Anda di halaman 1dari 4

1. Seorang laki-laki (Tn.

H) usia 20 thn sudah 6 hari dirawat di RSJ, dengan diagnosa keperawatan perilaku
kekerasan. Saat interaksi dengan perawat datang pasien lain mengaj bincang-bincang dan tiba-tiba Tn H marah-
marah pandangan yang tajam, nada suara tinggi, tampak tegang. Perawat mengingatkan Tn H untuk
mempraktikkan cara mengontrol marah yang telah diajarkan, kemudian Tn H mengatakan “saya tidak suka
diganggu ketika sedang berbicara dengan orang lain, lebih baik kamu tunggu sampai saya selesai”.
Apakah intervensi yang tepat dilakukan saat itu untuk membantu pasien mengontrol marahnya?
A. Latihan nafas dalam
B. Penggunaan obat
C. Latihan asertif
D. Latihan spritual
E. Latihan memukul bantal/kasur
2. Seorang laki-laki (Tn.H) usia 20 thn sudah 6 hari dirawat di RSJ, dengan diagnosa keperawatan perilaku
kekerasan. Saat ini perawat melakukan interaksi untuk menilai kemampuan pasien mengontrol perilaku
kekerasannya secara fisik ”.
Apakah strategi pelaksaaan tindakan yang sedang dilakukan perawat tersebut?
A. SP 1 P D. SP 2 P
B. SP 3 P E. SP 4 P
3. Seorang laki-laki berusia 30 tahun dibawa keluarga ke UGD Rumah Sakit Jiwa. Hasil pengkajian:
keluarga mengatakan pasien telah memecahkan kaca jendela rumahnya dan mengancam keluarga lainnya. Saat
ini pasien menujukkan mata melotot, berteriak-teriak dan berkata kasar, mengancam semua orang, dan mencoba
lari dari ruangan.
Apakah tindakan yang tepat dilakukan pada kasus tersebut?
A. Melakukan fiksasi
B. Memberikan antipsikotik
C. Mengajarkan memukul bantal
D. Menempatkan di ruang isolasi
E. Memastikan keamanan lingkungan
4. Seorang laki-laki berusia 30 tahun dibawa keluarga ke UGD Rumah Sakit Jiwa. Hasil pengkajian:
keluarga mengatakan pasien telah memecahkan kaca jendela rumahnya dan mengancam keluarga lainnya. Saat
ini pasien menujukkan mata melotot, berteriak-teriak dan berkata kasar, mengancam semua orang, dan mencoba
lari dari ruangan.
Apakah tindakan yang tepat dilakukan pada kasus tersebut?
A. Melakukan fiksasi
B. Memberikan antipsikotik
C. Mengajarkan memukul bantal
D. Menempatkan di ruang isolasi
E. Memastikan keamanan lingkungan
5. Seorang perempuan berusia 29 tahun, dibawa ke RSJ sejak 4 hari yang lalu. Selama dirawat pasien suka
menyendiri. Hasil pengkajian, kontak mata tidak ada, ekpresi murung, afek datar. Pada interaksi awal perawat
berusaha untuk memberikan kesan bahwa kehadiran perawat bukanlah ancaman tetapi bermanfaat untuk
mengatasi masalah pasien.
Apakah tiori yang digunakan oleh perawat tersebut diatas?
A. Interpersonal D. Sosial
B. Komunikasi E. Psikoanalisa
C. Eksistensi
6. Seorang laki-laki usia 30 tahun masuk RSJ dengan diagnose Harga Diri Rendah. Dari pengkajian di dapatkan
data pasien bicara suara pelan, menyendiri dirumah, gelisah, kondisi ini di alami setelah bercerai dengan istrinya
dan di keluarkan dari pekerjaan, pasien mengatakan merasa minder untuk bicara dengan orang lain, “ saya sudah
tidak punya apa-apa lagi yang patut dibanggakan, saya orang yang tidak berguna, dan sekarang semuanya sudah
berakhir ”.
Apakah penyebab dari masalah pasien?
A. Situasional D. Kronis
B. Sosial E. Maturasional
C. Krisis
7. Seorang laki-laki usia 30 tahun masuk RSJ dengan diagnose Harga Diri Rendah. Pasien saat ini dalam tahap
persiapan pemulangan sehingga perawat melakukan evaluasi kemampuan keluarga dalam merawat pasien
dirumah.
Apakah intervensi keperawatan yang sedang dilakukan perawat tersebut?
A. SP1 K D. SP2 K
B. SP3 K E. SP4 K
C. SP5 K
8. Nn. K (20 th) masuk IGD RSJ karena mencoba bunuh diri dengan meminum baygon dirumahnya, kondisi klien
sudah mulai stabil. Hasil pengkajian diperoleh nilai skala RUPA 9.
Apakah jenis terapi modalitas yang tepat diberikan pada pasien tersebut?
A. Terapi life skill therapy D. Terapi musik
B. Terapi sosialisasi E. Terapi stimulasi persepsi
C. Terapi orientasi realita
9. Hari ini anda akan melakukan tindakan kolaborasi ECT premedikasi pada pasien seorang laki-laki usia 30 tahun,
keluarga dan pasien sudah di beritahu dan setuju untuk dilakukannya ECT premedikasi.
Apakah langkah selanjutnya yang harus di lakukan oleh perawat?
A. Menyiapkan alat
B. Menjaga privasi pasien
C. Memberikan terapi oksigen
D. Melakukan pemeriksaan fisik dan penunjang
E. Memasang elektroda
10. Seorang wanita berusia 26 tahun mendapat perawatan di RS jiwa karena sering mengalami waham, mendapat
terapi electro convulsive therapy (ECT) sebanyak 3 kali Hari ini, ia menjalani ECT untuk pertama kali dengan
didampingi oleh perawat.
Apakah tindakan keperawatan utama pada pasien tersebut?
A. Kaji Pola nafas klien
B. Kaji Fase halusinasi klien
C. Persiapan premedikasi klien
D. Kaji Tingkat kecemasan klien
E. Keseimbangan klien terutama ketika berdiri dan berjalan
11. Di depan anda ada seorang wanita pasien usia 39 tahun, di rawat dengan diagnosis CA mamae, tindakan yang
harus dilakukan adalah operasi, pada saat dilakukan interaksi pasien tampak murung, bicara dengan suara pelan
dan tidak ada minat menarik diri, tidak mau bicara menolak makan, susah tidur.
Apakah rentang respon yang terjadi pada pasien di atas?
A. Denial D. Angry
B. Bergaining E. Depresi
C. Acceptance

