Anda di halaman 1dari 13

Mata Kuliah : Keperawatan Medikal Bedah II

Semester : IV

Dosen Pengajar : Ns. Deetje Supit, S.Kep., M.MKes

MAKALAH

INJEKSI SUBKUTAN

Disusun Oleh:

KELOMPOK 2

Yastasia Nender

Giselle Kojongian

Irivin Obehetan

Sterly Lombok

Sisilia de Breving

Putri Supit

FAKULTAS KEPERAWATAN

UNIVERSITAS SARIPUTRA INDONESIA

TOMOHON

2018
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat-Nya
penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “INJEKSI SUBKUTAN” tepat pada
waktunya.

Dalam penyelesaian tugas kelompok ini, ada begitu banyak tantangan yang dialam.
Namun, karena dorongan dan bantuan dari berbagai pihak maka makalah ini dapat
terselesaikan.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa tugas kelompok ini belum lah


sempurna.Untuk itu segala saran dan kritikan yang sifatnya membangun sangat penulis
harapkan dari semua pihak demi kesempurnaan penulisan makalah selanjutnya.

Semoga dengan adanya tugas kelompok ini akan dapat memberikan manfaat besar
bagi penulis khususnya, dan bagi pembaca semua pada umumnya.

Tomohon, Februari 2018

penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................................................................ i


DAFTAR ISI .......................................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN .................................................................................................................. 1
A. LATAR BELAKANG............................................................................................................ 1
B. RUMUSAN MASALAH ....................................................................................................... 1
C. TUJUAN PENULISAN ......................................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN ................................................................................................................... 2
A. PENGERTIAN ....................................................................................................................... 2
B. TUJUAN INJEKSI................................................................................................................. 2
C. TEMPAT INJEKSI SUBCUTAN .......................................................................................... 2
D. INDIKASI DAN KONTRAINDIKASI ................................................................................. 3
E. HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM PEMBERIAN SUBKUTAN ...... 3
F. EFEK SAMPING INJEKSI SUBKUTAN............................................................................. 3
G. GAMBAR INSTRUMEN YANG DIPERLUKAN ............................................................... 4
H. STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR .......................................................................... 6
BAB III PENUTUP............................................................................................................................ 9
A. KESIMPULAN ...................................................................................................................... 9
B. SARAN .................................................................................................................................. 9
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................................................... 10

ii
BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Pemberian obat parenteral merupakan pemberian obat yang di lakukan dengan
menyuntikan obat tersebut kejaringan tubuh. Pemberian obat melalui parenteral
dapat dilakukan dengan cara :
1.Subcutaneous (SC) yaitu penyuntikan obat kedalam jaringan yang berada dibawah
lapisan dermis.
2.Intradermal (ID) yaitu penyuntikan obat kedalam lapisan dermis, dibawah
epidermis.
3.Intramuscular (IM) yaitu menyuntikkan obat kedalam lapisan otot tubuh.
4.Intravenous (IV) yaitu menyuntikan obat kedalam vena.
Selain empat cara di atas dokter sering menggunakan cara intratechal atau
intraspinal, intrakardial, intrapleural, intra arteliar, dan intra articular untuk
pemberian obat parential ini.
Subkutan (SC) (‘Onset of action’ lebih cepat daripada sedian suspensi,
determinan dari kecepatan absorbsi ialah total luas permukaan dimana terjadi
penyerapan menyebabkan konstruksi pembulu darah lokal sehingga difusi obat
tertahan/diperlama, obat dapat dipercepat dengan menambahkan hyaluronidase,
suatu enzim yang memecah mukopolisakarida dari matriks jaringan). Subkutan atau
dibawah kulit (SC) yaitu disuntikan kedalam tubuh melalui bagian yang sedikit
lemaknya dan masuk kedalam jaringan dibawah kulit ; volume yang di berikan tidak
lebih dari 1 ml (Wagiran, 2015).
B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa pengertian dari injeksi subkutan ?
2. Apa yang menjadi tujuan injeksi subkutan?
3. Dimana tempat yang tepat untuk melakukan injeksi subkutan?
4. Apa saja yang menjadi indikasi dan kontraindikasi injeksi subkutan?
5. Apa saja hal yang harus diperhatikan dalam injeksi subkutan ?
6. Adakah efek samping dalam injeksi subkutan?

