebutan bagi file
yang digunakan dalam digital video production) yang berupa file image, audio, title dan
video yang akan digunakan dalam proses editing. Project Window memiliki beberapa
bagian yaitu Tab Project yang berisi daftar clip dan Tab Effects yang berisikan daftar efek
audio, transisi audio, efek video dan transisi video.

Monitor Window
Monitor Window terdiri dari Source Monitor Window dan Sequence Monitor Window, di
sebelah kiri merupakan Source Monitor Window, sedangkan sebelah kanan merupakan
Sequence Monitor Window. Source Monitor Window sangat berguna dalam proses
trimming video nantinya, dan Sequence Monitor Window digunakan untuk melihat
preview hasil editing pada Timeline.

MODUL PRAKTIKUM PROYEK SISTEM MULTIMEDIA 52


Timeline Window
Timeline Window adalah tempat untuk menyusun dan menempatkan clip/footage
untuk kemudian diedit. Dinamakan timeline karena bekerja berdasarkan waktu
(secara horisontal), sedangkan secara vertikal Timeline dibagi dalam “track”, yang
terdiri dari track Video dan Audio. Adobe Premiere Pro menggunakan format SMPTE
dalam satuan waktunya. SMPTE (Society of Motion Picture dan Television Engineers)
adalah organisasi dari orang-orang film dan televisi internasional. Satuan format
SMPTE adalah berdasarkan Jam : Menit : Detik : Frame. Misalnya posisi 00: 05: 15: 19
artinya kita berada pada posisi menit ke-5, detik ke-15 dan frame ke-19. Dengan
format ini kita akan tahu durasi dari sebuah movie.

Tool Window
Tools Window berisikan tombol Selection Tool, Track Selection Tool, Ripple Edit Tool,
Rolling Edit Tool, Rate Scratch Tool, Razor Tool, Slip Tool, Slide Tool, Pen Tool, Hand
Tool, Zoom Tool yang nantinya banyak digunakan dalam proses editing video.

C. Import File Video, Suara, dan Gambar


Clip adalah sebutan untuk file-file yang dapat dipakai dalam project untuk
membangun project di dalam Timeline, dapat berupa file image/gambar, file video
dan file suara/audio. Format file yang disupport oleh Adobe Premiere Pro adalah
QuickTime, Direct Show (Windows only), AVI (Windows only), WAV (Windows only),
Adobe Photoshop, JPEG, SGI, Softimage PIC, Targa, TIFF, PICT, Cineon, RLA, Electric

MODUL PRAKTIKUM PROYEK SISTEM MULTIMEDIA 53


Image, Filmstrip, FLC/FLI, EPS (import only), Adobe Illustrator (import only). Tahap
awal dalam proses editing vide adalah memasukkan file video ataupun suara yang
akan di edit. Langkah-Langkahnya adalah klik menu “file” di sebelah kiri atas tampilan.
Setelah itu klik Import (File > Import). Atau anda juga dapat melakukan cara drag and
drop.

Setelah itu pilihlah file berupa video, suara, atau gambar untuk dimasukkkan ke dalam
lembar kerja Adobe Premiere Pro.

D. TRIMMING
File-file hasil capture dan clip hasil import masih merupakan potongan-
potongan kasar yang masih harus dilakukan pemilihan atau penyortiran final.

MODUL PRAKTIKUM PROYEK SISTEM MULTIMEDIA 54


Pada dasarnya proses Trimming adalah menentukan In Point dan Out Point pada clip
kemudian hasil trim tersebut dapat disusun ke dalam Timeline menggunakan metode
Lift dan Overlay yang akan dijelaskan pada bahasan selanjutnya. Berikut ini langkah-
langkah Trimming
1. Klik dua kali salah satu clip yang ada di dalam Project Window maka clip akan
tampil dalam Source Monitor atau drag salah satuclip yang ada di dalam
Project Window ke dalam Source Window.