12. Tim keperawatan di sebuah ruang perawatan jiwa melakukan suatu kegiatan kelompok bagi pasien gangguan
jiwa yaitu permainan tebak gambar. Dimana semua anggota kelompok diberikan gambar yang berbeda, kemudian
anggota memberikan pendapat mengenai gambar yang dipegang dan diberi komentar oleh anggota kelompok
yang lain secara bergantian.
Apakah jenis terapi aktivitas kelompok pada kasus tersebut ?
A. TAK stimulasi persepsi D. TAK stimulasi sensori
B. TAK orientasi realita E.TAK sosialisasi
C. TAK HDR
13. Bpk. D (38 th) masuk RS Jiwa tanggal 20 Januari 2017. Saat dikaji tidak mau berbicara dan tidak
mempertahankan kontak mata saat interaksi. Namun setelah 8 kali interaksi dengan perawat, Bpk. D sudah mulai
berbicara walaupun masih belum mempertahankan kontak mata
Apa jenis Terapi Aktifitas Kelompok (TAK) yang dapat diberikan pada klien tersebut?
A. TAK Sosialisasi
B. TAK Orientasi Realita
C. TAK Stimulasi Sensori
D. TAK Stimulasi Persepsi
E. TAK Peningkatan Harga diri
14. Seorang pasien laki-laki usia 40 tahun sudah 3 hari dirawat di RSJ, pasien mengatakan kaki dan tangan kiri
terdapat borok yang tak sembuh-sembuh dan pasien merasa terganggu. Sedangkan hasil pemeriksaan tidak
ditemukan apa-apa dan pasien dinyatakan sehat..
Apakah jenis gangguan isi pikir ada kasus di atas?
A. Waham nihilistik
B. Waham megaloman
C. Waham religius
D. Waham curiga
E. Waham hipochondria
15. Seorang klien laki-laki berusia 35 tahun diantar oleh keluarganya ke UGD, klien tersebut diikat, pucat, mata
cekung, keringatan, dekil, ada luka-luka lecet di pergelangan tangannya, kepalanya benjol dan klien kadang bicara
kacau dan mengatakan ingin mati secara berulang-ulang. Menurut keluarganya klien telah membenturkan
kepalanya ke dinding sebelum dibawa ke UGD.
Berapakah skor Suicidal Intention Rating Scale pada pasien tersebut?
A. 1 B. 2 C. 3 D. 4 E. 5
16. Nn. K (20 th) masuk IGD RSJ karena mencoba bunuh diri dengan meminum baygon dirumahnya, kondisi klien
sudah mulai stabil. Hasil pengkajian diperoleh nilai skala RUPA 9.
Apakah jenis terapi modalitas yang tepat diberikan pada pasien tersebut?
A. Terapi life skill therapy D. Terapi musik
B. Terapi sosialisasi E. Terapi stimulasi persepsi
C. Terapi orientasi realita
17. Sdr.H (20 th) masuk IGD RSUD tidak sadarkan diri karena meminum baygon dirumahnya dan telah mendapatkan
perawatan intensif. Pada saat dikaji orang tua mengatakan bahwa sebelumnya anaknya pernah mengatakan
”lebih baik aku mati saja....daripada membuat malu orang tua...”dan orang tuanya pernah mendapatkan pisau
dibawah bantal anaknya.
Berdasar kasus diatas, perilaku apakah yang ditunjukkan oleh pasien?
A. Ide bunuh diri
B. Isyarat bunuh diri
C. Ancaman bunuh diri
D. Percobaan bunuh diri
E. Tanda-tanda bunuh diri

18. Seorang laki-laki berusia 40 tahun, dirawat di RSJ yang kedua kalinya dengan alasan pasien marah-marah,
bingung, bicara kacau dan mudah tersinggung. Saat pengkajian pasien mengatakan tidak memiliki pekerjaan
tetap, tidak berguna bagi keluarganya karena tidak mampu memberikan nafkah dan memberikan tempat tinggal
bagi keluarganya. Data objektif kontak mata kurang, afek labil, apatis, bicara kacau dan sering berdebat dengan
temannya.
Apakah prioritas masalah keperawatan pasien sesuai kasus di atas ?
A. Keputusasaan
B. Harga diri rendah
C. Ketidakberdayaan
D. Resiko perilaku kekerasan
E. Perubahan penampilan peran

19. Pada sore hari datang klien ke IGD dengan tangan diikat kain dengan keluhan marah dan jengkel terus menerus,
mengancam orang lain, komunikasi sangat kacau, terus berusaha melukai orang lain, menganggap semua orang
sebagai ancaman.Apakah skala perilaku kekerasan pada pasien tersebut diatas?
A. prilaku kekerasan intensif I
B. prilaku kekerasan intensif II
C. prilaku kekerasan intensif III
D. prilaku kekerasan intensif IV
E. prilaku kekerasan intensif V