Anda di halaman 1dari 1

PRINSIP DASAR

Prinsip kerja CT Scan bergantung pada nilai atenuasi X-Ray dari meterial yang berbeda, yang
mana dinilai dari nilai HU dan ditampilkan dalam bayangan keabuan. Energi sinar-X relevan
dengan pencitraan diagnostik, dua interaksi utama antara foton x-ray dan materi adalah hamburan
Compton (x-ray scatter dengan ada energi x-ray yang hilang) dan penyerapan fotoelektrik
(penyerapan x-ray lengkap) [8,9]. Pada CT conventional pada 120-140 kVp, hamburan Compton
mendominasi. Dalam rentang energi yang lebih rendah, hamburan compton tetap konstan dan
absorbsi photoelektrik meningkat. Atenuasi sinar-x biasanya lebih tinggi pada energi yag lebih
rendah daripada foton berenergi tinggi. Probabilitas penyerapan photoelektrik juga meningkat
tajam ketika bahan yang dicitrakan memiliki nomor atom yang tinggi [1,2,8].
Mengenai DECT, dua kesimpulan utama dapat ditarik dari informasi di atas. Pertama, atenuasi
bahan dengan nomor atom tingg (misalnya, yodium) lebih tinggi dengan energi lebih rendah
daripada dengan scan dengan energi yang lebih tinggi. Hal itu berarti atenuasi pembuluh darah,
mengenhance kan struktur normal, dan meningkatkan lesi patologis jauh lebih tinggi pada 80 kVp
dibandingkan 120 atau 140 kVp. Atenuasi soft tissue meningkat pada jumlah kecil, sehingga
mengenhancekan patologi lebih mencolok ketika tegangan rendah tabung digunakan [11] Gambar
1 dan 2). Penjelasan tersebut adalah prinsip dasar untuk fusi gambar di DECT. Kedua, ketika
sebuah objek dengan komposisi bahan yang tidak diketahui bahan dan komposisinya, bahan
tersebut dicitrakan dua kali dengan energi yang berbeda (80 dan 140 kVp), bahan dalam benda itu
dapat dibedakan menjadi dan diukur berdasarkan perubahan atenuasi sinar x dengan mengacu pada
perubahan yang diharapkan terjadi di atenuasi sinar-x dari (hingga tiga) bahan yang dikenal.
Algoritma untuk karakterisasi bahan tersedia secara komersil di workstation yang dilengkapi dual
energy.