2. Kemudian untuk memainkan clip tersebut gunakan tombol Play atau dengan
menggeser Playhead ke posisi waktu yang kita inginkan, lalu klik tombol Set In
Point untuk menandai awal trimming. Tombol ini berada di sebelah kiri bawah
pada Monitor Window.
3. Kemudian geser Playhead ke posisi waktu akhir lalu klik tombol Set Out Point
untuk menandai akhir trimming.
4. Kemudian geser Playhead ke posisi waktu akhir lalu klik tombol Set Out Point
untuk menandai akhir trimming. Apabila file atau clip yang kita trim
merupakan file video yang tersusun atas video dan audio, maka kita dapat
memilih format yang akan disusun ke dalam Timeline, dapat berupa video
tanpa audio/suara atau hanya audio saja yang akan dimasukkan ke dalam
Timeline. Tetapi apabila clip yang kita trim berupa audiosaja, maka yang dapat
kita masukkan ke Timeline juga berupa audio saja. Terdapat tiga pilihan Toggle
Take Audio and Video yaitu Take Video, Take Audio, Take Audio and Video.
Toggle Take Video untuk mengatur hanya memasukkan format video saja
tanpa suara/audio ke dalam Timeline, sedangkan Toggle Take Audio apabila
diaktifkan maka hanya audio saja yang akan dimasukkan ke dalam Timeline,
dan Toggle Take Audio and Video apabila diaktifkan maka hasil trimming yang
dimasukkan ke dalam Timeline akan berupa video besrta audionya.

Toggle Take Audio and Toggle Take Video Toggle Take Audio
Video

MODUL PRAKTIKUM PROYEK SISTEM MULTIMEDIA 55


5. Setelah clip ditrimming maka clip siap untuk disusun di dalam Timeline
Window. Untuk menyusun clip hasil trimming ke dalam Timeline Window
caranya drag video yang tampil pada Source Monitor Window ke
dalamTimeline Window dengan cara drag seperti biasa. Apabila formatnya
berupa video maka tempatkan clip hasil trimming pada Track Video, apabila
format clip adalah audio maka tempatkan pada Track Audio, tetapi bila
formatnya adalah video yang memiliki audio maka tempatkan dalam Track
Video selanjutnya format audio yang bersamana akan menyesuaikan diri
menempati Track Audio yang kosong.

MODUL PRAKTIKUM PROYEK SISTEM MULTIMEDIA 56


PRAKTIKUM KE-9
ADOBE PREMIERE PRO 2
1. Tujuan
a. Mahasiswa dapat mengoperasikan komponen Adobe Premiere Pro
b. Mahasiswa dapat mengoperasikan GUI dan perangkat (tools) Adobe Premiere Pro
c. Mahasiswa dapat membuat project baru Adobe Premiere Pro
d. Mahasiswa dapat mengimport dan melakukan trimming video

2. Materi
a. Saving
b. Trim
c. Compositing
d. Import

3. Alat dan Bahan


a. Adobe Premiere Pro CS3, CS4, CS5, CS6, CC
b. Video Files

4. Prosedur Praktikum
a. Peserta membaca dan mempelajari materi praktikum
b. Dosen/Instruktur menerangkan teori dan cara kerja
c. Mahasiswa mempraktikkan materi percobaan

5. Teori
A. Tampilan Awal
Jalankan program Adobe Premiere Pro yang telah anda install. Maka Tampilan awal
adobe premiere pro akan seperti ini.

Tampilan Awal Adobe Premiere Pro CS6

MODUL PRAKTIKUM PROYEK SISTEM MULTIMEDIA 57


B. Membuat Project Baru
Setelah menjalankan Adobe Premiere Pro maka langkah selanjutnya adalah
membuat project baru dan men-setting, langkahnya adalah sebagai berikut : Klik
menu New Project.

