Anda di halaman 1dari 81

ht

tp
://g
un
un
gk
id
ul
ka
b.
b ps
.g
o.
id
/
ht
tp
://g
un
un
gk
id
ul
ka
b.
b ps
.g
o.
id
/
PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO KECAMATAN
DI KABUPATEN GUNUNGKIDUL
Gross Domestic Regional Product of Districts
in Gunungkidul Regency

2014

No. ISBN/ ISBN Number : 979.472.474.2


Nomor Publikasi/ Publication Number : 34035.15.16
Katalog BPS/ BPS Catalogue : 9302011.3403

/
id
Ukuran Buku/ Book size : 21 cm x 29,7 cm
Jumlah Halaman/ Number of pages : viii + 71 halaman

o.
.g
ps
Naskah / Manuscript :
Seksi Statistik Neraca Wilayah dan Analisis Statistik
.b
Regional Account, and Statistical Analysis Subdivision
ab
lk

Penulis / Writer :
du

Nur Hidayati, S.ST


Andi Wicaksono, S.Si
ki
ng

Penyunting/Editor:
Kasi Statistik Neraca Wilayah dan Analisis Statistik
nu
gu

Diterbitkan oleh / Published by :


://

Badan Pusat Statistik Kabupaten Gunungkidul


tp

BPS - Statistics of Gunungkidul Regency


ht

Boleh dikutip dengan menyebut sumbernya /


May be cited with reference to the source
SAMBUTAN

Perkembangan PDRB dari waktu ke waktu merupakan refleksi dari peningkatan


nilai tambah bruto yang dilatarbelakangi oleh dukungan sumber daya manusia (SDM)
dan sumber daya alam (SDA). Sejauh mana perkembangan dukungan dari SDM dan
SDA pada masing-masing kecamatan di Kabupaten Gunungkidul pada tahun 2014 dapat
digambarkan pada data yang tersaji dalam publikasi ini.

Kepada Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Gunungkidul beserta


dinas/lembaga/ instansi terkait yang telah banyak berperan hingga tersusunnya buku ini,

/
kami sampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya. Harapan kami

id
o.
dimasa mendatang kerja sama tersebut dapat lebih ditingkatkan.

.g
Mengingat pentingnya informasi data PDRB ini, baik untuk tingkat kabupaten
ps
maupun tingkat kecamatan kami harapkan agar instansi pemerintah, swasta dan
.b
ab

masyarakat dapat memanfaatkannya untuk bahan evaluasi maupun perencanaan


pembangunan di wilayah tersebut.
lk
du
ki
ng

Wonosari, November 2015


BAPPEDA Kabupaten Gunungkidul
nu

Kepala,
gu
://
tp
ht

Ir. Syarief Armunanto, M.M.


NIP. 19590728 199003 1 003

Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Di Kabupaten Gunungkidul 2014 ii


KATA PENGANTAR

Publikasi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kecamatan di Kabupaten


Gunungkidul tahun 2014 ini merupakan publikasi yang diterbitkan atas kerjasama
Badan Pusat Statistik Kabupaten Gunungkidul dengan Pemerintah Kabupaten
Gunungkidul.
Dalam publikasi ini disajikan data PDRB Kecamatan atas dasar harga berlaku
dan atas dasar harga konstan 2000, yang mencakup tabel-tabel pokok PDRB kecamatan
dirinci menurut lapangan usaha tahun 2014. Selain tabel-tabel pokok berupa nilai
nominal PDRB, disajikan pula tabel-tabel turunan seperti distribusi persentase masing-

/
masing sektor terhadap total PDRB, sebaran PDRB menurut kecamatan dan PDRB

id
o.
perkapita.

.g
Untuk membantu mempermudah pengguna dan pembaca, pada publikasi ini
ps
disajikan pula konsep dan definisi yang dianggap penting. Disamping itu dilengkapi
.b
pula dengan uraian ringkas tentang PDRB sektoral serta tinjauan ekonomi kecamatan di
ab

Kabupaten Gunungkidul tahun 2014.


lk
du

Diharapkan publikasi ini dapat memenuhi kebutuhan informasi mengenai


ki

besarnya PDRB, struktur ekonomi dan PDRB perkapita sampai tingkat kecamatan di
ng

Kabupaten Gunungkidul. Saran yang membangun demi perbaikan publikasi yang akan
nu

datang sangat kami harapkan.


gu

Kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan hingga selesainya


://

publikasi ini diucapkan terima kasih.


tp
ht

Wonosari, November 2015


BPS Kabupaten Gunungkidul
Kepala,

Agus Handriyanto, SE, M.Si


NIP. 19660815 199403 1 001

Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Di Kabupaten Gunungkidul 2014 iii


ABSTRAKSI

PDRB didefinisikan sebagai jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit
usaha dalam suatu wilayah pada kurun waktu tertentu, biasanya disajikan dalam satu tahun.
Komposisi dan pertumbuhan sektoral pada angka Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)
dapat mencerminkan perkembangan perekonomian di Kabupaten Gunungkidul. Pada tahun
2014 Kabupaten Gunungkidul mampu menghasilkan PDRB yang dihitung berdasarkan atas
dasar harga berlaku sebesar 9,7 trilyun rupiah. Sedangkan apabila dihitung berdasarkan harga
konstan 2000 mencapai 4 trilyun. Sementara tingkat pertumbuhan PDRB tahun 2014 mencapai
4,89 persen; lebih rendah dari tahun sebelumnya yang tercatat 5.16 persen.

Kecamatan Wonosari sebagai kecamatan dengan PDRB tertinggi di Kabupaten

/
id
Gunungkidul dengan nilai PDRB sebesar 1.848 milyar rupiah atau mencapai 19,01 persen

o.
terhadap PDRB Kabupaten Gunungkidul. Sedangkan Kecamatan Purwosari dengan PDRB

.g
sebesar 267 milyar rupiah atau hanya sebesar 2,75 persen dari PDRB Kabupaten Gunungkidul
merupakan kecamatan dengan PDRB terendah. ps
.b
ab

Sebaran nilai tambah sektoral di tingkat kecamatan di Kabupaten Gunungkidul struktur


lk

ekonominya masih didominasi oleh sektor pertanian. Kecamatan dengan kontribusi pertanian
du

terbesar adalah Semin yaitu 7,94 persen. Kontribusi sektor pertanian dalam pembentukan PDRB
ki

Kabupaten Gunungkidul tahun 2014 masih sangat besar dengan persentase yang masih diatas 30
ng

persen, yaitu sebesar 32,35 persen. Sedikit mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun
nu

sebelumnya. Akan tetapi kontribusi sektor pertanian Kecamatan Wonosari hanya mencapai
gu

angka 10,68 persen terhadap total PDRB Kecamatan Wonosari. Di kecamatan ini cenderung
://

didominasi oleh sektor jasa-jasa, sektor perdagangan, hotel dan restoran, sektor keuangan, sewa
tp

dan jasa perusahaan, dan sektor konstruksi. Keadaan ini mengindikasikan bahwa di kecamatan
ht

ini telah terjadi transformasi ekonomi dari sektor pertanian menuju sektor industri dan jasa-jasa.

Laju pertumbuhan PDRB Kabupaten Gunungkidul tahun 2014 mengalami penurunan


dari 5,16 persen menjadi 4,89 persen. Laju pertumbuhan ekonomi menurut kecamatan yang
tertinggi di tahun 2014 terjadi di Kecamatan Wonosari yang mencapai pertumbuhan sebesar
8,74 persen Sementara laju pertumbuhan ekonomi terendah pada tahun 2014 terjadi di
Kecamatan Gedangsari yang tumbuh sebesar 2,69 persen disusul Kecamatan Paliyan yaitu
sebesar 2,94 persen.

Nilai PDRB masing-masing Kecamatan di Kabupaten Gunungkidul dapat


dikelompokkan berdasarkan besarnya PDRB dan PDRB perkapita kemudian dibandingkan
dengan nilai rata-rata PDRB per kecamatan dan PDRB perkapita kabupaten maka akan
terbentuk tiga kelompok kecamatan, yaitu kelompok kecamatan yang sudah maju, kelompok
Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Di Kabupaten Gunungkidul 2014 iv
berkembang dan kelompok tertinggal. Kelompok kecamatan yang sudah maju adalah
Kecamatan Wonosari, Playen, Semin dan Kecamatan Ponjong. Kemudian kelompok
berkembang, yaitu kelompok berkembang I adalah Kecamatan Semanu dan Karangmojo,
sedangkan kelompok berkembang II adalah Kecamatan Purwosari, Girisubo, Patuk, dan
Kecamatan Nglipar. Kelompok ketiga yaitu kelompok kecamatan belum maju adalah
Kecamatan Panggang, Paliyan, Saptosari, Tepus, Tanjungsari, Rongkop, Gedangsari, dan
Kecamatan Ngawen.

/
id
o.
.g
ps
.b
ab
lk
du
ki
ng
nu
gu
://
tp
ht

Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Di Kabupaten Gunungkidul 2014 v


DAFTAR ISI

Halaman

SAMBUTAN ………………………………………………………………………………......
…… ii
KATA PENGANTAR …………………………………………………….………………......
…… iii
ABSTRAKSI…………………………………………………………………………………... …… iv
DAFTAR ISI ………………………………………………………………………………….....
…… vi
DAFTAR TABEL …………………………………………………………………………....
…… vii
DAFTAR GAMBAR ………………………………………………………………………...................……
…… vii

I. PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG………….........….………………………………………........... 1
1.2. PERGESERAN TAHUN DASAR DARI TAHUN 1993 MENJADI 2000.................... 2
1.3. KONSEP DAN DEFINISI……………………………………....................................... 4

/
id
1.4. CARA PENYAJIAN…………………………………………………….....………....... 5

o.
1.5. METODOLOGI .............................................................................................................. 5

.g
II. URAIAN SEKTORAL
2.1. SEKTOR PERTANIAN………………………….……………………….................… ps 9
.b
2.2. SEKTOR PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN……………………….............. 10
ab

2.3. SEKTOR INDUSTRI DAN PENGOLAHAN…………………………………........… 11


lk

2.4. SEKTOR LISTRIK, GAS DAN AIR BERSIH……………………………...................


du

12
2.5. SEKTOR KONSTRUKSI.…………………………....................................................... 13
ki
ng

2.6. SEKTOR PERDAGANGAN, HOTEL DAN RESTORAN………………...............…. 13


2.7. SEKTOR PENGANGKUTAN DAN KOMUNIKASI…………………………............
nu

15
2.8. SEKTOR KEUANGAN, PERSEWAAN DAN JASA PERUSAHAAN……........…… 16
gu

2.9. SEKTOR JASA-JASA ...……………………………………………………….........… 20


://

2.10. KEGUNAAN TABEL POKOK DAN TABEL TURUNAN ....................................... 21


tp
ht

III ULASAN SINGKAT


3.1. PDRB MENURUT KECAMATAN............................................................................. 25
3.2. SEBARAN NILAI TAMBAH SEKTORAL MENURUT KECAMATAN……......... 27
3.3. STRUKTUR EKONOMI KECAMATAN…………………………………………...... 31
3.4. TINGKAT PEREKONOMIAN KECAMATAN………………………………....…… 33
3.5. KESIMPULAN ...............................................................…………………………….... 37

TABEL-TABEL ………………………………......………………………………………......... 40

Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Di Kabupaten Gunungkidul 2014 vi


DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 1. Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Atas Dasar Harga Berlaku
menurut Lapangan Usaha Tahun 2014 …....……………………..………..………… 40

Tabel 2. Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Atas Dasar Harga Konstan 2000
Menurut Lapangan Usaha Tahun 2014 …..…………..……………………………… 44

Tabel 3. Distribusi Persentase Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Gunungkidul


menurut Lapangan Usaha dan Kecamatan Atas Dasar Harga Tahun 2014 ……...….
48
Tabel 4. Distribusi Persentase Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Gunungkidul
menurut Lapangan Usaha dan Kecamatan Atas Dasar Harga Konstan 2000

/
Tahun 2014…………………………………………………...........................……… 52

id
o.
Tabel 5. Distribusi Persentase Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan menurut

.g
Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2014 ..………………………… 56

Tabel 6.
ps
Distribusi Persentase Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan menurut
.b
Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 Tahun 2014…………………….. 61
ab

Tabel 7. Distribusi Persentase PDRB Kecamatan menurut Kelompok Sektor Atas Dasar
lk

Harga Berlaku Tahun 2014……………………………………………………… 64


du

Tabel 8. Distribusi Persentase PDRB Kecamatan menurut Kelompok Sektor Atas Dasar
ki

Harga Konstan 2000 Tahun 2014…………………………………………………… 65


ng

Tabel 9. Luas Wilayah dan Jumlah Penduduk Kabupaten Gunungkidul menurut Kecamatan
nu

Tahun 2014 ………………………………………………………………………….. 66


gu

Tabel 10. PDRB dan Laju Pertumbuhan PDRB Per Kecamatan di Kabupaten Gunungkidul
://

Tahun 2014…………………………………………………………………….…….. 67
tp

Tabel 11. PDRB Perkapita dan Laju Pertumbuhan PDRB Perkapita tiap Kecamatan di
ht

Kabupaten Gunungkidul Tahun 2014 ...…………………………………………… 68

Tabel 12. Kelompok Kecamatan Berdasarkan Besarnya PDRB dan PDRB per Kapita Atas
. Dasar Harga Berlaku Tahun 2014 ...…………………………………………….…. 69

Tabel 13. Daftar Urutan Kecamatan Berdasarkan Besarnya PDRB Tahun 2014 Atas Dasar
Harga Berlaku dan Harga Konstan 2000 ………………………………………….. 70

Tabel 14. Daftar Urutan Kecamatan Berdasarkan Besarnya PDRB Perkapita Tahun 2014 Atas
Dasar Harga Berlaku dan Harga Konstan 2000 …………………………………….. 71

Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Di Kabupaten Gunungkidul 2014 vii


DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 1 PDRB Kecamatan Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2014….............................. 26

Gambar 2 Sebaran PDRB Kabupaten Gunungkidul Atas Dasar Harga Berlaku menurut
Kecamatan Tahun 2014….......................................................................................... 27

Gambar 3 Sebaran Nilai Tambah Sektor Pertanian menurut Kecamatan Tahun 2014............. 28

Gambar 4 Sebaran Nilai Tambah Sektor Perdagangan menurut Kecamatan Tahun 2014 ... 30

Gambar 5 Sebaran Nilai Tambah Bruto Sektor Jasa menurut Kecamatan Tahun 2014 ........... 31

/
Gambar 6 PDRB Kecamatan menurut Kelompok Sektor Tahun 2014.................................... 32

id
o.
Gambar 7 PDRB Perkapita Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2014......................................... 34

.g
Gambar 8 Laju Pertumbuhan Ekonomi menurut Kecamatan di Kabupaten Gunungkidul
ps
Tahun 2014…..............……………………………….............................................. 35
.b
ab
lk
du
ki
ng
nu
gu
://
tp
ht

Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Di Kabupaten Gunungkidul 2014 viii


I PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Pembangunan ekonomi daerah merupakan suatu proses di mana pemerintah daerah dan
masyarakat menggelola sumber daya yang ada dalam bentuk suatu pola kemitraan, antara
pemerintah daerah dengan sektor swasta, untuk menciptakan suatu lapangan kerja baru yang
merangsang perkembangan kegiatan sektor ekonomi (pertumbuhan ekonomi) dalam wilayah
tersebut (Lincolin Arsyad, 1999).

Pembangunan menurut Amartya Sen secara umum harus dipandang sebagai suatu
proses multidimensional yang mencakup berbagai perubahan mendasar atas struktur sosial,
sikap-sikap masyarakat, dan institusi-institusi nasional, disamping tetap mengejar akselerasi

/
id
pertumbuhan ekonomi, penanganan ketimpangan pendapatan, serta pengentasan kemiskinan.

o.
Jadi pada hakekatnya, pembangunan itu harus mencerminkan perubahan total suatu masyarakat

.g
atau penyesuaian sistem sosial secara keseluruhan, tanpa mengabaikan keragaman kebutuhan
ps
dasar dan keinginan individual maupun kelompok-kelompok sosial yang ada di dalamnya,
.b
untuk bergerak maju menuju suatu kondisi kehidupan yang serba lebih baik, secara material
ab

maupun spiritual (Todaro dan Smith, 2004: 21).


lk
du

Salah satu keberhasilan pembangunan ekonomi dapat dilihat dari sisi pertumbuhan
ki

ekonomi. Pertumbuhan ekonomi menurut Arsyad (1999: 13) adalah kenaikan Gross Domestic
ng

Product (GDP) atau Gross National Product (GNP) tanpa memandang apakah kenaikan itu
nu

lebih besar atau lebih kecil dari tingkat pertumbuhan penduduk, atau apakah perubahan
gu

struktur ekonomi terjadi atau tidak. Menurut Boediono (1999: 1) pertumbuhan ekonomi adalah
://

proses kenaikan output per kapita dalam jangka panjang. Secara umum pertumbuhan ekonomi
tp

dihitung melalui indikator statistik pendapatan regional.


ht

Pendapatan regional sering ditafsirkan keliru, yakni dianggap penerimaan daerah,


misalnya penerimaan pajak. Pengertian sebenarnya dari pendapatan regional adalah jumlah
seluruh nilai tambah (value added) yang ditimbulkan oleh berbagai sektor/lapangan usaha yang
melakukan kegiatan ekonomi/usahanya di suatu wilayah, tanpa memperhatikan kepemilikan
atas faktor produksi. Dengan demikian pendapatan regional secara agregat menunjukkan
kemampuan suatu daerah dalam menghasilkan pendapatan/balas jasa kepada faktor produksi
yang ikut berpartisipasi dalam proses produksi di suatu daerah, sehingga statistik pendapatan
regional lazimnya juga dikenal dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). PDRB dapat
dibedakan atas dasar harga berlaku dan atas dasar harga konstan.

Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Di Kabupaten Gunungkidul 2014 1


Selama ini, PDRB sangat bermanfaat untuk menilai keberhasilan pemerintah dengan
melihat struktur ekonomi, pertumbuhan ekonomi dan transformasi perekonomian suatu
wilayah. PDRB dihitung dari lingkup nasional dan regional sampai tingkat kabupaten/kota.
Seiring perjalanan waktu ada tuntutan yang semakin kuat baik dari pemerintah daerah, para
akademisi maupun peneliti terhadap angka PDRB sampai dengan tingkat yang lebih kecil,
yaitu tingkat kecamatan.

Dengan dihitungnya PDRB Kecamatan, akan dapat diketahui struktur perekonomian


masing-masing kecamatan, sebaran nilai tambah sektoral menurut kecamatan dan PDRB per
kapita untuk tingkat kecamatan. Dengan demikian akan dapat diketahui beberapa
permasalahan sebagai berikut :

1. Sektor-sektor potensial untuk masing-masing kecamatan.

/
id
2. Sebaran sektoral nilai tambah PDRB kecamatan.

o.
.g
3. Kecamatan-kecamatan dengan kategori maju, berkembang dan belum maju.

ps
4. Mempertajam program-program pemKonstruksi dalam hal alokasi dana investasi dan
.b
bimbingan teknis.
ab
lk

1.2 PERGESERAN TAHUN DASAR DARI TAHUN 1993 MENJADI 2000


du

Salah satu manfaat dari data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) adalah untuk
ki

mengetahui tingkat produksi netto yang dihasilkan oleh seluruh faktor produksi, besarnya laju
ng

pertumbuhan ekonomi dan pola/struktur perekonomian pada satu tahun atau periode di suatu
nu

daerah tertentu.
gu

Pertumbuhan ekonomi dapat diketahui jika data PDRB dikaji dari sudut perbandingan
://

kedua besaran tersebut atas dasar harga konstan. Struktur ekonomi dapat dilihat dari besarnya
tp

sumbangan masing-masing sektor ekonomi terhadap pembentukan PDRB.


ht

Khusus untuk perkembangan PDRB, baik produksi maupun harga mengalami


perubahan setiap tahun sehingga menyebabkan sumbangan nilai tambah setiap sektor terhadap
PDRB juga akan berubah. Jika perubahan tersebut menunjukkan angka yang proporsional
pada setiap sektor, maka sumbangan terhadap PDRB akan relatif sama. Akan tetapi jika
perkembangan setiap sektor tidak proporsional, misalnya beberapa sektor tertentu melaju
dengan cepat sedang sektor lainnya relatif lambat, maka dalam jangka panjang sumbangan
setiap sektor akan berubah secara nyata (significant).

Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Di Kabupaten Gunungkidul 2014 2


Dalam penghitungan PDRB kali ini mengalami pergeseran tahun dasar dari tahun 1993
menjadi 2000. Secara umum, pergeseran tersebut mempunyai beberapa alasan:
1. Pertumbuhan ekonomi yang dihitung berdasarkan tahun dasar 1993 menjadi makin tidak
realistis, karena perubahan struktur ekonomi yang relatif cepat mengakibatkan
pertumbuhan ekonomi berdasarkan PDRB tahun dasar 1993 menjadi kecil.
2. Perkembangan ekonomi tahun 1993–2000 dipengaruhi oleh adanya krisis ekonomi yang
berdampak kepada perubahan perekonomian di suatu daerah. Atau dengan kata lain
struktur ekonomi tahun 2000 telah berbeda dengan tahun 1993. Untuk itu pemutakhiran
tahun dasar penghitungan PDRB dari tahun 1993 ke tahun 2000 menjadi perlu dilakukan
agar hasil estimasi PDRB sektotral maupun penggunaannya akan menjadi realistik, dalam
pengertian mampu memberikan gambaran yang jelas terhadap gambaran pergeseran

/
id
struktur produksi lintas sektor. Setelah tahun 2015, PDRB akan dihitung berdasarkan

o.
tahun dasar 2010.

.g
3. Telah selesainya penyusunan Tabel Input-Output Indonesia 2000 yang secara baku

ps
dipakai sebagai basis bagi penyusunan series baru penghitungan PDB/PDRB baik
.b
sektoral maupun penggunaan. Besaran PDB yang diturunkan dari Tabel Input-Output
ab

telah mengalami uji konsistensi pada tingkat sektoranya dengan mempertimbangkan


lk

kelayakan struktur permintaan dan penawarannya. Oleh karena itu Tabel I-O dapat
du

dijadikan sebagai basis dasar (bench marking) bagi penyempurnaan estimasi PDB/PDRB.
ki

4. Menurut rekomendasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagimana tertuang dalam


ng

buku panduan yang baru “Sistem Neraca Nasional” dinyatakan bahwa estimasi
nu

PDB/PDRB atas dasar harga konstan sebaiknnya dimutakhirkan secara periodik dengan
gu

menggunakan tahun referensi yang berakhiran 0 dan 5. Hal ini dimaksudkan agar besaran
://

angka–angka PDB/PDRB dapat saling diperbandingkan antar negara dan antar waktu
tp

guna keperluan analisis kinerja perekonomian dunia atau wilayah.


ht

5. Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) maupun Indeks Harga Konsumen (IHK)
menggunakan tahun dasar baru, yaitu tahun 2000 dan 2002. Penyempurnaan metodologi
berikut perluasan cakupan komoditinya akan menghasilkan suatu series IHPB dan IHK
baru yang akan digunakan sebagai deflator dalam penghitungan estimasi PDRB sektoral
maupun penggunaan.
6. Ketersediaan data dasar (raw data) baik harga maupun volume (quantum) tahun 2000
secara rinci pada masing-masing sektor ekonomi relatif lebih lengkap dan berkelanjutan.
Dengan dukungan data-data yang lebih lengkap dan terinci serta berkesinambungan,
diharapkan estimasi PDRB dengan tahun dasar 2000 dapat disusun lebih akurat dan
konsisten.

Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Di Kabupaten Gunungkidul 2014 3


1.3 KONSEP DAN DEFINISI

1.3.1 Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)

PDRB didefinisikan sebagai jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit
usaha dalam suatu wilayah tertentu, atau merupakan jumlah nilai barang dan jasa akhir yang
dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi.

Data PDRB merupakan salah satu indikator penting untuk mengetahui kondisi ekonomi
di suatu wilayah dalam suatu periode tertentu. Data PDRB disajikan baik atas dasar harga
berlaku maupun atas dasar harga konstan.

PDRB atas dasar harga berlaku menggambarkan nilai tambah barang dan jasa yang
dihitung menggunakan harga pada setiap tahun, sedangkan PDRB atas dasar harga konstan

/
id
menunjukkan nilai tambah barang dan jasa tersebut yang dihitung menggunakan harga pada

o.
satu tahun tertentu sebagai dasar, di mana dalam penghitungan ini digunakan tahun 2000. Data

.g
PDRB dapat diestimasi dengan dua pendekatan, yaitu :
ps
.b
a. Menurut Pendekatan Produksi, PDRB adalah jumlah nilai barang dan jasa akhir yang
ab

dihasilkan oleh seluruh unit produksi dalam suatu wilayah, pada suatu periode tertentu
lk

(biasanya satu tahun). Unit-unit produksi tersebut dalam penyajian ini dikelompokkan
du

menjadi 9 lapangan usaha yaitu : 1. Pertanian; 2. Pertambangan dan Penggalian; 3.


ki

Industri Pengolahan; 4. Listrik, Gas, dan Air Bersih; 5. Konstruksi; 6. Perdagangan,


ng

Hotel, dan Restoran; 7. Pengangkutan dan Komunikasi; 8. Keuangan, Persewaan, dan


nu

Jasa Perusahaan; 9. Jasa-jasa.


gu

b. Menurut Pendekatan Pendapatan, PDRB merupakan jumlah semua balas jasa yang
diterima oleh faktor-faktor produksi yang ikut serta dalam proses produksi di suatu
://
tp

wilayah, pada jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun). Komponen balas jasa faktor
ht

produksi yang dimaksud adalah : upah dan gaji, sewa tanah, bunga modal, dan
keuntungan; semuanya sebelum dipotong pajak penghasilan dan pajak langsung lainnya.
Dalam definisi ini, PDRB mencakup juga penyusutan dan pajak tak langsung neto.
Jumlah semua komponen pendapatan ini per sektor disebut sebagai nilai tambah bruto
sektoral. Oleh karena itu PDRB merupakan jumlah dari nilai tambah bruto seluruh sektor
(lapangan usaha).
Secara konsep, kedua pendekatan tersebut menghasilkan angka yang sama antara
jumlah pengeluaran dengan jumlah barang dan jasa akhir yang dihasilkan dan harus sama pula
dengan jumlah pendapatan (balas jasa) untuk faktor-faktor produksinya. Selanjutnya, PDRB
seperti yang diuraikan di atas disebut sebagai PDRB atas dasar harga pasar, karena
mencakup pajak tak langsung neto.

Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Di Kabupaten Gunungkidul 2014 4


Apabila nilai PDRB kecamatan dikelompokkan berdasarkan besarnya nilai PDRB dan
nilai PDRB per kapitanya, maka akan didapat tiga kelompok kecamatan, yaitu kelompok
kecamatan yang sudah maju, kelompok berkembang, dan kelompok kecamatan belum maju.
Kelompok Maju dengan ciri-ciri nilai PDRB dan PDRB per kapita kecamatannya lebih tinggi
dari rata-rata PDRB kecamatan dan PDRB perkapita kabupaten. Kelompok Berkembang
dengan ciri-ciri PDRB dan PDRB kecamatannya salah satunya lebih kecil dibandingkan
dengan rata-rata PDRB kecamatan dan PDRB per kapita kabupaten. Kelompok sedang ini
dapat dibagi menjadi dua kelompok lagi, yaitu Kelompok Berkembang I dengan ciri PDRB
kecamatannya lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata PDRB kecamatan, tetapi PDRB
perkapitanya lebih rendah dari pada PDRB perkapita kabupaten. Kemudian Kelompok
Berkembang II yang mempunyai ciri PDRB kecamatannya lebih kecil dibandingkan dengan

/
id
rata-rata PDRB kecamatan, tetapi PDRB perkapitanya lebih tinggi dari pada PDRB perkapita

o.
kabupaten tersebut. Sedangkan kelompok ketiga adalah Kelompok belum maju yang

.g
mempunyai ciri PDRB kecamatan dan PDRB perkapita kecamatannya lebih kecil

ps
dibandingkan dengan rata-rata PDRB kecamatan dan PDRB per kapita kabupaten.
.b
ab

1.3.2 PDRB per Kapita


lk

PDRB per kapita adalah PDRB dibagi dengan jumlah penduduk pertengahan tahun.
du

Angka ini secara kasar dapat menggambarkan tingkat kesejahteraan suatu wilayah.
ki
ng

1.4 CARA PENYAJIAN


nu

Hasil penghitungan PDRB disajikan dalam bentuk tabel, grafik dan ulasan singkat.
gu

Tabel-tabel yang disajikan meliputi: PDRB baik atas dasar harga berlaku maupun harga
://

konstan menurut kecamatan, sebaran nilai tambah sektoral PDRB menurut kecamatan, dan
tp

struktur perekonomian tiap-tiap kecamatan. Disamping itu disajikan pula tabel-tabel turunan
ht

seperti: PDRB perkapita dan PDRB menurut kelompok sektor untuk masing-masing
kecamatan. Gambar atau grafik disajikan dengan tujuan untuk mendukung dan mempertajam
ulasan mengenai keadaan perekonomian tingkat kecamatan di Kabupaten Gunungkidul.

1.5 METODOLOGI
1.5.1 Penghitungan PDRB atas dasar Harga Berlaku
Penghitungan PDRB atas dasar harga berlaku dapat dilakukan dengan dua metode yaitu
metode langsung dan metode tidak langsung. Pada metode langsung dikenal ada tiga macam
pendekatan penghitungan yaitu pendekatan produksi, pendekatan pengeluaran dan pendekatan
pendapatan.

Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Di Kabupaten Gunungkidul 2014 5


Metode tak langsung biasa digunakan apabila data yang diperlukan untuk menghitung
PDRB tidak tersedia.

1.5.2 Penghitungan PDRB atas dasar Harga Konstan

Penghitungan PDRB atas dasar harga konstan bertujuan untuk melihat perkembangan
PDRB secara nyata, bukan karena adanya pengaruh harga. Ada empat cara yang dikenal untuk
menghitung nilai tambah atas dasar harga konstan, yaitu revaluasi, ekstrapolasi, deflasi, dan
deflasi berganda.

1.5.2.1 Revaluasi

Dalam metode revaluasi, barang dan jasa pada tahun berjalan dinilai dengan
menggunakan harga pada tahun dasar. Termasuk pada penghitungan tahun 2014 menggunakan

/
id
tahun dasar tahun 2000. Nilai tambah bruto atas dasar harga konstan diperoleh dari selisih

o.
antara output dan biaya antara atas dasar harga konstan.

.g
ps
Dalam praktek, metode revaluasi terhadap biaya antara yang digunakan sulit dilakukan
.b
karena mencakup komponen input yang sangat banyak, selain itu data harga yang tersedia
ab

tidak memenuhi semua keperluan tersebut. Biaya antara atas dasar harga konstan biasanya
lk

diperoleh dari perkalian antara output atas dasar harga konstan dengan rasio tertentu. Rasio ini
du

diperoleh dari pembagian biaya antara terhadap output pada tahun dasar.
ki

1.5.2.2 Ekstrapolasi
ng

Menurut metode ekstrapolasi, nilai tambah atas dasar harga konstan 2000 diperoleh
nu

dengan cara mengalikan nilai tambah pada tahun dasar 2000 dengan indeks produksi. Indeks
gu

produksi sebagai ekstrapolator dapat merupakan indeks dari masing-masng produksi yang
://

dihasilkan ataupun indeks dari berbagai indikator produksi seperti tenaga kerja, jumlah
tp

perusahaan dan lainnya, yang dianggap cocok dengan jenis kegiatannya.


ht

Ekstrapolasi dapat juga dilakukan terhadap output pada tahun dasar 2000. Dengan
mengalikan output atas dasar harga konstan dan rasio tetap nilai tambah terhadap output
terhadap output pada tahun dasar 2000, diperoleh perkiraan nilai tambah atas dasar harga
konstan.

1.5.2.3 Deflasi

Menurut metode deflasi nilai tambah atas dasar harga konstan 2000, diperoleh dengan
cara membagi nilai tambah atas dasar harga berlaku pada tahun berjalan dengan indeks harga
yang sesuai.

Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Di Kabupaten Gunungkidul 2014 6


Indeks harga di atas dapat pula dipakai sebagai inflator dalam keadaan di mana nilai
tambah atas dasar harga berlaku justru diperoleh dengan mengalikan nilai tambah atas dasar
harga konstan dengan indeks harga tersebut.

1.5.2.4 Deflasi Berganda

Pada metode deflasi berganda, yang dideflasi adalah output dan biaya antaranya,
sedangkan nilai tambah atas dasar harga konstan diperoleh dari selisih antara output dan biaya
antara hasil deflasi tersebut. Indeks harga yang digunakan sebagai deflator untuk penghitungan
output atas dasar harga konstan biasanya merupakan indeks harga produsen atau indeks harga
perdagangan besar sesuai dengan cakupan komoditinya. Sedang deflator untuk biaya antara
adalah indeks dari komponen input terbesar. Namun metode ini sulit dilakukan, sehingga
jarang digunakan.

/
id
o.
1.5.3 Metode Location Quotient

.g
Kajian location quotient memfokuskan pada masalah peranan (share) suatu sektor
terhadap keseluruhan. Dirumuskan sebagai berikut: ps
.b
qi
ab

qr
LQ 
lk

Qi
du

Qn
ki

Dimana:
ng

LQ = koefisien Location Quotient


nu

Qi = output sektor i regional


gu

qi = output sektor i regional


://

Qn = output total regional


tp

qr = output total regional


ht

Menurut metode ini, bila koefisien LQ nilainya >1, maka sektor tersebut mempunyai
share yang relatif kuat, sehingga outputnya mampu diekspor ke luar wilayah. Sedangkan jika
nilai koefisien LQ <1, ini berarti sektor tersebut cenderung mengimpor dari wilayah lain atau
dari luar negri. Dasar pemikiran dari penggunaan teknik LQ yang dilandasi teori ekonomi
basis mempunyai makna sebagai berikut; karena industri basis itu menghasilkan barang dan
jasa baik untuk pasar baik untuk di daerah ataui untuk pasar luar daerah akan mendatangkan
pendapatan ke daerah itu. Arus pendapatan itu menyebabkan kenaikan konsumsi maupun
investasi, yang pada akhirnya menaikkan pendapatan daerah dan kesempatan kerja.

Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Di Kabupaten Gunungkidul 2014 7


1.5.4. Metode Confidence Interval
Dalam metode ini nilai PDRB dikelompokkan dalam kategori tinggi, sedang atau
rendah. Dirumuskan sebagai berikut :
 
x  z    x  z
2 n 2 n
Dimana:

x  z = batas bawah
2 n

x  z = batas atas
2 n
n

x

/
id
i
x i 1
= rata-rata PDRB Kecamatan

o.
n

.g
n = banyaknya kecamatan
 = Mean Populasi
ps
.b
 = tingkat signifikasi ( significant level )
ab

z = nilai tabel dalam distribusi normal (Z) dengan tingkat signifikasi 


lk

2
du

 = simpangan baku PDRB Kecamatan


ki
ng

Menurut metode ini, nilai PDRB akan dikelompokkan dalam tiga kategori, yaitu PDRB
nu

tinggi, PRDB sedang dan PDRB rendah. Jika nilai PDRB kecamatan > batas atas maka
gu

kecamatan tersebut termasuk pada kelompok kecamatan dengan PDRB tinggi, sebaliknya jika
://

nilai PDRB kecamatan < batas bawah maka kecamatan tersebut termasuk pada kelompok
tp

kecamatan dengan PDRB rendah. Sedangkan jika PDRB kecamatan terletak diantara batas
ht

bawah dan batas atas, maka kecamatan tersebut termasuk pada kelompok kecamatan dengan
nilai PDRB sedang.

Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Di Kabupaten Gunungkidul 2014 8


II URAIAN SEKTORAL

2.1 SEKTOR PERTANIAN

2.1.1 Ruang Lingkup

Sektor pertanian mencakup segala pengusahaan dan pemanfaatan benda-benda biologis


(hidup) yang diperoleh dari alam dengan tujuan untuk konsumsi sendiri atau dijual. Sektor
pertanian mencakup subsektor tanaman bahan makanan, tanaman perkebunan, peternakan dan
hasil-hasilnya, kehutanan, dan perikanan. Subsektor tanaman bahan makanan meliputi segala
kegiatan yang menghasilkan komoditi bahan makanan. Subsektor tanaman perkebunan
meliputi segala kegiatan yang menghasilkan komoditi tanaman perkebunan baik yang

/
diusahakan oleh rakyat maupun oleh perusahaan perkebunan. Subsektor peternakan dan hasil-

id
o.
hasilnya meliputi segala kegiatan pembibitan dan budidaya segala jenis ternak dan unggas

.g
dengan tujuan untuk dikembangbiakkan, dibesarkan, dipotong, dan diambil hasil-hasilnya, baik

ps
yang dilakukan oleh rakyat maupun oleh perusahaan peternakan. Subsektor kehutanan
.b
mencakup kegiatan penebangan segala jenis kayu serta pengambilan daun-daunan, getah-
ab

getahan dan akar-akaran, termasuk di sini kegiatan perburuan. Subsektor perikanan mencakup
lk

kegiatan penangkapan, pembenihan, budidaya segala jenis ikan dan biota ikan lainnya, baik
du

yang berada di air tawar maupun air asin.


ki

2.1.2 Metode Penghitungan


ng

Nilai tambah sektor pertanian untuk tiap-tiap kecamatan dihitung dengan metode alokasi.
nu

Alokator yang dipergunakan adalah total nilai produksi dari semua komoditas yang tercakup
gu

dalam kelompok subsektor untuk masing-masing kecamatan. Dipilihnya total nilai produksi
://

sebagai alokator dengan pertimbangan bahwa dengan memasukkan variabel harga berarti kita
tp

sudah memperhitungkan bobot untuk tiap jenis komoditas yang berbeda. Dengan demikian
ht

diharapkan angka nilai tambah tiap kecamatan hampir mendekati dengan hasil penghitungan
langsung.

2.1.3 Sumber Data

Sumber data produksi pertanian diperoleh dari Seksi Statistik Produksi BPS Kabupaten
Gunungkidul serta dari Dinas Pertanian. Data harga diperoleh dari hasil survei harga produsen
yang tersedia di Seksi Distribusi BPS Kabupaten Gunungkidul.

Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Di Kabupaten Gunungkidul 2014 9


2.2 SEKTOR PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN

2.2.1 Ruang Lingkup

Kegiatan pertambangan dan penggalian adalah kegiatan yang mencakup penggalian,


pemboran, penyaringan, pencucian, pemilihan dan pengambilan segala macam barang
tambang, mineral dan barang galian yang tersedia di alam, baik berupa benda padat, cair
maupun gas. Penambangan dan penggalian ini dapat dilakukan di bawah tanah maupun di atas
permukaan bumi. Sifat dan tujuan kegiatan tersebut yaitu untuk menciptakan nilai guna dari
barang tambang dan galian sehingga memungkinkan untuk dimanfaatkan, dijual, atau diproses
lebih lanjut.

Seluruh jenis komoditi yang dicakup dalam sektor pertambangan dan penggalian dapat

/
id
dikelompokkan ke dalam tiga subsektor, yaitu pertambangan migas, pertambangan non migas

o.
dan penggalian. Dari ketiga jenis tersebut, hanya subsektor penggalian yang terdapat di

.g
Kabupaten Gunungkidul.

ps
Subsektor penggalian mencakup penggalian dan pengambilan segala jenis barang galian
.b
seperti batu-batuan, pasir, dan tanah yang pada umumnya berada di atas permukaan bumi.
ab
lk
du

2.2.2 Metode Penghitungan


ki

Nilai tambah bruto untuk tiap-tiap kecamatan diperoleh melalui metode alokasi. Alokator
ng

yang dipergunakan adalah nilai produksi total sektor penggalian tiap-tiap kecamatan.
nu

Sedangkan untuk memperoleh nilai tambah bruto atas dasar harga konstan, alokator yang
gu

dipergunakan adalah nilai total produksi (output) atas dasar harga konstan untuk masing-
://

masing kecamatan.
tp
ht

2.2.3 Sumber Data


Data produksi dan harga masing-masing diperoleh dari Seksi Statistik Produksi dan Seksi
Statistik Distribusi BPS Kabupaten Gunungkidul.

Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Di Kabupaten Gunungkidul 2014 10


2.3 SEKTOR INDUSTRI PENGOLAHAN

2.3.1 Ruang Lingkup

Sektor industri pengolahan dibedakan menjadi dua subsektor yaitu subsektor industri
migas dan non migas. Untuk subsektor industri migas terdiri dari pengilangan minyak bumi dan
gas alam cair. Untuk Kabupaten Gunungkidul hanya terdapat industri non migas yang dalam
pengelolaannya dikelompokkan menjadi industri besar, sedang, industri kecil dan rumahtangga.

Acuan jenis kegiatan industri adalah Tabel Input Output tahun 2000 sehingga kode KLUI
yang dimulai dengan angka tiga termasuk dalam sektor industri. Jenis kegiatan utama
dikelompokkan dalam 9 klasifikasi, yaitu :

3.1. Industri Makanan, Minuman, dan Tembakau

/
id
3.2. Industri Tekstil, Pakaian Jadi, dan Kulit

o.
3.3. Industri Kayu, Rotan, dan Perabot Rumahtangga

.g
3.4. Industri Kertas dan Barang-barang dari Kertas, Percetakan dan Penerbitan
ps
3.5. Industri Kimia dan Barang-barang dari Bahan Kimia, Minyak Bumi, Batubara, Karet, dan
.b
Plastik
ab

3.6. Industri Barang-barang Galian Bukan Logam, kecuali Minyak Bumi, Batubara
lk
du

3.7. Industri Logam Dasar


3.8. Industri Barang Dari Logam, Mesin dan Peralatannya
ki
ng

3.9. Industri Pengolahan Lainnya


Untuk jenis klasifikasi industri logam dasar (kode 3.7) tidak terdapat di Kabupaten
nu

Gunungkidul.
gu
://

2.3.2 Metode Penghitungan


tp

Metode penghitungan nilai tambah atas dasar harga berlaku menggunakan metode alokasi.
ht

Alokator yang dipergunakan adalah total nilai produksi masing-masing kecamatan. Nilai
produksi diperoleh melalui perkalian jumlah tenaga kerja dengan rata-rata output per tenaga
kerja untuk tiap-tiap jenis kelompok industri.

2.3.3 Sumber Data


Data jumlah tenaga kerja diperoleh melalui pengumpulan data pokok sedangkan rata-rata
output per tenaga kerja diperoleh dari hasil survei khusus pendapatan regional.

Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Di Kabupaten Gunungkidul 2014 11


2.4 SEKTOR LISTRIK, GAS, DAN AIR BERSIH

2.4.1 Ruang Lingkup

Sektor ini terdiri dari 3 subsektor, yaitu subsektor listrik, gas kota, dan air bersih. Untuk
subsektor gas kota tidak terdapat di Kabupaten Gunungkidul.

Subsektor listrik mencakup pembangkitan dan penyaluran tenaga listrik, baik yang
diselenggarakan oleh Perusahaan Umum Listrik Negara (PLN) maupun perusahaan Non-PLN
seperti pembangkitan listrik oleh Perusahaan Pemerintah Daerah, dan listrik yang diusahakan
oleh swasta (perorangan maupun perusahaan), dengan tujuan untuk dijual. Listrik yang
dibangkitkan atau yang diproduksi meliputi listrik yang dijual, dipakai sendiri, hilang dari
transmisi dan listrik yang dicuri.

/
id
Untuk subsektor air bersih mencakup proses pembersihan, pemurnian dan proses kimiawi

o.
lainnya untuk menghasilkan air minum, serta pendistribusian dan penyalurannya secara langsung

.g
melalui pipa dan alat lain ke rumahtangga, instansi pemerintah maupun swasta.
ps
.b
2.4.2 Metode Penghitungan
ab

Metode penghitungan nilai tambah atas dasar harga berlaku menggunakan pendekatan
lk

alokasi dengan jumlah penerimaan pembayaran listrik per kecamatan sebagai alokatornya.
du

Sedangkan untuk memperoleh nilai tambah per kecamatan atas dasar harga konstan
ki

dipergunakan output atas dasar harga konstan sebagai alokatornya.


ng
nu

2.4.3 Sumber Data


gu

Data produksi dan harga didapat dari PLN Unit Pelayanan Wonosari untuk subsektor
://
tp

listrik dan dari PDAM Kabupaten Gunungkidul untuk subsektor air bersih. Data tersebut didapat
ht

dari hasil data sekunder.

Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Di Kabupaten Gunungkidul 2014 12


2.5 SEKTOR KONSTRUKSI

2.5.1 Ruang Lingkup

Sektor konstruksi mencakup kegiatan yang hasil akhirnya berupa bangunan/konstruksi


yang menyatu dengan lahan tempat kedudukannya, baik digunakan sebagai tempat tinggal atau
sarana lainnya. Pada umumnya kegiatan sektor konstruksi terdiri dari berbagai kegiatan meliputi:
pembuatan, pembangunan, pemasangan dan perbaikan semua jenis konstruksi.

2.5.2 Metode Penghitungan

Untuk mendapatkan nilai tambah bruto tiap kecamatan digunakan metode alokasi.
Alokator yang dipergunakan untuk mengalokasikan nilai tambah bruto kecamatan dipergunakan
beberapa indikator seperti banyaknya pembangunan rumah baru, jumlah rumah permanen,

/
id
jumlah rumah tidak permanen, dan jumlah tempat ibadah. Dari beberapa indikator tersebut

o.
masing-masing diberi bobot/skor untuk menentukan besarnya indeks alokator. Untuk

.g
memperoleh output atas dasar harga konstan digunakan metode deflasi, dengan Indeks Harga
Perdagangan Besar (IHPB) bangunan sebagai deflatornya.ps
.b
ab

2.5.3 Sumber Data


lk

Data jumlah rumah/bangunan baru, jumlah rumah permanen, rumah tidak permanen dan
du

jumlah tempat ibadah diperoleh melalui pengumpulan data pokok yang dikumpulkan untuk tiap-
ki

tiap desa untuk selanjutnya diolah sehingga diperoleh data untuk tingkat kecamatan.
ng
nu

2.6 SEKTOR PERDAGANGAN, HOTEL DAN RESTORAN


gu

2.6.1 Ruang Lingkup


://

Sektor perdagangan terdiri dari tiga subsektor, yaitu perdagangan, hotel dan restoran.
tp

Subsektor perdagangan meliputi kegiatan membeli dan menjual barang untuk tujuan
ht

penyaluran/pendistribusian tanpa merubah sifat barang.

Dalam penghitungannya, subsektor perdagangan dikelompokkan dalam dua jenis kegiatan


yaitu perdagangan besar dan eceran. Perdagangan besar mencakup kegiatan pengumpulan dan
penjualan kembali oleh pedagang dari produser atau importir ke pedagang besar lainnya,
pedagang eceran, perusahaan, dan lembaga yang tidak mencari untung. Sedangkan pedagang
eceran mencakup kegiatan pedagang yang pada umumnya melayani konsumen perorangan atau
rumahtangga.

Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Di Kabupaten Gunungkidul 2014 13


Subsektor hotel, mencakup kegiatan penyediaan akomodasi yang menggunakan sebagian
atau seluruh bangunan sebagai tempat penginapan. Yang dimaksud akomodasi di sini adalah
hotel berbintang maupun tidak berbintang, serta tempat lainnya yang digunakan untuk menginap
seperti losmen, motel dan sebagainya.
Subsektor restoran mencakup usaha penyediaan makanan dan minuman jadi yang pada
umumnya dikonsumsi di tempat penjualan.

2.6.2 Metode Penghitungan

Metode yang digunakan untuk menghitung nilai tambah pada subsektor perdagangan
adalah metode alokasi. Beberapa indikator yang dikumpulkan untuk menentukan besarnya
alokator, adalah: banyaknya supermarket, toko, kios dan pedagang untuk tiap-tiap kecamatan.

/
id
Nilai tambah atas dasar harga berlaku dari subsektor hotel diperoleh dengan pendekatan

o.
.g
alokasi. Alokator yang dipergunakan adalah output yang didekati dengan perkalian jumlah

ps
tenaga kerja untuk masing-masing klasifikasi hotel dikalikan dengan besarnya output per tenaga
.b
kerja. Sedangkan nilai tambah atas dasar harga konstan alokator yang dipakai adalah perkiraan
ab

nilai output atas dasar harga konstan.


lk

Nilai tambah atas dasar harga berlaku pada subsektor restoran diperoleh dengan
du

mengalikasikan nilai tambah kabupaten ke masing-masing kecamatan. Alokator yang dipakai


ki

adalah total nilai produksi yang diperoleh dari perkalian antara jumlah tenaga kerja untuk usaha
ng

restoran, rumah makan, kedai/warung makan, usaha keliling dengan masing-masing output per
nu

tenaga kerjanya. Output dan nilai tambah bruto atas dasar harga konstan diperoleh dengan
gu

metode deflasi dengan IHK konsumen kelompok makanan sebagai deflatornya.


://
tp

2.6.3 Sumber Data


ht

Jumlah usaha dan tenaga kerja untuk usaha restoran, rumah makan, kedai/warung makan
dan usaha makanan keliling diperoleh melaui pengumpulan data primer (data pokok). Sedangkan
besarnya output per tenaga kerja diperoleh melaui survei khusus pendapatan regional. Untuk
indikator produksi dan Indeks Harga Konsumen kelompok makanan diperoleh dari Seksi
Distribusi BPS Kabupaten Gunungkidul.

Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Di Kabupaten Gunungkidul 2014 14


2.7 SEKTOR PENGANGKUTAN DAN KOMUNIKASI

2.7.1 Ruang Lingkup

Sektor ini mencakup dua subsektor, yaitu subsektor pengangkutan dan komunikasi. Untuk
subsektor pengangkutan terdiri dari jasa angkutan rel, angkutan jalan raya, angkutan laut,
angkutan sungai, danau dan penyeberangan, angkutan udara, serta jasa penunjang angkutan. Di
Kabupaten Gunungkidul tidak terdapat angkutan udara, angkutan rel, angkutan laut, angkutan
sungai, danau dan penyeberangan. Kegiatan pengangkutan meliputi pemindahan penumpang dan
barang dari suatu tempat ke tempat lain dengan menggunakan alat angkut atau kendaraan, baik
bermotor maupun tidak bermotor. Sedangkan jasa penunjang angkutan mencakup kegiatan yang
sifatnya menunjang kegiatan pengangkutan seperti terminal, parkir dan pergudangan.

/
Subsektor komunikasi terdiri dari kegiatan pos/giro dan telekomunikasi, dan jasa

id
penunjang komunikasi. Pos/giro mencakup kegiatan pemberian jasa kepada pihak lain dalam hal

o.
.g
pengiriman surat, wesel, dan paket pos yang diusahakan oleh Perum Pos dan Giro.

ps
Telekomunikasi meliputi kegiatan pemberian jasa kepada pihak lain dalam hal pengiriman berita
.b
melalui telegram, telepon, dan telex yang diusahakan oleh PT Telkom dan PT Indosat. Jasa
ab

penunjang komunikasi meliputi kegiatan seperti wartel (warung telekomunikasi), radio panggil
lk

(pager), dan telepon seluler (ponsel).


du

2.7.2 Metode Penghitungan


ki

Nilai tambah bruto subsektor angkutan jalan raya untuk tiap-tiap kecamatan dihitung
ng

dengan metode alokasi. Alokator yang dipergunakan adalah nilai produksi yang didekati dengan
nu

perkalian antara jumlah kendaraan sepert: bus, truk, minibus, sepedamotor (ojek) dengan output
gu

per jenis kendaraan.


://

Alokator yang dipergunakan untuk menghitung nilai tambah untuk subsektor jasa
tp

penunjang angkutan adalah nilai produksi, dengan mempertimbangkan beberapa indikator antara
ht

lain: jumlah agen pengiriman barang, penumpang, perjalanan wisata, luas tempat parkir, luas
terminal dan lain lain beserta masing-masing output per indikatornya.
Untuk subsektor komunikasi, indikator yang digunakan untuk menentukan besarnya
alokator adalah: Jumlah pelanggan telepon, jumlah dan tenaga kerja kantor pos, jumlah dan
tenaga kerja usaha wartel dan lain-lain.
2.7.3 Sumber Data
Indikator produksi seperti jumlah bus, truk, minibus, sepeda motor ojek, jumlah usaha dan
tenaga kerja usaha wartel, kantor pos, luas parkir dan terminal, agen penumpang dan pengiriman
barang diperoleh melalui pengumpulan data pokok. Data dikumpulkan sampai ke tingkat desa,
untuk selanjutnya diolah sehingga diperoleh data untuk tingkat kecamatan.

Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Di Kabupaten Gunungkidul 2014 15


2.8 SEKTOR KEUANGAN, PERSEWAAN DAN JASA PERUSAHAAN

2.8.1 Ruang Lingkup

Sektor ini dikelompokkan dalam 5 subsektor, yaitu bank, lembaga keuangan bukan bank,
jasa penunjang keuangan, sewa bangunan, dan jasa perusahaan.

2.8.1.1 Subsektor Bank

Kegiatan yang dicakup dalam subsektor bank adalah kegiatan yang memberikan jasa
keuangan pada pihak lain seperti: menerima simpanan terutama dalam bentuk giro dan deposito,
memberikan kredit/simpanan, baik kredit jangka pendek/menengah dan panjang, mengirim uang,
membeli dan menjual surat-surat berharga, mendiskonto surat wesel, kertas dagang, surat hutang
dan sejenisnya, menyewakan tempat menyimpan barang berharga dan sebagainya.

