Anda di halaman 1dari 508

Kumpulan Hadist Riwayat Bukhari

0001. "Dari Al-Bara' ra, ia berkata: Seorang laki-laki yang bertopeng dengan besi datang
kepada Nabi saw, lalu dia berkata: Wahai Rasulullah, aku berperang kemudian masuk
islam (?)". Beliau"
(HR: Bukhari)

0002. "Dari Anas bin Malik bahwa Ummu Rubayyyi' binti Bra' yaitu ibunya Haritsah bin
Suraqah, datang kepada Nabi saw, alau dia berkata;" Wahai Nabi Allah, hendaklah
engkau memberitakan kepadaku tentang (nasib) Haritsah; dimana ia terbunuh pada
perang Badar terkena anak panah yang asing 9 tidak diketahui siapa pemanahnyadan
dari mana datangnya). Jika ia di surga maka aku bersabar, dan jika tidak demikian maka
sku hendak bersungguh-sungguh menangisinya." Beliau bersabda: "Wahai ibunya
Haritsah, sesungguhnay itu derajat-derajat di surga, dan sesungguhnya anakmu
mendapat surg aFirdaus yang luhur."
(HR: Bukhari)

0003. "Dari Abu Musa Al-Asy'ari ra, dia berkata: Seorang laki-laki datang kepada Nabi saw,
lalu dia berkata: "Seorang laki-laki berperang karena rampasan (ghanimah), seorang
laki-laki berperang karena ingin disebut dan seorang laki-laki berperang karena agar
terlihat kedudukannya. Maka siapakah yang (berperang) pada jalan Allah?' Beliau
bersabda: "Orang yang berperang agar kalimat Allah itulah yang paling luhur, maka dia
pada jalan Allah."
(HR: Bukhari)

0004. "Dari Abdur Rahman bin Jabr, bahwa Rasulullah saw bersabda: "Tidaklah duakaki
seorang hamba berdebu di jalan Allah maka neraka menyentuhnya."
(HR: Bukhari)

0005. "Dari Ikrimah, bahwa Ibnu Abbas berkata kepadanya dan kepada Ali bin Abdullah:
"Datanglah kamu pada Abu Sa'id, yang bersama saudaranya dikebun milik keduanya,
sedang menyirami kebunnya. Ketika dia melihat kami maka dia menyambut dia ihtiba'
(duduk dengan mengikat kedua lutut) dan lalu dia berkata: "Dahulu kami membawa
bata merah (untuk membangun masjid), satu biji-satu biji, sedangkan Ammar (bin
Yasir) membawa dua biji-dua biji. Lalu Nabi saw lewat pada Ammar dan menghapus
debu dari kepalanya. Dan beliau bersabda: "Kasian Ammar; dia akan terbunuh oleh
sekelompok pemberontak. Ammar mengajak mereka kepada Allah sedangkan mereka
mengajak ke neraka."
(HR: Bukhari)

0006. "Dari Aisyah ra, bahwa Rasulullah saw sekembali dari perang Khandaq (atau Ahzab)
dan telah meletakkkan perlengkapan perang juga telah mandi, maka Jibril datang
kepada beliau sedang debu melingkupi kepalanya, lalu dia berkata: "Engkau
meletakkan senjata (?), demi Allah aku belum meletakkkannya". Maka Rasulullah saw
bersabda: "Kemana lagi?" Jibril berkata: "Di sana" seraya berisyarat ke bani Quraizhah.
Aisyah berkata: "Maka Rasulullah saw berangkat kepada mereka (bani Quraizhah)."
(HR: Bukhari)

0007. "Dari Anas bin Malik ra, dia berkata: Rasulullah saw berdoa melaknat terhadap orang-
orang yang membunuh orang-orang (yang bersinggah di) sumur Maunah selama 30
pagi (didalam qunut), (yaitu) terhadap kabilah Ri'l, dzakwan dan Ushayyah, yang
mendurhakai Allah dan rasulnya. Berkata Anas: "Qur'an diturunkan pada orang-orang
yang dibunuh di sumur Ma'unah, di mana kami membacanya , kemudian dihapus
(manssukh) sesudah itu: "Sampaikanlah kepada kaum kami bahwa kami telah bertemu
dengan Tuhan kami, maka Dia ridha kepada kami dan kami ridha kepada-Nya."
(HR: Bukhari)

0008. "Dari Jabir bin Abdilah ra, dia berkata: "Di pagi-pagi dalam peperangan Uhud oarang-
orang minum Khamr kemudia mereka gugur sebagai syuhada'."
(HR: Bukhari)

0009. "Dari Jabir bin Abdullah, dia berkata: "Ayahku di bawa kepada Nabi saw dalam
keadaan teraniaya (terpotong hidung dan kupingnya) lalu diletakkan dihadapan beliau,
lalu aku beranjak membuka wajahnya maka kaumku melarang. Lalu beliau mendengar
suara jeritan orang perempuan yaitu anaknya 'Amr --atau saudaranya 'Amr-- maka
beliau bersabda: "Kenapa engkau menangis --atau: "Janganlah kamu menangis"-- Para
malaikat senantiasa melindungi dia dengan sayap-sayap mereka." Aku (Imam Bukhori)
berkata kepada Shadaqah: "Adakah dalam hadist itu" Sehingga dia diangkat" (?),.
Sahadaqah berkata: "Barangkali Jabir berkata demikian."
(HR: Bukhari)

0010. "Dari Amirul Mukminun Abi Hafsh Umar Bin Khaththab ra,. Ia berkata : Saya
mendengar Rasulullah saw. bersabda; "Amal-amal itu hanyalah dengan niatnya. Dan
bagi setiap orang hanyalah sesuatu yang diniatkannya. Barang siapa yang hijrahnya
(pindahnya) kepada dunia maka ia akan mendapatkannya, atau wanita maka ia akan
menikahinya. Hijrahnya (pindahnya) itu kepada sesuatu yang karenanya ia hijrah."
(HR: Bukhari)
0011. "Dari Aisyah ra, bahwasanya Harits bin Hisyam ra. bertanya kepada Rasulullah saw.:
"Wahai Rasululah, bagaimanakah datangnya wahyu kepada engkau?"Rasulullah saw.
menjawab :"Kadang-kadang wahyu itu datang kepadaku bagaikan gemerincingnya
lonceng dan itulah yang paling berat atasku, lalu terputus dari padaku dan saya telah
hafal dari padanya tentang apa yang dikatakan. Kadang-kadang malaikat merubah rupa
sebagai laki-laki datang kepadaku lalu ia berbicara kepadaku maka saya hafal apa yang
dikatakannya". Aisyah ra, berkata : "Sungguh saya melihat beliau ketika turun wahyu
kepada beliau di hari yang sangat dingin dan wahyu itu terputus dari beliau sedang dahi
beliau mengalir keringat."
(HR: Bukhari)

0012. "Dari Aisyah ibu orang-orang mu'min ra., ia berkata: "Yang paling pertama (dari
wahyu) kepada beliau saw. adalah mimpi yang baik di dalam tidur. Beliau hanyalah
melihat seperti sinar shubuh. Kemudian beliau gemar bersunyi. Beliau selalu bersunyi
di goa Hira, beliau beribadah disana, yakni beribadah beberapa malam sebelum rindu
kepada keluarga beliau dan mengambil bekal untuk itu kemudian beliau pulang kepada
Khadidjah. Ia mengambil bekal seperti biasanya sehingga kebenaran datang kepada
beliau. Ketika beliau ada di goa Hira, datanglah malaikat seraya berkata: " Bacalah!"
Beliau bersabda: "Sungguh saya tidak dapat membaca". Ia mengambil dan mendekap
saya sehingga saya lelah.Kemudian ia melepaskan saya, lalu berkata: "Bacalah". Maka
saya berkata: "Sungguh saya tidak dapat membaca" lalu ia mengambil dan mendekap
saya untuk kedua kalinya kemudian ia melepaskan saya lalu ia berkata: "Bacalah",
maka saya berkata : "Sungguh saya tidak bisa membaca", lalu ia mengambil dan
mendekap saya yang ketiga kalinya kemudian ia melepaskan saya. Lalu ia
membacakan: "IQRO' BISMI RABBIKALLADZII KHALAQ KHALAQAL
INSAANA MIN 'ALAQ IQRA' WARABBUKAL AKRAM ALLADZII 'ALLAMA BIL
QALAM (Bacalah, dengan Tuhanmu yang menjadikan. Menjadikan manuisia dari
segumpal darah. Bacalah, dan nama Tuhanmu Yang Pemurah. Yang mengajar dengan
qalam)." "Lalu Rasulullah saw, pulang dengan membawa ayat itu seraya goncang hati
beliau, terus masuk pada Khadijah binti Khuwailid, lantas beliau bersabda: "Selimutilah
saya, selimutilah saya". Maka mereka menyelimuti beliau sehingga keterkejutan beliau
hilang, Beliau bersabda dan menceritakan cerita itu kepada Khadijah: "Sungguh saya
takut atas diriku." Lalu Khadijah berkata: "Janganlah, demi Allah, Allah tidak
menyusahkan engkau selamanya, karena engkau menyambung persaudaraan,
menanggung beban, mengusahakan orang yang tidak punya, memuliakan tamu dan
menolong penegak kebenaran." Lalu Khadijah bersama beliau pergi sehingga ia
membawa beliau para Waraqah bin Naufal bin Asad bin Abdul Uzza bin Paman
Khadijah. Ia seorang yang memeluk agama Nasrani pada zama Jahiliah, ia dapat
menulis tulisan Ibrani., dan ia menulis Injil akan apa-apa yang dikehendaki Allah akan
apa yang ditulisnya. Ia seorang yang sudah sangat tua dan telah buta. Khadijah berkata:
"Wahai putera pamanku, dengarkannlah putera saudaramu!" Lalu Waraqah berkata
kepada beliau: "Wahai putera saudaraku, apakah yang engau lihat?" Lantas Rasulullah
saw. Menceritakan kepadanya cerita apa yang beliau lihat." "Lalu Waraqah berkata
kepada beliau: "Ini adalah wahyu yang diturunkan oleh Allah kepada Musa, wahai
sekiranya saya masih muda, sekiranya saya masih hidup ketika kaummu mengusirmu".
Lalu Rasulullahnsa. Bersabda: ' Apakah mereka akan mengusir saya?" Ia berkata : "Ya,
belum pernah datang seorang laki-laki yang (menbawa) seperti apa yang engkau bawa
kecualai ia diberi kebaikan. Jika saya menjumpai masamu maka saya menolongmu
dengan pertolongan yang tangguh." Tidak lama kemudian Waraqah meninggal dan
wahyu pun fatrah (bersela)"
(HR: Bukhari)

0013. "Dari Jabir bin Abdullah ra. dimana beliau menceritakan tentang Fatratul wahyu (masa
kekosongan wahyu). Dalam cerita itu beliau bersabda: "Ketika saya megangkat kepala
saya. Tiba-tiba ada malaikat yang datang kepada saya di Hira' sedang duduk di kursi
antara langit dan bumi, saya takut kepadanya, lalu saya pulang dan berkata:
"Selimutilah saya, selimutilah saya", dan Allah Ta'ala menurunkan ayat "YAA
AYYUHAL MUDDATSTSIR QUM FA ANDZIR WA RABBAKA FAKABBIR
WATSIYAABAKA FATHAHHIR WARRUJZA FAHJUR" (Hai orang-orang yang
berselimut. Bangunlah, lalu berikan peringatan! Dan Tuhanmu hendaklah kamu
agungkan. Dan pakaianmu hendaklah kamu bersihkan. Dan perbuatan dosa hendaklah
kamu tinggalka). Sesudah wahyu diatas itu, lalu beruntun-runtunlah datang wahyu dan
ikut mengikuti (yakni terus langsung antara satu dengan yang lainnya."
(HR: Bukhari)

0014. "Dari Ibnu Abbas ra. tentang firman Allah. "LAATUHARRIK LISAANAKA
LITA'JALA BIHI" (Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk membaca Al Qur'an
karena hendak cepat-cepat menguasainya), ia berkata: " Rasulullah saw. selalu
memperlakukan pada turunnya wahyu dengan kuatnya, beliau selalu menggerak-
gerakkan kedua bibir beliau. Lalu Ibnu Abbas berkata: "Dan sayapun menggerak-
gerakkan dua bibir sebagaiman Rasulullah saw. menggerak-gerakkannya maka Allah
Azza wa Jalla ( Yang Maha Mulia dan Maha Perkasa) menurunkan ayat: "LA
TUHARRIK LISAANA LITA'JALA BIHI INNA 'ALAINAA JAM'AHU WA QUR-
ANNAH" (janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk membaca Al Qur'an karena hendak
cepat-cepat menguasainya. Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya
(didadamu) dan (membuat pandai membacanya)." "Ia berkata: Allah mengumpulkan Al
Qur'an kepadamu di dalam dadamu dan membacanya: "FA IDZAA QARA'NAAHU
FATTABI' QURAANAHU" (Apabila Kami telah selesai membacakannya, maka
ikutilah bacaan itu)." "Ia berkata: Dengarkan dan perhatikanlah, kemudian: "TSUMMA
INNA 'ALAINAA BAYAANAH" (Kemudian atas tanggungan kemualiaan Kamilah
penjelasannya)." "Kemudian kewajiban Kamilah untuk membacakannya. Sesudah itu
apabila Jibril datang kepadan Rasulukkllah saw, maka beliau mendengarkan. Apabila
Jibril pergi maka Nabi saw. membaca wahyu sebagaimana Jibril membacanya."
(HR: Bukhari)

0015. "Dari Ibnu Abbas ra., ia berkata : Rasululah saw., adalah sederma-dermawannya
manusia dan sederma-derma beliau adalah di (bulan) Ramadhan ketika Jibril
menjumpai beliau. Ia menjumpai beliau pada setiap malam Ramadhan, lalu beliau
mentadaruskan Al Qur'an. Sungguh Rasulullah saw. adalah lebih dermawan dalam
kebaikan dari pada angina yang diutus."
(HR: Bukhari)

0016. "Dari Ubaidillah bin Abdullah bin Utbah bin Mas'ud bahwasanya Abdulah bin Abbas
memberitahukan kepadanya bahwasanya Abu Sufyan bin Harb menceritakan kepadanya
bahwa Heraklius minta kedatangannya serta rombongan dagang Quraisy di Syam pada
masa Rasulullah saw. membuat gecatan senjata kepada Abu Sufyan dan kafir Quraisy.
Maka mereka (rombongan itu) datang kepada Heraklius di Ilia lalu Heraklius
memanggil mereka dan disekelilingnya para pembesar Rumawi kemudian ia memanggil
mereka dan juga memanggil penterjemah. Heraklius berkata: "Siapakah diatara kalian
yang paling dekat nasabnya dengan laki-laki yang mengaku dirinya Nabi?" Lalu Abu
Sufyan menjawab: "Sayalah yang paling dekat diantara mereka" Heraklius berkata:
"Dekatkanlah kepadaku, dekatkanlah teman-temannya lalu jadikan mereka di
belakangnya." Kemudian ia berkata kepada penterjemahnya: "Katakan lah kepada
mereka bahwasanya saya bertanya kepada orang ini tentang laki-laki itu. Jika ia
berdusta kepadaku maka dustakanlah ia. Demi Allah seandainya tidak malu karena
menganggap saya berdusta niscaya saya berdusta tentang ia (Muhammad). Yang
pertama kali ditanyakan kepada saya tentang dia adalah: "Bagaimana nasabnya diantara
kalian?" Saya menjawab: "Di kalangan kami dia orang yang bernasab (bangsawan)". Ia
berkata: "Pernahkah seorang diantaramu yang mengatakan perkataan ini sebelummu?"
Saya menjawab:"Tidak". Ia berkata: Apakah nenek moyangnya ada yang menjadi
raja?". Saya menjawab: "Tidak". Ia berkata: "Pengikutnya orang-orang mulia atau
orang-orang lemah dantara mereka?". Saya menjawab: "Orang-orang lemah " Ia
berkata:"Apakah mereka bertambah-tambah atau berkurang-kurang?". Saya
menjawab:"Bahkan mereka bertambah". Ia berkata:"Apakah ada seseorang diantara
mereka yang benci kepada agamanya sesudah ia memasukinya?". Saya berkata:"Tidak
ada". Ia berkata: " Apakah dia berkhianat?". Saya menjawab: "Tidak, dan kami dalam
masa gencatan dimana kami tidak mengetahui apa yang ia lakukan dalam masa ini, dan
tidak mungkin bagi saya untuk memasukkan kalimat sedikitpun selain kalimat ini." Ia
berkata: "Bagaimanakah peperanganmu terhadapnya?." Peperangan diantara kami dan
dia silih berganti, ia menang atas kami dan kami menang atasnya". Ia berkata: "Apakah
yang ia perintahkan kepadamu?." Saya menjawab: Ia berkata: "Sembahlah Allah sendiri
dan jangan menyekutukan-Nya dengan sesuatu, dan tinggakanlah apa yang dahulu
selalu disembah oleh nenek moyangmu". Ia menyuruh kami untuk shalat, jujur, menjaga
diri dan menyambung (persaudaraan). Kemudian ia berkata kepada juru bahasanya:
"Katakanlah kepadanya: "Sesungguhya saya bertanya kepadamu tentang nasabnya
(keturunanya), lalu kamu menyebutkan bahwa dia di kalanganmu yang yang bernasab
(bangsawan), dan demikianlah para rasul itu diutus dikalangan orang-orang bernasab di
kaumnya, dan saya bertanta kepadamu: "Apakah ada sesorang diataramu yang
mengatakan perkataan sebelumnya? Lalu kamu sebutkan bahwa tidak ada. Dan saya
katakan seandainya ada seseorang yang mengatakan perkataan ini sebelumnya, niscaya
saya katakan (dia) seseorang laki-laki yang menghibur dengan kata-kata yang
diucapkan oleh orang sebelumnya. Saya tanya kepadamu, apakah nenek moyangnya
ada yang menjadi raja maka saya katakan (dia) seorang laki-laki yang menuntut
kerajaan nenek moyangnya. Saya bertanya kepadamu, apakah dahulu kamu menuduh ia
berdusta sebelum mengatakan apa (kenabian) yang dikatakannya, lalu kamu menjawab
bahwa tidak, maka saya tahu bawa dia tidak layak meninggalkanmu dusta atas manusia
dan dusta atas Allah. Saya bertanya kepadamu, pengikutnya orang-orang mulia ataukah
orang-orang lemah diantara mereka, lalu kamu menyebutkan bahwa pengikutnya adalah
orang-orang lemah di antara kaumnya, dan itulah pengikut para rasul. Saya bertanya
kepadamu apakah mereka (pengikut-pengikut) berkurang ataukah bertambah lalu kamu
menyebutkan bahwa mereka bertambah, dan memang demikianlah urusan iman
sehingga sempurna." "Saya bertanya kepadamu apakah ada salah seorang yang murtad
karena benci kepada agamanya setelah ia memasukinya, lalu kami sebutkan bahwa
tidak ada, dan memang demikianlah iman ketika bercampur dengan kelapangan hati.
Saya bertanya kepadamu apakah dia berkhianat, lal kamu sebutkan tidak, dan memang
demianlah para rasul itu tidak berkhianat. Dan saya bertanya kepadamu dengan apakah
ia menyuruh kamu, lalu kamu menyebutkan bahwa ia menyuruh kamu untuk
menyembah Allah semata dan janganlah mensekutukan-Nya dengan sesuatu. Dan ia
melarang kamu untuk menyembah berhala dan menyuruh kamu dengan shalat, jujur,
dan menjaga diri. Jika apa yang kamu katakana itu benar maka ia akan menguasai
tempat dua telapak kakiku, dan saya mengetahui dia (Nabi) telah muncul padahal saya
tidak menduga bahwa dia (Nabi) itu dari padamu. Seandainya saya mengetahui bahwa
saya sampai kepadanya niscaya saya senang bertemu dengannya. Seandainya saya
disisinya niscaya saya mencuci telapak kakinya. Kemudian ia minta didatangkan surat
Rasulullah saw. Yang mana Dihyah diutus ke pembesar Bushro ia menyerahkannya
kepada Heraklius dan dibacanya dan isinya: "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih
lagi Maha Penyanyang. Dari Muhammad hamba dan utusan Allah kepada Heraklius
pembesar Rumawi. Kesejahteraan atas orang yang mengikuti petunjuk. Adapun
selanjutnya, maka sesungguhnya saya mengajak kepadamu dengan panggilan Islam.
Masuk Islam lah maka kamu selamat, Allah memberikan pahala kepadamu dua lipat.
Jika kamu berpaling maka atasmu dosa para pengikut. Wahai ahli kitab, marilah kepada
kalimat yang sama antara kami dan kamu bahwa tidak kita sembah selain Allah, dan
tidak kita sekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak pula sebagian kita menjadikan
sebagian yang lain sebagai Tuhan selain dari pada Allah. Jika mereka berpaling maka
katakanlah: "Saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada
Allah)". Ia berkata: Abu Sofyan berkata: "Ketika ia mengatakan apa yang telah
dikatakannya itu dan selesai mebaca surat sehingga ditempatnya, banyak kegaduhan
dan suara-suara keras lalu kami dikeluarkan. Maka kami berkata kepada teman-
temanku: Sungguh urusan Putera Abi Kabsyah (gelar ayah Nabi) telah menjadi vesar,
sesungguhnya ia ditakuti oleh raia Bani Ashfar (Rumawi) dan saya senantiasa
meyakinkan bahwa dia (Nabi) akan menang sampai Allah memasukkan Islam atas saya.
Ibunu Nathur pemilik (Gubernur) Ilia dan Heraklius sampai pada orang-orang Nashrani
di Syam menceritakan bahwa ketika Heraklius tiba di Ilia menjadi buruk jiwanya, lalu
sebagian penghuninya berkata: "Kami telah mengingkari peri keadaan tuan". Ibnu
Nathur berkata: " Heraklius itu seorang dukun yang mengarahkan pandanganmu ke
bintang-bintang. Ia berkata kepada mereka ketika mereka bertanya kepadanya:
"Sesungguhnya saya tadi malam ketika saya melihat bintang, saya berpendapat bahwa
raja yang berkhianat telah muncul". Siapakah orang yang berkhianat dari umat ini?
Mereka menjawab: "Yang berkhianat hanyalah orang-orang Yahudi". Urusan mereka
janganlah menggelisahkanmu dan tulislah ke kota-kota kerajaanmu, lalu mereka
membunuh orang-orang Yahudi yang ada di kalangan mereka. Ketika mereka
mengurusi urusan mereka, didatangkan pada Heraklius seorang laki-laki yang diutus
oleh Raja Ghassan yang memberitakan tentang cerita Rasulullah saw. ketika Heraklius
bertanya kepadanya maka ia menjawab: "Pergilah, dan lihatlah apakah dia berkhianat
atau tidak? Maka mereka melihatnya dan mereka membicarakannya bahwa Rasulullah
saw. Berkhianat. Dan ia bertanya tentang bangsa Arab, lalu ia menjawab: " Mereka
berkhianat". Lalu Heraklius berkata: "Inilah (Muhammad) raja umat itu telah muncul".
Kemudian Heraklius menulis surat kepada temannya di Rumiah dan ia adalah orang
yang menyamai dalam bidang ilmu. Heraklius pergi ke Himsha dan ia tidak bermaksud
ke Himsha sehingga datang surat kawannya yang menyetujui pendapat Heraklius atas
munculnya Nabi saw. Dan sesungguhnya dia itu Nabi. Lalu Heraklius memberi ijin
kepada para pembesar Rumawi di istananya di Himsa kemudian ia mengatur pintu-pintu
lalu pintu-pintu itu ditutup dan diapun menampakkan diri seraya berkata: "Wahai
golongan orang-orang Rumawi. Apakah kamu ingin berbahagia dan mendapat petunjuk
serta tetap kerajaanmu, maka baitlah laki-laki ini (Muhammad)". Maka mereka lari
seperti larinya keledai liar ke pintu-pintu dan mereka dapati pintu-pintunya telah
tertutup. Ketika Heraklius melihat larinya mereka dan putus asa dari iman mereka maka
ia berkata: "Kembalikanlah mereka atasku". Dan ia berkata: "Tadi saya katakan
perkatanku itu untuk menguji kekokohan agamamu, dan saya telah melihatnya". Lalu
merekapun sujud dan senang kepadanya. Itulah akhir keadaan Heraklius."
(HR: Bukhari)

0017. "Dari Ibnu Umar ra., ia berkata: "Islam itu didirikan atas lima hal yaitu: Bersaksi bahwa
tidak ada Tuhan melainkan Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan
sholat, memberikan zakat, hajji dan puasa Ramadhan"."
(HR: Bukhari)

0018. "Dari Abu Huraira ra. dari Nabi saw., beliau bersabda: "Iman itu ada enampuluh lebih
cabangnya dan malu salah satu cabang iman"."
(HR: Bukhari)

0019. "Dari Abdullah bin Umar ra. dari Nabi saw.. beliau bersabda: "Orang Islam itu adalah
orang yang orang-orang Islam lain selamat dari lidah dan tangannya dan orang yang
berpindah (Muhajir) adalah orang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah"."
(HR: Bukhari)

0020. "Dari Amu Musa ra., ia berkata: "Wahai Rasulullah, Islam manakah yang lebih utama?"
Beliau bersabda: "Orang yang orang-orang Islam lain selamat dari lidah dan
tanganya"."
(HR: Bukhari)
0021. "Dari Abdullah bin Amr ra. bahwasanya seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah
saw.: "Islam apakah yang lebih baik?" Beliau bersabda: "Kami memberikan makanan dan
mengucapkan salam atas orang yang kamu kenal dan belum kamu kenal"."
(HR: Bukhari)

0022. "Dari Anas ra. dari Nabi saw., beliau bersabda: "Tidak beriman salah seorang
diantaramu sehingga ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri"."
(HR: Bukhari)

0023. "Dari Abu Hurairah ra. bahwasanya Rasulullah saw. bersabda: "Demi Dzat yang jiwaku
di tangan-Nya (kekuasan-Nya), salah seorang di antara kamu tidaklah beriman sehingga saya
lebih dicintai olehnya daripada orang tua dan anaknya". "
(HR: Bukhari)

0024. "Dari Anas katanya: "Nabi saw. bersabda: "Salah seorang di antaramu tidaklah beriman
sehingga saya lebih dicintai olehnya daripada orang tuanya, anaknya dan semua manusia."
(HR: Bukhari)

0025. "Dari Anas ra. dari Nabi saw. , beliau bersabda: " Tiga hal, terdapat padanya maka ia
mendapat manisnya iman yaitu Allah dan Rasul-Nya lebih tercinta olehnya dari pada selain
keduanya, mencintai seseorang hanya karena Allah, dan ia benci untuk kembali ke dalam
kekafiran sebagaimana bencinya untuk dicampakkan ke dalam neraka."
(HR: Bukhari)

0026. "Dari Abdullah bin Abdilah bin Jabr, ia berkata: Saya mendengar dari Anas, dari nabi
saw. beliau bersabda: "Tanda iman adalah cinta orang-orang Anshar dan tanda munafik adalah
benci orang-orang Anshar."
(HR: Bukhari)

0027. "Dari Abu Idris Aidzullah bin Abdullah bahwasanya Ubadah bin Shamit dan ia adalah
orang yang menyaksikan yakni ikut bertempur dalam perang Badar. Ia adalah orang seorang
yang menjadi kepala rombongan pada malam bai'at Aqabah, bahwasanya Rasulullah saw.
bersabda dan disekeliling beliau saw. itu tampak beberapa sahabatnya. Beliau bersabda:
"Berbai'atlah kamu kepadaku untuk tidak mensekutukan Allah dengan sesuatu, tidak mencuri,
tidak berzina dan tidak membunuhanak-anakmu dan jangan kamu bawa kebohongan yang
kamu buat-buat antara kaki dan tanganmu, dan janganlah kamu mendurhakai kebaikan.
Barang siapa di antaramu yang menepatinya maka pahalanya atas Allah dan barangsiapa yang
terkena sedikit daripada itu dan disiksa di dunia karenanya, maka itulah tebusannya. Dan
barangsiapa yang terkena sedikit daripadanya kemudian ditutupi oleh Allah hal itu terserah
Allah, jika Dia menghendaki maka Dia memaafkannya. Maka kami berbai'at atas hal itu."
(HR: Bukhari)

0028. "Dari Abu Sa'id Al Khudriy ra. bahwasanya ia berkata: Rasulullah saw. bersabda:
"Hampir-hampir sebaik-baik harta orang Islam adalah kambing yang mana ia mengikutinya di
puncak gunung dan tempat yang mendapat hujan dimana ia melarikan agamanya dari fitnah."
(HR: Bukhari)

0029. "Dari Aisyah ra., ia berkata: Apabila Rasulullah menyuruh mereka maka beliau
menyuruh untuk beramal sesuai dengan kemampuan. Maka mereka berkata: "Sesungguhnya
kami tidak seperti keadaan engkau wahai Rasulullah, karena Allah telah mengampuni engkau
terhadap dosa yang terdahulu dan terkemudian." Lalu beliau marah sehingga kemarahan itu
diketahui (tampak) di wajah beliau, kemudian beliau bersabda: "Sesungguhnya orang yang
paling takwa dan paling tahu tentang Allah dari kamu sekalian adalah saya."
(HR: Bukhari)

0030. "Dari Anas ra, dari Nabi saw., beliau bersabda: " Ada tiga macam perkara, barang siapa
yang di dalam dirinya itu terdapat ketiga hal tersebut, maka dapatlah ia menemukan manisnya
keimanan, yaitu : 1. Orang yang baginya, Allah dan Rasul-Nya menjadi kecintaanya lebih
daripada sesuatu apapun, 2. Orang yang mencintai seseorang dan dia mencintainya hanya
karena Allah semata, dan 3. Orang yang membenci jika kefakiran yakni murtad sesudah
memeluk agama Islam sesudah diberi pertolongan oleh Allah, sebagaimana kebenciannya jika
ia dilemparkan ke dalam api neraka."
(HR: Bukhari)

0031. "Dari Abu Sa'id Al Kudri ra. dari Nabi saw., beliau bersabda: Penghuni sorga masuk ke
sorga dan penghuni neraka masuk ke neraka. Kemudian Allah Ta'ala berfirman: "Keluarkan
orang yang di hatinya ada iman seberat biji sawi". Mereka keluar dari neraka dalam keadaan
hangus, mereka dimasukkan ke Nahrul hayat (bengawan kehidupan) maka mereka tumbuh
sebagimana tumbuhnya biji di tepi sungai. Apakah tidak kamu lihat dia tumbuh dengan
kuning berseri?"
(HR: Bukhari)

0032. "Dari Abu Umamah bih Sahl bahwasanya ia mendengar Abu Sa'id Al Khudri berkata:
Rasulullah saw. bersabda: "Dikala saya tidur saya mimpi manusia diperlihatkan kepadaku,
dan mereka memakai baju ada yang sampai susu, dan ada yang dibawah itu. Umar bin
Khaththab diperlihatkan atasku dan ia memakai baju yang ditariknya. Mereka berkata:
"Apakah ta'wilnya wahai Rasulullah?" Nabi bersabda: "Agama."
(HR: Bukhari)

0033. "Dari Salim bin Abdullah dari ayahnya, bahwasanya Rasulullah saw. lewat pada
seorang Anshar yang sedang memberi nasihat saudaranya perihal malu. Lalu Rasulullah saw.
bersabda: 'Biarkan dia, karena malu itu sebagian dari iman"."
(HR: Bukhari)

0034. "Dari Ibnu Umar ra bahwasanya Rasulullah saw. bersabda: "Saya diperintah untuk
memerangi manusia sehinga mereka bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah dan
sesungguhnya Muhammad itu adalah utusan Allah, mendirikan shalat dan memberikan zakat.
Apabila mereka telah melakukan itu maka terpeliharalah daripadaku darah dan harta mereka
kecuali dengan hak Islam dan hisab mereka atas Allah."
(HR: Bukhari)

0035. "Dari Abu Hurairah ra. bahwasanya Rasulullah saw. ditanya: Apakah amal yang paling
utama? Beliau bersabda: "Iman kepada Allah dan Rasul-Nya". Dikatakan : "Kemudian apa?".
Beliau menjawab: "Jihad (Berperang) di jalan Allah". Dikatakan : "Kemudian apa?" Beliau
menjawab: "Hajj yang mabrur."
(HR: Bukhari)

0036. "Dari Sa'd bin Abi Waqqash ra. bahwasanya Rasulullah saw. memberikan kepada
sekelompok orang dan Sa'd sedang duduk lalu Rasulullah saw meninggalkan seorang laki-laki
yang mana dialah orang yang paling menarik atasku. Lantas saya berkata : "Wahai Rasulullah,
ada apakah engkau terhadap Fulan? Demi Allah saya melihat dia seorang mu'min". Ia berkata:
" atau seorang muslim". Saya diam sebentar, kemudian apa yang saya ketahui daripadanya
mengalahkan saya, lalu saya ulangi perkataan saya. Saya katakan: "Ada apakah engkau
terhadap Fulan? Demi Allah saya melihatnya sebagai seorang mu'min. Ia berkata: "Atau
seorang muslim". Saya diam sebentar kemudian apa yang saya ketahui dari padanya
mengalahkan saya, maka saya mengulangi perkataan saya, dan Rasulullah saw. kembali
kemudian beliau bersabda: " Wahai Sa'd sesunguhnya saya memberikan kepada seorang laki-
laki dengan orang lain lebih tercinta olehku daripadanya karena takut ia dicampakkan oleh
Allah ke dalam neraka."
(HR: Bukhari)

0037. "Dari Abdullah bin Amr bahwasanya ada seorang bertanya kepada Rasulullah saw. :
"Amal perbuatan apakah di dalam Islam yang baik?". Beliau menjawab: "Memberi makan
(orang lapar) dan mengucapkan salam kepada orang yang telah engkau kenal dan orang yang
belum kamu kenal."
(HR: Bukhari)

0038. "Dari Ibnu Abbas ra., ia berkata: Nabi saw. bersabda: "Ditampakkan padaku neraka,
tiba-tiba kebanyakan penghuninya adalah orang-orang wanita yang ingkar. Dikatakan:
"Apakah mereka ingkar kepada Allah?" Beliau bersabda: " Mereka ingkar kepada suaminya
dan mengingkari kebaikan. Seandainya kamu berbuat baik kepada salah seorang dari padanya
setahun kemudian ia melihat sesuatu (yang tak menyenangkan) dari padamu maka ia berkata:
"Saya tidak pernah melihat kebaikan daripadamu."
(HR: Bukhari)

0039. "Dari Ma'run, ia berkata : Aku bertemu Abu Dzar di Rabadzah, ia mengenakan pakaian
indah, dan budaknya juga mengenakan baju yang sama. Saya bertanya tentang alasannya. Dia
menjawab: "Saya mencela seorang laki-laki lalu saya cacat ibunya. Lalu Nabi saw. berkata
kepadaku: "Wahai Abu Dzarr, apakah kamu cacat ibunya?" Sesungguhnya kamu seorang yang
masih ada jahiliyyahnya. Pelayanmu adalah saudaramu yang dijadikan oleh Allah di bawah
kekuasaanmu. Barangsiapa yang saudaranya di bawah kekuasaanya maka hendaklah ia
memberi makan dari apa yang dimakannya, dan memberi pakaianan dari apa yang
dipakainya, dan jangan membebani mereka sesuatu yang memberatkan mereka dan jika kamu
membebani mereka maka tolonglah."
(HR: Bukhari)

0040. "Dari Ahnaf bin Qais, ia berkata: "Aku pergi hendak memberi pertolongan kepada
orang ini, kemudian aku bertemu Abu Bakrah, lalu ia bertanya: "Hendak kemanakah kamu?".
Aku menjawab: "Aku hendak memberi pertolongan kepada orang ini". Abu Bakrah berkata:
"Kembali sajalah". Karena saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Apabila dua orang
Islam bertemu dengan pedangnya, (berperang : pen) maka orang yang membunuh di neraka
dan orang yang terbunuh di neraka." Lalu kami bertanya: " Ini yang membunuh, lalu
bagaimanakah orang yang dibunuh?" Beliau bersabda: "Sesungguhnya ia (orang yang
terbunuh) loba untuk membunuh temannya."
(HR: Bukhari)

0041. "Dari Abdullah, ia berkata: Ketika turun ayat "ALLADZIINA AAMANUU WALAM
YALBISUU IIMAANAHUM BIZHULMIN" (Orang-orang yang beriman dan tidak
mencapuradukkan iman mereka dengan kezhaliman (syirik). Para sahabat Rasulullah
saw. berkata : "Siapakah diantara kita yang tidak zhalim?" Maka Allah menurunkan
"INNASYSYIRKA LAZHULMUM 'AZHIM'' (Sesungguhnya kemusyrikan itu adalah
kemalangan yang sangat besar)."
(HR: Bukhari)

0042. "Dari Abu Hurairah ra. Dari Nabi saw., beliau bersabda :"Tanda munafiq ada tiga yaitu:
"Apabila berbicara maka ia berdusta, apabilaberjanji maka ia menyelisihi, dan apabila
dipercaya maka ia berkhianat."
(HR: Bukhari)

0043. "Dari Abdullah bin Amr ra. bahwasanya Nabi saw. Bersabda : Empat hal, barang siapa
yang empat hal itu ada pada seseorang maka ia seorang munafik yang tulus, dan
barangsiapa yang padanya ada satu pekerti dari padanya maka pada orang tersebut ada
satu pekerti kemunafikan sehingga ia meninggalkannya, yaitu: Apabila ia dipercaya
maka ia berkhianat, apabila berbicara maka ia berdusta, apabila berjanji maka ia
menyelisihi dan apabila bertengkar maka ia berlaku curang."
(HR: Bukhari)

0044. "Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: "Barang siapa yang
mendirikan malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka ia
diampuni dosanya yang telah lampau."
(HR: Bukhari)

0045. "Dari Abu Hurairah ra. Dari Nabi saw., beliau bersanda: "Allah Yang Maha Perkasa dan
Maha Mulia menguasakan orang yang keluar di jalan-Nya hanya karena iman kepada-
Ku dan membenarkan Rasul-Ku maka Aku memulangkannya dengan pahal atau
rampasan perang atau sorga yang diperolehnya. Seandainya bukan karena menyulitkan
atas umat saya, niscaya tidak duduk-duduk di belakang detasemen tentara dan sungguh
saya suka untuk terbunuh di jalan Allah kemudian saya dihidupkan, kemudian dibunuh
dan dan dihidupkan kembali dibunuh."
(HR: Bukhari)

0046. "Dari Abu Hurairah ra. bahwasanya Rasulullah saw. Bersabda: "Barangsiapa yang
berpuasa Ramadlan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka ia diampuni
dosanya yang telah lampau."
(HR: Bukhari)

0047. "Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Rasulullah saw. bersabda:"Barangsiapa yang
berpuasa Ramadlan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka ia diampuni
dosanya yang telah lampau." "
(HR: Bukhari)

0048. "Dari Abu Hurairah ra. dari Nabi saw., beliau bersabda: "Sesungguhnya agama itu
mudah dan seseorang tidak akan sangat menguatkan agama kecuali ia mengalahkannya,
maka berlaku pertengahanlah, mendekatkan dirilah, berilah khabar gembira dan
mohonkan pertolongan pagi, sore dan sedikit pada akhir malam."
(HR: Bukhari)

0049. "Dari Barra ra. bahwasanya Nabi saw. Ketika pertama sampai di Madinah beliau
singgah di tempat nenek-nenek beliau dari kalangan Anshar. Beliau shalat menghadap
Baitul Magdis selama enam belas bulan atau tujuh belas bulan. Beliau gemar kiblatnya
itu menghdap ke Baitullah (Ka'bah), dan shalat beliau yang pertama dilakukan adalah
shalat Ashar, dan suatu kaum shalat bersama beliau. Lalu keluarlah seorang laki-laki
yang shalat bersama beliau dan melewati penghuni masjid dan mereka sedang ruku' lalu
dia berkata: Saya bersaksi dengan nama Allah, sungguh saya telah shalat bersama
Rasulullah saw. ke arah Baitullah sebagaimana kaum itu. Dulunya orang-orang Yahudi
dan Ahli kitab senang kepada mereka (kaum muslimin) karena beliau shalat menghadap
Baitul Maqdis. Ketika beliau mengalihkan wajah ke arah Baitullah maka mereka
(orang-orang Yahudi dan Ahli Kitab) mengingkari hal itu."
(HR: Bukhari)
0050. "Dari Abu Sa'id Al Khudri ra. bahwasannya ia mendengar Rasulullah saw. bersabda:
"Apabila seorang hamba masuk Islam dan Islamnya baik maka menghapus setiap
keburukan daripadanya yang dahulu dikerjakannya. Sesudah itu qishash yakni kebaikan
(dibalas) sepuluh kali sampai tujuh ratus kali, dan keburukan dengan sepadannya
kecuali Allah mengampuninya."
(HR: Bukhari)

0051. "Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda : "Apabila salah seorang
diantara kalian memperbaiki agamanya maka amal-amal baiknya akan dibalas sepuluh kali
lipat sampai tujuh ratus untuk setiap amal baik dan suatu perbuatan buruk akan dicatat seperti
itu juga."
(HR: Bukhari)

0052. "Dari Aisyah ra. bahwasanya Nabi saw., masuk pada Aisyah dan disisinya seorang
wanita, lalu Nabi bertanya: "Siapakah ini?" Aisyah berkata: "Fulanah yang menuturkan
shalatnya". Nabi bersabda: "Atasmu apa yang menjadi kemampuanmu. Demi Allah, Allah
tdak bosan sehingga kamu bosan. Agama yang paling dicintai-Nya adalah sesuatu (agama)
yang pemiliknya (mengamalkan) terus menerus."
(HR: Bukhari)

0053. "Dari Anas ra. dari Nabi saw., beliau bersabda: "Akan keluar dari neraka orang yang
mengucapkan: "Tidak ada Tuhan melainkan Allah". Dan di dalam hatinya ada kebaikan
seberat biji gandum. Dan akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan: "Tidak ada
Tuhan melainkan Allah dan di hatinya ada kebaikan seberat atom."
(HR: Bukhari)

0054. "Dari Anas dari Nabis saw. : "Keimanan itu tempat kebaikan."
(HR: Bukhari)

0055. "Dari Umar bin Khaththab ra. bahwasanya seorang laki-laki dari Yahudi berkata
kepadanya: "Wahai Amirul mu'minin, suatu ayat didalam kitabmu yang kamu baca
seandainya ayat itu turun atas kami golongan Yahudi niscaya kami jadikan hari raya. Umar
berkata: "Ayat mana itu?" Ia menjawab: "AL YAUMA AKMALTU LAKUM DIINAKUM
WA ATMAMTU 'ALAIKUM NI'MATII WARADLIITU LAKUMUL ISLAAMA DIINAN"
(Pada hari ini Aku sempurnakan untukmu agamamu dan Aku sempurnakan atasmu ni'mat-Ku
dan aku rela Islam sebagai agama bagimu). Lalu Umar berkata : Kami telah mengetahui hari
itu dan tempat turunnya atas Nabi saw. yaitu beliau sedang berdiri di Arafah pada hari
Jum'ah."
(HR: Bukhari)

0056. "Dari Malik bin Anas dari pamannya Abu Suhail bin Malik dari ayahnya bahwasanya ia
telah mendengar Thalhah bin Ubaidillah berkata: "Seorang laki-laki penduduk Najd datang
kepada Rasulullah saw. morak-marik (rambut) kepalanya, kami mendengar dengan suaranya
dan kami tidak memahami apa yang dikatakannya sehingga dekat. Tiba-tiba ia tanya tentang
Islam. Lalu Rasulullah saw. bersabda: "Shalat lima kali dalam sehari semalam." Lalu ia
berkata: "Apakah ada kewajiban atasku selainnya?" Beliau bersabda: "Tidak, kecuali yang
sunat." Rasulullah saw. bersabda: "Dan puasa Ramadlan." Ia bertanya: "Apakah ada
kewajiban atasku selainya?" Beliau bersabda: "Tidak, kecuali sunat." Thalhah berkata : Dan
Rasulullah menuturkan kepadanya zakat." Ia berkata: Apakah wajib atasku selainnya?" Beliau
bersabda: "Tidak kecuali sunat." Thalhah berkata: lalu laki-laki itu berpaling seraya berkata:
Demi Allah saya tidak menambah atas ini dan tidak pula menguranginya." Rasulullah saw.
bersabda: "Berbahagialah dia, jika benar."
(HR: Bukhari)

0057. "Dari Abu Hurairah ra. bahwasanya Rasulullah saw. bersabda: "Barangsiapa yang
mengiringkan jenazah orang Islam karena iman dan mengharapkan pahala dari Allah dan ia
bersamanya sehingga jenazah itu dishalati dan selesai dikuburkan maka ia kembali mendapat
pahala dua qirath yang masing-masing qirath seperti gunung Uhud. Dan barangsiapa yang
menshalatkannya kemudian ia kembali sebelum dikuburkan maka ia kembali dengan (pahala)
satu qirath."
(HR: Bukhari)

0058. "Dari Abdullah bin Mas'ud ra. bahwasanya Nabi saw. bersabda : "Mencaci maki orang
muslim adalah fasiq dan memeranginya adalah kafir."
(HR: Bukhari)

0059. " Dari Annas, ia berkata: Ubadah bin Shamit memberi khabar kepadaku bahwasanya
Rasulullah saw. keluar memberitahukan tentang lailaul qadar. Lalu dua orang Islam saling
mencaci maki tentang lailatul qadar. Lalu beliau bersabda: "Sesungguhnya saya keluar untuk
memberitakan kepadamu tentang lailatul qadar. Dan sesungguhnya Fulan dan Fulan saling
mencaci maki tentang lailatul qadar maka diangkatlah niyatnya, dan barangkali ia lebih baik
bagimu. Carilah lailatul qadar itu pada tanggal tujuh, sembilan, dan lima (yang dimaksud
adalah tanggal 27, 29, dan 25 Ramadlan)."
(HR: Bukhari)

0060. "Dari Abu Hurairah ra., ia berkata:"Ketika Rasulullah saw. Di suatu majlis sedang
berbicara dengan suatu kaum, datanglah seorang kampung dan berkata: "Kapankan kiamat
itu?" Rasulullah terus berbicara, lalu sebagian kaum berkata:"Beliau mendengar apa yang
dikatakan olehnya, namum beliau benci terhadap apa yang dikatakan itu." Dan sebagian dari
mereka berkata: "Namun beliau tidak mendengarnya. "Sampai sampai ketika beliau selesai
berbicara maka beliau bersabda: "Dimanakah gerangan orang yang bertanya tentang kiamat?"
Ia berkata: "Hai saya wahai Rasulullah" Beliau bersabda: "Apabila amanat itu disia-siakan
maka nantikanlah kiamat." Ia berkata: "Bagaimana menyia-nyiakannya?" Beliau bersabda:
"Apabila perkara (urusan) diserahkan kepada selain ahlinya, maka nantikanlah kiamat."
(HR: Bukhari)

0061. "Dari Abdullah bin Amr ra., ia berkata: Nabi saw. Tertinggal dari kami dalam suatu
perjalanan yang kami tempuh lalu beliau menyusul kami, dan kami telah terdesak shalat.
Kami berwudhu, dan ketika kami sampai membasuh kaki, lalu beliau menyeru dengan suara
yang keras:"Celakalah bagi tumit-tumit karena api neraka" dua ato tiga kali."
(HR: Bukhari)

0062. "Dari Ibnu Umar ra., ia berkata: Rasulullah saw. Bersabda: "Sesungguhnya di antara
pohon-pohon itu ada pohon yang daunnya tidak gugur, sesungguhnya itulah perumpamaan
orang muslim, maka ceriterakanlah kepada kami pohon apakah itu?" Orang-orang menduga
pohon di padang pasir. Abdullah berkata: "tergores dalam hatiku bahwa pohon itu adalah
pohon kurma, namun saya malu." Kemudian orang-orang sama berkata: "Silahkan
memberitahukan kepada kami, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab:"Pohon kurma"."
(HR: Bukhari)

0063. "Dari Ibnu Umar ra., ia berkata: Rasulullah saw. Bersabda: "Sesungguhnya di antara
pohon-pohon itu ada pohon yang daunnya tidak gugur, sesungguhnya itulah perumpamaan
orang muslim, maka ceriterakanlah kepada kami pohon apakah itu?" Orang-orang menduga
pohon di padang pasir. Abdullah berkata: "tergores dalam hatiku bahwa pohon itu adalah
pohon kurma, namun saya malu." Kemudian orang-orang sama berkata: "Silahkan
memberitahukan kepada kami, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab:"Pohon kurma"."
(HR: Bukhari)

0064. "Dari Anas bis Malik ra., ia berkata: Ketika kami duduk dengan Nabi saw di masjid,
masuklah seseorang laki-laki yang mengendarai unta, lalu mendekamkan ontanya di dalam
masjid, dan mengaitkannya, kemudian berkata:"Manakah diantara kalian yang bernama
Muhammad? Dan Nabi saw. bertelekan di antara mereka, lalu kami katakan "laki-laki putih
yang bertelekan ini. Laki-laki itu berkata: "Putera Abdul Muthalib?" Nabi bersabda
kepadanya: "Saya telah menjawabmu." Ia berkata:"Sesungguhnya saya bertanya kepadamu,
berat atasmu namun janganlah diambil hati olehmu terhadap saya." Beliau
bersabda:"Tanyakan apa-apa yang timbul dalam dirimu." Ia berkata: "Saya bertanya
kepadamu tentang Tuhanmu, dan Tuhan orang-orang sebelummu. Apakah Allah mengutusmu
kepada seluruh manusia?" Nabi bersabda:"Wahai ya Allah." Ia berkata:"Saya sebutkan
kepadamu karena Allah, apakah Allah menyuruhmu untuk sholat 5 waktu dalam sehari
semalam?" Beliau bersabda:"Wahai Allah, ya."Ia berkata:"Saya sebutkan kepadamu karena
Allah, apakah Allah menyuruhmu untuk puasa pada bulan ini (Ramadhan) dalam satu tahun?"
Beliau bersabda:"Wahai Allah, ya". Ia berkata: Saya sebutkan kepadamu karena Allah, apakah
Allah menyuruhmu mengambil zakat itu dari orang-orang kaya kita, lalu kamu bagikan atas
orang-orang fakir kita?" Beliau bersabda:"Wahai Allah, ya." Lalu laki-laki itu berkata:"Saya
percaya kepada apa yang kamu bawa dan saya adalah utusan dari orang-orang yang
dibelakang saya dari kalangan saya. Saya Dhimam bin Tsa'labah saudara Bani Sa'd bin Bakr."
(HR: Bukhari)

0065. "Dari Abdullah bin Abbas bahwasanya Rasulullah saw. Mengutus seorang laki-laki
untuk membawa surat beliau dan laki-laki itu disuruh memberikannya kepada Pembesar
Bahrain, lalu Pembesar Bahrain menyerahkan kepada Kisra. Ketika Kisra membacanya
kemudian merobek-robeknya. Ia berkata: Lalu Rasulallah saw. mendo'akan agar mereka
benar-benar di robek."
(HR: Bukhari)

0066. "Dari Anas bis Malik ra., ia berkata: Nabi saw. Membuat suatu surat atau berkehendak
untuk membuat surat. Lantas dikatakan kepada beliau:"Bahwasanya mereka tidak mau
membaca surat kecuali bila distempel. Kemudian beliau mengambil cincin perak yang ada
ukirannya "Muhammad Rasulullah" (Muhammad utusan Allah), seolah-olah saya melihat
putihnya cincin itu di tangan beliau. Lalu aku berkata kepada Qaradah, siapakah yang
mengatakan bahwa lukisannya it berbunyi "Muhammad Rasulullah". Dia mengatakan ia
adalah Anas."
(HR: Bukhari)

0067. "Dari Abu Waqid Al Laitsi ra. Bahwasanya Rasulullah saw. Ketika beliau duduk di
masjid bersama orang-orang tiba-tiba datang tiga orang, yang dua orang menghadap kepada
Nabi saw. Dan seorang (diantaranya) pergi. Dua orang itu berhenti pada Rasulullah saw., yang
seorang melihat tempat kosong di ruangan itu lalu mendudukinya, yang seorang duduk di
belakang mereka, dan yang ketiga berpaling, pergi. Ketika Rasulullah saw. selesai, beliau
bersabda : "Maukah saya beritakan tentang tiga orang, yaitu : salah seorang diantara mereka
berlindung kepada Allah maka Allah melindunginya, seorang yang lain ia malu maka Allah
malu terhadapnya dan yang lain lagi berpaling maka Allah berpaling dari padanya."
(HR: Bukhari)

0068. "Dari Abdurrahman bin Abi Bakrah dari ayahnya, ia berkata: Nabi saw. Duduk pada
onta beliau dan seseorang memegang kendalinya, beliau bersabda :"Hari apakah ini? Kami
diam karena kami menduga bahwa beliau akan menamakannya dengan selain namanya.
Beliau bersabda : "Bukankah ini hari nahar (korban)?". Kami diam karena kami menduga
beliau akan memberi nama dengan selain namanya. Lalu beliau bersabda : "Bukankah Dzul
Hujjah?" Kami menjawab : "Ya". Beliau bersabda : "Sesungguhnya darahmu, hartamu, dan
kehormatanmu diantaramu semua adalah haram (terlarang) seperti terlarangnya harimu itu,
dalam bulanmu ini di negerimu ini. Hendaklah orang yang hadir menyampaikan kepada orang
yang tidak hadir, karena barengkali orang yang hadir itu menyampaikan kepada orang yang
lebih menjaga (lebih hafal) daripadanya."
(HR: Bukhari)

0069. "Dari Ibnu Mas'ud ra., ia berkata :"Nabi saw. Selalu menyelingi kami dalam beberapa
hari dengan nasehat karena khawatir membosankan."
(HR: Bukhari)

0070. "Dari Anas ra. Dari Nabi saw., Beliau bersabda: "Mudahkanlah dan jangan
mempersulit, beri berita gembiralah dan jangan membuat berita yang menjadikan orang lari."
(HR: Bukhari)

0071. "Dari Abu Wail, ia berkata: " Abdullah itu pada setiap hari kamis memberikan
peringatan (yakni mengajar ilmu-ilmu keagamaan kepada orang banyak). Kemudian
ada seorang kawannya berkata:"Wahai Abdurrahman, aku sebenarnya lebih senang
andaikata kamu memberikan peringatan ajaran-ajaran agama itu setiap hari". Abdullah
lalu menjawab:"Cuma ada satu hal yang melarangku berbuat begitu, yaitu aku tidak
senang untuk membuatmu bosan, dan sesungguhnya aku akan memberikan nasihat-
nasihat kepada kamu sebagaimana Nabi memberi kami nasihat karena khawatir
membuat kami bosan."
(HR: Bukhari)

0072. "Dari Ibnu Syihab, ia berkata: Humaid bis Abdurrahman berkata: Saya mendengar
Mu'awiyah sewaktu ia berkhutbah mengatakan: Aku mendengar Rasulullah saw.
Bersabda:" Barangsiapa yang dikehendaki Allah dalam kebaikan maka Allah
menjadikannya pandai agama. Saya ini hanya pembagi (penyampai wahyu secara
merata), dan Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mulia memberi (pemahaman). Umat
ini senantiasa menegakkan urusan Allah, dan orang yang sesudah mereka tidaklah
membahayakan mereka sehingga datang perintah Allah."
(HR: Bukhari)

0073. "Dari Mujahid, ia berkata: Aku pernah menemani Ibnu Umar ke Madinah, tetapi tidak
ada yang kudengar dari padanya menguraikan hadits dari Rasulullah saw. Melainkan
hanya sebuah hadits saja. Ia berkata: "Kami dimasa Rasulullah saw. didatangkan
sedapur kurma lalu beliau bersabda: " Sesungguhnya diantara pohon-pohon ada pohon
yang dapat diperumpamakan seperti seorang muslim. Aku sudah berkehendak akan
mengatakan bahwa pohon yang beliau maksudkan itu adalah kurma, namun ketika itu
saya orang yang paling muda lalu saya diam." Nabi bersabda: "Itu adalah pohon
kurma."
(HR: Bukhari)
0074. "Dari Abdullah bin Mas'ud, ia berkata: Nabi saw. Bersabda: "Tidak dengki kecuali pada
dua hal yaitu seorang laki-laki yang diberi harta oleh Allah lalu harta itu dikuasakan
penggunaannya dalam kebenaran, dan seorang laki-laki yang diberi hikmah oleh Allah
di mana ia memutuskan dan mengajar dengannya."
(HR: Bukhari)

0075. "Dari Ibnu Abbas, bahwasanya ia berselisih pendapat dengan Hurri bin Qais bin Hishin
Al Farazi perihal kawan Nabi Musa yakni orang yang dicari oleh Nabi Musa as. Untuk
dimintai bahwa kawan yang dimaksud itu ialah Khadlir sedangkan Hurri mengatakan
bukan itu. Kemudian di muka mereka berdua itu berjalanlah Ubay bin Ka'ab. Ibnu
Abbas lalu memanggilnya kemudian berkata: "Sesungguhnya aku berselisih pendapat
dengan sahabatku ini mengenai siapa kawan Musa yang olehnya ditanyakan mengenai
jalan untuk menuju ketempatnya itu, agar dapat bertemu dengannya. Apakah kamu
pernah mendengar perihal hal-ikhwal yang kamu dengar sendiri dari Nabi saw.?" Ubaiy
bin Ka'ab menjawab: "Ya, saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Ketika Musa
duduk duduk bersama beberapa orang Israil, seseorang laki-laki datang dan bertanya
kepadanya:"Apakah kamu tahu seseorang yang lebih mengetahui daripada kamu?"
Musa menjawab: "Tidak". Maka Allah menurunkan wahyu kepada Musa: "Bahkan
hamba Kami Khadlir (lebih mengetahui daripada engkau)". Musa bertanya kepada
(Allah) bagaimana cara bertemu dengannya (Khadlir). Maka Allah menjadikan ikan
sebagai sebuah tanda baginya dan dikatakan bahwa ketika ikan hilang, dia berkeinginan
untuk kembali (ke tempat dimana ikan itu hilang) dan disanalah dia akan bertemu
(Khadlir). Maka Musa pun mengikuti jejak ikan laut. Murid Musa berkata kepadanya:
"Adakah kamu melihat kita berdiam yakni ketika beristirahat di batu besar.
Sesungguhnya aku terlupa kepada ikan hiu itu dan tiada yang membuat aku lupa tentang
hal itu, melainkan syetan". Musa berkata: "Kalau demikian, memang itulah tempat yang
kita cari". Lalu keduanya kembali, mengikuti jejak semula. Lalu mereka bertemu
dengan Khadlir. (Dan) apa yang terjadi pada mereka selanjutnya telah diceritakan di
dalam Al Quran surat Al Kahfi."
(HR: Bukhari)

0076. "Dari Ibnu Abbas, ia berkata: Rasulullah saw. Memelukku dan bersabda:"Wahai Allah,
ajarkanlah Al Qur'an kepadanya."
(HR: Bukhari)

0077. "Dari Abdullah bis Abbas, ia berkata:"Saya datang kepada orang yang datang dengan
naik keledai, pada hari itu saya hampir dewasa dan Rasulullullah sedang shalat di Mina
tanpa dinding. Saya melewati muka shaf, dan saya melepaskan keledai itu makan dan
minum lalu saya masuk ke shaf, hal itu tidak diingkari atasku."
(HR: Bukhari)

0078. "Dari Mahmud bin Rabi', ia berkata: Saya tahu ludahan dari timba yang dilakukan oleh
Nabi saw. Di wajah saya dan anak yang umut lima tahun."
(HR: Bukhari)

0079. "Dari Musa ra. Dari Nabi saw., beliau bersabda:"Perumpamaan apa yang diutuskan oleh
Allah kepadaku yakni petunjuk dan ilmu adalah seperti hujan lebat yang mengenai
tanah. Dari tanah itu ada yang gembur yang dapat menerima air lalu tumbuhlah padang
rumput yang banyak. Dari padanya ada yang keras dapat menahan ait dan dengannya
Allah memberi kemanfaatan kepada manusia lalu mereka minum, menyiram dan
bertani, dan air hujan itu mengenai kelompok lain yaitu tanah licin, tidak dapat
menahan air dan tidak dapat menumbuhkan pada rumput. Demikian itu perumpamaan
orang yang pandai agama Allah dan apa yang diutuskan kepadaku bermanfa'at baginya,
ia pandai dan mengajar, dan perumpamaan orang yang tidak menolak kepadanya, dan ia
tidak mau menerima petunjuk Allah yang mana saya diutus dengannya."
(HR: Bukhari)

0080. "Dari Anas ra., ia berkata: Rasulullah saw. Bersabda: "Sesungguhnya sebagian dari
tanda-tanda kiamat adalah dihilangkannya ilmu, ditetapkannya kebodohan, diminumnya
khamer dan nampaknya perzinaan."
(HR: Bukhari)

0081. "Dari Anas ra., ia berkata: "Sungguh aku ceritakan kepadamu suatu hadist yang tidak
diceritakan kepadanya oleh seorangpun sesudah saya. Saya mendengar Rasulullah saw.
Bersabda: " Sesungguhnya sebagian dari tanda-tanda kiamat adalah menyedikitnya ilmu,
nampaknya kebodohan dan perzinaan, banyaknya wanita dan sedikitnya laki-laki sehingga
lima puluh wanita satu penegak (laki-laki yang mengurus)."
(HR: Bukhari)

0082. "Dari Hamzah bis Abdillah bin Umar, ia berkata: Saya mendengar Nabi saw. Bersabda:
" Ketika saya tidur di datangkan pada saya segelas susu, lalu saya minum, kemudian
kelebihannya saya berikan kepada Umar bin Khatab." Mereka berkata: " Engkau ta'wilkan
apakah wahai Rasulullah?" Beliau bersabda: "Ilmu."
(HR: Bukhari)

0083. "Dari Abdullah bin Amr bis Ash ra. Bahwasanya Nabi saw. Wuquf pada hajji Wada' di
Mina bersama orang-orang mereka bertanya kepada beliau, kemudian datanglah seorang laki-
laki berkata: "Saya tidak mengetahui, lalu saya bercukur sebelum menyembelih." Beliau
bersabda: " Sembelihlah dan tidak berdosa." Orang lain datang dan berkata: " Saya tidak tahu
saya menyembelih sebelum melempar (jumrah)." Beliau bersabda: "Lemparkanlah (jumrah)
dan tidak berdosa." Nabi saw. tidaklah ditanya tentang sesuatu yang diajukan dan
dikemudiankan kecuali beliau bersabda: "Lakukanlah dan tidak berdosa."
(HR: Bukhari)

0084. "Dari Ibnu Abbas bahwasanya Nabi saw. Ditanya tentang hajjinya. Maka beliau
bersabda: "Aku sudah menyembelih sebelum melontar jumrah.", kemudian beliau saw.
Memberi isyarat dengan tangannya, menyatakan bahwa hal itu tidak ada halangannya apa-
apa. Lalu orang lain berkata: "Aku mencukur rambutku sebelum menyembelih (binatang
kurban)". Nabi memberi isyarat dengan tangan dan berkata: "Tidak apa-apa."
(HR: Bukhari)

0085. "Dari Salim, ia berkata: Saya mendengar Abu Hurairah dari Nabi saw., beliau bersabda:
"Ilmu itu dicabut, kebodohan dan fitnah-fitnah itu akan tampak, dan banyak kegemparan."
Dikatakan:"Demikianlah", dengan tangan beliau, lalu beliau merobohkannya, seolah-olah
beliau menghendaki pembunuhan."
(HR: Bukhari)

0086. "Dari Asma' binti Abu Bakar ra. Ia berkata: Saya datang kepada Aisya ra. Dimana ia
sedang shalat, lalu saya berkata: "Ada urusan apakah manusia itu?" Ia menunjuk ke langit.
Tiba-tiba orang-orang berdiri. Lalu ia berkata: "Maha Suci Allah". Saya berkata:"Ada suatu
bukti (tanda kebesaran Allah = pen)". Ia mengisyaratkan dengan kepalanya yakni "ya". Lalu
saya berdiri sehingga awan tipis naik di atas ku, dan saya tumpahkan air di atas kepalaku.
Lalu Nabi saw. memuji Allah, kemudian bersabda: "Tidak ada sesuatu yang diperlihatkan
kepadaku kecuali saya lihat di tempatku ini, sampaipun sorga dan neraka. Diwahyukan
kepadaku, bahwa kami sekalian dikenakan fitnah dalam kubur-kuburmu, seperti atau
mendekati fitnah Dajjal. Ditanyakan: "Apakah pengertianmu tentang laki-laki itu?" Adapun
orang-orang yang beriman atau meyakinkan maka ia menjawab:"Dia adalah Muhammad, dia
utusan Allah, datang kepada kami dengan membawa keterangan-keterangan dan petunjuk,
lalu kami menerima dan mengikuti beliau", dia Muhammad", tiga kali. Lalu dikatakan
kepadanya:"Tidurlah dengan baik, sungguh Kami telah mengetahui beliau bahwa anda adalah
orang yang yakin kepadanya". Adapun orang munafik atau orang-orang yang ragu
menjawab:"Saya tidak tahu, saya mendengar orang-orang mengatakan sesuatu, lalu saya
mengatakannya."
(HR: Bukhari)

0087. "Dari Abu Jamrah, ia berkata: "Saya pernah menjadi penterjemah antara Ibnu Abbas
dan orang banyak. Ibnu Abbas berkata: "Sesungguhnya tamu Abdul Qais ketika pada suatu
waktu mendatangi Nabi saw, lalu beliau bersabda:"Siapakan kaum itu atau siapakah utusan
itu?" Mereka berkata:"Rabiah." Beliau bersabda:"Selamat datang kaum utusan semoga tak
ada kesedihan dan penyesalan." Mereka berkata:"Wahai Rasulullah, sesungguhnya kamu
tidak dapat datang kepada engkau kecuali datang bulan Haram, karena diantara kita ada
perkampungan ini yang (berpenghuni) kafir Mudhar, maka perintahlah kami dengan perkara
utama yang kami beritakan kepada orang-orang yang ada dibelakang kami dan karenanya
kami masuk sorga. Dan mereka bertanya kepada beliau tentang minuman. Lalu beliau
menyuruh mereka dengan empat perkara dan melarang mereka dengan empat perkara yaitu
Iman kepada Allah sendiri. Beliau bertanya: "Tahukan kalian apakan iman kepada Allah
sendiri?" Mereka berkata: "Allah dan Rasulnya lebih mengetahui." Beliau bersabda: "Bersaksi
tidak ada Tuhan melainkan Allah sendiri, tidak ada sekutu bagi-Nya dan sesungguhnya
Muhammad itu utusan Allah, mendirikan sholat, memberikan zakat, puasa Ramadhan, dan
kalian memberikan seperlima harta rampasan perang", dan beliau melarang mereka dari 4 hal
yaitu: guci hijau, labu kering, pohon kurma yang diukir dan sesuatu yang dilumuri tir (empat
hal ini adalah alat untuk membuat minuman keras=pen) dan barangkali beliau bersabda:
Barang yang dicat. Dan beliau bersabda:"Peliharalah itu dan beritakanlah kepada orang yang
dibelakang kalian!"
(HR: Bukhari)

0088. "Dari Uqbah bin Harits ra. Bahwasanya ia memperistri puteri Abu Ihab bin Aziz, lalu
datanglah seorang wanita seraya berkata:"Sesungguhnya saya menyusukan Uqbah dan wanita
yang dinikahinya." Uqbah berkata kepadanya:"Saya tidak tahu bahwa anda menyusui saya
dan anda tidak memberitahukan kepada saya". Lalu ia naik (kendaraan) menuju kepada
Rasulullah saw. di Madinah dan ia bertanya kepada beliau. Kemudian Rasulullah saw.
bersabda:"Bagaimana (anda menyetubuhi) dan telah diketahui", Lalu Uqbah menceraikannya
dan wanita bekas istrinya itu menikah dengan laki-laki lain."
(HR: Bukhari)

0089. "Dari Umar ra., ia berkata:"Dulu saya dan tetanggaku dari Anshor di Bani Umayyah bin
Zaid yaitu Awali (yakni pada desa di bagian luar) Madinah dan kami kunjung mengunjungi
Rasulullah saw., ia singgah sehari dan saya singgah sehari. Apabila saya singgah, saya minta
dibawakan berita hari itu dari wahyu dan yang lain. Apabila ia singgah maka ia berbuat
seperti itu. Temanku seorang Ashar singgah pada hari yang ada kesempatannya, lalu ia
mengetok pintu sangat keras dan ia berkata: "Ada apakah disini?" Maka saya terkejut dan
keluar kepadanya. Lalu ia berkata:"Terjadi peristiwa besar". Lalu saya masuk pada Hafshah
dan ia sedang menangis. Saya berkata:"Apakah Rasulullah menceraikan kamu?" Ia
berkata:"Saya tidak tahu". Kemudian saya masuk pada Nabi saw. dan saya berkata sambil
berdiri:"Apakah engkau menceraikan istri-istri engkau?" Beliau bersabda:"Tidak". Saya
berkata:"Allah Maha Besar."
(HR: Bukhari)

0090. "Dari Abu Mas'ud Al Anshari ra., ia berkata: Seorang laki-laki berkata:"Wahal
Rasulallah saya hampir tidak menjumpai shalat karena Fulan memanjangkan shalat." Saya
tidak melihat Nabi saw. Berada dalam nasehat yang lebih marah dari pada hari ini, lalu beliau
bersabda:"Wahai manusia sesungguhnya kamu sekalian membuat orang lari. Barangsiapa
yang shalat dengan manusia maka hendaklah ia meringankan, karena diantara mereka ada
irang sakit, ada orang yang lemah dan ada orang yang mempunyai kebutuhan."
(HR: Bukhari)

0091. "Dari Zaid bin Khalid Al Juhaniy ra. Bahwasanya Nabi saw. Di tanya oleh seorang laki-
laki tentang barang temuan. Lalu beliau bersabda:"Umumkanlah talinya", atau beliau
bersabda: "tempatnya atau kulitnya, kemudian naiklah (umumkanlah) setahun kemudian
bersenang-senanglah dengannya. Jika pemiliknya datang maka tunaikanlah (berikan) temuan
itu kepadanya. Ia berkata:"Onta yang tersesat." Lalu beliau marah sehingga merah kedua pipi
beliau atau ia berkata: merah muka beliau. Lalu beliau bersabda:"Sesuatu yang kamu
sampaikan ke air dan kamu gembalakan di pepohonan lalu biarkan sampai ditemu oleh
pemiliknya." Ia berkata: "Kambing yang tersesat!" Beliau bersabda:"Untukmu, atau
saudaramu atau serigala."
(HR: Bukhari)

0092. "Dari Abu Musa ra., ia berkata: Rasulullah saw. Ditanya tentang sesuatu yang tidak
disukai beliau, ketika hal itu diperbanyak maka beliau marah, kemudian beliau
bersabda:"Tanyakan kepada saya tentang sesuatu yang kamu kehendaki. Seorang laki-laki
berkata:"Siapakah Ayahku?" Beliau bersabda:"Ayahmu Hudzafah". Orang lain berdiri dan
berkata:"Siapakah ayahku, wahai Rasulullah?" Beliau bersabda:"Ayahmu Salim, maula
Syaibah". Ketika Umar melihat apa yang terdapat pada wajah beliau ia berkata:"Wahai
Rasulullah, sesungguhnya kami bertaubat kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha
Mulia."
(HR: Bukhari)

0093. "Dari Anas bin Malik bahwasanya Rasulullah saw. Keluar menghadapi para sahabatnya,
lalu berdirilah Abdullah bin Hudlafah kemudian berkata:"Siapakah ayahku?" Beliau bersabda:
"Ayahmu Hudzafah." Selanjutnya oleh karena terlampau banyak yang menanyakan hal ini dan
itu beliau saw. berulang-ulang mengucapkan:"Tanyalah padaku." Umar lalu berjongkok di
diatas kedua lututnya, kemudian mengucapkan:"Kita semua ridla dengan Allah menjadi
Tuhan kita dan dengan Islam menjadi agama kita dan dengan Muhammad saw. menjadi nabi
kita." Nabi saw. lalu diam."
(HR: Bukhari)

0094. "Dari Anas ra. Dari Nabi saw. Bahwasanya apabila beliau memberi salam kepada
mereka beliau salam tiga kali, dan apabila mengatakan sesuatu perkataan beliau
mengulanginya tiga kali."
(HR: Bukhari)

0095. "Dari Anas ra. Nabi saw. Bahwasanya apabila beliau mengatakan sesuatu perkataan
beliau mengulangnya tiga kali sehingga difaham, dan apabila beliau datang pada suatu kaum
maka beliau memberi salam kepada mereka tiga kali."
(HR: Bukhari)

0096. "Dari Abdullah bin Amr, ia berkata: Suatu saat Rasulullah saw. Tertunggal di belakang
kami yang sedang mengadakan perjalanan. Beliau telah bersama kami ketika kami sedang
melakukan wudlu' shalat Ashar yang akan segera dilakukan. Kami baru saja mengusap kali
kami, tiba-tiba dari tempat agak jauh beliau saw. berseru dengan suara yang amat
keras:"Celakalah kaki-kaki dari sebab kena siksa neraka." Beliau mengucapka itu dua atau
tiga kali."
(HR: Bukhari)

0097. "Dari Abu Burdah dari ayahnya, ia berkata: Rasulullah saw. Bersabda:"Tiga (golongan)
mendapat dua pahala yaitu: Seorang ahli kitab yang beriman kepada Nabinya kemudian
beriman kepada Muhammad saw., hamba sahaya apabila menunaikan hak Allah Ta'ala dan
hak taunnya, dan seorang laki-laki yang mempunyai budak wanita yang disetubuhinya,
dididiknya secara baik serta diajarkannya secara baik kemudian dimerdekakan dan
dikawininya, maka dia mendapat dua pahala."
(HR: Bukhari)

0098. "Dari Ibnu Abbas ra. Berkata:"Saya menyaksikan Nabi sa. atau Atha' berkata: Saya
menyaksikan Ibnu Abbas bahwasanya beliau tidak memperdengarkan kepada orang-orang
wanita, lalu memberi nasihat dan menyuruh mereka untuk sedekah, lalu mulailah wanita
menjatuhkan anting-anting dan cincin, lalu Bilal mengambil ujung kainnya. "
(HR: Bukhari)

0099. "Dari Abu Huraidah ra., ia berkata: Saya berkata kepada Rasulullah saw.:"Wahai
Rasulullah, siapakan orang yang paling bahagia dengan syafa'at engkau pada hari kiamat?"
Rasulullah saw. Bersabda:"Sungguh saya telah menduga Wahai Abu Hurairah agar seorang
tidak bertanya kepadaku tentang hal-hal ini lebih dahulu dari padamu karena saya mengetahui
kelobaanmu terhadap hadits. Orang yang paling bahagia dengan syafa'atku pada hari kiamat
adalah orang yang mengucapkan:"LAA ILAAHA ILLALLAH" (Tidak ada Tuhan melankan
Allah) dengan tulus dari hatinya atau jiwanya."
(HR: Bukhari)

0100. "Dari Abdullah bin Amr bin Ash ra., ia berkata: Saya mendengar Rasulallah saw.
Bersabda:"Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan mencabutnya dari hamba-
hamba-Nya. Tetapi Allah mencabut ilmu dengan mewakafkan (mematikan) ulama, sehingga
apabila Allah tidak menyisakan orang pandai maka manusia mengambil orang bodoh sebagai
pemimpin, lalu mereka ditanya maka mereka memberi fatwa tanpa ilmu, mereka sesat dan
menyesatkan."
(HR: Bukhari)

0101. "Dari Abu Sa'id Al Khudri ra., ia berkata: Orang-orang wanita berkata: "Orang-orang
laki-laki bagi engkau mengalahkan atas kami, berilah kami satu hari daripada engkau".
Beliau menjanjikan kepada mereka satu hari untuk bertemu, lalu beliau memberi
nasihat dan perintah kepada mereka. Tentang yang beliau sabdakan kepada mereka
adalah:"Tidaklah seorang wanita daripadamu sekalian telah ditinggal mati tiga orang
anaknya kecuali wanita itu akan mempunyai penghalang dari neraka." Seorang wanita
diantara mereka berkata:"Dua orang?" Beliau bersabda:"Dua orang."
(HR: Bukhari)

0102. "Dari Abu Hurairah, ia berkata:"Anak-anak itu belum baligh."


(HR: Bukhari)

0103. "Dari Ibnu Abi Mulaikah bahwasanya Aisyah isteri Nabi saw. Itu tidak pernah
mendengar sesuatu yang tidak diketahuinya melainkan tentu mengulangi untuk
menyatakan lagi sehingga diketahuinya benar-benar dan bahwasanya Nabi saw.
Bersabda:"Barangsiapa yang dihisab maka ia akan disiksa". Aisyah berkata:"Bukankah
Allah Azza wa Jalla berfirman: Ia akan dihisab (diperhitungkan) dengan perhitungan
yang mudah"> Lalu beliau bersabda: Hal itu hanyalah suatu kelapangan tetapi
barangsiapa yang diteliti betul timbangannya maka ia akan binasa."
(HR: Bukhari)

0104. "Dari Abu Syuraih ra., ia berkata: Saya mendengar Rasulullah saw. Pada hari
penaklukan (Mekah) beliau bersabda dengan sabda yang terdengar oleh dua telingaku
dan hatiku memeliharanya, serta dua mataku melihat beliau ketika beliau
menyabdakannya:"Sesungguhnya Mekkah itu dimuliakan oleh Allah Ta'ala dan manusia
tidak memuliakannya, maka tidak halal bagi seseorang yang beriman kepada Allah dah
hari akhir menumpahkan darah di Makkah, dan tidak halal menebang pepohonan di
sana. Jika salah seorang memandang adanya kemurahan (untuk berperang) dengan
peperangan Rasulullah saw. disana, maka katakanlah:" Sesungguhnya Allah Ta'ala telah
mengizinkan bagimu, dan Allah hanyalah mengizinkan bagiku sesaat di suatu siang
hari, kemudian kembali kemuliaannya (diharamkannya) pada hari ini seperti haramnya
hari kemarin. Dan orang yang hadlir hendaklah menyampaikan kepada orang yang tidak
hadlir (ghaib)."
(HR: Bukhari)

0105. "Dari Abu Barkah, Nabi saw. Menyebutnya dan bersabda: Sesungguhnya darahmu,
hartamu". Muhammad berkata:"Aku memperkirakan beliau saw. Juga bersabda:"Dan
begitu pula kehormatanmu semua adalah haram atasmu untuk diperlakukan dengan
semena-meda oleh orang lain, sebab dianggap suci, sebagaimana kesucian harimu ini,
dalam bulanmu ini. Ingatlah, orang yang menyaksikan dari kamu semua hendaklah
menyampaikan kepada orang yang tidak hadlir." Muhammad berkata:"Benar sekali apa
yang di sabdakan oleh Rasulullah saw. Ingatlah. Bukankah aku telah menyampaikan".
Ini disabdakan sampai dua kali."
(HR: Bukhari)

0106. "Dari Rab'iy bin Hirasy berkata: Saya mendengar Ali berkata: Nabi saw.
Bersabda:"Janganlah kamu berdusta atasku, karena sesungguhnya orang yang berdusta
atasku maka baiklah ia memasuki neraka."
(HR: Bukhari)

0107. "Dari Amir bin Abdullah bin Zubair dari Ayahnya, ia berkata: Saya berkata kepada
Zubair:"Saya tidak pernah mendengar dari kamu memberikan suatu hadits yang kamu
terima dari Rasulullah saw. Sebagaimana si Anu dan si Anu memberikannya. Zubair
lalu berkata:"Memang begitu, sesungguhnya saya ini tidak pernah berpisah dengan
beliau saw., tetapi saya pernah mendengar beliau saw. bersabda:"Barangsiapa yang
berdista atasku maka hendaklah ia menyediakan tempat duduknya dari neraka."
(HR: Bukhari)

0108. "Dari Abdul Aziz, Anas berkata:"Sesungguhnya ada hal yang menghalang-halangi aku
untuk memberitahukan hadits kepada kamu sekalian, yaitu karena nabi saw.
Bersabda:"Barangsiapa yang berdusta atasku maka hendaklah ia menyediakan tempat
duduknya di neraka."
(HR: Bukhari)

0109. "Dari Salamah bin Akwa' ra., ia berkata: Saya mendengar Rasulullah saw.
Bersabda:"Barangsiapa yang berkata atasku akan sesuatu yang tidak saya katakan maka
hendaklah ia menyediakan tempat duduknya di neraka."
(HR: Bukhari)

0110. "Dari abu Hurairah ra. Dari Nabi saw. Bahwasanya beliau bersabda:"Buatlah nama
dengan namaku dan jangan membuat julukan dengan julukanku. Barangsiapa yang
mimpi melihatku maka ia telah melihatku, karena syetan itu tidak dapat berubah bentuk
dengan rupaku. Dan barangsiapa yang berdusta atasku dengan sengaja maka hendaklah
ia menyediakan tempat duduknya di neraka."
(HR: Bukhari)

0111. "Dari Abu Juhaifah, ia berkata: Saya berkata kepada Ali "Apakah kamu mempunyai
kitab?" ia menjawab:"Tidak, melainkan kitab Allah, atau kekuatan memahami yang
dianugrahkan (oleh Allah) kepada seorang muslim atau apa-apa (yang ditulis) didalam
shahifah ini". Abu Juhaifah berkata lagi:"Saya lalu bertanya:"Apakah yang tercantum dalam
lembaran ini?" Ali menjawab:"Yaitu mengenai hal diikat dan dilepaskannya seorang tawanan
dan lagi seorang muslim itu tidak boleh dibunuh dengan sebab membunuh orang kafir." "
(HR: Bukhari)

0112. "Dari Abu Hurairah ra. Bahwasanya kabilah Khuza'ah membunuh seorang lelaki dari
Kabilah Laits pada tahun dibebaskan Makkah dari tangan kaum kafir dan musryik suku
Quraish. Sebab adanya pembunuhan itu karena di kalangan kabilah Laits ada orang yang
terbunuh yang dibunuh oleh orang Kabilah Khuza'ah. Hal itu diberitahukan kepada Nabi saw.,
beliau lalu menaiki kendaraannya kemudian berkhutbah. Beliau saw. dalam khutbahnya
(pidatonya) itu bersabda sebagai berikut:"Sesungguhnya Allah manahan Makkah dari gajah
atau pembunuhan, dan Rasulullah saw. serta orang-orang yang beriman diberi kekuasaan atas
mereka. Ketahuilah sesungguhnya Makkah itu tidak halal bagi seorang yang sebelumku dan
tidak halal bagi orang yang sesudahku. Ketahuilah sesungguhnya Makkah itu halal bagiku,
sesaat dari siang. Ketahuilah Bahwa Makkah pada saatku itu haram, duri-durinya tidak
dipotong, pohon-pohonnya tidak dipotong, barang-barang temuannya tidak diambil kecuali
bagi orang yang mencari (pemiliknya). Barang siapa yang terbunuh maka ia menurut
pandangan yang terbaik, adakalanya diikat dan adakalanya diikutkan orang-orang yang
terbunuh. Seseorang laki-laki dari penduduk Yaman lalu berkata:"Tuliskan untuk saya wahai
Rasulullah saw.!" Lalu beliau bersabda:"Tulislah untuk ayah fulan". Seorang laki-laki dari
suku Quraisy berkata:"Kecuali Idzkhir (tumbuh-tumbuhan yang harum baunya), wahai
Rasulullah karena Idzkhir itu ditempatkan di rumah dan kuburan kamu". Lalu Nabi saw.
bersabda:"Kecuali idzkhir" (untuk kayu bakar)"."
(HR: Bukhari)

0113. "Dari Wahab bin Munabbah dari saudaranya, ia berkata: Saya mendengar Abu Hurairah
berkata:"Tiada seorangpun dari para sahabat Nabi saw. Yang lebih banyak dalam hal
meriwayatkan hadits yang diterima dari beliau saw. Dari pada diriku sendiri, melainkan apa
yang terdapat dari Abdullah bin Amr, sebab ia mencatat apa yang di dapat dari Abdullah bin
Amr, sebab ia mencatat hadits itu dan aku mencatatnya."
(HR: Bukhari)

0114. "Dari Ibnu Abbad ra., ia berkata:"Ketika beliau saw. Sakit keras, beliau
bersabda:"Bawalah catatan kepadaku, aku catatkan untukmu, suatu catatan yang sesudah itu
kamu tidak sesat. Umar ra. Berkata: Sesungguhnya Nabi saw. Sakit berat dan di sisi kita ada
kitabullah Ta'ala (Al Quran), cukuplah bagi kami". Maka mereka berbeda pendapat dan
banyak suara. Lalu Nabi besabda:"Tinggalkanlah aku dan tidak seyogyanya bertengkar
disisiku." Ibnu Abbas lalu keluar sambil berkata:"Sesungguhnya ini adalah suatu bencana
yang merupakan bencana yang hebat sekali, yaitu adanya sesuatu yang menghalang-halangi
antara Rasulullah saw, dan lembaran catatan yang dikehendaki olehnya itu."
(HR: Bukhari)

0115. "Dari Ummu Salamah ra., ia berkata:"Nabi saw. Pada suatu malam bangun tidur lalu
beliau berkata:"Maha Suci Allah, siksa apakah yang diturunkan pada malah ini dan rahmat
apakah yang dibuka, bangunkan para penghuni kamar, banyak orang yang berpakaian di dunia
namun telanjang di akhirat."
(HR: Bukhari)

0116. "Dari Abdullah bin Umar ra., ia berkata: Rasullah saw. Shalat Isya' bersama kami pada
akhir hidup beliau. Ketika beliau membaca salam maka beliau berdiri dan
bersabda:"Bagaimana pendapatmu tentang malammu ini. Sesungguhnya pada awal seratus
tahun tidaklah tinggal seorangpun dari orang yang ada di atas permukaan bumi."
(HR: Bukhari)

0117. "Dari Ibnu Abbas ra., ia berkata: Saya bermalam di rumah bibi saya Maimunah binti Al
Harits isteri Nabi saw., dan Nabi saw. Pada malam itu disana, Nabi shalat Isya' kemudian
bangun dan bersabda: "Anak itu tidur" atau kata-kata yang menyerupainya. Kemudian beliau
bangun dan saya berdiri di kiri beliau. Beliau menjadikan saya di kanan beliau, lalu beliau
shalat 5 raka'at kemudian 2 raka'at, kemudian beliau tidur sehingga saya mendengar
dengkuran beliau kemudian beliau keluar untuk shalat."
(HR: Bukhari)

0118. "Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: Sesungguhnya manusia berkata: Abu Hurairah itu
memperbanyak (periwayatan). Seandainya tidak karena dua ayat dalam kitabullah (Al Qur'an)
niscaya saya tidak menceritakan hadits. Kemudian ia membaca:"INNALLADZINA
YAKTUMUUNA MAA ANZALNAA MINAL BAYYINAATI WAL HUDAA sampai
firman ..........ARRAHIIM" (Sesungguhnya orang-orang yang menyimpan apa yang Kami
turunkan dari keterangan-keterangan dan petunjuk ........... sampai firmannya: Yang Maha
Pengasih). (Al Baqarah: 159 - 160). // Sesungguhnya saudara-saudara kami orang-orang
Muhajirin pergi ke pasar-pasar, saudara-saudara kami orang-orang Anshar sibuk mengurusi
harta benda mereka, dan Abu Hurairah selalu bersama Rasulullah saw. karena perutnya
kenyang (mencukupkan dengan makan seadanya), ia mendatangi apa yang mereka tidak
datang dan ia hafal apa yang mereka tidak hafal."
(HR: Bukhari)

0119. "Dari Abu Hurairah ra., Ia berkata: Saya berkata:"Wahai Rasulullah sesungguhnya saya
mendengar hadist yang banyak dari engkau namun saya lupa". Beliau bersabda:"Hamparkan
selendangmu". Lalu saya menghamparkannya dan beliau mencedok dengan kedua tangan
beliau kemudian bersabda:"Himpunlah dia". Maka saya menghimpunkannya dan sesudah itu
saya tidak lupa sedikitpun."
(HR: Bukhari)

0120. "Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: Saya hafal dari Nabi saw. Dua tempat. Adapun salah
satu dari keduanya maka saya siarkan (hadist) dan seandainya yang laun saya siarkan niscaya
terputuslah tenggorokan ini."
(HR: Bukhari)

0121. "Dari Jarir bin Abdullah ra. Bahwasanya Nabi saw. Bersabda kepadanya di waktu
mengerjakan haji wada': Diamkanlah manusia. Lalu beliau bersabda:"Sesudahku
janganlah kamu kafir, di mana sebagian kamu memotong leher sebagian yang lain."
(HR: Bukhari)

0122. "Dari Sa'id bin Jubair, ia berkata: Saya berkata kepada Ibnu Abbas bahwasanya Naufa
Al Bakali mengira mengenai Musa yang diriwayatkan mengaku dirinya sebagai
manusia terpandai di dunia ini bukannya Musa dari kaum Bani Israil, tetapi ia adalah
Musa yang lain lagi." Ibnu Abbas lalu berkata:"Dustalah apa yang dikatakan oleh
musuh Allah itu. Kami diberitahu oleh Ubaiy bin Ka'ab dari Nabi saw. sebagai
berikut:"Nabi Musa berdiri seraya berpidato pada Bani Israil, ia ditanya:"Siapakah
manusia yang paling pandai?" Ia menjawab: "Saya adalah paling pandai"> Lalu Allah
murka terhadapnya karena ia tidak mengembalikan ilmu kepada Allah, dan Allah
mewahyukan kepadanya bahwa salah seorang hamba-Nya di pertemuan dua laut adalah
lebih pandai daripadamu. Musa berkata:"Wahai Tuhanku, bagaimana (saya bertemu)
dengannya?" Maka dikatakan:"Bawalah ikan di bakul, apabila kamu kehilangan ikan itu
maka dia ada disitu. Lalu Musa pergi bersama bujangnya Yusra' bin Nun dan keduanya
membawa ikan di bakul sehingga keduanya sampai di batu, lalu meletakkan kepalanya
dan tertidurlah dua orang itu. Lalu ikan itu melompat dan mengambil jalannya di laut
dengan menempuh (berenang). Musa dan bujangnya terheran-heran, lalu keduanya
keduanya pergi menghabiskan sisa hari dan malamnya. Ketika masuk waktu pagi, Muda
berkata kepada bujangnya:"Mari kita makan, sesungguhnya kita telah lelah karena
perjalanan kita, sebelumnya Musa tidak menjumpai tempat yang di perintahkannya.
Lalu bujangnya berkata:"Bagaimana pendapat tuan ketika singgah di batu, saya lupa
terhadap ikan itu". Musa berkata:"Itulah yang kita cari." Maka keduanya berbalik pada
bekasnya dengan mengikuti jejaknya. Ketika keduanya sampai di batu, tiba-tiba ada
seorang laki-laki yang bertutup kain atau beliau bersabda:"Ia menutup dengan kainnya,
lalu Musa memberi salam kepadanya dan Khadlir berkata:"Dan manakah keselamatan
di bumimu?" Musa berkata:"Saya adalah Musa". Ia berkata:"Musa Bani Israil?" Musa
menjawab:"Ya". Musa berkata lagi:"Bolehkan saya mengikuti anda agar anda mengajar
saya akan petunjuk yang telah diajarkan (oleh Allah) kepada anda?" Ia menjawab:
"Sesungguhnya anda tidak akan dapat sabar bersamaku." Wahai Musa, saya ini punya
ilmu dari ilmu Allah yang diajarkan oleh-Nya kepada saya dan di mana anda tidak
mengetahuinya, dan anda punya ilmu yang diajarkan oleh Allah kepada anda dimana
saya tidak mengetahuinya."Musa berkata:"Insya Allah anda akan mendapat saya sabar
dan tidak durhaka kepada anda pada urusan apapun." Lalu keduanya berjalan di tepi
laut, dan tidak mempunyai perahu. Lalu ada perahu lewat, dan tukang perahu diajak
bicara untuk membawa keduanya, Khadlir telah dikenal dan mereka mau membawa
keduanya tanpa bayar. Datanglah burung gereja bertengger di tepi perahu, lalu mematuk
sekali atau dua kali dari laut. Khadlir menuju ke suatu papan perahu dan papan itu
dicabutnya. Musa berkata:"Suatu kaum membawa kami tanpa upahlalu anda sengaja
naik ke perahu mereka, namun anda kemudian melobangi agar pemiliknya itu
tenggelam." Ia (Khadlir) berkata:"Bukankah saya berkata, bahwa anda tidak akan dapat
sabar bersamaku?" Musa berkata:"Janganlah anda menuntut saya karena kelupaan saya,
dan anda jangan menuntun kesukaran kepadaku karena urusanku". Yang pertama ini
karena kelupaan dari Musa. Lalu keduanya pergi, tiba-tiba ada anak sedang bermain-
main, Khadlir memegang kepalanya dari atas dan kepalanya itu dicabut dengan
tangannya. Musa berkata: Apa maksud anda membunuh jiwa suci sedang jiwa itu tidak
membunuh jiwa yang lain?" Khadlir berkata:"Bukankah saya telah berkata kepada
anda, bahwa anda tidak akan dapat sabar bersamaku." Lalu keduanya pergi sehingga
sampai di penduduk desa keduanya minta makan pada penduduknya namun mereka
enggan untuk menjamu. Keduanya mendapatkan dinding yang akan roboh. Khadlir
bertindak sendirian untuk menegakkannya. Musa berkata:"Seandainya anda mau
niscaya anda minta upah atasnya." // Khadlir berkata:"Inilah perpisahan antara saya dan
nada". Nabi saw. bersabda:"Semoga Allah membelas kasihan Musa, sungguh kami
senang seandainya Musa bersabar sehingga diceritakan atas kami tentang urusan
keduanya (Khadlir dan Musa = pen)."
(HR: Bukhari)

0123. "Dari Abu Musa ra., ia berkata: Seorang laki-laki datang kepada Nabi saw., dan
bertanya:"Wahai Rasulullah, apakah peperangan di jalan Allah itu, karena salah seorang
di antara kita berperang karena marah dan ada yang karena menjaga? Beliau saw.
Kemudian bersabda sambil mengangkat kepalanya dan tentunya beliau tidak perlu
mengangkat kepala, melainkan orang yang bertanya itu berdiri sedang beliau duduk,-
demikianlah kata Abu Musa -. Lalu beliau menjawab: "Barangsiapa yang berperang
agar hanya kalimah Allah-lah yang tertinggi, maka dia di jalan Allah."
(HR: Bukhari)

0124. "Dari Abdullah bin Amr, ia berkata:"Saya melihat Nabi saw. Sedang berada di jumrah
dan ditanya oleh beberapa orang sahabatnya. Ada seorang laki-laki berkata:"Wahai
Rasulullah, saya telah menyembelih sebelum melontar", Beliau lalu
bersabda:"Lontarlah dan tidak ada halangannya", Orang lain lagi berkata:"Wahai
Rasulullah, saya telah mencukur rambut sebelum saya menyembelih". Beliau
bersabda:"Sembelihlah dan tidak ada halangannya. Tiada suatu pertanyaanpun yang
diajukan kepada beliau, baik yang dilakukan dengan cara di dahulukan atau diakhirkan,
melainkan beliau tentu mengatakan:"Lakukanlah dan tidak ada halangannya."
(HR: Bukhari)

0125. "Dari Abdullah ra., ia berkata:"Ketika saya berjalan bersama Rasulullah saw. di
reruntuhan Madinah beliau bertelekan pada tongkat (dari pelepah korma) yang ada pada
beliau, lewatlah sekelompok Yahudi, lalu sebagian dari mereka berkata kepada sebagian
yang lain:"Tanyalah kepada beliau tentang ruh". Sebagian dari mereka
berkata:"Janganlah kamu menanyakannya agar ia tidak membawa sesuatu yang kamu
benci", Sebagian dari mereka berkata:"Sungguh kami akan bertanya kepadanya". Lalu
seorang laki-laki dari mereka berdiri dan berkata:"Wahai Abu Qasyim, apakah ruh itu?"
Beliau diam, saya berkata:"Bahwasanya beliau diberi wahyu, dan sayapun berdiri.
Ketika jelas tentang hal itu beliau membaca:"YAS ALUUNAKA 'ANIRRUUHI
QULIRRUHU MIN AMRI RABBII WAMAA UUTIITUM MINAL ILMI ILLA
QALIILAA"(Mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah ruh itu urusan Allah.
Dan mereka diberi ilmu hanya sedikit)."
(HR: Bukhari)

0126. "Dari Aswad, ia berkata : Ibnu Zubair berkata kepadaku:"Aisyah seringkali memberikan
kabar kepada kamu secara rahasia. Apakah yang dikatakan olehnya kepada kamu ketika
berada di Ka'bah itu?" Saya berkata: Aisyah mengatakan kepadaku bahwa Nabi saw
bersabda kepadaku demikian:"Hai Aisyah, andaikata bukan karena kaummu yang masih
dekat masa kebodohan, pasti aku rombak Ka'bah itu dan aku buatkan untuknya 2 pintu;
satu untuk masuk dan satu lainnya untuk keluar." Apa yang menjadi rencana beliau
saww. itu lalu dilaksanakan oleh ibnu Zubair."
(HR: Bukhari)

0127. "Dari Anas bin Malik ra., ia berkata: Mu'adz mengiringi Rasulullah saw. Pada suatu
kendaraan. Beliau bersabda:"Hai Mu'adz". Ia menjawab:"Ya, Wahai Rasulullah
kebahagiaan bagi engkau" tiga kali. Beliau bersabda:"Tidak ada seorangpun yang
bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainnkan Allah dan Muhammad adalah utusan Allah
dengan betul-betul dari hatinya kecuali orang tersebut diharamkan oleh Allah di
neraka". Ia bertanya:"Wahai Rasulullah, apakah saya tidak memberitahukan kepada
manusia, lalu mereka bergembira?" Beliau bersabda:" Apabila mereka mempercayai."
Dan Mu'adz memberitahukannya ketika meninggal agar tidak berdosa."
(HR: Bukhari)

0128. "Dari Anas, ia berkata: Diberitahukan kepadaku bahwasanya Nabi saw. Pernah bersabda
kepada Mu'adz demikian:"Barangsiapa yang menemui Allah pada hari kiamat dengan
tidak menyekutukan-Nya, maka ia akan masuk sorga". Mu'adz berkata:"Apakah tidak
sebaiknya berita ini kuberitahukan kepada seluruh manusia?" Nabi bersabda:"Jangan,
aku khawatir, akhirnya mereka bergantung kepadanya (secara mutlak)"."
(HR: Bukhari)

0129. "Dari ummu Salamah ra., ia berkata:"Wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah tidak malu
terhadap kebenaran. Apakah wnita wajib mandi apabila mimpi (bersetubuh)?" Nabi
saw. Bersabda:"Apabila wanita itu melihat air (mani)". Lalu ummu Sulaim menutup
wajahnya dan berkata:"Wahai Rasulullah, apakah wanita itu mimpi (bersetubuh)?"
Beliau bersabda:"Ya, berdebulah tanganmu (jangan malu-malu), dengan apakah
anaknya dapat menyerupainya?"
(HR: Bukhari)

0130. "Dari Abdullah bin Umar bahwasanya Rasulullah saw. Bersabda:"Sesungguhnya


diantara pepohonan itu ada sebuah pohon yang tidak akan gugur daunnya dan pohon
dapat di umpamakan sebagi seorang muslim, maka ceritakanlah kepada kami pohon
apakah itu?" Orang-orang menduga pohon itu di padang pasir. Abdullah
berkata:"tergores dalam hatiku bahwa pohon itu adalah pohon kurma, namun saya
malu,"Kemudian mereka berkata "Ceritakan kepada kami pohon apakah itu wahai
Rasulullah." Beliau bersabda:"Dia itu pohon kurma", Aku ceritakan kepada ayahku apa-
apa yang terlinta di benakku, lalu diapun berkata:"Kalau engkau mengatakannya, itu
akan lebih aku senangi dari pada aku punya ini dan itu."
(HR: Bukhari)
0138. "Dari Ibnu Abas ra., ia berkata: ?Pada suatu malam saya menginap di rumah bibiku,
yaitu Maimunah yang menjadi istri Nabi saw. pada malam harinya itu Nabi saw. bangun
dari tidur. Setelah lewat sebagian malam (yakni tengah malam) Nabi saw. berdiri lalu
berwudlu dari tempat air yang digantungkan dengan cara wudlu ringan sekali dan
berdiri untuk shalat. Aku juga mengambil wudlu? yang seperti itu, lalu aku datang dan
berdiri di sebelah kirinya. Beliau memindahkan aku ke sebelah kanannya dan shalat
sebanyak yang dikehendaki oleh Allah, dan berbaring lagi dan tidur sampai suara
nafasnya kedengaran. Kemudian muazin mendatangi beliau dan memberitahukan
bahwa waktu shalat telah tiba. Nabi pergi bersamanya untuk shalat tanpa mengambil
wudlu yang baru?. Kami (para sahabat) berkata kepada Amr:?Sesungguhnya orang-
orang itu sama mengatakan bahwa sesungguhnya Rasulullah saw. Ia tidur kedua
matanya dan tidak tidur hatinya.? Amar menjawab: ?Aku mendengar Ubaid bin Umar
mengatakan bahwa mimpi Nabi adalah wahyu?, kemudian Ubaid membacakan ayat:?
INNII ARAA FIL MANAMI ANNII ADZBAHUKA? (aku (Ibrahim) bermimpi, (Wahai
anak ku) bahwa aku menyembelihmu (sebagai korban bagi Allah). (Ash Shaffat: 102)"
(HR: Bukhari)

0139. "Dari Usamah bin Zaid ra., ia berkata: Rasulullah saw. pergi dari Arafah sehingga takala
beliau sampai di jalan pegunungan beliau singgah di jalan pegunungan itu, lalu beliau
kencing kemudian wudlu dan tidak menyempurnakan wudlu?. Saya berkata: ?Shalat,
wahai Rasulullah?? Beliau bersabda: ?Shalat itu di depanmu?. Lalu beliau naik
kendaraan. Ketika sampai di Muzdalifah, beliau turun dan wudlu serta menyempunakan
wudlu, kemudian didirikanlah shalat, beliau shalat magrib dan setiap orang menderukan
ontanya di rumahnya kemudian didirikanlah sahalat ?Isya? dan beliau shalat serta tidak
mengerjakan shalat antara keduanya (magrib dan Isya?)"
(HR: Bukhari)

0140. "Dari Ibnu Abbas ra. Bahwasanya ia wudlu. Ia membasuh wajahnya, ia mengambil
secibuka air, lalu berkumur dan istinnsyaq (menhirup air ke hidung) dengannya. Ia
menjadikannya seperti itu, ia menaruhkan ke tangannya yang lain lalu membasuh
mukanya (wajahnya). Ia mengambil secibuk air lalu membasuh tangannya yang kanan.
Ia mengambil air dan membasuh tangannya yang kiri. Ia mengusap kepalanya. Ia
mengambil secibuk air lalu memercikkan pada kakinya yang kanan sambil
membasuhnya, dan ia mengambil secibuk yang lain lalu membasuh kakinya yang kiri.
Kemudian ia berkata:?Demikianlah saya melihat Rasulullah saw. berwudlu?."
(HR: Bukhari)

0141. "Dari Ibnu Abbas, ia menyampaikan apa yang diterima dari Nabi saw., beliau
bersabda: ?Andaikata seseorang dari kamu semua itu mendatangi istrinya itu
mengucapkan: ?BISMILLAAHI ALLAAHUMMA JANNIBNASY SYAITHAANA
WAJANNIBSY SYAITHAANA MAA RAZAQTANAA? (Dengan menyebut nama
Allah. Ya Alla, hindarilah kami dari syetan dan jagalah apa yang engkau rezekikan
kepada kami dari syetan), maka apabila ditakdirkan bahwa mereka berdua akan
mempunyai anak, syetan tidak akan pernah bisa membahayakan.?"
(HR: Bukhari)

0142. "Dari Anas ra., ia berkata: ?Apabila Nabi saw. masuk ke kamar kecil (WC) beliau
mengucapkan: ?ALLAHUMA INNI A-?UUDZU BIKA MINAL KHUBUTSI WAL
KHABAA-ITSI? (Ya Allah, sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu dari syetan
laki-laki dan syetan perempuan)."
(HR: Bukhari)

0143. "Dari Ibnu Ibnu Abbas ra. Bahwasannya Nabi saw. masuk ke kamar mandi (WC). Ia
(Ibnu Abbas) berkata: Saya meletakkan air wudlu untuk beliau lalu beliau bersabda: ?
Siapakah yang meletakkan ini (air wudlu?)? dan beliaupun diberitahu. Maka beliau
berdoa: ?ALLAAHUMMA FQQIHHU FIDDIN? (Ya Allah, pandaikanlah ia dalam
agama)."
(HR: Bukhari)

0144. "Dari Abu Ayyub Al Anshariy ra., ia berkata: Rasulullah saw. Bersabda: ?Apabila salah
seorang di antaramu datang ke tempat buang air besar maka jangan menghadap ke
kiblat dan jangan membelakanginya. Namun menghadaplah ke timur atau barat (karena
letak Madinah di sebelah utara Ka?bah=pen)."
(HR: Bukhari)

0145. "Dari Abdullah bin Umar ra., ia berkata: Sesungguhnya manusia berkata: ?Apabila
kamu berjongkok untuk menunaikan hajat (buang air besar/kecil=pen) maka janganlah
menghadap ke kiblat dan jangan pula ke Baitul Maqdis. Sungguh pada suatu hari saya
naik ke atap rumah dan saya melihat Rasulullah saw. Diantara dua batu menghadap
Baitul Maqdis untuk menunaikan hajat beliau."
(HR: Bukhari)

0146. "Dari Aisyah ra., bahwa istri-istri Nabi saw. keluar malam hari apabila mereka buang air
besar/kecil dari manashi? yaitu tempat tinggi yang sedap. Umar berkata kepada Nabi"
"saw. : Bertirailah istri engkau?, namun Rasulullah saw. tidak melakukannya. Saudah
bin Zam?ah istri Nabi saw. keluar pada salah satu malam di waktu Isya? wanita itu
tinggi lalu Umar memanggilnya: ?Bukankah engkau sudah mengetahui wahai Saudah??
dengan harapan agar turun (perintah) bertirai, maka Alla azza wa Jalla (Yang Maha
Perkasa dan Maha Besar) menurunkan ayat tentang hijab (perintah berita)."
(HR: Bukhari)

0147. "Dari Aisyah dari Nabi saw., beliau bersabda: ?Telah diizinkan untukmu semua (yakni
kaum wanita) apabila keluar guna memenuhi hajatmu (yakni membuang air besar)."
(HR: Bukhari)
0148. "Dari Abdullah bin Umar, ia berkata: Aku naik ke atas rumah Hafsah untuk suatu
pekerjaan dan aku melihat Rasulullah saw. bung air besar menghadap ke Syam dengan
membelakangi Kiblat."
(HR: Bukhari)

0149. "Dari Abdullah bin Umar ra., ia berkata: ?Sunguh-sungguh aku pernah naik di atas atap
rumahku pada suatu hari, lalu aku melihat Rasulullah saw. Sedang duduk di atas dua
buah batu persegi sambil menghadap kearah Baitul Maqdis."
(HR: Bukhari)

0150. "Dari Abu Mu?adz dan namanya sendiri Atha? bin Abu Maimunah, ia berkata: Saya
mendengar Anas bin Malik berkata: ?Apabila Nabi saw. keluar untuk menunaikan hajat
beliau maka saya menyambut. Saya dan anak-anak kecil membawa tempat air.?"
(HR: Bukhari)

0151. "Dari Atha? bin Abu Maimunah, ia mendengar Anas bin Malik berkata: ?Adalah
Rasulullah saw. Memasuki tempat membuang air maka aku dan anak-anak kecil
membawakan tepat air dan sebuah tongkat untuk beliau guna bersuci dengan air.?"
(HR: Bukhari)

0153. "Dari Abdullah bin Abu Qatadah ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: ?Apabila
salah seorang dari kamu minum, maka jangan bernafas di tempat itu (tempat air = pen) ,
dan apabila datang ke kamar kecil maka janganlah memegang kemaluannya dengan
tangan kanannya, dan jangan pula mengusap dengan tangan kanannya.?"
(HR: Bukhari)

0154. "Dari Abdullah bin abu Qatada dari ayahnya dari Nabi saw., beliau bersabda: ?Apabila
salah seorang dari padamu membuang air kecil, maka janganlah memegang
kemaluannya dengan tangan kanannya dan jangan beristinja? dengan tangan kanannya
dan jika salah seorang dari padamu minum maka jangan bernafas di tempat itu (tempat
air = pen)."
(HR: Bukhari)

0155. "Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: Saya mengikuti Nabi saw. dan beliau keluar untuk
(memenuhi) hajat beliau, beliau tidak menoleh saya mendekati beliau. lalu beliau
bersabda: ?Carikan batu-batu atau yang sepertinya untuk saya, saya akan bersuci
denganya, dan kalian jangan mebawakan kepadaku tulang atau kotoran?. Kemudian
saya membawakan batu dengan ujung pakaianku. Ketika beliau telah menunaikan
(hajat), beliau mengiringinya dengan batu-batu itu."
(HR: Bukhari)

0156. "Dari Abdurrahman bin Aswad dari ayahnya bahwasannya ia mendengar Abdullah
berkata: ?Nabi saw. mendatangi hajatnya beliau menyuruh saya membawakan beliau
tiga batu, saya hanya mendapat dua batu dan saya mencari yang ketiga namun saya
tidak mendapatkannya lalu saya mengambil kotoran maka saya dan menyampaikannya
kepada beliau. beliau mengambil dua batu dan melemparkan kotoran dan beliau
bersabda: ?Ini adalah kotoran.?"
(HR: Bukhari)

0157. "Dari Ibnu Abas ra., ia berkata: ?Nabi saw. berwudlu sekali-sekali.?"
(HR: Bukhari)

0158. Dari Abdullah bin Zaid bahwasanya Nabi saw. berwudlu dua kali dua kali.
(HR: Bukhari)

0159. "Dari Humroh hamba sahaya Utsman bahwasanya dia melihat Ustman bin Affan minta
dibawakan bejana (air). Lalu ia mengosongkan kedua belah tangannya tiga kali lalu
membasuh keduanya. Kemudian ia memasukkan tangan kanannya ke bejana, ia berkumur,
menghirup air di hidung dan menghempaskannya, kemudian membasuh wajahnya tiga kali,
dan membasuh kedua tangannya sampai ke siku tiga kali, mengusap kepalanya, membasuh
kedua kakinya sampai ke dua mata kakinya tiga kali. Kemudian berkata: Rasulullah saw.
bersabda: ?Barangsiapa yang berwudlu seperti wudluku ini, kemudian shalat dua reka?at yang
antara kedua shalat itu ia tidak membicarakan dirinya, maka diampuni dosanya yang telah
lampau." "Dari Ibrahim, ia berkata: Shalih bin Kaisan berkata: Ibnu Syihab berkata: Tetapi
Urwah menceritakan dari Humrah, ketika Utsman selesai wudlu, ia berkata: ?Maukah saya
menceritakan kepadamu suatu hadits. Seandainya bukan suatu ayat dalam kitabullah niscaya
saya tidak menceritakannya kepadamu. Saya mendengar Nabi saw. bersabda: ?Tidaklah
seorang itu berwudlu dengan wudlu yang baik lalu shalat kecuali ia diampuni apa (dosa) yang
ada di antara wudlu dan shalat sehingga ia melakukan shalat.?Dan ayatnya: ?
INNALLADZIINA YAKTUMUUNA MAA ANZALNAA MINAL BAYYINAATI ?
(Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah" Kami turunkan berupa
keterangan-keterangan jelas).
(HR: Bukhari)

0160. "Dari Zuhri, ia berkata: Abu Idris memberitahukan kepadaku bahwasanya Abu Hurairah
ra. mendengar dari Nabi saw., bahwasanya beliau telah bersabda: Barangsiapa yang wudlu
hendaklah ia menghirup air dihidung dan menghempaskannya, dan barangsiapa yang bersuci
(dari buang air besar) hendaklah ia membuatnya ganjil (tidak genap).?"
(HR: Bukhari)
0161. "Dari abu Hurairah ra. bahwasannya Rasulullah saw., bersabda: ?Apabila salah seorang
di antaramu wudlu hendaklah ia memasukkan air ke hidungnya kemudian hendaklah ia
menghempaskannya, dan barangsiapa yang bersuci (dari buang air besar) hendaklah ia
membuatnya ganjil (tidak genap). Apabila salah seorang diantaramu bangun dari tidurnya
maka hendaklah ia membasuh tangannya sebelum ia memasukkan ke dalam air wudlunya.
Sesunguhnya salah seorang diantaramu tidak mengetahui di mana tangannya bermalam.?"
(HR: Bukhari)

0162. "Dari Abdullah bin amr., ia berkata: ?Nabi saw. tinggal di belakang kami dalam suatu
perjalanan. Beliau sudah bersama kami ketika kai sedang berwudlu untuk shalat azhar yang
segera dilaksanakan dan kami baru saja mengusapkan tangan yang basah ke kaki (tidak
mencucinya secara sempurna), maka beliau menyeruh kami dengan suara keras sambil
mengatakan dua atau tiga kali: ?Celakalah bagi tumit-tumit yang hanya diusap sebab akan
mendapat siksa neraka.?"
(HR: Bukhari)

0163. "Dari Humran hamba sahaya Utsman bin Affan bahawasanya ia melihat Utsman minta
dibawakan bejana (air. Lalu ia mengosongkan kedua belah tangannya tiga kali lalu ia
membasuh keduanya. Kemudian ia memasukkan tangan kanannya, kemdian membasuh
wajahnya tiga kali, membasuh kedua tangannya sampai ke siku tiga kali, mengusap
kepalanya, membasuh kedua kakinya sampai ke dua mata kakinya tiga kali. Kemdian ia
berkata: Rasulullah bersabda: ?Barang siapa yang berwudlu seperti wudluku ini, kemudian
shalat dua raka?at, yang antara kedua shalat itu tidak membicarakan dirinya, maka diampuni
dosanya yang telah lampau.?"
(HR: Bukhari)

0164. "Dari Muhammad bin Ziyad, ia berkata: Saya mendengar Abu Hurairah sewaktu ia
sedang berjalan melalui tempat kita dan pada saat itu orang-orang sedang berwudlu dari
tempat air untuk bersuci, ia berkata: ?Sempurnakanlah olehmu semua wudlumu, karena
sesungguhnya Abul Qasim (yakni Nabi Muhammad saw.) telah bersabda: ?Celakalah bagi
tumit-tumit itu dari siksa api neraka.?"
(HR: Bukhari)

0165. "Dari Ubaid bin Juraih bahwasanya ia berkata kepada Abdullah bin Umar: ?Hai Abu
Abdurrahman, aku melihat Anda mengerjakan empat hal yang tidak pernah kulihat dari
seorangpun dari golongan sahabat-sahabat Anda yang mengerjakan itu.? Abdullah bertanya: ?
Apa Anda tidak menyentuh tiang keculai hajar Aswad, saya melihat Anda mencelup dengan
warna kuning, dan saya melhat Anda apabila di Makkah orang-orang mengeraskan suara
apabila melihat bulan dan anda tidak mengeraskan suara sehingga tiga hari Tarwiyah (tanggal
Dzul Hijjah). Abdullah bin Umar berkata: ?Adapun tiang karena saya tidak melihat Rasulullah
menyentuh kecuali pada hajar Aswad, adapun sandal yang tidak dengan bulu yang dicelup
karena saya melihat Rasulullah saw. mengenakan sandal yang tidak ada rambutnya dan beliau
wudlu dengan mengenakan itu, lalu saya senang untuk memakainya. Adapun warna kuning
saya melihat Rasulullah mencelup dengan warna itu lalu saya senang untuk mencelup
dengannya. Adapun mengeraskan suara karena melihat bulan, saya tidak melihat Rasulullah
saw. mengeraskan suara karena melihat bulan sehingga kendaraan keluar karenanya.?"
(HR: Bukhari)

0166. "Dari Ummu Athiyyah, ia berkata: Nabi saw. bersabda kepada kaum ibu di waktu
memandikan puteri beliau saw.: ?Mulailah dengan anggota kanannya serta tempat-tempat
wudlu dari tubuhnya itu.?"
(HR: Bukhari)

0167. "Dari Aisyah ra., ia berkata: Nabi saw. tertarik untuk mendahulukan yang kanan dalam
bersandal, bersisir dan dalam seluruh urusan beliau.?"
(HR: Bukhari)

0168. "Dari Anas bin Malik ra., ia berkata: Saya melihat Nabi saw. sedang waktu Azhar telah
tiba. Orang-orang mencari air wudlu namun mereka tidak mendapatkan. Dibawakan tempat
air wudlu pada Rasulullah saw., lalu beliau meletakkan tangan beliau di bejana itu dan
menyuruh orang-orang untuk berwudlu dari air itu. Anas berkata: ?Saya melihat air itu keluar
dari bawah jari-jari beliau sehingga orang yang terakhir wudlu.?"
(HR: Bukhari)

0169. "Dari Ibnu Sirin, ia berkata: Saya berkata kepada Abidah: ?Kami mempunyai beberapa
unta rambut Nabi saw. yang kami peroleh dari Anas atau dari keluarga Anas:. Kemudian ia
berkata: ?Sungguh kalau aku punya seutas rambut dari rambut beliau, itu akan lebih aku
senangi daripada memiliki dunia dan apa saja yang ada di dunia ini."
(HR: Bukhari)

0170. "Dari Anas bahwasanya Rasulullah saw. ketika beliau mencukur kepala beliau, Abu
Thahah adalah orang pertama yang mengambil rambut beliau."
(HR: Bukhari)

0171. "Dari bu Hurairah, ia berkata: Sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda: ?Apabila anjing
minum dari bejana salah seorang diantaramu maka cucilah bejana itu tujuh kali.?"
(HR: Bukhari)

0172. "Dari Abu Hurairah dari Nabi saw. bahwasanya ada seorang laki-laki melihat seekor
anjing yang makan Lumpur karena sangatnya rasa haus. Maka laki-laki itu mengambil
sepatunya (dan memenhinya) dengan air, sampai dia bisa memberinya minum hingga kenyang
(dan melenyapkan rasa haus anjing itu). Maka Allah memuji perbuatannya itu dan
memasukkannya ke dalam sorga.?"
(HR: Bukhari)

0173. "Dri Ibnu Syihab, ia berkata: Hamsah bin Abdullah memberi kabar kepadaku, ia dari
ayahnya, ia berkata: ?Anjing-anjing datang dan pergi (mondar-mandir) di masjid di zaman
Rasulullah saw. dan mereka tidak memercikkan sesuatu daripadanya.?"
(HR: Bukhari)

0174. "Dari Adiy bin Hatim, ia berkata: saya bertanya kepada Nabi saw. (mengenai anjing-
anjing yang terdidik untuk berburu) maka beliau bersabda: ?Apabila kamu melepaskan
anjingmu yang terlatih (dengan dibacakan basmalah) untik berburu dan ia membunuh
(buruannya), maka kamu dapat memakannya, tetapi apabila anjing itu makan (buruannya)
maka janganlah kamu memakannya karena barangkali anjing itu telah berburu untuk dirinya
sendiri.? Aku lalu berkata: ?Kadang-kadang aku mengirim/melepaskan anjingku untuk
berburu, lalu aku menemukan ada anjing lain.? Beliau bersanda: ?Janganlah kamu makan
buruan itu sebab kamu menyebut nama Allah (membaca bismillah) hanya untuk anjingmu dan
bukan anjing yang lain.?"
(HR: Bukhari)

0175. "Dari Abu Hurairah ra. ia berkata : Rsulullah saw. bersanda: ?Hamba itu senantiasa
dalam keadaan shalat selama di masjid menunggu shalat selagi ia tidak hadats.? Kemudian
ada orang yang bukan kebangsaan Arab berkata : ?Apakah hadats itu, wahai Abu Huraira??
Abu Hurairah berkata: ?Yakni adanya suara, yakni kentut.?"
(HR: Bukhari)

0176. "Dari Abbad bin Tamim dari ayahnya dari nabi saw., beliau bersabda : ?Janganlah
seseorang itu berpaling/meninggalkan shalat sehingga ia mendengar suara (kentutnya) atau
menemukan baunya.?"
(HR: Bukhari)

0177. "Dari Muhammad bin Hanafiyyah, ia berkata: ?Ali berkata: Saya adalah seorang lelaki
yang mudah sekali mengeluarkan madzi (yakni air kental yang keluar dari kemaluan dengan
tidak terasa), tetapi saya malu menanyakan kepada Rasulullah saw. Oleh sebab itu saya
menyuruh Miqdad bin Aswad, kemudian Miqdad menanyakan hal itu (yakni masalah
mengeluarkan madzi), maka beliau bersabda: ?Dia harus berwudlu.?"
(HR: Bukhari)

0178. "Dari Zaid bin Khalid ra., ia berkata : Saya bertanya kepada Ustman bin Affan ra, saya
bertanya: Bagaimana pendapat anda apabila seseorang bersetubuh namun tidak mengeluarkan
mani?? Utsman berkata: ?Berwudlulah? sebagaimana wudlu untuk shalat dan membasuh
kemaluannya?. Utsman lalu berkata: Saya mendengarnya dari Rasulullah saw. lalu saya
tanyakan hal itu kepada Ali, Zubair, Thalhah dan Ubay bin Ka?ab, mereka menyuruh saya
demikian.?"
(HR: Bukhari)

0179. "Dari Abu Sa?id Al Khudury ra. bahwasannya Rasulullah saw. mengutus kepada
seorang Anshor, lalu ia datang dengan kepala menteskan (air), maka Rasulullah saw,
bersabda: ?Barangkali kami telah memaksamu untuk bergegas? Orang Anshar itu
menjawab: ?Ya?. Rasulullah saw. bersabda: ?Apabila kamu tergesa-gesa atau belum
keluar mani maka wajib atasmu wudlu?."
(HR: Bukhari)

0180. "Dari Mughirah bin Syu?bah ra. bahwasanya ia bersama Rasulullah saw. ketika
berangkat dari Arafah, beliau berbalik menuju sebuah gunung dimana beliau memenuhi
hajatnya untuk membuang air. Selanjutnya Usamah bin Zaid berkata: ?Kemudian aku
menuangkan air dan beliau mengambil wudlu?. Aku lalu berkata: Wahai Rasulullah,
apakah engkau hendak melakukan shalat? Beliau bersabda: ?Musahalla ada di depanmu
(di Muzdalifah)?."
(HR: Bukhari)

0181. "Dari Mughirah bin Syu?bah ra. bahwasanya ia bersama Rasulullah saw. didalam
perjalanan, dan beliau pergi untuk berhajat, dan Mughirah mulai menuangkan air atas
beliau dan beliau wudlu. Beliau membasuh muka dan kedua tangan beliau, mengusap
kepala beliau dan mengusap kedua khuf (sepatu yang menutupi mata kaki) beliau."
(HR: Bukhari)

0182. "Dari Kuraib hamba sahaya Ibnu Abbas bahwasanya Abdullah bin Abbas pada suatu
malam bermalam di tempat maimunah, Istri nabi saw. dan beliau ridla terhadapnya,
karena ia bibinya. Saya tidur di bagian lebarnya bantal, Rasulullah dan istri beliau tidur
di bagian panjangnya bantal. Rasulullah tidur, sampai pertengahan malam atau sedikit
sebelumnya atau sedikit sesudahnya Rasulullah saw. bangun, lalu beliau sambil duduk
mengusap mukanya dengan tangan, kemudian membaca sepuluh ayat terakhir dari surat
Ali Imran. Kemudian beliau menuju ke gereba (tempat air) yang tergantung, beliau
wudlu dari sana dengan wudlu yang baik, kemudian beiau berdiri untuk shalat, Ibnu
Abbas berkata: Saya bangun dan melakukan seperti apa yang diperbuat oleh beliau.
Lalu beliau meletakkan tangan kanan beliau atas kepalaku, dan beliau memegang
telingaku yang kanan dengan menggosoknya. Beliau shalat dua raka?at, dua raka?at,
dua raka?at, dua raka?at, dua raka?at, dua raka?at kemudian beliau witir, kemudian
tidur miring sampai muadzdzin datang kepada beliau, lalu beliau berdiri dan shalat dua
raka?at. Kemudian beliau keluar dan shalat Shubuh."
(HR: Bukhari)