Setelah itu akan muncul tampilan kotak menu yang kedua. Kotak menu ini
memberikan pilihan bagaimana format film yang akan dihasilkan. Pilihan tersebut ada
di kotak sebelah kiri yang memberikan pilihan DV dan HDV. Tampilan HDV mempunyai
kualitas lebih bagus, sedangkan kualitas DV berada di bawahnya dengan dua pilihan
yaitu DV PAL dan DV NTSC. DV PAL merupakan format untuk penyiaran di Indonesia,
sedangkan DV NTSC merupakan format video untuk penyiaran di kawasan eropa.
Untuk kualitas yang lebih bagus lebih disarankan untuk menggunakan HDV namun
dalam menu semua rasio layar dalam ukuran 16:9 (tampilan memanjang seperti di
bioskop). Bila anda menginginkan tampilan seperti di televisi model lama atau rasio
4:3 anda bisa menggunakan DV atau DV PAL. Berikut ini tampilan menunya:

MODUL PRAKTIKUM PROYEK SISTEM MULTIMEDIA 58


Selanjutnya pilih format yang disesuaikan dengan pilihan user untuk memulai
komposisi yang baru.

Setelah itu klik OK, dan akan muncul lembar kerja dari Adobe Premiere Pro.

MODUL PRAKTIKUM PROYEK SISTEM MULTIMEDIA 59


Terdapat lima bagian dalam tampilan awal (default) Adobe Premiere Pro. Berikut
penjelasannya :
a. tempat file-file yantg telah dimasukkan aplikasi (diimport)
b. tempat tampilan menu-menu dan kontrol editing yang lebih detail
c. tempat tampilan file video yang diputar dan telah diletakkan dalam track (e)
d. folder-folder yang berisi effect audio maupun effect video
e. track, tempat kita menyambung, memotong, dan menyesuaikan file suara
maupun file video sesuai urutan waktu.

Project Window
Project Window adalah tempat dimana Anda menyimpan clip/footage (sebutan bagi file
yang digunakan dalam digital video production) yang berupa file image, audio, title dan
video yang akan digunakan dalam proses editing. Project Window memiliki beberapa
bagian yaitu Tab Project yang berisi daftar clip dan Tab Effects yang berisikan daftar efek
audio, transisi audio, efek video dan transisi video.

Monitor Window
Monitor Window terdiri dari Source Monitor Window dan Sequence Monitor Window, di
sebelah kiri merupakan Source Monitor Window, sedangkan sebelah kanan merupakan
Sequence Monitor Window. Source Monitor Window sangat berguna dalam proses
trimming video nantinya, dan Sequence Monitor Window digunakan untuk melihat
preview hasil editing pada Timeline.

MODUL PRAKTIKUM PROYEK SISTEM MULTIMEDIA 60


Timeline Window
Timeline Window adalah tempat untuk menyusun dan menempatkan clip/footage
untuk kemudian diedit. Dinamakan timeline karena bekerja berdasarkan waktu
(secara horisontal), sedangkan secara vertikal Timeline dibagi dalam “track”, yang
terdiri dari track Video dan Audio. Adobe Premiere Pro menggunakan format SMPTE
dalam satuan waktunya. SMPTE (Society of Motion Picture dan Television Engineers)
adalah organisasi dari orang-orang film dan televisi internasional. Satuan format
SMPTE adalah berdasarkan Jam : Menit : Detik : Frame. Misalnya posisi 00: 05: 15: 19
artinya kita berada pada posisi menit ke-5, detik ke-15 dan frame ke-19. Dengan
format ini kita akan tahu durasi dari sebuah movie.

MODUL PRAKTIKUM PROYEK SISTEM MULTIMEDIA 61


Tool Window
Tools Window berisikan tombol Selection Tool, Track Selection Tool, Ripple Edit Tool,
Rolling Edit Tool, Rate Scratch Tool, Razor Tool, Slip Tool, Slide Tool, Pen Tool, Hand
Tool, Zoom Tool yang nantinya banyak digunakan dalam proses editing video.

