Anda di halaman 1dari 8

Proceeding Health Architecture, 1(1) 17 Mei 2017 ISBN: 978-602-19568-6-1

Website: http://mmr.umy.ac.id/artikel/proceeding/

Rencana Strategi Pengelolaan Intensive Care Unit (ICU) di Rumah


Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta

Intan Permata Sari*, Firman Pribadi, Safiqulatif Abdillah


Program studi Manajemen Rumah Sakit, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Jalan Lingkar Selatan, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta 55183
Email: intanpermataburman@gmail.com
ABSTRAK
Latar belakang: Intensive Care Unit (ICU) memiliki pembiayaan yang tinggi. Tidak
diperbolehkannya sistem cost-sharing pada peserta asuransi membuat rentannya terjadi fraud
dikarenakan rumah sakit harus tetap bertahan diantara tuntutan dan biaya fasilitas serta
pengobatan di ICU yang tak dapat di klaim. Dibutuhkan penyusunan rencana startegi ICU di
Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta, mengingat pentingnya strategi yang harus
dilakukan rumah sakit dalam pengelolaan ICU khususnya rumah sakit swasta. Metode Penelitian
: Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan rancangan case study. Subyek
penelitian ini adalah data-data internal rumah sakit, direktur utama, manager pelayanan medis,
kepala ICU, supervisi ICU, dan tim JKN. Data diambil dengan cara analisa dokumen dan
wawancara. Hasil Penelitian : Berdasarkan diagram SWOT posisi ICU Rumah Sakit PKU
Muhammadiyah Yoagyakarta berada pada kuadran I. Strategi yang diterapkan dalam kondisi ini
dapat mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (Growth oriented strategy). Berdasarkan
Matrix TOWS strategi utama diterapkan berdasarakan kekuatan dan peluang. KPI disusun
berdasarkan analisa kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman ataupun tantangan ICU dalam
peta strategik. Simpulan : ICU Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta telah memiliki
beberapa kekuatan dan peluang yang dapat dimanfaatkan guna mendukung kebijakan
pertumbuhan yang agresif. Rencana strategi ICU disusun dengan target 5 tahun pencapaian.

Kata Kunci : Rencana Strategi; ICU; SWOT


©2017 Proceeding Health Architecture. All rights reserved

PENDAHULUAN Terapi Intesive. Peranan multidisiplin dari


Intensive Care Unit (ICU) atau Ruang berbagai staf medis yang bekerja didalam ICU
Rawat Intensife merupakan bagian yang tidak menjadi acuan penting. Penggembangan dari
akan pernah terlepaskan dari pengembangan tim inilah yang akan meningkatkan
sebuah rumah sakit. Berdasarkan Keputusan keselamatan pasien. Namun, besarnya
Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor kebutuhan ICU baik dari staff medis khusus
1778/MENKES/SK/XII/2010 tentang Pedoman maupun sarana dan prasarana sering kali
Penyelenggaraan Pelayanan Intesive Care Unit mendatangkan kekhawatiran bagi pihak
(ICU) di rumah sakit menyebutkan bahwa ICU manajemen. Berbeda dengan rumah sakit
adalah suatu bagian dari rumah sakit yang pemerintah daerah yang mendapatkan Dana
mandiri (instalasi dibawah direktur pelayanan), Alokasi Khusus (DAK) sebagai salah satu
dengan staf yang khusus dan perlengkapan sumber pembiayaan bagi daerah dalam
yang khusus yang ditujukan untuk observasi, peningkatan pembangunan kesehatan, yang
perawatan dan terapi pasien-pasien yang didapatkan 10% dari anggaran APBD sesuai
menderita penyakit, cedera atau penyulit- dengan Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009
penyulit yang mengancam nyawa atau tentang Kesehatan, khususnya kegiatan yang
potensial mengancam nyawa dengan langsung menyentuh masyarakat, rumah sakit
prognosis dubia 1. swasta seperti Rumah Sakit PKU
Setiap rumah sakit memiliki manajemen Muhammadiyah Yogyakarta harus menyusun
yang berbeda dalam pengelolaan ICU. Rumah strategi jitu agar dapat bertahan dari besarnya
Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta tuntutan dan kemampuan2.
memiliki pelayanan ICU yang terintegrasi dan Besarnya pembiayaan yang harus
dipimpin oleh dokter spesialis Anestesi dan dikeluarkan melalui pelayanan ICU, dan tidak
Page | 122
Proceeding Health Architecture, 1(1) 17 Mei 2017 ISBN: 978-602-19568-6-1
Website: http://mmr.umy.ac.id/artikel/proceeding/