0183. "Dari Asma? puteri Abu Bakar bahwasanya ia mendatangi Aisyah istri Nabi saw. di saat
gerhana matahari. Tiba-tiba orang-orang sudah sama berdiri melakukan shalat gerhana,
Aisyahpun juga berdiri untuk melakukan shalat itu. Saya (Asma?) berkata kepada
Aisyah: ?Apa salah manusia?? Dia lalu mengisyaratkan tangannya ke arah langit dan
berkata ?Subhanallah?. Saya bertanya kepadanya: ?Adakah suatu tanda disana?? Dia
menunjuk ?Ya?. Maka sayapun mendirikan shalat sampai saya tak sadarkan diri dan
akhirnya saya mengucurkan air ke kepalaku. Setelah shalat, Rasulullah saw. memuji
dan bersyukur kepada Allah Ta?ala seraya berkata: ?Baru saja aku melihat sesuatu yang
tidak pernah aku lihat sebelumnya termasuk sorga dan neraka. Aku telah diwahyukan
(dan aku memahaminya) bahwa kalian akan mendapatkan ujian-ujian di dalam kubur
kalian dan ujian-ujian itu akan seperti atau mendekati ujian-ujian Dajjal akupun tidak
mengerti, mana yang dimaksudkan itu.?" "Asma? mengatakan lanjutannya: ?Seseorang
dari kamu semua akan didatangkan, lalu kepadanya ditanyakan: ?Apakah yang kamu
ketahui mengenai orang ini? Adapun orang yang beriman atau orang yang
mempercayai, akupun tidak mengerti mana diantara keduanya itu?. Asma? berkata
seterusnya: ?Orang beriman berkata: ?Dia adalah Muhammad, Rasulullah, dan beliau
datang kepada kami dengan membawa keterangan-keterangan serta petunjuk. Maka,
kami terima ajaran-ajarannya, mempercayai dan mengikutinya. Lalu, malikat-malaikat
itu akan berkata kepadanya supaya tidur dengan tenang karena mereka mengetahui
bahwa dia adalah orang beriman?. Asma? seterusnya berkata: ?Adapun orang munafik
berkata: ?Aku tidak tahu tapi aku mendengar orang-orang mengatakan sesuatu dan
akupun mengatakan begitu.?"
(HR: Bukhari)

0184. "Dari Amr bin Yahya al Maziniy dari ayahnya ada seorang lelaki berkata kepada
Abdullah bin Zaid, dia neneknya Amr bin Yahya. Orang itu berkata: ?Apakah Anda
mampu untuk memperlihatkan kepadaku bagaimana Rasulullah saw. berwudlu?? Ia
berkata: ?Ya?. Ia minta dibawakan air, lalu beliau menuangkan air pada tangan beliau
kemudian membasuhnya dua kali, kemudian berkumur dan menghirup air tiga kali. Ia
membasuh mukanya tiga kali, membasuh dua tangannya dua kali sampai dua sikunya.
Kemudian ia mengusap kepala dengan kedua tangannya. Ia mengajukan dan
mengundurkan keduanya, ia mulai dari bagian muka kepalanya sampai ke tengkuknya,
kemudian membalikkan keduanya ke tempat yang mana ia memulainya, kemudian
membasuh kedua kakinya.?"
(HR: Bukhari)

0185. "Dari Amr dari ayahnya, ia berkata: Saya menyaksikan Amr bin Abu Hasan bertanya
kepada Abdullah bin Zaid mengenai cara wudlunya Nabi saw. Lalu Abdullah meminta
sebuah bejana berisi air, kemudian melakukan wudlu? untuk diperlihatkan kepada orang
banyak perihal wudlunya Nabi saw. Dia menuangkan air sampai penuh di atas tangan
dari bejana, lalu membasuh tangannya tiga kali, kemudian memasukkan tangannya ke
dalam bejana dan berkumur-kumur serta membasuh hidungnya dengan memasukkan air
ke dalamnya, lalu menghembuskannya keluar dengan tiga genggaman air. Sesudah itu
ia memasukkan tangannya lagi lalu membasuh mukanya tiga kali, kemudian membasuh
lengan-bawahnya sampai siku-sikunya dua kali, kemudian memasukkan tangannya lagi
seraya mengusap kepalanya dengan memulainya dri sebelah muka ke sebelah belakang
satu kali. Sesudah itu ia membasuh kedua kakinya sampai kedua mata kaki.?"
(HR: Bukhari)

0186. "Dari Hakam ia berkata: Saya mendengar abu Juhaifah berkata : ?Nabi saw. keluar ke
tengah hari menjelang Zhuhur. Dan dibawakan air wudlu, lalu beliau berwudlu. Orang-
orang mulai mengambil kelebihan air wudlu beliau dan mereka mengusapnya
dengannya. Nabi saw. shalat Zhuhur dua raka?at, Ashar dua raka?at, dan diantara dua
tangannya ada tongkat panjang. Abu Musa berkata: ?Nabi saw. meminta segelas air, lalu
membasuh kedua tangan dan wajahnya dalam gelas itu dan mengeluarkan air dari
mulutnya, kemudian bersabda: ?Minumlah olehmu berdua (yakni dua orang yang
berada di sisi beliau saw.) dan habiskanlah untuk mengusap muka dan lehermu!?"
(HR: Bukhari)

0187. "Dari Ibnu Syihab, ia berkata : Mahmud bin Rabi? memberi khabar kepadaku, dia
adalah orang yang wajahnya disembur oleh Rasulullah saw. dari mulutnya dengan air
yang diambil dari sumur keluarganya ketika dia masih anak-anak, dan Urwah
memberikan penjelasan yang diperoleh dari Miswar dan lain-lain, yang menyatakan
sebagai berikut: ?Apabila Nabi saw. melakukan wudlu, sahabat-sahabatnya hampir
saling berbunuhan untuk merebutkan sisa-sisa air wudlunya.?"
(HR: Bukhari)

0188. "Dari Ja?d, ia berkata: Saya mendengar Saib bin Yasid berkata: ?Bibiku
memberangkatkanku kepada Nabi saw. Ia berkata: Wahai Rasulullah, sesungguhnya
anak alaki-laki saudara wanita adalah sakit kedua telapak akakinya. Beliau mengusap
kepalaku dan mendoa?kan kepadaku dengan berkah. Kemudian beliau wudlu dan saya
minum dari air wudlu beliau. Saya berdiri di belakang beliau dana saya melihat cap
kenabian diantara dua belikat beliau seperti ukiran gelang."
(HR: Bukhari)

0189. "Dari Abdullah bin Zaid bahwasanya ia menuangkan air ke atas kedua tangannya, lalu
membasuh kedua tangannya itu, lalu membasuh atau berkumur-kumur dan menghirup
Abdullah mengerjakan itu tiga kali. Lalu dia mencuci tangannya dan lengannya sampai ke
siku-sikunya dua kali, mengusap kepalanya, kemuka dan kebelakang, dan mencuci kedua
kakinya sampai mata kaki, lalu ia berkaa: ?Demikianlah Rasulullah saw. berwudlu.?"
(HR: Bukhari)

0190. "Dari Amr bin Yahya dari ayahnya, ia berkata: Saya menyaksikan Amr bin abu Hasan
bertanya kepada Abdullah bin Zaid mengenai wudlunya Nabi saw. Abdullah lalu meminta
sebuah bejana berisikan air, lalu terus berwudlu untuk mengajarkan kepada orang banyak. Ia
menuangkan air di atas kedua tangannya dalam bejana, terus berkumur-kumur dan menghirup
air dalam hidung lalu menyemprotkannya tiga kali dengan tiga kali cidukan air sehabis itu
iapun memasukkan tangannya dalam bejana lagi, kemudian membasuh mukanya tiga kali,
seterusnya memasukkan lagi tangannya dalam bejana lalu membasuh kedua tangannya
sampai ke kedua sisi dua kali. Selanjutnya ia memasukkan lagi tangannya dalam bejana lalu
membasuh kepalanya, ia mulai ditengkuk dan membalikkan kedua tangannya pula (yakni
mengusap kepala itu dari belakang)" terus sampai di kepala di bagian muka. Kemudian ia
memasukkan tangannya dalam bejana lalu membasuh kedua kakinya sampai kedua mata kaki.
(HR: Bukhari)

0191. Dari Abdullah bin Umar bahwasanya ia berkata: ?Orang-orang laki-laki dan orang-
orang perempuan pada zaman Rasulullah saw. wudlu bersama.?
(HR: Bukhari)

0192. "Dari Muhammad bin Al Munkandir, ia berkata: Saya mendengar Jabir berkata: ?
Rasulullah saw. datang menjenguk saya, saya sedang sakit yang tidak sadar. Beliau berwudlu
dan menuangkan dari air wudlu beliau kepada saya, lalu saya sadar, saya berkata: ?Wahai
Rasulullah untuk siapakah warisan itu, karena yang mewaris saya adalah seorang anak yang
tidak punya saudara dan orang tua, maka turunlah ayat faraidl."
(HR: Bukhari)

0193. "Dari Anas ra., ia berkata: Shalat telah tiba, orang-orang yang dekat masjid mendirikan
shalat, dan ada suatu kaum yang tidak mendirikannya. Disampaikannya kepada nabi sebuah
alat pencelup dari batu yang berisi air. Alat pencelup iu terlalu kecil untuk dibentangkan pada
telapak tangan beliau di tempat itu. Lalu seluruh kaum berwudlu semua. Dikatakannya : ?
Berapa jumlahmu? Ia berkata:?Delapan puluh lebih.?"
(HR: Bukhari)

0194. Dari Abu Musa ra. bahwasannya Nabi saw. minta sebuah gelas yang ada airnya. Lalu
beliau mencuci kedua tangan di wajah beliau disitu dan meludah disitu pula.
(HR: Bukhari)

0195. "Dari Abdullah bin Zaid, ia berkata: Rasulullah saw. datang kemusian kami
mengeluarkan air untuknya dalam sebuah bejana kecil dari kuningan, kemudian beliau saw.
berwudlu terus membasuh wajahnya dan kedua tangannya dua kali dua kali, mengusap
kepalanya mulai dari bagian muka ke belakang dan sebaliknya dan mencuci kedua kakinya
(sampai mata kaki)."
(HR: Bukhari)

0196. "Dari Ubaidillah bin Abdullah bin Utbah bahwasannya Aisyah berkata: ?Ketika Nabi
saw. semakin keras sakitnya, beliau minta izin kepada istri-istri beliau untuk di rawat di
rumah saya, dan mereka mengizinkan kepada beliau. Maka keluarlah Nabi saw. diantara dua
orang laki-laki yang menggandeng beliau dalam menapakkan kaki di tanah, yaitu antara
Abbas dan seorang laki-laki lain. Ubaidullah berkata, Abdullah bin Abbas memberitahukan
kepadaku dan berkata: Aisyah menceritakan bahwa Nabi saw. bersabda: Sesudah beliau
masuk rumah dan sakit beliau semakin mengeras. Alirkan tujuh gerabah (air) kepadaku yang
tidak dilepas talinya, barangkali saya mempercayakan (sesuatu) kepada manusia. Lalu beliau
didudukkan dalam tempat celupan milik Hafsah istri Nabi saw. kemudian kami mulai
menuangkan air atas beliau sehingga beliau mulai menunjuk kepada kami bahwa mereka telah
melaksanakannya, an beliau keluar kepada manusia."
(HR: Bukhari)

0197. "Dari Amr bin Yahya dari ayahnya, ia berkata: ?Pamanku itu memperbanyak wudlunya,
ia berkata kepada Abdullah bin Zaid: ?Beritahukanlah kepadaku, bagaimanakah yang kamu
ketahui mengenai wudlunya Nabi saw.?? Abdullah lalu meminta sebuah bejana kecil yang
berisikan air, lalu ia menuangkan air di atas kedua tangannya, kemudian membasuhnya tiga
kali. Kemudian ia memasukkan tangannya dalam bejana kecil tadi, terus berkumur-kumur,
menghirup air dalam hisung dan menyemprotkannya tiga kali dari satu cidukan. Kemudian ia
memasukkan tangannya lagi lalu menciduk air dengan tangannya itu, lalu membasuh
mukanya tiga kali, lalu membasuh kedua tangannya sampai kedua siku dua kali dua kali.
Kemudian ia mengambil air lagi dengan tangannya, lalu mengusap kepalanya,
membelakangkannya dan mengemukakannya. Kemudian ia membasuh kedua kakinya sampai
kedua tumit. Kemudian dia berkata: Demianlah yang saya lihat ketiak Nabi saw. melakukan
wudlu.?"
(HR: Bukhari)

0198. "dari Anas ra. Bahwasanya Nabi saw. minta dibawakan tempat air. Dibawalah gelas
yang didalamnya ada air sedikit, lalu beliau meletakkan jari-jari beliau didalamnya. Anas
berkata: Saya mulai melihat air keluar dari jari-jari beliau, saya kira orang yang wudlu dari
padanya antara 70 orang sampai 80 orang."
(HR: Bukhari)

0199. "Dari Annas, ia berkata: Nabi saw. mandi dengan satu sha? sampai lima mud dan beliau
wudlu dengan satu mud."
(HR: Bukhari)

0200. "Dari Sa?ad bin Abi Waqqash ra. dari Nabi saw. bahwasannya beliau menyapu sepasang
khuf (semacam sepatu) dan Abdullah bin Umar ra. bertanya kepada Umar tentang hal itu, lalu
ia menjawab ?Ya? . Apabila Sa?ad menceritakan kepadamu akan suatu dari Nabi saw. maka
janganlah kamu bertanya kepada orang lain."
(HR: Bukhari)

0201. "Dari Urwah bin Mughirah dari ayahnya, yaitu Mughirah bin Syu?bah dari Rasulullah
saw. bahwasanya rasulullah saw. keluar untuk mendatangi hajatnya (yakni membuang air),
lalu Mughirah mengikutinya dengan membawakan sebuah bejana yang didalamnya ada air,
lalu ia menuangkan air atasnya setelah selesai dari hajatnya itu. Beliau kemudian berwudlu
dan membasuh atas kedua sepatu muzahnya (khuf-nya)."
(HR: Bukhari)

0202. Dari Ja?far bin Amr bin Umayyah Adl Dlamriy bahwa bapaknya Jaffar melihat Nabi
saw. mesngusap dua khuf (semacam sepatu)
(HR: Bukhari)

0203. "Ja?far bin Amr dari ayahnya, ia berkata: Saya melihat Nabi saw. mengusap atas sorban
dan sepasang khuf (semacam sepatu) beliau."
(HR: Bukhari)

0204. "Dari Urwah bin Mughirah dari ayahnya, ia berkata: ?Saya bersama Nabi saw. dalam
suatu bepergian. Saya ingin melepaskan sepasang khuf beliau. Beliau bersabda: ?
Tinggalkanlah (biarkanlah)? karena saya memasukkan padanya dalam keadaan suci?, lalu
beliau mengusap keduanya."
(HR: Bukhari)

0205. "Dari Abdullah bin Abbas bahwasannya Rasulullah saw. makan daging bahu kambing,
kemudian shalat dan tidak berwudlu."
(HR: Bukhari)

0206. "Dari Ja?far bin Amr bin Umayyah bahwa sesungguhnya ayahnya itu memberitahukan
kepadanya bahwa ia melihat Rasulullah saw. memotong belikat kambing lalu dipanggil untuk
shalat, maka beliau shalat dan tidak berwudlu."
(HR: Bukhari)

0207. "Dari Busyiri bin Yasar hamba sahaya bani Haritsih bahawasannya Suwaid bin Nu?man
keluar bersama Rasululah saw. pada tahun Khaibar sehingga ketika mereka berada di
Shahbab? yaitu paling dekat dengan khaibar, lalu beliau shalat Ashar kemudian beliau minta
diambilkan bekal dan yang disampaikan hanyalah sawik (makanan dibuat dari gandum) lalu
beliau menyuruhnya, dan makanan itu dibasahi. Lalu Rasulllah saw. makan dan berkumur dan
kamipun berkumur kemudian beliau shalat dan tidak wudlu."
(HR: Bukhari)

0208. Dari Maimunah bahwasanya nabi saw. makan belikat disisinya kemudian shalat dan
tidak wudlu.
(HR: Bukhari)

0209. Dari Ibnu Abbas bahwasannya Rasulullah saw. minum susu lalu beliau berkumur dan
beliau bersabda: ?Sesungguhnya susu itu berminyak.?
(HR: Bukhari)

0210. "Dari Aisyah ra. bahwasanya Rasulullah saw. bersabda: ?Apabila salah seorang diantara
kamu mengantuk dan ia sedang shalat maka hendaklah ia tidur sehingga itu
menghilangkannya. Karena sesungguhnya salah seorang diantaramu apabila shalat
padahal ia sedang mengantuk maka ia tidak tahu, barangkali ia memohon ampun lantas
ia mencaci maki dirinya.?"
(HR: Bukhari)

0211. "Dari Anas ra. dari Nabi saw. bahwasanya Nabi saw. bersabda: ?Apabila salah seorang
di antaramu mengantuk dalam shalat, maka hendaklah ia tidur sehingga ia mengetahui
apa yang dibacanya.?"
(HR: Bukhari)

0212. "Dari Anas, ia berkata: Nabi saw. wudlu pada setiap shalat. Ia berkata: Satu wudlu
mencakup pada salah seorang di antara kamu selama tidak hadats."
(HR: Bukhari)

0213. "Dari Suwaid bin Nu?man, ia berkata: ?Kami keluar beserta Rasulullah saw. pada tahun
perang Khaibar, sehingga setelah kita berada di Shahba?, Rasulullah saw. meminta
makanan, tetapi tidak ada sesuatu yang dapat diberikan melainkan sawik. Kemudian
kita semua makan dan minum. Sehabis itu Nabi saw. berdiri untuk mengerjakan shalat
Maghrib, lalu berkumur-kumur, kemudian shalat Mahrib dengan kami dan beliau tidak
melakukan wudlu."
(HR: Bukhari)

0214. "Dari Ibnu Abbas ra., ia berkata: Nabi saw. melewati salah satu dinding dari dinding-
dinding Madinah atau Makkah, lalu beliau mendengar suara dua orag manusia yang
sedang disiksa didalam kuburnya. Nabis bersabda: ?Dua orang sedang disiksa dan
keduanya tidak disiksa karena dosa besar. Kemudian beliau bersabda: ?Ya? yang
seorang tidak bertirai dalam berkencing. Dan yang lain berjalan dengan mencaci maki.
Kemudian beliau minta diambilkan pelepah korma yang basah, lalu dibelah menjadi
dua, dan beliau letakkan pada masing-masing kuburan itu satu belahan. Lalu
dikatakan: ?Wahai rasulullah, kenapakah engkau perbuat ini?? Beliau bersabda: ?
Mudah-mudahan keduanya diringankan selama dua belah ini belum kering.?"
(HR: Bukhari)

0215. "Dari Anas bin Malik, ia berkata: ?Apabila Nabi saw. keluar untuk hajat beliau, saya
datang ke sana dengan membawa air lalu beliau mencuci dengannya.?"
(HR: Bukhari)

0216. "Dari Ibnu Abbas, ia berkata: Nabi saw. berjalan melalui dua buah kubur, lalu beliau
bersabda: ?Sesungguhnya orang yang ada di dalam kubur ini disiksa, tetapi bukannya
disiksa karena mengerjakan dosa besar. Adapun yang seorang dari pada keduanya itu
tidak beristinja? dengan sebersih-bersihnya dari kencingnya, sedangkan yang lain ini
suka berjalan dengan menyampaikan kata-kata yang berupa adu domba. Kemudian
beliau mengambil setangkai pelepah kurma yang masih basah, lalu membelahnya
menjadi dua bagian, kemudian setiap belahan tadi dipancangkan pada setiap kubur
(yakni masing-masing dari dua buah kubur itu diberi separuh belahannya). Para sahabat
bertanya: ?Wahai Rasulullah, mengapa engkau melakukan ini?? Beliau bersabda: ?
Mudah-mudahan keduanya diringankan selama dua belahan itu belum kering.?"
(HR: Bukhari)

0217. "Dari Anas bin Malik bahwasanya Nabi saw. melihat seorang Badui kencing di dalam
masjid. Kemudian beliau bersabda: ?Biarkan saja orang itu?. Setelah ia selesai hajatnya,
Nabi lalu meminta air kemudian dituangkannya di atas kencingnya tadi."
(HR: Bukhari)

0218. Dari Abu Hurairah ra. ia berkata: ?Seorang pedesaan berdiri di masjid lalu ia kencing
maka manusia mengambilnya. Nabi saw. bersabda kepada mereka: ?Biarkan dia dan
alirkan air setimba besar atas air kencingnya atau satu gereba air. Kamu diutus dengan
kemudahan dan kamu tidak diutus untuk menyulitkan.?
(HR: Bukhari)
0219. "Dari Anas bin Malik, ia berkata: ?Seorang pedesaan dating lalu kencing disuatu tempat
dalam lngkungan masjid, kemudian orang banyak sama membentak-bentaknya, tetapi
Nabi saw. melarang mereka berbuat demikian itu. Emudian setelah orang itu selesai dari
kencingnya, Nabi saw. memerintahkan mengambilkan setimba air, lalu disiramkanlah
air itu di atas kencingnya.?"
(HR: Bukhari)

0220. "Dari aisyah, ummul mukminin, bahwasanya ia berkata: Rasulullah saw. didatangkan
seorang lelaki yang masih kecil lalu anak itu kencing di atas pakaiannya. Kemudian
beliau meinta air, lalu mengikutkan kencing itu dengan air tadi (yakni tempat yang
terkena kencing diikuti dengan air yang dituangkan di atasnya)."
(HR: Bukhari)

0221. "Dari Ummu Qais binti Mihsan ra. bahwasanya ia membawa anak laki-lakinya yang
masih kecil dan belum memakan makanan kepada rasulullah saw. lalu Rasulullah saw.
mempersilahkan dduduk kepadanya (anak laki-lakinya) didalam kamar beliau, lalu ia
kencing pada kain beliau. Lalu beliau minta dibawakan air lalu beliau memercikinya
dan tidak menyucikannya."
(HR: Bukhari)

0222. "Dari Hudzaifah ra., ia berkata: Rasulullah saw. datang pada sekelompok kaum, lalu
beliau kencing sambil berdiri kemudian beliau minta diambilkan air. Maka saya dating
kepada beliau membawa air lalu beliau wudlu."
(HR: Bukhari)

0223. "Dari Hudzaifah, ia berkata: Saya ingat bahwa saya pernah berjalan-jalan bersama Nabi
saw. lalu beliaumendatangi tempat pembuangan sampah bagi sesuatu kaum. Beliau
berdiri disitu ssebagaimana seseorang dari kamu semua kalau berdiri. Kemudian beliau
buang air kecil. Lalu saya pergi dari beliau. Beliaumengisyaratkan kepadaku, lalu saya
dating kepada beliau dan saya berdiri di ujung tumit beliau sehingga beliau selesai."
(HR: Bukhari)

0224. "Dari Abu Wali, ia berkata: Abu Musa al Asy?ary itu sangat memperkeraskan dalam hal
mengenai persoalan kencing. Ia mengatakan: ?Sesungguhnya kaum Bani Israil itu
apabila kencingnya megenai pakaian seseorang dari kalangan mereka, maka pakaian
yang terkena dipotong?. Hudzaifah berkata: ?Semoga dia bisa berdiam?. Rasulullah
saw. pernah mendatangi tempat sampah suatu kaum, kemudian beliau membuang air
kecil sambil berdiri.?"
(HR: Bukhari)

0225. "Dari asma?, ia berkata: seorang wanita datang kepada Nabi saw. Wanita itu bertanya: ?
Bagaimana pendapat engaku terhadap salah seorang diantara kamu yang haid di kain,
bagaimana ia perbuat?? Beliau bersabda: Menghilangkannya, kemudian mencuci
dengan air, dan membasahinya dan shalat disitu.?"
(HR: Bukhari)

0226. "Dari Aisyah ra., ia berkata: fatimah binti Abi Hubaisy dating kepada Rasulullah saw.
seraya berkata: ?Wahai Rasulullah, saya seorang wanita yang berhaidl naun saya tidak
suci-suci. Apakah saya meninggalkan shatat?? Rasulullah saw. bersabda: ?Tidak, hal itu
hanyaah keringat dan bukan haidl. Apabila haidl dating maka tinggalkanlah shalat.
Apabila haidl tu telah hilang maka cucilah darah daripadamu kemudian shalatlah. Dan
ayahku berkata, kemudian berwudlulah bagi setiap shalat hingga waktunya datang.?"
(HR: Bukhari)

0227. "Dari Aisyah, ia berkata: ?Saya mandi jannabah dari kain Nabi saw. lalu beliau keluar
untuk shalat dan sesunguhnya noda yang kena air itu di kain beliau.?"
(HR: Bukhari)

0228. "Dari Sulaiman bin yassar, ia berkata: Saya bertanya kepada Aisyah tentang pakaian
yang terkena mani. Dia menjawab: ?Saya mencucinya dari pakaian Rasulullah saw. dn
beliaupun?? shalat padhal nod-noda air masih kelihatan?"
(HR: Bukhari)

0231. "Dari Anas, ia berkata: Ada beberapa orang Ukal dan dari suku Urain ini dating untuk
singgah di Madinah tetapi tidak bermaksud menetap dan hanya sekedar ingin melihat-lihat
belaka. Nabi saw. menyuruh beberapa orang sahabatnya untuk mengantarkan kepada mereka
yang dating itu beberapa ekor unta yang banyak air susunya agar dapat mereka minum air seni
serta air susunya. Setelah itu mereka sama berangkat, tetapi sesudah mereka merasa segar
(yakni hilang lelahnya), mereka tiba-tiba membnuh penggembala yang diutus oleh Nabi saw.
dan menghalau unta-untanya seluruhnya. Beritanya sampai kepada Nabi saw. keesokan
harinya Nabi mengirim beberapa orang untuk mengejarnya, mereka tertangkap dan
dihadapkan kepada Nabi sore hari. Beliau menyuruh tangan dan kaki mereka dipotong, dan
mata mereka ditusuk dengan besi panas. Lalu, dilemparkan ke Al Harra? dan ketika mereka
minta minum, tak seorangpun memberiya.? Abu Qilabah berkata: ?Orang-orang tersebut
mencuri, membunuh dan kafir sesudah beriman. Mereka memerangi Allah dan Rasul-Nya.?"
(HR: Bukhari)

0232. "Dari Annas, ia berkata: ?Nabi saw. dahulu sebelum dibangun masjid shalat di tempat
menderumnya kambing."
(HR: Bukhari)

0233. "Dari Maimunah ra. bahwasannya Rasulullah saw. ditanya tentang tikus yang jatuh di
minyak samin. Beliau bersabda: ?Lemparkanlah tikus itu dan apa yang ada di sekitarnya, dan
makanlah minyak saminmu.?"
(HR: Bukhari)

0234. Dari Maimunah bahwasanya Nabi saw. ditanya tentang tikus yang jatuh di minyak
samin. Beliau bersanda: ?Ambil saja tikusnya itu dan apa yang ada di sekitarnya supaya kamu
lempakan.?
(HR: Bukhari)

0235. "Dari Abu Hurairah ra. bahwasannya Nabi saw. bersabda: ?Setiap luka yang diderita
oleh seorang muslim di jalan Allah besok pada hari Kiamat luka itu seperti keadaannya ketika
ditikam memancar darah, warnanya warna darah sedang baunya bau kesturi.?"
(HR: Bukhari)

0236. Dari abu Hurairah bahwasannya ia mendengar Rasulullah saw. bersabda: ?Kami ini
adalah orang-orang yang akhir (dating di dunia) tetapi (akan menjadi) orang paling depan (di
hari kiamat).? "Parawi yang sama mengatakan bahwa Nabi saw. bersabda: ?Salah seorang
diantaramu janganlah membuang air besar di air yang diam yang tidak mengalir, kemudian ia
mandi di situ.?"
(HR: Bukhari)

0237. "Dari Abdullah, ia berkata: Ketika Rasulullah saw. bersujud (melakukan seperti tersebut
diatas)"
(HR: Bukhari)

0238. "Dari Abdullah bin Mas?ud ra bahwasannya Nabi saw. selalu shalat di Baiullah
sedangkan Abu Jahal dan temantemannya duduk-dudk. Ketikasebagian dari mereka berkata
kepada sebagian yag lain siapakah di antara kalian yang dapat membawa tempat kandungan
unta Bani Fulan lalu meletakkannya pada punggun Muhammad apabila sujud? Bangkitlah
orang tercelaka diantara kaum itu ia datang membwanya kemudian melihat, sehingga ketika
Nabi saw. sujud ia meletakkannya pada punggung beliau dan saya melihatnya namun
sedikitpun tidak dapat berbuat apa-apa meskipun saya mempunyai penahan, ia berkata: ?
Mereka mulai tertawa-tawa, sebagain mereka menempati tempat sebagian yang lain dan
rasulullah saw. sujud tidak mengangkat kepalanya, sehingga Fatimah ra, datang kepada beliau
lalu melemparkan dari punggung beliau dan beliau mengangkat kepalanya, kemudian beliau
berdoa: ?Ya Allah atas-Mu orang-orang quraisy? tiga kali. Hal itu menyempitkan atas mereka
karena beliau mendoakan atas mereka, dan mereka berpendapat bahwa doa beliau di negeri
itu dikabulkan. Kemudian ia menyebutnya: ?Wahai Allah, asat-Mulah abu Jahal, atas-Mulah
Utbah bin Rabi?ah, Syaibah bin Rabi?ah, Waiid bin Utbah, Umayah bin Khalaf, Uqbah bin
Abu Mu?aith dan beliau menyebut orang yang ketujuh, namun rawinya lupa, dan ia berkata: ?
Demi Dzat yag jiwaku di tangan-Nya, sungguh saya melihat orang-orang yang dihitung
Rasulullah saw. terbanting ke sumur, yakni sumur Badar."
(HR: Bukhari)

0239. "Dari Miswar dan Marwan, ia berkata: ?Nabi saw. keluar untuk berperang pada zaman
terjadinya perdamaian Hudaibiyyah?. Yang meriwayatkan hadits ini lalu melanjutkan hadits
sampai panjang, lalu ia berkata: ?Tidaklah Nabi saw. ia berdahak, melainkan dahaknya itu
selalu jatuh pada tapak tangan seseorang (yakni golongan kaum muslimin). Orang itu lalu
menggosokkannya pada kulit dan mukanya."
(HR: Bukhari)

0240. "Dari Anas ra., ia berkata: nabi saw. meludah di pakaian beliau."
(HR: Bukhari)

0241. "Dari Aisyah dari Nabi saw., beliau bersabda : ?Setiap sesuatu minuman yang
memabukkan itu haram.?"
(HR: Bukhari)

0242. "Dari Sahl bin Sa?d as Sa?idiy ra. bahwasannya ia ditanya oleh orang-orang dengan
apakah luka Rasulullah saw. diobati? Ia berkata: ?Tidaklah masih seorang yang lebih tau
daripadaku. Ali membawa kerangka pedang yang di dalamnya ada ait dan Fatimah membasuh
darah dari wajah beliau. Diambilnya tikar lalu dibakar, dan dituangkan pada luka beliau."
(HR: Bukhari)

0243. "Dari Abu Burdah dari ayahnya, ia berkata: ?Saya dating kepada Nabi saw. saya
mendapa beliau menggosok gigi dengan siwak di tangan beliau, beliau bersuara u? u? sedang
siwak di tangan beliau seolah-olah beliau terkejut.?"
(HR: Bukhari)

0244. "Dari Hudzaifah, ia berkata : Nabi saw. apabila bangun malam, beliau menggosok
mulut beliau dengan siwak."
(HR: Bukhari)

0245. "Dari Ibnu Umar ra. bahwasanya Nabi saw. bersabda: ?Saya bermmimpi, saya
menggosok gigi dengan siwak. Lalu datanglah dua orang yang salah satunya lebih besar (tua)
dari yang lain. Saya memberikan siwak itu kepada orang yang terkecil diantara dua orang itu
kepada orang yang lebih besar diantara keduanya."
(HR: Bukhari)

0246. "Dari bara? bin Azib ra., ia berkata: Nabi sa w. bersabda: ?Apabila kamu datang ke
tempat tidurmu dan berwudlu seperti wudlu ntuk shalat, kemudian kamu tidur miring pada
bagian kanan kemudian ucapkan : ?ALLAHUMMA ASLAMTU WAJHII ILAIKA
WAFAWWADLU AMRII ILAIKA WA ALJA?TUZHAHRII ILAIKA RAGHBATAN
WARAHBATAN ILAIKA LAA MALJA-A WALA MANJAA MINKA ILAIKA
ALLAHUMMA AAMANTU BIKITAABIKALLADZII ANZALTA
WANABIYYAKALLADZII ARSALTA? (Ya Allah, saya serahkan diriku pada_mu dan saya
limpahkan urusan saya kepada-Mu, saya perlindungkan punggung saya kepada-Mu karena
cinta dan takut kepada-Mu. Ya Allah, saya beriman kepada kitab-Mu yang telah Engkau
turunkan dan beriman kepada Nabi-Mu yang telah Engkau utus). Jika" "kamu meninggal pada
malammu itu, maka kamu suci, dan jadikanlah kalimat " "itu kata-kata yang paling akhir. Ia
berkata: ?Saya ulangi pada Nabi saw. Ketika saya sampai: ?ALLAHUMMA AAMANTU
BIKITAABIKALIADZII ANZALTA? (Ya Allah, saya iman kepada kitab-Mu yang telah
Engkau turunkan), saya berkata: ?Dan Rasul-Mu?. Beliau bersabda: ?Tida, dan Nabi_mu yang
Engkau utus.?"
(HR: Bukhari)

0290. "Dari Zaid bin Khalid Al Juhani, bahwasanya ia bertanya kepada Utsman bin Affan
(mengenai persetubuhan tanpa mengeluarkan air mani)). Lalu Zaid mengatakan: ?
Bagaimanakah hukum yang kamu ketahui, apabila seorang lelaki menyetubuhi istrinya tetapi
tidak mengeluarkan air mani?? Utsman menjawab: ?Dia hendaknya berwudlu seperti wudlu
untuk shalat dan mencuci kemaluannya?. Ustman menambahkan: ?Aku mendengarnya dari
Rasululah saw. aku menyampaikannya kepada Ali bin Abi Thalib, Zubair bin Awwam,
Thalhah bin Ubaidillah dan Ubai bin Ka?b dan mereka semua memberikan jawaban yang
sama. Yahya berkata: ?Aku diberitahu oleh Abu Salamah bahwasannya Zubair
memberitahukan kepadanya bahwa ia mendengar demikian itu dari Rasulullah saw."
(HR: Bukhari)

0291. "Dari Aisyah, ia berkata: ?Kami tidak keluar kecuali karena menduga hajji. Ketika kami
berada di Saraf, saya haidl, Nabi saw. Masuk kepada saya lalu saya menangis. Beliau
bersabda: ?Ada apakah kamu, apakah kamu haidl? Ia menjawab: ?Ya?. Beliau bersabda: ?
(Haidl) ini adalah urusan yang telah ditentukan Allah Ta?ala terhadap anak perempuan adam
(para wanita). Dan tunaikanlah apa yang ditunaikan oleh orang yang berhajji, hanya saja,
janganlah kamu thawaf di Baitullah. Ia berkata: ?Rasulullah saw. berkorban untuk istri-istri
beliau dengan seekor lembu.?"
(HR: Bukhari)

0292. "Dari Aisyah ra., ia berkata: ?Saya menyisir kepala Rasulullah saw. padahal saya
sedang haidl.?"
(HR: Bukhari)

0293. "Dari Urwah bahwasanya dia pernah ditanya orang: ?Bolehkah wanita haidl
melayaniku, dan bolehkah wanita junub mendekatiku?? Urwah berkata: Semuanya boleh
bagiku. Semuanya boleh melayaniku dan tiada celanya. Aisyah telah menceritakan kepadaku
bahwa dia pernah menyisir rambut Rasulullah saw. ketika dia sedang haidl. Padahal ketika itu
Rasulullah saw. Sedang i?tikaf di masjid, beliau mendekatkan kepalanya (Aisyah) dan ia
(Aisyah) ada didalam kamarnya, lalu ia menyisirnya padahal ia sedang haidl."
(HR: Bukhari)

0294. "Dari Aisyah ra., ia berkata: ?Nabi saw. bertelakan di kamar saya, padahal saya sedang
haidl, kemudian beliau membaca Al Qur?an,.?"
(HR: Bukhari)

0295. "Dari Ummu Salamah, ia berkata: Ketika saya bersama Nabi saw. beliau tiduran di kain
(hitam persegi empat) karena saya haidl, saya keluar dan saya mengambil pakaian haidl saya,
lalu beliau bersabda: ?Apakah kamu nifas?? saya berkata: ?Ya?. Beliau memanggil saya, lalu
saya tidur bersama beliau di lantai yang rendah.?"
(HR: Bukhari)
0296. "Dari Aisyah ra., ia berkata: Saya dan Nabi saw. mandi di satu tempat, dan masing-
masing dari kami junub. Beliau menyuruh saya lalu saya berkain dan beliau menyentuh saya
padahal saya sedang haidl. Dan beliau mengeluarkan kepala beliau kepada saya padahal
beliau baru i?tikaf lalu saya mencucinya dan saya sedang haidl."
(HR: Bukhari)

0297. "Dari Aisyah, ia berkata: ?Salah seorang diantara kami apabila berhaidl dan Nabi saw.
ingin menyentuhnya maka beliau menyuruhnya untuk berkain pada permulaan haidlnya
kemudian beliau menyentuhnya. Dan siapakah diantaramu yang menguasai pengekangan
syahwatnya sebagaimana Nabi menguasai pengekangan syahwat beliau??."
(HR: Bukhari)

0298. "Dari Maimunah, ia berkata: ?Apabila Rasulullah saw. ingin menggauli seseorang
diantara istri-istrinya yang sedanghaidl, beliau menyuruhnya supaya memakai izar (kain).?"
(HR: Bukhari)

0299. "Dari Abu Sa?id Al Khudri ra., ia berkata: Rasulullah saw. keluar kepada kami pada
wakhtu Dluha atau waktu makan pagi ke mushalla, beliau melewati orang-orang perempuan
dan beliau bersabda: ?Wahai golongan orang-orang perempuan, bersedekahlah kalian karena
sesungguhnya saya diperlihatkan akan kalian itu merupakan sebagain besar penghuni neraka?.
Lalu mereka berkata: ?Karena apa, wahai Rasulullah?? Beliau bersabda: ?Kalian banyak
melaknati dan mengingkari terhadap suami. Saya tidak melihat kekurangan-kekurangan dan
agama pada orang laki-laki yang kokoh dari pada salah seorang di antaramu?. Mereka
berkata: ?Apakah kekurangan akal dan agama kami wahai Rasulullah?? Beliau bersabda: ?
Bukankah persaksian wanita sama dengan separo persaksian laki-laki?? Mereka menjawab: ?
Ya?. Beliau bersabda: ?Itulah termasuk kekurangan agamanya.?"
(HR: Bukhari)

0300. "Dari Aisyah, ia berkata: ?Kami keluar bersama Nabi saw. dan kami keluar bersama
Nabi saw. dan kami menyebut-nyebutkan sesuatu hal melainkan untuk beribadah haji.
Sewaktu kami sampai di Sarif aku datang haidl, lalu masuklah Nabi saw. padaku dan aku
sedang menangis. Beliau lalu bertanya: ?Mengapa kamu menangis?? Aku menjawab: ?Aku
ingin tidak melaksanakan ibadah haji tahun ini?. Beliau bertanya: ?Engkau mungkin datang
haidl?? Aku menjawab: ?Ya? Beliau kemudian bersabda: ?Itu merupakan suatu hal yang telah
Allah tetapkan buat puteri-puteri Adam. Maka lakukanlah semua ibadah haji kecuali
hendaknya engkau tidak berthawaf di sekeliling ka?bah sampai kamu suci.?"
(HR: Bukhari)

0301. "Dari Aisyah bahwasanya ia berkata: Fathimah binti Abu Huraisy bertanya kepada
Rasulullah saw. : ?Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku tidak pernah suci. Apakah aku harus
meninggalkan shalat selamanya?? Rasulullah saw. bersabda: ?Sesungguhnya yang demikian
itu adalah darah yang keluar dari pembuluh darah, bukan darah haidl. Maka apabila yang
keluar itu darah haidl, berhentilah dari kamu shalat dan apabila masa haidl itu telah habis,
sucikanlah tubuhmu dan setelah itu istirahatlah kamu kembali.?"
(HR: Bukhari)

0302. "Dari Asma? binti Abu Bakr, bahwasannya ia berkata: Seorang wanita bertanya kepada
Rasulullah saw.: ?Wahai Rasulullah, bagaimanakah caranya apabila pakaian kami kena darah
haidl, apakah yang harus kami perbuat?? Rasulullah saw. bersabda: ?Apabila pakaianmu kena
darah haidl, maka gosoklah darah itu kemudian bersihkanlah dengan air, dan setelah itu kamu
boleh shalat memakai pakaianmu itu.?"
(HR: Bukhari)

0303. "Dari Aisyah, ia berkata: ?Apabila salah seorang di antara kami datang haidlnya,
keriklah darah yang mengenai pakaiannya dan cucilah bagian itu dan siramlah sisanya dengan
air. Sesudah itu hendaknya dia mendirikan shalat (dengannya).?"
(HR: Bukhari)

"Dari Aisyah bahwasannya Nabi saw. melakukan i?tikaf dan beri?tikaf pulalah sebagian
istreri-isterinya bersama beliau, sedangkan di antara isteri-isterinya ada yang beristihadlah.
Dia (istri Nabi) melihat darah keluar dari kemaluanya dan mungkin dia (istri nabi) meletakkan
sebuah pinggan di bawahnya untuk (menampung) darah. Orang yang meriwayatkan hadits itu
mengira bahwasannya Aisyah melihat cairan bunga mawar, lalu ia berkata: ?Itu tampak
seakan-akan apa-apa yang dipunyai oleh si anu.?"
(HR: Bukhari)

0305. "Dari Aisyah, ia berkata: ?Salah seorang isteri Rasulullah saw. i?tikaf bersama
Rasulullah. Tiba-tiba ia melihat darah kuning keluar dari kemaluannya, dan dia meletakkan
sebuah bejana di bawahnya, padahal ia sedang shalat.?"
(HR: Bukhari)

0306. Dari Aisyah bahwasannya sebagian para ibu-ibu orang beriman (isteri-isteri Nabi saw.)
melakukan i?tikaf sewaktu sedang mengalami istihadlah.
(HR: Bukhari)

0307. "Dari Mujahid, ia berkata: ?Tak seorang pun di antara kami yang mempunyai lebih dari
satu pakaian di mana kami pakai juga untuk haidl kami. Oleh sebab itu apabila ia terkena
sesuatu dari darah haidlnya ia lalu menghilangkan kotoran itu dengan ludahnya kemudian
menggosok-gosoknya dengan kukunya.?"
(HR: Bukhari)

0308. "Dari Ummu Athiyyah ra., ia berkata: ?Kami dilarang untuk berkabung pada mayit di
atas tiga hari kecuali atas suami selama 4 bulan 10 hari dengan tidak bercelak, tidak
berharum-harum dan tidak mengenakan pakaian yang dicelup kecuali kain dingin (buatan
Yaman). Dan kami telah diberi kemurahan ketika suci, apakah salah seorang di atara kami
mandi dari haidlnya dengan setetes minyak harum. Dan kami dilarang mengiringkan
jenazah.?"
(HR: Bukhari)

0309. "Dari Aisyah ra., bahwasannya seorang wanita bertanya kepada Nabi saw. Tentang
dirinya dari haidl. Lalu beliau memerintahkan kepadanya bagaimana ia mandi. Beliau
bersabda: ?Ambillah sepotong kain yang diberi kesturi lalu bersucilah kamu dengannya!? Ia
bertanya: ?Bagaimana saya bersuci dengannya?? Beliau bersabda: ?Maha suci Allah,
bersucilah.? Maka saya menariknya kepadaku, lalu saya katakan : ?Telusurilah dengan
minyak harum pada bekas darah.?"
(HR: Bukhari)

0310. Dari Aisyah bahwasannya ada seorang wanita Anshar bertanya kepada Nabi saw.
bagaimana cara mandi sehabis haidl? Beliau bersabda: ?Ambillah sepotong kain yang
diharumi dengan misik dan cucilah kemaluan dengannya tiga kali.? Nabi saw. merasa malu
dan memalingkan wajahnya. Maka akupun menariknya padanya dan berkata padanya
mengenai apa yang dimaksud Nabi saw.
(HR: Bukhari)

0311. "Dari Urwah bahwasannya Aisyah berkata: ?Saya membaca talbiyah dan mengeraskan
suara bersama Nabi saw. Pada hajji Wada?, saya termasuk orang yang berhajji tamattu?
(mendahulukan Umrah sebelum hajji) dan beliau tidak menuntut binatang korban, lalu Aisyah
menduga bahwa dirinya haidl dan tidak suci sehingga malam Arafah tiba, lalu ia berkata: ?
Wahai Rasulullah saw. ini adalah malam Arafah dan saya bertamattu? untuk Umrah?. Lalu
Rasulullah saw. bersabda: ?Lepaskanlah sanggul kepalamu, sisirlah kepalamu dan kekanglah
Umrahmu?. Maka saya mengerjakannya. Ketika saya menunaikan hajji, beliau
memerintahkan Abdur Rahman pada malam sesudah hari-hari tasyriq, beliau menyuruh saya
Umrah dari Tan?im tempat Umrahku yang mana saya menunaikan ibadah hajji."
(HR: Bukhari)

0312. "Dari Aisyah, ia berkata: kami keluar memenuhi kepada tanggal bulan Dzul Hijjah.
Rasulullah saw. bersabda: ?Barangsiapa yang senang untuk bertalbiyah Umrah maka
hendaklah ia membaca talbiyah. Seandainya saya tidak menyerahkan hewan untuk disembelih
niscaya saya membaca talbiyah untuk Umrah. Maka sebagian dari mereka membaca talbiyah
untuk Umrah dan sebagian dari mereka membaca talbiyah untuk hajji. Ia (Aisyah) baik dalam
menyampaikan crita itu dan ia sebutkan hidlnya. Ia berkata : ia mengirimkan saya bersama
saudaraku Abdurrahman ke Tan?im dan saya bertalbiyah untuk Umrah. Dalam hal itu
sedikitpun tida ada penyembelihan korban, puasa maupun shadaqoh."
(HR: Bukhari)

0313. "Dari Anas bin Malik dari Nabi saw., beliau bersabda: ?Sesungguhnya Allah Azza wa
Jaala telah menugaskan pada rahim wanita, seorang malaikat. Dia berkata: ?Wahai Tuhan, ini
air mani. Wahai Tuhan, ini segumpal darah. Wahai Tuhan, ini segumpal daging?. Apabila
Allah ingin menyempurnakan kejadian itu sempurnalah. Malaikat bertanya kepada Tuhan: ?
Laki-laki atau perempuan? Malang atau bahagia? Apakah rezekinya dan berapakah
umurnya?? Lalu semuanya itu dituliskan dalam rahim ibunya.?"
(HR: Bukhari)

0314. "Dari Aisyah, ia berkata: Kami keluar bersama Nabi saw. Dalam hajji Wada?. Di antara
kami ada orang yang mulai berihram untuk melakukan Umroh dan di antara kami juga
ada yg berikhram untuk melakukan hajji. Setelah kami datang di Makkah, beliau
bersabda: ?Barang siapa yang tadinya berikhram untuk umroh dan belum membayar
hadyu hendaknya dia bertahallul (yakni halal melakukan apa-apa yang diharammkan
selama ikhramnya), tetapi barangsiapa yang berikhram untuk umrah dan sudah
membayar hadyu, maka tidak halal , sehingga ia menyembelih hadyunya. Adapun orang
yang tadinya berikhran untuk hajji, maka hendaklah menyempurnakan hajjinya?.
Aisyah selanjutnya berkata: ?Aku datang haidl dan terus haidl sampai hari Arafah, dan
aku telah melakukan ikhram untuk umrah saja (tamattu?). Nabi saw. menyuruhku
supaya menguraikan dan menyisir rambutku dan memulai ihram untuk hajji saja dan
meninggalkan umrah dan akupun melakukannya sampai aku menyelesaikan hajji. Lalu
Nabi saw. Mengirim Abdurrahman bin Abu Bakr denganku dan menyuruhku
melaksanakan Umrah dari Tan?im sebagai pengganti umroh yang batal."
(HR: Bukhari)

0315. "Dari Aisyah bahwasannya Fatimah binti Abi Hubaisy beristihadah, lalu ia bertanya
kepada Nabi saw., kemudian Nabi saw. bersabda: ?Yang demikian itu adalah keringat
(yakni darah yang keluar dari pembuluh darah), bukan darah haidl. Maka apabila yang
keluar itu darah haidl, maka tinggalkanlah shalat, dan apabila masa haidl itu telah habis,
sucikanlah tubuhmu dan shalatlah.?"
(HR: Bukhari)

0316. "Dari Qatadah, ia berkata: Saya diberitahu oleh Mu?adzah bahwasannya seorang wanita
berkata kepada Aisyah: ?Apakah salah seorang di antara kita shalatnya mencukupi
apabila ia suci?? Ia menjawab: ?Apakah kamu seorang Haruri? Kami haidl bersama
Nabi, namun beliau tidak memerintahkan kami karenanya? atau ia berkata: ?Kami tidak
mengerjakannya?."
(HR: Bukhari)

0317. "Dari Ummu Salamah, ia berkata: ?Datang masa haidku ketika aku sedang berbaring
dengan Nabi saw. dibawah sebuah selimut, lalu aku pergi meninggalkannya diam-diam
dan keluarlah aku dari dalam selimut tadi, kemudian aku mengambil pakaian yang
untuk haidl dan memakainya. Rasulullah saw. bersabda: ?Apakah kamu haidl? Aku
menjawab: ?Ya? . Maka beliau lantas memanggilku dan memasukkan aku bersamanya
di dalam selimut itu?. Ummu Salamah selanjutnya berkata: ?Nabi saw. Menciumku
sewaktu beliau berpuasa. Nabi saw. dan aku mandi dari janabah di satu bejana.?"
(HR: Bukhari)

0318. "Dari Ummu Salamah ra., ia berkata: Ketika saya bersama Nabi saw., beliau tiduran di
kain (hitam persegi empat) karena saya haidl, saya keluar dan saya mengambil pakaian
haidl saya, lalu beliau bersabda: ?Apakah kamu nifas?? saya berkata: ?Ya?. Beliau
memanggil saya, lalu saya tidur bersama beliau di lantai yang rendah."
(HR: Bukhari)

0319. "Dari Hafshah, ia berkata : ?Kami semua melarang gadis-gadis kami untuk keluar pada
dua hari raya (yakni Idul Fitri dan Idul Adlha). Kemudian datanglah seorang perempuan
lalu singgah di gedung keluarga Khalaf. Suami dari saudara perempuannya telah
mengikuti peperangan bersama-sama dengan Nabi saw. Sebanyak dua belas kali.?
Perempuan tersebut selanjutnya mengatakan: ?Saudaraku perempuan itu pernah
mengikuti suaminya (dalam peperangan) sebanyak enam kali. Ia mengatakan ?Kami
mengobati yang terluka, mengurus yang sakit, dan suatu saat bertanya kepada Nabi saw.
: ?Tidak apa-apakah bagi salah seorang di antara kami untuk tinggal di rumah kalau dia
tidak mempunyai jilbab?? Beliau menjawab: ?Hendaknya dia menutup dirinya dengan
jilbab milik sahabatnya dan hendaknya dia berpartisipasi di dalam perbuatan-perbuatan
yang baik dan di dalam pertemuan-pertemuan keagamaan kaum muslimin.? Pada waktu
Ummu Athiyyah datang, aku lalu bertanya kepadanya: ?Apakah Anda pernah
mendengar Nabi saw. mengenai bolehnya kaum wanita keluar untuk menghadiri
kebaikan yang diadakan oleh kaum muslimin?? Ummu Athiyyah berkata: ?Ya, semoga
ayahku berkorban untuknya (Nabi saw.). Ummu Athiyyah tidak menyebutkan sesuatu
melainkan ia hanyalah berkata: ?Semoga ayahku berkurban untuknya, aku pernah
mendengar Nabi saw. bersabda: ?Wanita-wanita merdeka, wanita-wanita yang bercadar,
dan wanita-wanita haidl keluar agar menyaksikan kebaikan dan da?wah orang mu?min?
Dan orang yang haidl mengucilkan diri dari mushalla. Dikatakan kepadanya: ?Apakah
sedang haidl?? Ia menjawab: ?Bukanlah mereka menyaksikan Arafah, demikian dan
demikian?."
(HR: Bukhari)

0320. "Dari Aisyah ra. bahwasannya Fatimah binti Abu Hubaisy bertanya kepada Nabi saw.,
ia berkata: Saya ini istihadlah dan tidak pernah suci. Apakah saya harus menghentikan
shalat?? Nabi saw. bersabda: ?Tidak! Istihadlah itu dari pembuluh-pembuluh darah.
Tetapi berhentilah shalat untuk beberapa hari, yaitu pada hari-hari biasanya kamu haidl.
Sesudah itu mandilah dan shalatlah.?"
(HR: Bukhari)

0321. "Dari Ummu Athiyyah, ia berkata: ?Kami tidak menganggap kekuning-kuningan dan
kekeruhan (sebagai darah haidl, sedikitpun)?."
(HR: Bukhari)

0322. "Dari Aisyah istri Nabi saw. sesungguhnya Ummu Habibah istihadlah selama 7 tahun,
lalu ia bertanya kepada Rasulullah saw. Mengenai apa yang dialaminya itu, kemudian
beliau menyuruh mandi, lalu beliau bersabda: ?Istihadlah itu dari pembuluh darah.?
Oleh sebab itu Ummu Habibah lalu mandi untuk setiap hendak mengerjakan shalat.?"
(HR: Bukhari)

0323. "Dari Aisyah istri Nabi saw. bahwasannya ia berkata kepada Rasulullah saw.: ?
Sesungguhnya Shofiyah binti Huyaiy telah haidl.? Rasulullah saw bersabda: ?
Barangkali ia menghalangi kita, bukankah ia thawaf bersama kamu sekalian?? Mereka
menjawab: ?Ya? Beliau bersabda: ?Keluarlah kamu (shafiyah)?."
(HR: Bukhari)
0324. "Dari Ibnu Abbsa, ia berkata: ?Seorang wanita mendapatkan rukhsah (dispensasi) untuk
pergi (pulang ke rumah) apabila dia haidl (setelah thawaf ifadlah). Ibnu Umar mulanya
berkata bahwa dia tidak boleh pergi tetapi kemudian terakhir aku mendengar dia
berkata: ?Sesungguhnya Rasulullah saw. memberikan rukhshah (dispensasi) untuk
kaum perempuan yang haidl tersebut.?"
(HR: Bukhari)

0325. "Dari Aisyah, ia berkata: Nabi saw. Bersabda: ?Apabila sudah tiba waktunya haidl maka
tinggalkanlah shalat, dan apabila hidl telah berhenti maka basuhlah darah itu dari
padamu dan lakukanlah shalat.?"
(HR: Bukhari)

0326. "Dari Samurah bin Jundup ra. bahwasannya seorang wanita meninggal dalam suatu
lembah. Maka Nabi saw. menshalatinya, dimana beliau shalat di pertengahan
(tubuh)nya."
(HR: Bukhari)

0327. "Dari Maimunah isteri Nabi saw. bahwasannya ia sedang haidl dan tidak shalat, ia
membentangkan diri di serambi masjid Nabi saw., dan beliau sedang shalat pada
sajadah beliau, dimana apabila beliau sujud maka sebagian pakaian beliau mengenainya
(Maimunah)"
(HR: Bukhari)

0328. "Dari Aisyah isteri Nabi saw., ia berkata: Kami keluar bersama Nabi dalam sebagian
perjalalanan-perjalanan beliau sehingga ketika kami di Baida? atau di Dzatul Jaisy
terputuslah kalung saya. Rasulullah saw. Berkenan mencarinya dan orang-orang
menyertai beliau. Mereka tidak di tempat yang ada air. Orang-orang datang kepada Abu
Bakar ra. dengan berkata: ?Tidaklah engkau lihat apa yang diperbuat oleh Aisyah
kepada Rasulullah saw. dan orang banyak? Mereka tidak di (tempat yang ada) air dan
mereka tidak mempunyai air? Abu Bakar ra. datang kepada Rasulullah dan Rasulullah
saw. Sedang tidur dengan meletakkan kepala beliau atas pahaku. Abu bakar berkata: ?
Kamu menahan Rasulullah saw. dan orang-orang, mereka tidak di (tempat yang ada) air
dan mereka tidak memiliki air?. Aisyah berkata: ?Abu bakar memarahi aku dan ia
mengatakan apa yang dikehendaki Allah untuk diucapkan olehnya Ia mulai memukul
saya dengan tangannya untuk wajahku. Dan saya terhalang untuk bergerak karena
Rasulullah masih tidur di paha saya. Lalu Rasulullah saw. masuk untuk waktu subuh
tanpa air. Maka Allah Azza wa Jalla menurunkan ayat tayammum dan merekapun
bertayammum. Usaid bin Hudlair berkata: ?Apakah permulaan berkahmu wahai
keluarga Abu bakar?? Ia (Aisyah) menjawab: ?Kami mencari onta yang dahulu saya di
atasnya. Lalu kamu temukan kalung di bawahnya.? "
(HR: Bukhari)

0329. "Dari Jabir bin Abdillah ra. bahwasannya Nabi saw. bersabda: ?Saya diberi lima hal
yang seorangpun sebelumku tidak diberinya. Saya ditolong dengan ketakutan jarak satu
bulan, dijadikan-Nya bumi bagiku sebagai masjid dan suci. Siapapun dari ummatku
masuk waktu shalat, maka hendaklah ia shalat, dihalalkan-Nya rampasan perang bagiku
dan rampasan itu tidak halal bagi seorangpun sebelumku, aku diberi syafa?at dan Nabi
(selain aku) diutus khusus kepada kaumnya saja, dan aku diutus kepada seluruh
manusia pada umumnya."
(HR: Bukhari)

0330. "Dari Aisyah bahwasannya ia meminjam kalung dari Asma?, lalu kalung itu hilang.
Kemudian Rasulullah saw. mengutus seseorang (untuk mencarinya), akhirnya kalung
tadi dapat ditemukan. Lalu waktu shalat tiba dan tidak ada air di sana. Mereka shalat
(tanpa wudlu) dan memberitahukannya kepada Rasulullah saw. Maka Allah
menurunkan ayat-ayat tayammum. Usaid bin Hudlair berkata kepada Aisyah: ?Semoga
Allah melimpahkan pahala kebaikan bagimu. Demi Allah, apabila sesuatu hal terjadi
padamu padahal engkau tidak menyukainya, Allah menjadikan hal itu mengandung
kebaikan bagimu dan bagimu kaum muslimin.?"
(HR: Bukhari)

0331. "Dari Ummair, hamba sahaya Ibnu Abbas, ia berkata: ?Saya pernah datang dan
bersamaku di waktu itu ialah Abdullah bin Yasar, hamba sahaya Maimunah, istri Nabi
saw. sehingga kami masuk ke tempat Abu Juhaim bin Harits bin Shammah dari
golongan kaum Anshor. Abu Juhaim lalu berkata: ?Nabi saw. datang dari arah sumur
Jamal, lalu ada seorang laki-laki bertemu beliau dan mengucapkan salam dan beliau
tidak menjawabnya sampai beliau datang di dinding. Lalu beliau mengusap wajah dan
kedua tangan beliau kemudian beliau menjawab salam.?"
(HR: Bukhari)

0332. "Dari Sa?id bin Abdurrahman bin Abza dari ayahnya, ia berkata: Ada seorang laki-laki
datang ke tempat Umar bin Khathab, lalu berkata: ?Sesungguhnya aku ini sedang
menanggung janabah, tetapi aku tidak mendapatkan air.? Ammar bin Yasir berkata
kepada Umar bin Khathab: ?Tidakkah kamu ingat bahwa kami dalam suatu perjalanan,
yakni saya dan kamu. Kamu tidak shalat dan saya bersuci (wudlu dengan debu) dan
saya menyebutkannya kepada Nabi saw. Lalu Nabi saw. bersabda: ?Cukup bagimu
demikian ini?. Maka beliau memukulkan kedua telapak beliau ke tanah kemudian
meniupnya, dan beliau mengusapkan kedua telapak beliau ke muka (wajah) dan telapak
beliau."
(HR: Bukhari)

0333. "Dari Said bin Abdurrahman bin Abza dari ayahnya, Ammar berkata (sebagaimana yang
tersebut di atas). Dan Syu?bah memukul tanah dengan kedua tangannya kemudian
mendekatkan kedua-duanya ke wajahnya dan ke bagian belakang kedua tangannya.?"
(HR: Bukhari)

0334. Dari Ibnu Abdurrahman bin Abza dari ayahnya bahwasannya ketika dia bersama-sama
dengan Umar berkata kepada Umar: ?Kita berada di dalam Sariyyah (detasemen) dan junub
dan aku meniup kedua tanganku yang berdebu.?
(HR: Bukhari)

0335. "Dari Abdurrahman, ia berkata: Ammar berkata kepada Umar: ?Aku mengguling-
gulingkan diriku dalam debu dan datang kepada Nabi saw. yang bersabda: ?Cukuplah engkau
mengusap wajah dan dua tapak tangan saja.?"
(HR: Bukhari)

0336. "Dari Ibnu Abdurrahman bin Abza dari ayahnya, ia berkata: Amar berkata: ?Nabi
Muhammad SAW emukul tanah dengan kedua tangannya, lalu mengusapkannya ke wajahnya
dan ke bagian belakang dari kedua tangannya.?"
(HR: Bukhari)

0337. "Dari Imran, ia berkata: Kami dalam perjalanan bersama Nabi saw. dengan berjalan
malam. Ketika kami tidur di akhir malam sejenak dimana tidak ada tidur di akhir malam yang
lebih enak daripadanya, dan yang membangunkan kami hanyalah sinar matahari. Orang yang
paling dahulu bangun adalah Fulan, Fulan, Fulan, Fulan kemudian yang keeempat Umar bin
Khathab. Apabila Nabi saw. Tidur maka kami tidak membangunkan beliau sehingga beliau
bangun sendirian. Sesngguhnya kami tidak mengetahui apa yang terjadi dalam tidur brliau.
Ketika Umar bangun dan melihat apa yang terjadi pada manusia ? ia seorang yang keras maka
ia bertakbir dan mengeraskan suaranya dengan takbir dan Rasulullah saw. bangun karena
suaranya. Ketika beliau bangun mereka mengadukan kepada beliau akan sesuatu yang
menimpa mereka. Beliau menjawab: ?Tidak ada kerugian atau tidak merugikan , ?pergilah
kalian? dan beliaupun pergi tidak jauh, kemudian turun dan minta air wudlu dan beliaupun
wudlu. Dikumandangkanlah adzan dan beliau shalat dengan orang-orang. Ketika beliau
berpaling dari shalat, tiba-tiba ada seorang laki-laki yang menyendiri, tidak shalat bersama
kaum itu. Beliau bersabda: ?Apakah yang menghalangimu untuk shalat bersama kaum wahai
Fulan?? Ia menjawab: ?Saya terkena junub, padahal tidak ada air?. Beliau menjawab: ?
Atasmu debu, karena sesungguhnya debu itu cukup bagimu?. Nabi saw. berjalan kemudian
orang-orang mengadukan kehausan kepada beliau. Beliau turun dan memanggil Ali dan
seorang laki-laki lain, beliau bersabda: ?Pergilah dan carilah air.? Keduanya pergi dan
menjumpai seorang wanita diantara dua tempat air (terbuat dari kulit) penuh air di atas
ontanya. Dua orang itu bertanya kepadanya: ?Dimanakah ada air?? Ia menjawab: ?Kemarin,
janji saya untuk mendapatkan air saat ini sedang orang-orang selain kami tidak.? Keduanya
menjawab: ?Kalau demikin, berangkatlah!? Ia menjawab: Kemana?? Keduanya menjawab: ?
Kepada Rasulullah saw.? Ia menjawab: ?Kepada orang yang dikatakan keluar dari
agamanya!? Dua orang itu menjawab: ?Dialah orang yang kamu maksudkan, maka
berangkatlah!? Lalu dua orang itu datang kepada Rasulullah saw. Dan menceritakan
pembicaraan itu. Beliau bersabda: ?Minta diturunkanlah dari ontanya!? Dan Nabi saw. minta
diambilkan bejana, lalu beliau menuangkan ke dalamnya dari mulut tempat tempat air dan
menegakkan mulut-mulutny, dan melepaskan lobang air (bagian bawahnya) dan orang-orang
dipanggil: ?Berilah minum, atau carilah air!? Maka ada orang-orang yang memberi minum
dan ada pula yang mencari air. Kemudian beliau memberikan air satu bejana kepada orang
yang junub. Beliau bersabda: ?Pergilah, lalu tuangkanlah atasmu.? Wanita itu berdiri
memperlihatkan apa yang dilakukan dengan airnya. Demi Allah wanita itu tertahan dan
sesungguhnya terbayangkan oleh kami bahwa tempat air itu lebih penuh daripada ketika
permulaannya. Lalu Nabi saw. Bersabda: ?Kumpulkanlah untuknya, maka mereka
mengumpulkan untuknya diantara korma (yang disimpan sebagai makanan), tepung dan
tepung gandum sehingga mereka mengumpulkan untuknya makanan, dan mereka meletakkan
kain di mukanya. Beliau bersabda kepadanya: ?Kami tidak mengurangi airmu sedikitpun akan
tetapi Allahlah yang memberi minum kami.? Lalu wanita itu datang kepada keluarganya dan
wanita itu telah selesai dari mereka. Lalu mereka bertanya: ?Apakah yang menghalangimu
wahai Fulanah?? Wanita itu menjawab:?Keheranan sampai kepadaku, sungguh ia orang yang
paling penyihir diantara ini dan ini.? Wanita itu berkata dengan jari-jari tengah dan telunjuk
dengan diangkatnya ke langit, yakni langit dan bumi atau sesungguhnya dia itu utusan Allah
benar-benar. Setelah itu orang-orang muslim itu cemburu atas orang yang disekelilingi wanita
itu dari kalangan orang-orang musyrik dan mereka tidak menempatkan kelompok orang-orang
yang mana wanita itu dari padanya. Wanita itu pada suatu hari berkata kepada kaumnya: ?
Saya tidak melihat kaum itu meninggalkan kamu sekalian dengan sengaja, apakah kalian mau
Islam?? lalu mereka menta?atinya maka merekapun masuk Islam."
(HR: Bukhari)

0338. "Dari Abu Wail, ia berkata: Abu Musa berkata kepada Abdullah bin Mas?ud: ?Apabila
seseorang itu tidak menemukan air, ia boleh tidak shalat?. Abdullah berkata:: ?Bagaimana
kalau aku mengatakannya sebagai suatu rukhsah (kelonggaran) dalam ini, yakitu: Apakah
sesorang di kalangan kaum muslim itu mendapatkan rasa dinggin?. Ia berkata demikian, yang
dimaksudkan ialah bahwa orang itu supaya bertayammum lalu shalat. Ia kemudian berkata: ?
Aku berkata, ?Bagaiman tentang perkataan ?Ammar kepada Umar?? Abdullah menjawab: ?
Sesungguhnya aku tidal berpendapat bahwasannya Umar sudah merasa puas dengan ucapan ?
Ammar itu?."
(HR: Bukhari)

0339. "Dari A?masy, ia berkata: ?saya mendengar Syaqiq bin Salamah, ia berkata: ?Saya
berada di tempat Abdullah dan Abu Musa juga berada di situ. Abu Musa berkata kepada
Abdullah: ?Bagaimana pendapatmu wahai Abu Abdurrahman, jika seseorang itu berjanabat,
lalu tidak mendapatkan air, apakah yang semestinya dilakukan olehnya?? Abdullah
menjawab: ?Jangan shalat sampai air diketemukan?. Abu Musa berkata: ?Bagaimana
pendapatmu tentang ucapan Ammar (yang disuruh Nabi untuk melakukan tayammum). Nabi
berkata kepadanya: ?Lakukanlah tayammum dan itu sudah cukup?. Abdullah menjawab: ?
Tidakkah kamu pandang bahwa Umar tidak puas dengan ucapan Umar, tetapi bagaimana
pendapatmu tentang ayat (tentang tayammum) ini?? Abdullah diam sejenak lalu berkata: ?
Apakah kita memperbolehkannya, maka dimungkinkan mereka akan melakukan tayammum
meskipun air tersedia, apabila diantara mereka mendapatkan air dingin.? Aku (yakni A?masy)
berkata kepada Syaqiq: ?Sebenarnya Abdullah itu tidak senang untuk memperbincangkan
persoalan ini?. Syaqiq menjawab: ?Ya?."
(HR: Bukhari)

0340. "Dari Syaqiq, ia berkata: ?Saya duduk-duduk bersama Abdullah dan Abu Musa al Asy?
ari, lalu Abu Musa berkata kepada Abdullah: ?Andaikata seseorang sedang menanggung
janabah, kemudian tidak menemukan air selama sebulan lamanya, apakah ia tidak perlu ber
tayammum dan salat. Kalau demikian, maka bagaimana uraian yang dapat kamu kemukakan
mengenai ayat ini dari Al Maidah: ?FALAM TAJIDU MAA-AN FATAYAMMUMUU SHA-?
IIDAN THAYYIBAN? (Apabila kamu tidak mendapatkan air maka lakukanlah tayammum
dengan debu yang bersih) Abdullah menjawab: ?Apabila kita membolehkannya maka mereka
mungkin akan melakukan tayammum dengan debu yang bersih meskipun air tersedia tetapi
dingin.? Saya mengatakan kepada Syaqiq:"
(HR: Bukhari)

0341. "Dari Imran bin Hushain Al Khuzaiy bahwa sesungguhnya Rasulullah saw. Melihat
seorang elaki yang menyendiri. Sedang dia sendiri tidak ikut mengerjakan shalat bersama-
sama kami. Beliau bertanya kepadanya: ?Apakah yang menghalang-halangi kamu untuk ikut
shalat bersama-sama dengan kaum?? Kemudian orang tadi menjawab: ?Wahai Rasulullah,
saya terkena janabat dan tidak ada air.? Beliau lalu bersabda: ?Lakukanlah tayammum dengan
tanah yang bersih dan itu sudah cukup bagimu.? "
(HR: Bukhari)

0342. "Dari Ubayy bin Ka?b ia berkata: ?Wahai Rasulullah, apabila ia seorang laki-laki
menyetubuhi istrinya, tetapi tidak mengeluarkan mani, apakah yang wajib dilakukan
olehnya?? Beliau bersabda: ?Hendaknya ia mencuci bagian-bagian yang berhubungan dengan
kemaluan wanita, berwudlu dan lalu shalat?. Abu Abdillah berkata: ?Mandi adalah lebih hati-
hati dan merupakan peraturan hukum yang terakhir. Namun mengenai tidak wajibnya mandi
kamu uraikan juga untuk menerangkan adanya perselisihan pendapat antara orang alim?."
(HR: Bukhari)

0581. "Dari Anas, ia berkata: Orang-orang (yakni para sahabat) yang menyebut-nyebut api
dan bel (yang mereka pergunakan sebagai tanda-tanda dimulainya shalat), dan merekapun
menyebut-nyebut orang-orang Yahudi dan Kristen. Maka, Bilal diperintah untuk
menggenapkan adzan shalat dan menggasalkan iqamah."
(HR: Bukhari)

0582. "Dari Ibnu Umar ra., ia berkata: Ketika kaum muslimin datang di Madinah mereka
berkumpul, mereka lupa akan shalat dan tidak ada panggilan untuk shalat (adzan). Pada suatu
hari mereka memperbincangkan hal itu. Sebagian dari mereka berkata: "Ambillah lonceng
seperti lonceng orang-orang Kristen. Sebagian mereka berkata: "Bahkan terompet saja seperti
tanduk orang-orang Yahudi". Umar berkata: "Apakah kalian tidak mengangkat seorang laki-
laki yang memanggil untuk shalat?" Rasulullah saw. bersabda: "Hai Bilal, berdirilah,
panggillah untuk shalat!"
(HR: Bukhari)

0583. "Dari Anas, ia berkata: Bilal disuruh untuk menggenapkan adzan dan menggasalkan
iqamah, kecuali kalimat iqamah (qad qamatish shalah = pen)"
(HR: Bukhari)

0584. "Dari Anas bin Malik, ia berkata: "Di waktu orang-orang sudah banyak", ia mengatakan
selanjutnya: "Mereka mengusulkan supaya memberitahukan bahwa shalat telah tiba, dengan
suatu tanda yang mudah dikenal. Ada yang mengusulkan supaya menyalakan api atau
membunyikan lonceng. Maka Bilal disuruh untuk menggenapkan adzan dan menggasalkan
iqamah, (kecuali kalimat iqamat qad qaamatish shalah = pen)"
(HR: Bukhari)

0585. "Dari Anas, ia berkata: Bilal disuruh untuk menggenapkan adzan dan menggasalkan
iqamah."
(HR: Bukhari)

0586. "Dari Abu Hurairah ra. Bahwasanya Rasulullah saw. Bersabda: "Apabila
dikumandangkan panggilan shalat (adzan) maka syaitan membelakangi dan mengentuti
sehingga seseorang tidak mendengar adzan. Apabila panggilan itu telah selesai maka ia datang
lagi sehingga apabila panggilan untuk shalat diulang (iqamah) ia membelakangi lagi sehingga
apabila pengulangan (iqamah) itu telah selesai maka ia datang sehingga ia melintaskan pikiran
antara seseorang dan dirinya. Ia berkata: "Sebutlah demikian, sebutlah demikian terhadap
sesuatu yang tidak pantas diingatnya sampai seseorang menjadi tidak mengetahui berapa
raka'at ia shalat."
(HR: Bukhari)

0587. "Dari Abu Sa'id, ia berkata kepada Abdullah bin Abdurrahman: "Kulihat anda menyukai
kambing dan dusun kecilmu. Karena itu apabila anda sedang berada dekat kambing-
kambingmu atau di dusunmu, dan anda hendak adzan shalat, maka keraskanlah suara
adzanmu itu, karena barangsiapa yang mendengar suara adzan, baik jin atau manusia dan lain-
lainnya, semuanya akan menjadi saksi di hari kiamat nanti. Begutilah kudengar dari
Rasulullah saw."
(HR: Bukhari)

0588. "Dari Anas bin Malik ra., ia berkata: "Apabila Nabi keluar bersama-sama kami untuk
bepergian (demi Allah) terhadap sesuatu kaum, beliau tidak pernah mengizinkan kami untuk
menyerang hingga pagi dan beliau dapat menunggu dan melihat: Apabila beliau mendengar
adzan beliau menangguhkan penyerangan dan apabila beliau tidak mendengar adzan beliau
menyerang." Anas menambahkan: "Kami sampai di Khabar pada malam hari dan pada pagi
harinya seaktu beliau tidak mendengar adzan untuk shalat, beliau mengendarai
(tunggangannya) di belakang Abu Thalhah dan kakiku menyentuh kaki Nabi saw.
PendudukKahibar keluar dengan keranjang-keranjang dan sekop-sekop mereka dan sewaktu
mereka melihat Nabi mereka berseru: "Muhammad! Demi Allah, Muhammad dengan
tentaranya". Sewaktu Rasulullah saw. melihat mereka, beliau bersabda: "Allahu Akbar!
Allahu Akbar Khaibar hancur. Apabila kami mendekati sebuah kaum (musuh untuk
berperang), maka buruklah pagi harinya orang-orang yang telah diberi peringatan."
(HR: Bukhari)

0589. "Dari Abu Sa'id Al Khudriy bahwasanya Rasulullah saw. Bersabda: "Apabila kamu
mendengar adzan, maka baca pulalah bacaan yang dibaca Muadzdzin (orang yang
mengumandangkan adzan) itu."
(HR: Bukhari)

0590. "Dari Isabin Thalhah bahwasanya ia mendengar Mu'awiyah mengulang kata-kata adzan
terus sampai "Wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah."
(HR: Bukhari)

0591. "Yahya berkata: Sebagian dari sahabat-sahabatku mengatakan kepadaku bahwa Hisyam
telah berkata: "Apabila Muadzdzin mengucapkan "Hayya 'alash shalah" (Marilah kita shalat)
maka pendengar mengucapkan: "Laa haula walaa quwwata illa billah" (Tidak ada daya upaya
dan kekuatan kecuali karena pertolongan Allah)"
(HR: Bukhari)

0592. "Dari Jabir bin Abdullah ra. Bahwasanya Rasulullah saw. Bersabda: "Barangsiapa yang
ketika mendengar adzan mengucapkan: ALLAAHUMMA RABBA HAADZIHID DA'WATIT
TAAMMATI WASHSHALAATIL QAA-IMATI AATI MUHAMMADANIL WASIILATA
WALFADLIILATA WAB'ATSHU MAQAAMAM MAHMUUDANILLADZII WA'ADTAH"
(Wahai Allah Tuhan panggilan yang sempurna ini dan shalat yang tegak, berikanlah kepada
Muhammad akan perantaraan dan keutamaan dan bangkitkanlah ia pada maqam (kedudukan)
yang engkau janjikan , maka pastilah syafa'atku kepadanya pada hari kiamat."
(HR: Bukhari)

0593. "Dari Abu Hurairah ra. Bahwasanya Rasulullah saw. Bersabda: " Seandainya manusia
mengetahui pahala adzan dan shaf pertama kemudian ia tidak mendapatkannya kecuali
dengan undian niscaya mereka berundi. Seandainya mereka mengetahui pahala panasnya
siang hari (untuk shalat Dhuzur) niscaya mereka berlomba-lomba kepadanya. Dan seandainya
mereka mengetahui pahala Isya dan Subuh niscaya mereka mendatanginya meskipun
merangkak."
(HR: Bukhari)

0594. "Dari Abdullah bin Harist, ia berkata: "Ibnu Abbas pernah berkhutbah di muka kami
semua pada suatu saat hujan berlumpur. Dan ketika muadzdzin mengumandangkan adzan
sampai pada lafazh "Hayya 'alash shalaah" maka Ibnu Abbas menyuruh orang yang adzan itu
supaya berseru kepada orang banyak agar mereka tetap berada di masing-masing tempat
kediamannya. Orang-orang mulai melihat satu sama lain. Ibnu Abbas berkata: "Itu sudah
dilakukan oleh orang yang jauh lebih daripadaku (Nabi saw. atau muadzdzinnya), dan itu
adalah sebuah izin."
(HR: Bukhari)

0595. "Dari Salim bin Abdullah dari ayahnya bahwasanya Rasulullah saw. Bersabda:
"Sesungguhnya Bilal itu adzan di malam hari, maka makan dan minumlah sehingga Ibnu
Ummi Maktum adzan." Ia berkata: Ibnu Ummi Maktum itu seorang buta, tidak adzan sampai
dikatakan kepadanya: "Telah subuh, telah Subuh."
(HR: Bukhari)

0596. "Dari Hafshah bahwasanya Rasulullah saw. Apabila muadzd Subuh beri'tikaf dan
Subuh sudah jelas maka rasulullah saw. Shalat dua raka'at ringan sebelum shalat itu (Subuh =
pen) didirikan."
(HR: Bukhari)

0597. Dari Aisyah bahwasanya Nabi saw. Itu shalat dua raka'at yang ringan antara adzan dan
iqamah dari shalat Fajar.
(HR: Bukhari)

0598. "Dari Abdullah bin Umar bahwasannya Rasulullah saw. Bersabda: "Sesungguhnya Bilal
itu adzan di malam hari, maka makan dan minumlah sehingga Ibnu Ummi Maktum adzan."
(HR: Bukhari)

0599. "Dari Abdullah bin Mas'ud ra. Dari Nabi saw., beliau bersabda: "Adzannya Bilal
janganlah menghalangi salah seorang diantaramu dari sahurnya karena ia adzan di malam
hari, agar orang yang mendirikan (shalat malam) kembali dan orang yang tidur ingat. Ia
bukanlah mengatakan Fajar atau Subuh." Beliau bersabda dengan jari-jari diangkat ke atas
dan menundukkannya ke bawah sehingga ia mengatakan demikian ini sambil mengisyaratkan
dengan kedua jari petunjuk beliau, salah satunya diatas yang lain, kemudian beliau
membentangkan ke kanan dan ke kiri beliau."
(HR: Bukhari)

0600. "Dari Aisyah ra. dari Nabi saw. bahwasanya beliau bersabda: "Sesungguhnya Bilal itu
adzan di malam hari, maka makan dan minumlah sehingga Ibnu Ummi Maktum adzan."
(HR: Bukhari)
0601. "Dari Abdullah bin Mughaffal Al Muzanniy bahwasanya Rasulullah saw. Bersabda:
"Diantara dua adzan adalah satu shalat" - tiga kali - bagi siapa yang mau."
(HR: Bukhari)

0602. "Dari Annas bin Malik, ia berkata: "Apabila juru adzan telah selesai beradzan, maka
para sahabat Nabi saw. beralih ke pilar-pilar masjid (untuk mendirikan shalat) sampai Nabi
saw. keluar dan dengan cara begitu mereka shalat dua raka'at sebelum shalat magrib. Ada
beberapa waktu saja diantara adzan dan iqamah." Syu'bah berkata: "Ada jarak yang sangat
pendek sekali antara keduanya (adzan dan iqamah)."
(HR: Bukhari)

0603. "Dari Aisyah ra., ia berkata: "Apabila Muadzdzin telah selesai adzan Subuh, maka
Rasulullah saw. shalat ringan lebih dahulu dua raka'at sesudah terbit fajar. Setelah itu beliau
berbaring ke sebelah kanan beliau sampai datang orang memberitahukan hendak iqamat untuk
shalat Subuh."
(HR: Bukhari)

0604. "Dari Abdullah bin Mughaffal, ia berkata: Nabi saw. bersabda: "Diantara setiap dua
adzan adalah satu shalat, di antara dua adzan adalah satu shalat." Kemudian beliau bersabda
pada yang ketiganya: "Bagi siapa yang mau." "
(HR: Bukhari)

0605. "Dari Malik bin Huwairits, ia berkata: Saya datang kepada Nabi saw. dalam
sekelompok orang-orang dari kaum saya. Kami tinggal di sisi beliau dua puluh malam, beliau
seorang yang penyayang dan belas kasihan. Ketika beliau melihat kerinduan kami terhadap
keluarga, beliau bersabda: "Kembalilah kamu, tinggallah di sana, ajarlah mereka dan
shalatlah. Apabila shalat telah datang maka hendaklah salah seorang di antaramu adzan, dan
orang yang tertua di antara kamu menjadi iman."
(HR: Bukhari)

0606. "Dari Abu Dzarr, ia berkata: kami bersama-sama dengan Nabi saw. dalam sebuah
perjalanan dan muadzin (orang yang mengumandangkan adzan) hendak mengumandangkan
adzan untuk shalat (Zhuhur). Nabi bersabda kepadanya: "Tunggu samapi dingin." Sekali lagi
dia hendak mengumandangkan adzan tetapi Nabi saw. bersabda kepadanya: "tunggu sampai
dingin." Muadzin sekali lagi hendak mengumandangkan adzan tetapi Nabi saw bersabda:
"Tunggun sampai dingin.", hingga bayang-bayang bukit kecil sama dengan ukuran besarnya.
Nabi saw. menambahkan sabdanya: "Kerasnya panas adalah berasal dari kerasnya jahanam."
(HR: Bukhari)

0607. "Dari malik bin Huwairits, ia berkata: "Dua orang datang kepada Nabi saw. mau
bepergian. Nabi saw. bersabda: "Apabila kamu berdua keluar rumah maka adzanlah,
iqamahlah kemudian yang lebih tua diantaramu menjadi iman."
(HR: Bukhari)

0608. "Dari Malik, ia berkata: "Kami datang keada Nabi saw. dan tinggal bersamanya dua
puluh hari dan malam. Kami semua adalah anak-anak muda dengan umur yang hampir sama.
Rasulullah saw. ramah dan bersahabat dengan kami. Sewaktu beliau mengetahui kerinduan
kami kepada keluarga-keluarga kami, beliau bertanya kepada kami tentang orang yang kami
tinggal (di rumah) dan kamipun memberitahukannya. Lalu beliau meminta kepada kami agar
supaya pulang kepada keluarga-keluarga kami dan menyuruh mereka dan mengajar mereka
(agama) dan agar menyuruh mereka supaya melakukan hal-hal yang baik dan menyebutkan
beberapa hal lain yang telah aku (ingat) dan yang aku lupa. Nabi lalu menambahkan:
"Shalatlah sebagaimana engkau melihatku shalat dan apabila shalat telah datang maka
hendaklah salah seorang di antaramu adzan, dan orang yang tertua di antara kamu menjadi
iman."
(HR: Bukhari)

0609. "Dari Nafi', ia berkata: Ibnu Umar beradzan pada suatu malam yang dingin di Dhajnan
(nama gunung), lalu beliau bersabda: "Shalatlah di rumah-rumah kalian." kemudian dia (Ibnu
Umar) memberitahukan kepada kami bahwasanya Rasulullah saw. menyuruh seorang
muadzin untuk adzan kemudian seiring dengan itu beliau bersabda: "Ketahuilah, shalatlah di
kendaraan pada malam yang dingin atau di kala hujan dalam perjalanan."
(HR: Bukhari)

0610. "Dari Juhaifah dari ayahnya, ia berkata: Saya melihat Rasulullah saw. di Abthat (suatu
tempat di luar kota Makkah). Billah datang kepadanya memberitahukan tentang shalat.
Sesudah itu Bilal lalu keluar membawa sebuah tongkat yang kemudian ditancapkannya di
hadapan Rasulullah saw. di Abthah dan sesudah itu Bilal Iqamah untuk shalat."
(HR: Bukhari)

0611. "Dari Aun bin Abu Juhaifah dari ayahnya bahwasanya ia melihat Bilal adzan. Maka aku
perhatikan Bilal ketika adzan, mulutnya menghadap ke sana dan kemari ketika adzan itu."
(HR: Bukhari)

0612. "Dari Abdullah bin Abu Qatadah dari ayahnya, ia berkata: "Ketika kami shalat bersama
Nabi saw. beliau mendengar suara orang-orang laki-laki. Ketika beliau akan shalat,
beliau bersabda: "Apakah perikeadaanmu?" Mereka menjawab: "Kami tergesa-gesa
untuk shalat." Beliau bersabda: "Janganlah kamu berbuat demikian, apabila kamu
datang untuk shalat maka hendaklah kamu tenang. Apa yang kamu dapati maka
shalatlah, dan apa yang terlewatkan (ketinggalan) maka sempurnakanlah."
(HR: Bukhari)

0613. "Dari Abu Hurairah ra., dari Nabi saw. Beliau bersabda: "Apabila kamu mendengar
Qamat, maka pergilah shalat (berjama'ah), hendaklah bersikap tenang dan tentram,
jangan tergesa-gesa. Dalam keadaan bagaimana saja pun mereka kamu dapati, maka
shalatlah kamu bersama mereka, dan apa yang terlewatkan (ketinggalan) maka
sempurnakanlah."
(HR: Bukhari)

0614. "Dari Abdullah bin Abu Qatadah dari ayahnya, ia berkata: Rasulullah saw. Bersabda:
"Apabila shalat didirikan maka janganlah kamu berdiri sehingga kamu melihatku."
(HR: Bukhari)

0615. "Dari Abdullah bin Abu Qatadah dari ayahnya, ia berkata: Rasulullah saw. bersabda:
"Apabila shalat didirikan maka janganlah kamu berdiri sehingga kamu melihatku, dan
hendaklah kamu tenang."
(HR: Bukhari)

0616. "Dari Abu Hurairah ra. bahwasanya Rasulullah saw. telah keluar (yakni ke masjid),
shalat telah diqamatkan, dan shaf telah diluruskan. Nabi saw. telah berdiri di tempat
beliau shalat dan kami menanti-nanti beliau takbir. Tiba-tiba beliau pergi sambil
berkata: "Tetaplah di tempatmu masing-masing." Kami tetap berdiri di tempat kami
seperti semula, sehingga beliau datang kembali. Ketika beliau datang, air di kepala
beliau masih menitik-menitik, karena ternyata beliau baru selesai mandi."
(HR: Bukhari)

0617. "Dari Abu Hurairah, ia berkata: "Shalat telat diqamatkan dan jama'ah telah meluruskan
shaf mereka. Maka datanglah Rasulullah saw. dan beliau langsung ke muka, sedangkan
beliau junub. Kemudian beliau bersabda: "Tetaplah di tempatmu masing-masing". Lalu
Rasulullah saw. pergi mandi. Setelah beliau datang kembali, air masih menetes dari
kepala beliau. Nabi saw. shalat bersama-sama dengan mereka."
(HR: Bukhari)

0618. "Dari Jabir bin Abdullah ra. bahwasanya Nabi saw. didatangi oleh Umar bin Khaththab
pada hari peperangan Khandaq, lalu ia berkata: "Wahai Rasulullah, demi Allah aku
tidak akan shalat (Ashar) sampai matahari tenggelam". Umar mengatakannya kepada
Nabi saw. pada waktu orang yang berpuasa telah melakukan ifthar (menyuap
makanannya). Nabi saw. lalu pergi ke Buthhan dan aku bersamanya. Beliau berwudhu
dan melakukan shalat Ashar setelah matahari tenggelam, kemudian shalat Magrib."
(HR: Bukhari)

0619. "Dari Anas ra., ia berkata: Shalat didirikan dan Nabi saw. sedang bercakap-cakap
dengan seseorang di samping masjid, beliau tidaklah mendirikan shalat sehingga kaum
itu tidur."
(HR: Bukhari)

0620. "Dari Anas bin malik, ia berkata: "Shalat telah diqamati, lalu ada seseorang datang
kepada Nabi saw. dan beliau terhalang untuk mengimami shalat yang telah diqamatkan
itu."
(HR: Bukhari)

0621. "Dari Abu Hurairah ra. bahwasanya Rasulullah saw. bersabda: "Demi Dzat yang diriku
ditanganNya (dibawah kekuasaanNya) sungguh aku telah bermaksud untuk
memerintahkan mengumpulkan kayu bakar dan saya memerintahkan untuk shalat lalu
diadzanin untuk shalat. Kemudian saya menyuruh seseorang untuk mengimami manusia
dan saya menuju kepada orang-orang lalu saya bakar rumah mereka. Demi Dzat yang
diriku ditanganNya (dibawah kekuasaanNya) seandainya seseorang tahu bahwasanya
dia mendapat tulang yang gemuk (banyak dagingnya) atau dua baginya kebaikan
niscaya ia menyaksikan (ikut berjam'ah) Isya'."
(HR: Bukhari)
0622. "Dari Abdullah bin Umar ra. bahwasanya Rasulullah saw. bersabda: "Shalat berjama'ah
itu melebihi shalat sendirian dengan dua puluh tujuh derakat."
(HR: Bukhari)

0623. "Dari Abu Shalih, ia berkata: Saya mendengar Abu Hurairah berkata: Rasulullah saw.
bersabda: "Shalat seseorang di dalam jama'ah itu dilipatkan atas shalatnya di rumahnya
dan di pasarnya dengan dua puluh lima kelipatan". Demikian itu bahwasanya apabila
dia berwudhu lalu ia membaikkan wudhunya kemudian ia keluar (berangkat) ke masjid
yang tidaklah mengeluarkannya kecuali shalat, ia tidak melangkah satu langkah kecuali
ditinggikan satu derajat baginya dan dihapus dengannya satu kesalahan. Apabila ia
shalat senantiasa malaikat memohonkan rahmat atasnya selama ia di tempat shalatnya
selama ia belum hadast. Malaikat mengucapkan: "Wahai Allah berilah rahmat atasnya,
wahai Allah sayangilah ia." Dan senantiasa di dalam shalat selama ia menanti shalat."
(HR: Bukhari)

0624. "Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Shalat
jama'ah itu melebihi shalat sendirian dari shalat salah seorang diantaramu dengan dua
puluh lima bagian. Malaikat malam dan malaikat siang berkumpul pada shalat Subuh".
Kemudian Abu Hurairah mengatakan: "Bacalah jika kamu mau: "Sesungguhnya shalat
Subuh itu disaksikan (oleh malaikat)." Syu'bah berkata, menceritakan kepada kami
Nafi' dari -Abdullah bin Umar ra. meriwayatkan: "Pahala shalat berjama'ah adalah dua
puluh tujuh kali lebih besar (daripada pahala shalat yang dilakukan sendirian)."
(HR: Bukhari)

0625. "Dari Ummud Darda', ia berkata: "Abu Darda' datang kepadaku, ketika itu ia sedang
marah. Lalu kutanykan: "Mengapa anda marah?" Dia menjawab: "Demi Allah, tidak
ada yang aku ketahui tentang umat Muhammad sesuatu yang paling baik, melainkan
hanya shalat berjama'ah."
(HR: Bukhari)

0626. "Dari Abu Musa ra., ia berkata: Nabi saw. bersabda: "Sebesar-besar pahala orang shalat
adalah orang yang paling jauh kemudian yang paling jauh jalannya. Orang yang
menanti shalat sampai shalat itu dilakukan bersama imam adalah lebih besar pahalanya
daripada orang yang shalat kemudian tidur."
(HR: Bukhari)

0627. "Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah saw. Bersabda: "Ketika seorang berjalan di
suatu jalan, kemudian didapatnya sepotong duri di jalan itu, lalu dibuangnya, Allah
berterima kasih kepadanya dan mengampunin dosanya. Sesudah itu beliau bersabda
pula: "Yang disebut mati syahid itu ada lima macam, yaitu: 1. Orang mati kena tikaman,
2. Orang mati karena sakit perut (kolera), 3. Orang mati tenggelam, 4. Orang mati
ditimpa tanah longgsor (runtuh), dan 5. Orang yang mati fi'sabilillah (mati di medan
karena berjuang menegakkan agama Allah). Seterusnya beliau bersabda: "Seandainya
manusia mengetahui pahala adzan dan shaf pertama kemudian ia tidak mendapatkannya
kecuali dengan undian niscaya mereka berundi. Seandainya mereka mengetahui pahala
panasnya siang hari (untuk shalat Zhuhur) niscaya mereka berlomba-lomba kepadanya.
Dan seandainya mereka mengetahui pahala Isya' dan Subuh niscaya mereka
mendatanginya meskipun merangkak."
(HR: Bukhari)

0628. "Dari Anas, ia berkata: Nabi saw. bersabda: "Wahai Bani Salamah, tidakkah kamu
memperhitungkan peninggalan-peninggalanmu?" Mujahid berkata: "Mengenai firman
Allah: "Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang
mereka tinggalkan". Mujahid mengatakan bekas-bekas itu, maksudnya tindak laku yang
mereka kerjakan."
(HR: Bukhari)

0629. "Dari Anas ra. bahwasanya Bani Salamah mau memindahkan rumah-rumah mereka lalu
mereka tinggal (menetap) didekat Nabi saw. Ia mengatakan: Rasulullah saw. tidak
senang untuk meninggalkan Madinah lalu beliau bersabda: "Tidakkah kamu
memperhitungkan peninggalan-peninggalanmu?" Mujahid berkata: "Jejak-jejak kaki
mereka berarti langkah-langkah kaki mereka dan mereka berjalan kaki."
(HR: Bukhari)

0630. "Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: "Tidak ada shalat yang
lebih berat atas orang munafiq dari pada shalat Subuh dan Isya'. Seandainya mereka
mengetahui pahalanya niscaya mereka mendatanginya meskipun dengan merangkak.
Sesungguhnya saya ingin menyuruh seseorang adzan dan iqamat, kemudian menyuruh
yang lain menjadi imam shalat berjama'ah, kemudian aku sendiri pergi mengambil obor,
lalu kubakar orang-orang yang tidak datang shalat (berjama'ah)"."
(HR: Bukhari)

0631. "Dari Malik bin Huwairits dari Nabi saw., beliau bersabda: "Apabila saat shalat telah
tiba, hendaknya kalian mengumandangkan adzan dan iqamat, kemudian orang yang
lebih tua diantaramu menjadi imam."
(HR: Bukhari)
0632. "Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah saw. bersabda: "Para malaikat senantiasa
mendoakan kamu selama kamu masih berada di tempat shalat dan belum berhadats.
Mereka mengucapkan: "ALLAAHUMMAGHFIR LAHU
ALLAAHUMMARHAMHU" (Ya Allah, ampunilah dia dan sayangilah dia). Seseorang
kamu senantiasa dianggap seperti dalam shalat, selama dia masih menunggu dan tidak
ada yang menghalanginya untuk pulang ke rumahnya melainkannya hanya karena
(menunggu) shalat."
(HR: Bukhari)

0633. "Dari Abu hurairah ra., dari Nabi saw., beliau bersabda: "Tujuh orang yang dilindungi
Allah dalam naunganNya pada hari tidak ada naungan selain naunganNya yaitu Imam
(pemimpin) yang adil, pemuda yang dalam perkembangannya beribadah kepada
Tuhannya, orang yang hatinya terpancang di masjid, dua orang yang paling mencintai
karena Allah dalam berkumpul dan berpisah karena Allah, seorang laki-laki yang
diminta (untuk zina) oleh wanita yang berkedudukan dan cantik namun ia menjawab:
"Sesungguhnya saya takut kepada Allah", seorang laki-laki yang bersedekah dengan
sembunyi-sembunyi sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang dinafkahkan
oleh tangan kanannya, dan seorang yang berzikir kepada Allah di tempat yang sunyi
lalu matanya mencucurkan (air mata)."
(HR: Bukhari)

0634. "Dari Humaid, ia berkata: Anas pernah ditanya orang: "Adakah Rasulullah saw.
memakai cincin?" Dia menjawab: "Ya. Pada suatu malam Rasulullah saw. menunda
shalat Isya hingga sampai tengah malam. Sesudah shalat, Rasulullah saw.
menghadapkan muka beliau kepada kami sambil bersabda: "Orang-orang telah shalat
bahkan mereka telah tidur. tetapi kamu semua dianggap seperti berada dalam shalat,
selama kamu menanti-nanti shalat itu". Kemudian Anas menambahkan: "Seolah-olah
tampak olehku kilat cincin Nabi ketika itu."
(HR: Bukhari)

0635. "Dari Abu Hurairah ra. dari Nabi saw., beliau bersabda: "Barang siapa yang pagi-pagi
dan sore-sore ke masjid maka Allah menyediakan tempat tinggalnya di surga setiap kali
ia pergi pagi-pagi atau sore hari."
(HR: Bukhari)

0636. "Dari Abdullah bin Malik bin Buhanina, ia berkata: "Nabi saw. melewati seorang laki-
laki ..."
(HR: Bukhari)

0637. "Dari Sa'd bin Ibrahim, ia berkata: Saya mendengar Hafsh bin Ashim, ia berkata: Saya
mendengar seorang lelaki dari Azdi yang bernama Malik bin Buhainah bahwasanya
Rasulullah saw. melihat seorang lelaki, padahal shalat telah didirikan dua raka'at. Ketika
Rasulullah saw. berpaling, orang-orang mengerumuni beliau. Lalu Rasulullah saw.
bersabda: "(Shalatlah) Fajar empat (raka'at, fajar empat (raka'at)."
(HR: Bukhari)

0638. "Dari Ibrahim, Al Aswad berkata: Pada suatu saat kami berada dekat Aisyah ra., lalu
kami memperbincangkan masalah shalat jama'ah dan memuliakannya. Ia (Aisyah
berkata): Ketika Rasulullah saw. sakit yang dalam sakit itu beliau meninggal, datanglah
waktu shalat dan diadzani. Beliau bersabda: "Perintahkanlah kepada Abu Bakar agar ia
shalat bersama (mengimami) orang-orang". Lalu dikatakan kepada beliau:
"Sesungguhnya Abu Bakar itu seorang penyedih. Apabila ia berdiri di tempat engkau,
maka ia tidak mampu untuk shalat bersama (mengimami) orang-orang". Beliau
mengulangi (sabdanya) dan mereka mengulangi (jawabannya). Lalu beliau mengulangi
untuk ketiga kalinya dan bersabda: "Sesungguhnya kalian (kaum wanita) adalah orang-
orang yang menguasai Yusuf (sehingga Yusuf dipenjara tanpa salah = pen).
Perintahkanlah (olehmu para sahabat) agar Abu Bakar shalat bersama (mengimami)
orang-orang". Maka keluarkanlah Abu Bakar ra. dan ia shalat. Nabi saw. mendapatkan
dirinya ringan (agak sehat), lalu beliau kelaur dengan digandeng (diapit = Jawa) di
antara dua orang lelaki, seolah-olah saya (sekarang) melihat kedua kaki beliau
melangkah di tanah karena sakit. Abu Bakar mau mundur, lalu Nabi saw.
mengisyaratkan kepadanya untuk "tetap di tempatmu" kemudia beliau dibawa sehingga
beliau duduk disebelahnya. Nabi saw. shalat. Abu Bakar shalat dan orang-orang shalat
dengan (ma'mum) Abu Bakar ra. Dalam riwayat lain, beliau duduk di kiri Abu Bakar
dan Abu Bakar shalat dengan berdiri."
(HR: Bukhari)

0639. "Dari Ubaidillah bin Abdullah, ia berkata: Aisyah berkata: Ketika Nabi saw. telah berat
dan sakit keras, beliau minta izin kepada isteri-isteri beliau untuk dirawat di rumahku,
lalu mereka mengizinkan. Beliau keluar dengan bantuan dua orang laki-laki dan kedua
kakinya menapak tanah. Beliau berada di antara Al Abbas dan laki-laki lain." Ubaidillah
berkata: "Aku katakan kepada Ibnu Abbas apa-apa yang diriwayatkan oleh Aisyah ra.
dan ia berkata: "Apakah engkau tahu siapa laki-laki (kedua) yang namanya tidak
disebutkan oleh Aisyah?" Aku menjawab: "Tidak". Ibnu Abbas mengatakan: "Dia
adalah Ali Bin Abi Thalib."
(HR: Bukhari)

0640. "Dari Nafi' bahwasanya suatu saat di malam yang sangat dingin dan berangin, Ibnu
Umar mengumandangkan adzan untuk shalat lalu berkata: "Shalatlah di rumah kalian".
Dia (Ibnu Umar) menambahkan "Di setiap malam yang sangat dingin dan berhujan.
Rasulullah saw. menyuruh mu'adzin supaya mengatakan "Shalatlah di rumah kalian."
(HR: Bukhari)

0641. "Dari Mahmud bin Rabi' Al Anshariy bahwasanya Itban bin Malik mengimami
kaumnya dan dia adalah seorang laki-laki buta, dia berkata kepada Rasulullah saw.:
"Wahai Rasulullah, di daerahku itu adalah gelap dan sering banjir, sedangkan aku ini
seorang yang kurang sempurna penglihatannya. Oleh sebab itu anda suka shalat di
rumahku yaitu di suatu tempat yang di situ nanti akan aku jadikan sebagai tempat
shalatku". Maka Rasulullah saw. pergi ke rumahnya dan bersabda: " Dimana kau senang
shalat?" Itban menunjuk ke suatu tempat di rumahnya dan Rasulullah saw. mendirikan
shalat di sana."
(HR: Bukhari)

0642. "Dari Abdullah bin Harist, ia berkata: Ibnu Abbas berkhutbah pada manusia pada hari
yang berlumpur, beliau menyuruh muadzdzin. Ketika sampai Hayya 'alash shalah (Marilah
kita shalat) beliau bersabda: "Katakanlah: Ash shalaata firrihal (shalat pada kendaraan)". Lalu
sebagian dari mereka memandang kepada sebagin yang lain seolah-olah mereka mengingkari
ini. Sesungguhnya hal itu pasti, dan saya tidak senang mengeluarkan kamu (dari kendaraan)."
Ibnu Abbas meriwayatkan hal yang sama seperti tersebut di atas tetapi dia berkata: "Aku tidak
ingin membuat kalian berdosa (dengan mencegah kalian pergi ke masjid) dan (tidak senang)
kalian datang ( ke masjid) menginjak-injak lumpur sampai ke mata kaki kalian."
(HR: Bukhari)

0643. "Dari Abu Salamah, ia berkata: Saya bertanya kepada Abu Sa'id Al Khudriy, ia berkata:
Awan gelap datang, haripun hujan, sehingga atap yang terbuat dari pelepah kurma itu jadi
bocor. Dan iqamat telah diucapkan. Kulihat Rasulullah saw. sujud di air dan tanah, sehingga
saya melihat bekas-bekas tanah melekat di kening beliau."
(HR: Bukhari)

0644. "Dari Anas bin Sirin, ia bertanya: Saya mendengar Anas berkata: "Seorang laki-laki dari
Anshar berkata: "Sesungguhnya saya tidak dapat shalat bersama engkau dan ia adalah orang
gemuk. Ia membuat makanan untuk Nabi saw. Lalu ia memanggil beliau ke rumahnya, lalu ia
membentangkan tikar dan memercik ujung tikar. Lalu beliau shalat dua raka'at. Seorang laki-
laki dari keluarga Jarud bertanya kepada Anas: "Apakah Nabi saw. selalu shalat Dhuha?" Ia
menjawab: "Saya baru melihat beliau shalat Dhuha pada hari ini."
(HR: Bukhari)

0645. "Dari Hisyam, ia berkata: Aku diberitahu oleh ayahku, ia berkata: Aku mendengar
Aisyah dari Nabi saw. Bahwasanya beliau bersabda: "Apabila makan malam telah
dipersiapkan, dan iqamat telah dikumandangkan, hendaknya seseorang memulai dengan
makan malamnya."
(HR: Bukhari)

0646. "Dari Anas bin Malik bahwasanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila diajukan
(dihidangkan) makan malam maka mulailah sebelum kamu shalat Magrib dan janganlah kamu
tergesa-gesa terhadap makan malammu."
(HR: Bukhari)

0647. "Dari Ibnu Umar, ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: "Apabila makan malam telah
dihidangkan, dan iqamat untuk shalat telah diucapkan, dahulukan makan malam dan jangan
terburu-buru hingga kamu selesai makan."
(HR: Bukhari)

0648. "Dari Ibnu Umar, ia berkata: Nabi saw. bersabda: "Apabila seseorang di antara kalian
menikmati makanan, hendaknya dia tidak tergesa-gesa bangun sampai dia puas meskipun
shalat diiqamati."
(HR: Bukhari)
0649. "Dari Ja'far bin Amr bin Umayyah bahwasanya ayahnya berkata: "Saya melihat
Rasulullah saw. makan sekerat makanan dari pundak seekor kambing dan beliau dipanggil
untuk shalat. Beliau berdiri, meletakkan pisaunya dan shalat tanpa berwudhu."
(HR: Bukhari)

0650. "Dari Al Aswad, ia berkata: Saya bertanya kepada Aisyah tentang Nabi saw., apakah
yang beliau lakukan di rumah. Ia menjawab: "Beliau selalu dalam pekerjaan isterinya, ia
maksudkan melayani isteri beliau. Apabila shalat telah tiba maka beliau keluar untuk shalat."
(HR: Bukhari)

0651. "Dari Abu Qilabah, ia berkata: Malik bin Huwairits datang ke masjid kami dan berkata:
"Sesungguhnya saya akan shalat bersama (mengimami) kamu. Dan shalat yang saya
kehendaki adalah saya shalat sebagaimana cara Nabi saw. shalat." Saya bertanya kepada Abu
Qilabah: "Bagaimana caranya shalat?" Dia menjawab: "Seperti guru kita ini! Nah, lihatlah!
Guru kita itu duduk sebentar sesudah mengangkat kepalanya dari sujud, sebelum terus berdiri
daripada raka'at pertama (ke raka'at kedua)."
(HR: Bukhari)

0652. "Dari Abu Musa, ia berkata: "Nabi saw. sakit dan pada waktu penyakitnya bertambah
keras, beliau bersabda: "Perintahkanlah kepada Abu Bakar agar ia shalat bersama
(mengimami) orang-orang". Aisyah berkata: "Dia adalah laki-laki berhati lembut dan
tidak bisa mengimami shalat di tempat orang-orang." Beliau bersabda lagi:
"Perintahkanlah kepada Abu Bakar agar ia shalat bersama (mengimami) orang-orang".
Aisyah menjawab yang sama, tetapi beliau bersabda: "Perintahkanlah kepada Abu
Bakar agar ia shalat bersama (mengimami) orang-orang. Kalian (para wanita) adalah
orang-orang yang menguasai Yusuf (sehingga Yusuf dipenjara tanpa salah = pen)."
Maka seorang utusan datang pada Abu Bakar (dengan perintah tersebut) dan diapun
mengimami shalat orang banyak pada masa hidup Nabi saw."
(HR: Bukhari)

0653. "Dari Aisyah ra. isteri orang-orang mu'mim, ia berkata: Sesungguhnya Rasulullah saw.
bersabda didalam sakitnya "Perintahkanlah kepada Abu Bakar agar ia shalat bersama
(mengimami) orang-orang". Aisyah berkata: "Sesungguhnya apabila Abu Bakar berdiri
di tempat engkau ia tidak terdengar (bacaannya) oleh orang-orang karena ia menangis.
Maka perintahkanlah Umar untuk shalat bersama (mengimami) orang-orang". Aisyah
berkata, saya katakan kepada Hafshah: "Katakanlah kepadanya (Umar) bahwa apabila
Abu Bakar berdiri ditempat engkau maka ia tidak terdengar (bacaannya) oleh orang-
orang karena ia menangis, maka perintahkanlah Umar agar shalat bersama
(mengimami) orang-orang, maka Hafshah melakukannya. Rasulullah saw. berkata:
"Janganlah, sesungguhnya kamu (para wanita) adalah orang-orang yang menguasai
Yusuf (sehingga ia dipenjara tanpa salah) perintahlah (para sahabat) akan Abu Bakar,
agar ia shalat bersama (mengimami) orang-orang". Hafshah berkata kepada Aisyah:
"Saya tidaklah lebih baik untuk menduduki tempatmu"."
(HR: Bukhari)

0654. "Dari Anas bin Malik Al Anshariy dan ia itu senantiasa mengikuti Nabi saw. melayani
serta mengawani beliau, bahwasanya Abu Bakar shalat bersama (mengimami) orang-
orang di kala sakitnya Nabi saw. yang mana beliau wafat dalam sakit itu sampai pada
hari Senin mereka bershaf-shaf dalam shalat. Nabi saw. membuka tirai kamar beliau
seraya melihat kami dengan berdiri. Wajah beliau seolah-olah bagaikan kertas mush-
haf. Kemudian beliau tersenyum puas, maka kami bermaksud untuk keluar (dari shalat)
karena gembira melihat Nabi saw. Lalu Abu Bakar ra., mundur ke belakang untuk
bergabung dengan shaf karena ia menduga bahwasanya Nabi saw. keluar untuk shalat,
lalu Nabi saw. memberi isyarat kepada kami untuk "menyempurnakan shalatmu" dan
beliau menututp tirai, lalu beliau meninggal pada hari itu."
(HR: Bukhari)

0655. "Dari Anas, ia berkata: Nabi saw. tidak keluar selama tiga hari. Orang-orang berdiri
untuk shalat dan Abu Bakar tampil ke depan untuk mengimami shalat. (Pada waktu itu)
Nabi saw. menarik korden dan menyingkapnya. Ketika wajah Nabi saw. kelihatan, kami
tidak pernah melihat sebuah pandangan yang lebih menyenangkan daripada wajah Nabi
saw. ketika ditampakkan pada kami. Nabi saw. memberi isyarat dengan tanganya
kepada Abu Bakar supaya terus maju menjadi imam dan beliau menurunkan kembali
tirai kamarnya itu. Beliau tidak diberi kekuatan lagi (yakni untuk keluar ke masjid)
sehingga beliau meninggal dunia."
(HR: Bukhari)

0656. "Dari Hamzah bin Abdullah bahwasanya ia memberitahukan suatu hadits yang diterima
dari ayahnya, ia berkata: "Pada waktu Rasulullah saw. sakit serius, beliau diberitahu
tentang shalat. Beliau bersabda: "Perintahkanlah kepada Abu Bakar agar ia shalat
bersama (mengimami) orang-orang". Aisyah berkata: "Abu Bakar adalah laki-laki yang
berhati lembut dan dia tidak terkuasai oleh tangisnya kalau dia membaca Al Qur'an."
Beliau bersabda pada mereka: "Suruhlah (Abu Bakar) untuk mengimami shalat".
Aisyah mengulangi lagi ucapannya. Beliau perintahnya dan bersabda: "Suruhlah dia
mengimami shalat. Kalian (wanita) adalah orang-orang yang menguasai Yusuf."
(HR: Bukhari)

0657. "Dari Aisyah, ia berkata: "Rasulullah saw. menyuruh Abu Bakar untuk mengimami
shalat orang banyak pada waktu beliau sakit dan dia telah mengimami mereka shalat."
Urwah berkata: "Rasulullah saw. merasa sedikit membaik dan pergi keluar dan Abu
Bakar sedang mengimami orang banyak. Pada waktu Abu Bakar melihat Nabi saw. dia
mundur, tetapi Nabi saw. memberi isyarat kepadanya supaya tetap di sana. Rasulullah
saw. duduk disamping Abu Bakar. Abu Bakar mengikuti shalat Rasulullah saw. dan
orang-orang mengikuti shalat Abu Bakar." "
(HR: Bukhari)

0658. "Dari Shal bin Sa'd As Sa'idiy bahwasanya Rasulullah saw. pergi ke Bani Amr bin Auf
untuk mendamaikan di antara mereka. Tibalah waktu shalat dan muadzdzin datang
kepada Abu Bakar. Abu Bakar berkata: "Apakah shalat bersama orang-orang (jama'ah)
akan didirikan?" Ia menjawab: "Ya". Kemudian Abu Bakar shalat (menjadi imam), lalu
Rasulullah saw. datang dikala manusia sedang shalat, beliau sendirian sampai berdiri di
shaf lalu orang-orang bertepuk, sedang Abu Bakar dalam shalatnya tidak menoleh.
Ketika orang-orang memperbanyak tepukan, ia menoleh dan melihat Rasulullah saw.
namun Rasulullah saw. mengisyaratkan kepadanya: "Untuk diam di tempatmu." Lalu
Abu Bakar ra. mengangkat kedua tangannya dan memuji kepada Allah atas apa yang
diperintahkan oleh Rasulullah saw. yang demikian itu. Kemudian Abu Bakar mundur
sehingga menempati di shaf pertama, dan Rasulullah saw. maju terus shalat. Ketika
beliau berpaling, beliau bersabda: "Wahai Abu Bakar, apakah yang menghalangi kamu
ketika aku memerintahkan kepadamu?" Abu Bakar menjawab: "Tidak pantas bagi anak
Abu Qahafah (Abu Bakar) untuk shalat di muka Rasulullah saw." Rasulullah saw.
bersabda: "Gerangan apakah saya melihat kalian memperbanyak? Barangsiapa yang ada
keraguan dalam shalat maka hendaklah ia membaca tasbih. Sesungguhnya apabila
membaca tasbih maka ia ditengok (diperhatikan). tepukan itu hanyalah untuk wanita."
(HR: Bukhari)

0659. "Dari Malik bin Huwairits, ia berkata: "Kami pergi kepada Nabi saw. dan kami semua
adalah anak-anak muda dan tinggal bersamanya selama duapuluh malam. Nabi saw.
sangat kasih sayang. Beliau bersabda: "Kalau kalian pulang ke rumah, ajarkanlah
ajaran-ajaran agama kepada keluarga-keluarga kalian dan katakan pada mereka supaya
mendirikan shalat secara sempurna shalat begini dan begitu pada waktu begini dan
begitu. Dan apabila shalat telah datang maka hendaklah salah seorang diantaramu
adzan, dan orang yang tertua di antara kamu menjadi imam."
(HR: Bukhari)

0660. "Dari Mahmud bin Rabi', ia berkata: Saya mendengar Itban bin Malik Al Anshariy, ia
berkata: "Nabi saw. meminta izin untuk masuk dan akupun mengizinkannya. Beliau
bertanya: "Dimana kamu senang aku shalat di rumahmu?" Aku menunjukkan sebuah
tempat yang aku senangi. Beliau berdiri untuk shalat dan kami berbaris di belakangnya
dan beliau menyelesaikan shalat dengan salam dan kamipun melakukan hal serupa."
(HR: Bukhari)

0661. "Dari Ubaidillah bin Abdullah bin Utbah, ia berkata: Saya masuk ke tempat Aisyah, lalu
saya berkata: "Sudilah kiranya kamu memberitahukannya kepadaku mengenai sakitnya
Rasulullah saw." Aisyah berkata: "Ketika Nabi saw. (sakit) berat bersabda: "Orang-
orang telah shalat?" Kami menjawab: "Belum wahai Rasulullah, mereka menunggu
engkau". Beliau bersabda: "Letakkan air di bak (biasanya untuk mencuci kain)
untukku." Aisyah berkata: Maka kami laksanakan. Beliau mandi dan mulai bangkit,
beliau pingsan kemudian sadar, lalu Rasulullah saw. bersabda: "Apakah orang-orang
sudah shalat?" Kami menjawab: "Belum, mereka menunggu engkau wahai Rasulullah".
beliau menjawab: "Letakkan air di bak untukku". Aisyah berkata: "Beliau duduk,
mandi, mulai bangkit, pingsan, kemudian sadar dan bersabda: "Apakah orang-orang
sudah shalat?" Kami menjawab: "Belum, mereka menunggu engkau wahai Rasulullah:.
Orang-orang beritikaf di masjid karena menunggu Nabi saw. untuk shalat Isya. Lalu
beliau mengirimkan utusan kepada Abu Bakar agar ia shalat bersama (mengimami)
orang-orang. Lalu Rasul datang kepadanya seraya bersabda: "Sesungguhnya Rasulullah
saw. memerintahkan kepadamu untuk shalat bersama (mengimami) orang-orang". Abu
Bakar menjawab (dimana beliau seorang yang halus): "Hai Umar, shalatlah bersama
(mengimami) orang-orang". Umar berkata kepadanya: "Kamu lebih berhak untuk itu."
Lalu Abu Bakar shalat pada hari-hari itu. Kemudian Nabi saw. mendapatkan dirinya
ringan (agak sehat), lalu beliau keluar dengan digandeng (diapit) di antara dua orang
laki-laki, seolah-olah saya (sekarang) melihat kedua kaki beliau melangkah di tanah
karena sakit. Abi Bakar mau mundur, lalu Nabi saw. mengisyaratkan kepadanya untuk
"tetap di tempatmu" kemudia beliau dibawa sehingga beliau duduk di sebelahnya. Abu
bakar mengikuti (shalat) Nabi saw. dan orang-orang mengikuti Abu Bakar. Nabi saw.
(shalat) dengan duduk." Ubaidillah menambahkan: "Aku pergi kepada Abdullah bin
Abbas dan bertanya kepadanya: "Maukah anda kalau aku beritakan kepada anda apa-
apa yang dikatakan Aisyah kepadaku tentang sakitnya Nabi saw. yang fatal?" Ibnu
Abbas menjawab: "Baiklah". Akupun mulai menguraikan cerita Aisyah yang
disampaikan kepadaku. Abdullah bin Abbs sama sekali tidak membantah apa yang
kuuraikan itu hanya saja pada akhirnya ia berkata: "Apakah Aisyah telah mengatakan
kepadaku nama orang kedua (yang mengapit Nabi saw.) bersama-sama dengan Abbas."
Aku menjawab: "Tidak". Dia mengatakan: "Dia adalah Ali Bin Abi Thalib."
(HR: Bukhari)
0662. "Dari Aisyah ibu orang-orang mu'min, bahwasanya ia berkata: "Selama sakitnya
Rasulullah saw. shalat di rumahnya dengan duduk sedangkan orang-orang shalat
dibelakanganya dengan berdiri. Nabi saw. memberi isyaratkepada mereka suapay duduk.
Selesai shalat beliau bersabda: "Imam itu dijadikan hanyalah untuk diikuti. Maka jika imam
mengerjakan ruku, rukulah kamu semua dan jika ia mengangkat kepala atau tubuhnya, maka
kamu semua hendaklah mengangkat. Apabila dia shalat dengan duduk, maka shalatlah dengan
duduk pula."
(HR: Bukhari)

0663. "Dari Anas bin Malik bahwasanya Rasulullah saw. mengendarai kuda, lalu Rasulullah
saw. jatuh dari kuda itu sehingga luka ditulang rusuk beliau yang sebelah kanan. Karena itu
beliau shalat sambil duduk dan kamipun shalat di belakang beliau sambil duduk pula. Ketika
selesai shalat beliau bersabda: "Sesungguhnya imam dijadikan untuk diikuti. Karena itu
apabila imam itu berdiri, maka berdiri pulalah kamu. Apabila dia ruku, ruku pulalah kamu,
apabila dia bangkit, bangkit pulalah, dan apabila dia mengucapkan 'Sami'allahu liman
hamidah', maka ucapkanlah 'Rabbanaa lakal hamdu'. Dan apabila dia shalat berdiri, maka
shalat pulalah berdiri, dan apabila dia shalat sambil duduk, maka shalat pulalah kamu sekalian
sambil duduk." Abu Abdullah berkata: Humaid berkata: Sabda Nabi saw. "Shalatlah dengan
duduk jika (imam) shalat dengan duduk" dikatakan pada saat sakitnya yang dahulu. Sesudah
itu beliau pernah shalat sambil duduk, sedang orang banyak di belakang berdiri. Tetapi beliau
tidak menyuruh mereka duduk. Dari kedua keterangan ini diambil yang terakhir dariperbuatan
Nabi saw. itu."
(HR: Bukhari)

0664. "Dari Abdullah bin Yazid, ia berkata: Barra' memberitahukan kepadaku dan ia bukanlah
seorang yang ahli berdusta, ia berkata: "Rasulullah saw. mengucapkan 'sami'allahu liman
hamidah' maka salah seorang di antara kami tidak membengkokkan punggungnya sehingga
Nabi saw. sujud, kemudian sesudah itu kami turun untuk sujud."
(HR: Bukhari)

0665. "Dari Abu Hurairah ra. dari Nabi saw., beliau bersabda: "Apakah salah seorang di
antaramu tidak takut" atau "Hendaklah salah seorang di antaramu apabila ia mengangkat
kepalanya sebelum imam, Allah akan menjadikan kepalanya sebagai keledai, atau Allah
merubah bentuknya dengan bentuk keledai."
(HR: Bukhari)

0666. "Dari Ibnu Umar, ia berkata: "Ketika kaum Muhajirin yang pertama sampai di Ushbah,
suatu tempat di Quba, sebelum kedatangan Rasulullah saw., imam shalat bagi mereka adalah
Salim, hamba sahaya Abu Hudzaifah, seorang yang paling banyak hafal Al Qur'an."
(HR: Bukhari)

0667. "Dari Anas ra. dari nabi saw., beliau bersabda: "Dengarkanlah dan taatilah meskipun
yang memegang pemerintahan atasmu seorang Habasyi yang kepalanya seperti anggur (kecil
kepalanya)."
(HR: Bukhari)

0668. "Dari Abu Hurairah ra. bahwasanya Rasulullah saw. bersabda: "Kamu shalat dengan
ma'mum, jika mereka (para imam) bener maka (pahala) bagimu dan mereka. Jika mereka
(para imam) salah, maka (pahala) bagimu dan (dosan) atas mereka." "
(HR: Bukhari)
0669. "Dari Abu Tayyah bahwasanya ia mendengar Anas bin Malik berkata: Nabi saw.
bersabda kepada Abu Dzar: "Dengarkan dan patuhilah (perintah pemimpin-pemimpin)
walaupun dia seorang Habsyi yang kepalanya seperti anggur."
(HR: Bukhari)

0670. "Dari Ibnu Abbas ra., ia berkata: "Suatu saat aku bermalam di rumah bibiku Maimunah.
Rasulullah saw. mendirikan shalat Isya, lalu datang ke rumah dan mendirikan shalat empat
raka'at kemudian tidur. Setelah itu, beliau bangun dan berdiri untuk shalat dan akupun berdiri
di sebelah kirinya. Beliau memindahkanku ke sebelah kanannya dan shalat lima raka'at lalu
dua raka'at. Beliau tidur sampai aku mendengar dengkurnya atau mendengar suara nafasnya.
Lalu beliau keluar untuk shalat."
(HR: Bukhari)

0671. "Dari Ibnu Abbas ra., ia berkata: "Pada suatu malam saya tidur di rumah (bibiku)
Maimunah dan Nabi saw. berada di sana malam itu. Beliau berwudhu dan berdiri untuk shalat.
Saya bersamanya dan berdiri di sebelah kirinya tetapi beliau memindahkan saya ke sebelah
kanannya dan shalat tiga belas raka'at lalu tidur sampai saya mendengar suara nafasnya. Dan
apabila beliau tidur, maka mendengkur (yakni suaranya nafas terdengar). Kemudian
muadzdzin datang kepada beliau, beliau terus keluar dan shalat dan beliau tidak wudhu"."
(HR: Bukhari)

0672. "Dari Ibnu Abbas, ia berkata: "Pada suatu saat saya bermalam di rumah bibiku
Maimunah. Nabi saw. berdiri untuk shalat malam dan saya turut bersamanya dan berdiri di
sebelah kirinya, tetapi beliau memindahkan saya ke sebelah kanannya dengan memegang
kepalaku."
(HR: Bukhari)

0673. "Dari Jabir bin Abdullah, ia berkata: Bahwasanya Mu'adz bin jabal selalu shalat
bersama Nabi saw. Kemudian ia pulang dan mengimami kaumnya. Ia shalat Isya lalu
membaca surat Al Baqarah. Lalu seorang laki-laki pergi, seolah-olah Maudz mendapatkan
sesuatu (rasa tidak enak) dari padanya. Hal itu sampai kepada Nabi saw. lalu beliau bersabda:
"Tersesat, tersesat, tersesat" tiga kali atau beliau bersabda: "Menyimpang, menyimpang,
menyimpang" dan beliau menyuruhnya dengan dua surat dari pertengahan Muafashashal".
Amr mengatakan: "Saya tidak hafal nama-nama Al Qur'an."
(HR: Bukhari)

