Anda di halaman 1dari 34

MAKALAH

ANATOMI FISIOLOGI 2
ANATOMI CROSS SECTIONAL ANATOMY
Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Anatomi Fisiologi 2
Dosen : Yeti Kartikasari, ST, M.Kes

Disusun oleh :
Kelompok 6 Kelas IB
1. Destarani Ramadanti (P1337430117054)
2. Irfan Nurhady (P1337430117060)
3. Alfiyah Kurniawati Ulfa (P1337430117080)
4. Wizdan Daniswara (P1337430117081)
5. Cesna Dwi Saputri (P1337430117090)

PRODI DIII TEKNIK RADIODIAGNOSTIK DAN RADIOTERAPI SEMARANG


JURUSAN TEKNIK RADIODIAGNOSTIK DAN RADIOTERAPI
POLTEKKES KEMENKES SEMARANG
2017/2018

1
KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa,
yang telah memberikan limpahan rahmat kepada kami, sehingga kami dapat
menyelesaikan tugas Anatomi Fisiologi 2 tentang cross sectional anatomy ini.
Kami menyadari bahwa makalah yang kami buat ini masih jauh dari
kesempurnaan. Untuk itu kami membutuhkan kritik dan saran yang membangun
sehingga dapat menjadi koreksi yang baik bagi kami.
Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada :
1. Ibu Yeti Kartikasari ,ST,M.Kes selaku dosen pembimbing mata kuliah
anatomi fisiologi 2 Prodi D-III Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi
Poltekkes Kemenkes Semarang,
2. Rekan-rekan mahasiswa Prodi D-III Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi
Poltekkes Kemenkes Semarang,
3. Semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu yang telah
mendukung terselesaikannya makalah ini.

Kami berharap makalah ini dapat bermanfaat tidak hanya bagi kami
saja,melainkan juga bermanfaat bagi para pembaca.

Semarang, 31 Januari 2018

Kelompok 6

2
Daftar Isi

Halaman Judul ......................................................................................................1


Kata Pengantar .....................................................................................................2
Daftar Isi ................................................................................................................3
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang .....................................................................................4
B. Rumusan Masalah ...............................................................................5
C. Tujuan ..................................................................................................5
D. Manfaat ................................................................................................5

BAB II ISI DAN PEMBAHASAN


1. Anatomi cranium secara umum.............................................................6
2. Otak ......................................................................................................7
3. Potongan melintang cranium.................................................................8-16
4. Abdomen (perut) ...................................................................................17-19
5. Potongan melintang abdomen ..............................................................19-23
6. Pelvis ....................................................................................................23-24
7. Potongan melintang pelvis ....................................................................24-32

BAB III PENUTUP


1. Kesimpulan dan saran ..........................................................................33

DAFTAR PUSTAKA .............................................................................................34

3
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Anatomi merupakan cabang dari biologi yang berhubungan dengan struktur
dan organisasi makhluk hidup. Anatomi bisa juga kerap disebut sebagai ilmu urai
tubuh. Anatomi terdiri dari anatomi hewan atau zootomi dan anatomi tumbuhan
aliasfitotomi. Tak hanya itu, ada juga beberapa cabang ilmu anatomi lain, yakni
anatomi perbandingan, histologi, dan anatomi manusia.
Ilmu Anatomi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari kronologi masalah
anatomi mulai dari kejadian pemeriksaan kurban persembahan pada masa purba
hingga analisa rumit akan bagian-bagian tubuh oleh para ilmuwan modern. Dalam
perkembangannya, manusia kian memahami fungsi-fungsi dan struktur tubuh
melalui ilmu anatomi. Metode pemeriksaan selalu berkembang, dari pemeriksaan
tubuh hewan, pembedahan mayat, sampai ke teknik-teknik kompleks yang
dikembangkan pada satu abad terakhir.
Anatomi Fisiologi ini membahas tentang potong lintang cranium, abdomen,
dan pelvis. Potong lintang sendiri itu berarti potongan yang dilakukan pada organ
tubuh menggunakan suatu alat yang hasilnya digunakan untuk kebutuhan
kesehatan maupun digunakan untuk penelitian. Pada pembahasan potongan
melintang ini hanya beberapa organ yang akan dipelajari dan didefinisikan. Cranium
atau tulang kepala adalah lokasi yang khususnya organ sensorik dari penglihatan,
pendengaran, keseimbangan, rasa, dan bau, yang memberikan masukan mengenai
lingkungan kita. Abdomen atau maag yaitu rongga tubuh bagian perut dibagi
menjadi dua bagian yang dipisahkan oleh diafragma yang berbentuk seperti kubah.
Sedangkan pelvis atau tulang pinggang adalah rongga anggota tubuh bagian
bawah. Pengertian ini juga di gunakan pada tulang yang melingkar yang tersusun
atas sacrum, coxigeus, dan dua hipjoint, struktur demikian kadang disebut sebagai
“tulang pelvis”.

