Anda di halaman 1dari 7

L1

RINGKASAN KEGIATAN
Tanggal
No. Tahapan Kegiatan yang Dilakukan Hasil yang didapat
Pelaksanaan
20-24 Juli 2017 Observasi, Wawancara, dan Data Primer dan Data Sekunder
Identifikasi
1. Penyebaran Kuesioner
Masalah
Pengambilan Data dan Analisis
24 Juli 2017 Melakukan listing masalah Masalah dari perhitungan IKS:
kesehatan di komunitas dari 1. Penderita hipertensi melakukan pengobatan secara
hasil perhitungan IKS, indepth teratur 58,33%.
interview bidan 2. Anggota keluarga tidak ada yang merokok 41,03%.
Masalah 3. Keluarga sudah menjadi anggota JKN 51,28%.
2.
Kesehatan 4. Pengelolaan sampah yang baik dan benar 0%.
Masalah dari hasil indepth interview bidan:
1. Penyakit gatal-gatal
2. Pegel linu (Myalgia)
3. Hipertensi
24 Juli 2017 Diskusi Kelompok untuk Tiga Prioritas Masalah Kesehatan:
Penentuan Tiga Prioritas 1. Pengelolaan sampah yang tidak baik
Penentuan
Masalah 2. Perilaku merokok
3. Prioritas
3. Penyakit gatal-gatal
Masalah
25 Juli 2017 USG bersama berangkat Prioritas Masalah Kesehatan yang akan diintervensi:
Pengelolaan sampah yang tidak baik
L1

4. Program 26 Juli 2017 Pelaksanaan Metaplan bersama Mayoritas warga telah menyadari bahwa pentingnya
Intervensi perwakilan warga untuk mencari menjaga kebersihan lingkungan terutama sampah agar
penyebab masalah dan tidak menimbulkan penyakit terutama penyakit yang
menentukan alternatif solusi disebabkan oleh vektor. Pembuangan sampah domestik
oleh sebagian warga telah dilakukan dengan tepat yaitu
melalui proses pemilahan sampah organik dan
anorganik. Namun permasalahan yang terjadi adalah
perilaku mayoritas warga Dusun Kebon dalam
pengelolaan sampah yang tidak sesuai karena masih
melakukan pengelolaan sampah dengan cara dibakar
pada lingkungan terbuka.
28 Juli 2017 Pencarian akar penyebab Akar penyebab masalah pengelolaan sampah yang tidak
masalah dengan Fishbone baik adalah kurangnya sosialisasi dan pelatihan
diagram pengelolaan sampah
29 Juli 2017 Pembuatan PoA (Plan of Action) PoA Program PANDAWA (Pengelolaan Sampah Desa
Bersama Warga)
1. Sosialisasi PANDAWA
2. Belajar Bersama Membuat Pupuk Dengan Metode
Takakura
3. Pelatihan Kerajinan Sampah Anorganik
L1

1 Agustus 2017 Pelaksanaan Program Kegiatan dimulai dari pre-test soal terkait dengan
Intervensi: sampah dengan tipe soal pilihan ganda berjumlah 10
Sosialisasi PANDAWA pertanyaan, pemberian leaflet kepada peserta,
penyuluhan disampaikan secara visual dan audiovisual
menggunakan media power point dan video dengan
pemberian materi dari pihak tim praktik kerja lapangan,
diskusi dan tanya jawab, serta post-test diakhir kegiatan.

