Anda di halaman 1dari 9

Prosiding Seminar Nasional Biologi Edukasi 2017 | SEMNAS Bio-Edu 1

PROCESS ANALYSIS OF IMPLEMENTATION OF SCIENTIFIC


PRACTICES CLASS VIII MTsS PGAI PADANG

ANALISIS PROSES PELAKSANAAN PRAKTIKUM IPA


KELAS VIII MTsS PGAI PADANG

Zikra
Program Studi Pendidikan Biologi STKIP PGRI Sumatera Barat
Jl. Gunung Pangilun Padang, Kota Padang, Sumatera Barat
Email: zikra.ikha@gmail.com

ABSTRACT
This study aims to find out the process of practice implementation on learning
IPA especially biology of class VIII MTsS PGAI Padang school years 2016/2017.
This type of research is descriptive research with qualitative approach. This study
was conducted in class VIII MTsS PGAI Padang consisting of class VIII 1, VIII 2,
and VIII 3. Data collection techniques in the form of observation sheet, interviews
and documentation studies. Tecniqu of examination of data validity used is
triangulasi technigue. The data were analyzed qualitative based on research, it was
found that average practice was good enough with value 2,23. The purpose of lab
is good while the availability of tools and practicum materials. Practice
implementation, evaluation is quite good with the value of each 4, 1,74, 1,70 and
1,40. For that need again improvements in the implementation lab process.

Keywords :analysis, implementation, practice, biology

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan praktikum pada
pembelajaran IPA khususnya biologi siswa kelas VIII MTsS PGAI Padang Tahun
Pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan
pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada kelas VIII MTsS PGAI
Padang yang terdiri dari 3 kelas yaitu kelas VIII 1, VIII 2, dan VIII 3. Teknik
pengumpul data berupa lembar observasi, wawancara, dan studi dokumentasi.
Instrumen penelitian yaitu instrumen penilaian pelaksanaan. Teknik pemeriksaan
keabsahan data yang digunakan adalah teknik triangulasi. Data di analisis secara
kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan pelaksanaan praktikum rata-
rata bernilai cukup baik dengan nilai 2,23. Tujuan praktikum sudah baik,
sedangkan ketersediaan alat dan bahan praktikum, pelaksanaan praktikum,
evaluasi cukup baik dengan nilai masing-masing 4, 1,74, 1,70 dan 1,40. Untuk itu
diperlukan lagi perbaikan dalam proses pelaksanaan praktikum di MTsS PGAI
Padang.

Kata kunci: analisis, pelaksanaan, praktikum, biologi

ISSN 2579-7766 273


Prosiding Seminar Nasional Biologi Edukasi 2017 | SEMNAS Bio-Edu 1

I. PENDAHULUAN
Pendidikan adalah satu bentuk perwujudan kebudayaan manusia yang
dinamis dan syarat perkembangan. Oleh karena itu, perubahan atau perkembangan
pendidikan adalah hal memang seharusnya terjadi sejalan dengan perubahan
budaya kehidupan. Perubahan dalam arti perbaikan pendidikan pada semua
tingkat perlu terus menerus dilakukan sebagai antisipasi kepentingan masa depan
(Trianto, 2009: 1).
Permasalahan yang ditemukan pada proses pembelajaran, dipandang
sebagai fenomena yang memberikan kesadaran bagi guru untuk selalu
memberikan inovasi-inovasi dalam pemilihan dan penggunaan model dalam
proses pembelajaran. Pembelajaran yang dilakukan guru hendaknya tidak hanya
menyampaikan informasi terhadap siswa, tetapi juga dapat menciptakan suasana
belajar yang kondusif sehingga siswa tertarik dan dapat belajar. Harapan yang
diinginkan dari mengajar itu sendiri merupakan segala upaya yang disengaja
dalam rangka memberikan motivasi, bimbingan, pengarahan, dan semangat
kepada siswa agar terjadi proses pembelajaran (Mulyasa, 2007: 17).
Mata pelajaran Biologi yang merupakan kelompok IPA pada hakikatnya
adalah produk, proses, sikap, dan teknologi. Oleh karena itu, sebagai bagian dari
proses pendidikan nasional, pembelajaran IPA sebaiknya dilaksanakan secara
inquiri ilmiah (scientific inquiry). Metode yang paling tepat untuk merealisasikan
pendekatan tersebut adalah secara eksperimen. Eksperimen merupakan cara
penyajian pelajaran dengan menggunakan percobaan atau praktikum. Praktikum
adalah kegiatan laboratorium yang dilakukan dalam jam khusus, yang terintegrasi
dengan pelajaran sains. Pada umumnya kegiatan laboratorium merupakan
penerapan teori yang sudah dibahas di dalam kelas sebelum melakukan
percobaan di laboratorium (Kertiasa, 2006: 3). Kegiatan praktikum dalam
pembelajaran biologi sangat berperan dalam mengembangkan keterampilan proses
siswa. Menurut KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) konsep pelajaran
IPA (Biologi) disarankan untuk diajarkan dengan praktikum.
Menurut Trianto (2010: 148) keterampilan proses perlu di latih atau
dikembangkan dalam pembelajaran IPA karena keterampilan proses mempunyai
peran-peran sebagai berikut:

