Anda di halaman 1dari 43

Rangkuman PA

RESPIRASI
1. Lobar Pneumoni

Klinis : Konsolidasi fibrinosuppurative seluruh lobus paru, healthy young adults, Infeksi acquired ok
Streptococcus pneumonia/pneumococcus(>>), Klebsiella, Legionella, demam
Makros :
- Mengenai seluruh lobus/ sebagian besar lobus
- Heavy Lung
o Congesti : Heavy, boggy/berawa-rawa, merah
o Red hepatisation : merah, padat, airless, liver like consistency
o Grey hepatisation : grayish brown, dry surface
o Resolution : eksudat terkumpul dalam alveolar space
Mikros :
- Congesti : dilatasi pembuluh darah, ada cairan intra alveoli, neutrofil
- Red hepatisation : eksudat fibrinopurulent di alveoli
- Grey hepatisation : eksudat neutrofil + makrofag, disintegrasi red cell
- Resolusi : konsolidasi eksudat dalam alveolar space

High power microscope


2. Edema Paru

Klinis :
Punya riwayat penyakit:
a. Hemodynamic
 Tek. Hidrostatik ↗: LHF ( >> ), Volume overload, Obstruksi v.pulmonalis
 Tek.onkotik ↙: Hipoalbumin, Sindroma Nefrotik, Liver disease, Protein loosing enteropathies
 Obstruksi sal.limfe ( jarang )
b. Microvascular injury ( alveolar injury )
 Infeksi : pn, septicemi
 Inhaled gases : oksigen, asap
 Aspirasi cairan : gaster
 Obat & bhn.kimia
 Shock, trauma
 Radiasi
 Transfusi
c. Undeterminant origin
 High altitude
 Neurogenic ( trauma CNS )
d. Left ventricular failure
e. Mitral stenosis
f. Mitral incompetence
Makros :
- Berat paru meningkat
- Basah terutama bagian bawah
- Subkrepitan
- Akumulasi cairan di bagian basal lobus inferior (stiff lung)
Mikros :
- Bendungan pada kapiler
- Precipitant granular (warna pink pada intra alveoli)
- Perdarahan alveoli (microhaemorrhage alveoli)
- Heart failure cells (hemosiderin laden makrofag)

3. Limfadenitis Tuberkulosa
Klinis : Penyakit TB
Makros :
- Reaksi Inflamasi +
- Pembengkakan limfonodi
-
Mikros :
- Nekrosis caseosa
- Sel epitheloid
- Infiltrasi sel MN
- Tubercle
- Sel Langhans

4. Tuberculosis Paru
Makroskopik
Mikroskopik
 Primer
o Ghon Fokus +, Granulomatus
o Sel Datia Langhans +, Infiltrasi limfosit T
 Sekunder
o Nekrosis +, Fibrosis +, Tubercle +
o Infiltrasi limfosit T
5. AdenoCa Paru

Klinis : ♂>♀, rokok <<, batuk mengandung darah, sesak, usia tua
Makros :
- Tumbuh lambat ,metastase cepat
- Sedikit di sentral, banyak di perifer
- Abu-abu, putih, menembus dinding bronkus/bagian sekitarnya

Mikros :
- Terdapat tanda tubular papil
- Sel-sel anaplasi (hiperkromatik, nuclei menonjol)
- Atypical adenomatous hyperplasia
- Terdapat sebaran sel neoplastik sepanjang dinding alveoli
- Invasive, kelenjar membesar

-
 GASTRO-INTESTINAL
1. Hepatoma (Hepatocellular Ca)

Klinis:
- riwayat sirosis usia 20-40 tahun , hepar membesar, penyakit jangka panjang
- nyeri pada abdomen atas lemah
- rasa tidak enak badan
- di hampir 50% dari kasus HCC dapat muncul tanpa adanya sirosis.
Makros :
- Unifocal massive tumor
- Multifocal tumor ukuran nodul bervariasi,
- Infiltrate diffuse  menyebar luas & melibatkan seluruh hepar, tidak dapat dibedakan dengan
gambaran sirosis hepatis.