/
id
Dilihat dari segi fungsinya, perusahaan bank dapat merupakan Bank Sentral, Bank Umum,

o.
.g
Bank Devisa, Bank Pembangunan, Bank Tabungan, dan Bank Desa. Sedangkan jika ditinjau dari

ps
segi kepemilikannya, dapat dikelompokkan dalam Bank Pemerintah, Bank Swasta Nasional dan
.b
Bank Asing. Jika ditinjau dari segi penciptaan uang giral dan uang kartal dikenal dua jenis bank
ab

yaitu Bank Primer dan Bank Sekunder.


lk

2.8.1.2 Subsektor Lembaga Keuangan Tanpa Bank


du

a. Usaha Jasa Asuransi


ki

Asuransi adalah salah satu jenis lembaga keuangan bukan bank yang usaha pokoknya
ng

menanggung resiko atas terjadinya kerugian finansial sesuatu barang atau jiwa manusia
nu

yang disebabkan oleh terjadinya musibah atau kecelakaan atas barang atau orang tersebut,
gu

sehingga mengakibatkan hancur/rusaknya barang atau mengakibatkan terjadinya kematian.


://

Jasa Asuransi ini dapat dibedakan menjadi asuransi jiwa, asuransi sosial, serta asuransi
tp

kerugian (termasuk di sini jasa perasuransian/broker, jasa pelayanan penanggung


ht

perasuransian, unit pengatur dana pensiun yang berdiri sendiri, adjuster, dan sejenisnya).
Asuransi jiwa adalah usaha perasuransian yang khusus menanggung resiko kematian,
kecelakaan atau sakit, termasuk juga jaminan hari tua/masa depan pihak tertanggung dengan
suatu nilai pertanggungan yang besarnya sudah ditentukan dan disetujui oleh kedua belah
pihak yang dicantumkan dalam surat perjanjian.

Asuransi kerugian adalah usaha perasuransian yang khusus menangani resiko atas
kerugian, kehilangan atau kerusakan harta milik/benda termasuk juga tanggungjawab
hukum pada pihak ketiga yang mungkin terjadi terhadap benda/harta milik tertanggung
karena sebab-sebab tertentu dengan suatu nilai pertanggungan yang besarnya telah
ditentukan dan disetujui oleh kedua belah pihak yang dicantumkan dalam suatu perjanjian.

Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Di Kabupaten Gunungkidul 2014 16


Asuransi sosial adalah usaha perasuransian yang mencakup usaha asuransi jiwa dan
bukan jiwa (kerugian) yang dibentuk pemerintah berdasarkan peraturan-peraturan yang
mengatur hubungan antara pihak asuransi dengan seluruh/segolongan masyarakat untuk
tujuan sosial. Pihak asuransi akan menerima/menampung sejumlah iuran/sumbangan wajib
dari masyarakat yang menggunakan jasa pelayanan umum seperti: jasa angkutan, jasa
kesehatan, jasa/ pelayanan terhadap pemilik kendaraan bermotor dan pelayanan hari tua.

b. Dana Pensiun

Dana pensiun adalah badan hukum yang mengelola dan menjalankan program yang
menjanjikan manfaat pensiun, yang dikelompokkan ke dalam dua bentuk program
pensiun yaitu:

/
b.1 Program pensiun manfaat pasti, yaitu program pensiun yang manfaatnya ditetapkan

id
dalam peraturan dana pensiun atau program pensiun lainnya yang bukan merupakan

o.
.g
program pensiun iuran pasti.

ps
b.2 Program pensiun iuran pasti, yaitu program pensiun yang iurannya ditetapkan dalam
.b
peraturan dana pensiun, dan seluruh iuran serta hasil pengembangannya dibukukan
ab

pada rekening masing-masing peserta sebagai manfaat pensiun.


lk
du

Manfaat pensiun adalah pembayaran berkala yang dibayarkan kepada peserta pensiun
ki

dan dengan cara yang ditetapkan dalam peraturan dana pensiun. Manfaat pensiun terdiri dari
ng

manfaat pensiun normal, manfaat pensiun dipercepat, manfaat pensiun cacat dan manfaat
nu

pensiun ditunda. Jenis dana pensiun dibedakan menjadi dua yaitu dana pensiun pemberi
gu

kerja dan dana pensiun lembaga keuangan.


://

c. Pegadaian
tp

Pegadaian mencakup usaha lembaga perkreditan pemerintah yang bersifat monopoli


ht

dan dibentuk berdasarkan ketentuan undang-undang, yang tugasnya antara lain membina
perekonomian rakyat kecil dengan menyalurkan kredit atas dasar hukum gadai dengan cara
yang mudah, cepat, aman, dan hemat kepada para petani, nelayan, pedagang kecil, industri
kecil yang bersifat produktif, kaum buruh/pegawai negeri ekonomi lemah. Tujuannya tidak
lain untuk mencegah praktek ijon, pegadaian gelap, riba dan pinjaman tidak wajar lainnya.

Kegiatan utama pegadaian memberikan pinjaman uang kepada segolongan masyarakat


dengan menerima jaminan barang bergerak. Besarnya pinjaman sesuai dengan nilai barang
jaminan yang diserahkan pihak peminjam tanpa syarat apapun mengenai penggunaan
dananya.

Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Di Kabupaten Gunungkidul 2014 17


d. Lembaga Pembiayaan

Lembaga pembiayaan adalah badan usaha yang bergerak di sektor keuangan dengan
melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan dana atau barang modal dengan
tidak menarik dana secara langsung dari masyarakat. Pengelolaan sumber pembiayaan
pembangunan diarahkan untuk dapat lebih menunjang pertumbuhan dan stabilitas ekonomi.
Lembaga pembiayaan ini mencakup kegiatan sewa usaha (leasing), modal ventura, anjak
piutang, kartu kredit dan pembiayaan konsumen.

2.8.1.3 Subsektor Jasa Penunjang Keuangan

Subsektor ini mencakup kegiatan pedagang valuta asing, pasar modal dan jasa penunjang
lainnya.

/
id
2.8.1.4 Subsektor Sewa Bangunan

o.
Subsektor ini mencakup usaha persewaan bangunan dan tanah, baik bangunan tempat

.g
tinggal maupun bukan tempat tinggal seperti perkantoran, pertokoan, serta usaha persewaan
tanah persil. ps
.b
2.8.1.5 Subsektor Jasa Perusahaan
ab

Subsektor ini mencakup kegiatan pemberian jasa hukum (advokad dan notaris), jasa
lk
du

akuntansi dan pembukuan, jasa pengolahan dan penyajian data, jasa bangunan/arsitek dan teknik,
jasa periklanan dan riset pemasaran, jasa persewaan mesin dan peralatan. Semua jasa ini
ki
ng

biasanya diberikan berdasarkan sejumlah bayaran atau kontrak.


a. Jasa hukum (advokad/pengacara, notaris). Advokad/pengacara adalah ahli hukum yang
nu

berwenang bertindak sebagai penasehat atau pembela perkara dalam pengadilan, baik
gu

perkara pidana maupun perdata. Sedangkan notaris adalah orang yang ditunjuk dan diberi
://

kuasa (oleh Departemen Kehakiman) untuk mensahkan dan menyaksikan pembuatan surat
tp

perjanjian, akte, dan sebagainya.


ht

b. Jasa akuntansi dan pembukuan adalah usaha jasa pengurusan tata buku dan pemeriksaan
pembukuan termasuk juga jasa pengolahan data dan tabulasi yang merupakan bagian dari
jasa akuntansi dan pembukuan.
c. Jasa pengolahan dan penyajian data adalah usaha jasa pengolahan dan penyajian data yang
sifatnya umum, baik secara elektronik maupun manual atas dasar balas jasa atau kontrak,
termasuk di dalamnya adalah jasa komputer programming dan sebagainya yang ada
hubungannya dengan kegiatan komputer.
d. Jasa bangunan, arsitek dan teknik adalah usaha jasa konsultasi bangunan arsitek/perancang
bangunan, jasa survei geologi, penyelidikan tambang /pencarian bijih logam untuk
pertambangan dan jasa penyelidikan sejenisnya.

Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Di Kabupaten Gunungkidul 2014 18


e. Jasa periklanan dan riset pemasaran adalah suatu kegiatan usaha yang memberikan
pelayanan kepada pihak lain (perusahaan/perorangan) dalam bentuk pembuatan dan
pemasangan iklan, yang bertujuan untuk menyampaikan informasi, membujuk dan
mengingatkan kepada konsumen tentang produk dari suatu perusahaan/usaha yang dalam
penyampaiannya dapat melalui berbagai media massa seperti : audio visual (TV, bioskop),
radio, halaman surat kabar/majalah, poster dan sebagainya.
f. Jasa persewaan mesin dan peralatan adalah usaha persewaan mesin dan peralatan untuk
keperluan pertanian, pertambangan, dan ladang minyak, industri pengolahan, konstruksi,
penjualan dan mesin-mesin keperluan kantor.

2.8.2 Metode Penghitungan

/
Nilai tambah untuk subsektor bank diperoleh dengan metode alokasi. Alokator

id
diperhitungkan dengan melihat jumlah bank menurut jenisnya, seperti: BNI, BRI, BPD, BPR,

o.
.g
BKD, Danamon, BCA dan juga status bank tersebut, seperti: kantor pusat, kantor cabang, kantor

ps
unit, atau kantor unit pembantu. .b
Alokator yang dipergunakan untuk menghitung nilai tambah subsektor lembaga keuangan
ab

bukan bank adalah dengan memperhatikan beberapa indikator seperti jumlah anggota koperasi,
lk

usaha pegadaian, asuransi untuk masing-masing kecamatan.


du

Nilai tambah untuk subsektor sewa bangunan diperoleh dengan mengalokasikan nilai
ki
ng

tambah subsektor sewa bangunan kabupaten ke masing-masing kecamatan dengan


memperhatikan banyaknya usaha sewa, kontrak, rumah dinas, dan imputasi rumah sendiri untuk
nu

tiap-tiap kecamatan.
gu

Sedangkan untuk menghitung nilai tambah untuk subsektor jasa perusahaan didekati
://
tp

dengan melihat sebaran banyakya usaha/pekerja jasa konsultan bangunan, konsultan pengolahan,
ht

fotokopi, advokat, pengacara, akuntan untuk masing-masing kecamatan.

2.8.3 Sumber Data

Indikator produksi seperti jumlah usaha/pekerja bank, asuransi, pegadaian anggota


koperasi, sewa/kontrak rumah, konsultan, advokat/pengacara, fotokopi diperoleh melalui
pengumpulan data pokok.

Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Di Kabupaten Gunungkidul 2014 19


2.9 SEKTOR JASA-JASA

2.9.1 Subsektor Jasa Pemerintahan Umum

2.9.1.1 Ruang Lingkup

Subsektor ini dipecah menjadi, administrasi pemerintahan dan pertahanan, dan jasa
pemerintahan lainnya.
Subsektor pemerintahan umum mencakup semua departemen dan non departemen,
badan/lembaga tinggi negara, kantor-kantor dan instansi yang berhubungan dengan administrasi
pemerintahan dan pertahanan.

2.9.1.2 Metode Penghitungan

Nilai tambah bruto kecamatan diperoleh dengan mengalokasikan nilai tambah bruto

/
id
kabupaten ke tiap-tiap kecamatan. Alokator yang dipergunakan adalah perkiraan jumlah pegawai

o.
.g
untuk tip-tiap kecamatan.

2.9.1.3 Sumber Data


ps
.b
Data jumlah pegawai dan indikator lainnya diperoleh dari pengumpulan data pokok.
ab
lk

2.9.2 Subsektor Jasa Swasta


du

2.9.2.1 Ruang Lingkup


ki
ng

Subsektor ini dipecah menjadi jasa sosial dan kemasyarakatan, jasa hiburan dan rekreasi,
serta jasa perorangan dan rumahtangga.
nu
gu

Jasa Sosial Kemasyarakatan, meliputi jasa pendidikan, kesehatan, riset/penelitian, palang


merah, panti asuhan, panti wreda, yayasan pemeliharaan anak cacat (YPAC), rumah ibadat, dan
://
tp

sejenisnya yang dikelola swasta.


ht

Jasa Hiburan dan Rekreasi, meliputi kegiatan produksi dan distribusi film komersial dan
dokumenter untuk kepentingan pemerintah serta reproduksi film video, jasa bioskop, dan
panggung hiburan, studio radio, perpustakaan, museum, kebun binatang, gelanggang olah raga,
kolam renang, klub malam, taman hiburan, lapangan golf, lapangan tennis, bilyard, studio
televisi, dan stasiun pemancar radio yang dikelola oleh swasta.

Jasa Perorangan dan Rumahtangga, meliputi segala jenis kegiatan jasa, yang melayani
perorangan/rumahtangga terdiri dari :

1. Jasa perbengkelan/reparasi kendaraan bermotor, mencakup perbaikan kecil-kecilan dari


kendaraan roda empat, roda tiga, dan roda dua.

Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Di Kabupaten Gunungkidul 2014 20


2. Jasa perbengkelan/reparasi lainnya, seperti perbaikan atau reparasi jam, televisi, radio, lemari
es, mesin jahit, sepeda dan barang-barang rumahtangga lainnya.
3. Jasa pembantu rumah tangga , mencakup koki, tukang kebun, penjaga malam, pengasuh
bayi/anak, dan sejenisnya.
4. Jasa perorangan lainnya, mencakup tukang binatu, tukang cukur, tukang jahit, tukang semir
sepatu, dan sebagainya.

2.9.2.2 Metode Penghitungan

Nilai tambah atas dasar harga berlaku untuk subsektor jasa swasta diperoleh dengan
menggunakan metode alokasi. Alokator yang dipergunakan adalah perkiraan nilai output untuk
masing-masing kegiatan ekonomi.

/
id
2.9.2.3 Sumber Data

o.
.g
Data indikator produksi seperti jumlah sekolah, rumah sakit, panti asuhan, lembaga

ps
kursus, salon, tukang cukur, tukang foto, tukang pijat, dukun bayi, dan lain-lain diperoleh
.b
melalui pengumpulan data pokok.
ab
lk
du

2.10 KEGUNAAN TABEL POKOK DAN TABEL TURUNAN


ki

Dalam tabel PDRB terdapat 3 tabel pokok, yaitu tabel PDRB atas dasar harga Berlaku,
ng

Tabel PDRB atas dasar harga Konstan dan Tabel Agregat. Dari ketiga tabel pokok ini dapat
nu

diperoleh beberapa tabel turunan yaitu; Tabel Indeks Perkembangan (Berlaku dan Konstan),
gu

Tabel Berantai (berlaku dan konstan), Tabel Laju Pertumbuhan Ekonomi, Tabel Distribusi
://

Persentase Sektoral (berlaku dan konstan), Tabel Angka Inflasi, dan Tabel Harga Implisit. Tabel
tp

turunan ini bermanfaat untuk mempertajam analisis data PDRB dan sekaligus indikator makro
ht

ekonomi.

Kemudian pengolahan lebih lanjut dari Tabel Pokok maupun Tabel Turunan dapat juga
disusun suatu indikator makro seperti Indeks LQ, Indeks Williansom, Tabel Shift Share dan
sebagainya.

Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Di Kabupaten Gunungkidul 2014 21


2.10.1 Manfaat dan Kegunaan Tabel Turunan

A1. Manfaat Tabel Indeks Perkembangan

Tabel ini merupakan tabel yang setiap selnya merupakan indeks perkembangan tahun
tertentu terhadap tahun dasar (indeks tahun dasar = 100).

Manfaat:
1. Mengamati sektor yang mempunyai performance cepat berkembang sebagai dasar pemilihan
suatu investasi, prioritas pembangunan sektor dan sebagainya.
2. Mengamati gerakan perkembangan tiap tahun, apakah bertendensi menurun/naik tahun ini
terhadap tahun sebelumnya.

/
id
A2. Indeks Harga Implisit PDRB

o.
Indeks harga implisit PDRB dihitung dengan cara membagi besaran PDRB atas dasar

.g
harga berlaku dengan PDRB atas dasar harga konstan.
ps
.b
Manfaat:
ab

1. Dasar penghitungan inflasi atas dasar indeks harga implisit.


lk

2. Mengamati pergerakan harga yang menjadi pembentuk nilai tambah sektoral.


du
ki

A3. Angka inflasi atas dasar Indeks Harga Implisit PDRB (Indeks Harga Implisit Berantai
ng

PDRB/ Inflasi PDRB)


nu

Angka inflasi jenis ini lebih mencerminkan inflasi yang dilihat dari sisi produsen. Di
gu

hitung dengan membandingkan indeks harga implisit PDRB pada tahun sekarang dengan tahun
://

sebelumnya. Secara teori, nilainya akan lebih rendah dari inflasi IHK.
tp

Manfaat:
ht

1. Melihat pergerakan harga umum di tingkat produsen


2. Sebagai dasar kontrak kerja, estimasi suatu kegiatan ekonomi pada sektor tertentu.

A4. Distribusi Sektoral

Besarnya nilai tambah suatu sektor terhadap total nilai tambah (PDRB) yang ditampilkan
dalam bentuk persen disebut kontribusi(peran) sektor. Sebaliknya jika dipandang dari total nilai
tambah PDRB yang didistribusikan ke masing-masing sektor disebut Distribusi Sektoral.

Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Di Kabupaten Gunungkidul 2014 22


Manfaat:
1. Melihat konstribusi masing-masing sektor terhadap PDRB. Semakin besar konstribusinya
maka sektor tersebut makin dominan dalam perekonomian wilayah tersebut.
2. Dengan mengamati perubahan konstribusi sektor per tahun, maka dapat diketahui sektor
mana yang makin mendominasi dan sektor mana yang makin lemah, dalam perekonomian
tersebut.

A5. PDRB Perkapita

PDRB Perkapita adalah satu ukuran kemakmuran suatu wilayah dipandang dari sudut
ekonomi. Sedangkan PDRB Perkapita adalah besaran PDRB dibagi jumlah penduduk.

/
Manfaat :

id
o.
PDRB Perkapita merupakan ukuran pendapatan penduduk yang diperoleh dari kegiatan

.g
ekonomi yang dilakukan.

ps
.b
A6. Laju Pertumbuhan Ekonomi
ab
lk

Besarnya pertumbuhan ekonomi suatu wilayah dapat dilihat dari tabel ini. Penyusunan
du

tabel laju pertumbuhan ekonomi di dapat dari tabel indeks berantai PDRB konstan, dimana setiap
ki

indeksnya dikurangi dengan 100. Tabel ini juga merupakan kumpulan indikator makro ekonomi.
ng
nu
gu
://
tp
ht

Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Di Kabupaten Gunungkidul 2014 23


III ULASAN SINGKAT

Suatu usaha yang sistematik dari berbagai pelaku, baik umum, pemerintah, swasta,
maupun kelompok masyarakat lainnya pada tingkatan yang berbeda untuk menghadapi
saling ketergantungan dan keterkaitan aspek fisik, sosial ekonomi dan aspek lingkungan
lainnya sehingga peluang baru untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat daerah dapat
ditangkap secara berkelanjutan merupakan aspek penting dalam pembangunan suatu daerah.
Pemerintah daerah beserta partisipasi masyarakat harus mampu menaksir sumber daya yang
diperlukan dalam merancang dan membangun perekonomian daerah. Pengambilan kebijakan
dalam pembangunan daerah juga harus sesuai dengan kondisi (masalah, potensi, dan
kebutuhan) daerah yang bersangkutan. Karena salah satu tujuan dari kebijakan pembangunan

/
adalah mengurangi perbedaan dalam tingkat perkembangan atau pembangunan dan

id
o.
kemakmuran antara daerah yang satu dengan daerah yang lain.

.g
Kemampuan setiap kecamatan dalam menarik roda pertumbuhan ekonomi berbeda

ps
satu sama lain, hal ini disebabkan oleh perbedaan sumber daya alam dan sumber daya
.b
manusia maupun sumber daya finansial. Perbedaan ini juga berimbas pada perbedaan jenis
ab

maupun kemampuan unit ekonomi dalam menghasilkan barang dan jasa. Suatu wilayah
lk

dapat dibandingkan dengan daerah lainnya berdasarkan kegiatan ekonominya yang


du

dikelompokkan menurut lapangan usaha ekonomi yang sering disebut sektor ekonomi.
ki

Beberapa faktor yang berpengaruh terhadap terjadinya kesenjangan antar daerah antara lain
ng

dampak dari pertumbuhan ekonomi daerah sekitarnya, pertumbuhan ekonomi kabupaten


nu

serta kemampuan unit-unit ekonomi/pelaku ekonomi dalam wilayah itu sendiri. Namun suatu
gu

kecamatan dengan pertumbuhan ekonomi tinggi belum tentu dapat berperan besar dalam hal
://

pertumbuhan ekonomi kabupaten. Hal ini tergantung juga pada besar peranan kecamatan
tp

tersebut terhadap ekonomi kabupaten.


ht

PDRB didefinisikan sebagai jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit
usaha dalam suatu wilayah pada kurun waktu tertentu, biasanya disajikan dalam satu tahun.
Komposisi dan pertumbuhan sektoral pada angka Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)
dapat mencerminkan perkembangan perekonomian di Kabupaten Gunungkidul. Pada tahun
2014 Kabupaten Gunungkidul mampu menghasilkan PDRB yang dihitung berdasarkan atas
dasar harga berlaku sebesar 9,7 trilyun rupiah. Sedangkan apabila dihitung berdasarkan
harga konstan 2000 mencapai 4 trilyun. Sementara tingkat pertumbuhan PDRB tahun 2014
mencapai 4,89 persen; lebih rendah dari tahun sebelumnya yang tercatat 5.16 persen.

Sektor pertanian masih memberikan kontribusi terbesar dalam pembentukan PDRB


Kabupaten Gunungkidul dibandingkan sektor ekonomi lainnya jika dibandingkan dengan
tahun sebelumnya. Kontribusi sektor pertanian pada tahun 2014 mencapai 32,35 persen,

Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Di Kabupaten Gunungkidul 2014 24


sedikit mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 33,29 persen.
Sektor perekonomian lain pada tahun 2014 yang mengalami penurunan kontribusi
diantaranya adalah sektor pertambangan dan penggalian, serta sektor pengangkutan dan
komunikasi. Sedangkan sektor perekonomian lainnya mengalami peningkatan kontribusi
dalam tahun 2014. Sektor-sektor tersebut adalah sektor listrik, gas dan air bersih, sektor
industri pengolahan, sektor konstruksi, sektor perdagangan, hotel dan restoran, sektor
keuangan, sewa dan jasa perusahaan, dan sektor jasa-jasa.

Program Pemerintah Kabupaten Gunungkidul untuk menjadikan wilayah kecamatan


sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, tentu memerlukan informasi yang lengkap dan akurat
tentang perkembangan perekonomian wilayah sampai tingkat kecamatan. Salah satu tolok
ukur perkembangan ekonomi wilayah tersebut adalah angka PDRB. Perkembangan ekonomi

/
id
tersebut dapat dilihat dari sebaran, tingkat pertumbuhan atau pendapatan perkapita. Melihat

o.
pentingnya angka PDRB tersebut muncul beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan angka

.g
PDRB tersebut antara lain bagaimana sebaran PDRB kabupaten tersebut menurut kecamatan,
ps
adakah diferensiasi struktur perekonomian untuk tiap kecamatan, kecamatan mana saja yang
.b
mempunyai pendapatan per kapita tinggi dan lain sebagainya. Dengan mengalokasikan
ab

PDRB kabupaten menjadi PDRB tingkat kecamatan dengan indikator-indikator yang sesuai,
lk
du

maka pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat dijawab. Disamping itu bagi pemerintah


Kabupaten Gunungkidul dapat digunakan sebagai salah satu indikator untuk mempertajam
ki
ng

arah investasi dan pengembangan kegiatan sektoral sesuai dengan karasteristik atau potensi
masing-masing wilayah kecamatan.
nu
gu
://

3.1 PDRB MENURUT KECAMATAN


tp

Nilai PDRB per kecamatan dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain: luas
ht

wilayah, tingkat produktivitas/teknologi, investasi, dan tersedianya sumber daya alam dan
sumber daya manusia yang memadai. Berdasarkan besarnya PDRB yang dimiliki oleh
kecamatan, maka dapat digolongkan dalam tiga kelompok kecamatan, yaitu kelompok
kecamatan dengan PDRB tinggi, kelompok kecamatan dengan PDRB sedang, dan kelompok
kecamatan dengan PDRB rendah.

Kelompok kecamatan dengan PDRB tinggi, yaitu kecamatan dengan nilai PDRB lebih
besar dari 727,94 milyar rupiah, dimana pada kelompok ini terdapat tiga kecamatan, yaitu:
Kecamatan Wonosari, Kecamatan Playen, dan Kecamatan Ponjong. Kecamatan Wonosari
sebagai kecamatan dengan PDRB tertinggi di Kabupaten Gunungkidul dengan nilai PDRB
sebesar 1.848 milyar rupiah atau mencapai 19,01 persen terhadap PDRB Kabupaten

Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Di Kabupaten Gunungkidul 2014 25


Gunungkidul. Wonosari sebagai ibukota kabupaten selain menjadi pusat pemerintahan juga
menjadi pusat perekonomian terutama sektor perdagangan, hotel dan restoran, sektor jasa-
jasa, sektor keuangan, sewa dan jasa perusahaan, dan sektor pengangkutan dan komunikasi.
dua kecamatan lainnya yang termasuk kategori PDRB tinggi berturut-turut adalah
Kecamatan Playen (839 milyar rupiah); dan Kecamatan Ponjong (734 milyar rupiah). Secara
komulatif, besarnya PDRB kecamatan dengan kategori tinggi tersebut mencapai 35,20
persen dari total PDRB Kabupaten Gunungkidul pada tahun 2014.

2,000,000

1,800,000

1,600,000

/
id
1,400,000

o.
.g
1,200,000

1,000,000
ps
.b
800,000
ab

600,000
lk
du

400,000
ki

200,000
ng

0
nu
Panggang
Purwosari

Patuk
Paliyan

Tepus

Playen
Tanjungsari

Ponjong

Ngawen
Saptosari

Girisubo

Nglipar
Semanu
Rongkop

Karangmojo
Wonosari

Semin
Gedangsari
gu
://
tp
ht

Gambar 1 PDRB Kecamatan Atas Dasar Harga Berlaku


Tahun 2014

Kelompok kecamatan dengan PDRB rendah di kabupaten Gunungkidul adalah


kecamatan dengan nilai PDRB kurang dari 352,00 milyar rupiah. Setidaknya terdapat
delapan kecamatan yang termasuk dalam kategori ini. Kecamatan Purwosari dengan PDRB
sebesar 267 milyar rupiah atau hanya sebesar 2,75 persen dari PDRB Kabupaten
Gunungkidul merupakan kecamatan dengan PDRB terendah. Tujuh kecamatan lainnya
adalah: Girisubo (314 milyar rupiah); Panggang (341 milyar rupiah); Rongkop (342 milyar
rupiah); Gedangsari (344 milyar rupiah); Tepus (347 milyar rupiah); Tanjungsari (347 milyar

Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Di Kabupaten Gunungkidul 2014 26


rupiah); dan Kecamatan Paliyan dengan PDRB sebesar 349 milyar rupiah. Besarnya PDRB
kedelapan kecamatan tersebut mencapai 27,31 persen dari PDRB Kabupaten Gunungkidul.