4
B. Rumusan Masalah
1) Bagaimana bentuk anatomi cross sectional dari cranium?
2) Bagaimana bentuk anatomi cross sectional dari abdomen?
3) Bagaimana bentuk anatomi cross sectional dari pelvis?

C. Tujuan
1) Untuk mengetahui bentuk anatomi cross sectional dari cranium.
2) Untuk mengetahui bentuk anatomi cross sectional dari abdomen.
3) Untuk mengetahui bentuk anatomi cross sectional dari pelvis.

D. Manfaat
Untuk menambah pengetahuan serta wawasan tentang bentuk anatomi
cross sectional cranium, abdoomen, dan pelvis serta penerapannya dalam bidang
radiologi.

5
BAB II
ISI DAN PEMBAHASAN

A. Tulang Kepala ( Cranium )


1. Anatomi umum kepala ( Cranium )
Rangka pada tulang kepala dikenal dengan skull atau schedel. Disusun oleh
tulang-tulang yang menyatu pada sendi tak bergerak (sutura).
Cranium dibedakan atas 2 bagian, yaitu
1) Tulang calvarium ( neurocranium ) terdiri dari 6 tulang yang berjumlah 8 :
 Os .frontale (1)
 Os parietale (2)
 Os occipitale (1)
 Os Temporale (2)
 Os sphenoidale (1).
 Os. Ethmoidale (1)
2) Tulang wajah(splanchnocranium) terdiri dari 8 tulang yang berjumlah 14 yaitu:
 Os Zygomaticum (2)
 Os maxilla (2)
 Os lacrimale (2)
 Os vomer (1)
 Os. Palatinum (2)
 Os concha nasalis inferior (2)
 Os.mandibula (1)
 Os. Nasal (2)

2. Otak

Bagian Otak
Pada penjelasan fungsi otak dapat dibedakan menjadi cerebrum, diencephalon,
brainsteam dan cerebellum.

6
1) Cerebrum. Bagian terbesar dari otak adalah cerebrum, terdiri dari dua
cerebral hemispheres digabungkan oleh massa white matter yang
dinamakan corpus callosum.
2) Diencephalon. Diencephalon terletak tersembunyi dari cerebral
hemispheres. Diencephalon mengelilingi midline ventrikel tiga dan terdiri
dari epithalamus, thalamus dan hypothalamus.
3) Brainstem. Brainstem dibagi lagi menjadi midbrain, pons dan medula
oblongata.
4) Cerebellum. Terletak posterior dari pons dan medulla oblongata, cerebellum
menempati bagian posterior dari cranial fossa yang terdiri dari dua
cerebellar hemispheres yang tersambung oleh vermis, yang menyerupai
cacing yang melingkar.

7
B. ANATOMI PENAMPANG MELINTANG (CROSS SECTIONAL) KEPALA
1. POTONGAN AXIAL
a. Penampang Melewati Ventrikel Lateral
Penampang superior pada ventrikel lateral memperlihatkan gyri dan sulci
cerebral dengan kortek gray matter dan white matter yang melekat. Fisura
longitudinal terdiri dari falx cerebri dan sinus sagitalis superior yang dapat
diidentifikasi. Pada percobaan mayat, durameter dan arachnoid dapat terlihat,
bagaimanapun celah subdural acapkali melebar karena jaringan yang menyusut.
Penampang yang diambil sedikit inferior setinggi (6 – 7 cm dari atas
kepala) menampakkan bagian atas dari ventrikel lateral ( Gambar 1-15 ). Di
bagian inferior ventrikel lateral dipisahkan oleh lapisan tipis, septum pellucidum.
Genu corpus callosum di antara anterior horn dan splenium di antara posterior
horn dari ventrikel lateral. Body dari caudate nucleus berada di lateral dari
ventrikel lateral. Tergantung dari sudut bidang, sinus sagitalis inferior dapat
terlihat.

