Anda di halaman 1dari 9

SATUAN ACARA PENYULUHAN PROGRAM BERMAIN

PUZZLE PADA ANAK DI RUANG KENANGA


RSUD DEPATI BAHRIN
SUNGAILIAT

Disusun Oleh :
MEIRENZA YUNINGTIAS
161440117

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

POLITEKNIK KESEHATAN PANGKALPINANG

JURUSAN KEPERAWATAN

2018
SATUAN ACARA PENYULUHAN
(SAP)

Topik/PokokBahasan : Menstimulasikan Program Bermain Pada Anak


usia 6 – 12 tahun dengan menyusun puzzle
Tujuan : Untuk melatih keterampilan motorikhalus dan
konsentrasi
Hari/tanggal : Kamis , 05 Juli 2018
Pukul : 16.30 wib ( 30 menit)
Tempat : Ruang Kenanga Rumah Sakit Umum Daerah
Depati Bahrin Sungailiat
Sasaran : 1. Anak Usia 6 - 12 Tahun
2. Anak di rawat di ruangan anak
3. Anak Kooperatif
4. Anak dengan komunikasi verbal baik
5. Anak dengan perbaikan keadaan umum
6. Anak yang tidak ada kontra indikasi untuk
bermain

Isi Materi : Menyusun Puzzle.

Metode : 1. Ceramah
2. Bermain Bersama

Media : 1. Puzzle
A. PENDAHULUAN
Bermain merupakan suatu aktivitas bagi anak yang menyenangkan
dan merupakan suatu metode bagaimana mereka mengenal dunia. Bagi
anak bermain tidak sekedar mengisi waktu, tetapi merupakan kebutuhan
anak seperti halnya makanan, perawatan, cinta kasih dan lain-lain. Anak-
anak juga memerlukan berbagai variasi permainan untuk kesehatan fisik,
mental dan perkembangan pengetahuan serta emosinya.
Dengan bermain anak dapat menstimulasi pertumbuhan otot-
ototnya, kognitifnya dan juga emosinya karena mereka bermain dengan
seluruh emosinya, perasaannya dan pikirannya. Elemen pokok dalam
bermain adalah kesenangan dimana dengan kesenangan ini mereka
mengenal segala sesuatu yang ada disekitarnya sehingga anak yang
mendapat kesempatan cukup untuk bermain juga akan mendapatkan
kesempatan yang cukup untuk mengenal sekitarnya sehingga ia akan
menjadi orang dewasa yang lebih mudah berteman, kreatif dan cerdas, bila
dibandingkan dengan mereka yang masa kecilnya kurang mendapat
kesempatan bermain.

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah mengikuti terapi bermain selama kurang lebih 30 menit, anak
diharapkan bisa merasa tenang, selama perawatan dirumah sakit dan
tidak takut lagi terhadap perawat sehingga anak bisa merasa nyaman
selama dirawat dirumah sakit.
2. Tujuan Khusus

Setelah mendapatkan terapi bermain satu (1) kali diharapkan anak


mampu :

1. Bisa merasa tenang selama dirawat.


2. Anak bisa merasa senang dan tidak takut lagi dengan dokter dan
perawat
C. Rencana Pelaksanaan :
NO Proses Waktu Alat /Metode Subjek terapis

1 Persiapan (pra interaksi ) 5 menit Ceramah  Ruangan, alat-alat, anak dan keluarga

a. Menyiapkan Alat sudah siap

ruangan. permainan
b. Menyiapkan alat- (puzzle)
alat.
c. Menyiapkan anak
dan
Keluarga
d. Menyiapkan anak
dan membagi
kelompok

2 Pembukaan (Orientasi) 5 menit Ceramah  Anak dan keluarga menjawab salam


a. mengucapkan salam dan  Anak dan keluarga mendengarkan tujuan
Memperkenalkan diri terapis
b. Menjelaskan kepada  Anak dan keluarga memperhatikan
anak dan keluarga Intruksi terapis
maksud dan tujuan  Mendengarkan kontrak waktu
terapi bermain

c. Menjelaskan kontrak
waktu dalam kegiatan
bermain
d. Menjelaskan cara
kegiatan apa yang akan
dilakukan saat bermain
3 Kegiatan (kerja) 15  Anak melakukan kegiatan yang diberikan
a. Mengajak anak menit Alat terapis
permainan
bermain puzzle
Puzzle  Anak bermain dengan antusias
b. Mendamping anak  Anak dapat memberikan respon yang
dan memberi baik
motivasi pada anak
saat melakukan
permainan tersebut
c. Menyanyakan
kepada anak apakah
sudah selesai dalam
bermain
d. Memberitahukan
anak bahwa waktu
yang diberikan telah
selesai
e. Memberikan pujian
terhadap anak yang
mampu bermain
puzzle dengan baik
4 Penutup(Terminasi) 5 menit Ceramah  Anak dan keluarga tampak senang

a. Memberikan reward pada  Menjawab salam

anak atas kemampuan


mengikuti kegiatan
bermaian sampai selesai

b.mengucapkan terimakasih

c. Menutup salam

MATERI TERAPI BERMAIN

A. Puzzle
Puzzle merupakan media yang dimainkan dengang cara bongkar pasang,
yang dimana puzzle merupakan alat permainan edukatif yang dapat
merangsang kemampuan matematika anak, yang dimainkan dengan cara
membongkar pasang kepingan puzzle berdasarkan pasangannya.

