Anda di halaman 1dari 51

PENYANGGA BAUT BATUAN

(ROCK BOLTING SUPPORT)

PENGERTIAN DAN APLIKASI


JENIS BAUT BATUAN
RANCANGAN BAUT BATUAN
PENGERTIAN DAN APLIKASI

Baut batuan (rock bolting) bila


digunakan akan merupakan
bagian dari massa batuan jika
dibandingkan dengan
penyangga lain (misalnya
penyangga kayu, penyangga
beton dan penyangga baja)
yang tidak merupakan bagian
dari massa batuan. Namun
mempunyai fungsi yang sama
sebagai penguatan massa
batuan dengan tujuan
memperkecil deformasi atau
menjaga kestabilan terowongan
PENGERTIAN DAN APLIKASI

PENYANGGA AKTIF (ROCK BOLT)


Fungsi Penahan
Penjangkaran Baut batuan harus pada massa
batuan yang relatif keras & stabil yang berada
diatas lapisan yang berpotensial runtuh

Fungsi Penguat (Reinforcement)


Baut batuan tidak dapat mencegah terjadinya
pecah batuan tetapi dapat memperbaiki
kekuatan dan integritas
MENGAPA BAUT BATUAN

• Fleksibel ; dapat digunakan


pada bentuk geometri
terowongan yang bervariasi.
• Umumnya mudah digunakan.
• Harganya relatif murah.
• Pemasangannya dapat
sepenuhnya dengan
mekanisasi.
• Kerapatannya (jumlah baut
batuan per-satuan luas)
dengan mudah dapat
disesuaikan dengan sistem
penyanggaan yang lain
FLEXIBEL DAN ROCK STRAPS
KOMBINASI BAUT BATUAN DENGAN
PENYANGGAAN LAIN
PEMASANGAN DENGAN MEKANISASI
PERSYARATAN YANG HARUS DIPENUHI UNTUK
PENGIKATAN (ANCHORING) BAUT BATUAN

• Pengikatan harus kuat.


• Batuan tempat pengikat harus kuat dan kontinyu.
• Panjang baut batuan harus cukup untuk
menciptakan pre-compression zone sekitar lubang
bukaan untuk mengatasi stress failure. Baut batuan
harus terikat dibelakang daerah tarikan (tension
zone).
TABLORE MEMBERIKAN ATURAN

• Pemasangan dan ukuran / dimensi baut batuan


tergantung kepada keadaan batuan.
• Baut batuan pada batuan agak kuat, mempunyai jarak
dan panjang lebih rapat dan lebih panjang. Batuan
plastis tidak cocok untuk dilakukan penyanggaan
dengan baut batuan.
• Ketebalan dari batuan (tempat pengikat) harus mampu
menerima beban.
• Panjang baut batuan harus paling sedikit sama dengan
ketebalan batuan yang disangga ditambah dengan
jarak rata-rata antar baut batuan.
• Jarak tiap baut batuan diusahakan seragam.
FUNGSI BAUT BATUAN
FUNGSI BAUT BATUAN
JENIS BAUT BATUAN

• Baut batuan dengan cara pengikatan mekanis (slot


bolt & wedge bolt dan expansion shell anchor).
• Baut batuan dengan cara pengikatan yang
menggunakan zat kimia (Grouted bolt)
• Baut batuan dengan cara pengikatan geser, (split
set dan swellex)
• Baut kabel batuan (flexirope)
BAUT BATUAN DENGAN CARA
PENGIKATAN MEKANIS

Pengikatan antara baut batuan dengan batuan pengikatan ponktuel. Baut


batuan dengan sel penjangkaran terkembang (the expansion shell
anchored rockbolt) tipe standart atau bail adalah jenis yang paling
banyak digunakan. Pengembangan sistem penjangkaran beroperasi
dengan cara yang sama untuk jenis standart dan jenis bail. Suatu wedge
yang diletakkan pada ujung baut ditekan pada satu sel konikal yang
dapat mengembang jika baut diputar. Hal ini akan mengakibatkan sel
akan mengembang kearah dinding lubang bor.
BAUT BATUAN DENGAN CARA PENGIKATAN MEKANIS

“Bail – type”

Expansion shell bolt “Circlip – type”


