Anda di halaman 1dari 19

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah : SMAN 1 DARUSSALAM

Mata Pelajaran : Kimia

Kelas/Semester : XII/1

Materi Pokok : KOROSI

Alokasi Waktu : 10 x 45 menit (4x pertemuan)

A.Kompetensi Inti:

KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya


KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong
royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif, dan menunjukan sikap
sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa
dalam pergaulan dunia
KI 3 : Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan
metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni,
budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah
KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan
kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

B. Kompetensi Dasar dan Indikator

1.1 Menyadari adanya keteraturan dalam sifat koligatif larutan, reaksi redoks, keragaman sifat
unsur, senyawa makromolekul sebagai wujud kebesaran Tuhan YME dan pengetahuan
tentang adanya keteraturan tersebut sebagai hasil pemikiran kreatif manusia yang kebenarannya
bersifat tentatif.

1.2 Mensyukuri kekayaan alam Indonesia berupa minyak bumi, batubara dan gas alam serta
berbagai bahan tambang lainnya sebagai anugrah Tuhan YME dan dapat dipergunakan untuk
kemakmuran rakyat Indonesia.
2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu, disiplin, jujur, objektif, terbuka, mampu
membedakan fakta dan opini, ulet, teliti, bertanggung jawab, kritis, kreatif, inovatif, demokratis,
komunikatif) dalam merancang dan melakukan percobaan serta berdiskusi yang diwujudkan
dalam sikap sehari-hari.
2.2 Menunjukkanperilaku kerjasama, santun, toleran, cinta damai dan peduli lingkungan serta hemat
dalam memanfaatkan sumber daya alam.
2.3 Menunjukkan perilaku responsif dan pro-aktif serta bijaksana sebagai wujud kemampuan
memecahkan masalah dan membuat keputusan.
3.4 Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya korosi dan mengajukan
ide/gagasan untuk mengatasinya.
1. Menjelaskan proses terjadinya reaksi korosi
2. Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya korosi
3. Mendeskripsikan cara-cara mencegah terjadinya korosi
4.4 Mengajukan ide/gagasan untuk mencegah dan mengatasi terjadinya korosi
1. Menemukan faktor-faktor penyebab terjadinya korosi
2. Menjelaskan cara-cara dalam pencegahan korosi

C. Tujuan Pembelajaran

1. Siswa mampu menjelaskan proses terjadinya reaksi korosi


2. Siswa mampu menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya korosi
3. Siswa mampu mendeskripsikan cara-cara mencegah terjadinya korosi
D. Materi Pelajaran (rincian dari materi pokok)

1. Reaksi korosi

2. Faktor korosi

3. Pencegahan korosi

E. Metode Pembelajaran (rincian dari kegiatan pembelajaran)

1. Model : Discovery Learning dan konvensional

2. Pendekatan : Scientific, inkuiri

3. Metode : ceramah, Tanya jawab, diskusi, inkuiri, percobaan, tugas

F. Media, Alat dan Sumber Pembelajaran

1. Media : gambar (cetak) dan elektronik, rujukan

2. Alat/Bahan : LCD, Lembar Kerja Siswa, 1. Paku besi (6 buah), Tabung reaksi (6 buah), Asam
sulfat, Air, Plastik, Ampelas, CaCl2, Oli, NaCl 0,5%, Aseton
3. Sumber belajar:

Harnanto, Ari dan Ruminten. 2009. Kimia 1 untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta : Pusat
Perbukuan. Departemen Pendidikan Nasional.
Rahayu, Imam.2009. Praktis Belajar Kimia. Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen
Pendidikan Nasional.

Sukmanawati, Wening. Kimia Untuk SMA dan MA Kelas XII. Jakarta : Pusat Perbukuan

Departemen Pendidikan Nasional.