Liver normal

Mikros :
- well differentiated  hepatosit tersusun seperti lempengan trabekula
- poorly differentiated  sel tumor besar yang multinucleated & anaplasi
- Sel Hepato CA yang well differentiated terdapat di sebelah kanan. Yang liver yang normal ada di
sebelah kiri.
2. Cirrhosis Hepatis

Klinis :
- Keluhanasimtomatis anemia,
- Berat badan turun,
- lemah, berak hitam
- osteoporosis,
- peminum alcohol, hepar mengecil, estrogen meningkat
- ada viral hepatitis,
- ascites, edema anasarka
Makros :
- Hepar mengecil, padat & keras
- Terdapat nodul irregular (macronodul/micronodul)
Mikros :
- Hepatosit diganti oleh jaringan fibrosis,
- Septum interlobaris menebal,
- Sel hepatosit anaplasi

Low power microscope


Gambar sebelah kiri low power, yang sebelah kanan high power microscope

3. Adeno Carcinoma Usus

Klinis :
• Age: > 60 th, 20% terjadi pada usia < 50 th
• Male – female ratio: 1.2 : 1
– Gejala: Sering kali asimptomatik sampai timbul massa tumor yang nyata, perubahan bowel habit,
anemia, weight loss, berak darah, konstipasi, berak darah segar (hematokesia)
Makros :
- Tumor solid & rapuh,
- Batas tidak jelas
- Tidak berkapsul,
- Dapat tumbuh eksofitik, fungatik, maupun ulcerative
- Nekrosis kuning kehitaman
- Pendarahan
-
Mikros :
- Proliferasi sel epitel anaplastic
- Tersusun membentuk struktur kelenjar/acini
- Tumbuh infiltrative
- Ciri anaplasi  inti pleomorfik, N/C ratio >1, inti hiperkromatik, kromatin inti kasar, nucleoli prominen,
banyak mitosis)

- Low power field

High power field microscope…..

Adenocarcinoma dimana glandnya mengalami hyperplasia dan diisi dengan debris necrotic. Nucleolinya sangat
prominen dan banyak terjadi mitosis.
4. Cholesistitis Chronis

Klinis :
- serangan ulang mual dan muntah
- intolerance terhadap makanan berlemak hampir selalu berhubungan dengan gallstone
- inflamasi kronis kantung empedu, 4F (Female, Fatty, Fourty, Fertil)
Makros :
- Serosa yang halus mengkilap  menjadi tidak mengkilap oleh karena subserosal fibrosis.
- Dinding tebal, putih abu-abu opaque (pada cut section)
- Lumen bersih hijau kekuningan
- Mucoid bile
Mikros :
- proliferasi mukosa & gabungan mucosa fold,
- sinus rockitansky aschoff (diverticula yang masuk sampai ke lapisan otot/stroma)
- Sebaran sel MN+, fibrosis +
Sinus rokitansky aschoff (diverticula yagn masuk sampai ke lapisan otot/stroma)

5. Amoebiasis Usus

Klinis :
- Keluhandiare, ada lendir,darah dan demam
- Tampak colon normal, bisa anak-anak, usia muda/tua
Makros :
- daerah submukosa  flask shaped ulcer ( penyempitan leher dan dasar yang melebar )
Mikros :
- banyak bentukan limfoid
- ulkus berbentuk seperti busur,
- trophozoid amoeba (+)  besar 20x sel radanh,
- necrosis ulcer (+)
- banyak sel MN di lapisan muskularis

Low power field microscope


Gambar sebelah kiri low power field. Sebelah kanan yang high power field.
6. Benign Mixed Tumor (pleomorphic adenoma)
Klinis :
Keluhan
- bengkak di pipi dan tidak nyeri
- terjadi peningkatan air liur
- Dapat dipalpasi sebagai suatu massa yang berbeda
- Berasal dari kelenjar parotis, parotis membesar
Makros :
- Bulat
- Berbatas jelas
- Berkapsul
- Solid, abu-abu putih,
- Konsistensi tergantung jumlah sel epitel & stroma (cut section)

Pleomorphic adenoma di sebelah kiri. Yang normal di sebelah kanan.

