Anda di halaman 1dari 26

1.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )


ILMU PENGETAHUAN ALAM ( IPA )
KELAS V SEMESTER GENAP

Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam


Kelas / Semester : V/ II
Waktu : 2 x 35 menit
Hari dan Tangal : ……………………………

I. Standar Kompetensi
1. Memahami perubahan yang terjadi di alam dan hubunganya dengan
penggunaan sumber daya alam.

II. Kompetensi Dasar


2. Mendiskripsikan proses daur air dan kegiatan manusia yang dapat
mempengaruhinya.

III. Indikator
1. Kognitif
Produk
- Siswa mengidentifikasi serta menjelaskan proses terjadinya daur air
- Menyebutkan contoh-contoh manfaat air
- Memahami mengapa air tidak pernah habis.
Proses
- Melaksanakan kerja kelompok untuk mengamati proses daur air dan
menyebutkan contoh manfaat air bagi kehidupan serta alasan air tidak
pernah habis.
2. Afektif
- Mengembangkan sikap tanggung jawab menjaga kelestarian lingkungan
dan pemanfaatan air.
- Meningkatkan sikap peduli lingkungan sekitar
- Mengembangkan kemampuan berani dan santun dalam mengemukakan
pendapat pada saat diskusi
3. Psikomotorik
- Terampil bagaimana pemanfaatan air bagi kehidupan.
- Terampil menjawab pertanyaan dan bertanya

IV. Tujuan Pembelajaran


Setelah pembelajaran selesai siswa dapat:
1. Kognitif
Produk
- Siswa dapat mengidentifikasi serta menjelaskan proses terjadinya daur air
dengan benar dan secara runtut.
- Menyebutkan contoh-contoh manfaat air bagi kehidupan.
- Memahami pentingnya mengapa air tidak pernah habis dan selalu ada.
Proses
- Dengan adanya LKS siswa dapat mengamati proses daur air dan
menyebutkan contoh manfaat air bagi kehidupan serta alasan air tidak
pernah habis bersama dengan kelompoknya.
2. Afektif
- Dengan mengembangkan sikap tanggung jawab siswa dapat menjaga
kelestarian lingkungan dan pemanfaatan air dalam kehidupan sehari-hari.
- Dapat menerapkan sikap peduli terhadap lingkungan sekitar.
- Dengan kerja kelompok para siswa berlatih untuk menghargai pendapat
orang lain.
3. Psikomotorik
- Dengan memahami fenomena alam yang terjadi di lingkungan sekitar siswa
dapat memanfaatkan air sesuai dengan keperluannya.
- Dengan kerja kelompok siswa terampil bekerja sama.

V. Materi pokok
- Kegunaan Air Bagi Manusia (terlampir)
- Daur Air (terlampir)
VI. Metode Pembelajaran
1. Ceramah
2. Tanya jawab
3. Penugasan
4. Diskusi kelompok
5. Presentasi

VII. Langkah- Langkah Pembelajaran


Alat dan
Estimasi
Tahap Uraian Kegiatan Pembelajaran Media
Waktu
Pembelajaran
Pendahuluan- Mempersiapkan alat dan media 5 Menit
- - Mengucapkan salam
- - Melakukan apersepsi untuk
- mengukur pengetahuan awal siswa
tentang materi yaitu menanyakan
apakah yang disebut daur air?,
Siapa yang tahu terjadinya hujan?
Kegiatan Inti- Guru memberikan penjelasan Gambar : 20 Menit
sederhana mengenai kegunaan air
- Proses
dan proses daur air. Daur air.
- - Siswa memperhatikan dengan
seksama penjelasan dari guru
tentang materi yang diberikan.
- - Guru memberikan kesempatan
berfikir kepada siswa untuk bertanya
mengenai materi yang belum jelas.
- - Siswa diberi pertanyaan untuk
menyebutkan manfaat atau
kegunaan air dalam kehidupan
sehari-hari.
- - Guru memfasilitasi siswa untuk
membentuk kelompok dalam
pembelajaran kooperatif.
- - Siswa mengerjakan lembar kerja
kelompok yang telah disediakan
guru dengan kerjasama yang
kompak.
- - Salah satu perwakilan dari salah
satu kelompok berani
mempresentasikan hasil
pekerjaanya.
- - Siswa dari kelompok lain
memberikan tanggapan.
- - Guru memberikan tanggapan
mengenai hasil yang berpresentasi.
Penutup - Siswa dengan bimbingan dari guru 5 Menit
bersama-sama membuat
kesimpulan materi.
- - Guru memberikan penguatan.
- - Guru memberikan pesan-pesan
moral.
- - Guru memberikan lembar tugas.
- - Guru mengakhiri pembelajaran
dengan mengucapkan salam