ISSN 2579-7766 274


Prosiding Seminar Nasional Biologi Edukasi 2017 | SEMNAS Bio-Edu 1

1. Membantu siswa belajar mengembangkan pikirannya.


2. Memberi kesempatan kepada siswa untuk melakukan penemuan.
3. Meningkatkan daya ingat siswa.
4. Memberi kepuasan intrinsik bila anak telah berhasil melakukan sesuatu.
5. Membantu siswa mempelajari konsep-konsep sains.
Kegiatan praktikum juga dapat mengembangkan pemikiran kritis siswa,
hal ini disebutkan dalam hasil penelitian Jago (2010) bahwa kelas yang belajar
dengan praktikum akan mendapatkan hasil belajar yang lebih baik dan dapat
berpikir kritis dari pada siswa yang tidak melaksanakan praktikum.
Berdasarkan hasil wawancara pada guru biologi di MTsS PGAI Padang
pada bulan Januari 2017 diperoleh beberapa informasi bahwasanya perencanaan
kegiatan praktikum biologi belum sesuai dengan kurikulum yang ada. Praktikum
pada pembelajaran biologi masih jarang dilakukan karena keterbatasan waktu
pelajaran.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan praktikum
pada pembelajaran biologi siswa kelas VIII MTsS PGAI Padang. Manfaat
penelitian ini di harapkan dapat dijadikan sebagai evaluasi untuk kemajuan
pelaksanaan praktikum pada pembelajaran biologi, dan dapat sebagai referensi
untuk penelitian selanjutnya dengan pelaksanaan praktikum biologi yang lebih
lengkap.

II. METODE PENELITIAN


Penelitian ini dilaksanakan pada kelas VIII MTsS PGAI Padang. Waktu
pelaksanaan penelitian pada tahun pelajaran 2016/2017 pada materi pokok sistem
ekskresi pada manusia. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan
pendekatan kualitatif. Penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif
merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengungkapkan atau
mendeskripsikan informasi dengan mengambil data-data yang telah ada tanpa
memberikan perlakuan.
Dalam penelitian ini data akan dianalisis dan dikaji sehingga dapat ditarik
kesimpulan. Jadi data yang diolah dalam penelitian ini merupakan data yang
diperoleh secara langsung oleh peneliti. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan

ISSN 2579-7766 275


Prosiding Seminar Nasional Biologi Edukasi 2017 | SEMNAS Bio-Edu 1

dengan mengikuti langkah-langkah penelitian yang dikembangkan oleh Miles dan


Huberman (1992) yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan
penarikan kesimpulan atau verifikasi. Informan (sumber data) penelitian ini
berasal dari satu orang guru mata pelajaran biologi, dan siswa kelas VIII 1 (21
orang siswa), kelas VIII 2 (21 orang siswa), dan kelas VIII 3 (18 orang siswa).
Dalam penelitian ini, instrumen penelitian adalah peneliti sendiri yang
dibantu dengan Instrumen Penilaian Pelaksanaan Praktikum. Instrumen ini
digunakan untuk mendapatkan data pelaksanaan praktikum oleh guru dan siswa
yang disusun oleh peneliti.
Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah
sebagai berikut.
a. Teknik Observasi
Teknik ini menggunakan lembaran observasi lembar observasi
pelaksanaan praktikum.
b. Teknik Wawancara
Wawancara dilakukan dengan guru dan siswa menggunakan
pedoman wawancara yang telah terstruktur dan dengan menggunakan
wawancara lepas.
c. Teknik Dokumentasi
Dokumentasi dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung
dengan menggunakan alat perekam (handycam) sehingga diperoleh video
rekaman proses pembelajaran.
Teknik menjamin keabsahan data yang digunakan adalah teknik
triangulasi. Moleong (2012: 330) menyatakan triangulasi adalah teknik
pemeriksaan data yang dimanfaatkan sesuatu yang lain, membandingkan dan
mengecek kembali derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh dari
informan lainnya. Pada teknik triangulasi ini sesuatu yang lain adalah sumber data
lainnya yang digunakan untuk pengecekan. Dengan triangulasi peneliti dapat
melakukan pengecekan temuannya dengan jalan membandingkannya dengan
berbagai sumber, metode atau teori.
Data yang diperoleh dari hasil rekaman video, observasi dan wawancara
diolah dengan cara mendeskripsikan dan menganalisis data tersebut sampai

