Anda di halaman 1dari 16

1.

Anatomi otak

Gambar 1. Encephalon (Martini&Nath, 2009)


Cerebrum merupakan bagian terbesar otak dan terletak di fossa
cranii anterior dan medius serta menempati seluruh cekungan tempurung
tengkorak. Cerebrum terbagi menjadi dua bagian yaitu diencephalon yang
membentuk inti sentral dan telencephalon yang membentuk hemispherium
cerebri (Snell, 2006).
a. Diencephalon
Diencephalon merupakan struktur yang terletak di garis tengah dengan
belahan kanan dan kiri yang simetris. Diencephalon terdiri dari
ventrikulus tertius dan struktur yang membatasinya. Diencephalon
meluas ke posterior di tempat ventrikulus tertius bersambung dengan
aquaductus cerebri dan ke anterior sejauh foramina interventricularis
(Snell, 2006).
b. Hemispherium Cerebri
Hemispherium cerebri merupakan bagian otak yang paling besar dan
dipisahkan oleh fisura sagiitalis. Untuk memperluas permukaan cortex
cerebri secara maksimal, masing-masing permukaan hemispherium
cerebri membentuk lipatan-lipatan atau gyri yang terpisah satu dengan
yang lain oleh sulcus atau fissura. Pembagian hemispherium
dinamakan sesuai dengan tulang tengkorak yang ada di atasnya yaitu
lobus frontalis, parietalis, tempooralis, dan oksipitalis dengan sulcus
centralis, parietooccipitalis, lateralis dan calcarina sebagai batas-batas
yang digunakan (Snell, 2006).

Gambar 2. Pandangan medial hemisfer cerebri kanan (Snell, 2006)

1) Lobus
a) Frontalis
Lobus frontalis menempati daerah di anterior sulcus
centralis dan di superior sulcus lateralis. Bagian ini
mengandung daerah-daerah motorik dan premotorik (Snell,
2006).
b) Parietalis
Lobus parietalis terletak di daerah posterior sulcus centralis
dan di superior sulcus lateralis, lobus ini meluas ke posterior
sampai sejauh sulcus parietooccipitalis (Snell, 2006).
c) Occipitalis
Lobus oksipitalis adalah lobus posterior korteks serebrum.
Lobus ini menempati daerah kecil di belakang sulcus
parietooccipitalis (Snell, 2006).
d) Temporalis
Lobus temporalis menempati daerah di inferior sulcus
lateralis (Snell, 2006).
2) Sulcus
a) Sulcus centralis
Sulcus centralis sangat penting karena gyrus yang terletak di
sebelah anteriornya mengandung sel-sel motorik yang
menginisiasi gerakan-gerakan tubuh sisi kontralateral. Pada
bagian posterior sulcus ini terletak korteks sensorik umum yang
menerima informasi sensorik dari sisi tubuh kontralateral
(Snell, 2006).
b) Sulcus parietooccipitalis
Sulcus parietooccipitalis berjalan turun dan ke arah anterior
pada permukaan medial untuk bertemu dengan sulcus calcarina.
Sulcus ini memisahkan lobus parietal dengan lobus occipital
(Snell, 2006).
c) Sulcus lateralis
Sulcus lateralis merupakan celah dalam yang terutama
ditemukan di permukaan inferiror dan lateral hemisphere
cerebri. Sulcus ini memisahkan lobus parietal dengan lobus
temporal (Snell, 2006).
d) Sulcus calcarina
Sulcus calcarina terdapat pada permukaan medial
hemisphere. Sulcus ini dimulai dari bawah ujung posterior
corpus callosum dan melengkung ke atas dan belakang untuk
mencapai polus occipitalis yang merupakan tempat berakhirnya
sulcus tersebut (Snell, 2006).
2. Fungsi korteks serebri masing-masing lobus
Gambar 3. Pandangan lateral pada cerebrum (Hartwig, 2005)