IX. Media Pembelajaran


- Gambar proses daur air.
- Media/alat peraga proses daur air atau hidrologi
- Gelas, tutup gelas, air
- Lembar kerja siswa ( soal- soal )

X. Sumber Pembelajaran
- Arifin, Mulyati, dll. 2009. Ilmu Pengetahuan Alam Dan Linkungan untuk
kelas V SD/MI. Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan.

XI. Penilaian / Evaluasi


1. Penilaian kognitif ( terlampir )
a. Penilaian produk (terlampir )
b. Penilaian proses ( terlampir )
2. Penilaian afektif ( terlampir )
3. Penilaian psikomotorik ( terlampir )
Lampiran Materi
1. Kegunaan Air Bagi Manusia
Air yang kita gunakan sehari-hari berasal dari sumber air di antaranya
adalah sumur tradisional, sumur pompa, dan air PAM yang merupakan
sumber air buatan. Danau, sungai, laut, dan mata air merupakan sumber air
alami. Selain untuk minum air juga digunakan untuk mencuci, mandi, masak,
dan menyiram tanaman.
Apa yang kalian rasakan apabila tidak mandi dalam sehari? Kalian
tentu akan merasa gerah, badan lengket, dan tubuh menjadi tidak segar.
Mandi merupakan aktivitas sehari-hari yang biasa kita lakukan. Pakaian dan
alat rumah tangga yang kotor tentunya harus di cuci agar bersih. Untuk
mencuci juga diperlukan air. Air juga digunakan oleh ibu untuk memasak dan
membersihkan sayuran sebelum dimasak. Sebagian tubuh kita terdiri dari air.
Apabila tidak minum air selain kehausan, tubuh kitapun menjadi lemas.
Banyak sekali kegunaan air dalam kehidupan. Oleh karena itu, kita
perlu menggunakan air dengan sebaik-baiknya. Air yang kita gunakan dalam
kehidupan sehari-hari berasal dari suatu proses yang cukup panjang yang
disebut daur air.
2. Daur Air
Manusia dan makhluk hidup lain tidak dapat lepas dari air. Air memang
diperlukan bagi kehidupan kita. Kegunaan air antara lain untuk keperluan
rumah tangga, pertanian, industri, dan tidak terkecuali untuk pusat
pembangkit listrik. Untungnya, air senantiasa tersedia di Bumi. Oleh karena
itu, manusia seharusnya senantiasa bersyukur kepada Tuhan pencipta alam.
Mengapa air selalu tersedia di Bumi? Hal ini karena air mengalami daur
(siklus).
Daur air merupakan sirkulasi (perputaran) air secara terus-menerus
dari bumi ke atmosfer dan kembali ke Bumi. Daur air ini terjadi melalui proses
evaporasi (penguapan), presipitasi (pengendapan), dan kondensasi
(pengembunan). Perhatikan skema proses
daur air di bawah ini!
Air yang berasal dari sungai, danau, dan sumber air lainnya akan
mengalir ke laut. Air yang berada di laut, sungai dan danau akan mengalami
penguapan. Penguapan ini menyebabkan air berubah wujud menjadi uap air
yang akan naik ke angkasa. Uap air ini kemudian berkumpul menjadi
gumpalan awan. Gumpalan awan yang ada di angkasa akan mengalami
pengembunan karena suhu udara yang rendah. Pengembunan ini membuat
uap air berubah wujud menjadi kumpulan titik-titik air yang tampak sebagai
awan hitam. Titik-titik air yang semakin banyak akan jatuh ke permukaan
bumi, yang kita kenal dengan hujan.
Sebagian air hujan akan meresap ke dalam tanah dan yang lainnya
akan tetap di permukaan. Air yang meresap ke dalam tanah inilah yang akan
menjadi sumber mata air sedangkan air yang tetap di permukaan laut akan
dilairkan ke sungai, danau, dan saluran air lainnya. Air permukaan inilah yang
akan menguap lagi nantinya membentuk rentetan peristiwa hujan.
Lampiran Soal
Lembar Kerja Siswa
Mata pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam
Kelas / Semester : V / II
Hari dan tanggal : ……………………...
Kelompok : ................................
Anggota : 1. ............................. 4.........................
2. ............................. 5.........................
3. ............................. 6.........................
Kerjakan Soal dibawah ini !
1. Sebutkan 5 manfaat air dalam kehidupan kita sehari – hari?
2. Mengapa air di bumi tidak pernah habis? Berikan penjelasan secara
singkat !
3. Jelaskan proses daur air ?
Jawaban
1. ......................................................................................................
......................................................................................................
......................................................................................................
......................................................................................................
......................................................................................................
...........................................................................
2. ......................................................................................................
......................................................................................................
...........................
3. ......................................................................................................
...........
Lembar Soal
Mata pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam
Kelas / Semester : V / II
Hari dan tanggal : ……………………….
Nama siswa : ..................................