diperbolehkannya sistem cost-sharing pada Muhammadiyah Yogyakarta yang diteliti


peserta BPJS membuat rentannya terjadi fraud melalui wawancara dan telusur dokumen
dikarenakan rumah sakit harus tetap bertahan pendukung dalam pengelolaan ICU di Rumah
diantara tuntutan dan biaya fasilitas serta Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta.
pengobatan di ICU yang tak dapat di klaim Sampel dalam penelitian ditentukan dengan
BPJS. Walaupun telah memanfaatkan adanya cara purposive sampling, yaitu dipilih dengan
spesial CMG, rumah sakit khususnya rumah pertimbangan dan tujuan tertentu. Dimana
sakit swasta seringkali terpaksa melakukan narasumber yang dipilih adalah narasumber
penutupan sendiri kekurangan biaya yang yang berpengaruh penting terhadap
seharusnya dibebankan kepada pasien. Dilema pengelolaan ICU. Narasumber yang dipilih
ICU semakin diperkuat dengan Length of Stay adalah direktur utama, manager pelayanan
(LOS) atau lamanya perawatan di ICU yang medis, Kepala ICU, Supervisor (SPV) ICU, dan
mempengaruhi besarnya pembiayaan yang Tim JKN di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah
dibebankan oleh rumah sakit3. Yogyakarta. Instrumen penelitian pada
Dalam penyusunan strategi pengelolaan ICU penelitian ini adalah human instrumen,
dibutuhkan sebuah analisa SWOT dan balanced panduan wawancara, alat perekam, dan alat
scorecard sehingga dapat disusun Key tulis. Langkah pada penelitian ini adalah
Performance Indicators (KPI) sebagai target menentukan masalah penelitian, melakukan
pencampaian rencana strategi yang dirancang. pengumpulan data melalui telusur dokumen
Analisa SWOT adalah sebuah metode
rumah sakit, wawancara semi terstruktur,
perencanaan strategis yang digunakan untuk
mengevaluasi Strength, Weakness, Opportunities, wawancara terstruktur, melakukan interprestasi
dan Threats terlibat dalam sebuah proyek atau fakta, merumuskan generalisasi, dan
dalam bisnis usaha. Teori ini kerap kali digunakan menyusun laporan penelitian. Uji keabsahan
untuk merencanakan suatu hal. Analisa SWOT data pada penelitian ini dengan cara
merupakan identitas berbagai faktor secara memperpanjang masa pengamatan,
sistematis untuk merumuskan strategi pelayanan 4. triangulasi, menggunakan bahan referensi,
Balanced score card (BSC) atau kartu skor Peer debriefing, dan Member check. Jenis data
seimbang pertama kali dikenalkan oleh Kaplan dan yang didapatkan pada penelitian ini adalah
Norton pada tahun 1996. Kartu skor adalah kartu data primer dan data sekunder. Analisa data
yang digunakan untuk mencatat hasil kinerja dilakukan dengan cara mengorganisir data,
seseorang atau personel serta merencanakan skor
membaca keseluruhan informasi dan memberi
yang akan dicapai di masa yang akan datang.
Dapat definisikan bahwa balance score card kode, open Coding, axial Coding, dan Selective
merupakan suatu pengukuran kinerja dan sistem Coding. Penelitian ini diharapkan tidak
manajemen yang memandang perusahaan dari melanggar etika penelitian karena telah
empat perspektif, yaitu perspektif keuangan, dirancang sesuai prosedur petunjuk dan aturan
pelanggan, proses bisnis internal serta yang telah ditetapkan oleh Program Studi
pembelajaran dan pertumbuhan untuk memperbaiki Magister Manajemen Rumah Sakit Universitas
keputusan strategis dalam mencapai tujuan Muhammadiyah Yogyakarta. Sementara itu
perusahaan serta memeberikan pemahaman panduan wawancara akan dilampirkan pada
kepada manajer terhadap performance bisnis proses pengurusan izin penelitian sehingga
(Hilmawan, 2005). pihak Rumah Sakit PKU Muhammadiyah
Yogyakarta diharapkan telah mengetahui
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan jenis tujuan penelitian serta data-data yang akan
penelitian kualitatif. Desain penelitian pada diperlukan oleh penulis di rumah sakit tersebut.
penelitian ini adalah Case Study. Penelitian ini Penelitian ini juga menyertai lembar
dilakukan pada bulan desember 2016-Februari penjelasan penelitian dan lembar persetujuan
2017 di Jalan KH. Ahmad Dahlan No. 20, narasumber yang ditanda tangani oleh
Gondomanan, Yogyakarta, Daerah Istimewa narasumber dan saksi wawancara sebelum
Yogyakarta. Objek pada penelitian ini adalah dilakukannya wawancara. Hasil wawancara
strategi pengelolaan ICU di Rumah Sakit PKU sepenuhnya penulis manfaatkan untuk