ISSN 2579-7766 276


Prosiding Seminar Nasional Biologi Edukasi 2017 | SEMNAS Bio-Edu 1

diperoleh kesimpulan. Penarikan kesimpulan yang dilakukan dapat menjawab


rumusan masalah yang telah dirumuskan yaitu bagaimana proses pelaksanaan
praktikum di kelas VIII MTsS PGAI Padang.
Penilaian pengamatan pelaksanaan praktikum, dengan menggunakan
rumus sebagai berikut:

X = T+U+V+W
4

Keterangan:
T= tujuan praktikum
U= alat dan bahan praktikum
V= pelaksanaan praktikum
W= evaluasi
Kriteria penilaian:
Sangat Baik (4)
Baik (3-3,9)
Sedang (2-2,9)
Cukup (1-1,9)

III. HASIL
Proses pelaksanaan praktikum yang dideskripsikan adalah praktikum
biologi pada materi sistem ekskresi kelas VIII semester 2 tahun pelajaran
2016/2017 di MTsS PGAI Padang. Praktikum dilaksanakan pada kelas VIII yang
terdiri dari 3 kelas yaitu kelas VIII 1, VIII 2 dan VIII 3. Praktikum ini
dilaksanakan sebanyak 1 kali pertemuan selama 2 x 45 menit.
Sekolah ini merupakan sekolah swasta yang setara dengan tingkat Sekolah
Menengah Pertama (SMP) yang sudah terakreditasi yaitu dengan akreditasi B.
Guru yang diamati sebanyak satu orang guru biologi yang mengajar di Madrasah
Aliyah Negeri Sumpur. Beliau mengajar biologi di semua tingkatan kelas yaitu
kelas VII, VIII dan kelas IX. Praktikum dilaksanakan pada pertemuan kedua pada
materi pelajaran sistem ekresi. Dari hasil observasi pelaksanaan kegiatan

ISSN 2579-7766 277


Prosiding Seminar Nasional Biologi Edukasi 2017 | SEMNAS Bio-Edu 1

praktikum dengan menggunakan lembar observasi penilaian kegiatan praktikum


di kelas VIII 1, VIII 2 dan VIII 3 terlihat pada Tabel 1.
Tabel 1. Hasil Observasi Pelaksanaan Kegiatan Praktikum

Pelaksanaan Hasil Penilaian Nilai Rata- Kriteria


No
Praktikum rata penilaian
VIII 1 VIII 2 VIII 3
1 A 4 4 4 4 Sangat Baik
2 B 1,67 1,89 1,67 1,74 Cukup
3 C 1,5 1,5 1,45 1,70 Cukup
4 D 1,67 1 1,5 1,48 Cukup
Total Nilai 8,84 8,39 8,62 8,92
Nilai 2,21 2,52 2,16 2,23 Cukup

Keterangan:
A= Tujuan Praktikum
B= Alat dan Bahan Praktikum
C= Pelaksanaan Praktikum
D= Evaluasi

Tabel 1 merupakan nilai rata-rata pelaksanaan kegiatan praktikum di kelas


VIII yang terdiri dari kelas VIII 1, VIII 2, dan VIII 3. Dari tabel terlihat bahwa
pelaksanaan praktikum berjalan dengan cukup baik yang terlihat dari nilai hasil
observasi yang bernilai 2,23. Tujuan praktikum sudah sesuai dengan tujuan
pembelajaran, dari nilai hasil observasi diperoleh nilai 4 yang dikategorikan baik
sedangkan alat/bahan praktikum, pelaksanaan praktikum serta evaluasi praktikum
tersauk kategori cukup dengan nilai masing-masing yaitu 1,74, 1,70, dan 1,40.