0674. "Dari Abu Mas'ud ra. bahwasanya seorang laki-laki berkata: "Demi Allah, wahai
Rasulullah saw. sesungguhnya saya terlambat dari shalat pagi karena Fulan memperlama
(shalat) kami. Saya tidak melihat Rasulullah saw. memberi nasihat dalam keadaan yang lebih
marah dari pada hari itu. Kemudian beliau bersabda: "Sesungguhnya sebagian dari kamu ada
orang yang membuat orang-orang lari. Barangsiapa di antaramu yang shalat bersama
(mengimami) orang-orang maka ringkaslah (ringankanlah). Karena di kalangan mereka ada
orang yang lemah, ada orang tua dan ada pula yang mempunyai keperluan."
(HR: Bukhari)

0675. "Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila seseorang kamu
shalat (jadi imam), hendaklah meringkaskannya, karena di antara makmum, ada orang yang
lemah, orang sakit, dan orang tua. Dan apabila dia shalat sendirian, maka panjangkanlah
sekehendak hatinya."
(HR: Bukhari)
0676. "Dari Abu Mas'ud, ia berkata: Ada seorang laki-laki berkata: "Wahai Rasulullah saw.,
sesungguhnya saya terlambat dari shalat pagi karena Fulan memperlama (shalat) kami. Saya
tidak melihat Rasulullah saw. memberi nasehat dalam keadaan yang lebih marah dari pada
hari itu. Kemudian beliau bersabda: "Hai orang-orang, sesungguhnya sebagian dari kamu ada
orang yang membuat orang-orang lari. barangsiapa di antaramu yang shalat bersama
(mengimami) orang-orang, maka ringkaskanlah. Karena di kalangan mereka ada orang yang
lemah, ada orang tua dan pula yang mempunyai keperluan." "
(HR: Bukhari)

0677. "Dari Jabir bin Abdullah Al Anshariy, ia berkata: "Suatu saat seorang laki-laki datang
dengan membawa dua ekor unta, sedangkan waktu malam telah tiba. Ia kebetulan melihat
mu'adz sedang mengerjakan shalat. Orang itu lalu meninggalkan untanya, terus mendatangi
tempat Mu'adz bersembahyang. Tiba-tiba Mu'adz membaca surat Al baqarah atau An Nisa'.
Maka laki-laki itu meninggalkan shalat dan pergi. pada waktu dia datang untuk mengetahui
bahwa Mu'adz mengeritiknya,dia datang kepada Nabi saw. dan melaporkan Mu'adz
kepadanya. Nabi saw. bersabda tiga kali: "Wahai Mu''adz, apakah engkau tukang pembawa
bencana?" Akan lebih baik bagimu kalau kamu membaca "'Sabbihisma rabbila a'la',
'Wasysyamsi wadluhaaha', 'Wallaili idzaa yaghsyaa', sebab dibelakangmu ada orang tua, orang
lemah dan orang yang mempunyai keperluan"."
(HR: Bukhari)

0678. "Dari Anas, ia berkata: "Nabi saw. pernah memendekkan shalat beliau, dan beliau
melakukanya dengan sempurna."
(HR: Bukhari)

0679. "Dari Abdullah bin Abu Qatadah dari ayahnya yaitu Abu Qatadah ra. dari nabi saw.,
beliau bersabda: "Aku sedang mendirikan shalat dan mau memperpanjangnya namun aku
mendengar tangisnya anak kecil lalu aku ringkas (ringankan) shalatku, karena aku tidak
senang untuk menyulitkan ibunya."
(HR: Bukhari)

0680. "Dari Anas bin Malik, ia berkata: Aku tidak pernah shalat di belakang seorang imam
yang shalatnya lebih ringan dan lebih sempurna daripada shalat di belakang Nabi saw. dan
beliau memperpendek shalat apabila beliau mendengar tangis bayi takut si ibu bayi
menderita."
(HR: Bukhari)

0681. "dari Qatadah bahwasanya Anas bin Malik menceritakan kepadanya, bahwasanya Nabi
saw. bersabda: "Pada waktu aku mulai shalat aku bermaksud untuk memanjangkannya, tetapi
setelah mendengar tangis seorang bayi, aku memendekkannya karena aku mengetahui bahwa
tangis bayi itu akan mendorong kecintaan ibunya."
(HR: Bukhari)

0682. "Dari Anas bin Malik dari Nabi saw., beliau bersabda: "Pada waktu aku mulai shalat
aku bermaksud untuk memanjangkannya, tetapi setelah mendengar tangis seorang bayi,
aku memendekkannya karena aku mengetahui bahwa tangis bayi itu akan mendorong
kecintaan ibunya."
(HR: Bukhari)

0683. "Dari Jabir, ia berkata: "Mu'adz shalat dengan Nabi saw., lalu pergi dan mengimami
kaumnya untuk shalat."
(HR: Bukhari)

0684. "Dari Aisyah ra., ia berkata: "Pada waktu Nabi saw. sedang sakit dan kritis, seseorang
datang untuk memberitahukan kepadanya tentang shalat, dan Nabi saw. menyuruhnya
supaya mengatakan kepada Abu Bakar agar mengimami orang banyak. Saya berkata:
"Abu Bakar adalah seorang laki-laki berhati lembut dan jika dia berdiri untuk shalat di
tempat engkau, dia aka menangis dan tidak bisa membaca Al Qur'an". Nabi saw.
bersabda: "Suruhlah ABu Bakar untuk mengimami shalat". Saya pun mengatakan hal
yang sama seperti di atas. Beliau (mengulangi perintah yang sama ) pada ketiga atau
keempat kalinya beliau bersabda: "Kalian adalah teman-teman Yusuf. Suruhlah ABu
Bakar untuk mengimami shalat." Maka Abu bakar mengimami shalat dan pada saat itu
beliau merasa lebih baik dan keluar dengan bantuan dua orang laki-laki; seakan-akan
baru saja melihat beliau menapakkan kakinya ke tanah. Pada waktu Abu bakar
melihatnya, dia mencoba untuk mundur tetapi Nabi saw. memberi isyarat kepadanya
untuk tetap shalat. Abu Bakar mundur sedikit dan Nabi saw. duduk di sebelah kirinya.
Abu Bakar mengulangi takbir Rasulullah saw, supaya orang-orang mendengar."
(HR: Bukhari)

0685. "Dari Aisyah ra., ia berkata: "Ketika Rasulullah saw. bertambah sakit, Bilal datang
beliau memberitahukan bahwa waktu shalat telah tiba. Maka beliau bersabda: "Suruhlah
Abu Bakar menjadi imam shalat bagi orang banyak". Aku (Aisyah) berkata kepada
beliau: "Wahai Rasulullah saw., sesungguhnya Abu Bakar adalah seorang laki-laki
berhati lembut. Jika dia menggantikan engkau menjadi imam, dia tidak akan
kedengaran oleh banyak orang. Kenapa engkau tidak menyuruh Umar saja?" Beliau
bersabda: "Suruhlah Abu Bakar agar ia menjadi imam bagi orang banyak". Kemudian
kukatakan kepada Hafshah agar dia mengatakan kepada beliau: "Sesungguhnya Abu
Bakar adalah seorang laki-laki yang berhati lembut. Jika dia yang menjadi imam
menggantikan Rasulullah saw., dia tidak kedengaran oleh banyak orang. Kenapa engkau
tidak menyuruh Umar saja." Beliau bersabda: "Sesungguhnya kamu (para wanita)
sahabat Yusuf. Suruhlah Abu Bakar menjadi imam. Rasulullah saw. merasakan
badannya agak ringan. Beliau pergi ke masjid dipapah dua orang laki-laki, sedangkan
kedua kaki beliau terjulai ke lantai hingga sampai ke masjid. Ketika Abu Bakar
mendengar bahwa Rasulullah saw. datang, dia mencoba hendak mundur ke belakang.
Tetapi beliau mengisyaratkan kepadanya supaya ia tetap di tempatnya, dan Rasulullah
saw. duduk di sebelah kirinya. Abu Bakar shalat dengan berdiri, sedang rasulullah saw.
shalat sambil duduk. ABu Bakar mengikuti shalat Rasulullah saw. dan orang banyak
mengikuti shalat Abu Bakar ra."
(HR: Bukhari)

0686. "Dari Abu Hurairah ra. bahwasanya Rasulullah saw. telah selesai mengerjakan shalat
dua raka'at (padahal yang benar empat), kemudian Dzulyadain bertanya kepadanya:
apakah shalat telah diqashar ataukah beliau lupa?" Rasulullah saw. Bertanya: "Apakah
Dzulyadain benar?" Orang-orang menjawab: "Ya". Maka Rasulullah saw. berdiri,
melakukan dua raka'at yang tertinggal lalu menyelesaikanya shalatnya dengan salam,
kemudian bertakbir lagi, lalu bersujud seperti sujud yang biasanya dilakukan atau
sedikit lebih lama."
(HR: Bukhari)

0687. "Dari Abu Hurairah, ia berkata: Nabi saw. shalat Zhuhur dua raka'at, lalu ditanyakan
kepadanya: "Apakah engkau hanya shalat dua raka'at?" Beliau lalu shalat dua raka'at
lagi, kemudian bersama dan selanjutnya bersujud dua kali (yakni sebagai sujud sahwi)."
(HR: Bukhari)

0688. "Dari Aisyah ibu orang-orang mu'min bahwasanya Rasulullah saw. pada sakitnya yang
terakhir beliau bersabda: "Suruhlah Abu Bakar untuk mengimami shalat orang banyak".
Saya berkata: "Sesungguhnya apabila Abu Bakar berdiri di tempat engkau ia tidak
terdengar (bacaan) oleh orang-orang karena ia menangis. Maka perintahkanlah Umar
untuk shalat bersama (mengimami) orang-orang". Aisyah berkata, saya katakan kepada
Hafshah: "Katakanlah kepadanya (Umar) bahwa apabila Abu Bakar berdiri di tempat
engkau maka ia tidak terdengar (bacaannya) oleh orang-orang karena ia menangis,
maka perintahkanlah Umar agar shalat bersama (mengimami) orang-orang, maka
Hafshah melakukannya. Rasulullah saw. bersabda: "Janganlah, sesungguhnya kamu
(para wanita) adalah orang-orang yang menguasai Yusuf (sehingga ia dipenjara tanpa
salah) perintahlah (para sahabat) akan Abu Bakar, agar ia shalat bersama (mengimami)
orang-orang". Hafshah berkata kepada Aisyah: "Saya tidaklah lebih baik untuk
menduduki tempatmu."
(HR: Bukhari)

0689. "Dari Nu'man bin Basyir, ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: "Sesungguhnya kamu
sekalian meluruskan shaf-shafmu atau Allah memalingkan antara muka-mukamu."
(HR: Bukhari)

0690. "Dari Anas bahwasanya Nabi saw. bersabda: "Luruskan shaf-shafmu, karena
sesungguhnya aku melihatmu dari belakang punggungku."
(HR: Bukhari)

0691. "Dari Anas ra., ia berkata: "Iqamat telah dikumandangkan dan Rasulullah saw.
menghadap kami dan bersabda: "Luruskan shaf-shafmu dan rapatkanlah, karena
sesungguhnya aku melihatmu dari belakang punggungku."
(HR: Bukhari)

0692. "Dari Abu Hurairah, ia berkata: Nabi saw. bersabda: "Orang-orang yang dianggap mati
syahid yaitu orang-orang yang mati karena tenggelam, wabah, penyakit perut, atau terpendam
hidup-hidup karena kejatuhan bangunan". Kemudian beliau bersabda: "Seandainya manusia
mengetahui pahala Isya dan Subuh niscaya mereka mendatanginya meskipun merangkak. Dan
seandainya manusia mengetahui pahala shaf pertama kemudian ia tidak mendapatkannya
kecuali dengan niscaya mereka berundi."
(HR: Bukhari)

0693. "Dari Abu Hurairah dari Nabi saw. bahwasanya beliau bersabda: "Imam itu dijadikan
untuk diikuti. Karena itu janganlah kamu menyalahinya. Apabila dia ruku, maka rukulah
kamu. Apabila dia membaca Sami'allahu liman hamidah, maka bacalah Rabbana laka hamdu.
Dan apabila dia sujud, maka sujudlah kamu. Apabila dia duduk, maka duduklah kamu semua.
Dan luruskan shaf (barisan) dalam shalat, sesungguhnya meluruskan shaf itu sebaik-baik
shalat."
(HR: Bukhari)

0694. "Dari Anas dari Nabi saw., beliau bersabda: "Luruskan shalat karena lurusnya shaf
adalah termasuk kesempurnaan mendirikan shalat."
(HR: Bukhari)
0695. "Dari Anas bin Malik bahwasanya ia datang di Madinah lalu ditanyakan kepadanya:
"Apakah ada sesuatu yang kamu ingkari (yakni suatu perbuatan) dari apa saja yang kita semua
lakukan sejak hari kamu bergaul bersama Rasulullah saw.?" Ia berkata: "Aku tidak
mendapatkan sesuatu perubahan kecuali kalian tidak meluruskan shaf (barisan) pada waktu
shalat."
(HR: Bukhari)

0696. "Dari Anas dari Nabi saw., beliau bersabda: "Luruskan shaf-shafmu, karena
sesungguhnya aku melihatmu dari belakang punggungku." Anas menambahkan: "Setiap orang
diantara kami merapatkan pundaknya dengan pundak sahabatnya dan merapatkan kaki dengan
kaki sahabatnya."
(HR: Bukhari)

0697. "Dari Ibnu Abbas ra., ia berkata: "Pada suatu malam shalat bersama-sama dengan Nabi
saw. Aku berdiri di sebelah kiri beliau. Maka dipegangnya kepalaku dari belakang dan
menyuruhku kesebelah kanan beliau. Kemudian beliau shalat dan setelah itu tidur. Maka
datanglah orang memberitahukan untuk shalat. Lalu beliau berdiri dan shalat tanpa
mengulang wudhunya."
(HR: Bukhari)

0698. "Dari Anas bin Malik, ia berkata: "Aku dan seorang anak yatim shalat bersama-sama di
rumah kami, di belakang Nabi saw. Sedangkan ibuku, Ummu Sulaim, di belakang kami."
(HR: Bukhari)

0699. "Dari Ibnu Abbas ra., ia berkata: "Suatu malam aku berdiri di sebelah kiri Nabi saw.
dalam shalat, tetapi beliau memegangku dengan tangannya atau dengan pundaknya sampai
beliau membuatku berdiri di sebelah kanannya dan memberi isyarat dengan tangan padaku
supaya aku pergi pelan-pelan dari belakangnya."
(HR: Bukhari)

0700. "Dari Aisyah ra., ia berkata: Nabi saw. selalu shalat malam di kamar beliau sedang
dinding kamar beliau rendah, sehingga orang-orang melihat diri Nabi saw. Lalu orang-orang
melakukan shalat bersama (ma'mum) shalat beliau. Paginya, mereka memberitahukan hal itu.
Beliau mendirikan malam yang kedua lalu orang-orang shalat bersama (ma'mum) shalat
beliau. Mereka lakukan hal itu dua atau tiga malam. Namun setelah itu, Rasulullah saw.
duduk dan tidak keluar. Paginya orang-orang menuturkan hal itu, lalu beliau bersabda:
"Sesungguhnya saya takut diwajibkan shalat malam atasmu sekalian"."
(HR: Bukhari)

0701. "Dari Aisyah ra. bahwasanya Nabi saw. mempunyai sebuah tikar yang dihamparkannya
pada siang hari dan digunakan sebagai tabir di malam hari. Maka, sejumlah orang berkumpul
di malam hari dan shalat di belakangnya."
(HR: Bukhari)

0702. "Dari Zaid bin Tsabit bahwasanya Rasulullah saw. membuat sebuah kamar kecil di
bulan Ramadhan - Sa'id berkata: "Aku kira bahwa Zaid bin Tsabit mengatakan bahwa hal itu
dibuat dari sebuah tikar"- dan beliau shalat di belakangnya. Waktu beliau mengetahuinya,
beliau duduk. Pagi harinya, beliau keluar menuju mereka dan bersabda: "Saya telah
mengetahui apa yang kamu lakukan, wahai manusia, shalatlah di dalam rumah-rumahmu,
karena seutama-utama shalat adalah shalat seseorang di rumahnya kecuali shalat fardhu."
(HR: Bukhari)
0703. "Dari Anas bin Malik Al Anshariy bahwasanya Rasulullah saw. naik kuda. (Karena
jatuh), maka rusuk beliau yang sebelah kanan luka. Semenjak itu beliau shalat sambil duduk
untuk beberapa kali shalat. Kami shalat pula di belakang beliau (ma'mum) sambil duduk.
Sesudah memberi salam, beliau bersabda: "Sesungguhnya imam itu dijadikan untuk diikuti.
maka apabila dia shalat berdiri maka shalat pulalah kamu dengan berdiri. Apabila dia ruku,
maka rukulah kamu. Apabila dia bangkit, maka bangkitlah kamu. Apabila dia sujud, maka
sujudlah kamu. Dan apabila dia mengucapkan Sami'allahu liman hamidah maka ucapkanlah
Rabbana wa lakalhamdu." "
(HR: Bukhari)

0704. "Dari Anas bin Malik bahwasanya ia berkata: "Rasulullah saw. jatuh dari kudanya dan
terluka sehingga beliau mengimami shalat dengan duduk dan kamipun shalat dengan duduk.
Sehabis shalat beliau bersabda: "Imam dijadikan adalah untuk diikuti; apabila dia
mengucapkan takbir maka bertakbirlah kalian, apabila dia ruku maka rukulah kalian, apabila
dia mengangkat kepala maka angkatlah kepala kalian, apabila dia mengatakan Sami'allahu
liman hamidah, maka katakanlah Rabbana lakalhamdu, dan sujudlah kalau dia sujud."
(HR: Bukhari)

0705. "Dari Abu Hurairah, ia berkata : "Nabi saw. bersabda "Imam dijadikan adalah untuk
diikuti. Apabila dia mengucapkan takbir, maka bertakbirlah. Apabila dia ruku, maka rukulah.
Apabila dia mengucapkan Sami'allahu liman hamidah, maka ucapkanlah Rabbana
lakalhamdu. Apabila dia sujudl, maka sujudlah. Dan apabila dia shalat dengan duduk, maka
shalatlah kamu sekalian dengan duduk."
(HR: Bukhari)

0706. "Dari Salim bin Abdullah dari ayahnya bahwasanya Rasulullah saw. mengangkat kedua
tangan sejajar dengan kedua pundak beliau, yakni apabila beliau mulai shalat, apabila beliau
takbir untuk ruku, dan kam Sami'allahu liman hamidah maka ucapkanlah Rabbana wa lakal
apabila beliau mengangkat kepala dari ruku maka beliau mengangkat kedua tangan beliau
seraya membaca: "SAMI'ALLAHU LIMAN HAMIDAH RABBANA WA LAKAL
HAMDU" (semoga allah mendengar orang yang memujiNya. Wahai Tuhan kami, hanya
bagiMu lah segala puji). Dan beliau tidak melakukannya dalam sujud."
(HR: Bukhari)

0707. "Dari Abdullah bin Umar ra., ia berkata: Saya melihat Rasulullah saw. apabila beliau
berdiri untuk shalat, beliau mengangkat kedua tangannya sampai lurus dengan kedua pundak,
lalu melakukan begitu pula pada waktu takbir untuk ruku dan pada waktu mengangkat
kepalanya dan mengatakan "Sami'allahu liman hamidah'. Dan beliau tidak melakukannya
dalam sujud."
(HR: Bukhari)

0708. "Dari Qilabah bahwasanya dia melihat Malik bin Huwairits apabila shalat dia
mengucapkan takbir sambil mengangkat kedua tangannya dan mengangkat kedua tangannya
pada waktu ruku dan apabila dia mengangkat kepalanya dari ruku maka mengangkat kedua
tangannya. Malik bin Huwairts memberitahukan bahwa Rasulullah saw. melakukan
demikian."
(HR: Bukhari)

0709. "Dari Abdullah bin Umar, ia berkata: Saya melihat Rasulullah saw. Memulai shalat
dengan takbir dan mengangkat kedua tangannya sampai sejajar dengan kedua pundaknya pada
waktu mengucapkan takbir, dan pada waktu mengucapkan takbir untuk ruku beliau
melakukan hal yang sama; dan pada waktu beliau mengatakan Sami'allaahu liman hamidah,
beliau melakukan hal serupa dan mengatakan Rabbana wa lakal hamdu. Dan beliau tidak
melakukan begitu pada waktu sujud dan mengatakan kepalanya dari sujud."
(HR: Bukhari)

0710. "Dari Nafi bahwasanya Ibnu Umar apabila dia memulai shalat dia bertakbir, sambil
mengangkat kedua tangannya, dan ketika ruku dia mengangkat kedua tangannya dan ketika
membaca Sami'allawahu liman hamidah, dia mengangkat kedua tangannya. Dan apabila dia
berdiri dari dua raka'at, maka dia mengangkat tangannya." Ibnu Umar merafa'kan hadist ini
sampai kepada Nabi saw."
(HR: Bukhari)

0711. "Dari Sahl bin Sa'd ra., ia berkata: "Orang-orang diperintahkan untuk meletakkan
tangan kanan diatas hastanya yang kiri dalam shalat." Abu Hazim berkata: "Aku mengetahui
perintah itu dari Nabi saw."
(HR: Bukhari)

0712. "Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah saw. bersabda: "Bukankah kamu semua
sudah mengetahui bahwa kiblatku itu ada di sebelah sana (yakni membelakangi para
makmumnya), tetapi demi Allah, tidaklah tersembunyi padaku ruku kalian dan
kekhusyuan kalian dan sesungguhnya aku melihat kalian dari belakang punggungku."
(HR: Bukhari)

0713. "Dari Anas bin Malik dari Nabi saw., beliau bersabda: "Lakukanlah ruku dan sujud
dengan baik. Demi Allah, sesungguhnya aku dapat mengetahui hal-ihwalmu semua dari
belakangku atau dari balik punggungku sewaktu kamu semua mengerjakan ruku dan
sujud."
(HR: Bukhari)

0714. "Dari Anas ra. bahwasanya Nabi saw., Abu Bakar dan Umar ra. memulai (bacaan) shalat
dengan Alhmadulillahi rabbil'alamien."
(HR: Bukhari)

0715. "Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah saw. Diam di antara takbir dan bacaan
(Al Fatifah) sejenak. Saya berkata: "Demi ayah dan ibuku, wahai Rasulullah saw.,
apakah yang engkau baca di kala engkau diam antara takbir dan bacaan (Al Fatihah).
Beliau bersabda: Saya membaca: "ALLAAHUMMA BAA'ID BAINII WABAINA
KHATHAAYAAYA KAMAA BAA'ADTA BAINAL MASYRIQI WAL MAGHRIBI
ALLAAHUMMA NAQQINII MINAL KHATHAAYAA KAMAA
YUNAQQATSTSAUBUL ABYADLU MINADDANASI ALLAAHUMMA AGHSIL
KHATHAAYAAYA BIL MAA-IWATSTSALJI WALBARADI" (Ya Allah, jauhkanlah
antara barat dan timur. Ya Allah, bersihkanlah saya dari kesalahan-kesalahan
sebagaimana kain putih dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, basuhlah kesalahan-
kesalahan saya dengan air, es dan embun)."
(HR: Bukhari)

0716. "Dari Asma binti Abu Bakr bahwasanya Nabi saw. Melakukan shalat kusuf (shalat
gerhana matahari). Beliau berdiri lama-lama, ruku lama-lama, kemudianberdiri kembali
lama-lama, kemudian ruku lagi lama-lama, kemudian bangkit dari ruku dan sesudah itu
sujud lama-lama, kemudian bangkit lalu sujud lama-lama, kemudian bangkit dan berdiri
lama-lama, kemudian bangkit lalu sujud kembali lama-lama. Sesudah itu beliau
melengong memberi salam. Beliau lalu bersabda: "Surga telah dekat dari padaku
sehingga seandainya aku memberanikan diri terhadapnya niscaya aku membawakan
sebuah untaian dari untaian-untaiannya. Dan neraka dekat dari padaku sehingga aku
berkata: "Wahai Tuhanku, apakah aku bersama mereka?" Tiba-tiba ada seorang wanita
yang saya kira ia telah teragruk oleh seekor kucing." Saya katakan: "Apakah keadaan
ini?" Mereka menjawab: "Ia digaruk oleh kucing". Saya berkata: "Perilaku apakah ini?"
Mereka menjawab: "Ia menahan kucing sampai mati kelaparan, ia tidak memberinya
minum dan tidak dilepaskannya untuk makan serangga atau serangga bumi."
(HR: Bukhari)

0717. "Dari Abu Ma'mar, ia berkata: kami berkata kepada Khabbat: "Apakah Rasulullah saw.
membaca pada shalat Zhuhur dan Ashar?" Ia menjawab: "Ya". Dikatakan kepadanya:
"Karena apakah kamu dapat mengetahui hal itu?" Ia menjawab:"Dengan geraknya
jenggot beliau."
(HR: Bukhari)

0718. "Dari Barra', dia bukanlah orang yang ahli berdusta, bahwasanya orang-orang apabila
shalat dengan Nabi saw., beliau mengangkat kepalanya dari ruku, maka berdiri orang-
orang itu dengan berdiri yang sebenar-benarnya, sehingga mereka melihat beliau sudah
betul-betul mengerjakan sujud."
(HR: Bukhari)

0719. "Dari Abdulullah bin Abbas ra., ia berkata: "Pada masa Rasulullah saw. terjadi gerhana
matahari. Lalu beliau shalat (kusuf). Para sahabat bertanya: "Wahai Rasulullah saw.,
engkau kami lihat seperti mengambil sesuatu di tempatmu berdiri, kemudian engkau
mundur kebelakang". Beliau bersabda: "Diperlihatkan kepadaku surga, lalu kupegang
setangkai (buah) daripadanya. Kalau kupetikkan untukmu, niscaya dapat untuk kamu
makan seumur dunia."
(HR: Bukhari)

0720. "Dari Anas bin Malik, ia berkata: "Nabi saw. shalat bersama-sama dengan kami.
Kemudian beliau naik ke mimbar dan menunjuk dengan tangannya ke arah kiblat
masjid. Kemudian beliau bersabda: "Sekarang saya sungguh-sungguh telah melihat
surga dan neraka. Yaitu semenjak saya shalat tadi bersama-sama dengan kamu sekalian.
Kedua-duanya bagaikan tergambar dalam penglihatanku di dinding sebelah kiblat itu.
Belum pernah saya menyaksikan kebahagiaan dan kesengsaraan seperti yang
kusaksikan hari ini." Ucapan beliau itu diulanginya sampai tiga kali."
(HR: Bukhari)

0721. "Dari Anas bin Malik ra., ia berkata: Nabi saw. bersabda: "Bagaimanakah keadaan suatu
kaum yang didalam shalat mengangkat pandangannya ke langit?" Sabdanya tentang itu
semakin keras sehingga beliau bersabda: "Sungguh mereka menghentikan hal itu, atau
pandangan-pandangan mereka disambar."
(HR: Bukhari)

0722. "Dari Aisyah ra., ia berkata: Saya bertanya kepada Rasulullah saw. tentang menoleh
dalam shalat. Beliau bersabda: "Hal itu adalah barang rampasan, yakni syetan merampasnya
dari shalat seorang hamba."
(HR: Bukhari)
0723. "Dari Aisyah bahwasanya Nabi saw. shalat dengan mengenakan selendang yang
beraneka ragam gambarnya. Nabi saw. lalu bersabda: "Tanda-tanda gambar yang ada padanya
mengacaukan perhatianku, berikanlah pakaian itu kepada Abu Jahm dan bawakan selendang
yang lain (yakni yang polos tanpa warna yang bermacam-macam)."
(HR: Bukhari)

0724. "Dari Ibnu Umar bahwasanya ada suatu kejadian, Nabi saw. melihat ludah di arah kiblat
masjid pada waktu beliau mengimami shalat. Kemudian beliau menggosoknya. Setelah shalat
selesai beliau bersabda: "Apabila seseorang di antara kalian sedang shalat, hendaknya
diketahui bahwa Allah berada di hadapannya. Maka hendaknya dia tidak meludah di
depannya pada waktu shalat."
(HR: Bukhari)

0725. "Dari Anas, ia berkata: "Pada suatu waktu, ketika kaum muslimin sedang shalat Subuh,
mereka terkejut karena tiba-tiba Rasulullah saw. membuka tabir kamar Aisyah (di mana beliau
sedang terbaring sakit keras). Rasulullah saw. tersenyum melihat mereka sedang shalat dalam
beberapa shaf (baris). Abu Bakar ra. (yang menjadi imam ketika itu) mundur sampai ke shaf
di belakangnya, karena mengira Rasulullah saw. akan datang shalat bersama-sama dengan
mereka. Hampir saja kaum muslimin tergoda dalam shalat mereka karena peristiwa itu. Maka
Nabi saw. memberi isyarat kepada mereka supaya mereka meneruskan shalat. Sesudah itu
beliau menutupkan tabirnya kembali. Beliau wafat pada akhir hari itu juga."
(HR: Bukhari)

0726. "Dari jabir bin Samurah ra., ia berkata: "Penduduk kufah mengadukan Sa'd kepada
Umar ra. Maka ia menarik Sa'd mengangkat Amar (sebagai imam shalat), maka merekapun
mengadu, sampai mereka menuturkan bahwasanya ia tidak baik dalam shalatnya. Lalu
diutuslah (seseorang) kepadanya. Lalu ia berkata: "Hai Abu Ishaq, mereka menduga
bahwasanya shalatmu tidak baik". Ia menjawab: "Adapun saya, demi Allah saya shalat
bersama (mengimami) mereka seperti shalatnya Rasulullah saw. saya tidak menguranginya."
Saya shalat Isya, saya tenang (agak lama) pada dua raka'at pertama dan saya ringankan pada
dua raka'at terakhir". Ia berkata: Itu sangkaanmu, wahai Ishaq". Lalu diutuslah seorang atau
beberapa orang laki-laki ke Kufah, lalu ia bertanya kepada pneduduk Kufah dan ia tidak
menginggalkan masjid sehingga menanyakannya, dan mereka memujinya secara baik sampai
ia masuk ke masjid Bani Abs. Seorang laki-laki dari mereka yang bernama Usamah bin
Qatadah yang dijuluki Abu Sa'dah berkata: "Bila kamu menanyakan kepada kami,
sesungguhnya Sa'd itu tidak mau berjalan bersama tawanan, tidak membagi sama rata dan
tidak adil dalam memutuskan". Sa'd berkata: "Demi Allah, saya benar-benar berdoa dengan
tiga macam yaitu: "Wahai Allah, jika hambaMu ini berdusta, berdiri karena riya dan sunnah
(memperdengarkan amal) maka fitnah-fitnah". Setelah itu, apabila ia ditanya ia berkata:
"Seorang tua bangka, terkena fitnah karena doa Sa'd meminpa diriku". Perawi berkata dari
Jabir: "Sesudah itu saya melihat kedua kelopak matanya turun pada kedua matanya karena
tua, dan di digandeng oleh anak-anak perempuan di jalan di mana ia meraba-raba mereka." "
(HR: Bukhari)

0727. "Dari Ubadah bin Shamit ra. bahwasanya Rasulullah saw. bersabda: "Tidak ada shalat
bagi orang yang tidak membaca "Pembukaan Al Qur'an (Al Fatihah)."
(HR: Bukhari)

0728. "Dari Abu Hurairah ra. bahwasanya Rasulullah saw. masuk ke masjid, dan masuklah
seorang-laki-laki, lalu shalat dan memberi salam atas Nabi saw. Beliau bersabda: "Kembalilah
dan shalatlah, karena sesungguhnya kamu tidak shalat" -tiga kali- Ia menjawab: "Demi Dzat
yang mengutus engkau dengan kebenaran, saya tidak dapat melakukan shalat lain yang lebih
baik, maka ajarilah saya." Beliau bersabda: "Apabila kamu berdiri untuk shalat maka
bertakbirlah kemudian bacalah yang mudah olehmu dari Al Qur'an, kemudian rukulah
sehingga kami thu'maninah (tenang) dalam ruku, kemudian angkatlah sampai tegak berdiri,
kemudian sujudlah sampai tenang sujudmu, kemudian angkatlah sampai kamu thu'maninah
(tenang) dalam duduk. Dan lakukanlah seluruh itu dalam shalatmu."
(HR: Bukhari)

0729. "Dari Abdullah bin Abu Qatadah dari ayahnya, ia berkata: Nabi saw. membaca dalam
dua raka'at yang pertama dalam shalat Zhuhur dengan Pembukaan Al Qur'an (Fatihah) dan
dua surat yakni surat panjang pada raka'at pertama dan surat pendek pada raka'at yang kedua,
dan kadang-kadang beliau memperdengarkan ayat (bukan surat). Pada shalat Ashar beliau
membaca Pembukaan Al Qur'an (Fatihah) dan dua buah surat yaitu surat panjang pada raka'at
pertama dan surat pendek pada raka'at kedua. Beliau panjangkan raka'at pertama dan beliau
pendekkan raka'at yang kedua pada shalat Subuh."
(HR: Bukhari)

0730. "Dari Abu Ma'mar, ia berkata: "Aku bertanya kepada Khabbab apakah Nabi saw.
membaca Al Qur'an dalam shalat Zhuhur dan Ashar?" Dia menjawab: "Ya". Kami berkata:
"Bagaimana kamu mengetahuinya?" Dia menjawab: "Dari gerak-gerik jenggotnya."
(HR: Bukhari)

0731. "Dari Abu Ma'mar, ia berkata: Aku bertanya kepada Khabbab bin Al Art: "Apakah Nabi
saw. membaca Al Qur'an pada waktu shalat Zhuhur dan shalat Ashar?" Ia menjawab: "Ya".
Aku bertanya: "Bagaimana engkau mengtahuinya?" Dia menjawab: "Dengan geraknya
jenggot beliau."
(HR: Bukhari)

0732. "Dari Abdullah bin Abu Qatadah dari ayahnya, ia berkata: "Nabi saw. membaca Al
Fatihah dan surat-surat yang lain pada kedua raka'at yang pertama dari shalat Zhuhur dan
shalat Ashar, waktu itu ayat surat ini atau ayat itu kadang-kadang kedengaran pada kami."
(HR: Bukhari)

0733. "Dari Ibnu Abbas ra. bBahwasanya Ummu Fadhl mendengar Ibnu Abbas di kala sedang
membaca Walmursalaati 'urfaa, lalu Ummu Fadhl berkata kepadanya: "Wahai anakku, demi
Allah, dengan bacaanmu akan surat ini telah mengingatkan aku, karena sesungguhnya surat
ini adalah surat yang terakhir saya dengar dari Rasulullah saw. membacanya pada shalat
Maghrib."
(HR: Bukhari)

0734. "Dari Zaid bin Tsabit ra., ia berkata: Saya mendengar Rasulullah saw. membaca dua
surat yang panjang pada shalat maghrib."
(HR: Bukhari)

0735. "Dari Muhammad bin Jubair bin Muth'im ra., ia berkata: Saya mendengar Rasulullah
saw. membaca Ath Thuur pada shalat Maghrib."
(HR: Bukhari)

0736. "Dari Abu Rafi', ia berkata: Saya shalat bersama Abu Hurairah pada shalat Isya, lalu dia
membaca Idzassamaa-un syaqqat, lalu dia bersujud (yakni sujud tilawah). Aku bertanya
kepadanya (mengenai hukum sujud tilawah), maka dia berkata: "Aku bersujud di belakang
Abul Qasim (Nabi saw.) dan aku senantiasa sujud sampai beliau melepaskannya."
(HR: Bukhari)

0737. "Dari Adiy, ia berkata: Saya mendengar Bara' bahwasanya Nabi saw. berada dalam
suatu perjalanan, beliau membaca Wattini Wazzaituuni pada satu di antara dua raka'at yang
pertama dari shalat Isya."
(HR: Bukhari)

0738. "Dari Abu Rafi', ia berkata: Saya shalat bersama Abu Hurairah pada shalat Isya, lalu dia
membaca Idzassamaa-un syaqqat, lalu dia bersujud (yakni sujud tilawah). Saya bertanya
kepadanya (mengenai hukum sujud tilawah), maka dia berkata: "Aku bersujud di belakang
Abul Qasim (Nabi saw.) dan aku senantiasa sujud sampai beliau melepaskannya"."
(HR: Bukhari)

0739. "Dari Bara' ra., ia berkata: Saya mendengar Nabi saw. membaca Wattini wazzaitun pada
waktu shalat Isya dan saya tidak mendengar seseorang yang suaranya lebih bagus dari pada
beliau ataupun bacaannya."
(HR: Bukhari)

0740. "Dari Abu Aun, ia berkata: Saya mendengar Jabir bin Samurah berkata: Umar berkata
kepada Sa'd: "Betul-betul orang-orang itu selalu mengadukan perihal dirimu dalam segala hal,
sampaipun mengenai hal shalat." Sa'd berkata: "Sungguh aku memanjangkan kedua raka'at
yang pertama dan memendekkan kedua raka'at yang terakhir dan aku tidak pernah
memendekkan shalat dimana aku mengikuti Rasulullah saw." Umar berkata: "Aku berkata
yang benar padamu dan itulah yang aku pikir mengenai kami."
(HR: Bukhari)

0741. "Dari Sayyar bin Salamah, ia berkata: "Aku datang bersama ayahku kepada Abu Barzah
Al Aslami, lalu ayahku bertanya kepadanya: "Bagaimana caranya Rasulullah saw. melakukan
shalat fardhu?" Ia menjawab: "Nabi saw. melakukan shalat Zhuhur ketika matahari tergelincir,
dan beliau shalat Ashar ketika seorang laki-laki pulang dari tempat yang terjauh di Madinah
(setelah shalat) dia mendapatkan matahari masih hidup (bersinar). Dan aku (Sayyar) lupa
ucapannya tentang shalat Maghrib. Nabi saw. menganggap tidak apa-apa kalau
mengundurkan shalat Isya sampai pada sepertiga yang pertama dari malam dan tidak suka
tidur sebelumnya, serta dia tidak pula berbincang-bincang setelah itu. Beliau mendirikan
shalat Subuh pada waktu ketika selesai shalat dia bisa mengenal orang yang duduk di
sampingnya dan membaca sekitar 60 hingga 100 pada satu atau di kedua raka'at (shalat
Subuh)."
(HR: Bukhari)

0742. "Dari Abu Hurairah ra., ia mengatakan apa yang dibaca pada setiap shalat: "Apa yang
diperdengarkan oleh Rasulullah saw. kepada kami, kami perdengarkan kepadamu. Dan
apa yang beliau sembunyikan terhadap kami, kami sembunyikan dari padamu. Jika
kamu tidak menambah terhadap Ummul Qur'an (Al Fatihah) maka cukuplah, dan jika
kamu menambahnya maka hal itu lebih baik."
(HR: Bukhari)

0743. "Dari Ibnu Abbas ra., ia berkata: "Nabi saw. berangkat dalam suatu kelompok dari para
sahabat menuju ke pasar Ukazh. Antara syaitan dan berita dari langit telah terhalang dan
dilemparkan bintang-bintang kepada mereka, dan syaitan-syaitan kembali kepada kaum
mereka. Mereka bertanya: "Ada apakah kamu?" Mereka menjawab: "Telah dihalangi
antara kami dan berita dari langit, dan bintang-bintang dilemparkan kepada kami".
Mereka berkata: "Tidak ada yang menghalangi antara kalian dan berita dari langit
kecuali sesuatu yang terjadi, maka berjalanlah ke bumi bagian timur dan barat, dan
lihatlah, apakah yang menghalangi antara kamu dan berita dari langit." Pergilah mereka
dengan menuju ke arah Tihamah kepada Nabi saw. dan Nabi di Nakhlah menuju ke
pasar Ukazh dan beliau sedang shalat Subuh bersama para sahabat. Ketika mereka
mendengar Al Qur'an, mereka mendengarkannya dan berkata: "Demi Allah, inilah yang
menghalangi antara kamu dan berita dari langit". Di sanalah ketika mereka kembali
kepada kaum mereka dan berkata: "Wahai kaum kami, sesungguhnya kami mendengar
bacaan Al Qur'an yang indah dan menunjukkan kepada petunjuk, lalu kami
mengimamkannya dan tidak akan menyekutukan Tuhan kita dengan seseorangpun"
Maka Allah menurunkan atas Nabi-Nya saw. "QUL UUHIYA ILAYYA" (Katakanlah:
Diriwayatkan diwahyukan kepadaku) dan bahwasanya diwahyukan perkataan jin
kepada beliau."
(HR: Bukhari)

0744. "Dari Ibnu Abbas ra., ia berkata: Nabi saw. membaca apa yang diperintahkan dan diam
dalam apa yang diperintahkan, dan Tuhanmu tidaklah pelupa, dan telah ada bagimu
sekalian teladan yang baik pada Rasulullah saw."
(HR: Bukhari)

0745. "Dari Abu Wali, ia berkata: Ada seorang laki-laki datang kepada Ibnu Mas'ud, ia
berkata: "Tadi malam saya membaca surat Al Mufshshal (pendek-pendek) dalam satu
raka'at. Petikan ini seperti petikan sya'ir. Saya telah mengetahui pandangan-pandangan
yang mana Nabi saw. menyertakan antara pandangan-pandangan itu. Ia menyebutkan
20 surat Mufashshal dalam tiap raka'at dua buah surat."
(HR: Bukhari)

0746. "Dari Abdulullah bin Abu Qatadah dari ayahnya bahwasanya Nabi saw. dalam shalat
Zhuhur pada dua raka'at pertama membaca induk Al Qur'an (Fatihah) dan dua buah
surat, dan dalam dua raka'at yang terakhir (beliau membaca) induk Al Qur'an (Fatihah)
dan beliau memperdengarkan ayat kepada kami. Beliau memanjangkan raka'at pertama
tidak seperti yang beliau panjangkan pada raka'at kedua. Demikian dalam Ashar dan
juga Subuh."
(HR: Bukhari)

0747. "Dari Abu Ma'mar, saya berkata kepada Khabbab: "Apakah Rasulullah saw. membaca
pada shalat Zhuhur dan Ashar?" Ia menjawab: "Ya". Kami berkata: "Dari manakah
kamu dapat mengetahui hal itu?" Ia menjawab: "Dengan geraknya jenggot beliau."
(HR: Bukhari)

0748. "Dari Abdulullah bin Abu Qatadah dari ayahnya bahwasanya Nabi saw. membaca Induk
Al Qur'an (Fatihah) dan surat yang lain pada dua raka'at yang pertama dari shalat
Zhuhur dan shalat Ashar. Dan beliau kadang-kadang memperdengarkan sesuatu ayat
dan beliau memanjangkan (bacaan) pada raka'at yang pertama."
(HR: Bukhari)

0749. "Dari Abdulullah bin Abu Qatadah dari ayahnya bahwasanya Nabi saw. memanjangkan
(bacaan) pada raka'at yang pertama dari shalat Zhuhur dan memendekkan raka'at yang
kedua dan demikian pula yang dilakukannya pada shalat fajar (Subuh)."
(HR: Bukhari)

0750. "Dari Abu Hurairah bahwasanya Nabi saw. bersabda: "Apabila imam membaca amin
maka bacalah amin olehmu, karena sesungguhnya barangsiapa yang bacaan aminnya
bersamaan dengan bacaan amin malaikat maka ia diampuni dosanya yang telah
lampau." Ibnu Syihab berkata: "Rasulullah saw. mengatakan amien."
(HR: Bukhari)

0751. "Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila salah seorang
diantaramu mmbaca Amien dan di langit malaikat membaca Amien lalu bersesuaianlah
salah satunya dengan yang lain maka ia diampuni dosanya yang telah lalu."
(HR: Bukhari)

0752. "Dari Abu Hurairah bahsawanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila imam
mengucapkan 'Ghairil maghdluubi 'alaihim waladldlaalliin maka ucapkanlah 'Amien'. Karena
sesungguhnya orang yang bacaannya bersamaan dengan bacaan malaikat maka ia diampuni
dosanya yang telah lampau."
(HR: Bukhari)

0753. "Dari Abu Bakrah ra. bahwasanya ia datang kepada Nabi saw. dan beliau sedang ruku,
maka ia ruku sebelum sampai kepada shaf. Kemudian ia menuturkannya kepada Nabi saw.,
lalu beliau menjawab: "Semoga Allah menambahmu akan kelobaan, namun jangan kamu
ulangi lagi."
(HR: Bukhari)

0754. "Dari Imran bin Hushain ra. bahwasanya ia shalat bersama Ali ra. di Bashrah, lalu ia
berkata: "Laki-laki ini mengingatkan shalat yang mana kami dulu shalat bersama Rasulullah
saw. Ia menyebutkan bahwasanya beliau takbir setiap kali mengangkat (tangan) dan setiap
kali meletakkan (tangan)."
(HR: Bukhari)

0755. "Dari Abu Hurairah bahwasanya ia shalat menjadi imam bagi orang banyak. Dia
membaca takbir setiap kali dia menunduk dan bangkit. Setelah selesai shalat dia berkata:
"Sesungguhnya shalatku sama dengan shalat Rasulullah saw."
(HR: Bukhari)

0756. "Dari Mutharrif bin Abdulullah, ia berkata: "Saya pernah shalat di belakang Ali bin Abu
Thalib ra. sebagai makmum, jangan Imran bin Husain. Ali itu apabila sujud mengucapkan
takbir dan apabila mengangkat kepalanya juga bertakbir, begitu juga apabila bergerak untuk
berdiri dari dua raka'at ia bertakbir. Setelah selesai shalat Imran mengambil tanganku dan
berkata: "(Ali) ini membuatku ingat shalat Muhamamad saw." Atau dia mengatakan: "Dia
mengimami kita shalat seperti shalat Muhammad saw."
(HR: Bukhari)

0757. "Dari Ikrimah, ia berkata: Saya melihat seseorang shalat di makam Ibrahim dan dia
mengucapkan takbir pada setiap dia ruku, mengangkat (kepala), berdiri, dan duduk. Aku
bertanya kepada Ibnu Abbas ra. (mengenai shalat itu). Dia berkata kepadaku: "Bukankah yang
demikian itu sama dengan shalat yang dikerjakan oleh Nabi saw. Tiada Ibu bagimu."
(HR: Bukhari)

0758. "Dari Ikrimah, ia berkata: "Saya shalat di belakang seorang Syaikh di Makkah dan dia
mengucapkan dua puluh dua takbir (ketika shalat). Aku lalu mengatakan hal itu kepada Ibnu
Abbas bahwa dia (Syaikh) adalah tolol. Ibnu Abbas berkata: "Kehilangan kamu ibumu. Orang
tua itu telah mengerjakan sebagaimana yang dikerjakan oleh Abul Qasim (yakni Muhammad
saw.)."
(HR: Bukhari)

0759. "Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: "Apabila Rasulullah saw. berdiri untuk shalat maka
beliau bertakbir ketika berdiri, bertakbir ketika ruku dan ketika beliau mengangkat punggung
dari ruku beliau mengucapkan 'Sami'allahu liman hamidah'. Kemudian ketika beliau berdiri
membaca 'Rabbana lakal hamdu'." Dalam riwayat Abdullah ditambah wawu dan berbunyi
'walakal hamdul'. Kemudian beliau mengucapkan takbir pada waktu sujud dan ketika
mengangkat kepala dari sujud; sekali lagi beliau mengucapkan takbir pada waktu sujud dan
mengangkat kepalanya. Beliau lalu melakukan hal serupa pada keseluruhan shalat sampai
selesai. Ketika bangun dari raka'at kedua (setelah duduk tahiyyat pertama) beliau ngeucapkan
takbir."
(HR: Bukhari)

0760. "Dari Mush'ab bin Sa'd, ia berkata: "Saya mendirikan shalat di samping ayahku, lalu
saya letakkan dua telapak tanganku kemudian saya letakkan di antara dua pahaku lalu ayahku
melarangnya seraya berkata: "Kami dulu melakukannya, lalu kami dilarang, dan kami
dipertahankan untuk meletakkanya di atas lutut."
(HR: Bukhari)

0761. "Dari Sulaiman, ia berkata: Saya mendengar Zaid bin Wahab berkata: "Hudzaifah
pernah melihat seorang yang tidak melakukan ruku dan sujud dengan sempurna. Dia berkata
kepadanya: "Sesungghnya engkau tidak shalat. Jika engkau mati, maka engkau mati di atas
agama yang bukan agama Muhammad saw."
(HR: Bukhari)

0762. "Dari Bara' ra., ia berkata: "Rukunya Rasulullah saw., sujud, (duduk) antara dua sujud
dan ketika beliau bangun dari ruku (I'tidal), selain berdiri dan duduk (tasyahhud) adalah
hampir sama."
(HR: Bukhari)

0763. "Dari Abu Hurairah bahwasanya Nabi saw. masuk ke dalam masjid, kemudian masuk
pula seorang laki-laki lalu dia shalat. Selesai shalat, orang itu datang dan memberi
salam kepada Nabi saw. Nabi saw. menjawab salam orang itu dan bersabda: "Ulangilah
shalatmu kembali, karena kamu belum shalat!" Maka orang itu mengulangi shalatnya,
kemudian dia datang dan memberi salam kepada Nabi saw. Nabi saw bersabda:
"Ulangilah shalat kamu kembali, karena kamu belum shalat!". Sampai tiga kali Nabi
saw. menyuruh orang itu demikian. Laki-laki itu berkata: "Demi Tuhan yang mengutus
engkau dengan kebenaran! Saya tidak bisa shalat lebih baik daripada ini. Sudilah
engkau mengajariku bagaimana cara shalat." Beliau bersabda: "Pada waktu kamu
berdiri untuk shalat, maka bertakbirlah lalu bacalah dari Al Qur'an yang kamu ketahui,
lalu rukulah dengan tenang (thuma'ninah) sampai kamu merasa tentram, lalu bangunlah
dari ruku sampai kamu berdiri tegak. Setelah itu sujudlah sehingga kamu merasa
senang, lalu angkatlah (kepalamu) dan duduk dengan tenang sampai kamu merasa
tentram dalam sujudmu dan lakukanlah hal serupa dalam keseluruhan shalatmu."
(HR: Bukhari)

0764. "Dari Aisyah ra., ia berkata: "Nabi saw. mengatakan di dalam ruku dan sujudnya
"SUBHAANAKALLAHUMMA RABBANAAWABIHAMDIKA
ALLAHUMMAGHFIR LII" (Maha Suci Engkau. Ya Allah, Tuhan kami! Dan segala
puji untukMu. Ya Allah, ampunilah aku)"."
(HR: Bukhari)

0765. "Dari Abu Hurairah, ia berkata: "Apabila Nabi saw. membaca 'Sami'allahu liman
hamidah', beliau mengatakan 'Allaahumma rabbana walakal hamdu." Pada waktu ruku
dan mengangkat kepalanya dari (ruku) Nabi saw. mengucapkan takbir. Dan apabila
beliau berdiri dari dua sujud, beliau membaca takbir."
(HR: Bukhari)

0766. "Dari Abu Hurairah ra. bahwasanya Rasulullah saw. bersabda: "Apabila imam membaca
'Sami'allaahu liman hamidah' (Semoga Allah mendengar orang yang memujiNya) maka
ucapkanlah 'Allaahumma Rabbanaa lakal hamdu' *Wahai Tuhan kami, hanya bagiMu
lah segala puji). Karena sesungguhnya barangsiapa yang ucapannya bersesuaian
(bersamaan) dengan ucapan malaikat ia diampuni dosanya yang telah lampau."
(HR: Bukhari)

0767. "Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: "Sungguh saya akan mendekati shalat Nabi saw."
Abu Hurairah membaca Qunut dalam raka'at terakhir dari shalat Zhuhur, Isya dan
Subuh setelah ia membaca 'Sami'allaahu liman hamidah' lalu ia mendoakan orang-orang
mu'min dan mengutuk orang-orang kafir."
(HR: Bukhari)

0768. "Dari Anas ra., ia berkata: "Qunut itu pada shalat Maghrib dan Subuh."
(HR: Bukhari)

0769. "Dari Rifa'ah bin Rafi Ar Ruzaqqi ra., ia berkata: "Pada suatu hari kami shalat di
belakang Nabi saw. Ketika beliau mengangkat kepala dari ruku beliau membaca:
'Sami'allahu liman hamidah' (Semoga Allah mendengar kepada orang yang memujiNya)
maka seseorang laki-laki mengucapkan: "Rabbana walakal hamdul hamdan katssira
thayyiban mubaarakan fiihi' (Wahai Tuhan kami, hanya bagiMu lah segala puji yang
banyak, baik dan diberkahi). Ketika beliau berpaling (salam), beliau bersabda:
"Siapakah orang yang mengucapkannya?" Ia menjawab: "Saya." Beliau bersabda: "Saya
telah melihat tiga puluh lebih malaikat bersegera, manakah yang pertama menulisnya
itulah yang pertama."
(HR: Bukhari)

0770. "Dari Anas ra. bahwasanya ia menyebutkan shalat Rasulullah saw. kepada kami. Beliau
shalat, apabila beliau mengangkat kepala dari ruku, maka beliau berdiri sehingga kami
katakan: "Beliau telah lupa."
(HR: Bukhari)

0771. "Dari Bara', ia berkata: "Rukunya Nabi saw., sujudnya, masa berdirinya setelah ruku
dan jarak antara dua sujud adalah sama lamanya."
(HR: Bukhari)
0772. "Dari Ayyub dari Abu Qilabah, ia berkata: "Malik bin Huwairits memberi contoh
kepada kita bagaimana cara Nabi saw. mengerjakan shalat. Hal itu dilakukan pada
selain waktunya shalat. Ia lalu berdiri, kemudian memantapkan berdirinya kemudian
ruku lalu memantapkan rukunya, selanjutnya mengangkat kepalanya dan berdiri tegak
beberapa lama". Abu Qilabah meneruskan: "Malik bin Huwairits shalat sebegai imam
dengan cara shalat yang diajarkan oleh guru kita ini, Abu Yazid". Abu Yazid duduk
(beberapa saat) pada waktu mengangkat kepalanya dari sujud yang kedua sebelum
berdiri tegak."
(HR: Bukhari)

0773. "Dari Abu Bakar bin Abdurrahman bin Harits bin Hisyam dan Abu Salamah bin
Abdurrahman bahwasanya Abu Hurairah mengucapkan takbir dalam semua shalatnya
yang wajib atau yang sunah pada bulan Ramadhan atau bulan-bulan lainnya. Dia
mengucapkan takbir pada waktu hendak berdiri untuk shalat dan ruku; lalu dia
mengatakan: 'Sami'allahu liman hamidah' (Semoga Allah mendengarkan orang yang
memujiNya) dan sebelum sujud dia mengatakan: 'Rabbana lakal hamdu ' (Ya Allah,
hanya bagiMu lah segala puji). Kemudian dia mengucapkan takbir pada waktu sujud
dan pada mengangkat kepalanya dari sujud, lalu takbir lagi pada waktu sujud (untuk
yang kedua kalinya), dan pada waktu mengangkat kepalanya dari sujud. Dia juga
mengucapkan hal yang serupa dalam setiap raka'at sampai dia menyelesaikan shalat.
Sehabis shalat, dia mengetakan: "Demi Dia yang jiwaku ada di tanganNya! Sungguh
shalatku lebih dekat kepada shalat Rasulullah saw. daripada shalat kalian, dan inilah
shalatnya sampai beliau meninggal dunia ini". "Abu Hurairah ra. berkata: "Ketika
Rasulullah saw. mengangkat kepala , beliau mengucapkan: 'Sami'allahu liman hamidah
rabbana lakalhamdu' (Semoga Allah mendengarkan orang yang memujiNya dan hanya
bagiMu lah segala puji). Beliau mendoakan beberapa orang, dan beliau sebut nama-
nama mereka. Beliau membaca: "Wahai Allah, selamatkanlah Walid bin Walid, Salamah
bin Hisyam, 'Ayyasy bin Abu Rabi'ah dan orang-orang yang lemah dari kaum mu'mim.
Wahai Allah kuatkanlah langkahmu atas Mudhar, dan timpakan atas mereka tahun-
tahun seperti tahun-tahun Yusuf (paceklik)" dan penduduk Masyriq dewasa itu
menentang kepada Mudhar." "
(HR: Bukhari)

0774. "Dari Zuhri, ia berkata: Saya mendengar Anas bin Malik berkata: "Rasulullah saw. jatuh
dari kudanya dan sisi kanan tubuhnya terluka. Saya datang untuk menanyakan tentang
kesehatannya, kemudian tibalah waktu shalat. Beliau shalat mengimami dengan cara
duduk dan kami juga shalat dengan cara duduk. Sehabis shalat beliau bersabda: "Imam
itu dijadikan hanyalah untuk diikuti segala geraknya sebagai imam, maka jika ia
bertakbir, bertakbirlah kamu semua, jika ia ruku, rukulah kamu semua, jika ia
mengangkat kepala, angkatlah kepalamu semua, jika ia mengucapkan 'SAMI'ALLAHU
LIMAN HAMIDAH' maka ucapkanlah 'RABBANA WALAKAL HAMDU', dan
apabila ia sujud, maka sujudlah kamu semua. Sufyan berkata: "Demikianlah yang
dibawa oleh Ma'mar. Sayapun mengatakan bahwa benar demikian itu". Sufyan berkata:
"Demikianlah yang dihafal oleh Ma'mar. Zuhri mengucapkan dengan lafazh:
"WALAKAL HAMDU'. Yang kuhafal ialah dari belahan tubuh beliau bagian kanan.
Setelah kami keluar dari tempat Zuhri, tiba-tiba Ibnu Juraij berkata -sedangkan aku
berada di tempat-tempat-: "Kaki kanannya (Nabi saw.) terluka"."
(HR: Bukhari)
0775. "Dari Abu Hurairah ra. bahwasanya orang-orang berkata: "Wahai Rasulullah saw.,
apakah kami melihat Tuhan kami pada hari Qiyamat?" Beliau bersabda: "Apakah kamu
ragu (tidak jelas) dalam (melihat) bulan pada malam purnama dan tidak ada awan?"
Mereka menjawab: "Tidak, Wahai Rasulullah saw." Beliau bersabda: "Apakah kamu
ragu (tidak jelas) dalam (melihat) matahari yang tidak berawan?" Mereka menjawab:
"Tidak", wahai Rasulullah saw." Beliau menjawab: "Sesungguhnya kamu sekalian
melihat Tuhanmu, demikianlah orang-orang dikumpulkan pada hari Qiyamat". Ia
bersabda: "Barangsiapa yang menyembah sesuatu maka hendaklah ia mengikutinya.
Sebagaian mereka ada yang mengikuti matahari, ada yang mengikuti bulan, ada pula
yang mengikuti berhala, dan tinggal umat ini yang didalamnya ada orang-orang
munafik. Allah datang kepada mereka lalu berfirman: "Akulah Tuhanmu". " "Mereka
menjawab: "Inilah tempat kami hingga Tuhan kami datang kepada kami. Apabila Tuhan
kami datang maka kami akan mengenalNya". Lalu Allah Azza wa Jalla (Yang maha
Mulia dan maha Besar) datang kepada mereka seraya berfirman: "Akulah Tuhanmu."
mereka menjawab: "Engkaulah Tuhan kami". Dia memanggil mereka, dan dipasanglah
jembatan diantara dua tebing neraka jahanam. Akulah orang pertama yang lewat pada
umatnya. Pada hari ini yang berbicara hanyalah para rasul. Kata-kata para rasul pada
hari ini adalah: "Wahai Allah, selamatkanlah, selamatkanlah". Di Jahanam terdapat besi
penggayut daging seperti duri kayu duri, apakah kamu pernah melihat duri kayu duri?
Mereka menjawab: "Ya". Beliau bersabda: "Sesungguhnya durinya itu seperti duri kayu
duri hanya saja yang mengetahui berapa besarnya hanyalah Allah saja, yang penggayut-
panggayut itu menyambar manusia karena amal perbuatannya. " "Sebagian dari mereka
ada yang hancur karena amalnya, ada yang dipotong-potong kemudian selamat hingga
apabila Allah menghendaki untuk memberi rahmat kepada orang dari ahli neraka maka
Allah memerintahkan kepada malaikat untuk mengeluarkan orang-orang yang
menyembah Allah lalu malaikat mengeluarkan mereka, dan malaikat mengenal mereka
dengan bekas-bekas sujud, karena Allah mengharamkan atas neraka untuk memakan
bekas-bekas sujud. Orang-orang itu keluar dari neraka. Setiap Anak Adam (manusia)
termakan oleh neraka kecuali bekas sujud. Mereka keluat dari neraka dengan telah
terbakar dan hitam. Lalu dituangkan air hidup (ma-ul hayah) pada mereka. lalu mereka
tumbuh seperti tumbuhnya biji-bijian dalam hanyutan banjir. kemudian Allah
menyelesaikan pengadilan di antara para hamba dan tinggallah seorang laki-laki (yang
tinggal) antara surga dan neraka, dialah penghuni neraka yang terakhir masuk surga,
yang dengan muka (wajahnya) ia menghadap ke arah neraka." "Ia berkata: "Wahai
Tuhanku, palingkanlah wajahku dari neraka, baunya telah meracuni saya dan nyalanya
telah membakar saya". Tuhan berfirman: "Jika hal itu telah dilaksanakan padamu,
apakah yang kamu harapkan untuk minta selainnya?" Ia menjawab: "Tidak, demi
kemuliaanMu". Dan ia memberikan janji yang dikehendakinya kepada Allah, lalu Allah
memalingkan wajahnya dari neraka. Ketika wajahnya itu menghadap surga, ia melihat
kebaikan dan gemerlapnya surga, ia diam selama masa yang dikehendaki Allah untuk
diam. Kemudian berkata: "Wahai Tuhanku, ajukanlah saya ke pintu surga." Allah
berfirman: "Bukankan kamu telah memberikan janji untuk tidak meminta selain apa
yang telah kamu minta?" Ia menjawab: "Wahai Tuhanku, agar saya tidak menjadi
makhlukNya yang paling celaka". Allah berfirman: "Jika kamu diberi hal itu apakah
kamu harapkan untuk meminta selainnya?" Ia menjawab: "Tidak, demi kemuliaanMu,
saya tidak minta selain itu". Maka ia memberikan janji kepada Tuhan apa yang
dikehendakinya. Dan ia diajukan ke pintu surga. " "Ketika ia sampai di pintu surga, ia
melihat bunga-bunganya, kegemerlapan dan kesenangan yang ada dalamnya lalu ia
diam selama masa yang dikehendaki Allah untuk diam. Lalu ia berkata: "Wahai
Tuhanku, masukkanlah saya ke surga." Allah Yang Maha Mulia dan Maha besar
bersabda: " Sayang kamu, hai anak Adam, alangkah khianatnya kamu. Bukankah kamu
telah memberikan janji untuk tidak meminta selain apa yang telah diberikan
kepadamu?" Ia menjawab: "Wahai Tuhanku, janganlah Engkau jadikan saya menjadi
makhlukMu yang paling celaka." Allah tertawa karenanya, kemudian memberinya izin
masuk surga. Lalu Tuhan berfirman: "Bercita-citalah". maka iapun bercita-cita sehingga
apabila ia terputus angan-angannya, Allah berfirman: "Tambahlah ini dan ini", Tuhan
menuturkannya sehingga ketika angan-angan itu telah habis, Allah berfirman: "Bagimu
itu semua dan bersama itu, apa yang sebanding dengan itu (dua lipat angan-angannya =
pen)" "Abu sa'id Al Khudri berkata kepada Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah saw.
bersabda: "Allah Azza wa Jalla (Yang Maha Mulia dan Maha Besar) menfirmankan:
"Bagimu semua itu dan lipat sepuluh kalinya." Abu Hurairah berkata: "Saya tidak hafal
dari Rasulullah saw. selain sabda beliau: "Bagimu semua itu dan bersamanya apa yang
sebanding dengan itu", Abu Sa'id berkata: "Sesungguhnya saya mendengar beliau
bersabda: "Itu semua bagimu dan lipat sepuluh kalinya." Abu Huwaid meriwatkan hal
itu dari Nabi saw."
(HR: Bukhari)

0776. "Dari Abdullah bin Malik bin Buhainah bahwasanya Nabi saw. apabila sujud, beliau
merenggangkan kedua lengannya (dari rusuknya), sehingga kelihatan putih ketiaknya."
(HR: Bukhari)

0777. "Dari Hudzaifah bahwasanya dia melihat seorang laki-laki yang tidak sempurna ruku
dan sujudnya. Setelah orang itu selesai shalat, Hudzaifah berkata kepadanya: "Engkau
tidak shalat. Kalau engkau mati, maka engkau mati bukan di dalam agama Muhammad
saw."
(HR: Bukhari)

0778. "Dari Ibnu Abbas, ia berkata: Nabi saw. disuruh (oleh Allah) untuk bersujud pada waktu
tujuh anggota (tubuh) dan tidak melipatkan rambut atau pakaian (pada waktu shalat).
Anggota-anggota tubuh itu adalah: Dahi, kedua tangan, kedua lutut dan kedua kaki."
(HR: Bukhari)

0779. "Dari Ibnu Abbas ra. dari Nabi saw., beliau bersabda: "Kita semua diperintah untuk
bersujud pada ketujuh tulang dan tidak melipatkan pakaian atau rambut."
(HR: Bukhari)

0780. "Dari Bara' bin Azib, dia seorang sahabat yang tidak pernah berdusta, ia berkata: "Kami
shalat di belakang Nabi saw. Apabila beliau membaca 'Sami'allahu liman hamidah,
tidak seorangpun diantara kami yang membungkukkan punggungnya, sehingga Nabi
saw. telah meletakkan keningnya ke bumi."
(HR: Bukhari)

0781. "Dari Ibnu Abbas ra., ia berkata: Nabi saw. bersabda: "Saya diperintah untuk sujud di
atas tujuh tulang yaitu dahi, dan beliau menunjuk dengan tangan beliau atas hidung,
kedua tangan, dua lutut dan jari-jari dari dua telapak kaki, dan kami tidak
mengumpulkan kain dan rambut."
(HR: Bukhari)

0782. "Dari Abu Salamah, ia berkata: "Aku datang bertanya kepada Abu Sa'id Al Khudri:
"Tidakkah lebih baik kita keluar bersama kami menuju pohon kurma untuk berbincang-
bincang?" Abi Sa'idpun keluar dan aku bertanya kepadanya: "Ceritakanlah kepadaku, apa
yang telah engkau dengar dari Nabi saw. tentang malam Qadar?" Dia berkata: "Rasulullah
saw. sedang i'tikaf sepuluh hari pertama bulan ramadhan. Kamipun i'tikaf pula bersama-sama
dengan beliau. Maka datanglah malaikat Jibril mengatakan: "Malam yang engkau cari ada di
depanmu". Nabi saw. meneruskan lagi i'tikaf beliau pada sepuluh hari pertengahan bulan.
Kamipun i'tikaf pula bersama-sama dengan beliau. lali datang pula malaikat Jibril
mengatakan: "Malam yang engkau cari ada di depanmu". Keesokan pagi dari malam kedua
puluh bulan ramadhan, Nabi saw. berpidato: "Barangsiapa melakukan i'tikaf denganku
hendaknya dia meneruskannya. Aku telah dilihatnya Malam Qadar, tetapi aku lupa
tanggalnya, tetapi ia ada pada malam-malam ganjil dari sepuluh malam terakhir (bulan
ramadhan). Aku melihat (dalam mimpi) seakan-akan aku bersujud didalam lumpur dan air."
Pada hari itu atas masjid terbuat dari pelepah kurma. Di langit, kami tidak melihat awan
sedikitpun. tetapi tidak lama kemudian, datanglah awan gelap dan hujanpun turun dengan
lebatnya. kami shalat bersama-sama dengan nabi saw. dan kami melihat tanah dan air melekat
di kening dan di puncak hidung rasulullah saw., sesuai benar dengan mimpi beliau."
(HR: Bukhari)

0783. "Dari Shal bin Sa'd, ia berkata: "Orang banyak shalat bersama-sama dengan Nabi saw.
dan mereka mengikatkan sarung mereka ke tempat duduk masing-masing, karena kecilnya
sarung itu. Karena itu, dikatakan orang kepada kaum wanita: "Janganlah kamu mengangkat
kepalamu (dari sujud) sebelum kaum laki-laki duduk dengan sempurna."
(HR: Bukhari)

0784. "Dari Ibnu Abbas, ia berkata: "Nabi saw. diperintahkan supaya sujud pada ketujuh
tulang anggota tubuhnya dan tidak melipat pakaian dan rambutnya."
(HR: Bukhari)

0785. "Dari Ibnu Abbas ra. dari Nabi saw., beliau bersabda: "Aku diperintahkan supaya sujud
pada ketujuh (tulang tubuh) dan tidak melipat rambut atau pakaian."
(HR: Bukhari)

0786. "Dari Aisyah ra. bahwasanya dia berkata: "Nabi saw. memperbanyak bacaanya dalam
ruku dan sujud dengan bacaan: 'Subhaanakallaahumma rabbana wabihamdika.
Allahuumaghfirli' (Maha Suci Engkau. Ya Allah, Tuhan kami dengan puji BagiMu. Ya Allah,
ampunilah aku). Dengan cara begitu, beliau seolah-olah menjelaskan maksud ayat Al Qur'an."
(HR: Bukhari)

0787. "Dari Abu Qilabah bahwasanya Malik bin Huwairits berkata kepada sahabat-
sahabatnya: "Maukah kalian jika aku tunjukkan bagaimana Rasulullah saw. melakukan
shalatnya?" Malik bin Huwairits mengatakan demikian itu di luar waktu shalat wajib. Maka
diapun berdiri (yakni untuk memulai shalat), ruku dan mengucapkan takbir, lalu mengangkat
kepalanya dan tetap berdiri untuk beberapa saat, lalu sujud dan mengangkat kepalanya
beberapa saat (duduk beberapa waktu). Ayyub berkata: "Guru kita mengerjakan sesuatu yang
aku belum pernah melihat orang-orang lain melakukannya. Ia duduk istirahat pada akhir
raka'at ketiga dan permulaan raka'at keempat". Malik bin Huwairits berkata: "Kami datang
kepada Nabi saw. (setelah masuk islam) dan tinggal dengannya. Beliau bersabda: "Jika kamu
pulang kepada keluargamu, lakukanlah shalat ini dan itu pada saat ini dan itu, lakukanlah
shalat ini dan itu pada saat ini dan itu, dan bila waktu shalat telah tiba, hendaknya seseorang
dianatara kalian mengumandangkan adzan untuk shalat dan tertua di anatara kalian hendaknya
mengimami shalat."
(HR: Bukhari)

0788. "Dari Bara' ra., ia berkata: "Sujudnya Nabi saw., rukunya dan duduknya antara dua
sujud adalah hampir sama."
(HR: Bukhari)

0789. "Dari Anas ra., ia berkata: "Sesungguhnya saya tidak pernah gegabah untuk shalat
bersamamu (saya dan shalat) sebagaimana saya melihat Nabi saw. sewaktu shalatnya menjadi
imam kita." Tsabit berkata: "Anas melakukan sesuatu hal yang tidak pernah aku lihat kalian
melakukannya. Dia berdiri setelah ruku untuk beberapa waktu yang diduga oleh seseorang
bahwa dia telah lupa (sujud) dan dia duduk di antara ke dua sujud sampai orang mengira
bahwa dia telah lupa sujud yang kedua."
(HR: Bukhari)

0790. "Dari Anas bin Malik dari nabi saw., beliau bersabda: "Luruskanlah dalam sujud dan
seseorang di antaramu janganlah melapangkan kedua hastanya seperti anjing
melapangkannya."
(HR: Bukhari)

0791. "Dari Malik bin Huwairits Al Laitsi ra. bahwasanya ia melihat Nabi saw. shalat. Ketika
beliau witir dalam shalat maka beliau tidak bergerak sampai beliau tegak dalam duduk."
(HR: Bukhari)

0792. "Dari Ayyub dari Abu Qilabah, ia berkata: "Malik bin Huwairits datang kepada kami
dan mengimami shalat di masjid kami ini dan berkata: "Sesungguhnya saya betul-betul
hendak shalat dengan kamu sekalian. Tetapi bukannya saya hendak mengerjakan shalat,
tetapi saya hendak menunjukkan kepada kamu sekalian bagaimana sewaktu saya
melihat Nabi saw. melakukan shalat." Ayyub berkata: "Saya bertanya pada Abu
Qilabah: "Bagaimana shalat Malik bin Huwairits?" Dia menjawab: "Seperti Syaikh kita
Amr bin Salimah". Ayyub berkata: "Syaikh itu mengucapkan takbir dengan sempurna
dan sewaktu mengangkat kepalanya, lalu menyangga dirinya sendiri di atas tanah
kemudian berdiri."
(HR: Bukhari)

0793. "Dari Sa'id bin Harits, ia berkata: "Abu Sa'id mengimami kami dalam shalat. Ketika
beliau mengangkat kepala dari sujud, beliau mengeraskan takbir. Demikian juga ketika
sujud, ketika bangkit (dari sujud) dan ketika berdiri dari dua raka'at. Dan ia berkata:
"Demikianlah saya melihat Nabi saw."
(HR: Bukhari)

0794. "Dari Mutharrif, ia berkata: "Aku dan Imran shalat di belakang Ali bin Abi Thalib, lalu
apabila dia sujud dia bertakbir, apabila mengangkat kepala dia bertakbir, apabila
bergerak bangun dari dua raka'at dia bertakbir. Setelah shalat selesai, Imran
memegangku dengan tangan dan berkata: "Dia (Ali) telah melakukan shalat
Muhammad saw." Atau Imran berkata: "Ali betul-betul mengingatkan aku dengan
shalatnya ini sebagaimana shalat yang dilakukan oleh Muhammad saw."
(HR: Bukhari)

0795. "Dari Abdullah bin Abdullah bahwasanya dia (Abdullah) memberitahukan kepadanya
(Abdurrahman) bahwa ia melihat Abdullah bin Umar duduk sila di dalam shalat, dan
bahwasanya Umar melihat puteranya melakukan hal itu maka dicegahnya seraya
berkata: "Sunat shalat adalah kamu tegakkan telapak kaki kananmu dan kamu lipatkan
kaki kirimu." Lalu ia berkata kepadanya: "Sesungguhnya kedua kakiku tidaklah
mengangkat aku."
(HR: Bukhari)

0796. "Dari Muhammad bin Amr bin Atha' bahwasanya ia duduk beserta sekelompok dari
para sahabat Nabi saw. lalu kita menyebut-nyebut perihal shalatnya Nabi saw. Abu
Humaid As Sa'idiy kemudian berkata: "Saya adalah orang yang paling hafal kepada
shalatnya Rasulullah saw. Saya melihat apabila beliau bertakbir, beliau angkat kedua
tangan beliau sejajar dengan kedua pundak beliau. Apabila ruku, beliau letakkan kedua
tangan beliau pada kedua lutut, Kemudian beliau membungkukkan punggung. Apabila
beliau mengangkat kepala (dari ruku) beliau tegak sehingga tulang belakangnya
kembali ketempatnya. Apabila sujud, beliau letakkan kedua tangan beliau dengan tidak
mencengkram juga tidak menggenggam, dan beliau hadapkan ujung jari-jari beliau ke
kiblat. Apabila beliau duduk di raka'at yang kedua maka beliau duduk diatas kaki kiri
dan menegakkan kaki kanan. Apabila beliau duduk di raka'at akhir maka beliau julurkan
kaki kiri dan ditegakkannya kaki yang lain, dan beliau duduk di atas tempat duduk
beliau (alas duduk)."
(HR: Bukhari)

0797. "Dari Abdullah bin Buhainah ra., ia dari Azdi Syanu'ah wakil Bani Abdi Manaf, ia
termasuk sahabat Nabi saw., bahwasanya Nabi saw. shalat Zhuhur bersama mereka,
beliau berdiri dalam dua raka'at pertama tidak duduk, lalu orang-orang berdiri bersama
beliau sehingga setelah beliau selesai shalat dan orang-orang menanti bacaan salam
beliau, beliau bertakbir sambil duduk lalu beliau sujud dua kali sebelum membaca
salam, baru kemudian beliau membaca salam."
(HR: Bukhari)

0798. "Dari Abdullah bin Malik bin Buhainah, ia berkata: "Pada suatu saat Rasulullah saw.
mengimami kami shalat Zhuhur dan berdiri (setelah sujud dari raka'at kedua) padahal
dia telah duduk (untuk tasyahhud). Maka pada akhir shalat, beliau bersujud dua kali
sewaktu beliau duduk (sujud syahwi)."
(HR: Bukhari)

0799. "Dari Syaqiq bin Salamah, ia berkata: Abdullah berkata: "Ketika kami shalat di
belakang Nabi saw. Kami ucapkan: "Keselamatan atas Allah, keselamatan atas Jibril
dan Mika'il, keselamatan atas Fulan dan Fulan". Nabi saw. Menoleh kami dan bersabda:
"Sesungguhnya Allah adalah maha Penyelamat, maka apabila salah seorang di antaramu
shalat bacalah: "ATTAHIYYAATU LILLAAHI WASHSHALAWAATU
WATHTHAYYIBAATU ASSALAAMU'ALAIKA AYYUHANNABIYYU
WARAHMATULLAHI WABARAKAATUHU ASSALAAMU ALAINAA WA ALLA
IBAADILLAAHISH SHAALIHIN ASYHADU AN LAA ILLAHA ILLALLAAHU
WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAN ABDUHU WARASULUH (Kehormatan
bagi Allah, emikian juga berkah dan kebaikan. Semoga keselamatan tetap atas engkau
wahai Nabi saw., demikian pula rahmat dan berkahNya. Semoga keselamatan tetap atas
kami dan atas hamba-hamba Allah yang baik (shalih) -Sesungguhnya apabila kamu
mengucapkannya maka sampai kepada setiap hamba Allah yang shalih baik di langit
maupun di bumi - Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah dan sesungguhnya
Muhammad adalah utusanNya)."
(HR: Bukhari)

0800. "Dari Aisyah isteri Nabi saw. bahwasanya Rasulullah saw. selalu berdoa dalam shalat:
"ALLAAHUMMA INNII A'UUDZU BIKA MIN ADZAABIL QABRI WA A'UUDZU
BIKA MIN FITNATIL MASIIHIDDAJJAALI WA A'UUDZU BIKA MIN FITNATIL
MAHYAA WAFITNATIL MAMAATI ALLAAHUMMA INNII A'UUDZU BIKA
MINAL MA'TSAMI WAL MAHGRAMI." (Wahai Allah, sesungguhnya saya
berlindung kepadaMu dari siksa kubur. Saya berlindung kepadaMu dari fitnah Masih
Dajjal. Dan sesungguhnya saya berlindung kepadaMu dari dosa dan hutang). Lalu
seseorang berkata kepada Rasulullah saw: "Alangkah banyaknya engkau mohon
perlindungan dari hutang". Beliau bersabda: "Sesungguhnya seseorang apabila
berhutang, bila bercakap-cakap maka berdusta dan bila berjanji maka menyelisihi."
(HR: Bukhari)

0801. "Dari Abu Bakar Ash Shiddiq ra. bahwasanya ia berkata kepada Rasulullah saw.:
"Ajarkanlah kepadaku doa yang saya baca dalam shalatku." Beliau bersabda:
"Ucapkanlah: 'ALLAHUMMA INNII ZHALAMTU NAFSII ZULMAN KATSIIRAN
WALAA YAGHFIRUDZ DZUNUUBA ILLAA ANTA FAGHFIR LII
MAGHFIRATAN MINA 'INDIKA WARHAMNII INNAKA ANTAL GHAFUURUR
RAHIIM' (Wahai Allah, sesungguhnya saya sangat banyak menganiaya terhadap dari
saya, dan yang mengampuni dosa-dosa hanyalah Engkau maka ampunilah saya dengan
ampunan dari sisiMu, dan sayangilah saya, karena sesungguhnya Engkau adalah Dzat
yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang)."
(HR: Bukhari)

0802. "Dari Abdulullah, ia berkata: "Ketika kami shalat bersama-sama dengan nabi saw., kami
membaca: 'ASSALAAMU 'ALALLAAHI MIN 'IBAADIHI ASSALAAMU 'ALAA
FULAANIN WAFULAANIN' (Selamat untuk Allah dari hambaNya; salam untuk si Fulan
dan si Fulan). Mendengar bacaan itu Nabi saw. bersabda: "Janganlah kamu mengatakan
'Assalamu 'alallaahi', karena Allah itu sendiri adalah Assalaam. Tetapi bacalah:
'ATTAHIYYAATU LILLAHI WASHSHALAWAATU WATHTHAYYIBAATU
ASSALAAMU 'ALAIKA AYYUHANNABIYYU WA RAHMATULLAAHI
WABARKAATUHU ASSALAAMU 'ALAINAA WA 'ALAA IBAADILLAAHISH
SHAALIHIIN' (Kehormatan bagi Allah, demikian juga berkah dan kebaikan. Semoga
keselamatan tetap atas engkau wahai Nabi saw. demikian pula rahmat dan berkahNya.
Semoga keselamatan tetap atas kami dan atas hamba-hamaba Allah yang baik (shalih).
Sesungguhnya apabila kamu mengucapkan maka sampai kepada setiap hamba Allah yang
shalih baik di langit maupun di bumi. Selanjutnya bacalah: 'ASYHADU ANLAA ILAAHA
ILLALLAAHU WA ASYAHADU ANNA MUHAMMADAN ABDUHU WARASUULUH'
(Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah
utusanNya). Kemudian ia disuruh memilih doa yang ia tertarik kepadanya lalu ia berdoa."
(HR: Bukhari)

0803. "Dari Abu Sa'id, ia berkata: "Saya melihat Rasulullah saw. bersujud di lumpur dan air,
sehingga saya melihat tanda lumpur di dahinya."
(HR: Bukhari)

0804. "Dari Ummi salamah ra., ia berkata: "Keadaan Rasulullah saw. apabila memberi salam
maka orang-orang wanita berdiri ketika menunaikan jawaban salam beliau dan beliau diam
sebentar sebelum berdiri." Ibnu Syihab berkata: "Aku pikir (dan Allah lebih mengetahui),
maksud dari tinggalnya (di tempat) ialah bahwa para wanita boleh meninggalkan tempat itu
sebelum para lelaki yang telah menyelesaikan shalat mereka."
(HR: Bukhari)

0805. "Dari Itban ra., ia berkata: "Kami shalat bersama Nabi saw., kami mengucapkan salam
ketika beliau mengucapkan salam."
(HR: Bukhari)

0806. "Dari Itban bin Malik Al Anshariy, dia juga salah seorang dari kelompok Salim (yakni
Bani Salim), ia berkata: "Aku mengimami kaumku Bani Salim shalat. Suatu saat aku datang
kepada nabi saw. Dan berkata kepadanya: "Aku mempunyai pandangan mata yang lemah dan
saat ini air hujan mengalir dan menghalangi antara aku dan masjid kaumku, dan aku ingin
agar engkau bisa datang ke rumahku sehingga aku dapat menjadikan tempat itu sebagai
masjid." Beliau bersabda: Insya Allah aku akan melakukannya." Seterusnya Rasulullah saw.
pergi ke tempatku dengan disertai oleh Abu Bakar, yaitu di waktu hari sudah sangat siangnya.
Nabi saw. minta izin memasuki rumah dan akupun mengizinkannya. Tetapi beliau itu tidak
mau duduk, sehingga akhirnya beliau bertanya: "Di mana kamu ingin aku shalat di
rumahmu?" Aku menunjuk ke sebuah tempat di rumah yang aku kehendaki agar beliau shalat.
Maka beliau pun berdiri untuk shalat dan kami berbaris di belakangnya. beliau menyelesaikan
shalat dengan salam dan kamipun mengucapkan salam ketika beliau mengucapkan salam."
(HR: Bukhari)

0807. "Dari Ibnu Abbas ra. bahwasanya kerasnya suara dzikir ketika orang-orang selesai dari
shalat fardlu adalah berlaku pada masa Nabi saw. Saya mengetahui ketika mereka telah
selesai, karena saya mengdengarnya."
(HR: Bukhari)

0808. "Dari Ibnu Abbas ra., ia berkata: "Aku mengenal selesainya shalat Nabi saw. dengan
mendengar takbir."
(HR: Bukhari)

0809. "Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: "Orang-orang kafir datang kepada Nabi saw. dan
berkata: "Para orang kaya berangkat dengan derajat yang tinggi dan kenikmatan yang lestari.
Mereka shalat sebagaimana kami shalat, mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa dan
mereka mempunyai kelebihan harta yang dapat untuk hajji, umrah, berjuang dan bersedekah".
Beliau bersabda: "Maukah aku katakan kepadamu sesuatu yang mana jika kamu mau
mengambilnya maka kamu akan menyusul orang yang mendahului kamu dan seseorang
sesudahmu tidak dapat menyusul kamu, dan kamu menjadi sebaik-baik orang di tengah-
tengah mereka kecuali orang yang beramal sepertinya yaitu kamu baca tasbih (mensucikan
Allah), tahmid (memuji Allah) dan takbir (mengagungkanNya) sesudah shalat sebanyak tiga
puluh tiga kali. Di antara kami ada perbedaan-perbedaan, sebagain dari kami berkata: kami
membaca tasbih tiga puluh tiga kali, membaca hamdalah tiga puluh tiga kali, dan membaca
takbir tiga puluh empat kali. maka kami kembali kepada beliau, maka beliau bersabda: "Kamu
ucapkan: 'Subhaanallah, alhamdulillah, dan Allahu Akbar sehingga masing-masingnya tiga
puluh tiga kali."
(HR: Bukhari)

0810. "Dari Warrad, penulisnya Mughiran bin Syu'bah ra. Bahwasanya nabi saw. Selalu
mengucapkan sesudah setiap shalat fardlu: 'LAAILAAHA ILLALLAAHU WAHDAHU LA
SYARIIKA LAHU LAHUL MULKU WALAHUL HAMDU WA HUWA ALAA KULLI
SYAIN-IN QADIIRUN. ALLAAHUMMA LAA MAANI'A LIMAA A'THAITA WALAA
MU'THIYA LIMAA MANA'TA WALAA YANFA'U DZALJADDI MINKAL JADDU'.
(Tidak ada Tuhan melainkan Allah sendiri, tiada sekutu bagiNya. Baginya kerajaan dan pujian
dan Dia maha Kuasa atas segala sesuatu wahai Allah, tidak ada penghalang sesuatu yang
Engkau berikan dan tidak ada orang yang memberi terhadap sesuautu yang Engkau cegah.
Dan tidak bermanfaat bagi orang-orang Yahudi besok, dan orang-orang Nasrani besok lusa."
(HR: Bukhari)
0811. "Dari Samurah bin Junduh ra., ia berkata: "Apabila Rasulullah saw. telah menjalankan
suatu shalat maka beliau menghadapkan wajah kepada kami."
(HR: Bukhari)

0812. "Dari Zaid bin Khalid Al Juhaniy ra. bahwasanya ia berkata: Rasulullah saw.
mengimami kami shalat Subuh di Hudaibiyah sesudah langit melewati malam. Ketika
beliau telah berpaling (salam), beliau datang kepada orang-orang dan bersabda:
"Apakah kamu tahu apa yang difirmankan oleh Tuhanmu yang Maha Mulia dan Maha
Besar?" Mereka menjawab: "Allah dan RasulNya lebih mengetahui." Beliau bersabda:
"Hambaku masuk pagi ada yang iman dan kafir kepadaKu adapun orang yang
mengatakan kami diberi hujan dengan kemurahan dan rahmat Allah maka itulah orang
yang iman kepadaKu dan kafir terhadap bintang-bintang. Adapun orang yang
mengatakan kami diberi hujan karena bintang ini, dan ini, maka itulah orang yang kafir
kepadaKu dan iman kepada bintang-bintang."
(HR: Bukhari)

0813. "Dari Anas, ia berkata: "Pada suatu saat Rasulullah saw. mengakhirkan shalat pada
suatu malam sampai dipertengahan malam kemudian keluar menemui kita semua.
Sehabis shalat beliau menghadapi kami dan bersabda: "Orang-orang telah melakukan
shalat dan kini pergi tidur, tetapi kalian tetap dalam shalat selama kalian menunggu
untuk shalat itu."
(HR: Bukhari)

0814. "Dari Nafi', ia berkata: "Ibnu Umar itu shalat sunnah di tempat yang dipergunakan
olehnya untuk mengerjakan shalat fardlu dan inipun dilakukan pula oleh Al Qasim."
(HR: Bukhari)

0815. "Dari Ummi Salamah bahwasanya Nabi saw. apabila sudah selesai bersalam, Nabi saw.
tinggal di tempatnya beberapa saat. Ibnu Syihab berkata: "Aku kira -Allah lebih
mengetahui- bahwa beliau menunggu agar wanita yang telah shalat bubar (lebih
dahulu)."
(HR: Bukhari)

0816. "Dari Ummi Salamah, isteri Nabi saw., ia berkata: "Setelah beliau memberi salam
(selesai shalat, orang-orang perempuan pulang lebih dahulu dan sampai di rumah
mereka sebelum Nabi saw. berangkat dari masjid."
(HR: Bukhari)

0817. "Dari Uqbah ra., ia berkata: Saya shalat Ashar di belakang Nabi saw. di Madinah, beliau
membaca salam kemudian berdiri cepat-cepat melangkahi pundak orang-orang ke
sebagian kamar-kamar isteri beliau. Maka orang-orang terkejut akan kecepatan beliau,
lalu beliau keluar kepada mereka dan beliau melihat bahwa mereka kagum terhadap
kecepatan beliau, lantas beliau bersabda: "Saya ingat akan sedikit emas batangan disisi
kami, dan saya tidak suka emas itu menggangguku, maka aku perintahkan untuk
membaginya."
(HR: Bukhari)

0818. "Dari Al Aswad, ia berkata: Abdullah berkata: "Janganlah salah seorang dari padamu
memberikan sesuatu dari shalatnya kepada syaitan". Ia berpendapat bahwa hak atasnya
(orang yang sedang shalat) untuk tidak berpaling ke sebelah kanannya, karena saya
melihat Nabi saw. banyak berpaling ke sebelah kiri beliau."
(HR: Bukhari)

0819. "Dari Ibnu Umar ra. bahwasanya Nabi saw. pada waktu perang Khaibar bersabda:
"Barangsiapa yang makan dari pohon ini beliau maksudnya bawang putih maka
janganlah mendekati masjid kami."
(HR: Bukhari)

0820. "Dari Jabir bin Abdulullah ra., ia berkata: Nabi saw. bersabda: "Barangsiapa yang
makan dari pohon ini beliau maksudkan bawang putih, maka janganlah ia mendatangi
kami di masjid-masjid kami."
(HR: Bukhari)

0821. "Dari Jabir bin Abdulullah ra. bahwasanya Nabi saw. bersabda: "Barangsiapa yang
makan bawang putih atau bawang merah maka hendaklah ia menjauh kami atau masjid
kamu dan hendaklah ia duduk di rumahnya. Dan sesungguhnya dibawakan kepada Nabi
saw. kendil yang penuh dengan sayur mayur kol. Beliau mendapatkan baunya lalu
beliau bertanya; dan beliau diberitahukan tentang sayur-mayur yang ada disana. Beliau
bersabda: "Dekatkanlah kepada sebagian sahabat yang bersama beliau. Ketika beliau
melihatnya beliau tidak senang untuk memakannya. Beliau bersabda: "Makanlah karena
saya bercakap-cakap dengan siapa yang tidak kamu ajak bicara." Dan dalam suatu
riwayat "dibawa ke Badar -yakni di daerah yang banyak sayur-mayurnya."
(HR: Bukhari)

0822. "Dari Abdul Aziz, ia berkata: Salah seorang laki-laki bertanya kepada Anas: "Apakah
yang telah engkau dengar dari Nabi saw. tentang bawang putih?" Dia menjawab: "Nabi saw.
bersabda: "Barangsiapa yang makan dari pohon ini maka janganlah dia mendekati kami atau
shalat dengan kami."
(HR: Bukhari)

0823. "Dari Asy Sya'biy, ia berkata: Aku diberitahu oleh orang yang berjalan berserta Nabi
saw. melewati kuburan yang digali lalu beliau mengimami mereka dan mengatur shafnya.
Aku berkata: Wahai Abu Amr, siapakah yang memberitahu kamu tentang hal itu?" Dia
menjawab: "Ibnu Abbas."
(HR: Bukhari)

0824. "Dari Abu Sa'id Al Khudriy ra. bahwasanya Nabi saw. bersabda: "Mandi pada hari
Jum'at adalah wajib atas setiap muslim yang sudah dewasa."
(HR: Bukhari)

0825. "Dari Sufyan dari Amr, ia berkata: "Kuraib memberitahukan kepadaku dari Ibnu Abbas
ra, ia berkata: "Aku pernah bermalam di tempat bibiku Maimunah dan Nabi saw. tidur pula.
Setelah berlalu sebagian malam itu, beliau bangun untuk mengerjakan wudlu, yaitu dari
sebuah tempat air yang digantungkan dan berisi air suci untuk digunakan berwudlu. Tempat
air itu ringan saja karena diperingankan oleh Amr. Lalu beliau berdiri untuk shalat dan akupun
berdiri pula dan berwudlu dengan cara yang sama dan bersama-sama dengannya di sebelah
kirinya. Beliau memindahkan aku ke sebelah kanan dan shalat sebanyak yang dikehendaki
Allah. Sehabis itu beliau berbaring, kemudian tidur, sehingga mendengkur, kemudian beliau
didatangi oleh seorang penyeru adzan (muadzdzin) yang memberitahukan kepadanya bahwa
waktu shalat Subuh sudah tiba. Beliau terus bangun dan pergi bersama muadzdzin tadi untuk
menunaikan shalat. Setelah itu beliau lalu shalat dan tidak berwudlu lagi." Sufyan berkata:
"Kami berkata kepada Amr: "Beberapa orang berkata: 'Sesungguhnya mata Nabi saw. tidur
tetapi hatinya tidak pernah tidur'. Amr berkata: "Ubaid bin Umair berkata: 'Mimpi para Nabi
saw. adalah wahyu. Lalu ia membacakan: "(Hai anakku), aku bermimpi bahwa aku
menyembelihmu."
(HR: Bukhari)

0826. "Dari Anas bin Malik bahwasanya neneknya Mulaikah mengundang Rasulullah saw.
untuk makan dan makanannya itu dibuat olehnya sendiri. Beliau lalu makan sebagian dari
makanan itu. Kemudian beliau bersabda: "Bangunlah. Aku akan mengimami kamu shalat."
Aku terus berdiri untuk menempati tikar yang ada di tempat kita itu. Tikar itu sudah menjadi
hitam karena lamanya digunakan. Aku memercikan tikar tadi dengan air. Rasulullah saw.
berdiri di atasnya dan shalat dua raka'at; dan seorang anak yatim bersamaku (di shaf yang
pertama), dan perempuan tua berdiri di belakang kami."
(HR: Bukhari)

0827. "Dari Ibnu Abbas ra. bahwasanya ia berkata: "Aku baru saja tiba dengan mengendari
seekor keledai betina dan pada waktu itu aku sudah hampir mencapai usia baligh, sedangkan
Rasulullah saw. shalat dengan orang banyak di Mina tanpa menghadapi sebuah dinding. Aku
lewat di depan shaf dan membiarkan keledai betina itu pergi mencari rumput. dan aku masuk
ke dalam barisan, maka tak seorangpun yang melarang perbuatanku"."
(HR: Bukhari)

0828. "Dari Aisyah ra., ia berkata: "Rasulullah saw. pernah mengakhirkan melakukan shalat
Isya, lalu Umar berseru kepadanya dan berkata: "Orang-orang perempuan dan anak-anak
sudah sama tidur." Lalu Rasulullah saw. keluar dan bersabda: "Tak seorangpun dari penduduk
bumi shalat (saat ini) kecuali kalian". Pada hari itu, tak seorangpun shalat kecuali penduduk
Madinah"."
(HR: Bukhari)

0829. "Dari Abdurrahman bin Abis, ia berkata: Saya mendengar Ibnu Abbas berkata: "Apakah
engkau hadir dalam shalat dengan Rasulullah saw.?" Ia berkata: "Ya, seandainya bukan karena
keadaanku, niscaya saya tidak menyaksikannya -yakni karena ia masih kecil- beliau
mendatang bendera yang ada di rumah Katsir bin Shalt, kemudian berpidato, dan datang
kepada orang-orang wanita kemudian memberi nasihat kepada mereka dan menyuruh mereka
untuk bersedekah. Orang perempuan mulai menurunkan tangannya ke kerongkongannya dan
dilemparkannya di kain Bilal. Kemudian beliau dan Bilal datang ke rumah."
(HR: Bukhari)

0830. "Dari Aisyah ra., ia berkata: "Pada suatu saat Rasulullah saw. mengakhirkan shalat Isya,
sehingga Umar berseru kepadanya: "Orang-orang perempuan dan anak-anak telah tidur".
Kemudian Nabi saw. keluar dan bersabda: "Tak seorangpun kecuali kalian dari penduduk
bumi menunggu untuk shalat (di malam) ini." Pada waktu itu tidak ada yang mengerjakan
shalat kecuali penduduk di Madinah dan mereka mendirikan shalat Isya diantara
tenggelamnya senja dan sepertiga pertama dari malam."
(HR: Bukhari)

0831. "Dari Ibnu Umar ra. dari Nabi saw., beliau bersabda: "Apabila isteri-isterimu minta izin
ke masjid di malam hari maka berilah izin mereka itu."
(HR: Bukhari)

"Dari Hindun binti Harits bahwasanya Ummu Salamah isteri Nabi saw.
0832. memberitahukan kepadanya bahwasanya wanita-wanita di masa Rasulullah saw. setelah
mereka selesai shalat, mereka segera pulang. Sedangkan Rasulullah saw. masih tinggal
bersama kaum laki-laki, setelah rasulullah saw. berdiri, barulah mereka berdiri pula."
(HR: Bukhari)

0833. "Dari Aisyah ra., ia berkata: Pada waktu Rasulullah saw. menyelesaikan shalat Subuh,
wanita-wanita sama pulang dengan mengenakan kerudung-kerundung mereka dan tidak
dikenal karena gelap gulita."
(HR: Bukhari)

0834. "Dari Abdullah bin Abu Qatadah dari ayahnya, ia berkata: Rasulullah saw. bersabda:
"Aku berdiri hendak shalat. Aku bermaksud hendak membaca surat yang panjang-
panjang salam shalat itu. Tetapi tiba-tiba kudengar tangis anak-anak. Maka
kusingkatkan saja bacaan ayat dalam shalat itu, karena aku tak suka menyusahkan ibu si
anak itu."
(HR: Bukhari)

0835. "Dari Aisyah ra., ia berkata: "Andaikan Rasulullah saw. mengetahui apa yang dilakukan
wanita, beliau tentu lebih melarang mereka untuk pergi ke masjid sebagaimana wanita
Bani Israil telah dilarang". Aku bertanya kepada Amrah: "Apakah kaum perempuan
Bani Israil itu dilarang sebab berbuat demikian itu?" Ia menjawab: "Ya"."
(HR: Bukhari)

0836. "Dari Ummu Salamah ra., ia berkata: "Rasulullah saw. apabila telah selesai bersalam,
maka kaum perempuan lalu sama berdiri pulang dan beliau tetap tinggal di tempatnya
beberapa saat sebelum berdiri untuk pulang." Zuhri berkata: "Kami mempunyai
perkiraan, tetapi Allah adalah lebih mengetahui bahwa beliau melakukannya supaya
para wanita bubar sebelum seorang laki-laki mengetahuinya."
(HR: Bukhari)

0837. "Dari Anas ra., ia berkata: Nabi saw. shalat di rumah Ummu Sulaim, lalu aku berdiri
dengan seorang anak yatim (yakni dalam satu shaf), sedangkan Ummu Sulaim (berdiri)
di belakang kami."
(HR: Bukhari)

0838. "Dari Aisyah ra. bahwasanya Rasulullah saw. melaksanakan shalat Subuh pada waktu
hari masih gelap dan wanita-wanita beriman sama pulang setelah shalat dan tak
seorangpun yang mengenal mereka karena cuaca masih gelap, atau (bahkan) mereka
tidak kenal satu sama lainnya."
(HR: Bukhari)

0839. "Dari Salim bin Abdullah dari ayahnya dari Nabi saw., beliau bersabda: "Apabila isteri
salah seorang di antara kalian minta izin (untuk pergi ke masjid) hendaknya suami tidak
melarangnya."
(HR: Bukhari)

0840. "Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya ia mendengar Rasulullah saw bersabda; "Kami
adalah orang-orang kemudian yang mendahului pada hari qiyamat. Akan tetapi mereka
diberi kitab dari sebelum kita. Kemudian harimu ini yang telah difardhukan oleh Allah
telah dipersilisihkan mereka. Orang-orang yang mengikuti kami didalamnya, orang-
orang Yahudi besok, dan orang-orang Nasrani besok. Terdapat dalam (Al Jum'ah:9)"
(HR: Bukhari)

0841. "Dari Abdullah bin Umar r.a bahwasanya Rasulullah saw bersabda: "Jika seseorang dari
kamu semua mendatangi shalat Jum'at, maka sebaiknya hendaklah ia mandi"."
(HR: Bukhari)
"Dari Ibnu Umar r.a bahwasanya Umar bin Khaththab memperingatkan, yaitu ketika
0842. Nabi saw berdiri diatas mimbar sewaktu berkhutbah pada hari Jum'at tiba-tiba masuklah
seorang lelaki dari golongan kaum Muhajirin awwalin (yakni orang-orang yang ikut
berpindah dari Mekah ke Madinah dan yang terdahulu sekali masuk Islam) dari sahabat
Nabi s.a.w, lalu orang itu dipanggil oleh Umar dan berkata: "Saat apakah ini?" Orang
itu menjawab: "Aku disibukkan oleh sesuatu hal, maka tiada kesempatan bagiku untuk
pulang ketempat keluargaku, sehingga aku mendengar suara adzan. Oleh sebab itu aku
tidak dapat berbuat lebih daripada hanya wudlu saja." Umar berkata: "Juga hanya
berwudlu saja (yakni tanpa mandi). Padahal tentulah anda mengetahui bahwasanya
Rasulullah saw itu memerintah supaya mandi"."
(HR: Bukhari)

0843. "Dari Abu Sa'id Khudri r.a bahwasanya Rasulullah saw bersabda: "Mandi hari Jum'at itu
wajib bagi setiap orang yang telah bermimpi (yakni baligh)"
(HR: Bukhari)

0844. "Dari Abu Sa'id Al Khudri r.a berkata: "saya bersaksi atas Rasulullah saw. Beliau
bersabda: "Mandi pada hari Jum'at itu wajib atas setiap orang yang dewasa, mencabut
(bulu ketiak atau mencukur rambut dan juga rambut kemaluan) dan menyentuh
(memakai) minyak harum jika ada"."
(HR: Bukhari)

0845. "Dari ABU Hurairah r.a. bahwasanya ia mendengar Rasulullah saw bersabda;
"Barangsiapa yang mandi Jum'at seperti mandi junub kemudian berangkat maka seolah-
olah berkorban onta. Barangsiapa yang berangkat pada saat yang kedua maka seolah-
olah ia berkorban lembu. Barangsiapa yang berangkat pada saat yang ketiga maka
seolah-olah ia berkorban kibsy yang bertanduk. Barangsiapa yang berangkat pada saat
yang keempat maka seolah-olah ia berkorban ayam. Dan Barangsiapa yang berangkat
pada saat yang kelima maka seolah-olah ia berkorban telur. Apabila imam keluar
(datang ke mesjid) maka mailaikat berdatangan mendengarkan petunjuk"
(HR: Bukhari)

0846. "Dari Abu Hurairah bahwasanya Umar r.a memperingatkan, yaitu ketika Nabi saw.
Berkhutbah pada hari Jum'at, tiba-tiba ada seseorang lelaki masuk dalam masjid, lalu
Umar berkata: "Mengapa anda tertahan (yakni tidak datang pada awal waktunya shalat
Jum'at). Orang itu menjawab: "Apa maksudnya itu? Aku tidak lain hanyalah
mendengarkan seruan adzhan, lalu aku berwudlu. "Umar berkata: "Apakah anda tidak
mendengarkan Nabi saw bersabda: Jika seseorang dari kamu semua itu berangkat ke
shalat Jum'at. Maka Hendaklah mandi"
(HR: Bukhari)

0847. "Dari Salman Al farisi r.a berkata: Rasulullah saw bersabda: "Seseorang yang mandi
pada hari Jum'at. Bersuci menurut kemampuannya, memakai minyak rambutnya atau
memakai minyak harum keluarganya kemudian keluar serta tidak memisahkan antara
dua orang yang duduk, lantas ia shalat yang difardlukan untuknya dan diam apabila
imam, berbicara, sungguh ia diampuni dosanya antara Jum'at dan Jum'at yang lain."
(HR: Bukhari)

0848. "Dari Ibnu Abbas r.a bahwasanya dikatakan kepadanya: Mereka menyebutkan
bahwasanya Nabi saw. Bresabda: "Mandilah pada hari Jum'at, cucilah kepalamu,
meskipun pada hari Jum'at, cucilah kepalamu, meskipun kamu tidak junub, dan kenakan
minyak harum. "Ia berkata: "Adapun mandi memang ya, sedangkan minyak harum saya
tidak tahu."
(HR: Bukhari)

0849. "Dari Ibnu Abbas r.a bahwa ia menyebutkan sabda Nabi saw. Perihal mandi pada hari
Jum'at. Kemudian aku (yakni Thwaus) bertanya kepada Ibnu Abbas: "Apakah seseorang
itu menggunakan wangi-wangian ataupun berminyak-minyak kalau berada ditempat
keluarganya? Ibnu Abbas menjawab: "Aku tidak mengetahui hal itu."
(HR: Bukhari)

0850. "Dari Abdillah bin Umar r.a bahwasanya Umar bin Khaththab mendapatkan pakaian
dari bahan yang bercampur sutera di pintu masjid. Ia berkata: "Wahai Rasulullah,
seandainya engkau beli kain ini lalu engkau kenakan pada hari Jum'at, dan apabila ada
dua utusan datang kepada engkau." Beliau bersabda: "Yang mengenakan kain ini
hanyalah orang yang tidak mendapat bagian di akhirat." Kemudian datanglah kepada
Rasulullah saw yang sebagian dari padanya adalah pakaian-pakaian, beliau memberi
Umar bin Khaththab yang sebagian dari pada pemberian itu adalah pakaian. Lalu umar
berkata: "Wahai Rasulullah engkau memberi pakaian kepadaku sedang engkau telah
menyabdakan tentang pakaian atharid (kain sutera) dengan apa yang telah engkau
sabdakan." Rasulullah saw bersabda: "Aku memberikan kepadamu bukan untuk kamu
pakai." Lalu kain itu dipakaikan kepada saudaranya di Mekkah, seorang Musyrik"
(HR: Bukhari)

0851. "Dari Abu Hurairah r.a berkata: Rasulullah saw.bersabda: "Seandainya tidak karena
menyulitkan ummatku atau atas manusia niscaya aku menyuruh mereka untuk bersiwak
setiap shalat."
(HR: Bukhari)

0852. "Dari Anas r.a berkata: Rasulullah saw bersabda: "Aku memperbanyak (dorongan)
atasmu untuk bersiwak."
(HR: Bukhari)

0853. "Dari Hudzaifah, ia berkata: "Nabi saw. Itu bangun malam untuk mengerjakan shalat,
beliau saw. Senantiasa menggosok mulutnya yakni gigi-giginya"
(HR: Bukhari)

0854. "Dari Aisyah r.a ia berkata: "Abdurrahman ibn Abu Bakar datang membawa siwak
untuk membersihkan gigi. Rasulullah saw. Memandang saja kepadanya. Maka saya berkata
kepadanya: "Wahai Abdurrahman, berikanlah kepadaku siwakmu itu!" Setelah diberikannya
kepadaku, lalu kupecahkan ujungnya dan kukunyah, kemudian kuberikan kepada Rasulullah
saw. Beliau membersihkan giginya dengan siwak itu, dan ia bersandar di dadaku"
(HR: Bukhari)

0855. "Dari Abu Hurairah r.a berkata: Rasulullah saw.bersabda: "Selalu membaca Alif Lam
Miim Tanzil dan Hal-ata'alal insan pada (shalat) Shubuh pada hari Jum'at."
(HR: Bukhari)

0856. "Dari Ibnu Abbas bahwasanya ia berkata: "Sesungguhnya pertama-tama shalat Jum'at
yang diadakan sesudah shalat Jum'at yang dilakukan di masjidnya Rasulullahsaw. Ialah
mesjid milik kabilah Abdul Qais di desa Juwatsa yang termasuk kawasan Bahrain."
(HR: Bukhari)

0857. "Dari Ibnu Umar r.a berkata: Saya mendengar Rasulullahsaw. Bersabda: "Masing-
masing dari kamu adalah pemimpin dan masing-masing dari kamu bertanggung jawab atas
kepemimpinannya. Imam itu adalah pemimpin dan bertanggung jawab akan
kepemimpinannya. Seorang laki-laki pemimpin terhadap keluarganya dan bertanggung jawab
akan kepemimpinannya. Perempuan itu pemimpin dalam rumah suaminya dan bertanggung
jawab akan kepemimpinannya. Pelayan itu pemimpin dalam harta tuannya dan bertanggung
jawab akan kepemimpinannya." Ia berkata: Dan saya menduga bahwa beliau telah bersabda:
"Seorang laki-laki (anak) adalah pemimpin dalam harta ayahnya dan bertanggung jawab akan
kepemimpinannya. Dan masing-masing dari kamu adalah pemimpin dan bertanggung jawab
akan kepemimpinannya."
(HR: Bukhari)

0858. "Dari Salim bin Abdullah bahwasanya ia mendengar Abdullah Ibnu Umar r.a berkata:
"Aku mendengar Rasulullah saw. Bersabda: "Barangsiapa di antara kamu semua itu
mendatangi shalat Jum'at, maka hendaklah ia mandi"
(HR: Bukhari)

0859. "Dari Abu Sa'id Al Khudri r.a berkata: "saya bersaksi atas Rasulullah saw. Beliau
bersabda: "Mandi pada hari Jum'at (yakni orang yang akan mendatangi shalat jama'ah Jum'at)
itu wajib atas setiap orang yang sudah mimpi sampai mengeluarkan mandi"
(HR: Bukhari)

0860. "Dari Abu Hurairah, ia berkata: "Rasulullah saw. Bersabda: "Kita adalah umat yang
akhir datangnya di dunia, tetapi dahulu yakni melebihi dalam hal keutamaannya pada hari
kiamat. Orang-orang yang datang sebelum kita itu telah diberi kitab suci sesudah mereka itu.
Adapun hari ini yaitu Jum'at adalah hari yang mereka perselisihkan untuk menagungkan hari
Jum'at itu. Maka hari esoknya (yakni Sabtu) adalah yang dianggap agung oleh orang-orang
Yahudi dan esok lusanya (yakni hari AHad) adalah yang dianggap agung oleh orang-orang
Nasrani." Sesudah bersabda itu, kemudian bersabda lagi: "Sudah menjadi hak ketentuan atas
setiap orang Islam supaya ia mandi dalam setiap tujuh hari pada hari Jum'at ini. Ia hendaknya
membasuh sampai sempurna akan kepala serta seluruh tubuhnya."
(HR: Bukhari)

0861. "Dari Abu Hurairah, ia berkata: Nabi saw. Bersabda: "Ditentukan atas setiap orang
Islam suatu hak kepastian yang harus ditentukan semata-mata karena Allah ta'ala, agar orang
Islam mandi dalam tujuh hari (yaitu pada hari Jum'at)"
(HR: Bukhari)

0862. "Dari Ibn Umar dari Nabi saw. Beliau bersabda: "Izinkanlah olehmu semua kepada
kaum wanita (yakni isteri-isterimu) untuk pergi diwaktu malam ke masjid "
(HR: Bukhari)

0863. "Dari Ibnu Umar, ia berkata: "Ada seorang wanita yaitu isteri Umar menghadiri sholat
shubuh dan Isya dengan berjamaah di masjid. Kemudian kepada istri Umar itu
ditanyakan: "Mengapa anda keluar, sedangkan anda tentu mengetahui bahwa Umar itu
tentu suka cemburu." Perempuan itu menjawab: "Kalau begitu apakah yang
menghalang-halangi Umar sehingga tidak mau mencegah andai ialah sabda Rasulullah
saw: "Janganlah kamu semua mencegah hamba-hamba perepmpuan Alloh untuk
mendatangi masjid-masjid Allah."
(HR: Bukhari)

0864. "Dari Abdullah nin Harits putera 'amnya Muhammad bin Sirin, ia berkata: "Ibnu Abbas
berkata kepada juru adzannya di waktu hari hujan lebat. "Jikalau kamu selesai
mengucapkan Asyahadu anna Muhammadar Rasulullah, maka janganlah diteruskan
dengan mengucapkan Hayya 'alash-shalaah, tetapi ucapkanlah: "Shallu fii buyuutikum"
(Bersembahyanglah kamu semua dalam rumahmu sendiri-sendiri). Orang-orang
agaknya sama mengingkari apa yang diperintahkan oleh Ibnu Abbas kepada juru
adzannya itu. Kemudian Ibnu ABbas berkata: "Hal itu juga dilakukan oleh orang yang
lebih baik dari padaku (yakni Nabi Muhammad saw.) Sesungguhnya shalat Jum'at itu
adalah wajib dan aku tidak senang kalau membuat kamu semua keluar untuk berjamaah
di masjid sebab kamu semua tentu akan berjalan di tempat berlumpur dan mungkin
tergelincir karena licinnya jalan."
(HR: Bukhari)

0865. "Dari Aisyah r.a ia berkata:orang-orang berdatangan ke Jum'at dari rumah-rumah


mereka dan tempat-tempat yang tinggi (di Timur Madinah). Mereka datang melewati
debu sehingga terkena debu dan bekas jalan onta, maka keluarlah peluh mereka.
Datanglah kepada Rasulullah seseorang dari kalangan mereka dan ia di tempatku. Lalu
Nabi saw. bersabda: "Seandainya kamu bersuci untuk harimu itu."
(HR: Bukhari)

0866. "Dari Aisyah r.a berkata: Orang-orang adalah melayani mereka, apabila mereka
berangkat ke Jum'at maka mereka berangkat dalam perilakunya (englehnya = Jawa).
Lalu dikatakan kepada mereka: "Seandainya kamu sekalian telah mandi."
(HR: Bukhari)

0867. "Dari Anas bin Malik r.a bahwasanya Rasulullah saw. Selalu shalat Jum'at, ketika
matahari condong (ke barat)."
(HR: Bukhari)

0868. "Dari Anas, ia berkata: "Kita semua itu suka menyegerakan untuk mengerjakan shalat
Jum'at, (yakni mengerjakannya pada awal waktunya), lalu kita tidur siang sesudah
shalat Jum'at itu."
(HR: Bukhari)

0869. Dari Anas bin Malik r.a bahwasanya Rasulullah saw. Apabila sangat dingin maka beliau
menyegerakan sholat. Apabila sangat panas maka beliau menjalankan shalat yakni
Jum'at apabila sudah agak dingin.
(HR: Bukhari)

0870. "Dari Abu Khaldah, ia berkata kepada kami: Amir shalat dengan kita (yakni shalat
Jum'at), kemudian ia berkata kepada Anas r.a: "Bagaimana Nabi saw. Kalau
mengerjakan shalat Dzuhur?" Lalu Anas menjawab sebagaimana hadist di atas, yakni
kalau udara dingin segera melakukannya dan kalau panas menanttikan sebentar sampai
agak dingin."
(HR: Bukhari)

0871. "Dari Ibayah bin Rifa'ah dari Abu Absin r.a bahwasanya ia berkata di mana ia sedang
pergi ke Jum'at: "Saya mendengar Nabi saw. Bersabda: "Barangsiapa yang kedua
telapak kakinya berdebu di jalan Allah maka Allah mengharamkan neraka atasnya."
(HR: Bukhari)
0872. "Dari Abu Hurairah, ia berkata: "Aku mendengar Rasulullah saw. Bersabda: "Jika shalat
sudah dibacakan iqamahnya, maka janganlah kamu semua mendatanginya sambil
berlari-lari kecil, sebab membuat kelelahan tubuh, tetapi datangilah dengan sambil
berjalan saja. Juga hendaklah kamu semua itu bersikap tenang. Maka dari itu, manapun
rakaat yang kamu temui kerjakanlah shalatnya dan mana raka'at yang kamu terlambat
sempurnakanlah"
(HR: Bukhari)

0873. "Dari Abdullah bin Abu Qatadah, aku tidak tahu Abdullah melainkan yang aku ketahu
ialah keadaan ayahnya, dari Nabi saw. Bersabda: "janganlah kamu semua berdiri dulu
meninggalkan tempat shalat sehingga kamu semua melihat aku berdiri. Hendaklah
kamu semua bersikap tenang."
(HR: Bukhari)

0874. "Dari Salman Al farisi r.a berkata: Rasulullah saw bersabda: "Barangsiapa mandi pada
hari Jum'at dan ia bersuci menurut kemampuannya, memakai minyak rambutnya atau
memakai minyak harum keluarganya kemudian keluar serta tidak memisahkan antara
dua orang, kemudian ia menjalankan shalat yang diwajibkan atasnya, sesudah itu lalu
mendengarkan jika imam sudah keluar dan berkhutbah maka ia diampuni dosanya
antara Jum'at itu dan Jum'at yang lain."
(HR: Bukhari)

0875. "Dari Ibnu Umar r.a berkata Nabi saw. Melarang terhadap seseorang membangunkan
orang lain dari tempat itu didudukinya." Ditanyakan: "Apakah Jum'at?" Beliau
bersabda: "Jum'at dan lainnya."
(HR: Bukhari)

0876. "Dari Sa-ib bin Yazid r.a berkata: "Keadaan adzan pada hari Jum'at, permulaannya
adalah apabila imam duduk di atas mimbar yakni pada masa rasulullah saw. Abu Bakar
dan Umar. Ketika (masa) Utsman dan orang-orang sudah banyak, ia menambahkan
adzan yang ketiga di Zaura."
(HR: Bukhari)

0877. Dari Abdul Azis bin Abu Salamah Majisyun dari Zuhri dari Saib bin Yazid bahwasanya
yang menambah adzan ketiga pada hari Jum'at ialah Utsman bin 'Affan r.a ketika telah
bertambah banyaknya penduduk Madinah. Bagi Nabi saw. Muadzdzin (tukang adzan)
itu hanyalah seorang adzan pada hari Jum'at adalah ketika Imam duduk diatas mimbar.
(HR: Bukhari)

0878. "Dari Mu'awiyah bin Abu Sofyan r.a bahwasanya ia duduk di ata s mimbar pada hari
Jum'at. Ketika Muadzin itu adzan dengan mengucapkan Allahu akbar Allahu akbar
(Allah Maha Besar 2x). Muawiyah mengucapkan "Allahu akbar (Allah Maha Besar 2x).
Muadzdzin mengucapkan : "Asyhadu alla ilaha ilallah (saya bersaksi bahwa tidak ada
Tuhan melainkan Allah), Muawiyyah mengucapkan: "Dan saya" Muadzdzin
mengucapkan: ASyhadu anna Muhammadar Rasulullah (saya bersaksi bahwasanya
Muhammad adalah utusan Allah). Muawiyah mengucapkan : "Dan saya". Ketika adzan
itu selesai ia berkata: "wahai manusia, sesungguhnya saya mendengar Rasulullah saw.
di majlis ini ketika seorang muadzdzin adzan beliau mengucapkan apa yang kamu
dengar dari perkataanku." "
(HR: Bukhari)

0879. "Dari Ibnu Syi'bah bahwasanya sa-ib bin Yazid memberitahukan kepadanya bahwa
adzan kedua pada hari Jum'at itu diperintahkan oleh Utsman ketika sudah banyak sekali
orang-orang yang mendatanginya di masjid. Adzan itu diadakan pada hari Jum'at ketika
imam duduk (yakni sebelum berkhutbah)."
(HR: Bukhari)

0880. "Dari Zuhri, ia berkata: "Aku mendengar Sa-ib bin Yazid berkata: "Sesungguhnya adzan
pada hari Jum'at pada permulaan kalinya ialah ketika imam duduk di atas mimbar
sebelum khutbah yaitu di jaman Rasulullah saw. Abu Bakar dan Umar r.a dan kaum
muslimin sudah semakin banyak , lalu Utsman memerintahkan pada hari Jum'at untuk
menyerukan adzan yang ketiga. Kemudian dilakukanlah adzan lagi di Zaura'. Untuk
selanjutnya keadaan itu tetap seperti apa yang ada di zaman khalifah Utsman tsb."
(HR: Bukhari)

0881. "Dari Abu Hazim bin Dinar bahwasanya ada beberapa orang yang mendatangi sahl bin
Sa'ad As Sa'idiy. Orang-orang sama-sama berbantah-bantah perihal mimbar dari mana
tiangnya itu dibuat. Maka mereka menanyakan kepadanya mengenai hal itu, kemudian
Sahl menjawab: "Demi Allah, aku ini orang yang paling tahu tentang hal ini. Aku
sendiri telah betul-betul mengetahuinya pertama-tama hari mimbar itu diletakkan dan
pertamakalinya Rasuluallah saw. duduk di atas mimbar itu"
(HR: Bukhari)

0882. "Dari Jabir bin Abdullah r.a berkata: Batang (kayu) yang menajdi tempat berdirinya
Nabi saw. Ketika diletakkan di mimbar , kami mendengar seperti suara wanita hamil sepuluh
bulan sehingga Nabi saw. Turun, lalu beliau meletakkan tangan beliau diatasnya."
(HR: Bukhari)

0883. "Dari Zuhri dari Salim dari ayahnya, ia berkata: "Aku mendengar Nabi saw. Berkhutbah
di atas mimbar lalu bersabda: "Barangsiapa yang datang ke shalat Jum'at, maka hendaklah ia
mandi."
(HR: Bukhari)

0884. "Dari Ibnu Umar r.a berkata: Keadaan Nabi saw. Berkhutbah dengan berdiri, kemudian
duduk, dan berdiri sebagaimana kamu lakukan sekarang."
(HR: Bukhari)

0885. "Dari 'Atha' bin Yasar bahwasanya ia mendengar Abu Sa'id Khudri berkata:
"Sesungguhnya Nabi saw. Iut pada suatu hari ketika berkhutbah, beliau saw. Duduk di atas
mimbar dan kita semua duduk di sekitarnya."
(HR: Bukhari)

0886. "Dari Asma' binti Abu Bakar, ia berkata: "Aku memasuki rumah Aisyah r.a. sedangkan
orang-orang sama shalat. Aku bertanya: "Bagaimana keadaan manusia?" Aisyah memberikan
isyarat dengan kepalanya ke arah langit. Aku berkata: "Ada suatu tanda datangnya siksa atau
kekuasaan Allah, sebab pada saat itu sedang terjadi gerhana matahari." Maka Aisyah
mengisyaratkan kepalanya yang menandakan seolah ia berkata: "Ya" Rasulullah saw.
memperpanjangkan sekali shalatnya, sehingga aku seakan tidak sadarkan diri. Di dekatku ada
sebuah qirbah tempat air yang di dalamnya terisi air, lalu aku membuka tutupnya mulailah
aku menuangkan dari sebagian air itu ke atas kepalaku. Rasulullah saw. kemudian pergi,
sedangkan matahari sudah tampak sebagaimana semula. Beliau lalu berkhutbah di muka
orang banyak, bertahmid (memuji) kepada ALlah dengan pujian yang memang sebagai
pemiliknya. Selanjutnya beliau mengucapkan: "Amma ba'du". Asma' berkata: "Orang-orang
perempuan dari golongan kaum Anshor berganti-ganti mengutarakan suaranya mengatakan ini
dan itu, lalu aku menolehkan wajahku ke arah mereka itu untuk mendiamkan percakapan
mereka. Lalu aku berkata kepada Aisyah: "Apa yang disabdakan beliau?" Aisyah berkata:
"Beliau bersabda: "Tiada sesuatupun yang aku tidak pernah diperlihatkan, melainkan kini aku
telah melihatnya itu semua ditempatku ini, sampaipun sorga dan neraka. Sesungguhnya telah
diwahyukan kepadaku bahwa kamu semua akan memperoleh fitnah yang ditimbulkan oleh
Dajjal. Seseorang di anataramu akan ditanya: "Apakah yang kamu ketahui mengenai orang
lelaki ini?" Adapun orang mukmin atau orang yang berkeyakinan teguh, Hisyam yang
meriwayatkan hadist ini agak ragu-ragu apakah beliau mengatakan dengan lafadl "mukmin"
atau "muuqin" Orang yang mukmin akan mengucapkan: "Ia adalah utusan Allah, yaitu
Muhammad saw. yang datang kepada kita dengan membawa petunjuk. Kitapun lalu beriman,
mengiyakan seruannya, mengikuti serta mempercayainya." Kepada orang mukmin itu
kemudian dikatakan: "Tidurlah kamu sebagai manusia yang shalih. Kami telah mengetahui
bahwa sebenrnya kamu itu memang orang yang beriman kepadanya. Adapun orang yang
munafiq atau murtad, Hisyam ragu-ragu apakah beliau mengucapkan dengan lafadlmunafiq
atau murtad, maka ketika kepadanya ditanyakan: "Apakah yang kamu ketahui mengenai lelaki
ini?" Orang itu lalu menjawab: "Aku tidak mengetahui. Aku mendengar orang-orang
mengatakan sebagaimana yang dikatakan oleh orang banyak itu." Hisyam berkata: "Fathimah
benar-benar telah mengatakan kepadaku, lalu aku simpan baik-baik dalam ubuk hatiku. Hanya
saja ia telah menyebutkan sesuatu yang amat memberatkan atas diriku."
(HR: Bukhari)