Sunarya, Yayan dan Agus Setiabudi. 2009. Mudah adan Aktif Belajar Kimia. Jakarta :
Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

G. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran

1. Pertemuan pertama (3 x 45 menit) Model: koeperatif

ALOKASI
KEGIATAN DESKRIPSI KEGIATAN
WAKTU
Pendahuluan a. Mengingakembali tentang “cara penulisan reaksi elektrolisis” 10 menit
b. Pemusatan perhatian siswa dengan menginformasikan materi
yang akan dipelajari dengan bertanya tentang “Dalam
kehidupan sehari-hari kita sering melihat bahwa pada besi
sering mengalami korosi. Bagaimana proses pada besi dapat
terjadi ?”
c. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang harus dicapai
Inti Mengamati 115 menit
a. Siswa duduk berdasarkan kelompok minggu lalu
b.Siswa menyimak informasi yang disampaikan guru berkenaan
dengan proses korosi pada besi
c. mengamati gambar besi berkarat yang dihubungkan dengan
proses korosi yang ditayangkan oleh guru
a. Setiap kelompok dibagikan LKS untuk dibahas didalam
kelompok
d. Siswa membaca buku tentang proses korosi pada besi
Menanya
e. Mengajukan pertanyaan yang akan merangsang siswa untuk
dapat menafsirkan gambar yang sedang ditayangkan.
f. Siswa melakukan Tanya jawab sehubungan dengan gambar
yang ditayangkan agar dapat membahas tugas yang ada di
dalam LKS
Pengumpulan Data
g. Setiap kelompok mengumpulkan informasi dari berbagai
sumber belajar tentang proses korosi pada besi
h. Berdiskusi membahas tugas di LKS yang berhubungan
dengan proses korosi pada besi
Mengasosiasikan
i. Setiap kelompok menafsirkan bahwa perubahan apa yang
terjadi pada besi setelah diamati dalam waktu seminggu.
j. Setiap kelompok menafsirkan bahwa dalam percobaan antara
besi dan larutan yang digunakan reaksi mana yang lebih
cepat terjadi.

Penutup k. Bersama siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari 15 menit


l. Bersama siswa melakukan refleksi terhadap pembelajaran
hari ini
m. Pemberian tugas
n. Pemberian informasi untuk pertemuan berikutnya

2. Pertemuan kedua (2 x 45 menit) Model: Konvensional

ALOKASI
KEGIATAN DESKRIPSI KEGIATAN
WAKTU
Pendahuluan a. Mengingat kembali tentang “proses reaksi korosi” 10 menit
b. Pemusatan perhatian siswa dengan menginformasikan materi
yang akan dipelajari dengan bertanya tentang “ Apakah yang
dimaksud dengan korosi ? Bagaimana proses suatu korosi itu
dapat terjadi ?”
c. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang harus dicapai
Inti Mengkomunikasikan 105 menit
a. Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompok
dari percobaan minggu yang lalu
b. Memberikan kesempatan bagi kelompok lain untuk
memberikan tanggapan atau saran terhadap penyajian hasil
diskusi kelompok
c. Memberikan penguatan terhadap hasil diskusi kelompok

Mengamati
b. Siswa mendengarkan penyajian yang disampaikan guru
tentang korosi
c. Siswa membaca dan mempelajari artikel dari berbagai
sumber terkait proses korosi
Menanya
a. Mengajukan pertanyaan mengapa korosi terjadi
b. Siswa melakukan Tanya jawab sehubungan dengan gambar
yang ditayangkan agar dapat membahas tugas yang diberikan
oleh guru
Pengumpulan Data
a. Setiap siswa mengumpulkan informasi dari berbagai sumber
belajar tentang proses korosi
b. Mendiskusikan reaksi yang terjadi pada proses korosi
Mengasosiasikan
a. Menyimpulkan bahwa proses korosi melibatkan reaksi redoks
b. Menyimpulkan bahwa kelembaban, elektrolit, dan udara
(oksigen), mempengaruhi terjadinya korosi.
Mengkomunikasikan
1. Mengkomunikasikan proses reaksi terjadinya korosi
Penutup a. Bersama siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari 20 menit
b. Bersama siswa melakukan refleksi terhadap pembelajaran
hari ini
c. Pemberian tugas
d. Pemberian informasi untuk pertemuan berikutnya
e. Melaksanakan evaluasi