CONTOH BAUT BATUAN DENGAN
CARA PENGIKATAN MEKANIS
DATA TEKNIK BAUT BATUAN DENGAN
CARA PENGIKATAN MEKANIS

Kualitas steel 700 N/mm2

Diameter baut 16 mm

Beban batas (yield load) steel 140 kN

Beban ultimat (ultimate load) steel 180 kN

Regangan aksial ultimat steel 14 %

Berat baut tanpa face plate dan mur 2 kg/m

Panjang baut Bervariasi

Diameter lubang bor yang dianjurkan 35 – 38 mm


KEUNTUNGAN BAUT BATUAN DENGAN
CARA PENGIKATAN MEKANIS :
• Harga relatif tidak mahal
• Baut memberikan aksi penyanggaan dengan segera setelah
dipasang.
• Dengan pemutar baut (rotating the bolt) suatu teori
diaplikasikan oleh kepala baut dan mengumpulkan tarikan
dalam baut.
• Dengan post-grouting, baut dapat menyediakan penguatan
yang permanen.
• Pada batuan keras, pembebanan baut yang tinggi dapat
dicapai.
• Sistem serba guna untuk penguatan batuan, dengan asumsi
untuk kondisi batuan yang keras.
• Lebih dapat terdeformasi dari roda baut dengan pengikatan
sepenuhnya (resin, semen) : kekakuan 3,5 – 8,5 t/cm
KERUGIAN BAUT BATUAN DENGAN
CARA PENGIKATAN MEKANIS :
• Terbatas untuk pengunaan batuan yang sedang –
keras.
• Sukar untuk memasangnya secara terandalkan
• Harus dipantau dan diuji ketegangannya yang
tepat
• Kehilangan kapasitas dukung (bearing) akibat
getaran hasil peledakan atau ketika batuan jatuh
di sekelilng permukaan lubang bor disekitar plat,
untuk batuan yang mempunyai tegangan tinggi.
BUAT BATUAN DENGAN
PENGIKATAN ZAT KIMIA
Semen atau resin digunakan sebagai bahan
pengikat. Baut batuan rebar yang digunakan
dengan resin menciptakan suatu sistem yang biasa
digunakan untuk baut batuan tertegangkan
(tensioned rockbolt) tetapi baut batuan batang ulir
dengan zat pengikat semen dapat juga digunakan
untuk baut batuan tanpa tertegangkan (untensioned
bolt). Kedua sistem ini digunakan baik untuk
penyanggaan sementara, maupun penyanggaan
permanen untuk berbagai kondisi batuan. Baut
batuan batang ulir terutama digunakan dalam
aplikasi rekayasa sipil untuk pemasangan yang
permanen.
GROUTED ROCKBOLT – DYWIDAG STEEL
GROUTED ROCKBOLT-REBAR
Jenis baut batuan
dengan pengikat zat Keuntungan Kerugian
kimia
 Baut memberikan reaksi  Kesukaran dengan dodol
penyanggaan yang cepat (cartridges) resin pada lingkungan
setelah pemasangan bawah tanah dimana dapat
 Kalau resin fast-setting mempengaruhi keterandalan
Grouted digunakan untuk bagian pemasangan baut batuan
Rockbolt- dasar dari baut batuan, baut  Resin dapat mengotori dan
batuan dengan pengikatan berbahaya untuk penanganan
Rebar yang sepenuhnya dapat yang tidak benar.
ditegangkan.  Resin mempunyai batas waktu
 Ketahanan korosi tinggi pakai.
pada pemasangan yang
permanen.

 Pemasangan yang tepat,  Mahal


akan memberikan sistem  Penegangan baut batuan hanya
penguatan yang baik dan mungki kalau prosedur
tahan lama. pemasangan khusus diikuti
Grouted  Pengaruh kerusakan dengan baik dan benar
Rockbolt- lingkungan kecil.  Semen standard memerlukan
Dywidag Steel  Sistem ini memberikan beberapa hari sebelum baut
pembebanan baut yang mendapat pembebanan.
tinggi pada kondisi batuan  Kualitas pengikatan sukar untuk
yang bervariasi. diuji dan dipelihara secara
konstan.
DATA TEKNIK GROUTED ROCKBOLT-REBAR
DAN GROUTED ROCKBOLT-DYWIDAG STEEL
Grouted Rockbolt-Dywidag
Data Teknis Grouted Rockbolt-Rebar
Steel

Kualitas steel 570 N/mm2 1180 N/mm2

Diameter baut 20 mm 20 mm

Beban batas (Yield load) steel 120 kN 283 kN

Beban ultimat (Ultimate load) steel 180 kN 339 kN

Regangan axial ultimate steel 15 % 9,5 %

Berat baut tanpa face plate


2,6 kg/m 2,6 kg/m
dan mur

Sesuai panjang yang


Panjang baut Sesuai panjang yang dibutuhkan
dibutuhkan

Diameter lubang bor yang dianjurkan 35  5 mm 35  3 mm


BAUT BATUAN DENGAN
PENGIKATAN GESER
DATA TEKNIK BAUT BATUAN SWELEX
DAN SPLIT SET.