B. Fungsi permainan puzzle


1. Melatih konsentrasi, ketelitian, dan kesabaran anak.
2. Melatih koordinasi mata dan tangan.
3. Melatih logika.
4. Memperkuat daya ingat.
5. Mengenalkan anak pada konsep hubungan.
6. Dengan memilih gambar /bentuk, dapat melatih berfikir matermatis
(menggunakan otak kiri)

C. Jenis-jenis Puzzle
Ada beberapa jenis puzzle, antara lain:
1. Pazzle konstruksi
Puzzle rakitan merupakan kumpulan potongan-potongan yang terpisah,
yang dapat digabungkan kembali menjadi beberapa model, mainan
rakitan yang paling umum adalah blok-blok kayu sederhana berwana-
warni. Mainan rakitan ini sesuai untuk anak yang suka bekerja dengan
tangan, suka memecahkan puzzle, dan suka berimajunasi.
2. Puzzle batang (stick)
Puzzle batang merupakan permainan teka-teki matematika sederhana
namun memerlukan pemikiran kritis dan penalaran yang baik untuk
menyelesaikannya. Puzzle batang ada yang dimainkan dengan cara
membuat bentuk sesuai yang kita inginkan ataupun menyusun gambar
yang terdapat pada batang puzzle.
3. Puzzle lantai
Yaitu terbuat dari karet atau busa sehingga baik untuk alas bermain
anak dibandingkan harus bermain di atas keramik. Puzzle lantai
memiliki desain yang sangat menarik dan tersedia bayak pilihan warna
yang cemerlang.
4. Puzzle angka
Mainan ini bermanfaat untuk mengenalkan angka. Selain itu anak
dapat melatih kemmpuan berpikir logisnya dengan menyusun angka
sesuai urutannya. Selain itu puzzle angka bermanfaat untuk melatih
koordinasi mata dengan tangan, melatih motorik halus serta
menstimulasi kerja otak.
5. Puzzle perjumlahan dan pengurangan
Puzzle perjumlahan dan pengurangan merupaka puzzle yang dapat
mengembangkan kemampuan logika matematika anak. Dengan puzzle
perjumlahan dan pengurangan anak memasangkan kepingan puzzle
sesuai dengan gambar pasangannya.

D. Alat permainan Edukatif (APE)

Alat Permainan Edukatif (APE) adalah alat permainan yang dapat


mengoptimalkan perkembangan anak, disesuaikan dengan usianya dan
tingkat perkembangannya, serta berguna untuk :

1. Pengembangan aspek fisik, yaitu kegiatan-kegiatan yang dapat


menunjang atau merangsang pertumbuhan fisik anak, trediri dari
motorik kasar dan halus.
2. Contoh alat bermain motorik kasar : sepeda, bola, mainan yang ditarik
dan didorong, tali, dll. Motorik halus : gunting, pensil, bola, balok,
lilin, dll.
3. Pengembangan bahasa, dengan melatih berbicara, menggunakan
kalimat yang benar.Contoh alat permainan : buku bergambar, buku
cerita, majalah, radio, tape, TV, dll.
4. Pengembangan aspek kognitif, yaitu dengan pengenalan suara,
ukuran, bentuk, Warna, dll. Contoh alat permainan : buku bergambar,
buku cerita, puzzle, boneka, pensil warna, radio, dll.
5. Pengembangan aspek sosial, khususnya dalam hubungannya dengan
interaksi ibu dan anak, keluarga dan masyarakat
6. Contoh alat permainan : alat permainan yang dapat dipakai bersama,
misal kotak pasir, bola, tali, dll.

E. Cara permainan puzzle


1. sediakan kertas puzzle bergambar
2. bongkar kertas pazzle tersebut
3. pasang kembali kertas pazzle sesuai pasangannya masing
4. di anjurkan lebih baik pada bagian ujung kertas terlebih dahulu
5. setelah itu bagian samping dengan sesuai pasangannya
6. kerjakan sampai selesai sesuai dengan gambar seperti semula sebelum
kertas puzzle di bongkar.

E. Hambatan yang mungkin muncul

1. usia antar pasien tidak dalam satu kelompok usia


2. pasien tidak kooperatif atau tidak antusias terhadap permainan
3. adanya jadwal kegiatan pemerisaan terhadap pasien pada waktu yang
bersamaan.
F. Antisipasi Hambatan
1. Mencari pasien dengan kelompok usia yang sama
2. Lihatkan orang tua dalam proses terapi bermain
3. Jika anak tidak kooperatif, ajak anak bermain secara perlahan-lahan
4. Perawat lebih aktif dalam memfokuskan pasien terhadap permainan
5. Kolaborasi jadwal kegiatan pemeriksaan pasien dengan tenaga
kesehatan lainnya
G. Evaluasi

Peserta terapi bermain mampu:

1. Memegang alat permainan


2. Anak bisa tersenyum
3. Merasa senang,tenang terkait hospitalisasi.
4. Anak bisa melihat bentuk, warna, dan bunyi pada permainan
DOKUMENTASI