a. Lobus frontalis
Lobus frontalis merupakan area motorik primer, yang bertanggung
jawab untuk gerakan-gerakan voluntar, bertanggung jawab untuk
perilaku bertujuan, penentuan keputusan moral, dan pemikiran yang
kompleks. Area ini terletak di sepanjang gyrus presentralis. Daerah
Broca terletak di lobus frontalis dan mengontrol ekspresi bicara.
Banyak daerah-daerah asosiasi di lobus frontalis menerima informasi
dari seluruh otak dan menggabungkan informasi-informasi tersebut
menjadi pikiran, rencana, dan perilaku. Lobus frontalis memodifikasi
dorongan emosional yang dihasilkan oleh sistem limbik dan
refleksrefleks vegetatif dari batang otak (Hartwig, 2005).
b. Lobus parietalis
Lobus ini merupakan daerah sensorik primer otak untuk rasa raba
dan pendengaran. Peran utama korteks parietalis adalah pada
kegiatan pemrosesan dan integrasi informasi sensorik yang lebih
tinggi tingkatnya. Lobus parietalis menyampaikan informasi
sensorik ke banyak daerah lain di otak, termasuk daerah asosiasi
motorik dan visual di sebelahnya (Hartwig, 2005).
c. Lobus temporalis
Lobus temporalis merupakan area sensorik reseptif untuk impuls
pendengaran dan mencakup daerah Wernicke tempat interpretasi
bahasa. Lobus ini juga berperam dalam interpretasi bau dan proses
penyimpanan ingatan (Hartwig, 2005).
d. Lobus occipitalis
Lobus ini mengandung korteks penglihatan primer yang menerima
informasi penglihatan dari retina dan menyadari sensasi warna
(Hartwig, 2005).
3. Anatomi cerebellum dan batang otak
Otak, terbagi atas struktur-struktur utama sebagai berikut :
a. Cerebrum (otak besar)
1) Struktur :
a) Hemisphere dextra et sinistra
b) Fissura longitudinalis cerebrii
c) Corpus callosum
d) Gyrus et sulcus
2) Sulcus :
a) Sulcus centralis
b) Sulcus occipitoparietalis
c) Sulcus lateralis (sylvius)
3) Lobus
a) Lobus frontalis
b) Lobus parietalis
c) Lobus occipitalis
d) Lobus temporalis
b. Cerebellum (otak kecil)  Fungsi : Pusat Kordinasi Keseimbangan
c. Diencephalon (thalamus dan hipotalamus)
d. Truncus encephali (batang otak), tediri atas 3 bagian:
1) Mesencephalon
2) Pons
3) Medulla oblongata
Gambar 4. Anatomi cerebellum dan batang otak

4. Anatomi saraf kranial


a. N. I (N. Olfactorius), berjalan masuk ke dalam bulbus olfactorii,
berlanjut ke traktus olfactorius sepanjang bawah lobus frontalis ke area
periamygdaloidea dan prepiriformis menuju cortex olfaktorius primus.
b. N.II (N. Opticus) dari lapisan ganglionik retina menuju chiasma
opticum berlanjut ke traktus opticus sekitar pedunculus cerebri dan
diteruskan ke corpus geniculatum lateral eke radio optica yang
merupakan akson sel saraf corpus geniculatum laterale dan berakhir di
korteks visual pada area 17, di bagian atas dan bawah sulcus calcarinus.
c. N. III (N. Occulomotorius) mempunyai 2 nukeli motorik, utama dan
parasimpatis aksesoris. Nucleus utama terletak di anterior substansia
grisea yang mengelilingi aqueductus cerebri setinggi colliculus superior.
Nukleus parasimpatis accesorius terletak di belakang nucleus utama.
d. N. IV (N. Trochlearis) nucleus saraf ini terletak di bawah N. III setinggi
colliculus inferior. Pada permukaan posterior mesencephalon, muncul
dari sisi posterior batang otak dan menyilang melewati fissure orbitalis
superior dan mempersarafi muskulus obliquus superior bola mata.
e. N. V (N. Trigeminus) meniggalkan aspek anterior pons sebagai radiks
motorik yang kecil dan radiks sensorik yang besar.
f. N. VI (N. Abducens) nucleus nervus ini terletak di bawah lantai
ventrikulus lateralis bagian atas, dekat garis tengah dan bawah colliculus
facialis.
g. N. VII (N. Facialis) memiliki tiga nucleus, motorik utama, sensorik dan
parasimpatis. Nucleus motorik utama terletak di formation reticularis
bagian bawah pons. Bagian nucleus yang mempersarafi wajah bagian
atas, menerima serabut kortikonuklearis dari kedua hemisfer cerebri.
Bagian nucleus yang mempersarafi wajah bagian bawah, hanya
menerima serabut kortikonuklearis dari hemisfer cerebri sisi
kontralateral.
h. N. VIII (N. Vestibulocochlearis) bagian saraf ini meninggalkan
permukaan anterior otak di antara pinggir bawah pons dan medulla
oblongata. Semua berjalan ke lateral di fossa crania posterior da masuk
lewat meatus akustikus internus.
i. N. IX (N. Glossofaringeus) meniggalkan pemukaan anterolateral bagian
atas medulla oblongata sebagai rangkaian akar kecil dalam alur antara
olive dan peduncularis cerebellaris inferior.
j. N. X (N. Vagus) meniggalkan pemukaan anterolateral bagian atas
medulla oblongata sebagai rangkaian akar kecil dalam alur antara oliva
dan peduncularis cerebellaris inferior.
k. N. XI (N. Accesorius) merupakan saraf motorik gabungan antara radix
kranialis dan radix spinalis.
l. N. XII (N. Hipoglossus) serabut saraf ini muncul dari permukaan
anterior medulla oblongata di antara pyramis medullae oblongata dan
oliva.
Saraf kranialis merupakan saraf perifer yang berpangkal pada otak
dan batang otak. Fungsi saraf cranial adalah sensorik, motorik dan khusus.
Yang dimaksud dengan fungsi khusus adalah fungsi yang bersifat
pancaindra seperti, penghiduan, penglihatan, pengecapan, pendengaran dan
keseimbangan. Saraf kranialis terdiri atas 12 pasang. Saraf kranialis pertama
langsung berhubungan dengan otak. Saraf kranialis kedua dan ketiga
berpangkal di mesensefalon, saraf kranialis keempat, kelima, keenam dan
ketujuh berpangkal di pons dan saraf kranialis kedelapan sampai keduabelas
berasal dari medula oblongata (Martini dan Nath, 2009).