Page | 123
Proceeding Health Architecture, 1(1) 17 Mei 2017 ISBN: 978-602-19568-6-1
Website: http://mmr.umy.ac.id/artikel/proceeding/

kepentingan akademik sehingga diharapkan akses informasi, terutama informasi bidang


tidak ada etika penelitian yang dilanggar. kesehatan sehingga mereka dapat mengkritisi
HASIL PENELITIAN pelayanan dengan lebih baik. Berdasarkan
Hasil penelitian ini tertera dalam bentuk presentase kunjungan pasien di Rumah Sakit
narasi Rencana Strategi Pengelolaan ICU di PKU Muhammadiyah Yogyakarta pada tahun
Rumah Sakit PKU Muhammadiyah. Gambaran 2016, pasien dengan status kelompok ini
Umum Pengguna (Costumer) ICU Rumah Sakit sebanyak 43%.
PKU Muhammadiyah Yogyakarta terbagi
menjadi 2 kelompok. Diantaranya adalah 2. Kelompok masyarakat dengan terikat
sebagai berikut : institusi
Kelompok pengguna dengan terikatt
1. Kelompok masyarakat tanpa ikatan instansi institusi terdiri dari institusi pemerintah, institusi
(umum) pendidikan, dan pihak ketiga berupa relasi dan
Kelompok ini merupakan kelompok lembaga pembiayaan kesehatan (asuransi
pasien dengan metode pembayaran out of kesehatan). Jejaring yang kuat dan bersifat
pocket atau pasien tanpa jaminan asuransi. mutualisme akan mendorong pada peningkatan
Karakteristik dari kelompok pengguna ini pertumbuhan jumlah pelanggan dan
secara umum didominasi oleh masyarakat dari perkembangan kualitas pelayanan. Program
umat muslim di DIY dan sekitarnya dengan pemerintah terkait dengan Jaminan Kesehatan
tingkat ekonomi menengah kebawah. Meski Nasional (JKN) membuat semakin
daya beli masyarakat golongan ini relatif meningkatnya kelompok ini. Presentase
terbatas namun pemahaman dan kesadaran kunjungan pasien di Rumah Sakit PKU
mereka akan arti pelayanan kesehatan yang Muhammadiyah Yogyakarta pada tahun 2016
bermutu tidak dapat diabaikan. Apalagi didapatkan data bahwa pasien dari peserta
didukung dengan kondisi Yogyakarta sebagai BPJS sebanyak 40%, Jamkesta sebanyak 2%,
kota pendidikan yang memungkinkan cepatnya Takaful RS 6%, dan Asuransi lainnya 9%.

Ketenagaan ICU Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta


Sumber : Dokumen Internal Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta
No Pendidikan Bagian Jumlah Keterangan Status
Dokter Spesialis Sesuai Jadwal, On Dokter
1 ICU 1
Anestesi Call 24 jam Tetap
Dokter Spesialis Sesuai Jadwal, On Dokter
2 ICU 2
Anestesi Call 24 jam Tamu
Sertifikasi ICU,
5 S1 Keperawatan ICU 1 Tetap
Sertifikasi BLS
8 Sertikasi ICU, 2
6 D3 Keperawatan ICU 13 Sertifikasi PICU, 12 Tetap
Sertifikasi BLS