8
b. Bagian melalui otak tengah
Jika bagian yang melaui otak tengah paralell dengan orbitomeatal line,
kemudian akan melewati bagian superior pada orbit anterior dan memotong
melalui posterior cerebellum. Jika bidang bagian lebih miring, dengan sudut antar
15 -20 derajat. Ke orbitomeatal line, kemudian dari pandangan anterior akan
menjadi diatas orbit dan cerebellum akan terlihat menjadi lebih posterior.
a) Gambar 1-18 A dan B menggambarkan daerah sekitar otak tengah. Kedua
sisi anterior memproyeksikan cerebral peduncles karena adanya sebuah zat
yang sangat gelap yang disebut dengan subtantia nigra. Cistern yang tegak
lurus diantara cerebral pendukel. Dua tubuh mammilary, bagian dasar
ventrikel 3, memproyeksikan cistern yang tegak lurus. Ruang anterior ke
corpus mammilary merupakan ventrikel 3, dan bagian orbita yang
memproyeksikan posterior dan lateral dari ventrikel 3. Aliran air pada sylvius,
atau saluran air otak yang membentuk saluran kecil dekat dengan colliculi
superior pada quadrigemina corpora. Jarak diantara cistern quadri corpora
dan cerebellum adalah cistern superior atau vena pada otak besar. Pada
vena otak besar, cabang dari arteri otak posterior terletak disini.
b) Pada bagian yang hampir sejajar dengan garis orbitomeatal, tulang frontal
memperlihatkan sebuah sinus frontal yang besar. Orbit, dikedua sisi
mengandung beberapa lemak orbital atau beberapa pada otot superior,
seperti superioris levator palpebra atau ructus superior. Pada bagian lateral,
otot temporal lebih dekat ke tulang temporal. Pada bagian posterior,
menunjukan cerebellum dan pusat tempat vermis. Tentorium cerebelli
memisahkan otak kecil dan otak besar. Arteri serebral anterior dapat dilihat di
fisura longitudinal, dan posterior arteri serebral dalam cistern superior. Bagian
yang lebih miring yang melalui otak tengah-mengatakan pada sudut 15
sampai 20 derajat ke orbitomeatal line, bidang ini melewati orbit superior dan
sinus frontalis, dari bagian anterior memotong melalui otak kecil pada tingkat
yang lebih inferior. Kedua sinus sigmoid atau sinus yang melintang akan
terlihat, bukan sinus sagital superior.

9
Gambar MRI potongan Transversal melalui midbrain

c. Bagian setinggi medula oblongata


Pada bagian setinggi medulla oblongata, arteri vertebralis kanan dan kiri
digambarkan dalam cerebellomedullary cistern yang terletak didepan medulla
oblongata (gambar 1-20). Sinus vena digambarkan sebagai sinus sigmoid oleh
bagian petrous dari tulang temporal. Pada beberapa kasus, foramen jugularis
dapat di gambarkan dalam potongan ini. Arteri karotis internal terletak disamping
bagian basilar dari tulang occipital. Pada potongan sejajar OML, seperti pada
gambar 1-20, daerah wajah akan memperlihatkan septum nasi, middle concha
nasalis, dan sinus maksilaris. Arcus zygomaticum dapat terlihat pada area pipi
dan otot temporalis dapat terlihatlebih ketengah dibandingkan arcus
zygomaticum.

10
Gambar 1-20. Potongan Transversal Setinggi Medula Oblongata

d. Bagian setinggi cervical 1


Pada dasarnya potongan setinggi cervical satu akan melewati hard
palatum dan soft palatum (gambar 1-21). Otot constrictor faring terletak
mengelilingi orofaring pada sisi posterior dari soft palatum. Dens atau processus
odontoideus dari C-2, tergambarkan di atas pada sisi posterior dari arcus anterior
C-1. Ramus mandibula muncul sebagai irisan tipis dari tulang dengan otot
masseter terletak di sampingnya dan otot medial pterygoid terletak pada tengah-
tengah ramus mandibula. Struktur penting lainnya pada tingkat ini adalah
kelenjar parotis. Otot sternocleidomastoid terletak dibelakang kelenjar parotis,
dan otot masseter, bagian tengah dari otot pterygoid, dan ramus mandibula
terletak didepan kelenjar parotis. Pada sisi tengah, kelenjar parotis berhubungan
dengan processus styloideus dari tulang temporal dan vena jugular internal.