Adapun tujuh kecamatan lainnya masuk dalam kategori kecamatan dengan PDRB
sedang. Besarnya PDRB atas dasar harga berlaku untuk ketujuh kecamatan tersebut
mencapai 38,47 persen. Kecamatan-kecamatan tersebut adalah Semin, Semanu, Karangmojo,
Nglipar, Saptosari, Patuk, dan Kecamatan Ngawen dengan nilai PDRB atas dasar harga
berlaku termuat dalam tabel 13.

Panggang Purwosari Paliyan


Ngawen 3.51% 2.75% 3.60% Saptosari Tepus
Nglipar 3.96% 3.57%
Gedangsari 4.73% Semin 4.42%

/
id
3.54% 7.37% Tanjungsari

o.
3.57%
Patuk

.g
Rongkop
4.31% 3.52%
Playen
8.63% ps Girisubo
.b
3.24%
ab

Wonosari
lk

19.01% Semanu
du

6.63%
ki

Ponjong
ng

7.56%
nu

Karangmojo
6.08%
gu
://
tp

Gambar 2 Sebaran PDRB Kabupaten Gunungkidul Atas


ht

Dasar Harga Berlaku menurut Kecamatan Tahun 2014

3.2 SEBARAN NILAI TAMBAH SEKTORAL MENURUT KECAMATAN

Sebaran nilai tambah sektoral di tingkat kecamatan di Kabupaten Gunungkidul


struktur ekonominya masih didominasi oleh sektor pertanian. Kecamatan dengan kontribusi
pertanian terbesar adalah Semin yaitu 7,94 persen. Kecamatan Ponjong menduduki urutan
kedua yang berkontribusi sebesar 7,39 persen. Sebaran sektor pertanian yang menonjol
lainnya dengan andil terhadap total kabupaten pada sektor pertanian lebih dari 6,5persen
terletak di Kecamatan Playen dan Saptosari. Besarnya kontribusi sektor pertanian masing-
masing kecamatan tersebut terhadap nilai tambah sektor pertanian kabupaten berturut-turut
sebesar: 7,19 persen; 7,18 persen.

Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Di Kabupaten Gunungkidul 2014 27


Kecamatan yang berada di zona selatan Gunungkidul secara umum memberi
kontribusi yang kecil terhadap pembentukan PDRB sektor pertanian. Tercatat hanya
Kecamatan Saptosari dan Panggang yang berkontribusi lebih dari 5 persen, yaitu sebesar
7,18 persen dan 5,17 persen. Kecamatan Purwosari yang bertopografi berbukit-bukit kapur
serta banyak telaga genangan air hujan, tidak terdapat sungai di atas tanah tetapi banyak
ditemukan sungai bawah tanah, pada tahun 2014 merupakan kecamatan dengan sebaran
sektor pertanian yang terkecil dengan nilai kontribusi hanya mencapai 3,11 persen dari nilai
tambah sektor pertanian di Kabupaten Gunungkidul. Urutan terendah selanjutnya adalah
Kecamatan Rongkop, Tanjungsari, Ngawen, Girisubo, Tepus, dan Paliyan yang mempunyai
andil kurang dari 5 persen terhadap total kabupaten. Keenam kecamatan ini mempunyai
sebaran (Location Quotient) relatif kecil yaitu masing-masing sebesar: 4,21 persen; 4,29

/
id
persen; 4,41 persen; 4,45 persen; 4,55 persen; dan 4,64 persen.

o.
.g
Panggang Purwosari
Ngawen
ps
5.17% 3.11% Paliyan
.b
Nglipar 4.41% Semin 4.64%
Saptosari
ab

5.84% 7.94%
7.18%
lk

Gedangsari Tepus
5.04% 4.55%
du

Patuk Tanjungsari
ki

5.47% 4.29%
ng
nu

Rongkop
gu

Ponjong
Playen 7.39% 4.21%
://

7.19% Girisubo
tp

4.45%
Wonosari
Semanu
ht

6.28%
Karangmojo 6.45%
6.39%

Gambar 3 Sebaran Nilai Tambah Sektor Pertanian


menurut Kecamatan Tahun 2014

Lima kecamatan paling potensial untuk sektor pertambangan dan penggalian adalah
Kecamatan Semin, Ponjong, Nglipar, Semanu dan Kecamatan Playen. Tingginya nilai
tambah sektor pertambangan dan penggalian di kecamatan-kecamatan tersebut antara lain

Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Di Kabupaten Gunungkidul 2014 28


dipengaruhi oleh potensi wilayah yang merupakan daerah pertambangan golongan C seperti :
kalsit, kaolin, batu gamping, keprus dan lain-lain.

Kecamatan Wonosari merupakan kecamatan dengan nilai tambah sektor industri


pengolahan terbesar yaitu mencapai 11,02 persen dari nilai tambah sektor industri
pengolahan Kabupaten Gunungkidul. Kecamatan lain yang merupakan daerah potensial
industri pengolahan adalah Kecamatan Ponjong, Semanu, Ngawen, dan Kecamatan Semin
yang berturut-turut mencapai 9,14 persen; 8,03 persen; 7,84 persen, dan 7,44 persen.
Sedangkan untuk Kecamatan Panggang, Saptosari, Rongkop dan Girisubo masih dibawah
angka 3 persen.

Sektor listrik, gas dan air bersih di Kabupaten Gunungkidul terlihat kecamatan

/
dengan kontribusi paling menonjol adalah Kecamatan Wonosari yaitu mencapai 20,81

id
persen dari nilai total tambah sektor ini di Kabupaten Gunungkidul. Beberapa kecamatan lain

o.
.g
yang cukup besar andilnya adalah Kecamatan Semin, Playen, Karangmojo, Semanu dan
Kecamatan Ponjong.
ps
.b
Demikian juga untuk sektor konstruksi, Kecamatan Wonosari adalah kecamatan
ab

paling menonjol dengan peranan nilai tambah mencapai 28,06 persen; diikuti oleh
lk

Kecamatan Playen sebagai kecamatan satelit. Beberapa faktor yang mempengaruhi besarnya
du

nilai tambah di sektor konstruksi adalah berasal dari banyaknya nilai kegiatan pembangunan
ki

dan perbaikan, baik yang dilakukan oleh pemerintah, perusahaan swasta maupun perorangan.
ng
nu

Pada sektor perdagangan, hotel dan restoran, Kecamatan Wonosari sebagai pusat
perekonomian mempunyai peran yang tak terbantahkan dengan konstribusi sebesar 21,66
gu

persen.Kecamatan lain yang mempunyai kontribusi besar lainnya adalah Kecamatan Playen,
://

Semin, Semanu dan Kecamatan Ponjong.


tp
ht

Sektor angkutan dan komunikasi adalah sektor yang akan terus mengikuti sektor lain
dalam perkembangannya sehingga tidak heran jika untuk sektor ini pun Kecamatan
Wonosari mendominasi dengan nilai andil 26,02 persen. Kemudian diikuti oleh Kecamatan
Playen, Semanu, Ponjong, Karangmojo, dan Kecamatan Semin. Faktor-faktor yang
mempengaruhi besaran nilai tambah sektor pengangkutan dan komunikasi antara lain
tersedianya sarana jalan, aktivitas ekonomi, pendidikan, dan tersedianya fasilitas komunikasi
seperti telekomunikasi dan tower operator telekomunikasi.

Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Di Kabupaten Gunungkidul 2014 29


Paliyan
Panggang
Purwosari 1.54%
1.72% Tepus Tanjungsari
2.29% Saptosari 2.57%
2.64%
Nglipar Ngawen 2.99%
2.71% Semin Rongkop
2.73%
11.79% 2.22%
Gedangsari Girisubo
2.44% 1.76%
Patuk Semanu
2.29% 10.19%
Playen
12.02%
Ponjong
10.18%

Wonosari
21.66%

/
id
o.
Karangmojo
6.26%

.g
ps
.b
ab

Gambar 4 Sebaran Nilai Tambah Sektor Perdagangan,


lk

Hotel dan Restoran menurut Kecamatan Tahun 2014


du
ki

Meskipun usaha sewa bangunan, bank dan lembaga keuangan bukan bank sudah mulai
ng

ada di hampir semua kecamatan, namun sebaran sektor ini untuk kecamatan-kecamatan yang
nu

lain masih berkisar antara 1 persen sampai dengan 7 persen. Sektor keuangan, sewa dan jasa
gu

perusahaan terjadi kesenjangan yang cukup signifikan. Nilai sebaran sektor ini di Kecamatan
://

Wonosari mencapai 50,62 persen dari nilai tambah di Kabupaten Gunungkidul. Hal ini
tp

menunjukkan bahwa segala aktivitas yang melibatkan perbankan, sewa dan jasa perusahaan
ht

masih terkonsentrasi di Kecamatan Wonosari.

Sekitar 27,08 persen dari nilai tambah sektor Jasa-jasa di Kabupaten Gunungkidul
merupakan sumbangan dari Kecamatan Wonosari. Hal ini dikarenakan kapasitas Wonosari
sebagai pusat pemerintahan, dan sebagian besar fasilitas usaha jasa seperti sekolah, rumah
sakit, tempat fasilitas umum, gedung pemerintahan juga fasilitas hiburan berada di
kecamatan ini. Kecamatan terdekat dengan Wonosari yakni Playen memberi kontribusi
sebesar 7,15 persen. Adapun kontribusi kecamatan lain seperti Karangmojo, Ponjong, Patuk,
Semin, Semanu, dan Girisubo ikut memberi sumbangan yang cukup besar yaitu berkisar
antara 4 persen sampai 5 persen.

Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Di Kabupaten Gunungkidul 2014 30


Purwosari
Ngawen Semin Panggang
3% Paliyan
Nglipar 4% 5% 3% Saptosari Tepus
3% 4% 4% 3%
Gedangsari
4% Tanjungsari
Patuk
5% 4%

Playen Rongkop
7% 4%
Girisubo
4%

Wonosari
27% Semanu
5%
Ponjong

/
id
5%

o.
Karangmojo
5.91%

.g
ps
.b
ab

Gambar 5 Sebaran Nilai Tambah Sektor Jasa-jasa


lk

menurut Kecamatan Tahun 2014


du

3.3 STRUKTUR EKONOMI KECAMATAN


ki
ng

Kontribusi sektor pertanian dalam pembentukan PDRB Kabupaten Gunungkidul tahun


nu

2014 masih sangat besar dengan persentase yang masih diatas 30 persen, yaitu sebesar 32,35
gu

persen. Sedikit mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.


://

Dominasi sektor pertanian pada PDRB kabupaten juga menyebar pada sebagian besar
tp

PDRB tingkat kecamatan, hanya lima kecamatan yang mempunyai nilai kontribusi sektor
ht

pertanian di bawah 35 persen pada tahun 2014 yakni Wonosari, Playen, Semanu, Ponjong,
dan Semin. Di lain sisi, terdapat kecamatan dengan kontribusi sektor pertanian terhadap total
PDRB kecamatan yang lebih dari 50 persen yaitu Kecamatan Saptosari.

Selain Kecamatan Saptosari masih terdapat 6 kecamatan lain yang kontribusi


pertaniannya lebih dari 40 persen meskipun kondisi lahan yang kurang mendukung di
kecamatan-kecamatan tersebut. Keempatnya adalah : Kecamatan Panggang, Paliyan, Tepus,
Girisubo. Sedangkan Kecamatan Patuk dan Gedangsari yang relatif subur juga mempunyai
kontribusi di sektor pertanian lebih dari 40 persen. Sementara kecamatan yang lainnya
memiliki kontribusi pertanian antara 35 hingga 40 persen terhadap total PDRB
Kecamatannya.

Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Di Kabupaten Gunungkidul 2014 31


Kontribusi sektor pertanian Kecamatan Wonosari hanya mencapai angka 10,68 persen
terhadap total PDRB Kecamatan Wonosari. Di kecamatan ini cenderung didominasi oleh
sektor jasa-jasa, sektor perdagangan, hotel dan restoran, sektor keuangan, sewa dan jasa
perusahaan, dan sektor konstruksi. Keadaan ini mengindikasikan bahwa di kecamatan ini
telah terjadi transformasi ekonomi dari sektor pertanian menuju sektor industri dan jasa-jasa.

Jika ditinjau menurut kelompok sektor, sembilan sektor dalam PDRB dapat
dikelompokkan menjadi tiga sektor yaitu sektor primer, sekunder dan tersier. Kegiatan
produksi dimasukkan dalam kelompok primer apabila outputnya masih merupakan proses
tingkat dasar dan sangat tergantung pada alam. Sektor ekonomi yang dikelompok ke dalam
sektor primer adalah sektor pertanian dan sektor pertambangan dan penggalian. Sementara
sektor ekonomi yang inputnya berasal dari sektor primer dikelompokkan ke dalam sektor

/
id
sekunder. Kegiatan produksi yang termasuk dalam kelompok ini adalah sektor industri

o.
pengolahan, sektor listrik, gas dan air bersih serta sektor konstruksi. Sektor-sektor lainnya

.g
yaitu sektor perdagangan, hotel dan restoran; sektor pengangkutan dan komunikasi; sektor
keuangan, sewa dan jasa perusahaan serta sektor jasa-jasa dimasukkan dalam sektor tersier. ps
.b
ab

100%
lk
du

90%
ki

80%
ng

70%
nu

60%
gu

50%
40%
://
tp

30%
ht

20%
10%
0%
Nglipar
Girisubo

Ponjong
Panggang

Saptosari

Rongkop

Wonosari

Patuk
Paliyan

Tepus

Gedangsari

Semin
Playen
Purwosari

Tanjungsari

Semanu

Karangmojo

Ngawen

Primer Sekunder Tersier

Gambar 6 PDRB Kecamatan menurut Kelompok Sektor


Tahun 2014

Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Di Kabupaten Gunungkidul 2014 32


Peranan kelompok sektor primer (pertanian dan penggalian) masih cukup besar pada
hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Gunungkidul. Kecamatan Saptosari merupakan
kecamatan dengan kontribusi tertinggi di sektor primer di mana peranannya mencapai 53,92
persen, kemudian diikuti Kecamatan Panggang dengan andil sebesar 48,71persen. Sebagian
besar kecamatan di Kabupaten Gunungkidul mempunyai kontribusi kelompok sektor primer
berkisar antara 30 - 50 persen. Ada dua kecamatan yang mempunyai kontribusi kelompok
sektor primer kurang dari 30 persen, yaitu: Kecamatan Wonosari dan Playen, dengan
kontribusi masing-masing sebesar 11,35 persen dan 28,71 persen.

Berbeda dengan kecamatan lainnya, kontribusi kelompok sektor tersier di Kecamatan


Wonosari mencapai 66,81 persen; sedangkan untuk kelompok sektor sekunder 21,83 persen.
Ini berarti untuk sektor perdagangan, hotel dan restoran; sektor pengangkutan dan

/
id
komunikasi; sektor keuangan, sewa dan jasa perusahaan serta sektor jasa-jasa,

o.
terkonsentrasi di Kecamatan Wonosari, sedangkan di kecamatan lainnya terfokus pada

.g
sektor pertanian dan sektor pertambangan dan penggalian. Hal yang sama ternyata juga
ps
terjadi di Kecamatan Semanu, Playen, Semin, Karangmojo, Ponjong, dan Purwosari dimana
.b
kontribusi sektor tersier relatif cukup besar yaitu masing-masing sebesar 46,10 persen;
ab

46,09 persen; 45,22 persen; 43,82 persen; 42,03 persen; dan 40,62 persenrelatif lebih besar
lk
du

daripada sektor primer yang besarannya kurang dari 40 persen.


ki
ng

3.4 TINGKAT PEREKONOMIAN KECAMATAN


nu

3.4.1 PDRB Perkapita


gu

PDRB adalah salah satu indikator produktivitas suatu wilayah dipandang dari sudut
://

ekonomi. Besaran PDRB yang dibagi dengan banyaknya penduduk di suatu wilayah akan
tp

diperoleh angka PDRB perkapita. Sebagai salah satu indikator ekonomi makro, PDRB
ht

perkapita secara kasar dapat dipergunakan untuk menilai tingkat kemakmuran suatu wilayah
yang diperoleh dari kegiatan ekonomi yang dilakukan. Semakin tinggi besarnya PDRB
perkapita secara umum menunjukkan semakin tinggi pula tingkat kemakmuran suatu
wilayah.

Menurut besarnya PDRB perkapita, terdapat tiga kelompok kecamatan yaitu


kecamatan dengan PDRB perkapita tinggi, kecamatan dengan PDRB perkapita sedang dan
kecamatan dengan PDRB perkapita rendah. Dua kecamatan yang termasuk kategori PDRB
perkapita tinggi dengan nilai PDRB perkapita lebih besar dari 14,95 juta rupiah, yaitu:
Kecamatan Wonosari dan Kecamatan Nglipar dengan PDRB perkapita berturut-turut
sebagai berikut: 22,68 juta rupiah dan 14,97 juta rupiah.

Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Di Kabupaten Gunungkidul 2014 33


Kecamatan yang termasuk kategori PDRB perkapita sedang dengan PDRB perkapita
antara 12,06 juta rupiah sampai dengan 14,95 juta rupiah, yaitu: Kecamatan Playen sebesar
14,88 juta rupiah; Ponjong 14,26 juta rupiah; Semin 14,12 juta rupiah; Girisubo 13,70 juta
rupiah; Patuk 13,33 juta rupiah; Purwosari 13,32 juta rupiah; Tanjungsari 13,06 juta rupiah;
Panggang 12,43 juta rupiah; dan Kecamatan Rongkop 12,30 juta rupiah; dan Kecamatan
Saptosari sebesar 12,12 juta rupiah. Sedangkan kecamatan yang termasuk kategori PDRB
per kapita rendah dengan PDRB kecamatan kurang dari 12,05 juta rupiah yaitu: Kecamatan
Semanu, Ngawen,Karangmojo, Paliyan, Tepus dan Kecamatan Gedangsari, dengan PDRB
perkapita masing-masing sebesar 12,05 juta rupiah; 11,77 juta rupiah; 11,71 juta rupiah;
11,63 juta rupiah; 10,52 juta rupiah; dan 9,42 juta rupiah.

/
id
25,000,000

o.
.g
20,000,000

ps
.b
15,000,000
ab
lk

10,000,000
du
ki

5,000,000
ng
nu

0
Rongkop

Gedangsari
Tepus
Ponjong

Panggang
Wonosari
Nglipar

Saptosari
Semanu
Patuk

Paliyan
Playen

Semin

Tanjungsari
Purwosari

Ngawen
Girisubo

Karangmojo
gu
://
tp
ht

Gambar 7 PDRB Perkapita Atas Dasar Harga Berlaku


Tahun 2014

3.4.2. Laju Pertumbuhan Ekonomi

Salah satu tujuan pembangunan adalah meningkatnya pertumbuhan ekonomi di setiap


wilayah. Besarnya pertumbuhan ekonomi masing-masing kecamatan di Kabupaten
Gunungkidul tersebut dapat dilihat dari laju pertumbuhan PDRB di tiap kecamatan.
Penyusunan tabel laju pertumbuhan PDRB dilihat dari indeks berantai PDRB konstan tahun
dasar 2000 dikurangi dengan 100.

Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Di Kabupaten Gunungkidul 2014 34


Secara umum laju pertumbuhan ekonomi masing-masing kecamatan di Kabupaten
Gunungkidul pada tahun 2014 menunjukkan nilai yang positif. Hal ini berarti pertumbuhan
ekonomi di semua kecamatan menunjukkan peningkatan, kegiatan perekonomian semakin
maju dan berkembang. Namun pertumbuhan ekonomi yang tinggi, tidak berarti bahwa setiap
penduduk memperoleh manfaat atau bertambah sejahtera karena masalahnya siapa yang
menikmati pertumbuhan ekonomi tersebut.

8.74
9.00

8.00

7.00
5.84
6.00 5.50

/
5.43

id
4.95 5.08

o.
5.00 4.35

.g
3.73 3.61 3.52
4.00 3.37 3.45 3.26
3.04 3.24
ps
2.94 3.04
3.00 2.69
.b
ab

2.00
lk

1.00
du

0.00
ki
ng
nu
gu

Gambar 8 Laju Pertumbuhan Ekonomi Menurut


://

Kecamatan di Kabupaten Gunungkidul Tahun 2014


tp
ht

Laju pertumbuhan ekonomi menurut kecamatan yang tertinggi di tahun 2014 terjadi di
Kecamatan Wonosari yang mencapai pertumbuhan sebesar 8,74 persen. Angka ini diatas laju
pertumbuhan ekonomi Kabupaten Gunungkidul yang tumbuh sebesar 4,89 persen.
Kecamatan lain yang mempunyai laju pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dari laju
pertumbuhan ekonomi Kabupaten Gunungkidul adalah Purwosari (5,84 persen); Semanu
(5,50 persen); Playen (5,43 persen); Semin (5,08 persen); dan Kecamatan Ponjong 4,95
persen). Sementara laju pertumbuhan ekonomi terendah pada tahun 2014 terjadi di
Kecamatan Gedangsari yang tumbuh sebesar 2,69 persen disusul Kecamatan Paliyan yaitu
sebesar 2,94 persen.

Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Di Kabupaten Gunungkidul 2014 35


3.4.2. Kelompok Kecamatan menurut PDRB dan PDRB per kapita

Apabila nilai PDRB kecamatan dikelompokkan berdasarkan besarnya nilai PDRB dan
nilai PDRB perkapita, maka dapat diklasifikasikan menjadi tiga kelompok kecamatan, yaitu
kelompok kecamatan yang sudah maju, kelompok berkembang dan kelompok kecamatan
tertinggal. Ketiga kelompok tersebut didefinisikan sebagai berikut: Kelompok Maju dengan
ciri-ciri nilai PDRB dan PDRB perkapita kecamatannya lebih tinggi dari pada rata-rata
PDRB kecamatan dan PDRB perkapita kabupaten. Kelompok kedua adalah Kelompok
Berkembang dengan ciri-ciri PDRB dan PDRB perkapita salah satunya lebih kecil
dibandingkan dengan rata-rata PDRB kecamatan atau PDRB perkapita kabupaten.
Kelompok sedang ini dapat dibagi menjadi dua kelompok lagi, yaitu kelompok Berkembang
I dengan ciri-ciri PDRB kecamatannya lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata PDRB

/
id
kecamatan, tetapi PDRB perkapitanya lebih rendah dari pada PDRB perkapita kabupaten.

o.
Kemudian Kelompok Berkembang II yang mempunyai ciri PDRB kecamatannya lebih kecil

.g
dibandingkan dengan rata-rata PDRB kecamatan, tetapi PDRB perkapitanya lebih tinggi dari
ps
pada PDRB perkapita kabupaten tersebut. Sedangkan kelompok ketiga adalah Kelompok
.b
Tertinggal yang mempunyai ciri-ciri PDRB kecamatan dan PDRB perkapita kecamatannya
ab

lebih kecil dibandingkan dengan rata-rata PDRB kecamatan dan PDRB perkapita kabupaten.
lk
du

Berdasarkan ketiga kelompok di atas, maka kecamatan-kecamatan yang termasuk


ki

kedalam kelompok maju ada empat kecamatan yaitu: Kecamatan Wonosari, Playen, Semin
ng

dan Kecamatan Ponjong. Kemudian kecamatan-kecamatan yang termasuk Kelompok


nu

Berkembang, yaitu Kelompok Berkembang I adalah Kecamatan Semanu dan Karangmojo,


gu

sedangkan kecamatan-kecamatan yang termasuk Kelompok Berkembang II adalah


://

Kecamatan Purwosari, Girisubo, Patuk dan Kecamatan Nglipar. Kelompok ketiga yaitu
tp

Kelompok Tertinggal terdiri dari Kecamatan Panggang, Paliyan, Saptosari, Tepus,


ht

Tanjungsari, Rongkop, Gedangsari dan Kecamatan Ngawen.

Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Di Kabupaten Gunungkidul 2014 36


3.5 KESIMPULAN

Sektor pertanian masih menjadi ujung tombak perekonomian di Kabupaten


Gunungkidul yaitu mencapai 32,35 persen; diikuti oleh sektor jasa-jasa sebesar 18,11 persen
dan sektor perdagangan, hotel dan restoran sebesar 14,77 persen. Hal ini didukung oleh
sebagian besar kecamatan di Kabupaten Gunungkidul dimana sektor pertanian masih
mendominasi andil dalam pembentukan PDRB kecamatan. Ini berarti bahwa sebagian besar
kecamatan di Kabupaten Gunungkidul masih sangat tergantung pada sektor pertanian.
Kecamatan Saptosari merupakan kecamatan dengan kontribusi sektor pertanian terhadap
total PDRB kecamatan terbesar dengan kontribusi sebesar 52,55 persen. Bahkan terdapat 7
kecamatan lain yang kontribusi sektor pertanian terhadap total PDRB kecamatan lebih dari
40 persen. Namun berbeda dengan kecamatan lain, Kecamatan Wonosari lebih banyak

/
id
disumbang dari sektor jasa-jasa, sektor perdagangan, hotel dan restoran, sektor konstrusi dan

o.
sektor keuangan, sewa dan jasa perusahaan. Sektor inilah yang kemudian menjadi potensi

.g
untuk dikembangkan di kecamatan lainnya sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi di
ps
Kabupaten Gunungkidul. Hal serupa terjadi di Kecamatan Playen, Semanu, Semin, dan
.b
Karangmojo yang mulai menunjukkan pergeseran dari sektor pertanian ke sektor
ab

Perdagangan, Industri dan Jasa-jasa.


lk
du

Kecamatan Wonosari yang menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Gunungkidul pada


ki

tahun 2014 ini tetap mendominasi nilai tambah Kabupaten Gunungkidul (peranannya
ng

mencapai 19,01 persen). Kecamatan Playen menjadi penyumbang terbesar kedua setelah
nu

Kecamatan Wonosari yang peranannya terhadap total PDRB Kabupaten Gunungkidul


gu

mencapai 8,63 persen.


://
tp

Kelompok sektor primer (sektor pertanian dan sektor pertambangan dan penggalian)
ht

masih mendominasi perekonomian sebagian besar kecamatan di Kabupaten Gunungkidul


dibandingkan kelompok sekunder dan tersier. Disisi lain terdapat kecamatan dimana sektor
primer jauh lebih kecil daripada sektor tersier. Kecamatan tersebut antara lain adalah
Kecamatan Wonosari dan Kecamatan Playen dengan kontribusi masing-masing sebesar
11,35 persen; 28,72 persen. Sementara peranan kelompok sektor tersier untuk kedua
kecamatan ini adalah 66,81 persen dan 46,09 persen. Sebaran kelompok sektor sekunder dan
tersier tidak merata, secara umum terkonsentrasi pada kecamatan-kecamatan yang relatif
sudah maju tingkat perokonomiannya.

Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Di Kabupaten Gunungkidul 2014 37


Berdasarkan besarnya PDRB per kapita, berikut ini adalah urutan kecamatan dari
PDRB per kapita tertinggi sampai dengan PDRB per kapita terendah : (1) Wonosari; (2)
Nglipar; (3) Playen; (4) Ponjong; (5) Semin; (6) Girisubo; (7) Patuk; (8) Purwosari; (9)
Tanjungsari; (10) Panggang; (11) Rongkop; (12) Saptosari; (13) Semanu; (14) Ngawen; (15)
Karangmojo; (16) Paliyan; (17) Tepus dan (18) Gedangsari.

Ditinjau dari tingkat pertumbuhan ekonomi, Kecamatan Wonosari mempunyai tingkat


pertumbuhan ekonomi sebesar 8,74 persen jauh diatas pertumbuhan ekonomi kabupaten yang
tumbuh sebesar 4,89 persen. Kecamatan lain yang mempunyai laju pertumbuhan ekonomi
yang lebih tinggi dari laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Gunungkidul adalah Kecamatan
Purwosari, Semanu, Ponjong, dan Kecamatan Playen.

Berdasarkan pengelompokan kecamatan dilihat dari besarnya PDRB perkapita dan

/
id
besarnya PDRB atas dasar harga berlaku, pada tahun 2014 ini ada empat kecamatan

o.
.g
termasuk dalam kelompok maju yaitu Kecamatan Wonosari, Playen, Semin dan Kecamatan

ps
Ponjong. Sementara kelompok berkembang terdiri dari Kecamatan Semanu, Karangmojo,
.b
Purwosari, Girisubo, Patuk dan Kecamatan Nglipar. Kecamatan lainnya masuk dalam
ab

kelompok kecamatan tertinggal.


lk

Dari hasil analisis di atas dapat dijadikan acuan untuk menetapkan beberapa kebijakan
du

dalam pembangunan di tingkat kecamatan. Pemerataan pembangunan, investasi dan


ki

pembinaan teknis perlu diarahkan pada kecamatan-kecamatan dengan nilai PDRB perkapita
ng

maupun tingkat pertumbuhan ekonomi relatif lebih rendah dibandingkan daerah yang lain.
nu

Kecamatan-kecamatan tersebut adalah Kecamatan Panggang, Paliyan, Saptosari, Tepus,


gu

Tanjungsari, Rongkop, Gedangsari dan Kecamatan Ngawen.


://

Dalam upaya mengatasi ketertinggalan dalam pembangunan terutama pembangunan


tp

sumber daya manusia serta keterbatasan sumber daya alamnya, maka sebaiknya
ht

pembangunan ekonomi di Kabupaten Gunungkidul disesuaikan dengan potensi sumber daya


alam dan sumber daya manusia setempat. Sektor-sektor potensial seperti pertanian, industri
dan perdagangan perlu mendapatkan perhatian untuk lebih dikembangkan, namun tentunya
harus mempertimbangkan jenis komoditas yang akan dikembangkan untuk disesuaikan
dengan kondisi tanah yang ada, keterbatasan sumber daya air, serta mungkin masih terdapat
keterbatasan dalam mengembangkan teknologi budidaya lahan kering. Hal ini penting,
mengingat pertanian merupakan kontributor terbesar PDRB dan banyak menyerap tenaga
kerja bagi sebagian besar penduduk Kabupaten Gunungkidul. Sektor pertanian yang handal
terbukti mempunyai daya tahan yang lebih tinggi dalam menghadapi krisis dan guncangan
ekonomi.

Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Di Kabupaten Gunungkidul 2014 38


Disisi lain peran sektor industri perlu terus ditingkatkan khususnya hilirisasi produk
pertanian, karena di Kabupaten Gunungkidul cukup tersedia bahan baku lokal yang
melimpah dari sektor pertanian dan sektor penggalian. Dengan desain kemasan dan teknologi
yang lebih baik maka akan dapat meningkatkan nilai tambah dan mempunyai daya saing
yang lebih tinggi untuk memasuki pasar baik pasar lokal maupun pasar internasional.

Mengingat Kabupaten Gunungkidul merupakan wilayah yang sangat luas dengan


topografi yang berbukit-bukit, maka pembangunan infrastruktur jalan perlu terus
ditingkatkan agar akses daerah tersebut terhadap pasar untuk menjual hasil produksinya juga
terus meningkat. Multiplier effect dari pembangunan infrastruktur jalan sangat besar.
Pembangunan infrastruktur seperti pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) harus
mendapat dukungan penuh apalagi zona selatan merupakan wilayah berpotensi sektor

/
id
pariwisata. Kecamatan-kecamatan yang termasuk dalam zona ini mempunyai potensi wisata

o.
pantai yang sangat mendukung bagi kemajuan perekonomian wilayah setempat adalah

.g
Kecamatan Panggang, Purwosari, Saptosari, Tepus, Tanjungsari dan Kecamatan Girisubo.
ps
.b
Dengan pembangunan infrastruktur yang ditunjang dengan pengembangan sektor
ab

pariwisata akan berdampak pada berkembangnya sektor lain seperti: perdagangan, hotel,
lk

restoran, angkutan dan komunikasi serta jasa-jasa. Untuk pengembangan sumber daya
du

manusia perlu adanya pelatihan, kursus-kursus ketrampilan untuk meningkatkan usaha


ki

ekonomi yang ada dan potensi di wilayah setempat, yang nantinya akan meningkatkan nilai
ng

tambah dari suatu produk. Dengan meningkatnya kegiatan ekonomi di zona selatan ini
nu

tentunya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi wilayah tersebut. Meningkatnya


gu

pertumbuhan ekonomi pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan penduduk sehingga


://

akan berdampak pada penurunan tingkat kemiskinan.


tp

Selain meningkatnya pertumbuhan ekonomi dan berkurangnya tingkat kemiskinan,


ht

sasaran pembangunan di suatu wilayah harus selalu berorientasi untuk mengurangi


kesenjangan antar daerah, dengan berusaha menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi
yang tidak hanya terfokus di Kecamatan Wonosari dan Kecamatan Playen saja, tetapi dapat
tersebar sampai ke kecamatan lain terutama kecamatan yang masih tertinggal. Pada akhirnya,
hasil pembangunan dapat menghilangkan terisolasinya kecamatan secara fisik, sehingga
komunikasi antar daerah akan semakin lancar dengan tersedianya sarana komunikasi dan
transportasi yang memadai. Selain itu sasaran pembangunan daerah ke depan diarahkan pada
pengembangan perekonomian daerah tidak hanya bertumpu pada investasi pemerintah,
melainkan juga akan lebih dipelopori pihak swasta dan masyarakat.

Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Di Kabupaten Gunungkidul 2014 39


Tabel 1.
Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan menurut Lapangan Usaha
Atas Dasar Harga Berlaku (dalam jutaan rupiah)
Tahun 2014

KECAMATAN
LAPANGAN USAHA
Panggang Purwosari Paliyan Saptosari Tepus
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
1. Pertanian 162,508 97,740 145,880 225,808 142,896
a. Tanaman Bahan Makanan 109,903 61,905 98,394 173,141 92,155
b. Tanaman Perkebunan 738 781 1,029 1,025 603
c. Peternakan dan Hasil-hasilnya 19,701 16,155 16,442 24,985 27,119
d. Kehutanan 31,136 18,821 29,069 24,465 21,501
e. Perikanan 1,029 78 948 2,193 1,517
2. Pertambangan dan Penggalian 3,570 1,600 5,104 5,920 2,329
a. Minyak dan Gas Bumi - - - - -
b. Pertambangan Tanpa Migas - - - - -
c. Penggalian 3,570 1,600 5,104 5,920 2,329
3. Industri Pengolahan 27,689 32,626 47,437 27,281 33,464
a. Industri Migas - - - - -
b. Industri Tanpa Migas 27,689 32,626 47,437 27,281 33,464

/
.id
4. Listrik, Gas dan Air Bersih 3,162 748 2,999 2,288 2,308
a. Listrik 2,931 748 2,642 1,583 2,234

go
b. Gas - - - - -
c. Air Bersih 231 0 357 705 74

s.
5. Konstruksi 34,746
bp 25,821 23,786 31,780 37,291
6. Perdagangan, Hotel dan Restoran 24,610 32,801 22,104 42,945 37,882
a. Perdagangan Besar dan Eceran 22,927 24,609 19,982 34,306 24,093
b.
b. Hotel 0 6,335 0 0 1,975
ka

c. Restoran 1,683 1,857 2,122 8,638 11,815


16,971 11,792 21,775 18,190 18,897
l

7. Pengangkutan dan Komunikasi


du

a. Pengangkutan 15,117 11,117 19,724 17,398 16,966


1. Angkutan rel - - - -
ki

2. Angkutan jalan raya 14,605 10,663 19,700 17,330 16,893


ng

3. Angkutan laut - - - - -
4. Angkutan sungai dan danau - - - - -
nu

5. Angkutan udara - - - - -
6. Jasa penunjang angkutan 512 454 23 68 73
gu

b. Komunikasi 1,854 675 2,052 792 1,931


://

1. Pos dan telekomunikasi 1,328 332 1,411 83 1,245


2. Jasa penunjang komunikasi 526 343 640 709 686
tp

8. Keuangan, Sewa dan Jasa Perusahaan 8,548 8,504 12,095 11,187 11,423
ht

a. Bank 2,350 1,402 3,900 1,331 2,327


b. Lembaga keuangan bukan bank 526 366 1,668 977 1,029
c. Jasa penunjang keuangan - - - - -
d. Sewa bangunan 5,409 6,494 6,345 8,606 7,720
e. Jasa perusahaan 263 242 182 272 347
9. Jasa-jasa 59,063 55,352 68,662 64,280 60,550
a. Pemerintahan Umum 52,571 49,942 60,787 55,435 52,187
1. Administrasi pemerintahan dan pertahanan 40,689 36,018 40,465 42,718 37,132
2. Jasa pemerintahan lainnya 11,882 13,924 20,322 12,717 15,055
b. Swasta 6,492 5,410 7,875 8,845 8,363
1. Sosial kemasyarakatan 3,523 2,083 3,286 3,302 2,558
2. Hiburan dan rekreasi 1,015 861 1,181 1,255 3,014
3. Perorangan dan rumah tangga 1,953 2,465 3,408 4,288 2,791

PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO 340,868 266,984 349,843 429,678 347,041

Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Di Kabupaten Gunungkidul 2014 40


TABEL 1. LANJUTAN

KECAMATAN
LAPANGAN USAHA Tanjung Karang
Rongkop Girisubo Semanu Ponjong
sari mojo
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1. Pertanian 134,957 132,272 139,774 202,712 232,190 200,917
a. Tanaman Bahan Makanan 93,645 88,697 98,408 160,734 181,443 167,639
b. Tanaman Perkebunan 814 280 338 2,904 6,707 4,105
c. Peternakan dan Hasil-hasilnya 19,602 22,922 22,922 23,221 24,561 13,712
d. Kehutanan 17,848 20,275 15,130 14,470 17,008 13,918
e. Perikanan 3,048 98 2,975 1,384 2,472 1,544
2. Pertambangan dan Penggalian 1,685 7,475 4,214 16,010 17,944 9,082
a. Minyak dan Gas Bumi - - - - - -
b. Pertambangan Tanpa Migas - - - - - -
c. Penggalian 1,685 7,475 4,214 16,010 17,944 9,082
3. Industri Pengolahan 38,207 27,683 23,580 77,483 88,179 71,017
a. Industri Migas - - - - - -
b. Industri Tanpa Migas 38,207 27,683 23,580 77,483 88,179 71,017

/
.id
4. Listrik, Gas dan Air Bersih 1,855 4,212 721 8,035 6,914 8,365
a. Listrik 1,602 4,179 653 5,448 6,855 8,331

go
b. Gas - - - - - -
c. Air Bersih 252 34 67 2,587 58 34

s.
5. Konstruksi 38,217 40,590 21,080 43,354 80,605 42,582
6. Perdagangan, Hotel dan Restoran 36,925
bp31,918 25,281 146,312 146,131 89,914
a. Perdagangan Besar dan Eceran 26,506 24,734 20,086 113,167 107,600 64,097
b.
b. Hotel 766 - - - - -
ka

c. Restoran 9,653 7,185 5,195 33,145 38,531 25,817


7. Pengangkutan dan Komunikasi 17,873 17,102 12,333 46,716 45,987 36,184
l
du

a. Pengangkutan 16,863 15,451 11,486 44,085 43,699 33,475


1. Angkutan rel - - - - - -
ki

2. Angkutan jalan raya 16,738 13,871 10,002 42,784 40,296 32,947


ng

3. Angkutan laut - - - - - -
4. Angkutan sungai dan danau - - - - - -
nu

5. Angkutan udara - - - - - -
6. Jasa penunjang angkutan 125 1,579 1,484 1,300 3,403 528
gu

b. Komunikasi 1,010 1,651 847 2,632 2,288 2,709


1. Pos dan telekomunikasi 415 1,079 332 1,328 1,245 1,411
://

2. Jasa penunjang komunikasi 595 572 515 1,303 1,043 1,298


tp

8. Keuangan, Sewa dan Jasa Perusahaan 13,403 13,586 10,185 23,351 20,900 28,793
ht

a. Bank 2,265 3,338 2,624 4,362 3,520 4,508


b. Lembaga keuangan bukan bank 974 2,320 1,797 1,623 2,633 4,559
c. Jasa penunjang keuangan - - - - - -
d. Sewa bangunan 9,912 7,487 5,336 17,139 14,453 19,053
e. Jasa perusahaan 252 440 429 227 293 673
9. Jasa-jasa 64,138 67,423 77,349 80,872 95,733 104,035
a. Pemerintahan Umum 57,781 56,389 72,316 69,272 81,868 88,658
1. Administrasi pemerintahan dan pertahanan 41,572 38,063 55,055 43,937 54,150 42,153
2. Jasa pemerintahan lainnya 16,209 18,325 17,261 25,335 27,718 46,505
b. Swasta 6,357 11,035 5,033 11,600 13,865 15,376
1. Sosial kemasyarakatan 3,658 5,125 2,534 4,137 4,873 6,517
2. Hiburan dan rekreasi 1,386 972 1,004 1,369 1,908 2,010
3. Perorangan dan rumah tangga 1,313 4,937 1,495 6,095 7,084 6,849

PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO 347,259 342,261 314,516 644,846 734,583 590,888

Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Di Kabupaten Gunungkidul 2014 41


TABEL 1. LANJUTAN

KECAMATAN
LAPANGAN USAHA
Wonosari Playen Patuk Gedangsari
(1) (2) (3) (4) (5)
1. Pertanian 197,434 226,117 172,090 158,482
a. Tanaman Bahan Makanan 133,224 142,029 117,875 103,649
b. Tanaman Perkebunan 1,612 965 7,571 1,113
c. Peternakan dan Hasil-hasilnya 46,648 37,593 23,751 22,480
d. Kehutanan 13,581 40,801 22,397 29,814
e. Perikanan 2,369 4,730 496 1,426
2. Pertambangan dan Penggalian 12,385 14,864 8,185 2,544
a. Minyak dan Gas Bumi - - - -
b. Pertambangan Tanpa Migas - - - -
c. Penggalian 12,385 14,864 8,185 2,544
3. Industri Pengolahan 106,342 63,587 48,480 36,715
a. Industri Migas - - - -
b. Industri Tanpa Migas 106,342 63,587 48,480 36,715
4. Listrik, Gas dan Air Bersih 19,237 9,290 2,861 1,668

/
.id
a. Listrik 17,819 9,133 2,861 1,668
b. Gas - - - -

go
c. Air Bersih 1,419 157 - -
5. Konstruksi 277,920 138,577 28,152 18,607

s.
6. Perdagangan, Hotel dan Restoran 310,903
bp 172,567 32,905 34,986
a. Perdagangan Besar dan Eceran 235,633 139,242 25,524 26,635
b. Hotel 2,165 - - -
b.
c. Restoran 73,105 33,325 7,381 8,352
ka

7. Pengangkutan dan Komunikasi 154,394 58,387 19,891 13,775


a. Pengangkutan 143,972 55,678 17,628 12,634
l
du

1. Angkutan rel - - - -
2. Angkutan jalan raya 135,008 55,363 17,493 12,549
ki

3. Angkutan laut - - - -
ng

4. Angkutan sungai dan danau - - - -


5. Angkutan udara - - - -
nu

6. Jasa penunjang angkutan 8,964 315 136 85


b. Komunikasi 10,422 2,709 2,263 1,141
gu

1. Pos dan telekomunikasi 6,641 1,328 1,577 249


2. Jasa penunjang komunikasi 3,781 1,381 686 892
://

8. Keuangan, Sewa dan Jasa Perusahaan 292,834 29,906 19,966 11,027


tp

a. Bank 174,717 5,912 4,511 1,121


ht

b. Lembaga keuangan bukan bank 29,042 6,701 3,023 2,068


c. Jasa penunjang keuangan - - - -
d. Sewa bangunan 85,491 14,936 11,769 7,723
e. Jasa perusahaan 3,584 2,358 664 116
9. Jasa-jasa 476,613 125,880 86,031 65,913
a. Pemerintahan Umum 442,793 104,955 77,229 59,633
1. Administrasi pemerintahan dan pertahanan 252,604 46,245 49,598 41,652
2. Jasa pemerintahan lainnya 190,189 58,710 27,631 17,980
b. Swasta 33,820 20,925 8,802 6,280
1. Sosial kemasyarakatan 14,866 7,698 4,638 2,517
2. Hiburan dan rekreasi 2,472 1,369 1,583 1,125
3. Perorangan dan rumah tangga 16,482 11,858 2,581 2,639
PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO 1,848,062 839,175 418,562 343,718

Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Di Kabupaten Gunungkidul 2014 42


TABEL 1. LANJUTAN

KECAMATAN
LAPANGAN USAHA Jumlah
Nglipar Ngawen Semin
(1) (2) (3) (4) (5)
1. Pertanian 183,713 138,605 249,719 3,143,814
a. Tanaman Bahan Makanan 126,229 98,675 198,416 2,246,161
b. Tanaman Perkebunan 1,178 1,703 3,599 37,065
c. Peternakan dan Hasil-hasilnya 26,104 21,278 33,899 443,095
d. Kehutanan 29,420 16,362 13,262 389,276
e. Perikanan 781 587 544 28,216
2. Pertambangan dan Penggalian 16,231 11,311 20,301 160,754
a. Minyak dan Gas Bumi - - - -
b. Pertambangan Tanpa Migas - - - -
c. Penggalian 16,231 11,311 20,301 160,754
3. Industri Pengolahan 67,644 75,668 71,751 964,836
a. Industri Migas - - - -
b. Industri Tanpa Migas 67,644 75,668 71,751 964,836
4. Listrik, Gas dan Air Bersih 3,198 4,373 10,190 92,425

/
.id
a. Listrik 3,127 4,373 10,190 86,378
b. Gas - - - -

go
c. Air Bersih 71 - - 6,047
5. Konstruksi 47,682 19,282 40,346 990,417

s.
6. Perdagangan, Hotel dan Restoran 39,173
bp 38,692 169,173 1,435,222
a. Perdagangan Besar dan Eceran 34,183 30,440 134,502 1,108,266
b. Hotel - - - 11,241
b.
c. Restoran 4,990 8,252 34,671 315,715
ka

7. Pengangkutan dan Komunikasi 25,801 21,305 35,954 593,325


a. Pengangkutan 24,062 19,491 33,558 552,402
l
du

1. Angkutan rel - - - -
2. Angkutan jalan raya 23,838 19,354 30,096 529,531
ki

3. Angkutan laut - - - -
ng

4. Angkutan sungai dan danau - - - -


5. Angkutan udara - - - -
nu

6. Jasa penunjang angkutan 225 137 3,462 22,871


b. Komunikasi 1,738 1,814 2,396 40,923
gu

1. Pos dan telekomunikasi 1,079 1,162 1,328 23,576


2. Jasa penunjang komunikasi 659 652 1,068 17,347
://

8. Keuangan, Sewa dan Jasa Perusahaan 17,020 12,865 32,858 578,452


tp

a. Bank 4,302 4,357 6,415 233,262


ht

b. Lembaga keuangan bukan bank 2,098 2,102 3,814 67,319


c. Jasa penunjang keuangan - - - -
d. Sewa bangunan 10,443 6,181 21,468 265,964
e. Jasa perusahaan 177 225 1,161 11,906
9. Jasa-jasa 59,491 62,976 85,890 1,760,249
a. Pemerintahan Umum 49,327 52,763 68,553 1,552,458
1. Administrasi pemerintahan dan pertahanan 32,817 39,835 41,992 976,696
2. Jasa pemerintahan lainnya 16,510 12,928 26,561 575,762
b. Swasta 10,164 10,212 17,337 207,791
1. Sosial kemasyarakatan 4,765 4,588 6,198 86,866
2. Hiburan dan rekreasi 1,121 1,146 1,874 26,664
3. Perorangan dan rumah tangga 4,278 4,478 9,266 94,261

PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO 459,952 385,075 716,183 9,719,493

Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Di Kabupaten Gunungkidul 2014 43


Tabel 2.
Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan menurut Lapangan usaha
Atas Dasar Harga Konstan 2000 (dalam jutaan rupiah)
Tahun 2013

KECAMATAN
LAPANGAN USAHA
Panggang Purwosari Paliyan Saptosari Tepus
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
1. Pertanian 67,273 41,154 64,985 106,566 61,574
a. Tanaman Bahan Makanan 46,003 26,736 47,715 84,880 39,786
b. Tanaman Perkebunan 470 508 760 831 520
c. Peternakan dan Hasil-hasilnya 8,213 6,613 6,110 10,078 12,384
d. Kehutanan 12,012 7,255 9,968 9,458 7,907
e. Perikanan 574 43 432 1,319 977
2. Pertambangan dan Penggalian 2,252 778 3,046 2,068 1,418
a. Minyak dan Gas Bumi - - - - -
b. Pertambangan Tanpa Migas - - - - -
c. Penggalian 2,252 778 3,046 2,068 1,418
3. Industri Pengolahan 12,681 14,786 21,974 13,291 15,143

/
a. Industri Migas - - - - -

.id
b. Industri Tanpa Migas 12,681 14,786 21,974 13,291 15,143

go
4. Listrik, Gas dan Air Bersih 830 189 806 675 593
a. Listrik 740 189 667 400 564

s.
b. Gas - - - - -
c. Air Bersih 90
bp - 139 275 29
5. Konstruksi 11,085 12,169 13,068 13,211 14,201
b.
6. Perdagangan, Hotel dan Restoran 9,030 12,887 8,986 15,998 14,559
a. Perdagangan Besar dan Eceran 7,883 8,565 7,456 10,280 9,694
ka

b. Hotel - 2,873 - - 998


l

c. Restoran 1,147 1,449 1,530 5,717 3,867


du

7. Pengangkutan dan Komunikasi 9,121 6,920 11,245 9,035 9,520


ki

a. Pengangkutan 7,719 6,489 9,715 8,484 8,051


1. Angkutan rel - - - - -
ng

2. Angkutan jalan raya 7,498 6,276 9,704 8,460 8,022


nu

3. Angkutan laut - - - - -
4. Angkutan sungai dan danau - - - - -
gu

5. Angkutan udara - - - - -
6. Jasa penunjang angkutan 222 214 11 23 29
://

b. Komunikasi 1,402 431 1,530 551 1,469


tp

1. Pos dan telekomunikasi 1,028 187 1,074 47 981


2. Jasa penunjang komunikasi 374 244 456 504 488
ht

8. Keuangan, Sewa dan Jasa Perusahaan 3,771 4,053 5,448 4,958 5,480
a. Bank 796 668 1,372 522 709
b. Lembaga keuangan bukan bank 265 205 738 385 488
c. Jasa penunjang keuangan - - - - -
d. Sewa bangunan 2,560 3,048 3,213 3,875 4,093
e. Jasa perusahaan 149 132 124 175 190
9. Jasa-jasa 20,321 19,289 22,804 21,279 23,977
a. Pemerintahan Umum 17,465 16,799 19,122 17,939 19,277
1. Administrasi pemerintahan dan pertahanan 13,174 11,662 13,102 13,831 12,023
2. Jasa pemerintahan lainnya 4,290 5,137 6,020 4,108 7,254
b. Swasta 2,856 2,490 3,683 3,340 4,700
1. Sosial kemasyarakatan 1,371 849 1,461 780 1,317
2. Hiburan dan rekreasi 507 417 561 737 2,088
3. Perorangan dan rumah tangga 978 1,224 1,660 1,823 1,295
PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO 136,363 112,226 152,363 187,080 146,467

Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Di Kabupaten Gunungkidul 2014 44


TABEL 2. LANJUTAN

KECAMATAN
LAPANGAN USAHA Tanjung Karang
Rongkop Girisubo Semanu Ponjong
sari mojo
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1. Pertanian 59,038 56,753 61,900 94,790 112,003 86,632
a. Tanaman Bahan Makanan 42,243 37,940 43,993 76,320 90,175 73,044
b. Tanaman Perkebunan 758 353 337 973 2,406 2,089
c. Peternakan dan Hasil-hasilnya 8,018 10,391 10,256 8,755 11,317 5,509
d. Kehutanan 6,655 8,021 5,723 8,166 6,900 5,307
e. Perikanan 1,366 48 1,591 575 1,205 684
2. Pertambangan dan Penggalian 846 2,524 1,022 6,963 7,233 6,730
a. Minyak dan Gas Bumi - - - - - -
b. Pertambangan Tanpa Migas - - - - - -
c. Penggalian 846 2,524 1,022 6,963 7,233 6,730
3. Industri Pengolahan 18,038 13,114 10,928 37,403 40,221 32,030
a. Industri Migas - - - - - -

/
b. Industri Tanpa Migas 18,038 13,114 10,928 37,403 40,221 32,030

.id
4. Listrik, Gas dan Air Bersih 503 1,069 191 2,384 1,754 2,117

go
a. Listrik 405 1,055 165 1,376 1,731 2,104
b. Gas - - - - - -

s.
c. Air Bersih 98 13 26 1,008 23 13
5. Konstruksi 16,368
bp 14,112 12,248 29,385 28,046 26,459
6. Perdagangan, Hotel dan Restoran 16,698 13,891 12,941 64,453 61,912 43,289
b.
a. Perdagangan Besar dan Eceran 9,888 9,682 9,166 47,792 43,786 29,072
348 - - - - -
ka

b. Hotel
c. Restoran 6,462 4,209 3,775 16,661 18,126 14,217
l
du

7. Pengangkutan dan Komunikasi 8,025 8,565 5,250 16,685 20,859 17,944


a. Pengangkutan 7,369 7,270 4,697 14,730 19,136 15,946
ki

1. Angkutan rel - - - - - -
7,334 6,588 4,111 14,209 18,460 15,812
ng

2. Angkutan jalan raya


3. Angkutan laut - - - - - -
nu

4. Angkutan sungai dan danau - - - - - -


5. Angkutan udara - - - - - -
gu

6. Jasa penunjang angkutan 35 683 586 521 676 135


b. Komunikasi 657 1,294 553 1,955 1,723 1,998
://

1. Pos dan telekomunikasi 234 887 187 1,028 981 1,074


tp

2. Jasa penunjang komunikasi 423 407 366 928 742 923


ht

8. Keuangan, Sewa dan Jasa Perusahaan 5,818 5,774 4,682 8,044 8,191 11,225
a. Bank 550 1,025 945 1,498 1,089 1,444
b. Lembaga keuangan bukan bank 422 1,042 925 696 1,254 2,042
c. Jasa penunjang keuangan - - - - - -
d. Sewa bangunan 4,707 3,473 2,577 5,723 5,692 7,384
e. Jasa perusahaan 140 235 234 127 156 355
9. Jasa-jasa 22,419 22,740 26,000 27,277 34,324 32,788
a. Pemerintahan Umum 19,760 18,463 23,566 22,360 28,308 27,019
1. Administrasi pemerintahan dan pertahanan 13,460 12,324 17,826 14,226 17,533 13,649
2. Jasa pemerintahan lainnya 6,299 6,138 5,740 8,134 10,775 13,371
b. Swasta 2,660 4,278 2,435 4,917 6,016 5,768
1. Sosial kemasyarakatan 1,323 1,692 1,098 1,477 2,071 2,264
2. Hiburan dan rekreasi 763 457 611 593 583 731
3. Perorangan dan rumah tangga 574 2,129 726 2,847 3,361 2,773
PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO 147,754 138,540 135,161 287,384 314,544 259,215

Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Di Kabupaten Gunungkidul 2014 45


TABEL 2. LANJUTAN

KECAMATAN
LAPANGAN USAHA
Wonosari Playen Patuk Gedangsari
(1) (2) (3) (4) (5)
1. Pertanian 85,658 96,429 70,259 60,462
a. Tanaman Bahan Makanan 59,553 61,998 49,374 40,419
b. Tanaman Perkebunan 1,478 835 1,224 802
c. Peternakan dan Hasil-hasilnya 18,428 15,244 10,542 9,653
d. Kehutanan 5,191 16,128 8,882 8,889
e. Perikanan 1,009 2,225 236 700
2. Pertambangan dan Penggalian 6,438 6,766 4,690 1,103
a. Minyak dan Gas Bumi - - - -
b. Pertambangan Tanpa Migas - - - -
c. Penggalian 6,438 6,766 4,690 1,103
3. Industri Pengolahan 51,019 34,528 25,034 17,837
a. Industri Migas - - - -
b. Industri Tanpa Migas 51,019 34,528 25,034 17,837
4. Listrik, Gas dan Air Bersih 5,053 2,368 723 421

/
.id
a. Listrik 4,501 2,307 723 421
b. Gas - - - -

go
c. Air Bersih 553 61 - -
5. Konstruksi 65,405 31,537 14,683 12,907

s.
6. Perdagangan, Hotel dan Restoran 136,700
bp 66,503 16,300 20,072
a. Perdagangan Besar dan Eceran 96,442 48,225 10,534 14,141
b. Hotel 880 - - -
b.
c. Restoran 39,378 18,278 5,766 5,931
ka

7. Pengangkutan dan Komunikasi 76,645 29,715 10,292 6,578


a. Pengangkutan 68,256 27,705 8,636 5,803
l
du

1. Angkutan rel - - - -
2. Angkutan jalan raya 64,286 27,501 8,546 5,783
ki

3. Angkutan laut - - - -
ng

4. Angkutan sungai dan danau - - - -


5. Angkutan udara - - - -
nu

6. Jasa penunjang angkutan 3,970 203 89 20


b. Komunikasi 8,389 2,010 1,656 775
gu

1. Pos dan telekomunikasi 5,699 1,028 1,168 140


2. Jasa penunjang komunikasi 2,691 983 488 635
://

8. Keuangan, Sewa dan Jasa Perusahaan 113,132 12,054 7,855 4,848


tp

a. Bank 64,799 1,920 1,456 517


ht

b. Lembaga keuangan bukan bank 12,012 2,770 1,105 856


c. Jasa penunjang keuangan - - - -
d. Sewa bangunan 34,718 6,157 4,888 3,417
e. Jasa perusahaan 1,602 1,208 406 58
9. Jasa-jasa 144,869 43,559 30,020 22,042
a. Pemerintahan Umum 131,452 35,030 25,682 19,148
1. Administrasi pemerintahan dan pertahanan 81,789 14,974 16,059 13,486
2. Jasa pemerintahan lainnya 49,663 20,056 9,623 5,662
b. Swasta 13,417 8,529 4,338 2,894
1. Sosial kemasyarakatan 6,017 3,064 2,442 1,136
2. Hiburan dan rekreasi 755 804 692 546
3. Perorangan dan rumah tangga 6,645 4,661 1,204 1,211
PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO 684,920 323,460 179,855 146,270

Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Di Kabupaten Gunungkidul 2014 46


TABEL 2. LANJUTAN

KECAMATAN
LAPANGAN USAHA Jumlah
Nglipar Ngawen Semin
(1) (2) (3) (4) (5)
1. Pertanian 81,524 50,568 103,523 1,361,093
a. Tanaman Bahan Makanan 56,372 35,753 80,158 992,462
b. Tanaman Perkebunan 1,416 952 2,884 19,596
c. Peternakan dan Hasil-hasilnya 10,605 8,787 13,815 184,716
d. Kehutanan 12,759 4,810 6,417 150,447
e. Perikanan 372 267 250 13,872
2. Pertambangan dan Penggalian 6,971 5,567 7,592 74,007
a. Minyak dan Gas Bumi - - - -
b. Pertambangan Tanpa Migas - - - -
c. Penggalian 6,971 5,567 7,592 74,007
3. Industri Pengolahan 30,592 33,229 31,908 453,756
a. Industri Migas - - - -
b. Industri Tanpa Migas 30,592 33,229 31,908 453,756

/
4. Listrik, Gas dan Air Bersih 818 1,104 2,574 24,173

.id
a. Listrik 790 1,104 2,574 21,817
b. Gas - - - -

go
c. Air Bersih 28 - - 2,356

s.
5. Konstruksi 16,123 12,450 26,909 370,366
6. Perdagangan, Hotel dan Restoran 24,722
bp 18,239 64,271 621,451
a. Perdagangan Besar dan Eceran 21,355 14,277 49,520 447,759
b. Hotel - - - 5,099
b.
c. Restoran 3,367 3,961 14,751 168,593
ka

7. Pengangkutan dan Komunikasi 14,221 11,134 18,159 289,914


12,865 9,736 16,372 258,979
l

a. Pengangkutan
du

1. Angkutan rel - - - -
2. Angkutan jalan raya 12,783 9,693 14,943 250,008
ki

3. Angkutan laut - - - -
ng

4. Angkutan sungai dan danau - - - -


5. Angkutan udara - - - -
nu

6. Jasa penunjang angkutan 82 43 1,429 8,971


gu

b. Komunikasi 1,357 1,398 1,788 30,935


1. Pos dan telekomunikasi 887 934 1,028 18,590
://

2. Jasa penunjang komunikasi 469 464 760 12,345


8. Keuangan, Sewa dan Jasa Perusahaan 7,175 5,240 14,930 232,677
tp

a. Bank 1,336 1,444 2,084 84,174


ht

b. Lembaga keuangan bukan bank 864 830 1,608 28,507


c. Jasa penunjang keuangan - - - -
d. Sewa bangunan 4,878 2,831 10,528 113,762
e. Jasa perusahaan 98 135 710 6,234
9. Jasa-jasa 21,074 21,374 34,232 590,389
a. Pemerintahan Umum 16,523 17,557 26,498 501,967
1. Administrasi pemerintahan dan pertahanan 10,626 12,898 13,596 316,239
2. Jasa pemerintahan lainnya 5,898 4,659 12,901 185,728
b. Swasta 4,551 3,817 7,734 88,422
1. Sosial kemasyarakatan 2,023 1,394 2,813 34,590
2. Hiburan dan rekreasi 732 452 1,023 13,054
3. Perorangan dan rumah tangga 1,796 1,971 3,898 40,777

PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO 203,221 158,905 304,097 4,017,825

Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Di Kabupaten Gunungkidul 2014 47


Tabel 3.
Distribusi Persentase Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Gunungkidul
menurut Lapangan Usaha dan Kecamatan Atas Dasar Harga Berlaku
Tahun 2013

KECAMATAN
LAPANGAN USAHA
Panggang Purwosari Paliyan Saptosari Tepus
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
1. Pertanian 5.17 3.11 4.64 7.18 4.55
a. Tanaman Bahan Makanan 4.89 2.76 4.38 7.71 4.10
b. Tanaman Perkebunan 1.99 2.11 2.78 2.77 1.63
c. Peternakan dan Hasil-hasilnya 4.45 3.65 3.71 5.64 6.12
d. Kehutanan 8.00 4.83 7.47 6.28 5.52
e. Perikanan 3.65 0.28 3.36 7.77 5.38
2. Pertambangan dan Penggalian 2.22 1.00 3.17 3.68 1.45
a. Minyak dan Gas Bumi 0 0 0 0 0
b. Pertambangan Tanpa Migas 0 0 0 0 0
c. Penggalian 2.22 1.00 3.17 3.68 1.45
3. Industri Pengolahan 2.87 3.38 4.92 2.83 3.47
a. Industri Migas 0 0 0 0 0

/
.id
b. Industri Tanpa Migas 2.87 3.38 4.92 2.83 3.47
4. Listrik, Gas dan Air Bersih 3.42 0.81 3.24 2.48 2.50

go
a. Listrik 3.39 0.87 3.06 1.83 2.59
b. Gas 0 0 0 0 0

s.
c. Air Bersih 3.81 bp 0.00 5.91 11.67 1.22
5. Konstruksi 3.51 2.61 2.40 3.21 3.77
b.
6. Perdagangan, Hotel dan Restoran 1.71 2.29 1.54 2.99 2.64
a. Perdagangan Besar dan Eceran 2.07 2.22 1.80 3.10 2.17
ka

b. Hotel 0.00 56.35 0 0 17.57


c. Restoran 0.53 0.59 0.67 2.74 3.74
l
du

7. Pengangkutan dan Komunikasi 2.86 1.99 3.67 3.07 3.18


a. Pengangkutan 2.74 2.01 3.57 3.15 3.07
ki

1. Angkutan rel 0 0 0 0 0
ng

2. Angkutan jalan raya 2.76 2.01 3.72 3.27 3.19


3. Angkutan laut 0 0 0 0 0
nu

4. Angkutan sungai dan danau 0 0 0 0 0


5. Angkutan udara 0 0 0 0 0
gu

6. Jasa penunjang angkutan 2.24 1.98 0.10 0.30 0.32


://

b. Komunikasi 4.53 1.65 5.01 1.94 4.72


1. Pos dan telekomunikasi 5.63 1.41 5.99 0.35 5.28
tp

2. Jasa penunjang komunikasi 3.03 1.98 3.69 4.09 3.95


ht

8. Keuangan, Sewa dan Jasa Perusahaan 1.48 1.47 2.09 1.93 1.97
a. Bank 1.01 0.60 1.67 0.57 1.00
b. Lembaga keuangan bukan bank 0.78 0.54 2.48 1.45 1.53
c. Jasa penunjang keuangan 0 0 0 0 0
d. Sewa bangunan 2.03 2.44 2.39 3.24 2.90
e. Jasa perusahaan 2.21 2.04 1.53 2.28 2.92
9. Jasa-jasa 3.36 3.14 3.90 3.65 3.44
a. Pemerintahan Umum 3.39 3.22 3.92 3.57 3.36
1. Administrasi pemerintahan dan pertahanan 4.17 3.69 4.14 4.37 3.80
2. Jasa pemerintahan lainnya 0 0 0 0 0
b. Swasta 3.12 2.60 3.79 4.26 4.02
1. Sosial kemasyarakatan 4.06 2.40 3.78 3.80 2.95
2. Hiburan dan rekreasi 3.81 3.23 4.43 4.71 11.30
3. Perorangan dan rumah tangga 2.07 2.62 3.62 4.55 2.96
PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO 3.51 2.75 3.60 4.42 3.57

Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Di Kabupaten Gunungkidul 2014 48


TABEL 3. LANJUTAN

KECAMATAN
LAPANGAN USAHA Tanjung Karang
Rongkop Girisubo Semanu Ponjong
sari mojo
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1. Pertanian 4.29 4.21 4.45 6.45 7.39 6.39
a. Tanaman Bahan Makanan 4.17 3.95 4.38 7.16 8.08 7.46
b. Tanaman Perkebunan 2.20 0.75 0.91 7.83 18.10 11.07
c. Peternakan dan Hasil-hasilnya 4.42 5.17 5.17 5.24 5.54 3.09
d. Kehutanan 4.59 5.21 3.89 3.72 4.37 3.58
e. Perikanan 10.80 0.35 10.54 4.90 8.76 5.47
2. Pertambangan dan Penggalian 1.05 4.65 2.62 9.96 11.16 5.65
a. Minyak dan Gas Bumi 0 0 0 0 0 0
b. Pertambangan Tanpa Migas 0 0 0 0 0 0
c. Penggalian 1.05 4.65 2.62 9.96 11.16 5.65
3. Industri Pengolahan 3.96 2.87 2.44 8.03 9.14 7.36
a. Industri Migas 0 0 0 0 0 0
3.96 2.87 2.44

/
b. Industri Tanpa Migas 8.03 9.14 7.36

.id
4. Listrik, Gas dan Air Bersih 2.01 4.56 0.78 8.69 7.48 9.05
a. Listrik 1.86 4.84 0.76 6.31 7.94 9.64

go
b. Gas 0 0 0 0 0 0

s.
c. Air Bersih 4.17 0.56 1.11 42.78 0.97 0.56
5. Konstruksi 3.86
2.57
bp 4.10
2.22
2.13
1.76
4.38
10.19
8.14
10.18
4.30
6.26
6. Perdagangan, Hotel dan Restoran
b.
a. Perdagangan Besar dan Eceran 2.39 2.23 1.81 10.21 9.71 5.78
b. Hotel 6.82 0 0 0 0 0
ka

c. Restoran 3.06 2.28 1.65 10.50 12.20 8.18


l

7. Pengangkutan dan Komunikasi 3.01 2.88 2.08 7.87 7.75 6.10


du

a. Pengangkutan 3.05 2.80 2.08 7.98 7.91 6.06


1. Angkutan rel 0 0 0 0 0 0
ki

2. Angkutan jalan raya 3.16 2.62 1.89 8.08 7.61 6.22


ng

3. Angkutan laut 0 0 0 0 0 0
4. Angkutan sungai dan danau 0 0 0 0 0 0
nu

5. Angkutan udara 0 0 0 0 0 0
gu

6. Jasa penunjang angkutan 0.55 6.90 6.49 5.69 14.88 2.31


b. Komunikasi 2.47 4.03 2.07 6.43 5.59 6.62
://

1. Pos dan telekomunikasi 1.76 4.58 1.41 5.63 5.28 5.99


3.43 3.30 2.97 7.51 6.01 7.48
tp

2. Jasa penunjang komunikasi


8. Keuangan, Sewa dan Jasa Perusahaan 2.32 2.35 1.76 4.04 3.61 4.98
ht

a. Bank 0.97 1.43 1.12 1.87 1.51 1.93


b. Lembaga keuangan bukan bank 1.45 3.45 2.67 2.41 3.91 6.77
c. Jasa penunjang keuangan 0 0 0 0 0 0
d. Sewa bangunan 3.73 2.81 2.01 6.44 5.43 7.16
e. Jasa perusahaan 2.12 3.70 3.60 1.91 2.46 5.65
9. Jasa-jasa 3.64 3.83 4.39 4.59 5.44 5.91
a. Pemerintahan Umum 3.72 3.63 4.66 4.46 5.27 5.71
1. Administrasi pemerintahan dan pertahanan 4.26 3.90 5.64 4.50 5.54 4.32
2. Jasa pemerintahan lainnya 0 0 0 0 0 0
b. Swasta 3.06 5.31 2.42 5.58 6.67 7.40
1. Sosial kemasyarakatan 4.21 5.90 2.92 4.76 5.61 7.50
2. Hiburan dan rekreasi 5.20 3.65 3.77 5.13 7.15 7.54
3. Perorangan dan rumah tangga 1.39 5.24 1.59 6.47 7.52 7.27
PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO 3.57 3.52 3.24 6.63 7.56 6.08

Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Di Kabupaten Gunungkidul 2014 49


TABEL 3. LANJUTAN

KECAMATAN
LAPANGAN USAHA
Wonosari Playen Patuk Gedangsari
(1) (2) (3) (4) (5)
1. Pertanian 6.28 7.19 5.47 5.04
a. Tanaman Bahan Makanan 5.93 6.32 5.25 4.61
b. Tanaman Perkebunan 4.35 2.60 20.43 3.00
c. Peternakan dan Hasil-hasilnya 10.53 8.48 5.36 5.07
d. Kehutanan 3.49 10.48 5.75 7.66
e. Perikanan 8.40 16.76 1.76 5.05
2. Pertambangan dan Penggalian 7.70 9.25 5.09 1.58
a. Minyak dan Gas Bumi 0 0 0 0
b. Pertambangan Tanpa Migas 0 0 0 0
c. Penggalian 7.70 9.25 5.09 1.58
3. Industri Pengolahan 11.02 6.59 5.02 3.81
a. Industri Migas 0.00 0.00 0.00 0.00
b. Industri Tanpa Migas 11.02 6.59 5.02 3.81
4. Listrik, Gas dan Air Bersih 20.81 10.05 3.10 1.80

/
.id
a. Listrik 20.63 10.57 3.31 1.93
b. Gas 0 0 0 0

go
c. Air Bersih 23.46 2.60 0.00 0.00
5. Konstruksi 28.06 13.99 2.84 1.88

s.
6. Perdagangan, Hotel dan Restoran 21.66 bp 12.02 2.29 2.44
a. Perdagangan Besar dan Eceran 21.26 12.56 2.30 2.40
b. Hotel 19.26 0.00 0.00 0.00
b.
c. Restoran 23.16 10.56 2.34 2.65
ka

7. Pengangkutan dan Komunikasi 26.02 9.84 3.35 2.32


a. Pengangkutan 26.06 10.08 3.19 2.29
l
du

1. Angkutan rel 0 0 0 0
2. Angkutan jalan raya 25.50 10.46 3.30 2.37
ki

3. Angkutan laut 0 0 0 0
ng

4. Angkutan sungai dan danau 0 0 0 0


5. Angkutan udara 0 0 0 0
nu

6. Jasa penunjang angkutan 39.19 1.38 0.59 0.37


b. Komunikasi 25.47 6.62 5.53 2.79
gu

1. Pos dan telekomunikasi 28.17 5.63 6.69 1.06


2. Jasa penunjang komunikasi 21.80 7.96 3.95 5.14
://

8. Keuangan, Sewa dan Jasa Perusahaan 50.62 5.17 3.45 1.91


tp

a. Bank 74.90 2.53 1.93 0.48


ht

b. Lembaga keuangan bukan bank 43.14 9.95 4.49 3.07


c. Jasa penunjang keuangan 0 0 0 0
d. Sewa bangunan 32.14 5.62 4.42 2.90
e. Jasa perusahaan 30.11 19.81 5.57 0.97
9. Jasa-jasa 27.08 7.15 4.89 3.74
a. Pemerintahan Umum 28.52 6.76 4.97 3.84
1. Administrasi pemerintahan dan pertahanan 25.86 4.73 5.08 4.26
2. Jasa pemerintahan lainnya 0 0 0 0
b. Swasta 16.28 10.07 4.24 3.02
1. Sosial kemasyarakatan 17.11 8.86 5.34 2.90
2. Hiburan dan rekreasi 9.27 5.13 5.94 4.22
3. Perorangan dan rumah tangga 17.49 12.58 2.74 2.80
PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO 19.01 8.63 4.31 3.54

Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Di Kabupaten Gunungkidul 2014 50


TABEL 3. LANJUTAN

KECAMATAN
LAPANGAN USAHA Jumlah
Nglipar Ngawen Semin
(1) (2) (3) (4) (5)
1. Pertanian 5.84 4.41 7.94 100.00
a. Tanaman Bahan Makanan 5.62 4.39 8.83 100.00
b. Tanaman Perkebunan 3.18 4.60 9.71 100.00
c. Peternakan dan Hasil-hasilnya 5.89 4.80 7.65 100.00
d. Kehutanan 7.56 4.20 3.41 100.00
e. Perikanan 2.77 2.08 1.93 100.00
2. Pertambangan dan Penggalian 10.10 7.04 12.63 100.00
a. Minyak dan Gas Bumi 0 0 0 0.00
b. Pertambangan Tanpa Migas 0 0 0 0.00
c. Penggalian 10.10 7.04 12.63 100.00
3. Industri Pengolahan 7.01 7.84 7.44 100.00
a. Industri Migas 0.00 0.00 0.00 0.00
b. Industri Tanpa Migas 7.01 7.84 7.44 100.00

/
4. Listrik, Gas dan Air Bersih 3.46 4.73 11.03 100.00

.id
a. Listrik 3.62 5.06 11.80 100.00
b. Gas 0 0 0 0.00

go
c. Air Bersih 1.18 0.00 0.00 100.00

s.
5. Konstruksi 4.81 1.95 4.07 100.00
6. Perdagangan, Hotel dan Restoran 2.73
bp 2.70 11.79 100.00
a. Perdagangan Besar dan Eceran 3.08 2.75 12.14 100.00
b. Hotel 0 0 0 100.00
b.
c. Restoran 1.58 2.61 10.98 100.00
ka

7. Pengangkutan dan Komunikasi 4.35 3.59 6.06 100.00


a. Pengangkutan 4.36 3.53 6.07 100.00
l
du

1. Angkutan rel 0 0 0 0.00


2. Angkutan jalan raya 4.50 3.65 5.68 100.00
ki

3. Angkutan laut 0 0 0 0.00


ng

4. Angkutan sungai dan danau 0 0 0 0.00


5. Angkutan udara 0 0 0 0.00
nu

6. Jasa penunjang angkutan 0.98 0.60 15.14 100.00


gu

b. Komunikasi 4.25 4.43 5.86 100.00


1. Pos dan telekomunikasi 4.58 4.93 5.63 100.00
://

2. Jasa penunjang komunikasi 3.80 3.76 6.16 100.00


8. Keuangan, Sewa dan Jasa Perusahaan 2.94 2.22 5.68 100.00
tp

a. Bank 1.84 1.87 2.75 100.00


ht

b. Lembaga keuangan bukan bank 3.12 3.12 5.67 100.00


c. Jasa penunjang keuangan 0 0 0 0.00
d. Sewa bangunan 3.93 2.32 8.07 100.00
e. Jasa perusahaan 1.49 1.89 9.75 100.00
9. Jasa-jasa 3.38 3.58 4.88 100.00
a. Pemerintahan Umum 3.18 3.40 4.42 100.00
1. Administrasi pemerintahan dan pertahanan 3.36 4.08 4.30 100.00
2. Jasa pemerintahan lainnya 0 0 0 0.00
b. Swasta 4.89 4.91 8.34 100.00
1. Sosial kemasyarakatan 5.49 5.28 7.13 100.00
2. Hiburan dan rekreasi 4.20 4.30 7.03 100.00
3. Perorangan dan rumah tangga 4.54 4.75 9.83 100.00
PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO 4.73 3.96 7.37 100.00

Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Di Kabupaten Gunungkidul 2014 51


Tabel 4.
Distribusi Persentase Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Gunungkidul
menurut Lapangan Usaha dan Kecamatan Atas Dasar
Harga Konstan 2000 Tahun 2013

KECAMATAN
LAPANGAN USAHA
Panggang Purwosari Paliyan Saptosari Tepus
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
1. Pertanian 4.94 3.02 4.77 7.83 4.52
a. Tanaman Bahan Makanan 4.64 2.69 4.81 8.55 4.01
b. Tanaman Perkebunan 2.40 2.59 3.88 4.24 2.65
c. Peternakan dan Hasil-hasilnya 4.45 3.58 3.31 5.46 6.70
d. Kehutanan 7.98 4.82 6.63 6.29 5.26
e. Perikanan 4.14 0.31 3.12 9.51 7.05
2. Pertambangan dan Penggalian 3.04 1.05 4.12 2.79 1.92
a. Minyak dan Gas Bumi 0 0 0 0 0
b. Pertambangan Tanpa Migas 0 0 0 0 0
c. Penggalian 3.04 1.05 4.12 2.79 1.92
3. Industri Pengolahan 2.79 3.26 4.84 2.93 3.34
a. Industri Migas 0 0 0 0 0

/
.id
b. Industri Tanpa Migas 2.79 3.26 4.84 2.93 3.34
4. Listrik, Gas dan Air Bersih 3.43 0.78 3.34 2.79 2.45

go
a. Listrik 3.39 0.87 3.06 1.83 2.59
b. Gas 0 0 0 0 0

s.
c. Air Bersih 3.81 bp 0.00 5.91 11.67 1.22
5. Konstruksi 2.99 3.29 3.53 3.57 3.83
b.
6. Perdagangan, Hotel dan Restoran 1.45 2.07 1.45 2.57 2.34
a. Perdagangan Besar dan Eceran 1.76 1.91 1.67 2.30 2.17
ka

b. Hotel 0.00 56.35 0 0 19.57


c. Restoran 0.68 0.86 0.91 3.39 2.29
l
du

7. Pengangkutan dan Komunikasi 3.15 2.39 3.88 3.12 3.28


a. Pengangkutan 2.98 2.51 3.75 3.28 3.11
ki

1. Angkutan rel 0 0 0 0 0
ng

2. Angkutan jalan raya 3.00 2.51 3.88 3.38 3.21


3. Angkutan laut 0 0 0 0 0
nu

4. Angkutan sungai dan danau 0 0 0 0 0


5. Angkutan udara 0 0 0 0 0
gu

6. Jasa penunjang angkutan 2.47 2.38 0.12 0.26 0.32


://

b. Komunikasi 4.53 1.39 4.95 1.78 4.75


1. Pos dan telekomunikasi 5.53 1.01 5.78 0.25 5.28
tp

2. Jasa penunjang komunikasi 3.03 1.98 3.69 4.09 3.95


ht

8. Keuangan, Sewa dan Jasa Perusahaan 1.62 1.74 2.34 2.13 2.36
a. Bank 0.95 0.79 1.63 0.62 0.84
b. Lembaga keuangan bukan bank 0.93 0.72 2.59 1.35 1.71
c. Jasa penunjang keuangan 0 0 0 0 0
d. Sewa bangunan 2.25 2.68 2.82 3.41 3.60
e. Jasa perusahaan 2.39 2.12 1.99 2.81 3.05
9. Jasa-jasa 3.44 3.27 3.86 3.60 4.06
a. Pemerintahan Umum 3.48 3.35 3.81 3.57 3.84
1. Administrasi pemerintahan dan pertahanan 4.17 3.69 4.14 4.37 3.80
2. Jasa pemerintahan lainnya 0 0 0 0 0
b. Swasta 3.23 2.82 4.16 3.78 5.32
1. Sosial kemasyarakatan 3.96 2.45 4.22 2.25 3.81
2. Hiburan dan rekreasi 3.88 3.19 4.30 5.65 16.00
3. Perorangan dan rumah tangga 2.40 3.00 4.07 4.47 3.18
PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO 3.39 2.79 3.79 4.66 3.65

Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Di Kabupaten Gunungkidul 2014 52


TABEL 4. LANJUTAN

KECAMATAN
LAPANGAN USAHA Tanjung Karang
Rongkop Girisubo Semanu Ponjong
sari mojo
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1. Pertanian 4.34 4.17 4.55 6.96 8.23 6.36
a. Tanaman Bahan Makanan 4.26 3.82 4.43 7.69 9.09 7.36
b. Tanaman Perkebunan 4.15 1.43 1.73 14.82 34.23 20.95
c. Peternakan dan Hasil-hasilnya 4.34 5.63 5.55 4.74 6.13 2.98
d. Kehutanan 4.42 5.33 3.80 5.43 4.59 3.53
e. Perikanan 9.84 0.35 11.47 4.15 8.69 4.93
2. Pertambangan dan Penggalian 1.14 3.41 1.38 9.41 9.77 9.09
a. Minyak dan Gas Bumi 0 0 0 0 0 0
b. Pertambangan Tanpa Migas 0 0 0 0 0 0
c. Penggalian 1.14 3.41 1.38 9.41 9.77 9.09
3. Industri Pengolahan 3.98 2.89 2.41 8.24 8.86 7.06
a. Industri Migas 0 0 0 0 0 0

/
b. Industri Tanpa Migas 3.98 2.89 2.41 8.24 8.86 7.06

.id
4. Listrik, Gas dan Air Bersih 2.08 4.42 0.79 9.86 7.26 8.76

go
a. Listrik 1.86 4.84 0.76 6.31 7.94 9.64
b. Gas 0 0 0 0 0 0

s.
c. Air Bersih 4.17 0.56 1.11 42.78 0.97 0.56
5. Konstruksi 4.42 bp 3.81 3.31 7.93 7.57 7.14
6. Perdagangan, Hotel dan Restoran 2.69 2.24 2.08 10.37 9.96 6.97
b.
a. Perdagangan Besar dan Eceran 2.21 2.16 2.05 10.67 9.78 6.49
b. Hotel 6.82 0 0 0 0 0
ka

c. Restoran 3.83 2.50 2.24 9.88 10.75 8.43


l
du

7. Pengangkutan dan Komunikasi 2.77 2.95 1.81 5.76 7.19 6.19


a. Pengangkutan 2.85 2.81 1.81 5.69 7.39 6.16
ki

1. Angkutan rel 0 0 0 0 0 0
2. Angkutan jalan raya 2.93 2.64 1.64 5.68 7.38 6.32
ng

3. Angkutan laut 0 0 0 0 0 0
nu

4. Angkutan sungai dan danau 0 0 0 0 0 0


5. Angkutan udara 0 0 0 0 0 0
gu

6. Jasa penunjang angkutan 0.39 7.61 6.53 5.81 7.54 1.50


b. Komunikasi 2.12 4.18 1.79 6.32 5.57 6.46
://

1. Pos dan telekomunikasi 1.26 4.77 1.01 5.53 5.28 5.78


tp

2. Jasa penunjang komunikasi 3.43 3.30 2.97 7.51 6.01 7.48


ht

8. Keuangan, Sewa dan Jasa Perusahaan 2.50 2.48 2.01 3.46 3.52 4.82
a. Bank 0.65 1.22 1.12 1.78 1.29 1.72
b. Lembaga keuangan bukan bank 1.48 3.65 3.25 2.44 4.40 7.16
c. Jasa penunjang keuangan 0 0 0 0 0 0
d. Sewa bangunan 4.14 3.05 2.26 5.03 5.00 6.49
e. Jasa perusahaan 2.24 3.77 3.76 2.03 2.50 5.69
9. Jasa-jasa 3.80 3.85 4.40 4.62 5.81 5.55
a. Pemerintahan Umum 3.94 3.68 4.69 4.45 5.64 5.38
1. Administrasi pemerintahan dan pertahanan 4.26 3.90 5.64 4.50 5.54 4.32
2. Jasa pemerintahan lainnya 0 0 0 0 0 0
b. Swasta 3.01 4.84 2.75 5.56 6.80 6.52
1. Sosial kemasyarakatan 3.82 4.89 3.17 4.27 5.99 6.55
2. Hiburan dan rekreasi 5.85 3.50 4.68 4.54 4.47 5.60
3. Perorangan dan rumah tangga 1.41 5.22 1.78 6.98 8.24 6.80
PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO 3.68 3.45 3.36 7.15 7.83 6.45

Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Di Kabupaten Gunungkidul 2014 53


TABEL 4. LANJUTAN

KECAMATAN
LAPANGAN USAHA
Wonosari Playen Patuk Gedangsari
(1) (2) (3) (4) (5)
1. Pertanian 6.29 7.08 5.16 4.44
a. Tanaman Bahan Makanan 6.00 6.25 4.97 4.07
b. Tanaman Perkebunan 8.23 4.92 38.64 5.68
c. Peternakan dan Hasil-hasilnya 9.98 8.25 5.71 5.23
d. Kehutanan 3.45 10.72 5.90 5.91
e. Perikanan 7.27 16.04 1.70 5.04
2. Pertambangan dan Penggalian 8.70 9.14 6.34 1.49
a. Minyak dan Gas Bumi 0 0 0 0
b. Pertambangan Tanpa Migas 0 0 0 0
c. Penggalian 8.70 9.14 6.34 1.49
3. Industri Pengolahan 11.24 7.61 5.52 3.93
a. Industri Migas 0 0 0 0
b. Industri Tanpa Migas 11.24 7.61 5.52 3.93
4. Listrik, Gas dan Air Bersih 20.90 9.80 2.99 1.74

/
.id
a. Listrik 20.63 10.57 3.31 1.93
b. Gas 0 0 0 0

go
c. Air Bersih 23.46 2.60 0.00 0.00
5. Konstruksi 17.66 8.52 3.96 3.48

s.
6. Perdagangan, Hotel dan Restoran 22.00 bp 10.70 2.62 3.23
a. Perdagangan Besar dan Eceran 52.62 31.10 5.70 5.95
b. Hotel 17.26 0.00 0.00 0.00
b.
c. Restoran 43.36 19.77 4.38 4.95
ka

7. Pengangkutan dan Komunikasi 26.44 10.25 3.55 2.27


a. Pengangkutan 26.36 10.70 3.33 2.24
l
du

1. Angkutan rel 0 0 0 0
2. Angkutan jalan raya 25.71 11.00 3.42 2.31
ki

3. Angkutan laut 0 0 0 0
ng

4. Angkutan sungai dan danau 0 0 0 0


5. Angkutan udara 0 0 0 0
nu

6. Jasa penunjang angkutan 44.25 2.26 1.00 0.22


b. Komunikasi 27.12 6.50 5.35 2.50
gu

1. Pos dan telekomunikasi 30.65 5.53 6.28 0.75


21.80 7.96 3.95 5.14
://

2. Jasa penunjang komunikasi


8. Keuangan, Sewa dan Jasa Perusahaan 48.62 5.18 3.38 2.08
tp

a. Bank 76.98 2.28 1.73 0.61


ht

b. Lembaga keuangan bukan bank 42.14 9.72 3.88 3.00


c. Jasa penunjang keuangan 0 0 0 0
d. Sewa bangunan 30.52 5.41 4.30 3.00
e. Jasa perusahaan 25.71 19.37 6.51 0.93
9. Jasa-jasa 24.54 7.38 5.08 3.73
a. Pemerintahan Umum 26.19 6.98 5.12 3.81
1. Administrasi pemerintahan dan pertahanan 25.86 4.73 5.08 4.26
2. Jasa pemerintahan lainnya 0 0 0 0
b. Swasta 15.17 9.65 4.91 3.27
1. Sosial kemasyarakatan 17.39 8.86 7.06 3.29
2. Hiburan dan rekreasi 5.79 6.16 5.30 4.18
3. Perorangan dan rumah tangga 16.30 11.43 2.95 2.97
PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO 17.05 8.05 4.48 3.64

Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Di Kabupaten Gunungkidul 2014 54


TABEL 4. LANJUTAN

KECAMATAN
LAPANGAN USAHA Jumlah
Nglipar Ngawen Semin
(1) (2) (3) (4) (5)
1. Pertanian 5.99 3.72 7.61 100.00
a. Tanaman Bahan Makanan 5.68 3.60 8.08 100.00
b. Tanaman Perkebunan 7.23 4.86 14.72 100.00
c. Peternakan dan Hasil-hasilnya 5.74 4.76 7.48 100.00
d. Kehutanan 8.48 3.20 4.27 100.00
e. Perikanan 2.68 1.92 1.80 100.00
2. Pertambangan dan Penggalian 9.42 7.52 10.26 100.00
a. Minyak dan Gas Bumi 0 0 0 0.00
b. Pertambangan Tanpa Migas 0 0 0 0.00
c. Penggalian 9.42 7.52 10.26 100.00
3. Industri Pengolahan 6.74 7.32 7.03 100.00
a. Industri Migas 0 0 0 0.00
b. Industri Tanpa Migas 6.74 7.32 7.03 100.00

/
.id
4. Listrik, Gas dan Air Bersih 3.38 4.57 10.65 100.00
a. Listrik 3.62 5.06 11.80 100.00

go
b. Gas 0 0 0 0.00
c. Air Bersih 1.18 0.00 0.00 100.00

s.
5. Konstruksi 4.35 3.36 7.27 100.00
6. Perdagangan, Hotel dan Restoran
bp
3.98 2.93 10.34 100.00
a. Perdagangan Besar dan Eceran 4.77 3.19 11.06 100.00
b.
b. Hotel 0 0 0 100.00
2.00 2.35 8.75 100.00
ka

c. Restoran
7. Pengangkutan dan Komunikasi 4.91 3.84 6.26 100.00
l
du

a. Pengangkutan 4.97 3.76 6.32 100.00


1. Angkutan rel 0.00 0.00 0.00 0.00
ki

2. Angkutan jalan raya 5.11 3.88 5.98 100.00


0 0 0 0.00
ng

3. Angkutan laut
4. Angkutan sungai dan danau 0 0 0 0.00
nu

5. Angkutan udara 0 0 0 0.00


6. Jasa penunjang angkutan 0.92 0.48 15.93 100.00
gu

b. Komunikasi 4.39 4.52 5.78 100.00


1. Pos dan telekomunikasi 4.77 5.03 5.53 100.00
://

2. Jasa penunjang komunikasi 3.80 3.76 6.16 100.00


tp

8. Keuangan, Sewa dan Jasa Perusahaan 3.08 2.25 6.42 100.00


a. Bank 1.59 1.72 2.48 100.00
ht

b. Lembaga keuangan bukan bank 3.03 2.91 5.64 100.00


c. Jasa penunjang keuangan 0 0 0 0.00
d. Sewa bangunan 4.29 2.49 9.25 100.00
e. Jasa perusahaan 1.57 2.16 11.39 100.00
9. Jasa-jasa 3.57 3.62 5.80 100.00
a. Pemerintahan Umum 3.29 3.50 5.28 100.00
1. Administrasi pemerintahan dan pertahanan 3.36 4.08 4.30 100.00
2. Jasa pemerintahan lainnya 0 0 0 0.00
b. Swasta 5.15 4.32 8.75 100.00
1. Sosial kemasyarakatan 5.85 4.03 8.13 100.00
2. Hiburan dan rekreasi 5.61 3.46 7.84 100.00
3. Perorangan dan rumah tangga 4.40 4.83 9.56 100.00
PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO 5.06 3.96 7.57 100.00

Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Di Kabupaten Gunungkidul 2014 55


Tabel 5.
Distribusi Persentase Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan
menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku
Tahun 2013

KECAMATAN
LAPANGAN USAHA
Panggang Purwosari Paliyan Saptosari Tepus
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
1. Pertanian 47.67 36.61 41.70 52.55 41.18
a. Tanaman Bahan Makanan 32.24 23.19 28.13 40.30 26.55
b. Tanaman Perkebunan 13.50 10.01 13.64 19.75 11.46
c. Peternakan dan Hasil-hasilnya 5.78 6.05 4.70 5.81 7.81
d. Kehutanan 3.52 2.72 2.85 2.20 2.28
e. Perikanan 0.30 0.03 0.27 0.51 0.44
2. Pertambangan dan Penggalian 1.05 0.60 1.46 1.38 0.67
a. Minyak dan Gas Bumi 0 0 0 0 0
b. Pertambangan Tanpa Migas 0 0 0 0 0
c. Penggalian 1.05 0.60 1.46 1.38 0.67
3. Industri Pengolahan 8.12 12.22 13.56 6.35 9.64
a. Industri Migas 0 0 0 0 0

/
.id
b. Industri Tanpa Migas 8.12 12.22 13.56 6.35 9.64
0.93 0.28 0.86 0.53 0.67

go
4. Listrik, Gas dan Air Bersih
a. Listrik 0.86 0.28 0.76 0.37 0.64
0 0 0 0 0

s.
b. Gas
c. Air Bersih 0.07 bp 0.00 0.10 0.16 0.02
5. Konstruksi 10.19 9.67 6.80 7.40 10.75
b.
6. Perdagangan, Hotel dan Restoran 7.22 12.29 6.32 9.99 10.92
a. Perdagangan Besar dan Eceran 6.73 9.22 5.71 7.98 6.94
ka

b. Hotel 0.00 2.37 0.00 0.00 0.57


c. Restoran 0.49 0.70 0.61 2.01 3.40
l
du

7. Pengangkutan dan Komunikasi 4.98 4.42 6.22 4.23 5.45


a. Pengangkutan 4.43 4.16 5.64 4.05 4.89
ki

1. Angkutan rel 0 0 0 0 0
ng

2. Angkutan jalan raya 4.28 3.99 5.63 4.03 4.87


3. Angkutan laut 0 0 0 0 0
nu

4. Angkutan sungai dan danau 0 0 0 0 0


0 0 0 0 0
gu

5. Angkutan udara
6. Jasa penunjang angkutan 0.15 0.17 0.01 0.02 0.02
://

b. Komunikasi 0.54 0.25 0.59 0.18 0.56


1. Pos dan telekomunikasi 0.39 0.40 0.02 0.36
tp

0.12
2. Jasa penunjang komunikasi 0.15 0.13 0.18 0.16 0.20
ht

8. Keuangan, Sewa dan Jasa Perusahaan 2.51 3.19 3.46 2.60 3.29
a. Bank 0.23 0.25 0.39 0.12 0.20
b. Lembaga keuangan bukan bank 0.15 0.14 0.48 0.23 0.30
c. Jasa penunjang keuangan 0 0 0 0 0
d. Sewa bangunan 1.59 2.43 1.81 2.00 2.22
e. Jasa perusahaan 0.08 0.09 0.05 0.06 0.10
9. Jasa-jasa 17.33 20.73 19.63 14.96 17.45
a. Pemerintahan Umum 15.42 18.71 17.38 12.90 15.04
1. Administrasi pemerintahan dan pertahanan 11.94 13.49 11.57 9.94 10.70
2. Jasa pemerintahan lainnya 0 5 0 0 0
b. Swasta 1.90 2.03 2.25 2.06 2.41
1. Sosial kemasyarakatan 1.03 0.78 0.94 0.77 0.74
2. Hiburan dan rekreasi 0.30 0.32 0.34 0.29 0.87
3. Perorangan dan rumah tangga 0.57 0.92 0.97 1.00 0.80
PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO 100.00 100.00 100.00 100.00 100.00

Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Di Kabupaten Gunungkidul 2014 56


TABEL 5. LANJUTAN

KECAMATAN
LAPANGAN USAHA Tanjung Karang
Rongkop Girisubo Semanu Ponjong
sari mojo
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1. Pertanian 38.86 38.65 44.44 31.44 31.61 34.00
a. Tanaman Bahan Makanan 26.97 25.92 31.29 24.93 24.70 28.37
b. Tanaman Perkebunan 0.23 0.08 0.11 0.45 0.91 0.69
c. Peternakan dan Hasil-hasilnya 5.64 6.70 7.29 3.60 3.34 2.32
d. Kehutanan 1.92 2.34 1.82 1.27 0.94 0.90
e. Perikanan 0.88 0.03 0.95 0.21 0.34 0.26
2. Pertambangan dan Penggalian 0.49 2.18 1.34 2.48 2.44 1.54
a. Minyak dan Gas Bumi 0 0 0 0 0 0
b. Pertambangan Tanpa Migas 0 0 0 0 0 0
c. Penggalian 0.49 2.18 1.34 2.48 2.44 1.54
3. Industri Pengolahan 11.00 8.09 7.50 12.02 12.00 12.02
a. Industri Migas 0 0 0 0 0 0

/
b. Industri Tanpa Migas 11.00 8.09 7.50 12.02 12.00 12.02

.id
4. Listrik, Gas dan Air Bersih 0.53 1.23 0.23 1.25 0.94 1.42

go
a. Listrik 0.46 1.22 0.21 0.84 0.93 1.41
b. Gas 0 0 0 0 0 0

s.
c. Air Bersih 0.07 0.01 0.02 0.40 0.01 0.01
5. Konstruksi 11.01 bp11.86 6.70 6.72 10.97 7.21
6. Perdagangan, Hotel dan Restoran 10.63 9.33 8.04 22.69 19.89 15.22
b.
a. Perdagangan Besar dan Eceran 7.63 7.23 6.39 17.55 14.65 10.85
b. Hotel 0.22 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00
ka

c. Restoran 2.78 2.10 1.65 5.14 5.25 4.37


l

7. Pengangkutan dan Komunikasi 5.15 5.00 3.92 7.24 6.26 6.12


du

a. Pengangkutan 4.86 4.51 3.65 6.84 5.95 5.67


0 0 0 0 0 0
ki

1. Angkutan rel
2. Angkutan jalan raya 4.82 4.05 3.18 6.63 5.49 5.58
ng

3. Angkutan laut 0 0 0 0 0 0
nu

4. Angkutan sungai dan danau 0 0 0 0 0 0


5. Angkutan udara 0 0 0 0 0 0
gu

6. Jasa penunjang angkutan 0.04 0.46 0.47 0.20 0.46 0.09


b. Komunikasi 0.29 0.48 0.27 0.41 0.31 0.46
://

1. Pos dan telekomunikasi 0.12 0.32 0.11 0.21 0.17 0.24


tp

2. Jasa penunjang komunikasi 0.17 0.17 0.16 0.20 0.14 0.22


8. Keuangan, Sewa dan Jasa Perusahaan 3.86 3.97 3.24 3.62 2.85 4.87
ht

a. Bank 0.16 0.30 0.30 0.23 0.15 0.24


b. Lembaga keuangan bukan bank 0.28 0.68 0.57 0.25 0.36 0.77
c. Jasa penunjang keuangan 0 0 0 0 0 0
d. Sewa bangunan 2.85 2.19 1.70 2.66 1.97 3.22
e. Jasa perusahaan 0.07 0.13 0.14 0.04 0.04 0.11
9. Jasa-jasa 18.47 19.70 24.59 12.54 13.03 17.61
a. Pemerintahan Umum 16.64 16.48 22.99 10.74 11.14 15.00
1. Administrasi pemerintahan dan pertahanan 11.97 11.12 17.50 6.81 7.37 7.13
2. Jasa pemerintahan lainnya 5 0 5 0 0 0
b. Swasta 1.83 3.22 1.60 1.80 1.89 2.60
1. Sosial kemasyarakatan 1.05 1.50 0.81 0.64 0.66 1.10
2. Hiburan dan rekreasi 0.40 0.28 0.32 0.21 0.26 0.34
3. Perorangan dan rumah tangga 0.38 1.44 0.48 0.95 0.96 1.16
PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO 100.00 100.00 100.00 100.00 100.00 100.00

Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Di Kabupaten Gunungkidul 2014 57


TABEL 5. LANJUTAN

KECAMATAN
LAPANGAN USAHA
Wonosari Playen Patuk Gedangsari
(1) (2) (3) (4) (5)
1. Pertanian 10.68 26.95 41.11 46.11
a. Tanaman Bahan Makanan 7.21 16.92 28.16 30.16
b. Tanaman Perkebunan 0.09 0.11 1.81 0.32
c. Peternakan dan Hasil-hasilnya 2.52 4.48 5.67 6.54
d. Kehutanan 0.73 4.86 5.35 8.67
e. Perikanan 0.13 0.56 0.12 0.41
2. Pertambangan dan Penggalian 0.67 1.77 1.96 0.74
a. Minyak dan Gas Bumi 0.00 0.00 0.00 0.00
b. Pertambangan Tanpa Migas 0.00 0.00 0.00 0.00
c. Penggalian 0.67 1.77 1.96 0.74
3. Industri Pengolahan 5.75 7.58 11.58 10.68
a. Industri Migas 0 0 0 0
b. Industri Tanpa Migas 5.75 7.58 11.58 10.68
4. Listrik, Gas dan Air Bersih 1.04 1.11 0.68 0.49

/
.id
a. Listrik 0.96 1.09 0.68 0.49
b. Gas 0 0 0 0

go
c. Air Bersih 0.08 0.02 0.00 0.00
5. Konstruksi 15.04 16.51 6.73 5.41

s.
6. Perdagangan, Hotel dan Restoran 16.82 bp 20.56 7.86 10.18
a. Perdagangan Besar dan Eceran 12.75 16.59 6.10 7.75
b. Hotel 0.12 0.00 0.00 0.00
b.
c. Restoran 3.96 3.97 1.76 2.43
ka

7. Pengangkutan dan Komunikasi 8.35 6.96 4.75 4.01


a. Pengangkutan 7.79 6.63 4.21 3.68
l
du

1. Angkutan rel 0.00 0.00 0.00 0.00


2. Angkutan jalan raya 7.31 6.60 4.18 3.65
ki

3. Angkutan laut 0 0 0 0
ng

4. Angkutan sungai dan danau 0 0 0 0


5. Angkutan udara 0 0 0 0
nu

6. Jasa penunjang angkutan 0.49 0.04 0.03 0.02


b. Komunikasi 0.56 0.32 0.54 0.33
gu

1. Pos dan telekomunikasi 0.36 0.16 0.38 0.07


2. Jasa penunjang komunikasi 0.20 0.16 0.16 0.26
://

8. Keuangan, Sewa dan Jasa Perusahaan 15.85 3.56 4.77 3.21


tp

a. Bank 3.51 0.23 0.35 0.15


ht

b. Lembaga keuangan bukan bank 1.57 0.80 0.72 0.60


c. Jasa penunjang keuangan 0 0 0 0
d. Sewa bangunan 4.63 1.78 2.81 2.25
e. Jasa perusahaan 0.19 0.28 0.16 0.03
9. Jasa-jasa 25.79 15.00 20.55 19.18
a. Pemerintahan Umum 23.96 12.51 18.45 17.35
1. Administrasi pemerintahan dan pertahanan 13.67 5.51 11.85 12.12
2. Jasa pemerintahan lainnya 0 0 0 0
b. Swasta 1.83 2.49 2.10 1.83
1. Sosial kemasyarakatan 0.80 0.92 1.11 0.73
2. Hiburan dan rekreasi 0.13 0.16 0.38 0.33
3. Perorangan dan rumah tangga 0.89 1.41 0.62 0.77
PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO 100.00 100.00 100.00 100.00

Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Di Kabupaten Gunungkidul 2014 58


TABEL 5. LANJUTAN

KECAMATAN
LAPANGAN USAHA Jumlah
Nglipar Ngawen Semin
(1) (2) (3) (4) (5)
1. Pertanian 39.94 35.99 34.87 32.35
a. Tanaman Bahan Makanan 27.44 25.62 27.70 23.11
b. Tanaman Perkebunan 0.26 0.44 0.50 0.38
c. Peternakan dan Hasil-hasilnya 5.68 5.53 4.73 4.56
d. Kehutanan 2.77 1.25 0.90 4.01
e. Perikanan 0.17 0.15 0.08 0.29
2. Pertambangan dan Penggalian 3.53 2.94 2.83 1.65
a. Minyak dan Gas Bumi 0 0 0 0
b. Pertambangan Tanpa Migas 0 0 0 0
c. Penggalian 3.53 2.94 2.83 1.65
3. Industri Pengolahan 14.71 19.65 10.02 9.93
a. Industri Migas 0 0 0 0
b. Industri Tanpa Migas 14.71 19.65 10.02 9.93
4. Listrik, Gas dan Air Bersih 0.70 1.14 1.42 0.95

/
.id
a. Listrik 0.68 1.14 1.42 0.89
b. Gas 0 0 0 0

go
c. Air Bersih 0.02 0.00 0.00 0.06
5. Konstruksi 10.37 5.01 5.63 10.19

s.
6. Perdagangan, Hotel dan Restoran 8.52
bp 10.05 23.62 14.77
a. Perdagangan Besar dan Eceran 7.43 7.90 18.78 11.40
b. Hotel 0.00 0.00 0.00 0.12
b.
c. Restoran 1.08 2.14 4.84 3.25
ka

7. Pengangkutan dan Komunikasi 5.61 5.53 5.02 6.10


a. Pengangkutan 5.23 5.06 4.69 5.68
l
du

1. Angkutan rel 0 0 0 0
2. Angkutan jalan raya 5.18 5.03 4.20 5.45
ki

3. Angkutan laut 0 0 0 0
ng

4. Angkutan sungai dan danau 0 0 0 0


5. Angkutan udara 0 0 0 0
nu

6. Jasa penunjang angkutan 0.05 0.04 0.48 0.24


b. Komunikasi 0.38 0.47 0.33 0.42
gu

1. Pos dan telekomunikasi 0.23 0.30 0.19 0.24


2. Jasa penunjang komunikasi 0.14 0.17 0.15 0.18
://

8. Keuangan, Sewa dan Jasa Perusahaan 3.70 3.34 4.59 5.95


tp

a. Bank 0.29 0.38 0.29 2.40


ht

b. Lembaga keuangan bukan bank 0.46 0.55 0.53 0.69


c. Jasa penunjang keuangan 0 0 0 0
d. Sewa bangunan 2.27 1.61 3.00 2.74
e. Jasa perusahaan 0.04 0.06 0.16 0.12
9. Jasa-jasa 12.93 16.35 11.99 18.11
a. Pemerintahan Umum 10.72 13.70 9.57 15.97
1. Administrasi pemerintahan dan pertahanan 7.13 10.34 5.86 10.05
2. Jasa pemerintahan lainnya 0 0 0 0
b. Swasta 2.21 2.65 2.42 2.14
1. Sosial kemasyarakatan 1.04 1.19 0.87 0.89
2. Hiburan dan rekreasi 0.24 0.30 0.26 0.27
3. Perorangan dan rumah tangga 0.93 1.16 1.29 0.97
PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO 100.00 100.00 100.00 100.00

Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Di Kabupaten Gunungkidul 2014 59


Tabel 6
Distribusi Persentase Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan
menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000
Tahun 2013

