Anda di halaman 1dari 4

PENGARUH PELAKSANAAN ETIKA PROFESI DAN KECERDASAN

EMOSIONAL TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN BAGI


AUDITOR PADA BANK SYARIAH MANDIRI
( Studi Pada PT. Bank Syariah Mandiri Cabang Polewali)

A. Latar Belakang

Menurut Dr. James J. Spillane SJ (1971), Etics atau etika memperhatikan


atau mempertimbangkan tingkah laku manusia dalam pengambilan keputusan
moral. Etika mengarah atau menghubungkan penggunaan akal budi individual
dengan objektivitas untuk menentukan kebenaran atau kesalahan dan tingkah laku
seseorang terhadap orang lain. Daniel Bell (1973), Profesi adalah aktivitas
intelektual yang dipelajari termasuk pelatihan yang diselenggarakan secara formal
ataupun tidak formal dan memperoleh sertifikat yang dikeluarkan oleh sekelompok
/ badan yang bertanggung jawab pada keilmuan tersebut dalam melayani
masyarakat, menggunakan etika layanan profesi dengan mengimplikasikan
kompetensi mencetuskan ide, kewenangan keterampilan teknis dan moral serta
bahwa perawat mengasumsikan adanya tingkatan dalam masyarakat. Dalam
pelaksanaan kerja etika profesi dalam bidang professional apapun sangat
diperlukan, khusunya dalam mengambil keputusan dalam kebijakan profesi.
Namun pada prakteknya dunia bisnis sering sekali dianggap sudah menyimpang
jauh dari aktivitas moral, bahkan ada anggapan bahwa dunia bisnis merupakan
dunia amoral yang tidak lagi mempertimbangkan etika. Padahal pertimbangan etika
penting bagi status professional dalam menjalankan kegiatannya. Hal ini
disebabkan karena tujuan bisnis adalah untuk mendapatkan keuntungan yang
maksimal, sehingga setiap orang maupun perusahaan saling bersaing dalam
mendapatkan keuntungan tersebut tanpa memperhatikan aspek- aspek lainnya.

Profesi auditor merupakan sebuah profesi yang hidup di dalam lingkungan


bisnis, dimana eksistensinya terus diakui oleh masyarakat bisnis itu sendiri.
Mengingat peranan auditor sangat dibutuhkan oleh kalangan dunia usaha, maka
mendorong para auditor ini untuk memahami etika yang berlaku dalam
menjalankan profesinya. Etika profesional bagi praktik akuntan publik di Indonesia
disebut dengan istilah ‘kode etik’ yang dikeluarkan oleh Institut Akuntan Publik
Indonesia (IAPI), sebagai organisasi profesi akuntan. Praktisi akuntan khususnya
auditor memiliki/memahami etika profesi dengan baik, ada empat elemen penting
yang harus dimiliki oleh auditor, yaitu: (1) keahlian dan pemahaman tentang
standar akuntansi atau standar penyusunan laporan keuangan, (2) standar
pemeriksaan/auditing, (3) etika profesi, (4) pemehaman terhadap lingkungan bisnis
yang diaudit. Dari ke-empat elemen tersebut sangatlah jelas bahwa seorang auditor,
memiliki syarat utama diantaranya wajib memahami etika profesi yang berlaku.

Dalam melaksanakan audit, profesi auditor memperoleh kepercayaan dari


pihak klien dan pihak ketiga untuk membuktikan laporan keuangan yang disajikan
oleh pihak klien. Pihak ketiga tersebut diantaranya manajemen, pemegang saham,
kreditur, pemerintah dan masyarakat yang mempunyai kepentingan terhadap
laporan keuangan klien yang diaudit. Sehubungan dengan kepercayaan yang telah
diberikan, maka auditor dituntut untuk dapat menggunakan kepercayaan tersebut
sebaik-baiknya. Kepercayaan harus senantiasa ditingkatkan dengan menunjukkan
kinerja yang professional dalam menunjang profesionalisme sebagai auditor.