11
Gambar 1-21. Potongan Transversal Setinggi C-1

2. POTONGAN SAGITAL
a. Bagian setinggi TemporoMandibular Joint (TMJ)
Gambar 1-24 menggambarkan bagian parasagital yang melalui
permukaan lateral dari kepala dan leher, khususnya yang melewati sendi
temporomandibular. Kondilus mandibula menyambung di fossa mandibula dari
tulang temporal. Processus zygomaticum dari tulang temporal, menggunakan
sendi sebagai referensi, proyeksi anterior, dan MAE berada tepat dibelakang
TMJ, diikuti dengan processus mastoideus dari tulang temporal. Otot pipi bagian
depan adalah otot masseter, yang dibelakangnya diikuti oleh kelenjar parotis dan
otot sternokleidomastoid.
Otot sternokleidomastoid merupakan otot yang dijadikan penanda di leher,
otot ini terletak pada sisi oblique sepanjang leher untuk dan kemudian masuk di
processus mastoideus. Otot temporalis yang saling superposisi dengan tulang
temporal terletak diatas masseter. Hanya permukaan otak yang dapat terlihat
pada rongga tengkorak.

12
Gambar 1-24. Potongan Sagital Setinggi TMJ

b. Bagian setinggi orbit


Potongan sagital setinggi orbit, seperti yang digambarkan pada gambar 1-
25, terlalu lateral untuk menunjukkan banyak detail dari otak; namun banyak
struktur lain dari kepala dan leher yang akan ditampilkan. Bidang ini melalui
frontal, parietal, occipital, dan lobus temporalis dari cerebrum. Tentorium
cerebelli, dengan sinus transversus di batas posterior, bentuk partisi diantara
cerebrum dan cerebellum. Perhatikan bahwa tentorium cerebelli berujung pada
petrous ridge tulang temporal dan sinus venosus sigmoid terletak di sepanjang
garis tepi sisi posterior dari petrous ridge.
Tulang frontal dan maxilla merupakan bagian superior dan inferior dari
orbita. Di dalam orbita, lemak mengelilingi bulbus oculi dan otot-otot ekstrinsik

13
mata. Mandibula merupakan struktur wajah yang paling mudah dikenali. Otot
buccinator, salah satu dari otot-otot ekspresi wajah, terletak pada pipi diatas
mandibula, sedangkan kelenjar submandibula terletak di bawah mandibula.
Kelenjar sublingual tidak tampak karena lebih dekat dengan garis tengah.
Sebagian temporalis dan otot-otot pterygoid mungkin akan terlihat jelas pada sisi
posterior dan anterior dari otot buccinator. Di leher, otot sternokleidomastoid
terletak pada bagian dangkal sisi anterior, dan trapezius terletak pada bagian
dangkal sisi posterior. Vena jugularis internal dimulai dari foramen jugularis
tulang temporal dan turun melalui leher. Arteri karotis communis biasanya
terletak pada sisi anterior dan tepat pada pertengahan vena jugularis internal.

Gambar 1-25. Potongan sagital setinggi orbita

14
3. BAGIAN CORONAL
a. Potongan setinggi ventrikel ketiga dan batang otak
Gambar 1-27 menggambarkan bagian coronal setinggi ventrikel ketiga
dan batang otak. Kedua hemisfer cerebral dipisahkan oleh fisura longitudinal,
yang tersusun atas falx cerebri dan arteri cerebralis anterior. Sinus sagitalis
superior terletak di batas atas dari falx cerebri. Pada batas bawah falx cerebri,
corpus callosum membentuk sebuah ikatan penghubung dari serat putih diantara
kedua hemisfer. Kedua ventrikel lateral dipisahkan oleh partisi tipis, septum
pellucidum. Bagian dari gray matter, caudate nucleus, membentuk bagian lateral
dari dasar ventrikel lateral. Dibawah ventrikel lateral, di garis tengah tubuh,
ventrikel ketiga muncul sebagai lapisan pembuka yang tipis, dengan thalamus
membentuk dinding pada setiap sisi.
Bagian lain dari gray matter, lentiform nucleus, berada di samping
thalamus, diantara thalamus dan sulcus lateral. Peduncles cerebral dari otak
tengah, dapat dikenali dengan mudah karena kecil, ikatan gelap dari subtantia
nigra, memperpanjang ke sisi inferior dari thalamus dan ventrikel ketiga. Batang
otak tersusun dari pons dan medulla oblongata. Pada foramen magnum, diantara
condylus occipital, medulla oblongata berlanjut sebagai spinal cord. Middle
cerebellar peduncles yang besar membentuk sebuah koneksi antara hemisfer
cerebellar dan pons. Gambar 1-27 juga menunjukkan petrosum dan mastoid dari
tulang temporal. Tentorium cerebelli meluas kesisi tengah dari petrous ridge
untuk membentuk partisi dural antara cerebrum dan cerebellum. Sinus vena
sigmoid berhubungan dengan petrous ridge.