C. TUJUAN PENULISAN
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas
dalam mata kuliah Keperawatan Medikal Bedah II dan untuk menambah wawasan
penulis serta pembaca dalam pembahasan mengenai injeksi subkutan.

1
BAB II PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN
Injeksi adalah sediaan steril berupa larutan, emulsi atau suspensi atau serbuk
yang harus dilarutkan atau disuspensikan lebih dahulu sebelum digunakan, yang
disuntikkan dengan cara menusuk jaringan ke dalam otot atau melalui kulit.
Pemberian injeksi merupakan prosedur invasif yang harus dilakukan dengan
menggunakan teknik steril.
Injeksi subcutan merupakan cara memberikan obat dengan memasukkan obat
ke dalam jaringan subcutan dibawah kulit dengan spuit. Injeksi subkutan diberikan
dengan menusuk area dibawah kulit yaitu jaringan konektif atau lemak dibawah
dermis. Injeksi tidak diberikan pada area yang nyeri, merah, pruitis atau edema. Pada
pemakaian injeksi subkutan jangka lama, maka injeksi perlu direncanakan untuk
diberikan secara rotasi pada area yang berbeda. Jenis obat yang lazim diberikan
secara subkutan adalah vaksin, obat-obatan preoperasi, narkotik, insulin, dan
heparin.
Pemberian obat melalui subcutan ini pada umumnya dilakukan dalam program
pemberian insulin yang digunakan untuk mengontrol kadar gula darah. Pemberian
insulin terdapat dua tipe larutan, yaitu jernih dan keruh. Larutan jernih atau juga
dimaksudkan sebagai insulin tipe reaksi cepat (insulin regular) dan larutan yang
keruh karena adanya penambahan protein sehingga memperlambat absorbsi obat
atau juga termasuk tipe lambat.
B. TUJUAN INJEKSI
Memasukkan sejumlah toksin atau obat pada jaringan subcutan di bawah kulit
untuk di absorbsi. Selain itu alasan kenapa injeksi subcutan ini di pilih adalah karena
dengan penggunaan injkeksi ini maka obat dapat menyebar dan diserap secara
perlahan-lahan. Beberapa contohnya adalah injeksi pada vaksin, uji tiberculin dan di
lakukan dalam program pemberian insulin yang di gunakan untuk mengontrol kadar
gula darah.
C. TEMPAT INJEKSI SUBCUTAN
Setiap jaringan subkutan dapat dipakai untuk area injeksi ini, yang lazim adalah
pada lengan atas bagian luar, paha bagian depan. Area lain yang lazim digunakan
adalah perut, area scapula, ventrogluteal dan dorsogluteal. Berikut ini merupakan
posisi pasien yang diberikan injeksi subcutan :
1. Lengan : klien duduk atau bediri

2
2. Abdomen : klien duduk atau terlentang
3. Tungkai : klien duduk dikursi atau tempat tidur
Area injeksi subcutan perlu dirotasi secara regular untuk meminimalkan
kerusakan jaringan, membantu absorpsi, dan menghindari ketidaknyamanan.
Terutama penting untuk klien yang harus menerima injeksi berulang, seperti
penyandang diabetes. Karena insulin diabsorpsi dengan kecepatan berbeda pada
bagian tubuh yang berbeda, kadar glukosa klien diabetes dapat bervariasi ketika
beragam area digunakan. Insulin diabsorpsi lebih cepat ketika diinjeksikan di
abdomen kemudian ke lengan dan lebih lambat ketika diinjeksikan ke paha dan
bokong.
D. INDIKASI DAN KONTRAINDIKASI
1. Indikasi : bisa dilkakukan pada pasien yang tidak sadar, tidak mau bekerja sama
karena tidak memungkinkan untuk diberikan obat secara oral, tidak alergi.
Lokasinya yang ideal adalah lengan bawah dalam dan pungguang bagian atas.
2. Kontra Indikasi : luka, berbulu, alergi, infeksi kulit
E. HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM PEMBERIAN
SUBKUTAN
1. Untuk klien berukuran rata-rata, regangkan kulit secara keras pada tempat
injeksi atau cubit dengan tangan dominan anda pencubitan kulit meninggikan
jaringan subkutan, jarum menembus kulit tegang lebih mudah dari kulit kendur.
2. Untuk klien gemuk, cubit kulit pada tempat Injeksi dan injeksikan jarum
dibawah lipatan kulit klien gemuk memiliki lapisan lemak tambahan diatas
jaringan subkutan Insersi cepat dan tepat
3. Injeksikan jarum dengan cepat dan tepat Pada sudut 90 derajat (kemudian
lepaskan- kulit bila dicubit)
F. EFEK SAMPING INJEKSI SUBKUTAN
1. Keuntungan Awitan obat lebih cepat dibandingkan oral
2. Kerugian Harus menggunakan teknik steril, lebih mahal dibandingkan
oral,hanya dapat diberikan dalam volume kecil,lebih lambat dibandingkan
pemberian intramuscular, dapat menyebabkan ansietas(kecemasan yang
berlebihan dan lebih bersifat subyektif), kelelahan, gangguan pencernaan
seperti diare, mual, dispepsia stomatitis, dan muntah, perubahan warna kulit,
dysgeusia, dan anoreksia.