Pilihan ganda
1. Air di bumi tidak pernah habis walaupun terus-menerus digunakan. Hal
ini disebabkan air mengalami . . . .
a. penambahan c. pencampuran
b. perputaran d. pengurangan
2. Air hujan dapat menjadi air tanah karena proses . . . .
a. penguapan c. pengendapan
b. pengembunan d. peresapan
3. Uap air naik ke udara membentuk . . .
a. awan c. air
b. pelangi d. es
4. Uap air yang suhunya turun akan berubah menjadi air. Air ini akan
berkumpul di angkasa kemudian turun menjadi . . . .
a. hujan c. angin
b. kabut d. pelang
5. Air di permukaan Bumi mengalami penguapan karena mendapat . . . .
a. panas bumi c. tiupan angin
b. panas matahari d. terpaan hujan

Jawablah pertanyan berikut dengan benar !


1. Apakah manfaat air dalam kehidupan?
2. Air di bumi tidak pernah habis karena ....
3. Daur air di awali dengan proses penguapan air yang terjadi karena ....
4. Air hujan dapat menjadi air tanah karena mengalami ....
5. Jelaskan proses daur air ?
KUNCI JAWABAN

A. KERJA KELOMPOK
1. Jawaban alternatif
2. Jawaban alternatif
3. Jawaban alternatif

B. LEMBAR INDIVIDU
Pilihan Ganda
1. B
2. D
3. A
4. A
5. B
Jawaban
1. Jawaban alternatif siswa
2. Mengalami daur air
3. Pemanasan sinar matahari
4. Proses peresapan
5. Jawaban alternatif siswa
Lampiran Penilaian
1. Penilaian Kognitif
- Produk (Individu : )
Pilihan ganda : skor 1 setiap soal
Jawaban : skor 2 setiap soal
Nilai akhir =
-Proses
Contoh Lembar Observasi Diskusi Kelompok
Nama peserta didik :………………….
Kelas :…………………
Baik Cukup Kurang
No Aspek yang dinilai
( skor 3 ) ( skor 2 ) ( skor 1 )
1. Kemampuan
mengemukakan
pendapat
2. Kemampuan
bertanya
3. Kemampuan
substansi materi
Skor yang dicapai
Skor maksimum