15
Gambar 1.27 A. Potongan coronal melalui ventrikel ketiga dan brainstem

Contoh anatomy crossectional cranium citra MRI

16
C. Abdomen ( Perut )
Abdomen ialah rongga terbesar dalam tubuh. Bentuknya lonjong dan meluas
dari diafragma sampai pelvis di bawah. Rongga abdomen dilukiskan menjadi dua
bagian abdomen yang sebenarnya, yaitu rongga sebelah atas dan yang lebih besar,
dan pelvis, yaitu rongga sebelah bawah yang lebih kecil.
Batas – batas abdomen
Atas : diafragma
Bawah : pintu masuk panggul dari panggul besar
Depan dan kedua sisi : otot – otot abdominal, tulang-tulang iliaka, dan iga-iga
sebelah bawah
Belakang : tulang punggung, otot psoas, dan kuadratus lumborum.

1. Rongga Abdomen
a. Liver
Liver atau hati adalah organ metabolik terbesar dan terpenting di tubuh.
Organ ini penting bagi sistem pencernaan untuk sekresi garam empedu.
b. Kandung empedu
Kandung empedu terletak sepanjang tepi kanan quadrate lobe liver.
Kandung empedu terbagi atas fundus, body, dan neck.

17
c. Esofagus
Sebagian besar esofagus berada di rongga dada, hanya bagian akhir dari
esofagus terletak di bagian abdomen.
d. Lambung
Lambung adalah ruang berbentuk kantung mirip huruf J yang terletak
diantara esofagus dan usus halus. Lambung dibagi menjadi 3 bagian
berdasarkan perbedaan anatomis, histologis, dan fungsional. Fundus adalah
bagian lambung yang terletak diatas lubang esofagus. Bagian tengah atau utama
lambung adalah korpus atau badan. Bagian akhir lambung adalah sfingter
pilorus, yang berfungsi sebagai sawar antara lambung dan bagian atas usus
halus, duodenum. Lambung memiliki fungsi utuk menyimpan makanan yang
masuk sampai di salurkan ke usus halus.
e. Usus halus
Usus halus adalah tempat utama pencernaan dan penyerapan.
Segmentasi, motilitas usus halus yang utama, secara merata mencampur
makanan dengan getah pankreas, empedu dan usus halus untuk mempermudah
pencernaan; motilitas tersebut juga memajankan produk pencernaan ke
permukaan absorptif. Usus halus memiliki panjang 6 sampai 7 meter dan terbagi
atas duodenum, jejunum, dan ileum.
f. Usus besar
Kolon terutama berfungsi untuk memekatkan dan menyimpan residu
makanan yang tidak dicerna dan produk sisa empedu sampai mereka dapat
dieliminasi dari tubuh sebagai feses.
g. Limpa
Limpa adalah organ vaskuler yang tersusun atas jaringan limfoid di
daerah hypocondriac dekstra abdomen. Limpa terletak di posterior lambung dan
dilindungi oleh tulang rusuk 9, 10, dan 11.
h. Pankreas
Pankreas adalah kelenjar memanjang yang terletak di belakang dan
dibawah lambung. Merupakan kelenjar yang panjang, lembut dan lentur yang
memiliki fungsi eksokrin dan endokrin.