IV. PEMBAHASAN
Praktikum berfungsi untuk menunjang pemahaman siswa terhadap materi
pelajaran. Praktikum memberikan kesempatan pada siswa untuk membuktikan
teori yang mereka pelajari dengan melakukan eksperimen atau pengamatan serta
menemukan teori-teori yang baru. Kegiatan ini dapat meningkatkan ketertarikan
siswa dalam mempelajari ilmu biologi sehingga siswa bisa secara aktif berpikir
dan ikut serta dalam proses pembelajaran, termotivasi untuk mengikuti pelajaran,
melatih siswa untuk memecahkan masalah serta memahami konsep pelajaran
yang harus dikuasai oleh siswa sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi
dasar yang harus dikuasai oleh siswa.

ISSN 2579-7766 278


Prosiding Seminar Nasional Biologi Edukasi 2017 | SEMNAS Bio-Edu 1

Tujuan praktikum yaitu untuk mengetahui kesehatan organ ekresi manusia.


Tujuan praktikum ini sudah sesuai dengan tujuan pembelajaran yaitu
mengidentifikasi kelainan dan penyakit pada sistem ekskresi . Uji urin yang
dilakukan yaitu uji glukosa dan uji protein. Uji glukosa dilakukan untuk
mengetahui apakah urin mengandung glukosa, jika ada maka pada dapat
disimpulkan kemungkinan menderita diabetes mellitus yang disebabkan oleh
gangguan pada proses reabsorbsi pada tubulus kontortus proksimal. Uji protein
dilakukan untuk mengetahui apakah seseorang menderita albuminuria yang
disebabkan oleh gangguan pada proses filtrasi pada glomerolus ginjal. Hasil
observasi terlihat nilai yang diperoleh adalah 4 dengan kategori sangat baik karena
tujuan praktikum sudah sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Alat dan bahan yang perlu pada praktikum uji urin ini disediakan di
laboratorium kecuali urin (dibawa oleh masing-masing siswa). Berdasarkan hasil
wawancara dengan guru dan siswa, ketersedian alat dan bahan di laboratorium
sangat kurang sehingga pelaksanaan praktikum yang diperlukan pada materi
biologi tidak semuanya dapat dicobakan oleh seluruh siswa. Selain itu materi yang
dipraktikumkan dipilih dengan mempertimbangkan ketersediaan hal tersebut. Hal
ini terlihat pada saat pelaksanaan praktikum uji urine ini tidak dilakukan setiap
siswa tetapi berkelompok karena keterbatasan alat dan bahan seperti biuret dan
benedict. Menurut Rohani (2004:157-156), faktor fasilitas merupakan
penghambat dalam pembelajaran. Faktor tersebut meliputi:
1) Jumlah peserta didik dalam kelas
2) Besar ruangan kelas
3) Ketersediaan alat
Hambatan lain yang terjadi yaitu anak didik tidak mengetahui bagaimana
langkah-langkah atau tahapan-tahapan dalam pengujian urin karena mereka tidak
mencatat langkah-langkah praktikum ketika guru menjelaskan prosedur kerja di
laboratorium. Guru sudah memberikan copyan tentang cara praktikum tetapi
siswa banyak yang tidak membawanya. Hal ini disebabkan karena panduan
praktikum diberikan berupa lembaran sehingga mudah hilang. Panduan praktikum
sangat dibutuhkan sehingga langkah kerja dapat berjalan secara sistematis.
Penanganan yang diberikan guru pada waktu praktikum dimulai adalah dengan