3. Pertemuan ketiga (3 x 45 menit) Model: Kooeperatif

ALOKASI
KEGIATAN DESKRIPSI KEGIATAN
WAKTU
Pendahuluan a. Mengingat kembali tentang senyawa hidrokarbon, 10 menit
terutama tentang senyawa alkana dengan memberikan
pertanyaan : “ Bagaimana proses reaksi korosi yang terjadi
pada besi ?”
b. Pemusatan perhatian siswa dengan menginformasikan
materi yang akan dipelajari dengan bertanya tentang “ Dari
percobaan yang telah kita lakukan minggu yang lalu, faktor
apa saja yang mempengaruhi terjadinya korosi ?”
c.Menyampaikan tujuan pembelajaran yang harus dicapai
Inti Mengamati 105 menit
d. Siswa dibagi dalam beberapa kelompok berdasarkan hasil
ulangan sebelumnya
e. Setiap kelompok dibagikan LKS untuk dibahas didalam
kelompok
f. Siswa membaca buku tentang faktor-faktor yang
mempengaruhi korosi

Menanya
g. Mengajukan pertanyaan yang akan merangsang siswa untuk
dapat menafsirkan tentang percobaan yang sedang di lakukan
h. Siswa melakukan Tanya jawab sehubungan percobaan agar
dapat membahas tugas yang ada di dalam LKS
Pengumpulan Data
a. Memprediksi/menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan
terjadinya korosi menggunakan berbagai sumber.
b. Berdiskusi membahas tugas di LKS yang berhubungan
dengan faktor-faktor yang mempengaruhi korosi

Mengasosiasikan
a. Menyimpulkan bahwa kelembaban, elektrolit, dan udara
(oksigen), mempengaruhi terjadinya korosi.

Mengkomunikasikan
a. Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompok
b. Memberikan kesempatan bagi kelompok lain untuk
memberikan tanggapan atau saran terhadap penyajian hasil
diskusi kelompok
c. Memberikan penguatan terhadap hasil diskusi kelompok

Penutup f. Bersama siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari 20 menit


g. Bersama siswa melakukan refleksi terhadap pembelajaran
hari ini
h. Memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki
kinerja terbaik
i. Pemberian tugas
j. Pemberian informasi untuk pertemuan berikutnya
k. Melaksanakan evaluasi

4. Pertemuan keempat (2 x 45 menit) Model : Konvensional

ALOKASI
KEGIATAN DESKRIPSI KEGIATAN
WAKTU
Pendahuluan a. Mengingat kembali tentang “Bagaimana pengaruh 10 menit
oksigen tehadap proses korosi ?”
b. Pemusatan perhatian siswa dengan menginformasikan
materi yang akan dipelajari dengan bertanya tentang
“Bagaimana cara pencegahan terjadinya korosi ?”
c. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang harus dicapai
Inti Mengamati 60 menit
d. Siswa membaca buku tentang bagaimana cara
pencegahan proses korosi

Menanya
e. Mengajukan pertanyaan tentang bagaimana cara
mencegah korosi?
f. Mengajukan pertanyaan yang akan merangsang siswa
untuk dapat menafsirkan gambar yang sedang
ditayangkan.
Pengumpulan Data
g. Setiap kelompok mengumpulkan informasi dari berbagai
sumber belajar tentang bagaimana cara mencegah korosi?
h. Mengajukan/memprediksi gagasan untuk mengatasi/
mencegah terjadinya korosi (electroplating, cat,
perlindungan katodik, aliasi logam
Mengasosiasikan
i. Siswa Menyimpulkan beberapa upaya untuk
mengatasi/mencegah korosi
Mengkomunikasikan
j. Siswa memberikan informasi dari pertanyaan guru
mauupun pertanyaan siswa yang lain
k. Memberikan penguatan terhadap hasil diskusi kelompok