Pelaksanaan Program Kegiatan ini diisi pemberian materi terkait pengelolaan


Intervensi: sampah organik menjadi pupuk kompos dengan metode
Belajar Bersama Membuat takakura. Sampah yang digunakan antara lain, sampah
Pupuk Dengan Metode dapur dan sampah kebun. Kemudian dilanjutkan praktik
Takakura langsung pembuatan pupuk kompos dari sampah organik
secara berkelompok yang dibentuk secara acak. Pupuk
kompos yang sudah dibuat dibawa oleh perwakilan
anggota kelompok dengan persetujuan. Setelah itu
dilanjutkan oleh pembagian doorprize bagi peserta yang
dapat menjawab pertanyaan dengan benar dari MC.
L1

Pelaksanaan Program Diadakan pelatihan di balai desa, dan mendatangkan


Intervensi: founder bank sampah Bojonegoro adalah Ibu Eryul
Pelatihan Kerajinan Sampah Mufidah. Dihadiri oleh masyarakat dusun kebon, dalem,
Anorganik dan kauman. Dimulai dari absensi peserta, perkenalan
oleh pemateri, penyuluhan, dan pelatihan pembuatan
kerajinan dari sampah anorganik.
Setelah acara Sosialisasi PANDAWA Capaian Keberhasilan:
berlangsung 1. Peserta yang hadir dalam kegiatan adalah 11 orang
atau sekitar 70% dari jumlah undangan yang
Evaluasi
5. ditargetkan.
Program
2. Peserta paham dan bertambah pengetahuannya
diukur melalui hasil pre dan post-test yang mengalami
peningkatan.
L1

Kendala
1. Penyebaran undangan yang terkesan mendadak yaitu
H-1.
2. 30% sasaran yang tidak bisa hadir karena urusan
pekerjaan.
3. Ada beberapa peserta yang datang terlambat
sehingga tidak mengikuti pre-test
Solusi
1. Penyebaran undangan maksimal H-2 sebelum
kegiatan.
2. Adanya konfirmasi peserta, bisa atau tidak dalam
mengikuti kegiatan.
3. Menanyakan kepada ketua RT siapa saja yang ingin
diundang, agar bisa menjemput peserta apabila
terlambat dalam mengikuti kegiatan tersebut.
Rekomendasi:
Warga hendaknya melaksanakan apa yang sudah
dipelajari dalam sosialisasi serta membagikan ilmu yang
telah didapatnya kepada orang-orang di sekitarnya.
L1

Setelah acara Belajar Bersama Membuat Capaian Keberhasilan:


berlangsung. Pupuk Dengan Metode 1. Peserta undangan hadir melampaui target minimal
2 hari Takakura 50% dari total undangan yang telah disebar yaitu
setelahnya mencapai 70%.
dilakukan 2. Peserta paham dan bertambah keterampilannya
kunjungan dilihat dari hasil pembuatan pupuk kompos yang
kepada cukup baik.
Kendala
perwakilan
1. Acara terlambat dimulai selama satu jam karena
warga yang
menunggu peserta yang sebagian besar belum hadir.
membawa
2. Pembuatan kompos kurang kondusif karena peserta
pulang wadah
terlalu bersemangat.
takakura.
Solusi
1. Penjemputan peserta yang terlambat datang.
2. Persiapan teknis yang lebih matang.
Rekomendasi:
Warga hendaknya melanjutkan apa yang sudah dipelajari
yakni melakukan pengelolaan sampah organik untuk
dijadikan kompos dengan metode takakura.
L1

Setelah acara Pelatihan Kerajinan Sampah Capaian Keberhasilan:


berlangsung Anorganik 1. Peserta undangan hadir melampaui target minimal
50% dari total undangan yang telah disebar, yakni
sebanyak 55%.
2. Peserta paham dan bertambah keterampilannya
dilihat melalui hasil pembuatan kerajinan dan
pertanyaan doorprize.
Kendala
1. Acara terlambat dimulai selama setengah jam karena
menunggu peserta yang sebagian besar belum hadir.
2. Adanya kendala pada proyektor ketika presentasi
pemateri berlangsung.
Solusi
1. Penjemputan peserta yang terlambat datang.
2. Memastikan terlebih dahulu alat yang digunakan
sebelum acara dimulai.
Rekomendasi:
Warga hendaknya mempraktekkan apa yang sudah
dipelajari yakni melakukan pengelolaan sampah
anorganik untuk dijadikan kerajinan