0887. "Dari Amr bin taghlib r.a bahwasanya rasulullah saw. Diberi harta atau tawanan lalu
beliau membaginya. Beliau memberi kepada beberapa orang dan tidak memberi kepada
orang. Lalu sampailah kepada beliau, bahwa orang-orang yang tidak diberi menjadi marah.
Beliau memuji Allah dan bersabda: "Adapun selanjutnya, demi Allah aku memberi kepada
seseorang dan tidak memberi kepada yang lain. Orang yang aku tinggalkan itu adalah lebih
tercinta olehku dari pada orang yang aku beri. Tetapi (barang-barang) itu diberikan kepada
beberapa kaum (orang-orang) yang aku lihat dalam hati mereka terdapat ketidaksabaran dan
kegelisahan. Dan aku lewati beberapa kaum (orang-orang) karena ALla telah menjadikan dan
baik di dalam hati mereka, di antara mereka adalah Amir bin Taglib. Demi Allah aku tidak
senang bahwasanya binatang yang merah-merahan menjadi milikku karena kata-kata
Rasulullah."
(HR: Bukhari)

0888. "Dari Ibnu Syihab, ia berkata: "Aku diberi tahu oleh 'Urwah bahwasanya 'Aisyah
memberitahukan kepadanya bahwa Rasulullah saw. Itu pada suatu malam keluar yaitu, di
tengah malam, kemudian mengerjakan sholat. Selanjutnya ada beberapa orang lelaki yang
shalat menjaid makmum kepadanya. Setelah waktu pagi orang banyak sama
memperbincangkan apa yang telah terjadi pada malam harinya itu. Maka orang-orangpun
berkumpul dan jumlahnya lebih banyak dari pada yang kemarin. Mereka lalu shalat sebagai
makmum beliau. Pagi hari semua orang mempercakapkan peristiwa malam harinya. Oleh
sebab itu lalu makin banyaklah ahli masjid pada malam ketiga kalinya. Rasulullah saw. keluar
dan orang-orang pun mengerjakan shalat sebagai makmumnya. Setelah tiba malam keempat
masjid menjadi sunyi sebab tiada yang mengunjunginya. Demikianlah halnya sampailah
beliau saw. keluar untuk mengerjakan sholat Subuh. Sehabis menyelesaikan shalat fajar
(yakni Subuh), lalu beliausaw. menghadapi orang banyak, lalu mengucapkan syahadat
dipermulaan khutbah, terus mengucapkan: "Amma ba'du." Selanjutnya beliau saw. bersabda:
"Sebenernya bukannya rahasia lagi bagiku perihal shalat malam itu, tetapi aku menguatirkan
kalau sampai shalat malam itu akan dijadikan shalat yang difardlukan atasmu semua. Jikalau
demikian, tentu kamu semua akan lemah (yakni tidak kuat mengerjakannya)."
(HR: Bukhari)

0889. "Dari Abu Humaid As Sa'idi r.a bahwasanya Rasulullah saw. Berdiri sore-sore setelah
shalat, lalu memujidan memuji Allah, kemudian beliau mengucapkan: Amma ba'du (adapun
sesudahnya)."
(HR: Bukhari)

0890. "Dari Miswar bin Makhramah, ia berkata: "Rasulullah saw. Berdiri berkhutbah, lalu aku
mendengarnya ketika selesai mengucapkannya Amma ba'du."
(HR: Bukhari)

0891. "Dari Ibnu Abbas r.a bekata: Nabi saw. Naik ke mimbar dan itu merupakan majlis yang
terakhir bagi beliau, dengan mengenakan selendang kain besar di kedua bahu, beliau
mengikat kepada beliau dengan ikat hitam, lalu beliau memuji Allah kemudian bersabda:
"wahai manusia, berkumpullah kepadaku." kemudian beliau bersabda: "Adapun selanjutnya,
sesungguhnya perkampungan ini adalah dari orang-orang ANshar. Mereka sedikit dan orang-
orang (selain Anshar = pen) banyak. Barangsiapa yang mengurusi sesuatu urusan Muhammad
dan ia mampu untuk berbuat mudharat atau manfaat terhadap seseorang maka terimalah
terhadap orang yang baik dari mereka dan ampunilah terhadap orang yang buruk dari
mereka."
(HR: Bukhari)

0892. "Dari Abdullah, ia berkata: "Nabi saw. Berkhutbah dua kali, sedang di antara kedua
khutbah itu beliau duduk (yakni dalam waktu yang tidak lama tetapi cukup untuk dinamakan
thuma'ninah)"
(HR: Bukhari)

0893. "Dari Abu Hurairah r.a ia berkata: "Nabi saw. Bersabda: "Jika sudah tiba hari Jum'at,
maka para malaikat sam berdiri di pintu masjid sambil mencatat orang yang datang dahulu,
lalu yang dahulu pula sesudah itu. Perumpamaan orang yang datang pada waktu yang awal
sekali, maka ia seolah-olah mengorbankan unta , kemudian seperti mengorbankan sapi,
kemudian seperti mengorbankan kambing kibas, kemudian seperti mengorbankan ayam dan
selanjutnya seperti mengorbankan sebutir telur. Kemudian apabila imam sudah keluar, para
malaikat itu sama melipat buku-buku catatannya dan mendengarkan dzikir (yakni khutbahnya
imam)"
(HR: Bukhari)

0894. "Dari Ibrahim bin Abdullah ra. Berkata: Seorang laki-laki datang dan Nabi saw. Sedang
berkhutbah kepada para manusia pada hari Jum'at. Beliau bersabda: "Apakah kamu telah
shalat, hai Fulan". Beliau bersabda: "tidak", Beliau bersabda: "Berdirilah dan shalatlah."
(HR: Bukhari)
0895. "Dari Sufyan dari 'Amr, ia mendengar Jabir berkata: "Ada seorang lelaki datang pada
hari Jum'at, sedangkan Nabi saw. Di saat itu sedang berkhutbah, lalu beliau bertanya:
"Apakah anda sudah shalat?" Ia Menjawab: "Belum". Nabi saw. Bersabda: "Shalatlah dua
raka'at yang ringan."
(HR: Bukhari)

0896. "Dari Anas, ia berkata: "Pada suatu ketika Nabi saw. Berkhutbah pada hari Jum'at, tiba-
tiba ada seseorang lelaki berdiri lalu berkata: "Ya Rasulullah. Banyak kuda yang musnah
(yakni mati), juga kambing menjadi punah, maka berdoalah kepada Allah agar mengirimkan
siraman (yakni hujan) kepada kita." Kemudian beliau menjangkan kedua tangannya dan
berdo'a."
(HR: Bukhari)

0897. "Dari Anas bin Malik ra. Berkata: Tahun mneimpa orang-orang (terserang paceklik)
pada masa Nabi saw. Ketika Nabi saw. Sedang berkhutbah pada hari Jum'at, seorang kampung
berdiri dan berkata: "Wahai Rasuluallah, harta benda binasa dan keluarga kelaparan maka
berdoalah kepada Allah untuk mai." Lalu beliau mengangkat kedua tangan beliau dan kami
tidak melihat segumpal awanpun di langit. Demi Dzat yang jiwa saya ditanganNya (dibawah
kekuasanNya) beliau tidak meletakkan kedua tangan beliau sehingga awan berarak seperti
gunung, kemudian beliau tidak turun dari mimbar sehingga saya melihat hujan mengalir pada
jenggot beliau. Kami dituruni hujan pada hari itu, esoknya, esok harinya dan hari yang
mengiringinya sampai Jum'at yang lain. Orang kampung itu berdiri, atau orang lain berkata:
katanya: "wahai Rasulullah bangunan roboh dan harta benda terbenam, maka berdo'alah
kepada Allah untuk kami." Beliau tidak menunjukkan dengan tangan beliau ke asuatu arah
awan kecuali terbelah dan Madinah menjadi seperti tempat dilingkari awan dan lembah
Qanah mengalir selama sebulan. Dan tidak ada seseorang dari suatu daerah kecuali ia
menceritakan dengan kebaikan."
(HR: Bukhari)

0898. "Dari Abu Hurairah r.a bahwasanya rasulullah saw. Bersabda: "Apabila kamu
mengatakan: "Dengarkanlah kepada temanmu" pada hal imam sedang berkhutbah maka kamu
telah terhapus (pahalanya = pen)."
(HR: Bukhari)

0899. "Dari Abu Hurairah r.a berkata: Sesungguhnya Rasulullah saw. Menuturkan tentang
hari Jum'at. Beliau bersabda: "Di dalamnya ada suatu saat yang tidak seorang muslimpun
sedang shalat seraya memohon kepada Allah ta'ala akan sesuatu bertepatan dengan saat itu
kecuali Allah mengarunianya." dan beliau mengisyaratkan dengan jari-jari beliau karena
mensedikitkannya."
(HR: Bukhari)

0900. "Dari Jabir bin Abdullah r.a berkata: "Ketika kami sedang shalat bersama Nabi saw.
Tiba-tiba datang sekelompok onta yang membawa makanan, lalu mereka menujunya sehingga
yang tinggal bersama Nabi saw. Hanya dua belas orang laki-laki, maka turunlah ayat ini: Wa-
idza ra-au tijaaratan au lahwan infadhdhu ilaiha wa tarakuka qaima (Apabila mereka melihat
barang dagangan atau permainan mereka berlari-lari kepadanya dan meninggalkan kamu yang
sedang berdiri."
(HR: Bukhari)

0901. "Dari Ibnu Umar r.a bahwasanya Rasulullah saw. Selalu shalat dua rakaat sebelum
shalat Zhuhur dan dua raka'at sesudahnya, dua raka'at sesudah Maghribh di rumah beliau, dan
dua rakaat sesudah Isya'. Dan beliau tidak shalat sesudah Jum'at sehingga beliau pergi, lalu
beliau shalat dua rakaat."
(HR: Bukhari)

0902. "Dari Sahl, ia berkata: "Ada seorang wanita menanam Saldari di tepi parit kebunnya.
Bila hari Jum'at, dicabutnya batang saldariitu dan direbusnya dalam periuk serta dicampurnya
dengan segenggam tepung gandum. Maka batang saldari itu merupakan daging. Apabila kami
kembali dari shalat Jum'at, kami datang mengucapkan salam kepadanya, lalu dihidangkannya
makanan tadi kepada kami dan dan kami mengambilnya dengan sendok. Kami ingin supaya
hari Jum'at cepat datang, karena hidangan wanita itu."
(HR: Bukhari)

0903. "Dari Humaid, ia berkata: "Aku mendengar Anas, berkata: "Kita semua itu
menyegerakan untuk mengerjakan shalat Jum'at, kemudian setelah datang kembali (yakni di
rumah) kita lalu tidur siang."
(HR: Bukhari)

0904. "Dari Sa'id bin ABU Maryam, ia berkata: "Aku mendengar Anas berkata: "Abu
Ghassan memberitahukan kepadaku dari Sahal, katanya: "Kita semua bersembahyang dengan
Nabi saw. Shalat Jum'at, kemudian sesudah itu di rumah barulah kita beristirahat dengan tidur
siang hari." "Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu men-
qashar343 sembahyang(mu), jika kamu takut diserang orang-orang kafir. Sesungguhnya
orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu. Dan apabila kamu berada di tengah-
tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka, maka
hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) besertamu dan menyandang senjata,
kemudian apabila mereka (yang shalat besertamu) sujud (telah menyempurnakan
seraka'at)344, maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh)
dan hendaklah datang golongan yang kedua yang belum bersembahyang, lalu
bersembahyanglah mereka denganmu345, dan hendaklah mereka bersiap siaga dan
menyandang senjata. Orang-orang kafir ingin supaya kamu lengah terhadap senjatamu dan
harta bendamu, lalu mereka menyerbu kamu dengan sekaligus. Dan tidak ada dosa atasmu
meletakkan senjata-senjatamu, jika kamu mendapat sesuatu kesusahan karena hujan atau
karena kamu memang sakit; dan siap siagalah kamu. Sesungguhnya Allah telah menyediakan
azab yang menghinakan bagi orang-orang kafir itu346. Maka apabila kamu telah
menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu
berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu
(sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas
orang-orang yang beriman. QS An Nisa' : 101 - 103"
(HR: Bukhari)

0905. "Dari Abdullah bin Umar r.a berkata: "Saya bersama Rasulullah saw. Di arah Najd,
kami bertemu musuh, kami membuat shaf dan Rasulullah saw. Berdiri mengimami shalat
kami. Sekelompok berdiri bersama beliau dan sekelompok menhadap kepada musuh.
Rasulullah saw. ruku' dengan orang yang bersama beliau sujud dua kali. Kemudian mereka
pergi ke tempat kelompok yang belum shalat. Mereka datang, lalau Rasulullah saw. shalat
bersama mereka serekaat dan sujud dua kali kemudian membaca salam. Lalu masing-masing
dari mereka shalat sendiri satu rakaat dan sujud dua kali."
(HR: Bukhari)

0906. "Dari Ibnu Umar sebagaimana yang diuraikan oleh Mujahid, yaitu: "Apabila
pertemuan-pertemuan telah bercampur (yakni berkecamuk dengan dahsyat), maka shalat itu
dapat dikerjakan dengan berdiri." Ibnu Umar menambahkan dari Nabi saw. : "Jika mereka
lebih banyak daripada itu maka hendaklah mereka shalat dengan berdiri dan berkendaraan."
(HR: Bukhari)

0907. "Dari Ibnu Abbas ra., ia berkata: "Pada suatu ketika Nabi saw. Memimpin shalat khauf
(yakni karena takut), dan orang banyak berdiri di belakang beliau. Nabi membaca takbir
(Allahu Akbar), orang banyakpun takbir pula. Kemudian sujud, lalu sebagian yang tadi sujud
pula. Sesudah itu Nabi berdiri untuk raka'at yang kedua, maka berdiri pula makmum yang
telah sujud tadi, dan mereka mengawali bagian yang belum ruku' dan belum sujud. Bagian
yang kedua ini mendekat, lalu mereka ruku' dan sujud bersama Nabi. Mereka semua sedang
shalat, tetapi mereka saling mengawal pula sesama temannya."
(HR: Bukhari)

0908. "Dari Jabir bin Abdullah, ia berkata: "Pada suatu hari ketika perang Khandaq, Umar
datang mencaci maki kafir Quraisy, dan berkata: "Wahai Rasulullah, saya belum shalat Ashar.
Sedangkan matahari telah hampir terbenam." Maka Nabi saw. Bersabda: "Demi Allah, aku
juga belum shalat." Lalu beliau pergi ke Buth-han, mengambil wudhu dan shalat Ashar ketika
matahari telah terbenam. Sesudah itu beliau langsung shalat Maghrib."
(HR: Bukhari)

0909. "Dari Abdullah bin Umar r.a berkata Nabi saw. Bersabda kepada kami ketika pulang
dari (perang Ahzab: "Janganlah seseorang shalat Ashar kecuali di BaniQuraizah . Sebagian
dari mereka melaksanakan shalat Ashar di jalan, sebagian lagi berkata: "Kami tidak shalat
sehingga sampai disana." Dan sebagian dari mereka berkata: "Bahkan kami shalat, karena
tidak sampai di sana (pada waktu Ashar)." Lalu mereka menyebutkannya kepada Nabi dan
beliau tidak memakai salah seorangpun dari mereka."
(HR: Bukhari)

0910. "Dari Anas bin Malik Bahwasanya Rasulullah saw. Shalat Shubuh ketika pagi maish
gelap. Kemudian beliau menaiki kendaraan beliau dan berkata: "Allahuakbar! Khaibar jatuh.
Bila kami telah masuk ke daerah lawan, maka amat siallah bagi mereka sesudah mereka diberi
ancaman." Penduduknya keluar dan berjalan-jalan. Mereka berkata: "Muhammad dan
tentara!" Rasulullah saw. dapat mengalahkan mereka, membunuh orang-orang yang melawan,
serta menawan para wanita dan anak-anak. Shafiyah dapat ditawan oleh Dihyah Al Kalbi, lalu
diserahkannya kepada Rasulullah saw. Kemudian tawanan ini dikawini oleh Rasulullah,
dengan mahar, memerdekannya dari perbudakan." Abdul Aziz berkata kepada Tsabit:
"Apakah anda pernah bertanya kepada Anas, apakah yang digunakan oleh Nabi saw. sebagai
maskawinnya (maharnya)?" Ia menjawab: "Maskawinnya ialah dirinya (yakni semula menjadi
budak lalu dijadikan merdeka)". Kemudian ia tersenyum."
(HR: Bukhari)

0911. "Dari Zuhri, ia berkata: "Aku diberitahu oleh Salim bin Abdulullah bahwasanya
Abdulullah bin Umar berkata: "Umar mengambil (yakni melihat-lihat) sebuah jubah yang
terbuat dari sutera tebal yang di jual di pasar, lalu dibeli oleh Umar, kemudian mendatangi
rasulullah saw. terus berkata: "Rasulullah saw, belilah jubah ini dan gunakanlah untuk
keindahan diri pada hari raya manakala ada tamu yang datang!". Lalu Rasulullah saw.
bersabda kepadanya: "Sesungguhnya pakaian dari sutera ini adalah untuk orang yang tidak
mempunyai bagian mengenakan pakaian sutera (yakni di akhirat). Selanjutnya Umar berdiam
diri selama waktu yang dikehendaki oleh Allah. Kemudian pada suatu ketika Rasulullah saw.
mengirimkan kepada Umar selembar jubah yang terbuat dari sutera halus, lalu Umar datang
dengan membawanya itu ke tempat Rasulullah saw., terus berkata: "Rasulullah, sesungguhnya
anda telah mengatakan bahwa hanya orang yang tidak mempunyai bagian di akhirat saja yang
mengenakan pakaian sutera itu, tetapi kini anda mengirimkan jubah ini kepadaku." Maka
Rasulullah saw. bersabda: "Boleh saja jubah itu anda jual lalu harganya anda pergunakan
untuk memenuhi apa-apa yang anda hajatkan."
(HR: Bukhari)

0912. "Dari Aisyah r.a, ia berkata: Rasulullah saw. Masuk padaku dan disisiku ada dua orang
anak perempuan yang menyanyi dengan nyanyian Bu'ats. Beliau berbaring di atas
hamparan dan memalingkan wajah beliau. Abu Bakar mengekang saya dan
mengatakan: "Seruling syithan menurut Rasulullah saw." Lalu saw. menghadap kepada
Abu Bakar dan beliau lupa, saya mengisyaratkan kepada keduanya, dan dua anak
perempuan itu keluar. Hari itu adalah hari raya, di mana orang Sudan bermain pedang
dan perisai. Entah aku yang meminta atau barangkali Nabi sendiri yang mengatakan
kepadaku: "Apakah engkau ingin melihat?." Saya berkata: "Ya". Aku disuruhnya berdiri
di belakangnya dan pipiku dekat dengan pipi beliau. Dia berkata: "Lagi!Lagi...! Bani
AFridah!" Akhirnya aku bosan melihat. Beliau bersabda: "Sudah cukup?". AKu berkata:
"Cukup." Beliau bersabda: "Kalau begitu, pergilah."
(HR: Bukhari)

0913. "Dari Bara' r.a berkata: Saya mendengar Rasulullah saw. Berkhutbah dan beliau
bersabda: "Sesungguhnya awal dari apa yang kita mulai pada hari kita ini adalah kita
shalat kemudian pulang lalu menyembelih (korban). Barangsiapa yang melakukannya
maka ia telah membenarkan sunnah kami."
(HR: Bukhari)

0914. "Dari Aisyah ra. Ia berkata: "Abu bakar datang ke rumahku. Ketika itu didekatku ada
dua orang perempuan kaum Anshar. Keduanya sedang melagukan cerita peperangan
Bu'ats. Dan keduanya bukan perempuan tukang menyanyi. Lalu Abu Bakar
mengatakan: "Seruling syetan di rumah Rasulullah saw." Padahal hari itu adalah hari
raya. Maka Rasulullah bersabda kepadanya: "Wahai Abu Bakar, masing-masing kaum
ada hari rayanya. Dan hari ini adalah hari raya kita."
(HR: Bukhari)

0915. "Dari Anas, ia berkata: "Rasulullah saw. Itu tidak pergi dulu pada hari raya Fithri (yakni
ke tempat shalat) sehingga beliau makan beberapa buah kurma." Murajjak bin Rajak
berkata: "Ubaidullah memberitahukan kepadaku, katanya: "Aku diberitahu oleh Anas
dari Nabi saw. bahwa Nabi saw. itu makan kurma dengan hitungan ganjil."
(HR: Bukhari)

0916. "Dari Anas, ia berkata: "Nabi saw. Bersabda: "Barangsiapa yang menyembelih kurban
sebelum shalat, maka hendaklah ia mengulangi penyembelihan kurbannya." Kemudian
ada seorang diingini makan daging." Orang itu juga menyebut-nyebutkan keadaan para
tetangganya. Tampaklah sesudah itu seolah-olah Nabi saw. membenarkan keterangan
orang tersebut orang itu berkata lagi: "Aku mempunyai seekor kambing yang hampir
mencapai usia dua tahun dan kambing itu lebih ku senangi dari pada daging dari dua
ekor kambing biasa, sebab lebih nyaman dagingnya. Maka Rasulullah saw. memberikan
kelonggaran kepada orang tadi. Tetapi aku tidak memahami, apakah kelonggaran
penyembelihan kurban yang dilakukan sebelum shalat 'idul Adh-ha itu juga
diperuntukan orang selain yang bertanya itu saja ataukah tidak."
(HR: Bukhari)

0917. "Dari Bara' r.a berkata: Nabi saw. Berpidato kepada kami pada hari raya korban (Idul
Adh-ha) setelah sholat. Beliau bersabda: "Barangsiapa yang shalat dengan shalat kita
dan menyembelih dengan sembelihan kita, maka ia telah benar dalam berkorban.
Barangsiapa yang berkorban sebelum sholat, maka sesungguhnya semeblihan itu
sembelihan shalat (menyembelih biasa) dan tidak ada korban baginya. Abu Burdah bin
Niyar paman Bara' berkata: "Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya berkurban dengan
kambing saya sebelum shalat dan saya mengetahui bahwa hari raya ini adalah hari
makan dan minum, dan saya senang kambing saya dan saya makan sebelum mendatangi
shalat." Beliau bersabda: "Kambingmu adalah kambing daging." Ia berkata: "Wahai
Rasulullah, sesungguhnya kami mempunyai kambing kecil, kami punya anak onta yang
lebih kami sukai dari pada dua ekor kambing. Apakah itu mencukupi terhadap saya?"
Beliau berdo'a: "Ya, tetapi tidak akan mencukupi seseorangpun sesudahmu."
(HR: Bukhari)

0918. "Dari Abu Sa'id Al Khudri r.a berkata: Rasulullah saw. Keluar pada hari raya Fitrah dan
hari Raya Adh-ha (Besar) ke Musholla. Yang pertama-tama beliau lakukan adalah
shalat. Kemudian beliau berpaling dan berdiri menghadap manusia, dan manusia duduk
di shaf-shaf mereka masing-masing. Beliau memberi nasihat, memberi wasiyat dan
memberi perintah kepada mereka. Jika beliau mau menetapkan utusan maka beliau
mengutusnya atau menyuruh sesuatu maka beliau menyuruhnya kemudian beliau pergi.
Abu Said berkata: "Orang-orang masih demikian itu sehingga saya keluar bersama
Marwan gubernur Madinah pada hari Raya Adh-Ha atau Fitrah. Ketika kami sampai di
Mushola yang dibuat oleh Katsir bin Shalt, tiba-tiba Marwan mau naik mimbar sebelum
shalat, maka saya menarik pakaiannya lalu ia menarikku, dan ia naik lalu berkhutbah
sebelum shalat, dan saya katakan kepadanya "Demi Allah kamu telah merubah." Ia
berkata: "Wahai Abu Sa'id, apa yang kamu ketahui telah ketinggalan (usang)." Saya
berkata kepadanya: "Demi Allah, apa yang saya ketahui adalah lebih baik dari pada apa
yang tidak saya ketahui." Lalu ia melanjutkan perkataannya: "Sesungguhnya orang-
orang yang tidak duduk bersama-sama kita sesudah shalat, maka saya jadikan khutbah
itu sebelum shalat."
(HR: Bukhari)

0919. "Dari Abdulullah bin Umar bahwasanya Rasulullah saw. Pada hari Idul Adha dan Idul
Fitri, lebih dahulu beliau shalat, dan sesudah shalat beliau berkhutbah."
(HR: Bukhari)

0920. "Dari Jabir bin Abdulullah, ia berkata: Saya mendengar ia berkata: "Sesungguhnya Nabi
saw. Keluar pada hari raya Fithri, lalu beliau mulai shalat dulu sebelum khutbah."
(HR: Bukhari)

0921. "Dari Jabir bin Abdulullah, ia berkata: "Aku mendengar 'Atha' berkata: "Sesungguhnya
Nabi saw. Itu berdiri, lalu memulai shalat, kemudian berkhutbah di muka orang banyak
sesudah shalat itu. Setelah selesai nabiyullah itu dari khutbahnya terus turun. Seterusnya
mendatangi orang-orang perempuan itu sama meletakkan sede"
(HR: Bukhari)

0922. "Dari Ibnu Abbas r.a berkata: Saya menyaksikan hari Raya bersama Rasulullah saw,
Abu Bakar, Umar dan Ustman. Masing-masing dari mereka selalu shalat sebelum khutbah"
(HR: Bukhari)
0923. "Dari Ibnu Umar r.a, ia berkata: Rasulullah saw. Abu Bakardan Umar r.a itu shalat dua
hari raya sebelumnya mengucapkan khutbah."
(HR: Bukhari)

0924. "Dari Ibnu Abbas bahwasanya Nabi saw, melalukan shalat Idul Fithri dua raka'at.
Beliau tidak shalat sebelum atau sesudahnya. Kemudian beleiau pergi ke tempat para wanita
bersama Bilal. Beliau menyruh mereka bersedekah. Maka mereka bersedekah, ada yang
menyedekahkan antingnya, dan ada pula yang menyedekahkan kalungnya."
(HR: Bukhari)

0925. "Dari Bara' bin 'Azib ia berkata: "Nabi saw. Bersabda: "Sesungguhnya pertama-tama
amalan yang kita lakukan pada hari kita ini (yakni hari Raya Adl-ha) ialah supaya shalat,
kemudian kembali ke rumah lalu kita menyembelih kurban. Maka barangsiapa yang
mengerjakan itu, betul-betul ia telah menetapi sunnahku. Adapun orang yang menyembelih
sebelum melalukan shalat, maka itu hanyalah merupakan daging yang hendak dipergunakan
untuk keluarganya saja, bukannya termasuk amalan ibadat dari golongan kaum ANshar
berkata dan namanya ialah Abu BUrdah bin Niyar: "Wahai Rasulullah, saya telah
menyembelih dan saya mempunyai seekor kambing jadza'ah (yakni kambing umurnya
setahun lebih) tetapi yang itu lebih saya senangi dari pada kambing musinnah (yakni yang
umurnya sudah dua tahunan)." Beliau saw, bersabda: "Jadikanlah yang sudah kamu sembelih
sehabis shalat. Tetapi penyembelihan itu hanya cukup bagimu saja, artinya tidak akan
mencukupi seseorangpun sesudahmu."
(HR: Bukhari)

0926. "Dari Sa'id bin Jubair, ia berkata: "Aku bersama Ibnu Umar ketika ia tercocok oleh
ujung tombak yang tajam di tapak kakinya bagian dalam, maka menempellah tapak kakinya
itu pada sangurdi. Aku telah turun dan mencopotnya. Kejadian itu ada di Mina. Peristiwa itu
didengar oleh Hajjaj, kemudian iapun meninjaunya. Hajjaj berkata: "Kalau kita mengetahui
siapa orang yang menyebabkan anda terkena bencana itu tentulah lebih baik. Ibnu Umar
berkata: "Anda membawa senjata pada hari yang senjata apapun sebenarnya tidak boleh
dibawa. Anda mengeluarkan senjata di tanah suci, padahal senjata itu tidak boleh dimasukkan
di tanah suci."
(HR: Bukhari)

0927. "Dari Ishak bin Sa'id bin 'Amr bin Sa'id 'Ash dari ayahnya ia berkata: "Hajjaj masuk
ketempat Ibnu Umar untuk meninjaunya karena sakit dan saya ada di tempat Ibnu Umar pada
waktu itu." Hajjaj bertanya: "Bagaimanakah sakit anda?" Ibnu Umar menjawab: "Ah, baik-
baik saja." Hajjaj bertanya lagi: "Siapakah yang menyebabkan anda terkena bencana itu?"
Ibnu Umar menjawab: "Yang menyebabkan luka itu ialah orang yang memerintah membawa
senjata pada hari yang sama sekali tidak dibolehkan membawa senjata (yakni hari raya) dan
yang memerintahkan itu adalah Hajjaj."
(HR: Bukhari)

0928. "Dari Bara', ia berkata: "Nabi saw. Berkhutbah pada hari raya kurban, beliau bersabda:
"Sesungguhnya pertama-tama amalan yang kita lakukan pada hari ini (yakni hari raya Adh-
ha) ialah kita shalat, kemudian kembali ke rumah lalu menyembelih kurban. Maka barang
siapa yang mengerjakan itu, betul-betul ia telah menepati sunnahKu. Adapun orang orang
yang menyembelih sebelum melakukan sholat, maka itu hanyalah merupakan daging yang
hendak dipergunakan untuk keluarganya saja, bukan termasuk amalan indah penyembelihan
kurban." Kemudian ada seseorang lelaki dari golongan kaum ANshar berkata dan namanya
ialah Abu BUrdah bin Niyar: "Wahai Rasulullah saw., saya telah menyembelih dan saya
mempunyai seekor kambing jadza'ah (yakni kambing yang umurnya setahun lebih) tetapi,
yang itu lebih saya senangi dari pada kambing musinnah (yakni kambing yang umurnya sudah
dua tahun)." Beliau lalu bersabda: "Jadikanlah yang sudah kamu sembelih itu sebagai ganti
kurban yang semestinya disembelih sehabis shalat. Tetapi, penyembelihan itu tidak akan
mencukupi seseorangpun sesudahmu."
(HR: Bukhari)

0929. "Dari Ibnu Abbas r.a dari Nabi saw. Bersabda: "Amal apakah pada hari-hari lain yang
lebih utama dari pada sepuluh hari ini?" Mereka menjawab: "Bukankah jihad (berjuang)?"
Beliau bersabda: "Bukan jihad, kecuali seseorang yang keluar dengan menaruhkan jiwa dan
hartanya, namun ia tidak kembali sedikitpun."
(HR: Bukhari)

0930. "Dari Anas bin Malik ra.bahwasanya ia ditanya tentang talbiyah: "Bagaimana kamu
lakukan bersama Nabi saw?" Ia menjawab: "Seseorang yang bertalbiyah dengan membaca
talbiyah tidak diingkari (oleh Nabi) dan seorang yang bertakbir dengan membaca takbir juga
tidak diingkari (oleh Nabi)"
(HR: Bukhari)

0931. "Dari Ummu Athiyyah, ia berkata: "Kami diperintahkan pergi shalat 'Id, bahkan anak-
anak gadis keluar dari pingitannya. Begitu juga wanita-wanita yang sedang haidl, tetapi
mereka ini hanya berdiri saja di belakang orang banyak, turut takbir dan mendo'a bersama-
sama. Mereka mengharapkan beroleh berkat dan kesucian pada hari itu."
(HR: Bukhari)

0932. "Dari Ibnu Umar bahwasanya Nabi saw. Itu dihadapannya ditancapkanlah sebuah
tombak pada hari raya Fithri dan Adha, kemudian beliau shalat."
(HR: Bukhari)

0933. "Dari Ibnu Umar, ia berkata: Nabi Muhammad saw. Pergi ke tempat shalat, sedangkan
di mukanya di bawalah sebuah tombak kecil dan didirikan di tempat shalat itu
dihadapannya untuk menghalang-halangi orang yang hendak berjalan dimukanya,
kemudian beliau shalat dengan menghadap tombak tersebut."
(HR: Bukhari)

0934. "Dari Ummu Athiyyah, ia berkata: "Kita kaum perempuan di perintah supaya menyuruh
keluar gadis-gadis dan perempuan-perempuan yang masih muda." Juga dari Ayyub dari
Hafshah dengan lafald seperti di atas dan di dalam hadist riwayat Hafshah ada
tambahannya, yaitu kata Ayyub atau kata Hafshah: "Yang disuruh keluar itu ialah gadis-
gadis dan perempuan-perempuan muda, bahkan orang-orang yang berhaidl tetapi, yang
berhaidl ini supaya memencilkan diri dari tempat shalat hari raya itu."
(HR: Bukhari)

0935. "Dari Abdurrahman, ia berkata: "Aku mendengar Ibnu Abbas berkata: "Aku keluar
bersama-sama dengan Nabi saw. Pada hari raya Fithri atau hari raya Adl-ha, lalu beliau
saw. Shalat, terus berkhutbah. Selanjutnya beliau mendatangi kaum perempuan, lalu
mereka itu diberi nasehat dan diperintahkan mengeluarkan sedekah oleh beliau."
(HR: Bukhari)

0936. "Dari Bara', ia berkata: "Nabi saw. Keluar pada hari Raya Adha ke Baqi' lalu shalat dua
raka'at, kemudian menghadapkan wajahnya kepada kita semua dan bersabda:
"Sesungguhnya pertama-tama amalan yang kita lakukan pada hari ini (yakni hari raya
Adha) ialah kita shalat, kemudian kembali ke rumah lalu menyembelih kurban.
Barangsiapa yang mengerjakan itu, maka ia betul-betul telah menetapi sunnahku.
Adapun orang yang menyembelih sebelum melakukan shalat, maka itu hanyalah
merupakan daging yang hendak dipergunakan untuk keluarganya saja, bukan termasuk
amalan ibadah penyembelihan kurban." Kemudian ada seorang lelaki berkata: "Wahai
Rasulullah, saya telah menyembelih dan saya mempunyai seekor kambing jadza'ah
(yakni kambing yang umurnya setahun lebih) tetapi, yang itu lebih saya senangi dari
pada kambing musinah (yakni kambing yang umurnya sudah dua tahun)." Beliau lalu
bersabda: "Jadikanlah yang sudah kamu sembelih itu sebagai ganti kurban yang
semestinya disembelih sehabis shalat. Tetapi penyembelihan itu tidak akan mencukupi
seseorangpun sesudahmu."
(HR: Bukhari)

0937. "Dari Abdurrahman bin Abis, ia berkata: "Aku mendengar Ibnu Abbas bahwa
kepadanya ditanyakan: "Apakah anda pernah menghadiri shalat hari raya beserta Nabi
saw.?" Ia menjawab: "Ya tetapi, andaikata bukan sebab dekatnya kedudukanku kepada
Nabi saw. Tentulah aku tidak menghadirinya sebab aku masih kecil Nabi saw. datang
dengan disertai bendera yang diletakkan di tempat Katsir bin Shalt, beliau shalat,
kemudian berkhutbah. Selesai berkhutbah, beliau mendatangi kaum perempuan dan
beserta beliau itu adalah Bilal. Nabi saw. memberikan nasehat peringatan dan menyuruh
mereka agar suka mengeluarkan sedekah. Aku melihat kaum perempuan itu sama
mengulurkan tangan mereka untuk mengambil perhiasan yang ada pada mereka, terus
diletakkan di pakaian Bilal yang sudah dibeberkan. Sehabis itu beliau pulang ke
rumahnya Bilal."
(HR: Bukhari)

0938. "Dari Jabir bin Abdullah, ia berkata: "Aku mendengar ia mengatakan: "Nabi saw.
Berdiri pada waktu hari raya Fithri, lalu mengerjakan shalat dan mulailah beliau dengan
shalat hari raya itu, kemudian berkhutbah. Seetelah selesai berkhutbah terus turun lalu
mendatangi kaum perempuan. Beliau memberikan peringatan kepada mereka mengenai
hal-hal yang merupakan kebajikan. Beliau bersandar pada tangan Bilal, sedang Bilal
sudah membeberkan bajunya. Di atas baju itulah kaum perempuan sama meletakkan
sedekahnya." Aku berkata kepada 'Atha': "Apakah yang diberikan itu zakat pada hari
raya Fithri?" 'Atha' menjawab: "Bukan, tetapi semuanya itu adalah sedekah yang
mereka berikan pada saat itu. Ada perempuan yang meletakkan di baju Bilal itu sebuah
cincin emas besar sekali dan perempuan-perempuan lainpun meletakkan apa saja yang
mereka miliki." Aku bertanya lagi: "Hai saudara, adakah imam pada zaman sekarang ini
itu berhak untuk berbuat demikian dan memberikan peringatan kepada kaum
perempuan?" 'Atha' menjawab: "Sesungguhnya yang demikian itu adalah merupakan
hak atas mereka. Jadi mengapa mereka tidak mau mengamalkannya."
(HR: Bukhari)

1299. "Dari Sa'id bin Musayyib dari ayah, bahwasanya ia berkata : ketika Abu Thalib hampir
meninggal dunia, Rasulullah saw. Berkunjung. Di situ ia berjumpa dengan Abu Jahal
bin Hisyam dan Abdullah bin Abi Umayyah bin Mughirah. Rasulullah saw bersabda
kepada Abu Thalib : "Wahai pamanku, ucapkanlah : 'Laa ilaaha illallaah' (tiada Tuhan
melainkan Allah) suatu kalimat yang mana aku bersaksi untukmu di sisi Allah." Abu
Jahal dan Abdullah bin Umayyah berkata : "Whai Abu Thalib apakah kamu benci
terhadap agama Abdul Muththalib?" Rasulullah saw senantiasa menawarkan kalimat itu
terhadap Abu Thalib, namun dua orang itu mengulangi kata-katanya itu sehingga Abu
Thalib mengucapkan kalimat terakhir bahwa dia atas agama Abdul Muththalib dan
enggan untuk mengucapkan : 'Laa ilaaha illallaah'. Lalu Rasulullah saw. bersabda :
"Demi Allah aku akan memohonkan ampunan untukmu, selama aku tidak dilarang,
maka Allah Ta'ala menurunkan ayat : "MAA KAANA LINNABIYYI..." (Tidak pantas
bagi Nabi....)."
(HR: Bukhari)

1300. "Dari Ibnu Abbas ra. Dari Nabi saw. : Bahwasanya Nabi saw. Melewati dua kuburan
lalu beliau bersabda : "Sesungguhnya kedua-duanya sedang disiksa, dan keduanya tidak
disiksa dalam urusan yang berat (baginya) tetapi perkara itu cukup berat (dosanya).
Adapun salah seorang dari keduanya, maka ia tidak mau membersihkan diri dari air
kencingnya sedangkan yang lain selalu mengadu domba. Kemudian beliau mengambil
pelepah daun kurma yang masih basah, terus dibelahnya menjadi dua bagian, kemudian
setiap kubur dari kedua orang itu ditancapi yang separuh bagian dari pelepah kurma
tersebut. Para sahabat lalu bertanya : "Untuk apakah engkau lakukan itu wahai
Rasulullah?" Beliau bersabda : "Barangkali akan diperingankan siksa kedua orang ini
selama daun itu belum menjadi kering"."
(HR: Bukhari)

1301. "Dari Ali ra. Ia berkata : Kami pada suatu jenazah di tanah Gharqad (kuburan). Nabi
saw. Datang kepada kami, beliau duduk dan kami duduk di sekitar beliau. Beliau
membawa tongkat panjang lalu dibaliknya, dan beliau mulai mencorat-corat dengannya
kemudian bersabda : "Tidak ada salah seorang di antaramu, tidak ada jiwa yang
ditiupkan kecuali ditulis di tempatnya di sorga dan neraka. Jika tidak, telah ditulis
celaka atau bahagia." Seorang berkata :"Wahai Rasulullah, apakah kita tidak berserah
atas catatan kita dan meninggalkan amal? Barangsiapa di antara kita yang termasuk ahli
bahagia maka ia akan menjadi ke amal bahagia. Adapun di antara kami yang termasuk
ahli celaka maka akan menjadi perbuatan orang-orang celaka?" Beliau bersabda :
"Adapun yang ahli bahagia, mereka dimudahkan kepada amal ahli bahagia. Adapun ahli
celaka maka dimudahkan kepada amal ahli celaka" kemudia beliau membaca : "FA
AMMAA MAN A'THAA WATTAQAA...." (Adapun yang memberikan dan
bertaqwa....)."
(HR: Bukhari)

1302. "Dari Tsabit bin Dlahhak ra. Dari Nabi saw., beliau bersabda : "Barangsiapa yang
bersumpah dengan agama selain islam dengan berdusta dan sengaja maka ia seperti yang
diucapkannya. Barangsiapa yang membunuh dirinya dengan besi maka ia disiksa dengannya
di neraka Jahannam."
(HR: Bukhari)

1303. "Dari Jundub dari Nabi saw., beliau bersabda : "Seorang laki-laki mempunyai luka, lalu
ia bunuh diri, Allah Ta'ala berfirman : "hamba-Ku menyegerakan dirinya sendiri kepada-Ku
(bunuh diri) maka Aku mengharamkan sorga atasnya."
(HR: Bukhari)

1304. "Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Nabi saw. Bersabda : "Orang yang mati gantung, ia
akan menggantung dirinya di neraka. Orang yang mati menikam dirinya, ia akan menikam
dirinya di neraka"."
(HR: Bukhari)
1305. "Dari Umar bin Khaththab ra., bahwasanya ia berkata : "Ketika Abdullah bin Ubaiy bin
Sahul meninggal, Rasulullah saw. diminta orang untuk melakukan shalat bagi jenazahnya.
Ketika Rasulullah saw. telah berdiri untuk shalat itu, saya melompat kepada beliau dan
berkata : "Wahai Rasulullah, kenapa engkau shalat untuk si Ubaiy itu. Padahal setiap hari dia
selalu mengatakan begini dan begitu." lalu saya sebutkan kepadanya semua perkaranya itu.
Rasulullah saw. tersenyum dan bersabda : "Hai Umar, biarkalah aku." Setelah berulang-ulang
saya mengatakan, maka beliau bersabda : "Sesungguhnya aku boleh memilih; maka aku telah
memilih. Sekiranya aku tau, kalau aku mohonkan ampunan baginya lebih dari tujuh kali akan
menguntungkan kepadanya, tentu itu akan kulakukan." Umar berkata : "Rasulullah saw. jadi
juga melakukan shalat untuk jenazah Abdullah bin Ubaiy itu sampai selesai. Tetapi tidak
berapa lama sesudah itu, turun dua ayat surat Bara'ah : "WALAA TUSHALLI 'ALAA
AHADIN MINHUM MAATA ABADAN WALAA TAQUM 'ALAA QABRIHI INNAHUM
KAFARUUN BILLAAHI WARASUULIHI WAMAATUWAHUMFAASIQUUN" (dan
janganlah kamu sekali-kali menyembahyangkan (jenazah) seorang yang mati di antara
mereka, dan jangnalah kamu berdiri di kuburnya. Sesungguhnya mereka telah kafir kepada
Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasiq). Umar lalu berkata : "Saya
merasa heran sesudah ayat itu perihal keberanian pada Rasulullah saw. pada hari itu." "
(HR: Bukhari)

1306. "Dari Anas bin Malik ra., ia berkata : "Mereka melewati jenazah lalu me,ujinya dengan
kebaikan, lalu Nabi saw. Bersabda : "Pastilah. " Kemudian mereka melewati jenazah lain,
mereka mengucapkan keburukan atasnya. Maka beliau bersabda : "Pastilah." Maka Umar bin
Khaththab bertanya kepada beliau : "Apa yang pasti?" Beliau menjawab : "Ini kamu puji
dengan kebaikan, maka pastilah sorga baginya, dan ini yang kamu katakan buruk atasnya,
maka pastilah neraka baginya. Kalian adalah saksi Allah di bumi."
(HR: Bukhari)

1307. "Dari Abul Aswad, ia berkata : "Aku datang di Madinah dan saat itu sedang berjangkit
penyakit yang mengenai orang banyak. Aku lalu duduk di dekat Umar bin Khaththab ra.,
kemudian ada jenazah lewat, lalu jenazah itu dipuji. Umar berkata : "Pastilah." Kemudian
Abul Aswad bertanya kepada Umar bin Khaththab : "Wahai Amirul mu'minin, apa yang
pasti?" Umar bin Khaththab berkata : "Aku mengatakan sebagimana apa yang dikatakan oleh
Nabi saw. :"Muslim manapun yang disaksikan oleh empat orang bahwa dia itu baik maka
Allah memasukkannya ke sorga." Kami bertanya : "Tiga orang?" Beliau menjawab : "Ya tiga
orang." Kami bertanya : "Dua orang?" Beliau menjawab : "Ya dua orang", kemudian kami
tidak menanyakan tentang seorang."
(HR: Bukhari)

1308. "Dari Bara' bin Azib ra. dari Nabi saw., beliau bersabda : "Apabila seorang mu'min
didudukkan di dalam kuburnya maka ia didatangi, ia bersaksi bahwa tidak ada Tuhan
melainkan Allah dan Muhammad adalah utusan Allah. Itulah firman Allah :
"YUTSABBITULLAAHULLADZIINA AAMANUU BILQAULITS TSAABITI" (Allah
meneguhkan orang-orang yang beriman dengan perkataan yang teguh)."
(HR: Bukhari)

1309. "Dari Ibnu Umar ra., ia berkata : "Nabi saw. muncul pada ahli Qalib (yaitu Abu Jahal
bin Hisyam, Umayyah bin Khalaf, Utbah bin Rabi'ah dan Syaibah bin Rabi'ah). Beliau
bertanya : "Apakah kamu dapati apa yang dijanjikan oleh Tuhanmu itu benar?" Dikatakan
kepadanya "Apakah kamu memanggil orang-orang mati?" Beliau bersabda : "Kalian tidaklah
lebih mendengar daripada mereka, tetapi mereka tidak menjawab."
(HR: Bukhari)
1310. "Dari Aisyah ra., ia berkata : "Nabi saw. hanyalah bersabda : "Mereka sekarang
mengetahui bahwa apa-apa yang saya katakan kepada mereka adalah haq (benar), padahal
Allah Ta'ala berfirman : "Sesungguhnya kamu tidak mendengar terhadap orang mati."
(HR: Bukhari)

1311. "Dari Aisyah ra., bahwasanya ada seorang yahudi perempuan masuk di tempat Aisyah,
lalu menyebutkan siksa kubur, kemudian berkata kepada Aisyah ra. : "Semoga engkau
dilindungi oleh Allah dari siksa kubur." Kemudian Aisyah bertanya kepada Rasulullah saw.
tentang siksa kubur, lalu beliau bersabda : "Memang benar, siksa kubur itu benar-benar ada."
Aisyah berkata : "Sesudah itu belum pernah aku lihat Rasulullah saw. apabila telah selesai
mengerjakan shalat, melainkan beliau memohon perlindungan kepada Allah dari siksa kubur."
(HR: Bukhari)

1312. "Dari Asma' binti Abu Bakar ra., ia berkata : "Rasulullah saw. Pada suatu ketika berdiri
untuk berkhutbah lalu menyebutkan fitrah atau siksa kubur yang di dalam kubur banyak sekali
manusia yang merasakan siksa tersebut. Di saat beliau menyebut-nyebutkan tentang siksa
kubur, maka kaum muslimin sama gemuruhlah dengan suara yang keras sekali."
(HR: Bukhari)

1313. "Dari Anas bin Malik ra. bahwasanya Rasulullah saw. Bersabda : "Sesungguhnya
apabila manusia diletakkan dalam kuburnya, setelah teman-temannya berpaling dan pergi
sehingga ia mendengar ketukan sandal mereka, lalu datanglah kedua malaikat,
mendudukkannya dan bertanya kepadanya : "Apakah yang kamu ucapkan dahulu (ketika di
dunia) tentang Muhammad saw.?" Lalu ia menjawab : "Sesungguhnya dia adalah hamba
utusan Allah," maka diucapkan kepadanya : "Lihatlah tempat dudukmu di neraka, Allah telah
menggantikannya tempat duduk di sorga." Nabi saw. bersabda : "Ia melihat keduanya.
Adapaun orang kafir atau munafiq akan menjawab : "Saya tidak tahu, saya dulu mengatakan
apa-apa yang dikatakan oleh orang-orang." Maka dikatakan kepadanya : "Kamu tidak tahu
dan tidak membaca." Kemudian ia dipukul dengan palu dan besi di antara kedua telinganya,
lalu berteriak sekeras-kerasnya yang didengar oleh apa yang di dekatnya selain jin dan
manusia."
(HR: Bukhari)

1314. "Dari Bara' bin Azib bin Abu Ayyub ra., ia berkata : "nabi saw. Keluar, sedang matahari
telah terbenam lalu beliau mendengar suara, beliau bersabda : "Orang-orang Yahudi sedang
disiksa dalam kuburnya."
(HR: Bukhari)

1315. "Dari Musa bin Uqbah, ia berkata : "Aku diberi tahu oleh anak perempuannya Khalid
bin Sa'ad bin Ash bahwa puteri Khalid itu mendengar Nabi saw. Di sana memohon
perlindungan dari siksa kubur"."
(HR: Bukhari)

1316. "Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : "Nabi saw. Selalu berdo'a : "ALLAHUMMA INNII
A'UUDZU BIKA MIN'ADZAABIL WABRI WAMIN 'ADZAABINNAARI WAMIN
FITNATIL MAHYAA WAL MAMAATI WAMIN FITNATIL MASIIHID DAJJAALI"
(Wahai Allah sesunggguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, dari siksa neraka,
dari fitnah (godaan) hidup dan mati, dandari fitnah (cobaan). Masih (si Pendusta) Dajjal."
(HR: Bukhari)
1317. "Dari Ibnu Abbas ra., ia berkata : "Nabi saw. melewati dua kuburan lalu beliau bersabda
: "Sesungguhnya kedua-duanya sedang disiksa, dan keduanya tidak disiksa dalam urusan yang
berat (baginya) tetapi perkara itu cukup berat (dosanya). Adapun salah seorang dari keduanya,
maka ia selalu mengadu domba sedang yang lain tidak mau membersihkan diri dari air
kencingnya. Kemudian beliau mengambil pelepah daun kurma yang masih basah, terus
dibelahnya menjadi dua bagian, kemudian setiap kubur dari kedua orang itu ditancapi yang
separuh bagian dari pelepah kurma tersebut. Para sahabat lalu bertanya : "Untuk apakah
engkau melakukan itu wahai Rasulullah?" Beliau bersabda : "Barangkali akan diperingankan
siksa kedua orang ini selama daun itu belum menjadi kering."
(HR: Bukhari)

1318. "Dari Abdullah bin Umar ra. Bahwasanya Rasulullah saw. Bersabda : "Sesungguhnya
salah seorang di antaramu apabila ditempatkan tempat duduknya (tempat tinggalnya) di waktu
pagi dan sore, jika ia termasuk penmghuni sorga maka dari penghuni sorga. Jika ia termasuk
penghuni neraka, maka ia termasuk penghuni neraka. Lalu dikatakan : "Ini tempat
dudukmu( tempat tinggalmu) sehingga Allah membangkitkan kamu pada hari kiamat."
(HR: Bukhari)

1319. "Dari Abu Sa'id Al Khudriy ra., ia berkata : Rasulullah saw. bersabda : "Apabila jenazah
diletakkan dan orang-orang mengangkatnya di atas pundak mereka jika jenazah itu baik maka
ia berkata : "Ajukanlah saya." Jika jenazah itu tidak baik maka ia berkata : "Wahai celakanya,
kemanakah kalian pergi dengan membawa jenazah?" Segala sesuatu mendengarnya kecuali
manusia. Seandainya ia mendengarnya niscaya ia pingsan."
(HR: Bukhari)

1320. "Dari Abu Hurairah ra. dari Nabi saw. , beliau bersabda : "Barangsiapa yang ditinggal
mati oleh tiga orang anaknya yang belum mencapai waktu baligh (yakni belum baligh), maka
bagi orang tuanya akan menjadi tabir dari neraka atau ia dimasukkan oleh Allah dalam sorga."
(HR: Bukhari)

1321. "Dari Anas bin Malik ra., ia berkata : Rasulullah saw. Bersabda : "Tiada seorang
muslim dari golongan umat manusia yang ditinggal mati oleh tiga orang anaknya yang belum
mencapai baligh, melainkan ia akan dimasukkan oleh Allah ke dalam sorga dengan kelebihan
keutamaan Allah padanya."
(HR: Bukhari)

1322. "Dari Bara' ra., ia berkata : "Ketika Ibrahim meninggal, Rasulullah saw. Bersabda :
"Sesungguhnya Ibrahim mempunyai orang yang menyusuinya di sorga"."
(HR: Bukhari)

1323. "Dari Ibnu Abbas ra., ia berkata : "Rasulullah saw. Ditanya tentang anak-anak yang
musyrik, lalu beliau bersabda : "Ketika Allah menciptakan mereka, Dia lebih
mengetahui tentang apa yang dahulu (ketika di dunia) selalu mereka kerjakan."
(HR: Bukhari)

1324. "Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Rasulullah saw. Bersabda : "Tidak ada anak yang
dilahirkan, kecuali dilahirkan atas kesucian. Dan orang tuanya menjadikannya Yahudi,
Nasrani atau Majusi sebagaimana binantang itu dilahirkan dengan lengkap. Apakah
kamu melihat binatang lahir dengan terputus (hidung, telinga dll)?"
(HR: Bukhari)
1325. "Dari Samurah bin Jundub ra., ia berkata : "Ketika Nabi saw. selesai shalat shubuh,
beliau menghadap dengan wajah beliau ke arah kami dan bersabda : "Siapakah yang
tadi malam mimpi. Jika salah seorang di antaramu mimpi maka ceritakanlah!" Beliau
bersabda apa yang dikehendaki Allah. Suatu hari beliau bertanya kepada kami :
"Apakah ada salah seorang di antara kamu yang bermimpi?" Kami menjawab : "Tidak".
Beliau bersabda : "Tadi malam aku melihat dua orang datang kepadaku, lalu keduanya
memegang tanganku, dan mengeluarkan aku ke tanah suci. Tiba-tiba ada seseorang
yang sedang duduk seseorang berdiri di tangannya ada tonggak besi yang
dimasukkannya dalam sudut mulut hingga sampai ke tengkuknya. Kemudian ia
melakukannya pada sudut lain dari mulutnya seperti itu. Sudut mulutnya pulih lalu ia
mengulangi dan berbuat seperti itu. Saya bertanya : "Apakah ini?" Keduanya berkata :
"Berangkatlah!" Maka kami berangkat sehingga kami sampai kepada seorang laki-laki
yang sedang berdiri, di atas kepalanya ada batu sekepal atau batu besar untuk
meremukkan kepalanya. Kepalanya kembali seperti sediakala, ia mengulangi dan
memukulinya. Aku bertanya : "Siapakah orang ini?" Keduanya berkata :
"Berangakatlah!", lalu kami berangkat ke sebuah lubang seperti tungku api atasnya
sempit bagian bawahnya luas, di bawahnya dinyalakan api, ketika ia telah dekat,
mereka naik sehingga mereka hampir keluar, tiba-tiba api itu padam, mereka kembali ke
sana dan di sana ada orang laki-laki dan perempuan telanjang. Saya bertanya : "Siapakh
ini?" Keduanya berkata : "berangkatlah!" Maka kami berangkat sehingga kami tiba
pada sungai darah, di sana ada seorang laki-laki yang sedang berdiri. Dan di tengah-
tengah api ada seorang laki-laki yang di mukanya ada batu, lalu orang yang di sungai
itu menghadap, apabila ia mau keluar, maka orang laki-laki lain melempari dengan batu
dalam mulutnya, maka ia dikembalikan ke tempat semula. Setiap kali ia mau keluar, ia
dilempar dengan batu pada mulutnya, lalu ia kembali sebagaimana sebelumnya. saya
bertanya : "Apakah ini?" Keduanya berkata : "Berangkatlah!" Maka kami berangkat,
sehingga kami sampai ke taman yang hijau, dan di sana ada pohon besar di pangkalnya
ada orang tua dan anak-anak. Tiba-tiba ada seorang laki-laki yang dekat dari pohon itu,
di mukanya ada api yang dinyalakannya. Keduanya membawa aku naik ke pohon dan
memasukkan aku ke sebuah rumah yang tidak pernah aku melihat rumah lain yang lebih
baik daripadanya, keduanya menaikkan aku ke pohon, memasukkan aku ke sebuah
rumah yang lebih baik dan lebih utama daripada rumah yang pertama, di dalamnya
banyak orang-orang tua dan pemuda-pemuda. Aku berkata : "Aku mengelilingi pada
malam ini, maka beritakanlah kepadaku tentang apa yang aku lihat!" Keduanya
menjawab : "Ya" adapun orang yang engkau lihat, yang mana ia dibelah rahangnya
adalah pendusta yang memerintahkan kebohongan, lalu kebohongan itu dibawanya
sampai ke angkasa, lalu dibuat sampai hari kiamat. Orang yang engkau lihat kepalanya
diremukkan ialah seorang yang diajari Allah akan Al Qur'an lalu ia tidur malamnya dan
tidak mengamalkan di siang hari. Hal ini dijalankan terus sampai kiamat. Orang yang
engkau lihat di dalam lubang adalah para pezina. Orang yang engkau lihat di dalam
sungai adalah pemakan riba. Orang tua yang di pangkal pohon adalah Ibrahim
sedangkan anak-anak yang di sekitarnya anak orang-orang. Orang yang sedang
menyalakan api adalah malaikat Malik, penjaga neraka. Rumah pertama yang engkau
masuki adalah rumah kaum muslimin pada umumnya. Adapun rumah ini (yang kedua)
adalah rumah para syuhada'. Saya adalah Jibril dan ini adalah Mikail. Angkatlah
kepalamu!" Maka aku mengangkat kepalaku tinggi-tinggi di atasku ada seperti awan.
Keduanya berkata : "Itulah rumahmu." Aku berkata : "Biarkanlah aku masuk ke
rumahku." Keduanya berkata : "Engkau masih mempunyai umur yang belum engkau
sempurnakan. Seandainya engkau telah menyempurnakannya, niscaya engkau
mendatangi rumahku."
(HR: Bukhari)

1326. "Dari Aisyah ra., ia berkata : "saya mausk ke rumah Abu Bakar ra. (ketika beliau sedang
sakit), lalu ia bertanya : "Berapa helia kamu kafani Nabi saw.? Saya berkata : "Tiga
helai kain putih halus dari benang. Tidak termasuk baju dan serban." Abu Bakar
bertanya : "Kapan beliau meninggal?" Saya berkata : "Hari Senin." Abu Bakar berkata :
"Saya berharap, (mudah-mudahan) mulai sekarang sampai malam nanti (saya
meninggal dunia)." Beliau melihat kepada kami yang telah dilumuri dengan za'rafah
yang digunakan untuk merawatnya. Ia berkata : "Sucikanlah kain saya ini dan tambah
dua helai lagi untuk kafan saya." Saya berkata : "kain ini telah usang." Ia menjawab :
"Hanya orang hidup yang lebih berhak dengan yang baru daripada orang mati. Kain itu
hanya untuk nanah mayat." Pada malam Selasa beliau berpulang ke rahmatullah dan
dikebumikan sebelum pagi."
(HR: Bukhari)

1327. "Dari Aisyah ra. Bahwa seorang laki-laki berkata kepada Nbi saw. : "Seandainya ibuku
telah meninggal, dan aku menduga sendainya ia berkata, niscaya ia bersedekah. Apakah
ia memperoleh pahala jika saya bersedekah atasnya?" Beliau bersabda : "Ya."
(HR: Bukhari)

1328. "Dari Aisyah ra., ia berkata : "Sesungguhnya Rasulullah saw. Merasa sempit dalam
sakit beliau dengan bersabda : "Di manakah aku hari ini?" Di manakah aku besok
pagi?" karena mereka lama untuk sampai pada hari (giliran) Aisyah. Ketika pada hari
(giliranku) Allah Ta'ala mencabut nyawa beliau di antara lambung dan dadaku, dan
beliau dimakamkan di rumahku."
(HR: Bukhari)

1329. "Dari Aisyah ra., ia berkata : "Rasulullah saw. Berkata : dalam sakit beliau yang mana
beliau meninggal di dalam sakit itu dan tidak dapat berdiri lagi karena sakitnya itu :
"Allah mengutuk orang-orang Yahudi dan Nasrani di mana mereka menjadikan
kuburan-kuburan Nabi mereka sebagai masjid." Aisyah berkata : "Seandainya tidak
karena sabda itu niscaya mereka menampakkan kuburan beliau hanya saja saya
khawatir kuburan itu dijadikan sebagai masjid."
(HR: Bukhari)

1330. "Dari Sufyan An Nammar bahwa ia melihat makam Nabi saw. Agak ditinggikan
sedikit."
(HR: Bukhari)

1331. "Dari Hisyam bin Urwah dari ayahnya, ia berkata : "Ketika dinding kamar Aisyah roboh
sehingga menutupi makam-makam Nabi saw., Abu Bakar, dan Umar ra., di zaman
pemerintahan Walid bin Abdul Malik, lalu orang-orang sama memulai
membangunkannya kembali. Tiba-tiba tampaklah oleh mereka sebuah kaki. Mereka
sama terperanjat ketakutan dan mereka mengira bahwa yang tampak itu adalah kaki
Nabi saw. Mereka tidak menemui seorang pun yang dapat menerangkan kaki siapakah
sebenarnya yang tampak itu, sehingga Urwah berkata : "Bukan, demi Allah, yang
tampak itu bukanlah kaki Nabi saw. Itu tidak lain kecuali kaki Umar ra."
(HR: Bukhari)

1332. "Dari Aisyah ra., bahwasanya ia memberikan wasiat kepada Abdullah bin Zubair ra. :
"Janganlah kamu memakamkan aku beserta beliau-beliau (yakni Nabi saw, Abu Bakar dan
Umar ra.) tetapi makamkanlah kau bersama sahabat-sahabatku (yakini para isteri Nabi saw.)
di Baqi'. Aku tidak ingin ditanggap sebagai orang yang hendak mensucikan diri sendiri sebab
aku dimakamkan bersama dengan beliau-beliau tersebut."
(HR: Bukhari)

1333. "Dari Amr bin Maimun Al Audi, ia berkata : "saya melihat Umar bin Khaththab ra.
Berkata kepada Abdullah bin Umar sewaktu habis ditusuk oleh Abu Lu'lu Majusi dengan
pisau yang menyebabkan kematiannya; "wahai Abdullah bin Umar, pergilah ke tempat
Ummul Mu'minin yaitu Aisyah ra., lalu berkatalah : "Umar bin Kahtahthab menyampaikan
salam kepadamu", kemudian tanyakanlah kepadanya bagimana kalau aku dimakamkan
bersama kedua sahabatku (yakni Rasulullah saw. dan Abu Bakar ra.). Aisyah berkata :
"Sebenarnya tempat itu saya pakai sendiri, tetapi biarkanlah pada saat ini saya mengalahkan
diriku sendiri agar dipakai oleh Umar." Setelah Abdullah datang menghadap ayahnya,
segeralah Umar bin Khaththab bertanya : "Berita apakah yang kau bawa?" Abdullah
menjawab : "Sayyidah Aisyah ra. mengizinkan untuk ayah pergunakan, wahai Amirul
Mu'minin." Umar bin Khaththab ra. berkata : "Tidak ada suatu persoalanpun yang saya
anggap lebih penting untukku pada saat ini melainkan tempat berbaring di dekat kedua
sahabatku itu. Apabila saya telah dicabut nyawaku lebih dulu bawalah saya olehmu semua,
terus bersalamlah kepada orang banyak dan katakanlah : "Umar bin Khaththab meminta izin
(yaki kepada kamu sekalian), jika diberi izin, maka kembalikanlah aku dan makamkanlah aku
dalam makamnya seluruhnya kaum muslimin (yakni Baq'). Sesungguhnya tiada seorangpun
yang kuketahui lebih berhak dalam persoaln ini (yakni untuk dimakamkan di kamar Aisyah
ra.) daripada orang-orang yang di waktu wafatnya Rasulullah saw. dan beliau merasa ridha
dengan beliau-beliau tersebut. Oleh sebab itu siapa saja yang menjabt sebagi khalifah
sepeninggalku nanti, maka beliau itu adalah khalifah yang sebenarnya. Untuk itu hendaklah
kamu semua mendengar apa yang diucapkan olehnya dan taatilah segala perintahnya."
Sesudah itu Umar bin Khaththab ra. menyebut-nyebut nama beberapa orang sahabat Nabi
saw., yaitu Utsman, Ali, Thalhah, Zubair, Abdurrahjman bin Auf, dan sa'ad bin Abu Waqqash.
Pada saat itu ada seorang pemuda dari golongan Anshor memasuki tempat Umar bin
Khaththab ra. lalu bersabda : "Bergembiralah wahai Amirul Mu'minin dengan suatu
kegembiraan yang dilimpahkan oleh Allah, sebab menjadikan engkau termasuk golongan
yang pertama-tama menganut agama Islam sebagaimana engkau sendiri juga telah
memaklumi. Engkau telah dinagkat sebagai khalifah oleh Allah, lalu engkau berlaku adil,
kemudian engkau juga memperoleh kematian sebagai orang syahid sesudah semuanya itu.:
Umar bin Khaththab ra. kemudian berkata kepada orang itu : "Barangkali hal itu bagiku sudah
cukup, wahai anak saudaraku, (yakni untuk diangkat sebagai khalifah itu), bukan hanya untuk
menyebabkan aku memperoleh siksa dan tidak pula untuk memperoleh pahala padaku. Aku
memberikan wasiat kepada khalifah yang akan menggantikan aku sepeninggalku nanti agar
suka berbuat baik kepada kaum muhajirin yang pertam-tama menjadi pembela Islam.
Hendaknya hak mereka itu dimaklumi dan dihargai sebagaimana mestinya. Dan supaya
dipelihar kehormatan perjuangan mereka. Aku berwasiat kepada kaum Anshor, agar agar
khalifah yang baru itu berbuat baik-baik terhadap kaum Anshor, yaitu orang-orang yang telah
menempati negeri ini dan menancapkan keimanan dalam hati. Kecuali itu khalifah
penggantiku nanti supaya diterima oleh seluruh rakyat apa saja yang baik dari amalan mereka
serta diampuni apa yang buruk dari kelakukan mereka. Aku juga berwasiat kepada khalifah
penggantiku supaya melindungi baik-baik terhadap kaum Anshor, yaitu orang-orang yang
telah menempati negeri ini dan menancapkan keimanan dalam hati. Kecuali itu khalifah
penggantiku nanti supaya diterima oleh seluruh rakyat apa saja yang baik dari amalan mereka
serta diampuni apa yang buruk dari kelakukan mereka. Aku juga berwasiat kepada khalifah
penggantiku agar supaya melindungi baik-baik apa saja yang telah dijaminkan oleh Allah dan
memperoleh jaminan pula dari Rasulullah saw. (yakni golongan penganut agama Yahudi dan
Nasrani), yaitu agar dipenuhi janji mereka yakni setelah memenuhi syarat-syaratnya. Dan
perangilah siapa saja yang enggan menepati janji yang telah dibuatnya sendiri itu dan jangan
hendaknya mereka itu diperintah di luar kemampuan mereka." "
(HR: Bukhari)

1334. "Dari Aisyah ra., ia berkata : Rasulullah saw. Bersabda : "Janganlah kamu mencaci-
maki orang-orang yang telah meninggal, sesungguhnya mereka telah sampai kepada apa yang
telah mereka dahulukan (amalkan)."
(HR: Bukhari)

1335. "Dari Ibnu Abbas ra., ia berkata : Abu Lahab berkata kepada Nabi saw. : "Kecelekaan
untukmu di sepanjang hari (Hai Muhammad)." Kemudian turunlah ayat : "TABBAT YADAA
ABII LAHABIN" (Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa)."
(HR: Bukhari)

1336. "Dari Ibnu Abba ra., ia berkata : Aku diberitahu oleh Abu Sufyan ra., lalu ia
menyebutkan hadist Nabi saw. Ia mengatakan : "Nabi saw. Menyuruh kita supaya mendirikan
shalat, menunaikan zakat, silaturrahim (menghubungi keluarga) dan ifaf (menahan diri dari
perbuatan buruk)"
(HR: Bukhari)

1337. "Dari Ibnu Abbas ra. Bahwasanya Nabi saw. Mengutus Mu'adz ke Yaman, beliau
bersabda : "Ajaklah mereka kepada persaksian bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah dan
sesungguhnya aku adalah utusan Allah. Jika mereka mentaati hal itu, maka ajarkanlah kepada
mereka bahwasanya Allah telah memfardlukan kepada mereka shalat lima waktu dalam setiap
hari dan semalam. Jika mereka mentaatinya maka ajarkanlah kepada mereka bahwa Allah
menfardlukan atas mereka zakat di dalam harta mereka yang dipungut dari orang kaya mereka
dan dikembalikan atas orang-orang fakir miskin mereka."
(HR: Bukhari)

1338. "Dari Abu Ayyub ra. Bahwasanya seseorang berkata kepada Nabi saw. : Beritakanlah
kepadaku amal yang memasukkan saya ke sorga!" Ia berkata : "Apakah itu, apakah itu?" Nabi
saw. Bersabda : "Apakah keperluannya? Kamu menyembah Allah, tidak mensekutukan-Nya
dengan sesuatupun, kamu mendirikan shalat, membiarkan zakat dan menyambung keluarga
(silaturrahim)."
(HR: Bukhari)

1339. "Dari Abu Hurairah ra. Bahwasanya seorang kampung datang kepada Nabi saw. Lalu
berkata : "Tunjukkan kepadaku amal yang apabila saya amalkan saya masuk sorga." Beliau
menjawab (bersabda) : "kamu menyembah Allah, tidak menyekutukan-Nya dengan
sesuatupun, kamu dirikan shalat fardlu, kamu tunaikan zakat fardlu dan puasa Ramadlan." Ia
berkata : "Demi Dzat yang diriku di tangan-Nya (kekuasaan-Nya) saya tidak menambah atas
ini." Ketika orang itu berpaling Nabi saw. bersabda : "Barangsiapa yang senang untuk melihat
seseorang dari penghuni sorga maka lihatlah orang ini."
(HR: Bukhari)

1340. "Dari Ibnul Abbas ra., ia berkata : "Utusan Abdul Qais datang kepada Nabi saw. Mereka
berkata : "Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami tidak dapat datang kepada engkau kecuali
dalam bulan haram, karena antara kita ada perkampungan ini yang (berpenghuni) kafir
Mudlar, maka perintahlah kami dengan perkara utama yang kami beritahukan kepada orang-
orang yang di belakang kami. Beliau lalu menyuruh : "Aku menyuruh kamu dengan empat
perkara dan melarang kamu dari empat perkara. Adapun empat perkara yang diperintahkan
yaitu : 1. Iman kepada Allah, 2. Bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah, - Dan beliau
menyimpulkan tangannya demikian (yakni tangan kanannya digenggamkan lalu dibuka satu
persatu) - 3. Mendirikan shalat, 4. Memberikan zakat dan memberikan seperlima harta
rampasan perang. Adapun empat perkara yang dilarang yaitu : 1. Guci hijau, 2. Labu kering,
3. Pohon kurma yang diukir dan 4. Sesuatu yang dilumuri tir (empat hal ini adalah alat untuk
membuat minuman keras = pen)." "
(HR: Bukhari)

1341. "Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Ketika Rasulullah saw. Wafat dan yang menjadi
khalifah adalah Abu Bakar dan kafirlah orang-orang yang kafir dari kalangan bangsa Arab.
Umar berkata : "Bagaimana engkau memerangi orang-orang kafir? Sedangkan Rasulullah
saw. telah bersabda : "Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sehingga mereka
mengucapkan : "Tiada Tuhan melainkan Allah". Barangsiapa yang telah mengucapkannya
maka ia telah dipelihara daripadaku harta dan jiwanya kecuali dengan haqnya, dan hisabnya
atas Allah Ta'ala". Ia berkata : "Demi Allah saya akan memerangi orang yang memisahkan
antara shalat dan zakat karena zakat itu hak harta. Demi Allah seandainya mereka
menghalangi saya dari anak kambing yang dulu mereka tunaikan kepada Rasulullah saw
niscaya saya perangi karena pencegahannya itu." Umar berkata : "Demi Allah, hal itu tidak
lain karena Allah telah membuka dada Abu Bakar untuk memeranginya dan saya tahu bahwa
hal itu betul."
(HR: Bukhari)

1342. "Dari Qais, ia berkata : "Jarir bin Abdullah berkata : "Saya berbai'at kepada Nabi saw.
Untuk mendirikan shalat, menunaikan zakat dan memberi nasihat kepada setiap muslim."
(HR: Bukhari)

1343. "Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Nabi saw. Bersabda : "Onta itu datang pada
pemiliknya atas sebaik-baiknya keadaan, apabila pemiliknya tidak memberikan haknya maka
onta itu menjejaknya dengan tapak kakinya, kambing itu datang kepada pemiliknya atas
sebaik-baik keadaannya, apabila pemiliknya tidak memberikan haknya maka kambing itu
menjejaknya dengan teracaknya dan menanduk dengan tanduknya." Beliau bersabda :
"Termasuk hanknya adalah ia diperas di atas air." Beliau bersabda : Salah seorang di
anataramu membawa kambing di atas tengkuknya yang mana kambing itu bersuara, ia berkata
: "Hai Muhammad". Lalu aku bersabda : "Aku tidak kuasa atasmu dari Allah barang
sedikitpun, aku telah menyampaikannya, dan tidaklah seseorang datang membawa onta di atas
tengkuknya di mana onta itu bersuara : "Hai Muhammad". Aku menjawab : "Aku tidak kuasa
atasmu dari Allah sedikitpun, karena aku telah menyampaikannya."
(HR: Bukhari)

1344. "Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Rasulullah saw. Bersabda : "barangsiapa yang
diberi harta oleh Allah, namun ia tidak memberikan zakatnya maka harta itu akan dijadikan
sebagai ular jantan gundul yang mempunyai dua taring yang akan mengalunginya pada hari
kiamat. Kemudian ular itu mengambil dengan dua tulang rahangnya dengan berkata : "Saya
adalah hartamu, saya adalah simpananmu" kemudian beliau membaca ayat : LAA
YAHSABANNALLADZIINA YABKHALUU..." (Sekali-kali janganlah orang yang bakhil
dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa
kebakhilan itu baik bagi mereka, tetapi kebakhilan itu buruk bagi mereka, harta yang mereka
bakhilkan itu kelak akan dikalungkan di lehernya di hari kiamat. dan kepunyaan Allahlah
segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi dan Allah mengetahui apa yang kamu
kerjakan)."
(HR: Bukhari)

1345. "Dari Khalid bin Aslam, ia berkata : "kami pernah keluar dengan Abdullah bin Umar
ra., lalu ada seorang desa berkata : "Beritahukanlah kepadaku tentang firman Allah Ta'ala :
"WALLADZIINAYAKNIZUUNADZDZAHABA WALFIDLDLATA WALAA
YUNFIQUUNAHAA FII SABIILILLAH" (dan orang-orang yang menyimpan emas dan
perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah). Ibnu Umar berkata : "Barangsiapa yang
menyimpannya dan tidak mau mengeluarkan zakatnya, maka kecelakaanlah bagi dirinya. Hal
ini terjadi hanyalah sebelum kewajiban zakat itu diturunkan, lalu zakat itu oleh Allah
dijadikan sebagai pencuci/pembersih pada seluruh harta yang dimiliki oleh seseorang."
(HR: Bukhari)

1346. "Dari Abu Sa'id ra., ia berkata : Rasulullah saw. Bersabda : "Tidak ada zakat pada apa
yang dibawa lima awaq ( + 20 mitsqal emas/200 dirham perak), tidak ada zakat pada apa
(onta) yang di bawah lima ekor, dan tidak ada zakat pada apa (hasil tanaman) yang di bawah 5
(lima) wasaq (satu wasaq = 60 sha', 1 sha' = 576 gram)."
(HR: Bukhari)

1347. "Dari Zaid bin Wahab, ia berkata : "Saya berjalan-jalan melalui desa yang bernama
Rabdzah, tiba-tiba saya bertemu dengan Abu Dzar. Saya lalu bertanya kepadanya : "Apakah
yang menyebabkan engkau berdiam di rumah kediamanmu sekarang ini?" Ia (Abu Dzar)
berkata : "Dahulu saya berada di Syam, pada suatu hari saya berselisih dengan Mu'awiyah
dalam persoalan ayt yang berbunyi : "ALLADZIINA YAKNIZUUNADZDZAHABA
WALFIDLDLATA WALAA YUNFIQUUNAHAA FII SABIILILLAH" (Dan orang-orang
yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah). Mu'awiyah
berkata bahwa ayat tersebut diturunkan untuk ahli kitab (yakni golongan kaum Yahudi dan
Nasrani), tetapi saya sendiri berpendapat bahwa ayat itu turun untuk golongan kita kaum
muslimin dan juga untuk ahli kitab. Akhirnya terjadilah suatu yang tidak menggembirakan
antara saya dan Mu'awiyah sebab adanya penafsiran yang berbeda tadi. Kemudian Mu'awiyah
menulis surat kepada Utsman ra. mengadukan pendapatku. Lalu Utsman ra. mengirim surat
kepadaku sata datang di Madinah. Banyak sekali orang yang mengelilingi saya, ini sebelum
waktu itu. Segala peristiwa itu saya sampaikan kepada Utsman, lalu Utsman berkata : "Jika
engkau suka, sebaiknya engkau menyingkir sajalah dari kota Madinah ini." Itulah yang
menyebabkan saya berdiam di tempat kediamanku sekarang ini. Dan seandainya yang
memerintah kepadaku ini orang Habsyi tentu akan kudengarkan dan kuta'ati perintahnya."
(HR: Bukhari)

1348. "Dari Ahnaf bin Qais, ia berkata : Saya duduk mengawani suatu kelompok dari
golongan kaum Quraisy, kemudian datanglah seorang yang tidak teratur rambutnya, kusut
nasai pakaiannya serta keadaannya, sehingga ia sampai di tempat jama'ah yang duduk-duduk
itu, kemudian ia memberikan salam, lalu ia berkata : "Beritahukanlah kepada orang-orang
yang suka menyimpan harta bendanya dan enggan menunaikan zakatnya bahwa mereka itu
akan disiksa dengan batu-batuan yang dipanaskan dalam neraka Jahannam, kemudian
diletakkan batu-batuan itu di tempat yang menonjol dari susu setiap orang dari mereka itu,
sehingga keluarlah tulang bagian atas dari bahunya, kemudian di baliknya (yakni batu-batuan)
itu di letakkan di tulang bagian atas dari bahunya sehingga keluar dari tempat yang menonjol
dari susunya itu sambil bergerak-geraklah batu-batuan itu." Kemudian orang tersebut pergi,
lalu duduk di sebuah tinag. Saya terus mengikuti kemana saja orang itu pergi, maka setelah ia
duduk lalu sayapun ikut duduk di dekatnya, namun saya tidak tahu siapakh ia sebenarnya.
Tidak lama kemudian saya berkata kepadanya : "Saya tidak mempunyai sangkaan apa-apa
terhadap orang banyak yang engkau datangi, kecuali mereka tidak menyukai apa yang engkau
ucapkan." Orang itu berkata : "Memang mereka itu tidak menggunakan akal mereka sama
sekali. Seorang kekasihku bersabda kepadaku." Sampai di sini saya bertanya : "Siapakh yang
engkau sebut kekasihmu itu?" Orang itu berkata : "Kekasihku ialah Nabi Muhammad saw.
Beliau bersabda : "Wahai Abu Dzar, apakah engkau melihat ke arah matahari. Agaknya sudah
tidak ada yang tertinggal dari waktu siang itu." Namun aku mengira bahwa Rasulullah saw.
akan mengutusku untuk suatu keperluan. Aku mengatakan : "Ya". Kemudian beliau bersabda :
"Saya tidak senang jika saya memiliki emas sebanyak gunung Uhud. Jika saya memiliki itu,
pasti seluruhnya akan kunafkahkah dan tidak sedikitpun yang kutinggalkan selain tiga buah
dinar. Tetapi orang-orang itu semuanya tidak suka menggunakan akal fikirannya. Para
manusia itu sama mengumpulkan harta dunia. Tidak itu tujuan aku diutus ke dunia. Demi
Allah, aku tidak akan meminta harta dunia sedikitpun dari mereka, dan aku tidak akan minta
fatwa kepada mereka mengenai persoalan agama, sehingga aku menemui Allah."
(HR: Bukhari)

1349. "Dari Ibnu Mas'ud, ia berkata : Saya mendengar Nabi saw. Bersabda : "Tidak ada
kedengkian kecuali terhadap dua orang yaitu : "Seseorang yang telah diberi harta oleh Allah
lalu harta itu dikuasainya untuk infaq dalam kebenaran, dan seseorang yang diberi hikmah
(pengetahuan) oleh Allah, di mana ia memutuskan dan mengajar dengannya."
(HR: Bukhari)

1350. "Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Rasulullah saw. Bersabda : "Barangsiapa yang
sedekah dengan seharga butir tamar (kurma) dari usaha yang halal, dan Allah tidak menerima
malainkan yang baik, sesungguhnya Allah menerimanya dengan tangan kanan-Nya, kemudian
dibesarkannya bagi pemiliknya sebagaimana salah seorang di antaramu membesarkan anak
kuda, sehingga kebaikan itu seperti gunung."
(HR: Bukhari)

1351. "Dari Haritsah bin Wahab ra., ia berkata : Saya mendengar Nabi saw. Bersabda :
"Bersedekahlah, sesungguhnya akan datang atasmu suatu masa yang mana seseorang berjalan
membawa sedekahnya maka ia tidak menjumpai orang yang akan menerimanya. Seseorang
berkata : "Seandainya kamu membawanya kemarin niscaya saya menerimanya, adapun hari
ini maka saya tidak membutuhkannya."
(HR: Bukhari)

1352. "Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Nabi saw. Bersabda : "Kiamat tidak terjadi sehingga
banyak harta di kalanganmu, lalu melimpah ruah sehingga pemilik harta bersedih akan
orang yang menerimanya sanpai ia berpaling, lalu orang yang berpaling itu berkata :
"Tidak ada keperluan bagiku."
(HR: Bukhari)

1353. "Dari Adi bin Hatim ra., ia berkata : Saya di sisi Rasulullah saw. Lalu datanglah kepada
beliau dua orang yang seorang mengadykan penyamun. Rasulullah saw. Bersabda :
"Adapun penyamun, datangnya kepadamu hanyalah sedikit saja sehingga onta keluar ke
Makkah tanpa pengawal. Adapun kemiskinan, sehingga kiamat itu tidak terjadi
sehingga salah seorang di antaramu berputar-putar dengan (membawa) sedekahnya di
mana ia tidak menjumpai orang yang menerima sedekahnya itu. Kemudian salah
seorang di antaramu akan berdiri di hadapan Allah yang antara dia dan Allah tidak ada
tabir dan juru tarjamah yang akan menterjemahkannya, kemudian dikatakan
kepadanya : "Bukankah Aku telah memberikan harta kepadamu?" Ia akan benar-benar
menjawab : "Ya". Kemudian Allah akan berfirman : "Bukankah Aku telah mengutus
Rasul kepadamu?" Ia akan benar-benar menjawab : "Ya." Ia melihat ke kanannya, yang
terlihat hanyalah api, kemudian melihat ke kiri, dan yang terlihat hanyalah api, maka
hendaklah salah seorang di antaramu menjaga dari neraka walaupun dengan separoh
butir kurma. Jika tidak terdapat, maka dengan kata-kata yang baik." "
(HR: Bukhari)

1354. "Dari abu Musa ra. Dari Nabi saw., beliau bersabda : "Sungguh akan datang kepada
manusia suatu masa yang mana seseorang berputar dengan (membawa) sedekah
emasnya. Kemudian ia tidak mendapati seseorang yang mau mengambilnya. Dan
tampaklah seseorang laki-laki diikuti oleh 40 orang wanita yang mana mereka
bersenang-senang dengan laki-laki itu karena sedikitnya laki-laki dan banyaknya
wanita."
(HR: Bukhari)

1355. "Dari Abu Mas'ud ra., ia berkata : Ketika ayat yang berisi perintah sedekah turun, maka
kami (para sahabat) membawa barang-barang orang lain agar mendapatkan upahnya.
Tiba-tiba ada seorang lelaki yang bersedekah dengan memberikan barang yang banyak
sekali, lalu banyak orang yang mengatakan : "Orang itu sebenarnya hanyalah bebrbuat
riya (pamer)." dan ada pula orang yang bersedekah dengan memberikan satu sha', lalu
orang banyak mengatakan : "Sesungguhnya Allah Maha Kaya jika hanya dengan satu
sha'.", kemudian turunlah ayat : ALLADZIINA YALMIZUUNAL
MUTHTHAWWI'IINA MINAL MU'MINIINA FISHSHADAQAATI WALLADZIINA
LAAYAJIDUUNA ILLAA JUHDAHUM FAYASHKHARUUNA MINHUM
SAKHIRALLAAHU MINHUM WALAHUM'ADZAABUN ALIIM" (At Taubah: 79)"
(HR: Bukhari)

1356. "Dari Abu Mas'ud Al Anshariy ra., ia berkata : Rasulullah saw. Apabila memerintah
kami untuk berzakat maka salah seorang di antara kami berangkat ke pasar. Lalu ia
membawanya dan membenarkan Mud, dan sesungguhnya sebagian dari mereka pada
saat itu ada yang mendapat 100.000 (dinar atau dirham)."
(HR: Bukhari)

1357. "Dari Adi bin Hatim ra., ia berkata : saya mendengar Rasulullah saw. Bersabda :
"jagalah mereka itu dengan separoh kurma."
(HR: Bukhari)

1358. "Dari Aisyah ra., ia berkata : "Seseorang wanita bersama dua orang anaknya perempuan
masuk dan meminta, namun di tempatku ia tidak mendapat apa-apa selain tamar
(kurma), lalu kurma itu saya berikan kepadanya. Ia membagi kurma itu kepada kedua
orang anaknya perempuan dan ia sendiri tidak memakannya. Kemudian ia berdiri dan
keluar. Nabi saw. masuk kepada kami, lalu saya beritakan kepada beliau, beliau
bersabda : "Barangsiapa yang dicoba pada anak-anak perempuan ini dengan sesuatu
maka anak-anak perempuan itu menjadi tabir mereka baginya."
(HR: Bukhari)

1359. "Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : "Seorang laki-laki datang kepada Nabi saw., ia
berkata : "Wahai Rasulullah sedekah apakah yang paling besar pahalanya?" Beliau
bersabda : "Kamu bersedekah dan kamu dalam keadaan sehat dan kikir, kamu takut
fakir dan mencita-citakan kaya, namun jangan menunda sehingga (nyawamu) sampai di
tenggorokan baru kamu katakan : "Untuk Fulan demikian dan Fulan demikian padahal
benda itu telah ada pada Fulan."
(HR: Bukhari)

1360. "Dari Aisyah ra. Bahwasanya sebagian isteri Nabi saw. Bertanya kepada Nabi saw. :
"Siapakah yang paling segera menyusul engkau?" Beliau menjawab : "Orang yang
paling panjang tangannya di antaramu." Lalu mereka mengambil bambu yang mereka
(pergunakan) untuk mengukur hasta mereka, ternyatalah Saudah lah yang tangannya
paling panjang. Kemudian kami mengetahui bahwa maksud tangannya panjang adalah
sedekah. Dan memang Saudah lah orang yang paling dahulu menyusul beliau, dan ia
senang bersedekah."
(HR: Bukhari)

1361. "Dari Abu Hurairah ra. Dari Nabi saw., beliau bersabda : "?. Dan orang laki-laki yang
mensedekahkan sedekah lalu disembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak
mengetahui apa yang diperbuat oleh tangan-tangan."
(HR: Bukhari)

1362. "Dari Abu Hurairah ra. Bahwasanya Rasulullah saw. Bersabda : "Seseorang berkata :
"Sungguh saya akan bersedekah dengan suatu sedekah. Lalu ia mengeluarkan sedekahnya,
dan sedekah itu diberikan pada tangan pencuri, maka menjadi bahan pembicaraan : "Pencuri
diberi sedekah." Ia mengucapkan : Wahai Allah, segala puji bagi-Mu, sungguh saya akan
bersedekah." Lalu sedekah itu diberikan kepada wanita pezina. Menjadilah pembicaraan :
"Tadi malam wanita pezina diberi sedekah." Ia mengucapkan : "Wahai Allah, segala puji bagi-
Mu, atas (sedekah) pada wanita pezina. Sungguh saya akan bersedekah." Lalu ia ia
mengeluarkan sedekahnya, dan sedekah itu diberikan kepada orang kaya, menjadilan
pembicaraan : "Orang kaya diberi sedekah" lalu ia mengatakan : "Wahai Allah, bagi-Mu
segala puji atas (sedekah) kepada pencuri, wanita pezina (pelacur) dan orang kaya." Ia
didatangi (Malaikat - pen) dan dikatakan kepadanya : "Adapun sedekahmu pada pencuri maka
mudah-mudahan ia menjaga diri dari mencuri, adapun pezina semoga ia menjaga diri dari
zinanya. Adapun orang kaya, semoga ia mengambil pelajaran, lalu ia menginfaqkan terhadap
apa yang telah diberikan kepadanya." "
(HR: Bukhari)

1363. "Dari Ma'n bin Yazid ra., ia berkata : "Saya berbai'at kepada Rasulullah saw. Demikian
juga ayah dan kakekku, ia meminangkan saya, menikahkan saya, dan saya menentangkan
(pernikahan itu). Ayahku, Yazid mengeluarkan beberapa dinar untuk bersedekah. Sedekah itu
dititipkan pada seorang laki-laki di masjid, saya datang dan mengambil sedekah itu, lalu saya
membawa sedekah itu kepadanya. Ia (ayah) berkata : "Demi Allah, (sedekah) itu saya tidak
bermaksud buatmu", lalu saya mengadukan pertengkaran itu kepada Rasulullah saw. Beliau
bersabda : "Bagimu apa yang kamu niatkan, hai Yazid, dan bagimu apa yang telah kamu
ambil, hai Ma'n."
(HR: Bukhari)

1364. "Dari Abu Hurairah ra dari Nabi saw., beliau bersabda : "Tujuh orang akan dilindungi
Allah dalam lindungan-Nya pada hari yang tidak ada lindungan selain lindungan-Nya, yaitu :
Imam yang adil, pemuda yang berkembang dalam beribadah kepada Allah Ta'ala, seseorang
yang hatinya tergantung di masjid-masjid, dua orang laki-laki yang saling bercinta karena
Allah, di mana keduanya berkumpul dan berpisah karena-Nya, orang laki-laki yng diajak oleh
wanita yang berkedudukan cantik lalu laki-laki itu menjawab : "Sesungguhnya saya takut
kepada Allah", orang laki-laki yang mensedekahkan sedekah lalu disembunyikannya sehingga
tangan kirinya tidak mengetahui apa yang dibelanjakan oleh tangan kanannya, dan orang laki-
laki yang ingat kepada Allah di tempat yang sunyi lalu kedua matanya berlinang."
(HR: Bukhari)

1365. "Dari Haritsah bin Wahab Al Khuza'iy ra., ia berkata : saya mendengar Nabi saw.
Bersabda : Bersedekahlah, sesungguhnya akan datang atasmu suatu masa yang mana
seseorang berjalan membawa sedekahnya maka ia tidak menjumpai orang yang mau
menerimanya. Seseorang berkata : "Seandainya kamu membawanya kemarin niscaya saya
menerimanya, adapun hari ini saya tidak membutuhkannya."
(HR: Bukhari)

1366. "Dari Aisyah ra., ia berkata : Rasulullah saw. Bersabda : "Apabila seorang isteri
memberikan makanan dari rumah suaminya dengan tidak merusakkan maka isteri itu
mendapat pahala karena memberikan itu, dan suaminya juga mendapat pahala karena
susahnya. Bagi penyimpannya seperti itu pula. Sebagian dari mereka tidak mengurangi pahala
sebagian yang lain sedikitpun."
(HR: Bukhari)

1367. "Dari Ka'b ra., ia berkata : Saya berkata kepada Rasulullahsaw. : "Wahai Rasulullah, di
antara tanda taubatku itu ialah menghabiskan seluruh hartaku untuk disedekahkan buat
kepentingan agama Allah dan Rasul-Nya. Kemudian beliau bersabda : "Tahanlah dulu
sebagian dari hartamu, sebab yang demikian itu adalah lebih baik bagimu. " Saya berkata :
"Saya masih memegang bagianku berupa harta di Kahibar."
(HR: Bukhari)

1368. "Dari Abu Hurairah ra. Dari Nabi saw., beliau bersabda : "Sebaik-baik sedekah adalah
apa yang ada dari orang kaya dan mulailah dengan orang yang menjadi tanggunganmu."
(HR: Bukhari)

1369. "Dari Hakim bin Hizam ra. Dari Nabi saw., beliau bersabda : "Tangan yang di atas
adalah lebih baik daripada tangan yang di bawah. Mulailah dengan orang yang menjadi
tanggunganmu, dan sebaik-baik sedekah adalah dari punggung orang kaya. Barangsiapa yang
berusaha menjaga diri semoga Allah memelihara dirinya, dan barangsiapa yang mohon
kekayaan kepada Allah, semoga Allah menjadikannya kaya."
(HR: Bukhari)

1370. "Dari Abdullah bin Umar ra. Bahwasanya Rasulullah saw. Bersabda di atas mimbar,
beliau menyebutkan shadakah, menjaga diri dari meminta-minta. Tangan yang di atas itu lebih
baik daripada tangan yang di bawah. Tangan yang di atas adalah yang memberikan nafkah
sedang tangan yang di bawah adalah yang minta."
(HR: Bukhari)

1371. "Dari Uqbah bin Harits ra., ia berkata : Nabi saw. Shalat Ashar dan bertindak sebagai
imam kami. Beliau menyegerakan shalatnya. Kemudian setelah selesai beliau masuk
rumahnya dan tidak lama sesudah itu lalu beliau keluar lagi. Aku bertanya (dalam suatu
riwayat disebutkan : kemudian beliau ditanya) : "Mengapa engkau tergesa-gesa?" Beliau
bersabda : "Di rumah aku meninggalkan sekeras emas yang harus disedekahkan, aku tidak
suka menginapkannya di rumahku itu. Oleh karenanya maka aku hendak mebagi-
bagikannya."
(HR: Bukhari)

1372. "Dari Ibnu Abbas ra., ia berkata : Nabi saw. Pada suatu hari raya keluar untuk
mengerjakan shalat Id, lalu beliau shalat dua raka'at dan beliau tidak melakukan shalat
sebelum saat diperintahkan dan tidak pernah melakukannya lagi -sebab sudah wafat-.
Sehabis mengerjakan shakat, kemudian beliau menengok ke tempat kaum perempuan
dan Bilal menyertai beliau. Beliau memberi nasehat kepada kaum perempuan dan
menyuruh mereka agar gemar bersedekah. Kemudian ada seorang perempuan yang
menjatuhkan gelang dan kalungnya."
(HR: Bukhari)

1373. "Dari Abu Burdah bin Abu Muda dari ayahnya ra., ia berkata : Rasulullah saw. Apabila
didatangi oleh orang yang minta atau suatu keperluan dimintakan kepada beliau, beliau
bersabda : "Tolonglah, maka kamu diberi pahala." Dan Allah menetapkan lewat lidah
Nabi-Nya akan sesuatu yang dikehendaki-Nya."
(HR: Bukhari)

1374. "Dari Asma' ra., ia berkata : Nabi saw. Bersabda kepadaku : "Janganlah kamu
menghalangi sedekah sehingga kamu dihalangi rizkimu."
(HR: Bukhari)

1375. "Dari Abadah, ia berkata : Nabi saw. Bersabda : "Janganlah kamu menghitung-hitung
maka kamu dihitung-hitung oleh Allah."
(HR: Bukhari)

1376. "Dari Asma' binti Abu Bakar ra. Bahwasanya ia datang kepada Nabi saw. Lalu beliau
bersabda : "Janganlah kamu kikir, maka Allah kikir kepadamu, berilah sesuatu menurut
kemampuanmu."
(HR: Bukhari)

1377. "Dari Hudzaifah ra., ia berkata : Umar ra. Berkata : "Adakah di antara kamu sekalian
yang halal (yakni mengingat) hadist Rasulullah saw. Tentang fitnah (cobaan)?
Hudzaifah berkata : "Aku mengatakan bahwa akulah yang hafal (ingat) hadist beliau
tentang masalah fitnah sebagimana yang disabdakan beliau." Umar berkata :
"Sesungguhnya engkau seorang yang amat berani mengenai hal ini. Jadi bagaimanakah
yang beliau sabdakan?" Aku berkata : "Fitnah (cobaan) seseorang terletak pada
keluarganya, anaknya dan tetangganya. Fitnah (cobaan) tersebut bisa dihapus dengan
mengerjakan shalat, sedekah, serta mengerjakan kebaikan." Sulaiman berkata : dalam
riwayat lain Khudzaifah berkata : "Yang dapat menghapus kesalahan yaitu shalat,
sedekah, amar ma'ruf dan nahi mungkar." Umar berkata : "Bukan itu yang
kumaksudkan, tetapi masalah fitnah (cobaan) yang menyebabkan timbulnya
kegoncangan bagaikan gelombang besar di lautan." Hudzaifah berkata : "Aku berkata
kepada Umar : "Tidak ada fitnah bagimu, wahai Amirul mu'minin, karena antara engkau
dan fitnah bagaikan pintu yang tertutup." Umar berkata : "Apakah kiranya pintu itu
tidak dapat dirusak atau dibuka?" Hudzaifah berkata : "Pintu itu dapat dirusak." Umar
berkata : "Jika pintu itu dapat dirusak tentu tidak mungkin untuk ditutup selama-
lamanya." Hudzaifah berkata : "Aku memberitahukan bahwa memang demikian
keadaannya (yakni jika sudah dirusak dan terbuka, tentu tidak dapat ditutup lagi)." Abu
Wail berkata : "Kita semua yang pada saat itu dekat dengan Umar merasa takut
menanyakan kepada Hudzaifah, lalu siapakah yang menjadi pintunya (yakni siapakah
yang sebenarnya yang memulai menimbulkan (fitnah). Kami lalu berkata kepada
Masruq : "Bertanyalah kepada Hudzaifah!" Kemudian Masruq bertanya kepada
Hudzaifah tentang siapa yang menjadi pintunya, lalu Hudzaifah berkata : "Umar." Kami
berkata lagi : "Jadi Umar telah tahu siapa yang engkau maksudkan?" Hudzaifah
berkata : "Ya. Seolah-olah tahunya bahwa sebelum besok itu nantinya akan terjadi
waktu malam dulu. Dan hal ini disebabkan aku sudah memberitahukan kepadanya suatu
uraian yang tidak mungkin salah."
(HR: Bukhari)

1378. "Dari Hakim bin Hizam ra., ia berkata : Saya berkata : "wahai Rasulullah,
bagaimanakah pendapat engkau tentang sesuatu yang saya lakukan sebagai ibadah pada
masa jahiliyah, yakni sedekah, memerdekan hamba sahaya dan silaturahim, apakah
berpahala?" Lalu Nabi saw, bersabda : "Kamu telah menyelamatkan kebaikan yang
telah lalu."
(HR: Bukhari)

1379. "Dari Aisyah ra., ia berkata : Rasulullah saw. Bersabda : "Apabila seorang perempuan
bersedekah dari makanan yang dihasilkan oleh suaminya tanpa membuat kerusakan,
maka perempuan itu mendapatkan pahala dan suaminya juga mendapat pahala karena
dia yang bekerja. Dan bagi yang menyimpan juga mendapat pahala seperti pahalanya
suami isteri itu."
(HR: Bukhari)

1380. "Dari Abu Musa ra. Dari Nabi saw., beliau bersabda : "Penyimpan yang muslim yang
terpercaya adalah orang yang melaksanakan." Barangkali beliau bersabda : "Ia
memberikan sesuatu yang diperintahkannya dengan sempurna serta jiwanya baik lalu ia
memberikannya kepada sesuatu yang diperintahkan oleh salah seorang dari dua orang
yang memberi sedekah."
(HR: Bukhari)

1381. "Dari Aisyah ra., ia berkata : Nabi saw. Bersabda : "Apabila seorang perempuan
bersedekah dari rumah suaminya tanpa membuat kerusakan, maka perempuan itu
memperoleh pahala, suaminya mendapat pahala seperti isterinya dan penyimpanan
mendapat pahala, sebab apa yang telah diusahakan oleh suaminya dan sebab apa yang
telah dinafkahkan oleh suaminya."
(HR: Bukhari)
1382. "Dari Aisyah ra. Dari Nabi saw., beliau bersabda : "Apabila seorang perempuan
bersedekah dari makanan yang dihasilkan oleh suaminya tanpa membuat kerusakan,
maka perempuan itu mendapatkan pahala dan suaminya juga mendapat pahala karena
dia yang bekerja. Dan bagi penyimpan mendapat pahala seperti pahalanya suami isteri
itu."
(HR: Bukhari)

1383. "Dari Abu Hurairah ra. Bahwasanya Nabi saw. Bersabda : "Tidak satu haripun seorang
hamba memasuki pagi harinya melainkan dua malaikat turun, salah satu dari keduanya
mendoakan : "Wahai Allah, berilah ganti kepada orang yang menginfaqkan (hartanya)"
dan yang lain mendoakan : "Wahai Allah berikanlah kehancuran kepada orang yang
menahan (infaq)." "
(HR: Bukhari)

1384. "Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Nabi saw. Bersabda : "Perumpamaan orang yang
kikir dan orang yang membelanjakan adalah seperti dua oarng yang memakai jubah dari
besi."
(HR: Bukhari)
1385. "Dari Abu Hurairah ra. Bahwasanya ia mendengar Rasulullah saw. Bersabda :
"Perumpamaan orang yang kikir dan orang yang memebelanjakan adalah seperti dua
orang yang memakai jubah besi dari susu sampai tulang selangka. Orang yang
memebelanjakan di saat ia membelanjakan, maka jubah itu bertambah atau semakin
sempurna atau memnuhi atas kulitnya sehingga jubah itu menutupi jari-jarinya dan
menghapus bekasnya, sedang orang yang kikir, setiap ia bermaksud membelanjakan
sesuatu, maka setiap lingkarannya menempel pada tempatnya, di mana ia berusaha
melonggarkan jubah itu, tetapi jubah itu tidak mau bertambah longgar."
(HR: Bukhari)

1386. "Dari Sa'id bin Abu Burdah dari ayahnya dari neneknya dari Nabi saw., beliau
bersabda : "Atas setiap muslim itu bersedekah." Maka bertanya : "Wahai Rasulullah,
bagaimanakah orang yang tidak mendapatkan (sesuatu untuk bersedekah)?" Beliau
bersabda : "Ia bekerja dengan tangannya, lalu ia manfa'atkan untuk dirinya dan
mensedekahkahnya dengan tangannya, lalu ia manfa'atkan untuk dirinya dan
mensedekahkannya." Mereka bertanya : "Jika ia tidak mendapatkan?" Beliau bersabda :
"Menolong orang yang mempunyai keperluan yang dalam kesedihan." Mereka bertanya
: "Jika tidak mendapatkannya?" Beliau bersabda : "Hendaklah ia mengamalkan
kebaikan dan menahan dari keburukan, maka sesungguhnya hal itu menjadi sedekah
baginya."
(HR: Bukhari)

1387. "Dari Ummu Athiyyah ra., ia berkata : "Dikirimkanlah sebuah kambing kepada
Nusaibah Al Anshariyah, lalu ia mengirimkan sebagian kambing itu kepada Aisyah."
maka Nabi saw. Bersabda : "Kamu mempunyai sesuatu?" Saya menjawab : "Tidak,
kecuali sesuatu yang dikrimkan oleh Nusaibah, sebagian dari kambing itu." Beliau
bersabda : "Bawalah kemari, karena telah sampai ke tempatnya!"
(HR: Bukhari)

1388. "Dari Abu Sa'id Al Khudriy ra., ia berkata : Rasulullah saw. bersabda : "Tidak ada zakat
pada onta yang di bawah lima ekor, tidak ada zakat pada apa yang di bawah lima awaq
(20 mitsqal & 200 dirham perak), dan tidak ada zakat pada apa (hasil tanaman) yang di
bawah lima wasaq (satu wasaq 60 + sha', 1 sha' + 576 gram)"
(HR: Bukhari)

1389. "Dari Anas ra. Bahwasanya Abu Bakar ra. Menulis surat kepadanya akan sesuatu yang
diperintahkan oleh Allah kepada Rasul-Nya saw. Barangsiapa yang zakatnya mencapai
bintu makhadl (onta yang umurnya masuk tahun kedua) sedang bintu makhadl itu idak
dimilikinya, dan yang dimilikinya adalah bintu labun (onta yang umurnya masuk tahun
ke tiga) maka bintu labun itu diterima, dan penarik zakat itu memberikan uang 20
dirham atau dua ekor kambing. Jika ia tidak memiliki bintu makhadl dan ia mempunyai
ibnu Labun ((anak unta jantan yang umurnya masuk tahun ke tiga) maka ibnu labun
diterima dan ia tidak mendapat apapun (dari penarik zakat)."
(HR: Bukhari)

1390. "Dari Ibnu Abbas ra., ia berkata : "Aku bersaksi bahwa Rasulullah saw. Shalat sebelum
berkhutbah, beliau mengetahui bahwa suaranya tidak dapat diperdengarkan kepada
kaum perempuan, kemudian beliau mendatangi mereka dengan disertai Bilal sambil
membeberkan bajunya. Beliau lalu memberi nasehat kepada kaum perempuan dan
menyuruh mereka supaya bersedekah, kemudian setelah mereka menyampaikan
perintahnya itu ada perempuan yang menjatuhkan benda-benda perhiasannya." Dan Abu
Ayyub memberi isyarat ke arah telinga dan kerongkongannya (yakni bahwa kaum
perempuan itu banyak bersedekah berupa giwang dan kalung)."
(HR: Bukhari)

1391. "Dari Anas ra. Bahwasanya Abu Bakar ra. Menulis surat akan sesuatu yang difardlukan
oleh Rasulullah saw. Tidak dikumpulkan orang yang memisah-misahkan dan tidak
dipisah-pisahkan orang yang mengumpulkan, karena takut zakat."
(HR: Bukhari)

1392. "Dari Anas ra. Bahwasanya Abu Bakar ra. Menulis surat kepadanya akan sesuatu yang
difardlukan oleh Rasulullah saw yaitu sesuatu yang terdiri dari dua campuran maka keduanya
diambil secara sama."
(HR: Bukhari)

1393. "Dari Abu Sa'id Al Khudryi ra, bahwasanya seorang dusun bertanya kepada Rasulullah
saw. Tentang hijrah. Beliau bersabda : "sayang kamu sesungguhnya urusan itu berat. Apakah
kamu punya onta yang akan kamu tunaikan zakatnya?" Ia menjawab : "ya." Beliau bersabda :
"Beramallah dari balik lautan, sesungguhnya Allah tidak mengurangi amalmu sedikitpun."
(HR: Bukhari)

1394. "Dari Anas ra. Bahwasanya Abu Bakar ra. Menulis surat kepadanya tentang kewajiban
zakat yang diperintahkan oleh Allah kepada Rasul-Nya saw. : "Barangsiapa yang zakatnya
mencapai jadza'ah (onta yang umurnya masuk tahun keempat) maka hiqqah (onta yang
umurnya masuk tahun keempat) itu diterima disertai dua ekor kambing jika mudah baginya,
atau 20 dirham. barangsiapa yang zakatnya mencapai hiqqah (onta yang umurnya masuk
tahun keempat), namun ia tidak mempunyai hiqqah dan ia mempunyai jadza'ah (onta yang
umurnya masuk tahun kelima) maka jadza'ah itu diterima dan penarik zakat itu memberinya
20 dirham atau 2 ekor kambing. barangsiapa yang zakatnya mencapai hiqqah dan ia
mempunyai bintu labun (onta yang umurnya masuk tahun ketiga), maka bintu labun diterima
dan juga memberikan dua ekor kambing atau 2o dirham. Barangsiapa yang zakatnya bintu
labun dan ia mempunyai hiqqah maka hiqqah itu diterima, dan penarik zakat memberinya 20
dirham atau 2 ekor kambing. Barangsiapa yang zakatnya mencapai bintu labun dan ia tidak
memiliki bintu labun, ia memiliki bintu makhadl, itu diterima disertai dengan menyerahkan
20 dirham atau 2 ekor kambing."
(HR: Bukhari)

1395. "Dari Anas ra. Bahwasanya Abu Bakar ra. Menulis surat ini kepadanya, ketika ia
mnegutusnya ke Bahrain : "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Ini adalah kewajiban zakat yang difardlukan oleh Rasulullah saw atas kaum muslimin dan
yang diperintahkan oleh Rasul-Nya. Barangsiapa dari kaum muslimin yang diminta menurut
ketentuan ini maka hendaklah ia memberikannya. barangsiapa yang diminta di atas maka
janganlah ia memberikannya. Dalam 24 ekor onta dan di bawahnya, setiap 5 ekor unta
zakatnya seekor kambing, apabila onta itu mencapai 25 ekor sampai 35 ekor, zakatnya bintu
makhadl (onta betina yang umurnya masuk tahun kedua). Apabila unta itu 36 ekor sampai
dengan 45 ekor, zakatnya seekor bintu labun (onta betina yang umurnya masuk tahun ketiga).
Apabila onta itu mencapai 61 ekor sampai 75 ekor, zakatnya adalah jadza'ah (onta yang
umurnya masuk tahun kelima). Apabila onta itu mencapai 76 ekor sampai 90 ekor, zakatnya
adalah ekor bintu labun. Apabila onta itu mencapai 91 ekor sampai 120 ekor, zakatnya 2 ekor
hiqqah. Apabila onta itu melebihi 120 ekor, setiap 40 ekor zakatnya zakatnya seekor bintu
labun, dalam setiap 50 ekor, akatnya seekor hiqqah, dan barangsiapa yang hanya memiliki 4
ekor onta, maka tidak ada zakatnya kecuali pemiliknya mau mengeluarkan. Apabila onta itu
mencapai 5 ekor, zakatnya seekor kambing. Tentang zakat kambing yang digembalakan,
apabila telah mencapai 40 ekor sampai 120 ekor, zakatnya seekor kambing. Apabila kambing
itu lebih dari 120 ekor sampai 200 ekor, zakatnya 2 ekor kambing. Apabila kambing itu lebih
dari 200 ekor sampai 300 ekor kambing, tiap 100 ekor kambing, seekor kambing. Apabila
gembalaan seseorang 40 ekor kurang seekor, ia tidak terkena zakat kecuali pemiliknya
menghendaki. Tentang perak zakatnya 1/40-nya (2 1/2) jika ia hanya memiliki 190 (mitsqal)
maka tidak dikenakan zakat sedikitpun melainkan pemiliknya mau (mengeluarkan zakatnya)."
(HR: Bukhari)

1396. "Dari Anas ra. Bahawasnya Abu Bakar menulis surat kepadanya akan sesuatu yang
diperintahkan oleh Allah kepada Rasul-Nya. Untuk zakat itu tidak dikeluarkan binatang yang
tua, buta sebelah dan pejantan kecuali yang dikehendaki oleh penarik zakat."
(HR: Bukhari)

1397. "Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Abu Bakar ra. Berkata : "Demi Allah seandainya
mereka menghalangi saya dari anak kambing yang dulu mereka tunaikan kepada Rasulullah
saw niscaya saya pergi karena pencegahannya itu." Umar berkata : "Demi Allah, hal tiu tidak
lain karena Allah telah membuka dada Abu Bakar untuk memeranginya dan saya tahu bahwa
hal tiu betul."
(HR: Bukhari)

1398. "Dari Ibnu Abbas ra. Bahwasanya Rasulullah saw. Mengutus Mu'adz ke Yaman beliau
bersabda : "Sesungguhnya kamu datang pada kaum yang ahli kitab maka pertama-tama wajib
kamu serukan kepada mereka itu ialah menyembah Allah sendiri. Jika mereka telah mengerti
(yakni berma'rifat kepada Allah), maka beritahukanlah kepada mereka bahwasanya Allah
telah memfardlukan kepada mereka shalat lima waktu dalam setiap sehari semalam. Jika
mereka mengerjakannya maka ajarkanlah kepada mereka bahwa Allah memfardlukan atas
mereka zakat di dalam harta mereka yang dipungut dari orang kaya dan dikembalikan atas
orang-orang fakir miskin mereka. Jika mereka mantaatinya maka ambillah dari mereka. Dan
takutlah kepada kemuliaan harta orang-orang."
(HR: Bukhari)

1399. "Dari Abu Sa'id Al Khudryi ra. Bahwasanya Rasulullah saw. Bersabda : "Tidak ada
zakat pada kurma di bawah 5 wasaq (satu wasaq 60 + sha', 1 sha' + 576 gram), tidak ada zakat
pada perak yang di bawah 5 awaq (20 mitsqal emas & 200 dirham perak), dan tidak ada zakat
pada onta yang di bawah 5 ekor."
(HR: Bukhari)

1400. "Dari Abu Dzarr ra., Ia berkata : Pada suatu ketika saya kembali kepada Rasulullah
saw., beliau bersabda : "Demi Dzat yang jiwaku di dalam kekuasaan-Nya - dalam riwayat lain
disebutkan : "Demi Dzat yang tiada Tuhan selain daripada-Nya." Atau menyebutkan : "Suatu
sumpah yang senada dengan lafadl tersebut di atas. Tiada seorangpun yang mempunyai onta,
sapi ataupun kambing dan ia sudah berkewajiban mengeluarkan zakat, tetapi ia tidak
menunaikan kewajibannya mengeluarkan zakat, melainkan nanti pada hari kiamat akan
didatangi oleh apa yang dimiliki itu dalam keadaan lebih besar dan lebih gemuk dari yang ada
sewaktu di dunia, lalu binatang yang dikeluarkan zakatnya itu menginjak-injak orang tersebut
dengan kuku-kuku kakinya dan menanduk dengan tanduknya. Setiap yang terakhir sudah
selesai menginjak-injak dan menanduknya, lalu dikembalikan pada rombongan yang pertama
kalinya. Keadaan demikian ini terus berlangsung sehingga diberi keputusan pengadilan dalam
hisab antara seluruh manusia."
(HR: Bukhari)
1401. "Dari Anas bin Malik ra., ia berkata : Abu Thalhah adalah orang Anshar di Madinah
yang paling banyak hartanya, yakni kurma, sedang harta yang paling dicintainya adalah
bairuha yang berhadapan dengan masjid. Rasulullah saw. Memasukinya dan minum dari
airnya yang baik. Anas berkata : Ketika turun ayat ini ; "Kamu tidak akan mmperoleh
kebajikan (yang hakiki) sehingga kamu menginfaqkan sebagian dari apa yang kamu cintai",
Abu Thalhah berangkat kepada Rasulullah saw. seraya berkata : "Wahai Rasulullah
sesungguhnya Allah Yang Maha Suci dan Maha Tinggi berfirman : "Kamu tidak akan
mmperoleh kebajikan (yang hakiki) sehingga kamu menginfaqkan sebagian dari apa yang
kamu cintai", dan sesungguhnya hartaku yang paling kusenangi adalah Bairuha', dan tanah itu
saya sedekahkan kepada Allah yang mana saya mengharap kebajikannya dan simpanannya di
sisi Allah Ta'ala, pergunakanlah wahai Rasulullah saw. menurut apa yang diberitahukan Allah
kepada engkau." Ia berkata : Maka Rasulullah saw. bersabda : "Baiklah, itu harta yang
menguntungkan, dan aku telah mendengar apa yang kamu katakan,. Menurut pendapatku
hendaknya tanah itu kamu berikan kepada sanak kerabat." Abu Thalhah berkata : "Saya
kerjakan, wahai Rasulullah." Lalu Abu Thalhah membaginya kepada kerabat-kerabatnya dan
anak-anak pamannya."
(HR: Bukhari)

1402. "Dari Abu Sa'id Al Khudriy ra., ia berkata : "rasulullah saw. Keluar pergi ke musholla
pada waktu hari raya Adlha atau fithri. Setelah beliau selesai shalat lalu beliau
menghadap orang banyak untuk memberi nasihat dan memerintahkan mereka agar
gemar bersedekah. Beliau bersabda : "Wahai sekalian manusia, bersedekahlah kamu
semua!" Kemudian beliau pergi melalui orang-orang perempuan yang barisannya ada di
belakang orang lelaki, lalu beliau bersabda : "Wahai para wanita, bersedekahlah kamu
semua, sebab sesungguhnya saya telah melihat bahwa perempuan itu adalah
kebanyakan penghuni neraka." Orang-Orang permpuan yang ada di situ sama bertanya :
"Sebab apakah mereka itu masuk nereka, wahai Rasulullah?" Beliau bersabda :
"Mereka itu suka sekali mencaci-maki dan menutup-nutupi kebaikan suami. Tidak
pernah saya mlihat manusia yang begitu kurang akal fikirannya dan kurang dalam hal
agamanya, sehingga dapat menggoyahkan hati lelaki yang berhati teguh dan sangat
besar penipuannya yang melebihi daripada salah seorang dari kamu semua, hai sekalian
kamu perempuan." setelah beliau bersabda sebagaimana di atas, beliau lalu pulang.
Ketika beliau sampai di rumahnya, datanglah Zainab isteri Ibnu Mas'ud mohon izin
kepadanya. Lalu dikatakan : "Wahai Rasulullah, ini ada Zainab." Beliau bersabda : "Ya,
izinkanlah ia." Maka ia diberi izin. ia berkata : "Wahai nabiyyullah, sesungguhnya pada
hari ini engkau menyuruh untuk bersedekah, saya mempunyai perhiasan, saya
bermaksud mensedekahkannya." Ibnu Mas'ud menduga bahwa dia dan anaknya adalah
orang yang paling berhak menerima sedekahku." Maka Nabi saw. bersabda : "benarlah
Ibnu Mas'ud suamimu, dan anakmu, merekalah orang yang paling berhak kamu beri
sedekah."
(HR: Bukhari)

1403. "Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Nabi saw. Bersabda : "Tidak ada zakat atas seorang
muslim pada kuda dan bujangnya."
(HR: Bukhari)

1404. "Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Nabi saw. Bersabda : "Tidak ada zakat atas seorang
muslim pada hamba sahayanya dan tidak ada pula pada kudanya."
(HR: Bukhari)

1405. "Dari Abu Sa'id Al Khudryi ra. Bahwasanya Nabi saw. Pada suatu hari duduk di atas
mimbar dan kami duduk di sekelilingnya. Beliau bersabda : "Sesungguhnya sebagian
dari sesuatu yang aku takuti atasmu sesudahku adalah dibukakannya bunga-bunga dan
perhiasan dunia atasmu." Seseorang berkata : "Wahai Rasulullah, apakah kebaikan itu
membawa keburukan?" Lalu Nabi saw. diam. Lalu dikatakan kepada orang itu : "Orang
itu : "Bagaimana urusanmu, kamu berbicara kepada Nabi saw., sedang beliau tidak
bersabda denganmu." Kami lihat bahwasanya wahyu turun kepada beliau. Ia berkata :
Lalu beliau mengusap keringat yang banyak. Beliau bersabda : "Manakah orang
bertanya?" seolah-olah beliau memujinya. Lalu beliau bersabda : "Kebaikan itu tidaklah
membawa keburukan. Sesungguhnya sebagian dari apa yang tumbuh pada musim semi
adalah mematikan atau menyakitkan kecuali pemakan sayur-mayur yang makan
sehingga ketika kedua lambungnya memanjang, ia menghadap ke matahari, maka
rontok, membasuh dan mewah. Sesungguhnya harta-harta itu hijauan yang manis.
Sebaik-baik milik muslim adalah sesuatu yang dapat diberikan kepada orang-orang
miskin, anak yatim, dan Ibnu Sabil (orang yang dalam perjalanan). Atau sebagaimana
yang dikatakan oleh Nabi saw. sesungguhnya orang yang mengambilnya tanpa hak
adalah seperti orang yang makan, tidak kenyang dan ia akan menjadi saksi atasnya pada
hari kiamat."
(HR: Bukhari)

1406. "Dari Zainab, isteri Abdullah, ia berkata : Saya berada dalam masjid, maka Nabi saw.
Bersabda : "Bersedekahlah, walaupun dengan pakaianmu!" Zainab bisa berbelanja
untuk Abdullah (suaminya) dan untuk anak yatim yang dipeliharanya. Dia berkata
kepada Abdullah : "Cobalah tanyakan kepada Rasulullah saw. Cukupkah apa yang saya
belanjakan untuk engkau dan yatim yang saya pelihara sebagai sedekah daripadaku?"
Abdullah berkata : "Engkau sendirilah yang bertanya kepada beliau." Kemudian saya
berangkat kepada Nabi saw., saya mendapatkan wanita Anshar di pintu yang mana
keperluannya seperti keperluanku. Bilal lewat di muka kami, lalu kami berkata :
"Apakah cukup dariku dengan memberi nafkah atas isteriku dan anak-anak yatimku
dalam kamarku?" Maka ia menanyakannya kepada beliau, lalu beliau bersabda : "ya, ia
mendapat dua pahala, yaitu pahala kerabat dan pahala sedekah."
(HR: Bukhari)

1407. "Dari Zainab binti Ummu Salamah, ia berkata : Saya berkata : "Wahai Rasulullah,
apakah saya mendapat pahala manakala saya memberi nafkah terhadap Bani Salamah
karena mereka Baniku?" Beliau bersabda : "Berilah nafkah atas mereka, bagimu pahala
dari apa yang kamu nafkahkan bagi mereka."
(HR: Bukhari)

1408. "Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Rasulullah saw. Memerintahkan zakat. Dikatakan :
Ibnu Jamil, Khalid bin Walid dan Abbas bin Abdul Muththalib mencegah atau menolak.
Maka Nabi saw. Bersabda : "Ibnu Jamil tidaklah menolak melainkan dia adalah seorang
fakir yang telah dikayakan oleh Allah dan rasul-Nya. Adapun Khalid bin Walid,
sungguh kamu menganiaya Khalid karena ia telah menahan baju-baju besi dan
peralatan-peralatan perangnya di jalan Allah. Adapun Abbas bin Abdul Muththalib,
paman Rasulullah saw., ia wajib berzakat dua kali lipat."
(HR: Bukhari)

1409. "Dari Abu Sa'id Al Khudryi ra. Bahwasanya orang-orang Anshar minta kepada
Rasulullah saw., lalu beliau memberi kepada mereka. Kemudian mereka minta kepada
beliau, lalu beliau memberi mereka sehingga habislah apa yang ada di sisi beliau. Lalu
beliau bersabda : "Di tempatku, tidak ada harta, aku tidak akan menyimpannya
terhadapmu. Barangsiapa menjaga diri, maka Allah menjaganya. Barangsiapa yang
memohon kaya kepada Allah, maka Allah menjadikannya ia kaya, dan barang siapa
yang mensabarkan diri maka Allah akan memberinya kesabaran. Tidaklah seseorang
dikaruniai pemberian yang lebih baik dan lebih luas daripada kesabaran."
(HR: Bukhari)

1410. "Dari Abu Hurairah ra. Bahwasanya Rasulullah saw. Bersabda : "Demi Dzat yang diriku
ada di tangan-Nya sungguh seseorang mengambil talinya lalu membawa kayu bakar di
atas punggungnya adalah lebih baik daripada ia datang pada seseorang lalu minta
kepadanya, di mana ia datang pada seseorang lalu minta kepadanya, di mana dia diberi
atau ditolaknya."
(HR: Bukhari)

1411. "Dari Zubair bin Awwam dari Nabi saw., beliau bersabda : "Apabila kamu menyiapkan
seutas tali, lalu pergi mencari kayu bakar, kemudian dibawanya seikat kayu di
punggungnya lalu dijualnya, dan Allah memberi kecukupan bagi keinginannya, itulah
yang lebih baik baginya daripada ia meminta-minta kepada orang banyak, diberi
ataupun ditolak."
(HR: Bukhari)
1412. "Dari Hakim bin Hizam ra., ia berkata : Saya minta kepada Rasulullah saw. Lalu beliau
memberiku, kemudian saya minta kepada beliau, lalu beliau memberiku. Kemudian
saya minta kepada beliau, lalu beliau memberiku. Kemudian beliau bersabda : "Hai
Hakim, sesungguhnya harta ini hijau dan manis. Barangsiapa yang mengambilnya
dengan jiwa dermawan, maka ia diberkahi, dan barangsiapa yang mengambilnya
dengan jiwa yang melekat (untuk mengambilnya) maka ia tidak diberkahi, ia seperti
orang makan yang tidak kenyang. Tangan yang di atas adalah lebih baik daripada
tangan yang di bawah." Hakim berkata : "Saya berkata : "Wahai Rasulullah saw., demi
Dzat yang mengutus engkau dengan haq (benar) saya tidak mengambil sedikitpun dari
orang lain setelah engkau sampai aku meninggal dunia. Abu Bakar ra. mengundang
Hakim untuk diberi, namun ia menolak untuk menerima pemberian itu. Kemudian
menolak untuk menerima pemberian itu. Kemudian Umar ra. memanggilnya untuk
diberi, namun ia enggan untuk menerimanya barang sedikitpun. Lalu Umar berkata :
"Sesungguhnya saya mempersaksikan kepada kalian wahai kaum muslimin atas Hakim
bahwasanya saya menawarkan haknya dari fa'i ini, namun ia enggan mengambilnya."
Hakim tidak mengambilnya (sesuatu) dari seseorang setelah Rasulullah saw. sehingga ia
meninggal dunia."
(HR: Bukhari)