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa dipimpin oleh dokter spesialis anastesi yang
Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta statusnya adalah dokter tamu. Padahal jika
memilik 3 dokter spesialis anastesi dan 2 merujuk dari Keputusan Menteri Kesehatan
diantaranya adalah dokter tamu. Rumah Sakit Republik Indonesia Nomor
PKU Muhammadiyah Yogyakarta hanya 1778/MENKES/SK/XII/2010 Tentang Pedoman
memiliki 1 dokter tetap dan menjabat di Penyelenggaraan Pelayanan Intensive Care
sebagai pejabat struktural Rumah Sakit PKU Unit (ICU) di Rumah Sakit, Kepala ICU memiliki
Muhammadiyah Yogyakarta. Sehingga dokter dua peran utama, diantaranya pengelolaan
yang bersangkutan tidak memungkinkan pasien dan manajemen unit. Dokter spesialis
menjabat sebagai kepala ICU. ICU saat ini anastesi dengan status dokter tamu akan sulit

Page | 124
Proceeding Health Architecture, 1(1) 17 Mei 2017 ISBN: 978-602-19568-6-1
Website: http://mmr.umy.ac.id/artikel/proceeding/

untuk melakukan dua peranan utama diatas. Namun penempatan 2 perawat dengan
Dikarenakan dokter yang bersangkutan tidak sertifikasi Pediatric Intensive Care Unit (PICU)
bisa fulltime untuk melaksanakan dua peranan menjadi kurang tepat untuk ditempatkan di ICU.
utama tersebut. Jika melihat daftar perawat Berdasarkan narasumber dari penelitian ini,
ICU di Rumah Sakir PKU Muhammadiyah Rumah Sakit PKU Muhammadiyah
Yogyakarta, jumlah perawat yang telah Yogayakarta belum memiliki PICU. Sehingga
memiliki sertifikasi ICU telah memenuhi jumlah untuk mengantisipasi adanya pasien pediatrik,
yang direkomendasi melalui Pedoman perawat PICU ditempatkan di ICU.
Penyelenggaraan Pelayanan Intensive Care Data SWOT Intalasi ICU Rumah Sakit
Unit (ICU) di Rumah Sakit. Dimana perawat di PKU Muhammadiyah Yogyakarta adalah
rumah sakit tipe B dengan ICU Sekunder sebagai berikut ini :
memiliki perawat >50% bersertifikasi ICU.
Kekuatan ICU Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta
S.1 Dokter spesialis anestesi standby Oncall 24 jam
S.2 Lokasi strategis dan akses mudah untuk digapai dari UGD dan IBS
S.3 Terdapat 2 bed khusus ICCU
S.4 Dokter non-anestesi yang mendukung kebutuhan pasien ICU bervariasi.
S.5 Kwalitas SDM yang cukup mumpuni untuk pelayanan ICU

Kelemahan ICU Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta


W.1 Tingginya kebutuhan pasien akan ICU.
W.2 Kurangnya sarana dan prasarana ICU.
W.3 Kepala ICU bukan merupakan dokter tetap anestesi Rumah Sakit PKU
Muhammadiyah Yogyakarta
W.4 Dokter tetap ICU hanya 1 dan menjabat sebagai pejabat struktural
W. 5 Tidak adanya dokter umum khusus yang jaga 24 jam standby di ICU

Peluang ICU Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta


O.1 Tidak adanya satupun rumah sakit di Yogyakarta yang menjadikan ICU
sebagai Instalasi andalan
O.2 Penerapan tarif flat akan menyamarakan pelayanan pasien di ICU
O.3 Pasien BPJS yang terikat dengan Batasan biaya membuat dokter dan
perawat harus seefektif dalam mengobati.
O.4 Pasien rumah sakit sebagian besar adalah peserta non-umum atau dibiayai
oleh pihak ketiga.
O.5 Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta memiliki Masterplan yang
akan segera diterapkan.
Tantangan ICU Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta
T.1 Remunerasi
T.2 Perubahan pendapatan dokter akibat tarif flat di ICU
T.3 Beban Supervisor ICU yang merangkap tugas kepala ICU dalam
pengelolaan ICU
T.4 Kepala ICU tidak fulltime dalam pengelolaan ICU
T.5 SDM tidak tercukupi secara kuantitas

Page | 125
Proceeding Health Architecture, 1(1) 17 Mei 2017 ISBN: 978-602-19568-6-1
Website: http://mmr.umy.ac.id/artikel/proceeding/

Diagram analisa SWOT sebagai berikut :

Peluang

2,93

2, 76

Kelemahan Kekuatan

Tantangan

Berdasarkan diagram diatas posisi ICU dan kekuatan sehingga dapat memanfaatkan
Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta peluang yang ada. Strategi yang diterapkan
berada pada kuadran I. Dimana posisi ini dalam kondisi ini dapat mendukung kebijakan
adalah merupakan situasi yang sangat pertumbuhan yang agresif (Growth oriented
menguntungkan. Perusaan memiliki peluang strategy).