Data Teknis Swelex Split Set

Diameter pipa 26 mm 39 mm

Beban batas (Yield load)


130 kN 90 kN
pipa steel
Beban ultimat steel 130 kN 111 kN
Regangan axial ultimate
11 % 16 %
steel

Berat baut tanpa face plate 2 kg/m 1,8 kg/m

Sesuai panjang yang


Panjang baut 0,9 – 3 m
dibutuhkan

Diameter lubang bor yang


35  3 mm 35 – 38 mm
dianjurkan
SPLIT SET
Jenis baut
batuan dengan
pengikat zat Keuntungan Kerugian
kimia
 Pemasangannya cepat dan  Relatif mahal
sederhana (simple)  Untuk pemasangan jangka panjang
 Memberkan aksi/kerja yang diperlukan perlindungan terhadap
cepat setelah korosi, untuk pemasangannya
pemasangannya dibutuhkan sebuah pompa.
 Dapat digunakan pada
beberapa kondisi yang
Swelex berbeda-beda
 Pemasangan dapat
menyebabkan kontraksi pada
panjang baut tersebut
 Tegangan face plate yang
efektif melawan permukaan
batuan.
 Pemasangannya sederhana  Relatif mahal
 Memberikan aksi/kerja  Diameter lubang bor penting sekali
penyanggaan dengan cepat dalam pencegahan runtuh selama
setelah pemasangannya. pemasangan dan dalam ketepatan
 Tak ada perangkat keras memperoleh kekuatan lubang yang
(hardware) lain melainkan diharapkan.
Split Set sebuah jackleg, atau jumboo  Pemasangan baut batuan yang
boom untuk pemasangan. panjang dapat menjadi sulit
 Mudah menggunkan wire  Tidak dapat digunakan dalam
mesh pemasangan jangka panjang kecuali
kalau dilindungi oleh anti korosi.
PERLENGKAPAN PENUNJANG PADA
SISTEM BAUT BATUAN
MES KAWAT (WIRE MESH)
WELD MESH DAN BAUT BATUAN DI
PT. FREEPORT INDONESIA
BETON TEMBAK (SHOTECRETE)
ROCK STRAPS
(TALI PENGIKAT BATUAN)
• Biasanya dibuat dari besi baja berukuran tebal 6
mm (1/4 in) dengan lebar sekitar 100 mm (4 in) dan
berbagai ukuran panjang “Rock straps”
• digunakan dimana kondisi batuan jelek dan sering
terjadi batuan lepas pada sekitar ujung baut
batuan.
KERUGIAN ROCK BOLT

 Penyimpanan atau penanganan harus hati-


hati, karena dapat mempengaruhi kehandalan
pemasangan baut batuan.
 Resin mempunyai batas waktu pakai :
- 12 bulan pada temperatur 15 °C
- 6 bulan pada temperatur 25 °C
 Pemasangan baut batuan memerlukan
pemantauan dan pengujian yang khusus serta
prosedur yang baik dan benar
PERALATAN PEMANTAUAN DEFORMASI
LAPISAN/MASSA BATUAN ATAP
(DUAL HEIGHT TELL – TALE)
PERALATAN PEMANTAUAN DEFORMASI
LAPISAN/MASSA BATUAN ATAP
(DUAL HEIGHT TELL – TALE)
RANCANGAN BAUT BATUAN