C. Import File Video, Suara, dan Gambar


Clip adalah sebutan untuk file-file yang dapat dipakai dalam project untuk
membangun project di dalam Timeline, dapat berupa file image/gambar, file video
dan file suara/audio. Format file yang disupport oleh Adobe Premiere Pro adalah
QuickTime, Direct Show (Windows only), AVI (Windows only), WAV (Windows only),
Adobe Photoshop, JPEG, SGI, Softimage PIC, Targa, TIFF, PICT, Cineon, RLA, Electric
Image, Filmstrip, FLC/FLI, EPS (import only), Adobe Illustrator (import only). Tahap
awal dalam proses editing vide adalah memasukkan file video ataupun suara yang
akan di edit. Langkah-Langkahnya adalah klik menu “file” di sebelah kiri atas tampilan.
Setelah itu klik Import (File > Import). Atau anda juga dapat melakukan cara drag and
drop.

Setelah itu pilihlah file berupa video, suara, atau gambar untuk dimasukkkan ke dalam
lembar kerja Adobe Premiere Pro.

MODUL PRAKTIKUM PROYEK SISTEM MULTIMEDIA 62


D. TRIMMING
File-file hasil capture dan clip hasil import masih merupakan potongan-
potongan kasar yang masih harus dilakukan pemilihan atau penyortiran final.

Pada dasarnya proses Trimming adalah menentukan In Point dan Out Point pada clip
kemudian hasil trim tersebut dapat disusun ke dalam Timeline menggunakan metode
Lift dan Overlay yang akan dijelaskan pada bahasan selanjutnya. Berikut ini langkah-
langkah Trimming
6. Klik dua kali salah satu clip yang ada di dalam Project Window maka clip akan
tampil dalam Source Monitor atau drag salah satuclip yang ada di dalam
Project Window ke dalam Source Window.

MODUL PRAKTIKUM PROYEK SISTEM MULTIMEDIA 63


7. Kemudian untuk memainkan clip tersebut gunakan tombol Play atau dengan
menggeser Playhead ke posisi waktu yang kita inginkan, lalu klik tombol Set In
Point untuk menandai awal trimming. Tombol ini berada di sebelah kiri bawah
pada Monitor Window.
8. Kemudian geser Playhead ke posisi waktu akhir lalu klik tombol Set Out Point
untuk menandai akhir trimming.
9. Kemudian geser Playhead ke posisi waktu akhir lalu klik tombol Set Out Point
untuk menandai akhir trimming. Apabila file atau clip yang kita trim
merupakan file video yang tersusun atas video dan audio, maka kita dapat
memilih format yang akan disusun ke dalam Timeline, dapat berupa video
tanpa audio/suara atau hanya audio saja yang akan dimasukkan ke dalam
Timeline. Tetapi apabila clip yang kita trim berupa audiosaja, maka yang dapat
kita masukkan ke Timeline juga berupa audio saja. Terdapat tiga pilihan Toggle
Take Audio and Video yaitu Take Video, Take Audio, Take Audio and Video.
Toggle Take Video untuk mengatur hanya memasukkan format video saja
tanpa suara/audio ke dalam Timeline, sedangkan Toggle Take Audio apabila
diaktifkan maka hanya audio saja yang akan dimasukkan ke dalam Timeline,
dan Toggle Take Audio and Video apabila diaktifkan maka hasil trimming yang
dimasukkan ke dalam Timeline akan berupa video besrta audionya.

Toggle Take Audio and Toggle Take Video Toggle Take Audio
Video

10. Setelah clip ditrimming maka clip siap untuk disusun di dalam Timeline
Window. Untuk menyusun clip hasil trimming ke dalam Timeline Window
caranya drag video yang tampil pada Source Monitor Window ke
dalamTimeline Window dengan cara drag seperti biasa. Apabila formatnya
berupa video maka tempatkan clip hasil trimming pada Track Video, apabila
format clip adalah audio maka tempatkan pada Track Audio, tetapi bila
formatnya adalah video yang memiliki audio maka tempatkan dalam Track

MODUL PRAKTIKUM PROYEK SISTEM MULTIMEDIA 64


Video selanjutnya format audio yang bersamana akan menyesuaikan diri
menempati Track Audio yang kosong.