Berdasarkan matrix TOWS diatas ada beberapa alternatif pilihan strategi yang dapat dilakukan.
Berikut beberapa alternatif strategi dirumuskan berdasarkan rangking :
Rekomendasi Strategi
Rangking Rekomendasi Strategi Alasan
Hasil analisis matrix TOWS menunjukan
bahwa Rumah Sakit PKU Muhammadiyah
1 Growth Startegy (New Product Development) Yogyakarta dapat mengembangkan tarif flat
untuk mengendalikan biaya dan pelayanan
ICU.
Dalam rangka pengembangan ICU perlukan
rebranding strategy. Rebranding Startegy
2 Rebranding Strategy
yang dimaksud disini adalah reorganisasi
struktur pengelolaan Intalasi ICU.
ICU Rumah Sakit PKU Muhammadiyah
Yogyakarta harus menjaga kwalitas
pelayanan secara berkesinambungan untuk
3 Service Quality seluruh pasien tanpa membeda-bedakan
agar tumbuh kepercayaan dan kepuasan
pasien sehingga growth strategy dapat
terlaksana.
Mengkaji ulang seluruh aktivitas/biaya yang
4 Turn-around Strategy tidak diperlukan untuk mencapai tingkat
efisiensi operasional.

Page | 126
Proceeding Health Architecture, 1(1) 17 Mei 2017 ISBN: 978-602-19568-6-1
Website: http://mmr.umy.ac.id/artikel/proceeding/

Peta Strategis Instalasi Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta

Berdasarkan peta strategik diatas terlebih dahulu. Karena jika kepala ICU adalah
dapat disimpulkan bahwa diantara 4 perspektif seorang dokter tetap spesialis anastesi, maka
tersebut memiliki hubungan yang signifikan pengendalian pasien keluar masuk ICU dengan
untuk mempengaruhi satu sama lain. Dari menerapkan close-system ICU dapat terwujud
perpektif Learning and Growth (Pembelajaran dengan baik.
dan Pertumbuhan) dapat kita temukan bahwa
terwujudnya tim solid ICU dan terwujudnya DISKUSI
sarana dan prasarana yang sesuai standar Permasalahan ICU terkait dengan biaya
pengelolaan ICU akan mempengaruhi perpektif tidak pernah ada habisnya. Kasus-kasus
Internal Busines (Proses bisnis internal). pasien yang masuk kedalam ICU memiliki
Dimana akan terkendalianya pasien keluar kompleksitas yang memerlukan multidisiplin
masuk ICU sesuai indikasi dan prioritas ICU, dari ilmu, tenaga medis, paramedis, hingga ke
terwujudnya sistem komunikasi, edukasi, dan pengobatannya. Komunikasi menjadi kunci
informasi berjenjang antar profesi dan antar yang sangat penting. Baik kepada pasien
kedudukan, terwujudnya tenaga medis, dan ataupun keluarga pasien, sesama tim medis,
paramedis terdidik, terlatih profesional serta ataupun kepada pihak management.
memenuhi sertifikasi ICU sesuai standar Komunikasi kepada keluarga pasien terkait
nasional, serta tersbentuknya struktur ICU yang kondisi pasien dan memprediksi kemungkinan
terstandarisasi secara nasional. Terbentuk yang akan terjadi, membuat keluarga pasien
proses bisnis internal yang sesuai dengan akan mudah membuat keputusan jika tiba-tiba
target akan meningkatkan tingkat kepuasan terjadi sesuatu diluar yang diinginkan. Sebuah
pelanggan baik itu pelanggan internal maupun penelitian yang dilakukan oleh Curtis dkk pada
pelanggan eksternal yang masuk dalam tahun 2012 menemukan bahwa mengajak
perspektif Costumer (pelanggan). Hingga pada anggota keluarga untuk berkomunikasi sedari
akhirnya akan membantu pengendalian biaya. awal, dan membuat perjanjian non-tertulis
Pengendalian pasien keluar masuk ICU sesuai terkait dengan kondisi pasien akan membantu
indikasi dan prioritas ICU serta terbentuknya untuk mengurangi angka LOS6.
struktur ICU yang terstandarisasi secara Penelitian terbaru di Newyork yang
nasional juga akan dapat mempengaruhi ditemukan oleh Ammas dalam suatu studi yang
secara langsung biaya ICU. Hal ini lebih dititik mempelajari tentang pentingnya Family Care
beratkan pada terbentuknya struktur ICU Rituals (FCR) dalam penerimaan keluarga