Mikros :
Tumor terdiri dari 2 komponen (biphasic)
- Komponen epithelial
 membentuk struktur ductus/acini/irregular tubules,
 metaplasi squamous
- Komponen mesenchymal
 kehilangan jaringan myoid yang terdiri dari sel stellate,
 diferensiasi cartilaginous/ osseus

7. Ameloblastoma

Klinis :
Keluhan ada massa di pipi dan tampak ada gigi
Makros :
- Cystic,
- pingpong phenomenon,
- pertumbuhan lambat,
- locally invasive
Mikros :
- tepi  pulau-pulau terdiri dari proliferasi sel ameloblast berjajar palisading
- tengah  sel stellate
A. Infark Usus
Makroskopik
 Infark merah  oklusi vena. Terjadi di jaringan kendor (paru) & jaringan dual sirkulasi (pulmo,
intestinal)
 Infark putih  oklusi arteri. Terjadi pada organ padat (cor, lien, ren)
 Tampak pucat
 Nekrosis

Mikroskopik
 Villi memendek
 Stroma banyak eritrosit
 UROGENITAL
1. Squamous Cell Carcinoma Cervix

Klinis :

 Post coital bleeding


 Menometrorargia
 Vaginal discharge (kekuningan & berbau)
 Anemia, lelah, berasal dari cervix, usia sexual aktif 40-45 th
Makros :

 tumor seperti bunga kubis, rapuh, putih kotor, mudah berdarah


 Microinvasive : p <7mm, kedalaman <5mm, red papule, white plaque irregular ulcerated lesions
 Invasive : p >7mm, kedalaman >5mm, exophytic papillary mass atau endophytic ulcer

 Mikroinvasif =
- Red papule
- White plaque, irregular, lesi ulseratif
 Invasif =
- Massa papil ereksofilik
- Endofitik ulcer
 Tumor seperti bunga kubis, rapuh, putih abu-abu, mudah berdarah

Normal cervix
Mikros :

- Keratinizing type :
o nests / cords / single malignant polygonal sel epithel
o keratin pearl
o n/c ratio tinggi
o inti pleomorphic
o sitoplasma eosinophylic
o chromatin irregular
o mitosis atypic
- Non Keratinizing type : sama dg keratinizing, keratin pearl ( - )
Normal cervix

Di daerah tengah sebelah kiri, squamous cell carcinoma sudah menginvasi stroma
Gambaran low power microscopic yang ada keratin pearl nya.

2. AdenoCarcinoma Corpus Uteri/ AdenoCarcinoma Endometrium

Klinis :

 ♀ usia 55-65 thn >>, sudah menopause


 obesitas, diabetes, hipertensi, infertilitas
 stimulasi estrogen yang berkepanjangan
 keluhan perdarahan abnormal

Makros :
 Tumor polipoid baik lokal atau tersebar ke seluruh endometrium
 perdarahan +, Tanda-tanda nekrosis +
 Batas tidak jelas
Endometrium yang mengalami hyperplasia

Mikros :

 Proliferasi sel anaplasi epitel (inti pleumorfik hiperkromatik, N/C ratio 1, kromatin inti kasar, mitosis >>)
 Membentuk struktur kelenjar/acini
 Dapat menembus myometrium
 Diferensiasi squamous
Sel endometrium dalam keadaan normal

Sel endometrium dalam keadaan normal fase proliferasi


Sel endometrial carcinoma. Tampak sel sel yang menginvasi ke bagian smooth muscle di dinding myometrial wall.

3. Adenomyosis Uteri (Endometriosis interna)

Klinis :

 ♀ dewasa, usia reproduktif/ usia muda


 keluhandysmenorrhoe berat, nyeri saat menstruasi
 nyeri pelvis
 penyebab infertilitas
Makros :

 uterus membesar
 dinding uterus menebal tidak beraturan dengan fokus-fokus area warna kecoklatan (ruangan-
ruangan kecil yang berisi darah)

Mikros :

 stroma & kelenjar endomerium di antara myometrium


4. Leiomyoma Uteri

Klinis :

 sering pada usia reproduksi, 30th


 nodul abdomen, benjolan tidak nyeri
 sering asimptomatis, lama tidak pnya anak/ infertil