KECAMATAN
LAPANGAN USAHA
Panggang Purwosari Paliyan Saptosari Tepus
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
1. Pertanian 49.33 36.67 42.65 56.96 42.04
a. Tanaman Bahan Makanan 33.74 23.82 31.32 45.37 27.16
b. Tanaman Perkebunan 0.34 0.45 0.50 0.44 0.35
c. Peternakan dan Hasil-hasilnya 6.02 5.89 4.01 5.39 8.46
d. Kehutanan 8.81 6.46 6.54 5.06 5.40
e. Perikanan 0.42 0.04 0.28 0.70 0.67
2. Pertambangan dan Penggalian 1.65 0.69 2.00 1.11 0.97
a. Minyak dan Gas Bumi 0 0 0 0 0
b. Pertambangan Tanpa Migas 0 0 0 0 0
c. Penggalian 1.65 0.69 2.00 1.11 0.97
3. Industri Pengolahan 9.30 13.18 14.42 7.10 10.34
a. Industri Migas 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00

/
.id
b. Industri Tanpa Migas 9.30 13.18 14.42 7.10 10.34
4. Listrik, Gas dan Air Bersih 0.61 0.17 0.53 0.36 0.40

go
a. Listrik 0.54 0.17 0.44 0.21 0.39
b. Gas 0 0 0 0 0

s.
c. Air Bersih 0.07 bp 0 0.09 0.15 0.02
5. Konstruksi 8.13 10.84 8.58 7.06 9.70
b.
6. Perdagangan, Hotel dan Restoran 6.62 11.48 5.90 8.55 9.94
a. Perdagangan Besar dan Eceran 5.78 7.63 4.89 5.50 6.62
ka

b. Hotel 0.00 2.56 0 0 0.68


c. Restoran 0.84 1.29 1.00 3.06 2.64
l
du

7. Pengangkutan dan Komunikasi 6.69 6.17 7.38 4.83 6.50


a. Pengangkutan 5.66 5.78 6.38 4.53 5.50
ki

1. Angkutan rel 0 0 0 0 0
ng

2. Angkutan jalan raya 5.50 5.59 6.37 4.52 5.48


3. Angkutan laut 0 0 0 0 0
nu

4. Angkutan sungai dan danau 0 0 0 0 0


5. Angkutan udara 0 0 0 0 0
gu

6. Jasa penunjang angkutan 0.16 0.19 0.01 0.01 0.02


://

b. Komunikasi 1.03 0.38 1.00 0.29 1.00


1. Pos dan telekomunikasi 0.75 0 0.71 0.02 0.67
tp

2. Jasa penunjang komunikasi 0.27 0 0 0 0.33


ht

8. Keuangan, Sewa dan Jasa Perusahaan 2.77 3.61 3.58 2.65 3.74
a. Bank 0.58 0.60 0.90 0.28 0.48
b. Lembaga keuangan bukan bank 0.19 0.18 0.48 0.21 0.33
c. Jasa penunjang keuangan 0 0 0 0 0
d. Sewa bangunan 1.88 2.72 2.11 2.07 2.79
e. Jasa perusahaan 0.11 0.12 0.08 0.09 0.13
9. Jasa-jasa 14.90 17.19 14.97 11.37 16.37
a. Pemerintahan Umum 12.81 14.97 12.55 9.59 13.16
1. Administrasi pemerintahan dan pertahanan 9.66 10.39 8.60 7.39 8.21
2. Jasa pemerintahan lainnya 0 5 0 0 0
b. Swasta 2.09 2.22 2.42 1.79 3.21
1. Sosial kemasyarakatan 1.01 0.76 0.96 0.42 0.90
2. Hiburan dan rekreasi 0.37 0.37 0.37 0.39 1.43
3. Perorangan dan rumah tangga 0.72 1.09 1.09 0.97 0.88
PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO 100.00 100.00 100.00 100.00 100.00

Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Di Kabupaten Gunungkidul 2014 60


TABEL 6. LANJUTAN

KECAMATAN
LAPANGAN USAHA Tanjung Karang
Rongkop Girisubo Semanu Ponjong
sari mojo
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1. Pertanian 39.96 40.97 45.80 32.98 35.61 33.42
a. Tanaman Bahan Makanan 28.59 27.39 32.55 26.56 28.67 28.18
b. Tanaman Perkebunan 0.55 0.20 0.25 1.01 2.13 1.58
c. Peternakan dan Hasil-hasilnya 5.43 7.50 7.59 3.05 3.60 2.13
d. Kehutanan 4.50 5.79 4.23 2.84 2.19 2.05
e. Perikanan 0.92 0.03 1.18 0.20 0.38 0.26
2. Pertambangan dan Penggalian 0.57 1.82 0.76 2.42 2.30 2.60
a. Minyak dan Gas Bumi 0 0 0 0 0 0
b. Pertambangan Tanpa Migas 0 0 0 0 0 0
c. Penggalian 0.57 1.82 0.76 2.42 2.30 2.60
3. Industri Pengolahan 12.21 9.47 8.09 13.02 12.79 12.36
a. Industri Migas 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00

/
.id
b. Industri Tanpa Migas 12.21 9.47 8.09 13.02 12.79 12.36
4. Listrik, Gas dan Air Bersih 0.34 0.77 0.14 0.83 0.56 0.82

go
a. Listrik 0.27 0.76 0.12 0.48 0.55 0.81
b. Gas 0 0 0 0 0 0

s.
c. Air Bersih 0.07 bp0.01 0.02 0.35 0.01 0.01
5. Konstruksi 11.08 10.19 9.06 10.22 8.92 10.21
6. Perdagangan, Hotel dan Restoran 11.30 10.03 9.57 22.43 19.68 16.70
b.
a. Perdagangan Besar dan Eceran 6.69 6.99 6.78 16.63 13.92 11.22
ka

b. Hotel 0.24 0 0 0 0 0
c. Restoran 4.37 3.04 2.79 5.80 5.76 5.48
l
du

7. Pengangkutan dan Komunikasi 5.43 6.18 3.88 5.81 6.63 6.92


a. Pengangkutan 4.99 5.25 3.47 5.13 6.08 6.15
ki

1. Angkutan rel 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00


ng

2. Angkutan jalan raya 4.96 4.76 3.04 4.94 5.87 6.10


3. Angkutan laut 0 0 0 0 0 0
nu

4. Angkutan sungai dan danau 0 0 0 0 0 0


5. Angkutan udara 0 0 0 0 0 0
gu

6. Jasa penunjang angkutan 0.02 0.49 0.43 0.18 0.21 0.05


://

b. Komunikasi 0.44 0.93 0.41 0.68 0.55 0.77


1. Pos dan telekomunikasi 0.16 0.64 0.14 0.36 0.31 0.41
tp

2. Jasa penunjang komunikasi 0 0 0.27 0.32 0.24 0.36


ht

8. Keuangan, Sewa dan Jasa Perusahaan 3.94 4.17 3.46 2.80 2.60 4.33
a. Bank 0.37 0.74 0.70 0.52 0.35 0.56
b. Lembaga keuangan bukan bank 0.29 0.75 0.68 0.24 0.40 0.79
c. Jasa penunjang keuangan 0 0 0 0 0 0
d. Sewa bangunan 3.19 2.51 1.91 1.99 1.81 2.85
e. Jasa perusahaan 0.09 0.17 0.17 0.04 0.05 0.14
9. Jasa-jasa 15.17 16.41 19.24 9.49 10.91 12.65
a. Pemerintahan Umum 13.37 13.33 17.44 7.78 9.00 10.42
1. Administrasi pemerintahan dan pertahanan 9.11 8.90 13.19 4.95 5.57 5.27
2. Jasa pemerintahan lainnya 0 0 0 0 0 0
b. Swasta 1.80 3.09 1.80 1.71 1.91 2.23
1. Sosial kemasyarakatan 0.90 1.22 0.81 0.51 0.66 0.87
2. Hiburan dan rekreasi 0.52 0.33 0.45 0.21 0.19 0.28
3. Perorangan dan rumah tangga 0.39 1.54 0.54 0.99 1.07 1.07
PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO 100.00 100.00 100.00 100.00 100.00 100.00

Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Di Kabupaten Gunungkidul 2014 61


TABEL 6. LANJUTAN

KECAMATAN
LAPANGAN USAHA
Wonosari Playen Patuk Gedangsari
(1) (2) (3) (4) (5)
1. Pertanian 12.51 29.81 39.06 41.34
a. Tanaman Bahan Makanan 8.69 19.17 27.45 27.63
b. Tanaman Perkebunan 0.24 0.30 4.21 0.76
c. Peternakan dan Hasil-hasilnya 2.69 4.71 5.86 6.60
d. Kehutanan 0.76 4.99 4.94 6.08
e. Perikanan 0.15 0.69 0.13 0.48
2. Pertambangan dan Penggalian 0.94 2.09 2.61 0.75
a. Minyak dan Gas Bumi 0 0 0 0
b. Pertambangan Tanpa Migas 0 0 0 0
c. Penggalian 0.94 2.09 2.61 0.75
3. Industri Pengolahan 7.45 10.67 13.92 12.19
a. Industri Migas 0 0 0 0
b. Industri Tanpa Migas 7.45 10.67 13.92 12.19
4. Listrik, Gas dan Air Bersih 0.74 0.73 0.40 0.29

/
0.66 0.71 0.40 0.29

.id
a. Listrik
b. Gas 0 0 0 0

go
c. Air Bersih 0.08 0.02 0.00 0.00
5. Konstruksi 9.55 9.75 8.16 8.82

s.
6. Perdagangan, Hotel dan Restoran 19.96 20.56 9.06 13.72
a. Perdagangan Besar dan Eceran 34.40
bp 43.05 14.19 18.21
b. Hotel 0.13 0.00 0.00 0.00
b.
c. Restoran 10.67 10.30 4.10 5.71
ka

7. Pengangkutan dan Komunikasi 11.19 9.19 5.72 4.50


a. Pengangkutan 9.97 8.57 4.80 3.97
l
du

1. Angkutan rel 0 0 0 0
2. Angkutan jalan raya 9.39 8.50 4.75 3.95
ki

3. Angkutan laut 0 0 0 0
ng

4. Angkutan sungai dan danau 0 0 0 0


5. Angkutan udara 0 0 0 0
nu

6. Jasa penunjang angkutan 0.58 0.06 0.05 0.01


b. Komunikasi 1.22 0.62 0.92 0.53
gu

1. Pos dan telekomunikasi 0.83 0.32 0.65 0.10


2. Jasa penunjang komunikasi 0.39 0.30 0.27 0.43
://

8. Keuangan, Sewa dan Jasa Perusahaan 16.52 3.73 4.37 3.31


tp

a. Bank 9.46 0.59 0.81 0.35


1.75 0.86 0.61 0.59
ht

b. Lembaga keuangan bukan bank


c. Jasa penunjang keuangan 0 0 0 0
d. Sewa bangunan 5.07 1.90 2.72 2.34
e. Jasa perusahaan 0.23 0.37 0.23 0.04
9. Jasa-jasa 21.15 13.47 16.69 15.07
a. Pemerintahan Umum 19.19 10.83 14.28 13.09
1. Administrasi pemerintahan dan pertahanan 11.94 4.63 8.93 9.22
2. Jasa pemerintahan lainnya 0.00 0.00 0.00 0.00
b. Swasta 1.96 2.64 2.41 1.98
1. Sosial kemasyarakatan 0.88 0.95 1.36 0.78
2. Hiburan dan rekreasi 0.11 0.25 0.38 0.37
3. Perorangan dan rumah tangga 0.97 1.44 0.67 0.83
PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO 100.00 100.00 100.00 100.00

Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Di Kabupaten Gunungkidul 2014 62


TABEL 6. LANJUTAN

KECAMATAN
LAPANGAN USAHA Jumlah
Nglipar Ngawen Semin
(1) (2) (3) (4) (5)
1. Pertanian 40.12 31.82 34.04 33.88
a. Tanaman Bahan Makanan 27.74 22.50 26.36 24.70
b. Tanaman Perkebunan 0.70 0.60 0.95 0.49
c. Peternakan dan Hasil-hasilnya 5.22 5.53 4.54 4.60
d. Kehutanan 6.28 3.03 2.11 3.74
e. Perikanan 0.18 0.17 0.08 0.35
2. Pertambangan dan Penggalian 3.43 3.50 2.50 1.84
a. Minyak dan Gas Bumi 0 0 0 0
b. Pertambangan Tanpa Migas 0 0 0 0
c. Penggalian 3.43 3.50 2.50 1.84
3. Industri Pengolahan 15.05 20.91 10.49 11.29
a. Industri Migas 0 0 0 0
b. Industri Tanpa Migas 15.05 20.91 10.49 11.29
4. Listrik, Gas dan Air Bersih 0.40 0.70 0.85 0.60

/
.id
a. Listrik 0.39 0.70 0.85 0.54
b. Gas 0 0 0 0

go
c. Air Bersih 0.01 0.00 0.00 0.06
5. Konstruksi 7.93 7.84 8.85 9.22

s.
6. Perdagangan, Hotel dan Restoran 12.17
bp 11.48 21.13 15.47
a. Perdagangan Besar dan Eceran 10.51 8.98 16.28 11.14
b. Hotel 0.00 0.00 0.00 0.13
b.
c. Restoran 1.66 2.49 4.85 4.20
ka

7. Pengangkutan dan Komunikasi 7.00 7.01 5.97 7.22


a. Pengangkutan 6.33 6.13 5.38 6.45
l
du

1. Angkutan rel 0 0 0 0
2. Angkutan jalan raya 6.29 6.10 4.91 6.22
ki

3. Angkutan laut 0 0 0 0
ng

4. Angkutan sungai dan danau 0 0 0 0


5. Angkutan udara 0 0 0 0
nu

6. Jasa penunjang angkutan 0.04 0.03 0.47 0.22


b. Komunikasi 0.67 0.88 0.59 0.77
gu

1. Pos dan telekomunikasi 0.44 0.59 0.34 0.46


2. Jasa penunjang komunikasi 0.23 0.29 0.25 0.31
://

8. Keuangan, Sewa dan Jasa Perusahaan 3.53 3.30 4.91 5.79


tp

a. Bank 0.66 0.91 0.69 2.10


ht

b. Lembaga keuangan bukan bank 0.43 0.52 0.53 0.71


c. Jasa penunjang keuangan 0 0 0 0
d. Sewa bangunan 2.40 1.78 3.46 2.83
e. Jasa perusahaan 0.05 0.08 0.23 0.16
9. Jasa-jasa 10.37 13.45 11.26 14.69
a. Pemerintahan Umum 8.13 11.05 8.71 12.49
1. Administrasi pemerintahan dan pertahanan 5.23 8.12 4.47 7.87
2. Jasa pemerintahan lainnya 0 0 0 0
b. Swasta 2.24 2.40 2.54 2.20
1. Sosial kemasyarakatan 1.00 0.88 0.93 0.86
2. Hiburan dan rekreasi 0.36 0.28 0.34 0.32
3. Perorangan dan rumah tangga 0.88 1.24 1.28 1.01
PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO 100.00 100.00 100.00 100.00

Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Di Kabupaten Gunungkidul 2014 63


Tabel 7.
Distribusi Persentase PDRB Kecamatan menurut Kelompok Sektor
Atas Dasar Harga Berlaku
Tahun 2014

KELOMPOK SEKTOR
Urutan Kecamatan
Primer Sekunder Tersier Total
(1) (2) (3) (4) (5) (6)

1 Panggang 48.72 19.24 32.03 100.00

2 Purwosari 37.21 22.17 40.62 100.00

3 Paliyan 43.16 21.22 35.63 100.00

4 Saptosari 53.93 14.28 31.79 100.00

/
5 Tepus 41.85 21.05 37.10 100.00

.id
go
6 Tanjungsari 39.35 22.54 38.11 100.00

s.
7 Rongkop 40.83 21.18 37.99 100.00
bp
8 Girisubo 45.78 14.43 39.79 100.00
b.

9 Semanu 33.92 19.99 46.10 100.00


ka

10 Ponjong 34.05 23.92 42.03 100.00


l
du

11 Karangmojo 35.54 20.64 43.82 100.00


ki
ng

12 Wonosari 11.35 21.83 66.81 100.00


nu

13 Playen 28.72 25.20 46.09 100.00


gu

14 Patuk 43.07 18.99 37.94 100.00


://

15 Gedangsari 46.85 16.58 36.57 100.00


tp
ht

16 Nglipar 43.47 25.77 30.76 100.00

17 Ngawen 38.93 25.79 35.28 100.00

18 Semin 37.70 17.07 45.22 100.00

KABUPATEN
34.00 21.07 44.93 100.00
GUNUNGKIDUL

Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Di Kabupaten Gunungkidul 2014 64


Tabel 8.
Distribusi Persentase PDRB Kecamatan menurut Kelompok Sektor
Atas Dasar Harga Konstan 2000
Tahun 2014

KELOMPOK SEKTOR
Urutan Kecamatan
Primer Sekunder Tersier Total
(1) (2) (3) (4) (5) (6)

1 Panggang 50.98 18.04 30.98 100.00

2 Purwosari 37.36 24.19 38.45 100.00

3 Paliyan 44.65 23.53 31.82 100.00

4 Saptosari 58.07 14.53 27.40 100.00

5 Tepus 43.01 20.44 36.55 100.00

/
.id
6 Tanjungsari 40.53 23.63 35.84 100.00

go
7 Rongkop 42.79 20.42 36.79 100.00

s.
8 Girisubo 46.55
bp 17.29 36.16 100.00
b.
9 Semanu 35.41 24.07 40.52 100.00
ka

10 Ponjong 37.91 22.26 39.83 100.00


l
du

11 Karangmojo 36.02 23.38 40.60 100.00


ki
ng

12 Wonosari 13.45 17.74 68.82 100.00


nu

13 Playen 31.90 21.16 46.94 100.00


gu

14 Patuk 41.67 22.48 35.84 100.00


://
tp

15 Gedangsari 42.09 21.31 36.60 100.00


ht

16 Nglipar 43.55 23.39 33.06 100.00

17 Ngawen 35.33 29.44 35.23 100.00

18 Semin 36.54 20.19 43.27 100.00

KABUPATEN
35.72 21.11 43.17 100.00
GUNUNGKIDUL

Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Di Kabupaten Gunungkidul 2014 65


Tabel 9.
Luas Wilayah dan Jumlah Penduduk Kabupaten Gunungkidul menurut Kecamatan

Tahun 2014

Kecamatan Luas Wilayah (Km 2) Jumlah Penduduk (Jiwa)*)

(1) (2) (3)

1 Panggang 99.80 27,431

2 Purwosari 71.76 20,035

3 Paliyan 58.07 30,091

/
.id
4 Saptosari 87.83 35,458

go
5 Tepus 104.91 32,994

s.
6 Tanjungsari 71.63 26,588
bp
7 Rongkop 83.46 27,833
b.

8 Girisubo 94.57 22,956


lka

9 Semanu 108.39 53,531


du

10 Ponjong 104.49 51,529


ki
ng

11 Karangmojo 80.12 50,456


nu

12 Wonosari 75.51 81,493


gu

13 Playen 105.26 56,388


://

14 Patuk 72.04 31,395


tp
ht

15 Gedangsari 68.14 36,486

16 Nglipar 73.87 30,716

17 Ngawen 46.59 32,721

18 Semin 78.92 50,724

KABUPATEN GUNUNGKIDUL 1,485.36 698,825


Keterangan : *) Hasil Proyeksi Penduduk SP 2010

Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Di Kabupaten Gunungkidul 2014 66


Tabel 10.
PDRB dan Laju Pertumbuhan PDRB Per Kecamatan
di Kabupaten Gunungkidul Tahun 2014

2013 2014 Pertumbuhan 2014

No Kecamatan Berlaku Konstan Berlaku Konstan


Berlaku (%) Konstan (%)
(Jutaan Rp) (Jutaan Rp) (Jutaan Rp) (Jutaan Rp)

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)

1 Panggang 312,699 131,923 340,868 136,363 9.01 3.37

2 Purwosari 246,660 106,033 266,984 112,226 8.24 5.84

/
.id
3 Paliyan 323,333 148,010 349,843 152,363 8.20 2.94

go
4 Saptosari 393,935 181,555 429,678 187,080 9.07 3.04

s.
5 Tepus 315,323 141,584
bp
347,041 146,467 10.06 3.45
b.
6 Tanjungsari 320,181 142,436 347,259 147,754 8.46 3.73
ka

7 Rongkop 318,269 134,457 342,261 138,540 7.54 3.04


l
du

8 Girisubo 288,317 130,923 314,516 135,161 9.09 3.24


ki

9 Semanu 595,703 272,394 644,846 287,384 8.25 5.50


ng
nu

10 Ponjong 666,602 299,698 734,583 314,544 10.20 4.95


gu

11 Karangmojo 549,524 251,041 590,888 259,215 7.53 3.26


://

12 Wonosari 1,653,623 629,859 1,848,062 684,920 11.76 8.74


tp

13 Playen 766,075 306,811 839,175 323,460 9.54 5.43


ht

14 Patuk 388,071 173,594 418,562 179,855 7.86 3.61

15 Gedangsari 320,569 142,438 343,718 146,270 7.22 2.69

16 Nglipar 427,183 194,754 459,952 203,221 7.67 4.35

17 Ngawen 353,529 153,504 385,075 158,905 8.92 3.52

18 Semin 662,807 289,385 716,183 304,097 8.05 5.08

Jumlah 8,902,405 3,830,400 9,719,493 4,017,825 9.18 4.89

Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Di Kabupaten Gunungkidul 2014 67


Tabel 11.
PDRB Perkapita dan Laju Pertumbuhan PDRB Perkapita tiap Kecamatan
di Kabupaten Gunungkidul Tahun 2014

2013 2014 Pertumbuhan 2014

No Kecamatan Berlaku Konstan Berlaku Konstan


Berlaku (%) Konstan (%)
(Rp) (RP) (Rp) (Rp)

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)

1 Panggang 11,642,227 4,911,689 12,674,960 5,070,572 8.87 3.23

2 Purwosari 12,493,588 5,370,655 13,593,868 5,714,140 8.81 6.40

/
.id
3 Paliyan 10,996,944 5,033,987 11,858,667 5,164,666 7.84 2.60

go
4 Saptosari 11,370,187 5,240,249 12,360,197 5,381,576 8.71 2.70

s.
5 Tepus 9,780,772 4,391,685 10,728,692 4,527,980 9.69 3.10
bp
6 Tanjungsari 12,324,420 5,482,641 13,322,310 5,668,467 8.10 3.39
b.

7 Rongkop 11,702,713 4,943,989 12,542,997 5,077,158 7.18 2.69


l ka

8 Girisubo 12,852,965 5,836,434 13,974,773 6,005,567 8.73 2.90


du

9 Semanu 11,389,446 5,207,991 12,287,224 5,475,971 7.88 5.15


ki
ng

10 Ponjong 13,239,712 5,952,458 14,540,719 6,226,248 9.83 4.60


nu

11 Karangmojo 11,146,301 5,091,999 11,945,101 5,240,159 7.17 2.91


gu

12 Wonosari 20,552,307 7,828,298 23,132,297 8,573,182 12.55 9.52


://

13 Playen 13,819,376 5,534,619 15,180,441 5,851,309 9.85 5.72


tp
ht

14 Patuk 12,497,649 5,590,516 13,599,387 5,843,615 8.82 4.53

15 Gedangsari 8,991,708 3,995,275 9,608,850 4,089,058 6.86 2.35

16 Nglipar 14,213,263 6,479,886 15,273,198 6,748,156 7.46 4.14

17 Ngawen 11,022,301 4,785,938 12,004,721 4,953,871 8.91 3.51

18 Semin 13,372,826 5,838,656 14,401,430 6,114,967 7.69 4.73

Jumlah 13,001,146 5,593,948 14,186,722 5,864,479 9.12 4.84

Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Di Kabupaten Gunungkidul 2014 68


Tabel 12.
Kelompok Kecamatan Berdasarkan Besarnya PDRB dan PDRB Perkapita
di Kabupaten Gunungkidul atas dasar Harga Berlaku
Tahun 2013

PDRB PER KAPITA KECAMATAN


Uraian

< PDRB PERKAPITA KAB. > PDRB PERKAPITA KAB.

(- -) (+ -)

Panggang
< RATA-RATA PDRB KAB.TIAP KEC

Paliyan Purwosari

Saptosari Girisubo

/
.id
Tepus Patuk

go
Tanjungsari Nglipar

s.
Rongkop
bp
b.
Gedangsari
KECAMATAN

ka

Ngawen
l
du
ki
ng

(- +) (+ +)
nu
PDRB

gu
> RATA-RATA PDRB KAB.TIAP KEC.

Ponjong
://
tp

Semanu Wonosari
ht

Karangmojo Playen

Semin

Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Di Kabupaten Gunungkidul 2013 69


Tabel 13.
Daftar Urutan Kecamatan Berdasarkan Besarnya
PDRB Tahun 2014 Atas Dasar Harga Berlaku dan Harga Konstan 2000
(Jutaan Rupiah)

PDRB TOTAL
Urutan Kecamatan
Berlaku Konstan
(1) (2) (3) (4)

1 Wonosari 1,848,062 684,920

2 Playen 839,175 323,460

3 Ponjong 734,583 314,544

4 Semin 716,183 304,097

5 Semanu 644,846 287,384

/
.id
6 Karangmojo 590,888 259,215

go
7 Nglipar 459,952 203,221

s.
8 Saptosari 429,678
bp 187,080
b.
9 Patuk 418,562 179,855
ka

10 Ngawen 385,075 158,905


l
du

11 Paliyan 349,843 152,363


ki

12 Tanjungsari 347,259 147,754


ng

13 Tepus 347,041 146,467


nu

14 Gedangsari 343,718 146,270


gu

15 Rongkop 342,261 138,540


://
tp

16 Panggang 340,868 136,363


ht

17 Girisubo 314,516 135,161

18 Purwosari 266,984 112,226

Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Di Kabupaten Gunungkidul 2014 70


Tabel 14.
Daftar Urutan Kecamatan Berdasarkan Besarnya PDRB Perkapita
Tahun 2014, Atas Dasar Harga Berlaku dan Harga Konstan 2000
( Rupiah)

PDRB PER KAPITA


Urutan Kecamatan
Berlaku Konstan
(1) (2) (3) (4)

1 Wonosari 22,677,559 8,404,649

2 Nglipar 14,974,357 6,616,119

3 Playen 14,882,151 5,736,333

4 Ponjong 14,255,712 6,104,209

/
.id
5 Semin 14,119,216 5,995,137

go
6 Girisubo 13,700,830 5,887,842

s.
7 Patuk
bp
13,332,121 5,728,771
b.
8 Purwosari 13,325,858 5,601,483
ka

9 Tanjungsari 13,060,754 5,557,178


l
du
ki

10 Panggang 12,426,367 4,971,124


ng

11 Rongkop 12,296,941 4,977,559


nu
gu

12 Saptosari 12,117,929 5,276,094


://

13 Semanu 12,046,212 5,368,561


tp
ht

14 Ngawen 11,768,449 4,856,371

15 Karangmojo 11,710,962 5,137,446

16 Paliyan 11,626,152 5,063,401

17 Tepus 10,518,306 4,439,188

18 Gedangsari 9,420,549 4,008,926

Produk Domestik Regional Bruto Kecamatan Di Kabupaten Gunungkidul 2014 71