Page | 127
Proceeding Health Architecture, 1(1) 17 Mei 2017 ISBN: 978-602-19568-6-1
Website: http://mmr.umy.ac.id/artikel/proceeding/

pasien terhadap kondisi pasien. Penelitian ini tersebut disebut dengan Structural Crew
melakukan survei hari pertama dan kelima Resource Management (CRM)/ Medical Team
setelah keluarga pasien diberikan intervensi. Work (MTW) Training. Melalui pelatihan
Intervensinya diantaranya pemberitahuan tersebut dievaluasi dalam 4 domain yaitu
tantang kondisi pasien dan kemungkinan kepemimpinan, komunikasi, stress dan
prognosisnya, mengingat >30% kondisi pasien kesadaran situsional. Hasilnyapun didapatkan
yang masuk ke ICU adalah kondisi end-stage. bahwa pelatihan CRM mampu meningkatkan
Ternyata keterlibatan keluarga pasien sedari kepercayaan diri dan kinerja seluruh tim di ICU.
awal sebelum terapi dan memberikan pemahan Komunikasi yang terjalin dan bentuk
terkait intervensi apa saja yang akan dilakukan pembagian tugaspun dirasa lebih jelas dan
pada pasien dapat mengurangi kejanggalan tertata 10.
pelayanan pada pasien yang dapat berujung
pada dugaan malpraktik 7. KESIMPULAN
Peneliti menyusun sasaran strategis, key ICU Rumah Sakit PKU Muhammadiyah
perfomance indicator (KPI), bobot, dan target Yogyakarta memiliki ruang lingkup pelayanan
ICU Rumah Sakit PKU Muhammadiyah yang sama pada ruang lingkup pelayanan
Yogyakarta. Dimana pengendalian biaya dapat secara umumnya di Rumah Sakit PKU
melalui penurunan selisih biaya dan Muhammadiyah Yogyakarta. Dimana
pendapatan pada pelayanan ICU, masyarakat dengan terikat institusi atau pihak
pengendalian angka LOS, dan kendali mutu penjamin. Dibutuhkan reorganisasi dari
dan kendali biaya melalui Clinical Partway. manajemen pengelolaan ICU dikarenakan
Evaluasi implementasi clinical pathway dapat masih beberapa hal yang harus diperbaiki dari
dilakukan melalui audit rekam medis, kuisioner, ICU Rumah Sakit PKU Muhammadiyah
dan forum grup disccusion (FGD). Secara Yogyakarta guna mencapai ICU sesuai dengan
kunatitatif dapat dinilai memalui kuisinoner rekomendasi dari pemerintah Indonesia.
Integrated Care Apprisial Tools (ICPAT). Perlunya perbaikan dari desain, peralatan, dan
Dimana dikatakan baik bila >75%, moderate ketenagaan ICU. Namun di sisi lain, ICU
bila 60-75%, dan kurang bila <75% 8. Tool Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta
ICPAT telah banyak digunakan diberbagai telah memiliki pelayanan medis yang sesuai
rumah sakit di Indonesia sebagai alat ukur rekomendasi dari pemerintah Indoesia, dan
implementasi clinical parthway yang telah juga memiliki nilai lebih dari segi penerapan
diterapkan. Sebagaimana penelitian studi nilai-nilai islam dalam pelayanan ICU.
kasus yang telah dilakukan oleh Widyanita di Berdasarkan kekuatan, kelemahan, peluang,
RSUD Panembahan Senopati Bantul dan tantangan maupun ancaman ICU di
menemukan bahwa melalui alat ukur ini kita Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta
dapat melihat tingkat kepatuhan tim medis yang telah diolah melalui analisa SWOT, matrix
dalam menjalankan dan pengisian clinical TOWS dan peta strategis, ICU Rumah Sakit
parthway9. PKU Muhammadiyah dapat memanfaatkan
Target untuk memiliki dokter spesliasi Kekuatan dan Peluang sebagai strategi utama
Anestesi keahlian Konsultan Intensive Care dalam pengelolaan ICU. KPI yang disusun
harus dilakukan mengingat Rumah Sakit PKU berdasarkan analisa tersebut, guna untuk
Muhammadiyah Yogyakarta adalah rumah menggapai target rencana strategi pengelolaan
sakit tipe B yang harus memiliki pelayanan ICU ICU Rumah Sakit PKU Muhammadiyah
sekunder. Melalui stuktur yang baik pula Yogyakarta sesuai dengan target di Rencana
Intalasi ICU dapat memiliki tim solid. Karena Strategi Rumah Sakit PKU Muhammadiyah
efek dari tim yang solid sangat berpengaruh Yogyakarta yang tersusun untuk 5 tahun
terhadap pencapain profesionalisme dalam tim. kedepan.
Katinakis melakukan sebuah penelitian tentang
pelatihan khusus untuk membentuk suatu
kinerja tim yang baik di Netherlands. Pelatihan