-Keterangan:

Nilai akhir =
2. Penilaian Afektif
a. Menggunakan skala sikap sebagai berikut :
Penilaian sikap
No Pernyataan
SS S R TS STS
Saya jujur terhadap fakta
1.
yang kami temukan
Patuh pada aturan
2. melaksanakan kegiatan
saat kerja kelompok
Memiliki rasa ingin tahu
saat mengerjakan tugas
3.
dan selesai mengerjakan
tugas
Dapat bekerja sama
4
dengan kelompok

Nilai akhir =
3. Penilaian psikomotor
Lembar observasi
No Kegiatan Benar Salah
Memberikan contoh
1.
pemanfaatan air
Identifikasi gambar
2.
daur air
Ketepatan menjawab
3.
pertanyaan

Keterangan :
Benar mendapat skor 1
Salah mendapat skor 0

Lampiran Gambar
2. Media Pembelajaran

3. KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR

Keterampilan Membuka Pelajaran

Keterampilan membuka pelajaran, merupakan keterampilan dasar


yang harus dikuasai guru saat mengajar dengan menggunakan
pendekatan apapun. Membuka pelajaran (set Induction), adalah upaya
yang dilakukan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran untuk
menciptakan prakondisi bagi siswa, agar “siap” baik secara fisik
maupun mental, sehingga perhatian terpusat pada pengalaman belajar
yang disajikan. Kegiatan membuka pelajaran mencakup kegiatan rutin,
seperti: menertibkan siswa, mengisi daftar hadir, menyampaikan bila
ada pengumuman, menginstruksikan pengumpulan tugas pada
pertemuan sebelumnya, mengecek kesiapan media yang akan
digunnakan, dan hal yang penting lainnya adalah yang berkaitan
dengan penyampaian materi pelajaran.

Membuka pelajaran yang dilakukan secara professional, akan


memberikan pengaruh positif terhadap kegiatan pembelajaran, antara
lain:

a. Membangkitkan motivasi belajar peserta didik. Hasil penelitian


menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang berarti antara
tujuan pembelajaran yang diberitahukan kepada kepada
peserta didik dengan yang tidak. Oleh karena itu dalam
membuka pelajaran, guru memberitahukan tujuan yang akan
dicapai melalui pembelajaran yang akan disajikan, dan garis
besar materi yang akan dipelajari.
b. Menghubungkan materi yang telah dipelajari dengan materi
yang akan disajikan.
c. Peserta didik memiliki kejelasan mengenai tugas-tugas yang
harus dikerjakan, langkah-langkah yang harus dilakukan untuk
menyelesaikan tugas, dan batas waktu pengumpulan tugas.
d. Peserta didik memperoleh gambaran yang jelas mengenai
langkah-langkah kegiatan pembelajaran dan pendekatan yang
akan diambil dalam mempelajari materi pembelajaran dan
mencapai tujuan yang dirumuskan.
e. Mendayagunakan media dan sumber belajar yang sesuai
dengan materi yang disajikan.
4. Keterampilan menutup pelajaran
Menutup pelajaran merupakan suatu kegiatan yang dilakukan guru
untuk mengakhiri suatu proses pembelajaran. Dalam kegiatan
menutup pelajaran, guru dapat mengetahui pencapaian tujuan dan
pemahaman peserta didik terhadap materi yang dipelajari, maksudnya
untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang apa yang telah
dipelajari serta keterkaitannya dengan pengalaman sebelumnya,
mengetahui tingkat keberhasilan siswa dan guru dalam pelaksanaan
proses pembelajaran.

