Anda di halaman 1dari 3

tujuan dalam penelitian padi emas (golden rice).

Peralihan fungsi tanaman transgenik menjadi gulma didasari pada sifat dasar tanaman untuk menjadi
gulma dengan tingkatan yang beragam. Regulasi terhadap tanaman transgenik melalui berbagai uji
keamanan hayati diharapkan dapat memberikan jaminan bahwa tanaman transgenik yang telah melewati
regulasi aman untuk masyarakat. Banyaknya kasus gizi buruk termasuk kekurangan vitamin A
menjadikan padi emas sebagai makanan pokok yang dapat membantu mensuplai vitamin A bagi mereka
yang tidak mampu membeli makanan yang mengandung vitamin A dalam diet sehari-hari.

Pertanyaan yang muncul


1. Apakah sudah ada Investigasi dan pendalaman mengenai modifikasi biosintesis karotenoid
pada endosperma?
2. Apakah sudah ada pengujian mengenai dampak terhadap lingkungan?
3. Apakah sudah ada pengujian Tes untuk ketersediaan dan perubahan beta karotin menjadi
retinol terhadap manusia?

asumsi yang mendasari penelitian padi emas (golden rice).


Beras merupakan makanan pokok bagi sebagian besar masyarakat di negara berkembang.
Sehingga akan sangat menguntungkan apabila beras memiliki kandungan provitamin A. Namun,
kandungan beta karotin padi hanya terdapat pada jaringan hijau seperti daun, sedangkan
endosperma padi (beras yang kita konsumsi) tidak memiliki kandungan nutrisi ini. Dibandingkan
dengan jaringan vegetatif yg memiliki semua komponen biosintesis beta karotin, endosperma
tidak memiliki 2 enzim dalam yang terlibat proses tersebut. Enzime tersebut adalah phytoene
synthase (PSY) dan carotene desaturase (CRTI). Secara sederhana, dengan memasukkan 2 gen
yang mengkode enzim tersebut, siklus biosintesis beta karotin dapat kembali berfungsi untuk
menghasilkan provitamin A. Konsep inilah yang digunakan pada pembuatan Golden rice (padi
emas). Pada awalnya, padi emas menghasilkan 1,6 µg/g beta karotin. Konsentrasi beta karotin
perlu ditingkatkan agar bisa memenuhi angka kecukupan gizi. Phytoene synthase (PSY) telah
diidentifikasi sebagai faktor yang mempengaruhi kecepatan pembuatan provitamin A. Gen psy
yang berasal dari padi dan jagung memberikan hasil beta karotin terbanyak. Beberapa lini padi
emas yang dikembangkan telah berhasil menghasilkan 37 µg/g karotinoid yang mengandung 31
µg/g beta karotin. Sehingga, sebanyak 72 g padi emas dapat memenuhi separuh angka
kecukupan gizi yang dianggap sudah cukup untuk menjaga kebutuhan vitamin A secara sehat.
Karena konsumsi beras di negara-negara berkembang adalah sekitar 100-200 g per anak, maka
asupan vitamin A dalam padi emas dinilai sangat sesuai.

Apakah Anda setuju dengan penelitian padi emas (golden rice) dikembangkan di
Indonesia?

Saya sangat setuju dengan penelitian padi emas.

Alasannya : Salah satu penyebab rentannya anak-anak terkena penyakit adalah kekurangan
nutrisi mikro seperti vitamin A atau zat besi. Bila hal tersebut terjadi, sistem kekebalan tubuh
mereka akan menurun dan perkembangan tubuh akan terganggu dengan akibat fatal kematian.
Saat ini, menurut UNICEF, jumlah anak yang meninggal akibat kekurangan vitamin A adalah
sekitar 1,15 juta per tahun. Di negara-negara berkembang, sebanyak 500 ribu orang yang rata-
rata adalah anak-anak mengalami kebutaan akibat kekurangan vitamain A, dan separuhnya
meninggal dunia akibat kebutaan tersebut. Kebanyakan kasus kekurangan gizi terjadi pada
keluarga-keluarga yang kurang mampu. Sehingga diet mereka sehari-hari tidak bervariasi dari
buah, sayuran dan hewan, dan menyebabkan kebutuhan tubuh terhadap berbagai nutrisi tidak
terpenuhi. Hal ini sangat berbahaya bila terjadi pada anak-anak karena akan mempengaruhi
perkembangan tubuh mereka. Apabila variasi diet tidak dapat dilakukan, cara lain untuk
menghindari kekurangan nutrisi adalah dengan mengkonsumsi makanan pokok yang
mengandung gizi tinggi. Contohnya beberapa varietas ubi jalar yang memiliki kandungan
provitamin A (beta karotin) yang tinggi.