MODUL PRAKTIKUM PROYEK SISTEM MULTIMEDIA 65


PRAKTIKUM KE-10
COLOR GRADING
1. Tujuan
a. Mahasiswa dapat mengoperasikan komponen Adobe Premiere Pro
b. Mahasiswa dapat merubah pewarnaan pada video

2. Materi
a. Effect
b. Color Grading
c. Color Correction

3. Alat dan Bahan


a. Adobe Premiere Pro CS3, CS4, CS5, CS6, CC
b. Video Files

4. Prosedur Praktikum
a. Peserta membaca dan mempelajari materi praktikum
b. Dosen/Instruktur menerangkan teori dan cara kerja
c. Mahasiswa mempraktikkan materi percobaan

5. Teori
Dalam sebuah film warna dapat menyampaikan makna yang bisa memberikan nuansa
yang lebih pada suatu video. Dalam dunia editing, coloring sangatlah penting, karena
warna dapat menentukan segalanya. Seperti untuk menentukan pengalaman indrawi,
untuk menggambarkan objek, mengekspresikan emosi, dan membangkitkan tanggapan.
Hal ini tidak mengherankan bahwa warna memainkan peran besar dalam produksi video
dan pemikiran yang cermat untuk sebuah film. Warna adalah elemen fundamental dari
desain dan cerita visual. Biasanya, seniman menggunakannya untuk mengatur suasana hati
dalam pekerjaan mereka, nada suara mereka, dan untuk membawa tema dalam kerajinan
mereka.

Dalam dunia video, color grading adalah sebuah bentuk seni tersendiri yang dapat
membuat perubahan drastis untuk sebuah video, mengubah siang sampai malam atau

MODUL PRAKTIKUM PROYEK SISTEM MULTIMEDIA 66


membuat tembakan menjemukan menjadi sebuah lanskap hidup. Hal ini dapat membuat
gambar video terlihat seperti lokasi dari dunia lain.
Color Grading memungkinkan editor video untuk mengontrol gambar. Sebuah klip
video menyampaikan lebih dari isi yang dikandungnya. Sebuah palet warna bervariasi dan
disengaja di dalam video dapat menginformasikan penonton dengan banyak cara. Ketika
sebuah rekaman video buruk, tapi perlu digunakan, maka warna gradasi lah yang bisa
menyelamatkannya. Biasanya kita merekam suatu adegan secara kasar yang bisa
menyebabkan kurang terang cahaya. Tapi jika kita paham dengan cara menggunakan
warna gradasi. Pasti bisa mengatasinya dan mungkin mensimulasikan tampilan yang
menyerupai "night vision" videografi.

A. Color Grading Pada Adobe Premiere Pro

Langkah pertama adalah siapkan dahulu video hasil rekaman yang ingin dilakukan
editing dengan teknik color grading. Masukkan video pada sequence lalu tambahkan efek
RGB Curves pada panel effect.

Kemudian atur RGB curves sesuai keinginan anda. Warna gradasi dilakukan dengan
manipulasi saluran RGB. Ini bias sulit karena menyesuaikan satu saluran warna akan
mempengaruhi dua lainnya. Untuk itu sense of art sangat diperlukan dalam melakukan
proses grading.

Berikut adalah hasil video pewarnaan before-after color grading menggunakan efek
RGB Curves.

MODUL PRAKTIKUM PROYEK SISTEM MULTIMEDIA 67


Selain menggunakan RGB curves, kita juga dapat menggunakan efek Three-Way Color
Corrector untuk proses color grading pada video.

Prinsip kerja Three-Way Color Corrector tidak jauh berbeda dengan RGB Curves, hanya
saja sebelumnya kita harus memahami pola pewarnaan Shadow-Midtones-Highlight.

Berikut adalah hasil video pewarnaan before-after color grading menggunakan efek
Three-Way Color Correction.

