Anda di halaman 1dari 4

By: Ni Putu Eka Sulistyawati (B9A) / 16.322.

2617

Seorang peneliti melakukan penelitian terhadap “ Pengaruh senam aerobic low impact terhadap kadar
kolesterol LDL pada wanita di Hawa Gyms. Sebelum dilakukan senam semua peserta dilakukan pretest,
kemudian senam dilakukan 3x seminggu dalam 1 bln, setelah 1 bln dilakukan post test. Sampel yang
digunakan dlm penelitian ini sejumlah 15 orang.

Lakukan uji normalitas pada data diatas...!!

Jenis penelitian pada contoh kasus diatas adalah Kuasi Experimen dengan desain Pretest &
Posttest Desain.

Kuasi eskperimen adalah eksperimen yang memiliki perlakuan (treatments), pengukuran-


pengukuran dampak(outcome measure), dan unit-unit eksperimen (experimental units)
namun tidak menggunakan penempatan secara acak. Desain ini juga disebut rancangan
eksperimen semu, disebut semu oleh karena eksperimen ini belum atau tidak memiliki ciri-
ciri rancangan yang sebenarnya, karena variable-variabel yang seharusnya dikontrol atau
dimanipulasi. Oleh sebab itu, penelitian menjadi kurang cukup disebut sebagai eksperimen
sebenarnya.

Peneliti ingin mengetahui apakah pengaruh senam aerobic low impact terhadap kadar
kolesterol LDL pada wanita di Hawa Gyms? Untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh
tersebut, peneliti melakukan dua kali test untuk mengetahui kadar LDL wanita di Hawa
Gyms. Tes pertama (cek kolesterol LDL) dilakukan sebelum senam aerobic low impact
diterapkan, tes yang dilakukan sebelum adanya perlakuan disebut dengan Pre Test. Tes
kedua (cek kolesterol LDL) dilakukan setelah senam aerobic low impact yang dilakukan
3xseminggu dalam kurun waktu sebulan diterapkan pada wanita di Hawa Gyms tersebut,
tes ini disebut dengan Post test.

Adapun hasil dua kali tes, peneliti mempunyai dua hasil kadar LDL wanita yakni pre test
dan post test kadar LDL wanita di Hawa Gyms yang sudah terkumpul :

HASIL CEK KOLESTEROL LDL


No
Pre Test Post Test
Resp
1 200 180
2 155 120
3 160 140
4 220 200
5 230 205
6 165 150
7 160 144
8 185 162
9 188 170
10 192 174
11 186 166
12 179 155
13 184 162
14 199 177
15 178 155

UJI NORMALITAS
Uji normalitas dengan uji Shapiro Wilks, uji ini digunakan sebaiknya pada N<50.
Adapun hasil uji normalitas menggunakan SPSS sebagai berikut:

Case Processing Summary

Cases

Valid Missing Total

N Percent N Percent N Percent

Kolesterol_LDL_Pre 15 100,0% 0 0,0% 15 100,0%


Kolesterol_LDL_Post 15 100,0% 0 0,0% 15 100,0%
Descriptives

Statistic Std. Error

Mean 185,40 5,505

95% Confidence Interval for Lower Bound 173,59


Mean Upper Bound 197,21

5% Trimmed Mean 184,61

Median 185,00

Variance 454,543

Kolesterol_LDL_Pre Std. Deviation 21,320

Minimum 155

Maximum 230

Range 75

Interquartile Range 34

Skewness ,562 ,580

Kurtosis ,133 1,121


Mean 164,00 5,699

95% Confidence Interval for Lower Bound 151,78


Mean Upper Bound 176,22

5% Trimmed Mean 164,17

Median 162,00

Variance 487,143

Kolesterol_LDL_Post Std. Deviation 22,071

Minimum 120

Maximum 205

Range 85

Interquartile Range 27
Skewness ,091 ,580

Kurtosis ,353 1,121

Tests of Normality

Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk

Statistic df Sig. Statistic df Sig.

Kolesterol_LDL_Pre ,118 15 ,200* ,946 15 ,468


Kolesterol_LDL_Post ,101 15 ,200* ,980 15 ,966

*. This is a lower bound of the true significance.


a. Lilliefors Significance Correction
Interpretasi/ Output Uji Normalitas Shapiro-Wilks:
Berdasarkan output Test Of Normality, diperoleh nilai signifikansi untuk pretest LDL kolesterol
sebesar 0,468 dan nilai signifikansi posttest LDL kolesterol sebesar 0,966. Karena nilai
signifikansi pretest dan posttest lebih besar (nilai sig. >0,05), maka dapat disimpulkan bahwa
data yang Pretest dan Posttest LDL kolesterol berdistribusi normal. Jika dilihat dari segi
probabilitasnya (p) maka Ho diterima, Ha ditolak.

Dasar Pengambilan Keputusan dalam Uji Normalitas Shapiro-Wilks


1. Jika nilai Sig.>0,05, maka data berdistribusi normal
2. Jika nilai Sig.<0,05, maka data tidak berdistribusi normal

Posisi nilai probabilitas (p):

Jika nilai p > 5%, maka Ho diterima, Ha ditolak (normal)


Jika nilai p < 5%, maka Ho ditolak, Ha diterima (tidak normal)

Uji normalitas data ini berfungsi manakala kita hendak mengkategorikan / mengelompokkan
Data pada distribusi frekuensi, jika data berdistribusi normal:

Acuan normal: didasarkan pada Mean (rata-rata) dan standar deviasi.


Untuk 2 kategori: LDL kolesterol Baik: X > Mean
LDL kolesterol Kurang: X< Mean