Gambar 5. Nervus kranialis beserta fungsinya (Martini dan Nath, 2009)

Fungsi dan sifat nervus kranialis dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel . Nervus kranialis, sifat dan fungsinya (Martini dan Nath, 2009)
Nervus Cranial Sifat Fungsi
Olfactorius (N. I) Sensorik Penghidung
Opticus (N. II) Sensorik Penglihatan
Occulomotorius Motorik Pergerakan bola mata,
(N. III) pergerakan pupil
Trochlear (N. IV) Motorik Pergerakan bola mata
Trigeminus (N. Sensorik dan motorik Mengatur refleks kornea,
V) otot – otot pengunyah
Abducens (N. VI) Motorik Pergerakan bola mata
Facial (N. VII) Sensorik dan motorik Persarafi 2/3 anterior lidah,
otot – otot ekspresi wajah,
sekresi kelenjar ludah
Vestibulocochlear Sensorik Keseimbangan dan
(N. VIII) pendengaran
Glossopharyngeal Sensorik dan motorik Persarafi 1/3 posterior lidah,
(N. IX) sebagai reseptor tekanan
darah
Vagus (N. X) Sensorik dan motorik Hearth rate, sistem digestif
Accessorius (N. Motorik Musculus trapezius,
XI) musculus
sternocleidomastoideus
Hypoglossus (N. Motorik Pergerakan otot intrinsik
XII) lidah