3
G. GAMBAR INSTRUMEN YANG DIPERLUKAN
01) Daftar obat
02) Alat tulis

03) Perlak dan Pengalas

04) Bak spuit

05) Kapas alcohol

06) Sarung tangan

4
07) Piala ginjal/ bengkok

08) Obat injeksi

09) Ampul

10) Vial

11) Spuit

5
H. STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
1. TUJUAN INJEKSI SUBKUTAN
Memberikan obat kepada pasien melalui jaringan subkutan
2. RUANG LINGKUP INJEKSI SUBKUTAN

 Indikasi pada klien yang akan dilakukan vaksinasi, obat-obatan preoperasi,


obat narkotik, insulin dan heparin.

 Penyuntikan tidak dilakukan pada area yang nyeri, merah, pruntus dan
edema.

3. DEFINISI INJEKSI SUBKUTAN


Pemberian obat subkutan adalah cara memberikan obat dengan menyuntik di
area bawah kulit yaitu pada jaringan konektif atau lemak dibawah dermis.
4. PELAKSANAAN INJEKSI SUBKUTAN
a. Alat
1) Daftar obat
2) Alat tulis
3) Perlak dan Pengalas
4) Bak spuit
5) Kapas alcohol
6) Sarung tangan
7) Piala ginjal
8) Obat injeksi
9) Ampul
10) Vial
11) Spuit
b. Prosedur Pemberian Injeksi subcutan
1) Fase Pra interaksi
i. Cocokkan pesanan dokter dengan kartu obat, laporkan bila
ada ketidakjelasan
ii. Pahami kerja obat, pertimbangkan pemakaian dosis aman,
maksud pemberian efek samping obat yang akan diberikan
iii. Kaji apakah klien mampu dan mau mengikuti petunjuk
iv. Kaji tanda-tanda vital dan kesadaran pasien

6
v. Siapkan obat sesuai dosis untuk setiap klien periksa tanggal
kadaluarsa
vi. Hitung dosis perhatikan obat yang belum bisa dipakai klien
vii. Mencuci tangan.
2) Fase Orientasi
i. Membawa obat ke kamar klien, sekali lagi lakukan cek nama
obat, dosis, cara pemberian, waktu, dan tanggal pemberian
ii. Memberikan salam dan memperkenalkan diri
iii. Cek identitas klien: cek nama klien pada gelang atau papan,
identitas kalau ada, menanyakan dan memanggil nama klien
iv. Jelaskan pada klien rencana pemberian obat,tujuan,cara
pemberian,waktu dan nama obat, minta tanda tangan apabila
perlu persetujuan pemberian obat.
3) Fase Kerja
i. Tutup tirai untuk member privacy pada klien’
ii. Pakai sarung tangan.
iii. Ambil obat sesuai dengan prosedur yang benar dari
menyiapkan obat ampul atau vial.
iv. Berikan posisi yang tepat sesuai dengan lokasi yang dipilih.
- Lengan atas bagian luar,
- Bagian anterior paha duduk atau berbaring dengan
kaki rileks,
- Abdomen posisi terlentang atau semi recumbent,
- Daerah scapula pasien telungkup atau duduk.
v. Pasang perlak dan pengalas, dekatkan piala ginjal.
vi. Bersihkan daerah suntikan dengan kapas atau alkohol, gosok
melingkar dari dalam keluar. Biarkan alkohol kering dan
pegang kapas untuk digunakan waktu mencabut jarum.
vii. Buka tutup jarum dengan tangan kiri.
viii. Cubit atau gerakkan daerah yang akan disuntikkan.
ix. Pegang spuit dengan tangan kanan diantara ibu jari dan
telunjuk. Suntikkan jarum dengan sudut 450-900, tergantung
turgor jaringan dan panjang jarum.

