Anda di halaman 1dari 3

Kondisi hipoksia yang tidak segera diatasi dapat menyebabkan kerusakan seluruh jaringan tubuh

yang bisa mempengaruhi imunitas seseorang sehingga mempermudah serangan bakteri atau virus
dari luar tubuh untuk menciptakan penyakit penyakit tertentu yang mengancam jiwa.

Penyebab hipoksia ada dua jenis yaitu diakibatkan karena faktor alam dan faktor yang terjadi
didalam tubuh manusia.

Faktor alam

1.Lokasi diketinggian

Berada pada lokasi ketinggian dapat membahayakan kesehatan tubuh, Karena tempat yang
terlalu tinggi cenderung tidak memiliki pasokan oksiegen yang cukup misalnya pegunungan,
Perbukitan atau didalam pesawat yang berada pada ketinggian lebih dari 30.000 dari permukaan
bumi.

Pencegahan: Hindari berada atau tinggal pada lokasi ketinggian terlalu lama misalnya mendaki
gunung tetapi ingin bermalam dengan cara mendirikan tenda darurat.

Pada malam hari udara tidak menghasilkan oksigen tetapi kaya akan zat beracun karbon dioksida
yang dihasilkan dari tumbuhan, Sedangkan pada siang hari justru sebaliknya tumbuhan
menghasilkan oksigen dari paparan sinar matahari hasil dari fotosintesa daun.

2. Dasar air

Didalam kedalaman dasar laut atau danau sangat minim akan ketersediaan oksigen sehingga para
penyelam atau siapapun yang ingin menikmati indahnya bawah laut/danau dibutuhkan bantuan
tabung oksigen untuk mencergah munculnya gejala hypoksia.

Pencegahan: Untuk mencegah agar tidak terserang kelainan pada pembuluh arteri maka
digunakan tabung oksigen dimana jumlah oksigen disesuaikan dengan waktu penyelaman dan
kedalaman dari dasar air.

3. Kabut asap

Kebakaran hutan, atau Kebakaran gedung dapat menimbulkan kabut asap yang tebal dimana
bahaya kabut asap dapat menghasilkan partikel beracun yang berbahaya bagi sistem pernafasan
manusia yang jika terhirup dapat mengakibatkan gangguan pernafasan dan menjadi penyebab
hipoksia. Hal tersebut terjadi karena pada lokasi kebakaran suhu udara akan meningkat sehingga
merusak kelembaban alami yang tersedia diudara dan mengakibatkan penurunan kadar oksigen
yang dibutuhkan manusia.

Pencegahan: Hindari lokasi kebakaran sejauh mungkin atau gunakan penutup hidung atau
masker untuk mencegah agar partikel beracun yang melayang layang diudara tidak terhirup dan
meminimaliskan kerusakan jaringan sistem pernafasan bagian atas.
4. Sumur atau goa

Sumur atau goa yang terlalu panjang, Dalam dan memiliki dioameter sempit dapat menekan
udara dan memblokir masuknya oksigen sehingga dapat menimbulkan sesak nafas, Kejang
kerjang dan menjadi penyebab hipoksia.

Pencegahan: Hindari masuk kedalam sumur atau goa yang memiliki diameter sempit dan
terlalu dalam jika tidak karena tuntutan pekerjaan atau karena maksud lain yang berhubungan
dengan pertolongan pada korban yaang terjebak didalam sumur atau goa.

Jika kondisi mengharuskan tetap harus masuk pada sumur atau goa maka gunakan tabung
oksigen sehingga terhindar dari kelainan pada sistem pernafasan dan kerusakan pembuluh darah
penyebab hypoksia.

5.Lokasi pertambangan

Didalam lokasi pertambangan misalnya pertambangan nikel, batu bara, Logam dan lain lain
selalu mengandung zat beracun misalnya karbon dioksida atau monoksia yang dapat menekan
sistem pernafasan, Menyebabkan gangguan paru paru dan jantung.

Pencegahan : Bagi para pekerja yang selalu berinteraksi dengan lokasi pertambangan maka
disarankan selalu konsisten memkaia perlindungan penutup kepala dan penggunaan tabung
oksigen akan kondisi didalam pertambangn yang minim ketersediaan oksigen tidak menjadi
penyebab hipoksia.

6.Polusi udara

Asap rokok, Asap kendaraan atau Asap pabrik industri memiliki intensitas bahaya polusi udara
bagi kesehatan tubuh yang sangat tinggi karena didalamnya terdapat banyak radikal bebas yang
beresiko menyebabkan gangguan paru paru, Mencederai pembuluh arteri dan mengotori aliran
darah sehingga dapat merusak sel tubuh yang sehat menjadi abnormal yang nantinya memicu
tumbuhnya sel kanker dan menjadi penyebab hipoksia.

Pencegahan: Menggunakan penutup hidung (masker) atau saputangan jika dalam keadaan tidak
membawa penutup hidung. Sedapat mungkin jauhi empat tempat yang memiliki tingkat polutan
udara (radikal bebas) yang tinggi misalnya dekat dengan jalan raya atau Pinggiran jalan yang
dilalui banyak kendaraan.

7. Cuaca

Temperatur udara yang terlalu tinggi atau rendah adalah salah satu penyebab hipoksia yang
paling umum menyerang manusia sehingga memicu gangguan pernafasan berupa sesak nafas,
Muncul perubahan permukaan kulit yang memucat atau terserang sakit kepala.
Pencegahan: Memakai pakaian yang memiliki serat bahan yang bersifat menghangatkan
dengan ketebalan yang cukup melindungi tubuh dari udara dingin.

Sedangkan untuk lokasi yang terlalu hangat dengan intensitas sinar matahari yang berlimpah,
Hendaknya memakai pakaian yang berbahan dasar katun atau bahan yang memiliki struktur serat
yang mampu menyerap keringat dengan baik agar aliran darah tetap lancar dan tubuh dalam
kondisi yang nyaman.

Faktor dalam tubuh

1.Penyakit paru paru

Seseorang yang memiliki gangguan fungsi paru paru atau penyakit paru paru akibat serangan
bakteri/virus hendaknya menghindari hal hal yang dapat memperburuk kondisi pembuluh arteri
seputar organ paru yang bisa menjadi penyebab hipoksia, Misalnya asap rokok, Asap kendaraan
atau asap hasil dari kebakaran yang ternyata terbukti mengotori kelembaban alamiah udara yang
akhirnya berpotensi besar menurunkan kadar oksigen didalam aliran darah manusia. (Baca: Ciri
ciri penyakit paru paru)

Pencegahan: Hindari apapun bentuk asap dengan menggunakan penutup mulut, Banyak
mengkonsumsi air putih dan makan makanan yang dapat menyhehatkan jaringan paru paru.

2. Anemia aplastik

Penderita anemia aplastik atau anemia hemolitik sebaiknya hindari penyebab hipoksia atau hal
hal yang memungkinkan pembuluh arteri mengalami kerusakan.

Pencegahan: Memperbaiki pola makan yaitu mengkonsumsi makanan yang kaya akan mineral
dan zat besi, Hindari merokok , Alkohol dan makanan siap saji yang mengandung lemak dan
hindari lokasi yang mengandung radikal bebas yang hanya akan merusak pembukluh arteri dan
sel sel darah merah penyebab hipoksia.