• Pada prinsipnya, rancangan penyanggaan untuk


penambangan bawah tanah adalah merancang agar
massa batuan tersebut dapat menyangga massanya
sendiri.
• Panjang minimum Bolt; adalah lebih besar dari 2 kali
spasi Bolt, 3 kali lebar kritis blok batuan yang tak stabil,
atau untuk span < 6 m (20 ft), panjang Bolt adalah 3/2
span; span 18 – 30 m (60 – 110 ft), panjang bolt adalah
5/4 span
• Spasi maksimum Bolt; adalah 3/2 panjang Bolt, atau 1-
3/2 lebar kritis blok batuan yang tak stabil, atau jika
lebih besar dari 2 m maka akan membuat kesulitan
pemasangan chainlink atau weld mesh
• Spasi minimum Bolt; adalah 0.9 m (3 ft)
ROCK BOLTING MEKANIS/STEEL ROD

• Sb = Cb/SF γht
• Panjang Bolt (asumsi bahwa Bolt anchor berada
dalam daerah tertekan); Lb
• Lb = ht /2
• Kapasitas Bolt; Cb
• Cb = Ly atau Lf
• Keterangan :
• Ly = yield load besi (Nilainya pada Tabel berikut)
• Lf = anchorage failure load (Nilainya pada Tabel
berikut)
ESITMASI ANCHORAGE FAILURE
LOADS DARI BOLT MEKANIS

RMR Lf (ton) meter


100 14 12.7
90 12 11.9
80 11 11
70 11 9.1
60 9 8.2
50 8 7.3
40 7 6.4
30 6 5.5
20 5 4.6
KARAKTERISITIK BOLT; STEEL-RODS
(AFTER GERDEEN ET AL,1977)
yield load besi
diameter (mm) Beban muat puncak
(Ly)
inch Mm ton tonnes ton tonnes
Steel Rod; Grade 40
5/8” 16 6.2 5.6 11.8 9.8
¾” 19 8.8 8 15.4 14
7/8” 22 12 11.9 21 19.1
1.0” 25 15.8 14.4 27.6 25.1
1 1/8” 29 20 18.2 35 38.8
1 3/8” 35 31.2 28.4 54 49.1
Grade 60
5/8” 16 9.3 8.5 13.9 12.6
¾” 19 13.2 12 19.8 18
7/8” 22 18 16.4 27 24.5
1.0” 25 23.7 21.5 35.5 32.3
1 1/8” 29 30 27.3 45 40.9
1 3/8” 33 46.8 42.5 70 63.6
NILAI MUTLAK UNTUK
(KUIS + TUGAS TAMBAHAN)
DI MINE HAULAGE LEVEL PONGKOR
• Nilai RQD 83 % pada CG4, 65 % pada CG11 dan 25 % pada CG12.
• Jumlah bentuk kekar (Jn) ada tiga bentuk
• Kekasaran kekar (Jr) relatif halus dan merata
• Alterasi kekar berupa rekahan yang terkadang terisi oleh mineral lain
seperti kuarsa dan mineral lempung, akan tetapi tidak ada perlapukan
pada CG4 dan CG11 dan pada CG 12 adanya perlapukan
• Kondisi air tanah (Jw) dilihat secara umum dilapangan yaitu lembab dan
menetes.
• Kondisi Tegangan (SRF).Untuk menentukan angka SRF dibutuhkan data
kuat tekan (σc) dan tegangan alami maksimum (σ1). Nilai kuat tekan (σc)
didapat dari uji Point load test. Dari hasil uji point load test didapat kuat
tekan rata-rata 46,629 MPa . Nilai tegangan alami maksimum adalah
sebesar (σ1)=4,546 MPa. Berdasarkan data tersebut angka SRF dapat
ditentukan berdasarkan pembagian nilai kuat tekan dibagi dengan nilai
tegangan alami maksimum. Dari pembagian tersebut didapat angka
10,25718 MPa.
• Lubang bukaan yang diteliti pada MHL (Mine Haulage Level), maka nilai
ESR adalah 1,6 karena permanent (J.N. de la Vergne).
• Lebar dan tinggi lubang bukaan 4 meter
DATA TAMBAHAN

Rekahan terisi mineral kwarsa


PEMBOBOTAN SISTEM Q
Pembobot
No Parameter
CG4 CG11 CG12

1 RQD 83% 65% 25%


2 Jn 9 9 9
3 Jr 1 1 1
4 Ja 2 2 2
5 Jw 1 1 0,66

6 SRF 1 1 1

De = SPAN/ ESR = 4m/1,6 = 2,5 m


NILAI Q
RQD Jr Jw
Untuk Q di CG4 = * *
Jn Ja SRF
83 1.0 1.0 1.0 1.0
= * * *
9 2.0 1 2.0 1