Makros :

 single / multiple
 batas jelas
 padat / kenyal
 putih abu – abu
 Khas : pada irisan tampak gambaran pusaran ( whorled pattern ) otot polos
• 3 macam :
• submukosa
• subserosa
- bertangkai, melekat pada dinding uterus

- jika lepas disebut leiomioma parasitik


• intramural

Mikros :

- terdiri dari whorled bundles sel otot polos


- ukuran dan bentuk sel otot polos spindle, uniform, inti oval dan panjang, sitoplasma kedua ujungnya
slender
5. Serous Cystadenoma Ovarii (pada wanita )

Makros :

- tumor bentuk kista


- putih-abu- kecoklatan
- permukaan luar & dalam halus ( smooth glistening cyst wall )
- dinding pada umumnya tipis & transparan
- irisan :
• sering unilokuler
• bisa multilokuler
• berisi cairan seperti air (encer & jernih, kekuningan) sering bilateral ( 20% )

Mikros :

- Dinding kista terdiri dari jaringan ikat


- dilapisi selapis sel epithel columnar bercilia – kubis – pipih (tidak ada penebalan epithelial)
- papil : +/-
- psammoma bodies : +/-
6. Serous CystadenoCarcinoma Ovarii ( pada wanita )

Makros :

- Tumor abu-abu, kecoklatan


- Permukaan luar kasar / halus
- Irisan :
• Sebagian kistik
• Sebagian padat
• nodul padat kecil ( tonjolan papil )
• Nekrosis & perdarahan
Serous cystadenocarcinoma … terdapat bentukan papilla di sisi inner surface.

Mikros :

- tampak sel epithel anaplasi


- tampak bentukan papil-papil yang tumbuh invasif dalam stroma dinding kista.
- bila menembus keluar serosa, maka permukaan luar tumor secara makroskopik tampak kasar.
7. Mucinous Cystadenoma Ovarii ( pada wanita )
Makros :

- tumor kista
- putih abu-abu kecoklatan
- permukaan luar halus
- irisan : permukaan dalam licin, sering multilokuler, berisi cairan mucinous (kental)
- jarang bilateral

Mikros :

- dinding kista dilapisi selapis sel epithel columnar tinggi, cilia(-), inti terletak dibasal, sitoplasma luas,
mengandung bahan mucin
- dalam lumen kelenjar tampak masa amorf ( cairan yang berwarna merah muda )
8. Mucinous Cyst AdenoCarcinoma Ovarii
Makros:

- Tumor kista
- Putih – abu-abu – kecoklatan
- Permukaan luar halus / kasar, nekrosis, perdarahan
- Irisan :
 Sebagian kistik,sebagian padat
 Multilokuler
 Berisi cairan mucous
 Nekrosis
Perdarahan

Gambar gross benign mucinous cystadenoma di sebelah kiri. Beda utama dengan mucinous cystadenocarcinoma
adalah tidak ada nekrosis dan pendarahan. Gambar gross ovarian mucinous cystadenocarcinoma disebelah kanan.

Mikros:

- Tampak dinding kista


- Dilapisi sel epitel anaplasi,inti lebih dari 3 lapis,padat(Hilangnya gambaran kelenjar)
- Tumbuh invasive kedalam dinding kista/stroma
9. Dysgerminoma

Klinis : dari sel-sel benih, ovarium

- Sering pada umur 20-30,dapat terjadi pada anak-anak , tumor perut kanan / kiri bawah
- Beberapa kasus terjadi peningkatan level chorionic gonadotropin(HCG)
Makros :

- biasanya unilateral ( 80 – 90% )


- nodul padat/ massa solid
- lobulated
- irisan :
• abu-abu putih kekuningan
• area nekrosis & perdarahan
• konsistensi seperti daging

• Gambar ovary normal disebelah kiri. Di sebelah kanan adalah dysgerminoma

Mikros : (gambarnya sama dengan gambar seminoma, tidak bias dibedakan kecuali diketahui informasi
klinik)

- terdiri dari sarang2 sel vesikular besar ( sel bulat,uniform,sitoplasma jernih yang luas, inti besar ,bulat,
terletak disentral, anak inti prominent )
- dipisahkan oleh trabekula jaringan ikat dengan infiltrasi sel limfosit mature

