Anda di halaman 1dari 2

TR 2

Teknik Pelaksanaan Tindakan Refleksi Pembelajaran


Ada banyak cara yang dapat ditempuh apabila guru ingin melaksanakan refleksi
pembelajaran yang telah dilakukannya. Teknik pelaksanaannya bisa dilakukan secara
pribadi maupun dengan bantuan rekan sejawat. Tahapan pelaksanaannya meliputi:
1. Tahap 1 self-reflection
Titik mula self–reflection adalah evaluasi diri pada saat melakukan episode
pelaksanaan pembelajaran. Kegiatan evaluasi diri semacam ini juga dapat
distimulasi melalui observasi yang dilakukan oleh rekan sejawat.
2. Tahap 2 refleksi pengalaman (recollection of the event)
Selanjutnya guru dapat mengumpulkan ( mencatat/ merekam ) pengalaman –
pengalaman yang dilalui sepanjang kegiatan pembelajaran.
3. Tahap 3 reviu dan respon terhadap pengalaman
Pada tahapan ini guru melakukan reviu terhadap pengalaman pengalan tersebut
dan memberikan respon kritis dirinya.
Tahapan tahapan tersebut dapat dilakukan melalui beberapa teknik berikut:
1. Peer Observation
Tenik ini mempberikan kesempatan pada para guru untuk saling mengobservasi
proses pembelajaran yang mereka lakukan dikelas. Sebelum memulai observasi,
kedua guru perlu saling menceritakan kondisi atau karakteristik siswa yang ada di
dalam kelas yang akan diobservasi termasuk didalamnya masalah masalah yang
sering ditemuai oleh guru pengajar kelas tersebut. Selain itu kedua belah pihak
juga perlu mendiskusikan dan menentukan poin pon yang akan menjadi sasaran
obeservasi. Selanjutnya setelah observasi, kedua belah pihak akan bertemu
untuk mendiskusikan temuan serta kemungkinan solusi yang dapat dilakukan
dalam memecahkan permasalahan pembelajaran yang terjadi di kelas tersebut
(Richard & Lockhart, 1991).
2. Self report
Pak (1985) mengemukakan bahwa “self-reporting involves completing an
inventory or check list in which the teacher indicates which teaching practices
were used within a lesson or within a specified time period and how often they
were employed”.
Daftar checklist tersebut dapat dilengkapi sendiri secara individu atau
didiskusikan secara kelompok. Richards (1990) mengemukakan bahwa self –
report melalui instrumen- instrumennya dapat menolong guru untuk lebih fokus
pada praktek pengajaran keterampilan berbahasa dalam suatu konteks kelas
tertentu. Guru dapat mengevaluasi apakah asumsi asumsi yang mereka buat
tentang pengejaran yang mereka lakukan terbukti dalam praktek nyata di kelas.
Misalnya seorang guru dapat menggunakan self-report untuk menemukan jenis
kegiatan pembelajaran yang biasa digunakan, apakah semua tujuan
pembelajaran sudah dilakukan, sejauh mana tujuan tiap individu terpenuhi dan
jenis aktivitas yang berjalan lancar maupun yang bermasalah.
3. Authobiograpies
Abbs(1974, dikutip dalam Powell 1985) mendiskusikan penggunaan
autobiographies dalam penyiapan guru. Dalam desainnya, 12 orang calon guru
melakukan pertemuan selama 1 jam setiap minggu selama kurang lebih 10
minggu. Dalam pertemuan tersebut masing masing calon guru membuat tulisan
tentang pengalaman pendidikannya untuk selanjutnya dibacakan dalam
pertemuan untuk diberikan komentar oleh rekan – rekannya atau dosen
pembimbing. Dalam kegiatan ini masing masing peserta memikirkan apa yang
sudah mereka pelajari, apa yang belum mereka pahami dan apa rencana mereka
terhadap ilmu yang sudah dipahami, melalui pertanyaan:
“What aspects of the lesson were most effective? What aspects of the lesson
were least effective? Would you have taught any aspect of the lesson differently?
Why?”
4. Journal Writing
Tujuan journal writing adalah:
a. Menyediakan rekaman pengalaman belajar yang signifikan
b. Membantu guru untuk selalu berhubungan dengan proses pengembangan diri
yang sedang berlangsung dalam dirinya sendiri.
c. Memberi kesempatan pada guru untuk mengungkapkan secara lebih
personal dan dinamis tentang pengembangan diri mereka.
d. Mendorong interaksi dengan rekan sejawat

5. Recording lesson
Rekaman proses pembelajaran dapat menjadi dasar suatu kegiatan refleksi.
Panjang proses yang direkam adalah sekitar 30 menit. Tujuan perekaman
tersebut adalah menangkap sebanyak banyaknya interaksi yang ada di dalam
kelas.