= 4,61

65 1.0 1.0
Untuk Q di CG11 = * *
9 2 .0 1
= 3,61

25 1.0 0,66
Untuk Q di CG12 = * *
9 2 .0 1
= 0,92
HUBUNGAN ANTARA DIMENSI EKIVALEN
DENGAN KUALITAS MASSA BATUAN

REKOMENDASI PEYANGGA :
1. CG4 NO. 17 PERLU DIEVALUASI
2. CG11 NO. 21 LAGI DENGAN NILAI
3. CG14 NO. 25 RQD/Jn dan Span/ESR
KATEGORI PEYANGGA SISTEM-Q
Faktor kondisional
Kategori Q Span/ESR Ρb Span/ESR Tipe penyangga Catatan
penyangga RQD/Jn Jr/Ja (m) (m) (m)
> 30 sb (utg) 1
17 10 – 4 ≥10, ≤30 1.0 3.5 – 9 B (utg) 1 – 1.5 m 1
< 10 ≥6 B (utg) 1 – 1.5 m + S 2 – 3 m 1
< 10 <6 S2–3m 1
>5 ≥ 10 B (tg) 1 – 1.5 m + clm 1, 3
18 10 – 4 >5 < 10 1.0 7 – 15 B (utg) 1 – 1.5 m + clm 1
≤5 ≥ 10 B (tg) 1 – 1.5 m + S 2 – 3 cm 1, 3
≤5 < 10 B (utg) 1 – 1.5 m + S 2 – 3 cm 1
19 10 – 4 ≥ 20 1.0 12 – 29 B (tg) 1 – 2 m + S mr) 5 – 10 cm 1, 2, 4
< 20 B (tg) 1 – 1.5m + S(mr) 5 – 10 cm 1, 2
20c 10 – 4 ≥ 35 1.0 24 – 52 B (tg) 1 – 2 m + S(mr) 20 – 25 cm I, 5, 6
< 35 B (tg) 1 – 2 m + S(mr) 10 – 20 cm 1, 2, 4
≥ 12,5 ≤ 0.75 B (utg) 1 m + S 2 – 3 cm 1
21 4-1 < 12,5 < 0.75 1.5 2.1 – 6.5 S 2.5 – 5 cm 1
> 0.75 B (utg) 1 m 1
>10, <30 > 1.0 B (utg) 1 m + clm 1
22 4-1 ≤ 10 > 1.0 1.5 4.5 – 11.5 S 2,5 – 7.5 cm 1
< 30 ≤ 1.0 B (utg) 1 m + S (mr) 2.5 – 5 cm 1
≥ 30 B (utg) 1 m 1
23 4–1 ≥ 15 1.5 8 – 24 B (tg) 1 – 1.5 m + S(mr) 10– 5 cm 1, 2, 4, 7
< 15 B (utg) 1 – 1.5 m + S(mr) 5 - 10 cm 1
24c,d 4-1 ≥ 30 1.5 28 - 46 B (tg) 1 – 1.5m + S(mr) 15–30 cm 1, 5, 6
< 30 B (tg) 1 – 1.5m + S(mr) 10–15 cm 1, 2, 4
KATEGORI PEYANGGA SISTEM-Q
Faktor kondisional
Kategori Q Span/ESR Ρb Span/ESR Tipe penyangga Catatan
RQD/Jn Jr/Ja
penyangga (m) (m) (m)
> 10 > 0.5 B (utg) 1 m + mr atau clm 1
25 1.0 – 0.4 ≤ 10 > 0.5 2.25 1.5 – 4.2 B (utg) 1 m + S (mr) 5 cm 1
≤ 0.5 B (tg) 1 m + S (mr) 5 cm 1
26 1.0 – 0.4 2.25 3.2 – 7.5 B (tg) 1 m + S (mr) 5 – 7.5cm 8, 10, 11
B (utg) 1 m + S 2.5 – 5 cm 1, 9
≥ 12 B (tg) 1 m S (mr) 7.5 – 10 cm 1, 9
27 1.0 – 0.4 < 12 2.25 6 – 18 B (utg) 1 m + S (mr) 5 – 7.5 cm 1, 9
> 12 CCA 20 – 40 cm + B (tg) 1 m 8, 10, 11
< 12 S (mr) 10 – 20 cm + B (tg) 1 m 8, 10, 11
1.0 – 0.4 ≥ 30 B (tg) 1 m + S (mr) 30 – 40 cm 1, 4, 5, 9
28d ≥ 20, < 30 2.25 15 – 38 B (tg) 1 m + S (mr) 20 – 30 cm 1, 2, 4, 9
< 20 B (tg) 1 m + S (mr) 15 – 20 cm 1, 2, 9
CCA(sr) 30 – 100 cm + B (tg) 1 m 4,8,10,11
>5 > 0.25 B (utg) 1 m S (mr) 2 – 3 cm
29 0.4 – 0.1 ≤5 > 0.25 3.0 1.0 – 3.1 B (utg) 1 m + S (mr) 5 cm
≤ 0.25 B (tg) 1 m + S (mr) 5 cm
B (tg) 1 m + S 2.5 – 5 cm 9
30 0.4 – 0.1 <5 3.0 2.2 – 6.0 S (mr) 5 – 7.5 cm 9
B (utg) 1 m + S (mr)5 – 7.5 cm 8, 10, 11
>4 B (tg) 1 m + S (mr) 5 – 12.5 cm 9
31 0.4 – 0.1 ≤ 4, ≥ 1.5 3.0 4 – 14.5 S ( mr) 7.5 – 25 cm 9
< 1.5 CCA 20 – 40 cm + B (tg) 1 m 9, 11
CCA (sr) 30 – 50 cm + B (tg) 1 m 8, 10, 11
32d 0.4 – 0.1 ≥ 20 3.0 11 - 34 B (tg) 1 m + S (mr) 40 -60 cm 2, 4, 9,11
< 20 B (tg) 1 m + S (mr) 20 – 40 cm 3, 4, 9,11
PERHITUNGAN PENYANGGA
BAUT BATUAN
- Panjang baut batuan untuk atap: Span maksimum tanpa penyangga = 2 (ESR) Q0.4