MODUL PRAKTIKUM PROYEK SISTEM MULTIMEDIA 68


MODUL PRAKTIKUM PROYEK SISTEM MULTIMEDIA 69
PRAKTIKUM KE-11
RENDERING
1. Tujuan
a. Mahasiswa dapat mengoperasikan komponen Adobe Premiere Pro
b. Mahasiswa mengerti proses rendering video
c. Mahasiswa dapat melakukan rendering video pada Adobe Premiere Pro

2. Materi
a. Rendering
b. Video Footage

3. Alat dan Bahan


a. Adobe Premiere Pro CS3, CS4, CS5, CS6, CC
b. Video Files

4. Prosedur Praktikum
a. Peserta membaca dan mempelajari materi praktikum
b. Dosen/Instruktur menerangkan teori dan cara kerja
c. Mahasiswa mempraktikkan materi percobaan

5. Teori
Rendering merupakan sebuah Proses dimana kita akan mengubah file editing video
yang sudah kita buat, menjadi sebuah bentuk file video yang bisa kita buka dengan
menggunakan video Player. Rendering pada Adobe Premiere Pro mungkin sedikit akan sulit
kita lakukan terutama bagi para pemula, karena sangat banyak istilah yang tidak kita
mengerti. Bagi seorang Video Editor baik yang menggunakan apapun software-nya video
hasil render patah-patah harus dihindarkan. Baik menggunakan keluarga Adobe Family,
atau software dari Sony, Pinnacle, Edius, Shortcut, atau lainnya seharusnya tidak masalah.
Play data video sendat-sendat atau patah-patah, terutama yang sudah di burning adalah
masalah lazim namun harus diatasi.

Cara Render Adobe Premiere Pro Best Export Setting


Dengan terus berkembangnya teknologi di bidang ini (Videography, photography &
Produksi kamera) yang semakin hari semakin canggih dan senantiasa update setiap detik
setiap saat.
Ada beberapa kemungkinan atau penyebab mengapa video bisa jadi/patah-patah ketika
diputar di laptor/komputer atau Player:
1. Kalau patah-patah di play di komputer atau Laptop berarti file berat, atau
2. Cara render dan burning video ke format yang diinginkan terlalu besar bitratenya,
ini terjadi kerena inginkan bagus kualitas video pasca rendernya.
3. Bisa juga disebabkan karena fps yang dihasilak kamera rendah kemudian dislow-
motion jadi patah-patah. Cek fps (speed video) yang digunakan apakah masih di
area maximum yang direkomendasikan atau sudah lewat jauh. Misalnya Speed fps
video sudah 25 fps kemudian di slowmotion atau diperlambat jadi 10 % misalnya.
Jelas aja jadi patah-patah.

MODUL PRAKTIKUM PROYEK SISTEM MULTIMEDIA 70


4. Kalau video sudah berada di kepingan CD/VCD, atau DVD patah-patah atau macet
di Player, sedangkan play di file komputer lancar jaya, maka cek playernya dengan
cara me(ngetest)mutar VCD/DVD lain. Kalau Lancar berarti Proses burningnya yang
bermasalah.
5. Selain spek komputer yang disarankan untuk game dan editing. Hard drive atau
DVD/CD Writernya yang masih bagus dan sesuai kapasitas umur yang disarankan.
Atau sudah melebihi.
6. Cek kepingan CD/DVD di bagian yang diburning/hasil burning ... apakah putih polos
atau ada garis-garis? Kalau sudah ada garis-garis, sebaiknya ganti DVD writer yang
baru dan berkualitas.
7. Belum ada batasan berapa lama CD/DVD writer boleh digunakan atau berapa
banyak batas yang boleh dipakai. Misalnya 1000, 2000 kali burning dan lain
sebagainya. Sebab kualitas CD DVD Writer sendiri berbeda-beda. Kalau sudah ada
garis-garis, sebaiknya ganti DVD writer yang baru dan berkualitas.
8. Dan apakah, CD Writer itu dipake untuk membuka CD/DVD yang rusak, membuka
file misanya, yang sudah berdebu, atau yang sudah rusak atau parah kondisinya
tidak?! Oleh sebab itu, sebaiknya untuk menjaga Kualitas Hasil Render Burning,
sebaiknya: 1). Ganti CD/DVD writer secara berkala, apalagi kalau banyak dipake
burning atau copy. 2). Jangan dipakai untuk membuka file yang CD/DVDnya sudah
rusak.
9. Upgrade Komputer. Spek komputer, PSU juga berperan penting dan berpengaruh
terhadap proses burning. Klu PSU rendah dan RAM kecil, wajar saja burning lambat
sendat-sendat, atau patah-patah.