18
i. Ginjal
Ginjal merupakan sepasang organ berbentuk kacang merah berwarna
merah kecoklatan yang berada di bawah diafragma di bagian superior alur
paravertebral.
j. Kelenjar suprarenalis
Kelenjar suprarenalis berada di setiap sisi columna vertebra yang
berbatasan dengan superior pole ginjal.

D. ANATOMI POTONGAN MELINTANG (CROSS SECTIONAL) ABDOMEN


1. POTONGAN TRANSVERSAL
a. Potongan melalui abdomen atas, setinggi T-9
Potongan transversal melalui daerah superior abdomen juga memotong
kantung perikardial jantung dan rongga paru-paru (gambar 3-8). Gambar 3-8
menampakkan vena hepatika kanan berjalan menuju vena cava inferior. Vena
hepatika kiri terletak lebih anterior dibanding vena hepatika kanan dan vena cava
inferior, karena posisi lobus kiri liver yang anterior.

b. Potongan setinggi T-10


Struktur organ yang paling tampak jelas di potongan transversal setinggi
T-10 antara lain liver, perut, dan limpa.

19
2. POTONGAN SAGITTAL
Gambar Potongan sagittal melalui kandung empedu. Gambar ini
menunjukkan gambaran kandung empedu, duodenum dan ginjal yang saling
bersebelahan. Potongan ini menggambarkan posisi posterior bagian kedua
duodenum. Muskulus psoas tampak jelas meluas dan berdekatan dengan
corpus vertera.

20
21
3. POTONGAN CORONAL
Gambar potongan coronal melalui corpus vertebra lumbal.Tampak jelas
struktur dari organ limpa, tail pancreas, perut, dan fleksura lienalis. Pembuluh darah
splenic berada di superior pankreas. Gambar Ini juga menggambarkan hubungan
antara ginjal dan muskulus psoas. Struktur normal columna vertebra yang lordosis
menyebabkan potongan coronal yang melalui corpus lumbal lebih anterior
dibandingkan vertebra thoracal.

22
E. Pelvis
Pelvis ini dibagi menjadi 2, yaitu :
1. Rongga Pelvis
Tulang pelvis berbentuk corong tertutup yang cekung, rongga bagian inferior
lebih besar dari rongga pelvis abdominal. Rongga pelvis ini terbagi kedalam :
a) Pelvis mayor
Rongga pelvis mayor berada di antara fossa illiaca dan batas inferior
didefinisikan pelvis bagian samping.
b) Pelvis minor (pelvis sebenarnya).
Pelvis minor adalah ruang tepi bawah pelvis yang tertutup oleh sacrum,
ischium, pubis, dan bagian pelvis ilium. Yang terdiri dari kandung kemih,
rectum, dan organ reproduksi internal, serta bagian dari usus yang mungkin
terdapat disitu.
2. Tulang Pelvis
Rangka tulang pelvis disebut tulang pelvis yang terbentuk oleh sacrum,
Coccyx, pasangan coxae, dan hip joint. Normalnya kelima sacrum bergabung

23
menjadi satu segitiga yang disebut sacrum.

F. ANATOMI CROSSECTIONAL DARI PELVIS


1. BAGIAN PELVIS DARI LAKI-LAKI
a) POTONGAN MELINTANG MELALUI SACROILIAC JOINT
Garis yang melalui titik paling superior dari dua crista illiaca biasanya
memotong tubuh pada vertebra lumbal keempat. Setinggi aorta bifurcasio ke
dalam arteri iliaca communis kanan dan kiri. Kearah inferior, setinggi L-5, dua
vena iliaca communiss menyatu ke dalam bentuk vena cava inferior. Gambar 4-9
mengilustrasikan irisan melalui sacroiliac joint. Arteri iliaca communis dan vena
iliaca communis tampak dalam ketinggian itu. Bagian bawah dari colon
ascending dan caecum berada dalam fossa iliaca kanan. Apakah colon
ascending atau caecum akan tampak? Tergantung pada variasi individu dan
ketinggian irisan. Colon descending yang lebih kecil terlihat di dalam fossa iliaca
kiri.
Faktor alami dari colon transversum membuatnya tidak memungkinkan
untuk ditentukan secara rinci dimana akan terlihat atau akan tidak terlihat. Hal