Penutup l. Bersama siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari 20 menit


m. Bersama siswa melakukan refleksi terhadap pembelajaran
hari ini
n. Pemberian tugas
o. Pemberian informasi untuk pertemuan berikutnya
p. Melaksanakan evaluasi

H. Penilaian

1. Jenis /teknik penilaian: penugasan, observasi, tes tertulis

2. bentuk instrument: PR, sikap, uraian

3. Instrumen

Soal Pilihan ganda dan essay I

a. Soal Pilihan ganda


1. Perkaratan besi pada suhu kamar dipengaruhi oleh adanya ….
A. oksigen saja
B. air dan nitrogen
C. oksigen dan air
D. air dan argon
E. air saja
2. Aluminium walaupun tergolong logam reaktif, tetapi tidak bereaksi dengan oksigen dari udara.
Hal ini disebabkan ….
A. dilindungi oleh sejumlah kecil pengotornya
B. oksidanya membentuk lapisan pelindung yang kuat pada logam
C. gas N2 dan CO2 di udara melindungi oksidasi aluminum
D. membentuk lapisan pelindung melalui reaksi dengan belerang di udara
E. aluminium tergolong logam mulia.
3. Gambar berikut menunjukkan pembentukan korosi pada besi.
Percobaan yang terjadi korosi adalah ....
A. 1 dan 3 D. 1 dan 5
B. 2 dan 4 E. 2 dan 5
C. 3 dan 5
4. Untuk menghambat korosi, pipa besi yang dipendam dalam tanah dihubungkan dengan logam
yang lebih reaktif, seperti Mg. Pada sistem ini ….
A. elektron mengalir dari Fe ke Mg
B. Mg mengalami oksidasi
C. Fe berfungsi sebagai anode
D. Fe melepaskan elektron
E. Mg berfungsi sebagai katode
5. Jenis inhibitor yang mengendalikan korosi dengan cara menangkap gas O2 adalah inhibitor ....
A. katodik
B. anodik
C. campuran
D. adsoprsi
E. coating

b. Soal Essay

1. Bagaimana potensial reduksi pelindung suatu logam dalam melindungi logam dari suatu
korosi ?

No Soal Kunci Jawaban Skor

1 C. oksigen dan air 10

2 B. oksidanya membentuk lapisan pelindung yang kuat pada logam 10

3 D. . 1 dan 5 10

4. C. Fe berfungsi sebagai anode 10

5. A. katodik 10

6. Proses penyepuhan untuk perlindungan terhadap korosi harus 50


diperhatikan harga E° dari logam yang akan dilindungi dan logam
pelindungnya. Logam yang baik sebagai pelindung harus mempunyai E°
lebih kecil dari E° logam yang dilindungi. Sebab bila terjadi goresan pada
logam yang dilapisi, maka logam pelindung akan menjadi anode pada
“sel volta mini” yang terjadi, sehingga logam yang dilindungi tidak akan
teroksidasi selama logam pelindung masih ada.

Soal kuis II

1. Jelaskan tahap-tahap korosi pada besi

Jawaban

Pada mulanya besi teroksidasi menjadi ion besi (II).


Fe(s) Fe2+(aq) + 2 e¯
Selanjutnya ion besi (II) bereaksi dengan ion hidroksil
menjadi besi (II) hidroksida.
Fe2+(aq) + 2 OH¯(aq) Fe(OH)2(s)
Besi (II) hidroksida kemudian dioksidasi oleh oksigen
menghasilkan besi (III) oksida atau disebut karat.
4 Fe(OH)2(s) + O2(g) 2 (Fe2O3 ⋅ 2H2O)(s)
karat

Jadi karat terbentuk saat besi (Fe) teroksidasi oleh oksigen di udara dengan bantuan air. Proses korosi
akan terus berlanjut hingga logam tersebut berkarat seluruhnya. Perkaratan ini
sangat merugikan karena merusak struktur logam.