ISSN 2579-7766 279


Prosiding Seminar Nasional Biologi Edukasi 2017 | SEMNAS Bio-Edu 1

cara menuliskan kembali langkah kerja di papan tulis sehingga mengurangi waktu
untuk pelaksanaan praktikum yang sebenarnya.
Oleh sebab itu sebaiknya guru menyusun panduan praktikum yang
berbentuk buku sebelum melaksanakannya sehingga siswa dapat mengetahui
langkah kerja sebagaimana mestinya dan memperoleh hasil yang diinginkan. Hal
ini bisa meringankan kerja guru, karena siswa tidak tergantung dengan guru dalam
melaksanakan praktikum dan bisa melakukan secara mandiri.
Pelaksanaan praktikum diadakan di laboratorium dan ada yang di dalam
kelas karena jadwal pemakaian laboratorium harus bergantian dengan kelas lain.
Menurut Wiyanto (2008: 35), peran laboratorium sangat penting dalam
pembelajaran. Peran tersebut diantaranya yang pertama adalah sebagai wahana
untuk mengembangkan keterampilan dasar mengamati atau mengukur
(menggunakan alat ukur yang sesuai) dan keterampilan-keterampilan proses yang
sesuai) dan keterampilan-keterampilan proses lainnya, seperti mencatat data,
menarik kesimpulan, berkomunikasi, bekerjasama dalam tim. Kedua,
laboratorium juga dapat dijadikan sebagai wahana untuk membuktikan konsep
yang telah dibahas sebelumnya. Ketiga, laboratorium juga dapat dijadikan sebagai
wahana untuk mengembangkan kemampuan berfikir melalui proses pemecahan
masalah dalam rangka siswa menemukan konsep sendiri.
Menurut Hasruddin dan Rezeqi (2012: 28), untuk mengetahui tentang
terlaksananya kegiatan praktikum dapat dilihat dari: 1) Frekuensi pelaksanaan
praktikum, 2) Minat siswa terhadap praktikum, 3) Waktu pelaksanaan praktikum,
dan 4) Persiapan dan pelaksanaan praktikum. Hal ini terlihat pada hasil observasi
pelaksanaan praktikum dengan nilai 1,40 kategori sedang karena frekuensi
pelaksanaan praktikum sedikit. Guru menyatakan bahwa pelaksanaan praktikum
ini sulit dilakukan karena jam pelajaran biologi hanya 2x45 menit dalam
seminggu sedangkan materi yang diajarkan banyak. Ruang kelas sering digunakan
untuk praktikum karena mempertimbangkan waktu yang dibutuhkan siswa pergi
ke laboratorium dan mengefisienkan waktu dalam pelaksanaan praktikum.
Pada akhir kegiatan praktikum, siswa diminta membuat laporan hasil
pengamatan/eksperimen mengenai uji kandungan glukosa dan uji kandungan
protein pada urine. Laporan hasil praktikum dikumpulkan secara berkelompok.

ISSN 2579-7766 280


Prosiding Seminar Nasional Biologi Edukasi 2017 | SEMNAS Bio-Edu 1

Pemberian tugas secara berkelompok ini di nilai kurang efektif karena tugas ini
dibuat oleh siswa yang pandai sedangkan anggota kelompok lain tidak peduli.
Untuk itu diperlukan pemberian tugas secara individu agar setiap siswa
mendapatkan nilai laporannya sendiri berdasarkan hasil pelaksanaan praktikum
yang mereka kerjakan. Hal ini terlihat dari nilai pelaksanaan evaluasi pada saat
pelaksanaan praktikum yaitu 1,40 dengan kategori cukup.

V. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian didapatkan pelaksanaan praktikum rata-rata
bernilai cukup baik dengan nilai 2,23. Tujuan praktikum sudah baik, sedangkan
ketersediaan alat dan bahan praktikum, pelaksanaan praktikum, evaluasi cukup
baik dengan nilai masing-masing 4, 1,74, 1,70 dan 1,40. Untuk itu diperlukan lagi
perbaikan dalam proses pelaksanaan praktikum di MTsS PGAI Padang.

DAFTAR PUSTAKA
Hasruddin dan Rezeqi, S. 2012. Analisis Pelaksanaan Praktikum Biologi dan
Permasalahannya di SMA Negeri SeKabupaten Karo. Jurnal Tabularasa
PPS UNIMED 9(1): 17-32.
Jago, Hilarius. Pembelajaran Berbasis Praktikum dan Asesmennya pada Konsep
Sistem Eksresi untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa
Kelas XI. Jurnal VOX Edukasi (Vol 1: 29-39).
Kertiasa, Nyoman. 2006. Laboratorium Sekolah dan Pengelolaannya. Bandung:
Pudak Scientific.
Miles, M.B dan A.M Huberman. 1992. Analisis Data Kualitatif. Jakarta: UI.Press.
Moleong, Lexy J. 2012. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja
Rosdakarya.
Mulyasa, E. 2007. Menjadi Guru Profesional Menciptakan Pembelajaran Kreatif
dan Menyenangkan. Bandung: Rosda.
Trianto. 2007. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta:
Kencana Prenada Media Group.
Trianto.2010. Model Pembelajaran Terpadu.Jakarta: Bumi Aksara.

ISSN 2579-7766 281