Anda di halaman 1dari 4

“ Sosialisasi Diversifikasi Pengolahan Produk Perikanan Ekado

Ikan”

I. Latar Belakang
Pangan adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber daya hayati dan
air, baik yang diolah maupun tidak diolah yang diperuntukkan sebagai makanan
atau minuman bagi konsumsi manusia. Termasuk di dalam pengertian pangan
adalah bahan tambahan pangan, bahan baku pangan, dan bahan-bahan lainnya yang
digunakan dalam proses penyiapan, pengolahan, dan/atau pembuatan makanandan
minuman. Pengertian pangan di atas merupakan definisi pangan yang dikeluarkan
oleh badan dunia untuk urusan pangan, yaitu Food and Agricultural Organization
(FAO).
Diversifikasi atau penganekaragaman adalah suatu cara untuk mengadakan
lebih dari satu jenis barang/komoditi yang dikonsumsi. Di bidang pangan,
diversifikasi memiliki dua makna, yaitu diversifikasi tanaman pangan dan
diversifikasi konsumsi pangan. Kedua bentuk diversifikasi tersebut masih berkaitan
dengan upaya untuk mencapai ketahanan pangan. Apabila diversifikasi tanaman
pangan berkaitan dengan teknis pengaturan pola bercocok tanam, maka diversifikasi
konsumsi pangan akan mengatur atau mengelola pola konsumsi masyarakat dalam
rangka mencukupi kebutuhan pangan. Pengembangan berbagai produk olahan hasil
perikanan dapat dijadikan alternatif menumbuhkan kebiasaan mengkonsumsi ikan
bagi masyarakat Indonesia, sekaligus merupakan upaya untuk meningkatkan nilai
gizi masyarakat.
Diversifikasi pangan sebagai upaya yang sangat erat kaitannya dengan
peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembangunan pertanian di bidang
pangan dan perbaikan gizi masyarakat, yang mencakup aspek produksi, konsumsi,
pemasaran, dan distribusi Kasryno, et al (1993). Menurut Pak pahan dan Suhartini
(1989) diversifikasi pangan mencakup tiga lingkup pengertian yang saling
berkaitan, yaitu diversifikasi konsumsi pangan, diversifikasi ketersediaan pangan,
dan diversifikasi produksi pangan
Ekado umumnya diolah dari daging seperti sapi, ayam dan ikan giling,
merupakan makanan yang berasal dari jepang denagn rasa gurih. Spesfikasi dari
produk ini adalah adonan daging ikan dibungkus dengan kulit pangsit dan dibentuk
seperti kantong yang diikat bagian atasnya dengan daun kucai. Ekado Ikan
merupakan produk beku yang siap untuk dihidangkan. Mutu ekkado dipengaruhi
oleh komposisi bahah yang menyusunya. Bahan pendukung utama poembuatan
ekkado adalah tepung tapioka.

II. Permasalahan
Permasalahan yang ada di Desa Batu Tugu adalah sebagai berikut:
1. Potensi perikanan yang terdapat di Desa Batu Tugu belum dimanfaatkan secara
optimal
2. Minimnya diversifikasi produk perikanan

III. Tujuan
Untuk mengetahui proses pembuatan ekado ikan serta memberi informasi
kepada masyarakat bahwa perikanan memiliki potensi untuk dikembangkan dalam
berbagai diversifikasi produk perikanan.

IV. Metode pelaksanaan


A. Cara Pembuatan Ekado Ikan
Cara kerja pembuatan ekado ikan adalah sebagai berikut:
1. Surimi atau ikan giling dilumatkan terlebih dahulu
2. Tambahkan garam sambil terus diaduk, kemudian diikuti bumbu yang lain,
aduk sampai rata
3. Bungkus adonan di atas kulit lumpia, bentuk bulat kemudian diikat dengan
benang
4. Kukus adonan yang telah dibungkus selama 15-20 menit setelah air mendidih
5. Ekado yang sudah dikukus tadi, didinginkan terlebih dahulu sebelum
digoreng
6. Setelah itu ekado siap digoreng

B. Sosialisasi Pembuatan Ekado Ikan


Sosialisasi dilakukan secara langsung kepada ibu-ibu di Desa Batu Tugu,
dengan menjelaskan pembuatan ekado yang langsung di praktikan.

V. Perkiraan biaya yang diperlukan dan sumber pendanaan


Perkiraan biaya yang diperlukan dalam pembuatan ekado ikan dan sumber
pendanaan adalah sebagai berikut:
Tabel 5.1. Perkiraan biaya yang dibutuhkan
No. Nama bahan Jumlah Harga Sumber dana
1. Ikan gabus giling 2 kg Rp. 50.000,00 Iuran
2. Tepung terigu ¼ kg Rp. 3000,00 Iuran
3. Tepung tapioka ¼ kg Rp. 3000,00 Iuran
4. Telur ½ kg Rp. 6000,00 Iuran
5. Minyak goreng 1 kg Rp. 12.000,00 Iuran
6. Bawang merah ¼ kg Rp. 9000,00 Iuran
7. Bawang putih ¼ kg Rp. 9000,00 Iuran
8. Wortel ¼ kg Rp. 7000,00 Iuran
9. Kulit lumpia 1 pak Rp. 15.000,00 Iuran
9. Daun bawang ¼ kg Rp. 5000,00 Iuran
10. Garam 1 bks Rp. 3000,00 Iuran
11. Gula 1k Rp. 14.000,00 Iuran
12. Lada 1 bks Rp. 1000,00 Iuran
TOTAL Rp. 128.000,00

VI. Waktu pelaksanaan


Pembuatan produk ekado ikan dilaksanakan di rumah penduduk pada sabtu 26
Mei 2018, pukul 13.30 WIB sampai dengan selesai.

VII. Hasil yang diharapkan


Diversifikasi atau penganekaragaman adalah suatu cara untuk mengadakan
lebih dari satu jenis barang atau komoditi yang dikonsumsi. Pengembangan berbagai
produk olahan hasil perikanan dapat dijadikan alternatif menumbuhkan kebiasaan
mengkonsumsi ikan bagi masyarakat Indonesia, sekaligus merupakan upaya untuk
meningkatkan nilai gizi masyarakat. Bahan pangan yang di gunakan dalam pembuatan
produk ekado ikan terdiri atas bahan pangan yang berasal dari hasil pertanian,
perikanan dan peternakan. Dengan adanya program kerja ini diharapkan masyarakat
dapat mengembangkan produk perikanan dengan memanfaatkan bahan baku yang
tersedia di desa Batu Tugu dalam beraneka ragam bentuk maupun citarasanya, mulai
dari produk olahan yang di olah secara tradisional maupun modern.

Batu Tugu, 06 Juni 2018


Penanggung jawab program kerja,

Wheni Anggraini
05061181520048