1413. "Dari Umar bin Khaththab ra., ia berkata : Rasulullah saw. Memberitahukan pemberian
kepadaku, lalu saya berkata kepada beliau : "Berikanlah kepada orang yang lebih
memerlukannya pada saya." Beliau bersabda : "Ambillah itu, apabila ada sesuatu yang
datang kepadamu dari harta ini sedangkan kamu tidak melekat (untuk mengambinya)
dan tidak meminta maka ambillah ia. Sesuatu yang tidak (seperti itu) maka janganlah
kamu ikutkan dirimu padanya."
(HR: Bukhari)

1414. "Dari Abdullah bin Umar ra., ia berkata : Nabi saw. Bersabda : "Seseorang yang
senantiasa meminta-minta pada manusia sehingga besok pada hari kiamat datang di
wajahnya tidak ada sepotong dagingnya." beliau bersabda : "Pada hari kiamat matahari
itu dekat sehingga keringat itu sampai setengah telinga. Ketika mereka dalam keadaan
demikian, mereka minta pertolongan kepada Adam, kemudian Musa, kemudian
Muhammad saw."
(HR: Bukhari)

1415. "Dari Abu Hurairah ra. Dari Nabi saw., beliau bersabda : "Bukanlah disebut orang
miskin, jika orang itu ditolak untuk meminta sesuap makanan atau dua suap, tetapi yang
dinamakan miskin yaitu orang yang tidak mempunyai kecukupan untuk memenuhi
kebutuhannya dan ia malu jika sampai meminta kepada orang lain, atau ia tidak
meminta kepada orang secara mendesak."
(HR: Bukhari)

1416. "Dari Syi'bi, ia berkata : Saya diberi tahu oleh sekretarisnya Mughirah bin Syu'bah, ia
berkata : "Mu'awiyah menulis surat kepada Mughirah bin Syu'bah yang isinya :
"Tulislah sesuatu yang pernah engkau dengar dari Nabi saw." Lalu surat Mu'awiyah
dibalas oleh Mughirah bin Syu'bah yang isinya : Sesungguhnya Allah membenci tiga
perkara, yaitu : 1. Banyak bicara, 2. Menyia-nyiakan harta benda, dan 3. Banyak tanya
(terutama mengenai agama)."
(HR: Bukhari)

1417. "Dari Abu hurairah ra. Bahwasanya Rasulullah saw. Bersabda : "Orang miskin itu
bukanlah orang yang berkeliling pada manusia yang mana ia bertolak dari sesuap dan
dua suap, satu butir kurma dan dua butir kurma, tetapi orang miskin adalah orang yang
tidak mendapat kekayaan yang menjadikannya dia kaya dan tidak mempunyai
kecerdikan, lalu ia besedekah dengannya, dan tidak diberi lalu minta kepada manusia."
(HR: Bukhari)

1418. "Dari Abu Hurairah ra. Dari Nabi saw., beliau bersabda : "Apabila kamu menyiapkan
seutas tali, lalu pagi-pagi pergi ke gunung, kemudian mencari kayu bakar, terus menjual
dan dipergunakan untuk makan lalu ia sedekahkan, maka itulah yang lebih baik baginya
daripada ia meminta-minta kepada manusia."
(HR: Bukhari)

1419. "Dari Abu Humaid As Sa'idiy ra., ia erkata : Kami bersama Rasulullah saw. Yaitu
perang Tabuk. Ketika tiba di wadil Qura tiba-tiba ada seorang wanita di kebunnya,
maka Nabi saw. Bersabda : "Taksirlah!" Dan Rasulullah menaksir 10 wasaq. Beliau
bersabda kepadanya : "Hitunglah apa yang keluar daripadanya." Ketika kami sampai di
Tabuk beliau bersabda : "Sesungguhnya nanti malam akan berhembus angin kencang,
maka janganlah seseorang berdiri. Barangsiapa yang mempunyai onta hendaklah ia
mengikatnya", lalu kami mengikatnya. Berhembuslah angin kencang, ada seseorang
yang berdiri maka ia terlempar sampai di bukit Thayyi'. Raja telah memberi hadiah
kepada abi saw. seekor bagal (peranakan kuda dan keledai) putih, dibri pakaian kain
bergaris dan ia menjamin keamanan di (pantai) laut mereka. Ketika beliau sampai di
Wadil Qura beliau bersabda kepada wanita itu : "Kebunmu menghasilkan berapa?" ia
menjawab : 10 wasaq. Sesuai dengan taksiran Rasulullah saw. Lalu Nabi saw.
bersabda : "Sesungguhnya aku ingin segera ke Madinah. Barangsiapa di antara kalian
yang ingin segera bersamaku maka hendaklah ia mnsegerakan diri. Ketika beliau
mendaki Madinah beliau bersabda : "Ini adalah Thabah (salah satu nama Madinah)."
Ketika beliau melihat Uhud beliau bersabda : "Ini adalah bukti yang mencintai kami
dan kami cinta kepadanya. Maukah saya berikan kepadamu sebaik-baik perkampungan
Anshar? Mereka menjawab : "Ya". Beliau bersabda : "Perkampungan Bani Najjar,
kemudian perkampungan Bani Sa'idah atau perkampungan Bani Harits bin Khazraj, dan
pada masing-masing perkampungan Anshar" - yakni ada kebaikannya."
(HR: Bukhari)

1420. "Dari Salim bin Abdullah dari ayahnya ra. Dari Nabi saw., beliau bersabda : "dalam apa
yang disiram oleh langit (hujan) dan mata air irigasi (zakatnya) sepersepuluh. Sesuatu
yang disiram dengan kincir (zakatnya) adalah seperduapuluhnya (5%)."
(HR: Bukhari)

1421. "Dari Abu Sa'id Al Khudryi ra. Dari Nabi saw., beliau bersabda : "Tidak ada zakat bagi
(tanam-tanaman) yang kurang dari lima wasaq, tidak ada zakat bagi onta yang kurang
dari lima ekor, dan tidak ada zakat bagi mata uang (perak) di bawah lima uqiah."
(HR: Bukhari)

1422. "Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : "Didatangkan korma kepada Rasulullah saw. Di
masa panen. (orang) ini membawa kurmanya dan (orang) ini membawa sebagian kurmanya
sampai menjadi seonggok kurma. Hasan dan Husain ra. Mulai bermain-main dengan kurma
itu. Salah satu dari keduanya mengambil kurma dan dimasukkan ke dalam mulutnya.
Rasulullah saw. melihatnya, lalu mengeluarkan dari mulutnya, dan bersabda : "Tidakkah
kamu tahu, bahwasanya keluarga Muhammad itu tidak makan barang hasil zakat."
(HR: Bukhari)

1423. "Dari Ibnu Umar ra., ia berkata : Nabi saw. Melarang menjual buah-buahan sebelum
nyata baiknya." Ketika Nabi ditanya orang tentang apa yang dimaksud dengan baiknya, beliau
menjawab : "Hendaknya buah-buahan itu tidak bisa lagi kena penyakit."
(HR: Bukhari)

1424. "Dari Jabir bin Abdullah ra., ia berkata : "Nabi saw. Melarang menjual buah-buahan
sebelum nyata baiknya."
(HR: Bukhari)

1425. "Dari Anas bin Malik ra. Bahwasanya Rasulullah saw. Melarang menjual buah-buahan
sebelum masak. Sabda beliau : "Sehingga berwarna kemerah-merahan."
(HR: Bukhari)

1426. "Dari Abdullah bin Umar ra. Bahwasanya Umar bin Khaththab telah bersedekah kuda
untuk kepentingan fisabilillah (yakni berperang untuk semata-mata meluhurkan agama Allah).
Kemudian didapatinya kuda itu dijual orang, dan dia bermaksud hendak membelinya. Tetapi
dia pergi lebih dahulu kepada Nabi saw. meminta nasihat beliau. Nabi bersabda kepadanya :
"Janganlah engkau ambil kembali sedekahmu." Oleh sebab itu Abdullah bin Umar ra. tidak
membeli sesuatu bendapun yang telah disedekahkan olehnya, melainkan sedekah untuk
selama-lamanya."
(HR: Bukhari)

1427. "Dari Umar ra., ia berkata : Saya membawa kuda di jalan Allah, maka sesuatu yang ada
di sisinya menyia-nyiakannya. Saya ingin membelinya dan saya menduga bahwa ia
menjualnya dengan murah. Saya bertanya kepada Nabi saw., beliau bersabda : "Janganlah
kamu membelinya dan jangan pula kamu menarik (membuat) sedekahmu, jika ia
memberikannya kepadamu dengan satu dirham, maka sesungguhnya orang yang menarik
zakatnya adalah seperti orang yang menjilat muntahannya."
(HR: Bukhari)

1428. "dari Abu Hurairah ra., ia berkata : hasan bin Ali mengambil sebiji kurma dari hasil
kurma sedekah, lalu kurma itu diletakkan di mulutnya. Maka nabi saw. Bersabda : Jangan!
Jangan! Kurma itu supaya diambil kembali." Kemudian beliau bersabda : "Apakah engkau
tidak mengerti bahwa kita (yakni keluarga Muhammad) ini tidak diperkenankan makan
barang hasil sedekah?"
(HR: Bukhari)

1429. "Dari Ibnu Abbas ra. Ia berkata : Nabi saw. Mendapat kambing mati yang diberikan
oleh maula perempuan milik Maimunah ra. Dari zakatnya. Nabi saw. Bersabda : "Hendaklah
kalian manfaatkan kulitnya." Mereka menjawab : "Itu sudah mati." Beliau bersabda : "Yang
haram adalah memakannya."
(HR: Bukhari)

1430. "Dari Aisyah ra. Bahwasanya dia bermaksud membeli (seorang hamba sahaya bernama)
barirah untuk dimerdekakan. Si penjual membuat syarat bahwa perwalian (al wala' =
hubungan kefamilian) tetap berada di tangannya. Aisyah menceritakan hal itu kepada Nabi
saw. Maka Nabi saw. bersabda : "Belilah hamba sahaya itu. Sesungguhnya perwalian berada
di tangan orang yang dimerdekakan." Aisyah berkata : "Tidak lama kemudian Nabi saw.
diberi daging. Lalu kukataka kepada beliau bahwa daging ini disedekahkan orang untuk
Barirah." Beliau bersabda : "Kalau untuk Barirah berarti sedekah, dan kalau untuk kita berarti
hadiah."
(HR: Bukhari)

1431. "Dari Ummu Athiyyah Al Anshariy ra., ia berkata : Pada suatu ketika, Nabi saw. Masuk
ke rumah Aisyah ra. Lalu beliau bertanya : "Adakah kamu sedia makanan?" Aisyah berkata :
"Tidak! Kecuali daging yang dikirimkan Nusaibah, dari domba yang engkau sedekahkan
kepadanya." Nabi saw. bersabda : "Sesungguhnya sedekah itu telah sampai ke tempatnya."
(HR: Bukhari)

1432. "Dari Anas ra. Bahwasanya Nabi saw. dibawa kepada beliau saw. Daging zakat yang
diberikan untuk Barirah. Beliau bertsabda : "daging itu zakat atasnya, dan bagi kami
hadiah."
(HR: Bukhari)

1433. "Dari Ibnu Abbas ra. Bahwasanya Nabi saw. Mengutus Muadz ke Yaman beliau
bersabda : "Ajaklah mereka kepada persaksian bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah
dan sesungguhnya aku adalah utusan Allah. Jika mereka mentaati hal itu, maka
ajarkanlah kepada mereka bahwasanya Allah telah menfardlukan kepada mereka shalat
lima waktu dalam setiap sehari dan semalam. Jika mereka mentaatinya maka ajarkanlah
kepada mereka bahwa Allah menfardlukan atas mereka zakat di dalam harta yang
dipungut dari orang kaya mereka dan dikembalikan atas orang-orang fakir miskin
mereka. Jika mereka telah mengikuti, maka berhati-hatilah terhadap kekayaan yang
mereka anggap mulia. Dan takutlah terhadap doa orang yang teraniaya, karena antara
dia dan Allah tak ada tabir."
(HR: Bukhari)

1434. "Dari Abdullah bin Abu Aufa ra., ia berkata : Apabila Nabi saw. Didatangi suatu kaum
yang membawa zakat mereka, beliau bersabda : "wahai Allah, berilah rahmat atas
keluarga Fulan." Ayahku membawa zakatnya lalu beliau bersabda : "Wahai Allah
berilah rahmat atas kelaurga Abu Aufa."
(HR: Bukhari)

1435. "Dari Abu Hurairah ra. Dari Nabi saw. Bahwasanya seorang laki-laki dari Bani Israil
minta kepada sebagian Bani Israil untuk meminjaminya sebanyak seribu dinar, lalu
uang itu diberikan kepadanya, ia keluar ke laut, namun ia tidak menjumpai kendaraan.
Lalu ia mengambil kayu, kayu itu dilubanginya, kemudian uang 1000 dinar itu
dimasukkan ke dalamnya, lalu kayu itu dilempar ke laut, yang dulu menghutangkan
uangnya keluar. Tiba-tiba ia mendapatkan kayu, lalu kayu itu diambil untuk istrinya
sebagai kayu bakar. Maka ia menuturkan hadist ini. Ketika membelah kayu itu, ia
mendapatkan harta bendanya."
(HR: Bukhari)

1436. "Dari Abu Hurairah ra. Bahwasanya rasulullah saw. Bersabda : "Luka binantang itu sia-
sia, sumur itu sia-sia, harta tambang itu sia-sia, dan rikaz itu zakatnya seperlimanya
(20%)."
(HR: Bukhari)

1437. "Dari Abu Humaid As Sa'idiy ra., ia berkata : Rasulullah saw. membuat amil seorang
laki-laki dari Asad atas zakat Bani Sulaim yang dipanggil Abdul Lutabiyah, ketika ia
datang maka ia memperhitungkannya."
(HR: Bukhari)

1438. "Dari Anas ra. Bahwasanya ada beberapa orang dari Urainah sama melalui Madinah.
Mereka oleh Rasulullah saw. Diberi kelonggaran menggunakan onta hasil sedekah
untuk diminum air susunya dan air kencingnya. Tetapi mereka membunuh penggembala
onta, sedangkan onta-onta itu digiring dan dibawa pergi. Kemudian Rasulullah saw.
mengirimkan pasukan. Setelah mereka didatangkan di hadapan beliau, lalu dipotonglah
tangan-tangan dan kaki-kaki mereka, dipaku mata mereka dan dibiarkan telentang di
batu-batuan yang hitam dan panas sekali sambil menggigit batu-batuan. "
(HR: Bukhari)

1439. "Dari Abas bin Malik ra., ia berkata : Saya berpagi-pagi pergi kepada Rasulullah saw.
Dengan Abdullah bin Abu Thalhah untuk menetapkannya, maka saya memberinya,
dengan sempurna, di samping ada besi pengecap untuk mengecap onta zakat."
(HR: Bukhari)

1440. "Dari Ibnu Umar ra., ia berkata : Rasulullah saw. Mewajibkan zakat fitrah satu sha'
(satu sha' = 4,1 mud = 576 gram) kurma atau satu sha' gandum atas setiap hamba dan
orang merdeka, baik laki-laki, perempuan, kecil maupun besar dari kalangan kaum
muslimin, dan beliau menyuruh agar zakat fitrah itu ditunaikan sebelum orang-orang
keluar untuk shalat (Idul Fitri)"
(HR: Bukhari)

1441. "Dari Ibnu Umar ra. Bahwasanya Rasulullah saw. Mewajibkan zakat fitrah satu sha'
kurma atau satu sha' gandum atas setiap orang merdeka atau hamba sahaya, baik laki-
laki atau perempuan dari kalangan kaum muslimin."
(HR: Bukhari)

1442. "Dari Abu Sa'id ra., ia berkata : Kita (kaum muslimin) memberi makanan sebagai zakat
sebanyak satu sha' dari gandum"
(HR: Bukhari)

1443. "Dari Abu Sa'id Al Khudryi ra. Ia berkata : "Kami mengeluarkan zakat fitrah satu sha'
dari makanan, atau satu sha' dari gandum atau satu sha' dari kurma, atau satu sha' dari keju
atau satu sha' dari kismis."
(HR: Bukhari)

1444. "Dari Abdullah ra., ia berkata : Nabi saw. memerintahkan supaya membayar zakat fitrah
satu sha' dari kurma atau satu sha' dari gandum. Abdullah berkata : "Orang banyak
menyamakan (satu sha' itu) dengan dua mud gandum yang paling baik."
(HR: Bukhari)

1445. "Dari Abu Sa'id Al Khudryi ra., ia berkata : "Kami kaum muslimin memberikan zakat
fitrah pada zaman Nabi saw. Itu satu dari bahan makanan pokok atau satu sha' dari kurma atau
satu sha' dari gandum atau satu sha' dari kismis (yakni anggur kering). Ketika Mu'awiyah
datang di Makkah dan harga menjadi murah, maka ia berkata : "Aku berpendapat bahwa satu
mud dari hinthah (gandum) ini dapat dijadikan imbangannya dua mud dari biji-bijian yang
lain."
(HR: Bukhari)

1446. "Dari Ibnu Umar ra. Bahwasanya Nabi saw. memerintahkan untuk mengeluarkan zakat
fitrah sebelum orang-orang keluar untuk shalat 'Id. Dari Abu Sa'id Al Khudryi ra., ia berkata :
"Pada masa Rasulullah saw. Kami mengeluarkan satu sha' makanan pada hari raya Fitrah.
Pada waktu itu makanan kami adalah gandum, anggur kering, keju, dan korma."
(HR: Bukhari)

1447. "Dari Ibnu Umar ra., ia berkata : Rasulullah saw. Mewajibkan zzakat fitrah (atau beliau
mengatakan : zakat Ramadlan) kepada laki-laki dan perempuan merdeka dan hamba sahaya,
satu sha' kurma atau satu sha' gandum. Kemudian orang banyak menyamakan satu sha'
gandum itu dengan setengah gandum yang baik. Ibnu Umar pernah memberikan kurma untuk
membayar zakat fitrahnya. Pada suatu ketika orang-orang Madinah sulit untuk memperoleh
kurma, lantas dibayarnya dengan gandum. Ibnu Umar membayar zakat fitrah untuk anak-anak
dan orang dewasa. Sehingga jika ada, anak-anak pun dibayarkannya langsung kepada orang
yang berhak menerimanya. Dan biasanya pula, orang banyak membayarkannya satu atau dua
hari sebelum hari raya fitri."
(HR: Bukhari)

1448. "dari Ibnu Umar ra., ia berkata : Rasulullah saw. menfardlukan zakat fitrah satu sha'
dari gandum, atau satu sha' dari kurma atas orang yang muda dan tua, orang merdeka dan
hamba sahaya."
(HR: Bukhari)

1449. "Dari Abdullah bin Abbas ra., ia berkata : Fadhl bin Abbas mengiringi Rasulullah saw.
Datanglah seorang wanita dari Khats'am. Fadhl melihat kepadanya dan wanita itu melihat
Fadhl. Mulailah Nabi saw. Mengalihkan wajah Fadhl ke samping lain, wanita itu berkata :
"Wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah mewajibkan hamba-Nya untuk hajji. Ayahku terkena
fardlu itu namun ia sudah tua bangka, tidak kuat bepergian. Apakah saya menghajikannya?
Beliau menjawab : "Ya", demikkian itu pada Haji Wada'."
(HR: Bukhari)

1450. "Dari Ibnu Umar ra. Berkata : "Saya melihat Rasulullah saw. Mengendarai
kendaraannya di Dzul Hulaifah, kemudian beliau membaca talbiyah dengan suara keras
sehingga kendaraan itu berdiri tegak."
(HR: Bukhari)

1451. "Dari Jabir bin Abdullah ra., bahwasanya Rasulullah saw. memulai ihram dari Dzul
Hulaifah, yaitu ketika beliau telah siap berada di atas kendaraan beliau."
(HR: Bukhari)

1452. "Dari Aisyah ra. bahwasanya Nabi saw. menyuruh saudara lelaki Aisyah yaitu
Abdurrahman agar menyertai pergi berumrah. Abdurrahman mengajaknya berumrah
dari Tan'im, dan membawa saudaranya perempuan itu di atas kendaraan onta
diboncengkan di belakangnya. Umar ra. bekata : "Perhatikanlah dengan sesaat perihal
perjalanan untuk mengerjakan ibadah haji, sebab sesungguhnya hajji itu adalah salah
satu di antara dua macam jihad."
(HR: Bukhari)

1453. Dari Anas ra. bahwasanya Rasulullah saw. Hajji di atas kendaraan dan itu pula yang
membawa harta benda beliau.
(HR: Bukhari)

1454. "Dari Aisyah ra., ia berkata : "Wahai Rasulullah, engkau telah umrah tetapi saya belum.
Kemudian Rasulullah saw. Bersabda kepada Abdurrahman : "Wahai Abdurrahman,
pergilah umrah dengan saudaramu, mulailah dari Tan'im." Abdurrahman pergi dengan
Aisyah menunggang seekor unta (Abdurrahman di muka dan Aisyah di belakang)
langsung mengerjakan umrah."
(HR: Bukhari)

1455. "Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Nabi saw. Ditanya : "Amal apakah yang lebih
utama?" Beliau bersabda : "Iman kepada Allah dan Rasul-Nya." Ditanyakan :
"Kemudian apa?" Beliau bersabda : "Berjuang di jalan Allah." Ditanyakan : "Kemudian
apa?" Beliau bersabda : "Hajji yang mabrur (baik)."
(HR: Bukhari)

1456. "Dari Aisyah Ummul Mu'minin ra. bahwasanya ia berkata : "Wahai Rasulullah, kami
berpendapat jihad (berjuang) atau berperang itu seutama-utama amal, apakah kami tidak
berjihad?" Beliau bersabda : "Tidak, bagi kalian, jihad yang paling utama adalah hajji
mabrur."
(HR: Bukhari)

1457. "Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Saya mendengar Nabi saw. Bersabda : "Barangsiapa
yang hajji karena Allah, ia tidak rafats(menggauli isteri atau berkata keji), tidak fasiq
(melanggar batas-batas syara') maka ia pulang seperti hari dilahirkan oleh ibunya."
(HR: Bukhari)

1458. "Dari Zuhair, ia berkata : "Saya diberitahu oleh Zaid bin Jubair bahwasanya ia
mendatangi Abdullah bin Umar ra. Di rumahnya. Abdullah itu mempunyai sebuah
tempat peristirahatan berupa kemah dan dikelilingi oleh pagar di sekitarnya, kemudian
setelah bertemu saya bertanya kepadanya tentang dari mana boelhnya saya mengerjakan
umrah. Ia berkata : "Rasulullah saw. memfardlukan umrah itu untuk penghuni Najad
yaitu Qarnul Manazil, untuk penghuni Madinah Dzul Hulaifah dan untuk penduduk
Syam atau Plaestina yaitu Juhfah."
(HR: Bukhari)

1459. "Dari Ibnu Abbas ra., ia berkata : Penduduk Yaman itu sama pergi hajji dan mereka
tidak menyiapkan bekal apapun untuk perjalanan mereka, bahkan mereka berkata :
"Kita semua bertawakkal kepada Allah." Jadi apabila mereka telah datang di Makkah,
lalu mereka meminta-minta kepada orang banyak. Kemudian Allah Ta'ala menurunkan
ayat yang berbunyi : "WATAZAWWADUU FA INNA KHAIRAZZAADIT TAQWAA"
(Berbekallah, dan seseungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa)."
(HR: Bukhari)

1460. "Dari Ibnu Abbas ra., ia berkata : "Sesungguhnya Nabi saw. Bersabda : Sesungguhnya
Nabi saw. Memberi batas bagi penduduk Madinah pada Dzul Hulaifah, penduduk Syam
di Juhfah, penduduk Najd di Qarnul Manazil, penduduk Yaman di Yalamlam. Mereka
yang tinggal di tempat-tempat (batas) itu mulai dari situ dan juga orang lain yang
datang ke tempat itu yang mau hajji dan umrah. Barangsiapa yang di bawah itu maka
dari tempat ia berangkat, sehingga penduduk Makkah mulai Makkah."
(HR: Bukhari)

1461. "Dari Abdullah bin Umar bahawasanya Rasulullah saw. Bersabda : "Penduduk Madinah
memulai ihram dan talbiyahnya dari Dzul Hulaifah dan penduduk Syam dari Al Juhfah
dan orang Najd dari Qarnul Manazil." Abdullah berkata : "Aku mendengar juga Nabi
saw. bersabda : "dan orang Yaman dari Yalamlam."
(HR: Bukhari)
1462. "Dari Ibnu Abbas ra., ia berkata : Rasulullah saw. Telah menetapkan tempat mulai
berihram hajji atau umrah, yaitu bagi orang Madinah dari Dzul Hulaifah, bagi penduduk
Syam dari Al Juhfah, orang Najed dari Qarnul Manazil, orang Yaman dari Yalamlam,
itu semua bagi mereka dan bagi orang-orang yang dari tempat-tempat itu walaupun
bukan penduduk tempat itu, yang akan ihram hajji atau umrah. Adapun orang-orang
yang tempatnya lebih dekat ke Makkah dari tempat-tempat itu maka ihramnya dari
tempat tinggalnya, begitu juga ahli (penduduk) Makkah berihram dan talbiyah dari
Makkah."
(HR: Bukhari)

1463. "Dari Salim bin Abdullah dari ayahnya ra., ia berkata : Saya mendengar rasulullah saw.
Bersabda : "Tempat permulaaan ihramnya ahli Madinah itu Dzul Hulaifah dan tempat
permulaannya ahli Syam itu Mahyamah yakni Juhfah dan untuk ahli Najed ialah Qarnul
Manazil." Ibnu Umar ra. berkata : "Orang-orang sama meyakinkan bahwasanya Nabi
saw. bersabda sebagaimana berikut ini- namun aku sendiri tidak mendengarnya - :
"Adapun tempat permulaan ihramnya ahli Yaman itu adalah Yalamlam."
(HR: Bukhari)

1464. "Dari Ibnu Abbas ra. Bahwasanya Nabi saw. Telah menetapkan tempat mulai berihram
hajji atau umrah, yaitu bagi orang Madinah dari Dzul Hulaifah, bagi penduduk Syam
Yaman dari Yalamlam bagi ahli Najed dari Qarnul Manasih itu semua bagi mereka dan
bagi orang-orang yang dari tempat itu walaupun bukan penduduk tempat itu, yang akan
ihram hajji atau umrah. Adapun orang-orang yang tempatnya lebih dekat ke Makkah
dari tempat-tempat itu maka ihramnya dari tempat tinggalnya, begitu juga ahli
(penduduk) Makkah berihram dan talbiyah dari Makkah."
(HR: Bukhari)

1465. "Dari Ibnu Abbas ra. Bahwasanya Nabi saw. Memberi tugas bagi penduduk Madinah
pada Dzul Hulaifah, penduduk Syam di Juhfah, penduduk Najd di Qarnul Manazil,
penduduk Yaman di Yalamlam. Mereka yang tinggal di tempat-tempat (batas) itu mulai
dari situ dan orang lain yang datang ke tempat itu yang mau hajji dan umrah.
Barangsiapa yang di bawah itu maka dari tempat dia berangkat, sehingga penduduk
Makkah mulai Makkah."
(HR: Bukhari)

1466. "Dari Ibnu Umar ra., ia berkata : "Setelah kedua negeri ini (Kuffah dan Bashrah)
menyerah, mereka datang kepada Umar dan berkata : "Wahai Amirul mu'minin,
sesungguhnya Rasulullah saw. Telah menentukan Qarn untuk tempat ihram orang-orang
dari Najd. Tetapi Qarn itu terlalu jauh dari jalan kami. kalau kami pergi ke Qarn lebih
dahulu, agak menyulitkan bagi kami." Umar berkata : "Telitilah tempat yang sejajar
dengan Qarn itu di jalan yang kamu lalui. Maka ditetapkannya Dzatul Iraq untuk
mereka."
(HR: Bukhari)

1467. Dari Abdullah bin Umar ra bahwasanya Rasulullah saw menderumkan (kendaraan
beliau) di Bath-hah di Dzul Hulaifah lalu beliau shalat di sana. Abdullah bin Umar ra
mengerjakan hal itu.
(HR: Bukhari)

1468. "Dari Abdullah bin Umar ra. Bahwasanya Rasulullah saw. Keluar dari jalan Syajarah
dan masuk ke jalan Mu'arras. Sesungguhnya Rasulullah saw. Apabila berangkat ke
Makkah, beliau shalat di masjid Syajarah, dan apabila beliau pulang maka beliau shalat
di Dzul Hulaifah di Bathnul Wadi, dan bermalam sehingga pagi."
(HR: Bukhari)

1469. "Drai Ibnu Umar ra. Ia berkata : Saya mendengar Rasulullah saw. Di Wadil Aqiq
bersabda : "tadi malam datang kepadaku utusan dari Tuhanku, ia berkata : "Shalatlah di
lembah yang diberkahi ini, dan katakanlah Umrah dalam hajji (ihram dan hajji bersama-
sama)."
(HR: Bukhari)

1470. "Dari Salim bin Abdullah dari ayahnya ra. Dari Nabi saw., ia berkata : Nabi saw. Pernah
menerima wahyu ketika beliau melalui jalan Mu'arras dalam lembah di Dzul Hulaifah.
Diwahyukan kepada beliau : "Sesungguhnya engkau sedang berada di Bath-ha' yang
berkah." Salim pernah menghentikan kendaraan yang berupa unta bersama-sama
dengan kami untuk mencari tempat pemberhentian yang Abdullah juga pernah mencari
Mu'arras (tempat berhentinya) Rasulullah saw. Letaknya ialah di bagian bawah dari
masjid yang ada di pertengahan lembah yang ada di antara mereka waktu itu dengan
jalan, yakni di pertengahan antara kedua tempat yang disebutkan itu atau antara orang-
orang itu dengan jalan."
(HR: Bukhari)
1471. "Dari Ya'la ra., ia berkata kepada Umar ra. : "Tunjukkanlah kepadaku akan Nabi saw.
Ketika mendapat wahyu." Ia berkata : "Ketika Nabi saw., di Ji'ranah beliau bersama
sekelompok para sahabat, datanglah seorang laki-laki, orang itu berkata : "Wahai
Rasulullah, bagaimana pendapat engkau tentang seorang laki-laki yang ihram untuk
umrah lalu dia mengoleskan minyak harum. Nabi saw. diam sesaat, lalu datanglah
wahyu, Umar ra. mengisyaratkan kepadaku, maka saya datang dan di atas kepala
rasulullah saw. ada kain yang telah diselubungkan, maka saya memasukkan kepalaku,
tiba-tiba wajah Rasulullah saw. merah padam dan terengah-engah, kemudian berkurang
sedikit demi sedikit. Kemudian beliau bersabda : "Di manakah orang yang bertanya
tentang Umrah?" Didatangkanlah seorang laki-laki, lalu beliau bersabda : "Basuhlah
minyak harum yang ada padamu, dan berbuatlah dalam umrahmu seperti yang kamu
perbuat dalam hajjimu." Saya (Ibnu Jarir yakni salah seorang yang meriwayatkan hadist
ini) berkata kepada Atha' : "Apakah Nabi saw. menghendaki supaya seluruh tubuh dan
pakaiannya bersih dari wangi-wangian ketika beliau menyuruh orang tadi membasuh
tiga kali tempat-tempat yang terkena wangi-wangian tadi?" Atha' berkata : "Ya."
(HR: Bukhari)
1472. "Dari Sa'id bin Jubair, ia berkata : Ibnu Umar ra. Itu mengenakan wangi-wangian
dengan minyak, lalu hal itu kuberitahukan kepada Ibrahim yakni tentang perbuatan Ibnu
Umar itu sebab ia akan mengerjakan ihram, Ibrahim berkata : "Jika engkau tidak
menyetujui itu, maka bagaimanakah pendapat engkau perihal ucapan Ibnu umar yang
menyatakan : "Aku diberitahu oleh Aswad dari Aisyah ra., ia berkata : "Seakan-akan
aku dapat melihat mengkilatnya minyak harum di atas dahi Nabi saw. ketika beliau
berihram."
(HR: Bukhari)

1473. "Dari Aisyah ra, isteri Nabi saw., ia berkata : "Saya memberi minyak harum kepada
Rasulullah saw. Untuk ihram ketika beliau berihram, dan untuk bertahallul sebelum
beliau thawaf di Baitullah."
(HR: Bukhari)

1474. "Dari Salim dari ayahnya ra., ia berkata : Saya mendengar Rasulullah saw. Membaca
Talbiyah dengan suara keras dengan menempelkan sedikit kain di kepalanya."
(HR: Bukhari)

1475. "Dari Salim bin Abdullah bahwasanya ia mendengar ayahnya berkata : "Rasulullah saw.
Tidaklah membaca Talbiyah dengan suara keras melainkan dari sisi masjid, yakni
masjid Dzul Hulaifah."
(HR: Bukhari)

1476. "Dari Abdullah bin Umar ra. Bahwasanya seorang lelaki bertanya : "Wahai Rasulullah,
pakaian apakah yang tidak boleh dipakai oleh seorang berihram?" beliau bersabda :
"Tidak boleh memakai gamis (kemeja), serban, celaa, songkok (kopiah) dan sepatu boot
(yang dapat menutupi mata kaki) kecuali jika seorang tidak mempunyai sandal, mata
kaki, juga kalian tidak boleh memakai sesuatu yang dicelup dengan za'faran atau wars
(yakni sejenis tumbuh-tumbuhan kuning serupa wijen berbau harum, digunakan untuk
mencelup baju, terdapat di negeri Yama)."
(HR: Bukhari)

1477. "Dari Ibnu Abbas ra. Bahwasanya Usamah mengiringi Nabi saw. Dari Arafh sampai
Musdalifah, kemudian ia mengiringkan Fadhl dari Muzdalifah ke Mina. Ia berkata :
"Nabi saw. Selalu membaca Talbiyah dengan suara keras sehingga beliau melempar
jumrah Aqabah."
(HR: Bukhari)

1478. "Dari Ibnu Abbas ra., ia berkata, Nabi saw. Berangkat dari Madinah setelah bersisir,
berminyak rambut dan beliau mengenakan kain dan selendang beliau. Beliau dan para
sahabat tidak melarang sedikitpun dari selendang dan kain kecuali yang dicelup dengan
Za'faran yang mana Za'faran itu melekat di kulit. |Beliau masuk pagi di Dzul Hulaifah
dan beliau mengendarai kendaraan beliau, sehingga beliau tinggal di Baida'. Beliau dan
para shahabat membaca Talbiya, dan beliau mengalungi onta beliau. Demikian itu lima
hari akhir Dzul Qa'dah, lalu beliau tiba di Makkah selama 4 malam di Dzul Hijjah, lalu
beliau tidak bertahallul karena onta beliau, karena beliau telah mengalunginya.
Kemudian beliau singgah di daerah atas Makkah di Hajun di mana beliau membaca
Talbiyah untuk hajji dan beliau tidak mendekati Ka'bah setelah Thawaf di sana sehingga
beliau pulang dari Arafah dan menyuruh para shahabat untuk thawaf di Baitullah dan
(sa'i) antara Shafa dan Marwah. Mereka mencukur sebagian kepala mereka, kemudian
bertahallul. Demikian itu bagi yang tidak membawa onta yang dikalungi, dan bagi
orang yang bersama isterinya maka isterinya itu halal baginya dan halal juga harum-
haruman serta pakaian."
(HR: Bukhari)

1479. "Dari Anas bin Malik ra., ia berkata : "Nabi saw. Shalat di Madinah Zhuhur empat
raka'at dan shalat Ashar di Dzul Hulaifah dua raka'at. Kemudian beliau bermalam di
Dzul Hulaifah itu sehingga waktu pagi harinya masih juga di Dzul Hulaifah. Setelah
beliau menaiki kendaraannya sehingga kendaraan itu betul-betul siap untuk berangkat,
lalu beliau memulai mengerjakan ihram."
(HR: Bukhari)

1480. "Dari Anas bin Malik ra. Bahwasanya Nabi saw. Shalat Zhuhur ampat raka'at di
Madinah dan shalat Ashar di Dzul Hulaifah dua raka'at. Abu Qilabah berkata : "Aku
meyakinkan bahwa beliau bermalam di Dzul Hulaifah sehingga waktu pagi harinya."
(HR: Bukhari)

1481. "Dai Anas ra., ia berkata : "Nabi saw. Pernah shalat Zhuhur di Madinah empat raka'at
dan shalat Ashar di Dzul Hulaifah dua raka'at (qashar). Dan aku mendengar mereka
(mengucapkan talbiyah) dengan suara keras, pada hajji dan umrah."
(HR: Bukhari)
1482. "Dari Abdullah bin Umar ra. Bahwasanya talbiyah Rasulullah saw. :
LABBAIKALLAHUMMA LABBAIKA LABBAIKA LAA SYARIIKA LAKA
LABBAIKA INNAL HAMDA WANNI'MATA LAKA WAL MULKA LAA SYARIIKA
LAK" (Kami penuhi penggilan-Mu, kami penuhi panggilan-Mu, kami penuhi
panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, kami penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala
puji dan eknikmatan bagi-Mu, dan kerajaan (bagi-Mu) tiada sekutu bagi-Mu)."
(HR: Bukhari)

1483. "Dari Anas ra., ia berkata : Rasulullah saw. Dan kami shalat Zhuhur empat raka'at di
Madinah dan shalat Ashar dua raka'at di Dzul Hulaifah. Kemudian beliau bermalam di
sana sampai pagi. Kemudian beliau berkendaraan sehingga ketika kendaraan itu sampai
di Baida', beliau memuji Allah, membaca Tasbih dan bertakbir, kemudian beliau
membaca Talbiyah untuk hajji dan umrah, dan seluruh manusia membaca Talbiyah
untuk hajji dan umrah. Ketika kami datang, beliau menyuruh manusia, maka mereka
bertahallul sehingga pada hari Tarwiyah mereka membaca talbiyah untuk hajji, dan
Nabi saw. menyembelih beberapa ekor onta dengan tangan beliau sambil berdiri. Di
Madinah Rasulullah saw. menyembelih dua ekor kibasy yang gemuk."
(HR: Bukhari)

1484. "Dari Ibnu Umar ra., ia berkata : "Nabi saw. Memulai ihram di waktu kendaraannya
telah siap berangkat dan telah berdiri tegak."
(HR: Bukhari)

1485. "Dari Nafi', ia berkata : Ibnu Umar ra. Apabila telah selesai mengerjakan shalat waktu
pagi (yakni Shubuh) di Dzul Hulaifah, lalu menyuruh menyediakan kendaraannya terus
disediakan untuk bepergian, kemudian menaikinya. Manakala kendaraannya itu telah
siap berangkat dengannya, iapun menghadaplah ke arah kiblat sambil ia berdiri di atas
kendarannya. Kemudian ia membaca Talbiyah sehingga sampailah di tanah Haram.
Kemudian ia berhenti talbiyah, sehingga apabila beliau berdekatkan kepada Dzi Thuwa
beliau bermalam di sana. Ketika beliau shalat Shubuh, beliau mandi dan menduga
bahwasanya Rasulullah saw. melakukan hal itu."
(HR: Bukhari)

1486. "Dari Nafi' ra., ia berkata : Apabila Ibnu Umar ra hendak pergi ke Makkah, lebih dahulu
dia memakai minyak yang tidak harum. Kemudian dia pergi ke masjid Al Hulaifah lalu
shalat. Sesudah itu ia naik kendaraan, ketika dia telah sempurna duduk di atas
kendaraannya yang sedang berdiri, ia pun mulai ihram. Kemudian ia berkata :
"Beginilah saya lihat yang dilakukan oleh Nabi saw."
(HR: Bukhari)

1487. "Dari Mujahid ra., ia berkata : "Pada suatu ketika kami berada di dekat Ibnu Abbas, dan
orang banyak berbicara menganai dajjal : di antara mereka ada yang mengatakan bahwa
dia akan datang dengan kata-kata "kafir" tertulis antara kedua matanya. Ibnu Abbas
berkata : "Aku tidak pernah mendengarnya dari Nabi saw., tetapi aku pernah mendengar
beliau bersabda : "Adapun Musa seolah-olah saya melihat kepadanya, ketika beliau
turun di lembah maka beliau membaca Talbiyah."
(HR: Bukhari)

1488. "Dari Aisyah isteri Nabi saw., ia berkata : Kami keluar bersama Nabi saw. Dalam hajji
Wada', dan kami berihram umrah (niat umrah), kemudian Nabi saw. Bersabda : "Siapa
yang membawa hadi (ternak yang akan disembelih di haram Makkah), hendaknya
berihram hajji di samping umrah. Kemudian tidak boleh tahallul kecuali jika telah
selesai keduanya. Maka aku tiba di Makkah sedang haidl, maka aku tidak dapat thawaf
di Ka'bah juga tidak sa'i anatara Shafa dan Marwah, maka aku mengeluh pada Nabi
saw. Maka sabda Nabi saw. kepadaku : Lepaskan kondemu dan siisr rambutmu lalu
anda niat ihram hajji dan tinggalkan umrah, maka aku kerjakan, kemudian ketika telah
selesai hajji Nbi saw. mengirim aku bersama Abdurrahman bin Abu Bakar ke Tan'iem
maka aku ihram umrah, maka Nabi saw. bersabda : "Ini gantinya umrahmu yang bubar
itu. Aisyah ra. berkata : Maka orang-orng yang ihram umrah sesudah tawaf dan sa'i di
antara Shafa dan Marwah bertahallul, kemudian mereka thawaf lagi sesudah kembali
dari Mina. Adapun yang menggabungkan hajji dan umrah, maka mereka hanya thawaf
satu kali."
(HR: Bukhari)
1489. "Dari Ibnu Jarir, ia berkata : Atha' berkata : Jabir berkata : "Nabi saw. Menyuruh Ali ra.
(yakni sewaktu tiba di Makkah dari Yaman dan ia membawa wahyu) supaya menetapi
ihramnya itu (yakni sebagaimana ihramnya Nabi saw.)"
(HR: Bukhari)

1490. "Dari Anas bin Malik ra., ia berkata : Ali ra. Mendatangi Nabi saw. Setibanya dari
Yaman, lalu beliau bertanya : "Dengan cara bagaimanakah kamu berihram?" Ia
menjawab : "Dengan cara berihram yang dkerjakan oleh Nabi saw." Kemudian tentulah
aku melakukan tahallul." Muhammad bin Bakr menambahi dari Juraij : "Nabi saw.
bertanya : "dengan cara bagaimanakah engkau melakukan ihram, wahai Ali?" Ia
menjawab : "Dengan cara berihram yang dikerjakan oleh Nabi saw." Selanjutnya beliau
bersabda : "Sembelihlah hadyu dan tetaplah sebagai seorang yang melakukan ihram
seperti yang kamu lakukan sekarang ini."
(HR: Bukhari)

1491. "Dari Abu Musa ra., ia berkata : Nabi saw. Mengutus saya kepada kaumku di Yaman.
Saya datang, dan beliau di Batha', beliau bersabda : "Dengan apakah kamu membaca
talbiyah?" Saya berkata : "Saya membaca talbiyah seperti talbiyah Nabi saw." Beliau
bersabda : "Apakah ada petunjuk bersamamu?" Saya menjawab : "Tidak". Beliau
menyuruh saya, lalu saya thawaf di Baitullah, dan (sa'i) dari Shafa dan Marwah,
kemudian beliau menyuruh saya, lalu saya bertahallul. Saya mendatangi seorang wanita
dari kaumku, ia menyisir saya, atau mencuci kepalaku, datanglah (mada kekhalifahan)
Umar ra. lalu ia berkata : "Jika kita mengambil kitab Allah, sesungguhnya dia
memerintah kita dengan sempurna. Allah Ta'ala berfirman : "Sempurnakanlah hajji dan
umrah itu karena Allah." Jika kita mengambil sunnah Nabi saw. sesungguhnya beliau
tidak bertahallul sehingga beliau menyembelih binatang korban."
(HR: Bukhari)
1492. "Dari Aisyah ra., ia berkata : Kami berangkat bersama Rasulullah saw. Pada bulan-
bulan hajji, malam-malam hajji dan ihram hajji. Kami singgah di Shafa, ia berkata :
"Beliau keluar kepada para shahabat dengan bersabda : "barangsiapa di antaramu yang
tidak mempunyai binatang hidyah dan ia suka untuk menjalankan umrah maka
hendaklah ia melakukannya, dan barangsiapa yang mempunyai binatang hidyah maka
tidak usah." Aisyah berkata : "Ada orang yang melakukannya dan ada orang yang
meninggalkannya dari para sahabat. Aisyah berkata : Adapun rasulullah saw. dan
beberapa sahabat adalah orang-orang kuat. Mereka mempunyai hidyah namun mereka
tidak kuasa untuk berumrah. Kemudian Rasulullah datang kepadaku dan aku sedang
menangis. Beliau bertanya : "Kenapa engkau menangis, wahai Aisyah?" Saya berkata :
Saya mendengar sabda engkau kepada para sahabat, sedangkan saya berhalangan
mengerjakan umrah." Beliau bertanya : "Memangnya engkau kenapa?" Saya berkata :
"Aku tidak shalat." Beliau bersabda : "Tidak mengapa. Engkau adalah wanita di antara
sekian banyak anak cucu adam. Allah memikulkan kewajiban kepadamu, sama seperti
yang dipikulkannya kepada para wanita lainnya. Teruskanlah hajjimu, semoga Allah
memberi kelapangan bagimu." Aisyah berkata : "Kami berangkat pada masa hajji itu,
hingga sampai di Mina aku telah suci. Kemudian aku berangkat dari Mina, lalu Thawaf
keliling Ka'bah. Sesudah itu aku berangkat bersama-sama dengan beliau pada nafar
yang akhir, hingga sampai di Muhasshab kami pun berhenti. Beliau memanggil
Abdurrahman bin Abu Bakar, lau beliau bersabda kepadanya : "Pergilah dengan
saudaramu dari Tanah Haram supaya ia ihram untuk umrah. Sesudah selesai datanglah
segera kemari, aku menunggu sampai engkau datang." Maka pergilah kami berdua,
sehingga aku dapat menyelesaikan ihramku untuk umrah beserta thawaf. Setelah itu aku
kembali kepada beliau pada waktu sahur. Beliau bertanya : "Apakah engkau sudah
selesai?" Saya berkata : "Sudah." Lalu beliau memberitahu kepada para sahabat untuk
berangkat, maka berangkatlah rombongan kami menuju Madinah."
(HR: Bukhari)

1493. "Dari Aisyah ra., ia berkata : Kami berangkat bersama Nabi saw. Dan kami tidak
berpendapat melainkan kepergian itu untuk berhajji. Ketika kami tiba, kami thawaf di
Baitullah. Lalu Nabi saw. Memerintahkan : "Barangsiapa yang tidak menggiring
binatang hidyah hendaklah ia bertahallul. Maka bertahallullah orang yang tidak
menuntun binatang hidyah sedang isteri-isterinya juga tidak menuntunnya maka mereka
(wanita) itu bertahallul. Shafiyah berkata : "Gerangan apakah yang menjadikan saya
tidak berpendapat kecuali menahan mereka. Beliau bersabda dengan tenggorokan yang
terserang sakit : "Apakah kamu tidak thawaf pada hari nahar (penyembelihan binatang
korban)?" Aisyah berkata : "Saya menjawab : "Ya"> Beliau bersabda : "Tidak mengapa,
berangkatlah ke Makkah". Aisyah lalu berkata : "nabi saw. menemui aku dan di waktu
itu beliau sedang mulai pergi dari Makkah, sedangkan aku mulai datang kembali ke
Makkah."
(HR: Bukhari)

1494. "Dari Aisyah ra., ia berkata : Kami berangkat bersama Rasulullah saw. Pada tahun hajji
Wada', sebagian dari kami ada pula yang membaca talbiyah untuk hajji dan umrah,
sebagian dari kami ada yang membaca talbiyah untuk hajji dan Rasulullah saw.
Membaca talbiyah untuk hajji. Barangsiapa yang membaca talbiyah untuk hajji atau
mengumpulkan antara hajji dan umrah maka mereka tidak bertahallul sehingga hari
nahr (penyembelihan binatang korban)."
(HR: Bukhari)

1495. "Dari Utsman ra. Bahwasanya ia melarang Mut'ah (tamattu'), dan (melarang) untuk
mengumpulkan antara keduanya (hajji dan umrah), ketika ia melihat Ali ra.
(melakukan) demikian, ia (Utsman) membaca talbiyah untuk keduanya (hajji dan
umrah). Kami penuhi panggilan-Mu untuk hajji dan umrah. Ia (Utsman) berkata : "saya
tidak meninggalkan sunnah Nabi saw. karena perkataan seseorang."
(HR: Bukhari)

1496. "Dari Ibnu Abbas ra., ia berkata : "Mereka berpendapat bahwa umrah itu dalam bulan-
bulan hajji termasuk seburuk-buruk keburukan di bumi dan mereka menjadikan bulan
Muharram pada bulan Shafar dan mereka mengatakan : "Jika luka sudah sembuh, dan
bekas (Hajji) telah tiada dan bulan Shafar telah lewat maka halallah umrah itu bagi yang
berumrah, Nabi saw. dan para sahabat tiba pada pagi tanggal empat dengan membaca
talbiyah untuk berhajji. Beliau menyuruh mereka untuk menjadikannya sebagai umrah.
Maka hal itu dianggap urusan di kalangan mereka, dan mereka bertanya : "Wahai
Rasulullah, manakah yang halal?" Beliau berabda : "Halal seluruhnya."
(HR: Bukhari)

1497. "Dari Abu Musa ra., ia berkata : Saya datang ke tempat Nabi saw., kemudian beliau
menyuruh ia supaya bertahallul saja sebab tidak mendapat hadyu."
(HR: Bukhari)

1498. "Dari Hafshah isteri Nabi saw. Bahwasanya ia berkata : "Wahai Rasulullah saw.,
bagaimanakah keadaan manusia yang bertahallul dari umrah, sedang engkau tidak
bertahallul dari umrah?" Beliau bersabda : "Sesungguhnya aku menempelkan kain di
kepalaku, aku mengalungi binatang hidyahku dan aku tidak bertahallul sehingga aku
menyembelih binatang kurban."
(HR: Bukhari)

1499. "Dari Syu'bah, ia berkata : Aku diberitahu oleh Abu jamrah, yaitu Nashr bin Imran Adl
Dluba'iy, ia berkata : Suatu ketika saya mengerjakan tamattu', lalu orang-orag sama
melarang saya dari bertamattu', lalu ia memerintahkan dengannya. Orang itu berkata :
Saya bermimpi, seolah-olah ada seseorang berkata kepadaku : "saya mempunyai Hajji
dan umrah yang diterima." Ia erkata : "saya memberitahukannya kepada Ibnu Abbas ra.
lalu ia berkata : "Sunnah Nabi saw." Kemudian ia meneruskan kata-katanya : "saya
persilakan engkau bermukim di tempatku ini, sebab saya hendak memberikan sebagian
dari hartaku kepada engkau". Syu'bah berkata kepada Abu Jamrah : "Mengapa engkau
hendak berbuat sedemikian itu yakni memberikan sebagian harta engkau kepadaku?" Ia
(Abu Jamrah) berkata : "Karena adanya impian yang kulihat itu."
(HR: Bukhari)

1500. "Dari Jabir bin Abdullah ra. Bahwasanya ia berhajji bersama Nabi saw. Pada hari beliau
menggiring onta bersamanya, dan mereka telah membaca talbiyah untuk hajji Ifrad.
Beliau bersabda kepada mereka : "Bertahallullah dari ihrammu dengan thawaf di
baitullah dan (Sa'i) antara Shafa dan Marwah : bercukurlah kemudian berdiamlah
dengan halal (tidak ihram) sehingga pada hari tarwiyah maka bacalah talbiyah untuk
hajji, dan jadikanlah apa yang telah terdahulu sebagai tamattu'!" Mereka bertanya :
"bagaimanakah kami menjadikannya sebagai tamattu'? padahal kami telah menyebutnya
hajji?" Beliau bersabda : "Lakukanlah apa yang aku perintahkan kepadamu. Seandainya
aku tidak menggiring binatang hidyah niscaya aku kerjakan seperti apa yang aku
perintahkan kepadamu. Tetapi ihram itu tidak menghalalkan bagiku sehingga hidyah itu
sampai di tempatnya", maka mereka mengerjakannya."
(HR: Bukhari)

1501. "Dari Sa'id bin Al Musayyab ra., ia berkata : "Ali dan Utsman ra. Berbeda pendapat
mengenai hal tamattu'. Pada saat itu beliau berdua ada di Usfan. Maka Ali berkata
kepada Utsman : "Engkau ini agaknya tidak ada yang dikehendaki kecuali hendak
melarang pada suatu persoalan yang dilakukan oleh Nabi saw. Di waktu Ali mengetahui
hal itu (yakni apa yang dlarang oleh Utsman perihal tamattu') lalu Ali mulai
mengerjakan ihram untuk hajji dan umrah secara bersamaan waktunya."
(HR: Bukhari)
1502. "Dari Jabir bin Abdullah ra., ia berkata : "Kami datang bersama Rasulullah saw. Dan
kami mengucapkan talbiyah, yaitu : LABBAIKALLAHUMMALABBAIK" (Kami
penuhi panggilan-Mu, kami penuhi panggilan-Mu) dengan tujuan hajji, lalu Rasulullah
saw. Memerintahkan kepada kami semua untuk umrah lalu kami bertalbiyah dengan
tujuan umrah."
(HR: Bukhari)

1503. "Dari Imran ra., ia berkata : Kami lakukan tamattu' pada masa Rasulullah saw., dan Al
Qur'an turun. Seseorang berkata dengan pendapatnya akan apa yang dikehendakinya."
(HR: Bukhari)

1504. "Dari Ibnu Abbas ra. Bahwasanya ia ditanya tentang mengerjakan haji tamattu', lalu ia
berkata : "Kaum Muhajirin, Anshar dan isteri Nabi saw. Berihram pada waktu beliau
mengerjakan hajji wada' dan kami telah berihram. Setelah kami datang di Makkah, lalu
Rasulullah saw. bersabda : "Jadikanlah ihrammu itu untuk mengerjakan hajji dan
umrah, melainkan orang yang membawa hadyu. Setelah tiba di makkah, kami pun terus
mengerjakan thawaf mengelilingi Ka'bah, juga bersa'i antara Shafa dan Marwah dan
kami menyetubuhi isteri-isteri kami, juga mengenakan pakaian yang berjahit. " Nabi
saw. bersabda : "barangsiapa yang membawa hadyu, maka tidak bolehkan yakni tidak
halallah mengerjakan semua yang dilarang dalam waktu selama berihram, sehingga
hadyu itu datang di tempatnya yakni di Mina lalu disembelih. Kemudian pada sore
harinya hari Tarwiyah beliau memerintahkan kepada kami melakukan hajji. Manakala
kami telah selesai melaksanakan semua ibadah hajji dari Makkah, lalu kami datang di
Makkah itu, kemudian berthawaf mengelilingi Baitullah, juga bersa'i antara Shafa dan
Marwah. Dengan demikian sempurnalah hajji kami dan kami diwajibkan menyembelih
hadyu. Ini adalah sebagaimana firman Allah Ta'ala : "FAMASTAISARA MINAL
HADYI FAMAN LAM YAJID FASHIYAAMU TSALAATSATI AYYAAMI FIL HAJJI
WASAB'ATIN IDZAA RAJA'TUM" (Wajiblah ia menyembelih) korban yang mudah
didapat. Tetapi jika ia tidak menemukan (binatang korban atau tidak mampu), maka
wajib berpuasa tiga hari dalam masa hajji dan tujuh hari (lagi) apabila kami telah
pulang kembali. Hadyu itu cukup seekor kibas. Maka orang banyak sama
mengumpulkan dua macam ibadah dalam satu tahun yaitu hajji dan umrah. Sebab
sesungguhnya Allah menfirmankannya dalam kitab-Nya dan diperkokohkan oleh
sunnah Nabi-Nya saw. Hal yang demikian ini diperkenankan untuk segala orang selain
penghuni Makkah. Dalam hal ini Allah telah berfirman : "DZAALIKA LIMAN LAM
YAKUN AHLUHU HADLIRIL MASJIDIL HARAAMI" (Demikian itu (kewajiban
membayar fidyah) bagi orang-orang yang kelurganya tidak berada (di sekitar masjidil
haram (orang-orang yang bukan penduduk kota Makkah)). Adapun bulan-bulan hajji
yang disebutkan oleh Allah Ta'ala yaitu : Syawal, Dzul Qa'dah dan Dzul Hijjah. Maka
barangsiapa yang mengerjakan tamattu' dalam bulan-bulan di atas, maka wajiblah
membayar dam atau berpuasa."
(HR: Bukhari)

1505. "Dari Nafi', ia berkata : Ibnu Umar ra. Apabila memasuki tanah suci di bagian pertama-
tama masuknya, ia menghentikan bacaan talbiyah, kemudian bermalam di Dzi Thuwa,
lalu mengerjakan shalat Subuh dan mandi. Ia memberitahukan bahwasanya Nabi saw.
mengerjakan demikian itu."
(HR: Bukhari)

1506. "Dari Ibnu Umar ra., ia berkata : "Nabi saw. Bermalam di Dzi Thuwa sehingga pagi lalu
masuk ke makkah, demikian pula Ibnu Umar berbuat."
(HR: Bukhari)

1507. "Dari Ibnu Umar ra., ia berkata : "Biasa Rasulullah saw. Masuk Makkah dari bagian
atas dan keluar dari bagian bawah."
(HR: Bukhari)

1508. "Dari Ibnu Umar ra. Bahwasanya Rasulullah saw. Masuk ke Makkah dari kada' dari
Tsaniyatil Ulya di Bath-ha', dan beliau keluar dari Tsaniyatis Sufla."
(HR: Bukhari)

1509. "Dari Aisyah ra. Bahwasanya Nabi saw. Ketika masuk kota Makkah masuk dari bagian
atas, dan keluar dari sebelah bawah."
(HR: Bukhari)

1510. Dari Aisyah ra. Bahwasanya Nabi saw. Pada waktu fathu Makkah (pembebasan
Makkah) masuk dari Kada' dan keluar dari kada' bagian atas dari kota Makkah.
(HR: Bukhari)

1511. "Dari Aisyah ra. Bahwasanya Nabi saw. Pada waktu fathu Makkah (pembebasan
Makkah) masuk dari Kada' bagian atas dari kota Makkah. Hisyam berkata : Urwah
memasuki Makkah dari kedua tempat itu, yaitu Kada' dan Kudan, namun sebagian
banyak ia masuk dari Kada'. Sebab inilah tempat yang terdekat dari rumahnya."
(HR: Bukhari)
1512. "Dari Urwah, ia berkata : Nai saw. Masuk Makkah pada hari pembebasan dari Kada',
yaitu tempat yang tinggi di makkah. Adapun Urwah maka sebagian banyak yang
dimasuki ialah dari Kada' dan inilah tempat yang terdekat dari rumah kediamannya."
(HR: Bukhari)

1513. "Dari Wuhaib, ia berkata : Kami diberitahu oleh Hisyam dari ayahnya, ia berkata :
"Nabi saw. Memasuki makkah pada hari pembalasan dari Kada' dan Urwah masuk dari
kedua tempat itu, namun sebagian besar ia memasukinya dari Kada'. Sebab itulah
tempat yang terdekat ke rumah tempat tinggalnya."
(HR: Bukhari)

1514. "Dari Jabir bin Abdullah ra., ia berkata : "Ketika Ka'bah sedang diperbaiki (yaitu
sebelum masa kerasulan), Nabi saw. Turut mengangkut batu bersama-sama dengan
Abbas. Abbas berkata kepada Nabi saw. : "Ikatkanlah sarung engkau di kuduk engkau."
Sementara itu Nabi saw. terjatuh dengan matanya terbelalak. Nabi saw.
bersabda : :"Bawalah sarungku kemari!" Lalu beliau mengikatkannya kembali. "
(HR: Bukhari)

1515. "Dari Aisyah isteri Nabi saw. Bahwasanya Rasulullah saw. Bersabda kepadanya :
"Tidakkah anda memperhatikan ketika kaummu membangun Ka'bah mereka
mengurangi dari asas bangunan Nabi Ibrahim as. Maka aku tanya : Wahai Rasulullah,
apakah tidak engkau kembalikan kepada asas Nabi Ibrahim as.? Beliau bersabda :
"Andaikan tidak karena kaummu baru melepaskan kekafirannya pasti aku laksanakan."
Abdullah bin Umar berkata : Jika benar Aisyah ra. mendengar sabda nabi saw.
sedemikian, maka saya rasa Rasulullah saw. tidak menyentuh dua rukun di hijir Ismail,
tidak lain karena bangunan Ka'bah tidak sempurna menurut asas bangunan nabi Ibrahim
as."
(HR: Bukhari)

1516. "Dari Aisyah ra., ia berkata : Saya bertanya kepada Nabi saw. Tentang dinding, apakah
termasuk baitullah? Beliau bersabda : "Ya." Saya bertanya : "Mengapakah mereka tidak
memasukkannya ke Baitullah?" Beliau bersabda : "Sesungguhnya kaummu
pembelanjaannya terbatas." Saya bertanya : "Mengapakah keadaan pintunya itu tinggi?"
Beliau bersabda : "Itulah kaummu, agar dapat memasukkan orang yang dikehendaki
dan mencegah orang yang dikehendaki. Seandainya tidak karena kaummu baru saja dari
masa jahiliyah sehingga aku khawatir hati mereka mengingkari, maka aku masukkan
dinding itu ke Baitullah dan aku tempelkan pintunya ke bumi."
(HR: Bukhari)

1517. "Dari Aisyah ra., ia berkata : Rasulullah saw. Berkata kepadaku : "Andaikata tidak
karena kaummu masih baru melepaskan kekafirannya, maka pasti aku akan
membongkar Ka'bah, kemudian aku bangun di atas asas bangunan Nabi Ibrahim as.
Sebab bangsa Quraisy mengurangi bangunannya dan memberi jalan (pintu) di
belakang."
(HR: Bukhari)

1518. "Dari Aisyah ra. Bahwasanya Nabi sa. Bersabda : "Seandainya tidak karena kaumku
baru saja dari masa jahiliyah, niscaya aku perintahkan tentang baitullah untuk
dirobohkan lalu aku masukkan apa yang telah mereka keluarkan dari padanya, dan aku
tempelkan dengan bumi serta aku buat dua pintu timur dan barat, maka aku sampai pada
dasar (pokok bangunan) Ibrahim."
(HR: Bukhari)

1519. "Dari Ibnu Abbas ra., ia berkata : Rasulullah saw. Bersabda pada hari dibebaskannya
kota makkah : "Sesungguhnya negeri ini dijadikan negeri suci oleh Allah, tidak boleh
dipotong-potongkan, tidak boleh dikejutkan binatang buruannya dan tidak boleh
dianggap barang temuan apa-apa yang ditemukan di situ, kecuali bagi orang yang
berkehendak akan memberitahukannya kepada orang banyak."
(HR: Bukhari)

1520. "Dari Usamah bin Zaid ra. Bahwasanya ia berkata : ?Wahai Rasulullah saw., di
manakah engkau tinggal di kampung engkau Makkah?? Beliau bersabda : ?Apakah Aqil
meninggalkan tempat tinggal atau rumah, di mana Aqil itu mewarisi Abu Thalib. Yang
mewarisi adalah ia (Aqil) dan Thalib. Ja?far dan Ali ra. Tidaklah mewarisi karena
keduanya beragama Islam, sedang Aqil dan Thalib adalah kafir.Umar bin Khaththab ra.
Berkata : ?Orang mukminun itu tidak dapat menerima warisan dari orang kafir.? Ibnu
Syihab berkata : ?Orang-orang mentakwilkan (yakni memberikan pengertian yang
tetap, namun seringkali salah) mengenai firman Allah : ?INNALLADZIINA
AAMANUU WAHAAJARUU WAJAAHADUU BI-AMWAALIHIM WA
ANFUSIHIM FII SABILLILLAH WALLADZIINA AU WANASHARUU ULAIKA
BA?DHAHUM AULIYAAU BA?DH WALLADZIINA AAMANUU WALAM
YUHAAJIRUU MAA LAKUM MIN WALAAYATIHIM MIN SYAI-IN HATTA
YUHAAJIRUU WA INIS TANSHARUUKUM FIDDIINI FA?ALAIKUMUN
NASHRU ILAA ?ALAA QAUMIN BAINAKUM WABAINAHUM MIITSAAQUN
WALLAAHU BIMA TA?MALUUNA BASHIIRUN? (Sesungguhnya orang-orang yang
beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan
orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertolongan (kepada orang-orang
muhajirin), mereka itu satu sama lain lindung-melindungi. Dan (terhadap) orang-orang
yang beriman, tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban sedikit pun atasmu
melindungi mereka, sebelum mereka berhijrah. (Akan tetapi) jika mereka meminta
pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib
memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah ada perjanjian antara kamu
dengan mereka. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (Al Anfal : 72)
(HR: Bukhari)

1521. "Dari Abu Hurairah ra., ia berkata Rasulullah saw. Bersabda ketika datang di
Makkah : ?Tempat kediaman kami besok insya Allah di perkampungan Kinanah, yaitu
golongan yang sama mengadakan perjanjian antara yang satu dengan lainnya untuk
tetap menjadi kafir.?"
(HR: Bukhari)
1522. "Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Nabi saw. Bersabda sejak esok hari Nahar (yakni
hari raya Kurban) dan pada saat itu beliau berada di ina : ?Tempat kita besok insya
Allah di lembah Bani Kinanah di mana mereka bersumpah atas kekafiran? yakni di
tanah yang berkerikil itu. Demikian itu bahwasanya suku Quraisy dan Kinanah
bersumpah terhadap Bani Hasyim dan Bani Muththalib untuk tidak mengawini dan
berjual beli sampai mereka berserah diri kepada Nabi saw.?" "Firman Allah Ta?ala : ?
Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang takwa ialah (seperti
taman). mengalir sungai-sungai di dalamnya; buahnya tak henti-henti, sedang
naungannya (demikian pula). Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertakwa;
sedang tempat kesudahan bagi orang-orang kafir ialah neraka. Orang-orang yang telah
Kami berikan kitab kepada mereka bergembira dengan kitab yang diturunkan
kepadamu, dan di antara golongan-golongan (Yahudi dan Nasrani) yang bersekutu, ada
yang mengingkari sebahagiannya. Katakanlah: "Sesungguhnya aku hanya diperintah
untuk menyembah Allah dan tidak mempersekutukan sesuatu pun dengan Dia. Hanya
kepada-Nya aku seru (manusia) dan hanya kepada-Nya aku kembali". Dan demikianlah,
Kami telah menurunkan Al Qur'an itu sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa
Arab. Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengetahuan
kepadamu, maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu terhadap
(siksa) Allah. (Ibrahim : 35-37)" "Firman Allah Ta?ala : Allah telah menjadikan
Kakbah, rumah suci itu sebagai pusat (peribadatan dan urusan dunia) bagi manusia, dan
(demikian pula) bulan Haram, had-ya, qalaid. (Allah menjadikan yang) demikian itu
agar kamu tahu, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa
yang ada di bumi dan bahwa sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (Al
Maidah : 97)"
(HR: Bukhari)

1523. ". Dari Abu Hurairah ra. Dari Nabi saw., beliau bersabda : ?Orang yang mempunyai dua
pasukan dari Habsyi merusakkan Ka?bah.?"
(HR: Bukhari)

1524. "Dari Aisyah ra., ia berkata : Mereka berpuasa pada bulan Asyura sebelum
difardlukannya (puasa) Ramadlan. Pada suatu hari Ka'bah itu ditutupi. Ketika Allah
menfardlukan Ramadlan, Rasulullah saw. bersabda : "Barangsiapa yang mau berpuasa,
maka berpuasalah dan barangsiapa yang mau meninggalkannya maka tinggalkanlah."
(HR: Bukhari)

1525. "Dari Abu Sa'id Al Khudriy ra. dari Nabi saw., beliau bersabda : "Baitullah sungguh
akan dipakai untuk berhajji dan umrah setelah kelaurnya Ya'juj dan
Ma'juj."Abdurrahman mengatakan dari Syu'bah, ia berkata : "Tidak akan terjadi hari
kiamat itu sehingga ibadah hajji tidak dikerjakan lagi."
(HR: Bukhari)

1526. "Dari Abu Wail, ia berkata : Saya pernah duduk bersama Syaibah di atas kursi di dalam
ka'bah, lalu ia berkata : "Kursi ini pernah diduduki oleh Umar ra., kemudian ia berkata :
"benar-benar aku mempunyai maksud tidak akan membiarkan di Ka'bah ini sesuatu
yang berupa benda kuning dan tidak juga yang berwarna putih (yakni emas dan perak),
melainkan kedua benda itu tentu akan kubagi-bagikan." Saya berkata : "seseungguhnya
kedua sahabatmu (yakni Nabi saw. dan Abu Bakar ra.) tidak pernah bermaksud
melakukan itu." Umar kemudian berkata : "Kedua orang itu adalah orang-orang yang
menjadi ikutanku (yakni aku mengikuti selalu akan jejak keduanya)."
(HR: Bukhari)

1527. "Dari Aisyah ra.,ia berkata : Nabi saw. Bersabda : ?ka?bah itu akan diperangi oleh
tentara, tetapi mereka itu lalu ditenggelamkan dalam bumi (yakni di Baida?, suatu
tempat antara Makkah dan Madinah).?"
(HR: Bukhari)

1528. "Dari Ibnu Abbas ra. Dari Nabi saw., beliau bersabda : ?Seolah-olah saya di bait itu
berjalan dengan menjauhkan tumit (dari tanah) yang mengangkat satu batu satu batu.?"
(HR: Bukhari)

1529. "Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Rasulullah saw. Bersabda : ?Orang yang
mempunyai dua pasukan dari Habasyi merusakkan Ka?bah.?"
(HR: Bukhari)

1530. "Dari Umar ra. Bahwasanya ia datang ke hajar Aswad, lalu ia menciumnya seraya
berkata : ?sunguh saya mengetahui bahwasanya kamu adalah batu yang tidak
memadlaratkan dan tidak memberi manfaat. Seandainya saya tidak melihat Rasulullah
saw. Menciummu niscaya saya tidak menciummu.?"
(HR: Bukhari)

1531. "Dari Salim dari ayahnya bahwasanya ia berkata : Rasulullah saw. Memasuki Baitullah
dan juga Usamah bin Zaid, Bilal dan Utsman bin Thalhah, kemudian mereka menutup
pintu Ka?bah. Setelah mereka membuka kembali pintunya, maka akulah orang yang
pertama masuk ke dalam. Aku menemui Bilal, kemudian menanyakan kepadanya : ?
Apakah Rasulullah saw. Shalat di antara dua buah tiang Yamani??"
(HR: Bukhari)
1532. "Dari Ibnu Umar ra. Bahwasanya ia apabila memasuki Ka?bah berjalan ke arah jurusan
muka jika memasuki Ka?bah dan menjadikan pintu Ka?bah di jurusan punggung di
waktu berjalannya, sehingga antara dirnya dengan dinding yang ada di hadapannya
dekat sekali kira-kira tiga hasta, kemudian shalat menghadapi tempat yang
ditunjukkannya oleh Bilal bahwa Rasulullah shalat di situ. Namun bagi siapapun tidak
mengapa kalau ia shalat di dalam Ka?bah itu lalu menghadap ke jurusan Baitullah
maupun yang ia kehendaki."
(HR: Bukhari)

1533. "Dari Abdullah bin Abu Aufa ra., ia berkata : Rasulullah saw. Berumarh. Beliau thawaf
di Baitullah, shalat dua raka?at di belakang Maqam, dan beliau bersama-sama orang-
orang yang menutupinya. Seorang laki-laki berkata kepadanya : ?Apakah Rasulullah
saw. Masuk ke Ka?bah?? Ia menjawab : ?Tidak?."
(HR: Bukhari)

1534. "Dari Ibnu Abbas ra., ia berkata : Sesungguhnya ketika Rasulullah saw. Tiba (di
Makkah) enggan masuk ke Baitullah karena di dalamnya ada berhala-berhala, lalu
beliau memerintahkannya maka berhala-berhala itu dikeluarkan. Mereka keluarkan
patung Ibrahim dan Ismail yang sedang meemgang panah untuk berundi. Rasulullah
saw. bersabda : "Semoga Allah mengutuk mereka, demi Allah mereka mengetahui itu,
lalu beliau masuk ke Baitullah, maka beliau bertakbir di selruh penjurunya, namun tidak
sholat di dalamnya."
(HR: Bukhari)

1535. "Dari Ibnu Abbas ra., ia berkata: Rasulullah saw dan para sahabat datang, maka orang-
orang musryik berkata: Ia berani atasmu karena mereka telah dilemahkan oleh demam
Yastrib. Lalu Nabi saw. Meminta mereka untuk berlari kecil pada tida tempat yang
mulia dan untuk berjalan di antara dua rukun, dan beliau tidak mencegah mereka untuk
berlari kecil seluruhnya selain mengekalkan atas mereka"
(HR: Bukhari)

1536. "Dari Salim dari ayahnya ra., berkataL "Saya melihat Rasulullah saw ketika datang ke
Mekkah menyentuh rukun Al Aswad pada pertama kalinya beliau thawaf dan beliau
menyempatkan tiga thawaf dari tujuh (thawaf)"
(HR: Bukhari)

1537. "Dari Ibnu Umar ra., ia berkata: Nabi saw. Melakukan sa'i dengan tiga kali berlari kecil
dan berjalan biasa sebanyak empat kali dalam melakukan hajj dan umrah."
(HR: Bukhari)

1538. "Dari Umar bin Khaththab ra., ia berkata kepada rukun (yakni hajar aswad):
"Sebenarnya demi Allah, sesungguhnya aku ini niscayalah mengetahui bahwa kamu itu
sebetulnya adalah batu yang tidak dapat memberi bahaya dan tidak dapat pula
memberikan kemanfaatan apa-apa. Andaikata aku tidak melihat Nabi saw. menjabat
tangannya, tentu aku tidak akan menjabat tanganku padamu. Selanjutnya Umar ra.
menjabat tangannya pada hajar aswad itu. Kemudian ia berkata: "Bagaimanakah bagi
kami dengan berjalan cepat (dalam thawaf)? Kami hanya melihatnya pada orang-orang
musyrik padahal telah dihancurkan oleh Allah." Kemudian Umar berkata: "Sesuatu
yang diperbuat oleh Nabi saw. maka kami tidak senang untuk meninggalkannya."
(HR: Bukhari)

1539. "Dari Ibnu Umar ra., ia berkata: Saya tidak meninggalkan menyentuh dua rukun ini
dalam waktu yang sulit dan mudah sejak saya melihat Nabi saw. Menyentuhnya."Aku
(yakni Ubaidullah) berkata kepada Nafi': "Apakah Ibnu Umar berjalan antara kedua
rukun itu?" Ia menjawab; "Ibnu Umar hanyalah berjalan biasa (yakni tidak berlari kecil)
agar supaya lebih mudah baginya untuk menjabat itu."
(HR: Bukhari)

1540. "Dari Ibnu Abbas ra., ia berkata: "Nabi saw. Thawaf pada hajji Wada' di atas onta, dan
beliau menyentuh rukun dengan tongkat yang melengking."
(HR: Bukhari)

1541. "Dari Salim bin Abdullah dari ayahnya ra., ia berkata: "Saya tidak pernah melihat Nabi
saw. Menyentuh Ka'bah selain dua sudut Yamani."
(HR: Bukhari)
1542. "Dari Zaid bin Aslam dari ayahnya, ia berkata: Saya melihat Umar bin Khaththab
mencium hajar aswad dan berkata: " Andaikata aku tidak melihat sendiri Rasulullah
saw. Mencium kamu, pasti aku tidak akan menciummu."
(HR: Bukhari)

1543. "Dari Zubair bin Arabiy, ia berkata: Ada seorang laki-laki bertanya kepada Ibnu umar
tentang menyentuh Hajar (Aswad) Ia menjawab: "Saya melihat Rasulullah saw.
Menyentuh dan menciumnya." Orang itu bertanya: "Bagaimanakah pendapatmu jika
saya terdesak, bagaimana pendapatmu jika saya kalah?" Ia berkata: "Jadikanlah,
bagaimanakah pendapatmu tentang sunnah? Karena saya melihat Rasulullah saw.
menyentuh dan menciumnya. "Maksudnya ikutilah Sunnah Rasul itu = pen)."
(HR: Bukhari)

1544. "Dari Ibnu Abbas ra., ia berkata: "Nabi saw. Thawaf di Baitullah dengan menaiki seekor
onta. Setiap datang di tempat rukun, beliau memberikan syarat kepadanya."
(HR: Bukhari)

1545. "Dari Ibnu Abbas ra., ia berkata: Nabi saw. Pernah thawaf di Ka'bah dengan
mengendarai onta. Setiap beliau melewati satu sudut, beliau memberi isyarat ke arah
sudut itu dengan apa aja yang ada di tangan beliau sambil mengucapkan "ALLAHU
AKBAR" (Allah Maha Besar)."
(HR: Bukhari)

1546. "Dari Aisyah ra., bahwasanya sesuatu yang pertama dimulai ketika Nabi saw tiba (di
Makkah = pen) adalah beliau wudlu kemudian thawaf dan bukan umrah. Kemudian Abu
Bakar dan Umar ra. Hajji seperti itu."
(HR: Bukhari)

1547. "Dari Abdullah bin Umar ra. Bahwasanya Rasulullah saw apabila thawaf untuk
beribadah hajji atau umrah pertama kali datang di Makkah, beliau dalah thawafnya itu
berlari kecil untuk tiga putaran dan berjalan untuk empat putaran yang berikutnya.
Kemudian beliau sujud dua kali, lalu beliau sa'i antara Shafa dan Marwah."
(HR: Bukhari)

1548. "Dari Ibnu Umar ra. Bahwasanya Nabi saw bila thawaf di Ka'bah, mula-mula beliau
berlari tiga keliling dan setelah itu berjalan empat keliling. Dan beliau biasa pula berlari
di tempat aliran banjir antara Shafa dan Marwah."
(HR: Bukhari)

1549. "Dari Ibnu Juraij, ia berkata: Saya diberitahu oleh Atha' yaitu di waktu Ibnu Hisyam
mencegah/melarang kaum wanita mengerjakan thawaf bersama-sama dengan kaum
lelaki. Atha' berkata: "Bagaimanakah seseorang itu dapat mencegah (melarang) kepada
orang-orang perempuan, padahal isteri-isteri Nabi saw, juga mengerjakan thawaf
bersama dengan orang-orang lelaki?" Aku (Ibnu Juraij) bertanya kepada Atha': "Apakah
larangan Ibnu Hisyam di atas itu sesudah adanya perintah hijab (yakni antara lelaki dan
perempuan ada tabirnya jika berhadap-hadapan) atau sebelum turunnya ayat hijab itu?"
Atha' berkata: "Ya, sesudah adanya ayat hijab, sebab saya bertemu dengannya itu
sesudah diturunkannya ayat hijab. "Aku bertanya kepada Atha': "Bagaimanakah kaum
perempuan itu bercampur dengan kaum lelaki?" Ia berkata: "Bukannya kaum
perempuan bercampur (yakni bertemu secara bebas). Aisyah ra melakukan thawaf
dengan tertutup wajahnya sehingga tidak dapat dilihat dari pandangan kaum lelaki.
Kemudian ada seorang kaum perempuan berkata: "Marilah kita berangkat untuk
menyentuh hajar aswad, wahai ummul mu'mini". Aisyah ra berkata: "Kamu sendiri
sajalah melakukannya. "Dan Aisyah tidak mengikuti ajakannya. Kaum perempuan itu
bila keluar untuk berthawaf tidak dapat dikenal siapa sebenarnya orangnya, sebab
kecuali tertutup wajahnya juga di waktu malam, kemudian mereka sama berthawaf
dengan kaum lelaki. Tetapi bila mereka memasuki rumah, mereka itu terus tetap berdiri
sehingga betul-betul masuk dan kaum lelaki disuruh keluar. Aku mendatangi Aisyah ra.
bersama Ubaid bin Umair dan beliau berdiam di suatu tempat bernama Jauf Tsabir.
Kepadanya aku bertanya, apakah yang dijadikan sebagai tabirnya?" Ia berkata: "Dia
berada di dalam kemah kecil buatan Turki. Kemah itu mempunyai tutup antara kami
dengan beliau. Dan aku sendiri melihat beliau mengenakan gamis yang berwarna
sebagaimana warna bunga mawar."
(HR: Bukhari)

1550. "Dari Ummi Salamah isteri Nabi saw, ia berkata: Aku memberitahu kepada Rasulullah
saw, bahwa aku sakit. Maka beliau bersabda: "Thawaflah kamu dengan kendaraan di
belakang orang banyak." Lalu aku thawaf, sedangkan beliau ketika itu shalat
menghadap ke Ka'bah: beliau membaca: "Waththuur, wakitaabim masthuur.... (S. Ath
Thuur)"
(HR: Bukhari)

1551. "Dari Ibnu Abbas ra bahwasanya Nabi saw lewat, beliau thawaf di Ka'bah bersama
orang yang mengikatkan tangannya kepada orang lain dengan berjalan atau jahitan atau
barang selain itu, maka Nabi saw memutuskan dengan beliau kemudian beliau
bersabda: "Lepaskanlah tangannya."
(HR: Bukhari)

1552. "Dari Ibnu Abbas ra bahwasanya Nabi saw melihat seseorang yang berthawaf di Ka'bah
dengan membawa sebuah kendali atau lainnya, beliau memotongnya."
(HR: Bukhari)

1553. "Dari Abu Hurairah ra bahwasanya Abu Bakar Ash Shiddiq ra mengutusnya dalam hajji
yang diperintahkan kepadanya oleh Rasulullah saw sebelum hajji Wada', pada hari Nahr di
Mina dalam rombongan yang menyerukan kepada orang banyak."Ketahuilah setelah tahun ini
janganlah orang yang telanjang itu thawaf di Baitullah."
(HR: Bukhari)

1554. "Dari Amr ra., ia berkata: "Kami tanya kepada Ibnu Umar tentang orang niat ihram
umrah lalu thawaf di Ka'bah dan belum Sa'I di antara Shafa dan Marwah, apakah boleh
berkumpul (bersetubuh) dengan istrinya?" Ibnu Umar berkata: "Ketika Nabi saw sampai di
Makkah dan thawaf di Ka'bah tujuh kali lalu shalat dua raka'at di maqam Ibrahim, kemudian
sa'i di Shafa dan Marwah. Sungguh cukup bagi kamu dari Rasulullah saw itu contoh yang
baik." Amr berkata: Aku bertanya kepada Jabir bin Abdullah ra., lalu ia menjawab: "Janganlah
seorang laki-laki itu mendekati isterinya, sehingga ia mengerjakan thawaf antara Shafa dan
Marwah."
(HR: Bukhari)

1555. "Dari Abdullah bin Abbas ra., ia berkata:"Nabi saw datang ke Makkah, lalu beliau
thawaf dan sa'I antara Shafa dan Marwah. Dan beliau setelah Thawaf tidak mendekati Ka'bah,
sehingga beliau pulang dari Arafah."
(HR: Bukhari)

1556. "Dari Ummu Salamah isteri Nabi saw bahwasanya Rasulullah saw bersabda sewaktu
beliau berada di Makkah dan bermaksud hendak keluar dari makkah itu, sedangkan Ummu
Salamah belum mengerjakan thawaf mengelilingi Baitullah dan ingin berangkah keluar dari
Makkah mengikuti Rasulullah saw, Maka Rasulullah saw bersabda; "Apabila orang telah
qamat untuk shalat shubuh, maka thawaflah engkau dengan mengendarai untamu, ketika
orang sedang shalat itu". Ummu Salamah melaksanakan perintah Nabi saw yang demikian itu,
dan dia tidak sempat melakukan shalat sunat dua raka'at sesudah thawaf, sampai ia keluar dari
masjid."
(HR: Bukhari)
1557. "Dari Ibnu umar ra. Ia berkata: Nabi saw datang di Baitullah tujuh kali putaran, lalu
shalat di belakang Maqam Ibrahim as. Sebanyak dua raka'at, kemudian keluar ke Shawa
untuk mengerjakan sa'i. selanjutnya Ibnu Umar memberi ayat Al Qur'an: "LAQAD KAANA
LAKUM FII RASUULILLAHI USWATUN HASANATUN" (Niscaya dalam pribadi
Rasulullah itu betul-betul contoh yang baik)"
(HR: Bukhari)

1558. "Dari Aisyah ra., bahwasanya orang-orang itu berthawaf mengelilingi Baitullah sesudah
mengerjakan shalat fardhu shubuh, kemudian mereka sama duduk mendengar keterangan dari
juru penerang. Yang demikian itu mereka lakukan sehingga matahari terbit. Apabila matahari
telah terbit, maka mereka shalat sunnah Thawaf. Aisyah ra.lalu berkata:"Orang-orang itu sama
duduk sehingga datangnya waktu yang disitu shalat itu makruh dilakukan, sebab di saat itulah
mereka baru mengerjakan shalat."
(HR: Bukhari)

1559. "Dari Abdullah ra., ia berkata: Aku mendengar Nabi saw melarang mengerjakan shalat
ketika terbitnya matahari dan ketika terbenamnya"."
(HR: Bukhari)

1560. "Dari Abdul Aziz bin Rufa'I, ia berkata: "Aku melihat Abdullah bin Zubair ra.
Mengerjakan thawaf sesudah shalat fardhu Shubuh, lalu shalat dua raka'at thawaf".Abdul Aziz
berkata pula: "Aku melihat Abdullah bin Zubair shalat dua raka'at sesudah shalat fardlu Ashar
dan Aisyah memberitahukan kepadanya bahwasanya Nabi saw tidak pernah masuk dalam
rumahnya (yakni rumah Aisyah ra) melainkan sudah mengerjakan dua raka'at (yakni shalat
sunnah thawaf itu dikerjakan sehabis mengerjakan dua raka'at shalat fardlu Ashar)."
(HR: Bukhari)

1561. "Dari Ibnu ra. Bahwasanya Rasulullah saw bersabda: " Nabi saw pernah thawaf di
Ka'bah dengan mengendarai onta. Setiap beliau melewati satu sudut, beliau memberi isyarat
ke arah sudut itu dengan apa saja yang ada di tangan beliau sambil mengucapkan: "ALLAHU
AKBAR" (Allah Maha Besar)."
(HR: Bukhari)

"Dari Ummu Salamah ra., ia berkata: Aku memberitahu kepada Rasulullah saw bahwa
1562. aku sakit. Maka beliau bersabda: "Thawaflah kamu dengan berkendaraan di belakang
orang-orang banyak." Lalu aku thawaf, sedangkan beliau ketika itu shalat menghadap
ke Ka'bah: beliau membaca "Waththuuri wakitaabim masthuuri" (Surat Ath Thuur)"
(HR: Bukhari)

1563. "Dari Ibnu Umar ra., ia berkata: "Abbas bin Abdul Muththalib minta izin kepada
Rasulullah saw untuk bermalam di Makkah, pada malam-malam Mina karena ia
bertugas memberi minum, maka Rasulullah saw mengizinkannya"
(HR: Bukhari)

1564. "Dari Ibnu Abbas ra. Bahwasanya Rasulullah saw datang ke Siqayah (urusan minum
jamaah hajji), dan beliau minta minuman. Maka Abbas berkata: Hai Fadhl, pergilah
kepada ibumu, bawalah minuman dan sisinya untuk Rasulullah saw."Nabi saw
bersabda: "Berilah saya minum!" Ia menjawab: "Wahai Rasulullah saw sesungguhnya
mereka memasukkan tangannya padanya." Beliau bersabda: "Berilah saya minum!"
Maka beliau minum daripadanya. Kemudian beliau datang ke Zam-zam dimana mereka
sedang memberi minumdan bekerja disana. Beliau bersabda:"Kerjakanlah karena
sungguh kamu sekalian atas amal shaleh." Kemudian beliau bersabda: "Seandainya
tidak karena kamu terkalahkan niscaya aku turun sehingga aku letakkan tali di atas ini."
Beliau maksudkan beliau dan beliau menunjuk ke belikat itu."
(HR: Bukhari)

1565. "Dari Anas bin Malik ra., ia berkata: Abu Dzar memberitahukan bahwasanya Rasulullah
saw bersabda: "Tersingkaplah atap rumahku, sedang aku disaat itu ada di Makkah,
kemudian Jibril as turun dari atas, lalu membelah dadaku dan membersihkannya dengan
air zam-zam. Kemudian datang mendekatiku dengan membawa bejana dari emas .
Wadah itu penuh dengan hikmah kebijaksanaan dan keimanan. Kemudian
menghabiskan apa yang ada dalam wadah tersebut dalam dadaku, lalu menutup dadaku
kembali. Lalu Jibril memegang tanganku dan mengajak aku pergi iapun naiklah ke
langit dunia. Jibril terus berkata kepada penjaga langit dunia: "Bukalah pintunya!" Ia
(penjaga langit itu) berkata: "Siapakah ini?" Jibril menjawab:"Aku adalah Jibril."
(HR: Bukhari)

1566. "Dari Ibnu Abbas ra., ia berkata: Saya memberi minum kepada Rasulullah saw dari air
zam-zam lalu beliau minum sambil berdiri. Ashim berkata: "Ikrima bersumpah,
bahwasanya pada hari itu beliau di atas onta."
(HR: Bukhari)

1567. "Dari Aisyah ra., ia berkata: Kami keluar bersama Nabi saw dalam hajji wada', dan
kami berihram umrah (niat umrah), kemudian Nabi saw bersabda:"Siapa yang
membawa hadi (ternak yang akan disembelih di haram Makkah), hendaknya berihram
hajji di samping umarh (Qiran). Kemudian tidak boleh tahallul kecuali jika telah selesai
keduanya. Maka aku tiba di Makkah sedang haidl, maka aku tidak dapat hawaf di
Ka'bah juga tidak sa'i antara Shafa dan Marwah, maka aku mengeluh kepada Nabi saw.
Maka sabda Nabi saw kepadaku: Lepaskanlah kondemu dan sisir rambutmu lalu anda
niat ihram hajji dan tinggalkanlah umrah, maka aku kerjakan, kemudian ketika telah
selesai hajji Nabi saw mengirim aku bersama Abdurrahman bin Abu bakar ke Tan'im
maka aku ihram umrah, maka Nabi saw bersabda: "Ini gantinya umrahmu yang bubar
itu. Aisyah ra. berkata: Maka orang-orang yang ihram umrah sesudah thawaf dan sa'i
antara Shafa dan Marwah bertahallul, kemudian mereka thawaf lagi sesudah kembali
dari Mina. Adapun yang menggabungkan hajji dengan umrah, maka mereka hanya
thawaf satu kali."
(HR: Bukhari)

1568. "Dari Nafi' bahwasanya Ibnu Umar ditemui oleh anaknya yaitu Abdullah bin Abdullah.
Sedangkan pada saat itu ayahnya mendarkan punggungnya di dinding rumah ruang
depan. Kemudian Abdullah bin Abdullah berkata kepada Ibnu Umar: "Sesungguhnya
saya merasa kurang aman sekiranya ayah hendak pergi hajji tahun ini, sebab
kemungkinan terjadi perang saudara. Maka orang-orang itu tentu akan menghalang-
halangi ayah untuk berthawaf di Baitullah. Oleh sebab itu sebaiknya ayah berdiam diri
di Madinah (yakni tidak berhaji tahun ini), Ibnu Umar ra. lalu berkata: "Sebenarnya
Rasulullah saw pernah keluar untuk pergi hajji, lalu dihalang-halangi antara beliau
dengan Baitullah itu oleh kaum kufar Qurais. Maka dari itu apa bila dihalang-halangi
antara diriku dengan Baitullah, hal itu adalah lebih utama, sebagaimana yang pernah
terjadi dan dilakukan oleh Rasulullah saw. Sebenarnya dalam kepribadian Rasulullah
saw itu terdapat suatu suri tauladan yang baik". Ibnu Umar berkata: "Aku
mempersaksikan kepadamu sekalian, aku telah menetapkan untuk hajji dan umrahku
dengan hanya mengerjakan sekali thawaf saja". Abdullah bin Abdullah berkata
"Selanjutnya Ibnu Umar datang di Makkah dari Mina sehabis wuquf di Arofah, lalu
berthawaf satu kali untuk hajji dan umrahnya". "
(HR: Bukhari)

1569. "Dari Nafi' bahwasanya Ibnu Umar (Abdullah bin Umar) ra berkehendak untuk
mengerjakan hajji pada tahun Hajjaj bin Yusuf Tsaqafi menyerang Abdullah bin Zubair
di Makkah. Kepadanya dikatakan: Sesungguhnya ada peperangan antara sesama kaum
muslimin (yakni perang saudara), kami takut (yakni kuatir) kalau orang-orang yang
sedang berperang itu menghalang-halangi engkau." Kemudian Ibnu Umar (Abdullah
bin Umar) berkata: " Sebenarnya dalam kepribadian Rasulullah saw.itu terdapat suri
teladan yang baik." Maka dari itu jika aku terhalang mengunjungi baitullah, berarti aku
melakukan sebagaimana yang telah dilakukan oleh Rasulullah saw. Sesungguhnya aku
mempersaksikan kepadamu sekalian bahwa aku telah metepkan bahwa aku sedang
mengerjakan umrah." Kemudian Ibnu Umar keluar untuk meneruskan perjalanan,
sehingga setelah berada di luar Baida' ia berkata: "Tidaklah keadaan dan hal ihwal hajji
dan umrah itu melainkan satu macam saja hukumnya. Kini aku mempersaksikan
kepadamu sekalian bahwasanya aku telah menetapkan hajji kulakukan bersama
waktunya dengan umrahku, dan menyembelih hadyu yang dibeli olehnya di Qudaid. Ia
tidak menambahkan satu amalan apapun lebih dari yang telah diuraikan untuknya, dan
tidak mencukur rambutnya serta memerdekakannya. Sehingga tiba hari raya nahar
(yakni hari raya kurban), Ibnu Umar menyembelih kurban, kemudian mencukur rambut
dan demikian ia menyakinkan bahwa ia telah menunaikan thawaf hajji dan umrah
dengan sekali thawafan saja. Sedudah itu Ibnu Umar berkata " Yang demikian itu telah
dikerjakan oleh Rasulullah saw."
(HR: Bukhari)

1570. "Dari Muhammmad bin Abdurrahman bin Naufal Qurasyi bahwasanya ia bertanya
kepada Urwah bin Zubair, lalu ia berkata: "Nabi saw telah berhajji, maka Aisyah ra
memberitahu kepadaku: Pertama yang dilakukan oleh Nabi saw ketika sampai di
Makkah wudlu lalu thawaf di Ka'bah dan tidak dijadikannya umrah (yakni tetap tidak
tahallul hingga selesai hajjinya). Kemudian Abu Bakar ra. juga berhajji dan pertama
yang dilakukan ialah thawaf di Ka'bah dan tidak dijadikannya umrah, kemudian Umar
ra. juga berbuat seperti itu, kemudian Usman berhajji dan pertama yang dilakukan ialah
thawaf di Ka'bah dan tidak dijadikannya umrah. Kemudian Muawiyah dan Abdullah bin
Umar. Kemudian aku hajji bersama ayahku Az Zubair bin Al Awwam dan pertama yang
dikerjakan ialah thawaf dan tidak dijadikannya umrah, kemudian aku melihat sahabat
muhajirin dan Anshor berbuat seperti itu, dan tidak ada yang menjadikan umrah,
kemudian akhir orang yang aku lihat Ibn Umar juga tidak diubah menjadi Umrah. Ini
dia Ibnu Umar yang masih ada tiada seorang tanya kepadanya tentang apa yang pertama
dilakukan ketika meletakkan kaki di Makkah ialah thawaf di Ka'bah kemudian tidak
tahallul. Juga aku melihat ibu dan bibiku ketika sampai di Makkah pertama yang
dilakukan ialah thawaf di Ka'bah lalu tidak bertahallul. Kemudian ibuku memberitahu
bahwa ia dan saudaranya dan Az Zubair dan Fulan, fulan mereka ihram dengan umrah
dan ketika selesai thawaf (menyentuh rukun) langsung tahallul."
(HR: Bukhari)

1571. "Dari Zuhri, ia berkata: Urwah berkata: Saya ernah bertanya kepada Aisyah, lalu saya
berkata kepadanya:" Bagaimanakah pendapat anda tentang firman ALLAH Ta'ala:
"INNASH SHAFAA WALMARWATA MIN SYA'AA-IRILLAAHI FAMAN HAJJAL
BAITA AWITAMARA FALAA JUNAAHA 'ALAIHI AN YATHTHAWWAFA
BIHIMA" (Sesungguhnya Shafa dan Marwah itu termasuk syi'ar-syi'ar Allah, maka
barangsiapa yang berhajji ke Baitullah atau berumrah, tidak dosa atasnya untuk bersa'i
keduanya). Ia berkata: Demi Allah tidak ada dosa atas seseorang dengan tidak
melakukan Sa'i antara Shafa dan Marwah. Aisyah berkata: "Seburuk-buruknya apa yang
kamu katakan, hai anak saudaraku perempuan. Sesdungguhnya ayat ini seandainya
seperti apa yang kamu takwilkan antara Shafa dan Marwah, tetapi ayat ini diturunkan
pada orang-orang Anshar sebelum mereka masuk Islam. Mereka membaca talbiyah
untuk Manat si berhala yang mereka sembah di Musyallal. Maka barang siapa yang
membaca talbiyah maka ia merasa berdosa untuk sa'i di Shafa dan Marwah. Ketika
mereka talah masuk Islam, mereka bertanya kepada Rasulullah saw, tentang hal itu
"Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami merasa berdosa untuk sa'i Shafa dan Marwah?"
Maka Allah menurunkan ayat ini, sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah termasuk
syi'ar-syi'ar Allah (bacalah ayat-ayat itu). Aisyah ra berkata: "Rasulullah saw telah
menjalankan Sa'i antara Shafa dan Marwah, maka tidak ada seorangpun untuk
meninggalkan sa'i antara keduanya." Masalah diatas (yakni perbedaan pendapat antara
aku dan Aisyah) kuberitahukan kepada Abu Bakar bin Abdurrahman. Kemudian Abu
Bakar berkata: "Sesungguhnya masalah ini adalah benar-benar suatu ilmu yang belum
pernah aku dengar. Aku memang pernah mendengar orang-orang dari golongan ahli
ilmu agama sama menyebutkan bahwa seluruh manusia sama mengerjakan thawaf atay
sa'i antara Shafa dan Marwah. Ini terkecuali orang yang disebutkan oleh Aisyah, yaitu
yang memulai ihramnya di Manat.Sewaktu Allah Ta'ala mewajibkan berthawaf
mengelilingi Baitullah, Allah Ta'ala tidak menyertakan penyebutan masalah sa'i antara
Shafa dan Marwah di dalam Al-Quran. Selanjutnya mereka sama berkata: "Wahai
Rasulullah, kita semua dahulunya mengerjakan thawaf yakni sa'i antara Shafa dan
Marwah. Sesungguhnya Allah telah menurunkan wahyu yang menyebutkan adanya
kewajiban berthawaf mengelilingi Baitullah, tetapi mengenai masalah Shafa tidak
disebutkan olehNya. Oleh karena itu apakah kita semua akan mendapatkan dosa jika
berthawaf atau sa'i antara Shafa dan Marwah?" Allah Ta'ala lalu menurunkan ayat yang
berbunyi: "INNASHSHAFAA WAL MARWATA MIN SYA'AA IRILLAAHI FAMAN
HAJJAL BAITA AWA'TAMARA FALAA JUNAAHA'ALAIHI AN
YATHTHAWWAFA BIHIMMA" (Sesungguhnya Shafa dan Marwah itu termasuk
syi'ar-syi'ar Allah, maka barangsiapa yang berhajji ke Baitullah atau berumrah, tidak
dosa atasnya untuk bersa'i atas keduanya). Kemudian Abu Bakar bin Abdurrahman
berkata: "Aku mendengar bahwa ayat ini diturunkan kepada dua macam pihak secara
sekaligus, yaitu pada orang-orang yang merasa keberatan untuk melakukan thawaf atau
sa'i yang biasa mereka lakukan di zaman jahiliyah antara Shafa dan Marwah dan
diturunkan pula pada orang-orang yang melakukan thawaf, lalu merasa keberatan juga
kalau berthawaf atau sa'i antara Shafa dan Marwah itu, sekalipun sudah memeluk
agama Islam. Mereka merasa keberatan itu adalah karena Allah itu sebenarnya telah
memerintahkan untuk berthawaf mengelilingi Baitullah, tetapi Allah tidak secara
sekaligus di saat itu juga menyebutkan Shafa itu sesudah menyebutkan kewajiban
thawaf mengelilingi Baitullah."
(HR: Bukhari)

1572. "Dari Ibnu Umar ra, ia berkata: Keadaan Rasulullah saw apabila thawaf pertama, beliau
berjalan cepat tiga (thawaf) dan berjalan empat (thawaf) dan beliau selalu berjalan di Bathnii
Masil apabila beliau sa'I antara Shafa dan Marwah." kemudian aku bertanya kepada Nafi':
"Apakah Abdullah bin Umar berjalan jika telah sampai di rukun Yamani (yakni sudut yang
menghadap ke arah negeri Yaman?" Nafi' berkata: "Tidak, melainkan apabila ia sedang
berdesak-desakan dengan orang banyak di rukun tersebut, namun demikian ia tidak akan
meninggalkan tempat itu sehingga ia menjabat rukun tadi."
(HR: Bukhari)
1573. "Dari Amr bin Dinar, ia berkata: Kami tanya kepada Ibnu Umar tentang orang niat
ihram umrah lalu thawaf di Ka'bah dan belum sa'I diantara Shafa dan Marwah, apakah boleh
berkumpul (bersetubuh) dengan istrinya?" ibnu umar berkata: " Ketika Nabi saw sampai di
Makkah dan thawaf di Ka'bah tujuh kali lalu shalat dua rakaat di maqam Ibrahim, kemudian
sa'i di Shafa dan Marwah tujuh kali." kemudian Ibnu Umar membaca ayat: "LAQAD
KAANA LAKUM FII RASUULILLAAHI USWATUN HASANATUN" (Sebenarnya dalam
kepribadian Rasulullah itu terdapat suri tauladan yang baik bagi kamu). kemudian kami
bertanya kepada Jabir bin Abdullah; lalu ia berkata: "Jangan sekali-sekali seorang lelaki itu
mendekati isterinya sehingga ia berthawaf atau Sa'i antara Shafa dan Marwah."
(HR: Bukhari)

1574. "Dari Amr bin Dinar, ia berkata: Saya mendengar Ibnu Umar ra., ia berkata: "Nabi saw
datang di Makkah lalu berthawafa mengelilingi Baitullah terus shalat dua rakaat, kemudian
sa'I antara Shafa dan Marwah." Kemudian Ibnu Umar membaca ayat:"LAQAD KAANA
LAKUM FII RASUULILLAAHI USWATUN HASANATUN" (Sebenarnya dalam
kepribadian Rasulullah itu terdapat suri tauladan yang baik bagi kamu)."
(HR: Bukhari)

1575. "Dari Ashim ra., ia berkata: Saya tanya kepada Anas bin Malik ra : "apakah kamu
enggan ber-sa'I antara safa dan marwah ?" Ia berkata : "Ya, sebab itu dahulu termasuk syiar
(simbol) jahiliah sehingga Allah menurunkan ayat : " INNASHSHAFA WAL MARWATA
MIN SYA-'AA-IRILLAHI FAMAN HAJJAL BAITA AWI'TAMARA FALAA JUNAAHA
'ALAIHI AN YATHTHAWWAFA BIHIMAA." (Sesungguhnya Shafa dan Marwah itu
termasuk syi'ar-syi'ar Allah, maka barang siapa berhajji ke Baitullah atau berumrah, tiada dosa
atasnya untuk bersa'i atas keduanya)."
(HR: Bukhari)

1576. "Dari Ibnu Abbas ra; ia berkata : " Rasulullah SAW bertawaf mengelilingi Baitullah dan
bersa'I antara shafa dan marwah, hanyalah dengan tujuan memperlihatkan kekuatannya pada
kaum musyrikin."
(HR: Bukhari)

1577. "Dari Aisyah ra. Bahwasannya dia berkata : "Aku datang di Mekah, sedangkan pada
waktu itu aku dalam keadaan haidl. Aku tidak mengerjakan thawaf mengelilingi Baitullah dan
tidak bersa'I antara shafa dan marwah." Seterusnya Aisyah berkata :" Hal itu kuadukan kepada
Rasulullah SAW., Lalu beliau bersabda:"Lakukanlah segala sesuatu sebagaimana yang
dilakukan oleh seseorang yang mengerjakan ibadah hajji, tetapi janganlah kamu berthawaf
mengelilingi Baitullah sehingga kamu bersuci dari haidl itu."
(HR: Bukhari)

1578. "Dari Jabir bin Abdullah ra., Ia berkata : "Nabi SAW dan para sahabat membaca
Talbiyah untuk berhaji, dan mereka tidak ada yang membawa binatang hidyah selain nabi
SAW dan Thalhah. Ali datang dari Yaman dengan membawa binatang hidyah. Ia berkata :
saya membaca Talbiyah dengan bacaan yang mana Nabi SAW membaca Talbiyah sebagai
umrah dan agar mereka thawaf, bercukur, dan bertahalul selain orang yang mempunyai
binatang hidyah. mereka berkata : "Kita berangkat ke Mina, dan kemaluan salah seorang dari
kami menetes, hal itu sampai kepada Nabi SAW, lalu beliau bersabda : "Seandainya aku tidak
membawa binatang hidyah, niscaya saya bertahalul. Pada saat itu Aisyah ra berhaidl lalu
beliau (aisyah) melaksanakan semua amalan haji (manasik haji), hanya saja beliau tidak
thawaf mengelilingi Baitullah. Setelah beliau suci haidlnya, beliau terus berthawaf
mengelilingi Baitullah dan mereka berkata kepada Nabi SAW: "Wahai Rasulullah, kamu
sekalian berangkat pulang dengan membawa pahala haji dan umrah, sedangkan aku hanya
mendapat pahala haji belaka. Oleh karena itu Rasulullah SAW menyuruh Abdurrahman bin
Abu Bakar supaya pergi ke Tan'im, kemudian Aisyah mengerjakan umrah sesudah beribadah
hajjinya itu."
(HR: Bukhari)

1579. "Dari Hafshah, ia berkata: Dahulu kami melarang gadis-gadis yang dipencilkan di
rumah kami untuk keluar. Kemudian ada seorang perempuan yang datang dari desanya, lalu
berdiam di rumah keluarga Khalaf (yakni di Bashrah). Orang perempuan tersebut
memberitahukan bahwasanya saudaranya perempuan (yakni Ummu Athiyyah) adalah isteri
dari seorang lelaki dari golongan para sahabat Rasulullah saw. Lelakinya itu sudah berperang
bersama-sama dengan Rasulullah saw sebanyak 12 kali. Saudara perempuanku tersebut juga
telah mengikuti peperangan bersama Rasulullah saw sebanyak 6 kali. Saudaraku perempuan
itu mengatakan: "kami bertugas mengobati orang-orang yang luka dan merawat orang-orang
yang sakit. Saudara perempuanku itu pernah bertanya kepada Rasulullah saw.: "Apakah
seseorang dari golongan kami (yakni perempuan) ini mendapat dosa kalau ia tidak
mempunyai jilbab, apabila ia keluar ke tempat shalat hari raya?" Beliau bersabda: "Hendaklah
kawannya memberi pinjaman jilbab kepada kawannya, dan hendaknya ia menyaksikan
kebaikan dan mengikuti doa yang dilakukan oleh kaum muslimin. Ketika Ummu Athiyah
ra.datang banyak kaum wanita yang bertanya kepadanya. Dan dalam riwayat lain disebutkan:
Sa-alnaaha, bukannya sa-alaha. Dan Athiyah tidak menyebutkan lafazh Rasulullah kecuali dia
menyebut 'bi-abii' (yakni kata lazim yang digunakan oleh bangsa Arab untuk menunjukkan
kebenaran ucapannya. Adapun artinya yaitu: Dengan menyerahkan ayahku sebagai tebusan
ucapanku kalau aku berkata salah). Kemudian kami berkata: "Apakah engkau pernah
mendengar Rasulullah saw.bersabda demikian dan demikian?" Ia menjawab: "Ya, bi-abii".
Belum pernah bersabda: "Hendaklah kita semua memberi kelonggaran untuk keluar para
gadis yang selalu dipencilkan di rumah saja atau perempuan yang senantiasa dirumah,
demikian pula orang-orang yang berhaidl, agar supaya mereka ikut menyaksikan kebaikan
dan mengikuti doa yang dilakukan oleh kaum muslimin. Orang-orang yang berhaidl supaya
berada agak jauh dari mushalla (tempat shalat). Akupun lalu bertanya: "Apakah orang-orang
yang berhaidl juga diikutsertakan?" Ummu Athiyyah berkata: "BUkankah orang yang
berhaidl itu diharapkan juga untuk menyaksikan keadaan pada hari Arafah, menyaksikan
keadaan di Muzdalifah, Mina dan melontar jumrah-jumrah"
(HR: Bukhari)

1580. "Dari Jabir ra.ia berkata: "Kami datang bersama Nabi saw. (yakni di Makkah), maka
kami bertahallul sampai tibanya hari Tarwiyah, dan kami meninggalkan Makkah pada waktu
dzuhur dan sejak pada waktu itu kami mengucapkan Talbiyah. Abu Zubair berkata dari Jabir
"Kami berihram dari Bath-ha'. Ubaid bin Juraij bertanya kepada Abdullah bin Umar ra.: "Saya
melihat engkau jika engkau berada di Makkah, orang-orang sudah sama memulai ihramnya
apabila mereka telah melihat bulan sabit, namun engkau belum juga melakukan ihram itu
sehingga tibanya hari Tarwiyah. Mengapa demikian?" Ibnu Umar menjawab:"Aku tidak
pernah melihat Nabi saw memulai ihramnya sehingga kendaraannya bersemangat dulu."
(HR: Bukhari)

1581. "Dari Abdul Aziz bin Rufa'I, ia berkata: "Saya bertanya kepada Aras bin Malik ra., saya
berkata: "Beritahukanlah kepadaku tentang sesuatu yang kamu dapat dari Nabi saw.
Dimanakah beliau shalat dzuhur dan Ashar pada hari Tarwiyah?" Ia menjawab: "Di Mina". Ia
bertanya:"Dimanakah beliau shalat Ashar pada hari Nafar (hari berangkat dari Mina ke
Makkah=hari ketiga dari hari Nahar)?" Ia menjawab: "Di Al Abthah." Kemudian Anas
berkata: "Lakukanlah seperti apa yang dilakukan oleh para amirmu (pemimpinmu)."
(HR: Bukhari)

1582. "Dari Abdul Aziz, ia berkata: Saya keluar untuk pergi ke Mina pada hari Tarwiyah, lalu
aku bertemu dengan Anas bepergian dengan mengendarai keledainya, lalu aku bertanya:
"Dimanakah biasanya Nabi saw shalat dzuhur pada hari Tarwiyah?" Kemudian Anas
menjawab: "Perhatikanlah di tempat dimana para pemimpinmu itu shalat, maka disitulah
hendaknya kamu shalat."
(HR: Bukhari)

1583. "Dari Ubaidillah bin Abdullah dari ayahnya, ia berkata: "Rasulullah saw shalat di Mina
dua rakaat, begitupula Khalifah Abu Bakar, Umar dan Utsman pada permulaan
kekhalifahannya."
(HR: Bukhari)

1584. "Dari Haritsah bin Wahab Al Khuza'iy ra., ia berkata: "Nabi saw shalat bersama kami
sebagai imam di Mina sebanyak dua rakaat (yakni diqasharkan), padahal kami semua adalah
yang terbanyak jumlah kelompoknya dan kami belum pernah sebanyak ini yang mengikuti
pergi sampai di Mina, dan kami yang teraman kepadanya dibanding kelompok yang lain."
(HR: Bukhari)

1585. "Dari Abdullah ra., ia berkata: "Aku shalat bersama Nabi saw (yakni di Mina) dua
rakaat dan bersama Abu Bakar ra.juga dua rakaat, begitupula bersama Umar ra.dua rakaat,
kemudian banyak perselisihan pendapat di jalan yang dijadikan pegangan oleh kamu semua.
Alangkah baiknya nasibku andaikata dari semula ditetapkan empat rakaat sesuai dengan
aslinya untuk menjadi ganti dua rakaat itu."
(HR: Bukhari)

1586. "Dari Ummul Fadlal, ia berkata: "Orang-orang ragu terhadap puasa Nabi saw pada hari
Arafah, lalu saya mengutus (seseorang) kepada Nabi saw membawa minuman maka beliau
meminumnya."
(HR: Bukhari)

1587. "Dari Muhammad bin Abu Bakar Ats Tsaqafiy bahwasanya ia bertanya kepada Anas bin
Malik ketika pada suatu pagi keduanya berangkat dari Mina ke Arafah: "Apakah yang engkau
kerjakan hari ini beserta Rasulullah saw?". Anas menjawab: "Di antara kami ada yang
membaca Talbiyah, beliau tidak melarangnya, dan adapula yang mengucapkan takbir,
beliaupun tidak melarangnya."
(HR: Bukhari)

1588. "Dari Salim, ia berkata: Abdul Malik menulis sepucuk surat kepada Al Hajjaj agar dia
jagann sampai menyalahi Ibnu Umar dalam masalah mengerjakan ibadah hajji. Ia berteriak di
kemah orang-orang yang berhajji, lalu ia keluar padanya ada sarung besar yang dicelup
dengan usfur, ia berkata: "Ada apakah kamu, wahai Abu Abdur Rahman?" Ia menjawab:
"Berangkat awal, jika kamu menghendaki Sunnah." Ia berkata: "Saat ini?" Ia menjawab: "Ya."
Ia berkata: "Tunggulah saya sehingga saya melepaskan (apa yang ada) di atas kepalaku,
kemudian saya keluar, lalu turun sehingga para jamaah hajji keluar lalu ia berangkat. Salim
berkata kepadanya di mana ia bersama ayahnya: "Jika kamu menghendaki Sunnah maka
pendekkanlah khutbah dan segerakanlah wuquf" Ia melihat Abdullah. ketika Abdullah melihat
hal itu ia berkata "Benarlah ia"
(HR: Bukhari)
1589. "Dari Ummur Fadhal binti Harits bahwasanya orang-orang bertengkar di sampingnya
pada hari arafah tentang puasa Nabi saw. Sebagian mengatakan bahwa beliau puasa dan yang
lain mengatakan beliau tidak puasa. Karena itu kuantarkan segelas susu kepada beliau,
dimana beliau sedang berhenti di atas unta beliau, maka diminumnya susu itu."
(HR: Bukhari)

1590. "Dari Ibnu Syihab, ia berkata: Aku diberitahu oleh Salim bahwasanya Hajjaj bin Yusuf
pada tahun ketiga menyerbu Makkah pasukan Abdullah bin Zubair, ia bertanya kepada
Abdullah ra.,: "Bagaimanakah yang engkau lakukan di tempat berwuquf pada hari Arafah?"
Salim menjawa:"Jika engkau berkehendak mengikuti apa yang dikerjakan oleh Nabi saw,
maka shalatlah di saat yang sedang sangat panasnya karena teriknya matahari pada hari
Arafah itu." Kemudian Abdullah bin Umar (yakni ayah Salim) berkata: "Benar, sesungguhnya
para sahabat dahulu sama menjama' antara shalat dzuhur dan Ashar sesuai dengan apa yang
ada dalam sunnah Nabi." Aku (yakni Ibnu Syihab) berkata kepada Salim: "Apakah yang
demikian itu memang dikerjakan oleh Rasulullah saw?" Salim menjawab: "Dalam hal ini
engkau sekalian tidaklah mengikuti melainkan kepada sunnah Nabi saw."
(HR: Bukhari)

1591. "Dari Salim bin Abdullah bahwasanya Abdul Malik bin Marwan menulis surat kepada
Hajjaj supaya ia mengikuti Abdullah bin Umar dalam hal mengerjakan ibadah haji. Setelah
hari Arafah tiba, datanglah Abdullah bin Umar ra. Dan akupun (yakni Salim) menyertainya.
Ketika matahari tampak lingsir atau tergelincir, maka Ibnu Umar berteriak di dekat kemah
Hajjaj dan berseru: "Mana orang ini (yakni Hajjaj)?" lalu Hajjaj keluar dari kemahnya,
kemudian Ibnu Umar berkata: "Ayo berangkat sekarang!" Hajjaj bertanya: "Apakah sekarang
ini?" Ibnu Umar menjawab: "Ya". Hajjaj berkata: "Tunggulah aku dahulu supaya aku dapat
meratakan air ditubuhku (yakni mandi)". Kemudian Ibnu Umar turun sehingga para Jamaah
Hajji keluar lalu ia berangkat. Salim bin Abdullah berkata kepadanya dimana ia bersama
ayahnya: "Jika kamu menghendaki Sunnah maka pendekkanlah khutbah dan segerakanlah
wuquf." Mendengar ucapan anaknya itu, maka Ibnu berkata: "Benarlah ia"."
(HR: Bukhari)

1592. "Dari Jubair bin Muth'im ra., ia berkata: "Saya lepaskan ontaku lalu saya pergi
mencarinya pada hari Arafah, saya melihat Nabi saw wuquf di Arafah, saya berkata:"Ini, demi
Allah termasuk Humsi (julukan bagi quraisy, Kinanah, dan jadilah serta orang-orang yang
mengikuti mereka) bagaimana keadaannya disini?"
(HR: Bukhari)

1593. "Dari Hisyam bin Urwah, Urwah berkata: "Biasa orang di zaman Jahiliyah thawaf
dengan telanjang kecuali bangsa Quraisy dan anak-anaknya, juga Quraisy itu disebut Al
Humus, mereka suka meminjami pakaian kepada orang lain jika akan thawaf, demikian pula
wanita quraisy, sebab siapa yang tidak dipinjami pakaian orang Quraisy maka harus thawaf
sambil telanjang. Demikian wuquf, umum orang-orang dari Arafah sedang Al Humus
(Quraisy) hanya di Muzdalifah. Hisyam bin Urwah berkata: Ayahku memberitahukan
mengenai hadits yang diterima dari Aisyah, ia (Aisyah) berkata: "Ayat TSUMMA AFIIDLUU
MIN HAITSU AFAADLANNAASU (Kemudian bertolaklah kalian dari mana orang-orang
bertolak) diturunkan untuk orang-orang humus, sebab mereka bertolak dari Muzdalifah, maka
diperintah supaya bertolak dari Arafah." "
(HR: Bukhari)

1594. "Dari Hisyam bin Urwah dari ayahnya bahwasanya ia berkata: Usamah ditanya dan
pada wakltu itu aku di dekat Usamah tentang bagaimana perilaku Rasulullah saw, pada Hajji
Wada' ketika beliau berangkat dari Arafah. Ia menjawab: "Beliau berjalan cukup (antara cepat
dan lambat) apabila beliau mendapatkan lembah maka beliau bersegera."
(HR: Bukhari)

1595. "Dari Usamah bin Zaid bahwasanya Nabi saw jika berangkat dari Arafah, beliau segera
membelok ke arah bukit, lalu beliau buang air dan kemudian mengambil wudlu. Saya
bertanya:"Wahai Rasulullah, apakah engkau hendak shalat?" Beliau menjawab? "(Nanti)
shalat di tempat yang dihadapanmu"."
(HR: Bukhari)

1596. "Dari Nafi' ra., ia berkata: "Abdullah bin Umar ra.biasanya menjama' antara shalat
Maghrib dan Ashar di Jam'I, hanya saja belum ia berjalan melalui bukit yang biasanya
dijadikan jalan berlalu oleh Rasulullah saw. Kemudian ia memenuhi hajatnya (yakni buang
air) dan berwudlu dan ia tidak langsung shalat, sehingga nantinya shalat di Jam'i"
(HR: Bukhari)

1597. "Dari Usamah bin Zaid ra.bahwasanya ia berkata: Saya membonceng di belakang
kendaraan Nabi saw. Ketika keluar dari Arafah maka ketika sampai di Syi'ib sebelah kiri di
dekat Muzdalifah Nabi saw turun untuk kencing, kemudian beliau wudlu maka aku
menuangkan air wudlunya dan wudlu yang ringan sekali, lalu aku bertanya: Apakah shalat
wahai Rasulullah? Beliau menjawab: "(Nanti) shalat di tempat yang di hadapanmu
(Muzdalifah)", dan ketika sampai di Muzdalifah shalat kemudian Al Fadhal membonceng
Rasulullah saw pada pagi hari Nahr (yakni Idul Adha), Kuraib berkata: Aku diberitahu oleh
Abdullah bin Abbas ra. dari Fadhl bahwa Rasulullah saw terus bertalbiyah sehingga sampai di
jumrah Aqabah"
(HR: Bukhari)

1598. "Dari Ibnu Abbasra. Bahwasanya ia berangkat dari Arafah bersama nabi saw.pada hari
Arafah. Nabi saw mendengar bentakan yang keras dan pukulan terhadap onta di belakang
beliau, maka beliau mengisyaratkan dengan cemeti kepada mereka seraya bersabda: "Wahai
para manusia wajiblah kalian tenang karena kebijakan itu tidak dengan berjalan cepat."
(HR: Bukhari)

1599. "Dari Usamah bin Zzaid ra., ia berkata:Rasulullah saw, bertolak dari Arafah sehingga
sampai di Syi'ib turun untuk kencing kemudian wudlu, lalu saya tanya: "Apakah di sini
mengerjakan shalat wahai Rasulullah?" Beliau bersabda: "(Nanti) shalat di tempat yang di
hadapanmu", lalu terus berangkat dan ketika sampai di Muzdalifah turun lalu wudlu dengan
sempurna, kemudian iqamah lalu shalat maghrib, kemudian tiap orang menempatkan ontanya
di dekat kemahnya, kemudian iqamah dan shalat isya' dan tidak shalat sunnah di antara
keduanya (maghrib dan isya)"
(HR: Bukhari)

1600. "Dari Ibnu Umar ra., ia berkata: "Nabi saw pernah menjama' shalat Maghrib dan Isya'
ketika di Jama' (Muzdalifah). Tiap-tiap shalat dari keduanya itu didahului dengan iqamah.
Beliau tidak mengerjakan shalat sunnah antara keduanya dan tidak pula setelah keduanya
selesai"
(HR: Bukhari)

1601. "Dari Abu Ayyub Al Anshar ra., bahwasanya Rasulullah saw pernah menjama' shalat
Maghrib dan Isya' di Muzdalifah ketika Hajji Wada'"
(HR: Bukhari)

1602. "Dari Abdurrahman bin Yazid, ia berkata: "Abdullah bin Mas'ud melakukan ibadah
hajji, lalu kami datang di Muzdalifah sewaktu shalat Isya atau pada waktu itu sudah hampir
sekali dengan lenyapnya mega merah tanda waktu Isya akan masuk. Kemudian Abdullah
menyuruh seorang lelaki untuk beradzan serta iqamah, Lalu ia shalat Maghrib dan sesudah itu
shalat Ba'diyah Maghrib dua rakaat, kemudian meminta makan malan lalu makan yang
disediakan untuk malam harinya. Kemudian ia menyuruh seorang yang kuyakini ia seorang
lelaki. Orang itu beradzan dan beriqamah. Amr berkata: "Aku sendiri tidak meyakinkan
perihal adanya kesangsian dalam mengucapkan "Uraa fa adzdzana wa aqaama". Sebab dalam
riwayat yang lain lafazh "Uraa" itu tidak ada, melainkan hanya dari Zubair sendiri"
Abdurrahman meneruskan ceritanya: "Kemudian Abdullah bin Mas'ud mengerjakan shalat
Isya dua rakaat. Setelah fajar shadiq menyingsing lalu ia berkata: "Sesungguhnya fajar shadiq
menyingsing lalu ia berkata: "Sesungguhnya Nabi saw itu tidak pernah mengerjakan shalat
pada waktu ini melainkan shalat ini di tempat ini dan pada hari ini". Abdullah berkata:
"Keduanya adalah shalat yang waktunya masing-masing dipertukarkan dari yang semestinya,
yaitu shalat Maghrib sesudah orang-orang sama datang di Muzdalifah dan shalat Fajar (yakni
Shubuh") ketika fajar shadiq menyingsing." Ia mengatakan: "Demikan itulah yang dilakukan
oleh Nabi saw menurut yang kulihat sendiri"
(HR: Bukhari)