Teknik menutup pembelajaran


 Merangkum dan meninjau kembali tentang inti yang telah
disampaikan selama berlangsung proses pembelajaran.
Kemudian sampai mana materi yang dikuasai.
 Mengkondisikan perhatian siswa terhadap hal-hal yang pokok
agar informasi yang telah diterima dapat membangkitkan minat
untuk mempelajari lebih lanjut.
 Memberikan tindak lanjut serta saran-saran untuk memperluas
wawasan yang berhubungan dengan materi pembelajaran yang
telah disajikan.
 Menyampaikan bahan-bahan pendalaman yang harus
dipelajari, dan tugas-tugas yang harus dikerjakan (baik tugas
individu maupun kerja kelompok) sesuai dengan pokok bahasa
yang telah dipelajari.
 Mengevaluasi, untuk mengetahui sampai dimana kemampuan
siswa menyerap materi yang disajikan dengan mengajukan
pertanyaan secara lisan dan tugas sebagai alat untuk penilaian.

5. Keterampilan Menjelaskan
Menjelaskan adalah mendeskripsikan secara lisan tentang suatu
benda, keadaan, fakta, dan data sesuai dengan waktu dan hukum-
hukum yang berlaku. Kegiatan menjelaskan dapat diartikan
sebagai usaha penyajian informasi secara lisan yang
diorganisasikan secara sistematis yang bertujuan untuk
menunjukan hubungan, misalnya antara sebab dan akibat, antara
yang sudah diketahui dengan yang belum diketahui, antara teori,
dalil, definisi dengan bukti atau contoh nyata. Keterampilan
menjelaskan merupakan suatu aspek penting yang harus dimiliki
guru. Kegiatan menjelaskan merupakan inti dari proses
pembelajaran.
Manfaat Kegiatan Menjelaskan
 Dapat membimbing siswa untuk memahami dengan jelas
jawaban dari pertanyaan “mengapa” yang mereka ajukan atau
yang diajukan oleh guru.
 Dapat menolong siswa untuk memahami dan mendapatkan
hubungan, hokum, dalil, rumus, prinsip dengan contoh yang
jelas secara obyektif.
 Melibatkan murid secara aktif untuk ikut berfikir dalam
memecahkan masalah dalam proses belajar mengajar.
 Untuk mendapatkan umpan balik (feed back) dari siswa
mengenai tingkat pemahamannya.
 Untuk memperjelas materi yang diajarkan.
Prinsip Menjelaskan
 Penjelasan harus sesuai dengan tujuan pengajaran yang telah
ditetapkan.
 Penjelasan dapat diberikan awal, tengah, atau pada akhir
pelajaran.
 Penjelasan dapat diberikan pada waktu menjawab pertanyaan
siswa.
 Penjelasan disesuaikan dengan latar belakang kemampuan dan
tingkat perkembangan siswa.
 Penjelasan menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah
dimengerti. Sistematika disusun secara logis.
 Penggunaan contoh dan ilustrasi
Pemberian contoh akan mempermudah guru agar penjelasan
dapat diterima dengan baik oleh siswa. Contoh-contoh yang
diberikan harus konkrit. Penjelasan disesuaikan dengan
tahapan perkembangan dan kematangan anak.
Pola memberikan contoh dan dalil ada tiga cara yaitu:
 Pola induktif
Guru memberi contoh terlebih dahulu, kemudian menarik
kesimpulan.
 Pola deduktif
Dari generalisasi, kemudian diperinci dengan contoh-contoh.
 Pemberian tekanan
Sesekali, guru perlu memberikan tekanan-tekanan terhadap
sesuatu hal, khusus hal yang dianggap penting.

