Anda di halaman 1dari 7

RANCANGAN GREASE TRAP (PENANGKAP LEMAK)

DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 6

1. DEWI SEPTIANAWATI (P07133217046)


2. HELNA ARIANI (P07133217051)
3. RIDHO AZHARI (P07133217057)
4. RODAT (P07133217058)
5. YEMIMA NORA SITOHANG (P07133217066)

Mata Kuliah : Pengolahan Limbah Cair-B2

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES YOGYAKARTA


JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN
DIPLOMA IV ALIH JENJANG
2018
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Limbah cair atau air limbah adalah air yang tidak terpakai lagi, yang merupakan hasil
dari berbagai kegiatan manusia sehari-hari. Dengan semakin bertambah dan meningkatnya
jumlah penduduk dengan segala kegiatanya, maka jumlah air limbah juga mengalami
peningkatan. Pada umumnya limbah cair dibuang ke dalam tanah, sungai danau dan laut.
Jika jumlah air limbah yang dibuang melebihi kemampuan alam untuk menerima atau
menampungnya, maka akan terjadi kerusakan lingkungan.
Dalam PP No. 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian
Pencemaran Air, pecemaran air didefinisikan sebagai:”Pencemaran air adalah masuknya
atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi dan atau komponen lain ke dalam air oleh
kegiatan manusia sehingga kualitas air turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan
air tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukkannya” (Pasal 1 ayat 11).
Air limbah Asrama I Poltekkes adalah salah satu air buangan yang berkontribusi
menimbulkan pencemaran jika tidak diolah terlebih dahulu. Sumber pencemar yang
terkandung di dalam air limbah asrama diantarnya minyak/lemak, deterjen, bakteri patogen
dan padatan organik dan anorganik.
Lemak pada limbah cair terdiri dari bermacam bentuk material antara lain
lemak,malam/lilin, fatic-acid, sabun, mineral-oil dan material non-volatil lainnya. Lemak
sebetulnya bisa diuraikan oleh bakteri/microorganisme, tetapi karena lemak ini mudah
mengapung dan dipisahkan dari air limbah, maka dengan menangkap/menghilangkan lemak
sebelum masuk pada unit pengolahan, akan mengurangi beban/load organik yang ada,
sehingga berdampak pada desain dan besaran konstruksi. Bangunan penangkap lemak sering
juga disebut sebagai Grease Trap, Prinsip dari konstruksi ini adalah bahan yang ringan
(minyak, lemak,dst) akan mengapung jika kondisi airnya tenang, sehingga biasanya
konstruksi grease trap adalah bak dengan sekat sekat untuk menghilangkan turbulensi.
Melihat dari kedua sifat yang ada tersebut yaitu bahan yang ringan (minyak, lemak, dlsb)
akan mengapung, sedangkan bahan yang berat (pasir, kerikil, pecahan kaca, logam,dlsb.)
akan mengendap, maka akan lebih menghemat jika hisa menggabungkan konstruksi
Grit Chamber dan Grease Trap dalam satu konstruksi. Untuk menghindari agar bahan yang
biodegreable tidak mengendap disini dianjurkan agar dasar dari konstruksi ini dibuat tirus
hingga kecepatan aliran pada bagian bawah lebih besar.
Hal penting yang perlu dilakukan adalah pembersihan dari lemak dan bahan padat
lainnya secara periodik, dengan kata lain sungguh pun konstruksi penangkap lemak dan
bahan padat telah dibuat, tetapi bila tidak dilakukan pembersihan secara periodic maka
manfaatnya sama sekali tidak ada. Periode pembersihan ini sangat tergantung pada jumlah
bahan padat dan lemak yang terikut. Tetapi rata-rata sekali tiap minggu sampai maksimum
sekali tiap bulan merupakan praktek yang lazim

B. Tujuan
1. Untuk memahami yang dimaksud dengan Grease Trap
2. Untuk mengetahui tujuan dari Grease Trap
3. Untuk mengetahui desain serta ukuran volume Grease Trap
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Grease Trap
1. Pengertian