1603. "Dari Ibnu Syihab ra., ia berkata: Salim berkata: "Abdullah bin Umar ra biasa
mendahulukan orang-orang yang lemah dari keluarganya lalu dihentikan di Masy'aril haram
di waktu malam, disana mereka berdzikir sedapatnya, kemudian kembali sebelum berdirinya
imam dan sebelum bertolaknya, maka ada di antara mereka yang sampai di Mina pada waktu
fajar dan ada sesudah itu, maka apabila telah sampai di Mina segera melempar jumrah
Aqabah. Dan Ibnu Umar berkata: "Rasulullah saw telah mengizinkan yang demikian itu."
(HR: Bukhari)

1604. "Dari Ibnu Abbas ra., ia berkata: "Rasulullah saw mengutus aku supaya pergi dari Jam'I
(Muzdalifah)di waktu malam (yakni separuh makam kedua)."
(HR: Bukhari)

1605. "Dari Ibnu Abbas ra., ia berkata: "Aku adalah termasuk orang yang didahulukan oleh
Nabi saw pada malam Muzdalifah, sebab dianggap tergolong ahli keluarganya yang lemah-
lemah."
(HR: Bukhari)

1606. "Dari Asma' bahwasanya ia tiba pada malam Arafah di Muzdalifah. Ia bangun malam
bersembahyang. Setelah ia bersembahyang sesaat, ia berkata: "Wahai anakku, apakah bulan
telah terbenmam? Ia menjawab: "Belum". Kemudian ia bersembahyang sesaat dan bertanya:
"Wahai anakku, apakah bulan telah terbenam?" Ia menjawab: "Ya". Lalu ia berkata:
"Berangkatlah". Ia berkata: "maka kami berangkat dan terus berlalu sampai ia melempar
jumrah. Kemudian ia pulang lalu ia shalat shubuh dirumahnya. Ia berkata: "Saya berkata
kepadanya: "Hai engkau, saya mendengar masih gelap". Ia berkata: "Hai anakku,
sesungguhnya Rasulullah saw mengizinkan wanita dalam sekedup"
(HR: Bukhari)

1607. "Dari Aisyah ra., ia berkata: "Saudah meminta izin kepada Nabi saw pada malam Jam'I
(yakni untuk berangkat dulu ke Mina sebelum berjejal-jejalnya orang banyak), sedangkan
Saudah adalah seorang perempuan yang berat dan lambat sekali jika berjalan, maka beliau
mengizinkan Saudah"."
(HR: Bukhari)

1608. "Dari Aisyah ra., ia berkata: "Kami tiba di Muzdalifah, lalu Saudah minta izin kepada
Nabi saw. Untuk berangkat dari Arafah sebelum banyak manusia karena ia seorang wanita
yang lambat (jalannya) maka beliau mengizinkannya. Ia berangkat dari Arafah sebelum
banyak manusia dan kami tinggal di sana sampai pagi. Kemudian kami berangkat bersama
keberangkatan beliau, sungguh saya meminta izin kepada Rasulullah saw sebagaimana
Saudah minta izin adalah lebih saya sukai daripada sesuatu yang menggembirakan"."
(HR: Bukhari)

1609. "Dari Abdullah ra., ia berkata: "Saya tidak pernah melihat Nabi saw shalat tidak tepat
pada waktunya kecuali dua kali, yaitu menjama' shalat Maghrib dengan Isya' dan shalat
Shubuh sebelum waktu yang biasa (yakni sesudah nyata sudah terbit fajar)."
(HR: Bukhari)

1610. "Dari Abdullah bin Yazid, ia berkata: Kami keluar bersama Abdullah ra. Ke Mekkah,
lalu kami datang dengan menjama', ia (Abdullah) shalat dua shalat setiap shalat itu sendiri,
dengan adzan dan iqamat serta makan di antara keduanya. Kemudian ia shalat Shubuh ketika
terbit fajar. Seorang mengatakan: "Fajar telah terbit" dan ada yang mengatakan: "Fajar belum
terbit". kemudian ia berkata: "Sesungguhnya Rasulullah saw bersabda: "Sesungguhnya dua
shalat Maghrib dan Isya dipindahkan dari kedua waktunya di tempat ini, maka orang-orang
janganlah mendahulukan jama' sehingga mereka melewati (sebagian waktu) dan shalat fajar
itu saja ini. Kemudian ia berdiri, sehingga bersinar. Kemudian ia berkata: "Seandainya Amirul
Mu'minin berangkat sekarang maka ia membenarkan as sunnah. Saya tidak mengetahui
apakah perkataannya mempercepat atau mendorong Utsman ra., dimana ia terus membaca
talbiyah sehingga mereka melempar jumrah Aqabah pada hari Nahar"."
(HR: Bukhari)

1611. "Dari Umar bin Maimun, ia berkata: "Saya menyaksikan sendiri bahwasanya Umar ra
sahalat Shubuh pada hari Arafah kemudian ia berdiri dan berkata: " Sesungguhnya orang-
orang musyrik itu tidak berangkat ke Arafah sehingga terbit matahari dan berkata:
"Bersinarlah, hai Tsabir (nama gunung)." Sesungguhnya Nabi saw menyelisihi mereka
kemudian beliau berangkat sebelum terbit matahari."
(HR: Bukhari)

1612. "Dari ibnu Abbas ra.bahwasanya Nabi saw memboncengkan Fadhal, lalu Fadhal
memberitahukan kepada saudaranya (yakni Abdullah bin Abbas) bahwasanya beliau
senantiasa mengucapkan talbiyah sehingga beliau melontar jumrah Aqabah"
(HR: Bukhari)

1613. "Dari Ibnu Abbas ra.bahwasanya Usamah bin Zaid ra. Membonceng Nabi saw sewaktu
pergi dari Arafah ke Muzdalifah, kemudian beliau memboncengkan Fadhal dari
Muzdalifah ke Mina. Abdullah bin Abbas berkata: "Kedua orang ini (yakni Usamah dan
Fadhal) mengatakan: "Tiada henti-hentinya Nabi saw mengucapkan talbiyah sehingga
beliau melontar jumrah Aqabah"
(HR: Bukhari)

1614. "Dari Abu Jamrah, ia berkata: Saya bertanya kepada Ibnu Abbas ra.tentang tamattu'
dalam hajji (yakni bagaimana disyari'atkannya), maka dia menyuruhku untuk
melakukannya. Kemudian aku bertanya kepadanya tentang hadyu, maka dia berkata:
"Untuk hadyu itu boleh menyembelih onta, sapi, kambing, atau binatang yang dijadikan
syirkah (yakni perseroan) oleh orang-orang yang sama-sama harus membayar dam atau
denda". Abu Jamrah berkata: "Seolah-olah orang banyak sama tidak suka mengerjakan
hajji tamattu' itu, kemudian aku tidur, tiba-tiba dalam tidurku itu aku mimpi melihat ada
orang yang berseru: "Hajji Mabrur dan tamattu' yang dikabulkan (yakni memperoleh
pahala)." Aku lalu mendatangi Ibnu Abbas ra., kemudian aku menceritakan impianku
itu, lalu ia mengatakan: "Allahu Akbar, itu adalah sunnah (amal perbuatan) yang
dilakukan oelh Abul Qasim saw (yakni Nabi Muhammad saw) Ibnu Abbas ra berkata:
"Adam, Wahab bin jarir dan Ghundar mengatakan sesuatu yang diterima dari Syu'bah,
yaitu: "Umrah yang dikabulkan dan hajji yang mabrur."
(HR: Bukhari)

1615. "Dari Abu Hurairah ra., bahwasanya Rasulullah saw melihat seorang laki-laki
menggiring onta, lalu beliau bersabda: "Naiklah". Ia berkata: "Ini onta betina". Beliau
bersabda: "Naikilah". Ia berkata: "Ini onta betina." Beliau bersabda: "Naikilah, celaka
kamu!" dalam kali yang ketiga atau kedua."
(HR: Bukhari)

1616. "Dari Anas ra, bahwasanya Nabi saw melihat seorang laki-laki menggiring onta, lalu
beliau bersabda: "Naikilah". Ia berkata: "Ini onta betina". Baliau bersabda: "Naikilah."
Ia berkata: "Ini onta betina". Beliau bersabda: "Naikilah" sampai tiga kali."
(HR: Bukhari)

1617. "Dari Ibnu Umar ra., ia berkata: Rasulullah saw, berhajji tamattu' pada hajji Wada'
dengan umrah hajji. Beliau membawa binatang hidyah dan menggiringnya dari Dzul
Hulaifaj. Rasulullah saw memulai dengan membaca Talbiyah untuk umrah kemudian
membaca talbiyah untuk berhajji. Maka manusia bertamattu' bersama Nabi saw dengan
umrah ke hajji. Sebagian dari manusia ada yang berhidyah, maka ia menggiring
binatang hidyah itu, sebagian dari mereka ada yang tidak berhidyah. Ketika Nabi saw
tiba di Makkah, beliau bersabda kepada manusia: "Barangsiapa diantaramu yang
berhidyah maka sesungguhnya tidak halal baginya sesuatu yang diharamkan baginya
sampai ia menyelesaikan hajjinya. Dan barangsiapa diantaramu yang tidak berhidyah,
maka hendaklah ia thawaf di baitullah. (sa'i) antara Shafa dan Marwah, bercukur dan
bertahallul. Kemudian ia membaca talbiyah untuk hajji. Barangsiapa yang tidak
mempunyai binatang hidyah maka hendaklah ia berpuasa tiga hari dalam hajji dan tujuh
hari apabila pulang ke keluarganya." Ketika beliau tiba di Makkah, beliau melakukan
thawaf (qudum). Lebih dahulu beliau menyentuh sudut, kemudian berlari tiga keliling
dan berjalan empat keliling. Setelah selesai thawaf keliling Ka'bah, lalu beliau shalat di
belakang Maqam. Setelah memberi salam, beliau terus menuju Shafa, lalu sa'i tujuh kali
antara Shafa dan Marwah. Beliau belum halal sebelum selesai mengerjakan Hajji dan
menyembelih kurban pada hari Nahar dan thawaf ifadlah (yakni thawaf rukun,
dilaksanakan setelah kembali dari Arafah) keliling Ka'bah. Setelah semuanya itu selesai,
barulah beliau halal dari semua yang tadinya haram. Maka kerjakanlah seperti yang
dilakukan Rasulullah saw itu oleh siapa yang sanggup membayar hadyu , talah
menyiapkan dan menghalaunya di antara orang banyak. Dari Urwah bahwasanya
Aisyah memberitahukan kepada apa yang diperoleh Nabi saw pada waktu melakukan
ibadah manasiknya untuk umrah, kemudian berihram untuk hajji, maka orang-orang
sama bertamattu' untuk umrah beserta beliau sebagaimana yang dikabarkan kepadaku
oleh Salim dari Ibnu Umar ra. dari Nabi saw"
(HR: Bukhari)

1618. "Dari Nafi', ia berkata: Abdullah bin Abdullah bin Ibnu Umar ra berkata kepada
ayahnya: "Bermukimlah (yakni janganlah mengerjakan ibadah hajji pada tahun ini),
sebab sesungguhnya aku tidak merasa adanya keamanan karena adanya perang saudara,
maka engkau akan dihalang-halangi orang untuk pergi ke Baitullah". Abdullah bin
Umar ra berkata: "Jika hal itu benar-benar terjadi (yakni aku dihalang-halangi masuk
Makkah), maka aku berarti mengerjakan sebagaimana yang dikerjakan oleh Rasulullah
saw. Padahal Allah telah bersabda: "LAQAD KAANA LAKUM FII
RASUULILLAAHI USWATUN HASANATUN" (Sungguh cukup dalam pribadi
Rasulullah itu ada suri tauladan yang baik bagi kamu semua). Aku mempersaksikan
kepadamu semua bahwa sesungguhnya aku telah menetapkan atas diriku sendiri untuk
mengerjakan umrah". Setelah mengatakan sebagaimana diatas, ia lalu umrah. Setelah ia
sampai Baida', ia lalu berihram untuk hajji dan umrah. Lalu Abdullah bin Abdullah
berkata: "Mengapa keadaan hajji dan umrah hanya dijadikan satu." Abdullah bin Ibnu
Umar ra kemudian membeli seekor binatang ternak dari Qudaid untuk dijadikan hadyu,
lalu ia datang di Makkah lalu thawaf qudum (yakni baru datang dan diniatkan untuk
hajji dan umrah tersebut), tetapi hanya mengerjakan sekali thawafan. Jadi ia tidak
bertahallul sehingga bertahallul semua dari kedua amalan itu (yakni hajji dan umrah)"
(HR: Bukhari)

1619. "Dari Nafi' ia berkata: "Ibnu Umar ra itu apabila membawa hadyu dari Madinah, ia
memberinya kalung dan diberinya tanda ketika berada di Dzul Hulaifah dengan jalan
meletakkan sebuah pisau lebar pada ponok sebelah kanan dari punggung onta serta
menghadapkannya ke arah kiblat di waktu mendekamnya."
(HR: Bukhari)

1620. "Dari Miswar bin Makhramah dan Marwan ra., ia berkata: "Nabi saw keluar dari
Madinah pada masa Hudaibiyah dalam seratus lebih beberapa puluh orang dari para
sahabat sehingga ketika mereka berada di Dzul Hulaifah, Nabi saw mengulangi
binatang hidyah, beliau memberi tanda pada binatang hidyah itu dan beliau ihram untuk
umrah"
(HR: Bukhari)

1621. "Dari Aisyah ra., ia berkata: "Saya yang melilitkan tali untuk kalung onta Nabi saw,
kemudian dikalungkan dan diberi tanda (dilukai sedikit) dan menghadiahkan, tetapi
yang demikian tidak menyebabkan haramnya sesuatu baginya dari apa yang biasa
halal"."
(HR: Bukhari)

1622. "Dari Hafshah, ia berkata: Aku bertanya: Wahai Rasulullah, mengapa orang-orang itu
sudah bertahallul sedangkan engkau belum bertahallul?" Beliau menjawab: "Sesungguhnya
aku telah memintal rambut kepalaku agar menjadi satu dan aku membawa hadyuku, maka aku
tidak halal melakukan apa-apa yang diharamkan sewaktu dalam ihram, sehingga aku
bertahallul dari hajji"."
(HR: Bukhari)

1623. "Dari Aisyah ra.,ia berkata: "Rasulullah saw itu mengirimkan hadyu dari Madinah, lalu
aku memilih beberapa tali untuk dijadikan pengikut hadyunya, kemudian beliau tidak
menjauhi sesuatupun dari apa yang semestinya dijauhi oleh seorang yang sedang berihram"
(HR: Bukhari)
1624. "Dari Miswar ra., ia berkata: "Nabi saw memberi kalung kepada hadyunya, kemudian
memberi tanda pada hadyunya, sesudah itu beliau ihram untuk umrah"
(HR: Bukhari)

1625. "Dari Aisyah ra., ia berkata: "Aku pernah melihat tali untuk dijadikan kalung dari
hadyunya Nabi saw., kemudian beliau memberinya tanda pengenal dan mengalunginya".
Kemudian mengirimkannya ke Baitul Haram di Makkah, sedangkan beliau sendiri tetap
bermukim di Madinah dan di Madinah itu tiada sesuatupun yang haram atas beliau untuk
dikerjakan yang semestinya memang halal untuk beliau tersebut"
(HR: Bukhari)

1626. "Dari Amrah binti Abdurrahman bahwasanya Ziad bin Abu Sufyan menulis sepucuk
surat kepada Aisyah ra. Bahwa Abdullah bin Abbas ra. Berkata : "Barangsiapa yang berhidyah
dengan suatu binatang hidyah maka haram atasnya apa yang diharamkan kepada orang yang
hajji sehingga binatang hidyahnya disembelih. Aisyah berkata: "Tidak seperti apa yang
diucapkannya. Saya memintal kalung-kalung binatang hidyah Rasulullah saw dengan
tanganku, Rasulullah saw mengalungkannya dengan kedua tangan beliau, kemudian beliau
melepas talinya bersama ayahku. Tidaklah haram atas Rasulullah saw sesuatu yang dihalalkan
Allah sehingga binatang hidyah itu disembelih."
(HR: Bukhari)

1627. "Dari Aisyah ra., ia berkata: "Nabi saw pernah berkurban dengan seekor domba"."
(HR: Bukhari)

1628. "Dari Aisyah ra., ia berkata: "Saya pernah memintal tali untuk kalung hadyu Nabi
saw.,maka dikalungkannya kambing itu sedangkan beliau tetap halal bersama keluarga
beliau"."
(HR: Bukhari)

1629. "Dari Aisyah ra., ia berkata: "Aku pernah melihat tali untuk dijadikan kalung hadyunya
Nabi saw., yang berupa kambing. Hadyu itu dikirimkan ke Makkah, kemudian beliau tetap
halal mengerjakan segala sesuatu yang tidak boleh dikerjakan oleh orang yang berihram"."
(HR: Bukhari)

1630. "Dari Aisyah ra.,ia berkata: "Aku memintal untuk hadyunya Nabi saw. Yang
dimaksudkan Aisyah ialan memintal tali untuk dikalungkan di leher hadyu itu sebelum beliau
berihram."
(HR: Bukhari)

1631. "Dari Ummul Mu'minin (Aisyah)ra., ia berkata: "Saya memintal kalungnya dari bulu
yang ada di tempatku"."
(HR: Bukhari)

1632. "Dari Abu Hurairah ra. Bahwasanya Nabi saw melihat seorang lelaki menggiring seekor
onta untuk dijadikan hadyu. Beliau lalu bersabda: "Naikilah", Ia berkata: "Sesungguhnya onta
ini betina". Nabi saw bersabda: "Naikilah". Abu Hurairah berkata: "Niscaya aku betul-betul
telah melihat orang lelaki itu mengendarai untanya untuk mengikuti Nabi saw. berjalan,
sedangkan sandalnya ada di leher binatang hadyu itu"
(HR: Bukhari)
1633. "Dari Ali ra., ia berkata: "Rasulullah saw menyuruh saya agar saya mensedekahkan
dengan daging onta yang saya sembelih dan juga kulitnya"."
(HR: Bukhari)

1634. "Dari Nafi'., ia berkata: Ibnu Umar ra.,ketika akan berhajji bertempat Al Hajjaj
menyerang Ibnu Zubair, maka orang-orang memberitahu kepadanya: Kini musim perang dan
kami kuatir mereka akan menghalangimu untuk menunaikan hajji. Jawab Ibnu Umar:
Sungguh telah ada bagimu dalam perbuatan Rasulullah saw, contoh yang baik, aku akan
berbuat sebagaimana perbuatan Rasulullah saw Lalu di tengah Baida' Ibnu Umar berkata: Aku
persaksikan kepada kalian bahwa itu ihram umrah, kemudian ketika telah jauh dari lapangan
itu ia berkata: Hajji dan Umrah satu macam, aku persaksikan kepada kalian bahwa aku niat
ihram hajji dalam umrahku ini, lalu membeli hadi (kambing) di Qutaid. Setelah ia datang di
Makkah lalu melakukan thawaf mengelilingi Baitullah serta bersa'i antara Shafa dan Marwah
dan tidak menambah suatu amalanpun dari itu. Kemudian ia tidak tahallul sehingga hari nahar
(hari idul adh-ha), baru ia cukur dan menyembelih kambingnya di Mina, dan merasa telah
selesai dari thawaf hajji dengan thawafnya yang pertama itu. Ibnu Umar ra.berkata:
"Demikianlah perbuatan Rasulullah saw"."
(HR: Bukhari)

1635. "Dari Aisyah ra.,ia berkata: "Kami keluar bersama Rasulullah saw pada lima hari dari
sisa bulan Dzul Qa'dah (akhir Dzul Qa'dah) dan tidak ada tujuan kami selain hanya untuk
mengerjakan hajji. Ketika kami hampir tiba di Makkah, Rasulullah saw memerintahkan
kepada orang yang tidak membewa hadyu supaya halal sesudah thawaf dan sa'i antara Shafa
dan Marwah". Aisyah berkata: "Pada hari Nahar dimasukkan daging korban kepada kami, lalu
saya tanyakan: "Apakah ini? Ia menjawab: " Rasulullah saw menyembelih untuk para isteri
beliau"."
(HR: Bukhari)

1636. "Dari Nafi' bahwasanya Abdullah ra.itu biasa menyembelih pada tempat
penyembelihan, yaitu tempat penyembelihan milik Rasulullah saw"
(HR: Bukhari)

1637. "Dari Nafi' bahwasanya Ibnu Umar ra.mengirimkan hadyunya dari Jam'I di daerah
Muzdalifah sampai akhir malam barulah tiba di tempat yang dituju, sehingga dimasukinya
tempat penyembelihan Nabi saw dengan membawa hadyunya. Hal ini bersama-sama dengan
orang-orang yang melaksanakan ibadah hajji, yang di dalamnya terdapat orang yang merdeka
dan hamba sahaya."
(HR: Bukhari)

1638. "Dari Ziyad bin Jubair, ia berkata: Saya melihat ibnu Umar mendatangi seorang lelaki
yang menderumkan ontanya untuk disembelihnya, ia berkata: "Lepaskanlah pengikatnya
dengan berdiri dan terikat kakinya dengan mengikuti sunnah Muahammad saw"."
(HR: Bukhari)

1639. "Dari Anas ra., ia berkata: "Nabi saw shalat dzuhur di Madinah empat raka'at dan shalat
Ashar di Dzul Hulaifah dua raka'at (yakni diqashar), lalu menginap di Dzul Hulaifah. Setelah
tiba waktu pagi, beliau menaiki kendaraannya, kemudian membaca tahlil dan tasbih (yakni
mengucapkan laa ilaaha illallaah dan Subhaanallaah). Setelah berada di tempat yang tinggi
beliau mulai bertalbiyah dengan menggunakan kedua kata-kata itu secara bersama-sama.
Ketika beliau memasuki kota Makkah, beliau perintah kepada para sahabatrnya supaya
mereka bertahallul. Nabi saw menyembelih tujuh ekor unta dengan tanganya dan onta-onta
itupun sama berdiri, sedangkan di Madinah beliau menyembelih dua ekor kambing kibas yang
bulunya putih bercampur hitam dan besar-besar tanduknya"."
(HR: Bukhari)

1640. "dari Anas bin Malik ra., ia berkata: Nabi saw shalat dzuhur di Madinah empat rakaat
shalat Ashar di Dzulhulaifah dua rakaat (yakni qashar). Dari Ayyub dari seorang lelaki dari
Anas ra., meneruskan hadist tersebut yaitu: "Kemudian beliau menginap di Dzulhulaifah
sampai pagi harinya. Lalu beliau shalat shubuh, kemudian menaiki kendaraannya, sehingga
setelah menetapkan kendaraan itu dan berhenti di Baida', lalu beliau berihram untuk umrah
dan hajji"."
(HR: Bukhari)

1641. "Dari Ali ra., ia berkata: "Aku diutus oleh Nabi saw menyembelih ontanya lalu aku
berdiri di atas ontanya, kemudian aku diperintah lagi, kemudian aku bagi-bagikan pelana dan
kulitnya". Sufyan berkata: "Aku diberitahu oleh Abdul karim dari Mujahid bin Abu Laila dari
Ali ra.,ia berkata: "Nabi saw menyuruh saya untuk berdiri di atas onta dan tidak memberikan
sesuatu kepada tukang potongannya"."
(HR: Bukhari)

1642. "Dari Ali ra., bahwasanya Nabi saw memerintahkan kepadanya supaya berdiri ketika
menyembelih unta kurbannya, lalu keseluruhan kurban itu supaya dibagi-bagikan,
dagingnya, kulitnya dan pelananya dan tidak sepotongpun diberikan kepada tukang
potong"."
(HR: Bukhari)

1643. "Dari Ali ra.,ia berkata: "Nabi saw pernah berkurban seratus ekor unta. Lalu disuruhnya
aku membagi-bagikannya, maka saya bagi-bagikan; kemudian disuruhnya pula aku
membagi-bagikan pelana dan kulitnya, maka saya bagi-bagikan"
(HR: Bukhari)

1644. "Dari Jabir bin Abdullah ra., ia berkata: "Kami tidak makan dari daging onta kami di
atas tiga hari di Mina. Lalu Nabi saw memberi kemurahan kepada kami kemudian
beliau bersabda: "Makanlah dan berbekallah". Maka kami makan dan berbekal."
(HR: Bukhari)

1645. "Dari Aisyah ra., ia berkata: "Kami keluar bersama Rasulullah saw pada lima hari dari
sisa bulan Dzul Qa'idah (akhir Dzul Qa'dah) dan tidak ada tujuan kami selain hanya
untuk mengerjakan hajji. Ketika kami hampir tiba di Makkah, Rasulullah saw
memerintahkan kepada orang yang tidak membawa hadyu supaya halal sesudah thawaf
dan sa'i antara Shafa dan Marwah". Aisyah berkata: "Pada hari Nahar dimasukkan
daging korban kepada kami, lalu saya tanyakan: "Apakah ini?" Ia menjawab:
"Rasulullah saw menyembelih untuk para istri beliau"
(HR: Bukhari)

1646. "Dari Ibnu Abbas ra., ia berkata: "Nabi saw ditanya tentang seseorang yang mencukur
rambutnya sebelum menyembelih hadyu dan semacamnya." Beliau bersabda: "Tidak
mengapa, tidak mengapa"
(HR: Bukhari)

1647. "Dari Ibnu Abbas ra., ia berkata: "Ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi saw:
"Saya thawaf sebelum melontar". Beliau bersabda: "Tidak mengapa". Ia berkata: "Saya
mencukur rambut sebelum menyembelih". Beliau bersabda: "Tidak mengapa". Ia
berkata lagi: "Saya menyembelih sebelum melontar". BEliau bersabda: "Tidak
mengapa"
(HR: Bukhari)

1648. "Dari Ibnu Abbas ra., ia berkata: "Nabi saw ditanya oleh seorang dan berkata: "Aku
telah melontar sewaktu aku berada di waktu sore hari". Lalu beliau bersabda: "Tidak
mengapa". Ia berkata lagi: "Aku mencukur rambut sebelum menyembelih hadyu".
Beliau bersabda: "Tidak mengapa"
(HR: Bukhari)

1649. "Dari Abu Musa ra., ia berkata: "Aku bertemu dengan Nabi saw ketika di Bath-ha', lalu
ditanya: "Apakah anda berhajji?" Aku berkata: "Ya". Beliau bertanya: "Berihram
apakah anda?" Aku berkata: "Labbaika menurut ihram Nabi saw". Nabi saw bersabda:
"Bagus anda, pergilah lakukanlah thawaf di Ka'bah dan sa'i di Shafa dan Marwah".
Kemudian aku pergi kepada wanita dari Bani Qais lalu diambillah kutu kepalaku (yakni
sesudah tahallul), kemudian aku berihram hajji. Lalu aku memberi fatwa begitu kepada
orang-orang sehingga masa khalifah Umar ra. maka ketika aku terangkan kepadanya
itu, ia berkata: "Jika mengambil dari kitab Allah, maka Allah menyuruh kami
menyempurnakannya, dan bila mengambil dari sunnah Rasulullah saw maka Rasulullah
saw tidak bertahallul kecuali sesudah sampai hadis itu "
(HR: Bukhari)

1650. "Dari Abu Hurairah ra. Bahwasanya ia berkata kepada Nabi saw: "Wahai Rasulullah,
mengapa keadaan para manusia sudah sama bertahallul umrah, padahal engkau tidak
bertahallul dari umrah?" Beliau bersabda: "Aku telah mengumpulkan rambut kepalaku
dan aku membawa hadyuku, maka aku tidak akan bertahallul sehingga aku
menyembelih hadyuku itu"
(HR: Bukhari)

1651. "Dari Abu Syu'aib bin Abu Hamzah, ia berkata: Nafi' berkata: Ibnu Umar ra. Berkata:
Rasulullah saw bercukur dalam hajji beliau"
(HR: Bukhari)
1652. "Dari Abdullah bin Umar ra. Bahwasanya Rasulullah saw bersabda: "Wahai Allah
berilah rahmat kepada orang-orang yang bercukur". Mereka berkata: "Dan orang-orang
yang menggunting rambut, wahai Rasulullah" Beliau bersabda: "Wahai Allah berilah
rahmat kepada orang-orang yang bercukur." Mereka berkata: "Dan orang-orang yang
bergunting (rambut), wahai Rasulullah", Beliau bersabda: "Dan orang-orang yang
bergunting (rambut)"
(HR: Bukhari)

1653. "Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: "Rasulullah saw bersabda: "Wahai Allah ampunilah
orang-orang yang bercukur". Mereka berkata: "Dan orang-orang yang menggunting
rambut". Beliau bersabda: "Wahai Allah ampunilah orang-orang yang bercukur".
Mereka berkata: "Dan orang-orang yang menggunting rambut" Beliau menyabdakannya
tiga kali dan kepada orang-orang yang menggunting rambut"
(HR: Bukhari)

1654. "Dari Nafi' bahwa Abdullah berkata: "Nabi saw dan sekelompok dari sahabat-sahabat
beliau sama mencukur sedang sebagian lagi dari para sahabat beliau ada yang
memendekkan (menggunting rambutnya saja)"
(HR: Bukhari)

1655. "Dari Mu'awiyah ra., ia berkata: "Saya menggunting rambut Rasulullah saw dengan
semacam mata panah yang lebar"."
(HR: Bukhari)

1656. "Dari Ibnu Abbas ra., ia berkata: "Pada waktu Nabi saw datang di Makkah, beliau
menyuruh para sahabatnya supaya berthawaf mengelilingi Baitullah, lalu sa'I antara
Shafa dan Marwah, kemudian bertahallul dan mereka boleh mencukur rambutnya atau
menggunting rambutnya"
(HR: Bukhari)

1657. "Aisyah dan Ibnu Abbas ra, mengatakan bahwasanya Nabi saw itu mengakhirkan ziarah
itu sampai waktu malam. Dan disebutkan dari Abu Hasan dari Abdullah bin Abbas ra.
Menerangkan bahwasanya Nabi saw berziarah di Baitullah pada hari-hari Mina. Abu
Naim mengatakan kepada kami: "Kami diberitahu oleh Sufyan dari Ubaidillah dari
Nafi' dari Ibnu Umar ra., bahwasanya ia berthawaf sekali thawafan lalu tidur siang di
Makkah, kemudian mendatangi Mina (yakni pada hari Nahar) Hal ini
diangkat/disampaikan periwayatannya oleh Abdurrazaq dan berkata: "Kami diberitahu
oleh Abdullah"
(HR: Bukhari)

1658. "Dari Aisyah ra., ia berkata: "Kami beribadah hajji bersama Nabi saw lalu kami thawaf
ifadlah pada hari Nahar, tiba-tiba Shafiyah berhaidl, kemudian Nabi saw berkehendak
akan melakukannya sebagaimana halnya seorang lelaki memperlakukan isterinya
(maksudnya hendak mengumpulinya)." Maka saya (Aisyah) berkata: "Sesungguhnya
Shafiyyah sedang berhaidl, kemudian Nabi saw bersabda: "Shafiyah telah menahan kita
semua dalam perjalanan kita (yakni tidak bagi kira perjalanan menjadi lambat dan ia
sendiri tidak dapat mengerjakan thawaf ifadlah). Para sahabat berkata: "Wahai
Rasulullah, beliau sudah mengerjakan thawaf ifadlah" Beliau lalu bersabda: "Kalau
begitu berangkatlah kamu semua untuk melanjutkan perjalanan". Disebutkan dari
Qasim, Urwah dan Aswad dari Aisyah ra, ia berkata: "Shafiyah sudah mengerjakan
thawaf ifadlah pada hari Nahar"."
(HR: Bukhari)

1659. "Dari Ibnu Abbas ra. Bahwasanya Rasulullah saw pernah ditanya perihal menyembelih,
mencukur dan melontar jumrah, mendahulukan dan mengakhirkan suatu amalan dengan
amalan yang lain. Lalu beliau bersabda: "Hal itu tidak mengapa (yakni tidak berdosa
dan tidak pula diwajibkan membayar denda)"
(HR: Bukhari)

1660. "Dari Ibnu Abbas ra., ia berkata: "Nabi saw pernah ditanya perihal hari Nahar (yakni
hari raya kurban) di Mina, lalu beliau bersabda: "Hal itu tidak mengapa". Kemudian ada
seorang lelaki bertanya kepada beliau, ia mengatakan: "Aku sudah mencukur rambtu
kepalaku sebelum aku menyembelih hadyu" Beliau bersabda: "Sembelih sajalah dan
tidak mengapa". Ada lagi orang lelaki mengatakan: "Aku telah melontar jumrah sesudah
sore hari". Beliau bersabda: "Tidak mengapa" "
(HR: Bukhari)
1661. "Dari Abdullah bin Umar ra, bahwasanya Rasulullah saw ketika hajji wada' beliau
berdiri di Mina sedang orang-orang sama bertanya padanya. Ada seorang bertanya:
"Aku tidak mengerti lalu aku cukup sebelum menyembelih" Beliau bersabda:
"Sembelihlah dan tidak mengapa (yakni tidak dosa)". Kemudian ada orang lain datang
dan bertanya: "Aku tidak mengerti, maka aku menyembelih sebelum melempar". Beliau
bersabda: "Lemparlah dan tidak mengapa". maka pada saat itu tidak ditanya tentang
sesuatu yang diajukan atau diundurkan melainkan dijawab: "Berbuatlah dan tidak
mengapa"
(HR: Bukhari)

1662. "Dari Abdullah bin Umar bin Ash ra.bahwasanya ia menyaksikan Nabi saw berkhutbah
pada hari Nahar, lalu ada seorang lelaki berdiri kemudian berkata: "Aku meyakinkan
bahwasanya aku mengerjakan begitu sebelum melakukan begini, aku mencukur sebelum aku
menyembelih hadyu, aku menyembelih sebelum aku melontar jumrah dan lain-lain serupa
dengan hal itu." Maka beliau bersabda: "Kerjakanlah dan tidak mengapa". Maka pada saat itu
tiada suatu pertanyaanpun yang diajukan kepadanya melainkan jawaban: "Kerjakanlah dan
tidak mengapa"."
(HR: Bukhari)

1663. "Dari Abdullah bin Umar bin Ash ra. Ia berkata: "Rasulullah saw berwuquf dengan
menaiki unta"
(HR: Bukhari)

1664. "Dari Ibnu Abbas ra. Bahwasanya Rasulullah saw berkhutbah pada hari Nahar, beliau
bersabda: "Wahai sekalian manusia! Hari apakah ini?" Para sahabat menjawab: "Hari haram
(suci)". Beliau bersabda: "Negeri apakah ini?" Mereka menjawab:"Negeri haram (suci)",
Beliau bersabda: "Bulan apakah ini?" Mereka menjawab: "Bulan haram (suci). Beliau
bersabda: "Sesungguhnya darahmu, hartamu, dan kehormatanmu adalah suci atasmu semua,
sebagaimana kesucian hartamu ini, negerimu ini dan di bulanmu ini." Kata-kata itu berulang-
ulang diucapkan oleh beliau. Kemudian beliau mengangkat kepalanya, lalu bersabda: "Ya
Allah, sesunggguhnya khutbah beliau itu adalah merupakan wasiat bagi seluruh umatnya
(Nabi saw meneruskan): "Maka karena itu hendaklah yang hadir ini menyampaikan kepada
yang tidak hadir. Dan janganlah kamu menjadi kafir kembali, sesudahku, dimana kamu
berkelahi sesamamu"
(HR: Bukhari)

1665. "Dari Ibnu Abbas ra. Ia berkata: "Saya mendengar Nabi saw berkhutbah di padang
Arafah"
(HR: Bukhari)

1666. "Dari Abu Bakrah ra ia berkata: "Nabi saw berkhutbah kepada kami pada hari Nahar.
Beliau bersabda: "Apakah kamu semua mengetahui, hari apakah ini?" Kami berkata: "Allah
dan RasulNya adalah lebih mengetahui". Kemudian beliau berdiam diri, sehingga kami
menyangka bahwa beliau akan memberinya nama dengan nama yang lain dari namanya
sendiri, kemudian beliau bersabda: "Bukankah ini hari Nahar?" Kami mengatakan: "Ya".
Kemudian beliau bertanya: "BUlan apakah ini?". Kami menjawab: "Allah dan RasulNya
adalah lebih mengetahui". Beliau lalu berdiam diri sehingga kami menyangka bahwa beliau
akan memberinya nama dengan nama yang lain dari namanya sendiri, Kemudian beliau
bersabda: "BUkankah ini bulan Dzulhijjah?" Kami menjawab: "Ya". beliau bertanya: "Negeri
apakah ini?". Kami menjawab: "Allah dan RasulNya adalah lebih mengetahui". Beliau lalu
berdiam diri sehingga kami menyangka bahwa beliau akan memberinya nama dengan nama
yang lain dari namanya sendiri, Kemudian beliau bersabda:Bukankah ini negeri (tanah) suci?"
Kami menjawab: "Ya". Seterusnya beliau bersabda: "Sesungguhnya darahmu dan harta
bendamu adalah suci atasmu semua, sebagaimana kesucian harimu ini, dalam bulanmu ini dan
dinegerimu ini sehingga kamu semua menemui Tuhanmu. Ingatlah apakah aku telah
menyampaikan" Oleh karena itu hendaklah yang hadir ini menyampaikan kepada yang tidak
hadir. Sebab yang tidak hadir itu banyak sekali yang lebih mengerti dan hafal daripada yang
hadir. Maka dari itu, janganlah kamu menjadi kafir kembali sesudahku, dimana sebagian dari
kaum muslimin memenggal leher saudaranya kaum muslimin yang lain","
(HR: Bukhari)

1667. "Dari Ibnu Umar ra., ia berkata: "Nabi saw ketika berkhutbah di Mina mengatakan:
"Apakah kamu semua mengetahui, hari apakah ini?" Para sahabat menjawab: "Allah dan
RasulNya adalah lebih mengetahui". Beliau bersabda: "Sesungguhnya hari ini adalah hari
suci. Lalu apakah kamu semua mengetahui negeri apakah ini?" Para sahabat menjawab:
"Allah dan Rasul-Nya adalah lebih mengetahui". Beliau bersabda: "Ini adalah negeri suci,
Lalu apakah kamu semua mengetahui bulan apakah ini?" Para sahabat menjawab: "Allah dan
RasulNya adalah lebih mengetahui". Beliau bersabda: "Ini adalah bulan yang suci: Seterusnya
beliau bersabda: "Sesungguhnya Allah telah mengharamkan (yakni mensucikan darahmu
semua), hartamu semua dan keperwiraan atau kehormatanmu semua. Sebagaimana kesucian
harimu ini, bulanmu ini dan negerimu ini."
(HR: Bukhari)

1668. "Dari Ibnu Umar ra., ia berkata: "Nabi saw berdiri untuk berkhutbah pada hari Nahar
antara jumrah (yaitu pada waktu Dluha) dalam hajji beliau yang merupakan hajji wada'.
Beliau bersabda: "hari ini adalah hajji akbar (besar)" Kemudian Nabi saw berdoa: "Ya Allah,
persaksikanlah". Dan Nabi saw berpamitan kepada orang banyak, kemudian orang banyak itu
berkata: "Ini adalah Hajji Wada'"
(HR: Bukhari)

1669. "Dari Ibnu Umar ra.,bahwasanya Abbas ra. Meminta izin kepada Nabi saw untuk
bermalam di Makkah pada malam-malamnya di Mina, karena perlu memberi minum orang
banyak, kemudian beliau memberi izin kepadanya."
(HR: Bukhari)

1670. Dari Jabir bahwasanya Nabi saw melontar Jumrah Aqabah pada hari Nahar di waktu
Dluha. Dan setelah itu beliau melontar jumrah yang lain-lain ketika matahari telah tergelincir
(HR: Bukhari)

1671. "Dari Warabah ia berkata: "Aku bertanya kepada Ibnu Umar ra.,; "Kapankah saya
melempar jumrah?" Ia berkata: "Jika imammu (pemimpinmu) melempar, maka lemparlah. Ia
mengulangi pertanyaan itu?" Ia berkata: "Kami menunggu masa, apabila matahari tergelincir
maka kami melempar"."
(HR: Bukhari)

1672. "Dari Abdurrahman bin Yazid, ia berkata: "Abdullah melempar dari Bathnul Wadi".
Aku (yakni Abdurrahman bin Yazid) berkata: "Sesungguhnya orang-orang yang melempar
dari sebelah atasnya". Ia berkata: "Demi Dzat yang tidak ada Tuhan selain-Nya, ini adalah
tempat yang padanya diturunkan surat Al-Baqarah"
(HR: Bukhari)

1673. "Dari Abdullah ra., bahwasanya ia sampai pada melempar Jumrah Kubra. Ia jadikan
Baitullah itu di samping kirinya, Mina disebelah kanannya dan ia melempar tujuh kali. Ia
berkata:"Demikianlah ia melempar tempat yang disitu diturunkannya surat Al-Baqarah"
(HR: Bukhari)

1674. "Dari Abdurrahman bin Yazid bahwasanya ia melakukan hajji bersama Ibnu Mas'ud ra.,
lalu Abdurrahman melihat Ibnu Mas'ud melontar jumrah Kubra (yakni jumrah Aqabah)
dengan tujuh batu kecil. Ia menjadikan Baitul Haram di sebelah kirinya dan Mina di sebelah
kanannya. Kemudian ia berkata: "Ini adalah tempat yang padanya diturunkan surat Al-
Baqarah"
(HR: Bukhari)

1675. "Dari A'masy, ia berkata: "Aku mendengar Hajjaj berkhutbah di atas mimbar berkata:
"Surat yang disebut di dalamnya Al-Baqarah, surat yang disebut didalamnya Ali Imran, surat
yang disebut didalamnya An-Nisa'." A'masy berkata: "Kemudian aku menyampaikan berita
itu kepada Ibarahim lalu Ibrahim berkata: "Saya diceritai oleh Abdurrahman bin Yazid ketika
ia bersama Ibnu Mas'ud ketika melempar jumrah Aqabah dari tengah-tengah lembah sehingga
apabila hampir di pohon dia melempar dengan tujuh batu dan bertakbir pada tiap lemparan,
kemudian berkata: "Dari tempat ini, demi Dzat yang tidak ada Tuhan selain-Nya telah berdiri
orang yang diturunkan kepadanya surat Al-Baqarah, yaitu Nabi saw"
(HR: Bukhari)

1676. "Dari Ibnu Umar ra., bahwasanya ia melempar jumrah yang dekat (ke arah Masjid
Khaif) dengan tujuh batu kecil dengan bertakbir untuk mengiringi batu kecil. Kemudian ia
maju sampai tanah yang datar, lalu berdiri dengan menghadap kiblat. Ia berdiri lama, berdoa
mengangkat kedua tangannya, kemudian melempar jumrah Al Wustha. Kemudian ia
mengambil sebelah kiri lalu ia mengeraskan suara dan berdiri dengan menghadap kiblat. Ia
berdiri lama menghadap kiblat kemudian berdoa dan mengangkat kedua tangannya dan
berdiri lama kemudian ia melempar jumrah Aqabah dari dalam lembah itu. Ia tidak berdiri di
sana kemudian berangkat dan berkata: "Demikianlah saya melihat Nabi saw melakukannya"
(HR: Bukhari)

1677. "Dari Salim bin Abdullah bahwasanya Abdullah bin Umar ra., melempar Jumrah yang
dekat (kepada Masjid Khaif) dengan tujuh batu kecil dengan bertakbir untuk mengiringi batu
kecil. Kemudian ia maju sampai tanah yang datar, lelu berdiri dengan menghadap kiblat. Ia
berdiri lama, berdoa dan mengangkat kedua tangannya, kemudian melempar jumrah Al-
Wustha. Kemudian ia mengambil sebelah kiri lalu ia mengeraskan suara dan berdiri dengan
menghadap kiblat. Ia berdiri lama menghadap kiblat kemudian berdoa dan mengangkat kedua
tangannya dan berdiri lama kemudian ia melempar jumrah Aqabah dari dalam lembah itu. Ia
tidak berdiri di sana kemudian berangkat dan berkata: "Demikianlah saya melihat Nabi saw
melakukannya"
(HR: Bukhari)

1678. "Dari Zuhri bahwasanya Rasulullah ketika melempar jumrah yang dekat masjid Mina,
beliau melempar dengan tujuh buah batu sambil beliau mengucapkan takbir setiap melempar
dengan satu batu. Kemudian beliau maju ke muka dan berdiri menghadap kiblat sambil
mengangkat kedua belah tangannya berdoa dan berdiri agak lama. Kemudian beliau
mendekati jumrah. Sesudah itu beliau pindah ke sebelah kiri mendekati lembah, dan berdiri
menghadap kiblat, dan sambil mengangkat kedua belah tangannya beliau berdoa. Sesudah itu
beliau mendekati jumrah yang akhir, maka dilemparnya dengan tujuh buah batu sambil takbir
tiap-tiap kali melontar, kemudian beliau pergi dari situ dan ia tidak berdiri di sana"
(HR: Bukhari)
1679. "Dari Aisyah ra., ia berkata: "Aku seringkali mengenakan wangi-wangian kepada
Rasulullah saw dengan kedua tanganku ini ketika hendak melakukan ihram dan ketika beliau
selesai bertahallul sebelum beliau mengerjakan thawaf ifadlah: Dan Aisyah membeberkan
kedua tangannya"
(HR: Bukhari)

1680. "Dari Ibnu Abbas ra., ia berkata: "Manusia disuruh agar akhir masa mereka di
Baitullah, hanya saja beliau memberi keringanan terhadap orang yang sedang haidl"
(HR: Bukhari)

1681. "Dari Anas ra, bahwasanya Nabi saw shalat Dzuhur, Ashar, Maghrib dan Isya' dan tidur
di hamparan. Kemudian beliau berkendaraan ke Baitullah lalu Thawaf di sana"
(HR: Bukhari)

1682. "Dari Aisyah ra. bahwasannya Shafiyyah binti Huyayyin isteri Nabi saw. Berhaidl
kemudian hal itu kuberitahukan kepada Rasulullah saw. Lalu beliau bersabda: "Apakah
ia menyebabkan kita terhalang dalam perjalanan kita ini (yakni sebab dia tidak dapat
mengerjakan thawaf ifadlah karena haidnya)?" Para sahabat menjawab: "Sesungguhnya
Shafiyyah sudah mengerjakan thawaf ifadlah (sebelum berhaidl)". Beliau bersabda:
"Jika demikian maka ia tidak menyebabkan kita terhalang untuk melanjutkan
perjalanan"
(HR: Bukhari)

1683. "Dari Ikrimah bahwasanya para penghuni Madinah sama bertanya kepada Ibnu Abbas
ra.mengenai perempuan yang sudah berthawaf ifadlah kemudian haidl. Ibnu Abbas
berkata kepada mereka: "Perempuan itu jangan kembali dulu sampai ia bersuci dan
thawaf wada'". Mereka berkata: "Kita tidak akan mengikuti ucapan engkau dan
meninggalkan ucapan Zaid", Kemudian Ibnu Abbas berkata: "Apabila engkau sekalian
telah datang di Madinah maka tanyakanlah hal itu kepada penduduk Madinah". Setelah
mereka tiba di Madinah, lalu mereka menanyakan hal itu kepada penghuni Madinah
yang ahli dalam masalah tersebut. Di antara orang-orang yang ditanya itu ialah Ummu
Sulaim. Kemudian Ummu Sulaim menyebutkan hadits Shafiyyah"
(HR: Bukhari)

1684. "Dari Ibnu Abbas ra., ia berkata: "Orang yang sedang haidl itu diberi rukhshah
(kemurahan) untuk berangkat ke Makkah apabila ia berangkat. Ia berkata: "Saya
mendengar Ibnu Umar berkata: "Orang yang sedang haidl itu tidak berangkat ke
Makkah. Kemudian saya mendengar ia berkata sesudah itu: "Sesungguhnya Nabi saw
memberi kemurahan kepada mereka"
(HR: Bukhari)

1685. "Dari Aisyah ra., ia berkata: "Kami keluar bersama Nabi saw dan kami tidak
mempunyai sangkaan melinkan untuk mengerjakan hajji. Setelah Nabi saw datang di
Makkah, maka beliau thawaf mengelilingi Baitullah dan sa'I antara Shafa dan Marwah,
namun beliau tidak bertahallul sesudah itu dan pada saat itu beliau membawa hadyu.
Kemudian orang-orang yang menyertai beliau yaitu dari pada isteri dan sahabat beliau
sama thawaf dan ada orang dari mereka yang bertahallul karena tidak membawa hadyu,
Lalu Aisyah berhaidl. Oleh karena itu kita meneruskan manasik hajji kita. Setelah
tibanya kita bermalam di Hashbah, yang pada malam itu kita hendak berangkat untuk
kembali (yakni ke Madinah), Aisyah ra berkata: "Wahai Rasulullah semua sahabat
engkau kembali dengan memperoleh [pahala hajji dan umrah selain aku". Beliau
bersabda: "Belumkah kamu mengerjakan thawaf mengelilingi Baitullah pada malam-
malam hari mulai kita datang?" Aku menjawab: "Belum". Beliau bersabda: "Pergilah
keluar beserta saudaramu ke Tan'im dan berihramlah untuk mengerjakan umrah. Dan
tempatmu berjanji untuk berkumpul ialan di tempat ini dan itu". lalu aku keluar bersama
Abdurrahman pergi ke Tan'im. Kemudian aku berihram umrah. Dan pada saat itu pula
Shafiyyah binti Huyayyin berhaidl. Kemudian Nabi saw bersabda dengan tenggorokan
yang terserang sakit; "Sesungguhnya kamu menahan kita untuk berangkat. Tetapi
bukankah kamu sudah mengerjakan thawaf pada hari Nahar?" Shafiyyah menjawab:
"Ya". Beliau bersabda: "Tidak mengapa, berangkatlah ke Makkah". Kemudian aku
bertemu beliau ketika beliau sedang mendaki dan aku sedang menurun atau sebaliknya
dari Makkah"
(HR: Bukhari)

1686. "Dari Abdul Aziz bin Rufa'I ia berkata: "Saya bertanya kepada Anas: "Beritahukanlah
kepadaku tentang sesuatu yang kamu dapat dari Nabi saw. Dimanakah beliau shalat
Zhuhur dan Ashar pada hari Tarwiyah?" Ia menjawab: "Di Mina". Ia bertanya: "Di
manakah beliau shalat Ashar pada hari Nahar (hari berangkat dari Mina ke Makkah =
hari ketiga dari hari Nahar)?" Ia menjawab: "Di Al Abthah", Kemudian Anas berkata:
"Lakukanlah seperti apa yang dilakukan oleh para amirmu (pemimpinmu)"
(HR: Bukhari)

1687. "Dari Anas bin Malik ra. Bahwasanya Nabi saw shalat Zhuhur, Ashar, Maghrib dan Isya
dan tidur di hamparan. Kemudian beliau berkendaraan ke Baitullah, lalu Thawaf di
sana"
(HR: Bukhari)

1688. "Dari Aisyah ra., ia berkata: "Muhashshab adalah sebuah tempat persinggahan yang
didiami oleh Nabi saw agar lebih mudah bagi keluarnya beliau, yakni jika berada di
Abthah"
(HR: Bukhari)

1689. "Dari Ibnu Abbas ra., ia berkata: "Pembuatan hamparan itu bukan apa-apa, itu hanyalah
tempat tinggal yang disinggahi Rasulullah saw"
(HR: Bukhari)

1690. "Dari Nafi' bahwasanya Ibnu Umar ra.bermalam di Dzi Thuwa diantara dua buah jalan
di tanah tinggi, kemudian masuk dari jalan di dataran tinggi yang ada di bagian atas dari
Makkah. Beliau itu apabila telah datang di Makkah untuk ibadah haji atau umrah, beliau
tidaklah menghentikan ontanya melainkan di pintu masjid. Kemudian beliau masuk,
lalu mendatangi rukun aswad atau hajar aswad, maka mulai dari situlah beliau bertolak
untuk mengerjakan thawaf tujuh kali. Yang tiga jalan biasa. Sehabis itu beliau berangkat
ke tempat bersa'i sebelum pulang kerumahnya. Kemudian beliau mengerjakan thawaf
(yakni sa'i) antara Shafa dan Marwah. Dan manakala beliau kembali hendak menuju ke
Madinah sebab telah menyelesaikan ibadah hajji atau umrah, maka beliau
menghentikan ontanya di Batha' yang ada di Dzulhulaifah yang tempat itulah dahulunya
dipergunakan oleh Nabi saw untuk menghentikan ontanya". Khalid bin Harits berkata:
"Ubaidullah pernah ditanya tentang MUhashshab. Kemudian Ubaidullah
memberitahukan kepada kami dari Nafi' ia berkata: "Rasulullah saw Umrah dan Ibnu
Umar seringkali singgah disitu"
(HR: Bukhari)

1691. "Dari Nafi bahwasanya Ibnu Umar ra, seringkali mengerjakan shalat Zhuhur dan Ashar
yang dikatakan oleh Khalid itu ia shalat Maghrib, namun Khalid sendiri mengatakan:
"Tidaklah aku merasa bimbang bahwa yang dikerjakan itu adalah Isya;, kemudian
beliau tidur sebentar"."
(HR: Bukhari)

1692. "Dari Ibnu Umar ra,.bahwasanya apabila ia datang, ia bermalam di Dzi Thuwa sehingga
apabila di waktu pagi ia masuk. Apabila berangkat ia singgah di Dzi Thuwa, ia bermalam
disana sampai masuk pagi, dan ia menyebutkan bahwasanya Nabi saw selalu melakukan hal
itu"
(HR: Bukhari)

1693. "Dari Ibnu Abbas berkata: "Dzul Majaz dan Ukad adalah tempat berjual belinya orang-
orang pada jaman jahiliyah. Setelah agama Islam datang, maka orang-orang itu seakan akan
tidak suka berjual beli disitu, sehingga turunlah ayat: "LAISA 'ALAIKUM JUNAAHUN
ANTA TABTAGHUU FADL-LAM MIRRABBIKUM" (Tidak ada dosa bagimu untuk
mencari karunia (rezeki hasil perniagaan) dari Tuhanmu di musim-musim hajji"
(HR: Bukhari)

1694. "Dari Aisyah ra.,ia berkata: "Shaffiyah berhaidl pada malam Nafar, kemudian ia
berkata: "Gerakan apakah yang menjadikan saya tidak berpendapat kecuali menahan kamu
semua". Nabi saw bersabda dengan tenggorokan yang terserang sakit: "Apakah kamu sudah
thawaf pada hari nahar (penyembelihan binatang korban)?" Kemudian beliau dijawab: "Ya".
Beliau bersabda: "Berangkatlah ke Makkah". Abu Abdillah berkata: "Hadist diatas itu diberi
tambahan oleh Muhammad, ia berkata: "Muhadlir memberitahu kepada kami, ia berkata:
A'masy dan memberitahukan kepada kami dari Ibrahim dari Aswad dari Aisyah ra., ia
berkata: Kami keluar bersama Rasulullah saw dan tidak ada yang menjadi pemikiran kami
selain hendak beribadah hajji. Setelah kami datang di Makkah, beliau menyuruh kami agar
bertahallul dari ihram kami. Kemudian ketika tiba saatnya berangkat dari Makkah, tiba-tiba
Shafiyyah binti Hayyin berhaidl. Lalu Nabi saw bersabda dengan tenggorokan yang terserang
sakit: "Gerangan apakah yang menjadikan dia tidak berpendapat kecuali menahan kamu
semua". Kemudian beliau bersabda: "Apakah kamu sudah thawaf pada hari nahar
(penyembelihan binatang korban)?" Ia berkata: "Ya". Beliau bersabda: "Berangkatlah ke
Makkah". Aku berkata: "Wahai Rasulullah sesungguhnya aku tidak bertahallul. Beliau
bersabda: "kalau begitu berumrahlah dari Tan'im. Kemudian keluarlah saudaranya (yakni
Abdurrahman) beserta Aisyah, lalu kami (yakni Aisyah dan Abdurrahman) bertemu dengan
Nabi saw di saat akhir malam, kemudian beliau bersabda: "Tempatmu berjanji untuk
berkumpul ialah disini dan disini"
(HR: Bukhari)

2610. "Dari Abdullah ibnu Umar ra bahwa Rasulullah saw bersabda: ? Tidak ada hak seorang
muslim yang mempunyai suatu barang yang diwasiatkan, yang bermalam dua malam, kecuali
wasiatnya di tulis (disaksikan) di sisinya."
(HR: Bukhari)

2611. "Dari ?Amr bin al-Harits, saudara ipar Rasulullah saw, yakni laki-laki saudara
Juwairiyah binti al-Harits (istri Nabi), dia (?amr) mengatakan: Rasulullah saw ketika wafat
tidak meninggalkan dirham (uang perak) atau dinar (uang emas), hamba sahaya laki-laki atau
hamba sahaya perempuan pula tidak (meninggalkan) suatu barang selain baghal putih dan
perlengkapan perang (seperti perang) milik beliau serta se bidang tanah, yang ditetapkan
sebagai sadaqah (kemaslahatan kaum muslimin)"
(HR: Bukhari)

2612. "Dari Thalhah bin Musharrif, dia mengatakan: Aku bertanya kepada Abdullah bin Abu
Aufa ra: ?Adakah Nabi saw berwasiat??. Maka dia menjawab: ?Tidak?. Maka aku bertanya: ?
Bagaimana wasiat itu di tulis (diwajibkan) kepada manusia? atau mereka diperintahkan
berwasiat? Abdullah berkata: ?Beliau berwasiat (berpesan) dengan Kitab Allah (al-Qur?an)"
(HR: Bukhari)

2613. "Dari al-Aswad, dia mengatakan: Orang-orang menuturkan di hadapan Aisyah ra bahwa
Ali ra menerima wasiat (kekhalifahan), maka Aisyah berkata: ?Kapan beliau berwasiat
kepadanya, sedangkan aku adalah orang yang menyandarkan beliau pada dadaku ?atau:
pangkuanku ? lalu beliau meminta wadah (dari tembaga), maka sungguh beliau memiringkan
badan pada pangkuanku, maka aku tidak merasakan bahwa beliau sungguh telah meninggal.
Maka kapan beliau berwasiat kepadanya??"
(HR: Bukhari)

2614. "Dari Sa?d bin Abi Waqqash ra, dia mengatakan: ?Nabi saw datang menjengukku, pada
waktu aku di Makah?, sedangkan beliau (atau Sa?d) tidak suka meninggalkan negeri asal
hijrah (Makah). Beliau bersabda: ?Semoga Allah merahmati putra Afra?.? Aku bertanya: ?
Wahai Rasulullah, aku berwasiat dengan hartaku semuanya?? Beliau bersabda: ?Jangan? Aku
berkata: ?Sepertiga??" "Beliau bersabda: ?Sepertiga?. Dan sepertiga itu adalah banyak.
Sesungguhnya kamu meninggalkan ahli warismu sebagai orang-orang kaya adalah lebih baik
daripada kamu meninggalkan mereka sebagai orang-orang melarat yang menengadahkan
tangan-tangan mereka kepada orang-orang. Dan sesungguhnya ketika kamu memberikan
suatu nafkah maka nafkah itu adalah sadaqah, hingga suapan yang kamu ulurkan ke mulut
istrimu. Dan semoga Allah memanjangkan umurmu, maka orang-orang (kaum muslimin)
mendapatkan manfaat sebab kamu dan orang-orang lain (kaum musyrikin) mendapatkan
kerugian sebab kamu.? Dan pada waktu itu Sa?d tidak punya ahli waris selain anak
perempuan."
(HR: Bukhari)

2615. "Dari ibnu Abbas ra, dia mengatakan: sebaiknya orang-orang itu mengurangi sampai
seperempat; karena Rasulullah swa bersabda: ?Sepertiga; dan sepertiga adalah banyak ? atau:
besar??."
(HR: Bukhari)

2616. "Dari Abu Sa?d ra, dia mengatakan: Aku sakit lalu Nabi saw menjengukku, maka aku
berkata: ?Wahai Rasulullah, doakanlah aku kepada Allah supaya Dia tidak mengembalikan
aku pada anak-cucuku?. (Yakni ia tidak suka meninggal di tanah airnya, Makah)" "Beliau
bersabda: ?Semoga Allah menyembuhkan kamu dan memberi mafaat kepada orang-orang
(kaum muslimin) sebab kamu?. Aku berkata: ?Aku berkehendak berwasiat, dan aku hanya
mempunyai seorang anak perempuan?. Aku berkata: ?Aku berwasiat dengan separo?. Beliau
bersabda: ?Separo itu banyak?. Aku berkata ?Sepertiga?? Beliau bersabda: ?Sepertiga;
sepertiga itu banyak ? atau besar ??. Berkata (rawi hadist): Maka orang-orang berwasiat
dengan sepertiga, dan demikian ini diperbolehkan bagi mereka."
(HR: Bukhari)

2617. "Dari Aisyah ra, istri Nabi saw, bahwa sesungguhnya dia (Aisyah) berkata; Adalah
Utbah bin Abi Waqqash menyatakan kepada saudaranya, Sa?d bin abi waqqash; ?Laki-laki
anak amat (budak perempuan)nya Zam?ah adalah dariku (Anakku), maka ambillah dia
padamu?. Maka ketika tahun Fathu (Makah) Sa?d mengambil anak itu, maka Sa?d berkata: ?
(Anak ini) anak saudaraku. Dia telah menyatakan kepadaku untuk memungutnya?. Maka
berdirilah ?Abdu Putra Zam?ah dan dia berkata: ?(Anak ini) adalah saudaraku dan anak
amatnya ayahku. Dia lahir di atas sprainya?. Lalu dua orang ini bergegas kepada Rasulullah
saw. Sa?d berkata: ?Wahai Rasulullah, (anak ini) anak saudaraku. Dia menyatakan kepadaku
pemungutannya?. Dan ?Abdu bin Zam?ah berkata: ?(Anak ini) saudaraku dan anak amatnya
ayahku?." "Bersabda Rasulullah: ?Dia milikmu, hai ?Abdul Zam?ah; Anak adalah milik
(pemilik) sprai, dan bagi laki-laki yang berzina adalah kerugian (tidak berhak terhadap anak
yang lahir)?. Lalu beliau bersabda kepada Saudah bin Zam?ah (istri beliau): ?Berhijablah
kamu terhadap dia?, Ketika beliau melihat pada anak ini serupa Utbah. Maka anak itu tidak
melihat Saudah sampai bertemu Allah (meninggal). "
(HR: Bukhari)

2618. "Dari Anas ra bahwa sesungguhnya seorang Yahudi memecah kepala budak perempuan
di antara dua batu, maka ditanyakan kepadanya: ?Siapakah yang berbuat terhadap kamu ini?
Apakah Polan itu. Apakah Polan itu??, hingga disebutlah nama seoarang Yahudi, maka dia
berisyarat (?Ya?) dengan kepalanya, maka orang Yahudi itu dibawa lalu di selalu
(memungkiri) hingga mengakui, maka Nabi saw memerintahkan, lalu di pecah kepalanya
dengan batu."
(HR: Bukhari)

2619. "Dari Ibnu Abbas ra, dia berkata: ?Dahulu harta adalah untuk anak dan wasiat adalah
untuk kedua orangtua, lalu Allah menghapus (mansukh) apa yang Dia sukai dari hal demikian,
maka dia menjadikan nilai bagian dua anak perempuan adalah seorang bagian anak laki-laki
dan masing-masing keduanya, dan dia menjadikan seperdelapan dan seperempat untuk
perempuan (istri) dan untuk suami adalah separo dan seperempat.?"
(HR: Bukhari)

2620. "Dari Abu Hurairah ra, dia berkata: Seorang laki-laki berkata kepada nabi saw: ?Wahai
Rasulullah, sadaqah apakah yang paling utama?? Beliau bersabda: ?(Yaitu) kamu bersadaqah
sedang kamu dalam keadaan sehat lagi loba dan kamu bercita-cita kaya dan takut fakir, dan
janganlah kamu menunda-nunda hingga (ruh) di tenggorokan lalu kamu berkata: ?Untuk
Polan, ini?untuk Polan, ini?, sedangkan (apa yang diwasiatkan) itu adalah milik Polan.?"
(HR: Bukhari)

2621. "Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi saw, beliau bersabda: ?Tanda orang munafik adalah
tiga: Bila berbicara maka berbohong, bila dipercaya maka berhianat dan bila berjajni maka
berselisih"
(HR: Bukhari)

2622. "Dari Sa?id bin Al-Musayyab dan Urwah bin Al-Zubair, Bahwa Hakim bin Hizam ra
mengatakan: ?Aku minta kepada Rasulullah saw maka beliau memberi kepadaku, lalu aku
minta kepada beliau maka beliau memberi kepadaku, lalu beliau bersabda kepadaku: ?Hai
Hakim sesungguhnya harta itu hijau (sejuk menyenangkan) dan manis, maka siapa yang
mengambilnya dengan kelapangan jiwa maka diberkati untuknya dan barang siapa yang
mengambilnya dengan keutamaan jiwa maka tidak diberkati untuknya dan adalah dia seperti
orang yang makan dan tidak kenyang, dan tangan di atas adalah lebih baik dari tangan di
bawah?. Hakim berkata: ?Maka aku berkata: Wahai Rasulullah, demi Dzat Yang mengutus
engkau (membawa) kebenaran, aku tidak akan mengambil sesuatu dari seseorang sesudah
engkau hingga aku berpisah dengan dunia?. Maka adalah Abu Bakar mengundang Hakim
untuk menyerahkan pemberian maka Hakim tidak mau menerima sesuatu dari Abu Bakar. Di
kemudian Umar mengundangnya untuk menyerahkan kepadanya maka dia tidak mau
menerima dari beliau (Khalifah Umar), lalu Umar berkata: ?Wahai golongan kaum muslimin,
sungguh aku telah menyodorkan Hakim akan haknya, yang Allah bagikan kepadanya dari
harta fa?i ini, maka dia tidak mau menggambilnya?. Maka Hakim tidak mengambil dari
seorangpun di antara orang-orang sesudah Nabi saw hingga dia wafat. Semoga Allah
merahmatinya."
(HR: Bukhari)

2623. "Dari Ibnu Umar ra, dari (Umar) ayahnya ra, dia berkata: Aku mendengar Rasulullah
saw bersabda: ?Setiap seseorang dari kamu adalah penjaga (pemelihara) dan akan diminta
pertanggungjawaban tentang penjagaannya, orang laki-laki adalah penjaga dan akan diminta
pertanggungjawabannya tentang penjagaannya, seorang perempuan (istri) di rumahtangga
suaminya adalah penjaga dan akan di minta pertanggungjawaban tentang penjagaannya,
pelayan kepada harta tuan adalah penjaga and akan diminta tentang pertanggungjawaban
tentang penjagaannya ?Ibnu Umar berkata: Dan aku menyangka bahwa seseungguhnya beliau
bersabda: -- dan anak adalah penjaga pada harta ayahnya,?"
(HR: Bukhari)

2624. "Dari Anas, bersabda Nabi saw kepada Abu Thalhah: ?Jadikanlah (tanah bihara?) itu
untuk kerabatmu yang fakir-fakir?. Maka Abu Thalhah menyerahkannya kepada Hassan dan
Ubay bin Ka?b. Anas mengatakan maka dia menjadikan tanahnya untuk Hassan dan Ubay bin
Ka?b, dan adalah dua orang ini lebih dekat kepadanya daripada aku?. Dan kekerabatan
Hassan dan Ubay adalah kepada Abu Thalhah, yang bernama Zaed bin Shal bin Al-Aswad bin
Haram bin ?Amr bin Zaed Manah bin ?Adi bin ?Amr bin Malik bin Al-Najjar, sedangkan
Hassan adalah bin Tsabit bin Al-Mundzir bin Haram, Maka keduanya (Abu Thalhah dan
Hassan) bertemu pada Haram, ayah ke tiga. Dan Haram bin Amr adalah mengumpulkan
Hasan, Abu Thalhah dan Ubay sampai enam ayah, sampai ?Amr bin Malik, Yaitu adalah
Ubay Ka?b bin Qais bin Ubaid bin Zaid bin Mu?awiyah bin ?Amr bin Malik bin Al-Najjar,
maka ?Amr bin Malik mempertemukan Hassan, Abu Thalhah dan Ubay. Dan sebagian ulama
(Abu Yusuf) berkata: ?Apabila seseorang berwasiat kepada kerabatnya maka dia kepada
bapak-bapaknya dalam Islam. "
(HR: Bukhari)

2626. "Dari Sa?id bin Al-Musayyab dan Abu Salamah bin Abdur Rahman meriwayatkan
bahwa Abu Hurairah ra berkata: Rasulullah saw berdiri ketika Allah Azza Wa Jalla
menurunkan: ? Dan berilah..?, beliau bersabda: ?Wahai golongan Quraisy ?atau kalimat
serupa itu--, tebuslah dirimu sendiri, aku tidak dapat membela kamu barang sedikitpun dari
(adzab) Allah. Wahai bani Abdi Manaf, aku tidak dapat membela kamu dari (adzab) Allah
sedikitpun. Wahai Abbas bin Abdul Muthalib, aku tidak dapat membela kamu dari (adzab)
Allah sedikitpun. Wahai Syafiyah, bibi (dari ayah) Rasulullah, aku tidak dapat membela kamu
dari (adzab) Allah sedikitpun. Wahai Fathimah, binti Muhammad, mintalah kepadaku apa
yang kamu inginkan dari hartaku, aku tidak dapat membela kamu dari (adzab) Allah
sedikitpun."
(HR: Bukhari)

2627. "Dari Anas ra bahwa sesungguhnya Nabi saw melihat seseorang laki-laki menuntun
seekor unta, maka beliau bersabda kepadanya: ?Tungangilah (unta) itu?, lalu dia berkata: ?
Wahai Rasulullah, ia unta kurban kuban?. Maka beliau bersabda ke tiga kali atau ke empat
kali: ?Tunggangilah ia, celaka kamu ?atau kasian??."
(HR: Bukhari)
2628. "Dari Abu Hurairah ra bahwa sesungguhnya Rasulullah saw melihat seorang laki-laki
menuntun seekor unta, maka beliau bersabda: ?Tunggangilah ia?, dia berkata: ?Wahai
Rasulullah, sungguh ia unta kurban?. Beliau bersabda: ?Tunggangilah ia, celaka kamu? pada
sabda yang ke dua atau ke tiga."
(HR: Bukhari)

2629. "Dari Ibnu Abbas, Ia meriwayatkan kepada kami bahwa sesungguhnya Sa?d bin
Ubadah ra, ibunya wafat sedang dia tidak berada di tempat (absen), maka dia berkata: Wahai
Rasulullah, sesunguhnya ibuku wafat, sedang aku tidak berada di rumah, adakah sesuatu
bermanfaat baginya bila aku menshadaqahkannya untuk dia?? Beliau bersabda: ?Ya?. Sa?d
berkata: ?Maka sungguh aku bersaksi kepada engkau bahwa sesungguhnya kebunku yang
berbuah ini adalah shadaqah untuk dia (ibu)."
(HR: Bukhari)

2630. "Dari Abdur Rahman bin Abdullah bin Ka?b, ia meriwayatkan kepadaku bahwa
Abdullah bin Ka?b berkata: Aku mendengar Ka?b bin Malik ra mengatakan: Aku berkata: ?
Wahai Rasulullah, sungguhnya termasuk taubatku adalah aku hendak mengeluarkan hartaku
sebagai shadaqah kepada Allah dan kepada Rasulnya-Nya saw?. Beliau bersabda: ?Pegangilah
padamu sebagai hartamu, maka semikian itu lebih baik baik bagimu?. Aku berkata: ?Maka
aku memegangi bagianku yang ada di Khaibar.? "
(HR: Bukhari)

2631. "Dari Ishaq bin Abdullah bin Abu Thalhah, aku (Al Bukhari) tidak mengetahuinya
kecuali dari Anas ra, dia mengatakan: Ketika turun ayat: ?Kamu tidak sekali-sekali sampai
pada kebaktian (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu
cintai? (Ali Imran: 92), maka Abu Thalhah datang kepada Rasulullah saw dan dia berkata: ?
Wahai Rasulullah, Allah Ta?ala berfirman di dalam Kitab-Nya: ?Kamu sekali-kali tidak
sampai kepada kebaktian (yang sempurna) sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang
kamu cintai?, sedangkan harta yang paling aku cintai adalah Bihara? ? Bihara adalah kebun di
mana Rasulullah pernah masuk di sana, berteduh dan minum air kebun itu--, maka kebun itu
untuk Allah dan untuk Rasul saw. Aku mengharapkan kebaktian kepada-Nya dan simpanan di
sisi-Nya, maka letakkanlah itu, wahai Rasulullah, di tempat mana yang Allah memperlihatkan
kepada engkau?. Lalu Rasululah saw bersabda: ?Bagus, hai Abu Thalhah. Itu harta yang
beruntung. Kami menerimanya dari kamu dan kami menggembalikannya kepadamu. Maka
jadikanlah itu untuk kerabat-kerabat?. Lalu Abu Thalhah menshadaqahkannya kepada famili-
familinya. Anas berkata: Termasuk dari mereka adalah Ubay dan Hassan: Dan Hassan
menjual bagiannya dari harta itu kepada Mu?awiyah (Bin Abu Sufyan), maka dipertanyakan
kepadanya: ?Kamu menjual shadaqahnya Abu Thalhah?? Hassan berkata: ?Tidakkah aku
menjual satu sha? kurma dengan satu sha? dirham?. Anas berkata: ?Kebun itu berada di
tempat istana bani Jadilah, yang dibangun oleh Mu?awiyah."
(HR: Bukhari)

2632. "Dari Ibnu Abbas ra, dia berkata: sesungguhnya orang-orang mengira bahwa ayat itu
dihapus (mansukh); dan tidak, demi Allah, ayat itu tidak mansukh, hanya saja termasuk ayat
yang diremehkan orang-orang. Dua orang itu adalah wali (orang yang mengurusi): Wali yang
tidak mendapatkan waris dan itu orang yang memberi rejeki, dan wali yang tidak
mendapatkan waris (seperti wali anak yatim) maka dia orang berkata baik, dia mengatakan; ?
Aku tidak berhak bagi kamu untuk memberi kepadamu.?"
(HR: Bukhari)
2633. "Dari Aisyah ra, bahwa sesungguhnya seorang laki-laki berkata kepada Nabi saw: ?
Sungguh ibuku telah meninggal secara tiba-tiba dan aku menyangka apabila dia (dapat)
berbicara maka dia bershadaqah untuknya?? Beliau bersabda: ?Ya, bershadaqahlah
untuknya.?"
(HR: Bukhari)

2634. "Dari ibnu Abbas ra, bahwa Sa?d bin Uabadah ra meminta fatwa kepada Rasulullah
saw, maka ia berkata: ?Sesunguhnya ibuku telah meninggal dan sedangkan ia menanggung
nadzar (?)? Beliau bersabda: ?Laksanakanlah nadzar itu untuk dia.?"
(HR: Bukhari)

2635. "Dari Ibnu Abbas, ia mengkhabarkan kepada kami bahwa Sa?d bin Ubadah ra, saudara
bani Sa?idah, ibunya meninggal sedang ia tidak berada di tempat, alalu dia dating kepada
Nabi saw, maka di aberkata: ?Wahai Rasulullah sesungguhnya ibuku telah sedang aku absent
disisinya, amaka adakah sesuatu bermanfaat baginya bila aku menshadaqahkannya untuk
dia?? Beliau bersabda: ?Ya?. Sa?d berkata: ?Maka sesungguh aku bersaksi kepada engakau
bahwa sungguh kebunku yang berbuah itu adalah shadaqah untuk dia.?"
(HR: Bukhari)

2636. "Dari Zuhri, ia berkata Urwah bin Al-Zubair mengkhabarkan bahwa ia bertanya kepada
Aisyah ra (tentang ayat): ?Dan jika kamu takut tidak akan berlaku adil terhadap (hak-hak)
perempuan-perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita
lain yang kamu senangi??. Urawah berkata: ?Dia adalah anak perempuan yatim yang berada
dipangkuan walinya, lalu walinya tertarik dan kecantikannya dan hartanya dan wali itu
berkehendak mengawininya dengan mahar yang paling rendah dari mahar kerabatnya. Maka
mereka (wali-wali) di larang menikahi perempuan-perempuan yatim itu kecuali mereka
berlaku adil kepada perempuan-perempuan yatim itu dengan menyempurnakan mahar, dan
mereka diperintahkan untuk menikahi perempuan lain selain perempuan-perempuan yatim itu.
?Aisyah ra berkata: Kemudian orang-orang meminta fatwa kepada Rasulullah saw sesudah
(turunya ayat itu), Maka Allah Azza Wa Jalla menurunkan: ?Dan mereka minta fatwa
kepadamu tentang para wanita Katakanlah : ?Allah memberi fatwa kepadamu tentang
mereka..? (An-Nisa?: 127). Aisyah berkata: ?Maka dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa
perempuan yatim apabila dia cantik dan berharta lalu mereka suka menikahinya sedang
mereka tidak menyamakannya pada maharnya dengan menyempurnakan mahar. Lalu apabila
dia tidak disukai karena kurang harta dan kurang cantik maka mereka membiarkannya dan
mereka mencari perempuan lainnya?. Urwah berkata: ?Maka sebagaimana mereka
membiarkan perempuan yatim ketika mereka tidak menyukainya maka bagi mereka
diperbolehkan menikahinya ketika mereka menyukainya, kecuali mereka beradil kepadanya
dengan mahar yang penuh dan memberikan haknya.?"
(HR: Bukhari)

2637. "Dari Ibnu Umar ra, bahwa Umar menshaqahkan harta (tanah)nya di masa Rasulullah
saw, dan adalah sebutan untuk tanah itu Tsamagh dan berupa kebun kurma. Maka Umar
berkata: ?Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku telah memanfaatkan harta dan di sisiku harta
itu bagus, maka aku berkehendak menshadaqahkannya?. Maka Nabi bersabda: ?
Shadaqahkanlah batang (pohon)nya. Itu tidak bisa dijual, tidak bisa diberikan dan tidak bisa
diwaris, tetapi buahnya diinfakkan?. Lalu Umar menshadaqahkannya, maka shadaqahnya itu
pada jalan Allah (sabilillah), pada budak-budak, orang-orang miskin, tamu, orang musafir dan
untuk kerabat-kerabat. Dan tiada dosa bagi orang yang mengurusinya memakan darinya
secara baik atau memberi makan kepada kawannya, tanpa menjadikannya sebagai harta milik.
"
(HR: Bukhari)

2638. "Dari Aisyah ra, (dalam firman Allah): ?Barangsiapa (di antara pemelihara anak yatim)
mampu, maka hendaklah ia menahan diri (dari makan harta anak yatim itu) dan barangsiapa
yang miskin, maka bolehlah ia makan harta itu menurut yang patut?. (An-Nisa?: 6). Dia
(Aisyah) berkata: Ayat itu turun pada wali anak yatim, boleh mendapatkan dari harta yatim
apabila dia membutuhkan sekadar hartanya, dengan baik.?"
(HR: Bukhari)

2639. "Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi saw, beliau bersabda: ?Jauhilah tujuh perusak?.
Mereka (para sahabat) berkata: ?Wahai Rasulullah, apakah itu?? Beliau bersabda: ?
Mensekutukan Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah kecuali dengan haq,
makan riba, makan harta anak yatim, berpaling dari kancah peperangan dan menuduh (zina)
kepada perempuan-perempuan yang baik-baik dan beriman yang lalai (terhadap
kemaksiatan).?"
(HR: Bukhari)

2640. "Dari Nafi?, dia berkata: ?Tidaklah Ibnu Umar mengembalikan suatu wasiat kepada
seseorang?. Dan adalah Ibnu Sirin, perkara yang paling dia sukai dalam hal harta anak yatim
ialah para penasehatnya dan para walinya berkumpul kepadanya, maka mereka memandang
mana yang lebih baik baik baginya. Dan adalah Thawus apabila ditanya mengenai suatu
urusan anak-anak yatim, maka beliau membaca: ?Dan Allah mengetahui siapa yang berbuat
kerusakan dari yang mengadakan perbaikan?. Dan berkata Atha?: ?Pada anak-anak yatim
terdapat yang kecil (rendah) dan terdapat yang besar (mulia); seorang wali menginfakkan
kepaad setiap insane (dari dua yatim itu) dengan seukur kadarnya dari bangiannya.?"
(HR: Bukhari)

2641. "Dari Anas ra, dia berkata Rasulullah saw datang di Madinah tidak mempunyai pelayan,
maka Abu Thalhah (suami ibunya Anas) menggandeng tanganku dan dia berangkat
membawaku pada Rasulullah saw, lalu dia berkata: ?Wahai Rasulullah, sesungguhnya Anas
ini anak yang cerdas, hendaklah dia melayani engkau.? Anas berkata: ?Maka aku menjadi
pelayan Nabi dalam perjalanan dan di rumah. Beliau tidak mengatakan kepadaku oleh sesuatu
yang aku lakukan, ?kenapa kamu lakukan ini, begini?, dan beliau tidak mengatakan oleh
sesuatu yang tidak aku lakukan, ?Kenapa kamu tidak melakukan ini, begini.?"
(HR: Bukhari)

2642. "Dari Ishaq bin Abdillah bin Thalhah, bahwa dia mendengar Anas bin Malik ra
mengatakan: Adalah Abu Thalhah dari (shahabat) Anshar di Madinah yang paling berharta
pohon kurma dan harta yang paling disukai adalah kebun Bihara?, yang menghadapkan
masjid dan Nabi pernah masuk dan minum air yang sejuk. Anas berkata: Maka sesudah turun
ayat: ?Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebaktian (yang sempurna) sebelum kamu
menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai?, maka Abu Thalhah berdiri dan dia berkata: ?
Wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah berfirman: ?Kamu sekali-kali tidak sampai kepada
kebaktian (yang sempurna) sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai?.
Sedangkan hartaku yang paling aku cintai adalah Bihara?, dan sesungguhnya tanah itu adalah
shadaqah untuk Allah; aku berharap kebaktian darinya dan sebagai simpanan di sisi Allah,
maka letakkanlah itu ditempat yang Allah memperlihatkan kepada engkau?. Lalu beliau
bersabda: ?Bagus, itu harta yang beruntung?atau yang enak?Dan sungguh aku akan
mendengar apa yang kamu katakan, dan aku melihat (berpendapat) hendaklah kamu
menjadikannya untuk para kerabat?. Berkata Abu Thalhah: ?Aku lakukan itu, wahai
Rasulullah?. Maka Abu Thalhah membagikannya kepada kerabat-kerabatnya dan kepada
anak-anak pamannya."
(HR: Bukhari)

2643. Dari Abnu Abbas ra bahwa seseorang laki-laki berkata kepada Rasulullah saw bahwa
ibunya meninggal. ?Adakah bermanfaat baginya bila aku bershadaqah untuk dia?? Beliau
bersabdah: ?Ya?. Laki-laki itu berkata: ?Sungguh aku mempunyai kebun sebuah dan aku
bersaksi kepada engkau sesungguhnya aku bershadaqah untuk dia (ibu)?.
(HR: Bukhari)

2644. "Dari Anas ra, dia berkata: Nabi saw memerintahkan pembangunan masjid, maka beliau
bersabdah:? Hai bani Al-Najjar, berilah aku harga dengan kebunmu itu?. Mereka berkata: ?
Tidak, demi Allah, kami tidak meminta harga (bayaran) kecuali kepada Allah.?"
(HR: Bukhari)

2645. "Dari Ibnu Umar ra, dia berkata: Umar mendapatkan sebidang tanah di Kahibar, lalu di
adatang kepada Rasulullah saw dan dia berkata: ?Aku mendapatkan sebidang tanah, yang
tidak pernah sama sekali aku mendapatkan harta sebagus ini, maka bagaimana engkau
perintahkan aku dengan harta it. ?Beliau bersabda: ?Kalau kamu berkehendak, maka kamu
tahan (wakafkan) pohonnya dan kamu mensyadaqahkan (tanah) nya?. Maka Umar
menshadaqahkan ?bahwasannya pohon itu tidak dapat di jual, tidak dapat di berikan dan tidak
dapat diwariskan?kepada orang-orang fakir, para kerabat, budak-budak, untuk sabilillah, tamu
dan musyafir. Tidak berdosa bagi orangyang mengurusi tanah itu memakan dari (hasil)nya
secara baik atau memberi makan kepada teman, tanpa menjadikannya sebagai harta milik."
(HR: Bukhari)

2646. "Dari Ibnu Umar, Bahwa Umar ra mendapatkan harta di Khaibar, maka ia datang
kepada Nabi saw, lalu ia mengkhabarkan kepada beliau. Beliau bersabda: ?Apabila kamu
berkehendak maka kamu menshadaqahkannya.? Lalu Umar mensyadaqahkan kepada orang-
orang fakir, orang-orang miskin, kerabat-kerabat dan tamu."
(HR: Bukhari)

2647. "Dari Anas bin Malik, ia berkata: ?Ketika Rasulullah sudah tiba di Madinah, maka
beliau memerintahkan (pembangunan) masjid, dan beliau bersabda: ?Wahai bani Al-Najjar,
berilah aku harga dengan kebunmu itu?. Mereka berkata: ?Tidak , Demi Allah, kami tidak
meminta harga (bayaran) kecuali kepada Allah.?"
(HR: Bukhari)

2648. "Dari Ibnu Umar ra, bahwa Umar menunggangkan (laki-laki) pada seekor kuda
miliknya (yang telah diserahkan) pada jalan Allah, yang diberikan oleh Rasulullah saw
kepadanya untuk menunggang seorang laki-laki, lalu diberikan kepada Umar (tentang
laki-laki itu) bahwa dia telah mewakafkannya dan dia hendak menjualnya. Maka Umar
meminta (perkenan) kepada Rasulullah saw untuk membelinya, maka beliau bersabda;
"Janganlah kamu membelinya dan sungguh janganlah kamu menarik kembali
shadaqahmu."
(HR: Bukhari)

2649. "Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah saw bersabda: ?Ahli warisku tidaklah
membagi dinar, apa yang aku tinggalkan sesudah nafkah istri-istriku dan upah
pekerjaku, adalah shadaqah.?"
(HR: Bukhari)

2650. "Dari Ibnu Umar ra, bahwa Umar dalam wakafnya mensyaratkan bahwa orang yang
mengurusinya supaya memakan dan memberi makan kepada temannya, tanpa
menjadikannya sebagai harta (milik)."
(HR: Bukhari)

2651. "Dari Abi Abdur Rahman, bahwa Utsman ra ketika dikepung (di rumahnya), dia
menengok mereka dan berkata: ?Saya minta kepada kalian atas nama Allah, dan saya
tidak bertanya kecuali kepada para sahabat Nabi saw.: bukankah kalian tahu bahwa
Rasulullah saw bersabda: ?Barangsiapa yang menggali (sumur) Rumah maka baginya
surga?, maka saya menggalinya. Adakah kalian tidak mengetahui bahwa beliau
bersabda: ?Siapa mempersiapkan pasukan Usrah (Perang Tabuk, yang dimasa
berkesulitan) maka baginya surga?, maka saya mempersiapkan mereka?. Berkat Al-
Zubair: Benarkah ia (Ustman) dalam bicaranya." Dan Umar berkata dalam wakafnya:
"Tidaklah berdosa bagi orang yang mengurusi wakaf, memakan, dan kadang wakaf
diurus oleh orang yang mewakafkan dan oleh orang lain, maka (wakaf) itu mencakup
masing-masing." "
(HR: Bukhari)

2652. "Dari Anas ra, bersabda Nabi saw: "Wahai bani Al-Najjar, berilah aku harga pada
kebunmu". Mereka berkata: "Kami tidak meminta harga (bayaran)nya selain kepada
Allah."
(HR: Bukhari)

2653. "Dari Ibnu Abbas ra, dia berkata: Seorang laki-laki dari bani Sahmi keluar (pergi)
bersama Tamim Al-Dari (masih Nasrani_ dan 'Adi orang muslimpun. Ketika dua orang
(tamin dan 'Adi) datang membawa harta tinggalan Sahmi maka ahli waris Sahmi
kehilangan wadah (piala) perak yang bertahtakan emas, maka Rasulullah saw
menyumpah dua orang itu. Di kemudian piala itu ditemukan di Makah, maka mereka
(orang-orang yang menyaksikan penemuan) mengatakan: "Kami wali Sahmi sendiri,
keduanya bersumpah; "Sesungguhnya persaksian (sumpah) kami adalah lebih berhak
daripada (sumpah) mereka berdua, dan sesungguhnya piala itu milik kawan mereka
(ahli waris)'. Dan pada mereka itu turun ayat ini: "Hai oarang-orang yang beriman...(Al-
Maidah: 106)"
(HR: Bukhari)

2654. "Dari Jabir bin Abdullah al-Anshari, ia mengabarkan kepadaku bahwa ayahnya
meninggal sebagai syahid dalam peristiwa Uhud dan dia meninggalkan enam anak
perempuan dan meninggalkan tanggungan hutang. Ketika telah tiba musim panen
kurma, aku (jabir) menghadap Rasulullah saw, dan aku berkata: "Wahai Rasulullah,
sunnguh engkau telah mengakui bahwa ayahku meninggal sebagi syahid dalam
peristiwa Uhud, dan dia meninggalkan tanggungan hutang yang banyak, dan sungguh
aku menyukai bahwa orang0orang yang mempunyai hutang itu melihat engkau." Beliau
bersabda: "Pergilah, dan bagi-bagilah (di tempat penjemuran kurma) setiap kurma pada
sisi (kelompok)nya". Maka aku lakukan lalu aku mengundang (Nabi), maka ketika
mereka memandang beliau maka mereka maka mereka menyerbu (bergerak kepadaku
saat itu. maka ketika beliau melihat apa yang mereka perbuat maka beliau berputar tiga
kali di sekitar tempat kurma yang paling besar. Beliau duduk di tempat itu, lalu beliau
bersabda: "Panggillah saudara-saudaramu (orang-orang yang mempunyai hutang
ayahmu)." Maka beliau selalu menakar untuk mereka, sehingga Allah memenuhi
amanat ayahku, sedang aku, demi Allah, ridha bahwa Allah telah memenuhi amanat
ayahku, dan aku (ridha) tidak kembali kepada perempuan-perempuan saudaraku (enam
orang) dengan membawa sebutir kormapun. Maka demi Allah, selamatlah tempat-
tempat penjemuran itu semuanya, hingga sungguh aku memandangi pada tempat
penjemuran yang di tempati Rasulullah saw, seakan-akan tidak berkurang sebutir
kurmapun."
(HR: Bukhari)

2655. "Dari Abdulahibnu Mas'ud ra, ia berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah saw, aku
berkata: "Wahai Rasulullah, amalan apakah yang paling utama?" Beliau bersabda:
Shalat pada waktunya". Lalu aku berkata: "lalu apakah?" Beliau bersabda: "Berbakti
kepada dua orang ibu-bapak". Maka aku dia terhadap Rasulullah saw, dan jikalau aku
meminta tambahan pastilah beliau menambahkan kepadaku."
(HR: Bukhari)

2656. "Dari Ibnu Abbas ra, dia berkata: Bersabda rasulullah saw: "Tidak ada lagi hijrah
sesudah Fathu (Makah), tetapi jihad dan niat. Dan apabila kalian diperintah berangkat
maka berangkatlah"."
(HR: Bukhari)

2657. "Dari Aisyah ra, bahwa dia berkata: "Wahai Rasulullah, kami beritikad jihad itu
seutama-utama amalan; apakah kami (kaum perempuan) berjihad?" Beliau bersabdah:
"Tetapi seutama-utama jihad adalah haji yang mabrur."
(HR: Bukhari)
2658. "Dari Abu Hurairah, ia berkata: Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah saw, maka
di aberkata: "Tunjukkanlah kepadaku amalan yang sepada jihad." Beliau bersabda "Aku
tidajk menemukannya." Beliau bersabda (lagi): "Adakah kamu mampu, apabila orang
berjihad (mujahid) berangkat, maka kamu masuk ke masjidmu lalu kamu melakukan
sholat tiada dan tidak berhenti, dan kamu berpuasa dan tidak berbuka (senantiasa
berpuasa di siang hari)?" Laki-laki itu berkata: "Dan siapakah yang mampu
demikian(?)". Berkata Abu Hurairah: "Sesungguhnya kuda mujahid pastilah melompat-
lompat pada tali kekangnya, maka ditulis beberapa kebaikan untuknya (mujahid)."
(HR: Bukhari)

2659. "Dari Abu Sa'id Al- Khudri ra, ia berkata: Dikatakan (kepada Nabi saw): "Wahai
Rasulullah, siapakah manusia yang paling utama?". Rasulullah saw bersabda: "Orang
mukmin yang berjihad di jalan Allah dengan jiwa & hartanya". Mereka berkata: "Lalu
siapakah?" Beliau bersabda: "Orang mukmin yang hidup si suatu lereng gunung, dia
bertaqwa kepada Allah dan meninggalkan berbuat buruk terhadap manusia."
(HR: Bukhari)

2660. "Dari Abu Hurairah, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda:
"Perumapamaan orang yang berjihad pada jalan Allah --Dan Allah Maha Mengetahui
kepada orang yang berjihad pada jalan-Nya-- adalah seumpama orang yang berpuasa (di
siang hari). Dan Allah mencukupi (menjamin) kepada orang yang berjihad pada jalan-
Nya dengan mematikannya untuk Dia masukkan ke surga, atau mengembalikannya
dengan selamat bersama pahala atau (dan) rampasan perang ghonimah)."
(HR: Bukhari)

2661. "Dari Anas bin Malik ra, dia berkata: Adalah Rasulullah saw masuk kepada Ummi
Haram bin Milhan, maka dia menjamu makan beliau, dan adalah Ummi Haram di
bawah Ubadah bin Shamid (suami), maka Rasulullah saw (pada suatu hari) masuk
kepadanya maka dia menjamu makan Rasulullah dan dia menyisiri (matani rambut)
beliau. Lalu Rasulullah tidur, kemudian beliau bangun seraya tertawa. Ummu Haram
bertanya: "Dan apakah yang membuat engkau tertawa, wahai Rasulullah?". Beliau
bersabda "Orang-orang dari umatku, dihadapkan kepadaku sebagai pasukan perang di
Jalan Allah, mereka menunggangi tengahnya laut ini, (bagaikan) raja-raja di atas
singasan-singasana". Ummi Haram berkata: Maka aku berkata: "Wahai Rasulullah
doakan aku semoga dia menjadikan aku termasuk mereka." Maka Rasulullah
mendoakan kepadan, lalu beliau meletakkan kepala beliau seraya tertawa. Aku berkata :
"Dan apakah yang membuat engkau tertawa, wahai Rasulullah, doakanlah aku supaya
Dia menjadikan aku termasuk mereka." Maka Rasulullah mendoakan saw mendoakan
kepadanya, lalu beliau meletakkan kepala beliau seraya tertawa. Aku berkata: "Dan
apakah yang membuat engkau tertawa, wahai Rasulullah?" Beliau bersabda: doakanlah
aku supaya Dia menjadikan aku termasuk mereka". Beliau bersabda: "Kamu termasuk
orang-orang yang (menyebrangi) laut di masa Mu'awiyah bin Abi Sufyan, lalu di
tersungkur dari kudanya ketika keluar laut, maka dia meninggal."
(HR: Bukhari)

2662. "Dari Abu Hurairah ra, dia berkata: Bersabda Rasulullah saw: "Barangsiapa beriman
kepada Allah dan kepada Rasul-Nya, mendirikan shalat dan berpuasa Ramadhan, maka
adalah wajib bagi Allah memasukkan dia ke surga, dia berjihad di jalan Allah atau dia
berdiam di negeri tempat kelahirannya". lalu mereka (para sahabat) berkata: "Wahai
Rasulullah, apakah kami tidak menyampaikan berita gembira kepada orang-orang?"
Beliau bersabda: "Sesungguhnya di surga ada seratus derajat, yang disediakan oleh
Allah, dimana antara dua derajat adalah seperti antara langit dan bumi. Maka apabila
kamu memohon kepada Allah maka mohonlah kepada-Nya surga Firdaus, karena surga
itu adalah surga yang paling utama dan paling luhur, yang diperlihatkan kepadaku, di
atasnya adalah arsy (Allah) Yang Maha Penyanyang dan lari surga itu memancar
sungai-sungai surga."
(HR: Bukhari)

2663. "Dari Samurah: Bersabda Nabi saw: "Aku tadi malam melihat (bermimpi) dua orang
laki-laki (malaikat) menghampirkan lalu mereka berdua membawaku naik pohon, lalu
mereka berdua memasukkan aku kesuatu rumah, yang lebih bangus dan lebih utama
(daripada yang pertama), tidak pernah sama sekali aku melihat (rumah) lebih bagus dari
padanya. Mereka berdua mengatakan: "Adapun rumah ini adalah rumah para syuhada'."
(HR: Bukhari)

2664. "Dari Anas bin Malik ra, dari Nabi saw, beliau bersabda: "Pastilah waktu pagi hari pada
jalan Allah atau waktu sore adalah lebih baik dari dunia seisinya"
(HR: Bukhari)

2665. "Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi saw, beliau bersabda: "Sungguh ujung busur surga
adalah lebih baik daripada apa yang padanya matahari terbit dan tenggelam". Dan
beliau bersabda: "Sungguh waktu pagi hari atau sore hari pada jalan Allah adalah lebih
baik daripada yang padanya natahari terbit dan tenggelam"."
(HR: Bukhari)

2666. "Dari Sahl bin Sa'd ra, dari Nabi saw, beliau bersabda: "Waktu sore hari dan pagi hari
pada jalan Allah adalah lebih utama daripada dunia dan seisinya."
(HR: Bukhari)

2667. "Dari Humaid, dia berkata: Aku mendengar Anas bin Malik ra, dari Nabi saw, beliau
bersabda: "Tidak ada seorang hamba yang meninggal, yang baginya kebagusan (pahala)
di sisi Allah, adalah dia menginginkan kembali ke dunia dan baginya dunia dan
seisinya, kecuali (orang yang meninggal) syahid, karena dia melihat keutamaan
meninggal syahid. Maka sungguh dia menginginkan kembali ke dunia lalu terbunuh
lagi. Dan aku mendengar Ans bin Malik, dari Nabi saw: "Sungguh waktu sore hari pada
jalan Allah atau waktu pagi hari adalah lebih baik daripada dunia dan seisinya. Dan
sungguh ujung busur seorang dari kamu dari surga -- atau tempat cambuknya-- adalah
lebih bagus dari dunia dan isinya. Dan sungguh seandainya seorang perempuan
(bidadari) dari penduduk surga menampakkkan kepada penduduk bumi, niscaya dia
menerangi antara keduanya (langit dan bumi) dan memenuhi bau wangi, dan sungguh
kerudungnya di atas kepalanya adalah lebih bagus daripada dunia dan seisinya."
(HR: Bukhari)
2668. "Dari Abu Hurairah ra, ia berkata: Aku mendengar Nabi saw bersabda: Demi Dzat, di
mana jiwaku dalam kekuasaan-Nya, seandainya sekelompok orang laki-laki dari kaum
mukminin lega hatinya tertinggal dariku (tidak mengikuti peperangan bersama Nabi)
dan aku tidak mendapatkan perlengkapan untuk mereka, maka aku tidak tertinggal dari
pasukan yang berperang di jalan Allah. Dan demi Dzat, di mana jiwaku dalam
kekuasaan-Nya, sesungguhnya aku menyenangi bahwa aku terbunuh pada jalan Allah,
lalu aku dihidupkan lalu aku terbunuh, lalu aku dihidupkan lalu aku terbunuh, alau
dihidupkan lalu aku terbunuh."
(HR: Bukhari)

2669. "Dari Anas bin Malik ra, dia berkata: Nabi saw berkhutnah, maka beliau bersabdah:
"Bendera perang (rayah) itu diambil dari Zaed, maka dia terbunuh; lalu diambil Ja'far,
maka dia terbunuh; lalu diambil Abdullah bin Rawahah, maka dia terbunuh; lalu
diambil oleh Khalid bin Walid, tanpa melalui (musyawarah) kepemimpinan, maka
kemenangan baginya". -- dan beliau bersabda: "Tidak kami senangi mereka (syhuha')
itu di sisi kami". -- atau beliau bersabda: "Tidak mereka senangi bahwa mereka
(syuhada') itu di sisi kami" -- sedang kesua mata beliau mengalir air mata."
(HR: Bukhari)

2670. "Dari Anas bib Malik, dari bibi (dari pihak ibu)nya, Ummi Haram bin Milhan, dia
berkata pada suatu hari Nabi saw tidur di dekat aku, lalu beliau bangun dengan
tersenyum, maka aku berkata: "Apakah yang membuat engkau tersenyum?" Beliau
bersabda: "Orang-orang dari umatku ditampakkan kepadaku, mereka menunggangi
(melewati laut hijau) ini, bagaikan raja-raja di atas singgasana-singgasana". Umu
Haram berkata: "Makaberdoalah kepada Allah supaya Dia menjadikan aku termasuk
mereka". Mka beliau berdoa untuknya. Kemudian beliau tidur kedua kali, dan beliau
lakukan sama dengan yang pertama, maka Ummi Haram berkata sama dengan
perkataan pertama, dan beliau menjawabnya dengan yang sama dengan yang pertama,
maka Ummi Haram berkata: "Berdoalah kepada Allah supaya Dia menjadikan aku
termasuk mereka." Lalu beliau bersabda: "Kamu termasuk orang-orang yang pertama".
Kemudia Ummi Haram berangkat berperang bersama suaminya, Ubadah bin Shamit,
sebagai Mu'awiyah. Dan ketika berangkat pulang dari peperangan maka mereka singgah
di Syam, lalu seekor kuda diletakkan kepada Ummi Haram untuk di tunggangi, maka
kuda itu membantingnya, maka dia meninggal. "
(HR: Bukhari)
2671. "Dari Anas ra, dia berkata: sesungguhnya Nabi saw mengutus kamu dari Bani Sulaim,
dalam pasukan 70 orang (qurra') kepada bani 'Amir. Ketika mereka tiba ( di sumur
Ma'unah), paman (dari pihak ibu)ku (Anas, yakni Haram bin Milhan) berkata kepada
mereka: "Aku hendak maju (kepada bani Sulaim) di depan kalian. Jika mereka
mengamankan aku , sehingga aku dapat menyampaikan (tabligh) kepada mereka dari
Rasulullah saw; dan jika tidak (mengamankan) maka kalian berada didekatku. "Maka
Haram maju dan mereka mengamankannya. Ketika dia memberitakan kepada mereka
tentang Nabi saw tiba-tiba mereka beisyarat kepada laki-laki dari mereka, maka laki-
laki itu menikam Haram (dengan tombak) dan menembuskan (tikaman) kepadanya,
maka Haram berkata: "Allahu Akbar, sungguh aku beruntung (mati syahid), demi Tuhan
Ka'bah". Kemudian bani Sulaim menganiaya semua teman Haram lalu mereka dibunuh,
kecuali seorang laki-laki pincang yang naik gunung --Berkata Hamam: "Dan aku
menyangka bersama orang kedua"-- Lalu Jibril as memberitakan kepada Nabi saw
bahwa mereka telah bertemu dengan Tuhan mereka, maka Dia meridhai merek adan
menjadikan mereka ridha. Maka kami membaca (sebagai ayat dalam Al-Quran)
"Sampaikanlah kepada kaum kami bahwa kami sungguh telah bertemu Tuhan kami,
maka Dia ridha kepada kami dan Dia menjadikan kami ridha". Kemudian sesudah
peristiwa itu (maka ayat tersebut) dihapus (mansukh). lalu Nabi berdoa melaknat
mereka (atas perlakuan hianat terhadap para ahli baca; qurra') selama emapat puluh pagi
(dalam qunut) terhadap kabilah Ril'l, Dzakwan, bani Lihyan dan bani "Ushayah, yang
durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya saw."
(HR: Bukhari)

2672. "Dari Jundub bin Syufyan, bahwa Rasulullah saw berada di sebagian peperangan di
mana jari beliau berdarah, maka beliau bersabda: "Tidaklah kamu (jari) melainkan jari
yang berdarah, dan (tetapi) pada jalan Allah pastilah kamu temukan sesuatu."
(HR: Bukhari)

2673. "Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah saw bersabda: "Demi Dzat, di mana jiwaku di
dalam kekuasaan-Nya, tidaklah seorang terluka di jalan Allah --dan Allah lebih
mengetahui siapakah yang terluka dijalan-Nya-- kecuali dia datang pada hari kiamat
dengan luka-luka yang mengalir darah, yang warnanya warna darah dan baunya bau
kasturi."
(HR: Bukhari)

2674. "Dari Abu Sufyan, dia mengabarkan bahwa Heraclius (Raja Romawi Timur) berkata
kepadanya: "Aku telah bertanya kepadamu (Abu Sufyan), "Bagaimana keadaan
peperangan (pihak)mu terhadap dia (Nabi)?", maka kamu menyatakan bahwa
peperangan itu mengalahkan dan bergantian; maka demikian itulah para utusan (Allah)
diuji, di kemudian mereka mendapatkan akhir (kemenangan)"
(HR: Bukhari)

2676. "Dari Zaed bin Tsabit, dia berkata: Aku memindahkan lembaran-lembaran ke dalam
mushhaf, maka aku kehilangan suatu ayat dari surat al-Ahzab, yang dulu pernah
mendengar Rasulullah saw membacanya, dan aku tidak menemukannya kecuali pada
Khuzaimah bin Tsabit al-Anshari, orang yang persaksiannya dijadikan olaeh Rasulullah
saw sebagai persaksian dua oarang laki-laki, yaitu firman-Nya: dalan As-Shof 2-4"
(HR: Bukhari)

2677. "Dari Al-Bara' ra, ia berkata: Seorang laki-laki yang bertopeng dengan besi datang
kepada Nabi saw, lalu dia berkata: Wahai Rasulullah, aku berperang kemudian masuk
islam (?)". Beliau"
(HR: Bukhari)

2678. "Dari Anas bin Malik bahwa Ummu Rubayyyi' binti Bra' yaitu ibunya Haritsah bin
Suraqah, datang kepada Nabi saw, alau dia berkata;" Wahai Nabi Allah, hendaklah
engkau memberitakan kepadaku tentang (nasib) Haritsah; dimana ia terbunuh pada
perang Badar terkena anak panah yang asing 9 tidak diketahui siapa pemanahnyadan
dari mana datangnya). Jika ia di surga maka aku bersabar, dan jika tidak demikian maka
sku hendak bersungguh-sungguh menangisinya." Beliau bersabda: "Wahai ibunya
Haritsah, sesungguhnay itu derajat-derajat di surga, dan sesungguhnya anakmu
mendapat surg aFirdaus yang luhur."
(HR: Bukhari)
2679. "Dari Abu Musa Al-Asy'ari ra, dia berkata: Seorang laki-laki datang kepada Nabi saw,
lalu dia berkata: "Seorang laki-laki berperang karena rampasan (ghanimah), seorang
laki-laki berperang karena ingin disebut dan seorang laki-laki berperang karena agar
terlihat kedudukannya. Maka siapakah yang (berperang) pada jalan Allah?' Beliau
bersabda: "Orang yang berperang agar kalimat Allah itulah yang paling luhur, maka dia
pada jalan Allah."
(HR: Bukhari)

2680. "Dari Abdur Rahman bin Jabr, bahwa Rasulullah saw bersabda: "Tidaklah duakaki
seorang hamba berdebu di jalan Allah maka neraka menyentuhnya."
(HR: Bukhari)

2681. "Dari Ikrimah, bahwa Ibnu Abbas berkata kepadanya dan kepada Ali bin Abdullah:
"Datanglah kamu pada Abu Sa'id, yang bersama saudaranya dikebun milik keduanya,
sedang menyirami kebunnya. Ketika dia melihat kami maka dia menyambut dia ihtiba'
(duduk dengan mengikat kedua lutut) dan lalu dia berkata: "Dahulu kami membawa
bata merah (untuk membangun masjid), satu biji-satu biji, sedangkan Ammar (bin
Yasir) membawa dua biji-dua biji. Lalu Nabi saw lewat pada Ammar dan menghapus
debu dari kepalanya. Dan beliau bersabda: "Kasian Ammar; dia akan terbunuh oleh
sekelompok pemberontak. Ammar mengajak mereka kepada Allah sedangkan mereka
mengajak ke neraka."
(HR: Bukhari)

2682. "Dari Aisyah ra, bahwa Rasulullah saw sekembali dari perang Khandaq (atau Ahzab)
dan telah meletakkkan perlengkapan perang juga telah mandi, maka Jibril datang
kepada beliau sedang debu melingkupi kepalanya, lalu dia berkata: "Engkau
meletakkan senjata (?), demi Allah aku belum meletakkkannya". Maka Rasulullah saw
bersabda: "Kemana lagi?" Jibril berkata: "Di sana" seraya berisyarat ke bani Quraizhah.
Aisyah berkata: "Maka Rasulullah saw berangkat kepada mereka (bani Quraizhah)."
(HR: Bukhari)

2683. "Dari Anas bin Malik ra, dia berkata: Rasulullah saw berdoa melaknat terhadap orang-
orang yang membunuh orang-orang (yang bersinggah di) sumur Maunah selama 30
pagi (didalam qunut), (yaitu) terhadap kabilah Ri'l, dzakwan dan Ushayyah, yang
mendurhakai Allah dan rasulnya. Berkata Anas: "Qur'an diturunkan pada orang-orang
yang dibunuh di sumur Ma'unah, di mana kami membacanya , kemudian dihapus
(manssukh) sesudah itu: "Sampaikanlah kepada kaum kami bahwa kami telah bertemu
dengan Tuhan kami, maka Dia ridha kepada kami dan kami ridha kepada-Nya."
(HR: Bukhari)

2684. "Dari Jabir bin Abdilah ra, dia berkata: "Di pagi-pagi dalam peperangan Uhud oarang-
orang minum Khamr kemudia mereka gugur sebagai syuhada'."
(HR: Bukhari)

2685. "Dari Jabir bin Abdullah, dia berkata: "Ayahku di bawa kepada Nabi saw dalam
keadaan teraniaya (terpotong hidung dan kupingnya) lalu diletakkan dihadapan beliau,
lalu aku beranjak membuka wajahnya maka kaumku melarang. Lalu beliau mendengar
suara jeritan orang perempuan yaitu anaknya 'Amr --atau saudaranya 'Amr-- maka
beliau bersabda: "Kenapa engkau menangis --atau: "Janganlah kamu menangis"-- Para
malaikat senantiasa melindungi dia dengan sayap-sayap mereka." Aku (Imam Bukhori)
berkata kepada Shadaqah: "Adakah dalam hadist itu" Sehingga dia diangkat" (?),.
Sahadaqah berkata: "Barangkali Jabir berkata demikian."
(HR: Bukhari)

2855. "Dari Jabir bin Abdullah ra, dia berkata: Adalah kami apabila mendaki maka kami
bertakbir dan apabila turun maka kami bertasbih."
(HR: Bukhari)

2856. "Dari Jabir ra, dia berkata: Adalah kami apabila mendaki maka kami bertakbir dan
apabila turun maka kami bertasbih."
(HR: Bukhari)

2857. "Dari Abdullah bin Umar ra, dia berkata: Adalah Nabi saw apabila kembali dari berhaji
atau berumrah --Dan aku tidak mengetahuinya kecuali dia berkata: ?(dari) peperangan--
beliau bersabda, ketika beliau berada di atas (memandangi) jalan pegunungan atau
tanah kosong, 'yakni beliau bertakbir tiga kali, kemudian beliau bersabda: "Tiada Tuhan
yang benar disembah selain Allah, Maha Esa Dia lagi tiada sekutu bagi-Nya. Hanya
bagi-Nyalah kekuasaan dan hanya bagi-Nyalah pujian. Dan Dia adalah Maha Kuasa
atas segala sesuatu. (Kami adalah) orang-orang yang kembali, orang-orang yang
bertaubat, orang-orang yang beribadah, orang-orang yang bersujud, kepada Tuhan kami,
orang-orang yang memuji. Maha Benar Allah dengan janji-Nya, Dia menjaga hamba-
Nya dan Dia mencerai-beraikan golongan-golongan (musuh). Maha Esa Dia."
(HR: Bukhari)

2858. "Dari Ibrahim Abu Ismail Al-Saksaski, dia berkata: Aku mendengar Abu Burdah, yang
berkawan dalam bepergian bersama Yazid bin Abu Kabsyah, sedangkan Yazid berpuasa
dalam berpergian itu. Maka Abu Burdah berkata kepadanya: aku mendengar Abu Musa
berkata berkali-kali: "Rasulullah saw bersabda: "Apabila hamba itu sakit atau
berpergian maka ditulis untuknya sepadan apa yang dia kerjakan sewaktu di rumah dan
sehat."
(HR: Bukhari)

2859. "Dari Jabir bin Abdullah ra, dia berkata: Nabi saw berseru (memanggil) kepada orang-
orang dalam peperangan Khandaq (Ahzab) dan disambut oleh Zubair. Nabi saw
bersabda: "Sesungguhnya setiap seorang nabi mempunyai sahabat setia sedangkan
sahabat setiaku adalah Zubair."
(HR: Bukhari)

2860. "Dari ibnu Umar ra, dari Nabi saw, beliau bersabda: "Seandainya orang-orang itu
mengetahui apa yang terdapat dalam (berpergian) sendiri seperti apa yang aku ketahui,
niscaya seorang pengendara tidak berjalan (berangkat) sendirian di malam hari."
(HR: Bukhari)

2861. "Dari Urwah bin Zubair ra, dia berkata: Usamah bin Zaid ra ditanya tentang perjalanan
Nabi saw dalam Haji Wada', dia (Usamah) berkata: Adalah beliau berjalan dengan
cepat, dan jika mendapati jalan longgar maka beliau cepat sekali."
(HR: Bukhari)

2862. "Dari Aslam dari ayahnya, dia berkata: Aku bersama Abdullah bin Umar ra di suatu
jalan di Makkah. Abdullah bin Umar menerima berita tentang Shafiyah binti Abu Ubaid
(istrinya) yang sakit keras, maka dia bercepat-cepat dalam perjalanan, hingga setiba
waktu terbenamnya mega, lalu dia turun dan shalat Maghrib bersama Isya', dijama'nya,
lalu dia berkata: "Sesungguhnya aku melihat Nabi saw jika beliau (harus) bercepat-
cepat dalam perjalanan maka beliau mengakhirkan shalat Maghrib dan menjama'
keduanya (Maghrib dan Isya')"."
(HR: Bukhari)

2863. "Dari Abu Hurairah ra, dia berkata: Sesungguhnya Rasulullah saw bersabda:
"Bepergian adalah sepotong adzab; di mana (bepergian) itu mencegah seorang dari
kamu pada tidurnya, pada makanannya dan pada minumannya. Maka apabila seorang
dari kamu telah merampungkan tujuannya, hendaklah ia bersegera kepada
keluarganya."
(HR: Bukhari)

2864. "Dari Abdullah bin Umar ra, dia berkata: Sesungguhnya Umar bin Khaththab
menunggangkan (orang lain) di atas kuda di jalan Allah, lalu Umar menjumpai kuda itu
hendak dijual, maka dia berkehendak membelinya. Umar bertanya kepada Rasulullah
saw, dan beliau bersabda: "Janganlah kamu membelinya. Dan janganlah kamu
mencabut pada shadakahmu."
(HR: Bukhari)

2865. "Dari Umar bin Khaththab ra, dia berkata: Aku menunggangkan (orang) pada seekor
kuda di jalan Allah, lalu dia menjualnya --Atau: lalu kuda itu ditelantarkan oleh orang
yang mengusirnya-- maka aku berkehendak membelinya dan aku menyangka bahwa sia
akan menjualnya dengan harga murah. Aku bertanya kepada Nabi saw, maka beliay
bersabda: "Janganlah kamu membelinya, meskipun dengan (harga) satu dirham. Karena
sesungguhnya orang yang mencabut pemberiannya adalah seperti anjing yang menelan
kembali muntahannya."
(HR: Bukhari)

2866. "Dari Abdullah bin 'Amr ra, dia berkata: Seorang laki-laki datang kepada Nabi saw dan
minta izin kepada beliau untuk (turut) berjihad. Beliau bersabda: "Adakah dua
orangtuamu masih hidup?" Laki-laki itu menjawab: "Ya (masih hidup)". Beliau
bersabda: "Maka kepada kedua orangtuamulah kamu berjihad."
(HR: Bukhari)
2867. "Dari Abu Basyir Al-Anshari ra, dia mengkhabarkan bahwa dia bersama Rasulullah saw
dalam sebagian perjalanan beliau --Berkata Abdullah: Aku menyangka bahwa dia
berkata: -- sedangkan orang-orang di penginapan mereka. Lalu Rasulullah saw
mengirim utusan: "Tidaklah tinggal di leher unta seuntai kalung dari tali busur --atau
kalung-- kecuali diputus."
(HR: Bukhari)

2868. "Dari Ibnu Abbas ra, dia mendengar Nabi saw bersabda: "Janganlah seorang laki-laki
bersepi-sepi dengan seorang perempuan, dan janganlah seorang perempuan bepergian kecuali
bersama mahramnya. Lalu seorang laki-laki berdiri dan berkata: "Wahai Rasulullah, saya
tercatat dalam perang ini dan ini, sedang istriku berangkat haji". Lalu beliau bersabda:
"Pergilah dan berhajilah bersama istrimu." "
(HR: Bukhari)

2869. "Dari Ubaidillah bin Abu Rafi', dia berkata: Aku mendengar Ali ra berkata: Aku diutus
oleh Rasulullah saw bersama Zubair dan Miqdad bin Aswad. Beliau bersabda: "Berangkatlah,
hingga sampai pertamanan Khah (antara Makkah-Madinah), maka di sana ada seorang
perempuan di dalam sekedup) yang membawa surat (dari Hathib), maka ambillah surat itu":
Berangkatlah kami dengan kuda yang lari membawa kami, hingga kami sampai di pertamanan
Khah. Tiba-tiba kami mendapati seorang perempuan (di dalam sekedup). Kami berkata
(kepadanya): " Keluarkanlah surat (yang kamu bawa)". Perempuan itu berkata: "Tidak ada
surat bersama aku sama sekali." Lalu kami berkata: "Kamu keluarkan surat itu ataukah kami
melucuti pakaianmu". Maka dia mengeluarkan surat itu dari ikatan (kepang) rambutnya. Lalu
kami membawa surat itu kepada Rasulullah saw. Ternyata surat itu dari Hathib bin Abi
Balta'ah, kepada beberapa orang musyrik penduduk Makkah, yang membertitahukan kepada
mereka tentang sebagian urusan Rasulullah saw. Maka Rasulullah saw bersabda: "Hai Hathib,
apakah ini?" Hathib berkata: "Wahai Rasulullah, janganlah engkau cepat-cepat menghukum
aku. Sesungguhnya aku ini seorang yang akrab dengan orang-orang Quraisy sedang aku
bukanlah dari (senasab) mereka. Dan orang-orang yang bersama engkau dari orang-orang
Muhajirin adalah mereka mempunyai kerabat di Makkah, yang akan menjaga keluarga
mereka dan harta mereka di sana. Maka, mengingat ketertinggalanku dari penjagaan senasab
mereka itu, aku ingin memetik anugerah pada mereka di mana mereka akan menjaga
kerabatku di sana. Dan demikian aku lakukan tidaklah karena kekafiran, atau kemurtadan,
atau rela terhadap kekafiran sesudah Islam". Lalu Rasulullah saw bersabda: "Hathib telah
menyatakan kejujuran kepada kalian". Berkata Umar: "Wahai Rasulullah, biarkanlah aku
memenggal leher orang munafik ini." Beliau bersabda: "Sesungguhnya dia mengikuti
(Perang) Badar. Tahukah kamu, mudah-mudahan Allah memperhatikan para peserta (Ahli)
Badar. Maka Dia berfirman: "Berbuatlah kamu sekehendak kamu; sesungguhnya aku telah
mengampuni kamu."
(HR: Bukhari)

2870. "Dari Jabir bin Abdullah ra, dia berkata: Ketika dalam peperangan Badar didapatkan
tawanan-tawanan dan didapatkan (di antara mereka) Abbas (bin Abdul Muthalib) yang tidak
berbaju. Lalu Nabi saw memandangi (untuk mencarikan) baju untuk Abbas. Maka mereka
(para sahabat) menemukan baju Abdullah bin Ubay (tokoh orang-orang munafik) yang
berukuran Abbas. Lalu Nabi saw memakaikan pakaian itu kepada Abbas. Untuk demikian ini
Nabi saw menukar baju beliau, yang dipakaikan kepada Abdullah bin Ubay. Berkata Ibnu
Uyainah: Adalah dia (Abdullah bin Ubay) pernah berbudi di hadapan Nabi saw maka beliau
suka membalasnya."
(HR: Bukhari)
2871. "Dari Sahl bin Sa'd ra, dia berkata: Bersabda Nabi saw pada Perang Khaibar: "Sungguh
aku besok pagi akan menyerahkan bendera (kepemimpinan) kepada seorang laki-laki, yang
akan didapatkan kemenangan padanya, yang mencintai Allah dan Rasul-Nya dan dicintai oleh
Allah dan Rasul-Nya". Orang-orang menghabiskan waktu malam, "Siapa di antara mereka
yang akan diserahi". Lalu beliau bersabda: "Dimanakah Ali?" Dikatakan kepada beliau: "(Ali)
sedang sakit dua matanya". Lalu beliau meludahi dua matanya dan berdoa untuk
(kesembuhan)nya, maka Ali sembuh, seakan-akan padanya tidak ada sakit sebelum itu. Lalu
beliau menyerahkan bendera itu kepada Ali. Ali berkata: "Aku memerangi mereka sehingga
mereka menjadi seperti kita?" Nabi bersabda: "Laksanakanlah dengan hati-hati, sehingga
kamu singgah di pelataran mereka, lalu ajaklah mereka untuk masuk Islam dan beritakanlah
kepada mereka hal-hal yang wajib atas mereka (sebagai hak Allah). Demi Allah,
sesungguhnya Allah memberi hidayah kepada seorang sebab (lantaran) kamu adalah lebih
baik bagi kamu daripada kamu mendapatkan unta merah."
(HR: Bukhari)

2872. "Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi saw, beliau bersabda: "Allah heran kepada kaum yang
masuk surga sebab belenggu (sewaktu di dunia)"."
(HR: Bukhari)

2873. "Dari Abu Burdah, bahwa dia mendengar cerita ayahnya dari Nabi saw, beliau
bersabda: "Tiga orang diberi pahala dua kali: Orang yang mempunyai budak perempuan, dan
mengajarkan (syariat) kepadanya dan berbaik dalam mengajar, dan mendidik (akhlak)
kepadanya dan berbaik dalam mendidik, lalu memerdekakannya dan mengawininya. Maka
dia mendapatkan dua pahala. Dan orang mukmin dari Ahlul Kitab (Yahudi dan Nasrani), yang
telah beriman (kepada Nabi Musa dan Isa), kemudian dia beriman kepada Nabi saw. Maka dia
mendapatkan dua pahala. Dan hamba sahaya yang memenuhi hak Allah dan berbaik kepada
tuannya". Kemudian Al-Sya'bi (rawi) berkata (kepada rawi di bawahnya;shalih): "Aku berikan
maqalah ini kepada kamu tanpa suatu (bayaran), dan sungguh orang laki-laki berangkat ke
Madinah untuk mendapatkan maqalah lebih ringan daripadanya (maqalah ini)."
(HR: Bukhari)

2875. "Dari Abdullah (bin Umar) ra, dia berkata: Sesungguhnya seorang perempuan
ditemukan terbunuh dalam sebagian peperangan Nabi saw, maka Rasulullah saw ingkar
terhadap pembunuh orang-orang perempuan dan anak-anak."
(HR: Bukhari)

2876. "Dari Ibnu Umar ra, dia berkata: Ditemukan seorang perempuan terbunuh dalam
sebagian peperangan Rasulullah saw, maka Rasulullah saw melarang pembunuhan terhadap
orang-orang perempuan dan anak-anak."
(HR: Bukhari)

2877. "Dari Abu Hurairah ra, dia berkata: Rasulullah saw mengutus kami sebagai satu
pasukan, lalu beliau bersabda: "Bila kamu menemukan Polan dan Polan, maka bakarlah
keduanya dengan api". Di kemudian ketika kami hendak berangkat, Rasulullah saw bersabda:
"Sesungguhnya aku telah memerintahkan kepadamu untuk membakar Polan dan Polan, dan
(sekarang) sesungguhnya api itu tidaklah untuk menyiksa selain Allah. Maka bila kamu
menemukan keduanya maka bunuhlah keduanya."
(HR: Bukhari)

2878. "Dari Ikrimah, bahwa Ali ra membakar kaum (para pengikut Abdullah bin Saba') lalu
Ibnu Abbas mendengar demikian, maka dia berkata: "Andaikata itu aku, tidaklah aku
membakar mereka, karena Nabi saw bersabda: "Janganlah kamu menyiksa dengan siksaan
Allah", dan niscaya aku membunuh mereka itu". Sebagaimana Nabi saw bersabda: "Siapa
yang mengganti agamanya maka bunuhlah dia."
(HR: Bukhari)