Kecepatan proses rendering tergantung:


1. Format Besar - Kualitas Bagus - File Kecil - Render Lama/Berat
2. Format Besar - Kualitas Bagus - File Besar - Render Agak Cepat
3. Format Kecil - Kualitas Buruk - File Kecil - Render Cepat
4. Format Kecil - Kualitas Buruk - File Besar - Render Paling Cepat

Kualitas Bagus - File Besar - Render Lama.


Render Cepat - File Kecil Kualitas Gambar Kurang Bagus.

Kualitas Bagus File Ringan? Ada Kualitas yang diturunkan. Yaitu bitrat.

Tapi dari semua hal tersebut, yang sangat menentukan sekali tergantung bagus
tidaknya kualitas suatu video adalah source asal shootingan atau sumber file.

MODUL PRAKTIKUM PROYEK SISTEM MULTIMEDIA 71


A. Langkah-Langkah Rendering Video

Ada beberapa format yang bisa kalian gunakan untuk mendapatkan hasil yang sesuai dan
tentunya tidak diperlukan keahlian khusus untuk mendapatkan kualitas bagus dengan size
kecil.

Format ini paling sering digunakan untuk saat ini dan juga merupakan format utama pada
sistem youtube! Untuk melihat settingannya, silahkan lihat gambar screenshoot dibawah ini.

MODUL PRAKTIKUM PROYEK SISTEM MULTIMEDIA 72


KETERANGAN CARA RENDER

1. Format : jenis codec yang digunakan adalah H264, maka output yang keluar adalah
MP4
2. Output Name : Lokasi dan file name video hasil render kita
3. Resolution : Kalian bisa gunakan beberapa resolusi. 640x360p 854x480p 1280x720p
1920x1080p
4. Frame Rate : Sesuaikan dengan kebutuhan dan SOURCE FOOTAGE!
5. Aspect : Jika ingin video standar untuk berbagai platform, gunakan aspect Square Pixel
6. Render Maximum Depth : Checklist ini jikalau menggunakan berbagai macam Source
Foote dari Camera berbeda
7. VBR 1 Pass : Settingan paling standard untuk render H264
8. Bitrate : disesuaikan dengan ketentuan Resolusi yang diberikan oleh Youtube. Bisa
juga dikurangi misalkanya untuk 1920×1080 15Mbps menjadi 10Mbps. Hal ini
dilakukan untuk mengurangi size video
9. Keyframe Distance : Checklist jika shoot yang dirender cenderung besar STATIS alias
tidak ada Camera movement
10. Use Maximum Render Quality : Checklist hanya saat ada banyak footage yang di Scale
secara manual lewat Effects Control Premiere Pro. Maka akan mempertajam
gambarnya!

FORMAT RENDER ULTRA IRIT HD / SD


1. Gunakan Format H.264
2. Pasang Resolusi 1280×720 untuk HD / 854×480 Untuk SD
3. Bitrate 2.5 Mbps untuk HD dan Bitrate 0.8 Mbps untuk SD

MODUL PRAKTIKUM PROYEK SISTEM MULTIMEDIA 73


MODUL PRAKTIKUM PROYEK SISTEM MULTIMEDIA 74