Soal kuis III

1. Bagaimana pengaruh garam terlarut pada proses korosi ?

Jawaban

Adanya garam terlarut dalam air akan mempercepat proses korosi. Hal ini disebabkan dalam
larutan garam terdapat ion-ion yang membantu mempercepat hantaran ion-ion Fe2+ hasil oksidasi.

Soal kuis IV

1. Bagaimana cara pencegahan korosi pipa di dalam tanah ?

jawaban

Untuk mencegah korosi pada pipa di dalam tanah, di dekatnya ditanam logam yang lebih aktif,
misalnya Mg, yang dihubungkan dengan kawat. Batang magnesium akan mengalami oksidasi dan Mg
yang rusak dapat diganti dalam jangka waktu tertentu, sehingga pipa yang terbuat dari besi terlindung dari
korosi.
Contoh Format Penilaian Sikap Siswa

Sikap
NO

Tanggung jawab
Tenggang Rasa
Sopan santun

keterbukaan
ketekunan
kerjasama
Nama
1
2
3
4
5
6
7

Keterangan:

Skala penilaian sikap dibuat dengan rentang antara 1 s.d 5

1 = sangat kurang

2 = kurang konsisten
3 = mulai konsisten

4 = konsisten

5 = sangat konsisten

Contoh Format Penilaian Psikomotorik

Mata Ajar : …………………………………………………..

Nama Tugas : …………………………………………………..

Alokasi Waktu : …………………………………………………..

Nama Peserta Didik : …………………………………………………..

Kelas / SMT : …………………………………………………..


NO KELOMPOK ASPEK PENILAIAN SKOR (1-5)*

1 Cara mempresentasi
a. Kejelasan bahasa
b. Mudah dipahami
c. Menarik
2 Bahan presentasi:
a. Sesuai konsep
b. Menarik
c. inovatif
3 Menanggapi masukan/pertanyaan
TOTAL SKOR

Catatan: *) Skor diberikan dengan rentang skor 1(satu) sampai dengan 5 (lima), dengan ketentuan
semakin lengkap jawaban dan ketepatan dalam proses presentasi

1 = tidak baik

2 = kurang baik

3 = cukup baik

4 = baik

5 = sangat baik

Contoh Penilaian Produk

NO KELOMPOK ASPEK PENILAIAN SKOR (1-5)*

1 Judul laporan
a. sesuai materi
b. mudah dipahami
2 Isi laporan:
a. Sesuai konsep
b. Menarik
c. inovatif
3 Sumber rujukan
a. memuat hasil penelitian yang relevan
b. sesuai dengan masalah
c. dari berbagai sumber belajar
TOTAL SKOR
Contoh Format Penilaian Konsep Diri Siswa

Nama sekolah : ………………………………………………..

Mata Ajar : ………………………………………………..

Nama : ………………………………………………..

Kelas : ………………………………………………..

Alternatif
NO Pernyataan
ya tidak
1. Saya berusaha meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan YME
agar mendapat rhidonya dalam belajar
2. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh
3 Saya optimis bisa meraih prestasi
4 Saya bekerja keras untuk meraih cita-cita
5 Saya berperan aktif dalam kegiatan social di sekolah dan masyarakat
6. Saya berusaha mematuhi segala peraturan yang berlaku
7. Saya berusaha membela kebenaran dan keadilan
8. Saya rela berkorban demi kepentingan masyarakat, bangsa dan negara
9. Saya berusaha menjadi warga Negara yang baik dan bertanggung jawab

JUMLAH SKOR

Catatan: Inventori digunakan untuk menilai konsep diri siswa dengan tujuan untuk mengetahui
kekuatan dan kelemahan diri peserta didik. Rentangan nilai yang digunakan antara 1 dan 2. Jika
jawaban YA maka diberi skor 2 dan jika jawaban TIDAKmaka diberi skor 1. Kriteria
penilaiannya adalah jika rentang nilai antara 0-5 dikategorikan tidak positif; 6-10 = kurang positif;
11-15 = positif dan 16-20 sangat positif
LEMBAR KERJA SISWA I

Korosi pada Besi

Dasar Teori
Berdasarkan pengetahuan tentang mekanisme korosi, Anda tentu dapat menyimpulkan faktor-
faktor apa yang menyebabkan terbentuknya korosi pada logam sehingga korosi dapat dihindari.