Tuliskan informasi-informasi akurat untuk mendukung gagasan dan sudut pandang


Anda.
10 hingga 20 persen anak-anak Indonesia usia remaja yang masih duduk di bangku Sekolah
Dasar hingga SMP, memiliki masalah kesehatan mata. Minimal, sebagian dari mereka itu
mengalami gangguan rabun jauh.apabila penelitian golden rice diindonesia berhasil harapannya
dapat mengurangi persentase masalah kesehatan mata terhadap anak anak di Indonesia.

Tuliskan definisi, aturan, dan hukum yang menjadi dasar untuk mengarahkan pikiran
atau tindakan Anda tentang penelitian padi emas (golden rice).
Padi emas dikembangkan oleh Ingo Potrykus dari ETH Zurich dan Peter Beyer dari Universitas
Freiburg.Untuk merakit padi ini, digunakan dua gen dari spesies bukan padi, yaitu
gen crt1 dari bakteri Erwinia uredovora dan gen psy dari tanaman narsis atau daffodil(Narcissus
pseudonarcissus). Kultivar 'Golden Rice 2', generasi selanjutnya, menggunakan
gen psy dari jagung (Zea mays) karena lebih kuat ekspresinya.
Pada sekitar tahun 1990 sekelompok ilmuwan Jepang berhasil mengisolasi gen penyandi
biosintesis (pembentukan) karotenoid, crt1, dari suatu bakteri tanah, Erwinia uredovora.Dari
penelitian tersebut diketahui bahwa enzim fitoena (phytoene) desaturase yang dihasilkan bakteri
tersebut dapat mengubah fitoena menjadi likopena. Fitoena merupakan senyawa antara pada
biosintesis beta-karotena.Beberapa tahun setelah itu diketahui bahwa endosperma pada bulir padi
mengandung geranilgeranil-difosfat (GGDP), bahan dasar (prekursor) untuk biosintesis beta-
karotena.GGDP dapat diubah menjadi fitoena dengan bantuan enzim fitoena sintase yang disandi
oleh gen psy. Sayangnya, secara alami pada padi ekspresi gen psy tersebut teredam sehingga
tidak terbentuk fitoena. Dengan menyisipkan konstruk gen Crt1 dari E. uredovora dan
gen psy dari narsis (sejenis tanaman hias yang bunganya berwarna kuning atau jingga) ke
dalam genom padi geranilgeranil difosfat diubah menjadi fitoena dan selanjutnya diubah lagi
menjadi likopena. Gen penyandi likopena siklase (Lcl) yang bertugas mengkatalisis perubahan
likopena menjadi beta-karotena telah tersedia pada padi.
KESIMPULAN
Dari penjelasan yang telah dipaparkan pada bagian pembahasan, dapat saya simpulkan bahwa
penerapan bioteknologi pangan yang bertujan demi ketahanan pangan adalah sesuatu yang baik
dan berguna untuk kelangsungan kehidupan manusia dan juga makhluk bumi. Jika ternyata hasil
dari proses bioteknologi pangan tersebut menimbulkan dampak balikan yang justru
membahayakan bagi kesehatan manusia itu sendiri, kita merasa itu adalah salah satu bagian dari
cuplikan adegan proses panjang ke arah penemuan cara untuk menghasilkan ketahanan pangan
bagi masyarakat dunia. Karena kita harus percaya bahwa kesempurnaan adalah milik Tuhan
yang maha segala-galanya dan kita sebagai makhluk ciptaannya harus berusaha minimal untuk
mencapai satu bagian (walaupun kecil) dari kesempurnaan tersebut. Haram hukumnya bagi kita
untuk menghentikan sebuah proses discovery(penemuan) hanya dengan alasan-alasan yang
bahkan jauh lebih tidak ilmiah dari apa yang kita temukan. Dalam masalah bioteknologi pangan
yang justru menimbulkan bahaya bagi kesehatan, salah satu solusinya adalah pertanian organik.
Karena pertanian organik ini lebih mengutamakan kesuburan tanah sebagai faktor penting
pertumbuhan tanaman.