24
tersebut juga berlaku untuk inferior dan anterior diantara kanan dan kiri flexura
colic. Pada beberapa individu., sangat tergantung dan memanjang ke bawah ke
arah pelvis dari individual yang menunjukkan dua bagian dari colon tranversum.
Satu daerah adalah pada sisi kanan sebagai colon transversum descendens,
dan yang di kiri adalah ascendens menuju ke flexura colic (splenic) kiri.
Seringnya, irisan melalui sacroiliac joint adalah inferior ke arah colon
transversum.
Seperti yang terlihat pada irisan abdomen, psoas musculus berada pada
kedua sisi dari columna vertebra. Ureter yang menurun berada di anterior
musculus psoas. Musculus iliacus line pada fossa iliaca, dan musculus gluteal
mulai pada permukaan lateral pada ilium (Gambar. 4-9).

Gambar 4-9. Potongan Transversal Sacroilliaca Joint

25
Gambar 4-10. Potongan Transversal Bagian Bawah Sacrum

b) POTONGAN TRANSVERSAL MELALUI BAGIAN TERBAWAH DARI


SACRUM
Hubungan dari struktur, otot primer, dalam potongan transversal melalui
bagian terbawah dari sacrum terlihat dalam gambar 4-10. Serat dari psoas dan
musculus iliacus tergabung dalam ketinggian tersebut, membentuk musculus
iliopsoas, yang terlihat dalam gambar 4-10. Terlihat hubungan yang dekat dari
femoral nerve dengan ototnya. Ketiga musculus gluteal dengan jelas terlihat
lateral dan posterior dari ilium. Gluteus maximus berada paling dekat dengan
permukaan, dan gluteus minimis paling dalam, selanjutnya greter sciatic foramen
(notch) diantara ilium dan sacrum. Musulus obturator internus, yang melintang
pada rongga pelvis, dari medial ke ilium. Vena iliaca communis biasanya
bercabang pada ketinggian tersebut, dengan vena iliaca eksternal berhubungan
dengan musculus iliopsoas sehingga diteruskan ke bagian paha atas. Ureter
lebih dekat berhubungan dengan pembuluh iliaca internal dalam pelvis.

26
c) POTONGAN SAGITAL DARI PELVIS PRIA
Gambar 4-14 mengilustrasikan bagian mid sagittal panggul laki-laki.
Bagian belakang memperlihatkan bagaimana rectum mengikuti lengkung dari
sacrum. Peritoneum terus menuruni dinding posterior dan kurva vesikula
seminalis dan kandung kemih. Vesikula seminalis terletak antara kandung kemih
dan rektum, hanya terdesak dengan kantong rectovesical peritoneal. Posterior
symphisis, kandung kemih sisanya di dasar panggul. Saluran dari vesikula
seminalis bergabung dengan duktus deferens, dan dari saluran ejakulasi yang
menembus kelenjar prostat yang mengosongkan ke dalam uretra prostat. Uretra
terus melalui diafragma urogenital sebagai uretra membran dan kemudian
memasuki corpus spongiosum penis untuk menjadi penis atau uretra spons.
Saluran dari Bulbourethral gland bermuara di uretra spons.

d) POTONGAN CORONAL MELALUI PROSTAT GLAND DAN AKAR PENIS


Gambar 4-15 A dan B menggambarkan bagian coronal dari pelvis pria
melalui kelenjar prostat dan akar penis. Obturator internus muscle berada di
dinding panggul dan mengisi ruang foramen obturator. Levator ani muscles dari

27
dasar panggul menggantung dan transversus perinei muscle memanjang antara
kedua tuberositas ischia . Kelenjar prostat terletak dibawah kandung kemih ,
bertumpu pada dasar panggul. Kelenjar prostat tersebut mengelilingi uretra
prostat. Uretra terus melalui otot dan fascia dari diafragma urogenital sebagai
uretra dan kemudian menembus corpus spongiosum di bola penis menjadi uretra
spons.
Komponen akar penis, bulb dan dua krura, di ruang perineum juga
diilustrasikan pada Gambar 4-15. Bulb yang terdiri dari corpus spongiosum,
dikelilingi oleh bulbospongiosus muscle dan berlabuh ke membran perineum. Ini
mengelilingi uretra spons. Dua krura dari corpus cavernousum dikelilingi oleh
otot ischiocavernosus dan berlabuh ke tubrosities ischial.