- Gambaran homogen
- Sarang-sarang sel vesikular besar (sel bulat uniform dengan sitoplasma luas, berinti bulat besar,
terletak di tengah, dan anak inti prominen)
- Dipisahkan stroma jaringan ikat
- Infiltrasi sel limfosit
-

10. Matur Teratoma (Dermoid Cyst)

Klinis : ♀ muda masa reproduksi, compound, ada tulang, rambut dll

Makros :

- bilateral ( 10 – 15% )
- kista unilokuler, jinak
- putih abu – abu
- irisan :
• Dinding kista tipis
• Berisi:Rambut,Material Chessy sebaseous,gigi,area kalsifikasi

Ovary normal
Mature Cystic teratoma. Sering juga disebut “dermoid cyst” karena isinya banyak kistanya dan banyak sel ectodermal.

Mikros :

 Dinding kista dilapisi epitel squamous


 Dalam stroma terlihat:
 Struktur adnexa kulit (folikel rambut dan kelenjar sebacea)
 Struktur germ layer lain (tulang keras, tulang rawan, thyroid, paru, otak, maupun gigi)
11. Seminoma

Makros :

 Tumor solid uniform


 Warna coklat kekuningan
 Di dalam testis

Normal testis
Gambar di sebelah kiri adalah testis yang normal. Gambar di sebelah kanan adalah testis yang sudah mengalami
atrophy. Atrophy ini bias dikarenakan berbagai kondisi seperti alcohol, hypopituitarism, atherosclerosis, dll .

Gambar gross testis seminoma


Yang disebelah kiri masih normal, disebelah kanan sudah seminoma
Seminoma

Mikros :

- Sebanding dengan dysgerminoma


- Uniform polygonal dengan nuclei vesicular central
- Sitoplasma pucat,eosinofilik/clear
- Dibatasi jaringan fibrous dan infiltrasi sel-sel limfosit,plasma,macrophage

- Gambaran homogen
- Sarang-sarang sel vesikular besar (sel bulat uniform, sitoplasma luas, inti bulat besar, terletak di
tengah, dan anak inti prominen)
- Dipisahkan stroma jaringan ikat
- Infiltrasi sel limfosit
-

Gambaran normal testis dengan germ cells.


Gambaran mikros seminoma

Testis normal ada di sebelah kiri, seminoma ada di sebelah kanan. Terdapat perbedaan dalam besar dan kualitas
staining dari cell neoplastic dengan cell normal. Nucleinya berbentuk uniform polygonal dengan nuclei vesicular central.
Sitoplasma dari cell berwarna pale watery (pucat). Terdapat jaringan fibrous dan infiltrasi sel sel limfosit, plasma,
macrophage. Gambar di sebelah kiri adalah low power. Sebelah kanan adalah high power.
12. BPH

Prostat Normal

Nodular hyperplasia
Makros :

- Prostat membesar ( N → 60 – 100 gr )


- Lumen uretra menyempit ( Slitlike ) o.k tertekan nodul
- Proliferasi kelenjar > stroma →
o Warna yellow – pink mengandung cairan putih susu
o Konsistensi lunak
- Proliferasi stroma > kelenjar → Warna putih abu – abu

Mikros :

- Nodul proliferasi kelenjar & stroma fibromusculair


- Kelenjar kecil – besar – dilatasi kistik, dilapisi 2 lapis sel
o Dalam → epitel silindris
o Luar → epitel kubis/pipih ( basal membran )
Dapat ditemukan bentukan corpora amylacea
13. Transtitional Ca Buli

Klinis : Painless haematuria, ♂>♀, 50-70 th, riwayat:perokok berat, chronic cystitis, schistosomiasis
bladder, obat2an (cyclophospamide), tidak nyeri flank pain

Makros :

- finger-like papillae ,large papillary tumor.