Page | 128
Proceeding Health Architecture, 1(1) 17 Mei 2017 ISBN: 978-602-19568-6-1
Website: http://mmr.umy.ac.id/artikel/proceeding/

DAFTAR PUSTAKA reduce costs?. American journal of


1. Keputusan Menteri Kesehatan Republik respiratory and critical care
Indonesia Nomor medicine,186(7), pp.587-592.
1778/Menkes/SK/XII/2010, Pedoman 7. Amass, T., Villa, G., Tomasi, L.,
Penyelenggaraan Pelayanan Intensive Palmisciano, A., Yeow, M. E., De Gaudio,
Care Unit (ICU) di Rumah Sakit, 13 R., et al., 2016. Family Care Rituals (FCR)
Desember 2010, Menteri Kesehatan In The Intensive Care Unit (ICU). In C26.
Republik, Jakarta. American Journal of Respiratory and
2. Undang-undang Republik Indonesia Critical Care Medicine, New York. (pp.
Nomor 24 Tahun 2011, Badan A4732-A4732).
Penyelenggara Jaminan Nasional, 8. Whittle, C.L., McDonald, P.S., Dunn, L.
Lembaran Negara Republik Indonesia and de Luc, K., 2004. Developing the
Nomor 5256, Jakarta. Integrated Care Pathway appraisal tool
3. Peraturan Menteri Kesehatan Republik (ICPAT): a pilot study. Journal of
Indonesia Nomor 71 Tahun 2013, Integrated Care Pathways, 8(2), pp.77-81.
Pelayanan Kesehatan Pada Jaminan 9. Widyanita, Anietya, 2016, Evaluasi
Kesehatan Nasional, Menteri Kesehatan Implementasi Clinical Pathway
Republik Indonesia, Jakarta. Appendicitis Akut Pada Unit Rawat Inap
4. Statistic Center. 2014. Analisis SWOT. Bagian Bedah di RUD Panembahan
Available at: daps.bps.go.id/file_artikel/66/ Senopati Bantul (Studi Kasus). (Doctoral
Analisis%20SWOT.pdf disertatio, Universitas Muhammadiyah
5. Himawan, Ferdinandus Agung.2005. Yogyakarta)
”Balanced Scorecard sebagai Alat 10. Katinakis, P. A., & Spronk, P. E., 2016.
Pengukuran Kinerja Manajemen (Studi The Effects Of Structural Crew Resource
Kasus PT Makro Indonesia Cabang Pasar Management (CRM)/Medical Team Work
Rebo, Jakarta)”. Jurnal Vol. 8, No. 6, 56- (MTW) Training In The ICU, The MTW
57 Impact And Evaluation Study. American
6. Curtis, J.R., Engelberg, R.A., Bensink, Journal of Respiratory and Critical Care
M.E. and Ramsey, S.D., 2012. End-of-life Medicine, Volume 193. (pp. A3207-
care in the intensive care unit: can we A3207)
simultaneously increase quality and

Page | 129