Bak perangkap lemak adalah bak kontrol yang dilengkapi denga pipa masuk
(inlet) dan keluar (outlet) yang berfungsi memisahkan lemak dan padatan dari dapur.
Unit ini dimaksudka nuntuk mencegah penyumbatan akibat masuknya lemak kedalam
pipa dalam jumlah besar. Disarankan dipasang diluar dapur dan daerah dengan
pemakaian air rendah, dan lokasinya sedekat mungkin dengan sumbernya.
(DitjenCiptaKarya, 2016)
Grease Trap / Penyaring Minyak adalah perangkat yang dirancang untuk
mencegat minyak sebelum memasuki sistem pembuangan air limbah. Alatini
membantu untuk memisahkan minyak dari air, sehingga minyak / lemak tidak
menggumpal dan mengeras di pipa pembuangan. Lemak pada limbah cair terdiri
dalam berbagai bentuk material, seperti lemak, malam/lilin, fatic-acid, sabun, mineral-
oil, dan materi non volatile lainnya. Lemak merupakan senyawa yang seharusnya
dapat diuraikan oleh mikroorganisme, namun untuk menaikkan efisiensi pengolahan
limbah secara biologis lemak dapat disisih kandengan proses fisik terlebih dahulu
mengingat karakterfisik lemak memiliki berat jenis yang ringan.

2. Jenis grease trap


1. Grease trap pasif
Yaitu titik perangkatsederhana yang digunakan di bawah
kompartemen bak cuci dalam dapur. Grease trap ini membatasi aliran dan
menghapus 85-90% dari lemak da nminyak yang masuk. Makanan padat
bersama dengan lemak, minyak, dan gemuk akan terjebak dan disimpan dalam
perangkat ini.
2. Grease trap tangki in ground
Grease trap jenis ini berukuran besar, biasanya 500-2000 galon.
Unit-unit ini dibangun dari beton, fiberglass, ataubaja. Dengan sifat ukuran lebih
besar, perangkat ini memiliki kapasitas penyimpanan lemak dan limbah padat
yang lebih besar untuk aplikasi aliran limbah yang tinggi seperti pada restoran
atau rumah sakit. Trap ini biasa disebut pencegat gravitasi (gravity interceptors).
Pencegat / trap memerlukan waktu retensidari 30 menit untuk memungkinkan
lemak, minyak, gemuk dan limbah padat makanan untuk menetap di tangki.
Semakin banyak limbah masuk ketangki maka begitu pula air yang bebas lemak
didorong keluar dari tangki.
3. Grease trap sistem GRD (Grease Recovery Devices / PerangkatPemulihanLemak)
Grease trap jenis ini menghapus lemak / minyak permukaan secara
otomatis ketika terjebak
BAB III
DESAIN DAN RANCANGAN

Deskripsi Rancangan
Dalam memasang greasetrap pada sebuah sistem pengolahan limbah, terlebih dulu harus
diketahui volume yang dibutuhkan sesuai dengan debit limbah yang dihasilkan. Misalnya
sebuah asrama menghasilkan limbah dengan volume 15 m3 per harinya. Limbah tersebut
mengalir 3 jam pada pagi hari, 1 jam pada siang hari dan 2 jam pada sore hari. Waktu
tinggal (retention time) limbah adalah 15 menit. Maka perlu dihitung volume grease
trap?
Volume limbah = 15 m3= 15.000 liter
Volume aliran = 6 jam = 6 x 60 menit = 360 menit

𝑣𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 15.000 𝑙𝑖𝑡𝑒𝑟


Flowrate = = = 41,66 𝑙𝑖𝑡𝑒𝑟/𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡
𝑤𝑎𝑘𝑡𝑢 360 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡

Dengan demikian volume grease trap yang diperlukan adalah :

V = flowrate x retention time

= 41,66 liter/menit x 15 menit = 624,9 liter/menit = 0,624 m3

Dengan demikian volume grease trap yang dibutuhkan adalah 0,624 m3. Dimensi
yang diperlukan adalah :

Panjang : 0,624 m

Lebar : 0,624 m

Kedalaman : 0,624 m

Untuk mempermudah pembersihan limbah grease pada unit grease trap, maka
grease trap dirancang memiliki 3 ruang sebagai berikut :

a. Ruang yang dirancang untuk menjebak padatan atau sisa makanan serta minyak yang
ikut terlarut dari air cucian dapur
b. Ruang untuk menahan sisa makanan dan minyak yang ikut terlarut dari ruang
sebelumnya
c. Ruang yang dirancang untuk air yang sudah bersih dan akan keluar melalui pipa
outlet