5. Fungsi korteks serebri


a. Lobus Frontalis
1) Kontrol motorik gerak volunter
2) Kontrol berbagai emosi, moral, tingkah lagu, dan etika.
Terdapat 2 kortek :
1) Korteks somato motorik primer : mengawali emua gerak
volnter
2) Korteks premotor : pusat sistem ekstrapiramidal
b. Lobus temporalis
Punya ungsi pendengaran, keseimbangan, dan sebagian emosi-
memori. Terdapat korteks auditivus primer.
c. Lobus oksipitalis
Memiliki korteks visual primer yaitu sebgaai pusat visualisasi.
d. Lobus parietalis
Untuk evaluasi sensorik umum, dan rasa kecap, dimana selanjutnya
akan di intergrasi dan diproses untuk menimbulkan kesiagaan tubuh
terhadap lingkungan eksternal. Terdapat korteks somato sensorik
primer.
e. Lobus insula
Diduga mempunyai peranan pada organ gastrointestinal dan organ
viseral lain.
6. Fungsi saraf kranial
Berbagai komponen saraf otak, fungsi, serta celah di cranium yang
dilewati oleh saraf-saraf tersebut untuk meninggalkan cavum crania
diringkas sebagai berikut:
Saraf-Saraf Kranial (Nervi Craniales)
No Nama Komponen Fungsi Tempat keluar di
otak
I Olfactorius Sensorik (SVA) Penghidu Celah-celah di
lamina cribrosa ossis
ethmoidalis
II Opticus Sensorik (SSA) Penglihatan Canalis opticus
III Oculomotorius Motorik (GSE, Mengangkat kelopak Fissura orbitalis
GVE) mata atas, superior
menggerakkan bola
mata ke atas, bawah, dan
medial; konstriksi pupil;
akomodasi mata
IV Trochlearis Motorik (GSE) Membantu Fissura orbitalis
menggerakkan bola superior
mata ke bawah dan
lateral
V Trigeminus
Divisi ophtalmicus Sensorik (GSA) Kornea, kulit dahi, kulit Fissura orbitalis
kepala, kelopak mata, superior
dan hidung; juga
membran mukosa sinus
parasanal dan rongga
hidung
Divisi maxillaris Sensorik (GSA) Kulit wajah di atas Foramen rotundum
maxilla; gigi geligi
rahang atas; membrane
mukosa hidung, sinus
dan lempeng maxilla
Divisi mandibularis Motorik (SVE) Otot-otot pengunyah, M. Foramen ovale
mylohyoideus, m.
digastricus venter
anterior, m. tensor veli
palatini, dan m. tensor
Sensorik (GSA) tympanicum.
Kulit pipi; kulit di atas
mandibula dan sisi
kepala, gigi geligi
rahang bawah dan
articulation temporo
mandibularis; membrane
mukosa mulut dan
bagian anterior lidah
VI Abducens Motorik (GSE) M. rectus lateralis Fissura orbitalis
menggerakkan mata ke superior
lateral
VII Facialis Motorik (SVE) Otot-otot wajah dan kulit Meatus acusticus
kepala, m. stapedius, m. interna, canalis
digastricus venter facialis, foramen
posterior, dan m. sylomastoideus
Sensorik (SVA) stylohyoideus.
Pengecapan dari dua-
pertiga bagian anterior
Sekretomotorik lidah, dari dasar mulut
parasimpatis (GVE) dan palatum.
Kelenjar ludah
submandibula dan
sublingual, kelenjar
lakrimalis, dan kelenjar
hidung dan palatum.

VIII Vestibulocochlear
Vestibular Sensorik (SSA) Dari utriculus, sacculus, Meatus acusticus
dan canalis internus
semicircularis- posis dan
gerakan kepala
Cochlear Sensorik (SSA) Organ Corti- Meatus acusticus
pendengaran internus
IX Glossopharyngeus Motorik (SVE) M.stylopharingeus- Foramen jugulare
membantu menelan.
Sekretomotorik Kelenjar parotis.
parasimpatis (GVE)
Sensorik (GVA, Sensasi umum dan
SVA, GSA) pengecap dari dua
pertiga bagian posterior
lidah dan faring; sinus
carotis (baroreseptor);
corpus carotis
(kemoreseptor)
X Vagus Motorik (GVE, Jantung dan pembuluh Foramen jugulare
SVE) darah besar di toraks;
laring, trakea, bronkus,
Sensorik (GVA, dan paru; traktus
SVA, GSA) alimentary dari faring ke
fleksura splenicus kolon;
hepar, ginjal, dan
pankreas
XI Accessorius Motorik (SVE) Otot-otot palatum molle Foramen jugulare
Radix cranialis (kecuali m. tensor veli
palatini), faring (kecuali
m. stylopharyngeus),
dan laring (kecuali m.
cricothyroid) di cabang-
cabang n. vagus
Radiks spinalis Motorik (SVE) M. Foramen jugulare
sternocleidomastoideus
dan m. trapezius
XII Hypoglossus Motorik (GSE) Otot-otot lidah (kecuali Canalis hypoglossus
m. palatoglossus)
mengatur bentuk dan
pergerakan lidah
Keterangan: GSA: aferen somatik umum, SSA: aferen somatik khusus,
GVA: aferen viseral umum, SVA: aferen visceral khusus, GSE: eferen
somatik umum, GVE: eferen viseral umum, SVE: eferen viseral khusus.
(Snell, 2007)
7. Jaras piramidalis
a. Tractus Corticospinal
Serabut tractus corticospinal berasal dari sel pyramidal di cortex
cerebri. Dua pertiga serabut ini berasal dari gyrus precentralis dan
sepertiga dari gyrus postcentralis. Serabut desendens tersebut lalu
mengumpul di corona radiata, kemudian berjalan melalui crus posterius
capsula interna. Pada medulla oblongata tractus corticospinal nampak
pada permukaan ventral yang disebut pyramids. Pada bagian caudal
medulla oblongata tersebut 85% tractus corticospinal menyilang ke sisi
kontralateral pada decussatio pyramidalis sedangkan sisanya tetap pada
sisi ipsilateral walaupun akhirnya akan tetap bersinaps padaneuron
tingkat tiga pada sisi kontralateral pada medulla spinalis. Tractus
corticospinalis yang menyilang pada ducassatio akan membentuk
tractus corticospinal lateral dan yang tidak menyilang akan membentuk
tractus corticospinal anterior (Snell, 2006).
b. Tractus Corticobulbar