2879. "Dari Anas bin Malik ra, dia berkata: Sesungguhnya sekelompok orang berdelapan dari
kabilah Ukal datang kepada Nabi saw. Mereka tidak betah berada di Madinah. Mereka
berkata: "Wahai Rasulullah, carikanlah air susu untuk kami." Beliau bersabda: "Aku tidak
menemukan untuk kalian selain hendaklah kalian mendatangi sekelompok (3-10 ekor) unta".
Mereka beranjak dan meminum air kencing dan air susu dari unta-unta itu, hingga
merekasehat dan gemuk, dan mereka membunuh si penggembala dan menggiring unta-unta
itu, pula mereka kafir sesudah mereka masuk islam. Lalu datang kepada Nabi suara orang
minta tolong, maka beliau mengirim pencarian. Dan belum naik waktu siang hari, mereka
telah didatangkan kepada beliau. Lalu beliau memotong-motong tangan dan kaki mereka,
kemudian beliau memerintahkan (meminta) paku yang dibakar, lalu beliau mencelak mata
mereka dengan paku itu dan membuang mereka di Harah (daerah panas) dimana mereka
minta minum dan tidak diberi minum sampai mereka meninggal. Berkata Abu Qilabah:
Mereka itu membunuh, mencuri, memusuhi Allah dan Rasul-Nya saw, dan bertindak
kerusuhan di muka bumi ini."
(HR: Bukhari)

2880. "Dari Abu Hurairah ra, dia berkata: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda: "Seekor
semut menyengat seorang nabi, lalu dia menindak perkampungan semut, maka dibakarlah
perkampungan semut itu. Maka Allah mewahyukan kepadanya: "Seekor semut menyengat
kamu, lalu kamu membakar --umat dari umat-umat-- yang mensucikan Allah(?)"."
(HR: Bukhari)

2881. "Dari Jabir bin Abdullah, dia berkata: Rasulullah saw bersabda kepadaku: "Hendaklah
kamu melegakan hatiku dari Dzilkhalashah", yaitu perumahan (berhala) di Khats'am, yang
disebut sebagai Ka'bah Yamaniyah (tandingan Ka'bah Masjidil Haram). Jarir berkata: Lalu
aku berangkat bersama 150 penunggang kuda dari kabilah Ahmas. Mereka adalah orang-
orang yang ahli berkuda sedangkan aku tidak mantap diatas kuda (suka terjatuh). Lalu Nabi
menepuk dadaku sehingga aku melihat bekas jari-hemari beliau pada dadaku, dan beliau
bersabda: "Ya Allah, teguhkanlah dia (di atas kuda) dan jadikanlah dia sebagai pemberani
petunjuk dan mendapatkan petunjuk". Lalu Jarir berangkat ke Dzilkhalashah, merobohkan
dan membakarnya, lalu dia mengirim utusan kepada Rasulullah saw untuk memberitakan
kepada beliau. Utusan Jarir berkata: "Demi Dzat Yang mengutus engkau dengan haq, tidaklah
aku datang kepada engkau sehingga aku meninggalkan Dzilkhalashah seolah-olah unta yang
kosong --atau yang berkurap--". Lalu Nabi berdoa memberkati kuda-kuda Ahmas dan para
penunggangnya, lima kali. "
(HR: Bukhari)

2882. "Dari Ibnu Umar ra, dia berkata: Nabi saw membakar kebun kurma milik bani Nadhir
(dan merobohkan rumah-rumah mereka)."
(HR: Bukhari)

2883. "Dari Bara' bin Azib ra, dia berkata: Rasulullah saw mengutus sekelompok orang dari
shahabat Anshar kepada Abu Rafi', untuk membunuhnya. Seorang laki-laki (Abdullah bin
Atik) dari mereka berangkat lalu masuk ke dalam benteng mereka. Abdullah bin Atik berkata:
Aku masuk ke tempat penambatan tunggangan milik mereka, lalu mereka mengunci pintu
benteng itu. Kemudian mereka kehilangan seekor keledai, mereka keluar dan mencarinya, dan
aku keluar bersama orang-orang yang keluar, dengan menampakkan kepada mereka bahwa
aku (turut) mencari keledai itu bersama mereka. Lalu mereka menemukan keledai itu. Mereka
masuk dan aku juga masuk, lalu mereka mengunci pintu benteng pada malam hari dan
meletakkan kunci-kuncinya di sebuah ventilasi di mana aku melihatnya. Ketika mereka sudah
tidur, aku ambil kunci-kunci itu dan aku buka pintu (ruangan Abu Rafi') di dalam benteng itu.
Kemudian aku masuk ke dalam seraya aku katakan: "Hai Abu Rafi'." Maka dia menjawab,
lalu aku menyerbu ke (tempat) suara itu dan menikamnya, lalu dia menjerit. Aku keluar,
kemudian aku datang dan kembali seakan-akan sebagai penolong, maka aku katakan: "Hai
Abu Rafi'", dan aku merubah suaraku, maka dia berkata: "Ada apakah, celaka ibumu." Aku
berkata: "Bagaimana kamu?" Dia berkata: "Aku tidak tahu siapa yang masuk kepadaku dan
menikam aku". Lalu aku meletakkan pedangku pada perutnya dan aku menekan hingga
mengetuk tulang. Kemudian aku keluar dalam keadaan bingung, aku hampiri tangga untuk
turun, maka aku terjatuh (dari anak tangga) dan tulang kakiku terkilir. Aku keluar kepada
saudara-saudaraku, dan aku katakan: "Tidaklah aku akan pergi sehingga aku mendengar
pengkhabar kematian Abu Rafi'". Maka aku tidak pergi sehingga aku mendengar berita
kematian Abu Rafi', pedang penduduk Hijaz. Lalu aku berdiri sedang aku tidak sakit,
sehingga kami datang kepada Nabi saw, maka kami memberitakan kepada beliau. "
(HR: Bukhari)

2884. "Dari Bara' bin Azib ra, dia berkata: Rasulullah saw mengutus sekelompok orang dari
shahabat Anshar kepada Abu Rafi', lalu Abdullah bin Atik masuk kepada Abu Rafi'
dirumahnya pada malam hari, lalu membunuhnya dalam keadaannya sedang tidur."
(HR: Bukhari)

2885. "Dari Salim Abu Nadhar, dia berkata: Adalah aku sebagai penulis Umar bin Ubaidillah.
Lalu datang kepadanya surat dari Abdullah bin Abi Aufa ra: Sesungguhnya Rasulullah saw
bersabda: "Janganlah kamu bercita-cita bertemu musuh."
(HR: Bukhari)

2886. "Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi saw, beliau bersabda: "Janganlah kamu bercita-cita
bertemu musuh. Apabila kamu bertemu musuh maka bertabahlah."
(HR: Bukhari)

2887. "Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi saw, beliau bersabda: "Binasakanlah Kisra, kemudian
setelah itu tidak ada Kisra lagi. Dan Kaisar, pastilah dia binasa, kemudian setelah itu tidak ada
Kaisar lagi. Perbendaharaan Kisra dan Kaisar akan benar-benar dibagi di jalan Allah". Dan
Nabi saw menyebutkan peperangan sebagai tipu muslihat."
(HR: Bukhari)

2888. "Dari Abu Hurairah ra, dia berkata: Nabi saw menyebut peperangan sebagai tipu
muslihat."
(HR: Bukhari)

2889. "Dari Jabir bin Abdullah ra, dia berkata: Nabi saw bersabda: "Peperangan adalah tipu
muslihat."
(HR: Bukhari)

2890. "Dari Jabir bin Abdullah, dari Nabi saw, beliau bersabda: "Siapakah kepada Ka'b bin
Asyraf? Sungguh dia menyakiti Allah dan Rasul-Nya". Berkata Muhammad bin Maslamah:
"Apakah engkau menghendaki aku membunuhnya, wahai Rasulullah?" Beliau bersabda: "Ya".
Lalu Muhammad bin Maslamah mendatangi Ka'b dan dia berkata: "Sungguh orang itu --yakni
Nabi saw-- benar-benar memayahkan kami dan dia meminta shadakah (zakat) kami". "Ka'b
berkata: "Dan (kami) juga, demi Allah". Muhammad bin maslamah berkata: "Sesungguhnya
kami ini telah mengikuti dia dan kami tidak enak meninggalkan dia sehingga kami melihat
agamanya di kemudian hari". Muhammad bin Maslamah tidak henti-henti berbicara dengan
Ka'b, sehingga berkesempatan (membunuhnya), maka membunuhnya."
(HR: Bukhari)

2891. "Dari Jabir, dari Nabi saw, beliau bersabda: "Siapakah kepada Ka'b bin Asyraf?" Maka
Muhammad bin Maslamah berkata: "Apakah engkau inginkan aku membunuhnya?" Beliau
bersabda: "Ya". Muhammad bin Maslamah berkata: "Izinkanlah aku, akan berkata (sindiran,
yang tidak menyimpang)". Beliau bersabda: "Sungguh aku mengizinkan."
(HR: Bukhari)

2892. "Dari Abdullah bin Umar ra, sesungguhnya dia berkata: Rasulullah saw pergi bersama
Ubai bin Ka'b menuju kepada Ibnu Shauuad, lalu diberitahukan kepada beliau bahwa Ibnu
Shayyad di kebu kurma. Ketika Rasulullah saw masuk kebun kurma pada Ibnu Shayyad,
beliau bersembunyi pada pohon kurma, sedangkan Ibnu Shayyad memakai baju berumpi yang
bersuara. Ibu Ibnu Shayyad melihat Rasulullah, lalu dia berkata: "Hai Shafi (nama Ibnu
Shayyad), itu Muhammad", maka Ibnu Shayyad melompat. Lalu Rasulullah saw bersabda:
"Seandainya dia (ibu Ibnu Shayyad) membiarkannya, niscaya dia (Ibnu Shayyad)
menjelaskan (perihal dirinya)"."
(HR: Bukhari)

2893. "Dari Bara', dia berkata: Aku melihat Nabi saw pada hari Khandaq sedang membawa
tanah, sehingga tanah itu menutupi rambut dada beliau --dan beliau adalah orang yang banyak
berambut-- seraya berpantun dengan pantun Abdullah bin Rawahah, dengan suara keras: "Ya
Allah, andaikata tiada Engkau, niscaya kami tidak mendapat petunjuk, pula kami tidak
bershadakah dan tidak shalat. Maka hendaklah Engkau menurunkan ketenangan kepada kami,
dan mantapkanlah kaki-kaki kami ketika kami bertemu (musuh). Sungguh musuh-musuh itu
telah menyerang terhadap kami. Apabila mereka menghendaki fitnah maka kami menolak."
(HR: Bukhari)

2894. "Dari Jarir ra, dia berkata: Tidaklah Nabi saw pernah menghalangi aku sejak aku masuk
islam, pula tidaklah beliau melihat aku kecuali beliau tersenyum di hadapanku. Dan
sesungguhnya aku meengadu kepada beliau bahwa aku tidak mantap di atas kuda (kadang
jatuh). Maka beliau menepuk dada (tempat hati)ku dengan tangan beliau, dan beliau bersabda:
"Ya Allah, mantapkanlah dia (di atas kuda) dan jadikanlah dia orang yang memberi petunjuk
dan orang yang ditunjukkan."
(HR: Bukhari)

2895. "Dari Abu Hazim, dia berkata: Mereka bertanya kepada Sahl bin Sa'd Al-Sa'idi ra:
"Dengan apakah luka Nabi saw diobati?" Sahl berkata: "Tidaklah seorang shahabat yang
masih hidup, yang lebih mengetahui demikian daripada aku. Adalah Ali, datang membawa air
dengan (wadah) perisainya, sedang Fathimah membasuh (membersihkan) darah pada wajah
beliau, dan diambillah tikar, dibakar, lalu dengan pembekaran itu luka Rasulullah saw
disumbat."
(HR: Bukhari)

2896. "Dari Sa'id bin Abi Burdah dari ayahnya, dari kakeknya, dia berkata: "Sesungguhnya
Nabi saw mengirim Mu'adz (bin Jabal) dan Abu Musa ke Yaman. Beliau bersabda (kepada
dua orang utusan ini): "Permudahkanlah dan janganlah mempersulit, berilah berita gembira
dan janganlah membuat mereka lari, bercita-kasihlah dan janganlah berselisih."
(HR: Bukhari)

2897. "Dari Bara' bin Azib ra, dia berkata: Nabi saw menjadikan pasukan berjalan kaki pada
perang Uhud sebanyak 50 (lima puluh) orang laki-laki di bawah pimpinan Ibnu Jubair. Beliau
bersabda (kepada mereka): "Jika kalian melihat kami disambar oleh burung maka janganlah
kalian bergeser dari tempatmu ini, sehingga aku mengirimkan utusan kepada kalian. Dan jika
kalian melihat kami memporak-porandakan kaum itu dan menginjak-injak mereka, maka
tetaplah kalian (di tempat) sehingga aku mengirim utusan kepada kalian". Lalu kaum
muslimin mengalahkan kaum musyrikin. Bara' berkata: Sedang aku, demi Allah, melihat
orang-orang perempuan (musyrik) itu berlari, gelang kaki dan betis mereka tampak, di mana
mereka mengangkat pakaian mereka. Kemudian kawan-kawan Abdullah bin Jubair (pasukan
berjalan kai, berada di atas bukit Uhud) berseru: "Rampasan, hai kaumku, rampasan. Teman-
temanmu telah menang (di bawah), apakah yang kamu tunggu?" Lalu Abdullah bin Jubair
berkata: "Apakah kalian lupa akan apa yang disabdakan oleh Rasulullah saw kepada kalian?"
Mereka menjawab: "Demi Allah, kami akan mendatangi orang-orang (teman-teman shahabat
di bawah) itu, maka kami mendapat rampasan". Ketika mereka (pasukan atas) mendatangi
mereka (pasukan bawah) maka wajah mereka dipalingkan dan menjadilah kaum muslimin
kocar-kacir. Demikian itu ketika Rasulullah memanggil mereka di pasukan belakang, di mana
pasukan yang bersama Nabi saw hanya tinggal 12 (dua belas) orang. Dari kalangan kami yang
tertimpa musibah ada 70 (tujuh puluh) orang, sedang Nabi saw dan para shahabat
menimpakan musibah terhadap orang-orang musyrik pada perang Badar sebanyak 140
(seratus empat puluh) orang, yaitu 70 orang tawanan dan 70 orang terbunuh. Lalu Abu Sufyan
bertanya: "Apakah Muhammad terdapat pada kaum itu?" tiga kali. Maka Nabi saw melarang
mereka menjawabnya. Kemudian Abu Sufyan bertanya: "Apakah putra Abu Quhafah (yakni
Abu Bakar) terdapat pada kaum itu?" tiga kali. Kemudian ia berkata: "Apakah putra
Khaththab terdapat dalam kaum itu?" tiga kali. Kemudian Abu Sufyan kembali kepada teman-
temannya dan berkata: "Adapun mereka (Muhammad, Abu Bakar bin Abu Quhafah dan Umar
bin Khaththab) telah terbunuh". Umar tidak bisa menguasai dirinya, lalu menjawab: "Dusta
kamu, hai musuh Allah. Sesungguhnya orang-orang yang kamu bilangkan itu masih hidup
semua; dan masih tertinggal apa-apa yang memburukkan kamu (peristiwa Fathu Makah)".
Abu Sufyan berkata: "Perang ini adalah (ganti) perang Badar, karena perang itu silih berganti.
Sungguh kamu sekalian akan mendapati tindak penganiayaan dalam kaum itu, yang tidak aku
perintahkan dan itu merisaukan aku". Kemudian Abu Sufyan mulai bersyair rajaz: "Pasukan
luhur, hai (berhala) Hubal. Pasukanmu luhur, hai (berhala) Hubal". Lalu Nabi saw bersabda:
"Tidakkah kalian menjawabnya?" Mereka bertanya: "Wahai Rasulullah, apakah yang kami
katakan?" Beliau bersabda: "Ucapkanlah: "Allah itu Maha Luhur dan Maha Besar". Abu
Sufyan berkata: "Sesungguhnya kami mempunyai (berhala) Uzza dan kamu tidak mempunyai
Uzza". Lalu Nabi saw berkata: "Tidakkah kalian menjawabnya?" Mereka berkata: "Wahai
Rasulullah, apakah yang kami katakan?" Beliau bersabda: "Ucapkanlah: "Allah Pembela kami
dan kalian tidak mempunyai pembela." "
(HR: Bukhari)

2898. "Dari Anas ra, dia berkata: Rasulullah saw adalah orang yang paling bagus, orang yang
paling dermawan dan orang yang paling pemberani. Pada suatu malam penduduk Madinah
ketakutan di mana mereka mendengar suara (yang menakutkan). Lalu Nabi saw berpapasan
dengan mereka (dalam perjalanan beliau pulang), dengan mengendarai kuda milik Abu
Thalhah, yang tidak berpelana, sedang beliau berkalung pedang dan beliau bersabda:
"Janganlah takut, janganlah takut". Kemudian Rasulullah saw bersabda: "Aku mendapati
(kuda) ini sebagai laut (yang luas larinya)."
(HR: Bukhari)
2899. "Dari Salamah ra, dia berkata: Saya berangkat dari Madinah menuju ke arah kampung
Ghabah sehingga ketika saya berada di persimpangan jalan ke Ghabah, seorang budak Abdur
Rahman bin Auf menjumpai saya. Saya berkata: "Kasihan kamu. Ada apakah kamu?" Ia
menjawab: "Unta-unta perah Nabi saw diambil". Saya bertanya: "Siapakah yang
mengambilnya?" Ia menjawab: "Orang-orang Ghathafan dan Fazarah". Lalu saya minta
tolong tiga kali, yang terdengar di antara dua tanah Madinah, yang berbatu hitam: "Hai kaum,
tolong, di pagi ini. Hai kaum, tolong, di pagi ini". Kemudian aku bercepat-cepat sehingga aku
menjumpai mereka, dan mereka telah mengambil unta-unta itu, maka saya bertandang
memanah mereka sambil berkata: "Saya adalah putra Akwa', dan hari ini adalah hari terhina".
Lalu saya menyelamatkan unta-unta itu dari mereka sebelum mereka minum, dan aku
kembali, menggiringnya. Lalu Nabi saw menemui saya. Saya berkata: "Wahai Rasulullah,
sesungguhnya kaum (Ghathafan dan Fazarah) itu kehausan dan aku cepat-cepat menyerbu
mereka sebelum mereka minum-minuman mereka, maka kirimkanlah utusan, menyusul
mereka itu". Maka beliau bersabda: "Wahai putra Akwa', kamu telah menguasai, berbuat
lunaklah, sesungguhnya kaum itu dijamu di kalangan kaum mereka." (yakni sudah sampai
pada kaum mereka)."
(HR: Bukhari)

2900. "Dari Abu Ishaq, dia berkata: Seorang laki-laki bertanya kepada Bara' ra: "Hai Abu
Umarah, apakah kalian berpaling (lari) pada peperangan Hunain?" Bara' berkata --sedang aku
mendengar, kata Ishaq--: "Adapun Rasulullah saw, tidaklah beliau berpaling pada peristiwa
itu. Adalah Abu Sufyan bin Harits memegangi kekang baghal beliau; dan ketika orang-orang
musyrik mengepung beliau, maka beliau turun dan tandang bersabda: "Aku adalah seorang
nabi, tidak berdusta. Aku adalah putra Abdul Muthalib." Maka terlihat tidak ada orang yang
lebih hebat pada peristiwa itu daripada beliau."
(HR: Bukhari)

2901. "Dari Abu Sa'id Al-Khudri ra, dia berkata: Ketika bani Quraizhah sudah turun untuk
(menerima) keputusan Sa'd bin Mu'adz, maka Rasulullah saw mengutus (utusan untuk
memanggil Sa'd), dan dia di tempat yang dekat dengan beliau. Lalu Sa'd datang dengan
menunggang keledai, dan ketika telah dekat maka Rasulullah bersabda: "Berdirilah kalian,
(menghormat) kepada pimpinan kalian". Sa'd tiba dan duduk kepada Rasulullah saw, lalu
beliau bersabda kepadanya: "Sesungguhnya mereka (bani Quraizhah) itu turun kepada
keputusan hukummu". Sa'd berkata: "Aku memutuskan: Hendaklah engkau membunuh orang-
orang (laki-laki) yang turut berperang dan hendaklah engkau menawan orang-orang
perempuan dan anak-anak". Beliau bersabda: "Sungguh kamu menghukum untuk mereka
dengan hukum (Allah) Yang Maha Kuasa."
(HR: Bukhari)

2902. "Dari Anas bin Malik ra, dia berkata: Sesungguhnya Rasulullah saw masuk (Makah)
pada tahun Fathu (Makah) sedang pada kepala beliau lingkaran besi (perisai untuk kepala).
Ketika beliau menanggalkannya, seorang laki-laki datang dan berkata: "Sesungguhnya Ibnu
Khathal bergantung pada kelambu Ka'bah". Lalu beliau bersabda: "Bunuhlah dia." "
(HR: Bukhari)

2903. "Dari Abu Hurairah ra, dia berkata: Rasulullah saw mengirim pasukan (sariyah) 10
orang sebagai mata-mata dengan pimpinan Ashim bin Tsabit Al-Anshari yaitu kakeknya
Ashim bin Umar bin Khaththab. Mereka berangkat, dan sesampai di Had'ah yaitu antara
Usfan dan Makah, mereka dibicarakan oleh kabilah dari Hudzail, yang disebut Bani Lahyan.
Lalu mereka (Bani Lahyan) mengerahkan orang sejumlah 200 orang laki-laki, semuanya
adalah ahli memanah. Mereka mencari jejak sariyah hingga mereka menemukan tempat
mereka makan buah kurma, bekal mereka dari Madinah. Bani Lahyan berkat: "Ini kurma
Yatsrib (Madinah)". Lalu mereka melacak jejak sariyah. Ashim dkk. melihat mereka, lalu
berlindung di tanah tinggi (fadfad). Mereka dikepung oleh kaum (Bani Lahyan). Mereka
berseru: "Turunlah, dan serahkanlah apa yang ada di tangan kalian. Kalian mendapat jaminan
dan perjanjian, dan kami tidak akan membunuh seorangpun dari kalian". Ashim bin Tsabit,
pimpinan sariyah berkata: "Adapun aku, demi Allah tidak akan turun pada hari ini dalam
perjanjian orang kafir. Wahai Allah, beritakanlah ihwal hari ini kepada Nabi-Mu". Lalu
mereka menyerbu sariyah dengan anak panah, mereka membunuh Ashim dalam tujuh orang.
Dan tiga orang lainnya turun dengan jaminan dan perjanjian: Khubaib Al-Anshari, Ibnu
Datsinah dan orang ketiga (Abdullah bin Thariq). Ketika mereka menangkap bertiga ini,
mereka melepas tambang busur dan mengikat mereka bertiga. Orang ketiga berkata: "Ini
pengingkaran pertama, demi Allah, aku tidak akan mengikuti kalian. Sungguh mereka
--Ashim dkk. yang terbunuh-- itu adalah sebagai tauladan". Maka mereka menyeretnya dan
memaksanya untuk mengikuti mereka (ke Makah), dan dia menolak maka dia dibunuh.
Mereka berangkat membawa Khubaib dan Ibnu Datsinah lalu mereka menjual keduanya di
Makah sesudah peristiwa perang Badar, di mana Khubaib di beli oleh Bani Harits bin Amir
bin Naufal bin Abdi Manaf. Dan adalah Khubaib ini orang yang membunuh Harits bin Amir
dalam peperangan Badar. Lalu Khubaib hidup di tangan mereka sebagai tawanan. Dari
Ubaidillah bin Iyadh: Berkata (Zainab) binti Harits bahwa ketika mereka bersepakat (hendak
membunuhnya, Khubaib meminjam kepadanya (Zainab) sebilah pisau cukur untuk mencukur
rambut kemaluannya, maka dipinjami. Lalu Khubaib mengambil laki-laki anakku (Zainab)
dan aku lengah sewaktu dia menghampirinya. Aku dapati anakku itu dipangku di atas pahanya
sedang pisau cukur di tangannya, maka aku terperanjat seketika, di mana Khubaib mengenali
demikian pada wajahku. Khubaib berkata: "Kamu khawatirkan aku membunuhnya? Tidaklah
aku hendak berbuat demikian". Zainab berkata: "Demi Allah, tidak pernah sama sekali aku
melihat tawanan lebih baik daripada Khubaib. Demi Allah, aku mendapati dia pada suatu hari
sedang serumpun anggur di tangannya padahal dia dibelenggu dengan besi dan di Makah
tidak ada buah sebutirpun". Zainab berkata: "Demikian itu benar-benar rezki dari Allah, yang
Dia Rezkikan kepada Khubaib". Ketika mereka keluar dari daerah Haran untuk
membunuhnya di daerah Halal, Khubaib berkata kepada mereka: "Biarkanlah aku hendak
shalat dua rakaat". Mereka membiarkan Khubaib dan dia shalat dua rakaat, kemudian berkata:
"Seandainya kalian tidak menaruh sangkaan bahwa dirinya tidak gelisah, niscaya aku
berlama-lama shalat. Ya Allah, hitunglah mereka, dengan bilangan (yakni binasakanlah
mereka semuanya). Aku tidak peduli ketika aku terbunuh sebagai muslim, dilambung mana
saja, di mana tergeletakku adalah karena Allah. Dan (pembunuhan) demikian adalah dalam
Dzat allah. Dan bila Dia berkehendak niscaya dia memberkati sendi-sendi badan yang
terpotong-potong." Lalu Khubaib dibunuh oleh (Uqbah bin Harits). Dan adalah Khubaib
(orang pertama) yang membuat sunah (amalan) shalat dua rakaat bagi setiap orang islam yang
hendak dibunuh dengan penahanan (diberi kesempatan). Dan Allah mengabulkan doa Ashim
bin Tsabit pada hari terbunuh. Maka Nabi saw mengkhabarkan kepada para shahabat akan
berita mereka dan berita musibah mereka pula pengiriman orang-orang dari kaum kafir
Quraisy kepada (mayat) Ashim ketika diberitakan kepada mereka bahwa dia terbunuh, untuk
mereka dapatkan bagian badannya (seperti kepala) yang dikenali. Demikian (mengingat)
Ashim adalah seorang tokoh mereka dalam peperangan Badar. Maka dikirimkanlah (oleh
Allah) kepada Ashim pasukan lebah bagai awan, yang menjaga Ashim dari (tindakan) utusan
mereka, maka mereka tidak dapat memotong daging Ashim sedikitpun."
(HR: Bukhari)

2904. "Dari Abu Musa Al-Asy'ari ra, dia berkata: Rasulullah saw bersabda: "Lepaskanlah
tawanan, berilah makan orang yang lapar dan jenguklah orang yang sakit."
(HR: Bukhari)

2905. "Dari Abu Juhaifah ra, dia berkata: Saya berkata kepada Ali ra: "Apakah kamu
memiliki suatu wahyu selain yang terdapat dalam kitab Allah (Al-Qur'an)?" Ali berkata:
"Tidak, demi Dzat Yang membelah biji dan menciptakan manusia, saya tidak mengetahuinya
kecuali pemahaman yang diberikan oleh Allah kepada seorang laki-laki terhadap Al-Qur'an
dan sesuatu yang terdapat dalam lembaran ini." Saya berkata: "Dan apakah yang terdapat
dalam lembaran itu?" Ia menjawab: "Akal (yakni diyat = tebusan), membebaskan tawanan
(dari tangan musuh) dan janganlah seorang muslim dibunuh dikarenakan (membunuh) orang
kafir"
(HR: Bukhari)

2906. "Dari Anas bin Malik ra, dia berkata: Sesungguhnya orang-orang lelaki dari shahabat
Anshar minta izin kepada Rasulullah saw. Mereka berkata: "Wahai Rasulullah, izinkanlah,
sebaiknya kami meninggalkan tebusan untuk anak saudara perempuan kami, Abbas (bin
Abdul Muthalib, paman Nabi)". Maka beliau bersabda: "Janganlah kamu meninggalkan dari
tebusannya satu dirhampun."
(HR: Bukhari)

2907. "Dari Anas bin Malik ra, dia berkata: Datang kepada Nabi saw harta benda dari
Bahrain, lalu datang kepaada beliau Abbas (paman Nabi). Ia berkata: "Wahai Rasulullah,
berilah aku (dari harta itu). Sesungguhnya aku menebus diriku pula kau menebus Aqil (bin
Abu Thalib)". Beliau bersabda kepadanya: "Terimalah". Beliau memberikan kepada Abbas
pada (saku) bajunya."
(HR: Bukhari)

2908. "Dari Jubair (bin Muth'im), dan dia datang untuk (minta tebusan) tawanan-tawanan
Badar. Ia berkata Aku mendengar Nabi saw membaca surat Al-Thur dalam shalat Maghrib."
(HR: Bukhari)

2909. "Dari Salamah bin Akwa', dia berkata: Datang kepada Nabi saw, yang sedang dalam
bepergian, seorang mata-mata dari kaum musyrik. Ia duduk dan berbincang-bincang di
tengah para shahabat, kemudian ia lepas (pergi). Maka Nabi saw bersabda: "Carilah ia
dan bunuhlah". Lalu Salamah membunuhnya, dan Nabi memberikan kepadanya harta
rampasannya (barang yang dipakai korban)."
(HR: Bukhari)

2910. "Dari Amir bin Maimun, dari Umar (bin Khaththab) ra, dia berkata (sebelum
meninggal): "Dan aku wasiatkan kepadanya (khalifah sesudahnya), dengan jaminan dari
Allah dan jaminan dari Rasul-Nya saw, supaya hak mereka (Ahlul-Kitab yang
membayar jizyah) dipenuhi dengan perjanjian mereka, berperang membela mereka
(terhadap kaum kafir harbi) dan mereka tidak dibebani kecuali menurut kemampuan
mereka."
(HR: Bukhari)

2911. "Dari Ibnu Abbas ra, dia berkata: "Hari Kamis. Apakah Hari Kamis itu?" Kemudian
Ibnu Abbas menangis sehingga air matanya membasahi kerikil, lalu dia berkata:
"Rasulullah saw sakit keras pada hari Kamis, lalu beliau bersabda: "Bawalah alat tulis
kepadaku, aku catatkan buat kalian suatu catatan yang sesudah itu kalian tidak akan
tersesat selamanya." Maka mereka bertengkar dan tidaklah seyogya di sisi Nabi ada
pertengkaran. Mereka berkata: "Rasulullah diam". Beliau bersabda: "Biarkanlah aku;
sesuatu yang sedang aku lakukan (bersiap-siap menghadapi wafal dll) adalah lebih baik
daripada apa yang kalian ajakkan kepadaku". Ketika wafat, beliau berwasiat dengan tiga
hal yaitu: keluarkanlah orang-orang musyrik dari jazirah Arab, berilah hadiah kepada
tamu (utusan)sepadan aku (Nabi) memberi hadiah kepada mereka. Dan aku lupa
terhadap yang ketiga (melaksanakan pelepasan Pasukan Usamah)". Berkata Ya'qub bin
Muhammad: Aku bertanya kepada Mughirah bin Abdur Rahman tentang jazirah Arab.
Beliau berkata: "Makah, Madinah, Yamamah dan Yaman". Berkata Ya'qub (bin
Muhammad tersebut): "Arju adalah permulaan Tihamah."
(HR: Bukhari)

2912. "Dari Ibnu Umar ra, dia berkata: Umar menemukan pakaian sutera tebal (istabraq) di
pasar hendak dijual, lalu dia membawanya kepada Rasulullah saw. Umar berkata:
"Wahai Rasulullah, belilah pakaian ini, untuk engkau berhias pada hari besar dan untuk
menerima tamu". maka Rasulullah saw bersabda: "Sesungguhnya ini hanyalah pakaian
orang yang tidak mempunyai bagian (akhirat)". --atau: "Sesungguhnya pakaian ini
dipakai hanya oleh orang yang tidak mempunyai bagian (akhirat)"--. Umar berdiam (di
suatu tempat) lama-lama. Kemudian Nabi saw mengirim kepadanya jubah bergaris-
garis sutera (dibaj), lalu Umar datang membawanya hingga dia mendatangi Rasulullah
saw dengan membawanya. Umar berkata: "Wahai Rasulullah, engkau sabdakan: "Ini
hanyalah pakaian orang yang tidak mempunyai bagian (akhirat)" --atau: "Pakaian ini
dipakai hanya oleh orang yang tidak mempunyai bagian (akhirat)"--, kemudian engkau
mengirimkan ini kepadaku (?)". Maka beliau bersabda: "(supaya) kamu menjualnya"
--atau: "(supaya) kamu memenuhi sebagian kebutuhanmu."
(HR: Bukhari)

2913. "Dari Ibnu Umar ra, dia berkata: Sesungguhnya Umar pergi dalam sekelompok
shahabat Nabi saw bersama Nabi saw menuju kepada Ibnu Shayyad, sehingga mereka
menemukannya sedang bermain bersama anak-anak di sisi bangunan tinggi (seperti
benteng) bani Maghalah dan waktu itu dia mendekati usia baligh. Ibnu Shayyad tidak
merasa (tidak peduli) sehingga Nabi saw menepuk dadanya dengan tangan beliau,
kemudian Nabi saw bersabda: "Adakah kamu bersaksi bahwa sesungguhnya aku adalah
utusan Allah ?" Ibnu Shayyad memandangi nabi, lalu dia berkata: "Aku bersaksi bahwa
engkau adalah utusan orang-orang bodoh (bangsa Arab)" Lalu Ibnu Shayyad berkata
kepada Nabi saw: "Adakah kamu bersaksi bahwa sesungguhnya aku adalah utusan
Allah?" Nabi saw bersabda kepadanya: "Aku beriman kepada Allah dan kepada para
utusan-Nya". Nabi saw bersabda: "Apakah yang kamu lihat?" Berkata Ibnu Shayyad:
"Datang kepadaku orang yang benar dan orang yang berdusta". Nabi saw bersabda:
"Perkara (kebenaran dan kebatilan) itu bercampur padamu." Nabi saw bersabda: "Aku
menyimpan sesuatu padamu?" Berkata Ibnu Shayyad: "Itu adalah (surat) Dukh(an)".
Nabi saw bersabda: "Pergi (kalimat mengusir). Kamu tidak akan melampaui kadar
kemampuanmu (sampai kepada tingkat kenabian)". Berkata Umar (bin Khaththtab):
"Wahai Rasulullah, izinkanlah aku padanya, aku penggal lehernya". Nabi saw bersabda:
"Jika dia itu Dajjal maka kamu tidak diberi kekuasaan terhadap dia, dan jika dia itu
bukan Dajjal maka tiada kebaikan bagimu membunuhnya." Berkata Ibnu Umar: Nabi
saw pergi bersama Ubai bin Ka'b, berdua mendatangi kebun kurma yang di sana ada
Ibnu Shayyad. Sehingga ketika beliau masuk kebun itu, beliau tandang bersembunyi di
balik pohon kurma dan beliau dengan samar-samar hendak mendengarkan sesuatu dari
Ibnu Shayyad sebelum melihatnya, dan Ibnu Shayyad sedang tiduran di atas hamparan
dengan memakai pakaian berumpi yang bersuara samar-samar. Lalu ibunya Ibnu
Shayyad melihat nabi saw yang sedang bersembunyi di balik pohon kurma itu, maka
dia berkata kepada Ibnu Shayyad: "Hai Shafi --nama Ibnu Shayyad--". Maka Ibnu
Shayyad kabur. Lalu Nabi saw bersabda: "Andaikata ibunya membiarkannya niscaya
dia menjelaskan (keadaan dirinya)." Dan berkata Salim (bin Abdullah bin Umar):
Berkata Ibnu Umar (dengan isnad hadist di atas): Kemudian Nabi saw berdiri di tengah
manusia (shahabat), lalu beliau memuji Allah dengan pujian yang layak bagi-Nya.
Kemudian beliau menuturkan Dajjal, lalu beliau bersabda: "Sesungguhnya aku
memperingatkan kalian terhadapnya (Dajjal), dan tidak ada seorang nabipun melainkan
ia memberi peringatan kepada kaumnya terhadap Dajjal. Nuh telah memberi peringatan
kepada kaumnya, tetapi aku mengatakan kepada kalian tentang dia suatu perkataan
yang tidak diucapkan oleh seorang nabipun kepada kaumnya; kalian ketahui bahwa dia
itu buta sebelah, dan sesungguhnya Allah adalah sama sekali tidak buta sebelah."
(HR: Bukhari)

2914. "Dari Usamah bin Zaid, dia berkata: Aku berkata: "Wahai Rasulullah, di manakah
engkau berdiam besuk?" dalam perjalanan haji (Wada') beliau. Beliau bersabda: "Dan
apakah Aqil meninggalkan rumah untukkita?" Kemudian beliau berkata: "Kami besuk
berdiam (turun) di lembah Bani Kinanah yaitu Muhashab, dimana Quraisy pernah
berjanji atas kekafiran". Demikian yaitu bahwa Bani Kinanah berjanji setiap bersama
Quraisy terhadap Bani Hasyim: tidak akan mengadakan jual-beli dengan mereka (Bani
Hasyim) dan tidak akan melindungi mereka."
(HR: Bukhari)

2915. "Dari Zaid bin Aslam, dia berkata: Sesungguhnya Umar bin Khaththab ra mengangkat
maulanya yang bernama Hunayyah sebagai penjaga (hewan shadaqah di tanah
Ribdzah). Umar berkata: "Hai Hunaya, genggamlah sayapmu (yakni berbelas kasihlah)
kepada kaum muslimin, dan takutilah doa orang yang didhalimi, karena sesungguhnya
doa orang yang didhalimi adalah terkabul. Dan masukanlah pemilik sekelompok kecil
(maksimal 30 ekor) unta dan pemilik sekelompok kecil kambing. Dan hindarilah hewan
(Abdur Rahman) ibnu Auf dan hewan (Utsman) ibnu Affan, karena berdua ini apabila
hewannya binasa niscaya mereka berdua kembali kepada (hartanya yang lain, seperti)
kebun kurma dan ladang; sedangkan pemilik sekelompok kecil unta dan pemilik
sekelompok kecil kambing, apabila hewannya binasa niscaya dia akan datang kepadaku
bersama anak-anaknya, lalu dia katakan: "Wahai Amirul Mukminin", adakah aku
membiarkan mereka (membutuhkan), jauh. Maka air dan padang penggembalaan adalah
lebih ringan bagiku daripada emas dan perak. Demi Allah, sesungguhnya mereka
menyangka aku ini mendhalimi mereka. Sesungguhnya tanah itu adalah negeri mereka,
dimana mereka di masa Jahiliyah berperang di sana dan di masa Islam mereka masuk
Islam di sana. Dan demi Dzat di mana jiwaku berada dalam kekuasaan-Nya, kalau toh
tidak ada harta (unta, kuda dll) untuk membekali (orang yang tidak bertunggangan) di
jalan Allah, pastilah aku tidak menjaga mereka pada negeri mereka sejengkalpun."
(HR: Bukhari)

2916. "Dari Hudzaifah ra, dia berkata: Bersabda Nabi saw: "Catatlah untukku orang-orang
yang telah mengucapkan Islam". Lalu kami mencatat untuk beliau 1500 orang laki-laki,
maka kami berkata: "Adakah kami takut, sedang jumlah kami 1500 orang." Maka
sungguh aku melihat kita ini diuji sehingga seseorang itu shalat sendirian merasa takut."
(HR: Bukhari)

2917. Dari A'masy: Maka kami mendapati mereka 500 orang. Dan berkata Abu Mu'awiyah:
Antara 600 sampai 700 orang.
(HR: Bukhari)
2918. "Dari Ibnu Abbas, dia berkata: Seorang laki-laki datang kepada Nabi saw. Ia berkata:
"Wahai Rasulullah, aku terdaftar dalam peperangan ini dan ini, sedangkan istriku
hendak pergi haji". Beliau bersabda: "Kembalilah, dan berhajilah bersama istrimu."
(HR: Bukhari)
2919. "Dari Abu Hurairah ra, dia berkata: Kami berperang bersama Rasulullah saw, lalu
beliau bersabda pada orang yang mengaku islam: "Orang itu termasuk penghuni
neraka". Ketika terjadi pertempuran, laki-laki itu berperang dengan hebat, lalu dia
terkena luka. Lalu dikatakan: "Wahai Rasulullah, orang yang engkau katakan sebagai
termasuk penduduk neraka iut, sungguh dia berperang pada hari ini dengan hebat, dan
dia telah meninggal." Nabi saw bersabda: "Ke neraka". Seorang perawi berkata:
"Hampir-hampir sebagian orang meragukan (kebenaran Nabi)". Di Ketika mereka
demikian tiba-tiba dinyatakan bahwa dia belum meninggal, hanya saja berluka parah.
Dan di malam harinya dia tidak tabah menahan lukanya, maka dia bunuh diri. Lalu
diberitakan kepada nabi saw, maka beliau bersabda: "Allah Maha Agung. Aku bersaksi
bahwa sesungguhnya aku adalah hamba Allah dan Rasul-Nya". Kemudian beliau
perintahkan Bilal untuk mengumandangkan kepada manusia: "Tidaklah masuk surga
selain jiwa yang masuk Islam, dan sesungguhnya Allah benar-benar memperkuat
Agama ini dengan orang jahat."
(HR: Bukhari)

2920. "Dari Anas bin Malik ra, dia berkata: Rasulullah saw berkhutbah, lalu beliau bersabda:
"Bendera itu diambil oleh Zaid (bin Haritsah) lalu dia terbunuh. Kemudian bendera itu
diambil oleh Ja'far (bin Abu Thalib), lalu dia terbunuh. Kemudian berndera itu diambil
oleh Abdullah bin Rawahah, lalu dia terbunuh. Kemudian bendera itu diambil oleh
Khalid bin Walid, tanpa perintah kepemimpinan, lalu dimenangkan (oleh Allah). Dan
tidaklah menyenangkan aku --atau beliau bersabda: "Dan tidaklah menyenagkan
mereka-- bahwa mereka di sisi kami." Dan Anas berkata: Dan sungguh dua mata beliau
mengalirkan air mata."
(HR: Bukhari)

2921. "Dari Anas ra, dia berkata: Sesungguhnya datang kepada Nabi saw orang-orang Ri'l,
Dzakwan, Ushayyah dan Bani Lahyan. Mereka menyangka dirinya telah masuk Islam,
dan mereka meminta bantuan pasukan untuk kaum mereka. Nabi saw membantu
mereka dengan 70 (tujuh puluh) orang Anshar. --Berkata Anas: Kami menyebut mereka
(70 orang) sebagai qurra' di mana mereka mencari kayu di siang hari dan mereka shalat
di malam hari-- Lalu mereka berangkat bersama qurra', dan sesampai di sumur Ma'unah
mereka bertindak penghianatan terhadap qurra' dan membunuh mereka. Lalu Nabi
berqunut selama satu bulan, berdoa (melaknat) terhadap kabilah Ri'l, Dzakwan dan Bani
Lahyan. Berkata Qatadah: Anas memberitakan kepada kami bahwa mereka telah
membaca Qur'an kepada mereka: "Ingat, sampaikan berita tentang kami kepada kaum
kami bahwa kami telah bertemu Tuhan kami, maka dia ridha kepada kami dan Dia
menjadikan kami ridha (kepada-Nya)". Kemudian ayat ini dihapus sesudah demikian
itu."
(HR: Bukhari)

2922. "Dari Abu Thalhah ra, dari Nabi saw: Sesungguhnya beliau apabila menang terhadap
musuh maka beliau bermukim di pelataran (mereka) tiga hari."
(HR: Bukhari)

2923. "Dari Anas bin Malik ra, dia berkata: Nabi saw berumrah dari Ji'ranah, tempat di mana
beliau membagikan ghanimah Hunain."
(HR: Bukhari)

2924. "Dari Ibnu Umar ra, dia berkata bahwa kuda miliknya pergi dan diambil oleh musuh,
lalu dia dikalahkan oleh orang-orang Islam, maka kuda itu dikembalikan kepadanya, di
masa Rasulullah saw. Dan hamba sahaya miliknya melarikan diri dan menyusul kepada
bangsa Rumawi, lalu kaum muslimin mengalahkan mereka, maka Khalid bin Walid
mengembalikan hamba itu kepadanya (ibnu Umar) sesudah Nabi saw (yakni di masa
Khalifah Abu Bakar)."
(HR: Bukhari)

2925. "Dari Nafi', dia berkata: Sesungguhnya seorang hamba sahaya milik ibnu Umar
melarikan diri dan menyusul ke Rumawi, lalu Khalid bin Walid mengalahkannya, maka
dia mengembalikan hamba itu kepada Abdullah (ibnu Umar). Dan seekor kuda milik
ibnu Umar lari dan menyusul ke Rumawi, lalu dia (Khalid) mengalahkannya, maka
mereka mengembalikannya kepada Abdullah (ibnu Umar)."
(HR: Bukhari)

2926. "Dari Nafi', dari ibnu Umar ra, bahwa dia menunggang kuda pada hari kaum muslimin
berhadapan (dengan kaum kafir Rumawi), sedang pemimpin kaum muslimin pada hari
itu adalah Khalid bin Walid yang dikirim oleh Abu Bakar, lalu kuda itu diambil oleh
musuh. Ketika kaum musuh terkalahkan maka Khalid mengembalikan kudanya."
(HR: Bukhari)

2927. "Dari Jabir bin Abdullah ra, dia berkata: Aku berkata: "Wahai Rasulullah, kami
menyembelih binatang kecil (anak kambing) kami, aku menggiling gandum satu sha',
maka marilah (ke rumahku), engkau dan beberapa orang". Lalu Nabi saw berseru:
"Wahai ahli Khandaq, sesungguhnya Jabir membuat jamuan makan, maka marilah (ke
sana) bersama kalian."
(HR: Bukhari)

2928. "Dari ibu Khalid binti Khalid bin Sa'id ra, dia berkata: Saya datang kepada Rasulullah
saw bersama ayahku, dan saya mengenakan pakaian kuning, lalu Rasulullah saw
bersabda: "Sanah, sanah", itu bahasa Habsyi yakni bagus. Ibu Khalid berkata: Saya
pergi bermain-main Khatamun Nubuwwah (Cap Kenabian, di antara dua belikat Nabi);
lalu ayahku membentakku. Rasulullah saw bersabda: "Biarkanlah dia". Kemudian
Rasulullah saw bersabda: "Burukkanlah dan kumalkanlah, kemudian burukkanlah dan
kumalkanlah, kemudian burukkanlah dan kumalkanlah". Berkata Abdullah (bin
Mubarak): Maka ibu Khalid tetap hidup sehingga baju itu kehitam-hitaman (berwarna
debu, karena sudah sering dipakai)."
(HR: Bukhari)
2929. "Dari Abu Hurairah ra, dia berkata: Sesungguhnya Hasan bin Ali mengambil kurma dari
kurma shadakah dan diletakkan pada mulutnya, maka Nabi saw bersabda dengan
bahasa Parsi: "Buanglah, buanglah. Adakah kamu tidak tahu bahwa kami ini tidak
makan shadakah?"
(HR: Bukhari)

2930. "Dari Abu Hurairah ra, dia berkata: Nabi saw berdiri di tengah-tengah kami, beliau
menuturkan pengkhianatan dalam rampasan, dan beliau memandang urusan itu besar,
lalu beliau bersabda: "Sungguh aku tidak akan bertemu dengan seorang dari kamu pada
hari kiamat, yang di atas tengkuknya ada seekor kambing yang mengembik, ada yang di
atas tengkuknya seekor kuda yang meringkik, di mana ia berkata: "Wahai Rasulullah,
tolonglah saya". Lalu aku berkata: "Aku tidak kuasa sedikitpun bagimu, sungguh aku
telah menyampaikan". Ada yang di atas tengkuknya seekor unta yang melenguh, di
mana ia berkata: "Wahai Rasulullah, tolonglah saya", lalu aku (Nabi) katakan: "Aku
tidak kuasa sedikitpun untukmu, sungguh aku telah menyampaikan". Ada yang di atas
tengkuknya terdapat emas dan perak, di mana ia berkata: "Wahai Rasulullah, tolonglah
saya", lalu aku katakan: "Aku tidak kuasa sedikitpun bagimu". Dan ada yang di atas
tengkuknya terdapat kain (tambalan) yang bergerak-gerak, ia berkata: "Wahai
Rasulullah, tolonglah saya", lalu aku katakan: "Aku tidak kuasa sedikitpun untukmu,
sungguh aku telah menyampaikan."
(HR: Bukhari)

2931. "Dari Abdullah bin Amr ra, dia berkata: Dalam barang-barang perlengkapan perjalanan
Rasulullah saw terdapat seorang laki-laki bernama kirkirah meninggal, lalu Rasulullah
saw bersabda: "Ia di neraka". Maka mereka pergi melihatnya dan mereka mendapatkan
baju selimut yang diambilnya dengan khianat."
(HR: Bukhari)

2932. "Dari Rafi', dia berkata: Kami bersama Nabi saw di Dzilhulaifah, lalu orang-orang
mengalami kelaparan dan kami memperoleh unta dan kambing, sedangkan Nabi berada
berada di pasukan belakang. Kami bercepat-cepat (menyembelih) dan memasang
periuk. Lalu beliau memerintahkan maka periuk-periuk itu dijungkirkan. Kemudian
beliau membagi, dan beliau mengganti 10 ekor kambing dengan seekor unta. Lalu ada
seekor unta lari, dan di dalam kaum terdapat beberapa penunggang kuda, mereka
mencarinya dan mereka kelelahan. Lalu seorang laki-laki (Rafi', rawi hadist)
membidikkan anak panah, maka Allah menahan untuk itu. Nabi saw bersabda: "Hewan-
hewan itu berwatak liar seperti watak hewan-hewan liar. Maka hewan yang lari dari
kamu maka perbuatlah demikian." Lalu kakekku berkata: "Kami khawatir kalau besuk
kami bertemu musuh, sedang kami tidak mempunyai pisau, maka apakah kami
menyembelih dengan bambu?" Nabi saw bersabda: "Sesuatu yang mengalirkan darah
dan nama Allah disebut padanya, maka makanlah selain gigi dan kuku. Dan akan aku
beritakan kepadamu tentang (alasan) demikian: Adapun gigi adalah tulang dan kuku
adalah pisau orang Habasyah."
(HR: Bukhari)

2933. "Dari Jarir bin Abdullah ra, dia berkata: Rasulullah saw berkata kepadaku: "Hendaklah
kamu melegakan hatiku dari Dzilkhalashah", yaitu suatu bangunan (untuk berhala)
kabilan Khats'am, yang bernama Ka'bah Yamaniyah. Lalu aku berangkat dalam pasukan
150 (seratus lima puluh) orang kabilah Ahmas, di mana mereka adalah para ahli
menunggang kuda. Maka aku beritakan kepada nabi saw bahwa aku tidak tahan di atas
kuda, lalu beliau menepuk dadaku hingga aku melihat bekas jari-jemari beliau pada
dadaku, dan beliau bersabda: "Ya Allah, tabahkanlah dia (di atas kuda) dan jadikanlah
dia sebagai orang yang diberi petunjuk dan diberi petunjuk". Lalu Jarir berangkat ke
Dzilkhalashah, memecahnya dan membakarnya. Lalu dia mengirim (utusan) kepada
nabi saw untuk menyampaikan berita gembira kepada beliau. Utusan Jarir itu berkata:
"Wahai Rasulullah, demi Dzat Yang mengutus engkau dengan kebenaran, aku tidak
datang kepada engkau, sehingga aku telah meninggalkan Dzilkhalashah (kosong)
sepertinya unta yang berkurap". Lalu beliau berdoa barakah untuk kuda-kuda Ahmas
dan para penunggangnya, lima kali."
(HR: Bukhari)

2934. "Dari Ibnu Abbas, dia berkata: Nabi saw bersabda pada hari Fathu Makah: "Tidak ada
hijrah lagi (dari Makah), tetapi (hijrah) oleh jihad dan niat. Dan bila kamu diperintah
berangkat (berperang) maka berangkatlah."
(HR: Bukhari)

2935. "Dari Mujasyi' bin Mas'ud, dia berkata: Mujasyi' mengajak saudaranya, Mujalid bin
Mas'ud datang kepada Nabi saw. Mujasyi' berkata: "Ini Mujalid, hendak berbai'at
kepada engkau atas hijrah". Beliau bersabda: "Tidak ada hijrah sesudah Fathu Makah,
tetapi aku membai'at kamu atas islam."
(HR: Bukhari)

2936. "Dari Atha' (bin Abi Rabah), dia berkata: Aku pergi bersama Ubaid bin Umair kepada
Aisyah ra, yang sedang berada di sanding gunung Tsabir (di Muzdalifah). Aisyah
berkata kepada kami: "Hijrah (dari Makah) sudahlah terputus sejak Allah membukakan
(menaklukkan) Makah kepada Nabi-Nya saw."
(HR: Bukhari)

2937. "Dari Abi Abdur Rahman --orang yang lebih mengutamakan Utsman daripada Ali--, dia
berkatakepada Ibnu Athiyah --orang yang lebih mengutamakan Ali daripada Utsman--:
Sungguh aku mengetahui apa yang memberanikan saudaramu (yakni Ali) terhadap
pengaliran darah (peperangan). Aku mendengar Ali berkata: Aku diutus oleh Nabi saw
bersama Zubair. Beliau bersabda: "Datanglah ke pertamanan ini (Khah) dan di sana
kamu menemukan orang perempuan yang menerima surat dari Hathib". Lalu kami tiba
di pertamanan itu, maka kami berkata: "(kelurkanlah) surat". Perempuan itu berkata:
"Dia (Hathib) tidak memberikan kepadaku". Kami berkata: "Kamu keluarkan atay aku
lucuti pakaianmu". Maka dia mengeluarkan surat dari ikat pinggangnya. Lalu Nabi
mengutus utusan kepada Hathib, maka Hathib berkata: "Janganlah engkau tergesa-gesa.
Demi Allah, tidaklah aku kafir dan terhadap Islam, aku bertambah mencintai. Dan tiada
seorang dari shahabat engkau kecuali dia mempunyai orang Makah, di mana Allah
menjaga keluarganya dan hartanya (di Makah) dengan orang ini; sedangkan aku tidak
mempunyai seorangpun, maka aku berpikiran untuk mengambil tangan di tengah
mereka." Maka Nabi saw membenarkannya. Umar berkata: "Biarkanlah aku,
memenggal lehernya. Sungguh dia bertindak munafik". Beliau bersabda: "Apakah yang
kamu tahu. Mudah-mudahan Allah memperhatikan Ahli Badar, maka Dia berfirman:
"Berbuatlah kamu sekehendak kamu". Maka (firman: "Berbuatlah....) inilah yang
memberanikan dia."
(HR: Bukhari)

2938. "Dari Ibnu Zubair ra, dia berkata kepada Ibnu Ja'far ra: "Apakah kamu ingat ketika kita
bertemu Rasulullah saw, yaitu saya, kamu dan Ibnu Abbas?" Ia menjawab: "Ya". Lalu
beliau membawa kami dan meninggalkan kamu."
(HR: Bukhari)
2939. "Dari Sa'ib bin Yazid ra, dia berkata: "Kami pergi menjemput Rasulullah saw bersama
anak-anak ke Tsaniatul Wada'."
(HR: Bukhari)

2940. "Dari Abdullah (bin Umar) ra, dia berkata: Sesungguhnya Nabi saw apabila kembali,
beliau bertakbir tiga kali. Beliau bersabda: "(Kami) adalah orang-orang yang kembali
(kepada Allah), insyaaallaah, orang-orang yang bertaubat, orang-orang yang beribadah,
orang-orang yang memuji, kepada Tuhan kami, orang-orang yang bersujud. Allah Maha
Benar dengan janji-Nya, Dia membela hamba-Nya dan menghardik golongan-golongan,
Maha Esa Dia."
(HR: Bukhari)

2941. "Dari Anas bin Malik ra, dia berkata: Kami bersama Nabi saw sekembali beliau dari
Usfan, sedang Rasulullah saw di atas tunggangan beliau dan memboncengkan Shafiyah
binti Huyai. Lalu unta beliau terpeleset sedang beliau dan Shafiyah jatuh. Maka Abu
Thalhah menjatuhkan diri (dari untanya), dan dia berkata: "Wahai Rasulullah, Allah
menjadikan aku sebagai tebusan engkau". Beliau bersabda: "Kamu mengurusi
perempuan (Shafiyah) itu." Maka Abu Thalhah mengatupkan pakaian pada wajahnya
dan mendatangi Shafiyah, lalu dia melepaskan pakaian itu pada Shafiyah dan
membetulkan tunggangan itu, lalu berdua menunggang dan kami mengepung (menjaga)
Rasulullah saw. Ketika kami telah dekat dengan Madinah, beliau bersabda: "(Kami
adalah) orang-orang yang kembali, orang-orang yang bertaubat, orang-orang yang
beribadah, kepada Tuhan kami, orang-orang yang memuji". Beliau senantiasa
mengucapkan demikian sampai beliau masuk Madinah."
(HR: Bukhari)

2942. "Dari Anas bin Malik ra, dia berkata bahwa dia dan Abu Thalhah bersama Nabi saw
menghadap (menuju) Madinah, dan bersama Nabi saw adalah Shafiyah yang
membonceng di atas tunggangan (unta) beliau. Ketika mereka di suatu tempat, unta itu
terpeleset dan Nabi jatuh bersama perempuan itu. Maka Abu Thalhah menjatuhkan diri
dari untanya dan mendatangi Rasulullah saw. Abu Thalhah berkata: "Wahai Nabi Allah,
Allah menjadikan aku sebagai tebusan engkau. Adakah engkau terkena sesuatu?" Beliau
bersabda: "Tidak. tetapi, urusilah perempuan itu". Lalu Abu Thalhah melemparkan
pakaiannya pada wajahnya, dan menuju ke arah Shafiyah lalu melemparkan pakaian itu
pada Shafiyah, maka Shafiyah berdiri. Abu Thalhah menguatkan tunggangan itu lalu
beliau dan shafiyah menunggang. Dan mereka berjalan, dan sesampainya di dekat
Madinah, Nabi saw bersabda: "(Kami adalah) orang-orang yang kembali, orang-orang
yang bertaubat, orang-orang yang beribadah, kepada Tuhan Kami, orang-orang yang
memuji". Beliau senantiasa mengucapkan demikian hingga beliau masuk Madinah."
(HR: Bukhari)

2943. "Dari Jabir bin Abdullah ra, dia berkata: Aku bersama Nabi saw dalam bepergian.
Ketika kami tiba di Madinah, beliau bersabda: "Masuklah masjid dan shalatlah dua
rakaat."
(HR: Bukhari)

2944. "Dari Ka'ab bin Malik ra, dia berkata: Sesungguhnya Nabi saw apabila tiba dari
bepergian di waktu Dhuha, maka beliau masuk masjid dan shalat dua rakaat sebelum
beliau duduk."
(HR: Bukhari)

2945. "Dari Jabir bin Abdullah ra, dia berkata: Sesungguhnya Nabi saw ketika tiba di
Madinah menyembelih unta --atau sapi. Mu'adz menambahkan, dari Syu'bah dari
Muharib, dia mendengar Jabir bin Abdullah berkata: Nabi membeli untaku dengan
harga dua uqiyah dan satu dirham atau dua dirham. Dan sesampainya di Shirar, beliau
memerintahkan, maka sapi itu disembelih-- maka mereka memakannya. Ketika beliau
tiba di Madinah, beliau memerintahkan aku supaya ke masjid dan shalat dua rakaat.
Dan beliau menimbangkan untukku uang harga unta itu."
(HR: Bukhari)

2946. "Dari Jabir ra, dia berkata: Aku tiba dari bepergian, lalu Nabi saw bersabda: "Shalatlah
dua rakaat."
(HR: Bukhari)

2947. "Dari Ali ra, dia berkata: Aku mempunyai seekor unta sebagai bagianku dari harta
ghanimah pada Perang Badar, dan Nabi saw memberikan kepadaku seekor unta dari
bagian khumus. Ketika aku hendak berkeluarga dengan Fathimah binti Rasulullah saw,
aku berjanji dengan seorang laki-laki ahli membuat perhiasan dari bani Qainuqa', untuk
bersama pergi. Kami pergi membawa sejenis rumput wangi yang akan aku jual kepada
para ahli perhiasan dengan hasil penjualan itu aku akan menyelenggarakan walimah
perkawinanku. Ketika aku mengumpulkan barang-barang untuk dua ekor untaku berupa
beberapa pelana, wadah makanan dan tambang, sedangkan dua untaku duduk pada sisi
kamar seorang laki-laki dari shahabat Anshar, maka aku kembali sesudah aku
mengumpulkan apa yang telah aku kumpulkan. Tiba-tiba dua ekor untaku dipotong-
potong punuknya, dibedah lambungnya dan diambil bagian dalamnya. Maka aku tidak
dapat menguasai kedua mataku dewaktu melihat pemandangan dua ekor unta itu. Aku
berkata: "Siapakah yang melakukan ini?" Mereka berkata: "Dilakukan oleh Hamzah bin
Abdul Muthalib. Dan dia Bait(ullah) ini dalam sekelompok para peminum (khamr) dari
orang-orang Anshar." Aku berangkat hingga aku masuk kepada Nabi saw yang sedang
bersama Zaid bin Haritsah. Nabi saw mengenali wajahku yang saat aku bertemu, maka
Nabi saw bersabda: "Ada apakah kamu?" Aku berkata: "Wahai Rasulullah, tidak pernah
sama sekali aku melihat (sekejam itu) seperti hari ini. Hamzah menganiaya terhadap
dua untaku; dia memotong-motong punuknya dan membedah lambungnya, dan itulah
dia di Bait, bersama sekelompok peminum". Lalu Nabi saw perintah mengambilkan
serban (selendang) beliau, dan mengenakan serban, kemudian pergi berjalan kaki dan
diikuti oleh aku dan Zaid bin Haritsah, sehingga beliau datang di Bait, di sana ada
Hamzah. Beliau minta izin (masuk) dan mereka mengizinkan. Ternyata mereka adlah
sekelompok orang yang sedang minum-minum, lalu Rasulullah saw mulai
memperolokkan Hamzah oleh tindakannya. Ternyata Hamzah sedang mabuk, dua
matanya merah. Lalu Hamzah memandangi Rasulullah saw, kemudian mengarahkan
pandangan ke atas, lalu memandang ke lutut beliau, kemudian mengarahkan pandangan
ke atas, lalu memandang pusar beliau, kemudian mengarahkan pandangan ke atas, lalu
memandang wajah beliau, kemudian Hamzah berkata: "Bukankan kamu sekalian adalah
budak-budak bapakku". Rasulullah saw mengenali dia sedang mabuk, maka Rasulullah
berbalik kembali seraya memandangi Hamzah, dan kami keluar bersama beliau."
(HR: Bukhari)

2948. "Dari Aisyah, Ummil Mukminin ra, dia berkata: Sesungguhnya Fathimah alaihassalaam
binti Rasulullah saw meminta kepada Abu Bakar, sesudah wafat Rasulullah saw, supaya
membagikan kepadanya harta warisan bagiannya dari harta yang ditinggalkan
Rasulullah saw dari harta fai' yang dianugerahkan oleh Allah kepada beliau. Berkata
Abu Bakar kepadanya: Sesungguhnya Rasulullah saw bersabda: "(Harta) kami tidaklah
diwaris. Harta yang kami tinggalkan adalah merupakan shadakah". Maka Fathimah
binti Rasulullah saw marah dan mendiamkan Abu Bakar. Fathimah senantiasa
mendiamkan Abu Bakar hingga meninggal, dan dia hidup sesudah Rasulullah saw
selama enam bulan. Aisyah berkata: Fathimah itu meminta bagiannya kepada Abu
Bakar dari harta yang ditinggalkan Rasulullah saw berupa tanah di Khaibar dan Fadak
dan shadakah beliau di Madinah. Abu Bakar menolak demikian kepadanya, dan Abu
Bakar berkata: "Aku tidak meninggalkan sesuatu, yang dulu diperbuat oleh Rasulullah
saw, kecuali aku melaksanakannya. Sesungguhnya aku khawatir menyimpang dari
kebenaran bila aku meninggalkan sesuatu dari urusan beliau." (Berkata Aisyah:)
Adapun shadakah di Madinah, oleh Umar diserahkan kepada Ali dan Abbas. Adapun
tanah Khaibar dan Fadak, oleh Umar ditahan, dan dia berkata: "Dua tanah itu adalah
shadakah Rasulullah saw, keduanya adalah oleh hak-hak beliau, yang datang kepada
beliau oleh peristiwa-peristiwa yang beliau alami. Sedangkan urusan itu adalah kepada
orang yang memegang kekuasaan". Berkata (Al-Zuhri, perawi hadist ini): Maka kedua
tanah itu demikian keadaannya (di tangan pemegang kekuasaan) sampai hari ini."
(HR: Bukhari)

2949. "Dari Ibnu Syihab (Al-Zuhri), dari Malik bin Aus bin Hadatsan, dia (ibnu Syihab)
berkata: Muhammad bin Jubair menuturkan kepadaku dari hadistnya itu, lalu aku berangkat
hingga aku masuk kepada Malik bin Aus. Aku bertanya kepadanya tentang hadst itu, lalu
Malik berkata: Ketika aku duduk di tengah keluargaku, saat siang hari amat panas, tiba-tiba
utusan Umar binKhaththab datang kepadaku, dan dia berkata: "Penuhilah (panggilan) Amirul
Mukminin". Aku berangkat bersama dia hingga aku masuk kepada Umar, yang sedang duduk
di atas dipan pelepah kurma, tanpa alas antara dia dan dipan, dan dia bersandar pada bental
sandaran dari kulit. Aku bersalam kepadanya, lalu aku duduk. Umar berkata: "Hai Malik,
telah datang kepada kami orang-orang ahli bait (syair) dari kaummu, dan sungguh aku telah
memerintahkan untuk mereka suatu pemberian, maka terimalah ini dan bagikanlah kepada
mereka." Aku berkata: "Wahai Amirul mukminin, hendaklah engkau perintahkan itu kepada
selain aku". Beliau bersabda: "Terimalah, hai orang ini". Di tengah aku duduk di hadirat
beliau, datang kepada beliau penjaga pintu bernama Yarfa, dan berkata: "Adakah engkau
mengizinkan Utsman, Abdur Rahman bin Auf, Zubair bin Awwam dan Sa'd bin Abi Waqqash;
mereka minta izin (hendak bertemu engkau)?" Beliau (Umar) berkata: "Ya", beliau
mengizinkan mereka. Maka mereka masuk, bersalam dan duduk. Kemudian Yarfa' duduk
sebentar, lalu berkata: "Adakah engkau mengizinkan Ali dan Abbas?" Beliau bersabda: "Ya".
Beliau mengizinkan keduanya. Maka keduanya masuk, bersalam dan duduk. Abbas berkata:
"Wahai Amirul Mukminin, putuskan antara aku dan orang ini (Ali)", di mana keduanya
berdebat dalam harta fai' yang Allah anugerahkan kepada Rasul-Nya saw. Kelompok itu,
Utsman dkk berkata: "Wahai Amirul Mukminin, putuskanlah antara dua orang itu, dan
legakanlah masing-masing dari kawan-kawannya". Umar berkata: "Pelan-pelan. Aku minta
kepada kalian, demi Allah yang dengan izin-Nya langit dan bumi berdiri. Apakah kalian
mengetahui bahwa Rasulullah saw bersabda: "Kami (para nabi) adalah tidak diwaris. Apa
yang kami tinggalkan adalah merupakan shadakah". Rasulullah saw bermaksud (menunjuk)
diri beliau. Kelompok (Utsman dkk) berkata: "Sungguh beliau (Nabi) telah bersabda
demikian". Lalu Umar menghadap kepada Ali dan Abbas, dan beliau berkata: "Aku meminta
kepada kalian (berdua) demi Allah. Apakah kamu (berdua) mengetahui bahwa Rasulullah saw
benar-benar bersabda demikian?" Keduanya berkata: "Sungguh beliau (Nabi) telah bersabda
demikian". Berkata Umar: "Maka aku nenberitakan kepada kalian mengenai urusan ini.
Sesungguhnya Allah mengkhususkan Rasul-Nya saw dalam harta fai' ini dengan suatu
(aturan) yang tidak diberikan kepada orang lain." Kemudian beliau (Umar) membaca: "Dan
apa saja harta rampasan (fai') yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya (dari harta benda)
mereka, maka untuk mendapatkan itu kamu tidak mengerahkan seekor kudapun dan (tidak
pula) seekor untapun, tetapi Allah yang memberikan kekuasaan kepada Rasul-Nya terhadap
siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." (Al-Hasyr 6).
Maka adalah harta (Khaibar, Fadak dan di Madinah, dari Bani Nadhir) itu murni milik
Rasulullah saw. Demi Allah, tidaklah beliau (Nabi) menghimpunnya tanpa (memperhatikan)
kalian, pula tidaklah mementingkannya (untuk diri beliau) atas nama kalian. Sungguh beliau
telah memberikannya kepada kalian dan menebarkannya kepada kalian, sehingga masih
tertinggal harta ini. Dan dari harta ini Rasulullah saw menginfakkan kepada keluarga beliau
sebagai nafkah satu tahun, kemudian beliau mengambil sisanya dan meletakkannya pada
tempat peletakan harta Allah (untuk perlengkapan perang dan kemaslahatan kaum muslimin).
Rasulullah saw melaksanakan demikian selama hidup beliau. Aku minta kepada kalian, demi
Allah. Adakah kalian mengetahui demikian?" Mereka berkata: "Ya". Lalu Umar berkata
kepada Ali dan Abbas: "Aku meminta kepadamu berdua, demi Allah. Adakah kalian (berdua)
mengetahui demikian?" Berkata Umar: "Kemudian Allah mewafatkan Nabi-Nya saw, maka
Abu Bakar berkata: "Aku walinya Rasulullah saw", lalu Abu Bakar memegangi harta itu,
maka beliau melakukan terhadap harta itu sebagaimana Rasulullah saw melakukan. Allah-lah
Maha Tahu bahwa beliau (Abu Bakar) dalam hal harta itu adalah sungguh-sungguh jujur,
benar, pintar dan mengikuti kebenaran. Kemudian Allah mewafatkan Abu Bakar, maka aku
inilah walinya Abu Bakar, maka aku memeganginya dua tahun dalam kepemimpinanku, di
mana dalam hal harta itu aku berbuat apa yang diperbuat oleh Rasulullah saw dan apa yang
diperbuat oleh Abu Bakar. Allah-lah Maha mengetahui bahwa aku dalam harta itu sunguh-
sungguh jujur, benar, pintar dan mengikuti kebenaran. Kemudian kalian berdua datang
kepadaku, hendak membicarakan kepadaku, sedang kata-kata kalian adalah satu dan urusan
kalian adalah satu. Kamu datang kepadaku, hai Abbas, meminta kepadaku akan bagianmu dari
anak saudaramu (yakni Nabi); dan datang kepadaku orang ini ?yakni Ali-- menghendaki
bagian istrinya dari ayahnya (yakni Nabi). Maka aku berkata kepada kalian (berdua):
Sesungguhnya Rasulullah saw bersabda: ?(Harta) kami tidaklah diwaris. Apa yang kami
tinggalkan adalah merupakan shadakah (wakaf)?. Maka sesudah nyata bagiku untuk
menyerahkannya kepada kalian (berdua). Maka aku katakan: Kalau kalian mau, maka aku
menyerahkannya kepada kalian, atas (syarat) janji kalian kepada Allah agar kalian berbuat
padanya sebagaimana telah diperbuat oleh Rasulullah saw dan telah diperbuat oleh Abu Bakar
serta telah diperbuat oleh aku pada harta itu sejak aku memegang kekuasaan padanya. Lalu
kalian (berdua) berkata: ?Serahkanlah itu kepada kami?. Maka atas dasar demikian aku
menyerahkannya kepada kalian (berdua). Maka aku minta kepada kalian (Utsman dkk) demi
Allah. Apakah aku menyerahkannya kepada mereka (berdua) atas dasar itu?? Kelompok
(Utsman dkk) berkata: ?Ya?. Kemudian Umar menghadap kepada Ali dan Abbas, dan beliau
berkata: ?Aku minta kepada kalian,m demi Allah. Apakah aku menyerahkannya kepada kalian
(berdua) atas dasar itu?? Keduanya berkata: ?Ya?. Umar berkata: ?Maka apakah kalian
(berdua) akan mencari dari aku suatu keputusan selain demikian? Demi Allah, Yang dengan
izin-Nya langit dan bumi berdiri, aku tidak memutuskan pada harta itu dengan keputusan
selain demikian itu. Apabila kalian (berdua) tidak mampu mengurusinya, maka serahkanlah
itu kepadaku. Aku akan menyanggupi kalian untuk mengurusinya.?"
(HR: Bukhari)

2950. "Dari Ibnu Abbas ra, dia berkata: Utusan Abdul Qais datang (kepada Nabi), dan mereka
berkata: ?Wahai Rasulullah, kami, kabilah dari Rabi'ah ini, antara kami dan engkau terdapat
kaum kafir Mudhar, maka kami tidak bisa sampai kepada engkau selain pada bulan Haram
(Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab), maka hendaklah engkau perintahkan kami
dengan suatu perintah yang akan kami laksanakan dan kami ajak orang-orang di belakang
kami untuk melaksanakannya.? Beliau bersabda: ?Aku perintahkan kalian empat perkara dan
aku melarang kalian empat larangan: Beriman kepada Allah, yaitu bersaksi bahwa bahwa
sesungguhnya tiada Tuhan selain Allah ?dan beliau menghitung dengan jari--, mendirikan
shalat, menyerahkan zakat, puasa Ramadhan dan kalian menyerahkan seperlima (khumus)
ghanimah kalian untuk Allah. Dan aku melarang kalian terhadap (pembuatan minuman keras
dengan dimasukkan ke dalam) labu, batang pohon (yang dilobangi), bejana hijau dan wadah
yang dicat dengan ter.?"
(HR: Bukhari)
2951. "Dari Abu Hurairah ra, dia berkata: Sesungguhnya Rasulullah saw bersabda: "Ahli
warisku tidaklah membagi dinar. Harta yang kami tinggalkan, sesudah untuk nafakah istri-
istriku dan ongkos pekerja (khalifah)k adalah shadakah."
(HR: Bukhari)

2952. "Dari Aisyah ra, dia berkata: Rasulullah saw meninggal, sedangkan di rumahku tidak
ada sesuatu yang bisa dimakan oleh makhluk bernyawa (manusia atau hewan) selain sedikit
gandum di dalam rak milikku, lalu aku memakan sebagian, hingga lama padaku, lalu aku
menimbangnya, lalu rusak."
(HR: Bukhari)

2953. "Dari Amr bin Harits, dia berkata: Nabi saw tidak meninggalkan (sesuatu) selain senjata
(perlengkapan perang) beliau, baghal putih milik beliau dan tanah, yang ditinggalkan sebagai
shadakah."
(HR: Bukhari)

2954. "Dari Aisyah ra, istri Nabi saw, dia berkata: Ketika Rasulullah saw berat (bergerak),
beliau meminta izin kepada istri-istri beliau untuk dirawat di rumahku (Aisyah), maka mereka
mengizinkan kepada beliau."
(HR: Bukhari)

2955. "Dari Aisyah ra, dia berkata: ?Nabi saw wafat di (kamar) rumahku, di (hari) giliranku,
di antara paru-paruku dan leherku, dan Allah mengumpulkan antara air dan ludahku dan air
ludah beliau?. Dia (Aisyah) berkata: ?Abdur Rahman masuk dengan (membawa) siwak, lalu
Nabi saw tidak mampu (bersiwak) dengan siwak (yang kasar) tiu, maka aku mengambilnya
dan memamahnya, lalu aku menggosokkannya pada beliau.?"
(HR: Bukhari)

2956. "Dari Shafiyah, istri Nabi saw, bahwa dia datang kepada Rasulullah saw, menjenguk
beliau yang sedang beritikaf di masjid pada sepuluh akhir Ramadhan, lalu dia berdiri untuk
kembali maka Rasulullah saw berdiri bersama dia. Sehingga sesampai keduanya di dekat
pintu masjid di sisi pimtu (rumah) Ummi Salamah, istri Nabi saw, terdapat dua orang laki-laki
Anshar lewat dan bersalam kepada Rasulullah saw, lalu mereka berdua melangsungkan
(perjalanan), maka Rasulullah saw bersabda kepada mereka: ?Alon-alon?. Mereka berdua
berkata: ?Subhaanallah (Maha Suci Allah, dari kedudukan beliau sebagai Rasul-Nya), wahai
Rasulullah?. Kata-kata Nabi itu terasa berat pada mereka. Lalu beliau bersabda: ?
Sesungguhnya setan sampai kepada manusia bagai sampainya darah, dan aku khawatirkan
setan itu melemparkan sesuatu ke dalam hatinya.?"
(HR: Bukhari)

2957. "Dari Abdullah ibnu Umar ra, dia berkata: ?Aku naik ke atas rumah Hafshah, lalu aku
melihat Nabi saw buang kotoran (berak) dengan membelakangi kiblat (Ka'bah) dengan
menghadap ke Syam?."
(HR: Bukhari)

2958. "Dari Aisyah ra, dia berkata: Rasulullah saw shalat Ashar sedangkan matahari belum
keluar dari rumah beliau."
(HR: Bukhari)

2959. "Dari Abdullah (ibu Umar) ra, dia berkata: Nabi saw berdiri sedang berkhutbah lalu
beliau berisyarat ke arah rumah Aisyah dan beliau bersabda: ?Di sini (arah timur, Irak)
fitnah ?tiga kali-- di mana tanduk setan muncul.?"
(HR: Bukhari)

2960. "Dari Aisyah, istri Nabi saw, dia berkata bahwa sesungguhnya Rasulullah saw berada di
sisinya dan dia mendengar suara orang minta izin masuk ke rumah Hafshah, maka aku
(Aisyah) berkata: ?'Wahai Rasulullah, itu seorang laki-laki minta izin masuk pada rumah
engkau?. Rasulullah bersabda: ?Aku menyangka Polan, paman Hafshah dari sepersusuan.
Sepersusuan adalah mengharamkan apa yang diharamkan oleh kelahiran?."
(HR: Bukhari)

2961. "Dari Anas, dia berkata: Sesungguhnya Abu bakar telah dinobatkan sebagai khalifah,
beliau mengutus dia (aku, Anas) ke Bahrain dan beliau mengirimkan surat itu (tentang
kefardhuan zakat, dalam Bab Zakat Kambing) dan menstempelnya, sedang ukiran cincin itu
tiga baris: "Muhammad" satu baris, "Rasul" satu baris dan "Allah" satu baris."
(HR: Bukhari)

2962. "Dari Isa bin Thahman, dia berkata: "Anas mengeluarkan kepada kami sepasang sanda
yang sudah tidak berlalu (sudah lama) yang berjapit. Lalu Tsabit Al-Bunani mengkhabarkan
kepadaku sesudah itu, dari Anas, bahwa sepasang sandal itu adalah sandal Nabi saw."
(HR: Bukhari)

2963. "Dari Abu Burdah, dia berkata: Aisyah ra mengeluarkan kepada kami selembar selimut
yang bertambalan, dan dia berkata: "Di dalam kain inilah ruh Nabi saw dicabut". Dan dalam
riwayat lain: Aisyah mengeluarkan kepada kami selembar kain tebal buatan Yaman dan
selimut dari ini yang kamu menamakan bertambalan."
(HR: Bukhari)

2964. "Dari Anas bin Malik ra, bahwa sesungguhnya mangkuk Nabi saw pecah, maka beliau
menambal tempat pecah itu dengan rantai perak. Berkata Ashim: Aku melihat mangkuk itu
dan aku minum dengannya."
(HR: Bukhari)

2965. "Dari Ibnu Syihab, dari Ali bin Husain, bahwa ketika mereka datang di madinah dari
hadirat Yazid bin Mu'awiyah --di masa pembunuhan Husain bin Ali ra (Asyura 61 H)-- maka
Miswar bin Makhramah menjumpainya (Ali bin Husain). Miswar berkata kepadanya:
"Adakah sesuatu hajat kepadaku, yang dapat kau perintahkan kepadaku?" Aku (Ali bin
Husain) berkata: "Tidak ada." Dia berkata kepadanya (Ali): "Maka apakah engkau
memberikan kepadaku pedang Rasulullah saw. Karena aku khawatir terhadap kaum itu akan
mengalahkan kamu dan pedang itu di tangan mereka. Demi Allah, sungguh bila engkau
memberikannya kepadaku maka tidaklah (pedang itu ) lepas kepada mereka selama-lamanya
sehingga nyawaku selesai. Sesungguhnya Ali bin Abi Thalib melamar putri Abu Jahal sesudah
dengan Fathimah as, lalu aku mendengar Rasulullah saw berkhutbah kepada orang-orang hal
itu di atas mimbar beliau ini dan waktu itu aku dalam usia baligh, maka beliau (Nabi)
bersabda: "Sesungguhnya Fathimah adalah (sebagian) dari aku, dan aku sangat
mengkhawatirkan bahwa dia terkena fitnah (gangguan) dalam agamanya". Kemudian beliau
menuturkan menantu veliau (Ash bin Rabi') dari bani Abdi Syams, maka beliau memujinya
dalam hubungan menantu-mertua, di mana beliau bersabda: "Dia (Ash) memberitakan
kepadaku maka dia benar kepadaku dan dia berjanji kepadaku maka dia memenuhi kepadaku.
Dan sungguh aku tidaklah mengharamkan perkara halal dan tidak pula aku menghalalkan
perkara haram. Tetapi, demi Allah, tidaklah berkumpul putri Rasulullah saw (Fathimah) dan
putri musuh Allah (Juwairiyah binti Abu Jahal) selama-lamanya."
(HR: Bukhari)

2966. "Dari Ibnu Hanafiyah (bin Ali bin Abi Thalib), dia berkata: Seandainya Ali ra
menuturkan Utsman ra, maka dia menuturkan Utsman di hari datangnya orang-orang
kepadanya lalu mereka mengadukan tentang pegawai-pegawai (pemungut zakat) Utsaman.
Lalu Ali berkata kepaaku: "Pergilah kamu kepada Utsman, beritakanlah kepadanya bahwa
surat ini mengenai shadakah (zakat) Rasulullah saw maka perintahkanlah pegawai-
pegawaimu untuk berbuat sebagaimana itu". Maka aku mendatangi Utsman dengan membawa
surat tersebut, lalu Utsman berkata: "Tasarufkanlah itu dari kami." Lalu aku membawanya
kepada Ali dan aku beritakan kepadanya, maka dia (Ali) berkata: 'Letakkanlah (zakat) itu di
daerah mana kamu memungutnya." Dalam riwayat lain, dari Ibnu Hanafiyah, dia berkata: Aku
diutus oleh ayahku, "Ambillah surat ini, bawalah kepada Utsman. Sungguh di dalam surat itu
terdapat perintah Nabi saw mengenai shadakah (zakat)."
(HR: Bukhari)

2967. "Dari Ali bin Abi Thalib ra, dia berkata: Sesungguhnya Fathimah as mengadukan
tentang kepayahan menumbuk yang ditanganinya dalam penggilingan (gandum), lalu
diberitakan kepadanya bahwa Rasulullah saw mendapatkan tawanan, maka dia datang kepada
beliau (Nabi) untuk meminta pelayan. Ia tidak bertemu beliau dan ia menuturkannya kepada
Aisyah. Lalu Nabi saw datang dan Aisyah menuturkan demikian kepada beliau. Maka beliau
datang kepada kami dalam keadaan kami sudah masuk ke tempat tidur, maka kami berangkat
untuk berdiri, lalu beliau bersabda: "Tetaplah di tempat", sehingga aku menemukan dinginnya
dua tapak kaki beliau pada dadaku, lalu beliau bersabda: "Maukah aku tunjukkan kalian
(berdua) akan sesuatu yang lebih baik daripada apa yang kalian pinta; apabila kalian bersiap
ke tempat tidurmu maka bacalah Allaahu Akbar 34 kali, Alhamdu lillah 33 kali, dan
Subhaanallaah 33 kali. Sesungguhnya demikian itu lebih baik bagimu daripada apa yang
kalian pinta."
(HR: Bukhari)

2968. "Dari Jabir bin Abdullah ra, dia berkata: "Dilahirkan seorang bayi dari seorang laki-laki
(Anas bin Fadhalah) dari kami, lalu dia berkehendak memberi nama MUHAMMAD kepada
anak itu". Berkata Syu'bah: "Sesungguhnya seorang sahabat Anshar berkata: Aku membawa
anak itu di atas leherku, lalu aku membawanya kepada Nabi saw." Dalam hadist yang
diriwayatkan oleh Sulaiman: "Dilahirkan seorang anak darinya (Anas), lalu dia berkehendak
memberi nama kepadanya MUHAMMAD. Beliau (Nabi) bersabda: "Berilah nama dengan
namaku, dan janganlah memberi nama kunyah dengan nama kunyahku (Abu Qasim). Karena
sesungguhnya aku ini dijadikan sebagai pembagi (qasim), di mana aku membagikan kepada
kamu sekalian". Berkata Hushain: "Aku diutus sebagai pembagi, di mana aku ini membagikan
kepada kamu sekalian". Di dalam riwayat lain, dari Jabir: "Ia (Anas) berkehendak memberi
nama anaknya dengan nama QASIM, lalu Nabi saw bersabda: "Berilah nama dengan namaku,
dan janganlah kamu memberi nama kunyah dengan nama kunyahku (Abu Qasim)."
(HR: Bukhari)

2969. "Dari Jabir bin Abdullah Al-Anshari, dia berkata: "Seorang anak dilahirkan dari seorang
laki-laki (Anas bin Fadhalah) di antara kami, ia memberinya nama QASIM, lalu orang-orang
Anshar berkata: "Kami tidak memberi sebutan (nama kunyah) kepadamu (Anas) dengan ABU
QASIM dan kami tidak menyejukkan pandangan mata kepadamu". Maka seorang Anshar
datang kepada Nabi saw dan berkata: "Wahai Rasulullah, saya mendapat kelahiran anak dan
saya beri nama QASIM lalu orang-orang Anshar berkata: "Kami tidak memberi sebutan
(nama kunyah) kepadamu dengan ABU QASIM dan kami tidak menyejukkan pandangan
mata kepadamu". Maka Nabi saw bersabda: "Oeang-orang Anshar berbuat baik. Berilah nama
dengan namaku dan janganlah berjulukan dengan julukanku. Sesungguhnya akulah QASIM."
(HR: Bukhari)

2970. "Dari Mu'awiyah bin Abi Sufyan ra, dia berkata: Bersabda Rasulullah saw: "Siapa yang
dikehendaki oleh Allah menjadi orang baik maka Dia memahamkan perkara Agama
kepadanya. Dan Allah-lah Yang memberi sedangkan aku pembagi. Dan Umat ini senantiasa
menang terhadap orang-orang yang menentangnya, sehingga tiba urusan Allah (hari kiamat),
sedangkan mereka adalah orang-orang yang menang."
(HR: Bukhari)

2971. "Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah saw bersabda: "Aku tidak memberi kepadamu
dan tidak mencegah terhadap kamu. Akulah pembagi (qasim), di mana aku meletakkan sesuai
dengan perintah kepadaku."
(HR: Bukhari)

2972. "Dari Khaulah Al-Anshariyah ra, dia berkata: Aku mendengar Nabi saw bersabda:
"Sesungguhnya ada orang-orang yang menasarufkan harta Allah tidak dengan (pembagian)
benar, maka bagi mereka adalah neraka pada hari kiamat."
(HR: Bukhari)

2973. "Dari Urwah Al-Bariqi ra, dari Nabi saw, beliau bersabda: "Kuda itu pada ubun-
ubunnya diikat kebagusan dan harta rampasan sampai hari kiamat."
(HR: Bukhari)

2974. "Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah saw bersabda: "Apabila Raja Kisra (parsi)
hancur maka tidak ada Kisra sesudahnya dan apabila Raja Kaisar (Rumawi) hancur maka
tidak ada Kaisar sesudahnya. Demi Dzat di mana jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh
kamu sekalian akan menginfakkan simpanan-simpanannya (Kisra dan Kaisar) pada jalan
Allah."
(HR: Bukhari)

2975. "Dari Jabir bin Samurah ra, dia berkata: Rasulullah saw bersabda: "Apabila Kisra
hancur maka tidak ada Kisra sesudahnya dan apabila Kaisar hancur maka tidak ada Kaisar
sesudahnya. Dan demi Dzat di mana jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh simpanan-
simpanannya akan diinfakkan pada jalan Allah."
(HR: Bukhari)

2976. "Dari Jabir bin Abdullah ra, dia berkata: Bersabda Rasulullah saw: "Dihalalkan
kepadaku harta rampasan (ghanimah) itu."
(HR: Bukhari)

2977. "Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah saw bersabda: "Allah menjamin kepada orang
yang berjihad di jalan-Nya, di mana dia tidak keluar kecuali untuk jihad di jalan-Nya dan
karena membenarkan kalimat-kalimat-Nya, hendak memasukkannya ke surga atau
mengembalikannya ke rumah, tempat dia keluar, bersama pahala dan harta rampasan."
(HR: Bukhari)

2978. "Dari Abu Hurairah ra, dia berkata: Rasulullah saw bersabda: "Seorang nabi (Yusya' bin
Nun) hendak berperang. Dia berkata kepada kaumnya: "Janganlah mengikuti aku orang (laki-
laki) yang telah menikahi perempuan dan ia ingin menyetubuhinya dan ia belum
menyetubuhinya, jangan pula orang yang sedang membangun rumah sedangkan ia belum
memasang atapnya, dan jangan pula orang yang telah membeli kambing atau binatang bunting
yang ditunggu-tunggu kelahiran anaknya." Lalu dia (Yusya') berperang, dan kemudian di
dekat desa tibalah waktu shalat Ashar hampir habis, maka dia berkata kepada matahari:
"Sesungguhnya kamu menerima perintah juga aku menerima perintah. Wahai Allah,
hendaklah Engkau menahan matahari untuk kami." Maka matahari itu tertahan sampai Allah
memenangkan dia. Lalu dia mengumpulkan harta rampasan, dan datanglah api hendak
memakannya (tanda terima), namun api itu tidak mau memakannya, maka dia berkata:
"Sungguh di antara kamu ada orang yang berkhianat (mencuri harta rampasan), maka
hendaklah seorang laki-laki dari setiap kabilah berbai'at kepadaku". Lalu tangan seorang laki-
laki melekat pada tangan Nabi (Yusya') itu, maka dia berkata: "Dalam kabilahmu terdapat
orang yang mencuri harta rampasan, maka hendaklah kabilahmu berbai'at kepadaku". Lalu
tangan dua atau tiga orang laki-laki melekat pada tangan nabi itu, maka dia berkata: "Di
kalanganmu terdapat orang yang mencuri harta rampasan." Lalu mereka membawa emas
sepadan kepala sapi, lalu diletakkan dan datanglah api memakannya. Kemudian Allah
menghalalkan rampasan perang kepada kita (umat Muhammad), karena Dia melihat
kelemahan dan ketidak-mampuan kita, maka Dia menghalalkannya kepada kita."
(HR: Bukhari)

2979. "Dari Aslam, dia berkata: Berkata Umar ra: "Seandainya tidak ada lagi orang islam
niscaya tidaklah aku membuka (menaklukkan) suatu negeri kecuali aku membagiakan
(tanah)nya kepada orang-orang yang menaklukkannya sebagaimana Nabi saw membagikan
tanah Khaibar."
(HR: Bukhari)

2980. "Dari Abu Musa Al-Asy'ari ra, dia berkata: A'rabi (orang kampung) berkata kepada
Nabi saw: "Seorang laki-laki berperang karena harta rampasan, seorang laki-laki berperang
untuk disebut-sebut dan dia berperang supaya dipandang kedudukannya; siapakah di jalan
Allah?" Maka beliau bersabda: "Siapa yang berperang supaya kalimat Allah (tauhid) adalah
itu yang terluhur maka dia di jalan Allah."
(HR: Bukhari)

2981. "Dari Abdullah bin Abi Mulaikah, bahwa Nabi saw menerima hadiah berupa jubah dari
kain bersutera (dibaj) yang berbenik emas, lalu beliau membagikannya kepada orang-orang
dari shahabat beliau dan menyingkirkan satu potong baju untuk Makhramah bin Naufal. Lalu
dia datang bersama anaknya, Miswar bin Makhramah, lalu dia berdiri pada pintu dan berkata:
"Katakanlah, aku datang". Nabi saw mendengar suaranya, lalu beliau mengambil baju itu dan
menerimakannya kepada Makhramah dan beliau menghadapkan kepadanya benik-benik
(emas)nya, lalu beliau bersabda: "Hai Abu Miswar, aku menyimpan itu untuk kamu. Hai Abu
Miswar, aku menyimpan itu untuk kamu." Dan pada dirinya terdapat watak keras."
(HR: Bukhari)

2982. "Dari Anas bin Malik ra, dia berkata: Adalah orang-orang (Anshar) menyerahkan
pohon-pohon kurma mereka kepada Nabi saw (untuk perkara-perkara penting) hingga beliau
menaklukkan (benteng) Quraizhah dan (menghalau) Nadhir, maka sesudah itu beliau
mengembalikan kepada mereka (ornag-orang Anshar)."
(HR: Bukhari)

2983. "Dari Urwah, dari Abdullah bin Zubair, dia berkata: Ketika Zubair berdiri pada
peperangan Jamal (antara pasukan Aisyah dengan pasukan Ali, tahun 36 H0, dia memanggil
atau maka aku berdiri di sampingnya. Dia berkata: "Hai anakku, sesungguhnya pada hari ini
seseorang terbunuh sebagai orang yang dhalim (dalam pandangan lawan) atau orang yang
didhalimi (dalam pandangan sendiri), dan aku tidak menyangka diriku kecuali akan terbunuh
pada hari ini sebagai orang yang didhalimi. Dan sesungguhnya di antara kegelisahanku yang
paling besar adalah hutangku; apakah kamu lihat bahwa hutangku itu mensisakan hartaku".
Lalu Zubair berkata: "Wahai anakku, juallah hartaku itu, dan selesaikanlah hutangku". Dan
Zubair mewasiatkan sepertiga hartanya dan sepertiga dari bagian sepertiga untuk putra-putra
Abdullah bin Zubair. Zubair berkata: "Sepertiganya sepertiga. Kalau terdapat lelebihan dari
hartaku sesudah penyelesaian hutangku, maka sepertiganya untuk anak-anakmu." Berkata
Hisyam: Adalah sebagian anak-anak Abdullah sepadan (usia) dengan sebagian anak-anaknya
Zubair, yaitu: Khubaib dan Abad. Dan Zubair waktu itu mempunyai 9 anak laki-laki dan 9
anak perempuan. Berkata Abdullah: Dia (Zubair) telah bertindak mewasiatkan hutangnya
kepadaku, dan dia berkata: "Hai anakku, jika kamu berkelemahan (tidak mampu) padanya,
maka mintalah pertolongan kepada Tuanku". Demi Allah, aku tidak mengerti sehingga aku
berkata: "Wahai ayah, siapakah Tuanmu?" Dia berkata: "Allah". Berkata Abdullah: Maka
demi Allah, aku tidak menjumpai suatu kesempitan dari (urusan) hutangnya kecuali aku
mengucapkan: "Wahai Tuhannnya Zubair, selesaikanlah hutangnya", maka Dia membayarnya.
Lalu Zubair terbunuh, sedang dia tidak meninggalkan uang dinar pula uang dirham, selain dua
bidang tanah di mana salah satu di antara keduanya adalah hutan, 11 rumah di Madinah, 2
rumah di Basrah, 1 rumah di Kufah dan 1 rumah di Mesir. Berkata Abdullah: Dan sungguh
hutang yang ditanggungnya adalah bahwa orang datang kepadanya dengan membawa harta
hendak dititipkan kepadanya, maka Zubair berkata: "Tidak; dan tetapi hutang. Sungguh aku
mengkhawatirkan harta itu tersia-sia". Dan dia (Zubair) tidak pernah sama sekali memegang
kepemimpinan, pula tidak pernah memunggut hasil bumi (upeti) atau sesuatu lainnya, selain
bahwa dia bersama Nabi saw dalam peperangan atau bersama Abu Bakar, Umar dan Utsman
--radhiyallaahu 'anhum--. Berkata Abdullah bin Zubair: "Maka aku menghitung hutang yang
ditanggungnya, aku dapatkan 2.200.000". Urwah berkata: Maka Hakim bin Hizam bertemu
Abdullah bin Zubair. Hakim berkata: "Wahai anak saudaraku, berapakah hutang saudaraku?"
Abdullah menutupi, di mana dia menjawab: "200.000". Hakim berkata: "Demi Allah, aku
mengira bahwa hartamu itu tidak cukup untuk membayarnya." Maka Abdullah berkata
kepadanya: "Lalu apakah pendapatmu apabila hutang itu 2.200.000?" Hakim berkata:
"Tidaklah kamu mampu membayar itu. Maka apabila kamu berkelemahan terhadap sesuatu
dalam hal ini, maka mintalah bantuan kepadaku." Urwah berkata: Dahulu Zabir membeli
hutan itu seharga 170.000 lalu Abdullah bin Zubair menjualnya 1.600.000, lalu dia berdiri dan
berkata: "Siapa yang mempunyai hak terhadap Zubair maka hendaklah menjumpai kami di
hutan ini". Lalu datang kepadanya Abdullah bin Ja'far (bin Abi Thalib), yang mempunyai hak
terhadap Zubair 400.000, dan dia berkata kepada Abdullah bin Zubair: "Kalau kamu mau,
hutang itu aku tinggalkan untuk kamu" Abdullah bin Zubair berkata: "Tidak". Abdullah bin
Ja'far berkata: "Atau kalau kamu mau, kamu jatuhkan diakhir, bila kamu mengakhirkan."
Abdullah bin Zubair berkata: "Tidak". Maka Abdullah bin Ja'far berkata: "Sekarang
potongkanlah sepotong untukku". Lalu Abdullah bin Zubair berkata: "Kepunyaan kamu, dari
sini sampai sana". Lalu Abdullah bin Zubair menjual hutan (dan rumah-rumah) dan dia
melunasi hutang ayahnya dan memenuhinya, lalu tersisa dari hutan (belum terjual) 4,5 bagian.
Lalu dia menghadap kepada Mu'awiyah (bin Abi Sufyan) yang sedang bersama Amr bin
Utsman (bin Affan), Mundzir bin Zubair (saudaranya) dari Ibnu Zam'ah. Mu'awiyah berkata
kepadanya: "Berapakah harga hutan itu?" Abdullah bin Zubair menjawab: "Setiap bagian (dari
16 bagian) adalah Abdullah bin Zubair menjawab: "4,5 bagian." Mundzir bin Zubair berkata:
"Aku mengambil satu bagian dengan harga 100.000". Amr bin Utsman berkata: "Aku
mengambil satu bagian dengan harga 100.000". Dan Mu'awiyah berkata: "Berapakah
sisanya?" Abdullah bin Zubair menjawab: "Satu setengah bagian". Mu'awiyah berkata: "Aku
mengambilnya dengan harga 150.000 (seratus lima puluh ribu)". Berkata Abdullah bin Zubair:
Dan Abdullah bin Ja'far menjual bagiannya kepada Mu'awiyah dengan harga 600.000 (yakni
beruntung 200.000). Kemudian sesudah putra Zubair ini menyelesaikan hutang ayahnya,
putra-putra Zubair yang lain berkata: "Bagikanlah harta warisan itu kepada kita". Abdullah
bin Zubair berkata: "Tidak. Demi Allah, aku tidak membagikan kepada kalian sehingga aku
menyerukan di musim haji selama empat tahun: "Ingat; siapa yang mempunyai hak hutang
terhadap Zubair maka hendaklah datang kepada kami untuk membayarnya". Maka
demikianlah Abdullah bin Zubair, setiap tahun mengumandangkan di musim haji. Lalu
berjalan empat tahun, dia membagikan kepada ahli waris. Maka adalah Zubair mempunyai 4
(empat) orang istri, dan Abdullah menyingkirkan sepertiganya (sebagai wasiat). Lalu setiap
seorang istri mendapatkan 2.200.000 (dua juta dua ratus ribu). Maka harta Zubair seluruhnya
adalah 50.200.000 (lima puluh juta dua ratus ribu)."
(HR: Bukhari)

2984. "Dari Ibnu Umar ra, dia berkata: Utsman absen dalam Perang Badar, karena (Ruqayah)
putri Rasulullah saw, istrinya adalah dia sedang sakit. Maka Nabi saw bersabda kepadanya
(Utsman): "Sesungguhnya kamu mendapatkan pahala orang laki-laki yang mengikuti Perang
Badar dan bagiannya."
(HR: Bukhari)

2985. "Dari Marwan bin Hakam dan Miswar bin Makhramah bahwa Rasulullah saw bersabda
ketika datang kepada beliau utusan dari Hawazin menyatakan masuk islam, lalu mereka
meminta kepada beliau supaya mengembalikan harta dan tawanan mereka, maka Rasulullah
saw bersabda kepada mereka: "Pembicaraan yang paling aku senangi adalah pembicaraan
yang paling benar. Maka pilihlah satu dari dua perkara: Tawanan ataukah harta. Dan sungguh
aku telah menunggu mereka" --Adalah Rasulullah saw menunggu pasukan akhir dari mereka
selama belasan hari, sepulang beliau dari Tha'if--. Sesudah nyata pada mereka bahwa
Rasulullah saw tidak akan mengembalikan kepada mereka selain satu dari dua perkara
tersebut, maka mereka berkata: "Sungguh kami memilih tawanan". Rasulullah saw berdiri di
tengah kaum muslimin lalu memanjatkan pujian kepada Allaj dengan pujian yang menjadi
hak-Nya, kemudian beliau bersabda: "Ammaa ba'du, maka sesungguhnya saudara-saudaramu
itu telah datang dengan menyatakan taubat, dan sungguh aku berpendapat hendak
mengembalikan kepada mereka tawanan mereka. Siapa yang berlapang jiwa (menyerahkan
tawanan tanpa tebusan) maka lakukankah, dan siapa dari kalian yang menginginkan
mendapatkan bagiannya dari harta fai' pertama yang Allah anugerahkan kepada kami, maka
lakukanlah". Lalu orang-orang menyambut: "Kami bombong (berlapang jiwa) demikian itu,
wahai Rasulullah, kepada mereka". Maka Rasulullah saw bersabda kepada mereka: "Sungguh
kami tidak mengetahui siapa di antara kalian yang merelakan demikian itu, dan siapa yang
tidak merelakannya. Maka kembalilah kalian, sehingga orang-orang pintar tentang urusan
kalian datang kepada kami". Maka mereka kembali dan orang-orang pintar membicarakan
mereka mengadakan pembicaraan dengan mereka, lalu mereka kembali kepada Rasulullah
saw. Mereka memberitahukan kepada beliau bahwa mereka sudah merelakan demikian dan
merestui (kepada Nabi untuk mengadakan tawanan). (Berkata Ibnu Syihab): Maka perkara
inilah yang sampai kepada kami tentang tawanan Hawazin."
(HR: Bukhari)

2986. "Dari Zahdam, dia berkata: Kami di Hadirat Abu Musa, lalu datang kepadanya
makanan ayam jago, dan di sisi Abu Musa adalah seorang laki-laki dari Taimillah yang
berkulit merah, sepertinya dari tawanan (Rumawi). Abu Musa mengajak orang itu untuk
makan lalu orang itu berkata: "Sungguh aku melihat ayam memakan sesuatu (najis) lalu aku
jiji, maka aku bersumpah tidak akan makan (ayam)". Abu Musa berkata: "Kemarilah.
Sebaiknya kau beritakan kepada kamu mengenai (jalan keluar dari sumpah) itu. Sungguh aku
mendatangi Rasulullah saw di tengah orang-orang Asy'ari, di mana kami meminta kepada
beliau tunggangan (untuk ke Tabuk). Beliau bersabda: "Demi Allah, aku tidak bisa membawa
kalian, dan aku tidak mempunyai tunggangan untuk membawa kalian". Dan datanglah kepada
Rasulullah saw unta rampasan perang, lalu beliau memerintahkan kepada kami dengan 5 ekor
dari sekitar 10 ekor unta, yang berpunuk putih. Ketika kami berangkat, kami berkata: "Apa
yang kami perbuat ini tidaklah diberkati". Maka kami kembali kepada beliau dan kami
berkata: "Kami ini telah meminta kepada engkau untuk membawa kami dengan tunggangan,
lalu engkau bersumpah tidak akan membawa kami dengan tunggangan. Adakah engkau
lupa?" Beliau bersabda: "Bukanlah aku ini yang membawa kamu dengan tunggangan, tetapi
Allah-lah yang yang membawa kamu dengan tunggangan itu. Dan sesungguhnya aku, demi
Allah, Insyaaallaah, tidak menyatakan sumpah terhadap sesuatu lalu aku melihat selain itu
adalah lebih baik daripadanya, kecuali aku melakukan apa yang lebih baik itu dan aku
menghalalkan sumpah itu (dengan kafarat)"."
(HR: Bukhari)

2987. "Dari Ibnu Umar ra. Dia berkata: Sesungguhnya Rasulullah saw mengutus pasukan
(sariyah), di antara mereka Rasulullah saw mengutus pasukan (sariyah), di antara mereka
adalah Abdullah (ibnu Umar), ke arah Najed. Lalu mereka menjarah sejumlah besar unta,
maka bagian masing-masing dari mereka adalah 12 atau 11 ekor unta dan masing-masing dari
mereka diberi tambahan seekor unta."
(HR: Bukhari)

2988. "Dari Ibnu Umar ra, dia berkata: Sesungguhnya Rasulullah saw menambah bagian
kepada sebagian dari sariyah-sariyah yang beliau kirim, untuk mereka secara khusus, di luar
bagian pasukan secara umum."
(HR: Bukhari)

2989. "Dari Abu Musa ra, dia berkata: Sampai kepada kami keberangkatan Nabi saw sedang
kami berada di Yaman, maka kami keluar hendak berhijrah kepada beliau, di mana aku
bersama dua orang saudaraku, yaitu Abu Burdah dan Abu Ruhm, dan aku adalah yamg
paling kecil di antara mereka. --Mungkin Abu Musa mengatakan: dalam sejumlah (50
dan) beberapa (3-9) orang, atau dalam sejumlah 53 orang, atau 52 orang laki-laki dari
kaumku (Asy'ariyin)-- Lalu kami naik kapal dan kapal itu membawa kami kepada Raja
Najasyi di Habasyah. Kami bertemu Ja'far bin Abu Thalib dan kawan-kawannya yang
bersama Raja (di Habasyah). Ja'far berkata: "Sesungguhnya Rasulullah saw mengutus
kami ke sini dan beliau memerintahkan kami untuk menetap, maka menetaplah kalian
(di sini) bersama kami". Maka kami menetap bersama Ja'far, sehingga kami datang
bersama-sama, dan kami bertemu Nabi saw sesudah beliau menaklukkan (fathu)
Khaibar. Lalu beliau memberikan bagian kepada kami, sedang beliau tidak memberikan
bagian sedikitpun dari ghanimah Khaibar kepada seorangpun yang absen dalam fathu
Khaibar, selain kepada orang-orang yang hadir bersama beliau, kecuali serombongan
kapal kami bersama Ja'far dan kawan-kawannya, di mana beliau membagikan kepadad
mereka bersama mereka (peserta Khaibar)."
(HR: Bukhari)

2990. "Dari Jabir ra, dia berkata: Bersabda Rasulullah saw: "Bilamana tiba kepadaku harta
dari Bahrain itu pastilah aku memberikan kepadamu sekalian, sekian dan sekian". Harta
itu tidak kunjung tiba hingga Nabi saw wafat. Ketika harta dari Bahrain itu telah tiba
maka Abu Bakar menyuruh kepada seorang penyeru, yang menyerukan: "Siapa yang
mempunyai hak pada Rasulullah saw berupa hutang atau janji, hendaklah datang
kepada kami". Maka aku (Jabir) datang kepada Abu Bakar dan aku berkata:
Sesungguhnya Rasulullah saw telah mengatakan kepadaku demikian dan demikian".
Lalu Abu Bakar menyiduk dengan tangan tiga kali untukku. Dan Sufyan (perawi hadist)
bertindak menyiduk (mencontohkan) dengan dua tangannya lalu dia berkata kepada
kami: Demikian Ibnu Munkadir (perawi hadist) berkata kepada kami. Dan sekali dia
(Sufyan, dalam meriwayatkan) berkata: Maka aku (Jabir) mendatangi Abu Bakar, lalu
meminta kepadanya maka dia tidak memberi kepadaku, lalu aku datang meminta
kepadanya maka dia tidak memberi kepadaku, kemudian aku datang kepadanya, ketiga
kalinya, lalu aku berkata: "Aku meminta kepadamu maka kamu tidak memberi
kepadaku, kemudian aku meminta kepadamu maka kamu tidak memberi kepadaku,
kemudian aku meminta kepadamu maka kamu tidak memberi kepadaku. Maka apakah
kamu memberi kepadaku ataukah kamu bakhil kepadaku". Berkata Abu Bakar: Kamu
berkata (kepadaku), "kamu bakhil kepadaku?", aku tidak menolak kepadamu sekalipun
kecuali aku ini berkehendak memberi kepadamu". Dalam riwayat lain: Maka Abu Bakar
menyibuk dengan tangan satu kali untukku, dan dia berkata: "Hitunglah itu", maka aku
mendapatinya 500. Abu Bakar berkata: "Ambillah sepadan itu dua kali." Berkata Ibnu
Munkadir (perawi hadist): "Penyakit apakah yang lebih buruk daripada bakhil"."
(HR: Bukhari)

2991. "Dari Jabir bin Abdullah ra, dia berkata: Ketika Rasulullah saw membagi harta
rampasan perang di Ji'ranah, tiba-tiba ada seorang laki-laki berkata kepada beliau:
"Adillah". Maka beliau bersabda: "Sungguh celaka aku, jika aku tidak adil."
(HR: Bukhari)

2992. "Dari Jubair bin Muth'im ra, dia berkata: Sesungguhnya Nabi saw bersabda dalam hal
para tawanan Badar: "Seandainya Muth'im bin Adi masih hidup lalu dia membicarakan
kepadaku dalam urusan orang-orang busuk ini, sungguh aku membiarkan (melepaskan
mereka tanpa tebusan) mereka karena dia."
(HR: Bukhari)

2993. "Dari Jubair bin Muth'im, dia berkata: Aku berjalan bersama Utsman bin Affan kepada
Rasulullah saw, maka kami berkata: "Wahai Rasulullah, engkau memberi kepada bani
Muthalib dan engkau dan engkau meninggalkan (tidak memberi) kami, sedangkan kami
dan mereka adalah satu kedudukan di hadapan engkau". Rasulullah saw bersabda:
"Sesungguhnya bani Muthalib dan bani Hasyim tidak lain adalah satu". Dalam riwayat
lain Jubair berkata: "Dan Nabi saw tidak membagikan kepada bani Abdu Syams pula
tidak kepada bani Naufal". Berkata Ibnu Ishaq: Abdu Syams, Hasyim dan Muthalib
adalah bersaudara seibu di mana ibu mereka adalah Atikah binti Murrah, dan Naufal
adalah saudara mereka seayah."
(HR: Bukhari)

2994. "Dari Abdur Rahman bin Auf, dia berkata: Di saat aku berdiri pada barisan di Perang
Badar, aku memperhatikan kanan-kiriku, tiba-tiba aku bertemu dua anak yang muda
usia dari shahabat Anshar, di mana aku berharap lebih kuat daripada mereka berdua.
Lalu seorang dari keduanya mengerdipkan mata kepadaku dan dia berkata: "Hai Paman,
adakah kamu tahu (mengenal) Abu Jahal?" Aku menjawab: "Ya. Apakah keperluanmu
kepadanya, hai Nak?" Ia berkata: "Aku mendengar bahwa dia mengumpat Rasulullah
saw. Demi Dzat, di mana jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh bila aku melihat dia
maka tidaklah berpisah sosokku dengan sosoknya hingga meninggal siapa di antara
kami yang lebih dekat ajalnya." Aku keheranan padanya. Lalu yang satunya
mengerdipkan matanya kepadaku dan dia berkata kepadaku seperti kata-kata
saudaranya yang pertama itu. Tidak lama kemudian aku memandangi Abu Jahal yang
bolak-balik di tengah orang-orang. Aku berkata: "Hai, itu buron kamu, orang yang
kamu tanyakan kepadaku itu". Maka keduanya bersigap menyerbu Abu Jahal dengan
pedang lalu keduanya menghantamnya hingga membunuhnya. Lalu keduanya pergi
kepada Rasulullah saw dan mengkhabarkan kepada beliau. Beliau bersabda: "Siapakah
di antara kamu berdua yang membunuhnya?" Masing-masing dari keduanya berkata:
"Aku membunuhnya". Beliau bersabda: "Apakah kamu sudah menghapus (darah dari)
pedangmu?" Keduanya berkata:"Belum". Beliau memperhatikan dua pedang itu, lalu
bersabda: "Masing-masing dari kamu berdua membunuhnya." Dan barang pelucutannya
(diberikan) kepada Mu'adz bin Amr bin Jamuh. Dua anak tersebut adalah Mu'adz bin
Afra' dan Mu'adz bin Amr bin Jamuh."
(HR: Bukhari)

2995. "Dari Abu Qatadah ra, dia berkata: Kami berangkat bersama Rasulullah saw pada
peperangan Hunain (tahun 8 H). Ketika kami bertemu musuh maka terjadi maju-
mundur pada kaum muslimin, lalu aku melihat seorang laki-laki musyrik menundukkan
seorang laki-laki muslim. Aku berputar sehingga aku mendatanginya dari belakang
hingga aku menghantamnya dengan pedang pada urat bahunya maka dia menghadap
kepadaku dan mendekap aku dengan dekapan yang aku dapatkan bau kematian, lalu
kematian menjemputnya dan dia melepaskan aku. Maka aku menyusul Umar bin
Khaththab dan aku berkata: "Bagaimana keadaan pasukan?" Umar berkata: "Urusan
Allah (adalah menang)". Di kemudian pasukan itu pulang, dan duduklah Nabi saw lalu
beliau bersabda: "Siapa yang membunuh korban ada bukti, maka baginya barang
pelucutannya (barang yang dipakai dan dibawa korban)". Aku berdiri dan berkata:
"Siapakah yang menjadi saksi kepadaku?" Lalu aku duduk, kemudian beliau bersabda:
"Siapa membunuh korban dan ada bukti, maka baginya barang pelucutannya". Maka
aku berdiri dan berkata: "Siapakah yang menjadi saksi kepadaku?" Lalu aku duduk.
Kemudian beliau bersabda seperti ini untuk ketiga kali, maka seorang laki-laki berkata:
"Benarlah dia (Abu Qatadah), wahai Rasulullah, sedang barang pelucutannya padaku.
Maka ridhakanlah dia kepada-ku". Abu Bakar Shiddiq ra berkata: "Tidak. Demi Allah,
beliau (Nabi) tidaklah menuju kepada singa (yakni Abu Qatadah, untuk mengambil
haknya) dari singa-singa Allah, yang berperang membela Allah dan Rasul-Nya saw, lalu
beliau memberikan pelucutannya kepadamu (hai laki-laki yang meminta kerelaan Abu
Qatadah). Tidak akan. Maka Nabi saw bersabda: "Benarlah dia (Abu Bakar)", lalu
beliau memberikan (baju besi) kepadanya (Abu Qatadah). Lalu aku (Abu Qatadah)
menjual baju besi itu dan dengan hasil penjualannya aku membeli kebun di bani
Salamah. Sungguh itu merupakan harta pertama yang aku kumpulkan di masa Islam."
(HR: Bukhari)

2996. "Dari Hakim bin Hizam ra, dia berkata: Aku meminta kepada Rasulullah saw maka
beliau memberi kepadaku, kemudian aku meminta kepada beliau maka beliau memberi
kepadaku, kemudian beliau bersabda kepadaku: "Hai Hakim, sesungguhnya harta itu
hijau (menyenangkan) dan manis. Siapa yang mengambilnya dengan kelapangan jiwa
maka harta itu diberkati padanya, dan siapa yang mengambilnya dengan kerakusan jiwa
maka harta itu tidak diberkati padanya dan dia seperti orang yang makan dan tidak
kenyang. Dan tangan di atas adalah lebih baik daripada tangan di bawah." Hakim
berkata: Maka aku berkata: "Wahai Rasulullah, demi Dzat yang mengutus engkau
dengan membawa kebenaran, aku tidak akan mengurangi (harta) seseorang sesudah
engkau sedikitpun hingga aku meninggalkan dunia ini". Maka adalah Abu Bakar
mengundang Hakim untuk diberi hadiah, maka Hakim tidak mau menerima sedikitpun.
Kemudian Umar mengundangnya untuk diberi hadiah maka dia tidak mau menerima;
Lalu Umar berkata: Wahai orang-orang Islam, sungguh aku telah mengajukan haknya
yang dibagikan Allah kepadanya dari harta fai', lalu dia tidak mau menerimanya". Maka
Hakim tidak pernah mengurangi (harta) seorangpun dari orang-orang sesudah Nabi saw
sampai dia meinggal."
(HR: Bukhari)

2997. "Dari Nafi', dia berkata bahwa Umar bin Khaththab berkata: "Wahai Rasulullah,
sesungguhnya aku menanggung (nadzar) I'tikaf satu hari di masa Jahiliyah". Maka
beliau memerintahkan Umar supaya memenuhinya. Berkata Nafi': Dan Umat
mendapatkan dua orang perempuan dari tawanan Hunain lalu ditempatkan di suatu
rumah di Makah. Nafi' berkata: Maka Rasulullah saw memberi anugerah
(membebaskan)tawanan Hunain, lalu mereka berlari-lari di jalan datar. Umar berkata:
"Hai Abdullah (bin Umar), lihatlah, ada apakah itu?" Abdullah menjawab: "Rasulullah
saw memberi anugerah (membebaskan) tawanan-tawanan". Umar berkata: "Pergilah,
dan lepaskanlah dua orang perempuan (tawanan) itu." Berkata Nafi': Dan Rasulullah
saw tidak berumrah dari Ji'ranah. Kalau beliau berumrah maka tidaklah samar bagi
Abdullah (ibnu Umar). Dan dalam riwayat lain ada tambahan: (Dua orang perempuan
tersebut) adalah dari bagian khumus. Dan dalam riwayat lai tidak menyebutkan
"sehari."
(HR: Bukhari)

2998. "Dari Amr bin Taghlib ra, dia berkata: Rasulullah saw memberi kepada suatu kaum dan
mencegah (tidak memberi) kepada kaum yang lain. Mereka (orang-orang yang tidak
diberi) seakan-seakan mengecam beliau. Maka beliau bersabda: "Sungguh aku memberi
kepada kaum yang aku khawatirkan lemahnya keyakinan dan keluh-kesah mereka, dan
aku menyerahkan kaum-kaum (yang lain) kepada kebaikan dan kecukupan yang di
masukkan ke dalam hati mereka oleh Allah". Di antara kaum (yang tidak diberi) itu
adalah Amr bin Taghlib, maka berkata Amr bin Taghlib: "Aku tidak menginginkan
mempunyai unta merah untuk menggantikan kata-kata Rasulullah saw". Dalam riwayat
lain terdapat tambahan; bahwa Rasulullah saw menerima harta atau tawanan, lalu beliau
membagikannya demikian tersebut. "
(HR: Bukhari)
2999. "Dari Anas bin Malik, dia berkata: Nabi saw bersabda: "Sesungguhnya aku memberi
kepada orang-orang Quraisy itu untuk menjinakkan mereka karena mereka baru saja
melewati masa Jahiliyah"."
(HR: Bukhari)

3000. "Dari Anas bin Malik, dia berkata: Sesungguhnya orang-orang Anshar berkata kepada
Rasullah saw ketika Allah memberikan harta fai' dari Hawazin, lalu beliau
berkebijaksanaan memberikan 100 ekor unta kepada beberapa orang Quraisy, maka
mereka (Anshar) berkata: "Semoga Allah mengampun kepada Rasulullah saw; di mana
beliau memberi Quraisy dan membiarkan kami sedang pedang-pedang kami
meneteskan darah mereka." Anas berkata: Lalu Rasulullah saw diberitahu ucapan itu,
lalu beliau mengutus (orang) kepada orang-orang Anshar, maka beliau mengumpulkan
mereka di kubah dari kulit dan beliau tidak mengundang bersama mereka seorangpun
dari orang lain. Ketika mereka telah berkumpul maka Rasulullah saw datang kepada
mereka, dan beliau bersabda: "Ucapan apakah yang sampai kepadaku dari kalian?"
Orang-orang yang berpengetahuan dari mereka berkata kepada beliau: "Adapun orang-
orang yang mempunyai pendapat dari kami, wahai Rasulullah, tidaklah mereka ini
berkata sesuatu. Dan adapun orang-orang dari kami yang masih muda usiam mereka
mengatakan, "Semoga Allah mengampun kepada Rasulullah saw, di mana beliau
memberi Quraisy dan mebiarkan orang-orang Anshar, sedangkan pedang-pedang kami
meneteskan darah mereka." Maka Rasulullah saw bersabda: "Sesungguhnya aku
memberi kepada beberapa orang yang masih dekat dengan masa kekafiran. Tidakkah
kalian rela, orang-orang itu pergi dengan (membawa) harta dan kalian kembali ke
rumah kalian (Madinah) dengan Rasulullah. Maka demi Allah, apa yang kalian bawa
pulang itu (Rasulullah) adalah lebih baik daripada apa yang mereka bawa pulang
(harta)". Mereka berkata: "Ya, wahai Rasulullah, kami rela" Lalu beliau bersabda
kepada mereka: "Sesungguhnya kalian sesudah (wafat)ku akan melihat prioritas (orang
lain) yang sangat, maka bersabarlah hingga kalian bertemu Allah dan Rasulullah saw di
telaga". Anas berkata: Maka kami tidak bersabar."
(HR: Bukhari)

3001. "Dari Jubair bin Muth'im bahwa ketika ia bersama Rasulullah saw yang bersama orang-
orang dari Hunain, maka orang-orang dusun memegangi Rasulullah saw meminta
kepada beliau sehingga mereka mendesak beliau ke pohon samurah, lalu selendang
beliau tersangkut pohon itu. Maka Rasulullah saw berdiri dan bersabda: "Berikan
kepadaku selendangku. Seandainya bilangan pohon berduri itu adalalah unta niscaya
aku bagi di antara kalian, kemudian kalian tidak mendapati aku seorang yang kikir,
tidak pendusta, dan tidak penakut."
(HR: Bukhari)

3002. "Dari Anas bin Malik ra, dia berkata: Saya berjalan bersama Nabi saw dan beliau
mengenakan selendang Najrani, yang tebal tepiannya, lalu seorang dusun datang kepada
beliau dan ditariknya selendang itu keras sekali sampai saya melihat permukaan belikat
Nabi saw itu berbekas oleh tepian selendang itu karena kerasnya tarikan. Kemudian ia
berkata: "Perintahkanlah untukku dari harta Allah yang ada padamu." Lalu dia berpaling
kepada beliau maka beliau tersenyum, kemudian beliau memerintahkan pemberian
untuknya."
(HR: Bukhari)

3003. "Dari Abdullah (ibnu Mas'ud) ra, dia berkata: ketika di masa Perang Hunain, Nabi saw
memprioritaskan beberapa orang dalam pembagian. Beliau memberikan kepada Aqra'
bin Habis 100 ekor unta,memberikan kepada Uyainah sejumlah itu dan memberikan
kepada beberapa orang dari bangsawan-bangsawan Arab. Pada hari itu beliau
mengistimewakan mereka dalam pembagian. Berkatalah seorang laki-laki: "Demi
Allah, sesungguhnya itu adalah pembagian yang tidak adil, atau tidaklah dikehendaki
oleh Dzat Allah dalam pembagian itu." Lalu aku (Abdullah bin Mas'ud) berkata: "Demi
Allah, akan aku beritahukan kepada Nabi saw." Maka aku datang kepada beliau. Beliau
bersabda: "Siapakah yang adil apabila Allah dan Rasul-Nya tidak adil? Semoga Allah
melimpahkan rahmat kepada Musa, di mana beliau telah disakiti lebih daripada ini, dan
beliau bersabar."
(HR: Bukhari)

3004. "Dari Asma' binti Abu Bakar ra, dia berkata: "Aku membawa biji-bijian di atas
kepalaku dari tanah Zubair, yang diberikan oleh Rasulullah di mana tanah itu sejauh dua
sepertiga farsakh dari (rumah)ku". Dalam riwayat lain: sesungguhnya Nabi saw
memberikan sebidang tanah kepada Zubair dari harta-harta bani Nadhir."
(HR: Bukhari)