6. Keterampilan Bertanya Dasar dan Lanjutan


Di dalam proses belajar mengajar keterampilan bertanya merupakan
usaha guru untuk mengajak siswa untuk berpartisipasi secara aktif
(CBSA) karena pertanyaan yang tersusun dengan baik dan teknik
pelontaran yang tepat akan memberikan dampak positif terhadap
siswa.
Kegunaan Bertanya
 Membangkitkan minat dan rasa ingin tahu terhadap pokok
bahasa.
 Memusatkan perhatian siswa terhadap pokok bahasa.
 Mengembangkan keaktifan belajar dan berfikir siswa.
 Mendorong siswa untuk mengemukakan pendapat dan buah
pikiran yang berhubungan dengan pokok bahasa.
 Sebagai umpan balik bagi guru untuk mengetahui sejauh mana
hasil belajar siswa selama proses belajar – mengajar.
 Mengembangkan kemampuan siswa dalam menemukan,
mengorganisir, dan menilai informasi yang didapat sebelumnya.
 Mendiagnostik kesulitan siswa.
 Menuntun proses berfikir siswa karena pertanyaan yang baik
akan membantu siswa untuk menemukan jawaban yang baik.

Teknik Bertanya

 Jelas dan mudah dimengerti oleh siswa.


 Berikan waktu yang cukup untuk anak berfikir sebelum
menjawab pertanyaan.
 Beri tuntunan (promting), jika jawaban siswa kurang sempurna.
 Pemberian giliran.
 Bagikan semua pertanyaan kepada seluruh siswa secara
merata.
 Teknik pertanyaan pelacak, dimaksudkan untuk mengubah pola
berpikir siswa dari berfikir ingatan ke berfikir pemahaman atau
analisa.

Jenis-Jenis pertanyaan

Ada enam jenis pertanyaan menurut benyamin S. Bloom. Yaitu:

 Pertanyaan pengetahuan (Recall Question)


 Pertanyaan pemahaman (Comprehension Question)
 Pertanyaan penerapan (Application Question)
 Pertanyaan analisa (Analysis Question)
 Pertanyaan sistesa (Syntesis Question)
 Pertanyaan evaluasi (evaluation Question)

7. Keterampilan Memberikan Penguatan (Rainforcement)


Penguatan (reinforcement) adalah suatu respon positif dan
penghargaan dari guru untuk siswa dengan tujuan untuk memotivasi
siswa agar lebih giat berpartisipasi dalam interaksi belajar – mengajar.
Penguatan merupakan bagian dari modifikasi tingkah laku sehingga
siswa berusaha untuk berbuat lebih baik.
Tujuan Pemberian Penguatan
 Meningkatkan perhatian dan motivasi siswa terhadap materi.
 Mendorong siswa untuk berbuat lebih baik dan produktif.
 Menumbuhkan rasa percaya diri siswa.
 Mengontrol dan memodifikasi tingkah laku siswa.
 Mendorong siswa untuk meningkatkan belajarnya secara
mandiri.
 Mengarahkan kepada cara berfikir yang baik/divergen dan
inisiatif pribadi.

Jenis-Jenis Penguatan

 Penguatan Verbal
Penguatan yang diberikan dalam bentuk kata atau kalimat
lengkap.
 Penguatan Non Verbal
Penguatan ini dilakuakan dengan menggunakan mimik wajah
dan gerakan badan, seperti: anggukan kepala, senyuman,
mengancungkan ibu jari, menepuk bahu dsb.
8. Keterampilan mengadakan Variasi
Pemberian variasi dalam interaksi belajar – mengajar dapat diartikan
sebagai perubahan pengajaran dari yang satu ke yang lain, dengan
tujuan untuk menghilangkan kebosanan dan kejenuhan siswa dalam
menerima bahan pelajaran yang diberikan guru. Sehingga siswa dapat
aktif lagi dan berpartisipasi dalam belajarnya.
Memberi variasi dalam proses belajar – mengajar merupakan hal yang
penting dan harus selalu diperhatikan oleh guru, karena banyak
penelitian menunjukan bahwa semakin banyak guru memberi variasi
dalam mengajar semakin berhasil pengajarannya.
Manfaat pemberian variasi dalam proses belajar, yaitu:
 Dapat menimbulkan dan meningkatkan perhatian siswa
terhadap materi yang diberikan kedepannya.
 Dapat memberi kesempatan berkembangnya bakat ingin
mengetahui dan menyelidiki diri siswa tentang hal-hal yang
baru.
 Dapat memberi motivasi kepada siswa untuk memusatkan
perhatiannya pada proses belajar - mengajar.
 Dapat meningkatkan kadar cara belajar siswa.
 Dapat menghindarkan kebosanan siswa dalam belajar.
 Dapat mendorong anak untuk mengadakan diskusi dengan
temannya.