Tujuan:
Mengamati korosi pada besi

Alat dan Bahan :


1. Paku besi (6 buah)
2. Tabung reaksi (6 buah)
3. Asam sulfat
4. Air
5. Plastik

Langkah Kerja:
1. Berilah tanda label A, B, C, D, E, dan F pada masing-masing tabung reaksi.
2. Masukkan 6 buah paku besi ke dalam tabung reaksi yang telah diberi tanda label.
3. Pada tabung reaksi A dan B diisi dengan asam sulfat, tabung reaksi C dan D diisi dengan air, dan untuk
tabung reaksi E dan F hanya berisi paku besi.
4. Tabung A, C, dan E ditutup dengan plastik.
5. Amatilah perubahan yang terjadi selama beberapa hari.

Jawablah pertanyaan berikut untuk menarik kesimpulan.


1. Manakah yang mengalami proses korosi lebih cepat?
2. Reaksi apakah yang terjadi pada proses korosi?

Jawaban:

1. Proses korosi lebih cepat adalah paku yang dimasukkan kedalam tabung reaksi yang berisi air
2. Reaksi redoks
LEMBAR KERJA SISWA

Faktor-Faktor yang Dapat Menyebabkan Korosi

Dasar Teori

Logam atau unsur yang berfungsi sebagai anode, karena mengalami reaksi oksidasi, berarti
yang mengalami korosi. Besi di udara akan berkarat, besi yang dilapisi seng, maka sengnya yang
berkorosi sedangkan besi yang dilapisi timah putih, maka besinya yang mengalami korosi.

Tujuan:
Menjelaskan faktor-faktor yang dapat menyebabkan korosi.

Alat:
1. Tabung reaksi
2. Paku
3. Ampelas
Bahan:
1. Air
2. CaCl2
3. Oli
4. NaCl 0,5%
5. Aseton

Langkah Kerja :
1. Sediakan 5 buah tabung. Masing-masing diisi dengan paku yang permukaannya sudah diampelas dan
dibersihkan dengan aseton.
2. Tabung 1 diisi dengan sedikit air agar sebagian paku terendam air dan sebagian lagi bersentuhan
dengan udara.

3. Tabung 2 diisi dengan udara tanpa uap air (tambahkan CaCl2 untuk menyerap uap air dari udara) dan
tabung ditutup rapat.
4. Tabung 3 diisi dengan air tanpa udara terlarut, yaitu air yang sudah dididihkan dan tabung ditutup
rapat.
5. Tabung 4 diisi dengan oli agar tidak ada udara maupun uap air yang masuk.
6. Tabung 5 diisi dengan sedikit larutan NaCl 0,5% (sebagian paku terendam larutan dan sebagian lagi
bersentuhan dengan udara.
7. Amati perubahan yang terjadi pada paku setiap hari selama 3 hari.
Pertanyaan
1. Bagaimana kondisi paku pada setiap tabung reaksi? Pada tabung manakah paku berkarat dan tidak
berkarat?
2. Apa kesimpulan Anda tentang percobaan ini? Diskusikan dengan teman sekelompok Anda.
Jawaban
a. Paku didalam tabung ada yang berkarat dan ada yang tidak. Hal ini disebabkan oleh ada atau
tidaknya paku yang bereaksi dengan oksigen.
b. Jika didalam tabung terdapat oksigen, maka logam akan berkarat dan sebaliknya.
Uraian materi