Peran dan tanggung jawab auditor terhadap kepentingan publik


sesungguhnya adalah merupakan dasar bagi keberadaan profesi ini. Peran yang
dijalankan oleh para akuntan publik tersebut merupakan “social contract” yang
harus diamalkan secara konsekuen oleh auditor. Jika dilanggar, maka publik dapat
secara berangsur-angsur akan meninggalkan dan pada akhirnya mengabaikan
eksistensi profesi ini. Banyak kasus perusahaan yang “jatuh” karena kegagalan
bisnis yang dikaitkan dengan kegagalan auditor, hal ini mengancam kredibilitas
laporan keuangan, selanjutnya mempengaruhi persepsi masyarakat, khususnya
pemakai laporan keuangan atas kualitas audit. Kualitas audit ini penting karena
kualitas audit yang tinggi akan menghasilkan laporan keuangan yang dapat
dipercaya sebagai dasar pengambilan keputusan.

Selain wajib memiliki aturan etika profesi yang berlaku, di dalam bekerja
hingga menentukan opini audit, untuk meningkatkan kinerjanya, seorang auditor
tidak hanya membutuhkan kecerdasan intelektual saja, tetapi dibutuhkan juga
kecerdasan emosional dan spiritual. Kecerdasan emosional sebagai kapabilitas
dalam mengelola respon dan emosi kita ketika berhubungan dengan orang lain,
situasi, problem interaksi, dan kondisi stress, sehingga mendapatkan hasil yang
efektif. Hal ini sangat penting bagi seorang auditor, karena auditor akan
menghadapi berbagai macam lingkungan dalam pekerjaannya. Kecerdasan spiritual
mengajarkan untuk mengekspresikan dan memberi makna pada setiap tindakan
yang dilakukan, sehingga dalam memberikan kinerja yang baik maka dibutuhkan
kecerdasan spiritual . Hal ini mendorong dan memotivasi diri untuk lebih
meningkatkan kinerja yang dimiliki, sehingga dalam karir dapat berkembang lebih
maju. Bagi seorang auditor dengan memiliki kecerdasan spiritual akan dapat
menghindari/mencegah hal-hal yang dapat menyebabkan seorang auditor
melanggar etika profesi yang wajib dipatuhi.
Berdasarkan uraian di atas maka membuat peneliti tertarik untuk melakukan
penelitian mengenai pengaruh pelaksanaan etika profesi dan kecerdasan emosional
terhadap pengambilan keputusan bagi auditor khuusnya pada Bank Syariah
Mandiri cabang Polewali. Karena peranan auditor sangat dibutuhkan oleh kalangan
dunia usaha, sehingga mendorong para auditor ini untuk memahami etika yang
berlaku dalam menjalankan profesinya.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian diatas, maka peneliti mencoba merumuskan masalah
bagaimana pengaruh pelaksanaan etika profesi terhadap pengambilan keputusan
bagi seorang auditor dan pengaruh pelaksanaan kecerdasan emosional terhadap
keputusan bagi seorang auditor?

C. Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh pelaksanaan etika profesi terhadap
auditor dalam pengambilan keputusan.
2. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh pelaksanaan kecerdasan emosional
terhadap auditor dalam pengambilan keputusan.
3. Untuk mengetahui apakah auditor yang bekerja secara professional telah
memahami pelaksanaan etika profesi yang berlaku.

D. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan nantinya dapat bermanfaat yaitu:


1. Bagi peneliti
a. Sebagai tugas akhir syarat menyelesaikan pendidikan ekonomi S1.
b. Penelitian ini berguna untuk menambah wawasan peneliti mengenai
pekasanaan etika profesi dan kecerdasan emosional.
c. Memperoleh pengalaman belajar dan pengetahuan dalam melakukan
penelitian. Dan juga penelitian ini mempunyai salah satu bentuk
kepedulian terhadap masalah etika profesi dan kecerdasan emosional
terhadap pengambilan keputusan bagi auditor.
d. Sebagai bahan referensi bagi peneliti selanjutnya.

2. Bagi masyarakat
Penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan masyarakat
khususnya etika profesi dan kecerdasan emosional terhadap pengambilan
keputusan bagi auditor.

3. Bagi institusi
Penelitian ini diharapkan bermanfaat dan membantu institusi manajemen
ekonomi dan bisnis untuk mengetahui sejauh mana hubungan etika profesi
dan kecerdasan emosional terhadap pengambilan keputusan bagi auditor
khususnya pada Bank Syariah Mandiri cabang Polewali.