Ada tiga aspek dalam keterampilan memberikan variasi yang harus


dikuasai guru dalam proses belajar mengajar, yaitu:

a. Variasi dalam gaya mengajar


Agar tidak terjadi kebosanan anak dalam belajar maka guru
dapat melakukan variasi dalam gaya mengajarnya yang mana
dalam membari variasi gaya mengajar ini guru dapat melakukan
variasi dalam suara, pemberian kesenyapan, gerakan badan
dan mimik, pergantian posisi dalam kelas, dan pemberian
penguatan.
 Variasi dalam suara
Suara guru dalam mengajar hendaknya tidak sama dari awal
hingga akhir, tetapi sebaiknya diberi variasi. Hal demikian
agar siswa dapat memperbaharui pendengarannya,
misalnya yang semula bosen dengan suara keras kemudian
aktif lagi belajar karena suara guru diubah lambat dan pelan.
Variasi suara dalam mengajar berupa perubahan suara
keras menjadi lemah, dari tinggi menjadi rendah, dari cepat
menjadi lambat.Semua perubahan ini hendaknya
disesuaikan dengan situasi dan kondisinya dalam proses
belajar – mengajar. Misalnya: suara guru yang cepat
hendaknya diubah lambat apabila guru hendak memberikan
tekanan hal-hal yang penting. Sehingga siswa menjadi lebih
jelas dengan apa yang disampaikan guru khususnya hal-hal
yang dianggap penting.
 Kesenyapan
Dalam proses belajar mengajar ada kalanya seorang
guru perlu mengubah situasi menjadi senyap (diam)
sejenak. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk
menimbulkan minat siswa dalam mengikuti pelajaran.
Kenyataan menunjukan bahwa semakin lama siswa
mendengarkan ceramah guru, maka perhatiannya
terhadap pelajaran semakin kurang (semakin menurun).
Untuk itulah pada saat tertentu guru perlu istirahat
sebentar dengan jalan diam (adanya kesenyapan).
 Variasi dalam gerakan dan mimik
Gerakan badan dan mimik guru hendaknya selalu
mengalami variasi dalam proses belajar – mengajar, hal
ini disamping menarik perhatian siswa juga dapat
sebagai maksud pesan-pesan tertentu. Misalnya guru
bisa menganggukkan kepala diwaktu menyetujui
jawaban murid, kemudian menunjukkan ibu jari sewaktu
siswa lain menjawab pertanyaan dengan betul, dan bisa
juga dengan cara lain misalnya tersenyum, menaikan alis
mata, cemberut, menggelengkan kepala dll. Semua
gerakan badan dan mimik itu hendaklah selalu diadakan
variasi yang sesuai pada saat itu. Guru yang gerakan
badan selalu tetap akan menjadikan murid merasa
kurang tertarik dengan belajarnya.
 Variasi dalam posisi guru dikelas
Pergantian posisi guru di waktu mengajar juga sangat
perlu diadakan variasi. Kalo guru dalam mengajar dari
awal hingga akhi selalu duduk dikursi akan
mengakibatkan minat anak untuk menerima materi dari
guru semakin menurun. Demikian juga guru yang hanya
berdiri dimuka papan tulis juga akan mengakibatkan
kebosanan bagi anak. Untuk itulah maka posisi guru
selama mengajar hendaknya selalu diadakan variasi.
Variasi dalam posisi dapat dilakukan dengan cara
kebelakang, ke kiri, ke kanan, berdiri, duduk mendekati
murid, dll. Semua itu dilakukan dengan maksud-maksud
tertentu yang disesuaikan dengan situasi pada waktu itu,
dan hendaknya pada variasi ini dilakukan secara wajar
tidak berlebihan. Karena kalau dilakukan secara
berlebihan, anak bisa menjadi bingung dan dapat
mengganggu proses belajar anak. Misalnya guru yang
selalu berpindah-pindah dalam mengajar, yaitu ke
belakang, duduk berdiri ke kiri, kemudian ke belakang
lagi dengan tidak ada maksud tertentu maka siswa akan
menerka apa yang akan dilakukan gurunya dan anak
tidak tenang dalam belajar.