- Ulserasi dan nekrosis.
- The aggressive multinodular neoplasm has fungated into the bladder lumen and spread over a wide
area.
- Dinding hipertrofi
- Mukosa tidak rata
-

Mikroskopik

Macam :
o Exophytic: membentuk papil (dg inti fibrovascular di tengah) atau solid (nodular)
o Endophytic : trdpt sekelompok tumor sel di lamina propia (especially if well-differentiated)
o Both exophytic and endophytic
- Epitel transisional lbh dari 7 lapis
- Sel2 ganas membentuk papil , Papil +,Sekat jar. Ikat, Mitosis

Bentukan dengan tumor. Terdapat juluran juluran di sebelah kiri. Tidak terdapat invasi di jaringan sebelah kanan.
14. Wilm’s Tumor

Klinis : < 10 th, hematuria, tumor diperut


Makros :
- Besar, soliter, batas tegas
- Lunak  daging ikan, homogen, warna keabu-abuan
- Ada focus pendarahan  Nekrosis
- Degenerasi kistik
- Kartilago Hyalin (+)
Mikros :

 Tidak terlihat gambaran ginjal normal


 Stroma jaringan ikat dengan sel berbentuk spindle
 Tampak bentukan tubuli primitif (abotif) dan glomerulus primitif (abotif) dilapisi jaringan ikat
 Triphasic combination of blastemal, stromal, & epitelial cell types
 Small blue cells (+)
 Stromal cells  fibrogenic/myxoid
 Kdg trdpt epitel squamous/mcinous, otot polos, jar adiposa, kartilago, osteoid, &neurogenic tissue
 Kdg anaplasia (5%)-->sel besar, hiperkromatik, nuclei pleomorfik, mitosis abnormal
 Diferensiasi sel epitel membentuk abortive tubulus atau glomerulus
 Epitel : anaplasi membentuk kelompok, stroma, glomerulus absorbtif
 Mesenchymal: diffuse

Bentukan di sebelah kiri atas terbentuk dari sel berwarna biru tua (small blue cell).
Gambar high power microscope. Terlihat bentukan primitive struktur glomerular dan tubular.

15. Grawitz Tumor


Klinis : dewasa , hematuria, nyeri flank pain, usia tua 50th
Makros :
- Spheris, Soliter, putih abu-abu kekuningan,
- Batas jelas, Tanpa kapsul
- Unilateral
- Pendarahan dan nekrosis
- Didapatkan bentuk kistik
- Nodul satelit kecil (+)
- Tumor invasif vena renalis

Ginjal Normal disebelah kiri. Sebelah kanan adalah grawitz.


Grawitz Tumo

Mikros :
- Gambaran sel bervariasi (Papiler, tubuler, glanduler dan undifferentiated)
- Batas tegas
- Pada Solid
o Anaplasi jelas
o Giant cell
o Mitosis banyak
o Undifferentiated (sitoplasma warna pink)
- Pada Clear cell
o Vakuolisasi (+) (banyak mengandung lipid)
o Inti pada basal
o Sel kecil
o Piknotik

Normal Glomerulus disebelah kiri. Sebelah kanan adalah clear cell ca.

16. Pyelonefritis Kronik

Klinis :

- Memiliki kelainan utama, seperti urinary obstruction, batu ginjal yang besar atau urinary reflux (pada
anak kecil). Inflamasi ada tanda sistemik, demam, bisa hematuria
Makros :

- Ginjal mengecil, berkerut, granular


- Banyak jaringan parut pada permukaan (Cekungan-cekungan)
- Potongan: keabuan dengan rongga berisi jaringan nekrosis
- Jaringan parut tidak rata, melibatkan pelvis renalis/ calyces/ keduanya→papillary blunting &
calyceal deformities yang mencolok

Bentukan Normal ginjal dan dengan potongan


Mikros :

 Interstitial fibrosis tidak merata & infiltrasi limfosit, sel plasma, neutrofil
 Dilatasi/ kontraksi tubulus
 Tubulus yang mengalami dilatasi:
 mengandung casts pink sampai biru, glassy-appearing PAS positive disebut colloid cast yang
menunjukkan gambaran jar.tiroid (tiroidisasi)
 Neutrofil (+)
 Glomerulosclerosis tampak pada area parenkim ginjal yang masih baik
-

Bentukan Normal Glomerulus disebelah kiri. Sebelah kanan adalah chronic pyelonephritis. Daerah diatas tengah
adalah chronic inflammatory cells.

Bentukan yang biru biru hitam adalah lymphocyte and plasma cells