7
x. Setelah jarum masuk, lepaskan jaringan yang dipegang, dan
gunakan tangan kiri untuk memegang ujung barel.
xi. Aspirasi untuk memastikan masuknya jarum. Bila ada darah,
cabut jarum, obat dan spuit dibuang dan menyiapkan obat baru
lagi.
xii. Bila tidak ada darah, suntikan obat perlahan-lahan.
xiii. Cabut jarum cepat dengan sudut sesuai waktu masuk.
xiv. Masase hati-hati dengan kapas alkohol(jangan masase pada
pemberian heparin atau insulin).
xv. Buang spuit dab jarum tanpa penutup di sharp container.
xvi. Ambil perlak dan pengalas dari klien.
xvii. Lepaskan sarung tangan dan taruh di piala ginjal.
4) Fase terminasi
i. Melakukan evaluasi kepada klien setelah melakukan tindakan
(Tanya apa yang klien rasakan saat pemberian obat).
ii. Merapikan klien kembali, member posisi yang nyaman untuk
klien.
iii. Membereskan peralatan.
iv. Mencuci tangan.
v. Berpamitan.
vi. Cek kembali setelah 30 menit untuk melihat respon klien
setelah diberikan injeksi subcutan, terhadap reaksi alergi
maupun efek samping.
vii. Catat waktu, dosis, dan nama semua obat yang diberikan
dalam daftar obat dan beri tanda tangan sebagai bukti obat
diberikan.
viii. Bila klien tidak mau diberi injeksi dermal, laporkan secara
lengkap.
ix. Catat bila muncul reaksi setelah pemberian injeksi.

8
BAB III PENUTUP
A. KESIMPULAN
Injeksi subkutan diberikan dengan menusuk area dibawah kulit yaitu
jaringan konektif atau lemak dibawah dermis. Setiap jaringan subkutan dapat dipakai
untuk area injeksi ini, yang lazim adalah pada lengan atas bagian luar, paha bagian
depan, dan area perut. Injeksi harus tidak diberikan pada area yang nyeri, merah,
pruitis atau edema. Pada pemakaian injeksi subkutan jangka lama, maka injeksi perlu
di rencanakan untuk diberikan secara rotasi pada area yang berbeda.
Jenis obat yang lazim diberikan secara subkutan adalah vaksin, obat – obatan
preoprasi, narkotika insulin, dan heparin.
B. SARAN
Sebagai petugas pelayanan kesehatan ketika akan memberikan injeksi subkutan
harus sesuai dengan Standar Oprasinal Prosedurnya (SOP). Karena pemberian obat
melaluisubkutan memiliki kekurangan yaitu harus menggunakan tekhnik steril,
maka dalam pemberian obat melalui subkutan harus dilakukan secara teliti.

9
DAFTAR PUSTAKA
Injeksi Subkutan. Januari 2013. Diakses 20 Februari 2018, 09.32 WITA.
(http://mamunisnani1.blogspot.co.id/2013/01/injeksi-subkutan.html)

Makalah Injeksi Subkutan. April 2017. Diakses 20 Februari 2018, 09.18 WITA.
(http://prasetyo16798.blogspot.co.id/2017/04/makalah-injeksi-subkutan.html)

SOP Injeksi Pemberian Obat Subkutan. Januari 2018. Diakses 20 Februari 2018, 09.20
WITA. (http://www.bersamaperawat.com/2018/01/sop-injeksi-pemberian-obat-
subkutan-sc.html)

10