b. Variasi dalam penggunaan alat pelajaran


Media pengajaran dapat dikelompokan menjadi tiga, yaitu: yang
dapat didengar, dilihat dan diraba. Penggunaan media dapat
merangsang siswa untuk mempertinggi perhatiannya pada
pelajaran yang disampaikan guru.

c. Variasi pola interaksi dalam kegiatan siswa


Guru hendaknya memberi variasi dalam interaksi dan kegiatan
siswa, satu saat guru yang aktif menyampaikan informasi, saat
lain siswa yang aktif, baik secara individu atau kelompok. Pola
interaksi sbb:
 Pola Guru – Murid, Komunikasi sebagai aktif (satu arah)
 Pola Guru – Murid –Guru, Ada balikan (feedback) bagi
guru, tidak ada interaksi antara siswa (komunikasi
sebagai interaksi)
 Pola Guru – Murid – Murid, Ada balikan dari guru,
siswa saling belajar satu sama lain.
 Pola Guru – Murid,Murid – Guru,Murid – Murid,
interaksi optimal antara guru dengan murid dan antara
murid dengan murid (komunikasi sebagai transaksi, multi
arah)
 Pola Melingkar, setiap siswa mendapatkan giliran untuk
mengemukakan sambutan atau jawaban diperkenankan
berbicara.

9. Keterampilan Memimpin Diskusi


Diskusi merupakan suatu kegiatan yang melibatkan sekelompok orang
dalam berinteraksi dan komunikasi secara tatap muka dengan tujuan
untuk bermusyawarah (diskusi) sehingga mencapai mufakat.
Komponen keterampilan memimpin diskusi
a. memusatkan perhatian siswa pada tujuan dan topik diskusi
b. memperjelas masalah
c. menganalisis pandangan siswa
d. meningkatkan curah pendapat
e. menyebarkan kesempatan berpartisipasi
f. menutup diskusi

10. Keterampilan Mengelola Kelas


Keterampilan mengelola kelas adalah keterampilan guru untuk
menciptakan dan memlihara kondisi belajar yang optimal. Agar proses
belajar-mengajar dapat berlangsung optimal, sehingga tercapai tujuan
pembelajaran, maka diperlukan pengelolaan yang cermat, teliti, dan
teratur, mulai dari kedisiplinan, pengaturan jam belajar, pengaturan
ruangan, pengaturan media yang diperlukan, penggunaan metode,
dan penguasaan guru terhadap bahan ajar, kelas yang kondusif,
tenang tanpa ada gangguan.
Tujuan Mengelola Kelas
a. Untuk Siswa
 Mendorong siswa mengembangkan tanggung jawab individu
terhadap tingkah lakunya.
 Membantu siswa mengerti akan arah tingkah laku yang
sesuai dengan tata tertib kelas.
 Menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam mengerjakan
tugas.
b. Untuk Guru
 Mengembangkan keterampilan dalam memelihara
kelancaran penyajian dan langkah-langkah pembelajaran
secara tepat.
 Memiliki kesadaran terhadap keunikan dan kebutuhan
siswa.
 Memberi respon secara efektif terhadap tingkah laku siswa
yang menimbulkan gangguan-gangguan kecil/ringan, serta
memahami dan menguasai seperangkat strategi yang dapat
digunakan untuk menangani masalah siswa.