0.15 (B) CG4 = 2 (1.6) 4,610.4


L = 2+
ESR = 5,90 m
0.15 (4)
=2+ CG11 = 2 (1.6) 3,610.4
1.6
= 2.24 m = 5,35 m

CG12 = 2 (1.6) 0,920.4


Panjang baut batuan untuk dinding :
= 3,09 m
0.15 (H)
L = 2+ , H adalah tinggi spand (4 m)
ESR
0.15 (4)
= 2+
1.6
= 2,24 m
TEKANAN PADA ATAP (PROOF)
Tekanan penyangga permanent pada atap lubang bukaan :
CG4 :
1.0
Proof = Jn ½ Q1/3
15 Jr
1.0
= 9 ½ 4,611/3
151.0 
= 0,922 MPa  9,22 ton
CG11 :
1.0
Proof = 9 ½ 3,611/3
151.0 
= 0,38 MPa  3,8 ton
CG12 :
1.0
Proof = 9 ½ 0,921/3
151.0 
= 0,19 MPa  1,9 ton
WALL FACTOR DAN
TEKANAN PADA DINDING (PWALL)
1.0
Wall factor (Qw) CG4 = 2.5 Q
Pwall CG4 = Jn ½ Q wall1/3
= 2.5 * 4,61 15 Jr
= 11,52 1.0
= 9 ½ 11,521/3
Wall factor (Qw) CG4 = 2.5 * 3,61 151.0 
= 9,02 = 0,45 MPa
Wall factor (Qw) CG4 = 2.5 * 0,92 1.0
Pwall CG11 = 9 ½ 9,021/3
151.0 
= 2,3

= 0,41 MPa
1.0
Pwall CG11 = 9 ½ 2,31/3
151.0 
= 0,26 MPa
FAKTOR KEAMANAN (FK)
BAUT BATUAN PADA ATAP
Cb
• persamaan Gardeen et al, 1977, Sb = SF . .h
• Cb = 6,2 ton (Tabel 11.8 Steel Rod; Grade 40)
Spasi CG4 CG11 CG12 KUIS ;
HITUNG FK DI
1,0 0,67 16,32 32,63 DINDING (WALL)
1,5 0,30 7,25 14,50 LUBANG BUKAAN
2,0 0,17 4,08 8,16
2,5 0,11 2,61 5,22
3,0 0,07 1,81 3,63
3,5 0,05 1,33 2,66
4,0 0,04 1,02 2,04
VERIFIKASI DENGAN SOFTWARE
PROGRAM PHASE2

Anda mungkin juga menyukai