Serabut tractus corticobulbar mengalami perjalanan yang hampir


sama dengan tractuscorticospinal, namun tractus corticobulbar
bersinaps pada motor neuron nervus cranialis III, IV, V, VI, VII, IX, X,
XI, XII. Tractus coricobulbar menjalankan fungsi kontrol volunter otot
skelet yang terdapat pada mata, dagu, muka dan beberapa otot pada
faringdan leher. Seperti halnya dengan tractus corticospinal, tractus
corticobulbar punmengalami persilangan namun persilangannya
terdapat pada tempat keluarnya motor neuron tersebut. (Martini&Nath,
2009).
c. Medial Pathway
Medial Pathway (jalur medial) mempersarafi dan
mengendalikan tonus otot dan pergerakan kasar dari leher, dada dan
ekstremitas bagian proksimal. Upper motor neuron jalur medial berasal
dari nukleus vestibularis, colliculus superior dan formasio retikularis.
(Martini&Nath, 2009).
Nukleus vestibularis menerima informasi dari N VIII dari
reseptor di vestibulumuntuk mengontrol posisi dan pergerakan kepala.
Tractus descendens yang berasal darinukleus tersebut ialah tractus
vestibulospinalis. Tujuan akhir dari sistem ini ialah untuk menjaga
postur tubuh dan keseimbangan. (Martini&Nath, 2009).
Colliculus superior menerima sensasi visual. Tractus descendens
yang berasal daricolliculus superior disebut tractus tectospinal. Fungsi
tractus ini ialah untuk mengaturrefleks gerakan postural yang berkaitan
dengan penglihatan (Snell, 2006).
Formasio retikularis ialah suatu sel-sel dan serabut-serabut saraf
yang membentuk jejaring (retikular). Jaring ini membentang ke atas
sepanjang susunan saraf pusat darimedulla spinalis sampai cerebrum.
Formatio reticularis menerima input dari hampir semuaseluruh sistem
sensorik dan memiliki serabut eferen yang turun memengaruhi sel-sel
saraf di semua tingkat susunan saraf pusat. Akson motor neuron dari
formatio retikularis turunmelalui traktus retikulospinal tanpa menyilang
ke sisi kontralateral. Fungsi dari tractusreticulospinalis ini ialah untuk
menghambat atar memfasilitasi gerakan voluntar dankontrol simpatis
dan parasimpatis hipotalamus (Martini&Nath, 2009) (Snell, 2006).
d. Lateral Pathway
Lateral Pathway (jalur lateral) berfungsi sebagai kontrol tonus
otot dan presisipergerakan dari ekstremitas bagian distal. Upper motor
neuron dari jalur lateral ini terletak dalam nukleus ruber (merah) yang
terletak dalam mesencephalon. Akson motor neurondari nukleus ruber
ini turun melalui tractus rubrospinal. Pada manusia tractus
rubrospinalkecil dan hanya mencapai corda spinalis bagian cervical.
(Martini&Nath, 2009)

Hartwig, Mary S; Wilson, Lorraine M. 2005. Patofisiologi : Konsep klinis Proses-


proses Penyakit. Jakarta : EGC.

Martini, Frederic H., Nath, Judi L. 2009. Fundamentals of Anatomy and Physiology
Eighth Edition. San Francisco: Pearson Education.
Snell, Richard S. 2006. Neuroanatomi Klinik untuk Mahasiswa Kedokteran.
Jakarta : EGC.
Snell, Richard S. 2007. Neuroanatomi Klinik untuk mahasiswa kedokteran edisi 5.
Jakarta : EGC .