Potongan coronal melalui prostat gland dan akar penis

28
Potongan coronal melalui prostat gland dan akar penis citra ct-scan

2. BAGIAN PELVIS DARI PEREMPUAN


a) BAGIAN MELINTANG MELALUI KANDUNG KEMIH
Hal ini menunjukkan ureter terletak posterior ke kandung kemih karena
mereka akan menembus kandung kemih. Servik adalah sela antara kandung
kemih dan rectum. Obturator internus dan otot levator ani yang dari dinding
lateral dan lantai rongga panggul. Anterior, otot pectineus berasal dari pubis.

29
Gambar 4-16. Potongan Transversal Uterus

b) POTONGAN MIDSAGITAL MELALUI PELVIS PEREMPUAN


Gambar 4-18 mengilustrasikan bagian midsagital melalui panggul
perempuan . Posterior, rectum mengikuti kelengkungan sacrum. Anterior,
kandung kemih adalah dalam posisi dekat dengan posterior simfisis pubis.
Fundus dan tubuh rahim yang anteversi atas permukaan superior dari kandung
kemih dan antefleksi dengan leher rahim. Peritoneum membentuk dua culde
kantung yang berhubungan dengan rahim. Culde kantung yang baik
diilustrasikan dalam bagian midsagital. Posterior, kantong rectourine meluas
antara rectum dan fundus rahim. Kemudian sebagai peritoneum terus dari
fundus uterus ke permukaan superior dari kandung kemih membentuk kantong
vesicouterine. Vagina miring ke arah posterior seperti cervix yang naik ke arah
uterus, dimana vagina mengelilingi cervix membentuk fornice. Posterior fornix
lebih panjang dari fornix anterior. Uretra memanjang dari kandung kemih dan
melalui diafragma urogenital dan membuka ke anterior, anterior ke lubang vagina
dan posterior ke clitoris. Membentuk labia minora margin lateral anterior.

30
Gambar 4-18. Potongan Misdagital Pelvis Wanita

c) POTONGAN CORONAL MELALUI UTERUS


Gambar 4-20 mengilustrasikan bagian coronal melalui bagian anterior dari
panggul, dan menunjukkan tubuh rahim dan kandung kemih. Tabung rahim
memanjang dari uterus ke arah dinding panggul lateral. Kandung kemih lebih
rendah daripada rahim dan dipisahkan oleh ruang vesicouterine. Obturator
internus otot dari rongga dinding lateral, dan otot-otot levator ani hammocklike
dari dasar panggul. Dua krura dari clitoris yang terdiri dari corpus cavernosum
berhubungan dengan ramus ishiopubic. Labia mayor yang homolog dengan
scrotumin laki-laki, melekat pada labia minora yang lebih kecil dari margin lateral
anterior.

31
Contoh anatomy crossectional pelvis citra ct-scan

BAB III

32
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
1. Anatomi potong lintang digunakan untuk membantu melihat organ dalam yang
mengalamai kenailan-kelainan atau patologi dengan memotong bagian bagian
tertentu yang akan dilihat.
2. Anatomi cross sectional cranium terdiri atas potongan sagital,axial,dan coronal.
3. Anatomi cross sectional abdomen terdiri atas potongan transversal,sagital, dan
coronal.
4. Anatomi cross sectional pelvis terdiri atas potongan melintang melaui sacroilliac
joint,potongan transversal melalui bagian terbawah dari sakrum,potongan sagital
dari pelvis pria, potongan coronal melalui prostat gland dan akar penis (untuk
pria ),potongan melintang melalui kandung kemih,potongan mid sagital melalui
pelvis perempuan,potongan coronal melalui uterus (untuk wanita).

G. SARAN
Menyadari bahwa penulis masih jauh dari kata sempurna, kepadanya
penulis akan lebih focus dan detail dalam menjelasakan tentang makalah di atas
dengan sumber-sumber yang lebih banyak yang tentunya dapat dipertanggung
jawabkan.
Kritik dan saran kami harapkan untuk menanggapi kesimpulan dari
bahasan makalah yang telah dijelaskan.

33
Daftar Pustaka

Applegae J. Edith. 1991. The Anatomy Learning System: Concepts. Harcout Brave
Jovanovich, Inc. Philadelphia
Pearce Evelin C. 2003. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. Jakarta: Gramedia
Pustaka Utama
Sherwood, Lauralee. 2001. Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem. Jakarta: EGC

34