3005. "Dari Abdullah ibnu Umar ra, dia berkata: Sesungguhnya Umar bin Khathtab mengusir
bangsa Yahudi dan Nasrani dari bumi Hijaz. Dan adalah Rasulullah saw ketika menang
terhadap penduduk Khaibar, beliau berkehendak mengeluarkan orang-orang Yahudi dari
sana. Tanah itu ketika beliau menang terhadap Khaibar adalah milik-milik orang Yahudi
dan milik Rasulullah dan milik kaum muslimin. Maka orang-orang Yahudi meminta
Rasulullah saw agar membiarkan mereka dengan kecukupan bekerja dan mereka
mendapatkan separoh hasil buahnya. Maka Rasulullah saw bersabda: "Kami
menetapkan demikian itu kepada kalian selama kami menghendaki:. Lalu mereka
ditetapkan hingga Umar di masa pemerintahannya mengusir mereka ke Taima' dan
Ariha."
(HR: Bukhari)

3006. "Dari Abdullah bin Mughaffal ra, dia berkata: Adalah kami mengepung benteng
Khaibar, lalu seorang melemparkan wadah kulit yang berisi lemak, maka aku melompat
untuk mengambilnya, lalu aku menengok, tiba-tiba Rasulullah saw, maka aku malu
kepada beliau."
(HR: Bukhari)

3007. "Dari Abdullah bin Umar ra, dia berkata: Kami dalam beberapa peperangan
mendapatkan madu dan anggur, maka kami memakannya dan tidak menyampaikannya
(kepada Nabi)."
(HR: Bukhari)

3008. "Dari Abdullah bin Abi Aufa ra, dia berkata: Kami mengalami kelaparan beberapa hari
di Khaibar. Ketika terjadi peristiwa di Khaibar kami mendapatkan keledai piaraan, lalu
kami memotongnya. Ketika periuk telah mendidih, penyeru Rasulullah
mengumandangkan: "Tumpahkanlah periuk-periuk itu. Janganlah memakan dari daging
keledai itu sedikitpun". Berkata Abdullah bin Abi Aufa: Lalu kami (sebagian shahabat)
berkata: "Nabi saw melarang itu, tidak lain, karena daging itu belum dibagi lima". Dan
sebagian yang lain berkata: "Beliau mengharamkannya sama sekali". Dan aku bertanya
kepada Sa'd bin Jubair, maka dia berkata: "Beliau (Nabi) mengharamkannya sama
sekali."
(HR: Bukhari)
3009. "Dari Atar (bin Dinar), dia berkata: Aku duduk bersama Jabir bin Zaid dan Amr bin
Aus, lalu Bajalah (bin Abadah) memberitakan kepada keduanya d tangga Zamzam, pada
tahun 70 H, yaitu tahun naik haji Mush'ab bin Zubair bersama penduduk Basrah. Amr
berkata: Adalah aku penulis Jaz'i bin Mu'awiyah, paman Ahnaf (bin Qais). Datang
kepada kami surat Umar bin Khaththab pada tahun satu sebelum meninggal (pada tahun
22 H): "Pisahkanlah antara setiap yang bermahram (suami-istri) dari orang-orang
Majusi". Dan Umar tidak pernah memungut Jizyah dari Majusi hingga Abdur Rahman
memberi kesaksian bahwa sesungguhnya Rasulullah saw memungut Jizyah dari Majusi
Khaibar."
(HR: Bukhari)

3010. "Dari Amr bin Auf Al-anshari ra, yang bersumpah setia dengan bani Amir bin Luayyi,
di mana ia telah menyaksikan (ikut berperang) badar, ia berkata: Sesungguhnya
Rasulullah saw mengutus Abu Ubaidah bin Jarrah ke Bahrain untuk mendatangkan
jizyahnya --Di mana Rasulullah saw telah berdamai dengan penduduk Bahrain dan
beliau mengangkat Ali bin Hadhrami sebagai gubernur Bahrain-- Lalu Abu Ubaidah
datang dengan (membawa) harta benda dari Bahrain. Orang-orang Anshar mendengar
kedatangan Abu Ubaidah, lalu mereka memenuhi shalat Shubuh bersama Nabi saw.
Ketika beliau telah shalat Shubuh bersama mereka, beliau pergi dan mereka bekerumun
pada beliau, maka Rasulullah saw tersenyum ketika melihat mereka, dan bersabda:
"Aku kira kalian telah mendegar bahwa Abu Ubaidah membawa sesuatu". Mereka
berkata: "Ya, wahai Rasulullah". Beliau bersabda: "Bergembiralah dan bercita-
citakanlah akan sesuatu yang mengembirakan kamu. Demi Allah, bukanlah kefakiran
yang aku takutkan kepada kamu, tetapi aku takut dilapangkannya dunia kepada kamu
sebagaimana dilapangkannya dunia kepada orang-orang sebelum kamu, lalu kamu
berlomba-lomba sebagaimana mereka berlomba-lomba dan harta itu membinasakan
kamu sebagaimana harta itu telah membinasakan mereka."
(HR: Bukhari)

3011. "Dari Jubair bin hayyah, dia berkata: Umar mengutus orang-orang kepada penduduk
kota-kota besar untuk memerangi orang-orang musyrik, lalu Hurmuzan masuk islam
(dalam perang Qadisiyah, melawan Parsi, tahun 14 H), maka Umar berkata kepadanya:
"Sesungguhnya aku hendak bermusyawarah dengan kamu dalam perang-perangku ini."
Hurmuzan berkata: "Ya. Perumpamaannya (negeri ini) dan orang-orang yang ada
padanya yakni musuh kaum muslimin adalah seperti burung yang berkepala, bersayap
dua dan berkaki dua. Jika salah satu dari dua sayap itu dipatahkan, maka bangkitlah dua
kaki itu dengan satu sayapnya dan kepala. Jika sayap lain dipatahkan, maka bangkitlah
dua kaki dan kepala. Jika kepalanya diremukkan, maka lenyaplah dua kaki dua sayap
dan kepalanya. Kepala itu adalah Kisra, satu sayap adalah Kaisar dan sayap yang lain
adalah Parsi. Maka perintahkanlah kaum muslimin supaya merekaberangkat ke Kisra".
Maka Umar menyeru kepada kami (untuk berangkat)dan beliau mengangkat Nu'man
bin Muqarrin sebagai kepala kami. Sehingga ketika kami di daerah musuh, keluarlah
kepada kami petugas Kisra dalam jumlah 40.000 orang. Lalu berdirilah seorang juru
bahasa dan berkata: "Hendaklah seorang dari kalian bercakap-cakap kepadaku".
Mughirah (bin Syu'bah) berkata: "Bertanyalah tentang apa yang kamu kehendaki". Lalu
ia bertanya: "Siapakah kalian?" Mughirah menjawab: "Kami orang-orang Arab, dahulu
kami dalam kesengsaraan dan cobaan yang amat sangat, kami menghisap kulit dan
selaput kurma karena lapar, kami mengenakan bulu dan rambut, kami menyembah
pohon dan batu. Ketika kami sedemikian itu, tiba-tiba Tuhan langit dan Tuhan bumi,
Yang Maha Tinggi sebutan-Nya dan Maha Besar keagungan-Nya, mengutus seorang
nabi kepada kami dari kalangan kami, yang kami kenali ayah dan ibunya. Lalu Nabi
kami yaitu utusan Tuhan kami saw itu memerintahkan kepada kami untuk memerangi
kalian sehingga kalian menyembah kepada Allah Maha Esa, atau kalian membayar
jizyah. Dan nabi kami saw itu memberitakan kepada kam tentang risalah Tuhan kami
bahwa barangsiapa di antara kami yang terbunuh (dalam berjihad) maka ia masuk surga
dalam kenikmatan yang belum pernah dilihatnya sama sekali hal yang sepadannya, dan
siapa di antara kami yang masih (hidup) maka ia memiliki tengkukmu (menawan)".
Nu'man berkata (kepada Mughirah): "Barangkali Allah mempersaksikan kepadamu
seperti (peristiwa) ini bersama Nabi saw, maka beliau tidak membuat kamu menyesal
dan tidak menghina kamu. Tetapi aku menyaksikan perang bersama Rasulullah saw;
apabila beliau tidak berperang di pagi hari maka beliau menunggu sampai angin bertiup
dan datang waktu shalat."
(HR: Bukhari)

3012. "Dari Abu Humaid Al-Sa'idi, dia berkata: Kami berperang bersama Nabi saw di Tabuk,
dan Raja Ailah menghadiahkan seekor baghal putih kepada Nabi saw dan beliau (Nabi)
memberi kain selimut kepadanya dan beliau menetapkannya (sebagai raja) di negeri
mereka."
(HR: Bukhari)
3013. "Dari Juwairiyah bin Qudamah Al-Tamimi, dia berkata: Aku mendengar Umar bin
Khathab ra di mana kami berkata: "Berwasiatlah kepada kami, wahai Amirul
mukminin" bersabda: "Aku wasiatkan kalian dengan perjanjian keamanan Allah, karena
sesungguhnya demikian itu adalah perjanjian keamanan Nabi kalian dan rezki keluarga
kalian."
(HR: Bukhari)

3014. "Dari Anas bin Malik ra, dia berkata: Nabi saw mengundang shahabat Anshar untuk
mencatat pembagian harta jizyah kepada mereka dari (harta) Bahrain. Mereka (Anshar)
berkata: "Tidak, demi Allah, sehingga engkau mencatat untuk saudara-saudara kami
(shahabat Muhajirin) dari Quraisy, sepadan itu". Beliau bersabda: "(harta) itu milik
mereka (Quraisy). Allah menghendaki demikian itu". Mereka berkata kepada beliau
(sebagai pendapat mereka, sehingga) beliau bersabda: "Maka sesungguhnya kalian akan
melihat (dari raja-raja) sesudah (wafat)ku, suatu pengistimewaan (melebihkan mereka
atas kalian), maka bersabarlah hingga kalian menjumpai aku (di atas telaga)."
(HR: Bukhari)

3015. "Dari Jabir bin Abdullah (Al-Anshari) ra, dia berkata: Dahulu Rasulullah bersabda
kepadaku: "Bila datang kepada kami harta Bahrain, pastilah aku memberi kepada kamu
sekian, sekian dan sekian". Sesudah Rasulullah saw wafat dan harta Bahrain itu tiba,
Abu Bakar berkata: "Siapa yang mempunyai hak janji pada Rasulullah saw, hendaklah
dia datang kepadaku (untuk aku penuhi)" Maka aku datang kepada Abu Bakar dan aku
berkata: "Sesuangguhnya Rasulullah saw dulu bersabda kepadaku, "Bila datang kepada
kami harta Bahrain, pastilah aku memberi kepadamu sekian, sekian dan sekian". Maka
Abu Bakar berkata kepadaku: "Cibuklah (dengan tangan)", maka aku mencibuk satu
kali. Abu Bakar berkata kepadaku: "Hitunglah", maka aku menghitungnya dan ternyata
500, lalu beliau memberi kepadaku 1.500"."
(HR: Bukhari)

3016. "Dari Anas, dia berkata: Datang kepada Nabi saw harta dari Bahrain. Beliau bersabda:
"Tuangkanlah di masjid". Ternyata harta paling banyak (100.000), yang datang kepada
Rasulullah saw. Tiba-tiba datang kepada beliau Abbas (bin Abdul Muthalib), dan dia
berkata: "Wahai Rasulullah, berilah aku. Sungguh aku telah menebus diriku (sebagai
tawanan Badar) dan menembus Aqil (bin Abu Thalib)". Beliau bersabda: "Ambillah".
Maka Abbas menciduk (dengan tangan) pada kainnya. Kemudian dia berusaha
mengangkatnya, tidak mampu, maka dia berkata: "Perintahkanlah sebagian mereka
(hadirin) untuk mengangkatkan padaku." Beliau bersabda: "Tidak". Abbas berkata:
Maka angkatkanlah, olehmu padaku". Beliau bersabda: "Tidak". Maka Abbas
menuangkannya (mengurangi). Kemudia dia berusaha mengangkatnya, tidak mampu
mengangkatnya, maka dia berkata: "Perintahkanlah sebagian mereka untuk
mengangkatkan padaku". Beliau bersabda: "Tidak". Abbas berkata: "Maka
angkatkanlah, olehmu padaku". Beliau bersabda: "Tidak". Lalu dia menebarkannya
(mengurangi). Kemudian dia berusaha mengangkatnya di atas tengkuknya, lalu dia
pergi, dan beliau selalu mengikutinya dengan pandangan mata beliau hingga dia
menghilang dari pandangan kami karena keheranan terhadap kerakusannya. Dan
tidaklah Rasulullah saw berdiri (dari majlis itu) sedang di sana tersisa sedirhampun. "
(HR: Bukhari)

3017. "Dari Abdullah bin Amr ra, dari Nabi saw, beliau bersabda: "Barangsiapa membunuh
mu'ahad (orang kafir yang dalam perjanjian), maka dia tidak mencium wangi surga, dan
sesungguhnya wangi surga itu di dapatkan dari (jarak) perjalanan 40 tahun."
(HR: Bukhari)

3018. "Dari Abu Hurairah ra, dia berkata: Ketika kami berada di mesjid, keluarlah Nabi saw
dan beliau bersabda: " Berangkatlah kalian kepada kaum Yahudi". Lalu kami berangkat
hingga kami dampai di aula pengajian mereka, maka beliau bersabda: "Masuklah Islam,
niscaya kalian selamat. Dan ketahuilah bahwa bumi ini adalah milik Allah dan Rasul-
Nya, dan aku berkehendak mengeluarkan kalian dari bumi (negeri) ini. Maka siapa di
antara kalian yang mendapati suatu harta (yang tidak bisa dipindahkan) maka juallah
itu. Kalau tidaj demikian maka ketahuilah bahwa sesungguhnya bumi ini adalah milik
Allah dan Rasul-Nya." "
(HR: Bukhari)

3019. "Dari Sa'id bin Jubair, dari Ibnu Abbas ra, dia berkata: "Hari Kamis. Apakah hari Kamis
itu?" Kemudiann Ibnu Abbas menangis hingga air matanya membasahi kerikil. Aku bertanya:
"Wahai Ibnu abbas, apakah hari Kamis itu?" Ia berkata: "Rasulullah saw sakit keras, lalu
beliau bersabda: "Datangkanlah kepadaku tulang belikat (papan tulis), untuk aku tuliskan
catatan (wasiat) kepada kamu di mana kamu tidak akan tersesat sesudah itu selama-
lamanya."Maka mereka berdebat, dan tidaklah patut terjadi perdebatan di hadirat Nabi. Lalu
mereka berkata: "Apakah pada beliau itu? Adakah beliau mendiamkan (tidak mau
berhubungan)? Mintalah pemahaman kepada beliau". Lalu beliau bersabda: "Biarkanlah aku.
Maka apa yang sedang aku hadapi itu adalah lebih baik daripada apa yang kamu pintakan
kepadaku". Lalau beliau memerintahkan kepada mereka tiga perkara; di mana beliau
bersabda: "Keluarkanlah orang-orang musyrik dari jazirah Arab, dan berilah hadiah kepada
utusan sepadan aku memberi hadiah kepada mereka", dan yang ketiga adalah baik, mungkin
beliau tidak mengatakannya atau beliau mengatakannya dan aku lupa apa yang beliau
katakan". BerkataSufyan (bin Uyainah, rawi): Ini dari ucapan Sulaiman (rawi)."
(HR: Bukhari)

3020. "Dari Abu Hurairah ra, dia berkata: Ketika Khaibar telah dibuka (ditaklukkan), Nabi
saw diberi hadiah yang daging kambing yang beracun. Lalu Nabi saw bersabda:
"Kumpulkanlah kepadaku orang-orang Yahudi di sini". Maka mereka dikumpulkan kepada
beliau, dan beliau bersabda: "Aku hendak bertanya kepada kalian tentang sesuatu, apakah
kalian akan berjujur kepadaku?" Mereka berkata: "Ya". Nabi saw bersabda kepada mereka:
"Siapakah bapak kalian?" Mereka menjawab: "Polan". Beliau bersabda: "Kalian berdusta.
Sebenarnya bapak kalian adalah Polan." Mereka berkata: "Sungguh benar engkau." Beliau
bersabda: "Maka apakah kalian akan berjujur terhadap sesuatu yang aku tanyakan?" Mereka
berkata: "Ya, wahai Abu Qasim. Dan bila kita berdusta maka engkau telah mengetahui
kedustaan kami sebagaimana engkau telah mengetahui kedustaan itu pada (nama) bapak
kami." Beliau bersabda kepada mereka: "Siapakah penghuni neraka itu?" Mereka menjawab:
"Kelak kami (bangsa Yahudi) di neraka sebentar, kemudian kalian mengantikan kami di sana."
Maka Nabi saw bersabda: "Menjauhlah kalian di sana. Demi Allah, kami tidaklah
menggantikan kalian di sana (neraka) selama-lamanya." Kemudian beliau bersabda: "Apakah
kalian akan berjujur kepadaku tentang sesuatu, bila aku bertanya kepada kalian". Mereka
bertanya: "Ya, wahai Ayah Qasim." Beliau bersabda: "Apakah kalian meletakkan racun pada
daging kambing ini?" Mereka menjawab: "Ya". Beliau bersabda: "Apakah yang mendorong
kalian melakukan demikian?" Mereka bersabda: "Kami menghendaki, apabila engkau seorang
pendusta (bukan nabi) maka kami lega (oleh kematian Nabi), dan apabila engkau seorang nabi
maka tidaklah itu membahayakan bagi engkau." "
(HR: Bukhari)

3021. "Dari Ashim, dia berkata: Aku bertanya kepada Anas ra tentang qunut. Anas berkata:
"Sebelum ruku' ". "Sesungguhnya Polan mengatakan bahwa kamu berkata, sesudah ruku' ". Ia
berkata: "Tidaklah benar dia". Kemudian Anas memberitakan kepada kami dari Nabi saw
bahwa beliau berqunut selama satu bulan sesudah ruku', di mana beliau berdoa (melaknat)
tehadap kabilah-kabilah Bani Sulaim". Anas berkata: Beliau (Nabi) mengirim 40 orang atau
70 orang dari qurra' (orang-orang yang mempelajari Al-Qur'an di Shufah) kepada orang-orang
dari kaum musyrikin lalu menyerbu mereka (qurra') dan membunuh mereka; sedangkan
antara mereka (para pembunuh) dan Nabi saw terdapat perjanjian. Maka aku tidaklah pernah
melihat beliau bersedih terhadap seseorang seperti bersedih terhadap mereka. "
(HR: Bukhari)

3022. "Dari Ummi Hani' binti Abu Thalib, dia berkata: Aku pergi kepada Rasulullah saw pada
tahun Fathu (Makah), lalu aku ketemukan beliau sedang mandi sedang Fathimah, putri beliau
menutupi beliau. Lalu aku bersalam kepada beliau. Beliau bersabda: "Siapakah itu?" Aku
berkata: "Aku, Ummi Hani' binti abu Thalib". Beliau menyambut: "Selamat Datang, Ummi
Hani'." Serampung mandi maka beliau berdiri dan shalat 8 rakaat dengan bersarung satu helai.
Maka aku berkata: "Wahai Rasulullah, anak dari ibuku, Ali menyangka bahwa dia membunuh
seorang laki-laki yang telah aku lindungi, yaitu Polan bin Hubairah". Maka Rasulullah saw
bersabda: "Sungguh kami melindungi orang yang kamu lindungi, hai Ummi Hani'. "Berkata
Ummi Hani': Demikian itu pada waktu Dhuha."
(HR: Bukhari)

3023. "Dari Yazid bin Syarik, dia berkata: Berkhutbah kepada kami Ali (bin Abu Thalib), lalu
dia berkata: "Tidak kami miliki suatu kitab (dalam hukum syari'at) yang dapat kami baca
selain Kitab allah dan apa yang terdapat dalam shahifah (lembaran) ini", lalu dia berkata: "Di
dalam shahifah ini terdapat (hukum-hukum) kejahatan melukai dan gigi-gigi unta (berat
ringannya unta diyat). Madinah adalah tanah haram antara gunung Ier sampai sana (gunung
Uhud). Maka barangsiapa di Madinah ini memunculkan suatu perkara mungkar, maka
baginya adalah laknat Allah, para malaikat dan manusia seluruhnya, pula tidaklah diterima
darinya ibadah fardhu dan ibadah sunah. Dan barangsiapa menjadikan kekasih kepada orang-
orang bukan kekasih-kekasihnya, maka baginya sepadan itu. Dan jaminan (keamanan) kaum
muslimin adalah satu. Maka siapa merusak (perjanjian) terhadap seorang muslim, maka
baginya sepadan itu." "
(HR: Bukhari)

3024. "Dari Sahl bin Abi hatsmah, dia berkata: Abdullah bin Sahl dan Muhayyishah bin
Mas'ud bin Zaid berangkat ke Khaibar, pada hari itu adalah perdamaian, lalu keduanya
berpisah. Lalu Muhayyishah datang kepada Abdullah bin Sahl di mana dia sedang
bergelimpangan dalam darahnya sebagai terbunuh, lalu dikuburnya. Kemudian Abdullah tiba
di Madinah. Abdur Rahman bin Sahl, Muhayyishah dan Huwayyishah,keduanya putra
Mas'ud, pergi kepada Nabi saw. Abdur rahman mulai bercakap-cakap, lalu beliau (Nabi)
bersabda: "Yang besar, yang besar (yang berbicara)", karena ia adalah orang yang termuda di
antara kaum itu, maka ia diam, dan keduanya (Muhayyishah dan Huwayyishah) bercaka-
cakap (atas terbunuhnya Abdullah bin Sahl). Beliau bersabda: "Apakah kalian bersumpah dan
berhak terhadap (darah) pembunuh sumpah, sedang kami tidak menyaksikan (pembunuhan)
dan tidak melihat (pembunuhnya)?" Beliau bersabda: "Orang Yahudi lepas dari kamu dengan
lima puluh (sumpah)". Mereka menjawab: "Bagaimana kami menuntut sumpah kaum kafir?"
Lalu Nabi saw membayarkan diyat (denda pembunuhan) dari hadirat beliau sendiri. "
(HR: Bukhari)

3025. "Dari Abdullah bin Abbas, dia mengatakan bahwa Abu Sufyan bin Harb memberitakan
bahwa Heraclius mengutus (utusan) kepadanya dalam kafilah dari Quraisy, para pedagang di
Syam, di masa gencatan senjata anatar Rasulullah saw dan abu Sufyan di pihak kaum kafir
Quraisy."
(HR: Bukhari)

3026. "Dari Aisyah ra, dia berkata: sesungguhnya Nabi saw disihir (oleh orang Yahudi)
sehingga terbayang oleh beliau bahwasanya beliau melakukan sesuatu padahal beliau tidak
melakukannya. "
(HR: Bukhari)

3027. "Dari Auf bin Malik ra, dia berkata: Aku datang kepada Nabi saw dalam perang Tabuk
sedang beliau di dalam kubah kulit. Lalu beliau bersabda: "Hitunglah enam (tanda-tanda)
menjelang datangnya kiamat: Kematianku, ditaklukannya Baitul Maqdis, wabah kematian
yang merengut kalian seperti penyakit kambing, melimpah ruahnya harta benda sehingga
seorang dari kamu di beri 100 dirham maka ia tidak suka, fitnah yang memasuki seluruh
rumah bangsa Arab, dan perdamaian antara kalian dan Bani Ashfar (Rumawi) lalu mereka
berkhianat lalu mereka mendatangi kalian di bawah 80 panji, di bawah setiap panji 12.000
orang." "
(HR: Bukhari)

3028. "Dari Abu Hurairah ra, dia berkata : Abu Bakar ra mengutus aku dalam sekelompok
orang yang mengumandangkan pada hari Nahar (Idil Adha) di Mina: "Tidaklah berhaji
sesudah tahun ini orang musyrik dan tidaklah thawaf di Bait(ullah) ini orang telanjang. Dan
hari haji Akbar adalah hari Nahar." Disebutkan "Akbar" itu karena ucapan orang-orang "Haji
kecil (Umrah)", maka Abu Bakar melemparkan (perjanjian) kepada umat manusia pada tahun
itu, maka tidaklah berhaji orang musyrik pada tahun Haji Wada' dimana Nabi saw berangkat
haji pada tahun itu."
(HR: Bukhari)

3029. "Dari Abdullah bin Amr ra (bin Ash), dia berkata: Bersabda Rasulullah saw : "Empat
perangai di mana orang yang bersifat dengannya maka dia orang munafik murni: Apabila
berbicara maka dia berdusta, apabila berjanji maka dia tidak memenuhi, apabila mengadakan
perjanjian maka dia berkhianat dan apabila berdebat maka dia berjahat. Dan siapa yang
bersifat dengan satu sifat dari empat itu maka dia berperangai satu sifat kemunafikan sehingga
dia meninggalkannya. "
(HR: Bukhari)

3030. "Dari Ali (bin Abi Thalib) ra, dia berkata : Tidaklah kami menulis dari Nabi saw selain
Al-Qur'an dan catatan dalam shahifah ini, dimana Nabi saw bersabda: "Madinah adalah tanah
haram (seperti tanah haram Makah) antara gunung A'ir sampai sana. Maka siapa yang
menumbuhkan suatu kemungkaran atau melindungi orang yang menumbuhkan suatu
kemungkaran, maka baginya adalah laknat Allah, malaikat dan manusia semuanya, pula tidak
diterima darinya ibadah wajib pula ibadah sunah. Perjanjian (keamanan) kaum muslimin
adalah satu, yang dapat dijalankan oleh sekecil jumlah mereka. Maka siapa merusak
(perjanjian) orang muslim maka baginya adalah laknat Allah, malaikat dan manusia
semuanya, pula tidak diterima darinya ibadah wajib jiga ibadah sunah. Dan siapa menjadikan
kaum sebagai kekasih, tanpa seizin kekasih-kekasihnya (kaum muslimin, yang tidak boleh
mengizinkan), maka baginya adalah laknat Allah, malaikat dan manusia semuanya, pula tidak
diterima darinya ibadah wajib juga ibadah sunah." "
(HR: Bukhari)

3031. "Dari Abu Hurairah ra, dia berkata : "Bagaimanakah kalian apabila tidak mengambil
satu dinar pula (tidak) satu dirham (dari harta jizyah atau upeti)?" Lalu dikatakan kepadanya:
"Bagaimanakah kamu lihat hal itu terjadi, hai Abu Hurairah?" Abu Hurairah berkata: "Ya
Demi Dzat, Yang jiwa Abu Hurairah di tangan-Nya, dari sabda (Nabi) yang benar dan
dibenarkan". Mereka bertanya: "Tentang apakah itu?" Abu Hurairah berkata: "Dirusaklah janji
Allah dan janji Rasul-Nya saw, maka Allah mengkokohkan hati ahli perjanjian, lalu mereka
mencegah apa yang ada di tangan mereka."
(HR: Bukhari)

3032. "Dari A'masy, dia berkata: Aku bertanya kepada Abu Wa'il: "Kamu menyaksikan (turut)
peperangan Shiffin?" Abu Wa'il berkata: "Ya". Maka aku mendengar Sahl bin Hunaif (yang
tidak bersemangat dalam Shiffin) berkata: "Reka-rekalah pendapatmu (mengikuti Shiffin) itu?
Di mana aku berpendapat pada hari (kedatangan) Abu Jandal, seandainya aku mampu
mengembalikan urusan Nabi saw (perdamaian Hudaibiyah) pastilah aku mengembalikannya
(yakni berperanglah kami menghadapi Quraisy), dan kami tidak mengenakan (menghunus)
pedang kami di bahu untuk (menghadapi) perkara yang tragis bagi kami kecuali
mempermudah kami kepada suatu urusan yang kami ketahui, tidaklah seperti urusan kita
(perang saudara) ini." "
(HR: Bukhari)

3033. "Dari Abu Wa'il, dia berkata: Kami dalam peperangan Shiffin, lalu Sahl bin Hunaif
berdiri dan berkata (ketika melihat pengikut Ali tidak menerima tahkim): "Hai kawan-kawan,
reka-rekalah pendapatmu itu. Sesungguhnya kami bersama Rasulullah saw pada hari
(perdamaian) Hudaibiyah, seandainya kami berpendapat harus berperang pastilah kami
berperang (menghadapi kaum kafir Quraisy). Lalu datanglah Umar bin Khaththab, dia
berkata: "Wahai Rasulullah, tidaklah kami ini berdasar kebenaran sedang mereka itu berdasar
kebatilan?" Beliau (Nabi) bersabda: "Ya". Umar berkata: "Tidakkah orang-orang kami yang
terbunuh adalah di surga sedang orang-orang mereka yang terbunuh adalah di neraka?" Beliau
bersabda: "Ya". Umar berkata: 'Lalu kenapakah kami menaruh kehinaan dalam Agama kami
(kerena menerima perjanjian damai dari pihak musuh)? Apakah kita akan kembali sedangkan
Allah belum menjatuhkan keputusan (menang atau kalah) antara kita dan mereka? "Beliau
bersabda: "Hai putra Khaththab, sesungguhnya aku adalah utusan Allah, dan tidaklah Allah
akan mensia-siakan aku selama-lamanya." Lalu Umar pergi kepada Abu Bakar, dan dia
berkata kepadanya seperti perkataannya kepada Nabi saw tersebut, maka Abu Bakar berkata:
"Sesungguhnya beliau adalah adalah utusan Allah, dan tidaklah Allah menelantarkan beliau
selama-lamanya". Lalu turunlah surat Al-Fath, dan Rasulullah saw membacakannya kepada
Umar sampai selesai. Umar berkata: "Wahai Rasulullah, apakah itu suatu kemenangan?"
Beliau bersabda: "Ya". "
(HR: Bukhari)

3034. "Dari Asma' binti Abu Bakar ra, dia berkata: "Ibuku yang musyrik datang kepadaku
bersama ayahnya dalam masa perjanjian Quraisy di mana mereka mengadakan perjanjian (di
Hudaibiyah) dengan Rasulullah saw. Maka aku memohon fatwa kepada Rasulullah saw
dimana Asma' berkata: "Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibuku datang kepadaku sedang dia
menyukai (Islam), apakah aku silaturrahim (sebagai anak) kepadanya? "Beliau berkata: Ya,
shilaturrahimlah kepadanya." "
(HR: Bukhari)

3035. "Dari Bara' ra, dia berkata: Sesungguhnya Nabi saw ketika hendak berumrah, beliau
mengutus (utusan) kepada penduduk Makah untuk minta izin masuk Makah. Lalu mereka
mensyaratkan kepada beliau untuk tidak berada di Makah kecuali (maksimal) tiga hari dan
tidak boleh masuk Makah kecuali dengan menyarungkan pedang, pula tidak boleh mengajak
seorangpun dari mereka. Lalu beranjak untuk menulis persyaratan dengan mereka itu, Ali bin
Abu Thalib. Ia menuliskan: "Ini adalah apa yang disepakati bersama antara Muhammad Rasul
Allah" Maka mereka berkata: "Andaikata kami mengakui bahwa kamu adalah Rasul Allah,
tidaklah kami menghalangi kamu (untuk masuk Baitullah) dan pastilah kami berbai'at
kepadamu. Sebaliknya, tulislah: "Ini adalah apa yang disepakati antara Muhammad bin
Abdullah" Bersabda beliau: "Aku, demi Allah adalah Muhammad bin Abdullah, dan aku ini,
demi Allah, adalah Rasul Allah". Dan adalah beliau tidak bisa menulis, lalu beliau bersabda
kepada ali: "Hapuslah (kata-kata) Rasul Allah", maka Ali berkata: "Demi Allah, aku tidak
akan menghapusnya selama-lamanya. "Beliau bersabda: "Tunjukkanlah kepadaku kata-kata
itu."Maka Ali menunjukkan kepada beliau kata-kata itu, lalu Nabi saw menghapusnya dengan
tangan beliau. lalu ketika beliau masuk (Makah, pada tahu berikutnya) dan berlalu tiga hari
(sesuai dengan syarat), maka mereka mendatangi Ali, dan mereka berkata: "Perintahkanlah
kawanmu itu, supaya berangkat (pulang)". Maka aku menuturkan demikian kepada Rasulullah
saw. Beliau bersabda: "Ya", lalu beliau berangkat (pulang). "
(HR: Bukhari)

3036. "Dari Abdullah (ibnu Ma'ud) ra, dia berkata: Ketika Rasulullah saw sujud (dalam shalat
di dekat Ka'bah), sedang di sekitar beliau adalah beberapa orang Quraisy musyrik, tiba-tiba
Uqbah bin Abi Mu'aith datang dengan (membawa) ari-ari (tempat peranakan) unta dan
melemparkannya ke punggung Nabi saw, lalu beliau belum mengangkat kepala beliau hingga
datanglah Fathimah as dan diambilnya (kotoran itu) dari punggung beliau dan dia berdoa
(melaknat) terhadap pelaku demikian. Lalu Nabi saw bersabda (berdoa melaknat): "Wahai
Allah, tindaklah sejumlah orang Quraisy. Wahai Allah, tindaklah Abu Jahal bin Hisyam,
Utbah bin Rabi'ah, Syaibah bin Rabi'ah, Uqbah bin Abi Mu'aith, Umayah atau Ubay bin
Khalaf. "Lalu aku (Ibnu Mas'ud) benar-benar melihat mereka itu terbunuh di (Perang) Badar,
lalu mereka dilemparkan ke dalam sumur, selain Umayah atau Ubay yang berperawakan
besar, di mana ketika mereka (shahabat) menyeretnya maka sendi-sendi badannya terpotong-
potong sebelum dilemparkan ke dalam sumur itu. "
(HR: Bukhari)

3037. "Dari Abdullah (bin Mas'ud) dan Tsabit, dari Anas bin Malik ra, dari Nabi saw,
bersabda: "Bagi setiap penghianat pada hari kiamat adalah bendera". Salah seorang dari
keduanya (Abdullah dan Tsabit) berkata: "Bendera itu ditegakkan". Dan yang lain berkata:
"Bendera itu terlihat pada hari kiamat yang dapat dikenali." "
(HR: Bukhari)

3038. "Dari Ibnu Umar ra, dia berkata: Aku mendengar Nabi saw bersabda: "Bagi setiap
penghianat adalah bendera yang dipancangkan karena penghianatannya (di dunia)"."
(HR: Bukhari)

6449. Dari Abdullah ibnu Umar ra, bahwa sesungguhnya seorang anak terbunuh secara
tertipudaya, maka Umar berkata: "Kalau penduduk Shan`a turut serta (terlibat) dalam
perbuatan itu, pastilah aku membunuh mereka". Dan dari Hakim (Al-Shan`ani)
"Sesungguhnya empat orang membunuh seorang anak maka Umar berkata seperti demikian".
Dan Abu Bakar, Abdullah ibnu al-Zubair, Ali dan Suwaid ibn Muqarrin mengqishash dari
tamparan (pada pipi). Dan Umar mengqishash dari pukulan dengan alat pemukul. Dan Ali
mengqishash dari tiga kali cambukan. Dan Syuraih mengqishash dari cambukan dan garukan.
(HR: Bukhari)

6515. Dari Abdullah Ibnu Mas`ud, dia berkata: Seorang laki-laki bertanya: "Wahai
Rasulullah, dosa apakah yang paling besar di sisi Allah?" Beliau bersabda:"(Dosa yang paling
besar) adalah bahwa kamu menyembah (membuat) sepadan kepada Allah sedangkan Dia telah
menciptakan kamu". Ia bertanya: "Kemudian apa lagi?" Beliau bersabda: "Kamu membunuh
anakmu, karena mengkhawatirkan dia makan bersama kamu". Ia bertanya: "Kemudian apa,
lagi?" Beliau bersabda: "Kamu menzinahi istri tetanggamu". Lalu Allah Azza Wa Jalla
menurunkan, sebagai pembenaran demikian: " Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan
yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) --
kecuali dengan (alasan) yang benar -- dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan
demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya)." (Al-Furqan:68)
(HR: Bukhari)

6516. Dari Abdullah Ibnu Umar ra., dia berkata: Rasuullah saw bersabda: "Orang mukmin
selalu berkelapangan (jiwa) dalam keberagamannya selama dia tidak melanggar darah
haram".
(HR: Bukhari)

6517. Dari Abdullah Ibnu Umar ra., dia berkata: "Sesungguhnya diantara kebinasaan perkara-
perkara yang tidak ada jalan keluar bagi orang yang menjatuhkan dirinya dalam kebinasaan
itu adalah menginginkan darah haram, tanpa kehalalannya".
(HR: Bukhari)

6518. Dari Abdullah, ia berkata: Nabi saw bersabda: "Pengadilan pertama yang diputuskan
diantara manusia adalah dalam (hal pengaliran) darah".
(HR: Bukhari)

6519. Dari Miqdad Ibnu `Amr Al-Kindi, kawan sertia bani Zuhrah, dan dia mengikuti Badar
bersama Nabi saw., bahwa sesungguhnya dia bertanya: "Wahai Rasulullah, bila aku bertemu
(menghadapi) orang kafir, lalu kita berperang (bunuh membunuh) lalu dia menghantam
tanganku dengan pedang dan dia memenggal tanganku, kemudian dia berlindung pada sebuah
pohon dan dia mengucapkan: "Aku berserah diri kepada Allah". Aku (boleh) membunuh dia
sesudah dia mengucapkan kalimat itu?". Rasulullah saw bersabda: " Janganlah kamu
membunuhnya!" Ia berkata: "Wahai Rasulullah, sesungguhnya, sungguh dia melemparkan
satu tanganku, kemudian dia mengucapkan (kalimat) itu sesudah memotongnya. Aku (boleh)
membunuhnya?". Beliau bersabda: "Janganlah kamu membunuhnya. Bila kamu
membunuhnya makan sungguh dia dalam kedudukan kamu (sebagai muslim yang haram
dibunuh) sebelum kamu membunuhnya dan kamu dalam kedudukannya sebelum dia
mengucapkan kalimat yang diucapkannya itu".
(HR: Bukhari)

6520. Dari Abdullah Ibnu Abbas, dia berkata: "Nabi saw bersabda kepada Miqadad (yang
membunuh orang sesudah mengucapkan syahadat): "Apabila seorang mukmin merahasiakan
keimanannya bersama kaum kafir, lalu dia menampakkan keimanannya, lalu kamu
membunuhnya, maka demikian itulah kamu dahulu sewaktu di Makkah, kamu merahasiakan
keimananmu sebelumnya".
(HR: Bukhari)

6521. Dari Abdulullah Ibnu Mas`ud ra., dari Nabi saw beliau bersabda: "Tidaklah suatu jiwa
dibunuh kecuali atas putra Adam yang pertama (Qabil), bagian (tanggungan) padanya".
(HR: Bukhari)

6522. Dari Abdullah Ibnu Umar , dari Nabi saw beliau bersabda: "Janganlah kalian kembali
kafir (murtad) sesudah (sepeninggal)ku dimana sebagian kalian menghantam leher sebagian
(yang lain)."
(HR: Bukhari)

6523. Dari Jarir, dia berkata: Nabi saw bersabda di Haji Wada` (Haji perpisahan beliau dengan
kaum muslimin, tahun 10 H): "Peribtahkan orang-orang itu supaya diam, (untuk
mendengarkan khutbah) janganlah kalian kembali menjadi orang-orang kafir sesudah
(wafat)ku, dimana sebagian kalian memenggal leher sebagian (yang lain)".
(HR: Bukhari)

6524. Dari Abdullah Ibnu `Amr, dari Nabi saw, beliau bersabda: "Dosa-dosa besar:
mempersekutukan Allah, menduharkai ibu bapak". Atau beliau bersabda: "Sumpah
palsu", keraguan dari Syu`bah. Dan Mu`adz berkata: "Syu`bah meriwayatkan: Beliau
bersabda: "Dosa-dosa besar: mempersekutukan Allah, sumpah dusta dan menduharkai
dua orang tua". Atau beliau bersabda : "dan membunuh jiwa".
(HR: Bukhari)

6525. Dari Annas ra., dari Nabi saw, beliau bersabda: "Dosa-dosa besar -- Dari Anas Ibnu
Malik, dari Nabi saw, beliau bersabda: "Sebesar-besar dosa-dosa besar -- adalah
mempersekutukan Allah, membunuh jiwa, menduharkai dua orang tua dan ucapan
dusta". Atau beliau bersabda: "dan persaksian dusta (palsu)".
(HR: Bukhari)

6526. Dari Usamah Ibnu Zaid Ibnu Haritsah ra., dia bercerita: Rasulullah saw mengutus kamis
ke Huraqah dari (kabilah) Juhainah, lalu kami tiba pada kaum di pagi hari maka kami
menghardik mereka. Dan aku bersama seseorang laki-laki dari (sahabat) Anshar
menemukan seorang laki-laki dari mereka. Ketika kami mendatangi laki-laki itu maka
ia mengucapkan "LAA ILAAHA ILLALLAH", maka laki-laki dari Anshar ini menahan
dirinya (tidak membunuhnya), lalu aku menikamnya dengan tombakku hingga aku
membunuhnya. Maka ketika kami pulang, perkara itu sampai kepada Nabi saw, maka
beliau bersabda kepadaku: "Hai Usama, adakah kamu membutnuhnya sesudah ia
mengucapkan "LAA ILAAHA ILLALLAH?" Aku berkata: "Wahai Rasulullah, sungguh
ia tidak lain hanya berlindung (menyelamatkan diri dengan ucapan syahadat)". Beliau
bersabda: "Adalah kamu membunuhnya sesudah ia mengucapkan LAA ILAAHA
ILLALLAH?" Usama berkata: Maka beliau selalu mengulang-ulangnya (bertanya)
kepadaku hingga aku melamunkan bahwa aku tidak masuk Islam sebelum hari ini
(yakni, keislamanku yang terjadi sebelum hari ini tanpa berdusta, karena Islam
menghapus dusta yang terjadi sebelumnya).
(HR: Bukhari)

6527. Dari Ubadah Ibn al-Shamit ra., dia berkata: "Sesungguhnya aku termasuk kepala-kepala
kelompok (nuqaba`) yang berbaiat kepada Rasulullah saw. Kami berbaiat kepada beliau
atas: "Kami tidak akan mempersekutukan Allah kepada sesuatu, kami tidak akan
mencuri, kami tidak akan berzina, kami tidak akan membunuh jiwa yang diharamkan
oleh Allah, kami tidak akan merampas dan kami tidak akan durhaka, dengan (jaminan)
surga bila kami melaksanakan demikian itu". Maka apabila kami melanggar sebagian
dari yang demikian itu, maka keputusan demikian itu kepada Allah (Yang hendak
menyiksa atau mengampun menurut kehendak-Nya)".
(HR: Bukhari)

6528. Dari Abdullah ibnu Umar ra., dari Nabi saw., beliau bersabda: "Barangsiapa
mengangkat senjata (memerangi) terhadap kita, maka ia tidak termasuk dari (golongan)
kita".
(HR: Bukhari)

6529. Dari Al-Ahnaf Ibd Qais, dia berkata: Aku telah berangkat untuk membela laki-laki (Ali
Ibnu Thalib) itu, lalu Abu Bakrah menemui aku maka dia bertanya: "Kemanakah kamu
berkehendak?" Aku menjawab: "Aku hendak membela laki-laki itu". Ia berkata:
"Kembalilah kamu, sesungguhnya aku mendengar Rasulullah saw bersabda: "Apabila
dua orang muslim bertemu dengan mereka, maka pembunuh dan yang dibunuh adalah
dineraka". Aku berkata: "Wahai Rasulullah, ini (untuk) pembunuh, maka apakah
gerangan orang yang dibunuh?" Beliau bersabda: "Sesungguhnya ia (korban) adalah
bersikerang membunuh kawannya (pembunuhnya)".
(HR: Bukhari)

6530. Dari Anas Ibn Malik ra., bahwa seorang laki-laki Yahudi menghantam kepala seorang
perempuan (dengan cara) di antara dua batu, maka ditanyuakan kepada perempuan itu,
"Siapakah orang yang berbuat demikian kepadamu? Polan atau Polan?", hingga
disebutlah seorang Yahudi, maka orang Yahudi itu dibawa kepada Nabi saw, lalu beliau
selalu bertanya kepadanya hingga ia mengakui, maka kepalanya dihantam dengan batu.
(HR: Bukhari)

6531. Dari Anas Ibnu Malik, dia berkata: Seorang perempuan keluar dari Madinah dengan
memakai perhiasan perak, lalu seorang Yahido melempar batu terhadapnya, lalu
perempuan itu dibawanya kepada Nabi saw dalam keadaan bernafas terakhir, maka
Rasulullah saw bersabda kepadanya: "Polan yang membunuh kamu (?)", maka
perempuan itu mengangkat kepalanya, lalu beliau mengulang kepadanya: "Polan yang
membunuh kamu (?)", maka perempuan itu mengangkat kepalanya, lalu beliau bersabda
kepadanya pada ke tiga kalinya: "Polan yang membunuh kamu (?)", maka perempuan
itu menundukkan kepalanya (isyarat), maka Rasulullah saw memanggil orang Yahudi
itu lalu beliau membunuhnya diantara dua batu.
(HR: Bukhari)

6532. Dari Abdullah Ibnu Mas`ud ra., dia berkata: Rasulullah saw bersabda: "Tidaklah halal
darah seorang muslim yang bersaksi (syahadat) bahwa sesungguhnya tiada Tuhan selain
Allah dan sesunggunya aku adalah Rasul Allah, kecuali oleh salah satu dari tiga
perkara: Jiwa (pembunuhan) dengan jiwa, janda/duda yang berzina dan orang yang
melepas dari agama, yang minggalkan jamaah (kaum muslimin)".
(HR: Bukhari)

6533. Dari Anas Ibnu Malik ra., bahwa sesungguhnya seorang Yahudi membunuh seorang
perempuan yang berhiasan perak, maka dia membunuh perempuan itu dengan batu, lalu
perempuan itu didatangkan kepada Nabi saw dengan sisa nyawanya. Maka beliau
bersabda kepadanya: "Adakah Polah itu yang membunuh kamu?" Perempuan itu
berisyarat dengan kepalanya "Bukan". Beliau bersabda kedua kali maka perempuan itu
berisyarat dengan kepalanya "Bukan", kemudian beliau berisyarat dengan kepalanya
"Bukan", kemudian beliau bertanya kepada perempuan itu ke tiga kalinya maka
perempuan itu berisyarat dengan kepalanya "Ya". Maka Nabi saw membunuh orang
Yahudi itu dengan dua buah batu.
(HR: Bukhari)
6534. Dari Abu Hurairah, bahwa pada tahun Fathu Makkah kabilah Khuza`ah membunuh
seseorang laki-laki dari Bani Laits karena ada korban pembunuhan di pihak mereka
(Khuza`ah) di zaman jahiliyah. Maka Rasulullah saw berdiri lalu beliau bersabda:
"Sesungguhnya Allah menahan (Pasukan) Gajah terhadap Makah dan Dia
mengusahakan penduduk Makah kepada Rasul-Nya dan kaum mukminin. Ingat, dan
sesungguhnya Makah tidaklah halal bagi seorang pun sebelum aku, dan Makah tidaklah
halal bagi seorangpun sesudah aku. Ingat, dan sesungguhnya Makah telah dihalalkan
kepadaku (untuk mengadakan peperangan) hanya sesaat dari siang hari. Ingat, dan
sesungguhnya itu adalah saatku ini. Ia (Makah) adalah haram: tidaklah dipetik durinya
(Makah), tidaklah dipotong pohonnya dan tidaklah menemukan barang temuan di
Makah selain orang yang mencarinya. Dan siapa yang mempunyai korban pembunuhan
maka dia (walinya) dapat memilih dari dua pandangan yang lebih baik: adakalanya
(pembunuh) dikenakan diyat dan adakalanya diqishash". Maka seorang laki-laki dari
penduduk Yaman, yang disebut (bernama) Abu Syah, berdiri lalu ia berkata:
"Catatkanlah untukku, wahai Rasulullah!". Maka Rasulullah saw bersabda:
"Catatkanlah untuk Abu Syab". Kemudian seorang dari Quraisy (Abbas Ibn Abdul
Muthalib) berdiri lalu berkata: "Wahai Rasulullah, selain idzkhir (sejenis rumpun yang
berbau wangi, bisa untuk atap rumah), karena sungguh kami membuatnya untuk (atap)
rumah kami dan makam kamu". Maka Rasulullah saw bersabda: "Selain idzkhir".
Ubaidilah mutaba`ah dari Syaibah dari kata "Gajah", dan sebagian para perawi
mengatakan dari Abu Nu`aim, "Pembunuhan ("al-qatla"), tidak "al-fiela: Gajah"). Dan
Ubaidilah berkata: "...adakalanya dikenakan qishash untuk keluarga pembunuhan".
(Ada tambahan "untuk keluarga korban pembunuhan").
(HR: Bukhari)

6535. Dari Abdullah Ibnu Abbas ra, dia berkata: Dahulu pada Bani Israil adanya qishash dan
tidak ada pada mereka diyat, lalu Allah berfirman kepada umat ini:"Diwajibkan atas
kami qishash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; orang mendeka dengan
orang merdeka, hamba dengan hamba dan wanita dengan wanita. Maka barangsiapa
yang mendapat suatu pema`afan dari saudaranya dari saudaranya, hendaklah (yang
memaafkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi maaf)
membayar (diyat) kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik (pula). Yang
demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. Barangsiapa
yang melampaui batas sesudah itu, maka baginya siksa yang sangat pedih". (Al-
Bawarah:178) Abdullah Ibnu Abbas berkata: "Pemaafan adalah keluarga korban
pembunuhan menerima diyat (tidak menindak Qishash) dalam pembunuhan disengaja".
Ibnu Abbas berkata: "Mengikuti dengan cara yang baik adalah menuntut (diyat dari
pembunuh) dengan cara yang baik, dan (pembunuh) supaya memenuhi dengan terbaik".
(HR: Bukhari)

6536. Dari Abdullah Ibnu Abbas, bahwa sesungguhnya Nabi saw bersabda: "Orang (kaum
muslimin) yang paling dibenci oleh Allah adalah tiga: orang yang condong dari
kebenaran (dhalim) ditanah Haram, orang yang menuntut hukum Jahiliyah didalam
Islam dan orang yang menuntut darah seorang tanpa hak untuk mengalirkan darahnya".
(HR: Bukhari)

6537. Dari Aisyah: Kaum musyrikin dipecundangi dalam peristiwa Uhud. Dari Aisyah ra., dia
berkata: "Iblis berteriak pada peristiwa Uhud ditengah orang-orang (pasukan muslimin):
"Hai hamba-hamba Allah, (awas) pasukan dibelakang kamu!", maka pasukan depan dari
mereka berbalik menghadapi pasukan belakang hingga mereka membunuh Yaman
(ayah Hudzaifah), maka Hudzaifah berseru: "(Itu) ayahku, (Itu) ayahku (jangan
dibunuh)!", maka mereka membunuhnya (disangka termasuk pasukan kaum musyrikin).
Lalu Hudzaifah berkata: "Semoga Allah mengampuni kalian". Perawi mengatakan:
"Dan adalah kamu dari mereka (pasukan musyrikin) dipecundangi sehingga mereka
menyusul ke Thaif".
(HR: Bukhari)

6538. Dari Anas Ibn Malik, bahwa sesungguhnya seorang Yahudi memecah kepala seorang
perempuan (dengan cara meletakkannya) diantara dua batu, lalu ditanyakan kepada
perempuan itu: "Siapakah yang berbuat terhadap kamu ini? Adakah Polan, adakah
Polan?", hingga disebutlah seorang Yahudi maka perempuan itu berisyarat dengan
kepalanya (ya,betul), maka orang Yahudi itu didatangkan lalu ia mengakui, maka Nabi
saw memerintahkan terhadapnya, maka kepalanya dipecah dengan batu. --- Dan
sungguh Hammam berkata: "... dengan dua buah batu"--.
(HR: Bukhari)

6539. Dari Anas Ibn Malik ra, bahwa sesungguhnya Nabi saw membunuh seorang Yahudi
karena (ia membunuh) seorang perempuan yang dibunuhnya dalam keadaan kerhiasan
perak.
(HR: Bukhari)

6540. Dari Aisyah ra, dia berkata: Kami memberi obat (pada mulut) Nabi saw, ketika beliau
sakit, maka beliau bersabda: "Janganlah kalian memberi obat (di mulut) kepadaku",
maka kami mengatakan: "(Larangan Nabi itu) adalah kebencian orang sakit terhadap
obat". Maka ketika beliau telah sadar (berjaga), beliau bersabda: "Tidaklah seorang dari
kamu berada kecuali ia diobati (pada mulutnya), selain Abbas, karena sesungguhnya dia
tidak hadir pada kalian".
(HR: Bukhari)

6541. Dari Abu Hurairah, sesungguhnya dia mendengar Rasulullah saw bersabda: "Kita
adalah orang-orang akhir (didunia) pendahulu-pendahulu (diakhirat)". Dan dengan
isnad hadits tersebut: "Apabila seorang melongok kedalam rumahmu dan kamu belum
mengizinkan kepadanya, lalu kamu melemparkan batu kepadanya maka kamu mencukil
matanya, maka tidaklah ada dosa (tuntutan) terhadap kamu".
(HR: Bukhari)

6542. Dari Yahya, dari Humaid, bahwa sesungguhnya seorang laki-laki melongok ke dalam
rumah Nabi SAW maka beliau melemparkan anak panah kearahnya. Maka aku (Yahya)
berkata: "Siapakah yang meriwayatkan demikian kepadamu (Humaid)?". Ia (Humaid)
berkata: "Anas Ibn Malik".
(HR: Bukhari)

6543. Dari Aisyah, dia berkata: ketika terjadi peristiwa Uhud, kaum musyirikin terpecundangi,
maka iblis berteriak: "Hai hamba-hamba Allah, perangilah pasukan di belakang kamu!".
Maka pasukan dengan berbalik lalu mereka bersikeras bersama pasukan belakang, lalu
Hudzaifah memandangi, tiba-tiba dia menemukan ayahnya, al-Yaman, maka dia
berkata: "Hai hamba-hamba Allah, ayahku, ayahku (itu, jangan dibunuh)!". Aisyah
berkata: Maka demi Allah, mereka tidak menahan sehingga mereka membunuhnya, lalu
Hudzaifah berkata: "Semoga Allah mengampun kepada kalian". Urwah berkata: Maka
dalam diri Hudzaifah selalu dalam kebaikan hingga dia kembali kepada Allah (wafat).
(HR: Bukhari)
6544. Dari Salamah, dia berkata: Kami berangkat ke Khaibar bersama Nabi saw, lalu seorang
laki-laki dari mereka berkata: "Perdengarkanlah kami, hai `Amir (paman Salamah) dari
tembang-tembang Rajaz milikmu". Maka `Amir menggiring mereka dengan berrajaz.
Lalu Nabi saw bersabda: "Siapakah yang menggiring?". Mereka menjawab: "`Amir".
Maka beliau bersabda: "Semoga Allah merahmati dia". Mereka berkata: "Wahai
Rasulullah, tidakkah sebaiknya engkau melegakan kami dengan (kehidupan)nya
(sebelum cepat-cepat meninggal, syahid oleh doa Nabi tersebut)?". Lalu dia (`Amir)
terkena (pedangnya sendiri) pada pagi harinya, maka kaum (orang-orang)berkata:
"Amalnya lebur: ia membunuh dirinya". Ketika aku kembali -- sedang mereka
membicarakan bahwa sesungguhnya `Amir telah melebur amalnya -- maka aku datang
kepada Nabi saw, lalu aku berkata: "Wahai Nabi Allah, tebusan engkau adalah ayahku
dan ibuku, mereka menyangka bahwa `Amir telah terlebur amalnya". Maka beliau
bersabda :"Berdustalah orang yang berkata demikian (amalnya terlebur). Sungguh
baginya dua pahala; sesungguhnya dia adalah orang yang bersungguh-sungguh (dalam
kebaikan) pula orang yang berjihad (di jalan Allah), dan pembunuhan manakah yang
menambahkan pahala pada pahalanya".
(HR: Bukhari)

6545. Dari `Imran Ibn Hushain, bahwa sesungguhnya seorang laki-laki menggigit tangan
seorang laki-laki lalu ia (yang digigit) mencabut tangannya dari mulutnya (penggigit)
maka dua buah gigi serinya jatuh, lalu mereka mengajukan hukum kepada Nabi saw,
lalu beliau bersabda: "Seorang dari kamu menggigit saudaranya sebagaimana binatang
jantan mengigit. Tidaklah ada diyat untukmu".
(HR: Bukhari)

6546. Dari Ya`la, dia berkata: Aku berangkat dalam suatau peperangan, lalu seorang laki-laki
menggigit maka gigi serinya tercabut, lalu Nabi saw membatalkan (tebusan) giginya.
(HR: Bukhari)

6547. Dari Anas ra, bahwa sesungguhnya anak perempuan Nadhar menempeleng seorang
perempuan maka dia memecahkan gigi serinya, lalu mereka (keluarga perempuan yang
terpecah giginya) datang kepada Nabi saw, maka beliau memerintahkan supaya
diqishash (dipecah giginya).
(HR: Bukhari)

6548. Dari Abdulullah Ibnu Abbas, dari Nabi saw, beliau bersabda: "Ini dan ini adalah sama
(dalam diyat)", yakni jari kelingking dan ibu jari".
(HR: Bukhari)

6550. Dari Ubaidillah Ibn Abdullah, dia berkata: Aisyah berkata: "Kami mengobati Rasulullah
saw (dengan obat yang disedot pada sisi mulut) ketika beliau sakit dan beliau bertindak
isyarat kepada kami, "Janganlah kalian memberi obat (sedot) kepadaku". Maka kami
mengatakan, "Oleh ketidaksukaan orang sakit terhadap obat". Lalu ketika beliau telah
sembuh, beliau bersabda: "Tidaklah aku telah melarang kalian untuk mengobati aku?".
Kami berkata: "Oleh katidaksukaan terhadap obat". Maka Rasulullah saw bersabda:
"Tidaklah tersisa seorang dari kalian kecuali ia (harus) diobati (sedotan mulut)
sedangkan aku memandang (yakni di hadapan beliau) selain al-Abbas, sungguh dia
tidak hadir pada kalian itu".
(HR: Bukhari)

6551. Dari seorang laki-laki dari Anshar, Sahl ibn Hatsmah, bahwa sesungguhnya sekeompok
orang dari kaumnya pergi ke Khaibar lalu mereka menyebar disana dan mereka
menemukan seorang dari mereka (Abdullah bin Sahl) terbunuh, dan mereka berkata
kepada orang-orang yang berada ditempat, "Kamu membunuh kawan kami?" Mereka
menjawab: "Kami tidak membunuh dan kami tidak mengetahui pembunuh". Maka
mereka (kelompok) pergi kepada Nabi saw, lalu mereka berkata: "Wahai Rasulullah,
kami pergi ke Khaibar, lalu kami menemukan seorang dari kami terbunuh". Nabi saw
bersabda: "Yang besar (yang berbicara), yang besar (yang berbicara)", kemudian beliau
bersabda kepada mereka: "Kalian dapat mendatangkan bukti (untuk menyatakan)
terhadap orang yang membunuhnya?". Mereka menjawab: "Kami tidak punya bukti".
Beliau bersabda: "Maka mereka (supaya) bersumpah (tidak membunuh)". Mereka
berkata: "Kami tidak ridha dengan sumpah orang-orang Yahudi". Lalu Rasulullah saw,
tidak suka membatalkan darahnya, maka beliau memberikan diyat seratus ekor unta dari
harta zakat.
(HR: Bukhari)

6552. Dari Abu Qilabah, bahwa sesungguhnya Umar Ibn Abdul Aziz pada suatu hari
menampakkan singgasananya kepada orang-orang kemudian beliau mengizinkan
kepada mereka maka mereka masuk. Lalu beliau berkata: "Apakah perkataan kalian
dalam masalah sumpah?". Kami mengatakan: "Sumpah adalah, Qishash itu wajib
dengan sumpah itu dahulu para khalifah mengqishash". Beliau (Umar ibn Abdul Aziz)
berkata kepadaku: "Apa perkataanmu, hai Abu Qilabah?", dan beliau menampilkan aku
kepada orang-orang, maka aku berkata: "Wahai Amirul Mukminin, dihadirat engaku
adalah para kepala pseukan-pasukan dan orang-orang mulia bangsa Arab,
bagaimanakah pendapat engkau apabila 50 orang dari mereka bersaksi terhadap seorang
laki-laki muhshan di Damascus bahwa ia sungguh berzina sedangkan mereka tidak
melihatnya? Adakah engkau merajamnya?" Beliau mengatakan: "Tidak". Aku berkata:
"Bagaimana pendapat engkau apabila 50 orang dari mereka bersaksi terhadap seorang
laki-laki di Himsa bahwa ia sungguh mencuri adakah engkau memotong tangannya,
sedangkan mereka tidak melihatnya?" Beliau mengatakan: "Tidak" Aku berkata: "Maka
demi Allah, tidaklah Rasulullah saw membunuh seorangpun, sama sekali, kecuali dalam
tidak hal: laki-laki yang membunuh oleh kejahatan dirinya (secara dhalim) maka ia
dibunuh (secara qishash), laki-laki yang berzina sesudah terjaga (muhshan: sudah
pernah merasakan jima` halal) atau laki-laki yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan
dia murtad (keluar) dari Islam". Maka berkatalah kamu: "Dan tidakkah Anas bin Malik
telah meriwayatkan bahwa Rasulullah saw memotong (tangan) dalam pencurian dan
beliau memaku mata kemudian beliau melemparkan mereka dalam terik matahari".
Maka aku berkata: "Aku menceritakan haditsnya Anas kepada kalian, dimana Anas
menceritakan kepadaku bahwa sekelompok orang dari kabilah Ukal yang berjumlah
delapan orang datang kepada Rasulullah saw lalu mereka berbaiat kepada beliau atas
keislaman, lalu mereka tidak betah ddengan tanah negeri (Madinah) maka badan
mereka sakit, dan mereka mengadukan demikian kepada Rasulullah saw" Beliau
bersabda: "Tidakkah (sebaiknya) kalian (Ukal) keluar bersama pengembala kami ke
untanya, lalu kalian mendapatkan air susunya dan air kencingnya?" Mereka menjawab:
"Ya". Maka mereka keluar dan meminum air susunya dan air kencingnya, maka mereka
sehat dan mereka membunuh pengembala Rasulullah saw dan menggiring hewan ternak
(unta) beliau. Lalu sampailah demikian ini kepada Rasulullah saw, maka beliau
mengutus (melepas orang) di belakang mereka, lalu mereka dapat ditemukan, maka
mereka dibawa (kepada Nabi), maka beliau memerintahkan maka tangan dan kaki
mereka dipotong dan mata mereka di paku lalau beliau melemparkan mereka diterik
matahari sehingga mereka meninggal. Aku (Abu Qilabah) berkata: "dan manakah
sesuatu lebih keras (kejam) daripada tindakan mereka? Mereka murtad dari Islam,
mereka membunuh dan mereka mencuri". Lalu Anbasah ibn Sa`id berkata: "Demi
Allah, tidak pernah sama sekali aku mendengar seperti (demikian) pada hari ini". Maka
aku berkata: "apakah kamu menolak haditsku, hai Anbasah?" Ia berkata: "Tidak, hanya
saja aku membawakan hadits sesuai dengan aturannya. Demi Allah, pasukan ini selalu
dalam keadaan baik semasih sesepuh (Abu Qilabah) ini ditengah kalian". Aku berkata:
"Dan sungguh dalam (perkara) ini terdapat perilaku (sunah) Rasulullah saw:
Sekelompok orang-orang Anshar masuk kepada beliau, lalu mereka berbicara
dihadapan beliau, lalu seorang laki-laki dari mereka keluar dari majlis mereka lalu ia
terbunuh, maka mereka keluar sesudahnya. Tiba-tiba mereka menemukan kawannya itu
bergelimpangan dalam (kubangan) darah. Mereka kembali kepada Rasulullah saw, lalu
mereka berkata: "Wahai Rasulullah, kawan kami tadi berbicara bersama kami lalu ia
keluar dari tengah-tengah kami, tiba-tiba kami menemukannya bergelimpangan dalam
(kubangan) darah". Maka Rasulullah saw keluar lalu beliau bersabda: "Terhadap
siapakah kalian menyangka pembunuhan terhadap dia?" Mereka menjawab: "Kami
menyangka orang-orang Yahudi telah membunuhnya". Lalu beliau mengutus (utusan)
kepada orang-orang Yahudi beliau memanggil mereka. Lalu beliau bertanya: "Kalian
membunuh orang ini?". Mereka menjawab: "Tidak". Beliau bersabda: "Adakah kalian
rela dengan sumpahnya 50 orang dari orang-orang Yahudi, (bahwa) mereka tidak
membunuhnya?" Mereka (Ukal) berkata: "Kami tidak pedulikan mereka membunuh
kami semuanya kemudian mereka bersumpah". Beliau bersabda: "Maka apakah kamu
berhak terhadap diyat dengan sumpahnya 50 orang dari kamu?" Mereka menjawab:
"Sungguh kami tidak mau bersumpah". Maka beliau membayar diyatnya dari pribadi
beliau. Aku (Abu Qilabah) berkata: Dan adalah kabilah Hudzail melepaskan hak dan
kewajiban kepada seorang dari mereka di masa Jahiliyah, lalu ia menyerbu suatu
keluarga dari (asal) Yaman di Bhathha` (di Makah), maka seorang laki-laki dari mereka
bangkitkepadanya, maka ia melemparkan pedang kepadanya dan membunuhnya. Lalu
Hudzail datang dan menangkap laki-laki Yaman itu lalu mereka membawanya kepada
Umar di waktu haji dan mereka berkata: "Ia membunuh kawan kami". Maka laki-laki
itu berkata: "Sungguh mereka (Hudzail) telah melepasnya". Umar berkata: "50 orang
dari Hudzail (supaya) bersumpah, (bahwa) mereka tidak melepaskan
(membiarkan)nya". Berkata Abu Qilabah: Maka dari mereka bersumpah sejumlah 49
orang laki-laki, dan datanglah dari Syam seorang laki-laki dari mereka lalu mereka
memintanya supaya bersumpah maka ia menebus sumpahna kepada mereka dengan
seribu dirham, lalu mereka memasukan laki-laki lain pada kedudukannya, maka ia (laki-
laki lain) menyerahkan (seribu dirham) kepada saudara korban (terbunuh) maka
tangannya digandengkan pada tangannya. Mereka berkata: Maka kami berangkat
bersama 50 orang yang bersumpah; hingga mreka sesampai di Nakhlah, mereka
tertimpa hujan maka mereka masuk ke dalam goa di gunung, lalu goa itu runtuh
menimpa 50 orang yang bersumpah, maka mereka meninggal semuanya, dan dua orang
yang bergandengan lolos dan diikuti sebuah batu (menimpa keduannya) maka batu itu
memecah kaki saudara korban maka ia hidup selama satu tahun kemudian ia meninggal.
Aku (Abu Qilabah) berkata: Dan sungguh adalah Abdul Malik ibn Marwan
mengqishashkan seorang laki-laki dengan persumpahan kemudian beliau menyesal atas
tidakannya maka beliau memerintahkan kepada 50 orang yang bersumpah, maka
mereka dihapus dari daftar (Pasukan) dan beliau membuang mereka ke syam.
(HR: Bukhari)

6553. Dari Anas bin Malik ra, bahwa sesungguhnya seorang laki-laki melongok pada sebagian
kamar-kamar Nabi saw, maka beliau bangkit kepadanya dengan (membawa) anak panah
-- atau beberapa anak panah -- dan beliau bertindak mengintai untuk menikamnya.
(HR: Bukhari)

6554. Dari Sahl bin Sa`d Al-Sa`idi, bahwa sesungguhnya seorang laki-laki melongok pada
lubang di pintu Rasulullah saw dan bersama Rasulullah saw adalah semacam sisir untuk
menyisir rambut beliau. Ketika Rsaulullah saw melihat laki-laki itu maka beliau
bersabda: "Seandainya aku mengetahui bahwa kamu melihat aku, niscaya aku
menikamnya (semacam sisir) pada kedua matamu". Rasulullah saw bersabda:
"Sesungguhnya mohon izin itu dijadikan (syarat) tidak lain dari arah (segi) penglihatan
(supaya tidak melihat surat tuan rumah)".
(HR: Bukhari)
Dari Abu Hurairah, dia berkata: "Abdul Qasim saw bersabda: "Sungguh seandainya
6555. seorang melongok pada (rumah)mu tanpa izin lalu kamu melemparkan kerikil kecil
kepadanya maka kamu mencukil matanya, maka tidaklah ada dosa (denda) atas kamu".
(HR: Bukhari)

6556. Dari Abu Juhaifah dia berkata: Aku bertanya Ali (ibn Abu Thalib) ra: "Adakah engkau
mempunyai sesuatu (tertulis dari Nabi saw) yang tidak terdapat didalam Al-Quran --
dan sekali tempo dia berkata: yang tidak terdapat pada orang-orang --" Maka Ali
berkata: "Demi Dzat Yang membelah biji dan menciptakan manusia, tidaklah kamu
mempunyai selain yang terdapat di dalam Al-Quran, kecuali kepintaran yang diberikan
kepada orang laki-laki dalam Kitab-Nya dan (kecuali) sesuatu didalam shahifah?"
Beliau (Ali) menjawab: "(Shahifah itu berisi tentang) diyat melepas tawanan (muslim)
dan tidaklah orang muslim dibunuh sebab (membunuh) orang kafir".
(HR: Bukhari)

6557. Dari Abu Hurairah ra bahwa sesungguhnya dua orang perempuan (istri Hamal bin
Malik) dari kabilah Hudzail, seorang dari keduanya melemparkan (batu) kepada yang
lain, lalu ia menanggalkan janinnya, maka Rasulullah saw menghukumi kepadanya
dengan (diyat) seorang budak, laki-laki atau perempuan.
(HR: Bukhari)

6558. Dari Mughairah ibn Syu`bah, dari Umar (ibn Khatab) ra, bahwa sesungguhnya beliau
mohon pendapat (bermusyawarah) kepada mereka (sahabat) dalam pengguguran (janin
oleh) perempuan, maka Mughairah berkata: "Nabi saw memutuskan dengan (diyat)
budak, laki-laki atau perempuan. Umar berkata: "Datangkanlah orang yang
menyaksikan bersama kamu!". Maka Muhammad ibn Maslamah bersaksi bahwa dia
menyaksikan Nabi saw memutuskan demikian.
(HR: Bukhari)

6559. Dari (Urwah) ayah Hisyam, bahwa sesungguhnya Umar meminta kepada orang-orang
(sahabat), "Siapakah yang mendengar Nabi saw memutuskan dalam hal janin yang
digugurkan". Dan Mughairah berkata: "Aku mendengar beliau memutuskan dalam
demikian ini dengan budak laki-laki atau perempuan". Umar berkata: "Datangkanlah
orang yang menyaksikan bersama kamu atas keputusan ini!". Maka Muhammad ibnu
Maslamah berkata: "Aku menyaksikan Nabi (memutuskan) sepadan (persaksian
Mughairah) itu".
(HR: Bukhari)

6560. Dari Urwah, bahwa sesungguhnya dia mendengar Mughairah bin Syu`bah menyatakan
diri Umar bahwa beliau bermusyawarah (minta pendapat) kepada mereka (para sahabat)
dalam pengguguran (janin oleh) perempuan. Sepadan hadist tersebut diatas.
(HR: Bukhari)
6561. Dari Abu Hurairah, bahwa sesungguhnya Rasulullah saw memutuskan dalam (masalah)
janinnya perempuan dari bani Lihyan, dengan budak laki-laki atau perempuan.
Kemudian sesungguhnya perempuan yang diputuskan oleh beliau dengan (diyat) budak
itu meninggal, maka Rasulullah saw memutuskan bahwa sesungguhnya warisannya
dalah untuk anak-anak dan suaminya, dan sesungguhnya diyat itu atas para ashabah.
(HR: Bukhari)

6562. Dari Abu Hurairah ra, dia berkata: Dua orang perempuan dari kabilah Hudzail saling
(berusaha) membunuh, lalu seorang dari keduannya melempar batu kepada yang lain
dimana dia membunuhnya dan (membunuh) janin didalam perutnya. Maka (sahabat)
mengadukan kepada Nabi saw, lalu beliau memutuskan bahwa diyat janinnya adalah
budak, budak laki-laki atau budak perempuan, dan beliau memutuskan bahwa diyat
perempuan adalah atas ashabanya.
(HR: Bukhari)

6563. Dari Abu Hurairah bahwa sesungguhnya Rasulullah saw bersabda: "Binatang, (yakni)
kenakalannya adalah sia-sia, sumur (hal-hal yang terjadi di sumur) adalah sia-sia dan
pertambangan adalah sia-sia, dan pada barang temuan (harta karun di zaman Jahiliyah)
adalah seperlima (zakatnya)".
(HR: Bukhari)

6566. Dari Abdullah ibn `Amr dari Nabi saw, beliau bersabda: "Siapa yang membunuh jiwa
mu`ahad (orang yang dalam tanggungan kaum muslimin) maka dia tidak menghirup
bau surga, dan sesungguhnya bau surga itu didapatkan dari perjalanan empat puluh
tahun".
(HR: Bukhari)
6567. Dari Abu Juhaifah, dia berkata: Aku bertanya kepada Ali ra: "Apakah pada kamu
terdapat sesuatu yang tidak terdapat di dalam Al-Quran -- Dan Ibnu Uyainah berkata:
"... yakni sesuatu yang tidak terdapat pada manusia -- ?". Maka dia (Ali) berkata: "Demi
Dzat Yang membelah biji dan Yang menciptakan manusia, tidak ada pada kami selain
yang terdapat di dalam Al-Quran, kecuali pemahaman yang diberikan kepada seorang
laki-laki dalam Kitab-Nya, dan yang terdapat didalam Shahifah". Aku bertanya: "Dan
apakah yang terdapat di dalam Sahifah?". Dia menjawab: "Diyat, membebaskan
tawanan (dari tangan musuh) dan tidaklah orang muslim dibunuh sebab (membunuh)
orang kafir".
(HR: Bukhari)

6568. Dari Abu Sa`id, dari Nabi saw, beliau bersabda: "Janganlah kamu melebihkan baik
diantara para Nabi".
(HR: Bukhari)

6569. Dari Abu Sa`id Al-Khudriy, dia berkata: Seorang laki-laki Yahudi datang kepada Nabi
saw sedang wajahnya ditempelkan, maka ia berkata: "Wahai Muhammad, sungguh
seorang dari sahabatmu dari Anshar benar-benar menempeleng wajahku". Beliau
bersabda: "Panggilkanlah dia" Maka mereka memanggilnya Beliau bersabda: "Kenapa
kamu menempeleng wajahnya ?" Ia (laki-laki dari sahabat Anshar) berkata: "Wahai
Rasulullah, sungguh aku lewat pada orang-orang Yahudi lalu aku mendengar dia
berkata: "Demi Dzat Yang memilih Musa atas manusia, aku berkata: "Dan atas
Muhammad saw ?" lalu aku terbentak marah, maka aku menempelengnya". Beliau
bersabda: "Janganlah kamu melebihkan baik kepdaku diantara para Nabi.
Sesungguhnya (umat) manusia pingsan pada hari kiamat lalu adalah aku orang pertama
yang siuman, tiba-tiba aku bertemu dengan Arasy. Maka aku tidak tahu, adakah beliau
siuman sebelum aku, ataukah beliau telah dibalas dengan pingsan di Tahur (isinya)?".
(HR: Bukhari)

6570. Dari Abdullah bin Mas`ud ra, dia berkata: Ketika ayat ini "Orang-orang yang beriman
dan tidak mencampurkan keimanan mereka dengan kedhaliman .." (6/Al-An`am 82)
turun, demikian merepotkan para sahabat Nabi saw dan mereka mengatakan: "Siapakah
dari kita yang tidak mencampurkan keimanan dengan suatu kedhaliman?", maka
Rasulullah saw bersabda: "Sesungguhnya maksud itu tidaklah demikian. Apakah kamu
tidak mendengar sampai kepada ucapan Luqman (Al-Hakim): "...sesungguhnya
memusyrikkan (mempersekutukan Allah) adalah benar-benar kedhaliman yang besar"?
(31/Luqman 13).
(HR: Bukhari)

6571. Dari Abu Bakrah ra, dia berkata: Nabi saw bersabda: "Dosa-dosa besar yang paling
besar adalah: Mempersekutukan Allah, durhaka kepada orang tua dan persaksian palsu
-- dan persaksian palsu -- 3 kali atau ucapan palsu (dusta)". Maka beliau selalu
mengulang-ulang hingga kami mengatakan, "semoga beliau diam".
(HR: Bukhari)

6572. Dari Abdullah ibn `Amr ra dia berkata: Seorang dusun (a`rabi) datang kepada Nabi saw
lalu ia bertanya: "Wahai Rasulullah, apakah dosa-dosa besar itu?" Beliau bersabda:
"Memusyrikkan Allah" Ia bertanya: "Kemudian apakah?" Beliau bersabda: "Kemudian
mendurhakai ibu-bapak". Ia bertanya: "Kemudian apakah?" Beliau bersabda: "Sumpah
bohong" Aku berkata: "Dan apakah itu sumpah bohong?" Beliau bersabda: "(Seperti
sumpah) yang memetik harta seorang muslim sedang ia berdusta padanya (sumpah
itu)".
(HR: Bukhari)

6573. Dari Ibnu Masud ra, dia berkata: Seorang laki-laki berkata: "Wahai Rasulullah, apakah
kami dituntut terhadap amal perbuatan kita di masa Jahiliyah?" Beliau bersabda: "Orang
yang bertindak baik di dalam Islam maka ia tidak dituntut terhadap amal perbuatannya
di masa Jahiliyah, dan orang yang bertindak jahat di dalam Islam maka ia dituntut
terhadap perbuatan yang pertama (sesama kafir) dan yang terakhir (semasa Islam)
(HR: Bukhari)

6574. Dari Ikrimah, dia berkata: Dihadirkan kepada Ali ra, orang-orang zindiq (orang-orang
yang merahasiakan kekafiran dan menampakkan keislaman, atau orang-orang yang
tidak mengikuti suatu agama, atau kelompok dari golongan Rafidhah pengikut Abdullah
bin Saba`, yang mengatakan bahwa Ali ra adalah Tuhan), maka beliau membakar
mereka. Lalu demikian itu terdengar oleh Abdullah ibn Abbas, maka dia berkata:
Seumpama itu aku maka tidaklah aku membakar mereka, karena larangan Rasulullah
saw (membunuh dengan api, "Jangalah kamu menukksa dengan siksaan Allah") dan
pastilah aku membunuh mereka, karena sabda Rasulullah: "Barang siapa mengganti
agamanya maka bunuhlah dia".
(HR: Bukhari)

6575. Dari Abu Musa (Abdullah bin Qais al-Asy`ari), dia berkataL Aku menghadap kepada
Nabi saw dan bersamaku adalah dua orang laki-laki dari orang-orang Asy`ari, seorang
dari keduannya berada di kananku dan yang lain berada di kiriku, dan Rasulullah saw
sedang bersiwak. Lalu keduannya meminta (kepemimpinan kepada Nabi), maka beliau
(saw) bersabda: "Hai Abu Musa -- atau sabda beliau: "Hai Badullah bin Qais -- " Abu
Musa berkata: Aku berkata: "Demi Dzat Yang mengutus engkau dengan (membawa)
kebenaran, tidaklah dua orang ini menampakkan kepadaku sesuatu yang terdapat di
dalam jiwa mereka dan tidaklah aku merasakan bahwa keduannya menuntut jabatan",
maka sungguh seakan-akan aku memandangi siwak beliau (Nabi) di bawah dua bibir
beliau yang mengecil, lalu beliau bersabda: "Tidak akan -- atau tidaklah -- kami
menguasakan (menyerahkan) jabatan kami kepda orang yang menghendakinya. Dan
tetapi pergilah kamu, hai Abu Musa -- atau, hai Abdullah bin Qais -- ke Yaman".
Kemudian beliau mengirim Mu`adz bin Jabal di belakangnya. Sesampai Muadz pada
Abu Musa, Abu Musa meletakkan bantalan (untuk bersandar atau duduk). Abu Musa
berkata: "Bermukimlah". Dan tiba-tiba disisi Abu Musa terdapat seorang laki-laki di
ikat. Muadz berkata: "Apakah (laki-laki) itu?" Abu Musa berkata: "Ia dahulu orang
Yahudi, masuk Islam, kemudian jadi Yahudi". Abu Musa berkata: "Duduklah" Mu`adz
berkata: "Aku tidak akan duduk sehingga ia dibunuh, itu hukum Allah dan Rasul-Nya,
(demikian) tiga kali. Maka Abu Musa memerintahkan (pembunuhan) terhadap laki-laki
itu, lalu ia dibunuh, Kemudian kamu (Abu Musa dan Mu`adz) saling mengingatkan
mengenai shalat tengah malam, maka seoarng dari mereka berdua mengatakan:
"Adapun aku, melakukan sholat (tahajud) dan tidur dan aku dalam tidurku berharap
sesuatu (pahala) yang kau harapkan pada shalatku (ditengah malam)"
(HR: Bukhari)

6576. Dari Abu Hurairah, dia berkata: Ketika Nabi saw telah wafat, Abu Bakar menjadi
khalifah dan kafirlah orang-orang kafir dari bangsa Arab, Umar berkata: "Hai Abu
Bakar, bagaimana engkau memerangi orang-orang itu, sedangkan Rasulullah saw
sungguh bersabda: "Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka
mengucapkan LAA ILLAAHA ILLALLAH". Maka siapa yang telah mengucapkan
LAA ILLAHA ILLALLAH maka ia telah mejaga hartanya dari dirinya dari aku kecuali
dengan hak (Islam atas)nya sedangkan hisab (perhitungan amal) nya adalah pada Allah
(?)". Abu Bakar berkata: "Demi Allah, sungguh pastilah aku hendak memerangi orang-
orang yang membedakan (memisahkan) antara shalat dan zakat. Karena sesungguhnya
zakat adalah kewajiban untuk harta. Demi Allah seandainya mereka tidak mau
menuyerahkan anak kambing (betina) kepadaku, yang dahulu mereka menyerahkan
kepada Rasulullah saw, pastilah aku memerangi mereka atas dasar ditolaknya". Umar
berkata: Maka demi Allah, tidaklah suatu urusan kecuali sungguh aku melihat bahwa
sungguh Allah menyingkap dada Abu Bakar untuk berperang. Maka aku mengerti
bahwa demikian itu benar (haq)".
(HR: Bukhari)
6577. Dari Anas bin Malik, dia berkata: Seorang Yahudi lewat bertemu Rasulullah saw, lalu
mengucapkan, "ASSAAMU `ALAIKA" (Kematian atasmu, yakni mengganti
ASSALAMU `ALAIKA), maka Rasulullah saw jawab: "WA `ALAIKA", lalu
Rasulullah saw bersabda: "Adakah kalian mengetahui apa yang diucapkannya,
"ASSAAMU `ALAIKA?" Mereka berkata: Wahai Rasulullah, sebaiknya kami
membunuhnya?" Beliau bersabda: "Tidak. Apabila Ahlul-Kitab bersalam kepadamu
maka ucapkanlah (kepada mereka), "WA `ALAIKUM".
(HR: Bukhari)

6578. Dari Aisyah ra dia berkata: Sekelompok orang Yahudi minta izin kepada Nabi saw. lalu
mereka berkata: "ASSALAMU `ALAIKA" maka aku (Aisyah) mengucapkan (kepada
mereka): "Bahkan atasmu kematian dan laknat". Maka beliau bersabda: "Hai Aisyah,
sesungguhnya Allah Maha halus, Yang menyukai kehalusan dalam perkara, segalanya".
Aku (Aisyah) berkata: "Adakah engkau tidak mendengar apa yang diucapkan mereka?"
Beliau bersabda: "Sudah aku ucapkan (kepada mereka), "WA` `ALAIKUM`.
(HR: Bukhari)

6579. Dari Umar ra, dia berkata: Rasulullah saw bersabda: "Sesungguhnya orang-orang
Yahudi apabila bersalam dengan seorang dari kamu, sungguh mereka mengucapkan,
"SAAMUNA `ALAIKA" (kematian atasmu), maka ucapkanlah (kepada mereka),
"`ALAIKA".
(HR: Bukhari)

6580. Berkata Abdullah (ibn Mas`ud): Sungguh aku seakan-akan memperhatikan Nabi saw
menceriterakan seorang Nabi (dikatakan:Nabi Nuh) dari para Nabi, yang dipukul oleh
kaumnya maka beliau berdarah, lalu beliau mengusap darah dari wajjah beliau dan
beliau berkata: "Wahai Tuhanku, ampunkanlah kepada kaumku, karena sesungguhnya
mereka tidak mengetahui".
(HR: Bukhari)

6581. Dari Ali (ibn Abu Thalib) ra dia berkata: "Apabila aku memberitakan suatu hadits dari
Rasulullah saw, maka demi Allah, sungguh aku jatuh dari langit lebih aku sukai dari
pada aku berdusta kepada beliau. Dan apabila aku memberitakan kepadamu dalam hal
antara aku dan kamu, maka sesungguhnya peperangan itu adalah tipudaya. Dan
sungguh aku mendengar Rasulullah saw bersabda: "Akan keluar di akhir zaman, suatu
kaum yang muda usia dan tolol akal mereka, mereka mengucapkan ucapan sebaik-baik
manusia (Nabi saw), iman mereka tidak melewati tenggorokan mereka, dimana mereka
lepas dari agama sebagaimana anak panah lepas dari binatang sasaran (yakni anak
panah itu lepas tidak membawa bekas susudah menembus bintang sasaran). Maka di
mana kamu menjumpai mereka maka bunuhlah mereka itu, karena sesungguhnya dalam
pembunuhan itu terdapat pahala bagi orang yang membunuh mereka (kelak) dihari
kiamat".
(HR: Bukhari)

6582. Dari Abu Salamah dan Atha` ibn Yasar, bahwa sesungguhnya keduanya datang kepada
Abu Sa`id al-Khurdi lalu keduannya bertanya kepadanya tentang kaum Hururiyah
(kaum di Kufah, yang memusuhi dan memerangi Ali bin Abu Thalib ra), "Adakah kamu
mendengar Nabi saw (menutur mereka)?" Abu Sa`id menjawab: "Aku tidak tahu apakah
itu Hururiyah. Aku mendengar Nabi saw bersabda: "Akan keluar dalam umat ini --
beliau tidak menyatakan: "... dari umat ini" -- suatu kaum yang kamu menghinakan
(menganggap kecil) shalat kamu dihadapan shalat mereka, mereka menbaca Al-Quran
sedangkan Al-Quran itu tidak melewati leher -- atau kerongkongan mereka, dimana
mereka lepas dari agama seperti lepasnya anak panah dari sasaran, maka pemanah
memandangi pada anak panahnya; pada mata anak panah, pada pembalutnya, maka ia
bimbang pada pangkalnya (yang diletakan pada tali busur), apakah sedikit darah
membercak padanya".
(HR: Bukhari)

6583. Dari Abdullah ibnu Umar (ibn Khathab) -- disana sedang dituturkan Hururiyah -- maka
dia berkata: Nabi saw bersabda: "Mereka itu lepas (keluar) dari Islam seperti lepasnya
anak panah dari binatang sasarannya".
(HR: Bukhari)

6584. Dari Abu Da`id dia berkata: Di saat Nabi saw membagikan (emas kiriman) dari Ali di
Yaman, datanglah Abdullah ibn Dzilkhuwaishirah Al-Tamimi lalu ia berkata: "Addillah
engkau, hai Rasulullah". Maka beliau bersabda: "Celaka kamu. Siapakah yang akan adil
jika aku tidak adil?" Berkatalah Umar ibn Khatab: "Biarlah aku menghantam lehernya"
Beliau bersabda: "Biarkan ia, maka sungguh ia mempunyai kawan dimana seorang dari
kamu memandang kecil shalatnya bersama sholatnya (Dzilkhuiwaishiran) dan puasanya
dengan ouasanya, dimana mereka lepas dari agama sebagaimana anak panah lepas dari
binatang sasarannya; dipandangilah pada bulu anak panah maka tidak didapatkan
sesuatu padanya (bekas dari sasaran), kemudian dipandangi pada mata (bagian tajam)
anak panah maka tidak didapatkan padanya sesuatu (bekas), kemudian dipandangi pada
balutnya maka tidak didapatkan padanya sesuatu (bekas), kemudian dipandangi pada
tali busur maka tidak didapatkan padanya sesuatu (bekas, maka disangkanya tidak
menembus binatang sasarannya). Sungguh anak panah itu telah melampaui kotoran
(didalam perut) dan darah. Tanda mereka adalah seorang laki-laki, salah satu dari dua
tangan -- atau beliau bersabda: "dua buah dada" -- nya adalah seperti buah dada (telek)
perempuan -- atau beliau bersabda: seperti segenggam daging -- yang bergerak-gerak
dimana mereka akan keluar di saat perpecahan manusia". Abu Sa`id al-Khudzi berkata:
"Aku bersaksi (bahwa aku) mendengar (hadits ini) dari Nabi saw, dan aku bersaksi
bahwa Ali (ibn Abu Thalib) telah membunuh mereka (di Nahrawan) sedangkan aku
bersama beliau. Didatangkan seorang laki-laki dengan sifat yang disifatkan oleh Nabi
saw" Abu Sa`id berkata: "Maka turunlah (menunjuk) pada laki-laki itu: "Dan diantara
mereka ada orang yang mencela kamu dalam (pembagian) shadakah (zakat, dimana ia
berkata: "Ini pembagian yang tidak karena Allah)". (9/At-Taubah 58).
(HR: Bukhari)

6585. Dari Yusair ibn `Amr dia berkata: Aku bertanya kepada Sahl ibn Hunaif, "Apakah kamu
mendengar Nabi saw bersabda sesuatu tentang Khawarij?" Sahl berkata: "Aku
mendengar beliau bersabda -- sedang beliau mengulurkan tangan beliau (menuju) ke
arah irak -- : "Akan keluar dari sana suatu kaum yang membaca Al-Quran di mana Al-
Quran itu tidak melampaui tulang leher merka (tulang antara lobang leher dan batu).
Mereka lepas dari Islam seperti lepasnya anak panah dari binatang sasaran".
(HR: Bukhari)

6586. Dari Abu Hurairah ra dia berkata: Rasulullah saw bersabda: "Tidaklah kiamat tiba
hingga dua golongan (pasukan Ali dan pasukan Mu`awiyah) berperang sedangkan
seruan keduannya adalah satu". (Masing-masing menyatakan sebagai yang benar dan
lawannya sebagai yang bathil, menurut ijtihad masing-masing)
(HR: Bukhari)

6587. Dari Al-Miswar ibn Makhramah dan Abdul Al_rahman ibn Abd Al-Qari, bahwa
keduanya mendengar Umar ibn Khatab berkata: "Aku mendengar Hisyam ibn Hakim
membaca surat Al-Furqan dimasa hidup Rasulullah saw, maka aku ingin mendengarkan
bacaan (qiraahnya). Ternyata dia membacanya dengan huruf-huruf yang banyak dimana
Rasulullah saw tidak membacakannya demikian kepadaku, maka aku hampir menerjang
(menyerbunya)nya didalam shalat, maka aku menunggunya hingga ia salam, kemudian aku
menggenggam (pada leher baju)nya dengan sebannya -- atau serbanku lalu aku katakan:
Siapakah yang membacakan surat itu kepadamu?" Ia menjawab: "Surat itu dibacakan oleh
Rasulullah saw" Aku (Umar) berkata kepadanya: "Bohong kamu. Demi Allah, sesungguhnya
Rasulullah saw telah membacakan surat kepadaku yang aku mendengarkan kamu
membacanya itu". Maka saya pergi menuntun dia menyeret dengar serbannya) kepada
Rasulullah saw, lalu aku berkata: "Wahai Rasulullah, sungguh aku mendengar orang ini
(Hisyam) membaca surat Al-Furqan dengan huruf-huruf yang tidak dibacakan oleh engkau,
sedang engkau telah membacakan surat Al-Furqan kepadaku". Maka Rasulullah saw
bersabda: "Lepaskan dia, hai Umar". "Bacalah, hai Hisyam". Maka Hisyam membacakan
kepada Beliau, bacaan yang aku telah mendengar dia membacanya. Rasulullah bersabda:
"Demikian itulah surat (Al-Furqan) diturunkan". Kemudian Rasulullah saw bersada:
"Bacalah, hai Umar". Maka aku membaca, lalu beliau bersabda: "Demikian itulah surat (Al-
Furqan) diturunkan". Kemudian beliau bersabda: "Sesungguhnya Al-Quran ini diturunkan
dengan tujuh huruf (bahasa), maka bacalah dari (Al-Quran) itu apa yang mudah".
(HR: Bukhari)

6588. Dari Abdulllah (ibn Masud) ra, dia berkata: Ketika turun ayat ini: Orang-orang yang
beriman dan tidak mencampurkan iman mereka dengan suatu kedhaliman (Al-An-am:82)
Demikian ini memayahkan para sahabat Nabi saw, dan mereka mengatakan: "Siapakah dari
kita yang tidak berbuat dhalim terhadap diri sendiri?" Maka Rasulullah saw bersabda:
"ukanlah itu (maksudnya) sebagaimana kamu menyangka. Sesungguhnya (maksudnya) itu
adalah sebagaimana dikatakan oleh Luqman (Al-Hakim) kepada putranya: "Hai anakku,
janganlah kamu memusyrikkan Allah; sesungguhnya memusyrikkan (Allah) adalah
kedhaliman yang besar". (31/Luqman 13)
(HR: Bukhari)

6589. Dari `Itban ibn Malik, dia berkata: Di pagi hari Rasulullah saw datang kepadaku, lalu
seorang laki-laki berkata: "Dimanakah Malik bin Dukhsyun?". Lalu seorang laki-laki (`Itban
ibn Malik) dari kamu berkata: "Itu (ibnu Dukhsyun) orang munafik, yang tidak mencintai
Allah dan Rasul-Nya". Maka Nabi saw bersabda: "Apakah kalian tidak menyangka dia
mengucapkan laa ilaaha illallaah, dimana dengan kalimat itu ia menghendaki Dzat Allah?".
Laki-laki (`Itban) itu berkata: "Ya" Beliau besabda: "Sesungguhnya tiada seorang hamba
memebuhi (datang) pada ucapan itu di hari kiamat kecuali Allah mengharamkan mereka
kepadanya".
(HR: Bukhari)

6590. Dari Hushain, dari Polan, dia berkata: Abu Abd Al-Rahman berbantah-bantah dengan
Hibban ibn `Athiyah, lalu Abu Abd Al-Rahman berkata kepada Hibban: "Sungguh aku benar-
benar mengetahui perkara yang memberanikan sahabatmu --yakni Ali-- terhadap (pengaliran)
darah". Hibban berkata: "Apakah sesuatu itu?". Abu Abd Al`Rahman berkata: (Ali berkata)
"Aku diutus oleh Rasulullah saw, bersama Al-Zubair (ibn Al-Awam) dan Abu Martsad sedang
masing-masing dari kami ini adalah penunggang kuda. Beliau (Nabi) bersabda: "Berangkatlah
kamu hingga kamu tidak di taman Haj --Abu Salamah berkata: Demiian itu Abu `uwanah
mengatakan, "Haj"-- maka sungguh disana terdapat seorang perempuan yang membawa
lembaran (surat) dari Hatib ibn Abu Balta`ah kepada orang-orang musyrik (di Makah). Lalu
bawalah kepadaku lembaran itu". Maka kami berangkat dengan (mengendarai) kuda kami
hingga kami dapati perempuan itu di tempat yang disabdakan Rasulullah saw kepada kami
itu, dimana perempuan itu berjalan (dalam perjalanan) di atas untanya. Dan ia (Hathib)
menulis (mengirimkan) kepada penduduk Makah perihal keberangkatan Rasulullah saw.
kepada mereka (Makah). Maka kami berkata: "Di manakah surat yang bersama kamu?".
Perempuan itu menjawab: "Saya tidak membawa surat". Maka kami merundukkan untanya
lalu kami mencari surat itu pada barang-barang bawaanny, maka kami tidak menemukan
sesuatu. Kawan-kawan kami berkata: "Kami tidak melihat surat bersama dia". Ali berkata:
Maka aku berkata: "Sungguh kami benar-benar mengetahui, tidaklah berdusta Rasulullah
saw." Kemudian Ali bersumpah demi Dzat yang dijadikan bersumpah (maka dia berkata:
"Demi Allah), kamu harus mengeluarkan surat itu ataukah aku harus melucuti (pakaian) kamu
(sampai telanjang)". Maka perempuan itu meraba-raba pada ikat kainnya --perempuan itu
mengikat dengan kain-- lalu dia mengeluarkan surat itu. Lalu mereka membawa surat itu
kepada Rasulullah, sungguh dia (Hathib) telah mengkhianati Allah, Rasul-Nya dan kaum
Muslimin. Biarkanlah aku, maka aku penggal lehernya (orang munafik itu)". Maka Rasulullah
saw bersabda: "Hai Hathib, apakah yang mendorong kamu terhadap tindakanmu itu?". Ia
(Hathib) berkata: "Wahai Rasulullah, tidaklah pada diriku (maksud) untuk tidak beriman
kepada Allah dan RasulNya, tetapi aku bermaksud supaya ditengah kaum (musyrikin Makah)
itu aku mendapatkan jasa dimana dengan jasa itu Allah membela keluargaku dan hartaku. Dan
tiada seorang dari sahabat engkau kecuali ia mempunyai orang dari kaumnya disana dimana
orang itu Allah membela keluarganya dan hartanya". Beliau (saw) bersabda: "Benar (Hathib).
Janganlah kamu berkata-kata kepadanya kecuali perkataan yang baik". Ali berkata
(meriwayatkan): "Maka Umar kembali kepada ucapannya semula, maka dia berkata: "Wahai
Rasulullah, ia telah mengkhianati Allah, Rasul-Nya dan kaum muslimin. Biarkanlah aku
menghantam lehernya". Beliau (saw) bersabda: "Bukanlah ia termasuk Ahli Badr? dan
tahukah kamu, semoga Allah memperhatikan mereka (para peserta Badar), maka dia
berfirman: "Berbuatlah kamu sekehendak kamu, sungguh aku telah mewajibkan surga
kepadamu (Ahli Badar)". Maka kedua mata Umar terpenuhi air mata, lalu dia mengatakan:
"Allah dan Rasul-Nyalah yang lebih mengetahui". Abu Abdullah (imam Bukhari)
mengatakan: "Lafal Khakh adalah lebih shahih, tetapi demikian Abu `Uwanah berkata Haj,
dan Haj adalah salah baca (atau tulis, sebenarnya Khah), yaitu satu daerah (antara Makah dan
Madinah)" Dan Haitsam mengatakan Khah.
(HR: Bukhari)

6591. Dari Abu Hurairah, bahwa sesungguhnya Nabi saw pernah berdoa dalam (qunut sholat:
"Wahai Allah, selamatkanlah `Iyasy ibn Abu Rabi`ah (saudara Abu Jahal) dan Al-Walid ibnu
Abu Rabi`ah (saudara Abu Jahal) dan Al-Walid (putera paman Abu Jahal). Wahai Allah,
selamatkanlah orang-orang lemah (tertindas) dari kaum mukminin. Wahai Allah, beratkanlah
siksaan-Mu terhadap (orang-orang kafir) Mudhar dan kirimkanlah kepada mereka kekeringan
seperti kekeringan (dimasa) Yusuf".
(HR: Bukhari)

6592. Dari Anas (ibn Malik), ra., dia berkata: Rasulullah saw, bersabda: "Tiga perkara, siapa
yang dalam dirinya terdapat tiga perkara itu maka ia mendapatkan manisnya iman: Adalah
Allah dan Rasul-Nya lebih dicintainya dan pada selain keduanya, mencintai seseorang dimana
ia tidak mencintainya kecuali karena Allah dan (ketiga) membenci kembali ke dalam
kekafiran sebagaimana membenci dilemparkan kedalam neraka.
(HR: Bukhari)

6593. Dari Sa`id ibn Zaid dia berkata: "Sungguh benar-benar aku melihat diriku (dalam tidur)
dan sesungguhnya Umar (ibn Khatab, sebelum masuk Islam) memperkuat aku kepada Islam,
dan seandainya (gunung) Uhud itu roboh oleh perbuatan kalian terhadap Utsman (ibn Affan,
yakni pembunuhan di rumah beliau sendiri secara dhalim sesudah pengepungan) maka
wajarlah Uhud itu roboh".
(HR: Bukhari)

6594. Dari Khabbab ibn Al-Aratt, dia berkata: Kami mengadukan (penganiayaan) kepada
Rasulullah saw, dalam keadaan beliau sedang berbantal dengan burdah (selimut hitam) beliau
dibawah naungan Ka`bah, maka kami berkata: "(Wahai Rasulullah), hendaklah engkau
memohon pembelaan (kepada Allah) untuk Kami, hendaklah engkau berdoa untuk kami".
Maka beliau bersabda: "Sungguh adalah orang-orang (umat) sebelum kamu, orang-orang laki
dari mereka ditangkap lalu dibuat galian di tanah untuk (menanam)nya maka ia dimaksudkan
kedalamnya, lalu didatangkan gergaji maka gergaji itu diletakan diatas kepalanya maka ia
dibelah dua, dan ia (seorang laki-laki) disisir dengan sisir-sisir besi pada bawah daging dan
tulang. Maka demikian itu tidaklah menghalangi dari agamanya. Demi Allah, pastilah
berangkat dari Shan`a ke Hadramaut (ditempuh kl. empat hari) tidak takut selain kepada Allah
dan (selain kepada) serigala terhadap kambingnya, akan tetapi kalian terburu-buru".
(HR: Bukhari)

6595. Dari ibnu Hurairah ra, dia berkata: Ketika kami didalam masjid tiba-tiba Rasulullah saw
keluar kepada kami, lalu beliau bersabda: "Berangkatlah kalian kepada orang-orang Yahudi".
Maka kami berangkat bersama beliau hingga kami tiba di rumah pengajian (mereka), maka
Nabi saw, berdiri dan beliau menyeru kepada mereka: "Hai golongan Yahudi, masuk Islamlah
kalian maka kalian selamat". Maka mereka berkata: "Sungguh kamu sudah menyampaikan,
hai Abul Qasim (ayah Qasim, yakni Nabi saw)". Maka beliau bersabda: "(Menyampaikan dan
pengakuanmu) itulah yang aku kehendaki". Kemudian beliau mensabdakannya kedua kali,
maka mereka berkata: "Sungguh kamu sudah menyampaikan, hai Abul Qasim". Kemudian
beliau bersabda tiga kali, lalu beliau bersabda: "Ketahuilah bahwa bumi adalah milik Allah
dan Rasul-Nya, dan sungguh aku berkehendak mengusir kalian. Maka siapa dari kalian yang
menemukan pada hartanya suatu (kecintaan) maka hendaklah menjualnya, dan apabila tidak
(menemukan suatu kecintaan pada harta), maka ketahuilah bumi itu milik Allah dan Rasul-
Nya".
(HR: Bukhari)

6597. Dari Aisyah ra., dia berkata: Aku bertanya: "Wahai Rasulullah, orang-orang perempuan
diminta rembuk dalam nikah mereka?" Beliau bersabda: "Ya"? Aku (Aisyah) berkata:
"Sesungguhnya perawan itu diminta rembuknya maka dia malu maka dia diam" Beliau
bersabda: "Diamnya (perawan) adalah izinnya".
(HR: Bukhari)

6598. Dari Jabar ra., sesungguhnya seorang laki-laki dari (sahabat) Anshar memudabbarkan
budak dan ia tidak mempunyai harta selain budaknya itu. Lalu demikian ini sampai
kepada Rasulullah saw, maka beliau bersabda: "Siapakah yang hendak membelinya
(budak mudabbar itu) bariku?" maka budak itu dibeli oleh Nu`aim ibn Naham dengan
harga 800 dirham.
(HR: Bukhari)

6599. Dari Ibnu Abbas ra. --dalam firman Allah: "Wahai orang-orang yang beriman, tidak
halal bagi kamu mempusakai wanita dengan paksa dan janganlah kamu menyusahkan
mereka karena hendak mengambil sebagian dari apa yang telah kamu berikan
kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan
pergauilah mereka dengan baik. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka
bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuau, padahal Allah menjadikan
padanya kebaikan yang banyak" (4/Al-Nisa 19)--, dia berkata: Mereka (di masa
Jahiliyah) apabila seorang laki-laki meninggal maka para walinya lebih berhak terhadap
istrinya; apabila sebagian dari mereka berkehendak (mengawininya) maka ia
mengawininya dan apabila mereka berkehendak maka pengawinkannya (kepada laki-
laki yang dikehendaki oleh mereka) dan apabila mereka berkehendak maka mereka
tidak mengawinkannya (kepada siapapun, bahkan perempuan itu di kurung sampai
meninggal). Maka mereka lebih berhak terhadap perempuan (istri yang ditinggal) itu
daripada keluarganya. Maka turunlah ayat tersebut tentang demikian.
(HR: Bukhari)

6600. Dari Shafiyah binti Abu `Ubaid, dia mengkhabarkan bahwa sesungguhnya seorang
budak dari budak-budak harta khalifah (Umar) menzinahi budak perempuan dari bagian
seperlima (ghanimah), dia memaksanya hingga dia membedah keperawanannya, maka
Umar mencambuknya sebagai had (hukuman jilid, separoh dari had untuk orang
merdeka) dan mengasingkan (setengah tahun), dan beliau tidak mencambuk budak
perempuan karena budak (laki-laki) itu memaksanya. Al-Zuhri berkata dalam hal budak
perempuan yang di bedah keperawanannya oleh orang merdeka; hakim membuat harga
pembedahan keperawanan itu dari (membandingkan) budak yang gadis dengan senilai
harganya (sebagai hukuman membedah keperawanan) dan dia dicambuk. Dan tidak ada
denda dalam (menzinahi) budak janda, menurut keputusan para imam, tetapi adalah had
atas dia.
(HR: Bukhari)

6601. Dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah saw bersabda: Ibrahim berhijrah (dari Irak
ke Syam atau dari Baitul Maqdis ke Mesir) dengan (membawa) Sarah. Beliau bersabda
Sarah memasuki negeri yang disana ada raja diantara raja --atau penguasa diktator
diantara para diktaktor--, maka raja itu mengutus (utusan) kepada beliau, "Kirimkanlah
perempuan itu kepadaku". Maka beliau mengirimkannya (dengan paksa), lalu raja
berdiri kepadanya (Sarah, Istri Ibrahim, untuk memenuhi hasratnya), maka Sarah
berdiri, berwudlu dan shalat lalu berdoa: "Wahai Allah, apabila aku ini beriman kepada-
Mu dan kepada Rasul-Mu, maka janganlah Engkau menguasakan orang kafir terhadap
diriku", maka raja itu recekik hingga menggerak-gerakkan kakinya.
(HR: Bukhari)

6602. Dari Abdullah ibn Umar ra., dia mengkhabarkan bahwa Rasulullah saw bersabda:
"Orang Islam adalah saudara orang Islam; dia tidak berbuat dhalim kepadanya dan tidak
membiarkannya (yakni harus menolongnya). Dan siapa di dalam (memenuhi)
kebutuhan saudaranya (muslim) maka adalah Allah didalam (memenuhi)
kebutuhannya".
(HR: Bukhari)

6603. Dari Anas ra., dia berkata: Rasulullah saw bersabda: "Belalah saudaramu (orang Islam),
dia yang dhalim atau didhalimi". Maka seorang laki-laki berkata": "Wahai Rasulullah,
aku membelanya apabila dia adalah didhalimi. Maka bagaimanakah apabila dia adalah
dhalim, bagaimana aku membelanya?". Beliau bersabda: "Kamu menghalanginya --atau
(beliau bersabda), "Kamu mencegahnya"-- dari kedhaliman. Maka sesungguhnya
(pencegahan) itu adalah pembelaan kepadanya".
(HR: Bukhari)

6604. Dari Umar ibn Khatab ra. (dalam) berkhutbah, dia berkata: Aku mendengar Nabi saw
bersabda: "Wahai manusia, sesungguhnya pekerjaan itu (sah) hanyalah dengan niat, dan
bagi seorang hanyalah apa yang diniatkan. Maka siapa yang hijrahnya (ke Madinah) itu
kepada Allah dan Rasul-Nya, dan siapa berhijrah kepada duniawi (harta atau lainnya)
yang hendak diperoleh atau (kepada) perempuan yang hendak dikawinnya, maka
hijrahnya adalah kepada apa dia berhijrah kepadanya".
(HR: Bukhari)

6605. Dari Abu Hurairah, dari Nabi saw, beliau bersabda: "Allah tidak menerima sholat
seorang dari kamu apabila ia berhadats sehingga ia berwudhu".
(HR: Bukhari)

6606. Dari Anas, dia menceritakan bahwa Abu Bakan mengirim surat kepadanya (tentang)
kefardhuan shadaqah (zakat) yang telah difardukan Rasulullah, dan tidaklah
dikumpulkan diantara yang terpisah-pisah dan tidaklah dipisah-pisah diantara yang
terkumpul, karena kekhawatiran shadaqah.
(HR: Bukhari)

6607. Dari Thalhah ibn Ubaibillah, dia berkata : sesungguhnya seorang a`Rabi (kampungan)
dengan (rambut) kepalanya yang urakan, lalu berkata : " lalu Rasullalah beritakan
kepada shalat apakah yang difardhukan Allah kepadanya ? Beliau bersabada : "Shalat-
shalat (lima) waktu, kecuali kamu membuat suatu kesunahan". Lalu ia berkata :
"Beritakan kepadaku puasa yang difardhukan Allah kepadaku". Beliau bersabda :
"(puasa) Bulan Ramadhan, kecuali kamu membuat suatu kesunahan". Ia berkata :
"Beritakan kepadaku, zakat yang difardhukan Allah kepadaku". Abu Thalhah berkata :
maka Rasullalah saw memberikan kepadanya (tentang) syarat-syarat Islam. Ia (A`rabi)
berkata : "Demi Dzat Yang Memuliakan Engkau aku tidak akan berbuat suatu
kesunahan dan aku tidak akan mengurangi sedikitpun dari apa yang difardhukan Allah
kepadaku". Maka Rasullalah saw. bersabda : "Sungguh ia beruntung apabila ia benar
(jujur) -- atau (sabda beliau)" sungguh ia masuk surga apabila ia benar". Dan sebagian
ulama` Hanafiah mengatakan : dalam 120 ekor unta adalah (zakatnya) 2 ekor Hiqqah
unta (berumur 3 th) Maka apabila ia merusaknya dengan sengaja (seperti dipotong) atau
memberikannya atau berhelah kepadanya untuk lari dari (kewajiban) zakat, maka tidak
ada suatu (kewajiban) atasnya.
(HR: Bukhari)

6608. Dari Abu Hurairah ra., dia berkata : Rasullalah saw. bersabda : " Simpanan (harta yang
tidak dikeluarkan zakatnya) seorang dari kamu kelak dihari kiamat menjadi ular yang botak,
pemiliknya lari menjauh maka ular itu memburunya : "Aku simpananmu". Beliau bersabda : "
Demia Allah ular itu selalu memburunya hingga pemiliknya membentangkan tangannya maka
ia menelankan tangannya pada mulut ular itu". Dan Rasullalah saw. bersabda : "Apabila
pemilik hewan ternak tidak memberikan (zakat) maka hewan ternak itu dikuasakan atas dia,
dimana hewan ternak itu menginjak wajahnya (keras-keras) dengan tapak kakinya". Dan
sebagian ulama (yakni imam Abu Hanifah) mengatakan : tidak apa-apa seorang laki-laki yang
memiliki unta dia khawatir terhadap kewajiban zakat, maka dijualnya unta itu sehari (sebelum
batas kewajiban, haul), dengan unta sepadan dengan kambing, dengan sapi, atau dengan
berupa dirham, untuk menghindar dari zakat sebagai helah, padahal beliau (Abu Hanifah)
mengatakan : apabila dia mengeluarkan zakat untanya, sehari atau setahun sebelum tiba batas
kewajiban (haul), adalah sudah cukup (memenuhi) boleh, baginya.
(HR: Bukhari)

6609. Dari Ibu Abbas, dia berkata : Sa`d ibn Ubadah Al Ashari memohon fatwa kepada
Rasulullah saw. dalam masalah nabzar yang wajib atas ibunya yang telah meninggal sebelum
memenuhinya, maka Rasulullah saw. bersabda : "Penuhilah nadzar itu untuk dia". Dan
sebagai ulama (yakni Abu Hanifah) mengatakan : " Apabila sudah berjumlah 20 ekor maka
padanya (kewajiban zakat) 4 ekor kambing. Apabila unta itu diberikan atau dijual sebelum
haul untuk menghindar (dari kewajiban) dan helah untuk menggugurkan zakat, maka tidak
ada suatu (kewajiban) atas dia. Demikian pula apabila dia merusaknya lalu dia meninggal,
maka tidak ada suatu (kewajiban) pada hartanya itu".
(HR: Bukhari)

6610. Dari Abdullah (bin Umar), bahaw sesungguhnya Rasulullah saw. melarang syighar. Aku
bertanya kepada Nafi` : "Apakah syighar itu ?" Ia menjawab : "(Syighar adalah seorang laki-
laki) menikahi perempuan anak seorang laki-laki dan dia menikahkannya (laki-laki ayah
perempuan itu) dengan perempuan anaknya tanpa mahar (mas kawin); dan (seseorang)
menikahi perempuan saudara laki-laki dan dia menikahkannnya (laki-laki saudara perempuan
itu) dengan perempuan saudaranya tanpa mahar". Dan sebagian ulama (yakni Abu Hanifah)
mengatakan : "Apabila dia berhelah hingga dikawinkan dengan (cara) syighar, maka (akad)
itu boleh dan syaratnya batal". Dan beliau "Abu Hanifah mengatakan dalam masalah mut`ah
(nikah dengan syarat batasan waktu.; kawain kontrak) : "Nikahnya rusak dan syaratnya batal".
Dan sebagian ulama (Hanifah) mengatakan : "Mut`ah dan Syighar dan syaratnya batal".
(HR: Bukhari)

6611. Dari Muhammad ibn Ali ibn Abu Thalib, bahwa sesungguhnya dikatakan kepada Ali
bahwa Ibnu Abbas berpendapat memut`ah perempuan tidak apa-apa, maka Ali berkata :
"Sesungguhnya Rasulullah saw. melarang (mengharamkan)nya kepada peristiwa Khaibar,
juga (beliau melarang makan) daging keledai perliharaan". Dan sebagian ulama (yakni Abu
Hanifah) mengatakan : "Apabila berhelah hingga ia bermut`ah maka nikahnya rusak". Dan
sebagian mereka (Imam Zufar) mengatakan : "Nikahnya adalah boleh dan syaratnya adalah
batal".
(HR: Bukhari)

6612. Dari Abu Hurairah, bahwa sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda : "Tidaklah dicegah
kelebihan air untuk mencegah kelebihan rerumputan". (Yakni menghalangi air adalah
menghalangi padang rumput, tempat penggembalaan maka tidak boleh, karena menyusahkan
orang".
(HR: Bukhari)

6613. Dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah saw. melarang nijsy (menaikan tawaran barang
kepada penjual sedangkan ia tidak hasrat membelinya, untuk menipu pembeli).
(HR: Bukhari)

6614. Dari Abdulah Ibnu Umar ra., bahwa sesungguhnya seseorang laki-lakimenuturkan
kepada Nabi saw. bahwa dirinya menipu dalam jual-beli, maka beliau bersabda : "Apabila
kamu berjual-beli maka katakanlah, tidak ada penipuan ( didalam agama)".
(HR: Bukhari)

6615. Dari `Urwah (Ibnu Al-Zubair), dia menceritakan bahwa dia bertanya kepada Aisyah
(tentang firman Allah Ta`ala), "Dan jika kamu khawatir tidak dapat berlaku adil terhadap
perempuan-perempuan yatim (bila kamu mengawininya), maka kawinilah perempuan-
perempuan (lain) yang kamu senangi …", maka Aisyah berkata : "Perempuan itu adalam
perempuan yatim yang dalam pemeliharaan walinya, lalu walinya menyayangi hartanya dan
kecantikannya, maka hendak mengawininya dengan mahar lebih rendah dari pada mahar
(umumnya) kerabat perempuan itu, maka mereka dilarang mengawininya, kecuali mereka
berlaku adil kepadanya dalam menyempurnakan mahar". Lalu sesudah itu orang-orang
memohon fatwa kepada Rasullulah saw; maka Allah menurunkan".
(HR: Bukhari)

6616. Dari Nabi saw. bersabda : "Harta (sebagian ) kamu adalah haram bagi (sebagian) kamu,
dan bagi setiap pengkhianat adalah panji dari hari khiamat".
(HR: Bukhari)

6617. Dari Abdulah Ibnu Umar ra., Dari Nabi saw., beliau bersabda : "bagi setiap pengkhianat
adalah panji dihari khiamat yang dapat dikenali".
(HR: Bukhari)
6618. Dari Ummi Salamah, dari Nabi saw., beliau bersabda : "Sesungguhnya manusia (seperti
kamu, yang berhukum dengan keadaan lahiriyah); dan sesungguhnya kamu bertengkar
(dan mengadukan kepadaku), dan barang kali sebagian kamu adalah lebih pandai
argumentasi (hujjah)nya daripada sebagian (yang lain) dan aku memutuskan kepadanya
menurut arah yang aku dengar. Maka siapa yang aku putuskan sesuatu (haram)
kepadanya dari hak saudaranya maka janganlah ia mengambil: karena sesungguhnya
aku hanyalah memetik untuknya sepotong dari neraka (bila ia mengambil dengan
keyakinan bahwa itu haram)".
(HR: Bukhari)

6619. Dari Abu Hurairah ra., dari Nabi saw.,beliau bersabda: "Tiadalah perempuan gadis
dinikahkan sehingga ia diminta izinnya, dan tidaklah perempuan janda (dinikahkan)
sehingga dia dimintai urusan (musyawarah)nya". Lalu dinyatakan: " Wahai Rasulullah,
bagaimanakah izinnya (perempuan gadis)?" Beliau bersada: "Apabila ia diam". Dan
sebagian ulama (yakni Imam Abu Hanafiah) mengatakan: "Apabila perempuan gadis
belum dimintai izinnya dan dia belum dinikahkan, lalau seorang laki-laki berhla, yaitu
mendirikan dua saksi (dengan persaksian) palsu bahwa ia telah mengawini perempuani
itu dengan ridhanya, maka hakim menetapkannya sedangkan suami itu tau bahwa
persaksian itu batal, maka tidak apa-apa ia menjimakannya dan perkawinan tersebut
adalah perkawinan yang dibatalkan (sah)".
(HR: Bukhari)

6620. Dari Al-Qasim (Ibn Muhamad Ibn Abu Bakar Al-Shiddiq), bahwa sesungguhnya
seorang perempuan dari keturunan Ja`far khawatir dikawinkan oleh walinya sedangkan
dia benci (kepada calon suaminya), maka dia menutus kepada dua orang guru dari
Anshar: Abd Al-Rahman, dan Mujammi` yakni putra-putra Jariyah. Maka dua orang
utusan ini berkata (kepada perempuan itu): "Sungguh janganlah kamu takut; sungguh
Khansa` binti Khidzam dinikahkan ayahnya sedang dia membencinya, maka Nabi saw.
mengembalikan (nikah) itu".
(HR: Bukhari)

6621. dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah saw. bersabda: "Tidaklah perempuan janda
dinikahkan sehingga dia dimintai urusannya, dan tidaklah perempuan gadis dinikahkan
sehigga dia dimintai izinnya". Mereka bertanya: "(Wahai Rasulullah), bagaimanakah
izinya?". Beliau bersabda: "Diamnya". Dan sebagai mana manusia (yakni Imam Abu
Hanafiah) mengataka: "Apabila seseorang berhela (menipu) dengan dua orang saksi
palsu terhadap (Pengakuan) dinikahkannya seorang perempuan dengan pereintahnya,
lalu hakim menetapkan pernikahannya dengan dia,s edang suami tau bahwa dirinya
belum menikahinya sama sekali, maka longgarlah (boleh) baginya pernikahan itu dan
tidklah apa-apa baginya bermukim bersama perempuan itu".
(HR: Bukhari)

6622. Dari Aisyah ra., dia berkata: Rasulullah saw. bersabda: "Perempuan gadis diminta
izinnya". Aku (Aisyah) berkata: "Sungguh perempuan gadis itu malu". Beliau bersabda:
"Izinnya adalah diamnya". Dan sebagian ulama (yakni Imam Abu Hanafiah)
mengatakan: "Apabila seorang laki-laki mencintai perempuan yatim (janda) atau gadis,
dan perempuan itu menolak (tidak mau dikawin dengannya), lalu laki-laki itu berhela,
dia mendatangkan dua orang saksi (yang menyatakan) bahwa dia telah menikahinya,
lalu perempuan yatim itu baligh dan ridha (menerima), lalu hakim menerima persaksian
palsu itu, sedang suami mengetahui kebatalannya, maka halalah baginya menjimaknya".
(HR: Bukhari)

6623. Dari Aasiyah, dia berkata: Adalah Rasulullah saw. menggemari manisan (kurma) dan
menggemari madu, dan adalah beliau apabila shalat Ashar melewati istri-istri beliau lalu
beliau mendekat kepada mereka. Maka beliau masuk kepada Hafsahah (binti Umar),
maka beliau berdiam dihadirat Hafsah lebih lama dari kebiasan beliau berdiam. Maka
aku (Aisyah) bertanya mengenai (sebab berdiam lama) demikian, lalu (seseorang)
berkata kepadaku, "Seorang perempuan dari kaumnya (Hafsah) menghadiahkan madu
sewadah, maka memberi minum kepada Rasulullah saw. seteguk madu itu". Maka aku
berkata: "Ingat, demi Allah pastilah aku menghelah kepada beliau", lalu aku
menuturkan demikian kepada Saudah. Aku berkata (kepada Saudah, istri Nabi):
"Apabila beliau masuk kepadamu, beliau hendak mendekat kepadamu, maka katakanlah
kepada beliau, "Wahal Rasulullah, engkau memakan getah(manisan, berbau tidak
sedap)", maka beliau akan mengatakan (kepadamu) "Tidak", maka katakanlah kepada
beliau, "Dan apakah bau ini?" --Dan adalah benar-benar tidak menyukai bahwa dari
dirinya didapati bau (tidak enak)--, maka sesungguhnya beliau akan menjawab, "Hafsah
memberi minum kepadaku seteguk madu". Maka katakanlah kepada beliau, "Lebahnya
(madu itu) menggembala (makanannya) pohon (yang bergetah tersebut) dan akan aku
katakan demikian kepada beliau, dan katakanlah olehmu, hai Shafiyah". Maka beliau
masuk kepada Saudah, --Aku (Aisyah) berkata: --Saudah mengatakan (kepadaku),
"Demi Dzat, Yang tiada Tuhan selain Dia, sungguh aku hampir bersegera kepada beliau
oleh sebab perkataanmu kepada itu, dan sungguh beliau berada di pintu karena takut
kepadamu. Lalu ketika Rasulullah saw. mendekat (kepadaku), maka aku berkata kepada
beliau: "Wahai Rasulullah, engkau makan getah (manisan)?" Beliau menjawab: "Tidak"
Aku katakan: "Maka apakah bau ini?". Beliau menjawab: "Aki diberi minum oleh
Hafsiah seteguk madu". Aku (Saudah) berkata: "Lebahnya menggembala (memakan)
pohon (Bergetah itu)". Maka ketika beliau masuk kepadaku (Aisyah), maka aku katakan
kepada beliau sebagaimana (aku katakan kepada Saudah) itu. Dan beliau masuk kepada
Syafiyah, maka dia katakan sepadan itu. Lalu ketika beliau masuk kepada Hafshah, dia
berkata kepada beliau: "Wahai Rasulullah, hendalah aku memberi minum kepada
engkau dari madu ini?". Beliau bersabda: --Saudah mengucapkan: "Subhanallah,
sungguh aku menghalangi beliau (untuk minum madu)". --Aisyah berkata: --Aku
katakan kepadanya (Saudah): "Diamlah kamu".
(HR: Bukhari)

6624. Dari Abdullah Ibn `Amir Ibn Rabi`ah, bahwa Umar bin Khathab ra. Berangkat ke Syam
(18H). ssampai di Saragh (dekat Syam) beliau menerima berita bahwa (tha`un)
menjangkit Syam, lalu Abd Al-Rahman Ibn `Auf memberitakan kepada beliau bahwa
Rasulullah saw. bersabda: "Apabila kamu mendengar (kejadian tha`un) di suatu negeri,
maka janglah kamu maju (mendatangi) kepadanya, dan apabila terjadi disuatu negeri
sedangkan kamu berada didalam negeri itu maka janganlah kamu keluar (dari negeri
itu) untuk menghindar darinya". Maka Umar kembali dari Saragh.
(HR: Bukhari)

6625. Dari Salim Ibn Abdullah, bahwa sesungguhnya Umar (Ibn Khathab) berangkat (dari
Saragh itu) tidak lain karena hadistnya. Abd Al-Rahman.
(HR: Bukhari)

6626. Dari `Amir Ibn Sa`id bin Abi waqqash, bahwa beliau mendengar Usamah Ibn Zaid
berbicara kepada Sa`id (Ibn Abi Waqqash) bahwa sesungguhnya Rasulullah saw.
menutur penyakit (Tha`un), lalu beliau bersabda: "(Itu) siksaan --Adzab-- dimana
sebagian umat di siksa dengannya, kemudian tersisa darinya sedikit sisa lalu
menghilang sekali tempo dan datang kepada (sebagian umat) yang lain. M