Korosi dalam istilah sehari-hari kita kenal sebagai peristiwa perkaratan. Korosi ini sebenarnya
merupakan peristiwa oksidasi logam oleh gas oksigen yang ada di udara membentuk oksidanya. Proses
korosi banyak menimbulkan masalah pada barang-barang yang terbuat dari besi walaupun logam-logam
lain (kecuali logam mulia) dapat juga mengalami korosi. Proses perkaratan pada besi dapat berlanjut terus
sampai seluruh bagian dari besi hancur. Hal ini disebabkan oksida-oksida besi yang terbentuk pada
peristiwa awal korosi akan menjadi katalis (otokatalis) pada peristiwa korosi selanjutnya. Hal itu berbeda
dengan peristiwa korosi pada logam Al atau Zn.
Logam-logam ini tidak mulia bahkan mempunyai nilai E° lebih kecil dari besi berarti logam-
logam ini lebih cepat teroksidasi. Namun oksida Al atau Zn yang terbentuk melekat pada logam bagian
dalam dan bersifat melindungi logam dari proses korosi selanjutnya. Oleh sebab itu, logam Al atau Zn
tidak akan hancur karena korosi seperti pada logam besi. Barang-barang yang terbuat dari besi mudah
mengalami korosi karena umumnya bukan terbuat dari besi murni melainkan campuran dengan unsur-
unsur lain. Jika logam pencampurnya lebih mulia dari besi, maka besi akan menjadi anode yang akan
habis teroksidasi secara terus-menerus, sebab paduan logam ini seolah-olah menjadi suatu sel volta yang
mengalami hubungan pendek (korslet) oleh badan besi itu sendiri. Peristiwa ini akan lebih cepat terjadi
jika barang berada di udara lembap atau terkena air, karena selain uap air, di udara juga terdapat gas-gas
lain seperti CO2 atau SO2 yang dengan air akan membentuk larutan H2CO3 atau H2SO4 yang bersifat
elektrolit.

Pada reaksi ini jelas terlihat Fe akan lebih cepat teroksidasi dengan adanya molekul-molekul air
yang dengan oksigen di udara berubah menjadi ion hidroksil. Ion Fe2+ yang terbentuk dapat mengikat
molekul-molekul air membentuk hidrat atau berikatan dengan ion karbonat yang terbentuk dari CO2 dan
uap air yang ada di udara.

1. Proses korosi
Proses korosi dapat dijelaskan sebagai berikut. Jika besi bersinggungan dengan oksigen atau
bersinggungan dengan logam lain dalam lingkungan air akan terjadi sel elektrokimia di mana logam yang
memiliki E°red lebih cepat sebagai anode dan E°red yang lebih besar sebagai katode. Logam atau unsur
yang berfungsi sebagai anode, karena mengalami reaksi oksidasi, berarti yang mengalami korosi. Besi di
udara akan berkarat, besi yang dilapisi seng, maka sengnya yang berkorosi sedangkan besi yang dilapisi
timah putih, maka besinya yang mengalami korosi.
sumber: Ari Harnanto, 2009

2. Pencegahan terhadap korosi


Berdasarkan proses terjadinya korosi, maka ada 2 cara yang dapat dilakukan untuk mencegah
korosi, yaitu perlindungan mekanis dan perlindungan elektrokimia.
a. Perlindungan Mekanis
Perlindungan mekanis ialah mencegah agar permukaan logam tidak bersentuhan langsung dengan
udara. Untuk jangka waktu yang pendek, cara ini dapat dilakukan dengan mengoleskan lemak pada
permukaan logam. Untuk jangka waktu yang agak lama, dapat dilakukan dengan pengecatan. Salah satu
cat pelindung yang baik ialah meni (Pb3O4) karena selain melindungi secara mekanis juga memberi
perlindungan elektrokimia. Selain pengecatan, perlindungan mekanis dapat pula dilakukan dengan logam
lain, yaitu dengan cara penyepuhan. Proses penyepuhan untuk perlindungan terhadap korosi harus
diperhatikan harga E° dari logam yang akan dilindungi dan logam pelindungnya. Logam yang baik
sebagai pelindung harus mempunyai E° lebih kecil dari E° logam yang dilindungi. Sebab bila terjadi
goresan pada logam yang dilapisi, maka logam pelindung akan menjadi anode pada “sel volta mini” yang
terjadi, sehingga logam yang dilindungi tidak akan teroksidasi selama logam pelindung masih ada.
Untuk perlindungan agar barang-barang yang terbuat dari besi tidak cepat rusak, maka besi (E° =
–0,44 volt) lebih baik dilapis dengan seng (E° = –0,76 volt) daripada dilapis dengan timah (E° = –0,14
volt).
1) Besi yang dilapis seng
Apabila terjadi goresan atau lapisan mengelupas, kedua logam akan muncul di permukaan.
Adanya uap air, gas CO2 di udara dan partikel-partikel lain, terjadilah sel volta mini dengan Zn sebagai
anodenya dan Fe sebagai katodenya. Zn akan teroksidasi terlebih dahulu karena harga E°-nya lebih kecil
daripada Fe, sehingga korosi elektrolitik (reaksi elektrokimia
yang mengoksidasi logam) tidak terjadi.
Sumber: Ari Harnanto, 2009
2) Besi yang dilapis timah
Apabila terjadi goresan atau lapisan mengelupas kedua logam akan muncul di permukaan.
Adanya uap air, gas CO2 di udara dan partikel-partikel lain terjadilah sel volta mini. Di sini Fe akan
bertindak sebagai anode karena E0 Fe lebih kecil daripada E° Sn, hingga Fe akan teroksidasi lebih dulu.
Di sini akan terjadi proses korosi elektrolitik. Oleh karena itu, pelat besi yang dilapisi timah akan cepat
berlubang-lubang daripada besi Galvani. Hanya dari segi keindahan, besi yang dilapisi dengan NiCr dan
Sn tampak lebih bagus daripada besi yang dilapisi Zn.

Sumber: Ari Harnanto, 2009

b. Perlindungan elektrokimia
Perlindungan elektrokimia ialah mencegah terjadinya korosi elektrolitik (reaksi elektrokimia yang
mengoksidasi logam). Perlindungan elektrokimia ini disebut juga perlindungan katode (proteksi katodik)
atau pengorbanan anode (anodaising). Cara ini dilakukan dengan menghubungkan logam pelindung, yaitu
logam yang lebih tidak mulia (E°-nya lebih kecil). Logam pelindung ini ditanam di dalam tanah atau air
dekat logam yang akan dilindungi. Di sini akan terbentuk “sel volta raksasa” dengan logam pelindung
bertindak sebagai anode (lihat gambar).

Contoh-contoh proteksi katodik


1) Untuk mencegah korosi pada pipa di dalam tanah, di dekatnya ditanam logam yang lebih aktif,
misalnya Mg, yang dihubungkan dengan kawat. Batang magnesium akan mengalami oksidasi dan Mg
yang rusak dapat diganti dalam jangka waktu tertentu, sehingga pipa yang terbuat dari besi terlindung dari
korosi.
Sumber: Ari Harnanto, 2009

2) Untuk melindungi menara-menara raksasa dari pengkaratan, maka bagian kaki menara dihubungkan
dengan lempeng magnesium yang ditanam dalam tanah. Dengan demikian menara besi akan menjadi
katode magnesium dan lempeng Mg sebagai anodenya. Untuk melindungi baling-baling kapal laut yang
selalu berada di bawah permukaan air, dapat dilakukan dengan cara yang sama seperti pada contoh a dan
b.

Menyetujui, Banda Aceh, 30 Desember 2013


Kepala Sekolah Guru mata pelajaran

(Dra.Latifah Hanum,M.si) (Nora Sartika )


NIP. Nim.